Artikelilmiahs
Menampilkan 17.761-17.780 dari 50.034 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17761 | 21978 | F1D011061 | POLITIK LINGKUNGAN DAN PARIWISATA: PENGEMBANGAN WISATA HUTAN MANGROVE DI KAWASAN LAGUNA SEGARA ANAKAN KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini membahas pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap dalam kerangka politik lingkungan dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan upaya dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan; 2) mengetahui dan menjelaskan pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan; 3) memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan. Dengan berlokasi di wilayah Kabupaten Cilacap, situs penelitian ini meliputi Kawasan Laguna Segara Anakan yang berada di Kecamatan Kampung Laut. Hasil penelitian mengungkapkan kenyataan bahwa kegiatan politik lingkungan dan pariwisata melalui pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap dengan cara mengembangkan produk wisata, sumber daya manusia, promosi, dan infrastruktur. Dalam hal ini aktor-aktor yang terlibat adalah: 1) Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelolaan Sumber Daya Kawasan Segara Anakan; 2) kelompok tani; 3) kelompok sadar wisata; dan 4) swasta. Namun demikian, dari aktor-aktor yang terlibat tidak saling terkoordinasi dan berjalan masing-masing. Sedangkan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Segara Anakan. Faktor-faktor pendukung tersebut adalah: 1) Potensi alam yang dimiliki hutan mangrove Segara Anakan; 2) Letak Kawasan Laguna Segara Anakan yang strategis; 3) Kebijakan yang dikeluarkan Pemda Cilacap; 4) Adanya laboratorium mangrove di Desa Ujung Alang. Selain itu terdapat faktor yang menghambat pengembangan wisata hutan mangrove Segara Anakan. Faktor penghambat tersebut adalah 1) Tidak saling terkoordinasinya antar aktor yang terlibat dalam upaya pengembangan; 2) Permasalahan lingkungan yakni sedimentasi perairan Segara Anakan; 2) Banyaknya sampah di perairan Segara Anakan; 3) Penggunaan Jaring Apung; 4) Penebangan Liar Hutan Mangrove; 5) Permasalahan SDM ; 6) Belum adanya Kebijakan Khusus dari Pemda Cilacap; 7) tarik ulur kepentingan terkait permasalahan status Pulau Nusakambangan. | This study discusses the development of mangrove forest tourism in Laguna Segara Anakan area of Cilacap Regency within the framework of environmental politics and tourism. This study aims to: 1) understand and describe efforts in the development of mangrove forest tourism in Segara Anakan Lagoon Area; 2) to know and explain the parties involved in the development of mangrove forest tourism in Segara Anakan Lagoon Area; 3) understand and explain the factors that support and inhibit in the development of mangrove forest tourism in Laguna Anakan Lagoon Area. Located in Cilacap Regency, this research site covers Segara Anakan Lagoon Area located in Kampung Laut Sub-district. The results revealed the fact that the political activities of the environment and tourism through the development of mangrove forest tourism in Laguna Segara Anakan area of Cilacap Regency by developing tourism products, human resources, promotion, and infrastructure. In this case the actors involved are: 1) Fisheries Department of Marine Affairs and Resource Management of Segara Anakan Area; 2) farmer groups; 3) the tourism conscious group; and 4) private sector. However, the actors involved are not coordinated and run individually. While the supporting and inhibiting factors in the development of mangrove forest tourism in Segara Anakan Area. Supporting factors are: 1) Natural potency owned by Segara Anakan mangrove forest; 2) The location of Laguna Segara Anakan strategic area; 3) Policies issued by Cilacap Government; 4) The existence of mangrove laboratory in Ujung Alang village. In addition there are factors that hinder the development of mangrove forest tourism Segara Anakan. The inhibiting factors are 1) No mutual coordination between the actors involved in the development effort; 2) Environmental problems ie sedimentation of Segara Anakan waters; 2) the amount of waste in Segara Anakan waters; 3) Floating Net Usage; 4) Illegal Logging of Mangrove Forest; 5) Human resource issues; 6) The absence of Special Policies from Cilacap Local Government; 7) the dragging of interests related to the status of Nusakambangan Island. | |
| 17762 | 20786 | H1A013040 | FORMULASI SABUN CAIR ANTIOKSIDAN DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAGING BUAH KETAPANG (Terminalia catappa L.) SERTA UJI AKTIVITASNYA DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil) | Permintaan masyarakat terhadap sabun dari bahan alami yang semakin meningkat, mendorong dilakukannya inovasi penelitian guna mensintesis sabun cair antioksidan berbahan dasar minyak biji nyamplung (C. Inophyllum L.) dengan penambahan zat aktif antioksidan dan pewangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sabun cair antioksidan terbaik yang sesuai SNI 06-4085-1996 dan aktivitas antioksidannya setelah ditambahkan zat antioksidan dari fraksi etil asetat daging buah ketapang (T. Catappa L.) dan pewangi dari minyak atsiri biji kapulaga (A. Compactum) pada beberapa variasi konsentrasi. Selanjutnya dilakukan uji hedonik untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap sabun cair formulasi terbaik. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pembuatan sabun dengan metode saponifikasi, karakterisasi sabun sesuai SNI 06-4085-1996, penentuan formulasi sabun terbaik berdasarkan metode indeks efektivitas dan uji aktivitas antioksidan sabun cair dilakukan dengan penentuan nilai IC50 menggunakan metode DPPH yang diukur absorbansinya dengan Spektrofotometer pada panjang gelombang 516,8 nm serta uji hedonik sabun cair formulasi terbaik dengan parameter warna, aroma, busa, daya bersih dan efek setelah penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun yang memiliki karakteristik terbaik sesuai SNI 06-4085-1996 adalah sabun dengan kadar antioksidan 1% dan pewangi 3% (FA1P2). Karakteristik sabun cair FA1P2 menunjukkan jumlah asam lemak sebesar 59,14%; asam lemak bebas sebesar 0,82%; lemak yang tidak tersabunkan sebesar 4,24%; pH sebesar 9,25; stabilitas busa sebesar 83,06% dan bobot jenis sebesar 1,0262. Hasil uji aktivitas antioksidan dari sabun cair FA1P2 mempunyai nilai IC50 sebesar 79,51 ppm. Tingkat kesukaan panelis terhadap sabun cair FA1P2 menunjukkan hasil suka. | The increasing demand of soap from natural materials encourage research innovation to synthesize antioxidant liquid soap nyamplung (C. inophyllum L.) seed oil as basic ingredients of soap, with addition of active substances such as antioxidant and fragrance. This research aims to determine best formulation of liquid soap according to SNI 06-4085-1996 and its antioxidant activity after addition from ethyl acetate fraction of the ketapang (T. Catappa L.) mesocarp and fragrance from kapulaga (A. compctum) seed oil at various concentrations. Then, a hedonic test was conducted to knowing the panelist's preference towards the liquid soap with the best formulation. This research has been done through several stages of soap making with saponification method, soap characterization according to SNI 06-4085-1996, determination of best formulation of liquid soap based on the effectiveness index method and antioxidant activity test of liquid soap, it’s done with IC50 determination by DPPH absorbance measured with spectrophotometer at a wavelenght in 516.8 nm and hedonic test using some parameters such as colour, aroma, foam, clean power and effects after being used. The results showed that the best characteristic soap according to SNI 06-40851996 was soap with 1% antioxidant content and 3% fragrance (FA1P2). The FA1P2 liquid soap characteristic showed total fatty acid 59.14%, free fatty acid 0.82%, unsaponification fatty 4.24%, pH value 9.25, foam stability 83.06%, and weight of type 1.0262. The results of the antioxidant activity test of the FA1P2 liquid soap showed IC50 about 79,51 ppm. The panelist favorite level of the FA1P2 liquid soap showed like. | |
| 17763 | 21536 | C1C014033 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA DAN BURSA EFEK MALAYSIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leverage, financial distress, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, dan komisaris independen terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Efek Malaysia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Malaysia (BEM) periode 2014-2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 23 perusahaan Indonesia dan 24 perusahaan Malaysia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi di Indonesia; (2) leverage berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap konservatisme akuntansi di Malaysia; (3) financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi di Indonesia dan Malaysia; (4) ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi di Indonesia dan Malaysia; (5) kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap konservatisme akuntansi di Indonesia dan Malaysia; (6) komisaris independen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap konservatisme akuntansi di Indonesia dan Malaysia. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu untuk meningkatkan konservatisme akuntansi perusahaan sebaiknya mengurangi penggunaan modal dari pihak eksternal, selalu memperhatikan kondisi keuangan perusahaan, memperhatikan jumlah aset yang dimiliki, serta memperhatikan peningkatan jumlah kepemilikan manajerial dan jumlah komisaris independen. | This study aims to determine the effect of leverage, financial distress, company size, managerial ownership, and independent commissioners to accounting conservatism at manufacturing companies in Indonesia Stock Exchange and Malaysia Stock Exchange. The population in this study are all manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) and Malaysia Stock Exchange (MYX) period 2014-2016. The sampling technique used purposive sampling to get a sample of 23 Indonesian companies and 24 Malaysian companies. Data analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that: (1) leverage has a negative and significant effect on accounting conservatism in Indonesia; (2) leverage has a negative and insignificant effect on accounting conservatism in Malaysia; (3) financial distress has a positive and significant influence on accounting conservatism in Indonesia and Malaysia; (4) firm size has a positive and significant impact on accounting conservatism in Indonesia and Malaysia; (5) managerial ownership has a negative and insignificant effect on accounting conservatism in Indonesia and Malaysia; (6) independent commissioners have a negative and insignificant effect on accounting conservatism in Indonesia and Malaysia. The implications of the above conclusions are to improve the accounting conservatism of enterprises should reduce the use of capital from external parties, always pay attention to the financial condition of the company, pay attention to the amount of assets owned, and pay attention to the increase in managerial ownership and the number of independent commissioners. | |
| 17764 | 20790 | B1J013098 | EFEKTIVITAS CARA PEMBERIAN PROBIOTIK Bifidobacterium sp. TERHADAP POPULASI BAKTERI PADA FESES DAN DIFFERENTIAL LEUKOCYTES PADA MENCIT BALB/C | Bifidobacterium merupakan salah satu dari tiga jenis bakteri yang berpotensi sebagai mikroba probiotik yang bermanfaat secara klinik. Bifidobacterium sp. memiliki aktivitas antibakteri terhadap mikroba patogen. Bifidobacterium sp. merupakan bakteri anaerob, Gram positif, tidak membentuk spora, nonmotil, berbentuk batang. Salah satu cara untuk menjaga jumlah sel probiotik tetap hidup sampai pada sistem pencernaan tubuh adalah dengan memberikanya physical barrier dengan menggunakan metode spray dan metode enkapsulasi. Manfaat pemberian probiotik antara lain mencegah diare, serta memberikan efek terhadap sistem imun. Mikroflora pada feses menggambarkan komposisi mikroorganisme yang terdapat pada usus halus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian probiotik Bifidobacterium sp. dengan metode spray dan metode enkapsulasi terhadap populasi bakteri pada feses, dan differential leukocytes mencit Balb/c serta mengetahui cara dan lama pemberian yang paling efektif dalam pemberian probiotik Bifidobacterium sp. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental RAL pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Bifidobacterium sp. dijadikan kultur untuk metode spray dan kultur untuk metode pembuatan pelet terenkapsulasi probiotik. Probiotik diberikan kepada hewan uji mencit selama 21 hari. Pemberian Bifidobacterium sp. tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah bakteri asam laktat pada feses mencit. Pada medium PCA keanekaragaman populasi bakteri secara umum menurun jumlahnya setelah pemberian Bifidobacterium sp. Populasi bakteri patogen yaitu Eschericia coli dan Salmonella typhi mengalami penurunan tiap minggunya, namun E. coli sebagai mikroflora normal dalam pencernaan masih normal jumlahnya. Pemberian Bifidobacterium sp. memberikan pengaruh terhadap differential leukocytes khususnya pada Limfosit yang jumlahnya meningkat, dan jumlah neutrofil, eosinofil, dan basofil yang menurun, sedangkan pada presentase monosit tidak berpengaruh nyata. Cara pemberian Bifidobacterium sp. yang paling efektif yaitu dengan metode enkapsulasi dan diberikan sampai pada minggu ke-3. | Bifidobacterium is one of three types of bacterias that has potential as probiotic which clinically used. Bifidobacterium sp. has antibacterial activity against pathogenic microbes. Bifidobacterium sp. is anaerobic bacteria, Gram positive, has no spores, nonmotil, and has rod-shaped. The probiotic cell number can be maintained and viable until arrived in digestive system to provide a physical barrier using spray method and encapsulation method. The benefits of probiotics include preventing diarrhea, as well as providing effects on the immune system. The microflora of the feces illustrates the composition of microorganisms that present in small intestine. The purpose of this research are to know the influence of probiotics Bifidobacterium sp. with spray method and encapsulation method in population of bacteria in feces and differential leucocytes of Balb / c mice and to know the most effective way and duration of giving probiotic Bifidobacterium sp. This research was conducted by experimental method with Completely Randomized Design by Factorial that consist of 2 factors and 3 repeats. Bifidobacterium sp. was cultured for spray method and probiotic encapsulated pellet production. Probiotics were given to mice for 21 days. Number of lactic acid bacteria after treatment of Bifidobacterium sp. in mice had no real effect. In the PCA medium, bacterial diversity in general decreases in number after treatment of Bifidobacterium sp. The population of pathogenic bacterias E.coli and S.typhi decreased every week, but E. coli as normal microflora in digestion was normal. Treatment of Bifidobacterium sp. gave significant effect on leukocyte differentials especially in increasing lymphocytes, and decreasing numbers of Neutrophils, eosinophils, and basophils. While the percentage of monocyte had no significant effect. Encapsulation method and given until the 3rd week were the most effective for result. | |
| 17765 | 20791 | G1A014038 | HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA LANSIA DI DESA KARANGKLESEM KECAMATAN KUTASARI PURBALINGGA | Seiring meningkatnya usia, tingkat aktivitas fisik pada lansia semakin menurun. Inaktivitas fisik merupakan penyebab keempat mortalitas lansia di dunia dan meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis. Ankle Brachial Index (ABI) merupakan metode non-invasif deteksi aterosklerosis dan dijadikan gold standard diagnosis Peripheral Artery Disease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik terhadap nilai ABI pada lansia di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Empat puluh dua lansia berusia ≥ 65 tahun diambil menjadi subjek penelitian melalui teknik consecutive sampling. Subjek penelitian mengisi kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan diukur tekanan darah sistolik ankle dan brachial menggunakan vascular doppler ultrasound untuk mengetahui nilai ABI. Berdasarkan uji korelasi Pearson, hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat aktivitas fisik terhadap nilai ABI pada lansia dengan nilai p=0,569 (p>0,05). Rerata tingkat aktivitas fisik berdasarkan kuesioner PASE adalah 18,10 ± 5,20. Rerata nilai ABI adalah 1,08±0,14. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan tingkat aktivitas fisik terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada lansia di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga. | Elderly physical activity progressively declines as their age. Physical inactivity ranks fourth among the elderly mortality causes in the world, and it increases the risk of atherosclerosis. Ankle Brachial Index (ABI) is a non-invasive method to detect atherosclerosis, and it is used as the gold standard to diagnose Peripheral Artery Disease. This study aims to understand the correlation between physical acivity and ABI on elderly in Karangklesem of Kutasari Purbalingga. This cross-sectional study included 42 subjects aged ≥ 65 years old chosen using consecutive sampling method. The subjects’ physical activity was scored using Physical Activity Scale for Elderly (PASE) questionnaire and the subjects’ ankle-brachial systolic pressure were measured using vascular doppler ultrasound to calculate the ABI value. Using Pearson correlation test, there was no correlation found between physical activity and ABI on elderly with p value=0,569 (p>0,05). The physical activity based on PASE questionnaire resulted in a mean of 18,10 ± 5,20. The ABI value resulted in a mean of 1,08±0,14. There was no correlation between physical activity and Ankle Brachial Index (ABI) on elderly in Karangklesem of Kutasari Purbalingga. | |
| 17766 | 20792 | B1J013089 | MIKROFOSIL BERBASIS SILIKA SEBAGAI BUKTI REKONSTRUKSI PERUBAHAN PALEOEKOLOGI KALA PLEISTOSEN LAPISAN DIATOMIT DI FORMASI PUCANGAN, SANGIRAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil komunitas mikrofosil berbasis silika, yaitu diatom, radiolaria, dan silikoflagelata di dalam lapisan singkapan diatomit di Formasi Pucangan, Sangiran saat kala pleistosen. Penelitian dilakukan dengan metode survey naturalistik dengan metode pengambilan sampel penampang stratigrafi. Profil komunitas mikrofosil yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk memprediksi perubahan lingkungan purba yang terjadi. Perubahan struktur komunitas mikrofosil selanjutya diasosiasikan dengan parameter lingkungan sebagai respon terhadap perubahan lingkungan yang terjadi. Variabel respon utama penelitian ini adalah komunitas mikrofosil diatom dengan variabel respon pendukung komunitas mikrofosil radiolaria dan silikoflagelata. Variabel penjelas penelitian yaitu Total Organic Carbon (TOC) dan Biogenic Silica (BSi) hasil kuantifikasi langsung serta iklim, salinitas dan pH hasil kalibrasi fungsi transfer data kelimpahan mikrofosil diatom lapisan diatomit dengan dataset diatom modern yang diperoleh dari laman European Diatom Database (EDDI). Penelitian ini memperoleh 33 spesies diatom, 4 spesies radiolaria dan 9 spesies silikoflagelata dengan kelimpahan yang dinamis pada tiap level ketebalan. Konsentrasi BSi dan TOC merupakan faktor lingkungan yang berasosiasi paling kuat terhadap kelimpahan ketiga mikrofosil tersebut. Diversitas diatom berkisar dari 18 spesies hingga 26 spesies tiap sampel, yang didominansi oleh Cyclotella meneghiniana, Fragilaria fasciculata dan Coscinodiscus kutzingii. Perubahan lingkungan yang terjadi sebagai dampak dari siklus glasiasi-interglasiasi serta geomagnetic reversal yang terjadi saat kala pleistosen terdeteksi pada penelitian ini. Peningkatan salinitas dan TOC secara drastis, penurunan BSi, dan suksesi kelompok diatom yang didominansi oleh diatom marine merupakan indikasi terjadinya transgresi laut. Fenomena transgresi laut yang diinduksi oleh peningkatan permukaan air laut menyebabkan kondisi atmosfer menjadi lebih lembab, sehingga iklim menjadi lebih dingin. Melimpahnya TOC yang tidak linear secara positif dengan diversitas dan kelimpahan diatom, serta dominansi spesies diatom freshwater merupakan indikasi masuknya terrigenous matter melalui aliran freshwater. Hasil CCA menunjukkan, Coscinodiscus kutzingii dan Coscinodiscus normanii merupakan spesies diatom yang berasosiasi positif dengan salinitas, sedangkan Aulacoseira distans dan Fragilaria fasciculata berasosiasi positif dengan TOC. | Diatom, radiolaria, and silicoflagellate are siliceous microfossils that able to be preserved in sediment layer after their lifespan is over. This study was conducted to determine the profile of siliceous microfossils community in diatomite layer of Pucangan Formation, Sangiran. Microfossils profile analysis obtained the environmental reconstruction of the Pleistocene epoch in this area. The association between environmental variable measured and microfossil community change among samples illustrated the regional environmental change. This study has diatom assemblage as the primary response variable, and the secondary response variable was the radiolaria and silicoflagellate assemblages. The direct measurement obtained total Organic Carbon (TOC) and Biogenic Silica (BSi), the salinity and pH were obtained by transfer function calibration of modern diatom database in European Diatom Database (EDDI), both were the exploratory variables in this study. Identification revealed the species diversity of diatomite layer composed of 33 diatom, 4 radiolaria, and 9 silicoflagellates. The abundance of each species changed dynamically across the depth of diatomite layer. Visual interpretation by CCA ordination showed that BSi and TOC were the most associated environmental factors with microfossil assemblages. The diatom diversity was found vary from 18 to 26 species in each sample dominated by Cyclotella meneghiniana, Fragilaria fasciculata and Coscinodiscus kutzingii. This study interpreted the environmental change during Pleistocene epoch was caused by glaciation cycle and geomagnetic reversal. The salinity and TOC were tending to significantly increase followed by BSi decline and marine diatom domination which indicated a marine transgression event has occurred. The global sea level rise has induced a marine transgression event causing a more humid atmosphere and a colder climate. The domination of freshwater diatom and the high value of TOC which was not linear with the diatom diversity and abundance has indicated that the terrigenous matters discharge to the estuarine occurred. The CCA ordination showed that Coscinodiscus kutzingii and Coscinodiscus normanii had a definite positive association with salinity and a clear positive association with TOC for Aulacoseira distans and Fragilaria fasciculata. | |
| 17767 | 20793 | G1G013066 | PENGARUH FLUOR DALAM POLYTETRAFLUOROETHYLENE (PTFE) SEBAGAI PELAPIS KAWAT NITI ORTODONTI SUPERELASTIK TERHADAP VIABILITAS FIBROBLAS (Penelitian In Vitro Kultur Primer) | Salah satu bahan pelapis yang sering digunakan untuk melapisi kawat nikel titanium adalah polytetrafluoroethylene (PTFE). PTFE merupakan bahan polimer yang tersusun melalui proses kimia di mana molekul-molekul bergabung menjadi rantai yang panjang. Pada molekul PTFE ditemukan rantai yang mengandung karbon dan bereaksi mengikat atom-atom fluor. Fluor memiliki sifat keelektronegatifan yang paling tinggi dan memiliki kemampuan lebih besar untuk menarik elektron ikatannya. Paparan unsur fluor yang terkandung dalam PTFE sebagai pelapis kawat nikel titanium akan terlepas dan berpengaruh langsung terhadap jaringan lunak di rongga mulut terutama gingiva. Elemen selular yang terbanyak pada jaringan ikat gingiva adalah fibroblas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PTFE sebagai pelapis kawat nikel titanium ortodonti superelastik terhadap viabilitas fibroblas. Cara pengumpulan data yaitu uji pelepasan ion fluor untuk mengetahui konsentrasi fluor yang terlarut dalam PTFE sebagai pelapis kawat nikel titanium, pembuatan suspensi dari serbuk PTFE, pembuatan kultur fibroblas, pemberian suspensi PTFE pada kultur sel primer fibroblas, kemudian uji viabilitas sel fibroblas dengan metode MTT Assay. Hasil penelitian dianalisis dengan uji One way ANOVA. Hasil uji One way ANOVA menunjukkan nilai p=0,00 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat kelompok yang mempunyai rerata viabilitas fibroblas yang berbeda bermakna, kemudian dilanjutkan dengan uji post hoc (HSD). Hasil HSD menunjukkan bahwa nilai viabilitas pada setiap kelompok perlakuan terdapat perbedaan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan PTFE sebagai bahan pelapis kawat nikel titanium berpengaruh terhadap viabilitas fibroblas. Semakin lama dan semakin banyak PTFE yang terpapar pada fibroblas maka akan semakin banyak sel fibroblas yang mati. | One of coating materials that is often used to coat titanium nickel is polytetrafluoroethylene (PTFE). PTFE is a polymer material composed by a chemical process in which the molecules combine into long chains. PTFE molecule contains carbon chains which bind to fluorine atoms. Fluor has the highest electronegativity and greater ability to attract its bonding electrons. Fluorine elements content in PTFE used as titanium nickel coating will be released thus directly affect the soft tissues of the oral cavity, especially gingiva. The largest cellular element of gingival connective tissue is fibroblasts. This study aimed to determine the effect of PTFE as a superelastic titanium orthodontic nickel titanium coating on fibroblast viability. Methods of data collection consisted of fluorine ion release test to find out dissolved fluorine concentration in titanium nickel wire with PTFE coating, suspension making from PTFE powder, fibroblast culture manufacture, PTFE suspension on fibroblast primer cell culture, and fibroblast cell viability test. The results were statistically analyzed using One Way ANOVA test. One way ANOVA test result showed p value = 0,00 (p <0,05). It indicated there was significant difference of fibroblast viability among groups. The result of post hoc (HSD) showed that the value of viability in each treatment groups was different with the control group (p <0,05). This research concluded that PTFE as titanium nickel coating material has an effect on fibroblast viability. The longer PTFE exposed to fibroblasts, the more cells will die. | |
| 17768 | 20794 | F1F013068 | Stylistic Analysis of Ellipsis in Jakarta Globe’s Online News Headline | Judul berita adalah bagian yang paling berpengaruh dalam berita cetak dan online. Pembaca terlebih dahulu membaca judul berita dan kemudian mereka akan memutuskan apakah mereka akan membaca seluruh isi berita. Namun judul berita memiliki struktur yang berbeda dengan yang lainnya yaitu bahwa judul berita seringkali menghilangkan beberapa kata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis ellipsis dan untuk menjelaskan alasan mengapa jenis ellipsis tertentu umumnya ditemukan di judul berita online di Jakarta Globe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam menganalisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah judul berita online di Jakarta Globe. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori Quirk (1985). Kemudian, alasan mengapa jenis ellipsis tertentu digunakan di judul berita dijelaskan dengan menghubungkannya dengan bahasa judul berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 39 data yang termasuk operator ellipsis, 37 data termasuk dalam determiner ellipsis, 16 data termasuk conjunction ellipsis, dan 3 data termasuk dalam pronoun ellipsis. Selanjutnya, alasan mengapa menggunakan jenis ellipsis tertentu dijelaskan sebagai berikut: pertama, determiner ellipsis digunakan untuk memberikan kata yang umum tanpa menjelaskan kata benda yang lebih spesifik dengan menghilangkan article dari frasa kata benda. Kedua, operator ellipsis digunakan untuk memberikan penegasan. Ketiga, conjunction dan pronoun ellipsis digunakan untuk membuat penyederhanaan bahasa agar dapat menghemat spasi yang terbatas. | News headline is the most influential part in printed and online news. Readers firstly read the news headlines and they decide whether they will read the whole news or not. However, the news headlines have a distinctive structure from others, they often omit some words. This research is conducted to find the type of ellipsis and to describe the reason why certain ellipsis are commonly found in Jakarta Globe’s online news headline. The research used descriptive qualitative study in analyzing the data. The data source of the research is Jakarta Globe’s online news headline. The data were analyzed by using Quirk’s theory (1985). Later, the reason why news headline applies certain ellipsis was described by relating it to the news headline language. The result of the research shows that there are 39 data belong to operator ellipsis, 37 data belong to determiner ellipsis, 16 data belong to conjunction ellipsis, and 3 data belong to pronoun ellipsis. Moreover, the reason is described as follows: firstly, determiner ellipsis is used to give sense of generality without offering the specific one by omitting the article from the noun phrase. Secondly, operator ellipsis is used to give emphatic sense. Thirdly, conjunction and pronoun ellipsis is used to create simplicity in order to save the limited space. | |
| 17769 | 20797 | A1L113052 | Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh 3-Indole Butyric Acid (IBA) dan Inkubasi terhadap Induksi Kalus Anter Jeruk pada Media Murashige dan Skoog (MS) dan Chu (N6) | Pengembangan tanaman dapat dilakukan secara konvensional dan non konvensional. Tanaman jeruk dapat dikembangkan secara non konvensional melalui bagian meristematis. Induksi kalus pada anter jeruk merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan tanaman haploid. Penelitian kultur anter dilakukan sebagai upaya mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh 3-indole butyric acid (IBA) pada media Murashige dan Skoog dan Chu serta lama inkubasi terhadap induksi kalus anter jeruk. Penelitian dilaksanakan mulai April sampai Desember 2017 di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Faktor pertama adalah lama inkubasi dengan 2 taraf, yaitu inkubasi selama 7 dan 14 hari pada suhu -25oC. Faktor kedua adalah pemberian IBA pada media dasar dengan 6 taraf, yaitu MS + 0 mg/l IBA, MS + 1 mg/l IBA, MS + 3 mg/l IBA, N6 + 0 mg/l IBA, N6 + 1 mg/l IBA, dan N6 + 3 mg/l IBA. Setiap perlakuan terdiri dari 8 ulangan. Varietas yang digunakan ialah anter jeruk siam (C. nobilis), jeruk nipis (C. aurantifolia), dan jeruk purut (C. hystrix). Variabel yang diamati adalah waktu inisiasi kalus, luas permukaan kalus, persentase terbentuknya kalus, warna kalus atau warna eksplan, tipe kalus, dan keremahan kalus. Hasil penelitian menunjukan hingga 56 hari setelah tanam anter yang telah dikulturkan belum mampu menginisiasi terbentuknya kalus. Ketiga varietas yang dicoba memiliki respon perubahan warna yang berbeda terhadap perlakuan yang diberikan. Anter C. nobilis tidak menunjukan pengaruh terhadap perlakuan, inkubasi 14 hari pada anter C. aurantifolia dan penambahan 1 mg/l IBA pada media N6 menjaga warna ekpslan tetap yellow, serta inkubasi 7 hari pada anter C. hystrix menjaga warna eksplan tetap strong yellow. | Plant propagation could be done by conventional or non conventional method. Citrus could be propagated with non conventional method of its meristematic cells. Callus induction on citrus anther was one of ways to produce haploid plant. This research was conducted as an effort to studie effect of 3-Indole Butyric Acid (IBA) plant growth regulator to Murashige and Skoog and Chu media and incubation period. This research was conducted from April to December 2017 at Laboratory of Biotechnology and Plant Breeding Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. This research with Randomized Complete Design. First factor was incubation period with 2 levels, -25oC incubation temperature during 7 and 14 days. Second factor was IBA plant growth regulator application on basic culture media with 6 levels, MS + 0 mg/l IBA, MS + 1 mg/l IBA, MS + 3 mg/l IBA, N6 + 0 mg/l IBA, N6 + 1 mg/l IBA, and N6 + 3 mg/l IBA. Each treatment consisted of 8 repetitions. Varieties used in were anther of Citrus nobilis, Citrus aurantiifolia, and Citrus hystrix. Observed variables were callus initiation period, callus surface area, callus formation percentage, callus color or explant color, callus type and callus crumbs. The results showed until 56 day after plant, there were not significant response yet in callus formation. All varieties which used had different response on treatment. C. nobilis anther did not show any response, while 14 days incubation of C. aurantifolia anther with addition of 1 mg/l IBA on N6 media kept explant color remained yellow, while 7 days incubation of C. hystrix anther kept explant color remained strong yellow. | |
| 17770 | 20798 | A1L013085 | PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI JENIS DAN DOSIS PEMBENAH TANAH DI LAHAN PASIR PANTAI PADA MUSIM TANAM KEMARAU | Lahan pasir pantai dapat digunakan sebagai alternatif pengembangan tanaman untuk mengatasi rendahnya produksi akibat penggunaan lahan pertanian produktif ke penggunaan non. Budidaya tanaman bawang merah di lahan pasir pantai dihadapkan pada kendala berupa kemampuan memegang dan menyimpan air yang rendah. Pemberian pembenah tanah berupa tanah vertisol dan pupuk kandang dapat meningkatkan hasil bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan jenis pembenah tanah yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, 2) menentukan dosis pembenah tanah yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, 3) menentukan kombinasi jenis dan dosis pembenah tanah yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai.Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, dari Juli sampai September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor . faktor pertama yaitu jenis pembenah tanah dengan tiga jenis yaitu J1= vertisol, J2= pupuk kandang, J3= campuran vertisol dan pupuk kandang. Faktor kedua adalah dosis pembenah tanah yang terdiri dari tiga taraf yaitu D1= 100%, D2= 200 %, D3= 300%. Data dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil umbi segar pada perlakuan jenis pembenah tanah vertisol, pembenah tanah pupuk kandang dan pembenah tanah campuran adalah 7,91 t/ha, 9,18 t/ha, 9,05 t/ha. Pada variabel panjang daun dan luas daun memiliki nilai rata-rata 22,36 cm dan 1309,8 cm2 pada perlakuan jenis pembenah tanah vertisol, 24,17 dan 1738,2 cm2 pada perlakuan jenis pembenah tanah pupuk kandang dan memiliki nilai rata-rata 24,64 cm dan 1877,9 cm2 pada jenis pembenah tanah campuran. Hasil umbi pada perlakuan dosis pembenah tanah 100 %, 200%, 300% adalah 8,56 t/ha, 8,41 t/ha, 9,15 t/ha. Variabel bobot akar segar memiliki nilai rata-rata 1,77 gram pada perlakuan dosis pembenah tanah 300 %, sedangkan pada perlakuan dosis pembenah tanah 100 % memiliki nilai rata-rata 1,44 gram dan pada perlakuan dosis pembenah tanah 200 % memiliki nilai rata-rata 1,22 gram. Tidak ada interaksi terjadi antara perlakuan jenis dan dosis pembenah tanah. | The coastal sand land could be used as an alternative to crops development, It is overcoming the low production due to productive agricultural land utilization to non-agricultural utilization such as alteration and industry. The cultivation of shallot crops on coastal sand is confronted with the lack of ability to maintain and store water. The provision of soil conditioner in the form of soil vertisol and manure can increase onion yield on the coastal sand. This study aims to 1) determine the type of soil conditioner that is most appropriate for the growth and yield of shallot crops on coastal sand, 2) To determine the most appropriate dose of soil enhancers for the growth and yield of shallot on coastal sand, 3) To determine the combinations of types and doses which most appropriate for the growth and yield of shallot crops on coastal sand. The study was conducted at Jetis beach sand, Banjarsari village, Nusawungu sub-district, Cilacap regency, from July to September 2017. This study was used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors. The first factor is the type of soil repairers with three types namely J1 = vertisol, J2 = organic fertilizer, J3 = mixed vertisol and manure. The second factor is a soil onditioner dosage which consist of three levels ie D1 = 100%, D2 = 200%, D3 = 300%. Data were analyzed by F test, if significantly different then continued with DMRT test 5%. The results showed that result fresh tuber in the soil conditioner type treatment of vertisol, organic fertilizer, and combination are 7,91 t/ha, 9,18 t/ha, 9,05 t/ha. On the variable leaf length and leaf wide have a value average are 22,36 cm and 1309,8 cm2 in the soil conditioner type treatment of vertisol, 24,17 cm and 1738,2 cm2 in the soil conditioner type treatment of organic fertilizer, and have a value average 24,64 cm and 1877,9 cm2 in the soil conditioner type treatment of combination. The result of the tuber in the treatment dosage soil conditioner 100%, 200%, and 300% are 8,56 t/ha, 8,41 t/ha, 9,15 t/ha. Fresh root weight variable have a value average 1,77 g in the tratmen dosage soil conditioner of 300%, while in the treatment dosage soil conditioner of 100% have a value average 1,44 g, and dosage soil conditioner of 200% have a value average 1,22 g. There is no interaction occurs between the type treatment and the soil conditioner doses. | |
| 17771 | 21526 | A1L013060 | Pendugaan Keragaman Genetik dan Heritabilitas Karakter Pertumbuhan dan Hasil Empat Genotipe Sawi (Brassica juncea .L) pada Sistem Hidroponik Rakit Apung | Hidroponik merupakan salah satu metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan media tanah. Salah satu sistem hidroponik yang sudah banyak dikembangkan adalah hidroponik rakit apung. Keberhasilan program pemuliaan tanaman ditentukan oleh adanya ketersediaan sumber genetik yang beragam disertai dengan metode pemuliaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil empat genotipe sawi pada hidroponik rakit apung, (2) mengetahui koefisien keragaman genotipe dan fenotipe sawi pada hidroponik rakit apung dan (3) mengetahui besaran nilai heritabilitas empat genotipe sawi pada hidroponik rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2017 di screen house Pondok Pesantren Darussalam Dukuh Waluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yaitu genotipe, terdiri dari empat genotipe sawi yaitu New white light (V1), Dakota (V2), Tosakan (V3) dan Shinta (V4). Perlakuan diulang sebanyak 8 kali dan masing-masing ulangan terdiri dari 3 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, panjang akar, volume akar, bobot segar tajuk dan bobot segar akar. Hasil penelitian menunjukkan (1) setiap genotipe tanaman yang digunakan memberikan penampilan yang berbeda pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah klorofil, panjang akar, volume akar, bobot segar tajuk, sedangkan pada karakter bobot segar akar memberikan penampilan yang sama. (2) Nilai koefisien keragaman genotipe dan fenotipe yang rendah dimiliki oleh karakter jumlah daun, nilai koefisien keragaman genotipe dan fenotipe agak rendah dimiliki oleh karakter jumlah klorofil, panjang akar dan bobot segar tajuk, nilai koefisien keragaman genotipe dan fenotipe tinggi dimiliki oleh karakter luas daun, volume akar dan bobot segar akar. (3) Seluruh karakter pertumbuhan dan hasil empat genotipe sawi memiliki nilai duga heritabilitas yang tinggi. | Hydroponics is one of cultivating plants method that did not use soil as planting media. Floating hydroponic system is one of hydroponic system that had been developed most. The succeed of plant breeding program was determined by the availability of various genetic resources with the suitable breeding methods. The aimed of this research were (1) to know the growth and yield of four green mustard genotypes on floating hydroponics system, (2) to know coefficient variability of genotypes and fenotypes of the green mustard on floating hydroponics system and (3) to know the heritability value of the four green mustard genotypes on floating hydroponics system. This research was conducted from May to July 2017 in screen house at Darussalam Islamic Boarding School Dukuh Waluh, District of Kembaran, Banyumas, Central Java Province. The research was analyzed by Randomized Completely Block Design (RCBD) with single factor of genotype, consisted four genotypes of green mustard which were New white light (V1), Dakota (V2), Tosakan (V3) and Shinta (V4). The treatment was repeated 8 times and each replication consisted of 3 experimental units. The variables observed were plant height, leaf number, leaf area, chlorophyll content, root length, root volume, fresh crown weight and fresh root weight. The results shown that (1) the genotypes used on this experiment gave different appearance on plant height, leaf number, leaf area, chlorophyll content, root length, root volume, fresh crown weight, while the fresh root weight gave the same appearance, (2) the leaf number characters had low coefficient variability of genotypes and fenotypes, while the lower coefficient variability of genotypes and fenotypes were shown on chlorophyll content, root length and fresh crown weight, the high coefficient variability of genotypes and fenotypes were shown on leaf area character, root volume and fresh root weight. (3) The whole character of growth and yield of the four green mustard genotypes had a high heritability value. | |
| 17772 | 20801 | G1A014022 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN (Uji Toksisitas Kronik) | Purwoceng adalah tanaman herbal asli Indonesia yang memiliki efek afrodisiak, diuretik, dan tonik. Purwoceng juga berpotensi toksik sehingga perlu dilakukan uji toksisitas dengan melihat gambaran histologi organ khususnya hepar, salah satunya dengan uji toksisitas kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol akar Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) secara kronik terhadap gambaran histologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan post-test only with control group design. Intervensi dilakukan pada 24 ekor tikus yang terbagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol (A), kelompok perlakuan dengan dosis 21 mg/kgBB (B), 42 mg/kgBB (C), dan 84 mg/kgBB (D). Kerusakan gambaran histologi hepar dihitung menggunakan skor Scheuer. Rerata total skor Scheuer kelompok A=2,57 ± 1,12, B=3,47 ± 0,97, C= 6,77 ± 0,73 dan D= 7,60 ± 0,28. Uji One Way Anova menunjukkan kerusakan gambaran histologi yang bermakna (p<0,05). Uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok A dengan C dan D (p=0,00). Perbedaan kerusakan tidak bermakna ditemukan pada kelompok A dengan B (p=0,078) dan kelompok C dengan D (p=0,101). Pemberian ekstrak etanol akar Purwoceng secara kronik merusak struktur histologi hepar tikus putih dengan dosis toksik minimal 42 mg/kgBB dan dosis aman yang dapat digunakan 21 mg/kgBB. | Purwoceng is one of Indonesian herbal plants that has aphrodisiac, diuretic and tonic effect. Purwoceng also potentially toxic. The substance toxicity can be identified by observing the histology of organ, especially liver. One of the test that can be used is chronic toxicity test. The objective of the study was to know the histology of male albino rat (Rattus norvegicus) that was given ethanol extract of Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) by chronic oral administration. This study was an experimental study with post-test only with control group design. Intervention had been done to 24 rats which was divided randomly into four groups named respectively as control group (A), treatment group with dosage of 21 mg/kgBW (B), 42 mg/kgBW (C), and 84 mg/kgBW (D). The damage of liver histology is calculated by Scheuer scoring. The means of Scheuer score groups respectively in group A=2,57 ± 1,12, B=3,47 ± 0,97, C= 6,77 ± 0,73 and D= 7,60 ± 0,28. Statistical analysis showed significant damage appearances in group A with C and group A with D (p=0,000). No significant damage was found in group A with B (p=0,078) and group C with D (p=0,101). Chronic administration of ethanol extract of Purwoceng damaged the male albino rat liver. Minimal toxic dose that was found in the study is 42 mg/kgBW and safety dose that could be used is 21 mg/kgBB. | |
| 17773 | 21537 | C1K012035 | THE EFFECT OF CONSUMER SATISFACTION, BRAND IMAGE, PRICE AND VARIETY SEEKING ON BRAND SWITCHING (A Study of Xiaomi Smartphone Consumer in Purwokerto) | Penelitian ini berjudul "PENGARUH KEPUASAN KONSUMEN, CITRA MEREK, HARGA DAN MENCARI VARIASI TERHADAP PERPINDAHAN MEREK (Studi Pada Konsumen Smartphone Xiaomi di Purwokerto)". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepuasan konsumen, citra merek, harga dan mencari variasi pada perpindahan merek. Berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu, dapat dirumuskan hipotesis penelitian yaitu kepuasan konsumen berpengaruh negatif terhadap perpindahan merek (H1),Citra merek berpengaruh negatif terhadap perpindahan merek (H2), harga berpengaruh negatif terhadap perpindahan merek (H3), mencari variasi berpengaruh positif terhadap perpindahan merek (H4). Untuk menguji hipotesis ini, jenis penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian adalah semua konsumen yang menggunakan Smartphone Xiaomi di Purwokerto, Wilayah Banyumas. Ukuran sampel adalah 130 responden yang ditentukan dengan perkiraan interval. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Selanjutnya teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kepuasan konsumen berpengaruh negatif terhadap perpindahan merek pada pengguna Smartphone Xiaomi di Purwokerto, yang berarti konsumen merasa puas dengan Smartphone Xiaomi sehingga niat beralih merek menjadi rendah, citra merek berpengaruh negatif terhadap perpindahan merek pada pengguna Smartphone Xiaomi di Purwokerto, yang berarti konsumen memberikan evaluasi yang sangat baik terhadap citra merek Xiaomi sehingga niat beralih merek rendah, dan harga serta mencari variasi tidak berpengaruh terhadap perpindahan merek pada pengguna Smartphone Xiaomi di Purwokerto, yang berarti bahwa harga dan mencari variasi pada Smartphone Xiaomi tidak berpengaruh terhadap konsumen untuk melakukan perpindahan merek. Mengacu pada kesimpulan tersebut, dapat dikatakan bahwa untuk meningkatkan pelanggan Smartphone Xiaomi, perusahaan Smartphone Xiomi harus lebih meningkatkan kepuasan konsumen dengan memberikan layanan pasca pembelian yang lebih baik kepada konsumen, meningkatkan citra merek dengan meningkatkan kualitas produk terutama mengurangi atau bahkan menghilangkan semua kelemahan produk dan meningkatkan manfaat produk, meningkatkan harga yang dirasakan, yang berarti konsumen memiliki persepsi bahwa harga produk Xiaomi terjangkau dan relevan dengan kualitas, fitur, dan manfaat produk dan perusahaan smartphone Xiaomi harus menekan berbagai kebutuhan mencari variasi pada konsumen dengan memproduksi berbagai produk sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan dan tidak mencari variasi dan beralih ke merek lain karena Xiaomi menyediakan berbagai produk yang dapat memenuhi kebutuhan. | This research was entitled “THE EFFECT OF CONSUMER SATISFACTION, BRAND IMAGE, PRICE AND VARIETY SEEKING ON BRAND SWITCHING (A Study of Xiaomi Smartphone Consumer in Purwokerto )”. The aims of research were to analyze the effect of consumer satisfaction, brand image, price and variety seeking on brand switching. Based on the theory and results of previous studies, it can be formulated the research hypotheses were consumer satisfaction has a negative effect on brand switching (H1), brand image has a negative effect on brand switching (H2), price has a negative effect on brand switching (H3), variety seeking has a positive effect on brand switching (H4). To test these hypotheses, type of this research uses survey. Population within study was all Xiaomi Smartphone users in Purwokerto, Banyumas Region.Sample size was 130 respondents which determined by interval estimates. Sampling technique used in this research was purposive sampling. Furthermore, technique data analysis of this study used multiple regression analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that consumer satisfaction has negative effect on brand switching of the users of Xiaomi Smartphone in Purwokerto, meaning that consumers felt high satisfaction on Xiaomi Smartphone so that the intention of brand switching was low, brand image has negative effect on brand switching of the users of Xiaomi Smartphone in Purwokerto, meaning that consumers give very good evaluation against the brand image of Xiaomi so that the intention of brand switching is low, and price as well as variety seeking did not have effect on brand switching of the users of Xiaomi Smartphone in Purwokerto, meaning that the price and variety seeking of Xiaomi did not have effect against the consumers to perform brand switching. Refers to these conclusions, it could be implied that to increase the customers’ Xiaomi Smartphone, the company of Xiomi Smartphone should increase more consumer satisfaction by giving better post purchase service to the consumers, increase brand image by improving the quality of the products especially in diminishing or even removing all weaknesses of the products and improving the benefits of the product, increase more perceived price, meaning that consumers have perception that the price of Xiaomi products is affordable and relevant with the quality, features, and benefits of the product and the company of Xiaomi smartphone should supress consumers’ variety seeking by producing various products so that consumers have more choices and do not seek for variation and switch to other brands since Xiaomi provides various products that can meet the consumers’ need. | |
| 17774 | 20802 | B1J013046 | EFEKTIVITAS RIMPANG KAPULAG (Amomum cardamomum) SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL PADA WANITA OBESITAS | Obesitas merupakan kondisi kelebihan akumulasi lemak pada jaringan adiposa. Seseorang diindikasikan obesitas apabila Indeks Masa Tubuh (IMT) di atas 25 kg/m2. Obesitas dapat menyebabkan terjadinya gangguan sistem metabolik berupa hiperkolesterolemia, yang dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi aterosklerosis. Salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai penurun kadar kolesterol yaitu rimpang kapulaga. Rimpang kapulaga mengandung senyawa antioksidan flavonoid yang mampu memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah, dapat mengurangi kepekaan LDL terhadap radikal bebas dan diyakini dapat mencegah perkembangan aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rimpang kapulaga dalam menurunkan kadar kolesterol pada wanita obesitas. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode eksperimental. Subyek 20 wanita lansia, hiperkolesterolemia dan obesitas, dibagi 2 secara acak, masing-masing 10 orang. Kelompok 1 (=R1), diberi minuman rimpang kapulaga, sedangkan kelompok 2 (R0) diberi placebo, selama 1 bulan. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah variabel tergantung berupa kadar kolesterol sedangkan variabel bebasnya minuman berbasis rimpang kapulaga dan placebo. Parameter utama dari penelitian ini yaitu kadar kolesterol plasma wanita obesitas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T. Pemberian minuman berbasis rimpang kapulaga (R1) mampu menurunkan kadar kolesterol pada wanita obesitas dari 291 mg/dl menjadi 194,7 mg/dl, sedangkan R0dari 276,9 mg/dl menjadi 249,5 mg/dl. Dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman berbasis rimpang kapulaga mampu menurunkan kadar kolesterol pada wanita obesitas sebesar 33,1%. | Obesity is a condition of excess fat accumulation in adipose tissue. Someone is indicated as obesity if the Body Mass Index (BMI) is above 25 kg / m2. Obesity can caused interference metabolic system like hypercholesterolemia. In the long term of hypercholesterolaemia, it can caused an atherosclerosis. One of the natural ingredient that may be used as a reducer of cholesterol is a cardamom rhizome. Cardamom rhyzome contains flavonoid antioxidant compounds that can improve endothelial function of blood vessels, can reduce the sensitivity of LDL to free radicals and is believed to prevent the development of atherosclerosis. This study aims to determine the effect of giving intake rhizome cardamom to lower cholesterol levels in obese women. The experimental design used was Completely Randomized Design (RAL) with experimental method. 20 Subjects of elderly women, hypercholesterolaemia and obesity, divided by 2 randomly, each 10 people. Group 1 (= R1), given drinks based on rhizome cardamom, while group 2 (R0) was given placebo, for 1 month. The observed variable in the study consisted of the dependent variable ( cholesterol levels) and the free variable (the form of drinks based on cardamom and placebo rhizomes). The main parameter of this research was the measure of plasma cholesterol level in obese woman. T-test results showed that rhizome-based beverages (R1) can reduce cholesterol levels in obese women from average cholesterol levels of 291 mg / dl to 194.7 mg / dl, while R0 can reduce of 276,9 mg / dl to 249,5 mg / dl, it can be concluded that giving drinks based on rhizome cardamom can reduced cholesterol levels of obese women amounted to 33.1%. | |
| 17775 | 20684 | A1L113071 | Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Terhadap Hasil Sambung Mikro Batang Bawah Japansche Citroen dengan Batang Atas Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) | Penyediaan bibit jeruk yang bebas penyakit dilakukan melalui teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui teknik sambung mikro jeruk secara in vitro, 2) mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi sukrosa yang berbeda terhadap hasil sambung mikro jeruk nipis, 3) mengetahui pengaruh asal batang atas yang berbeda terhadap hasil sambung mikro jeruk nipis. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Desember 2017 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi sukrosa terdiri dari 30 g/l, 40 g/l dan 50 g/l. Faktor kedua yaitu batang atas terdiri dari in vitro dan ex vitro. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan batang atas (cm), kesegaran batang atas, warna batang atas, persentase tunas hidup (%) dan persentase tunas berkembang (%). Variabel dianalisis dengan uji Analysis of Variance (ANOVA) 5% kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan sukrosa berpengaruh terhadap pertumbuhan, kesegaran dan warna eksplan. Perlakuan yang efektif yaitu 40 g/l. Sukrosa 40 g/l dalam media mampu mempertahankan kesegaran dan pertumbuhan batang atas. Penggunaan batang atas yang ditanam terlebih dahulu secara in vitro memberikan hasil yang lebih baik daripada batang atas ex vitro. | Provision of citrus free disease seed could be done by tissue culture technique. This study aimed to: 1) study in vitro micro-grafting technique, 2) observe effect of different consentration of sucrose to the results of citrus micro-grafting. 3) evaluate effect of different scion origin to the result of citrus micro-grafitng. This research was conducted from April to December 2017 in Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was the Completely Randomized Block Design (RCBD) with 2 factors. The first factor was consentration of sucrose that consisted of 30 g/l , 40 g/l and 50 g/l. The second factor was the origin of scion that consisted of in vitro and ex vitro. The variables observed were growth of scion (cm), health of scion, color of scion, percentage of scion live (%) and percentage of growing scion (%).The variables were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) 5% then continued with Least Significant Different (LSD) test. The result showed that the treatment of sucrose had an effect on growth, freshness and scion color. The effective treatment was 40 g/l. 40 g/l sucrose in the medium was able to maintain health and the growth of scion. Origin of scion from in vitro propagation shared better result than that of derived from ex vitro. | |
| 17776 | 20803 | E1A011036 | TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN YANG DILAKUKAN TERHADAP ANAK (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR : 16/PID.SUS/2017/PN.PBG) | Abstrak Putusan Nomor : 16/Pid.Sus/2017/PN.PBG. yang memeriksa Tindak Pidana “Dengan Sengaja Membujuk Anak Untuk Melakukan Persetubuhan Dengannya”. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembuktian dan pertimbangan hukum hakim terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan dalam Putusan Perkara Nomor : 16/Pid.Sus/2017/PN.PBG. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normative. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang saling bersesuaian dengan keterangan terdakwa dan dihubungkan dengan alat bukti serta barang bukti yang diajukan di persidangan, maka syarat pembuktian sebagaimana diatur dalam Pasal 183 KUHAP yaitu minimum dua alat bukti yang sah dan adanya keyakinan hakim bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan dengan memeriksa beberapa alat bukti yaitu keterangan saksi, surat, keterangan ahli, dan keterangan terdakwa, serta unsur-unsur dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 telah terpenuhi, sehingga hasil putusan meyantakan bahwa terdakwa Hamid Diantoro Alias Hamid Bin Maryono terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana telah didakwakan oleh Penuntut Umum, yaitu tindak pidana memaksa anak melakukan persetubuhan sesuai Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Kemudian yang dipergunakan sebagai dasar Pertimbangan Hukum Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Persetubuhan dalam Putusan Perkara Nomor : 16/Pid.Sus/2017/PN.PBG. yaitu telah terbukti dan terpenuhinya Unsur-unsur yang terdapat dalam dakwaan alternatif kesatu yaitu unsur “Unsur Setiap Orang dan Unsur ‘Dengan Sengaja Melakukan, Melakukan Tipu muslihat, Serangkaian Kebohongan atau Membujuk Anak Melakukan Persetubuhan Dengannya”, ditambah dengan keterangan terdakwa yang membenarkan semua keterangan saksi dalam persidangan yang ternyata satu dan lainnya saling berhubungan, sehingga dapat ditarik kesimpulan dan menjadi fakta-fakta yang tetap. Kata Kunci : Pembuktian, Tindak Pidana Perkosaan,Anak. | Abstract The court decision number: 16 / Pid.Sus / 2017 / PN.PBG “ Who checks of criminal acts of deliberately persuade a child to do intercourse with him”. The purpose of which are going to achieved so far for this study is to find the disturbing process and judicial consideration of evidence a judge for criminal perpetrators of copulation in court decision number: 16 /Pid.Sus / 2017 / PN.PBG. The research methods that were used is research of juridical normative. From the research that has been carried out , so that a conclusion can be drawn , according to the witnesses who to be in concordance with each other information the defendant and connected by evidence any and the evidence that was asked in court, So requirements of as stipulated in section 183 KUHAP the minimum two tools evidence legal and the belief judges that the defendant guilty a criminal offense screw with check several tools evidence that isWitness inform, letter, an expert, and a statement of the defendant, and unsur-unsur in article 81 paragraph (1) Laws of the Republic Of Indonesia Number 23 of 2002 has been met, so that the result of the award said that the defendant hamid diantoro a.k.a hamid son of maryono proven legally and convince guilty of water resources crimes as has been charged by the public prosecuto, is Namely crimes force children do coitus in accordance with the article 81 the Laws of Republic Of Indonesia number 23 of 2002. Then the be used as the basis for judicial consideration the judge regarding criminal perpetrators of copulation in a verdict matter number: 16/ Pid.Sus / 2017 / PN.PBG . is has been proven and filling the elements contained in the indictment alternative one namely“element of every single person” and “purposefully performsto outwit” ,” a series of a lie or persuade children do intercourse with him”. Plus thus a defendant that single-handedly justify all a witness in a trial turns one and other interconnected , so that a conclusion can be drawn and become facts fixed. Keywords: Manifestation, Crimes of Rape, Kid. | |
| 17777 | 20804 | E1A013054 | PEMBLOKIRAN SITUS INTERNET YANG BERMUATAN PORNOGRAFI OLEH KOMINFO (Studi Penegakan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi) | Cybercrime merupakan kejahatan yang berhubungan dengan komputer. Pornografi merupakan salah satu kejahatan yang sudah lama ada di Indonesia. Seiring dengan kemajuan teknologi, pornografi bisa tersebar dengan mudah melalui internet atau yang biasa dikenal dengan istilah Cyber Pornogaphy. Untuk menanggulangi hal tersebut, dibuat Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi sebagai bentuk kebijakan kriminal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif-empiris yang meneliti penegakan hukum dari Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi terhadap cyber pornography melalui TRUST POSITIF oleh KOMINFO. Dalam pelaksanaan TRUST POSITIF masih ditemui hambatan-hambatan yang menghambat penegakan undang-undang pornografi dimana hambatan-hambatan itu berasal dari masyarakat Indonesia itu sendiri. | Cybercrime is a computer-related crime. Pornography is one of the long-standing crimes in Indonesia. Along with technological advances, pornography can be spread easily through the internet or commonly known as Cyber Pornogaphy. To overcome this, Law No. 44 of 2008 on Pornography was created as a form of criminal policy. The research method used in this research is normative-empirical studying law enforcement from Law Number 44 Year 2008 About Pornography to cyber pornography through TRUST POSITIVE by KOMINFO. In the implementation of TRUST POSITIVE still encountered obstacles that hinder the enforcement of pornography law where the barriers come from the people of Indonesia itself. | |
| 17778 | 20805 | E1A012300 | TINJAUAN YURIDIS BERLAKUNYA UNITED NATIONS CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA (UNCLOS) TERHADAP PEROMPAKAN DI SOMALIA | KEJAHATAN TINJAUAN YURIDIS UNITED NATIONS CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA 1982 TERHADAP PEROMPAKAN DI SOMALIA Oleh: BIMA YONANSYAH E1A012300 Perompakan adalah sebagaimana yang diatur dalam pasal 101 United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 yaitu yang memenuhi unsur-unsur yang diatur dalam pasal 101 tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 mengatur perompakan dan untuk mengetahui penerapan United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 terhadap kejahatan perompakan di Somalia. Metode penelitian yang dipakai adalah dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, dengan lokasi penelitian di Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Unsoed dan Unit Perpustakaan Terpadu Universitas Jenderal Soedirman, sumber data yang dipakai ialah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode penyajian datanya ialah naratif, dengan metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan ialah bahwa perompakan merupakan kejahatan yang sangat mengancam keamanan bersama umat manusia, oleh karena itu seluruh negara diwajibkan untuk bekerja sama dalam memberantas kejahatan perompakan sebagaimana diatur dalam pasal 100 United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 yang memberikan kewajiban kepada seluruh negara untuk bekerja sama sejauh mungkin dalam memberantas kejahatan perompakan ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori yurisdiksi universal, yakni prinsip yurisdiksi dimana yurisdiksi ditentukan berdasarkan beberapa kriteria pelanggaran atau tindakan yang mengancam kepentingan bersama umat manusia. Kata Kunci: Perompakan. | THE CRIME OF YURIDIS REVIEW OF UNITED NATIONS CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA 1982 ON THE SPOM IN SOMALIA By: BIMA YONANSYAH E1A012300 Piracy is as provided for in article 101 of United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 which meets the elements set forth in article 101. The purpose of this research is to find out the United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 to regulate piracy and to know the application of the United Nations Convention on the Law of the Sea in 1982 to the crime of piracy in Somalia. The research method used is by using normative juridical approach method, descriptive research specification, with research location in Scientific Information Center of Faculty of Law Unsoed and Unified Library Unit of Universitas Jenderal Soedirman, data source used is secondary data with data collection method of literature study, presentation method the data is narrative, with normative qualitative data analysis method. The result of the research is that piracy is a crime that is very threatening to the common security of mankind, therefore all countries are obliged to cooperate in combating the crime of piracy as regulated in article 100 United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 which gives obligation to all countries to work together as far as possible in combating these piracy crimes. The theory used in this study is the theory of universal jurisdiction, namely the principle of jurisdiction where jurisdiction is determined based on several criteria of violation or action that threaten the common interest of mankind. Keywords: Piracy. | |
| 17779 | 20806 | G1A014081 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENDOK (Plantago major L.) TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Uji Toksisitas Akut | Latar Belakang: Plantago major Linn. termasuk dari family Plantaginaceace, tanaman ini biasa digunakan sebagai obat tradisional. Daun sendok harus melewati beberapa uji sebelum dikonsumsi oleh masyarakat, salah satu uji obat yaitu uji toksisitas akut. Ginjal adalah salah satu organ yang digunakan sebagai penanda toksisitas dalam tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian ekstrak etanol daun sendok dengan memberi dosis yang berbeda terhadap uji toksisitas akut dilihat dari kadar ureum dan kreatinin sebagai penanda toksisitas ginjal. Desain Penelitian: Penelitian ini dilakukan menggunakan hewan coba tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan metode true experimental post test control. Tikus putih jantan sebanyak 24 tikus dikelompokkan secara acak ke dalam 4 kelompok, yaitu Kelompok A: kontrol (CMC 1%); Kelompok B: ekstrak etanol Daun Sendok dengan dosis 1000 mg/kgBB + CMC 1%; Kelompok C: ekstrak etanol Daun Sendok dengan dosis 2000 mg/kgBB + CMC 1%; Kelompok D: ekstrak etanol Daun Sendok dengan dosis 4000 mg/kgBB+ CMC 1%. Perlakuan diberikan selama1 hari sesuai panduan uji toksisitas OECD. Hasil: Rerata kadar ureum pada kelompok A 48,83±6,36 mg/dL, kelompok B 48,83±4,91 mg/dL, kelompok C 47,16±10,59 mg/dL dan kelompok D 38,16±4,91 mg/dL. Rerata kadar kreatinin kelompok A 0,54±0,02 mg/dL, kelompok B 0,64±0,10 mg/dL, kelompok C 0,65±0,06 mg/dL, dan kelompok D 0,56±0,05 mg/dL. Uji One-Way ANOVA pada kadar ureum memberikan hasil p=0,049 dan pada kadar kreatinin memberikan hasil p=0,044. Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol Daun Sendok (Plantago major L.) secara akut selama 1 hari memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan kadar ureum pada kelompok A dan D. Sementara kadar kreatinin tikus putih (Rattus norvegicus) jantan mengalami peningkatan signifikan pada kelompok B dan C dibandingkan dengan kelompok A. | Background: Plantago major Linn. is one of Plantaginaceace family, this plant usually used as a herb medicine. Plantago major had to pass some tests before consumption by community, one of the test is acute toxicity test. Kidney is an organ which could use as a marker for toxic substance in our body. Objective: The purpose of this test is to analyze the effect of Plantago major in many doses for acute toxicity seen by urea and creatinine serum as a marker for kidney toxicity. Design: This test used male albino rat (Rattus norvegicus) with true experimental post test control method. Twenty four male albino rats divided into 4 groups. Group A as a control (1% CMC); Group B: 1000 mg/kg BW/day Plantago major ethanol extract + 1% CMC; Group C: 2000 mg/kg BW/day Plantago major ethanol extract + 1% CMC; Group D: 4000 mg/kg BW/day Plantago major ethanol extract + 1% CMC. Treatment was given during one day, with OECD guidelines for the toxicity procedural reference. Results: Mean of the urea levels in group A was 48,83±6,36 mg/dL, group B was 48,83±4,91 mg/dL, group C was 47,16±10,59 mg/dL and group D was 38,16±4,91 mg/dL. Mean of the creatinine levels in group A was 0,54±0,02 mg/dL, group B was 0,64±0,10 mg/dL, group C was 0,65±0,06 mg/dL, and group D was 0,56±0,05 mg/dL. One-Way ANOVA test has p=0,049 value for urea levels and p=0,044 for value creatinine levels. Conclusion: Acute administration of Plantago major ethanol extract in male albino rats (Rattus norvegicus), could decrease urea levels significantly between group A and D. Meanwhile, creatinine mean levels increase significantly between group B and C if compared with group A. | |
| 17780 | 20807 | F1F013015 | Suggestion Strategies Employed by Female and Male Speakers in TED Talks (A Pragmatic Analysis) | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan strategi saran yang digunakan oleh pembicara di TED Talks. Penelitian ini juga dilakukan untuk menjelaskan perbedaan saran yang digunakan pembicara wanita dan pembicara pria di TED Talks. Bidang penelitian ini adalah pragmatik yang merupakan kajian tentang makna ucapan yang dikomunikasikan oleh seorang pembicara dan ditafsirkan oleh pendengar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data berupa video yang di dalamnya berisi ungkapan saran yang diucapkan oleh pembicara di TED Talks yang diterbitkan tahun 2016. Data diperoleh dari situs web TED. Dengan menggunakan teori dari Martnez-Flor (2005), saran diklasifikasikan menjadi (1) saran langsung, (2) saran konvensional, dan (3) saran tidak langsung. Teori diaplikasikan untuk menganalisis saran yang diterapkan pembicara wanita dan pria di TED Talks. Hasil penelitian ini adalah pertama, ada tiga tipe saran yang digunakan oleh pembicara yaitu saran langsung, saran konvensional, dan saran tidak langsung. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 strategi, 10 stategi saran ditemukan di data penelitian. Ada 22 saran langsung oleh pembicara pria dan 23 saran oleh pembicara wanita dengan imperative (bentuk perintah) sebagai strategi yang paling sering digunakan, 16 saran konvensional dilakukan oleh pembicara pria dan 23 saran oleh pembicara wanita dengan need (kebutuhan) sebagai strategi yang paling sering digunakan, dan 9 saran tidak langsung digunakan oleh pembicara pria dan 14 saran digunakan oleh pembicara wanita dengan hints (isyarat) sebagai saran yang paling sering digunakan. Yang terakhir, penelitian menunjukkan bahwa pembicara pria cenderung menggunakan saran langsung saran disampaikan secara langsung dan jelas, sedangkan pembicara wanita cenderung menggunakan saran konvensional dan saran tidak langsung saran disampaikan secara halus dan tersirat. | This research entitled “Suggestion Strategies Employed by Female and Male Speakers in TED Talks (A Pragmatics Analysis) aimed to identify the types and strategies of suggestion used by speakers in TED Talks. This research was also conducted to explain the differences of suggestion employed by female and male speakers in TED Talks. The field of this research is pragmatics which is the study of utterance meaning as communicated by a speaker and interpreted by a listener. I use descriptive qualitative method in analyzing the data of the research which are 40 videos containing suggestion utterances uttered by speakers in TED Talks published in 2016. Using Martinez-Flor (2005) theory, suggestion is classified into (1) direct suggestion, (2) conventionalized form, and (3) indirect suggestion. This theory is applied to analyze the suggestions applied in the speech of female and male speakers in TED Talks. The results of the research are, first, there are three types of suggestion used by speakers namely direct, conventionalized form and indirect suggestion. Second, it shows that out of 11, 10 strategies of suggestions are found in the data. There are 22 direct suggestions done by male speaker and 11 direct suggestions for female with imperative as the most dominant strategy, 16 conventionalized forms suggestions done by male and 23 for female with need as the most dominant strategy, and 9 indirect suggestions are done by male and 14 for female with hints as the most dominant strategy. Lastly, the findings show that male speakers tend to use direct suggestion in which suggestion is delivered directly and clearly, while female speakers tend to use conventionalised form and indirect suggestion in which suggestion is delivered moderately and indirectly. |