Artikelilmiahs

Menampilkan 17.881-17.900 dari 50.034 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1788120891H1L013072PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENCETAKAN KARTU AK-1 BERBASIS WEB DENGAN MENGUNAKAN SMS GATEWAY
(STUDI KASUS DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN PURBALINGGA
Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Purbalingga merupakan badan pemerintah daerah yang bekerja di bidang ketenaga kerjaan daerah Purbalingga. Salah satu pelayanan yang diberikan oleh disnakertrans Purbalingga adalah pembuatan kartu AK-1 atau lebih dikenal dengan kartu kuning. Pengelolaan data pencari kerja merupakan salah satu hal yang menjadi masalah karena memiliki kompleksitas tinggi dari segi pendataan, seringkali terjadi kesalahan-kesalahan dalam menanganinya seperti kesalahan perhitungan maupun kerancuan data. Pegawai dinas terkadang merasa kesulitan dalam pembuatan laporan bulanan ataupun memberikan informasi untuk calon pencari kerja jika masa berlaku kartu AK-1 telah berakhir. Oleh sebab itu dibutuhkan Sistem Informasi Pencetakan Kartu AK-1 Dengan Menggunakan Sms Gateway. Sistem informasi ini telah selesai dibuat dengan menggunakan konsep OOP (Object Oriented Programming) yang dirancang menggunakan menggunakan UML (Unified Modeling Language), PHP sebagai bahasa pemrograman, MySQL sebagai basis data, dan Laravel sebagai framework pengembangannya.Social Service Manpower and Transmigration Purbalingga District is a local government agency working in Purbalingga. One of the services provided by the Social Service Manpower and Transmigration Purbalingga is the making of AK-1 card or better known as the yellow card. Management of job seeker data is one of the things that become a problem because it has a high complexity in terms of data collection, there are often mistakes in handling such as miscalculation and ambiguous data. Employees sometimes difficult to make monthly reports or provide information to prospective job seekers if their AK-1 card expires. Therefore, Social Service Manpower and Transmigration of Purbalingga need an information systems for printing AK-1 card by using sms gateway. This information systems has been completed by using the concept of OOP (Object Oriented Programming) which is designed using UML (Unified Modeling Language), PHP as programming language, MySQL as database, and Laravel as development framework.
1788220744A1C012074PERAN LUMBUNG DESA DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA
(Studi kasus Pada Lumbung Pangan Amanah Di Desa Adisana Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas)
Ketahanan pangan merupakan prasyarat dasar yang harus dimiliki oleh daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan terdiri dari tiga subsistem utama yaitu ketersediaan, distribusi dan konsumsi. Ketahanan pangan pada tingkat Rumah Tangga dapat tercermin dari tersedianya pangan yang terjangkau oleh masyarakat baik secara fisik maupun ekonomi. Lumbung pangan dikenal sebagai lembaga cadangan pangan lokal yang keberadaannya sudah menjadi bagian sejarah Indonesia. Salah satu lumbung pangan yang masih berfungsi berada di Desa Adisana yaitu Lumbung Pangan Amanah. Lumbung Pangan Amanah merupakan lumbung swadaya yang keberadaanya masih berjalan dengan sistem pengelolaan yang sederhana berupa simpan pinjam. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga. 2) Menganalisis efektivitas Lumbung Pangan Amanah, dilihat dari penggunaan pinjaman yang dialokasikan untuk pangan. Pengambilan data dilaksanakan di Desa Adisana, Kecamatan Kebasen pada bulan September sampai dengan Oktober 2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus, dengan jumlah responden sebanyak 44 rumah tangga. Metode analisis data yang digunakan adalah : 1) Analisis deskriptif untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan melalui persentase pengeluaran pangan rumah tangga, dan 2) Analisis Deskriptif untuk menguji efektivitas peran lumbung pangan amanah melalui pinjaman yang dialokasikan untuk pangan dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1)Keadaan rumah tangga anggota Lumbung Pangan Amanah berada pada tingkat tahan pangan, dilihat dari persentase pengeluaran pangannya. 2)Peran Lumbung Pangan Amanah melalui program pinjamannya di Desa Adisana Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas sudah efektif dalam mendukung ketahanan pangan.Food security on household level could be seen from the availability of affordable food, that people can afford both physically and economically, also achieved diverse food consumption. The granary is known as local food system that being part of Indonesian history. One of them that still works is located at Adisana Village. This granary is a self-help granary which works with simple management such as saving and loans, and thus picks researcher interest to study about granary role to support household food security. The research aims are: 1) to find out household food security level seen from the percentage of food outcome on Amanah granary member household, 2) to analyze the effectiveness of granary function seen by the use of allocated loans for food in Adisana village, Banyumas to support member household food security. The research was conducted at Adisana Village, Kebasen sub-district from September 2017 until October 2017. The sampling technique used is census with 44 house hold as the granary member. The method analyzing data used are : 1)descriptive analysis to describe the effectiveness of granary role trough grain loans, 2) hypothesis test to test the effectiveness of granary role trough the loans that allocated for food. The results of this research are : 1) The average percentage of food expenditure on the household of Amanah granary’s member is at food resistant level. it is because there is a balance on the expense for food and non food. 2) The role of Amanah granary trough its saving and loans program has been effective to support food security at Adisana Village, Kebasen Sub-district, Banyumas.
1788320892B1J013122PENGARUH PEMBERIAN NaCl AWAL BERBEDA PADA MEDIA KULTUR LIMBAH CAIR TAPIOKA TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN KADAR LIPID
Spirulina platensis
Kultur Spirulina platensis dapat dilakukan pada media limbah cair tapioka dengan pemberian NaCl yang berfungsi sebagai pengatur tekanan osmosis S. platensis, melarutkan HCN dalam limbah cair tapioka dan desinfektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaCl berbeda terhadap pertumbuhan S. platensis serta untuk mengetahui konsentrasi optimal NaCl bagi pertumbuhan sel dan kadar lipid S. platensis. Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Bibit S. platensis dikultur di media limbah cair tapioka dengan perlakuan pemberian NaCl berbeda. Konsentrasi NaCl yang diberikan yaitu 22,5 ppt; 25 ppt; 27,5 ppt; 30 ppt; 32,5 ppt; 35 ppt; 37,5 ppt dan 0 ppt (kontrol). Parameter utama yang diukur adalah jumlah sel setiap hari selama 7 hari dan kadar lipid pada hari ke-8. Sedangkan parameter pendukung meliputi suhu, pH, intensitas cahaya, kadar N, P dan CO2 bebas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian NaCl dengan konsentrasi berbeda pada media limbah cair tapioka memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan S. platensis. Selain itu, S. platensis juga memiliki rentang salinitas optimal yang luas terhadap pertumbuhan sel, yaitu 22,5-37,5 ppt. Kadar lipid paling tinggi terdapat pada salinitas 32,5 ppt yaitu 25 mg dan kadar paling rendah pada salinitas 0 ppt yaitu 7 mg.Spirulina platensis can cultured on tapioca liquid waste media by giving NaCl which serves as a regulator of osmotic pressure of S. platensis, dissolving HCN in tapioca liquid waste and disinfectant. This study aims to determine the effect of different NaCl concentrations. In addition, to determine the optimal concentration of NaCl for cell growth and to know lipid levels of S. platensis. The research was conducted using Completely Randomized Design with 8 treatments and 3 replications. Seeds of S. platensis were cultured in tapioca liquid waste media with different treatment of NaCl. The given NaCl concentration is 22.5 ppt; 25 ppt; 27.5 ppt; 30 ppt; 32.5 ppt; 35 ppt; 37.5 ppt and 0 ppt (control). The main parameters measured were the number of cells daily for 7 days and the lipid levels at day 8. While supporting parameters include temperature, pH, light intensity, N, P and CO2 levels. The results of this study can be concluded that the administration of NaCl with different concentrations in tapioca liquid waste gave the same effect on the growth of S. platensis. In addition, S. platensis also has a broad optimal salinity range for cell growth, ie 22.5-37.5 ppt. The highest lipid levels were found at salinity 32,5 ppt, 25 mg and the lowest level salinity was 7 mg.
1788420824G4A015011PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PRE DAN POST OPERASI KATARAK SENILIS DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJOLATAR BELAKANG: Katarak senilis merupakan jenis katarak yang paling banyak ditemukan. Pembedahan merupakan satu-satunya terapi untuk penderita katarak senilis. Prosedur pembedahan sendiri akan memberikan suatu reaksi emosional bagi pasien, yakni kecemasan.

TUJUAN : Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pasien pre dan post operasi katarak di RSUD Margono Soekarjo.

METODE : Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik-observasional dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel berjumlah 30 orang, yang merupakan pasien yang akan di operasi katarak di RSUD Margono Soekarjo dimana sudah memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diukur adalah tingkat kecemasan sebelum dan sesudah operasi. Data kecemasan responden diperoleh dengan menggunakan kuesioner STAI.

HASIL : Rata-rata kecemasan responden sebelum operasi adalah 2,07 dan didominasi oleh tingkat kecemasan berat. Sedangkan sesudah operasi rerata nya ialah 1,27 dan didominasi oleh tingkat kecemasan ringan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai z=-4,460 dan p= 0,00 (p<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah operasi katarak.

KESIMPULAN : Terdapat perbedaan tingkat kecemasan pasien pre dan post operasi katarak di RSUD Margono Soekarjo
BACKGROUND : Senile cataract is the most common type of cataract. Surgery is the only treatment for patients with senile cataract. The surgical procedure itself will give an emotional of reaction to the patient, namely anxiety.

AIM: To determine differences levels in pre and post cataract surgery at Margono Soekarjo hospilal.

METHODS: This is an analytical observasional with prospective design. Thirth people, patients who member of will be threated by cataract surgery , where it meets the inclusion criteria .Variabel anxiety levels were measured before and after surgery. Data obtained using respondents anxiety STAI questionnaire.

RESULTS: The average respondent anxiety before surgery was 2.07 and dominated by severe anxiety level. Meanwhile, after the operation was 1.27 and its average is dominated by mild anxiety level. The test result in wilcoxon in a value of z = -4.460 and p = 0.00 (p <0.05). Therefore there was significant difference in anxiety level in pre and post cataract surgery.

CONCLUSION: There were difference in the level of anxiety of patients pre and post cataract surgery in Margono Soekarjo hospital.
1788520895F1A013020RINDU UTAMI (Strategi Kampanye Anti Trafficking SBMI Wonosobo)Penelitian ini mengambil judul "Rindu Utami" (Strategi Kampanye Anti trafficking SBMI Wonosobo). Penulis mengangkat judul ini mengingat kampanye yang dilakukan oleh SBMI dengan menjadikan sebuah film sebagai strategi anti trafficking merupakan cara baru dalam penumpasan praktek perdagangan orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa SBMI Wonosobo memlih memproduksi film Rindu Utami sebagai strategi kampanye anti trafficking dan mengetahui apa saja pesan yang terkandung di dalam film tersebut yang berkaitan dengan kampanye anti trafficking. Mencegah praktek perdagangan manusia yang dilakukan SBMI Wonosobo membutuhkan media baru yang lebih efektif. Pamflet dan seminar, meski sudah sering dilakukan tetapi tidak berdampak banyak terhadap angka korban perdagangan manusia. Film dianggap lebih efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat karena menyajikan audiovisual yang mampu menyampaikan pesan atau informasi lebih mudah ditangkap masyarakat. Penyebaram poster, buku saku dan pamflet dianggap mudah, tetapi banyak masyarakat yang malas membaca sehingga informasi yang disampaikan di dalam poster tersebut tidak sampai. Seminar atau pelatihan dianggap membosankan karena masyarakat kita kebanyakan tidak betah mendengarkan orang berbicara. Film Rindu Utami dibuat berdasarkan cerita nyata, para pemainya juga merupakan mantan buruh migran yang pernah menjadi korban perdagangan manusia, film ini merupakan alternative yang menarik untuk mencegah praktek perdagangan manusia yang dilakukan oleh SBMI Wonosobo

This research takes the title "Rindu Utami" (Campaign Strategy Anti Trafficking SBMI Wonosobo). The author raises this title in light of the campaign by SBMI by making a movie an anti-trafficking strategy a new way of cracking down on trafficking practices. This study aims to find out why SBMI Wonosobo memlih produce film Rindu Utami as an anti-trafficking campaign strategy and find out what messages contained in the film related to anti-trafficking campaign. Preventing human trafficking practices by SBMI Wonosobo requires a new, more effective medium. Pamphlets and seminars, though often done but do not have much impact on the number of victims of trafficking. Film is considered more effective and easily understood by the community because it presents audiovisual that is able to convey messages or information more easily captured by the community. Poster spreaders, pocket booklets and pamphlets are considered easy, but many people are lazy to read so the information conveyed in the poster is not up. Seminars or training are considered boring because our society mostly does not listen to people talking. Rindu Utami film is based on real story, the pemainya also a former migrant worker who had been victim of human trafficking, this film is an interesting alternative to prevent human trafficking practices conducted by SBMI Wonosobo.


1788621534E1A014130PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN TAHU BERFORMALIN BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Dalam Putusan Nomor : 933/Pid.B/2015/PN PlgABSTRAK
Penelitian ini mengambil judul “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN TAHU BERFORMALIN BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Dalam Putusan Nomor : 933/Pid.B/2015/PN Plg”. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen pembeli tahu yang menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang yaitu formalin berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan PerUndang-Undangan, dokumen resmi dan situs-situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh dianalis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Konsumen tahu berformalin dalam putusan nomor: 399/Pid.B/2015/PN.Plg tidak mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Hal ini dapat dilihat dari :
1. Hakim dalam putusannya tidak menggunakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk menjerat pelaku usaha, padahal pelaku usaha telah melanggar Pasal 4 huruf (a),(c), Pasal 7 huruf (a),(b) dan (d) serta Pasal 8 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Hakim dalam menerapkan hukumnya kurang lengkap dan tidak rinci, karena hanya Pasal 136 huruf (b) Jo Pasal 75 Ayat (1) huruf (b) Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan yang digunakan untuk menjerat Erna Als Amoi.
2. Hakim tidak menggunakan ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Hakim dalam putusannya hanya menjatuhkan pidana berdasarkan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, padahal dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan tidak terdapat aturan mengenai sanksi terhadap pelanggaran.
ABSTRACT

This research is titled "LEGAL PROTECTION TO CONSUMER OF TOFU WITH FORMALIN BASED ON LAW NUMBER 8 OF 1999 ON CONSUMER PROTECTION In Decision Number: 933 / Pid.B / 2015 / PN Plg". This study is conducted to analyze how the legal protection to consumers of tofu buyers which use prohibited food additives that is formalin based on Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection.
Approach method used is normative juridical approach method. The data used are secondary data in the form of literature books, rules of laws, official documents and internet sites by literature study, by inventorying the data which is then presented in systematic description form. The data obtained are analyzed and elaborated based on legal norms related to the object of research.
Consumers of tofu with formalin in the decision number: 399 / Pid.B / 2015 / PN.Plg do not get legal protection based on Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, This can be seen from:
1. The judge in his decision does not use Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection to ensnare the entrepreneurs, whereas they have violated Article 4 letter (a), (c), Article 7 letter (a), (b) and ( d) and Article 8 paragraph 1 letter (a) of Law Number 8 Year 1999 on Consumer Protection. The judge in applying the law is incomplete and not detailed, because only Article 136 letter (b) Jo Article 75 Paragraph (1) letter (b) of Law No. 18 of 2012 on Food used to ensnare Erna Als Amoi.
2. The Judge does not use criminal provisions as regulated in Article 62 of Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection, The Judge only charged criminal sanction based on violation of Law Number 18 of 2012 on Food, whereas in Law Number 18 of 2012 on Food there are no rules on sanctions for violations
1788720896P2CC14023EVALUASI SISTEM PERENCANAAN DAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE ABC DAN ECONOMIC ORDER INTERVAL (EOI) DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) NUR HAYATI GARUTPengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu manajemen rumah sakit yang sangat penting terutama tahapan perencanaan dan persediaan karena berkaitan dengan revenue center utama. Pada tahapan perencanaan dan persediaan perlu dilakukan evaluasi secara berkala untuk mendapatkan manajemen obat yang efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem evaluasi perencanaan, persediaan obat dan mengidentifikasi persediaan farmasi berdasarkan ABC Nilai Investasi agar dapat menentukan waktu yang tepat pemesanan kembali secara Economic Order Interval (EOI) terutama untuk kelompok persediaan farmasi yang menggunakan hampir 70% nilai investasinya di Instalasi Farmasi RSU Nur Hayati Garut.Data diambil dari laporan tahunan IFRS pada periode tahun 2016 meliputi daftar jenis persediaan farmasi, jumlah persediaan, jumlah permintaan serta masing-masing harga setiap itemnnya. Kemudian dilakukan evaluasi sistem perencanaan dan persediaan obat berdasarkan indikatornya. Analisis ABC Nilai Investasi digunakan untuk memprioritaskan persediaan farmasi yang membutuhkan perhatian lebih dalam persediaan dan dilakukan penentuan kapan waktu yang tepat untuk dilakukan pemesanan kembali persediaan yang termasuk dalam kategori A menggunakan perhitungan EOI.Hasil penelitian menunjukan persentase dana sebesar 108,7% dan penyimpangan perencanaan sebesar 23,3% pada evaluasi perencanaan. Untuk evaluasi persediaan menunjukan 98,11% kecocokan anatar barang dengan kartu stok, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR) sebesar 5,08, sistem penataan gudang telah dilakukan First In First Out/First Expired First Out, persentase obat kadaluarsa sebesar 0,006% dan persentase stok mati mencapai 98,9%. Analisis ABC nilai investasi mengelompokan kategori A sebanyak 133 item (70,36%), kategori B 365 item (25,27%), dan kategori C sebanyak 744 item (4,37%). Waktu pemesanan dan interval pemesanan kembali obat dengan metode EOI adalah setiap 40 hari sekali, dengan metode EOI ini penghematan dana yang dapat dilakukan sebesar Rp 2.780.239,-. Berdasarkan hasil observasi diatas maka peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap informan untuk mendapatkan data yang sesuai dengan di lapangan.Drug management at Hospital Pharmacy is one of important hospital management especially in planning and inventory stages because it is related to the main revenue center. At the planning and inventory stages are necessary to evaluate periodically to obtain efficient drug management.
The purpose of this study is to find out the evaluation system of planning, inventory and identify pharmaceutical inventory based on ABC Investment Value in order to determine the exact time of reorder by Economic Order Interval (EOI) especially for pharmaceutical inventory group which use almost 70% of investment value at Installation of Pharmacy, Nur Hayati Hospital, Garut.
Data taken from the annual report of Hospital Pharmacy in the period of 2016 includes a list of types of pharmaceutical supplies, inventory quantities, number of requests and price. Then evaluated the system of planning and inventory based on the indicator. ABC Analysis is used to prioritize pharmaceutical supplies that require more attention in inventory and the determination of when the right time to order back inventory included in category A using EOI method.
The results showed the percentage of funds was 108.7% and deviation planning was 23.3% in planning drugs. For inventory evaluation showed 98.11% match between stock items with stock card, value of Inventory Turn Over Ratio (ITOR) 5.08, warehouse arrangement system has been done with First In First Out / First Expired First Out, percentage of expired drug 0,006% and percentage of dead stock reached 98,9%. By analysis ABC category A as much as 133 items (70.36%), category B 365 items (25.27%), and category C as much as 744 items (4.37%). The ordering time and reorder interval of drug by EOI method is every 40 days with this method can saving funds up to Rp 2.780.239, -.
Based on the results of observation, the researcher conducted to interview informants to obtain the appropriate data. Suggestions for the management needs to conduct better evaluation of drug planning and inventory and do the grouping of drugs based on the value of investment so as to make a better strategy on the next periode.
1788820900A1L013106PENGARUH PEMBERIAN Trichoderma - MIKORIZA DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PENYAKIT PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Trichoderma – mikoriza dan dosis pupuk anorganik secara mandiri atau gabungan terhadap penyakit, pertumbuhan, dan hasil tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan exfarm dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari April sampai Agustus 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian dosis pupuk Trichoderma – mikoriza dengan komposisi 0 g – 10 g, 10 g – 20 g, dan 20 g – 30 g. Faktor kedua yaitu pemberian dosis pupuk anorganik yaitu 0%, 50%, dan 100% (tanpa pupuk, setengah dosis anjuran, dan dosis anjuran). Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi dan intensitas penyakit bercak daun cercospora dan mosaik virus, jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah ranting, dan jumlah buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Trichoderma – mikoriza dan pupuk anorganik secara mandiri atau gabungan tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan, tetapi pemberian dosis pupuk anorganik 100% memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah tunas, dibandingkan pemberian dosis pupuk anorganik 50%, dengan jumlah ranting tertinggi.This research aims to know the effect of Trichoderma – mycorrhyza biological agents and doses of inorganic fertilizer, in single or in combination on diseases, growth, and yield of chili. The research was carried out in an exfarm and Plant Protection Laboratory, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted from April to August 2017. The experiment was arranged in factorial based on Randomized Block Design, consisting of 9 treatments and 3 replications. The first factor is Trichoderma – mycorrhyza biological agents at composition of 0 g - 10 g, 10 g - 20 g, and 20 g - 30 g. The second factor was uses of inorganic fertilizer doses consisting of 0%, 50%, and 100% (without fertilizer, half recommended dose, and suitable recommended dose). Observed variables were incubation periode and disease intensity of cercospora leaf spot and mosaic of virus, number’s leaf, plant height, number’s shoots, twigs, and fruits. The research result showed that application of Trichoderma – mycorrhyza and inorganic fertilizer in single or in combination with inorganic fertilizer could not significantly affect to all observed variables, but application of inorganic fertilizer dose of 100% gave the highest number’s leaf, plant height, number’s shoots, than application of inorganic fertilizer dose of 50%, with the highest of twigs.
1788920978F2A015027PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS JATILAWANG, KABUPATEN BANYUMASKepuasan atau satisfaction merupakan perasaan yang menunjukkan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) dari produk yang dipikirkan terhadap kinerja (atau hasil) yang diharapkan. Kualitas pelayanan dengan kepuasan (pasien ) merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Untuk mewujudkan kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas sebagai instansi kesehatan publik milik pemerintah, dalam perkembangannya dituntut untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik dengan meningkatkan kompetensi pegawai serta memperhatikan dimensi kualitas pelayanan itu sendiri, yakni keandalan, daya tanggap, jaminan, bukti langsung dan empati. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui secara umum tentang seberapa tingkat kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan Puskesmas Jatilawang, Kabupaten Banyumas terkait dengan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang dilakukan. Sedangkan, tujuan khusus dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara umum dari hasil uji t, variabel keandalan (X1), daya tanggap (X2), jaminan (X3), bukti langsung (X4) dan empati (X5) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS (Y). Selanjutnya pengujian f, variabel keandalan (X1), daya tanggap (X2), jaminan (X3), bukti langsung (X4) dan empati (X5) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS (Y). Secara khusus besarnya kepuasan pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Jatilawang, Kabupaten Banyumas yaitu sebesar 0,992 atau sebesar 99,2 %.Satisfaction is a feeling that shows a person's happiness or disappointment that comes after comparing the performance (outcome) of the thinking product to the expected performance (or outcome). Quality of service and satisfaction (patient) is a unity that is difficult to separate. To realize the patients’ satisfaction of BPJS at The Primary Health Service (Puskesmas) of Jatilawang Banyumas Regency as public health service owned by the government, in its development is demanded to give good service quality by increasing employee competence and also pay attention to service quality dimension itself. That are reliability, responsiveness, assurance, tangibles, and empathy. This research is a descriptive quantitative research with the cross-sectional approach which aims to know in general about how the level of patient satisfaction. Meanwhile, the specific purpose of this study to determine how much impact the quality of health services to BPJS patient satisfaction. The results showed that in general from the results of the t-test, the variable reliability (X1), responsiveness (X2), assurance (X3), tangibles (X4) and empathy (X5) partially positive and have a significant effect on patients’ satisfaction of BPJS service (Y). Furthermore, the variable reliability (X1), responsiveness (X2), assurance (X3), tangibles (X4) and empathy (X5) simultaneously have a positive and significant effect on BPJS patient satisfaction (Y). Specifically, the amount of BPJS patient satisfaction at The Community Health Center of Jatilawang, Banyumas is equal to 0.992 or 99.2%.
1789020899C1A013103FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Rumah Tangga di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas”. Kecamatan Cilongok merupakan salah satu kecamatan yang memiliki jumlah rumah tangga miskin yang cukup besar. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk meminimalisir jumlah rumah tangga miskin di Kecamatan Cilongok dengan mengetahui faktor penyebab kemiskinan yang ada pada level rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan perkapita, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan kepemilikan aset terhadap kemiskinan rumah tangga di Kecamatan Cilongok. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik biner untuk menjelaskan hubungan variabel dependen yang bersifat dikotomik dengan variabel independen. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari 100 sampel rumah tangga di Kecamatan Cilongok melalui wawancara langsung dan pengisian kuisioner, serta data sekunder sebagai data pendukung dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan rumah tangga adalah pendapatan perkapita dan pendidikan. Jumlah anggota keluarga berpengaruh positif terhadap kemiskinan rumah tangga, sedangkan variabel kepemilikan aset tidak berpengaruh terhadap kemiskinan rumah tangga. Variabel jumlah anggota keluarga merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kemiskinan rumah tangga di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.This research entitled "Factors Affecting Household Poverty in Cilongok Subdistrict of Banyumas Regency". Cilongok is one of the sub-districts that has a large number of poor households. Therefore a solution is needed to minimize the number of poor households in Cilongok by knowing the factors that cause poverty at the household level. This study aims to analyze the effect of per capita income, education, number of family members, and asset ownership on household poverty in Cilongok. The model used in this research is binary logistic regression to explain the correlation of dichotomic dependent variable with independent variable. The type of data used is primary data obtained from 100 household samples in Cilongok
through direct interview and questionnaire filling, and secondary data as supporting data in this research. The results of this study show that variables that have a negative and significant effect on household poverty are income per capita and education. The number of family members has a positive effect on household poverty, while asset ownership variables do not affect household poverty. The variable of family member is the most influential variable to household poverty in Cilongok subdistrict, Banyumas District.
1789120897G1B013101ANALISIS HYGIENE DAN SANITASI PENYELENGGARAAN MAKANAN PADA INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN KEBUMENLatar Belakang: Hygiene dan sanitasi makanan pada dasarnya meliputi orang yang menangani makanan, tempat penyelenggaraan makanan, peralatan pengolahan makanan, penyimpanan makanan dan penyajian makanan. Penyelenggaraan makanan yang kurang memenuhi syarat kesehatan selain memperpanjang proses perawatan, juga dapat menyebabkan timbulnya infeksi silang (cross infekction) ataupun infeksi nosokomial (infeksi yang didapatkan di rumah sakit), serta dapat menyebabkan keracunan makanan. Tujuannya Analisis Hygiene dan Sanitasi Penyelenggaraan Makanan pada Instalasi Gizi RSUD Kabupaten Kebumen.

Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian crossectional. Subyek penelitian dengan total sampling dengan kriteria sebagai pegawai di Instalasi Gizi, dengan sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan check list.

Hasil Penelitian: hasil dari analisis univariat sikap penjamah makanan diketahui 11 (36,7%) responden bersikap kurang baik dan 19 (63,3%) responden bersikap baik, sedangkan untuk perilaku penjamah makanan diketahui 11 (36,7%) responden bersikap kurang baik dan 19 (63,3%) responden bersikap baik, hal tersebut menunjukkan bahwa antara sikap dan perilaku sebanding dan sudah dalam kategori baik. Hasil check list ketersediaan fasilitas sanitasi & peralatan, kondisi fisik tempat pengelolaan makanan, dan pengolahan makanan mayoritas komponen sudah memenuhi syarat. Hasil uji laboratorium makanan dan minuman dengan data sekunder dari tiga bulan pada tahun 2017 mayoritas memenuhi syarat.

Simpulan: antara input, proses dan output hasilnya mayoritas sudah baik, alurnya sejalan dan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan.

Kata kunci: hygiene sanitasi, penyelenggaraan makanan, sarana dan prasarana, kualitas makanan.
Background: Food hygiene and sanitation basically involve peoples who handle food, place food organization, food management stuff, foodstorage and food presentation. The food organization which is less from fulfill healthy requirement besides can make process care extension, it also may impact a cross infection (cross infection) or a nosocomial infection (the infection that we can get in the inside of hospital), and it may cause food poisoning. This objective analysis of the hygiene and sanitation organization of food at District Hospitals Nutrition Installation Regencies Kebumen.

Metode: This research use quantitative descriptive with design crossectional research. The subject of this research is total sampling with criteria as employees in Food Nutrition on the Installation, with as many as 30 sample respondents. The data gathering technique use questionnaire and check list.

The research result: the research result from the attitude analysis univariat food handler is known 11 (36,7%) for the respondent who less good attitude and 19 (63,3%) for the respondent has good attitude. While behavior food handler is known 11 (36,7%) for the respondent less good behavior and 19 (63,3%) for the respondent has good behavior. That things show about between attitude and behavior is balance and already in good category. The result of the check list sanitation facility availableness and tools, physical condition places the management of the food, food processing and the majority of the components are already qualified. For the result of laboratory test foods and drinks with use secondary data mention from 3 month on the year 2017 the majority of the result fulfilling the requirement.

Summary: between input, process and output the result is good majority, the groove is in line and suitable with the rule of healthy minister.

Keyword: Sanitation hygiene, food organization, facilities and infrastructure and food quality.
1789220879A1L013190PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS MELON (Cucumis melo L.) DENGAN SISTEM BUDIDAYA ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) respon tiga varietas melon yang ditanam dengan sistem budidaya organik; 2) respon konsentrasi pupuk organik cair Nasa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil produksi tanaman melon; 3) respon kombinasi perlakuan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas selama 3 bulan dimulai dari bulan Juli sampai Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah 3 varietas melon yaitu Varietas Red Aroma, Silver Light, dan Aramis dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair Nasa dengan beberapa taraf yaitu 4 ml/l, 6 ml/l, 8 ml/l, dan kontrol ( tanpa pemberian konsentrasi pupuk organik cair) sehingga terdapat 12 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, jumlah bunga, jumlah bunga rontok, bobot buah, diameter buah, kemanisan, dan kadar air. Data pengamatan dianalisis dengan uji F dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Varietas Red Aroma memberikan hasil terbaik pada panjang tanaman, jumlah bunga, dan jumlah bunga rontok sedangkan Varietas Silverlight memberikan hasil terbaik pada kandungan klorofil 2) pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik cair Nasa tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon 3) kombinasi 3 jenis varietas dengan beberapa konsentrasi pupuk organik cair tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon.
This study aims to determine: 1) the response of melon varieties in the growth and production results; 2) response of types are most effective organic fertilizer for growth and yield of melon crop production; 3) Response of the best treatment combination on the growth and yield of melon. The research was conducted in Banjarsari Kulon village, Banyumas regency subdistricts discordant for 3 months starting from the month of July until August 2017. This study used complete randomized block design with two factors. The first factor is the 3 varieties of melon are Varieties of Red Scent, Silver Light, and Aramis and the second factor is the Concentration of a liquid organic fertilizer to some extent that is 4 ml / l, 6 ml / l, 8 ml / l, and control (without Concentration liquid organic fertilizer), so there are 12 treatment was repeated three times. Variables observed that the length of plants, number of leaves, leaf area, chlorophyll content, the amount of interest, the number of fall flowers, fruit weight, fruit diameter, sweetness, and moisture content. Data were analyzed by F test and continued with Duncan's Multiple Range Test at the 5% error level.
The results showed that 1) varieties of red aroma gives the best results on the length of the plant, chlorophyll, the amount of interest, and the amount of interest fall while varieties Aramis gives the best results on chlorophyll 2) response to several Concentration of fertilizer are not able to increase the growth and yield of melon 3) a combination of three types of varieties with multiple Concentration of liquid organic fertilizers are not able to increase the growth and yield of melon.
1789320901H1L013076RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA BERPRESTASI BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS SMK YPT 2 PURBALINGGA)Teknologi pada zaman globalisasi saat ini sangatlah penting bagi keseharian masyarakat. Komputerisasi sangat dibutuhkan untuk membantu memudahkan kegiatan sehari-hari. Pada sektor pendidikan khususnya sekolah menengah atas atau sederajat, komputerisasi sangatlah diminati karena sangat mempermudahkan dalam berbagai kegiatan. Pada SMK YPT 2 Purbalingga dalam menentukan calon siswa berprestasi selama ini masih mendapatkan kendala karena proses penilaiannya secara manual dan cenderung bersifat manupulatif sehingga hasil keputusan kurang berkualitas dan kurang baik. Sistem pendukung keputusan ini akan dibuat berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah untuk mendapatkan predikat siswa berprestasi. Kriteria yang menjadi penilaian pemilihan siswa berprestasi di SMK YPT 2 Purbalingga adalah nilai akademik, nilai non akademik, orang tua, dan nilai sikap. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam sistem pendukung keputusan ini adalah Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini merupakan metode untuk mencari penjumlahan terbobot dari ranting kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Sistem ini dibangun menggunakan dengan bahasa pemrograman PHP, javascript, HTML, dan CSS. Hasil dari penelitian ini adalah berupa sebuah sistem yang berbasis web yang dapat memberikan kemudahan bagi kepala sekolah dalam pemilihan siswa berprestasi. In the age of globalisation technology is important for the everyday life of society. Computerization is urgently needed help to facilitate daily activities. In the education sector in particularly high school or equivalent. Computerization is highly sought after because it is very easier in a variety of activities. On SMK YPT 2 Purbalingga in determining prospective students achievers during these still get his judgement because the process constraints manually and tends to be manupulatif so that the results are less qualified and less good. This decision support system will be created on the basis of the criteria already defined by the school to obtain a predicate student achievers. The criteria for assessment students in SMK YPT 2 Purbalingga are academic grade, non academic grade, parent’s factor, and student’s attitude . One method that can be used in this decision support system is a Simple Additive Weighting (SAW). This method is a method to find the weighted summation of the branch's performance on each attribute on all the alternatives. The system is built using the PHP programming language, javascript, HTML, and CSS. The results of this research is in the form of a web-based system that can provide the convenience of the principal in the selection good achieve results of students.
1789420902C1F015031PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI
KOMPLEKSITAS AUDIT DAN PENGALAMAN KERJA
TERHADAP KUALITAS AUDIT
(Studi Empiris pada Perwakilan BPKP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris seberapa jauh Kompetensi (X1), Independensi (X2), Kompleksitas Audit (X3), dan Pengalaman Kerja (X4), berpengaruh terhadap Kualitas Audit (Y). Objek yang diteliti adalah Pejabat Fungsional Auditor (PFA) pada Kantor Perwakilan BPKP Provinsi DIY. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode saturation sampling atau sampling jenuh. Data digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berupa persepsi responden. Data dianalisis dengan menggunakan metode regresi linear berganda dan diolah dengan bantuan software Microsoft Excel dan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kompetensi, independensi, kompleksitas audit, dan pengalaman kerja, berpengaruh terhadap kualitas audit. Secara parsial, variabel kompetensi dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan variable kompleksitas audit dan Independensi berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas audit.
Untuk untuk menyelesaikan setiap kompleksitas tugas audit dengan baik dan untuk menjaga serta meningkatkan kualitas audit, seorang auditor dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas untuk meningkatkan kompetensinya dan memiliki sikap independensi untuk menghadapi berbagai kompleksitas yang mungkin timbul didalam tugas audit. Kompetensi dan independensi dapat didapatkan dari seberapa banyak pengalaman seorang auditor didalam menyelesaikan berbagai tugas audit.
This study aimed to examine and obtain empirical evidence showing how far Competence (X1), Independence (X2), Audit Complexity (X3) and Work Experience (X4), affect Audit Quality (Y). The object of study are auditors who work in Reprecentative Office of Financial and Development Supervisory Board in Daerah Istimewa Yogyakarta Province. This study conducted by using saturation sampling methods. Data used in this Study are based on respondent’s perception in the matters and obtained by using survey methods in a questionaire. Thus, the gathered data were analyzed by using multiple linear regression methods and processed with Microsoft Excel and SPSS software.
Research shows that simultaneously competence, independence, audit complexity, and work experience have effect on audit quality. Partially, the competencies and work experience variable gave significant effect on audit quality, while the independence and audit complexity variable gave insignificant effect on audit quality.
To preserve and to strenghten the quality of an audit, every auditor must have a vast knowledge to enhance their competence and must have independence in demeanor to face every complexity and every challenge in every audit task given. Thus, competence and independence can be gained by an auditor through their work experience in audit.
1789520903G1A014071PERBANDINGAN PENEMUAN BASIL TAHAN ASAM (BTA) ANTARA METODE PEMERIKSAAN KONVENSIONAL DAN PEMEKATAN
ABSTRAK

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular tertinggi di Indonesia yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Diagnosis TB ditegakkan dengan pemeriksaan sputum secara mikroskopis. Pemeriksaan ini prosesnya cepat, mudah, murah, tetapi angka sensitivitasnya rendah yaitu 22%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penemuan jumlah basil tahan asam (BTA) antara metode pemeriksaan konvensional dan pemekatan. Penelitian ini menggunakan design cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 25 spesimen dari pasien TB paru dewasa di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan BP4 Purwokerto yang memenuhi kriteria inklusi. Satu sampel dilakukan pemeriksaan BTA mikroskopis dengan metode konvensional dan metode pemekatan sentrifugasi. Jumlah BTA dihitung 100 lapang pandang dan diperiksa oleh dua pengamat. Nilai kappa antara dua pengamat yaitu 0,842. Data dianalisis menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon dan didapatkan terdapat perbedaan yang bermakna rerata jumlah BTA per 100 lapang pandang antara metode pemeriksaan konvensional (4329,12) dan pemekatan (6298,52) dengan p=0,000. Terdapat peningkatan penemuan jumlah BTA sebesar 36% menggunakan metode pemekatan bila dibandingkan metode konvensional. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode pemekatan sentrifugasi dapat meningkatkan penemuan jumlah BTA pada pemeriksaan sputum mikroskopis sebesar 36%.
THE COMPARISON OF PRESENCE ACID-FAST BACILLI (AFB) BETWEEN CONVENSIONAL AND CONCENTRATION
METHODS EXAMINATION

Firdausa Dwi Ariyanti.1, Wahyu Siswandari.2, Indah Rahmawat..3
1Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, Indonesia
2Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, Indonesia
3Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, Indonesia
Email:firdariyant@yahoo.com

ABSTRACT

Tuberculosis is the highest infectious disease in Indonesia caused by Mycobacterium tuberculosis. The diagnosis of tuberculosis is established by microscopic sputum examination. This examination process is fast, easy, cheap, but it has low sensitivity about 22%. The objective of this research is to find out the comparison of presence acid-fast bacilli (AFB) between conventional and consentration methods examination. This study use design cross sectional analytic, within 25 sampels from adult patient with pulmonary tuberculosis which fulfilled the inclusion criteria in di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo and BP4 Purwokerto. A sputum sample is applied by AFB examination microscopic using two method about convensional and consentration sentrifugation methods. The number AFB is calculated to 100 fields and checked by two observers. Kappa value between two obeservers is 0.842. Data was analyzed by using Wilcoxon non-parametric test and it showed there was the difference mean of the number AFB/100 fields between convensional method (4329.1) and consentration method (6298.52) about p=0.000. There was increasing mean of number AFB using consentration method 36% than convensional method. Based on this result, it can be concluded by using the consentration centrifugation method can increase the presence of number acid-fast bacilli (AFB) in sputum microscopic examination about 36%.
1789620886A1L013011PENGARUH SAAT PINDAH SEMAI KE POLIBAG DAN KOMPOSISI PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) DI LAPANGANPenelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui pengaruh umur pindah semaian ke polibag terhadap hasil tanaman tembakau, 2) mengkaji jenis pupuk terbaik terhadap hasil tanaman tembakau, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara umur pindah semaian ke polibag dengan berbagai macam jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tembakau. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April-Juli 2017 di Screen house, laboratorium, dan lahan pertanian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua faktor. Faktor pertama adalah umur pindah semaian ke polibag yaitu 10 hari (S1); 15 hari (S2); 20 hari (kontrol) (S3) setelah berkecambah. Faktor kedua adalah jenis pupuk yang meliputi NPK (kontrol) (P1); NPK dan gandasil D (P2); NPK dan mikoriza (P3); NPK, gandasil D, dan mikoriza (P4). Variabel yang diamati pada saat tanaman umur 60 hari setelah pindah tanam meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah daun, bobot kering daun dan persentase tanaman mati di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Umur pindah semaian terbaik adalah umur 10 hari, meningkatkan hasil dibanding umur 20 hari (kontrol) yaitu pada bobot basah akar (18,21%), bobot basah tajuk (6,98%) dan diameter batang (3,85%). 2) Jenis pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil dari tanaman tembakau di lapangan. Jenis pupuk terbaik adalah NPK, gandasil D, dan mikoriza dibanding dengan menggunakan pupuk NPK (kontrol) meningkatkan capaian variabel dilapangan seperti tinggi tanaman (12,78%), jumlah daun (18,86%), bobot kering akar (63,64%), bobot kering tajuk (27,69%), bobot kering daun (28,45%), bobot basah tajuk (44,13%), bobot basah daun (48,72%), bobot basah akar (72,19%) dan menurunkan persentase tanaman mati di lapangan 29,63 %. 3) Terdapat interaksi pada variabel luas daun dan diameter batang. Rerata interaksi terbaik pada variabel diameter batang dicapai pada umur pindah semaian 10 hari dan jenis pupuk NPK, gandasil D, dan mikoriza meningkatkan 5,79% dibanding dengan pemupukan menggunakan kontrol dan pada variabel luas daun interaksi terbaik terdapat pada umur semaian 10 hari dengan kontrol.This research aimed to: 1) know the effect of transplanting age of seedlings to polybags on the growth and resilience of tobacco plant seed, 2) find out the best types of fertilizer on the growth and resilience of seeds of tobacco plants, 3) to know the effect of interaction between transplanting age of seedlings to polybags with various kinds of type fertilizer on the growth of tobacco seedlings and field survival. This research was conducted on April-July 2017 at Screen house, laboratory, and farmland. The experimental design used was Randomized completed Block Design (RBD) with two factors. First factor was transplating age of seedlings to polybags 10 days (S1); 15 days (S2); 20 days after germination (control) (S3). Second factor was type of fertilizer NPK (control) (P1); NPK and gandasil D (P2); NPK and mycorrhiza (P3); NPK, gandasil D, and mycorrhiza (P4). Observed variables at 60 days after palnting in the field were: plant height, leaf number, leaf area, stem diameter, root wet weight, root dry weight, canopy wet weight, dry weight of crown, leaf wet weight, leaf dry weight and percentage of dead plants. The results showed that 1) Transplanting of seedlings age affected the growth of tobacco plant seed in the field. The best of transplanting age was 10 days, increased suveral variabel compared with 20 days (control)such as root wet weight (18,21%), canopy wet weight (6,98%) and stem diameter (3,85%). 2) Type of fertilizer incrased the growth and resilience of tobacco plant in the fild. The best type of fertilizer was NPK, gandasil D, and mycorrhiza comapared with NPK only (control) affected variables such as plant height (12,78%), leaf number (18,86%), root dry weight 63,64%, dry weight of crown (27,69%), leaf dry weight (28,45%), canopy wet weight 44,13%, leaf wet weught (48,72%), root wet weight (72,19%) and percentage of dead plants (29,63%). 3) There was interaction in the leaf area and stem diameter variable. The best plant stem diameter were achieved 10 days transplanting age and fertilized NPK and gandasil D or NPK and mycorrhiza or NPK, gandasil D, and mycorrhiza increased up to 5,79% compareed with NPK only and leaf area the best plant was 10 days transplanting with control.
1789720942F1D013032STRATEGI DAN POLA JARINGAN KLIENTELISME DALAM PEMENANGAN PASANGAN PETAHANA IDZA PRIYANTI DAN NARJO PADA PILKADA BREBES TAHUN 2017Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendeskripsikan fenomena petahana pada pilkada Kabupaten Brebes dari tahun ke tahun. 2) Mendeskripsikan penggunaan strategi dalam proses pemenangan pasangan petahana Idza Priyanti dan Narjo pada pilkada Kabupaten Brebes tahun 2017. 3) Mendeskripsikan bagaimana pola jaringan Klientelisme yang dibangun oleh pasangan petahana Idza Priyanti dan Narjo dalam proses pemenangan pada pilkada Kabupaten Brebes tahun 2017 khususnya di wilayah Brebes Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sementara dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Di dalam kerangka pemikiran penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Pilkada, Keuntungan atau Kerugian Petahana, Politik Uang Patronase dan Klientelisme.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pilkada Kabupaten Brebes selalu diikuti oleh pasangan petahana dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah pasangan petahana Idza-Narjo yang menggunakan dua pola strategi dalam proses pemenangan pilkada Brebes tahun 2017, strategi tersebut adalah strategi bersifat personalistik yang menekankan pada pola hubungan personal antara kandidat politik dengan pendukung dan strategi materialistik yang merujuk pada pola pertukaran keuntungan materi dengan dukungan politik. Selain itu, penggunaan jaringan-jaringan klientelisme digunakan oleh pasangan petahana tersebut dalam proses pemenangan pilkada. Pasangan Idza-Narjo menggunakan jaringan tim relawan dan jaringan organisasi pada organisasi Fatayat NU guna menggalang dukungan suara hingga tingkat bawah. Tentunya dukungan tersebut tidak serta merta diberikan secara gratis, terdapat timbal balik yang diberikan oleh pasangan petahana tersebut baik secara material maupun non material.
The purpose of this research are; 1) To Describe the phenomenon of incumbent on Brebes Election from year to year. 2) Describe the usage of strategy on the winning process of Idza Priyanti and Narjo as an incumbent couple of Brebes Election in 2017. 3) Describe the network pattern “Clientelism” built by Idza Priyanti and Narjo on the winning process of Brebes Election in 2017 especially in South Brebes. The method used in this research is qualitative research method. The researcher use purposive sampling and snowball sampling technique in selecting the informant. There are three techniques to collect the data; observation, deep interview, and documentation. This research use Election, Advantages and Disadvantages of Incumbent, Patronase Money Politic and Clientelism as a research framework.
The result of this research is reveal that Brebes Election always being followed by the incumbent couple from year to year. One of the incumbent couples is Idza-Narjo that use two strategies pattern on the winning process of Brebes election in 2017. The first strategy is personalistic strategy and focused on personal relationship pattern between politics candidate and the supporter. The second strategy is materialistic strategy focused on exchange benefit material pattern with politic support. In addition, in the winning process of election, the incumbent couple use the clientelism networks. Idza-Narjo use the volunteer team and organization network on Fatayat NU organization to gain the support. There are feedbacks for the support; material and non material.
1789820904A1L111051PENGARUH ROOTONE-F DAN MACAM MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK KRISAN (Chrysanthemum sp.)Perbanyakan krisan yang lazim dilakukan oleh petani adalah dengan penyetekan. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui pengaruh kombinasi pemberian Rootone-F dan macam media terhadap pertumbuhan stek pucuk tanaman Chrysanthemum sp. Penelitian dilaksanakan di screen house Kebun Benih Hortikultura Baturaden (KBH), Desa Karangmangu, Banyumas. Kebun Benih Hortikultura (KBH) terletak pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi larutan Rootone-F 0ppm (kontrol); 500ppm; 1000ppm; 1500ppm. Faktor kedua yaitu macam media tanam yang terdiri atas: arang sekam+kompos; pasir+kompos; arang sekam+pasir+kompos terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Percobaan dirancang berdasarkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Variabel yang diamati adalah presentase stek hidup, presentase stek berakar, jumlah akar, total panjang akar, pertambahan tinggi bibit, dan pertambahan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi larutan Rootone-F dan macam media tanam tidak memberikan pengaruh pada presentase stek hidup, presentase stek berakar, jumlah akar, total panjang akar, pertambahan tinggi bibit, dan pertambahan jumlah daun.One of was cutting techniques commonly carried our by farmer for propagating chrysanthemum. This study aimed to: Determine the influence of combination of Rootone-F and media to growth of shoot cuttings of Chrysanthemum sp. The research was conducted in a screen house of Baturaden Horticulture Seed Garden (KBH), Karangmangu Village, Banyumas. The Horticultural Seed Garden (KBH) is located at an altitude of 600 meters above sea level. This research was a factorial experiment. The first factor was the concentration of Rootone-F 0ppm (control) solution; 500ppm; 1000ppm; 1500ppm. The second factor was the kind of planting medium consisting of: charcoal husk + compost; sand + compost; charcoal + sand + compost. There are 12 treatment combinations with 3 replicates. The experimental was designed based on Completely Randomized Block Design. The observed variables were percentage live cuttings, percentage of rooted cuttings, root number, total root length, seed height, and number of leaves. The results showed that the combination of treatment of Rootone-F solution concentration and the variety of planting medium did not give effect on live cuttings percentage, rooted root percentage, root number, total root length, seed height, and number of leaves.
1789920905G1A014078PERBEDAAN KADAR TESTOSTERON SERUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN PASCA INDUKSI BERBAGAI MODEL STRES SLEEP DEPRIVATIONLatar belakang : Paradoxical sleep deprivation (PSD) dan total sleep deprivation (TSD) dapat menyebabkan gangguan aksis HPA, aksis HPG, dan peningkatan stres oksidatif yang berhubungan dengan masalah infertilitas pria. Sleep recovery (SR) dapat menginduksi pengeluaran hormon melatonin sebagai antioksidan untuk memperbaiki fungsi reproduksi pria.
Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar testosteron serum pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest only with control group. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi secara acak menjadi 5 kelompok yaitu A (kontrol sehat), B (PSD 20 jam/hari selama 5 hari), C (TSD 24jam/hari selama 5 hari), D (PSD 20 jam/hari selama 5 hari pertama dilanjutkan dengan sleep recovery selama 5 hari berikutnya), dan E (TSD selama 24 jam/hari selama 5 hari pertama dilanjutkan dengan sleep recovery selama 5 hari berikutnya).
Hasil : Rerata kadar Testosteron tertinggi terdapat pada kelompok B (19,79±9,22 ng/ml), diikuti kelompok D (14,78±9,78 ng/ml), kelompok A (13,68±6,02 ng/ml), kelompok E (10,48±4,83 ng/ml), dan terendah kelompok C (10,30±5,65 ng/ml). Uji One Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) rerata kadar tetsosteron pada semua kelompok penelitian.
Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan signifikan rerata kadar Testosteron Serum pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation.



Kata kunci : Paradoxical Sleep Deprivation (PSD), Total Sleep Deprivation (TSD), Sleep Recovery, Testosteron Serum (T)

THE DIFFERENCE OF TESTOSTERON SERUM LEVEL IN MALE ALBINO RATS (Rattus norvegicus) AFTER INDUCTION VARIOUS MODELS OF SLEEP DEPRIVATION STRESS

Safira Aulia1, Fitranto Arjadi2, Vitasari Indriani3
Medical Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto,
Jawa Tengah, Indonesia
E-mail: safiraku8@gmail.com


ABSTRACT
Background : Sleep Deprivation can cause disrupt of HPA axis, HPG axis, and increased oxidative stress which related with male infertility. Sleep recovery (SR) can induce secretion of melatonin as an antioxidant to improve male reproduction function.
Objective : To know the difference of Testosteron Serum level in male albino rats (Rattus norvegicus) after induction various models of sleep deprivation stress. Method: This research was an experimental research with posttest only and control group design. Thirty male albino rats were distributed into 5 groups, A (health control), B (PSD 20 hours/day for 5 days), C (TSD 24 hours/day for 5 days), D (PSD 20 hours/day for the first 5 days then continue with sleep recovery for the next 5 days), and E (TSD 24 hours/day for the first 5 days then continue with sleep recovery for the next 5 days).
Result: The highest mean of Testosteron found in group B (19,79±9,22 ng/ml), followed by group D (14,78±9,78 ng/ml), group A (13,68±6,02 ng/ml), group E (10,48±4,83 ng/ml), while the lowest mean found in group C (10,30±5,65 ng/ml). One Way ANOVA test showed no significant difference (p> 0,05) of Testosteron mean level in all study groups.
Conclusion : There was no significant difference of Testosteron Serum mean level in male albino rats (Rattus norvegicus) after the induction various models of sleep deprivation stress.

Keyword : Paradoxical Sleep Deprivation (PSD), Total Sleep Deprivation (TSD), Sleep Recovery, Testosteron Serum (T)

1790021605D1E014207HUBUNGAN PENDAPATAN DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN (STUDI KASUS USAHA TERNAK AYAM SENTUL DI KABUPATEN CIAMIS JAWA BARAT)“Hubungan Pendapatan dengan Sistem Pemeliharaan (Studi Kasus Usaha Ternak Ayam Sentul di Kabupaten Ciamis)”. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 12 - 21 Februari 2018. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pendapatan peternak ayam sentul, mengetahui sistem pemeliharaan ayam sentul di Kabupaten Ciamis, dan mengetahui hubungan pendapatan dengan sistem pemeliharaan ayam sentul di Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey terhadap kelompok tani yang masih aktif memelihara ayam Sentul. Sasaran penelitian adalah anggota kelompok tani ayam sentul di Kabupaten Ciamis. Sebanyak 41 anggota kelompok tani yang masih aktif menjadi responden dengan menggunakan metode sensus. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis korelasi Rank Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan rata-rata peternak ayam Sentul di Kabupaten Ciamis sebesar Rp 4.000.141/periode dengan kisaran antara Rp 756.000 – Rp 19.900.000/periode. Sistem pemeliharaan di Kabupaten Ciamis lebih banyak semi intensif (73,2%), intensif (26,8%). Pendapatan rata-rata pada pemeliharaan semi intensif sebesar Rp 1.823.367/periode dan pada sistem pemeliharaan intensif sebesar Rp 9.936.800/periode. Hasil analisis data dengan menggunakan korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa pendapatan dengan sistem pemeliharaan mempunyai korelasi yang tinggi yaitu 0,687. Artinya pendapatan semakin tinggi maka sistem pemeliharaan akan lebih intensif demikian pula sebaliknya, semakin intensif sistem pemeliharaan maka akan mendorong peningkatan pendapatan peternak.
The Relationship Income with Management System (Case Study of Sentul Chicken Farmers in Ciamis Regency of West Java). The research implemented at Ciamis Regency, West Java on 12-21 February. The purpose of this research, is for knowing the income of chicken farmers sentul, management system sentul chicken, and to analyze relationship of income with chicken family system in Ciamis Regency. This research used survey method to farmer group which still active to breed the Sentul chicken. This research target are member of chicken farmer group in Ciamis Regency. Total of 41 members of the active farmers' groups were censused. This research use descriptive analysis, income analysis, and Rank Spearman analysis. The results showed that the income average of Sentul chicken farmer is Rp 4,000,141/period with income ranges from Rp 756,000 - Rp 19,900,000/period. The management system in Kabupaten Ciamis mostly uses semi-intensive (73.2%), intensive (26.8%). Average income for semi-intensive management system is Rp 1.823.368/period, and for the intensive is Rp 9.936.800/period. The result of analysis Rank Spearman test shows that income with management system has a high correlation, that is 0,687. This means that if the income become higher then the management system will be more intensive, and when management system more intensive will be increase the income of the farmer.