Artikelilmiahs

Menampilkan 17.801-17.820 dari 50.033 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1780120829A1L013124ANALISIS KERAGAMAN GENETIK SEPULUHAKSESI CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) INDONESIA MENGGUNAKAN MARKA RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNACabai merupakan komoditas sayuran buah yang permintaannya cukup tinggi. Upaya perbaikan genetik merupakan salah satu alternatif pemuliaan tanaman yang tepat, guna mengendalikan karakter tanaman cabai. Informasi keragaman genetik tanaman pada tingkat individu maupun populasi perlu diketahui, sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun strategi pemuliaan tanaman secara berkelanjutan. Penilaian keragaman genetik sepuluh aksesi tanaman cabai Indonesia dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 11 marka molekuler. Template DNA cabai diamplifikasi menggunakan Touchdown-RAPD-PCR. Analisis klaster berdasarkan kesamaan genetik pada sepuluh aksesi cabai Indonesia menunjukkan pemisahan aksesi ke dalam dua klaster utama, yaitu: klaster I yang terdiri dari lima cabai kriting (F6_159_111, Laris, F6_120_159, Yuni, dan SSP) dan satu cabai rawit (Nero), dan klaster II yang terdiri dari empat cabai rawit (Sona, Sret, Kresna, dan Bangkok). Principle component analysis (PCA) menampilkan sepuluh aksesi cabai terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu: Kelompok 1 (F6_159-111, Laris, F6_120_159, Yuni, SSP, dan Nero), Kelompok 2 (Sret, Kresna, dan Bangkok), dan Kelompok 3 (Sona). Jarak kekerabatan genetik antara seluruh cabai merah keriting sangat dekat, seperti antara Yuni dengan SSP, sedangkan pada kelompok cabai rawit yaitu antara Kresna-Sret. Jarak kekerabatan genetik yang paling jauh ditemukan antara Nero dengan seluruh cabai rawit. Hasil ini memberikan informasi mengenai keragaman genetik cabai dan pedoman untuk memilih aksesi potensial untuk pemuliaan tanaman, yaitu aksesi dengan jarak keragaman genetik yang jauh. Pemuliaan tanaman dengan menggunakan tetua dengan keragaman genetik yang sama dapat menyebabkan timbulnya sifat-sifat agronomi yang tidak baik, seperti suseptibilitas terhadap hama dan penyakit dan produktivitas rendah.Pepper is a fruit vegetable commodity which is important in Indonesia. Genetic improvement through breeding program could be used to develop new variety with particular traits. Information on genetic diversity of germplasm is valuable to determine important individuals for breeding. In order to assess genetic diversity of ten pepper accessions, we performed touchdown-RAPD-PCR using 11 genetic markers. Ten accessions were divided into two groups, i.e. cluster I, consisting of five long curly pointed pepper (F6_159_111, Laris, F6_120_159, Yuni, and SSP) and one small pepper (Nero), and cluster II, consisting of four small peppers (Sona, Sret, Kresna, and Bangkok) based on cluster analysis. Principle Component Analysis (PCA) showed three groups of accessions: Group 1 (F6_159-111, Laris, F6_120_159, Yuni, SSP, and Nero), Group 2 (Sret, Kresna, and Bangkok) and Group 3 (Sona). Genetic distance between accessions described close genetic relationship among all long pointed pepper, including Yuni to SSP and between Kresna to Sret. In contrast, higher genetic dissimilarity were observed Nero to all small pepper accessions. These results give information on genetic diversities and guidance to select potential accessions for breeding program, particularly accessions with higher genetic dissimilarities.
1780220830G1A014102PERBEDAAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN PASCA INDUKSI BERBAGAI MODEL STRES SLEEP DEPRIVATIONLATAR BELAKANG : Stres akibat sleep deprivation dapat menurunkan kadar antioksidan tubuh dan meningkatkan produksi radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif. Sleep recovery dapat menurunkan produksi radikal bebas dengan mekanisme pemulihan kadar antioksidan endogen yang dapat memperbaiki stres oksidatif akibat sleep deprivation.
TUJUAN : Mengetahui perbedaan kadar malondialdehid (MDA) pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation
METODE : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest only with control group. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi secara acak menjadi 5 kelompok yaitu kontrol sehat, PSD (20 jam/hari selama 5 hari), TSD (24jam/hari selama 5 hari), PSD + SR (20 jam/hari selama 5 hari pertama dilanjutkan dengan sleep recovery selama 5 hari berikutnya), dan TSD+SR (24 jam/hari selama 5 hari pertama dilanjutkan dengan sleep recovery selama 5 hari berikutnya).
HASIL : Rerata kadar MDA tertinggi terdapat pada kelompok TSD (1,42 ± 1,16 µmol/l), diikuti kelompok TSD+SR (1,12 ± 0,59 µmol/l), kelompok PSD+SR (0,47 ± 0,6 µmol/l), kelompok PSD (0,47 ± 0,63 µmol/l), dan terendah kontrol (0,38 ± 0,33 µmol/l). Uji One Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) rerata kadar MDA pada semua kelompok penelitian.
KESIMPULAN : Tidak terdapat perbedaan signifikan rerata kadar MDA pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation.
BACKGROUND : Stress caused by sleep deprivation is able to decrease antioxidants system and increase free radical production which causes oxidative stress. Sleep recovery could decrease free radical production by recovery of endogenous antioxidant levels then improve oxidative stress due to sleep deprivation.
OBJECTIVE : To know the difference of malondialdehyde (MDA) level in male albino rats (Rattus norvegicus) after induction of various models of sleep deprivation stress.
METHOD: This research was an experimental research with posttest only and control group design. Thirty male albino rats were distributed into 5 groups, control (health control), PSD (20 hours/day sleep derivation for 5 days), TSD (24 hours/day sleep deprivation for 5 days), PSD+SR (20 hours/day sleep deprivation for the first 5 days continued with sleep recovery for the next 5 days), and TSD+SR (24 hours/day sleep deprivation for the first 5 days continued with sleep recovery for the next 5 days).
RESULT: The highest mean of MDA level was in group TSD (1,42 ± 1,16 µmol/l), followed by group TSD+SR (1.12 ± 0.59 μmol / l), group PSD+SR (0.47 ± 0.6 μmol / l ), group PSD (0.47 ± 0.63 μmol / l), and the lowest was group control (0.38 ± 0.33 μmol / l). One Way ANOVA test showed no significant difference (p> 0,05) of MDA mean level in all study groups.
CONCLUSION : There was no significant difference of MDA mean level in male albino rats (Rattus norvegicus) after induction various models of sleep deprivation stress.
1780321539A1L014125PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. Botrytis L.) PADA BERBAGAI JENIS POC DAN DOSIS PUPUK N
DI LAHAN PASIR PANTAI
Kubis bunga merupakan tanaman sayuran famili Brassicaceae jenis kol dengan bunga putih. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menentukan jenis POC yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan pasir, (2) menentukan dosis pupuk N yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan pasir pantai, (3) menentukan interaksi jenis POC dan dosis pupuk N yang tepat pada pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian berlangsung pada Agustus sampai dengan November 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis POC yang terdiri dari P1 = Nasa, P2 = Trubus, P3 = Petani dan faktor kedua adalah dosis pupuk N yang terdiri dari N1 = 100%, N2 = 60%, N3 = 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jenis Pupuk Orgnik Cair (POC) tidak memberikan pengaruh nyata pada variabel hasil tanaman kubis bunga, (2) Dosis pupuk nitrogen 100% (P1) dapat memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga, (3) Interaksi jenis POC dan dosis pupuk nitrogen tidak menunjukkan adanya interaksi terhadap hasil tanaman kubis bunga.Cabbage is vegetable crop which grouped under Brassicaceae family in variety of white flowered group. This research aimed to (1) determine effective POC treatment on growth and yield of cabbage in sandy land, (2) determine effective N fertilizer dosage on growth and yield of cabbage in sandy land, (3) explain interaction of POC and N fertilizer dosage on growth and yield of cabbage in sandy land. This research was conducted at coastal sandy land of Jetis, Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap. This research was held from August until November 2017. Experimental design used was Randomized Complete Group Factoial design with two faktors and three replications. First faktor was POC variations which were P1 = Nasa, P2 = Trubus, P3 = Petani and second faktor was N fertilizer dosage which including N1 = 100%, N2 = 60%, and N3 = 20%. The research has shown that (1) variations of POC treatm ent has no effect of cabbage flower yield variable. (2) 100% dosage of N fertilizer (P1) gave the best result on growth and yield of cabbage flower. (3) POC variation treatment and fertilizer dosage have no relation on cabbage yield.
1780420831C1F015048ANALISIS HUBUNGAN IMPLEMENTASI FRAUD CONTROL PLAN DAN POTENSI FRAUD PADA BALAI BESAR PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL DAN HIJAUAN PAKAN TERNAK BATURRADENPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan implementasi Fraud Control Plan (FCP) dan potensi terjadinya fraud di BBPTUHPT Baturraden, Banyumas. Objek penelitan adalah seluruh pegawai di BBPTUHPT Baturraden. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh yang berarti semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan dari kuesioner yang diberikan kepada responden. Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi pearson.
Hasil analisis data menunjukkan niai koefisien pearson sebesar -0,425. Hal ini menunjukkan bahwa antara implementasi FCP dengan potensi fraud memiliki hubungan yang cukup kuat. Nilai negatif pada koefisien pearson menunjukkan bahwa hubungan antara implementasi FCP dengan potensi fraud berlawanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antara implementasi FCP dengan potensi fraud di BBPTUHPT Baturraden memiliki hubungan yang cukup kuat.
This study aims to examine the relationship between the implementation of Fraud Control Plan (FCP) and the potential for fraud in BBPTUHPT Baturraden, Banyumas. The research object is all employees at BBPTUHPT Baturraden. The sampling method uses a saturated sample method which means all members of the population are used as samples. The data in this study were obtained through interviews and from the questionnaires given to the respondents. Hypothesis testing using pearson correlation analysis.
The result of data analysis shows the pearson coefficient value of -0.425. This shows that between FCP implementation with potential fraud has a strong enough relationship. A negative value on the Pearson coefficient indicates that the relationship between the FCP implementation and the potential fraud is opposite. Based on the results of the study can be concluded that between the implementation of FCP with potential fraud in BBPTUHPT Baturraden has a strong enough relationship.
1780521529D1E014079PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT PROTEIN BUNGKIL BIJI JARAK FERMENTASI TERHADAP KADAR AIR DAN DAYA IKAT AIR PADA DAGING AYAM PEDAGINGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi dalam pakan terhadap kadar air dan daya ikat air daging ayam pedaging dan mengkaji level terbaik pemberian konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi ditinjau dari kadar air dan daya ikat air daging ayam pedaging. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah bungkil biji jarak pagar, dan DOC ayam pedaging sebanyak 40 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan peubah kadar air dan daya ikat air daging ayam pedaging dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas R0 (tanpa konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi), R1 (6% konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi), R2 (12% protein bungkil biji jarak fermentasi), dan R3 (18% konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi), setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian rataan kadar air R0, R1, R2, R3, berturut-turut adalah 75,12% ; 74,72% ; 75,2%; dan 75,28%. Hasil penelitian rataan daya ikat air pada penelitian R0, R1, R2, R3, berturut-turut adalah 32,6% ; 39,34% ; 38,28% ; dan 40,24%. Kesimpulan bahwa penambahan konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi hingga 18% dalam pakan ayam pedaging tidak mempengaruhi kadar air dan daya ikat air daging.
The purpose of this research was to know the effect of soy bean meal substitution by concentrate protein of jatropha seed cake in the broiler feed in the determination of water concentration and water holding capacity in broiler meat and to know the best level of concentrate protein of jatropha seed in the feed reviewed from that variables. The materials that were used in this research were jatropha seed cake, and 40 DOC. This research used experiment method and the designt of this research used was Completely Randomized Design with variabels determination of water concentration and water holding capacity in broiler meat 4 treatments and 5 replicates. The treatments of this research consisted of R0 (without fermented concentrate protein of jatropha seed cake), R1 (additions of 6% of fermented concentrate protein of jatropha seed cake), R2 (additions of 12% of fermented concentrate protein of jatropha seed cake), and R3 (additions of 18% of fermented concentrate protein of jatropha seed cake). The results of this research the means of water concentration of R0, R1, R2, R3 were 75.12% ; 74.72% ; 75.2% ; and 75.28%. The results of this research were the means of water holding capacity of R0, R1, R2, R3 were 32.6% ; 39.34% ; 38.28%; and 40.24%. The conclusion of this research is that, the additions of fermented protein concentrate of jatropha seed cake until 18% not affect the water concentration and water holding capacity of broiler meat.
1780621540F1B113011PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, FASILITAS KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA TEGALSaat ini kinerja pegawai dalam suatu organisasi sangat penting untuk di perhatikan, dimana dengan kinerja pegawai yang baik akan mampu mempengaruhi kinerja suatu organisasi secara keseluruhan. Permasalahan utama adalah Kinerja Pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tegal yang akan dipengaruhi oleh Lingkungan Kerja, Fasilitas Kerja dan Disiplin Kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Lingkungan Kerja, Fasilitas Kerja, dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan metode survey. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistik Product Moment, Korelasi Parsial, Korelasi Ganda, dan Regresi Ganda, dengan sasaran penelitian sebanyak 90 responden. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Terdapat hubungan antara Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,560 atau 56,0 persen (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,365 atau 36,5 persen (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,783 atau 78,3 persen (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Lingkungan Kerja, Fasilitas dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 57,218. Oleh karenanya keseluruhan hipotesis penelitian dapat diterima.At present the performance of employees in an organization is very important to note, where with good employee performance will be able to affect the performance of an organization as a whole. The main problems are Employee Performance in the Investment Service and Integrated Service One Door of Tegal City that will be affected by Work Environment, Work Facilities and Work Discipline. The purpose of this research is to know and analyze the influence of Work Environment, Working Facilities, and Work Discipline on Employee Performance in Investment Service Department and Integrated Service One Door of Tegal City. This research uses quantitative research method associative with survey method approach. The method of analysis used statistical calculation of Product Moment, Partial Correlation, Multiple Correlation, and Double Regression, with the target of research as many 90 respondents. Based on the results of quantitative analysis in this study can be explained as follows: (1) There is a relationship between the Work Environment on Employee Performance of 0.560 or 56.0 percent (2) There is a significant influence between Working Facilities on Employee Performance of 0.365 or 36.5 percent (3) There is a significant influence between Work Discipline on Employee Performance of 0.783 or 78.3 percent (4) There is a significant influence between Work Environment, Facilities and Work Discipline on Employee Performance of 57.218. Therefore the whole research hypothesis is acceptable.
1780720834A1L013084EFEKTIVITAS BERBAGAI JENIS DAN TAKARAN PEMBENAH TANAH PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.) DI LAHAN PASIR PANTAILahan pasir pantai sangat potensial untuk dimanfaatkan menjadi lahan budidaya yang produktif terutama untuk budidaya tanaman hortikultura. Penanaman kubis bunga dapat memanfaatkan lahan pasir pantai dengan menggunakan varietas kubis bunga yang sesuai untuk dataran rendah. Budidaya tanaman kubis bunga di lahan pasir pantai dihadapkan beberapa kendala seperti kesuburan tanah yang rendah, kemampuan memegang dan menyimpan air yang rendah. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan yaitu pemberian pembenah tanah dengan dengan memanfaatkan tanah vertisol dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: (1) jenis pembenah tanah yang paling efektif untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga,(2) takaran pembenah tanah yang paling optimal untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga dan (3) interaksi jenis dan takaran pembenah tanah untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian berlangsung mulai Juli sampai dengan September 2017.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial. Faktor pertama jenis pembenah tanah terdiri atas Vertisol, campuran pupuk kandang ayam dan sapi, Vertisol dan campuran pupuk kandang ayam dan sapi. Faktor kedua takaran pembenah tanah terdiri dari 100%, 200%, 300%. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, luas daun, kehijauan daun, volume akar, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot batang segar, bobot daun segar, bobot tanaman kering, bobot akar kering, bobot batang kering, bobot daun kering, umur pembentukan bunga, diameter bunga, hasil bunga segar dan hasil bunga kering.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis pembenah tanah Vertisol 30t/ha dan campuran pupuk kandang sapi dan ayam 20 t/ha berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jenis pembenah tanah campuran pupuk kandang sapi dan ayam 20 t/ha berpengaruh nyata pada bobot bunga kering serta menghasilkan potensi hasil bunga segar 13,07 t/ha (2) takaran pembenah tanah 300% (60 t/ha) berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan kadar kehijauan daun (3) terdapat interaksi Vertisol dan campuran pupuk kandang sapi dan ayam, takaran pembenah tanah 100% berpengaruh pada bobot daun segar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering serta menghasilkan potensi hasil bunga segar 12,86 t/ha.
Coastal sand land area is highly potential as the cultivated land area especially horticulture plant. Cauliflower cultivation can utilize coastal sand land area with the right variety of lowland area. Cauliflower cultivation in coastal sand land area had problems such as low soil fertility and low capability to hold water. One of the alternative way to solve those problems is by applied the soil ameliorant used vertisol and manure. This research aimed to determine: 1) the most effective type of soil ameliorant for growth and yield of cauliflower, 2) the most optimal dosage of soil ameliorant for growth and yield of cauliflower and 3) the interaction of soil ameliorant type and dosage for growth and yield of cauliflower.
This research was conducted in sand coastal area of Pantai Jetis, Banjarsari village, Nusawungu sub-district, Cilacap regency started from April to September 2017. The experimental design used was Randomized Block Design (RCBD) factorial. This research consisted of 2 factors: the type of soil ameliorant consisted of 3 levels and the dosage of soil ameliorant consisted of 3 levels, with 9 treatment combinations in total. The first factor was the dosage of soil ameliorant consisted of Vertisol, mixture of chicken manure & cow, Vertisol and mixture of chicken manure & cow. The second factor was the dosage of soil ameliorant consisted of 100%, 200%, 300%. The variables observed were plant height, leaf number, leaf length, leaf area, chlorophyll content, root volume, root length, fresh plant weight, fresh root weight, fresh stem weight, fresh leaf weight, dry plant weight, dry root weight, dry stem weight, dry leaf weight, age of flower formation, flower diameter, fresh flower yield and dried flower yield.
The results showed that (1) the type of soil ameliorant of 30 t/ha Vertisol and 20 t/ha mixture of chicken & cow manure gave the good response for growth of cauliflower in which plant height, while the soil ameliorant type of 20 t/ha mixture of chicken and cow manure gave the best response on dry flower weight and fresh flower yield with 13,07 t/ha (2) 300% dosage of soil ameliorant was the most optimum used for growth and yield of the cauliflower, it gave the best response for plant height and chlorophyll content (3) there was an interaction on Vertisol and mixture of chicken & cow manure , 100% dosage of soil ameliorant gave a good response on fresh leaf weight, fresh plant weight, dry plant weight, and the yield of fresh crops with 12,86 t/ha.
1780820835F1F013058A SEMIOTIC ANALYSIS OF THE 2017 JAKARTA GOVERNOR ELECTION CARICATURES PUBLISHED IN THE JAKARTA POST
( SEPTEMBER 2016 – APRIL 2017 )
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe tanda dan mengetahui proses semiosis yang terdapat pada karikatur pemilihan gubernur Jakarta 2017 yang diterbitkan di The Jakarta Post (September 2016 – April 2017) melalui analisa semiotika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data yang berjumlah 11 karikatur tentang pemilihan gubernur Jakarta 2017 di The Jakarta Post. Penelitian ini menggunakan teori tanda Peirce dan makna kontekstual milik Danesi dalam menyampaikan makna tanda tersebut untuk menjawab rumusan masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ada 27 ikon, 25 indeks dan 30 simbol. Ikon dalam karikatur tersebut meliputi gambar-gambar pasangan calon Jakarta (Ahok-Djarot, Agus-Sylvi, dan Anies-Sandi), para ketua partai politik sebagai penyokong dari masing-masing pasangan calon Jakarta (Megawati, SBY, dan Prabowo), dan semua gambar visual mengenai pemilihan gubernur Jakarta. Gambar Ahok merupakan ikon yang paling dominan dalam karikatur tersebut. Hal itu disebabkan karena pada kenyataan bahwa Ahok mengundang banyak kontroversi. Selanjutnya, teks-teks judul dalam karikatur, gerakan tubuh dan ekspresi wajah dari orang yang dikarikaturkan merupakan indeks. Indeks tersebut menunjukan sebab akibat dari persoalan-persoalan pada waktu pemilihan. Selain itu, simbol meliputi gambar-gambar di karikatur tersebut dan gestur dari orang yang dikarikaturkan yang memiliki makna tertentu saat dikaitkan dengan konteks pada karikatur. Makna yang terdapat dalam karikatur tersebut dijelaskan secara kontekstual. Kedua, proses semiosis digambarkan secara jelas oleh hubungan antara representamen, objek, dan interpretan. Makna yang digambarkan dalam karikatur pemilihan gubernur Jakarta sebagian besar tentang agama dan ras.
Kata Kunci: Semiotika, tanda, teori semiotika Peirce, Karikatur Pemilihan Gubernur Jakarta, The Jakarta Post.
This research is aimed at analyzing types of sign and knowing the semiosis process that are occured in the 2017 Jakarta Governor Election caricatures published in The Jakarta Post (September 2016 - April 2017) through semiotic analysis. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data which are 11 caricatures about the 2017 Jakarta governor election in The Jakarta Post. This research applies Peirce’s theory of sign and Danesi’s contextual meaning in representing the meaning of the sign to answer the research questions.
The results of this research show that first, there are 27 icons, 25 indexes, and 30 symbols. The icons of the caricatures are the pictures of the Jakarta candidate pairs (Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, and Anies-Sandi), political chairpersons as the backers of each Jakarta candidate pair (Megawati, SBY, and Prabowo), and all the visual images regarding Jakarta governor election. The picture of Ahok is the most dominant icon of the caricatures. It is due to the fact that Ahok carries a lot of controversies. Then, the caption texts of the caricatures, body movements and facial expressions of the person being caricatured are the indexical signs. It shows cause and effect of the problems during the election. Furthermore, the symbols are the pictures of the caricatures and gestures of the person being caricatured showing certain meaning when they are related to the context of the caricatures. The meaning that is found in the caricatures explained contextually. Second, the semiosis process are clearly reflected by the relation among representamen, object, and interpretant. The meaning depicted by the caricatures of Jakarta governor election are mostly about religion and race.
Keywords: Semiotics, sign, Peirce’s semiotic theory, Jakarta Governor Election caricatures, The Jakarta Post.
1780920837E1A110023PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN DINAS PERHUBUNGAN TERHADAP PEMUNGUTAN RETRIBUSI PARKIR DI TEPI JALAN UMUM DI KABUPATEN BANYUMASDinas Perhubungan merupakan dinas yang mempunyai tugas dan wewenang untuk mengelola perparkiran di Kabupaten Banyumas. Parkir adalah salah satu jenis pelayanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena kendaraan bermotor merupakan sarana mutlak yang diperlukan masyarakat untuk melaksanakan aktivitas kesehariannya. Pemungutan retribusi parkir di Kabupaten Banyumas dilakukan oleh petugas parkir yang terdaftar di Dinas Perhubungan. Dari tahun ke tahun, selalu terdapat keluhan masyarakat yang diberitakan di media massa bahwa retribusi parkir di tepi jalan umum dipungut lebih besar dari yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah. Hal ini menjadikan pertanyaan bagi penulis, bagaimanakah pelaksanaan fungsi pengawasan dinas perhubungan terhadap pemungutan retribusi parkir di tepi jalan umum di Kabupaten Banyumas hingga terjadi keluhan yang sama di setiap tahun. Apa saja hambatan yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan pada saat pelaksanaan fungsi pengawasan tersebut, hingga tidak ada hasil pengawasan yang signifikan setiap tahun.

Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa pertama, pelaksanaan fungsi pengawasan Dinas Perhubungan terhadap pemungutan retribusi parkir di tepi jalan umum belum maksimal, karena Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Bupati Nomor 81 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Uraian Tugas Jabatan dan Tata Kerja Unit Perparkiran pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas hanya memberikan kewenangan untuk mengawasi perparkiran tetapi tidak memberikan kewenangan untuk menindak petugas parkir liar. Kedua, ada beberapa faktor intern dan faktor ekstern yang menyebabkan pelaksanaan fungsi pengawasan belum maksimal.
Department of Transportation is an agency that has the duty and authority to manage parking in Banyumas regency. Parking is one type of service that is needed by the community, because motor vehicles are the absolute means that people need to carry out their daily activities. The collection of parking fees in Banyumas Regency is done by parking officers registered at the Transportation Department. From year to year, there are always public complaints reported in the mass media that public parking levies on public roads are levied larger than those established in local regulations. This makes the question for the author, how the implementation of the function of the supervision of the transportation agency against the collection of public roadside parking charges in Banyumas District until the same complaints occur every year. What are the obstacles faced by Dinas Perhubungan during the implementation of the supervisory function, until there is no significant monitoring result every year.

The results of research conducted by the authors show that first, the implementation of the function of supervision of the Department of Transportation on the collection of parking fees on the public roadside has not been maximal, because the Regional Regulation No. 1 of 2015 on the Implementation of Traffic and Road Transport and Regulation No. 81 of 2008 on Formation, Organization, Main Tasks, Job Descriptions and Working Procedures Unit Parking at the Department of Transportation, Communications and Informatics Banyumas District only gives authority to supervise parking but does not give authority to crack down on illegal parking officers. Secondly, there are several internal factors and external factors that cause the implementation of supervisory function has not been maximized.
1781020833A1C013068Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Nanas Pada Agroindustri "Tiga Sekawan" Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten PemalangAgroindustri Tiga sekawan berlokasi di Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang yang merupakan agroindustri pengolahan buah nanas menjadi kerupuk nanas, manisan nanas, stik nanas, dodol nanas dan nanas rumput laut. Agroindustri Tiga sekawan dalam menjalankan usahanya kurang memperhatikan pembukuan yang rapi sehingga tidak mengetahui usaha yang dijalankan menguntungkan atau tidak. Biaya produk bersama tidak dapat ditentukan secara khusus berdasarkan jenis produk yang dihasilkan. Oleh karena itu diperlukan metode alokasi yang tepat dalam mengalokasikan biaya bersama pada masing-masing produk. Selain itu belum diketahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan setelah nanas diolah menjadi berbagai produk. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui profil industri Tiga Sekawan, 2) mengetahui laba produk bersama usaha pengolahan nanas, dan 3) mengetahui besarnya nilai tambah pengolahan nanas menjadi manisan nanas dan dodol nanas.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) di Agroindustri Tiga Sekawan desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan dari 23 Mei 2017 sampai 24 Juni 2017. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis biaya produk bersama, analisis alokasi biaya bersama menurut nilai jual relatif, analisis laba produk bersama, dan analisis nilai tambah metode Hayami.
Hasil penelitian yang dilakukan yaitu pada agroindustri “Tiga Sekawan” adalah industri kecil yang menjalankan usahanya di bidang industri makanan dengan produk berupa kerupuk nanas, manisan nanas, stik nanas, dodol nanas dan nanas rumput laut. Selama satu bulan produksi laba yang diperoleh yaitu sebesar Rp31.858.526,66. Nilai tambah manisan nanas sebesar Rp17.863,73 dengan rasio nilai tambah sebesar 45,85 persen. Nilai tambah dodol nanas sebesar Rp4.462,13 dengan rasio nilai tambah sebesar 15,31 persen. Rasio nilai tambah manisan nanas lebih dari 40 persen sehingga termasuk dalam katagori nilai tambah tinggi, sedangkan rasio nilai tambah dodol nanas kurang dari 40 persen sehingga termasuk dalam katagori nilai tambah sedang.
Tiga Sekawan industry is located in Beluk Village Subdistrict Belik Pemalang Regency which is a pineapple processing industry into chips pineapple, sweet pineapple, sticks pineapple, dodol pineapple and seaweed pineapple. Tiga Sekawan industry in running their business is having less attention to the neat of bookkeeping so they do not really know whether the business makes more profitable or not. The cost of a joint product can not be specifically based on the types of producst produced. Therefore, there should be an appropriate financial management method in allocating joint cost included in each product. Besides, it is not known the amount of added value after pineapple gets processed into various products. The objective of this research are to 1 )to know the industry profile of Tiga Sekawan, 2) to know the profit of the product including the pineapple processing business, and 3) to know the added value of pineapple processing into pineapple sweet and pineapple dodol.
This study is categorized as study case. Determination of location of research conducted purposively in the Tiga Sekawan industry Beluk Village Belik Subdistrict Pemalang Regency. This research carried out on May 23 to June 24, 2017. The methods of analysis used a joint product cost analysis, an allocating joint cost analysis based on relative selling value, a joint product profit analysis, and a value-added analysis of Hayami method.
The result of research is that in agroindustry "Tiga Sekawan" is a small industry that run its business in food industry with product of pineapple cracker, sweet pineapple, sticks pineapple, dodol pineapple and seaweed pineapple. During one month the production of profits obtained amounted to Rp31.858.526,66. The added value sweet pineapple was Rp17.863,73 with added value ratio of 45,85 percent. The added value dodol pineapple was Rp4.462,13 with the added value ratio of 15,31 percent. The added value ratio sweet pineapple is more than 40 percent so it is included into category of high added value, while the added value ratio of dodol pineapple is less than 40% so it is included into category of medium added value.
1781121980F1B113016Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan (Penumpang) Perum DAMRI Kabupaten BanyumasPada dasarnya kepuasan pelanggan terwujud jika harapan pelanggan sesuai dengan apa yang dialaminya, bahkan apa yang dialaminya melebihi harapan setelah mendapatkan suatu pelayanan. Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan. Penelitian ini dilakukan di PERUM DAMRI Cabang Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Kualitas Pelayanan yang meliputi Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty Terhadap Kepuasan Pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode survai. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau dan Regresi Ordinal. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pemustaka sebesar 0,543 atau 54,3 persen, yang menunjukkan bahwa tingkat hubungan dari variabel Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan berada pada tingkat sedang. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa variabel-variabel Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan di PERUM DAMRI Cabang Purwokerto. Hal ini membuktikan bahwa variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu Kepuasan Pelanggan.
Customer satisfaction only will be achieved when the service delivery meet their expectation. Satisfaction of the customers influenced by service quality. This research was conducted at PERUM DAMRI of Purwokerto Branch. The research aims to examine and analyze the level of influence of the Service Quality that includes Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty to the Customer Satisfaction. This research used survey method. Accordingly, the data analysis techniques were correlation Kendall Tau and Regression Ordinal. The results of quantitative analysis have shown that There is a positive and significant influence between service quality to customer satisfaction by 0.543, or 54.3 percent, which indicates that the degree of relationship between service quality variable and customer satisfaction is medium. This research concludes the variables of Service Quality are all positive and significant in effect to Customer Satisfaction at PERUM DAMRI of Purwokerto Branch. It proves independent variables have positive and significant influence to the customer satisfaction as dependant variabel.
Keywords: Public Service, Customer’s Satisfaction, Quality of Public Service
1781220839F1F013019The Effect of Culture on Plum's Body Image Disorder in Sarai Walker's DietlandGangguan psikologi adalah hal yang sering ditemukan di dalam karya sastra. Novel berjudul Dietland karya Sarai Walker adalah salah satu dari banyak novel yang mengangkat gangguan psikologi, lebih spesifiknya adalah tentang bagaimana seseorang mendapatkan gangguan citra tubuh melalui kebudayaan. Dalam hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana kebudayaan bisa mempengaruhi karakter utama di dalam novel Dietland karya Sarai Walker yang bernama Plum yang menderita gangguan citra tubuh. Psikologi sastra digunakan sebagai pedoman untuk menganalisis novel ini. Untuk mendukung analisis, digunakan pula teori psikologi kebudayaan oleh Richard A. Shweder dan teori gangguan citra tubuh oleh K.A Phillips. Kemudian penelitian ini menggunakan teknik kualitatif melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan data, pengkategorian data, dan analisis data. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat tiga efek kebudayaan terhadap gangguan citra tubuh Plum. Tiga efek tersebut yaitu kecemasan social, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan makan. Sebagai akibat dari kebudayaannya, dapat disimpulkan bahwa keputus asaan Plum membuatnya menderita gangguan-gangguan tersebut.

Psychological disorder is a common issue in literary work. Sarai Walker’s Dietland is one among many novels which specifically portrays psychological disorder, how someone gets body image disorder through culture. Regarding this issue, this research aims to study on how culture could affect the main character of Sarai Walker’s Dietland named Plum to suffer from body image disorder. Psychology in literature is applied as a tool to analyze this novel. To support the analysis, cultural psychology theory by Richard A. Shweder and body image disorder theory by K.A Phillips are used as well. Then, this research uses qualitative method to analyze the novel through the steps of data collection, data categorization, and data analysis. The result of this research finds that there are three effects of culture on Plum’s body image disorder. The three effects include social anxiety, obsessive compulsive disorder, and eating disorder. As a consequence of her culture, it is found that Plum is desperate which makes it possible for her to suffer those disorders.
1781320840A1L013035EKSPLORASI DAN UJI KEMEMPANAN JAMUR ENTOMOPATOGEN
DALAM MENGENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) jenis isolat jamur entomopatogen yang berasal dari Desa Papringan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas; 2) kemempanan isolat asal Desa Papringan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas terhadap hama wereng batang cokelat; 3) isolat yang paling efektif dalam mengendalikan hama wereng batang cokelat pada tanaman padi; 4) kerapatan konidia jamur entomopatogen yang efektif mengendalikan wereng batang cokelat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Oktober 2017 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan screen house yang berlokasi di Desa Pasir Kidul Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap eksplorasi dan tahap uji kemempanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu diameter koloni, bobot kering miselium, kepadatan spora, mortalitas wereng batang cokelat, dan waktu kematian wereng batang cokelat. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) isolat jamur yang berasal dari Desa Papringan Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas merupakan jamur entomopatogen jenis Fusarium sp., Paecilomyces sp., dan Aspergillus sp.; 2) seluruh isolat jamur asal wereng batang cokelat terinfeksi dari Desa Papringan Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas memiliki kemampuan membunuh wereng batang cokelat; 3) isolat jamur entomopatogen yang paling efektif dalam menginfeksi wereng batang cokelat adalah isolat Paecilomyces sp. dengan tingkat mortalitas sebesar 60 persen pada kepadatan spora 10^7.This research aims to know 1) types of entomopathogenic fungi isolates originating from the Papringan Village, Kebasen Subdistrict, Banyumas Regency; 2) effectiveness of isolates from Papringan Village, Kebasen Sub-district, Banyumas Regency against brown planthopper pest; 3) isolates most effective in controlling brown planthopper pests on rice plants; 4) conidial density of entomopathogenic fungus that effectively controls brown planthopper. This research was conducted from March to October 2017 in Plant Protection Laboratory of Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman Purwokerto and screen house located at Pasir Kidul Village, Purwokerto Western Subdistrict, Banyumas Regency. The research was conducted in two stages, namely the exploration stage and effectiveness test phase. The research used a Randomized Block Design (RBD) with three replications. The variables observed were colony diameter, dry weight of mycelium, spore density, mortality of brown planthopper, and time of death of brown planthoppers. The observed data were analyzed by F test followed by BNT test at 5% error level. The results showed that 1) fungal isolates from Papringan Village Kebasen Subdistrict Banyumas Regency is an entomopathogenic fungus of Fusarium sp., Paecilomyces sp., and Aspergillus sp.; 2) all isolates from brown planthopper infected brown planthopper from Papringan Village Kebasen Subdistrict Banyumas Regency has the ability to kill brown planthopper of 13,33 – 60 percent; 3) the most effective isolates of entomopathogenic fungus in infecting brown planthopper is the Paecilomyces sp. with a mortality rate of 60 percent at 10^7/ml spore density.
1781420841G1A014008HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN DIARE AKUT PADA BALITA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJOHUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN DIARE AKUT PADA BALITA
DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
Nur Annisa Laras1, Supriyanto2, Wiwiek Fatchurohmah3
1 Mahasiswa Program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran,
Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
3Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Email : nurannisalarasf@gmail.com
Abstrak
Diare akut masih menjadi masalah utama pada balita di negara berkembang. Diare akut adalah frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari disertai perubahan konsistensi tinja selama kurang dari satu minggu. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare ialah status gizi. Status gizi kurang dapat memperburuk diare balita sehingga memperpanjang durasi penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di sub bagian rekam medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada bulan November 2017 hingga Januari 2018 dengan metode purposive sampling. Analisis statistik data menggunakan Chi Square. Total subyek adalah 85 dengan jumlah laki-laki 58,8% dan perempuan 41,2%. Kelompok usia terbanyak yang menderita diare ialah 24-35 bulan 60 % dengan status nutrisi baik 78,8%. Analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap diare akut pada balita, dengan nilai p= 0,023.Terdapat hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita.


Kata kunci : Balita, diare akut, lama rawat, status gizi
THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS WITH LENGTH OF HOSPITAL STAY IN CHILDREN
AT PROF. DR. MARGONO SOEKARJO HOSPITAL
Nur Annisa Laras1, Supriyanto2, Wiwiek Fatchurohmah.3
1Medical Student, Faculty of Medicine, Universitas Jenderal Soedirman
2Departement of Pediatrics Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital
3Departement of Physiology Faculty of Medicine, Universitas Jenderal Soedirman
Email : nurannisalarasf@gmail.com
Abstract

Acute diarrhea is still the leading problem for children in developing country. Acute diarrhea is the passage of stool more than three times a day with stool consistency less solid than normal for less than a week. Nutritional state is a factor that associated with diarrhea. Malnourished children are proven to have prolonged episodes of diarrhea. The objective of this research is to determine the relationship between nutritional status with length of hospital stay among pediatric patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. The study was a cross sectional study done at medical record division Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital from November 2017 until January 2018. Sample were obtained by purposive sampling. Statistical analysis was performed using Chi square test. Total sample were 85 patients. Male subjects were 58.8% and female subjects were 41.2%. Most subjects were belong to 24-35 months old age group 60 % with good nutritional status 78.8%. The bivariate analysis showed relationship between those two variables with p value 0.023. This study concluded that nutritional status was related to length of hospital stay of diarrhea in children at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital


Keywords: acute diarrhea, length of hospital stay, nutritional status, under-five children

1781520842C1A013117ANALISIS PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, PDB PERKAPITA DAN INDEKS HARGA KONSUMEN TERHADAP JUMLAH UANG BEREDAR INDONESIA PERIODE 2001-2015Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga, PDB Perkapita dan Indeks Harga Konsumen terhadap Jumlah Uang Beredar Indonesia Periode 2001-2015”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat suku bunga, PDB perkapita dan indeks harga konsumen terhadap jumlah uang beredar Indonesia serta mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap jumlah uang beredar Indonesia. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan data sekunder dengan metode time series dalam kurun waktu lima belas tahun (2001-2015). Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat suku bunga, PDB perkapita dan indeks harga konsumen secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar Indonesia. Sedangkan secara parsial menunjukkan bahwa tingkat suku bunga mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar Indonesia, PDB perkapita mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar Indonesia dan indeks harga konsumen tidak berpengaruh terhadap jumlah uang beredar. Variabel yang paling berpengaruh terhadap jumlah uang beredar adalah PDB perkapita. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu Tingkat suku bunga merupakan suatu cara yang dilakukan oleh Bank Sentral untuk mengendalikan perekonomian. Saat ini Bank Indonesia menetapkan suku bunga kebijakan baru yaitu BI 7 Days Repo Rate yang sebelumnya BI rate. Bank Indonesia perlu menjaga tingkat suku bunga karena saat suku bunga bi rate naik akan mempengaruhi kenaikan suku bunga yang lain
seperti suku bunga deposito dan suku bunga kredit. PDB perkapita yaitu mengukur rata-rata pendapatan yang diterima penduduk. PDB perkapita yang tinggi mencerminkan membaiknya perekonomian dan kesejahteraan negara. Diharapkan pemerintah dapat mengontrol pertumbuhan PDB agar tercipta kestabilan ekonomi.
This research titled “The Effect of Interest Rate, GDP per capita and Consumer Price Index on Money Supply Indonesia Within 2001-2015”. This research aims to analyze the influence of interest rate, GDP per capita and consumer price index against money supply and to identify which variables would give the biggest influence to money supply. This research method is quantitative research and secondary data using time series method within fifteen years period (2001-2015). Data analysis technique used multiple linear regressions with Ordinary Least Square (OLS) method. Analysis result showed that interest rate, GDP per capita and consumer price index simultaneously and significantly influence money supply. Partially the result showed that interest rate has negative and significant influence against money supply, GDP per capita has positive and significant influence against money supply and consumer price index has not significant influence against money supply. The most influential variable against money supply is GDP per capita. The implications of the above conclusions are the interest rate is a way by the Central Bank to control the economy. Currently Bank Indonesia sets new policy interest rate is BI 7 Days Repo Rate previously BI rate. Bank Indonesia needs to maintain interest rates because as interest rates increase, it will affect other interest rate such as deposit rates and lending rates. GDP per capita is a measure of the average income received by the population. High per capita GDP reflects the improving economy and welfare of the country. It is expected that the government can control the growth of GDP in order to create economic stability.
1781620843C2C015026ANALISIS PENGGUNAAN COMPUTER PHYSICIAN ORDER ENTRY (CPOE) TERHADAP MUTU PELAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOTeknologi informasi berbasis komputer sekarang banyak digunakan dibidang kesehatan diantaranya Electronic Medical Record (EMR).Teknologi yang semakin maju ikut berdampak pada perubahan resep tulisan tangan menjadi elektronik. Hal ini merupakan strategi yang penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisispenggunaan Computer physician order entry terhadap mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan di instalasi farmasi RSUD Margono Soekarjo. jenis penelitian ini menggunakan survei dengan kuisioner yang diberikan kepada pasien rawat jalan RS Margono Soekarjo. Metode pengambilansampel menggunakannon probabilitas consecutive samplingyaitu sampel diambil dari respondenyang memenuhi kriteria pemilihan sampel hingga jumlah subjek terpenuhi yaitu 110 responden. Validitas data menggunakan korelasi product moment .Teknik analisis data menggunakan path analysis dengan dibantu software SPSS 20.
Hasil analisis data penelitian ini didapatkan hasil bahwa penggunaan Computer Physician Order Entry (CPOE) tidak berpengaruh terhadap waktu tunggu antrian pengambilan obat, kesalahan pemberian obat, komunikasi apoteker pasien. Penggunaan Computer Physician Order Entry (CPOE), waktu tunggu antrian pengambilan obat, dan komunikasi apoteker mutu pelayanan berpengaruh terhadapkepuasan pelanggan dengan arah positif . Kesalahan pemberian obat tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan Computer Physician Order Entry (CPOE) tidak berpengaruh terhadap mutu pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Margono SoekarjoPurwokerto namun berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Margono SoekarjoPurwokerto.
Computer-based information technology is now widely used in the field of health such as Electronic Medical Record (EMR). The increasingly advanced technology contributes to the change of handwriting recipes into electronics. This is an important strategy to improve health services.
The purpose of this study is to analyze the use of Computer physician order entry on the quality of service and customer satisfaction in the pharmacy installation of RSUD Margono Soekarjo. This type of study used a survey with questionnaires given to outpatients Margono Soekarjo Hospital. Sampling method using non probability consecutive sampling that is taken from the sample respondents to satisfy sample selection criteria until the number of subjects met is 110 respondents. Validity of data using product moment correlation. Technique of data analysis using path analysis with assisted software SPSS 20.
The results of this research data analysis showed that the use of Computer Physician Order Entry (CPOE) did not affect the waiting time of the queue of drug taking, the error of drug administration, the patient's pharmacist communication. The use of Computer Physician Order Entry (CPOE), waiting time of queue, and pharmacist communication service quality influence customer satisfaction with positive direction . errors in drug administration have no effect on customer satisfaction . Based on these results can be concluded that the use of Computer Physician Order Entry (CPOE) does not affect the quality of service in Pharmacy Installation Margono Soekarjo Hospital Purwokerto but has an effect on customer satisfaction at Pharmacy Installation in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
1781720844A1C112034POTENSI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUNGA ANGGREK DI KELOMPOK TANI SEKAR GUMILANG DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASAnggrek adalah salah satu jenis tanaman hias yang mempunyai bunga yang unik dan menarik. Kelompok Tani yang membudidayakan anggrek bulan adalah Kelompok Tani Sekar Gumilang di Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Permasalahan yang di hadapi Kelompok Tani Sekar Gumilang adalah kurangnya strategi pengembangan usaha.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui profil Kelompok Tani Sekar Gumilang Ketenger Baturraden. (2) Menganalisis faktor internal dan faktor eksternal Kelompok Tani Sekar Gumilang. (3) Merumuskan alternatif strategi dan prioritas strategi pengembangann usaha anggrek di Kelompok Tani Sekar Gumilang. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Analisis data yang digunakan analisis biaya dan keuntungan, R/C, uji validitas dan reabilitas, skala likert, matriks IFE dan EFE, matriks IE, matriks SWOT, matriks QSPM.
Hasil penelitian menunjukan Kelompok Tani Sekar Gumilang berdiri sejak tahun 2010, jumlah anggota 9 orang. Karakteristik anggota rata-rata umur 50 tahun, dan rata-rata pendidikan tingkat SD, rata-rata biaya produksi per bulan Rp6.649.852,00; Rata-rata penerimaan per bulan Rp22.635.417,00; Rata-rata keuntungan per bulan sebesar Rp15.985.565,00. Kontribusi pendapatan usaha anggrek terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 42%. Nilai R/C sebesar 3. Faktor internal, kekuatan Kelompok Tani Sekar Gumilang memiliki produk yang berkarakteristik, produk siap jual, tempat budidaya strategis, tersedianya sarana dan prasarana budidaya anggrek. Kelemahan yang dimiliki kurangnya strategi pemasaran, kurangnya varian anggrek bulan, kurangnya keaktifan dan partisipasi anggota. Faktor eksternal memiliki peluang menjadi agrowisata taman bunga anggrek. Ancaman yang dimiliki antara lain pesaing penjual anggrek di sekitar Lokawisata Baturraden. Alternatif strategi Kelompok Tani anggrek Sekar Gumilang meliputi penetrasi pasar, perluasan pasar, dan pengembangan produk. Prioritas strategi yang utama adalah perluasan pasar yaitu kerjasama dengan Event Organizer atau dekorasi, outlet souvenir, perluasan pasar secara online, kerjasama dengan hotel, bank, atau instansi untuk rental tanaman, kerja sama dengan tempat wisata di sekitar Baturraden seperti Smallworld, dan pelaku bisnis tanaman hias di wilayah Banyumas.
Orchid is one type of ornamental plants that have unique and interesting flowers. Farmer groups that cultivate moon orchids are Sekar Gumilang Farmer Group in Ketenger Village, Baturraden Sub-district, Banyumas Regency. The problem faced by Sekar Gumilang Farmers Group is the lack of business development strategy.
The purpose of this study were (1) Knowing the profile of Sekar Gumilang Ketenger Baturraden Farmer Group. (2) Analyzing internal factors and external factors Sekar Gumilang Farmer Group. (3) To formulate alternative strategy and priority of strategy of orchid business development at Sekar Gumilang Farmer Group. The selection of research sites was chosen purposively. Data analysis used cost and profit analysis, R / C, validity and reliability test, likert scale, IFE and EFE matrix, IE matrix, SWOT matrix, QSPM matrix.
The results showed Sekar Gumilang Farmer Group established since 2010, the number of members of 9 people. Characteristics of members of the average age of 50 years, and average level of primary school education, average monthly production cost Rp6.649.852,00; Average revenue per month Rp22.635.417,00; Average profit per month is Rp15,985,565.00. The contribution of orchid income to household income is 42%. R / C value of 3. Internal factors, the strength of Sekar Gumilang Farmer Group has a characteristic product, ready to sell product, strategic cultivation place, the availability of facilities and infrastructure of orchid cultivation. Weaknesses lack of marketing strategy, lack of month orchid variants, lack of activity and participation of members. External factors have the opportunity to be an orchid garden garden agro. Threats that have, among others, competitors orchid sellers around Lokawisata Baturraden. The strategy alternatives of Sekar Gumilang Orchid Farmer Group include market penetration, market expansion, and product development. The main strategic priority is market expansion, namely cooperation with Event Organizer or decoration, souvenir outlet, online market expansion, cooperation with hotel, bank or agency for plant rental, cooperation with tourism place around Baturraden like Smallworld, and crop businessman ornamental in Banyumas area.
1781820845A1C013006Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Selada Pada Tingkat Pedagang Pengecer Di Pasar Tradisional Kota Purwokerto Kabupaten BanyumasSelada merupakan sayuran pelengkap makanan seperti salad, hamburger dan sandwich. Permintaan selada cukup tinggi baik di pasar swalayan, pasar tradisional, restoran dan hotel. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik pedagang pegecer dan konsumen selada di pasar tradisional Kota Purwokerto; (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selada pada pedagang pengecer di pasar tradisional Kota Purwokerto dan (3) Menghitung elastisitas permintaan selada baik harga sendiri maupun harga produk subtitusinya. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus 2017 di pasar tradisional Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel dengan teknik sensus dan accidentally sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, regresi linier berganda dan elastisitas permintaan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pedagang pengecer selada di Kota Purwokerto didominasi oleh pedagang sayuran perempuan, usia 15 sampai dengan 64 tahun, pendidikan akhir SD, pembelian 12 kali per bulan, sudah berjualan sayuran selama 11 sampai dengan 20 tahun dan lokasi pembelian di Pasar Wage.
Karakteristik konsumen selada didominasi oleh konsumen ibu rumah tangga yang sebagian memiliki rumah makan, usia 15 sampai dengan 64 tahun, pendidikan akhir SMP, jumlah pendapatan konsumen lebih dari Rp6.000.000,00 per bulan, jumlah anggota keluarga satu sampai tiga orang dan pembelian satu kali per bulan. Permintaan selada dipengaruhi oleh pendapatan keluarga, selera konsumen dan frekuensi pembelian konsumen. Elastisitas permintaan selada di Purwokerto sebesar 0,89 menunjukkan bahwa elastisitas permintaan selada bersifat inelastis. Elastisitas silang sebesar 0,30 menunjukkan bahwa kubis merupakan barang pengganti dari selada.
Lettuce is a vegetable complementary foods such as salads, hamburgers and sandwiches. Lettuce demand is quite high both in supermarkets, traditional markets, restaurants and hotels. This study aims to: (1) Know the characteristics of traders and consumers of lettuce in traditional markets Purwokerto City; (2) to know the factors that influence lettuce demand at retailer in traditional market of Purwokerto City and (3) Calculate the elasticity of lettuce demand both own price and product price of substitution. The research was conducted in August 2017 in traditional market of Purwokerto City, Banyumas Regency.
The research method used is survey method. Sampling with census and accidentally sampling techniques. The analysis used is descriptive analysis, multiple linear regression and demand elasticity. The results showed that the characteristics of lettuce traders in Purwokerto City were dominated by female vegetable traders, ages 15 to 64 years, primary school education, purchasing 12 times per month, already selling vegetables for 11 to 20 years and purchasing location in Wage Market.
The characteristics of lettuce consumers are dominated by housewife consumers who are partly owned by restaurants, ages 15 to 64, junior high school education, total consumer income of more than Rp6,000,000.00 in the month, the number of family members of one to three people and a one-time purchase per month. Lettuce demand is influenced by family income, consumer tastes and the frequency of consumer purchases. The elasticity of lettuce demand in Purwokerto at 0.89 indicates that the elasticity of lettuce demand is inelastic. Cross elasticity of 0.30 indicates that cabbage is a substitute of lettuce.

1781920847A1L013108SAMBUNG MIKRO JERUK KEPROK (Citrus nobilis L.) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN BATANG BAWAH JAPANSCHE CITROEN (JC) DENGAN PERLAKUAN KONSENTRASI SUKROSA PADA MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG (MS)Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi sukrosa terbaik dan pengaruh asal batang atas yang berbeda terhadap hasil mikrografting. Langkah pertama yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mempersiapkan batang atas, baik yang berasal dari kultur in vitro maupun batang atas yang berasal dari lahan. Langkah berikutnya yaitu dengan mempersiapkan batang bawah yang membutuhkan waktu selama 2-3 minggu dari perkecambahan yang selanjutnya akan dilakukan penyambungan dengan batang atas yang sebelumnya telah dipersiapkan. Penyambungan dilakukan dengan mengambil setengah dari tinggi batang bawah dan bagian meristem batang atas berukuran 0,1-0,2 cm yang disatukan pada sayatan batang bawah berbentuk V. Konsentrasi sukrosa pada media Murashige and skoog (MS) tanpa zat pengatur tumbuh (ZPT), yaitu 30 g/l, 40 g/l da 50 g/l tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan akar, pertumbuhan shoot tip, persentase batang atas tumbuh dan hidup, namun memberikan pengaruh nyata terhadap persentase kontaminasi pada pengamatan mikrografting batang atas jeruk keprok dan batang bawah Japansche Citroen (JC). Penggunaan batang atas dari kultur in vitro memberikan respon yang lebih baik dibandingkan menggunakan batang atas dari lahan. Persentase keberhasilan penyambungan menggunakan batang atas dari kultur in vitro yaitu 29,17% dan persentase keberhasilan penyambungan menggunakan batang atas dari lahan yaitu 11,67%.Aims of this study were to find out best concentration of sucrose and to study effect of different sources of shoot tips on micrografting. The first step taken in this study was to prepare shoot tips, both derived from in vitro culture and field. The next step was to prepare rootstocks taking 2-3 weeks after germination. The rootstocks were then grafted with the shoot tips prepared before. The micrografting were carried out by taking half of the rootstock height and the shoot tip meristem section of 0,1-0,2 cm attached to V-shaped incision of the rootstock. The sucrose concentration on Murashige and Skoog (MS) media without plant growth regulator of 30 g/l, 40 g/l and 50 g/l does not have significant effect on root growth, shoot tip growth and the percentage of shoot tip growth and life. However, it affected on percentage of contamination during the observation of tangerines shoot tips and Japansche Citroen (JC) rootstock micrografting. The shoot tips derived from in vitro culture provided a better response than the shoot tips derived from field. The percentage of grafting success using shoot tips from the in vitro culture was 29,17% and percentage of grafting success using shoot tips derived from the field was 11,67%.
1782020846A1L013126Pemanfaatan Media Jamur Merang dan Jamur Tiram Untuk Perbaikan Sifat Kimia Ultisol serta Mendukung Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.)ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik dari media tanam jamur merang dan jamur tiram terhadap perbaikan sifat kimia Ultisol serta mendukung pertumbuhan dan hasil Selada. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai April 2017 di Screen House Agroekologi dan Laboratorium Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis bahan organik (B) yang terdiri dari B1¬= media jamur tiram, B2= kompos media jamur tiram, B3= media jamur merang, B4= kompos media jamur merang. Faktor kedua yaitu dosis bahan organik (D) yang terdiri dari D0= 0 ton bahan orgaik/ha, D1= 25 ton bahan organik/ha, D3= 50 ton bahan organik/ha, D4= 75 ton bahan organik/ha. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%. Apabila perlakuan menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT) dengan tingkat kepercayaan yang sama. Variabel yang diamati yaitu sifat kimia tanah berupa pHH2O, pHKCl, Aldd, C-organik, KPK, serta variabel pertumbuhan dan hasil berupa panjang akar, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bahan organik berpengaruh terhadap perbaikan sifat kimia tanah yang diamati, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.

Kata kunci : Selada, Ultisol, sifat kimia tanah, media jamur merang, media jamur tiram.
ABSTRACT
The study aimed to examine the effect of organic material made of baglog straw mushroom and oyster mushroom toward the chemical characteristic of Ultisol to support the growth and yield of Lettuce. This study was conducted from November 2016 to July 2017 at Screen House of Agroecology and Laboratory of Soil/Land Resource, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study used 5 kg of soil in polybag with Completely Randomized Block Design, consisted of 2 factors with 3 replications. The first factor was organic material (B) consisting of B1= baglog oyster mushroom, B2= compost oyster mushroom, B3= baglog straw mushroom, B4= compost straw mushroom. The second factors was organic material of dose (D), which consisted of D0= 0 ton of organic material/ha (0 gram), D1= 25 ton of organic material/ha (56 gram), D2= 50 ton of organic material/ha (112 gram), D3= 75 ton of organic material/ha (168 gram).The result of the observation was analyzed by using Analysis of Varian (ANOVA) with realiability of 95%. When the result showed significant effect, it will be continued by using Duncan’s test (DMRT) with similar level of reliability. The observed variables are the soil chemical characteristic of pHH2O, pHKCl, Aldd, C-organic, CEC, and variables of the plants growth and yield, in the form of roots length, plants height, leaves amount, leaves width, fresh plant weight, and dried plant weight. The result of the study showed that the treatment organic material gave significant effect of chemical characteristic of the observed soil. However it didn’t give significant effect on the growth and the yield of the plant.