Artikel Ilmiah : A1D015016 a.n. FAJAR MULYANI
| NIM | A1D015016 |
|---|---|
| Namamhs | FAJAR MULYANI |
| Judul Artikel | APLIKASI METABOLIT SEKUNDER TIGA JAMUR ENTOMOPATOGEN TERHADAP HAMA WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal.) PADA PADI VARIETAS CILIWUNG IN PLANTA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap wereng batang coklat pada tanaman padi varietas Ciliwung in planta. Penelitian dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Januari sampai April 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol, Beauveria bassiana isolat Jember, Beauveria bassiana isolat Papua, Metarhizium anisopliae, Lecanicillium lecani, dan insektisida bahan aktif imidakloprid dengan dosis anjuran. Variabel yang diamati adalah mortalitas, waktu kematian, intensitas serangan, dan tinggi tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metabolit sekunder B. bassiana isolat Papua paling efektif mengendalikan N. lugens, yang ditunjukkan oleh kematian wereng batang coklat paling cepat yaitu 6,57 hari setelah aplikasi, dengan mortalitas 52,5%, dan mampu menekan intensitas serangan N. lugens paling tinggi yaitu 56,22%. Namun, metabolit sekunder jamur entomopatogen tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aimed for knowing the effect of entomopathogenic fungi secondary metabolites against brown planthopper on rice Ciliwung variety in planta. This research was conducted in the screen house and the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from January to April 2019. Completely randomized block design was used with six treatments and four replicates. The treatments were control, Beauveria bassiana Jember isolate, Beauveria bassiana Papua isolate, Metarhizium anisopliae, Lecanicillium lecanii, and insecticide (imidacloprid). Observed variables were mortality, death time, intensity of the attack, and plant height. Result of the reseach showed that the most effective secondary metabolites was derived from B. bassiana Papua isolate indicated by 52,5% mortality, the fastest death time as 6,57 days after application, and the highest intensity of brown planthopper attack by 56,22%. But, the secondary metabolites of entomopathogenic fungi did not affect plant height. |
| Kata kunci | Metabolit sekunder, jamur entomopatogen, wereng batang coklat, tanaman padi. |
| Pembimbing 1 | Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Ir. Mujiono, M.S. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2019-07-30 13:54:19.196151 |