Artikelilmiahs
Menampilkan 19.401-19.420 dari 50.080 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19401 | 22619 | F1C014023 | KOMUNIKASI KELUARGA ETNIS TIONGHOA-JAWA DI PURWOKERTO | Penelitian yang ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi diantara pasangan suami-istri, bagaimana komunikasi orangtua dengan anak, bagaimana pola pengasuhan anak serta apa saja hambatan-hambatan yang terjadi dalam komunikasi dan pola pengasuhan anak dalam keluarga berbeda etnis dengan disertai pula bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber digunakan untuk mengecek derajat ketepatan data sehingga data dapat dikatakan valid. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi keluarga pada keluarga berbeda etnis dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan bahasa mana yang sering digunakan dirumah. Pola komunikasi tidak dipengaruhi oleh faktor etnis, melainkan dipengaruhi oleh tingkat penghasilan. Hambatan komunikasi yang terjadi di enam keluarga adalah sering terjadi kesalahpahaman akibat perbedaan bahasa. Teori interaksi simbolik menunjukan bahwa didalam keluarga dengan latarbelakang etnis berbeda ada sebuah pembentukan makna dari simbol yang diberikan, pembentukan makna tersebut kemudian mempengaruhi persepsi dan tindakan para anggota keluarga. | The research aims to find out how communication between married couples, how parents to children communicate, how to care for children and what obstacles occur in communication and childcare patterns in the family different ethnicities accompanied by how to overcome these obstacles. The Method used is descriptive qualitative method with purposive sampling informant selection technique. Data collection is done by in-depth interview, observation, documentation techniques. Data analysis method by data reduction, data presentation, conclusion drawing. Source triangulation is used to check the degree of accuracy of data so that data can be said to be valid. The results of this study indicate that family communication in different ethnic families is influenced by environmental factors and which languages are often used at home. Communication patterns are influenced by ethnic factors, but are influenced by income levels. Communication barriers that occur in six families are often misunderstandings due to language differences. Symbolic interaction theory shows that in families with different ethnic backgrounds there is a formation of meaning from the given symbol, the formation of meaning then influences the perceptions and actions of family members. | |
| 19402 | 25669 | J1B015018 | Analisis Kepribadian Tokoh Utama pada Novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Karya Mira W | Skripsi ini berjudul “Analisis Kepribadian Tokoh Arini Novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Karya Mira W”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian tokoh Arini sebagai tokoh utama novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Mira W menggunakan pendekatan Psikologi Sastra. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini, teknik simak dan teknik catat, yaitu membaca secara keseluruhan isi novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Mira W dan mengklasifikasikan data-data yang didapat sesuai dengan rumusan masalah. Kemudian, metode analisis data yaitu dengan cara mendeskripsikan kepribadian tokoh Arini pada novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Mira W dan menyimpulkan hasil analisis novel tersebut sesuai dengan rumusan masalah. Hasil penelitian novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya mira W dengan pendekatan psikologi sastra dapat diketahui kepribadian tokoh Arini pada dasarnya adalah baik hati, perduli, lembut, naïf, pesimis, dan kurang percaya diri. Namun karena trauma pada masa lalunya, membuat tokoh Arini mengubah kepribadiannya. Tokoh Arini menjadi wanita yang arogan dan gila kerja. | This research entitled “Analisis Kepribadian Tokoh Arini Novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Karya Mira W”. The purpose of this research is to describe the personality (Anxiety and Self Defense Mechanism) of Arini as main character in Masih Ada Kereta yang Akan Lewat novel by Mira W with psychology literature theory. The method of data collecting in this research is teknik simak and teknik baca which are read the whole novel and classify the data obtained which appropriate the research question. Then, the method of data analysis is by describing the personality of Arini in Masih Ada Kereta yang Akan Lewat novel by Mira W and concluding the analysis result of this novel based on research question. The result of this research in Masih Ada Kereta yang Akan Lewat novel by Mira W with literature pshycology approach showed that the personality of Arini was actually a nice person, responsible, gentle, naïve, pessimistic, and insecure. However, because of her traumatic experiences in the past, Arini changed her attitude. Arini become an arrogant and workaholic person. | |
| 19403 | 25721 | G1G014019 | PERBEDAAN KEKUATAN TARIK PELEKATAN SEMEN RESIN MENGGUNAKAN BONDING GENERASI VIII BERBASIS HEMA DAN NON-HEMA TEKNIK TOTAL-ETCH RESTORASI VENEER INDIREK KOMPOSIT | Restorasi veneer indirek merupakan suatu restorasi yang membutuhkan proses pengerjaan di luar mulut untuk memperbaiki gigi yang mengalami kelainan. Veneer indirek membutuhkan semen resin dan bahan bonding untuk melekatkannya pada email gigi. Bahan bonding mampu mempengaruhi pelekatan semen resin terhadap email gigi, salah satu faktor penyebabnya adalah perbedaan monomer berupa monomer HEMA dan non-HEMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kekuatan tarik pelekatan semen resin menggunakan bonding generasi VIII berbasis HEMA dan non-HEMA teknik total-etch restorasi veneer indirek komposit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris berupa posttest-only group design dengan membagi sampel menjadi 2 kelompok. Kelompok I adalah bonding yang berbasis HEMA dan kelompok II adalah bonding berbasis non-HEMA. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil yang diperoleh kemudian diuji dengan uji independent t-Test. Didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok I dengan kelompok II yang ditandai dengan p=0,048 (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah bonding generasi VIII berbasis non-HEMA memiliki kekuatan tarik pelekatan lebih tinggi dibandingkan dengan bonding generasi VIII berbasis HEMA. | Indirect veneer restoration is a restoration processed outside the mouth to repair tooth that has an abnormality. Indirect veneers require resin cement and bonding agent to attach them to tooth enamel. The bonding agent can effect the attachment of resin cement to tooth enamel. One of the contribution factors of the attachment is the monomer difference in the form of HEMA and non-HEMA monomers. The aim of this study was to determine difference in tensile bond strength of resin cement using total-etch technique of HEMA-based and non-HEMA-based 8th generation bonding agent in indirect composite veneer restoration. This type of research was a laboratory experimental study with posttest-only group design by dividing the samples into 2 groups. Group I was HEMA-based bonding agent and group II was non-HEMA-based bonding agent. Testing was done using Universal Testing Machine. The results obtained were tested by the independent t-Test. There was a significant difference between group I and group II with p value = 0.048 (p <0.05). The conclusion of this study is that non-HEMA-based 8th generation bonding agent has a higher tensile bond strength compared to HEMA-based 8th generation bonding agent. | |
| 19404 | 25564 | A1F015018 | PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS REMPAH TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORIS MINUMAN TEMULAWAK SEGAR | Temulawak memberikan manfaat bagi kesehatan seperti antiinflamasi, antikanker, penyembuh luka, dan menurunkan kadar kolesterol serum. Temulawak yang digunakan sebagai tujuan untuk pengobatan biasanya diolah menjadi minuman. Minuman temulawak mempunyai rasa yang kurang enak atau getir, sehingga perlu ditambahkan rempah – rempah yang dapat mengurangi rasa getir pada temulawak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis rempah yang berbeda terhadap sifat sensori dan fisikokimia pada minuman temulawak cair. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu penambahan berbagai jenis rempah (kencur, jahe, dan asam jawa) sehingga diperoleh perlakuan yaitu A1 (tanpa penambahan rempah); A2 (asam jawa); A3 (kencur); A4 (jahe); A5 (kencur dan asam jawa); A6 (jahe dan asam jawa); A7 (kencur dan jahe); A8 (kencur, jahe dan asam jawa). Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu total padatan terlarut, pH, warna dan sensoris (warna, rasa manis, rasa pahit, aroma temulawak, kenampakan, flavor dan kesukaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel fisikokimia, penambahan asam jawa sangat perpengaruh terhadap pH minuman temulawak. Penambahan rempah tidak berpengaruh terhadap total padatan terlarut dan warna. Pada variabel sensori, penambahan rempah dapat meningkatkan kecerahan warna, mengurangi rasa pahit, meningkatkan rasa manis, aroma, kenampakan, flavour dan kesukaan minuman temulawak. Perlakuan terbaik variabel fisikokimia dan sensori adalah A8 (penambahan jahe, kencur dan asam jawa yang memiliki nilai kecerahan (16,98); kekuningan (12,42); kehijauan (14,28); total padatan terlarut (14,92); pH (4,42); serta pada variabel sensori memiliki nilai warna 3,4 ( kuning kecoklatan); rasa manis 3,6 (mendekati manis); rasa pahit 4,4 (sedikit pahit); aroma temulawak 3,4 (agak khas); kenampakan 1,8 (mendekati sedikit bening); flavor 3,6 (mendekati enak); kesukaan 3,7 (mendekati suka). | Temulawak gives benefit for the health such as anti-inflammatory, anticancer, wound healing, and decreases serum cholesterol levels. Temulawak which is used for medication is usually processed into beverage. Temulawak beverage is not tasty or slightly bitter, so it needs to be added with spices which can reduce the bitter taste. The formulation of spices addition is to reduce the bitterness in Temulawak beverage and also to increase antioxidants. This research aimed to know the effect of adding various types of spices on sensory and physicochemical characteristic in the liquid Temulawak beverage. This research used the experimental method and Randomized Block Design (RBD) with one factor, namely the addition of various types of spices (kencur, ginger, and tamarind), so the treatments were A1 (without addition of spices); A2 (tamarind); A3 (kencur); A4 (ginger); A5 (kencur and tamarind); A6 (ginger and tamarind); A7 (kencur and ginger); A8 (kencur, ginger and tamarind). The variables observed in this research were total dissolved solids, pH, color and sensory (color, sweetness, bitter taste, Temulawak aroma, appearance, flavor and preference).The results showed that in physicochemical variables, the addition of tamarind was very influential on the pH of Temulawak beverage. The addition of spices did not affect toward the total of dissolved solids and color. In the sensory variables, the addition of spices could increase the color brightness; reduce bitterness, increase sweetness, aroma, appearance, flavor and preference of Temulawak beverage. The best treatment of physicochemical and sensory variables was A8 (addition of ginger, kencur and tamarind (Tamarindus indica)) which had a brightness value (16.98); yellowish (12,42); greenness (14,28); total dissolved solids (14,92); pH (4.42); and sensory variables had a color value of 3.4 (brownish yellow); sweet taste 3.6 (close to sweet); bitterness 4.4 (slightly bitter); the aroma of Temulawak 3.4 (rather typical); appearance 1.8 (close to slightly clear); flavor 3,6 (close to tasty); preference 3.7 (close to like). | |
| 19405 | 22633 | E1A014072 | PERANAN TEKNIK PEMBELIAN TERSELUBUNG (UNDERCOVER BUY) DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI DI BNN KABUPATEN CILACAP) | Kejahatan narkotika merupakan kejahatan yang sangat terorganisir dan transnasional. Peredaran dan penyalahgunaan narkotika semakin meluas dan menjangkit semua lapisan masyarakat, terutama para generasi muda. Badan Narkotika Nasional (BNN) mempunyai peran yang penting dalam pengungkapan tindak pidana narkotika, salah satunya yaitu melakukan pengungkapan menggunakan teknik pembelian terselubung. Pembelian terselubung adalah teknik khusus dalam penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika dimana seorang petugas (di bawah selubung) bertindak sebagai pembeli dalam jual beli narkotika. Penelitian ini pada intinya untuk mengetahui peranan teknik pembelian terselubung dan hambatan dalam pelaksanaan teknik pembelian terselubung dalam pengungkapan tindak pidana narkotika khususnya di BNN Kabupten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif, metode pengumpulan data studi kepustakaan dan wawancara, serta metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peranan teknik pembelian terselubung secara signifikan berhasil membantu pengungkapan kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Namun, pada pelaksanaannya BNN Kabupaten Cilacap dalam menggunakan teknik pembelian terselubung menghadapi hambatan-hambatan, yaitu berupa hambatan dari segi internal dan dari segi eksternal. | The crime of narcotics is a crime that is highly organized and transnational. Circulation and abuse of narcotics is widespread and affecting all layers of society, especially the young generations. The National Narcotics Agency (BNN) had an important role in the disclosure of criminal acts of narcotics, one of them is doing the disclosure use the technique of undercover buy. Undercover buy is a special technique in the investigation of criminal acts of narcotics and precursors of narcotics where an officer (covertly) act as buyers in the sale and purchase of narcotics. This research was essentially to determine the role of the undercover buy techniques and the obstacles of the implementation of undercover buy in the disclosure of criminal acts of narcotics, especially in BNN Cilacap. This study used sociological methods juridical approach with the specification of descriptive research, data collection methods were literature study and interviews, as well as methods of qualitative data analysis. The results of the research showed that the role of undercover buy techniques significantly managed to help the disclosure of the criminal cases of abuse and illicit traffic in narcotics. However, in practice BNN Cilacap in using the technique of undercover buy face of obstacles, namely in the form of both internal and external obstacles. | |
| 19406 | 22624 | D1E014061 | PERBEDAAN KOMPOSISI DAN KANDUNGAN NUTRIEN PAKAN PADA ITIK TEGAL DAN ITIK MAGELANG DI TINGKAT PETERNAK WILAYAH TEGAL DAN MAGELANG | Penelitian bertujuan mengkaji perbedaan komposisi dan kandungan nutrien pakan pada itik tegal dan itik magelang di tingkat peternak Wilayah Tegal dan Magelang. Sasaran penelitian adalah peternakan itik, dengan fokus pakan yang diberikan pada itik yang diambil dari daerah sentra peternakan itik wilayah Tegal dan Magelang. Penelitian akan dilakukan dengan metode survey di tingkat peternak. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan Stratified random sampling. Pengambilan sampel ditentukan dengan pembagian wilayah sentra peternakan itik di Jawa Tengah meliputi : Tegal (itik Tegal) dan Magelang (itik Magelang). Pengujian kandungan nutrien pakan dilakukan dengan analisis proksimat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu tabulasi data untuk komposisi bahan pakan dan uji t untuk kandungan nutrien pakan. Komposisi pakan itik Tegal dan itik Magelang memiliki perbedaan dari segi jumlah pemberian dan macam bahan pakannya. Bahan pakan yang digunakan oleh peternak itik Tegal antara lain: Konsentrat, dedak, nasi aking, ikan rucah, kepala udang, serta ece; sedangkan bahan pakan yang digunakan oleh peternak itik Magelang yaitu Konsentrat, dedak, dan nasi aking. Hasil uji t menunjukkan bahwa kandungan nutrien pakan (lemak kasar, serat kasar, protein kasar dan ME) itik Magelang lebih tinggi dibandingkan itik Tegal, sedangkan untuk kadar air, dan kadar abu itik Magelang lebih rendah dibandingkan itik Tegal. Kesimpulan penelitian ini adalah Komposisi pakan itik Tegal dan itik Magelang memiliki perbedaan dari segi jumlah pemberian dan macam bahan pakannya. Kandungan nutrien pakan (lemak kasar, serat kasar, protein kasar dan ME) itik Magelang lebih tinggi dibandingkan itik Tegal, sedangkan untuk kadar air, dan kadar abu itik Magelang lebih rendah dibandingkan itik Tegal. | The purpose of this study was to examine differences in the composition and nutrient content of feed in tegal ducks and magelang ducks at the farmer level in the Tegal and Magelang regions. The aim of the research is duck farming, with a focus on the feed given to ducks taken from the central areas of duck farming in the regions of Tegal and Magelang. The research will be carried out with the survey method at the farm level. Determination of the location of the study was carried out with Stratified random sampling. Sampling was determined by the distribution of duck farming centers in Central Java including: Tegal (Tegal ducks) and Magelang (Magelang ducks). Testing of nutrient content of feed is carried out by proximate analysis. Data analysis was carried out using descriptive analysis, namely data tabulation for the composition of feed ingredients and t test for nutrient content of feed. The composition of Tegal ducks and Magelang ducks has differences in terms of the amount of feed and the type of feed ingredients. Feed ingredients used by Tegal duck farmers include concentrates, rice bran, dried rice, trash fish, shrimp heads, and ece; while the feed ingredients used by Magelang duck farmers are concentrates, rice bran, and dried rice. The results of the proximate analysis showed that the nutrient content of feed (crude fat, crude fiber, crude protein and ME) of Magelang ducks was higher than that of Tegal ducks, while for water content, and the ash content of Magelang ducks was lower than Tegal ducks. The conclusion of this study is the composition of Tegal ducks and Magelang ducks have differences in terms of the number of feeds and the types of feed ingredients. The nutrient content of feed (crude fat, crude fiber, crude protein and ME) of Magelang ducks is higher than that of Tegal ducks, while for water content, Magelang duck's ash content is lower than Tegal ducks. | |
| 19407 | 22621 | F1C014071 | Strategi Komunikasi Pemasaran melalui Member Card Waroenk Ora Umum dalam Menghadapi Persaingan Kafe di Purwokerto | Penelitian berjudul ‘Strategi Komunikasi Pemasaran melalui member card Waroenk Ora Umum dalam Menghadapi Persaingan Kafe di Purwokerto’ ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum Waroenk Ora Umum, mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran melalui member card Waroenk Ora Umum dalam menghadapi persaingan kafe di Purwokerto, , mengetahui keefektivisan member card dalam menarik pelanggan serta untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, peluang dan hambatan penggunaan member card dalam menghadapi persaingan kafe di Purwokerto. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Validitas data menggunakan triangulasi sumber.Hasil penelitian ini menunjukan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Waroenk Ora Umum menggunakan promosi penjualan yang dikemas menggunakan member card dengan keuntungan potongan harga, poin dan hadiah serta promosi terikat berjalan cukup baik untuk menarik konsumen. | The research entitled 'Marketing Communication Strategy of Waroenk Ora Umum with Member Card in Facing Cafe Competition in Purwokerto' aims to find out the general description of Waroenk Ora Umum, knowing how the marketing communication strategy of Waroenk Ora Umum member cards in dealing with cafe competition in Purwokerto, find out the effectiveness of member cards in attracting customers and to find out the strengths, weaknesses, opportunities and threats to using member cards in the face of cafe competition in Purwokerto. The method used is descriptive qualitative method with purposive sampling informant selection technique. Data collection is done by interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is an interactive analysis model. Data validity uses source triangulation. The results of this study show that the marketing communication strategy conducted by Waroenk Ora Umum uses sales promotions that are packaged using member cards with the advantage of price discounts, points and prizes and tied promotions running well enough to attract consumers. | |
| 19408 | 25722 | D1A015140 | SUPLEMENTASI TEPUNG BIJI ALPUKAT PADA PAKAN TERHADAP BOBOT PUTIH DAN KUNING TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica) | Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui taraf terbaik penggunaan tepung biji alpukat sebagai pakan tambahan pada puyuh dalam peningkatan kualitas telur. Materi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari puyuh betina jenis (Coturnix coturnix japonica) 100 ekor, alat yang digunakan meliputi timbangan, egg sparator, pinset, cawan petri. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pakan dengan bahan jagung kuning, dedak padi, tepung ikan, bungkil kedelai, minyak kelapa sawit, kapur (CaCo3), premix, lysin, methionin, tepung biji alpukatdan pemberianair minum diberikan secara adlibitum.Penelitian ini dilakukan secara experimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 5 ekor unit percobaan. R0 pakan basal tanpa tepung biji alpukat (0%), R1 pakan basal + biji alpukat 3%, R2 pakan basal + biji alpukat 6% dan R3 pakan basal + tepung biji alpukat 9%. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis meggunakan analisis variansi. Hasil rataan penelitian bobot putih telur secara berurutan R0 = 4,869g + 0,6543; R1= 4,969g + 0,2572; R2 = 4,990g + 0,4756 dan R3 = 4,902g + 0,1174 sedangkan bobot kuning telur R0 = 3,25g + 0,39; R1= 3,25g + 0,13; R2= 2,89 + 0,13 dan R3 = 2,95g + 0,09.Hasil penelitian suplementasi tepung biji alpukat berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada bobot putih telur, namun berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot kuning telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi tepung biji alpukat pada pakan dengan konsentrasi 9% menghasilkan bobot putih telur yang relatif sama akan tetapi terjadi penurunan bobot kuning telur sebesar 6% | This study aimed to determine the best level of use of avocado seed flour as an additional feed on quail in improving egg quality. The material used in this study consisted of 100 female quails (Coturnix coturnix japonica), the tools used included scales, egg sparators, tweezers, petri dishes. The materials used in this study include feed with ingredients of yellow corn, rice bran, fish meal, soybean meal, palm oil, lime (CaCo3), premix, lysine, methionine, avocado seed flour and administration of drinking water given adlibitum.This research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 5 replications, each replication consisting of 5 experimental units. R0 basal feed without avocado seed flour (0%), R1 basal feed + 3% avocado seeds, R2 basal feed + 6% avocado seeds and R3 basal feed + 9% avocado seed flour. Data obtained in the study were analyzed using variance analysis. The results of the average study of egg white weight sequentially R0 = 4.869g + 0.6543; R1 = 4,969g + 0,2572; R2 = 4.990g + 0.4756 and R3 = 4.902g + 0.1174 while the yolk weight R0 = 3.25g + 0.39; R1 = 3.25g + 0.13; R2 = 2.89 + 0.13 and R3 = 2.95g + 0.09.The results of the study of supplementation of avocado seed flour had no significant effect (P> 0.05) on egg white weight, but significant effect (P> 0.05) on egg yolk weight. The conclusion of this study was the suplementation of avocado seed flour in a diet with concentration of 9% resulting in relatively the same egg white weight but a decrease in egg yolk weight of 6%. | |
| 19409 | 25565 | C1A014038 | ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN SUSU PASTEURISASI MILBA PADA KOPERASI PESAT DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian survey pada lembaga pemasaran Susu Pasteurisasi MILBA di Kabupaten Banyumas terkait dengan efisiensi pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efissiensi pemasaran Susu Pasteurisasi MILBA di Kabupaten Banyumas diliah dari pendekatan Structure, Conduct, dan Performance (SCP). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh lembaga pemasaran yang terlibat dalam keiatan pemasaran Susu Pasteurisasi MILBA. Total responden ada 9 orang yang terdiri dari 3 pedagang pegumpul, satu pedagang besar, dan 5 pedagang pengecer. Penelitian ini menggunakan data primer dan menggunakan kuisioner sebagai alat untuk mengumpulkan data. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana setelah data terkumpul, dianalisis dengan perhitungan tabulasi melalui Microsoft Excel. Hasil pengolahan data menunjukkan terdapat 3 saluran pemasaran susu pasteurisasi MILBA yaitu saluran I : Produsen – Distributor - Konsumen, saluran II : Produsen – Distributor – Pedagang Besar – Pedagang pengecer – Konsumen, saluran III : Produsen – Distributor – Pedagang Pengecer – Konsumen. Saluran Pemasaran yang memiliki margin pemasaran paling rendah yaitu salura II sebesar Rp 750,00/cup kemudian saluran pemasaran I sebesar Rp 916.67/cup dan saluran pemasaran III sebesar Rp 1.500,00/cup. Producer’s share dari masing-masing saluran yaitu sebesar 66,11 persen pada Saluran I, 70 persen pada saluran II, dan 54,17 pada saluran III. Dengan demikian dari ketiga saluran maka saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran II. Hasil analisis struktur pasar menunjukkan bahwa struktur pasar cenderung kepada pasar persaingan monopolistik karena terdapat banyak produsen yang menghasilkan produk serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek dan mudah untuk keluar masuk pasar. Hasil analisis perilaku pasar menunjukkan bahwa pembentukan harga ditentukan oleh pedagang berdasarkan total biaya yang dikeluarkan dan keuntungan yang ingin diperoleh. Kata Kunci : Efisiensi, Pemasaran, Susu Pasteurisasi, Pendekatan SCP | This research is a survey research on marketing agencies of MILBA Pasteurized Milk in Banyumas Regency related to marketing efficiency. The purpose of this research was to determine the level of marketing efficiency of MILBA Pasteurized Milk in Banyumas Regency from the Structure, Conduct, and Performance (SCP) approach. The population of this study is all marketing institutions involved in the marketing activities of MILBA Pasteurized Milk. The total respondents were 9 people consisting of 3 collectors, one wholesaler, and 5 retailers. This research uses primary data and uses questionnaires as a tool to collect data. This research is a quantitative research where after the data is collected, it is analyzed by calculating tabulations through Microsoft Excel.The results of processing data show there are 3 marketing channels for MILBA Pasteurized Milk, namely channel I: Producers – Distributors – Consumer. channel II: Manufacturers - Distributors - Wholesalers – Retailers – cunsumer. channel III: Manufacturers - Distributors – Retailers – Consumer. The marketing channel that has the lowest marketing margin is Channel II of Rp. 750.00 / cup, then the marketing channel I is Rp. 916.67 / cup and the marketing channel III is Rp. 1,500.00 / cup. Producer's share of each channel is 66.11 percent on Channel I, 70 percent on channel II, and 54.17 on channel III. Thus from the three channels, the most efficient marketing channel is channel II. The results of market structure analysis show that market structures tend to be monopolistic because there are many producers who produce similar products but have differences in several aspects and are easy to enter and exit the market. The results of market behavior analysis indicate that the formation of prices is determined by the trader based on the total costs incurred and the benefits to be obtained. Keywords ; Efficiency. Marketing, Pasturaized Milk, SCP Model. | |
| 19410 | 22626 | C1B014112 | ANALISIS VALUASI HARGA WAJAR SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRICE EARNING RATIO, DIVIDEND DISCOUNT MODEL, DAN PRICE TO BOOK VALUE (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ45 Periode 2012-2016) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai intrinsik perusahaan dengan menggunakan metode Price Earning Ratio (PER), Dividend Dsicount Model (DDM), dan Price to Book Value (PBV). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Indeks LQ 45 tahun 2012-2016. Sampel terdiri dari 16 perusahaan yang telah dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan software SPSS dan Microsoft Excel. Alat analisis yang digunakan adalah uji normalitas Kolgomorov-Smirnov dan Paired Sample t-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 16 saham yang dijadikan sampel berada pada kondisi undervalued apabila nilai pasar saham dibandingkan dengan nilai intrinsik saham dengan menggunakan pendekatan Price Earning Ratio (PER). Dengan menggunakan pendekatan Dividend Discount Model (DDM) saham-saham yang dijadikan sampel berada pada kondisi overvalued. Sedangkan, dengan menggunakan pendekatan Price to Book Value terdapat 7 saham yang berada pada kondisi undervalued dan 9 saham lainnya berada pada kondisi overvalued. Kemudian hasil dari uji beda T-test menunjukkan bahwa berdasarkan pendekatan Price Earning Ratio dan Dividend Discount Model pertumbuhan berganda memiliki perbedaan yang signifikan antara nilai intrinsik dan nilai pasar saham sedangkan berdasar pendekatan Price to Book Value tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara nilai intrinsik dan nilai pasar saham. | The purpose of this research is to analyze the intrinsic value of firms using Price Earning Ratio (PER) method, Dividend Discount Model (DDM) and Price to Book Value (PBV). The research population are companies listed in LQ 45 Index in 2012-2016. The sample consists of 16 companies that have been selected by using purposive sampling method. This study uses software SPSS and Microsoft Excel. The analytical tool used is Kolmogorov-Smirnov normality test and Paired Sample t-test. The results of this study indicate that 16 stocks being sampled are in undervalued condition when the stock market valued is compared with intrinsic value of stock using Price Earning Ratio (PER) approach. Using the Dividend Discount Model (DDM) approach the stocks being sampled are in overvalued conditions. Meanwhile, by using Price to Book Value approach there are 7 stocks that are in undervalued condition and 9 other shares are in overvalued condition. Then the results of different test T-test showed that the approach based on Price Earning Ratio and Dividend Discount Model growth multiple significant differences between intrinsic value and market value of stock, while based approach to Price to Book Value does not have a significant difference between the intrinsic value and market value stock. | |
| 19411 | 22627 | F1A011051 | Konflik Sosial di Lingkungan Kerja (Studi mengenai Konflik Mahasiswa Pekerja Paruh Waktu di Boersa Kampus Purwoketo) Social Conflict in Work Environment (Study about Conflict of Part Time Workers in Boersa Kampus Purwokerto) | ABSTRAK Pekerja paruh waktu dapat merupakan seseorang yang bekerja dalam suatu perusahaan yang memiliki jam kerja fleksibel dan lebih sedikit dari pekerja penuh waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui konflik sosial apa saja yang terjadi pada pekerja paruh waktu di Boersa Kampus. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif dengan teknik pemilihan informan yaitu Purposive Sampling, serta pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sasaran utama dalam penelitian ini pekerja Paruh Waktu dan Karyawan Tetap Boersa Kampus, sasaran pendukung Manajer Boersa Kampus dan kooedinator gudang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Analisis Interaktif dan Triangulasi Sumber Data. Hasil penelitian menunjukkan konflik sosial di lingkungan kerja khususnya yang terjadi pada pekerja paruh waktu di Boersa kampus Purwokerto terbagi menjadi tiga, yaitu (1) konflik antar pekerja paruh waktu mengenai komunikasi, pengganti jadwal dan rekan kerja (2) konflik antara pekerja paruh waktu dengan pekerja tetap yang ke duanya tidak mau bekerja dalam satu jadwal dan adanya stigma negatif pekerja paruh waktu. (3) konflik antara pekerja paruh waktu dengan manajeman mengenai ketentuan pemberian hak yang berbeda terhadap pekerja paruh waktu baik mengenai pemberian upah, pesangon, tunjangan hari raya, hari libur, jam kerja. Kata kunci: Konflik Sosial, Pekerja Paruh Waktu, Pekerja Tetap, Manajemen. | ABSTRACT Part time is someone who works in a company who have flexible working haours and fewes than full time workers. The purpose was to Know the social conflicts that occur in part time workers in Boersa Kampus Purwokerto. This study uses Descriptive Qualitative Research Methods with informant selection technique is Purposive Sampling, and data collection using in-depth interview, observation, and documentation. The main target is Part Time Workers and Permanent Employees of Boersa Kampus, as well as supporting the target is Boersa Kampus Manager and warehouse coordinator. Methods of data using the Interactive Analysi sand data Triangulation Technique. The results of this study indicate that social conflicts in the work environment, especially those that occur in part-time workers in Boersa campus Purwokerto divided into three, namely (1) conflict between part-time workers, there is communication, partner and co-workers (2) conflicts between part-time and permanent workers, there is a gap between those who are both unwilling on a schedule and the negative stigma part-time workers. (3) conflicts between part-time workers and management about provisions for granting different right to part-time workers both regarding wages, severance pay, holiday allowance, holidays, working hours. Keywords : Social Conflict, Part Time Workers, Permanent Workes, Management. | |
| 19412 | 22647 | G1F013080 | Analisis Kepuasan Berdasarkan Karakteristik Pasien Terhadap Kinerja Layanan Farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Periode Maret 2018 | Latar Belakang: Kualitas layanan farmasi di instalasi farmasi rumah sakit dapat dievaluasi dengan mengukur kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan berdasarkan karakteristik pasien terhadap kinerja layanan farmasi di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel stratified random sampling kepada 400 pasien rawat jalan yang mendapatkan layanan farmasi sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis tingkat kepuasan pasien diukur dengan kuesioner yang membandingkan kinerja layanan farmasi dengan harapan pasien. Data karakteristik pasien dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney pada karakteristik jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan status pekerjaan serta uji Kruskal-Wallis pada karakteristik usia pasien. Data kinerja, harapan dan kepuasan pasien dianalisis secara deskriptif dengan menilai skor rata-rata dan tingkat kepuasan. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tingkat kinerja dan harapan termasuk dalam ketegori tinggi. Rata-rata keseluruhan item dari perbandingan nilai kinerja dan harapan sebesar 0,86 temasuk dalam klasifikasi kepuasan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada karakteristik jenis kelamin terhadap kepuasan pasien (p>0,05), serta terdapat perbedaan signifikan pada karakteristik usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap kepuasan pasien (p<0,05). Pasien merasa puas dengan layanan farmasi di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan tidak ada perbedaan kepuasan pasien pada karakteristik jenis kelamin, namun terdapat perbedaan kepuasan pasien pada karakteristik usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. | Background: The quality of pharmaceutical services in hospital pharmacy installations can be evaluated by measuring patient satisfaction. This study aimed to determine the level of satisfaction based on patient characteristics on the performance of pharmaceutical services in pharmacy outpatient hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo. Methods: This research was an observational study with cross sectional approach. The sampling technique was stratified random sampling to 400 outpatients who received the pharmacy services according to the inclusion criteria. The analysis of patient satisfaction level was measured by a questionnaire comparing the performance of pharmaceutical services with patient expectations. The patient characteristics data were analyzed using Mann-Whitney test on sex characteristics, education level, and employment status, then Kruskal-Wallis test on patient age characteristics. Performance data, expectations and patient satisfaction were analyzed descriptively by assessing the mean score and satisfaction level. Results and Conclusion: The results showed the average value of performance and expectations included in the high category. The overall mean of the comparison of performance and expectation values of 0.86 was included in the high satisfaction classification. The result of the analysis showed that there was no significant difference in sex characteristics on patient satisfaction (p> 0.05), and there were significant differences in age characteristics, education level and employment status on patient satisfaction (p <0,05). Patient were satisfied with pharmacy service in pharmacy outpatient installation of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. There was no differences in patient satisfaction on sex characteristics, but there were differences in patient satisfaction on the characteristics of age, education level and employment status. | |
| 19413 | 22628 | F1C014064 | Aktivitas Human Relations Internal Humas Kwartir Nasional Dalam Menjalankan Semboyan "Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita" | Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang tidak mencari keuntungan atau dikatakan sebagai organisasi non-profit. Kwartir Nasional menjadi pengurus tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Humas Kwartir Nasional sedang gencarnya dalam menjadikan anggota pramuka sebagai humas karena wilayah Indonesia yang luas dan pemanfaatan media baru seperti media sosial dan website. Melalui aktivitas human relations Humas Kwarnas memacu anggota Pramuka dalam menjalankan semboyan “setiap pramuka adalah kantor berita”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas human relations Humas Kwartir Nasional dalam menjalankan semboyan “setiap pramuka adalah kantor berita”. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data menggunakan triangulasi sumber, teknik yang digunakan yaitu membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara, kemudian membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa aktivitas human relations yang dilakukan Humas Kwarnas sudah cukup baik karena aktivitas human relations yang dilakukan oleh Humas Kwarnas menjalankan dengan prinsip-prinsip sudah cukup baik dilaksanakan, karena adanya kerjasama semua elemen Humas Kwarnas.Komunikasi upward, komunikasi downward, dan komunikasi informal dijalankan juga oleh Humas Kwarnas sehingga menumbuhkan motivasi dalam menjalankan semboyan. Pembagian kerja yang dilakukan Humas Kwarnas cukup baik, karena sesuai dengan tupoksi dan kemampuannya, namun perlu adanya peningkatan aktivitas human relations untuk menjaga agar kekhasan kekeluargaan dari Pramuka tetap terjaga. Media yang digunakan dalam aktivitas human relations untuk menjalankan semboyan “setiap pramuka adalah kantor berita” lebih sering menggunakan media sosial seperti group chatting whatsapp, Instagram dan website. | The Scout Movement is an organization that does not look for profit or is said to be a non-profit organization. The Kwartir Nasional becomes the highest authority in the Scout Movement. Public relation of Kwartir Nasional is being vigorous in making the scout members as public relations because of the vast territory of Indonesia and the utilization of new media such as social media and websites. Through the activities of human relations, the public relation of Kwartir Nasional spur Scout members in running the slogan "every scout is the news agency". This study aims to find out how the activities of human relations in Public Relations of Kwartir Nasional in running slogan "every scout is news agency". The method used in this research is qualitative method by using case study approach. Informants selected using purposive sampling technique. Data collection is done through interviews, observation and documentation. Analysis of data in this research is by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Data validation used source triangulation, while the technique used is comparing observational data with the results of interviews, then comparing the results of interviews with the contents of a related document. According to the research result, human relations activity that Humas Kwarnas does is good enough because Humas Kwarnas keep the principles good enough to be done, because there is participation between every elements of Humas Kwarnas, upward communication, downward communication, and informal communication is also being used by Humas Kwarna so motivation in doing the slogan keeps on growing. The division of labor that Humas Kwarnas does is also good enough, because it follows the tupoksi and abilities, but it is necessary to increase the activity of human relations in order to uphold familial uniqueness of Pramuka. Media that being used in human relations activity in following the slogan “every pramuka is news office” often used in social media like group chatting whatsapp, Instagram and website. | |
| 19414 | 22630 | F1A013004 | KHURUJ DAN INTERAKSI SOSIAL GERAKAN DAKWAH JAMAAH TABLIGH PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggambarkan dan mengetahui anggota JT Purwokerto dalam melakukan khuruj terkait dalam berinteraksi dengan masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya; (2) kendala apa saja yang dihadapi dan bagiaman cara mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun objek penelitian ini adalah anggota Jamaah Tabligh Purwokerto. Adapun hasilnya adalah (1) Interaksi yang dilakukan oleh JT Purwokerto saat khuruj yaitu dengan cara Jaulah dan bersilaturahim untuk menyampaikan dakwah dengan cara berjalan kaki atau berkeliling dari rumah ke rumah tujuannya untuk berkunjung secara tatap muka dan melakukan kunjungan kepada ulama, takmir dan imam masjid, kepala desa, tokoh masyarakat, maupun pejabat terdekat dimana tempat mereka melakuakan khuruj; dan (2) Kegiatan khuruj tentunya memiliki hambatan tersendiri yaitu: Hambatan tersebut bisa berasal dari internal JT maupun dari masyarakat daerah yang mereka datangi. | This research is (1) describe and know the members of JT Purwokerto in conducting related khuruj in interacting with the people who are the target of their da'wah; (2) what obstacles are faced and how to overcome them. The method used in this research is qualitative descriptive. The object of this study is a member of the Purwokerto Tablighi Congregation. The results are (1) the interaction conducted by JT Purwokerto during khuruj, namely by means of Jaulah and visiting to convey da'wah by walking or traveling from house to house, the purpose of which is to visit face to face and visit the ulama, takmir and imam imam, village heads, community leaders, as well as closest officials where they do khuruj; and (2) Khuruj activities certainly have their own obstacles, namely: These obstacles can come from internal JTs as well as from the local communities they visit | |
| 19415 | 22620 | F1A014017 | Perempuan Dalam Dunia Kerja Maskulin (Studi tentang Polisi Wanita Satuan Reskrim di Kepolisian Resor Banyumas Jawa Tengah) | Stereotipe yang melekat dan sulit dihilangkan dalam masyarakat telah dianggap merugikan, terutama bagi perempuan, seperti yang dialami oleh polisi wanita di Satuan Reskrim Polres Banyumas Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori gender dan konsep self milik George Herbert Mead (dalam Ritzer, 2014) sebagai pisau analisisnya. Informan utamanya yaitu 5 orang polwan yang tergabung di Satuan reskrim Polres Banyumas Jawa Tengah, serta informan pendukung yaitu 3 polisi laki-laki yang tergabung pada unit yang sama. Analisis data menggunakan cara Miles & Huberman (1992) yaitu interaktif dan berlangsung terus menerus hingga data yang diperoleh dirasa sudah jenuh. Validasi yang ditujukan untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuntutan peran dan tanggung jawab yang harus dipikul polwan di Satuan Reskrim berbeda dengan unit lainya dalam dunia kepolisian. Polwan di unit ini harus memiliki dedikasi, tenaga dan waktu yang lebih untuk dikorbankan dan mereka harus memiliki dua karakteristik sifat maskulin dan feminin dalam dirinya guna kepentingan bertugas. Tuntutan tersebut ternyata tidak merubah konsep dirinya sebagai perempuan dengan segala sisi feminitas yang telah melekat padanya. Namun, polwan sadar bahwa dirinya adalah seorang perempuan yang bekerja pada ranah maskulin. Hambatan yang dilalui oleh polwan ketika menempatkan kedua sisi maskulin dan feminin dalam pekerjaannya yaitu merasa kesulitan menemukan jati diri yang sesungguhnya, seringkali menerima perlakuan dan ucapan yang kurang menyenangkan, hingga adanya konflik internal di dalam diri polwan ketika akan melakukan sesuatu hal harus mengedepankan logika atau perasaannya. Sementara dampak dari hal tersebut mereka kurang memiliki waktu untuk keluarga karena kesibukannya, bagi yang sudah menikah pengurusan sektor domestik sedikit terabaikan, sifat maskulin terbawa di dalam kehidupan, hingga muncul konsep diri baru yang unik berdasarkan pengalamannya selama bergabung di dunia kepolisian. | Stereotypes that are inherent and difficult to eliminate in society have been considered detrimental, especially for women, as experienced by female police in the Banyumas District Police Criminal Unit in Central Java. This study uses qualitative methods with gender theory and the concept of self by George Herbert Mead ( in Ritzer. 2014) as a knife of analysis. The main informants were 5 policewomen who are members of the Central Java Banyumas Police in Criminal Investigations, and supporting informants, namely 3 male police officers who are members of the same unit. Data analysis uses the Miles & Huberman (1992) method which is interactive and continues until the data obtained is already saturated. Validation is intended to test the validity of the data using data triangulation techniques. The results of this study indicate that the demands of the roles and responsibilities that policewomen must bear in the Criminal Investigation Unit are different from other units in the police. Policewomen in this unit must have more dedication, energy and time to sacrifice and they must have two characteristics of masculine and feminine characteristics in themselves for the sake of duty. The claim did not change her concept as a woman with all aspects of femininity that had been attached to her. However, policewomen are aware that she is a woman who works in the masculine realm. Obstacles traversed by policewomen when placing both masculine and feminine sides in their work is feeling the difficulty of finding their true identity, often receiving less pleasant treatment and speech, until there is an internal conflict within the policewoman when going to do something must put forward their logic or feelings . While the impact of this matter they lacked time for family because of their busyness, for those who are married the domestic sector is neglected, masculine traits are carried on in life, until a new self-concept emerges based on their experience in joining the police. | |
| 19416 | 25649 | H1B015004 | Perilaku Mekanik Tekan Batang Komposit Laminasi Kayu Sengon - Bambu Sistem Sisip (Sandwich) Terhadap Beban Kritis | Dalam industri kayu gergajian dihasilkan limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan limbah kayu sebagai produk laminasi agar mengoptimalkan pemanfaatan limbah kayu. Batang laminasi bisa kita kembangkan dengan sistem komposit yaitu dua macam bahan dimana material yang lebih kuat berada di bagian luar, sedangkan yang lebih lemah berada di bagian dalam (inti). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mekanik tekan batang komposit kayu sengon bambu petung laminasi dengan sistem sisip (sandwich) terhadap beban kritis. Pengujian mekanik yang dilakukan adalah kuat tekan sejajar serat. Adapun sampel benda uji yang dibuat dengan ukuran 5 x 5 cm dengan variasi panjang 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm. Batang komposit sandwich dibuat dengan tebal kayu sengon laminasi 3 cm dan tebal bambu petung laminasi 1 cm. Hasil uji fisik didapatkan nilai kadar air batang komposit sandwich 13,054 %; berat jenis 0,436 gram/cm3 termasuk dalam kelas kuat III. Dari hasil pengujian mekanik (uji tekan) diperoleh nilai beban kritis (Pcr) rata – rata untuk benda uji batang laminasi kayu sengon dengan tinggi 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm sebesar 54,85 KN; 45,95 KN; 33,8 KN;24,3 KN. Sedangkan untuk benda uji batang komposit sandwich sebesar 78,05 KN; 75,5 KN; 56,95 KN; 59,1 KN. Rasio kelangsingan yang terjadi pada benda uji batang laminasi kayu sengon sebesar 13,265; 26,514; 40,296; 54,917. Sedangkan untuk batang komposit sandwich sebesar 16,248; 33,202; 49,121; 64,372. Berdasarkan hasil pengujian mekanik tekan semakin tinggi variasi benda uji maka semakin kecil nilai beban kritis (Pcr) dan semakin besar nilai kelangsingan. | In the sawn timber industry waste is produced which has not been utilized optimally. Therefore, it is necessary to develop wood waste as a laminate product in order to optimize the utilization of wood waste. We can develop laminated rods with composite systems, namely two kinds of materials where the stronger material is on the outside, while the weaker one is on the inside (core). This study aims to determine the mechanical behavior of compressed laminated bamboo sengon wood composite rods with a sandwich system against critical loads. Mechanical testing carried out is compressive strength parallel to the fiber. The sample specimens made with a size of 5 x 5 cm with variations in length of 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm. Sandwich composite rods are made with thick laminated sengon timber 3 cm and 1 cm of petung bamboo. Physical test results obtained the value of sandwich composite water content 13,054%; specific gravity 0.436 gram / cm3 is included in the strong class III. From the results of mechanical testing (compressive test) the value of the critical load (Pcr) is obtained for the average test specimen for sengon wood with a height of 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm for 54.85 KN; 45.95 KN; 33.8 KN; 24.3 KN. Whereas for sandwich composite test specimens amounted to 78.05 KN; 75.5 KN; 56.95 KN; 59.1 KN. The slenderness ratio that occurs in the test specimen of sengon timber is 13,265; 26,514; 40,296; 54,917. While for composite sandwich rods amounting to 16,248; 33,202; 49,121; 64,372. Based on the results of mechanical press testing the higher the variation of the object, the smaller the critical load value (Pcr) and the greater the slenderness value. | |
| 19417 | 22631 | G1B014069 | EFEKTIVITAS VARIASI UKURAN MEDIA ARANG AKTIF DAN ZEOLIT TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR | Latar Belakang : Air yang dikonsumsi harus terbebas dari bahan kimia berbahaya dan beracun. Hasil uji pendahuluan menunjukkan kadar Fe air sumur sebesar 5,25 mg/L. Air sumur yang mengandung Fe harus diolah menggunakan zeolit dan arang aktif untuk menurunkan kadar Fe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas variasi ukuran arang aktif dan zeolit terhadap penurunan kadar Fe air sumur di Desa Kebasen. Metodologi : Jenis penelitian ini adalah quasi experiment, pretest posttest control group design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel penelitian berjumlah 56 sampel air sumur yang mengandung Fe ˃ 1 mg/L yang dipilih dengan metode random sampling. Perlakuan penelitian ini menggunakan arang aktif dan zeolit ukuran 80, 100, dan 120 mesh dengan 4 kali pengulangan untuk masing-masing perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas dengan Saphiro Wilk, uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian : Ada perbedaan rata-rata kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan arang aktif ukuran 80, 100, dan 120 mesh. Ada perbedaan rata-rata kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan zeolit ukuran 80, 100, dan 120 mesh. Kesimpulan : Zeolit ukuran 100 mesh adalah media yang paling efektif menurunkan kadar Fe air sumur di Desa Kebasen yaitu sebesar 93,86%. Kata Kunci : Fe, Zeolit, Arang Aktif, Adsorpsi. | Background : Consumed water must be free from hazardous and toxic chemicals. The preliminary test showed that Fe of well water was 5.25 mg/l. Fe-contained well water must be processed zeolite and activated charcoal to decrease Fe in water. The purpose of this research was to find out the effectiveness of the size variation of zeolite and activated charcoal to decrease Fe of the well water in Desa Kebasen. Method : The type of this research was quasi experiment, pretest posttest control group designwith a completely randomized design (CRD). Samples was 56 samples of well water contained Fe > 1 mg/l which chosen by random sampling method. The intervention in this research used 80, 100, and 120 mesh of zeolite and activated charcoal with 4 times repetitions for each treatment. The data analysis used normality test with Shapiro Wilk, Krusskal Wallis test, and Mann Whitney test. Result : There was an average difference of Fe content before and after treatment used 80, 100, and 120 mesh of activated charcoal. There was an average difference of Fe content before and after treatment used 80, 100, and 120 mesh of zeolite. Conclusions : The 100 mesh zeolite was most effective at lowered Fe of well water in Desa Kebasen by 93.86%. Keywords : Fe, Zeolite, Activated charcoal, Adsorption. | |
| 19418 | 25566 | H1G014039 | STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI SITU GEDE TASIKMALAYA JAWA BARAT | ABSTRAK Situ Gede Tasikmalaya merupakan wilayah perairan umum dengan luas sekitar 40- 47 Ha. Kondisi Situ Gede Tasikmalya dipengaruhi oleh kegiatan di sekitar situ dan hal ini mempengaruhi kehidupan zooplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton antar stasiun di Situ Gede Tasikmalaya berdasarkan keragaman, kelimpahan, kemerataan, dan dominansi. Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling (area Inlet, Tengah 1, Tengah 2, Tengah 3, Tengah 4, dan Outlet). Lokasi pengambilan sampel di bedakan menjadi 6 dengan pengambilan sampel selama 3 hari, waktu pengambilan sampel pada bulan februari 2019. Data dianalisis secara deskriptif komparatif, uji beda nyata, dan aturan 50%. Hasil peneletian menunjukan nilai Keragaman yaitu 10 spesies, indeks keragaman berkisar 1,6255-2,00, kelimpahan berkisar 550-1.068 ind/L, indeks kemerataan berkisar 0,78-0,96, dan indeks dominansi berkisar 0,14-0,26. Zooplankton yang predominansi yaitu pada Filum Arthopoda Nauplius dan Filum Rotifera yaitu Keratella valga. | ABSTRACT Situ Gede Tasikmalaya is an inland water with a total 40-47 hectares and can irrigate the rice field area around 277-400 ha. The condition of Situ Gede Tasikmlaya is influenced by activities around the situ and this affects the life of zooplankton.The purpose of this study was to determine the community structure of zooplankton between stations in Situ Gede Tasikmalaya based on diversity, abundance, evenness, and dominance. The sampling technique used purposive random sampling (Inlet, Middle 1, Middle 2, Middle 3, Middle 4, and Outlet areas) and divided into 6 locations with 3 days sampling. Sampling time was in February 2019. Data were analyzed by descriptive comparative, real difference test, and rule 50%. The results of the study showed that diversity values were 10 species, diversity index ranged from 1,6255-2,00, abundance from 550-1.068 ind/L, evenness index ranged from 0,78-0,96, and dominance index ranging from 0,14-0,26. Predominant zooplankton are in Phylum Arthopoda Nauplius and Phylum Rotifera namely Keratella valga. | |
| 19419 | 22634 | H1F013055 | STUDI GEOLOGI KARAKTERISTIK ENDAPAN PAELOTSUNAMI DAERAH PLOTOT DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN | Proses – proses geologi yang terjadi seperti tabrakan antara lempeng – lempeng dapat memicu terjadinya gempa besar yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami, geombang tsunami yang mencapai lingkungan darat dapat mengendapkan material sedimen khas laut atau endapan tsunami ke lingkungan darat. Sampel bor 25082017-01 yang telah didapatkan oleh tim LIPI Bandung pada daerah Plotot dan sekitarnya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten di indikasikan terdapat endapan tsunami pada data sampel bor tersebut. Sehingga pada sampel bor 25082017-01 dibutuhkan analisis laboratorium meliputi analisis granulometri, analisis LOI (Loss On Igniton), analisis XRF, dan analisis mikrofauna untuk mengetahui terdapatnya endapan paleotsunami pada sampel bor ini. Setelah analisis laboratorium dilakukan, dapat di interpretasikan terdapatnya kandidat endapan tsunami pada kedalaman 21 cm hingga 24 cm pada endapan lanau. Berdasarkan hasil analisis laboratorium menunjukan terdapatnya anomali pada lapisan ini, berupa pada analisis LOI dimana rendahnya kandungan karbonat pada lapisan ini karena terjadinya peluruhan kandungan karbonat akibat tanah asam atau lapisan gambut yang berada di bawah kandidat endapan, analisis XRF pada lapsian ini menunjukan , analisis granulometri pada lapisan ini memiliki nilai mean ukuran butir coarse Silt dengan nilai sortasi berupa very poor sorted lalu nilai skewness nya symmetrical,fine skewed, dan coarse skewed dan nilai kurosisnya berupa mesokurtic, dan platykurtic. Dan hasil analisis mikrofauna pada endapan ini hanya terdapat 3 spesies foraminifera bentonik berupa Bathysiphon filliformis (M. Sars, 1872), Bulimina marginata (d'Orbigny, 1826), dan Cibicides wuellerstrofi (Schwager, 1866) dengan jumlah 8 buah dari semua endapan tsunami, hal ini akibat peluruhan kandungan karbonat pada tanah asam atau lapisan gambut di bawah endapan tsunami. Berdasarkan kehadiaran foraminifera bentonik pada kandidat endapan paleotsunami, tidak dapat dilakukannya penentuan lingkungan pengendapan dari material tersebut karena keterdapatan data yang sangat sedikit. | Geological processes such as collisions between plates can affect the occurrence of large earthquakes that can invite a tsunami, tsunami waves who run over land can precipitate the typical sedimentary marine material or tsunami deposits into the land environment. 25082017-01 drill samples obtained by LIPI Bandung team in Plotot and surrounding areas, Lebak District, Banten Province indicated the presence of tsunami deposits in the drill sample data. Laboratory analyzes included granulometry analysis, LOI (Loss On Igniton) analysis, XRF analysis, and microfauna analysis. After the laboratory analysis is done, there is a layer of tsunami deposits at a depth of 21 cm to 24 cm in the form of silt layer. Based on the results of the laboratory analysis showing the presence of anomalies in this layer, in the LOI analysis where the low carbonate content in this layer due to the decay of carbonate content due to acid soil or peat layer under the tsunami deposit and carbon content due to tsunami sediment, XRF analysis on This analysis is consistent with LOI analysis result, granulometry analysis on this layer has mean value of Coarse Silt grain size with sorting value of very poor sorted then its skewness value is symmetrical, fine skewed, and coarse skewed and its kurosis value is mesokurtic, and platykurtic. And the results of the microfauna analysis of these deposits contained only three species of coronal foraminifera in the form of Bathysiphon filliformis (M. Sars, 1872), Bulimina marginata (d'Orbigny, 1826), and Cibicides wuellerstrofi (Schwager, 1866) with 8 pieces of all tsunami deposits , this is due to the decay of the carbonate content in acid soil or the peat layer under the tsunami deposit. Based on the magnitude of the bentonic foraminifera on tsunami sediments, it can be interpreted that these deposits originate from a depth of 168 - 588 meters. | |
| 19420 | 22636 | E1A014057 | GUGATAN TIDAK DITERIMA DALAM SENGKETA KEPUTUSAN FIKTIF POSITIF MENGENAI PERMOHONAN IZIN PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR : 1/P/FP/2018/PTUN.PLK) | Pasal 53 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (UUAP), menyebutkan mengenai kriteria fiktif-positif. Pada kasus putusan Nomor : 1/P/FP/2018/PTUN.PLK, Pemohon mengajukan permohonan dengan objek gugatannya berupa surat permohonan izin untuk melakukan perceraian yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah yang menurut pemohon merupakan perkara fiktif-positif, sehingga timbul permasalahan untuk menentukan kriteria dalam keputusan fiktif-positif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian-uraian yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Palangkaraya dalam hal mengadili dan memutus sengketa fiktif-positif pertimbangan hukumnya dianggap kurang cermat, teliti dan tepat dalam menggunakan dasar hukum yang menyatakan bahwa gugatan yang diajukan Pemohon adalah termasuk perkara fiktif-positif, sedangkan pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan bahwa subjek permohonan tidak tepat (error in subjecto), sehingga amar putusan yang menyatakan permohonan tidak diterima menurut peneliti adalah sudah beralasan hukum, dalam hal ini pertimbangan hukum hakim telah sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yakni berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil jo Surat Edaran BAKN (Badan Administrasi Kepegawaian Negara) Nomor : 08/SE/1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. | Article 53 of Law Number 30 of 2014 concerning Government Administration (UUAP) mentions criteria of Fiktif Positif. In the verdict case Number : 1/P/FP/2018/PTUN.PLK, the Petitioner submitted an application with the object of the lawsuit was a permit letter to do divorce addressed to the Head of the Central Kalimantan Trade and Industry Service which according to the appealant was a fiktif positif case. Thus, this case emerged the criteria to determine fiktif positif decisions. The method used in this study was a normative juridical approach with a legislative approach, a case approach and a conceptual approach. The data source used in this study was secondary data. The data obtained was presented in the form of descriptions that are arranged systematically, logically and rationally. The results of this study indicated that the Judges of PTUN Palangkaraya in terms of judging and deciding on a fiktif-positif dispute. Its legal considerations were deemed not accurate, thorough and appropriate in applying a legal basis stating that the lawsuit filed by the Petitioner was a fiktif-positif case. While the consideration of The judges stated that the subject of the petition was not correct (error in subjecto), so that the decision which stated that the petition was not accepted according to the researcher was legal, in this case the judge's legal consideration was in accordance with the statutory regulations based on Government Regulation Number 10 of 1983 concerning Marriage and Divorce Permit for Civil Servants in conjunction with the BAKN Circular (State Personnel Administration Agency) Number 08 / SE / 1983 concerning Marriage and Divorce Permits for Civil Servants. |