Artikelilmiahs
Menampilkan 17.861-17.880 dari 50.045 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17861 | 20877 | A1L013034 | Aplikasi Ekstrak Sereh dan Dosis NPK Rendah terhadap Pertumbuhan Gulma, Intensitas Serangan Hama dan Penyakit serta Hasil Padi Gogo | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dosis rendah dengan aplikasi ekstrak sereh terhadap tingkat serangan hama, penyakit, pertumbuhan gulma, dan hasil padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Balai Benih Palawija Kalicacing yang terletak di Desa Kalimandi, Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara pada bulan April-Juli 2017. Penelitian menggunakan rancangan Petak Terbagi dengan petak utama pupuk NPK P1 (50 % pupuk rekomendasi) dan P2 (100 % pupuk rekomendasi) dan anak petak yaitu ekstrak sereh S0 ( tanpa ekstrak sereh), S1 ( ekstrak sereh 5 %), S2 (ekstrak sereh 2,5 %), S3 (esktrak sereh 1,67 %), S4 (esktrak sereh 1,25 %), S5 (ekstrak sereh 1 %). Kombinasi perlakuan yang diperoleh sebanyak 12 unit dan diulang tiga kali sehingga ada 36 unit percobaan. Variabel yang diamati antara lain: Summed Dominance Ratio (SDR), indeks kesamaan gulma, intensitas serangan hama, penyakit, jumlah malai, jumlah gabah per rumpun, presentasi gabah isi per rumpun (%), bobot gabah per rumpun (gram), bobot 1000 biji (gram), bobot gabah per petak efektif (kg), bobot per hektar (ton/ha). Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi pupuk NPK dan ekstrak sereh belum mampu menekan intensitas serangan hama, penyakit, pertumbuhan gulma, dan belum mampu meningkatkan hasil padi gogo. | The aims of this research is to know: the effect of low-dose NPK fertilizer with application of lemongrass extract to pest, disease, weed, and upland rice yield. The research was conducted in Balai Benih Palawija Kalicacing located in Kalimandi Village, Klampok Sub-district, Banjarnegara Regency in April until July 2017. The study used Split Plot design with the main plot of NPK P1 fertilizer (50% fertilizer recommendation) and P2 (100% fertilizer recommendation) and sub plot of citronella extract S0 (without lemongrass extract), S1 (extract of lemongrass 5 %), S2 (2.5 % sereh extract), S3 (lemongrass extract 1.67), S4 (lemongrass extract 1,25 %), S5 (1 % lemongrass extract). The combined treatment obtained was 12 units and repeated three times so that there were 36 experimental units. The variables observed were: Summed Dominance Ratio (SDR), weed equality index, pest and disease intensity, number of panicles, number of grains per hill, presentation of grain per fill (%), grain weight per gram, 1000 seeds (grams), weight of grain per effective plot (kg), yield per hectare (ton / ha). The results showed that application of NPK and lemongrass extract had not been able to suppress the intensity of pests, diseases, weed growth, and has not been able to increase the yield of upland rice. | |
| 17862 | 20878 | A1L013080 | KOMPONEN HASIL DAN HASIL SERTA SIDIK LINTAS SEPULUH GENOTIP PADI (Oryza sativa L.) DI KABUPATEN BANYUMAS DAN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji komponen hasil dan hasil sepuluh genotip padi yang ditanam di dua lokasi tanam berbeda, 2) memperoleh genotip padi terbaik dari sepuluh genotip padi, dan 3) mempelajari pola hubungan antara karakter komponen hasil dan hasil padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan di Desa Karangtengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga dari bulan November 2016 hingga Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diuji adalah genotip yang terdiri atas 10 jenis genotip padi. Penelitian dilakukan pada dua lokasi tanam yang berbeda dan dilakukan secara identik pada tiap lokasi. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, gabah total per malai, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 biji, dan hasil gabah kering giling. Data dianalisis dengan analisis ragam gabungan, jika berbeda nyata dilanjutkan uji Beda Nyata Terkeci (BNT) dengan tingkat kesalahan 5%, serta analisis lintas. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman komponen hasil dan hasil padi yang dipengaruhi oleh faktor genotip, lingkungan, dan interaksi genotip x lingkungan. Genotip P-CH//MR-GN95 merupakan genotip yang memiliki hasil tertinggi dibandingkan Ciherang dan Inpago Unsoed 1. Jumlah anakan produktif memiliki pengaruh langsung yang tinggi terhadap hasil sehingga dapat dijadikan karakter seleksi yang paling efektif. | This research aimed to: 1) assess the yield components and yield of ten rice genotypes planted in two different locations, 2) obtain the best rice genotype from those ten rice genotypes, and 3) evaluate the relationship pattern among yield components and yield of rice. This research was conducted in Pasir Kulon Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency and Karangtengah Village, Kemangkon Subdistrict, Purbalingga Regency from November 2016 until May 2017. This research was conducted by using Randomized Complete Block Design with three replications. The tested factor were genotypes consisted of 10 rice genotype. The research was conducted at two different planting site and performed identically at each location. Variables that were observed are plant height, the number of tillers, the number of productive tillers, flowering date, harvesting date, the number of grains per panicle, filled grain percentage per panicle, 1000 grain weight, and yield of grilled dried grain. The data were analyzed by anaysis of variance test combined, if there is a significant difference then followed by Least Significant Different test (LSD) at 5% error level, and path analysis. The result of the research showed that yield component and yield of rice were vary and those variation were influenced by the factor of genotype, environment, and genotype x environment interaction. P-CH//MR-GN95 is a genotype that has higher yield than Ciherang and Inpago Unsoed 1. The number of productive tillers has a high direct effect on the yield of rice so it can be the most effective selection character. | |
| 17863 | 21607 | H1G013046 | PEMANTAUAN PENCEMARAN ORGANIK DI SUNGAI LOGAWA BANYUMAS DENGAN MENGGUNAKAN INDEKS KERAGAMAN DAN NILAI TBI (TRENT BIOTIC INDEX) | TBI dan indeks keragaman dengan BOD dan COD digunakan untuk monitoring kualitas air namun BOD dan COD lebih cenderung kearah cemaran organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya BOD dan COD di Sungai Logawa, untuk mengetahui nilai Indeks Keragaman dan Nilai TBI di Sungai Logawa dan untuk mengetahui hubungan antara BOD dan COD dengan Indeks Keragaman dan Nilai TBI. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling yang dianggap telah mewakili daerah penelitian. Badan Sungai Logawa dibagi menjadi 5 stasiun pengamatan. Stasiun pertama berada di desa Sunyalangu , stasiun kedua di desa Babakan, stasiun ketiga di desa Pasirlor, stasiun keempat di desa Kediri dan stasiun kelima di desa Kedungwringin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOD di Sungai Logawa dari Hulu ke Hilir berkisar 2,47 mg/L - 11,39 mg/L. Nilai COD di Sungai Logawa dari Hulu ke Hilir berkisar 21,25 mg/L - 43,77 mg/L. Nilai Indeks Keragaman di Sungai Logawa dari Hulu ke Hilir berkisar 0,425848 - 1,72982. Nilai TBI di Sungai Logawa dari Hulu ke Hilir berkisar 5 – 8. Semakin tinggi jumlah BOD dan COD dalam suatu perairan maka jumlah kelompok mokrobentos yang hadir untuk mengetahui TBI dan indeks keragaman perairan berkurang. | TBI and diversity index with BOD and COD are used for water quality monitoring, but BOD and COD are more likely to lead to organic contamination. This research aims to determine the magnitude of BOD and COD in the Logawa River, to know the value of Diversity Index and TBI Value in Logawa River and to know the relationship between BOD and COD with Diversity Index and TBI Value. This research use purposive random sampling method which is considered to have represented the research area. River Logawa Basin is divided into 5 observation stations. The first station is in the village of Sunyalangu, the second station in Babakan village, the third station in Pasirlor village, the fourth station in Kediri village and the fifth station in Kedungwringin village. The results showed that BOD value in Logawa River from headwaters to downstream was about 2.47 mg / L - 11.39 mg / L. COD values in the Logawa River from headwaters to downstream ranged from 21.25 mg / L - 43.77 mg / L. The Diversity Index value in the Logawa River from headwaters to downstream ranged from 0.425848 - 1.72982. The value of TBI in the Logawa River from headwaters to downstream ranged 5 - 8. The higher the number of BOD and COD in a waters, the number of macrobentos groups present to know the TBI and the aquatic diversity index is reduced. | |
| 17864 | 20852 | A1C013011 | Analisis Nilai Produk Samping dari Pengolahan Minyak Kelapa di Kabupaten Ciamis | Galendo yaitu produk samping yang terbuat dari sisa olahan minyak kelapa sebagai produk utama, yang merupakan makanan khas dengan berbagai macam rasa di Kabupaten Ciamis. Permasalahan pada usaha pengolahan minyak kelapa dan produk galendo adalah pembukuan biaya yang tidak terperinci. Tujuan penelitian adalah 1) Mengetahui gambaran umum usaha pengolahan minyak kelapa dan produk galendo 2) Menganalisis biaya bersama produk minyak kelapa dan produk galendo 3) Menganalisis laba yang diperoleh usaha pengolahan produk galendo. Penelitian dilaksanakan di 5 usaha pengolahan minyak kelapa dan produk galendo dengan berbagai macam rasa yang berada di daerah Kabupaten Ciamis. Pengambilan data dimulai pada bulan Agustus sampai dengan September 2017. Sasaran penelitian yaitu usaha pengolahan minyak kelapa dan produk galendo dengan berbagai macam rasa. Metode penelitian menggunakan metode survei. Sampel dipilih secara purposive, dengan cara pengelompokan berdasarkan jumlah bahan baku. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya produk bersama dan analisis rugi-laba. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha yang dilakukan sudah dijalankan secara turun-menurun dan menghasilkan dua produk yaitu minyak kelapa sebagai produk utama, dan galendo sebagai produk samping dengan berbagai macam rasa seperti rasa original, rasa cokelat dan rasa strawberry. Analisis biaya bersama tertinggi pada produk minyak kelapa, dan biaya terendah pada produk galendo dengan rasa cokelat. Laba bersih tertinggi yang diperoleh produk galendo yaitu dengan rasa original. | Galendo is a side product made from coconut oil processed remnants as the main product which is a typical food with various flavors in Ciamis Regency. The problem with coconut oil processing and galendo products is the unspecified cost accounting. The research objectives are 1) to know the general picture of coconut oil processing business and galendo product 2) Analyze the cost of coconut oil product and galendo product 3) Analyze the profit obtained by the galendo product processing business. The research was conducted in 5 coconut oil processing business and galendo product with various flavors located in Ciamis Regency. Data collection starts from August to September 2017. The research target is coconut oil processing and galendo product with various flavors. The research method used survey method. The sample is chosen purposively, by grouping based on the amount of raw material. The analytical method used is descriptive analysis, joint product cost analysis and profit and loss analysis. The results showed that the undertakings were run down and produced two products, namely coconut oil as the main product, and galendo as a by-product with various flavors such as original flavor, chocolate flavor and strawberry flavor. The highest joint cost analysis on coconut oil products, and the lowest cost on galendo products with chocolate flavor. The highest net profit gained by galendo products is with original taste. | |
| 17865 | 20881 | H1D012059 | KETAHANAN API BATAKO RINGAN BAN BEKAS (The Fire Resistance of Lightweight Concrete Block Made of Waste of Used Tire) | Pada saat ini batako ringan banyak digunakan secara luas untuk pembangunan dinding pada bangunan. Batako ringan sendiri memiliki banyak keuntungan seperti dapat meredam suara dengan lebih baik, keseragaman ukuran dan bentuk, beratnya yang ringan, serta dapat mengurangi resiko kebakaran. Pada penelitian ini batako ringan yang diteliti adalah batako ringan yang terbuat dari semen, air, pasir, dan karet yang berasal dari limbah ban bekas. Sebagai salah satu material untuk membuat sebuah bangunan, batako ringan ini juga memiliki karakteristik tersendiri dalam mengurangi resiko kebakaran. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan antara batako ringan dengan kandungan karet yang berbeda dalam hal ketahanan api (insulasi), laju kenaikan suhu, dan juga kerusakan yang terlihat akibat pembakaran. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan masyarakat ataupun pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam penggunaan batako ringan dengan kandungan karet didalamnya. | At this moment, lightweight concrete block is widely used for construct wall in building. It has many benefit such as gives better sound insulation, uniform in size & shape, lightweight, and also can reduce risk from fire. In this paper the lightweight concrete block is made of cement, water, sand and rubber from the waste of used tires in different percentage. As one of the material for construct the building, this lightweight concrete block also have its own characteristic in reducing the risk from fire. The purpose of this research is to find out about the comparison between the concrete block with different percentage of rubber in their fire resistance (thermal insulation), the spread of temperature, and the damage received because of the fire. So the society or the government can use this research as a consideration when using lightweight concrete block that made of waste of used tire. | |
| 17866 | 20882 | H1A012026 | DESINFEKSI Echerichia coli DENGAN FOTOKATALIS TIO2-Ag-Ag2O MENGGUNAKAN LAMPU TUNGSTEN | Fotokatalis TiO2-Ag-Ag2O telah berhasil dibuat dengan menggunakan metode photodeposisi dalam penambahan Ag pada TiO2 dan menggunkan metode sonokimia dalam penambahan pektin sebagai pengontrol ukuran mesopori pada TiO2-Ag yang telah dibuat. Jumlah mol TiO2 : Ag divariasikan sebesar 100:0; 99:1; 98:2; 97:3; dan 96:4. Material ini dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Diffuse Reflectance Spectrum (DRS), Fourier Transform Infra Red (FTIR), Scanning Electron Microscope (SEM), dan Brunauer, Emmett, and Teller (BET). Hasil XRD menunjukkan adanya puncak Ag sebagai tanda bahwa Ag telah berhasil masuk pada TiO¬2 serta terbentuk Ag2O. Hasil SEM dan BET menunjukkan ukuran material mencapai ukuran mesopori dan homogen dengan sedikit aglomerasi. TiO2-Ag-Ag2O 96:4 memiliki aktivitas fotokatalitik paling tinggi dalam mendesinfeksi Escherichia coli dalam media cair di bawah lampu tungsten yang diukur menggunakan metode TPC. Persentase yang didapat yaitu sebesar 78,11 % dan dengan variasi berat 2 g/L. Peningkatan aktifitas fotkatalitik dari TiO2-Ag-Ag2O tersebut disebabkan karena adanya efek Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) dari Ag dan juga efek hetero junction dari Ag2O. | Photocatalysts TiO2-Ag-Ag2O have been successfully synthesized by using photodeposition method in addition of Ag on TiO2 and using sonokimia method in addition of pectin as mesoporous size controller on TiO2-Ag which has been made. The number of moles of TiO2: Ag is varied by 100: 0; 99: 1; 98: 2; 97: 3; and 96: 4. These materials are characterized using X-Ray Diffraction (XRD), Diffuse Reflectance Spectrum (DRS), Fourier Transform Infra Red (FTIR), Scanning Electron Microscope (SEM), and Brunauer, Emmett, and Teller (BET). The XRD results show the peak of Ag as a sign that Ag has successfully entered on TiO2 and formed Ag2O. The SEM and BET results show the size of the material reaches mesoporous and homogeneous size with slight agglomeration. TiO2-Ag-Ag2O 96: 4 has the highest photocatalytic activity in disinfecting Escherichia coli in liquid media under tungsten lamps measured using the TPC method. The increase in photocatalytic activity of TiO2-Ag-Ag2O is due to the effect of Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) from Ag and also the hetero junction effect of Ag2O. | |
| 17867 | 20883 | A1L013149 | KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KOMPONEN HASIL DAN HASIL 18 GENOTIPE KEDELAI (Glycine max L.) PADA DUA KONDISI PENCAHAYAAN | Rendahnya produksi kedelai Indonesia salah satunya disebabkan oleh periode penyinaran yang pendek. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kedelai adalah dengan menyeleksi genotipe yang adaptif pada wilayah Indonesia. Efektivitas seleksi dipengaruhi oleh nilai keragaman genetik dan heritabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas 18 genotipe kedelai pada kondisi pencahayaan 12 jam dan 16 jam, mengetahui penampilan dari 18 genotipe kedelai pada kondisi pencahayaan 12 jam dan 16 jam, dan mendapatkan genotipe yang adaptif pada kondisi pencahayaan 12 jam. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2017 sampai September 2017 di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan pecobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan genotipe kedelai sebagai perlakuan pada tiap-tiap kondisi pencahayaan. Perlakuan meliputi 18 genotipe yaitu 16 galur kedelai dan 2 vaietas kedelai. Setiap genotipe diulang sebanyak lima ulangan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah buku pada batang utama, jumlah buku total, jumlah cabang produktif, umur berbunga (R1), periode awal pengisian polong (R5), periode awal pemasakan polong (R7), jumlah polong, jumlah biji, bobot biji, bobot 100 biji, dan bobot brangkasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe kedelai yang diuji memberikan keragaman genetik yang luas dan nilai heritabilitas yang tinggi pada variabel komponen hasil dan hasil pada dua kondisi pencahayaan. Genotipe yang adaptif pada kondisi pencahayaan 12 jam adalah galur P71, PB4-2, A343, A351. | One of the cause of the low production soybean in Indonesia is short photoperiod. The efforts to increase soybean productivity is by selecting adaptive genotypes on Indonesia territory. The effectiveness of a selection is influenced by genetic variability and heritability. This research aims to understood the genetic variability and heritability of 18 soybean genotypes under 12 and 16 hours of light addition, knowing the performance of the 18 soybean genotypes under 12 and 16 hours of light addition, and get an adaptive genotype under 12 hour photoperiod. This research was conducted during May 2017 until September 2017 at the screen house Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. The experimental design used in this study is Randomized Block Design (RBD) with soybean genotype as a treatment for each lighting condition. The treatment consisted of 18 genotypes those are 16 strains and 2 varieties of soybeans. Each genotype was repeated five times. Observation variables included plant height, number of nodes on main stem, total number of nodes, number of productive branches, day of flowering (R1), initial period of pod filling (R5), pod maturation (R7), number of pods, number of seed, weight of seed, weight of 100 seeds, and weight of dry biomass. The research result showed that the tested soybean genotype gave wide genetic variability and high heritability value on the variable component of the results and the results from both lighting conditions. The adaptive genotypes under 12 hour lighting conditions are A343, P71, Indo 253, PB4-2, and Slamet. | |
| 17868 | 20868 | A1L011137 | STATUS KETERSEDIAAN UNSUR HARA P SEBAGAI DASAR REKOMENDASI PEMUPUKAN DI PERKEBUNAN KARET WILAYAH PTPN IX (PERSERO) KRUMPUT KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara P dan menentukan rekomendasi pemupukan P dilahan perkebunan karet PTPN IX Unit (Persero) Krumput, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2016. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel berdasarkan Peta penggunaan lahan, yang dibuat dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) dari Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah dan Peta Kelerengan daerah penelitian. Berdasarkan metode tersebut diperoleh 12 sebaran titik sampel dengan luas 1.400 ha. Untuk memenuhi persyaratan ketelitian dengan kriteria pemetaan tinjau mendalam, yang setiap 100 ha diwakili oleh 1 sampel, maka diperoleh 10 SL dan 12 titik sampel. Sebaran titik sampel didapatkan berdasarkan luas lahan karet daerah penelitian. Variabel yang diamati meliputi P-total, P-tersedia, C-Organik, pH H2O, KTK, dan Daya Hantar Listrik (DHL) tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan P-total dan P-tersedia di lokasi penelitian yaitu sebesar 64 (mg/100g P2O5) dan 17,3 ppm P2O5. Kandungan Pdi lokasi penelitian tergolong rendah sampai sedang berdasarkan dari beberapa titik sampel pada kedalam 1-30 cm sampai 30-60 cm yang dikompositkan. Dosis pupuk SP-36 yang dapat direkomendasikan untuk meningkatkan status hara P adalah 153,44 – 329,70 kg SP-36/ha. | The research aimed to know the contents of total-P and avalaible-P as the basis of Phosfor fertilizer recommendations on a rubber plantation of PT Nusantara Plantation IX (Persero) Krumput unit Banyumas. The research was carried out from Septemberuntil December 2016. Research was conduted base on a survey method. Determination of the sample points were based on with physiographic approach. The land Units (SL) were made by overlaying various maps including the administrative map, topographical map, map of slope map of soil types, and land use map of the area of research, that produced 12 land units. The observed variable consisted of total P, available P, bulk density (BD), particle density (PD), soil pH, DHL, the organic-C and CEC soil. The results showed that total-P and available-P was content at the study sites of 64 (mg / 100g P2O5) and 17.3 ppm P2O5. The P content in the study site is low to moderate based on several sample points within 1-30 cm to 30-60 cm which is composed. The dosage of SP-36 fertilizer which can be recommended to improve nutrient status of P is 153,44 – 329,70 kg SP-36 / ha. | |
| 17869 | 21532 | A1L014112 | UJI FORMULA CAIR Trichoderma harzianum BERBAHAN PEMBAWA TEPUNG TERIGU TERHADAP PENYAKIT REBAH KECAMBAH (Pythium sp.) PADA BIBIT MENTIMUN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) konsentrasi tepung terigu yang tepat dalam pemformulaan cair sebagai bahan pembawa terhadap pensporaan Trichoderma harzianum; 2) pengaruh T. harzianum dalam formula cair tepung terigu terhadap penyakit rebah kecambah tanaman mentimun; 3) pengaruh T. harzianum dalam formula cair tepung terigu terhadap pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, dimulai pada bulan Oktober 2017 sampai dengan Januari 2018. Pengujian in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu T. harzianum dalam medium Potato Dextrose Broth (PDB), T. harzianum berbahan pembawa tepung terigu 5, 10, 15, dan 20 g L-1. Pengujian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol (tanpa penambahan T. harzianum), T. harzianum dalam medium PDB, T. harzianum berbahan pembawa tepung terigu 5, 10, 15, dan 20 g L-1. Variabel yang diamati yaitu kepadatan konidium, kejadian penyakit, masa inkubasi, nilai luas area di bawah kurva perkembangan penyakit (AUDPC), selisih tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar akar, bobot segar tajuk, potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik dari T. harzianum adalah tepung terigu 20 g L-1, yaitu menghasilkan kepadatan konidium sebesar 3,575 x 109 konidium mL-1 secara in vitro. Formula tersebut secara in planta mampu menunda masa inkubasi sebesar 10,2 hsi dan mampu menekan kejadian penyakit sebesar 69,23% dibandingkan kontrol. Formula tersebut juga mampu meningkatkan selisih tinggi tanaman mencapai 108% dan jumlah daun 74,58% dibandingkan kontrol. Akan tetapi, semua perlakuan tidak berpengaruh terhadap panjang akar, bobot segar akar, bobot segar tajuk, potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah. | This research aimed to determine 1) the proper concentration of wheat flour carrier in the liquid formulation for Trichoderma harzianum sporulations; 2) the influence of T. harzianum on wheat flour liquid formula to suppress damping-off in cucumber; 3) on the growth of cucumber seedlings. The research was carried out at the screen house and the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from October 2017 until January 2018. Randomized Completely Design was used in in vitro test with 5 treatments and 5 replicates. The treatments were T. harzianum in Potato Dextrose Broth (PDB), T. harzianum in wheat flour of 5, 10, 15 and 20 g L-1. Randomized Block Design was used in in planta tests with 6 treatments and 5 replicates.The treatments consisted of control (without addition of T. harzianum), T. harzianum in PDB, T. harzianum in wheat flour of 5, 10, 15, 20 g L-1. Variabels observed were conidia density, incubation period, disease incidence, area under the disease progress curve (AUDPC),crop height, number of leaves, root length, root fresh weight, shoot fresh weight, maximum potential growth, and germination percentage. Result of the research showed that the best formulation of T. harzianum in vitro test was wheat flour of 20 g L-1 indicated by conidia density as 3,575 x 109 conidia mL-1. The formula on in planta test could prolong the incubation period by 10,2 days and decrease the disease incidence by 69,23% compared to control. The formula also able to increase crop height until 108% and number of leaves as 74,58% compared to control. All treatments, however, did not influence root length, root fresh weight, shoot fresh weight, maximum potential growth and germination percentage. | |
| 17870 | 21543 | A1L113049 | PENGARUH ELEVASI DAN POLA TANAM TERHADAP PRODUKSI TANAMAN SALAK (Salacca edulis Reinw.) | Penelitian bertujuan untuk: 1) mengkaji pengaruh elevasi terhadap produksi tanaman salak di Kabupaten Banjarnegara, 2) mengevaluasi pengaruh pola tanam terhadap produksi tanaman salak di Kabupaten Banjarnegara dan 3) mengkaji hubungan elevasi dan pola tanam terhadap produksi tanaman salak di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei agronomik dengan rancangan purposive random sampling. Sampel dipilih atas dasar ketinggian tempat, yang dibedakan menjadi 300 m dpl, 600 m dpl dan 900 m dpl. Setiap ketinggian tempat diambil 20 sampel tanaman pada pola tanam monokultur dan 20 tanaman pada pola tanam polikultur. Jumlah keseluruhan sampel yaitu 120 sampel. Variabel yang diamati berupa jumlah tandan buah per tanaman, bobot tandan, jumlah buah per tandan panen, bobot buah, volume buah, suhu udara, curah hujan, pH tanah dan nilai kalium tersedia tanah. Data dianalisis dengan analisis ragam tersarang. Jika berbeda nyata dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan ketinggian optimal dalam produksi salak dengan variabel berat tandan panen terdapat pada elevasi 300 m dpl. Rata-rata bobot tandan pada elevasi 1 yaitu 1,94 kg, elevasi 2 adalah 1,39 kg dan elevasi 3 yaitu 1,72 kg. Pola tanam tidak mempengaruhi bobot tandan sebagai variabel produksi. Elevasi dan pola tanam pada tanaman salak di Banjarnegara tidak terjadi interaksi. Nilai Kesetaraan Lahan (NKL) menunjukan bahwa pola tanam polikultur lebih produktif. | The research aims to: 1) evaluating the effects of the elevation against the production of salak in Banjarnegara District, 2) evaluating the effects of cropping system against the production of salak in Banjarnegara District and 3) evaluating the relation of elevation and cropping system against the production of salak in Banjarnegara District. This research was conducted using agronomic survey method with purposive random sampling design. Samples were selected on the basis an elevation, differentiated into 400 msl, 600 msl and 900 msl. Every an elevation taken 20 samples plant in monoculture cropping system and 20 samples plant in polyculture cropping system. The total sample is 120 samples. The variables observed were the number of fruit binches per plant, the bunches weight, the number of fruits per harvest bunches, the fruit weight, the fruit volume, the temperature of the air, the rainfall, the soil pH and the value of potassium available soil. The data were analyzed by nested analysis of varians design. If there a significant diffrence then followed by Least Significant Different Test (LSD). The results showed the optimal elevation in the production of salak with a variable bunches weight is 300 msl. The average weight of the bunches on elevation 1 is 1.94 kg, elevation 2 is 1,39 kg and elevation 3 is 2.23 kg. Whereas in cropping system did not affect of the bunches weight as production variable. Elevation and cropping sytem of salak plants in banjarnegara does not occur interaction. Land Equivalent Ratio (LER) showed that polikultur system more productive. | |
| 17871 | 21604 | E1A014219 | PERLUASAN PENGERTIAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA (STUDI PUTUSAN : NOMOR 8/G/2016/PTUN.YK) | Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Yogyakarta Nomor :8/G/2016/PTUN.YK, yang akan menguraikan pertimbangan hukum hakim dalam menentukan bentuk penormaan Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi objek sengketa dalam putusan tersebut, serta menguraikan badan peradilan yang berwenang melakukan pengujian terhadap objek sengketa. Penggugat dalam perkara a-quo adalah Handoko, S.H., M.Kn., M.H.Adv., Tergugatnya adalah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan objek gugatannya adalah Instruksi Wakil Kepala Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta No. K.898/I/A/1975 tanggal 5 Maret 1975 hal “Penyeragaman Policy Pemberian Hak Atas Tanah kepada Seorang WNI Non Pribumi”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penormaan objek sengketa dalam putusan Nomor 8/G/2016/PTUN.YK adalah Umum-Kongkret. Menurut Majelis Hakim, objek sengketa tersebut bukanlah suatu peraturan perundang-undangan, bukan juga KTUN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara, dan bukan perluasan pengertian KTUN serta diskresi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, melainkan merupakan suatu peraturan kebijakan (beleidsregel). Terdapat dua alternatif badan peradilan yang berwenang menguji objek sengketa a quo, yaitu Mahkamah Agung (melalui hak uji materiil, Pasal 1 angka 2 Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2011 tentang Hak Uji materiil) dan Peradilan Tata Usaha Negara (yaitu secara marginal toetsing dari aspek doelmatigheid, dengan AUPB sebagai batu ujinya). Kata kunci : Perluasan Pengertian KTUN, bentuk penormaan, beleidsregel. | This research based on the Yogyakarta State Administrative Court decision No. 8/G/2016/PTUN.YK, which will describe the judges legal considerations in determining the form of norm of the State Administrative Decree which is the object of the dispute and explains the competence of jurisdiction to examine the object of the dispute. The plaintiff in the a-quo case is Handoko, S.H., M.Kn., M.H.Adv., the defendant was the Governor of Yogyakarta Special Region and the object of the lawsuit is the Instruction of the Deputy Head of Yogyakarta Special Region No. K.898/I/A/1975 dated 5 March 1975 about “Penyeragaman Policy Pemberian Hak Atas Tanah kepada Seorang WNI Non Pribumi”. The method of this research is normative juridical which is used legislation approach, case approach, and conceptual approach. The result of the research shows that the form of object of dispute in Decision No. 8/G/2016/PTUN.YK is General-Concrete. According to the Panel of Judges, the object of the dispute is not a legislation, not the Decision of State Administration as stipulated in the Law of State Administration Court, and not an extension of the meaning of the Decision of State Administration or the discretion as referred to in Law Number 30 Year 2014 concerning Government Administration, but rather a regulatory policy (beleidsregel). There are two judicial alternatives authorized to examine the a quo dispute object, namely the Supreme Court (through the right to judicial review, Article 1 point 2 of the Supreme Court Regulation No. 1 of 2011 on the right to test material) and the State Administrative Court (ie, marginally toetsing from the doelmatigheid aspect, with AUPB as the test stone). Keywords : the extension of the definition of KTUN, form of norm, beleidsregel. | |
| 17872 | 21608 | D1E013004 | PROSES ADOPSI PENGOLAHAN LIMBAH PADA PETERNAK KAMBING DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan adopsi mulai dari kesadaran, minat, evaluasi, mencoba, dan menerapkan pengolahan limbah serta mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman dari pengolahan limbah, sekaligus mengetahui strategi untuk meningkatkan pengolahan limbah pada peternak kambing di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng. Sasaran penelitian adalah peternak kambing di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 35 peternak kambing. Hasil penelitian tahapan adopsi menunjukkan bahwa kesadaran dan minat peternak kambing dalam pengolahan limbah masih pada kategori sedang, sedangkan evaluasi dan mencoba masih rendah, tahapan adopsi pada peternak kambing masih pada tahap kesadaran dan minat. Hasil analisis SWOT, strategi yang dipilih untuk mengatasi permasalahan pada peternak kambing di Desa Melung adalah Strategi SO (strength – oportunity), yaitu meningkatkan daya guna kotoran kambing untuk dijadikan suatu produk (kompos) sehingga memiliki nilai jual dan bisa menambah pendapatan peternak, strategi WO (weakness – opportunity), yaitu memberikan pelatihan (sosialisasi) atau bimbingan kembali agar peternak bisa lebih menerapkan proses pengolahan limbah kotoran kambing, strategi WT (weakness – threats), yaitu dengan melakukan perencanaan oleh peternak untuk mengolah kotoran kambing menjadi kompos dan bisa diaplikasikan untuk kedepannya. | The study aimed to determine the steps of adoption started from awarness, interest, evaluation, trial and applied waste management, to determine the strength, weakness, opportunity and threats of waste management, and the strategy to increase waste management on goat breeders in Melung, Kedungbanteng Subdistrict and analyte with SWOT analysis (strength, weakness, opportunity, threats). The target of the study was goat breeders in Melung, Kedungbanteng Subdistrict. Determination of the sample area was done using purposive sampling in 35 goat breeders. The result of the study indicate that awarness and interest of goat breeders in waste management was moderate category, while evaluation and trial was low category, the step of adoption on goat breeders only in awarness and interest steps. The result of SWOT analysis, the strategy that was choosen to solved the problem on goat breeders in Melung was SO strategy (strength – opportunity), to increase the function of goat feces in Melung to have high trade value and can to increase income of goat breeders, WO (weakness – opportunity) strategy, socialisation or conseling to goat breeders to applied waste management process, WT (weakness – threats) strategy, to planning the goats breeders to manage goats feces to be compost and can be applied for the next. | |
| 17873 | 21981 | C1C013116 | PENGARUH E-COMMERCE, LITERASI KEUANGAN, DAN KECAKAPAN UMKM TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM PENGRAJIN TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki potensi yang besar untuk memajukan perekonomian di Indonesia. Keberlangsungan UMKM bergantung pada pendapatan UMKM itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari e-commerce, literasi keuangan, dan kecakapan UMKM terhadap peningkatan pendapatan UMKM pengrajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 unit UMKM dengan metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survey dengan alat berupa kuesioner tertutup yang didistribusikan langsung kepada pemilik atau manajer UMKM. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce, literasi keuangan, dan kecakapan UMKM secara simultan dan parsial berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan UMKM.E-commerce memiliki pengaruh terbesar terhadap peningkatan pendapatan UMKM pengrajin tahu di Desa Kalisari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi para pelaku UMKM dalam hal pengetahuan serta pengaplikasian E-commerce, Literasi Keuangan, dan Kecakapan Manajerial. Berdasarkan hasil penelitian, maka UMKM perlu memperhatikan penggunaan e-commerce sebagai faktor yang paling berkontribusi untuk meningkatkan pendapatannya. | Micro, small and medium enterprises (MSMEs) have great potential to promote the economy in Indonesia. The sustainability of MSMEs depends on MSMEs own income. This research aims to know the influence of e-commerce, finance literacy, and,skills of MSMEs to increase the income of MSMEs tofu craftsmen in the Village Kalisari District Cilongok, Banyumas. The sample in this study as many as 35 MSMEs unit with sampling method based on purposive sampling.in this study data were collected using survey method with closed questionnaires distributed directly to the owners or managers of MSMEs. The data collected were processed by using multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that e-commerce, financial literacy, and skills of MSMEs simultaneously and partially have a positive effect on increasing MSMEs revenues. E-commerce has the greatest influence on increasing the income of tofu craftsmen MSMEs in Kalisari Village. This research is expected to contribute significantly to the MSMEs in the knowledge and application of E-commerce, Financial Literacy, and Managerial Skills.Based on research results, then MSMEs need to consider the use of e-commerce as the most contributing factor to increase revenue. | |
| 17874 | 20885 | G1A014082 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GASTER TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN: UJI TOKSISITAS KRONIK | Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) merupakan tanaman obat tradisional yang sering dikonsumsi untuk meningkatkan vitalitas pria. Senyawa aktif yang terkandung di dalam akar Purwoceng memiliki potensi toksik terhadap tubuh. Toksisitas suatu zat bisa diidentifikasi dengan melihat gambaran histologi organ khususnya gaster sebagai organ absorpsi peroral. Uji toksisitas kronik oral dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan suatu obat dan menyelesaikan fase praklinik dari pengembangan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histologi gaster tikus (Rattus norvegicus) jantan yang diberikan ekstrak etanol akar purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) secara kronik. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan post-test only terhadap tikus putih jantan galur Wistar. Intervensi dilakukan pada 24 ekor tikus yang terbagi ke dalam empat kelompok secara acak yaitu kelompok kontrol (A), kelompok perlakuan dengan dosis 21 mg/kgBB/hari (B), 42 mg/kgBB/hari, dan 84 mg/kgBB/hari. Kerusakan gambaran histologi gaster dihitung menggunakan skor Barthel Manja. Rerata skor total Barthel Manja kelompok A=8,23 ± 1,53, B=7,63 ± 1,58, C=15,77 ± 1,65, D=18,2 ± 1,34. Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan kerusakan gambaran histologi yang bermana (p < 0,05). Uji Post hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok A dengan C dan D (p=0,00). Perbedaan kerusakan tidak bermakna ditemukan pada perbandingan kelompok A dan B (p=0,89). Pemberian ekstrak etanol akar purwoceng secara kronik merusak struktur histologi gaster tikus putih dengan dosis toksik minimal 42 mg/kgBB tikus/hari sedangkan dosis aman yang dapat digunakan 21 mg/kgBB/hari. | Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) is Indonesian herbal plants which can enhance male vitality. Active compounds of purwoceng roots are toxic compounds. The substance toxicity can be identified by observing the histology of organ, especially gaster. Oral chronic toxicity test is a test to detect the toxicity effect and to know drug safety. The objective of the study was to know the gaster histology of albino male rat (Rattus norvegicus) that was given ethanol extract of purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) roots by chronic administration. This study was an experimental study with post test only design. Intervention had been done during 90 days to 24 rats which was randomly divided into four groups, control group (A), treatment dosage 21 mg/kgBW/day (B), 42 mg/kgBW/day (C), and 84 mg/kgBW/day (D). The damage of gaster histology was calculated by Barthel Manja score. The mean of Barthel Manja score group A=8,23 ± 1,53, B=7,63 ± 1,58, C=15,77 ± 1,65, D=18,2 ± 1,34. One Way Anova test showed significant damage appearance (p < 0,05). Post hoc LSD test showed significant damage appearance (p<0,05) in group A with C and D, group B with C and D, and group C with D. No significant damage was found in group A and B. Chronic administration of ethanol extract of Purwoceng at dose 42 mg/kgBW/day damaged the male albino rat gaster while ethanol extract of Purwoceng at dose 21 mg/kgBW/day was a safe dose. | |
| 17875 | 20884 | A1L013133 | Pengaruh Dosis Pupuk Majemuk NPK dan Konsentrasi Kalsium Klorit (CaCl2) Terhadap Kualitas Bunga Potong Anggrek Dendrobium 'Burana strip'. | Bunga anggrek jenis Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang paling banyak digemari dan dikembangkan karena keindahan, ketahanan mekarnya bunga dalam waktu yang relatif lama, pertumbuhannya yang relatif cepat dan cara budidaya yang relatif lebih mudah dibandingkan dengan jenis anggrek yang lain seperti Phalaenopsis, Vanda, Cattleya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh dosis pupuk majemuk NPK untuk mempercepat pembungaan, 2) Pengaruh konsentrasi kalsium yang diberikan saat prapanen untuk meningkatkan kualitas pasca panen dan memperpanjang vase life bunga, 3) Interaksi antara pemberian dosis pupuk dan konsentrasi kalsium pada masa kesegaran bunga anggrek Penelitian dilaksanakan di Screen House di desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Unsoed selama 3 bulan dimulai dari bulan Agustus 2017 sampai November 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yang dicoba terdiri atas Dosis pupuk majemuk NPK: G0 (0 ml), G1 (25 ml), G2 (50 ml) dan Konsentrasi Kalsium Kolrit (CaCl2): C0 (0 ppm), C1 (40 ppm), C2 (80 ppm) dan C3 (120 ppm), sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan percobaan diulang tiga kali. Variabel yang diamati yaitu: panjang tangkai bunga, total jumlah kuntum bunga, jumlah daun, jumlah dan persentase kuntum bunga mekar, jumlah dan persentase kuntum bunga layu, jumlah dan persentase kuntum bunga gugur, masa kesegaran bunga (vase life) dan volume larutan terserap. Data pengamatan dianalisis dengan uji F dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian ini tidak memberikan pengaruh terhadap kecepatan pembungaan dan dalam menjaga kualitas serta masa kesegaran bunga anggrek Dendrobium ’Burana strip. | Dendrobium orchid is one of the most popular orchids and is developed because of its beauty, its flowering resistance in a relatively long time, its relatively fast growth and the way of cultivation is relatively easier compared to other types of orchids such as Phalaenopsis, Vanda, Cattleya , Cymbidium, Oncidium, Aranda and Arachnis. This research aims to know: 1) Influence of dosage of NPK compound fertilizer to accelerate flowering, 2) Effect of calcium concentration given during preparing to improve post harvest quality and cost of vase, 3) Interaction between fertilizer dosage and concentration during freshness of orchid flower. The research was conducted at Screen House in Banjarsari Kulon Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency and Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture Unsoed for 3 months starting from August 2017 until November 2017. The experiment design used was Randomized Block Design with two factors tried Calcium Cholesterol Consumption (CaCl2): C0 (0 ppm), C1 (40 ppm), C2 (80 ppm) and. C3 (120 ppm), so there are 12 treatment combinations and the experiment is repeated three times. Variables that are: length of flower stalk, number of flower buds, number of leaves, number and percentage of flowers bloom, number and percentage of flowers withered flowers, number and percentage of flowers, period and. Data were analyzed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) test at 5% error level.The results of this study indicate the presence of NPK compound fertilizer and calcium chlorite concentration (CaCl2) has no effect on the flowering rate and in maintaining the quality as well as the freshness of Dendrobium 'Burana strips. | |
| 17876 | 20887 | B1J013206 | KULTUR Navicula sp. MENGGUNAKAN MEDIA LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI AWAL NaCl | Kultur mikroalga Navicula sp. dapat dikembangkan dengan memanfaatkan limbah sebagai media pertumbuhannya karena sifat dari mikroalga yang mudah beradaptasi untuk tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan. Kandungan bahan organik dari limbah cair tapioka yang terurai oleh mikroorganisme menjadi bahan anorganik sederhana dapat dimanfaatkan oleh Navicula sp. Kultur pertumbuhan Navicula sp. dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya berupa salinitas yang berkaitan dengan kemampuan Navicula sp. untuk mempertahankan tekanan osmotik antara protoplasma dengan lingkungan hidupnya dengan menghasilkan lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi awal NaCl terhadap pertumbuhan Navicula sp., konsentrasi NaCl awal yang optimal dan kandungan lipid Navicula sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), perlakuan berupa perbedaan konsentrasi awal NaCl dengan konsentrasi 0; 22,5; 25; 27,5; 30; 32,5; 35 dan 37,5 ppt, dengan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil tertinggi pada perlakuan kontrol (0 ppt) menghasilkan 6,04x104 sel/ml. Konsentrasi NaCl yang semakin tinggi pada media limbah cair tapioka berpengaruh menurunkan pertumbuhan mikroalga Navicula sp. Perlakuan konsentrasi awal NaCl tidak menghasilkan pertumbuhan sel mikroalga Navicula sp. yang optimal. Adanya penambahan konsentrasi awal NaCl 22,5 ppt berpengaruh pada kandungan lipid Navicula sp. dengan hasil tertinggi yaitu 6,7 mg. | Microalgae Navicula sp. can be developed by using tapioca liquid waste as its growth medium due to the nature of microalgae that easily adapted for growth on a wide range of environmental conditions. Tapioca liquid waste contains the organic matter substances are broken down by microorganisms into simple inorganic materials, where it can be used for Navicula sp. The growth of Navicula sp. culture influenced by environmental factors, one of them are salinity that related Navicula sp. ability to maintain osmotic pressure between the protoplast with its environment by produced some lipids. This research aims to know the influence of the initial early concentration of NaCl towards Navicula sp., an optimal initial early concentration of NaCl and lipid content of Navicula sp. This research method used completed random design experiments (RAL), the treatment in the form of the initial early concentration difference NaCl as 0; 22,5; 25; 27,5; 30; 32,5; 35 dan 37,5 ppt, with each treatment was repeated 3 times. The results pointed out that the experiment of control (0 ppt) had higher result 6,04x104 cells/ml. The higher of concentration NaCl in tapioca liquid water medium could reduce the growth of microalgae Navicula sp. The initial early concentration of NaCl did not produce the optimum growth of cells microalgae Navicula sp. The addition of the initial early concentration of NaCl 22,5 ppt effected on the lipid content of Navicula sp. with the highest results 6,7 mg. | |
| 17877 | 21533 | E1A112036 | PENERAPAN PASAL 251 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG (KUHD) DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 560 K/Pdt.Sus/2012 | Asuransi adalah lembaga atau salah satu upaya yang ditempuh seseorang untuk melimpahkan risiko, seperti kecelakaan, kematian atau gangguan kesehatan. Salah satu prinsip yang harus dipegang dalam asuransi terdapat dalam Pasal 251 KUHD adalah prinsip itikad baik (utmost goodfaith). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan Pasal 251 KUHD yaitu tentang prinsip itikad baik antara tertanggung dan penanggung dalam melaksanaan perjanjian asuransi terkait dengan pelanggaran terhadap prinsip itikad baik dengan menyembunyikan fakta atau informasi yang sebenarnya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Spesifikasi penelitian adalah Deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Metode penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, Alm. Mardi Simarmata tidak memiliki itikad baik terhadap PT. Avrist Assurance dengan tidak melaksanakan kewajibannya berdasarkan Pasal 251 KUHD yaitu memberikan keterangan yang sebenar-benarnya tentang penyakit yang sudah dideritanya baik dalam penutupan asuransi maupun pemulihan asuransi. Berdasarkan perjanjian asuransi maka perjanjian antara PT. Avrist Assurance dan Alm. Mardi Simarmata adalah batal, yaitu segala sesuatu harus dikembalikan dalam keadaan seperti semula sebelum terjadinya perjanjian asuransi tersebut. | Insurance is an institution or one of the efforts taken by someone to delegate the risk, such as accident, death or health problems. One of the principles that must be held in the insurance contained in Article 251 KUHD is the principle of good faith (utmost goodfaith) .The purpose of this study is to determine the extent to which the application of Article 251 KUHD is about the principle of good faith between the insured and the insurer in the implementation of insurance agreements related to the offense to the principle of good faith by hiding facts or actual information. The approach method used in this research is the normative juridical method. The research specification is Descriptive. Sources of data used in this study are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Data collection method in this research is literature study. The method of data presentation used in this research is the presentation of data in the form of narrative text and arranged systematically. Based on the results of research shows that, Alm. Mardi Simarmata has no good faith in PT. Avrist Assurance by not carrying out its obligations under Article 251 KUHD which is to provide true information about the illness that has been suffered both in insurance coverage and insurance recovery. Based on the insurance agreement between PT. Avrist Assurance and Alm. Mardi Simarmata is void, that everything must be returned in the same state as before the insurance agreement. | |
| 17878 | 21558 | F1D013005 | PENENTANGAN MASYARAKAT KABUPATEN TASIKMALAYA TERHADAP PASANGAN UU RUZHANUL ULUM DAN ADE SUGIANTO SEBAGAI CALON TUNGGAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2015 | Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penentangan masyarakat dan sebab-sebab bisa terjadi penentangan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya terhadap pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto sebagai calon tunggal pada pemilihan kepala daerah tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstuktivisme khususnya non-positivisme serta menggunakan perspektif strukturalis dan pendekatan studi kasus. Sementara dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis data menggunakan analisa kualitatif deskriptif dengan model analisis interaktif. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi data sumber. Di dalam landasan teori penelitian ini menggunakan teori pemilihan kepala daerah, kontestasi politik lokal, partisipasi politik, dan incumbent atau petahana. Hasil penelitian ini mengungkapkan proses penentangan dari elit, kiai, dan masyarakat terhadap pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto sebagai calon tunggal. Penentangan ini awal mula akibat Uu muncul sebagai calon pada pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Penentangan dilakukan oleh tiga kalangan, yaitu kalangan elit politik, kiai/ulama, dan masyarakat. Kalangan elit dimotori oleh Tatang Farhanul Hakim dan Ruhimat. Disamping itu, Tatang juga mendapat intruksi dari ketua DPP PPP kubu Djan Farid untuk mengugurkan Uu dalam pilkada Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015. Selanjutnya Tatang membentuk kelompok rombongan masyarakat tidak setuju (Romantis). Namun penentangan juga dilakukan oleh masyarakat yang dilakukan secara inisiatif tanpa ikut dalam kelompok romantis. Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya di berbagai kecamatan melakukan aksi demo penentangan terhadap Uu Ruzhanul Ulum. Sehingga kelompok romantis dan masyarakat melakukan berbagai aksi demo untuk menentang figur Uu. Selanjutnya setelah penghitungan suara yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Tasikmalaya, bahwa pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto dinyatakan menang. Namun, penentangan tetap berlanjut ke tahap melakukan gugatan ke MK dengan mengugat hasil perolehan suara. Walaupun pada akhirnya penentangan dari masyarakat ini berhenti karena langkah terakhir penentangan mengalami kekalahan dan gagal. Meskipun hasil akhir yang di dapatkan sesuai harapan, namun setidaknya masyarakat sudah cerdas dalam memilih. Dalam hal ini, masyarakat menginginkan figur lain sebagai bupati selain figur Uu Ruzhanul ulum. Jadi inti persoalan-persoalan terkait dengan Uu ini, bahwa tatang ini menginisiasi masyarakat. Situasi ini bersamaan dengan situasi yang sama yang melingkupi elit-elit agama dan juga masyarakat. Sehingga bisa diartikan bahwa aksi penentangan itu bersifat elitis. Namun, disisi lain penentangan ini diakibatkan karena adanya deprivasi atau kekecewaan dari masyarakat terhadap Uu Ruzhanul Ulum. | In general, this study aims to understand the process of community opposition and the causes the opposition of the Tasikmalaya district community to Uu Ruzhanul Ulum and Ade Sugianto as the sole candidate for regional head election of 2015. The method that used in this research are qualitative research method by using paradigm constructivism especially non-positivism and used structuralist perspective and case study approach. While in the selection of informants, researchers used purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection in this research used an observation techniques, in-depth interviews, and documentation. While for the technique of data analysis researcher used descriptive qualitative analysis with interactive analysis model. The validity of this research data used triangulation of source data. In the theoretical basis of this study used the theory of elections of regional heads, local political contestation, political participation, and incumbent or petahana. The results of this study reveal the process of opposition from the public against a pair of single candidate. This initial opposition due to Uu emerged as a candidate in the elections Tasikmalaya. Opposition is made by the elite, kiai/ulama, and society. The elite is driven by Tatang and Ruhimat. Addition, Tatang also received instructions from chairman of DPP PPP Djan Farid camp ro abort Uu in elections 2015. Tatang then formed a group of community members disagree (romantis). The people of Tasikmalaya district in various sub-district held a demonstration against Uu Ruzhanul Ulum. Then after the vote count conducted by KPUD, that Uu Ruzhanul Ulum pair won. However, the opposition continues to stage the lawsuit to Constitutional Court by suing the results of vote acquistion. Although in the end the opposition of tehis society stopped because the last step of opposition by using the result of vote to the Constitutional Court experienced failure and defeat. Although the end result may not be as expected, but at least the community has been smart to select and evaluate the regent in previous period. In this case, people want other figures to come forward as regents. So the core issues related to Uu that will be explained by Tatang initiated the society. This situation coincides with the same situation that surrounds the religion elites and also society. So it can be interpreted that the action of opposition is elitist. However, on the other hand this opposition resulted from the devrivation or disappointment of the people against Uu Ruzhanul Ulum. | |
| 17879 | 20889 | G1A014015 | Perbedaan Kadar Kortisol Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Pasca Induksi Berbagai Model Stres Sleep Deprivation | Latar Belakang: Sleep deprivation menimbulkan stres biologis pada tubuh dan gangguan pada aksis HPA sehingga meningkatkan sekresi hormon kortisol. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kortisol pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation pada hewan coba. Desain Penelitian: Metode penelitian adalah true eksperimental dengan post test only with control group design dengan jumlah sampel sebanyak 25 ekor Rattus norvegicus strain Wistar jantan yang dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol, Paradoxical Sleep Deprivation (PSD), Total Sleep Deprivation (TSD), PSD dengan Sleep Recovery (SR), dan TSD dengan SR. Hasil: Kadar kortisol diukur dengan metode ELISA dan terdapat peningkatan signifikan rerata kortisol (p<0,005; Kruskal Wallis) yaitu pada kelompok kontrol (22.2124) ng/ml, PSD (55.2256) ng/ml, TSD (56.2302) ng/ml, PSD dengan SR (44.8412) ng/ml, dan TSD dengan SR (44.8412) ng/ml. Hasil uji post-hoc menunjukkan perbedaan bermakna antarkelompok (p<0,005; Mann-Whitney) pada kelompok kontrol dengan PSD, kelompok kontrol dengan TSD, kelompok kontrol dengan PSD dan SR, dan kelompok kontrol dengan TSD dan SR. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kadar kortisol pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation pada tikus putih jantan strain Wistar. | Background: Sleep deprivation is biological stress that alters HPA axis so that increases cortisol secretion. Objective: The aim of this study was to analyze the difference of cortisol levels after induction of stress model sleep deprivation in rats. Design: The method was an true experimental with post test only with control group design, 25 male Rattus norvegicus strain Wistar divided randomly into 5 groups: control group, paradoxical sleep deprivation (PSD), total sleep deprivation (TSD), PSD continued with sleep recovery (SR), and TSD continued with SR. Results: Cortisol levels was measured by ELISA method and there was significant increase (p<0,005; Kruskal Wallis) of cortisol levels in control group (22.2124) ng/ml, PSD (55.2256) ng/ml, TSD (56.2302) ng/ml, PSD continued with SR (44.8412) ng/ml, and TSD continued with SR (44.8412) ng/ml. Post-hoc test showed significant differences between groups (p<0,005; Mann-Whitney) namely in control group with PSD, control group with TSD, control group with PSD continued with SR, and control group with TSD continued with SR. Conclusion: This study concluded that there was significance differences of cortisol levels after induction of stress model sleep deprivation of male Rattus norvegicus strain Wistar. | |
| 17880 | 20890 | A1C013040 | Perhitungan Harga Pokok Produk Bersama Kacang Bogares di Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal | Salah satu komoditas pertanian yang dapat dikembangkan untuk orientasi agribisnis adalah kacang tanah. Kacang bogares merupakan salah satu olahan kacang tanah tanpa kulit keras yang disangrai menggunakan pasir dan dicampur dengan tiga varian rasa, yaitu rasa original, rasa asin gurih dan bawang putih. Desa Bogares Kidul merupakan sentra pengolahan kacang bogares di Kabupaten Tegal. Permasalahan pada industri kacang bogares adalah pembukuan biaya tidak terperinci. Tujuan penelitian pada industri di Desa Bogares Kidul adalah 1) Mengetahui gambaran umum industri kacang bogares 2) Menghitung harga pokok produk bersama kacang bogares 3) Menghitung laba bersih kacang bogares. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Pengambilan data dimulai dari tanggal 01 Maret sampai 31 Mei 2017. Sasaran penelitian yaitu industri yang memproduksi kacang bogares rasa original, rasa asin gurih, dan rasa bawang putih. Pemilihan tempat dan sampel industri dipilih secara purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya produk bersama, analisis biaya proses produksi lanjutan, harga pokok produk bersama, laba bersih, dan R/C ratio. Hasil analisis menunjukkan Desa Bogares Kidul memiliki lima industri yang mengolah kacang bogares dengan tiga macam rasa (original, asin gurih, dan bawang putih) dengan ukuran kemasan yang berbeda, yaitu industri Ceria (0,20 kilogram, 0,25 kilogram, 0,50 kilogram, dan 1 kilogram), industri Berkah Cahaya (0,25 kilogram, 0,50 kilogram, dan 5 kilogram), industri Kurdi Bois (0,15 kilogram, 0,25 kilogram, 0,50 kilogram, 1 kilogram, dan 5 kilogram), industri Rapi (0,25 kilogram, 0,50 kilogram, 1 kilogram), dan industri Wiryadi Putri (0,25 kilogram, 0,50 kilogram, 1 kilogram, dan 5 kilogram). Harga pokok produk bersama kacang bogares paling rendah adalah kacang bogares rasa original dengan ukuran kemasan 0,20 kilogram pada industri Ceria, 5 kilogram pada industri Berkah Cahaya, 5 kilogram pada industri Kurdi Bois, 1 kilogram pada industri Rapi, dan 5 kilogram pada industri Wiryadi Putri. Laba bersih kacang bogares tertinggi adalah kacang bogares rasa asin gurih dengan ukuran kemasan 1 kilogram pada industri Ceria, 5 kilogram pada industri Kurdi Bois, 1 kilogram pada industri Rapi, dan 5 kilogram pada industri Wiryadi Putri, sedangkan pada industri Berkah Cahaya laba bersih tertinggi adalah kacang bogares rasa bawang putih pada ukuran kemasan 5 kilogram. | One of the agricultural commodities that can be developed for agribusiness orientation is peanut. Bogares nut are one of the processed roasted peanuts using sand and mixed with some flavors, that is salty savory and garlic flavor. Bogares Kidul Village is a bogares nut processing center in Tegal regency. The problem with the bogares nut industry is the cost accountancy that not accounted in detail. The objectives of this research on industries in Bogares Kidul Village is 1) To know the general description of the bogares nut industry 2) To calculate the joint cost of goods manufactured of bogares nuts 3) To calculate the net profit of bogares nuts. This research is conducted in Bogares Kidul Village, Pangkah District, Tegal Regency. The data collection begins on March 1st to May 31th, 2017. The research target are industries producing original bogares nut, savory taste, and garlic flavor. Samples are taken by purposive sampling. The method of analysis used is the analysis of joint production cost, advanced process cost, joint cost of goods manufactured, net profit, and R/C ratio analysis. The results of the analysis conclude that Bogares Kidul Village has five industries that process bogares nuts with three kinds of flavors (original, salty savory, and garlic) with different packaging sizes, which is Ceria industry (0.20 kilogram, 0.25 kilogram, 0.50 kilogram, and 1 kilogram), Berkah Cahaya industry (0.25 kilogram, 0.50 kilogram, and 5 kilogram), Kurdi Bois industry (0.15 kilogram, 0.25 kilogram, 0.50 kilogram, 1 kilogram , and 5 kilogram), Rapi industry (0.25 kilogram, 0.50 kilogram, 1 kilogram), and Wiryadi Putri industry (0.25 kilogram, 0.50 kilogram, 1 kilogram and 5 kilogram). The lowest joint cost of goods manufactured bogares nut was the original flavored bogares with 0.20 kilogram packaging size in Ceria industry, 5 kilogram in Berkah Cahaya industry, 5 kilogram in Kurdi Bois industry, 1 kilogram in Rapi industry and 5 kilogram in Wiryadi Putri industry. The highest highest net profit on bogares nut industry was savory salty flavored bogares nut with 1 kilogram packing size in Ceria industry, 5 kilogram in Kurdi Bois industry, 1 kilogram in Rapi industry, and 5 kilogram in Wiryadi Putri industry, while in Berkah Cahaya industry the highest net profit was garlic flavored bogares nut with 5 kilogram packing size. |