Artikelilmiahs

Menampilkan 19.481-19.500 dari 50.081 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1948122545G1D014062Perbedaan Kepuasan Hidup Lansia Dilihat Dari Tipe Grandparenting Di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten BanyumasLatar belakang: Salah satu peran baru yang dapat dilakukan lansia adalah pengasuhan cucu atau yang biasa disebut dengan grandparenting. Dalam grandparenting terdapat level interaksi. Hal tersebut dikenal dengan istilah grandparenting style. Grandparenting merupakan bentuk interaksi sosial yang telah diketahui dapat menimbulkan kepuasan hidup bagi lansia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan hidup lansia dilihat dari tipe grandparenting di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain komparatif dan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah 90 responden (30 responden pada masing-masing tipe grandparenting). Pengukuran kepuasan hidup menggunakan Life Satisfaction Index A.
Hasil: Hasil uji statistik Kruskal Wallis menunjukan perbedaan total skor kepuasan hidup lansia yang signifikan diantara ketiga kelompok (p=0,009). Uji post hoc menunjukan perbedaan yang signifikan antara grandparenting tipe remote dan grandparenting tipe companionate (p=0,003).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan kepuasan hidup lansia dilihat dari tipe grandparenting di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Perbedaan tersebut terdapat pada grandparenting tipe remote dengan tipe companionate
Background: One of the new roles that the elderly can do is parenting a grandchild or commonly referred to as grandparenting. In grandparenting there is level of interaction. It is known by the term grandparenting style. Grandparenting is a form of social interaction that has been known to cause life satisfaction for the elderly.
Objective: This study aims to find out the difference in life satisfaction elderly seen from the grandparenting type in Pamijen vilage, Sokaraja Subdistric, Banyumas District.
Method: This study use comparative design and cross sectinal approach. Sampling technique using the quota sampling with a population of 90 responden (30 respondents on each type of grandparenting) Measurement of life satisfaction using Life Satisfaction Index A.
Results: The result of Kruskal Wallis statistical test shows the difference of total elderly life satisfaction score which is significant among the three groups (p = 0,009). The post hoc test showed significant differences between grandparenting remote type and grandparenting companionate type (p = 0.003).
Conclusion: There is difference of elderly life satisfaction seen from type of grandparenting in Pamijen Village, Sokaraja Sub-district, Banyumas Regency. There are differences in the type of the remote type grandparenting with the companionate type.
1948222675G1D014005PENGARUH PEMBERIAN MEDIA KARTU KUARTET TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG NAPZA PADA ANAK SEKOLAH DASARAbstrak
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA KARTU KUARTET TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG NAPZA PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Rionaldo Yogi Pradesta1,Dian Susmarini2,Aris Fitriyani3
Latar Belakang : Ketergantungan zat merupakan sebuah dampak dari penyalahgunaan Napza. salah satu faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan Napza adalah pengetahuan. Meningkatkan pengetahuan dapat diberikan melalui pendidikan kesehatan, salah satunya yaitu media kartu kuartet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan kartu kuartet terhadap pengetahuan tentang Napza pada anak sekolah dasar.
Metode Penelitian : Desain penelitian menggunakan quasi exsperiment with control group pretest and posttest desain. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan 80 responden yang terbagi atas kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Uji Wilxocon.
Hasil : Ada pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan tentang Napza pada anak sekolah dasar dengan pemberian media kartu kuartet yaitu (p=0,000).
Kesimpulan : Permainan kartu kuartet berpengaruh terhadap pengetahuan tentang napza pada anak sekolah dasar.
Kata Kunci : Napza, Pengetahuan, Kartu kuartet.
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
3Dosen Jurusan Keperawatan, Prodi D III Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang




Abstract
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA KARTU KUARTET TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG NAPZA PADA ANAK SEKOLAH DASAR
The Effect of Quartet Card Media to Knowledge about Drug Abuse in Elementary School’s Children
Rionaldo Yogi Pradesta1,Dian Susmarini2,Aris Fitriyani3
Background : Drug addiction is one of effect from drug abuse. Knowledge become one of fators that relate to drug abuse. Health education media, especially quartet card game, is well known can increase knowledge. The aim of this study is to seek an effect of quartet card game to knowledge about drug abuse in elementary school’s children.
Research Method : This study used quasi experiment with control group and posttest design. The sampling techinque used total sampling with 80 respondents and respondents were separated into intervension and control group. Wilcoxon test were used as data analysis.
Results : There was significant effect of quartet media with knowledge of drug abuse in elementary school’s children (p=0,000).
Conclusion: Quartet card’s game has an effect for knowledge of drug abuse in elementary school’s children.
Keyword : Drug Abuse, Knowledge, Quartet Card Game.
1Student of School of Nursing, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman
2Lecturer of School of Nursing, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman
3Lecturer of School of Nursing, Nursing Diploma Program, Health Polytechnic of Kemenkes Semarang
1948325506J1D015006Kalimat Majemuk pada Teks Ceramah Siswa
Kelas XI IPS 4 SMA Negeri 3 Purwokerto
Menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa. Salah satu contoh keterampilan menulis yang dipelajari di sekolah adalah menulis teks ceramah. Menulis teks ceramah perlu memperhatikan isi dan kalimat yang digunakan. Namun, siswa lebih fokus pada isi ceramah, siswa tidak memperhatikan struktur kalimat saat menulis teks ceramah. Oleh karena itu, penulis meneliti kalimat majemuk dalam teks ceramah siswa dalam judul “Kalimat Majemuk pada Teks Ceramah Siswa Kelas XI IPS 4 SMA Negeri 3 Purwokerto”.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik lanjutan teknik catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode agih, teknik dasar yang digunakan adalah teknik BUL dan teknik lanjutan teknik membaca markah. Hasil penelitian disajikan dengan menggunakan metode informal.
Dari 33 teks ceramah yang dianalisis ditemukan 64 kalimat majemuk yang terdiri atas 21 kalimat majemuk setara dan 43 kalimat majemuk bertingkat. Hubungan makna yang paling dominan adalah hubungan makna penambahan dan hubungan makna penyebaban. Kesalahan konjungsi yang paling dominan adalah kesalahan konjungsi intrakalimat berupa konjungsi dan. Dapat disimpulkan kalimat yang sering digunakan adalah kalimat majemuk dengan hubungan makna penambahan dan penyebaban.
Writing is one form of language skill. One example of the writing skill learn in school is writing the speech text. On writing the speech text is have to pay attention to the content and sentences. But students are focusing only for the content, without paying attention about the structure of sentences when they are writing the speech text. Therefore, this research will explain about the compound sentence on the student’s speech text the tittle "Compound Sentences in the Text of Student’s Speech Text of Class XI IPS 4 Senior High School 3 Purwokerto".
The data collection method for this research used observation attentively, and the following technique was note taking technique. The analyzed data is using the distribution method, with the basic method is BUL and the following technique is marker read technique. The results of this research presented by informal method.
From the 33 lecture texts analyzed was found 64 compound sentences that consist of 21 equivalent compound sentences and 43 multilevel compound sentences. The dominant relation of meaning that appeared is the meaning of causal. The dominant conjunctional error is the intermittal conjunction, which is the and conjunctions. It can conclude relationship of addition.
1948422677F1D013034PENGARUH FIGUR KANDIDAT TERHADAP PERILAKU MEMILIH DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DKI JAKARTA TAHUN 2017
(Studi di Kelurahan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh figur kandidat terhadap perilaku memilih dan seberapa besar pengaruh figur kandidat terhadap perilaku memilih di Kelurahan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat dalam Pilgub DKI Jakarta tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan paradigma positivisme dan menggunakan pendekatan behavioral. Teknik pemilihan responden, peneliti menggunakan teknik multistage random sampling. Pada tahap pertama digunakan teknik proportional random sampling lalu kemudian menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner/angket dan wawancara. Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini meggunakan skala nominal. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis butir, uji reliabilitas menggunakan teknik sekali ukur spearman brown dengan alat bantu software SPSS 20. Sementara untuk teknik analisis data, penelitian ini menggunakan uji koefisien kontingensi dan uji regresi logistik dengan alat bantu software SPSS 20. Di dalam landasan teori, penelitian ini menggunakan teori perilaku memilih dan figur kandidat.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara figur kandidat terhadap perilaku memilih dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 di Kelurahan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat dengan koefisien regresi -1.793 dan tingkat signifikan 0.001 (lebih kecil dari 0.05). Nilai Exp(B) menunjukkan nilai Odds rasio 0.166, maka risiko perilaku memilih akibat figur kandidat sebesar 0.166 kali, dibandingkan dengan risiko perilaku memilih bukan karena figur kandidat. Selain itu, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa beberapa variabel seperti suku bangsa, agama, dan pendidikan dari responden tidak berpengaruh terhadap perilaku memilih masyarakat. Di sisi lain, ditemukan bahwa variabel umur dan pekerjaan responden berpengaruh terhadap perilaku memilih masyarakat di Kelurahan Meruya Selatan pada Pilgub DKI Jakarta tahun 2017. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa figur kandidat memiliki pengaruh terhadap perilaku memilih masyarakat dapat diterima. Artinya, secara keseluruhan figur kandidat berpengaruh terhadap perilaku memilih di Kelurahan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat pada Pilgub DKI Jakarta tahun 2017.
The main purpose of this research is to determine whether the influence of candidate figures on the behavior of voting and how much influence the candidate figure on the behavior of choosing South Meruya Village, Kembangan, West Jakarta in the governor of DKI Jakarta in 2017. This research used the quantitative methods with positivism paradigm and using behavioral approach. To choose the respondent, multistage random sampling is used as the main technique in this research. In this first stage used proportional random sampling and then used simple random sampling technique. The technique that used to collect the data were questionnaires and interviews. The scale of measurement of variables in this study used the nominal scale. To ensure the data validity and reliability, item analysis technique and spearman brown will be used with software tools SPSS 20. For data analysis techniques, this study uses contingency coefficient test and logistic regression test with SPSS 20 software tools. In the theoretical basis, researcher used the theory of voting behavior and candidate figure.
The results of this study revealed that there is significant influence between candidate’s figure and the voting behavior in the election of Governor of DKI Jakarta 2017 in South Meruya, Kembangan, West Jakarta with regression coefficient of -1.793 and significant level of 0.001 (smaller than 0.05).Exp (B) shows the value of Odds ratio 0.166, the risk of voting behavior due to candidate figure is 0.166 times compared to the voting behavior rather than the figure of the candidate. In addition, this study also found that some variables such as ethnicities, religions, and educations of the respondents didn’t affect the voting behavior of the community. On the other side, this study found that the ages and professions variable of the respondents had an effect on the voting behavior of the community in South Meruya village. The hypothesis stating that the candidate’s figure has an influence on voting behavior is acceptable. Then, the overall figure of the candidate has an effect on the voting behavior in South Meruya village, Kembangan, West Jakarta in Governor Election of DKI Jakarta in 2017.
1948522678C1K014013The Influence of Financial Literacy Towards Financial Behavior (Study on The Small Medium Enterprises Under the Guidance of Bank Indonesia in Banyumas)
Kemampuan untuk mengelola keuangan pribadi telah menjadi semakin penting di dunia saat ini. Studi tentang keuangan pribadi menantang untuk diselidiki, karena jarangnya penelitian mengenai topik ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor demografi terhadap literasi keuangan dan dampaknya terhadap perilaku keuangan dari anggota UMKM di bawah binaan Bank Indonesia di Banyumas. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan metode penelitian survei. Teknik convenience sampling yang berasal dari teknik non-probability sampling digunakan untuk pemilihan sampel. Sampel dari penelitian ini berjumlah 83 responden dan menggunakan OLS sebagai estimasi model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan secara signifikan mempengaruhi tingkat literasi keuangan dan tingkat perilaku keuangan. Kemudian, pendapatan juga secara signifikan mempengaruhi perilaku keuangan, tetapi tidak mempengaruhi literasi keuangan seseorang. Anehnya, literasi keuangan tidak mempengaruhi perilaku keuangan anggota dan variabel lain seperti jenis kelamin, usia, dan status perkawinan juga tidak mempengaruhi tingkat literasi keuangan dan tingkat perilaku keuangan. Hasil ini dapat memberikan bukti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi literasi keuangan dan perilaku keuangan sehingga dapat memberikan implikasi kepada Bank Indonesia dan UMKM untuk meningkatkan kemampuan keuangan pribadi secara keseluruhan.The ability to manage personal finance has become increasingly important in today’s world. The study about personal finance is challenging to be investigated, due to the rare of research regarding this topic. This research is aim to know the influence of demographic factors towards financial literacy and its impact towards financial behavior from the members of SMEs under the guidance of Bank Indonesia in Banyumas. The research methodology that used in this study is a case study with survey research method. Convenience sampling technique derived from non-probability sampling techniques are used for sample selection. The sample of this research are 83 respondents and used the OLS as the model estimation. The results of this study indicate that education significantly influences the financial literacy level and the financial behavior level. Then, income also significantly affects financial behavior, but does not affect a person's financial literacy. Surprisingly, the financial literacy does not affect the financial behavior of the members and other variables such as gender, age, and marital status also do not affect both financial literacy level and financial behavior level. This result could give evidence about the factors affecting financial literacy and financial behavior thus it could give the implications to the Bank Indonesia and the SMEs for increasing the personal financial ability as a whole.
1948622679H1H014042JUMLAH BAKTERI PADA SALURAN PENCERNAAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIRENDAM DENGAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn)Daun jambu biji mengandung senyawa-senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran pencernaan sehingga mampu mengoptimalkan proses penyerapan nutrien dan menjaga kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jambu biji pada jumlah bakteri saluran pencernaan benih ikan nila dan mengetahui jumlah bakteri pada saluran pencernaan ikan nila yang diberi perendaman ekstrak daun jambu biji. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan individu yaitu (P1) ikan nila yang tanpa direndam dengan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn) dosis 0 mg/L, dan (P2) ikan nila yang direndam dengan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn) dosis 40 mg/L. Sampel saluran pencernaan yang diambil yaitu bagian posterior (3 cm sebelum anus) pada 4 waktu setelah perendaman pertama, setelah pemeliharaan 6 hari, setelah perendaman ke dua dan setelah pemeliharaan 6 hari kedua. Metode perhitungan jumlah bakteri pada saluran pencernaan yang digunakan yaitu metode total plate count (TPC). Jumlah minimum, median dan maksimum bakteri saluran pencernaan benih ikan nila pada perlakuan 0 mg/L yaitu 0,2x107 CFU/g, 3,2x107 CFU/g dan 8,8x107 CFU/g sedangkan pada perlakuan 40 mg/L ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn), jumlah bakteri saluran pencernaan benih ikan nila yaitu nilai minimum 1,4x107 CFU/g, nilai median 4,3x107 CFU/g dan pada nilai maksimum 5,5x107 CFU/g. Hasil penelitian menunjukan jumlah bakteri tidak berbeda nyata (P>0,05) antara dua perlakuan.Guava leaves contain compounds that can inhibit the growth of pathogenic bacteria in the digestive tract so as to optimize the process of absorption of nutrients and maintain fish health. The purpose of this study was to determine the effect of guava leaf extract on the number of bacteria in the digestive tract of tilapia fish seeds and to know the number of bacteria in the digestive tract of tilapia that was immersion in guava leaf extract. The method used in this study was an experimental method with 2 treatments and 3 individual replications namely (P1) tilapia without soaking with guava leaf extract (Psidium guajava Linn) dose 0 mg/L, and (P2) tilapia immersion with Guava leaf extract (Psidium guajava Linn) dose 40 mg/L. The digestive tract samples taken were posterior (3 cm before the anus) at 4 times after the first immersion, after 6 days of maintenance, after the second immersion and after the second 6 days of maintenance. The method of calculating the number of bacteria in the digestive tract used is the total plate count (TPC) method. The minimum amount, median and maximum bacterial digestive tract of tilapia seeds at 0 mg/L treatment were 0.2x107 CFU/g, 3.2x107 CFU/g and 8.8x107 CFU/g while in the treatment of 40 mg/L guava leaf extract (Psidium guajava Linn), the number of bacteria in the digestive tract of tilapia seeds is a minimum value of 1.4x107 CFU/g, a median value of 4.3x107 CFU/g and a maximum value of 5.5x107 CFU/g. The results showed the number of bacteria was not significantly different (P> 0.05) between the two treatments.
1948722680G1B014030STUDI KUALITATIF PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN DAN PERAWATAN MANDIRI PADA PENDERITA FILARIASIS DI KABUPATEN WONOSOBOLatar Belakang: Penderita Filariasis perlu mendapatkan pengobatan segera, untuk mengurangi kemungkinan cacat permanen. Studi pendahuluan terhadap beberapa penderita Filariasis dengan kaki bengkak di Kabupaten Wonosobo menunjukkan terlambatnya akses pengobatan Filariasis. Hal ini bisa meningkatkan risiko penularan dan juga memperburuk kondisi penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencarian pengobatan dan perawatan mandiri pada penderita Filariasis di Kabupaten Wonosobo.

Metodologi: Penelitian ini adalah Kualitatif fenomenologi, dengan analisis isi. Informan utama dari penelitian ini adalah lima penderita bergejala klinis pembengkakan dan bersedia berpartisipasi. Informan pendukungnya adalah tiga anggota keluarga dan lima petugas kesehatan yang menangani Filariasis.

Hasil: Sebagian besar informan utama memiliki pengetahuan Filariasis terbatas. Sebagian besar informan utama percaya dengan pengobatan medis, namun ada yang pasrah. Beban psikososial yang dirasakan yaitu kecemasan bahkan takut dikucilkan. Keadaan ekonominya menengah kebawah. Sebagian besar informan utama sudah terpapar program Filariasis. Kondisi mereka kini mengalami pembengkakan kaki dengan atau tanpa komplikasi. Persepsi beratnya Filariasis di antaranya mengganggu aktivitas. Persepsi ancaman Filariasis di antaranya berbahaya karena sangat menyakitkan. Persepsi manfaat pengobatan adalah untuk mengurangi sakit, hambatannya adalah ekonomi dan takut pengobatannya akan sia-sia.

Kesimpulan : Perilaku pencarian pengobatan menunjukkan seluruh informan utama mengalami keterlambatan dalam mengakses pengobatan medis Filariasis. Sebagian besar informan utama belum melakukan perawatan mandiri sesuai rekomendasi petugas kesehatan. Penambahan informasi Filariasis kepada pasien, keluarga dan masyarakat diperlukan untuk membentuk perilaku deteksi dini, pencegahan, pengobatan dan perawatan diri yang baik dari Filariasis.
Background: Promptly treatment is essential for Filariasis patients, to reduce permanent disability. Preliminary study of several Filariasis patients with swollen leg in Wonosobo regency indicated the late to access of the Filariasis treatment. This could increase the risk of transmision and also worsened the condition of the patient. The purpose of this research was to find out the health-seeking behaviour and self-care in Filariasis patient in Wonosobo regency.

Methodology: This study is Qualitative research used phenomenology, with content analysis. Informants of this study were five patients with clinically symptomatic swelling and willing to participate. The supporting informants were three family members and five medical workers who handle Filariasis.

Results: Most of Filariasis patients have limited knowledge of Filariasis. The most of patients believe, and gave up to medical treatment. Psychosocial burden of Filariasis caused anxiety even afraid to be outcasted. The economy of patients are middle to low. The most of patients have been received Filariasis program. Their current condition has swollen legs with or without complications. Perception of severity of Filariasis shows that Filariasis interferes with activity. Perception of the threat of Filariasis is dangerous because it is very painful. The perception of the benefits of treatment is to reduce pain, the perception of the obstacles is the economy and the fear of its treatment will be in vain.

Conclusions: The health seeking behaviour indicated that all patients experienced delay in accessing the medical treatment of Filariasis. Most of the patients have not yet performed self-care as recommended by medical workers. The addition of Filariasis information to patients, families and communities is needed to establish early detection behavior, prevention, treatment and good self-care of Filariasis.
1948822497G1H014002HUBUNGAN ASUPAN LEMAK JENUH DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA KARYAWAN DI REKTORAT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Hipertensi masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Menurut Riskesdas 2013, status pekerjaan dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan prevalensi sebesar 24,72%. Dampak hipertensi pada pekerja tidak hanya mengganggu pekerjaan, akan tetapi akan mempengaruhi produktivitas kerja. Produktivitas kerja akan berpengaruh pada kinerja institusi sehingga dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi institusi tempat bekerja. Penyebab terjadinya hipertensi di antaranya adalah asupan lemak jenuh dan aktivitas fisik yang rendah.
Tujuan: Mengetahui hubungan asupan lemak jenuh dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada karyawan di Rektorat Universitas Jenderal Soedirman
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 56 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan pengukuran tekanan darah (Sphygmomanometer air raksa), kuesioner IPAQ, dan form food recall 2x24 jam dengan alat bantu food model.
Hasil penelitian: Rata-rata MAP, MET aktivitas fisik, dan asupan lemak jenuh responden penelitian berturut-turut ialah 91,72 mmHg (normal), 3539,83 MET-mnt/mggu (aktivitas berat), dan 26,5 gr/hari. Berdasarkan hasil uji statistik Pearson Product Moment menunjukkan tidak adanya hubungan antara asupan lemak jenuh (p=0,72) dan aktivitas fisik (p=0,73) dengan tekanan darah.
Kesimpulan: Asupan lemak jenuh dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan tekanan darah (MAP).
Background: Hypertension is the main health problem in Indonesia. Riskesdas 2013 indicate that employment status may affect the hypertension with prevalence 24,72%. The impact of hypertension on employee not only disrupt the work but will affected to productivity, it can cause institution losses. Some factors that associated with hypertension were SFA intake and physical activity
Aim: To determine the correlation between saturated fat acid intake and physical activity with blood pressure on employee of Jenderal Soedirman University Head Office.
Methods: This research is an observational study with cross sectional design. As many as 56 employees were obtained as respondent using purposive sampling technique. The measuring instrument were Sphygmomanometer, IPAQ questionnaire, 24-hour food recall form and food model.
Results: The mean of blood pressure (MAP), MET physical activity, and SFA intake of the respondents were 91,72 mmHg (normal), 3539,83 MET-mnt / week (high activity), and 26,5 gr / day (normal). Statistical test used Pearson Product Moment showed that there were no correlation between saturated fat acid (p=0,72) and physical activity (p=0,73) with blood pressure.
Conclusion: Saturated fat acid and physical activity did not have correlation with blood pressure (MAP).
1948922726E1A012365Pelaksanaan Bantuan Hukum Terhadap Terdakwa Yang Tidak Mampu Di Wilayah Pengadilan Negeri KebumenABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mendapatkan bantuan hukum cuma-cuma kepada terdakwa yang tidak mampu di Wilayah Pengadilan Negeri Kebumen, mengetahui upaya optimalisasi Posbakum di Pengadilan Negeri, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi penasehat hukum dalam pemberian bantuan hukum cuma-cuma.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, studi kepustakaan. Wawancara dilakukan di Pengadilan Negeri Kebumen, tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan dan hambatan bantuan hukum terhadap terdakwa yang tidak mampu di wilayah Pengadilan Negeri Kebumen.
Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pemberian bantuan hukum cuma-cuma di Wilayah Pengadilan Negeri Kebumen telah sesuai dengan Pasal 56 KUHAP yang diberikan kepada terdakwa tidak mampu yang didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana lima tahun penjara yang tidak mempunyai penasehat hukum. Untuk saat ini di Pengadilan Negeri Kebumen di isi oleh Posbakum dari UIN Semarang, pemberian bantuan hukum dilaksanakan dengan cara Hakim menunjuk langsung penasehat hukum pada Posbakum untuk mendampingi terdakwa yang tidak mampu hingga putusan terhadap perkaranya memperoleh kekuatan hukum tetap. Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh penasehat hukum selama pemberian bantuan hukum adalah tidak mencukupinya dana, kesulitan mengumpulkan berkas serta sikap acuh terdakwa yg jarang mau berkonsultasi. Penulis menyadari bahwa keterbatasan kemampuan penulis miliki dalam membuat penulisan hukum ini. Namun penulis berharap apa yang penulis berikan dalam penulisan hukum ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
ABSTRACT
This research aimed to inform destitute defendant on how to get free legal assistance in Kebumen District Court area, understanding optimization effort by Posbakum on District Court, and understanding the obstacles faced by the legal advisor on giving free legal assistance.
This research used juridical sociology with data collection by interviewing and previous research studies. The interview held in Kebumen District Court, the purpose of the research was to understand the process and obstacles of the free legal assistance on destitute defendant in Kebumem District Court
The result of the research showed that free legal assistance in Kebumen District Court was matched with Pasal 56 KUHAP gave to destitute defendant who accused doing criminal act with five years prison sentence and no legal adcvisor. For now, Kebumen District Court helped by Posbakum from UIN Semarang. Legal assistance held by direct order by the judge to legal advisor from Posbakum to assist the destitute defendant until the case got certain legal force. The obstacles found faced by legal advisor are lack of funding, difficult to find files, and lack of attention and consultation from the defendant. The researcher aware of the limit from the researcher on writing this research. However, the researcher hope that this research can provide information to the reader.
1949025672C1C015119Pengaruh Konservatisme Akuntansi Terhadap Nilai Perusahaan Dimoderasi Oleh Mekanisme Good Corporate GovernancePenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada perusahaan subsektor retail dan wholesales. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Konservatisme Akuntansi Terhadap Nilai Perusahaan dimoderasi Oleh Mekanisme Good Corporate Governance”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konservatisme akuntansi terhadap nilai ekuitas perusahaan dan kemampuan Good Corporate Governance (GCG) dalam menginteraksi efek konservatisme akuntansi pada nilai perusahaan. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan subsektor retail dan wholesales yang terdaftar di BEI dengan jumlah sampel 15 perusahaan dan 75 pengamatan pada laporan keuangan periode 2013-2017 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Rasio yang digunakan untuk nilai perusahaan menggunakan rasio market to book value dan mekanisme Good Corporate Governance yang digunakan adalah kepemilikan manajerial dan jumlah dewan komisaris.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa: (1) Konservatisme akuntansi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, (2) Kepemilikan manajerial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap hubungan antara konservatisme akuntansi dengan nilai perusahaan, (3) Jumlah dewan komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap hubungan antara konservatisme akuntansi dengan nilai perusahaan, (4) Pada keseluruhan model, pengaruh konservatisme akuntansi menjadi negative signifikan terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu pemakaian akuntansi konservatif tidak dapat memberi sinyal kepada investor melalui nilai perusahaan, maka manfaat akuntansi konservatif tidak sejalan dengan pemberian informasi yang lebih berkualitas dan mengurangi asimetri informasi.
This research is a quantitative study on retail subsectors and large parties. This study takes the title: "The Effect of Accounting Conservatism on Company Values moderated by Good Corporate Governance Mechanism". The purpose of this study was to study the effect of accounting conservatism on the value of corporate equity and the ability of Good Corporate Governance (GCG) in interpreting the effect of accounting conservatism on firm value. The sample in this study is the retail and wholesales subsector companies listed on the IDX with a sample of 15 companies and 75 observations in the financial statements for the period 2013-2017 taken by purposive sampling technique. The ratio used for company value using market ratios to book values and placement of Good Corporate Governance used are managerial ownership and the number of board of commissioners.
Based on the results of the research and data analysis using regression analysis shows: (1) Accounting conservatism has no effect on firm value, (2) Managerial ownership has no effect to the relationship between accounting conservatism and firm value, (3) significant positive relationship between accounting conservatism with firm value.
The implication of the conclusion above is that the use of conservative accounting cannot signal investors through company value, the benefits of conservative accounting are not in accordance with the provision of more quality information and reduce information asymmetry.
1949126513A1C012069EFISIENSI PEMASARAN LARVA IKAN GURAMI (Osphoronemus gourami Lac) DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASKabupaten Banyumas sebagai salah satu sentra pembenihan ikan yang mempunyai beberapa daerah pembenihan dan salah satunya adalah di Kecamatan Kedungbanteng tepatnya Desa Beji merupakan salah satu desa yang mayoritas masyarakatnya melakukan pemijahan ikan khususnya ikan gurami.Tujuan penelitian (1) Mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien. (2) Menghitung besar marjin pada masing-masing saluran pemasaran larva ikan gurami. (3) Menghitung besar farmer’s share, presentase bagian keuntungan (profit share), bagian biaya (cost share) dan efisiensi pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran larva ikan gurami. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan rancangan pengambilan sampel Simple Random Sampling untuk petani dan Snowball Sampling untuk pedagang dan diperoleh 25 petani, 7 pedagang pengepul, 5 pedagang pengecer dan 7 pedagang besar. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, marjin pemasaran, farmer’s share dan Efisiensi Pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran larva ikan gurami di Desa Beji, (1) Marjin pemasaran larva ikan gurami di Desa Beji pada setiap saluran pemasaran yaitu: saluran pemasaran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp15/butir, saluran pemasaran II sebesar Rp10/butir, dan saluran pemasaran III sebesar Rp15/butir, (2) Farmer’s share terbesar terdapat pada saluran pemasaran II dengan persentase 88,21 persen. Persentase biaya terkecil terdapat pada saluran I dan III sebesar 83,33 persen. Persentase keuntungan terbesar terdapat pada saluran pemasaran II sebesar 70,00 persen, (3) Efisiensi pemasaran pada saluran I memiliki biaya pemasaran terkecil dibandingan dengan saluran pemasaran II dan III yaitu sebesar 19 persen.
Banyumas Regency is one of the hatchery centers that has several hatcheries and one of them is in Kedungbanteng Subdistrict, precisely Beji Village, is one of the villages where the majority of the population spawns fish especially gouramy. Research Objectives (1) Knowing the most efficient marketing channel. (2) Calculate the margin in each marketing channel for gouramy larvae. (3) Calculate the farmer's share, percentage share of profit (profit share), part of the cost (cost share) and marketing efficiency on each marketing channel for carp larvae. The study was conducted with a survey method with a Simple Random Sampling for farmers sampling design and Snowball Sampling for traders and obtained by 25 farmers, 7 traders, 5 retailers and 7 wholesalers. Data were analyzed using descriptive analysis, marketing margin, farmer's share and Marketing Efficiency. The results showed that there were three marketing channels of gouramy larvae in Beji Village, (1) Margin of marketing of gouramy larvae in Beji Village at each marketing channel, namely: marketing channel I had a marketing margin of IDR 15 / item, marketing channel II was IDR 10 / item , and marketing channel III of Rp. 15 / item, (2) The largest Farmer's share is in the marketing channel II with a percentage of 88.21 percent. The smallest percentage of costs is in channels I and III of 83.33 percent. The biggest percentage of profit is found in marketing channel II at 70.00 percent, (3) Marketing efficiency in channel I has the smallest marketing cost compared to marketing channels II and III which is equal to 19 percent.
1949222684G1D014032PENGALAMAN IBU YANG MELAKUKAN PERSALINAN PERVAGINAM DENGAN RIWAYAT BEDAH SESARABSTRAK

Dewi Nur ‘Aini1, Mekar Dwi Anggraeni2, Wahyu Ikka Setyarini3

Latar belakang: Persalinan dengan Sectio Caesarea (SC) di dunia terus mengalami peningkatan. Upaya untuk menurunkan angka SC yaitu dengan cara melakukan persalinan pervaginam atau dikenal dengan Vaginal Birth After Cesarean (VBAC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengambilan keputusan, dukungan dan kebutuhan melakukan VBAC.

Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Peneliti menetapkan 5 partisipan dengan taraf saturasi yang tidak menemukan data baru pada partisipan selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan data rekam medis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, serta studi kepustakaan. Analisa data penelitian ini menggunakan content analysis.

Hasil: Terdapat 3 tema dalam penelitian ini yaitu : 1) Proses pembuatan keputusan melakukan VBAC dengan mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan, media massa, dan internet, 2) Berbagai bentuk dukungan untuk melakukan VBAC yaitu emosional, instrumental dan appraisal dari suami, keluarga, tenaga kesehatan, 3) Kebutuhan ibu saat menjalani VBAC yaitu kebutuhan konseling dari tenaga kesehatan dan kebutuhan spiritual.

Kesimpulan: Ibu mendapatkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan selama VBAC, dalam proses pengambilan keputusan ibu menggunakan informasi dari berbagai sumber.



Dewi Nur ‘Aini1, Mekar Dwi Anggraeni2, Wahyu Ikka Setyarini3
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Imu-Ilmu Kesehatan, Univeristas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
3Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas, Banyumas.

Abstract

Background: A number of delivery method with Sectio Caesarea (SC) increased dramatically in the world. One of effort to decrease a number of SC is support vaginal delivery or Vaginal Birth After Cesarean (VBAC). This study aimed to describe a making-decision process, support, and need of mother VBAC experience.

Methods: This study used of fenomenology qualitative design. The researcher approached five participants using until the data saturated. Data were collected through deep interview, medical record from RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, and literature study. Data were analysed using a content analysis method.

Results: There were three themes of this research : 1) Decision-making process of VBAC with information from health-care provider, mass media, and internet 2) Support types to do VBAC; emotional support, instrumental and appraisal from spouse, family, and health-care provider 3) Mother’s needs during VBAC; counseling needs from health-care provider and spiritual needs.

Conclusions: Mothers received support to fulfill their needs during VBAC, in decision making process mothers used information from any sources.


1949322683G1D014078PENGARUH EDUKASI GIZI DENGAN MEDIA FLIP CHART TERHADAP PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG MASA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN
Latar Belakang: Masalah gizi masih menjadi salah satu penyebab tingginya AKI di Indonesia. Kurangnya pengetahuan karena rendahnya tingkat pendidikan menjadi alasan dasar terjadinya hal tersebut. Edukasi gizi merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media flip chart terhadap pengetahuan gizi seimbang masa kehamilan.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment non randomized pre-test post-test with control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 38 ibu hamil yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon, paired t-test, dan independent t-test.
Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan ibu hamil kelompok intervensi, sebelum dan sesudah diberi edukasi gizi dengan flip chart (p= 0,001), sedangkan hasil uji paired t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang siginifikan pada pengetahuan sebelum dan sesudah diberi (p= 0,891). Hasil uji independent t-test juga menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada selisih pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberi edukasi dengan flip chart antar kedua kelompok (p= 0,002).
Kesimpulan: Media flip chart efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang masa kehamilan.
THE EFFECT OF NUTRITIONAL EDUCATION USING FLIP CHART ON THE KNOWLEDGE OF A BALANCED NUTRITION DURING PREGNANCY IN HEALTH CENTER OF SOUTH PURWOKERTO

Background: Nutritional problems still become one of the causes of high maternal mortality rate in Indonesia. The basic reason for that, it is because of the lack of knowledge due to the low of education. Nutritional education is a way to increase the knowledge about the importance of a balanced nutrition. The aim of this study was to know the effect of nutritional education using flip chart on the knowledge of a balanced nutrition during pregnancy.
Methods: This study used a quasi-experiment pre-post-test with control group design. The total sample of this research were 38 maternals, which divided into intervention and control group. The instrument used a questionnaire. Data were analyzed by Wilcoxon, paired t-test, and independent t-test.
Result: The results of Wilcoxon showed that there were significant differences in maternal’s knowledge in the intervention group, before and after the nutritional education using flip chart (p= 0,001), while the paired t-test showed that there were no significant differences in knowledge in the control group (p= 0,891). The independent t-test also showed that there were significant differences in deviation of knowledge, before and after the intervention in between the two groups (p= 0,002).
Conclusion: Flip chart was effective to be used in increasing the knowledge of a balanced nutrition during pregnancy.
Keywords: Education, Flip Chart, Balanced Nutrition, Pregnancy, Knowledge
1949422685H1D014027PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH, SUPERPLASTICIZER DAN VARIASI CALCIUM STEARATE TERHADAP TINGKAT ABSORPSI DAN KOROSI BAJA TULANGAN PADA BETON MUTU 30 MPADurabilitas beton dapat dipengaruhi oleh tingkat absorbsi dan laju korosi tulangan beton. Semakin tinggi tingkat penyerapan beton terhadap cairan di sekitar lingkungannya maka potensi korosi meningkat yang menyebabkan selimut beton mengalami retak dan mengurangi durabilitas beton. Penyerapan beton terjadi melalui pori-pori kapiler yang terbentuk akibat proses hidrasi semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Fly Ash, Superplasticizer, dan variasi Calcium Stearate terhadap tingkat absorbsi dan korosi tulangan baja beton mutu 30 MPa. Fly ash yang digunakan sebesar 10% dari berat semen, Superplastcizer digunakan sebesar 0,375% dari berat semen dan variasi penambahan Calcium Stearate sebanyak 0 kg, 1kg, 5kg dan 10kg per meter kubik beton. Metode pengujian terdiri dari uji pendahuluan, trial mix, uji kuat tekan beton, uji absorbsi dan uji korosi buatan. Pengujian dilakukan dengan masing-masing 3 benda uji untuk kuat tekan, 18 benda uji untuk uji absorbsi, dan 12 benda uji untuk uji korosi buatan. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penurunan absorbsi beton sebesar 37,46%, 78,74%, dan 86,45% dan korosi turun 1,72%, naik sebesar 9,96%, dan turun 38% beton memadat sendiri yang mengandung fly ash untuk masing-masing penambahan calcium stearate 1 kg, 5 kg, dan 10 kg per meter kubik beton dibandingkan dengan beton mampu memadat sendiri yang mengandung Fly Ash dengan kadar 0 kg per meter kubik beton Calcium Stearate. Berdasarkan hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan penambahan Fly Ash, Superplasticizer, dan variasi Calcium Stearate mampu menurunkan tingkat absorbsi dan laju korosi tulangan baja pada beton mutu 30 MPa.Durability of concrete can be affected by absorbtion rate and corrosion rate of reinforcement steel on the concrete. If absorbsion rate of concrete in the water around environment is higher, then corrosion potensial will increase. So the cover of concrete will crack and reduce the durability of concrete. Absorbtion occurs through the capillary pores formed by cement hydration process. This research aims to determine the effect of addition of Fly Ash, Superplasticizer, and Calcium Stearate variations on absorbstion rate dan corrosion rate of reinforcement steel on the 30 MPa quality concrete. Fly Ash used 10% of cement weight, Superplasticizer used 0,375% of cement weight and variations of Calcium Stearate addition of 0 kg, 1 kg, 5 kg and 10 kg per meter cubic of concrete. The addition material can make waterproof concrete. Test methods consist of preliminary, trial mix, concrete compressive strength test, absorbstion test and artificial corrosion test. The test was performed 3 specimens for compressive strength, 18 specimens for absortions test, and 12 specimens for artificial corrosion test. The result showed absortion rate was decreased by 37,46%; 78,74% and 86,45% and corrosion rate decreased by 1,72%, increased by 9,96% and decreased by 38% on the self compacting concrete containing Fly Ash for each addition Calcium Stearate 1 kg, 5 kg and 10 kg per meter cubic of concrete compared with self compacting concrete containing Fly Ash for each addition Calcium Stearate 0 kg per meter cubic of concrete. Based on the result of research in general can be concluded the addition of Fly Ash, Superplasticizer, and Calcium Stearate variations can reduce absortion rate and corrosion rate of reinforcement steel on the 30 MPa concrete quality.
1949522686C1A012104ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN OBJEK WISATA TAMAN IMPIAN JAYA ANCOLPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan objek wisata Taman Impian Jaya Ancol. Penelitian ini menggunakan teknik survei, dilakukan dengan metode kuesioner dan wawancara langsung kepada 100 sampel responden yang datang ke objek wisata Taman Impian Jaya Ancol. Ukuran sampel ditentukan dengan rumus Taro Yamane. Teknik analisis data menggunakan regresidengan alat analisis SPSS.
Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel persepsi harga, pendapatan, prasarana maupun jarak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan objek wisata Taman Impian Jaya Ancol.
This study have a aims to analyze factor that influence visiting Taman Impian Jaya Ancol. This research uing survey technique, with questionnaire method and interview directyly to 100 respondent that visit in Taman Impian Jaya Ancol. Sample size determined with Taro Yamane Formula. This research using Regression method with analytical tools SPSS.
Results of this study showed that price preception, income, facilities, and distance influenced towards amount of vising tourist attraction Taman Impian Jaya Ancol.
1949622687H1D014021PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH, SUPERPLASTICIZER, DAN VARIASI CALCIUM STEARATE TERHADAP TINGKAT ABSORPSI DAN KOROSI TULANGAN BAJA BETON MUTU 20 MPABeton bertulang yang digunakan untuk bangunan yang berhubungan langsung dengan air atau laut, khususnya pada daerah agresif, akan meningkatkan resiko tulangan beton tersebut mengalami korosi. Sehingga, beton harus mampu menahan rembesan atau kedap air agar tidak terjadi korosi pada tulangan baja beton. Korosi yang terjadi pada tulangan baja pada beton bertulang menyebabkan retakan pada selimut beton yang pada akhirnya akan mengurangi umur beton. Maka dari itu, beton betulang yang langsung berhubungan dengan air atau laut harus didesain agar kedap air sehingga unsur-unsur yang akan merusak beton tidak bisa masuk dan menyerang tulangan baja pada beton. Pada penelitian ini peneliti bermaksud untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash, superplasticizer dan variasi calcium stearate terhadap tingkat absorpsi beton dan korosi tulangan baja pada beton. Pada penelitian ini, setiap variasi terdiri dari tiga benda uji atau sample yaitu beton normal dengan masing-masing benda uji mengandung 10% fly ash dicampur dengan Superplasticizer sebesar 0,65% dari berat semen yang digunakan dan digunakan dengan variasi penambahan calcium stearate sebanyak 0 kg/m3, 1 kg/m3, 5 kg/m3, dan 10 kg/m3 beton. Dari hasil penelitian akan menunjukkan bahwa penambahan 10% fly ash sebagai pengganti semen akan meningkatkan kualitas beton normal dan mengurangi suhu pada campuran beton. Hasil pengujian diperoleh penurunan tingkat absorpsi sebesar 30,35%, 75,56%, 84,92%, dan korosi sebesar 17,74%, 16,46%, 13,66% dengan masing-masing penambahan calcium stearate 1 kg, 5 kg, dan 10 kg/m3 beton dibandingkan dengan penambahan calcium stearate 0 kg/m3 beton. Kemudian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan superplasticizer, fly ash dan calcium stearate mengakibatkan turunnya tingkat absorpsi dan korosi tulangan baja yang terjadi.Reinforced concrete is used for buildings which are directly related to water or the sea, particularly in the aggressive, will increase the risk of the concrete reinforcement corrosion. Thus, the concrete must be able to withstand seepage or watertight to prevent corrosion of the steel reinforcement of concrete. Corrosion occurs on steel reinforcement in concrete is causing cracks in concrete blanket which in turn will reduce the life of the concrete. Therefore, concrete betulang directly related to the water or the sea must be designed to be waterproof so that the elements will damage the concrete can not enter and attack the steel reinforcement in concrete. In this study, the researchers intend to determine the effect of the addition of fly ash, superplasticizer and calcium stearate variation of the level of absorption of concrete and corrosion of steel reinforcement in concrete. In this study, each variation consists of three specimen or sample is normal concrete with each specimen contains 10% fly ash mixed with superplasticizer of 0.65% by weight of cement used and used with the addition of calcium stearate variations as much as 0 kg/m3, 1 kg/m3, 5 kg/m3 and 10 kg/m3 of concrete. From the results of the study will show that the addition of 10% fly ash as a cement substitute for normal concrete will improve the quality and reduce the temperature of the concrete mix. The test results obtained by a decrease in the extent of absorption of 30.35%, 75.56%, 84.92%, and the corrosion of 17.74%, 16.46%, 13.66% with each addition of calcium stearate 1 kg, 5 kg, and 10 kg/m3 of concrete compared to the addition of calcium stearate 0 kg/m3 of concrete.
1949722701A1L014040BAKTERI ENDOFIT AKAR TOMAT SEBAGAI ANTAGONIS TERHADAP Ralstonia solanacearum
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi beberapa bakteri endofit akar tomat asal Kecamatan Baturraden, mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri layu asal tanaman tomat, mengetahui pengaruh bakteri endofit akar tomat dalam menekan pertumbuhan bakteri layu secara in-vitro, dan mengetahui mekanisme penghambatan bakteri endofit terhadap bakteri layu. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanaman tomat Kecamatan Baturraden dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2017 sampai April 2018. Pengujian in-vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, meliputi kontrol (tanpa bakteri endofit) dan 5 isolat bakteri endofit. Variabel yang diamati meliputi uji morfologi, gram, katalase, hidrolisis pati, pertumbuhan pada beberapa pH, suhu dan konsentrasi NaCl, zona hambatan, mekanisme antagonis, dan kurva pertumbuhan bakteri endofit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit telah diisolasi dari akar tanaman tomat asal Kecamatan Baturraden dan didapatkan 5 isolat yang terdiri IN1, IN2, IN3, IN4, dan IN5. Isolat IN1, IN4, dan IN5 termasuk bakteri kelompok Bacillus sp., isolat IN3 termasuk bakteri Pseudomonas kelompok fluorescens, sedangkan isolat IN2 tidak termasuk bakteri Bacillus sp. atau Pseudomonas kelompok fluorescens. Penyebab penyakit layu bakteri terindentifikasi sebagai R. solanacearum. Bakteri endofit isolat IN4 asal Karang Tengah memiliki tingkat penghambatan paling besar terhadap R. solanacearum dengan zona hambatan sebesar 6,55 mm (metode inokulasi titik), 4,00 mm (metode paper disk), dan 6,30 mm (metode sumuran). Mekanisme penghambatan bakteri endofit terhadap R. solanacearum adalah bakteriostatik.This research was aimed to isolation and identification some bacterial endophytes from tomato roots in Baturraden sub-distric, to isolation and identification bacterial wilt from tomato plant, to determine the influence of bacterial endophytes from tomato roots in suppressing the growth of bacterial wilt for in-vitro test, and to determine the inhibiton mechanism of endophytes bacterial against bacterial wilt.The research was conducted in tomato cultivation area of Baturraden sub-distric and the Laboratory of Plant Protection of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2017 to April 2018. Randomized completely design was used for in vitro test with 6 treatments and 4 replication consisted of control (without bacterial endophytes) and 5 isolates of bacterial endophytes. Variables observed were morphological test, gram, catalase, starch hydrolysis, growth at several pH, temperature, and NaCl concentration, inhibition zone, antagonistic mechanism, and endophytic bacterial growth curve. Result of the research showed that bacterial endophytes have been isolated from root of tomato plants from Baturraden sub-district and 5 isolates were found IN1, IN2, IN3, IN4, and IN5. The isolates of IN1, IN4, and IN5 was Bacillus sp., IN3 was Pseudomonas fluorescens group, and IN2 was not identified as Bacillus sp. or Pseudomonas fluorescens group. The bacterial wilt disease was identified as R. solanacearum. Bacterial endophytes isolates IN4 from Karang Tengah showed the highest level of R. solanacearum inhibitation with inhibition zone of 6,55 mm by inoculation method, 4,00 mm by paper disk method, and 6,30 by well diffusion method. The inhibition mechanism of bacterial endophytes against R. solanacearum was bacteriostatic.
1949822688G1D014043PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN BOOKLET TERHADAP BODY IMAGE PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA MASTEKTOMI DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO

Latar Belakang: Gangguan body image dialami oleh penderita kanker payudara pasca mastektomi berkaitan dengan perubahan persepsi tubuh yang disebabkan karena perubahan ukuran, bentuk dan struktur tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan booklet terhadap body image pasien kanker payudara pasca mastektomi.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment pretest-postest with control group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden yang terdiri atas 20 responden pada kelompok intervensi dan 20 responden pada kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan kuesioner BIS (Body Image Scale). Data penelitian ini dianalisis menggunakan Uji Chi-Square.

Hasil Penelitian: Karakteristik responden rata-rata berusia 47 tahun pada kelompok intervensi dan 46 tahun pada kelompok kontrol, mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga dan menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara body image sebelum dan sesudah diberikan intervensi booklet pada kelompok intervensi ( p=0,000). Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan (p=1,000). Selanjutnya, terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest body image kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000).

Kesimpulan: Edukasi menggunakan booklet efektif dalam menurunkan gangguan body image.
Background: Body image disorder experienced by patients with breast cancer post mastectomy associated with changes in body perception caused by changes in size, shape and body structure. The purpose of this study was to determine the effect of education using booklet to body image of breast cancer patient after mastectomy.

Methodology: This study was a quasy experiment pretest-posttest with control group design. The sample of this study were 40 respondents consist of 20 respondents in the intervention group and 20 respondents in the control group. This study used a BIS (Body Image Scale) questionnaire. Analysis of this research data using Chi-Square Test.

Results: Characteristics of respondents age an average 47 years old in intervention group and 46 years old in control group, housewive and married. The results showed that there was a significant difference between the body image before and after intervention of the booklet in intervention group (p=0,000). While the control group there was no difference (p=1,000). Furthermore, there is a significant difference between the posttest body image of the intervention group and control group (p=0,000).

Conclusion: Education using booklets is effective to lowering body image disorders.
1949922689F1G013001ANALISIS KONTRASTIF BAHASA INDONESIA DENGAN BAHASA SUNDA BERDASARKAN PENGGUNAAN ADVERBIA PENANDA ASPEKPenelitian ini berjudul “Analisis Kontrastif Bahasa Indonesia dengan Bahasa Sunda Berdasarkan Penggunaan Adverbia Penanda Aspek”. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan analisis kontrastif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan struktur kalimat dan makna adverbia penanda aspek dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Sumber data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung adverbia penanda aspek pada surat kabar cetak, surat kabar online dan buku pelajaran di bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar menggunakan teknik sadap dan teknik lanjutan menggunakan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan dan metode agih. Metode padan yang digunakan adalah metode padan translasional dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan yaitu teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding membedakan (HBB). Metode agih menggunakan teknik dasar yaitu teknik bagi unsur langsung dan teknik dasar yaitu teknik baca markah.
Hasil penelitian ini terdapat persamaan dan perbedaan penggunaan adverbia penanda aspek dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Persamaan terjadi pada adverbia mulai dengan mimiti, jol, jung dan léos, adverbia sudah dan telah dengan geus, tos dan parantos, adverbia pernah dengan kantos dan kungsi, adverbia sedang dan lagi dengan nuju dan eu(keur), serta adverbia masih dengan masih dan kénéh. Perbedaan terdapat pada adverbia bahasa Sunda jol, jung dan léos yang memiliki penggunaan khusus terhadap verba tertentu, serta adverbia penanda aspek geus, tos, parantos, kantos, kungsi, nuju, eu(keur) yang penggunaannya terikat pada tingkat tutur pengguna bahasa.
This research entitled “Contrastive Analysis of Indonesian Language with Sundanese Language Based on Adverbia Use of Aspect Markers”. The type of this research is qualitative descriptive and contrastive analysis. This research aims to describe the similarities and differences in sentence structure and meaning of adverbial aspect marker in Indonesian language and Sundanese language. The data sources in this research are sentences containing adverbia aspect markers in print newspapers, online newspapers and textbooks in Indonesian and Sundanese languages. The methods of data collection using observation method with basic techniques using tapping technique and advanced technique using noting technique. The data analysis using distributive and comparative methods. The comparative method used is the method of translational distributive with the basic technique that is the technique of the decisive element and the advanced technique is equalizing technique and dividing technique. The distributional using basic technique that is direct element shared technique and basic technique that is read-marker technique.
The results of this research to show the similarities and differences of adverbia use of aspect markers in Indonesian and Sundanese languages. The similarities occurs in adverbias beginning with mulai with mimiti, jol, jung and léos, adverbia sudah and telah with geus, tos and parantos, adverbia pernah with kantos and kungsi, adverbia sedang and lagi with nuju dan eu(keur), as well as adverbia masih with masih and kénéh. The differences are in the adverbia Sundanese language jol, jung and léos that have specific usage of certain verbs, as well as adverbia geus, tos, parantos, kantos, kungsi, nuju, eu(keur) markers whose usage is tied to the speech level of language users.
1950022690F1B014024Pengaruh Respon Kelompol Sasaran Dan Kemampuan Organisasi Pelaksana Terhadap Keberhasilan Program Revitalisasi Pasar Bobotsari PurbalinggaPerkembangan dan kemajuan pasar rakyat harus membuat konsumen menjadi nyaman dalam berbelanja. Perdagangan di pasar rakyat tergantung pada bagaimana pedagang melayani konsumen sehingga fasilitas dibutuhkan agar meningkatkan jumlah pengunjung pasar. Kebijakan yang dibuat terkait dengan pengembangan dan pengelolaan pasar rakyat yaitu Revitalisasi Pasar Rakyat. Hal ini diharapkan dapat merubah persepsi pasar rakyat yang identik sebagai pasar dengan kondisi yang kotor dan tidak nyaman. Selain itu diharapkan pasar rakyat tidak kalah bersaing dengan pasar modern. Pasar Rakyat yang telah melaksanakan program Revitalisasi Pasar adalah Pasar Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang positif dan signifikan antara respon kelompok sasaran sebagai penerima program dan kemampuan organisasi pelaksana sebagai pelaksana program terhadap keberhasilan program revitalisasi pasar rakyat Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Populasi penelitian ini adalah pedagang di Pasar Bobotsari Purbalingga sebanyak 763 orang. Untuk sampel dalam penelitian ini menggunakan tabel Yount. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu menggunakan kuisioner dengan teknik analisis data menggunakan uji Kendall tau, uji Konkordasi kendal dan analisis Regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Respon kelompok sasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan program revitalisasi dengan nilai sebesar 0,728. (2) Kemampuan organisasi pelaksana berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan program revitalisasi dengan nilai sebesar 0,398. (3) Respon kelompok sasaran dan kemampuan organisasi pelaksana secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan program revitalisasi dengan nilai sebesar 0,753.The development and progress of the people's market must make consumers comfortable in shopping. Trade in the community market depends on how traders serve consumers so that facilities are needed to increase the number of market visitors. The policies made are related to the development and management of the people's market, namely the People's Market Revitalization. This is expected to change the perception of the people's market which is identical as a market with dirty and uncomfortable conditions. In addition, it is hoped that the people's market will not compete with the modern market. The People's Market that has implemented the Market Revitalization program is the Bobotsari Market in Purbalingga Regency. This study aims to determine the positive and significant influence between the response of the target group as the recipient of the program and the ability of the implementing organization as the program implementer for the success of the Bobotsari community market revitalization program in Purbalingga Regency. The population of this study were 763 traders in the Bobotsari Purbalingga Market. For the sample in this study using Yount table. The data used in this study is primary data using questionnaires with data analysis techniques using Kendall tau test, concordance kendal test and ordinal regression analysis. The results showed: (1) the response of the target group had a positive and significant effect on the success of the revitalization program with a value of 0.728. (2) The ability of the implementing organization has a positive and significant effect on the success of the revitalization program with a value of 0.398. (3) The response of the target group and the ability of the implementing organization together have a positive and significant effect on the success of the revitalization program with a value of 0.753.