Artikelilmiahs
Menampilkan 17.921-17.940 dari 50.037 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17921 | 20920 | C1A012040 | ANALISIS KETIMPANGAN PEMBANGUNAN DAN KONVERGENSI DI PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2000-2015 | Penelitian ini berjudul “Analisis Ketimpangan Pembangunan dan Konvergensi di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2000-2015”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat ketimpangan dan juga apakah terjadi konvergensi atau divergensi di Provinsi Sumatera Barat tahun 2000-2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Provinsi Sumatera Barat yang meliputi 19 Kabupaten/Kota. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series dan cross section dengan periode pengamatan tahun 2000-2015. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Williamson dan pengukuran konvergensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan antar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dari tahun 2000 sampai 2015 terbilang rendah karena kurang dari 0,3. Rata-rata angka indeks Williamson adalah 0,2654. Kondisi tersebut menunjukan bahwa adanya penigkatan pembangunan mempengaruhi tingkat pendapatan penduduk di Provinsi Sumatera Barat. Dengan menggunakan analisis σ-Konvergensi dan β-konvergensi, pembangunan ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat diuji proses konvergensinya. Data PDRB per kapita atas dasar harga konstan masing-masing daerah dari tahun 2000-2015 diolah dan dianalisis menggunakan kedua metode tersebut. Hasil dari analisis yang diperoleh menyimpulkan bahwa dengan analisis σ-Konvergensi pembangunan ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat mengalami konvergensi. Sedangkan dengan analisis β-konvergensi menyimpulkan bahwa pembangunan ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat mengalami konvergensi dengan percepatan yang cukup lumayan maka daerah miskin mengejar ketertinggalannya dari daerah kaya Implikasi dalam penelitian ini adalah (1) mempertahankan tingkat pendapatan penduduk di semua kabupaten/kota di Sumatera Barat. Karena rendahnya tingkat ketimpangan sehingga menunjukan bahwa pembangunan ekonomi baik di Provinsi Sumatera Barat. (2) terjadinya Kovergensi ini menunjukan bahwa pertumbuhan pembangunan ekonomi di Provinsi Sumatera Barat baik oleh karena itu pemerintah daerah di harapkan dapat mempertahankan keadaan ini. | This study entitled "Analysis of Development Inequality and Convergence in West Sumatra Province 2000-2015". The purpose of this study is to analyze the level of inequality and also whether there is convergence or divergence in West Sumatra Province 2000-2015. The type of this research is descriptive-quantitative research. This research was conducted in West Sumatera Province covering 19 districts / cities. This study uses secondary data in the form of time series and cross section data with observation period of 2000-2015. Analyzer used in this research is Williamson Index and convergence measurement. The results of this study indicate that the level of inequality between districts / cities in the Province of West Sumatra from 2000 to 2015 is low because less than 0.3. The average number of Williamson index is 0.2654. These conditions indicate that the existence of penigkatan development affect the income level of the population in the Province of West Sumatra. By using σ-convergence and β-convergence analysis, economic development between districts / cities in West Sumatera Province is tested for the convergence process. Per capita GRDP data at constant prices for each region from 2000-2015 were processed and analyzed using both methods. The result of the analysis concluded that with the analysis of σ-Convergence of economic development between regencies / cities in West Sumatera Province experienced convergence. While the β-convergence analysis concludes that the economic development between districts / cities in West Sumatera Province has converged with a fairly decent acceleration then the poor regions catch up from the rich areas The implications of this research are (1) to maintain the income level of the population in all districts / cities in West Sumatra. Due to the low level of inequality so it shows that economic development is good in West Sumatra Province. (2) the occurrence of this Kovergensi shows that the growth of economic development in West Sumatera Province well therefore the local government is expected to maintain this situation. | |
| 17922 | 20921 | G1A014066 | Pengaruh Chlorella terhadap Jumlah Leukosit dan Limfosit Penderita Tuberkulosis | Pemberian Chlorella pada pasien Tuberkulosis diharapkan dapat menurunkan inflamasi kronik yang dapat merusak organ.Penanda inflamasi kronik yang digunakan adalah jumlah leukosit dan limfosit.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rerata jumlah leukosit dan limfosit penderita tuberkulosis yang diberi Chlorella dan OAT dan OAT saja.Studi eksperimental desain paralel dengan pre-post test control design.Sampel terdiri dari 25 pasien tuberkulosis, terbagi menjadi kelompok perlakuan (14), dan kelompok kontrol (11). Hasil jumlah leukosit dan limfosit setiap kelompok dianalisis dengan uji Wilcoxon dan dilanjutkan uji Mann-Whitney U. Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara jumlah leukosit pre test dan post test kelompok perlakuan (p=0,016) dan tidak terdapat perbedaan bermakna antara jumlah leukosit pre test dan post test kelompok kontrol (p=0,534), jumlah limfosit pre test dan post test kelompok perlakuan (p=0,286), dan jumlah limfosit pre test dan post test kelompok kontrol (p=0,683).Uji Mann-Whitney U menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok penelitian (leukosit p=0,609, limfosit p=0,434). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara jumlah leukosit dan limfosit pada kelompok yang diberi Chlorella dan OAT dengan OAT saja. | Administration of Chlorella in Tuberculosis patients is expected to decrease chronic inflammation that can damage organs. The chronic inflammatory markers used are the number of leukocytes and lymphocytes. The purpose of this study was to determine the difference in the average number of leukocytes and lymphocytes of tuberculosis patients given Chlorella and OAT and OAT alone. Experimental study of parallel design with pre-post test control design. The sample consisted of 25 tuberculosis patients, divided into treatment group (14), and control group (11). The results of leukocyte and lymphocyte counts of each group were analyzed by Wilcoxon test and continued by Mann-Whitney U test. Wilcoxon test showed that there were significant differences between leukocyte count of pre-test and post test of treatment group (p = 0.016) and no significant difference between leukocyte count and post-test of control group (p = 0.534), number of pre-test lymphocyte and post test of treatment group (p = 0.286), and number of pre test lymphocyte and post-test control group (p = 0.683). Mann-Whitney U test showed no significant differences between study groups (leukocyte p = 0.609, lymphocytes p = 0.434). There were no significant differences between leukocyte and lymphocyte counts in the group given Chlorella and OAT and OAT only. | |
| 17923 | 20662 | H1F011001 | GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA DIORIT DAERAH SIPEDANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BANJARMANGU, KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAH | Daerah penelitian secara admisnitratif terletak di daerah Sipedang dan sekitarnya, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi dan menghitung perkiraan cadangan dari sumberdaya Diorit daerah penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa pemetaan geologi permukaan yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping dan struktur geologi serta pengambilan conto batuan untuk analisa laboratorium. Sedangkan metode perhitungan sumberdaya yang digunakan yaitu dengan metode planimetri dan pengukuran luas kontur pada peta yang kemudian dihitung menggunakan rumus kerucut terpancung. Berdasarkan analisa geomorfologi diketahui bahwa daerah penelitian dibagi menjadi 6 (enam) satuan, yaitu Satuan Lembah Aluvial, Satuan Bukit Intrusi Sipedang, Satuan Perbukitan Struktural Pekandangan, Satuan Perbukitan Struktural Sipedang, Satuan Perbukitan Struktural Pedagung, dan Satuan Dataran Terjal Beji. Tersusun atas batuan sedimen, batuan beku intrusif, dan batuan vulkanik yang berdasarkan karakteristik litologi dan umur dari tua ke muda dibagi menjadi 5 (lima) satuan batuan yaitu Satuan Batulempung, Satuan Diorit 1, Satuan Diorit 2, Satuan Breksi A, Satuan Breksi B, dan Satuan Aluvial. Struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian berupa tegasan dengan orientasi arah NW-SE, sesar turun, dan sesar naik. Keterdapatan Bukit Intrusi Diorit di daerah penelitian dapat memberikan manfaat untuk potensi tambang bahan galian yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil perhitungan potensi cadangan dengan metode konvensional kerucut terpancung dari pengukuran luas kontur pada peta didapatkan cadangan Intrusi Diorit 1 sebesar 961.959 ton dan Intrusi Diorit 2 sebesar 11.659.203,5 ton. Sedangkan hasil yang didapatkan dari metode planimetri cadangan Intrusi Diorit 1 sebesar 8.357.459,25 ton dan Intrusi Diorit 2 sebesar 66.702.421,5 ton. | The research area is located in Sipedang and surrounding areas, Banjarmangu District, Banjarnegara Regency, Central Java. The study was conducted to determine the geological condition and calculate the estimated reserves from Diorite resouce of the research area. Methods of data collection are mapping of surface geology covering geomorphology of research area with observation of topography map and morphological condition of research area, stratigraphy of research area by doing spot mapping and geological structure and rock sampling for laboratory analysis. The method used for calculate the resources are planimetry method and measurement of map contour area then calculate with frustum of a cone method. Based on geomorphology analysis, it is known that the research area is divided into 6 (six) units, Alluvial Valley Unit, Sipedang Hill Intrusions Unit, Pekandangan Structural Hill Unit, Sipedang Structural Hill Unit, Pedagung Structural Hill Unit, and Beji Steep Terrain Plains Unit. Composed of sedimentary rocks, intrusive igneous rocks, and volcanic rocks based on lithologic characteristics and classified from old to young divided into 5 (five) units of rock are Claystone Unit, Diorite 1 Unit, Diorite 2 Unit, Breccia A Unit, Breccia B Unit, and Alluvial Unit. The geological structures found in the research area are NW-SE stress direction, normal fault, and thrust fault. The Diorite Hill Intrusions in the research area can provide benefits for potential mining that useful for residents. Based on the calculation of reserve potential with conventional frustum of a cone method from measurement of map contour area obtained reserve of Diorite 1 Intrusion 961.959 tons and reserve of Diorite 2 Intrusion 11.659.203,5 tons. While the calculation of planimetry method obtained reserve of Diorite 1 Intrusion 8.357.459,25 tons and Diorite 2 Intrusion 66.702.421,5 tons. | |
| 17924 | 20938 | D1E013202 | PENGGUNAAN BERBAGAI SUBSTRAT TUMBUH MIKROBA ASAL BATANG BAMBU PADA FERMENTASI JERAMI PADI TERHADAP KBK DAN KBO PAKAN SAPI POTONG SECARA IN VITRO (The Use of Various Substrate Microbial Bamboo For of Rice Straw Fermentation on Dry Matter and Organic Matter Digestibility of Beef Cattle Feed). | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan berbagai substrat tumbuh mikroba asal batang bambu dalam fermentasi jerami padi terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO). Materi penelitian adalah cairan rumen sapi potong yang diambil di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Pakan basal terdiri atas jerami padi dan konsentrat dengan rasio 40 : 60 (% bahan kering), perlakuan P0 = jerami padi tanpa perlakuan (kontrol), P1 = Jerami padi amoniasi, P2, P3, dan P4 = jerami padi fementasi menggunakan mikroba batang bambu yang ditumbuhkan pada substrat Jerami padi amoniasi (P2), dedak padi (P3) dan onggok (P4). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental in vitro, menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh dianalisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO) (P>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah proses fermenasi dari mikroba batang bambu dengan taraf 10% dengan substrat yang berbeda belum mampu meningkatkan kecernan, namun tedapat kecenderungan bahwa substrat onggok mampu mempebaiki KBK. | This experimental study was conducted to investigate the effect of the use various substrate grown microbial bamboo stems to ferment rice straw on dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). Materials used in this experiment were rumen fluid of beef cattle from Slaughter House (RPH). Basal diets consisted of rice straw and concentrate with ratio of 40 : 60 (% dry matter), treatments were P0 = rice straw unfermented (control), P1 = Ammoniation rice straw, P2, P3, and P4 fermented rice straw using microbial bamboo stems grown on substrate rice straw amoniasi (P2), rice bran (P3) and onggok (P4). The experiment used in vitro method, was designed with Completely Randomized Design. The data were analyzed variance. The results showed that the treatment had no significantly effect on dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD) (P>0,05). The conclusion of the study is, the fermenation process of microbial bamboo stems with a level of 10% with different substrate did not able to increase the digestibility, but there has a tendency that the onggok substrate can repair DMD. | |
| 17925 | 20922 | B1J013166 | PENGARUH INOKULASI Azospirillim spp. TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MAWAR (Rosa sp.) | Azospirillum adalah bakteri Gram-negatif, bentuk sel batang, oksidase positif dan termasuk dalam PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang hidup diperakaran tanaman dan mampu mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Azospirillum menghasilkan zat pengatur tumbuh auksin berupa IAA dan sitokinin. IAA dan sitokinin yang dihasilkan Azospirillum mampu merangsang pertumbuhan akar dan tunas tanaman sehingga dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan stek Mawar (Rosa sp.). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh inokulasi Azospirillum spp. terhadap pertumbuhan stek mawar dan mengetahui kemampuan Azospirillum spp. dalam menghasilkan zat pengatur tumbuh IAA dan sitokinin. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menguji isolat Azospirillum spp. (HR11, KR13, dan KR66) terhadap pertumbuhan stek mawar (Rosa sp.). Parameter penelitian yaitu jumlah tunas, jumlah akar, kolonisasi Azospirillum spp. pada akar stek mawar, produksi IAA dan sitokinin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Azospirillum spp. mampu meningkatkan pembentukan jumlah tunas dan jumlah akar stek mawar. Hasil pengujian produksi IAA dan sitokinin menunjukan bahwa strain Azospirillum spp. KR13 menghasilkan IAA paling banyak yaitu sebesar 27,10 ppm. Sitokinin yang paling banyak dihasilkan oleh strain KR66 sebesar 15,73 ppm. Hasil reisolasi bakteri dari akar stek mawar menunjukan isolat Azospirillum spp. mampu mengkoloni akar mawar paling banyak 6,5 x 109 CFU/cm (9,31 Log CFU/cm) pada perlakuan KR13. | Azospirillum is a Gram-negative bactery, a stem cell form, a positive oxidase and is included in PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) that lived in plant root and capable affecting the growth plant. Azospirillum produces growth regulator auxin, IAA and cytokines. IAA and cytokines which produced by Azsopirillum are able to stimulate root growth and plant shoots, so it can be used to spur the growth of the Rose cuttings (Rosa sp.). The purpose of this research is to determine the influence of inoculation of Azospirillum spp. on the growth of roses cuttings and knowing the ability of Azospirillum spp. in producing IAA growth regulators and cytokinins. The experiment was conducted experimentally by testing the isolates of Azospirillum spp. (HR11, KR13, and KR66) on the growth of cuttings of roses (Rosa sp.). The research parameters were shoot number, root number, Azospirillum spp. colonization at root of rose cuttings, IAA production and cytokines. The results showed that inoculation of Azospirillum spp. could increase the number of buds cuttings and the number of roots cuttings of roses. The results of the IAA and cytokinin production tests showed that the strains of Azospirillum spp. KR13 produce IAA at most that is equal to 27,10 ppm. The most cytokinin produced by the KR66 strain is 15,73 ppm. The result of bacterial reisolation from the root of the rosebud cuttings showed the isolates of Azospirillum spp. able to colonize the roots of roses at 6,5 x 109 CFU/cm (9.31 CFU Logs CFU/cm) on the KR13 treatment. | |
| 17926 | 20928 | G1A014029 | Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Nilai Range of Motion (ROM) Lutut Pada Lansia Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga | ABSTRAK Pada lansia terjadi perubahan multisitem, salah satunya yakni penurunan fleksibilitas sendi lutut. Penurunan sendi lutut dapat menurunkan Range of Motion (ROM) lutut. Penurunan ROM lutut pada lansia dapat menurunkan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Melalui aktivitas fisik yang teratur dan pergerakan maksimal, normalitas ROM sendi lutut pada lansia dapat dipertahankan, sehingga meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan ROM lutut pada lansia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 20 lansia yang dikumpulkan menggunakan metode consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran tingkat aktivitas fisik menggunakan kuisoner Physical Activity Scale For Elderly (PASE), sedangkan pengukuran ROM lutut menggunakan goniometer. Hasil uji korelasi Pearson yaitu terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara tingkat aktivitas fisik dan nilai ROM lutut. Pada ROM lutut kanan didapatkan nilai r = 0,497 dengan kekuatan korelasi sedang serta arah korelasi positif dan didapatkan rerata 116,75˚ ± 9,08˚. Pada ROM kiri nilai r = 0,504 dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi positif serta didapatkan rerata 113.20˚ ± 10,56˚. Kesimpulan pada penelitian ini yakni terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan nilai ROM lutut pada lansia di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga. Semakin tinggi aktivitas fisik lansia, maka semakin besar nilai ROM lututnya. | ABSTRACT There was a multisytem change in elderly, one of them is the decrease of knee joint flexibility. The decrease of knee joint flexibility can lower the Range of Motion (ROM) of the knee. The decrease of knee ROM in elderly can reduce their independence in performing daily activities. Through regular physical activity and maximum movement, normal knee ROM in elderly can be maintained, thus increasing their independence in performing daily activities. This study aims to understand the correlation between the level of physical activity with knee ROM in elderly. This study used cross sectional method. This study included 20 elders collected using consecutive sampling method based on inclusion and exclusion criterias. Physical activity level is measured using Physical Activity Scale For Elderly (PASE) questionnaire, while knee ROM is measured using goniometer. Bivariate analysis using Pearson correlation test showed a significant correlation between physical activity level and knee ROM (p <0,05) with medium correlation strength. The r value for right knee ROM is 0,497 with positive correlation and the mean value is 116,75˚ ± 9,08˚. The r value for left knee ROM is 0,504 with positive correlation and the mean value is 113.20˚ ± 10,56˚. It can be concluded that there is correlation between the level of physical activity with knee ROM in elderly in Karangklesem Village Kecamatan Kutasari Purbalingga. The higher level of physical activity, the higher value of the knee ROM. | |
| 17927 | 20923 | G1A014116 | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA NELAYAN MELAUT YANG BEKERJA DI DESA SIDAKAYA CILACAP | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA NELAYAN MELAUT YANG BEKERJA DI DESA SIDAKAYA CILACAP Azhar Naufaldi Saputra.1, Nendyah Roestijawati.2, Dwi Arini3 1 Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, 3Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman Email: Boomzz72@yahoo.co.id Dermatitis Kontak Akibat Kerja (DKAK) adalah kejadian patologis pada kulit non-infeksi yang terjadi karena pekerja mengalami kontak dengan bahan iritan maupun alergen.Nelayan melaut biasanya membutuhkan waktu lebih dari 8 jam dalam sehari untuk menangkap ikan dilaut. Penyakit kulit pada nelayan disebabkan faktor lingkungan dan faktor individu. Prevalensi dermatitis pada tahun 2009 menyatakan sebagian besar penyakit kulit akibat kerja merupakan dermatitis kontak sekitar 90% baik iritan maupun alergik. Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis pada nelayan di Desa Sidakaya Cilacap. Penelitian analitik observasional dengan desain penelitian yang digunakan adalah rancangan cross sectional dan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian berjumlah 60 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti masa kerja, pemakaian APD, hygiene, riwayat pekerjaan, riwayat penyakit kulit, dan riwayat alergi, dan dermatitis kontak akibat kerja (DKAK). Data primer dengan kuesioner, uji statistik chi-square dan regresi logistik. Terdapat 38 responden yang menderita dermatitis dan 22 responden tidak menderita dermatitis. Faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) antara lain pemakaian APD, hygiene, dan riwayat alergi dengan p value < 0.05. Faktor yang paling berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah riwayat alergi dengan Exp (B) 6.879. Terdapat hubungan bermakna antara masa kerja, pemakaian APD, dan riwayat alergi dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada nelayan melaut. Kata kunci: Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK), masa kerja, pemakaian APD, hygiene, riwayat pekerjaan, riwayat penyakit kulit, dan riwayat alergi. | FACTORS RELATED TO THE OCCURRENCE OF OCCUPATIONAL CONTACT DERMATITIS IN THE FISHERMEN OF SIDAKAYA VILLAGE CILACAP Azhar Naufaldi Saputra.1, Nendyah Roestijawati.2, Dwi Arini.3 1 Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, e-mail: fk@unsoed.ac.id 2Departement of Community Health Sciences, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, 3Departement of Community Health Sciences, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Email: Boomzz72@yahoo.co.id ABSTRACT Occupational Contact Dermatitis (DKAK) is a pathological occurrence of non-infectious skin that occurs because the worker was contacted with irritant and allergen materials. The fisherman usually works more than 8 hours a day to catch fish at sea. Skin diseases in fishermen due to environmental factors and individual factors. Prevalence of dermatitis in 2009 states that the most of occupational skin diseases are contact dermatitis, about 90% both iritan and allergic. This research is to identify factors that relate to the incidence of dermatitis in fishermen in Sidakaya Village Cilacap. Observational analytic research with cross sectional design and consecutive sampling technique was used in this research. Subjects were 60 respondents who fulfill the inclusion criteria. Variables that observed are the usage of PPE, hygiene, occupational history, history of skin diseases, allergy history, and occupational contact dermatitis (DKAK). Primary data with questionnaire, chi-square statistical test and logistic regression. There were 38 respondents suffering from dermatitis and 22 respondents did not suffer from dermatitis. Factors that associated with occupational dermatitis (DKAK) are the usage of PPE, hygiene, and allergy history with p value <0.05. Factor that the most closely related to the occurrence of occupational dermatitis (DKAK) is allergy history with Exp (B) 6,879. There is a significant correlation between the working period, the usage of PPE, and the history of allergy with the occurrence of contact dermatitis in the fishermen. Keywords: Occupational Contact Dermatitis (OCD), work period, personal protective equipment (PPE) usage, hygiene, employment history, history of skin disease, and allergy history | |
| 17928 | 20924 | G1A014010 | PERBEDAAN TIP-PINCH STRENGTH ANTARA KELOMPOK MAHASISWA DENGAN KEBERADAAN DAN KETIADAAN MUSCULUS PALMARIS LONGUS Studi pada Mahasiswa FK Unsoed Angkatan 2016 | Latar belakang: Musculus palmaris longus adalah otot fleksor superfisial pada pergelangan tangan. Musculus palmaris longus adalah otot vestigial yang menunjukkan variasi pada prevalensi ketiadaan atau absensinya. Otot ini memiliki penting sebagai pilihan utama cangkok tendo. Penelitian mengenai prevalensi musculus palmaris longus di Indonesia masih sedikit dan terdapat inkonsistensi hasil-hasil penelitian terdahulu terkait hubungan ketiadaan otot ini dengan beberapa fungsinya, seperti pinch strength. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menambah studi serupa yang dapat mengurangi inkonsistensi hasil penelitian sebelumnya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa FK UNSOED angkatan 2016. Metode sampling untuk mengetahui prevalensi adalah total sampling. Metode consecutive sampling untuk mengetahui perbedaan pinch strength antar kelompok. Sampel penelitian sebesar 117 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Keberadaaan musculus palmaris longus di amati dengan uji klinis, tip-pinch strength diukur dengan Baseline Lite Hydraulic Pich Gauge. Hasil: Hasil penelitian prevalensi ketiadaan keseluruhan 40,17%, pada perempuan 31,62% dan pada laki-laki 8,55%. Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan pinch strength bermakna antara kelompok dengan keberadaan dan ketiadaan musculus palmaris longus Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan pinch strength bermakna antara kelompok dengan keberadaan dan ketiadaan musculus palmaris longus. | Background: Palmaris longus muscle is a superficial muscle of forearm and a vestigial muscle that shows variance in its absence and presence. This muscle has important role as first choice for tendon graft. Only a few study about palmaris longus prevalence has conducted in Indonesia and inconsistant result of previous study about its function, such as pinch strength. Objective: This research was carried out with the aim of enriching similar studies expected to reduce inconsistacy of previous research Methods: This is an analytical observational study with cross-sectional approach. FK unsoed student class of 2016 is the subject of this study. Total sampling method has been used to determined the prevalence. Consecutive sampling method used to find out pinch strength differences between group. Sample size of this study was 117 persons, that fulfilled inclusions and exclusions criteria. Palmaris longus presence observed by clinical examination,tip-pinch strength was measured using Baseline Lite Hydraulic Pich Gauge Results: Study result of overall prevalence is 40,17%, 31,62% in woman, 8,55% man. Independent t-test shows there is no significant tip-pinch strength differences between absent and present group of musculus palmaris longus Conclusion: There is no significant tip-pinch strength differences between absent and present group of musculus palmaris longus | |
| 17929 | 20925 | G1A014040 | HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI (LOWER BODY STRENGTH) PADA LANSIA DI DESA KARANGKLESEM KECAMATAN KUTASARI PURBALINGGA | Latar Belakang : Aktivitas fisik pada lansia menurun secara progresif bersamaan dengan bertambahnya usia. Lansia dengan tingkat aktivitas fisik rendah cenderung memiliki kebugaran fisik yang rendah. Salah satu komponen kebugaran fisik yaitu kekuatan otot. Kekuatan otot tungkai merupakan prediktor signifikan kejadian jatuh pada lansia. Kejadian jatuh pada lansia meningkat dua sampai tiga kali pada lansia dengan kekuatan otot tungkai yang rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kekuatan otot tungkai (lower body strength) pada lansia di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga. Metode: Metode penelitian yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel sebanyak 20 orang dengan metode pemilihan sampel non probability sampling jenis consecutive sampling. Tingkat aktivitas fisik diukur dengan kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan kekuatan otot tungkai diukur dengan metode 30 s Chair Stand Test sesuai pedoman Senior Fitness Test. Hasil: Berdasarkan hasil pengukuran, rerata tingkat aktivitas fisik (skor PASE) 14,95±7,07 dan rerata kekuatan otot tungkai 10,36±1,99. Uji analisis menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat korelasi bermakna (p=0,023) dengan kekuatan sedang dan arah positif (r=+0,505) antara tingkat aktivitas fisik dengan kekuatan otot tungkai. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat aktivitas fisik pada lansia semakin tinggi kekuatan otot tungkai. | Background: Physical activity in the elderly decreases progressively along with age. Elderly with low levels of physical activity tend to have low physical fitness. One component of physical fitness is muscle strength. Leg muscle strength (lower body strength) is a significant predictor of the incidence of falls in the elderly. The incidence of falling in the elderly increases two to three times in the elderly with low leg muscle strength. Objective: The purpose of this study to determined the relationship of physical activity level with lower body strength in elderly in Karangklesem Village, Kutasari District, Purbalingga. Methods: The research method which was used analytic observational with cross-sectional approach. The sample size is 20 people with non sample probability sampling method of consecutive sampling. The level of physical activity was measured by Physical Activity Scale for Elderly (PASE) questionnaire and lower body strength measured by 30 s Chair Stand Test method according to Senior Fitness Test guideline. Results: Based on measurement result, mean of physical activity level (PASE score) 14,95 ± 7.07 and mean of lower body strength 10,36 ± 1,99. Pearson correlation test showed significant correlation (p = 0,023) with moderate and positive strength (r = + 0,505) between physical activity level and lower body strength. Conclusion: Based on the results of this study can be concluded the higher level of physical activity in the elderly the higher lower body strength. | |
| 17930 | 20947 | H1C014033 | RANCANG BANGUN DAN ANALISIS PENGGUNAAN KENDALI PID UNTUK BUCKBOOST CHOPPER KAPASITAS 1 kW BERBASIS MIKROKONTROLER | Turbin angin yang terpasang pada PLTB memuat generator induksi didalamnya dan menghasilkan tegangan keluaran yang dapat dikonsumsi oleh konsumen. Dalam prosesnya tegangan yang dikeluarkan belum stabil maka dibutuhkan penstabil tegangan. Pada penelitian ini, penstabil tegangan tersebut menggunakan buckboost chopper DC-DC converter. Dengan menggabungkan sifat buck converter yang menurunkan tegangan dan boost converter sebagai penaik tegangan, maka akan dihasilkan tegangan tetap yang mengacu pada suatu tegangan referensi yang dihasilkan oleh sistem secara stabil. Selain itu, pada penelitian kali ini menggunakan kendali PID. Elemen kontroler P, I dan D masing-masing secara keseluruhan bertujuan untuk mempercepat respon sebuah sistem, menghilangkan offset dan menghasilkan perubahan awal yang besar. Penelitian ini menggunakan metode simulasi dengan software PSIM dan merancang hardware buckboost chopper. Penentuan konstanta Kp, Ki, dan Kd menggunakan metode eksperimental. Tegangan keluaran (setpoint) pada penelitian sistem buckboost chopper ini adalah 24 volt dan menggunakan kecepatan angin dan tegangan masukan yang bervariasi. Pada simulasi, digunakan buckboost chopper dengan dua sistem PLTB paralel. Nilai tegangan keluaran saat kecepatan angin berbeda yaitu 3m/s dan 5m/s adalah 24,1volt. Kemudian pada hardware buckboost chopper, hasil pengujian rata-rata %kesalahan yang didapat adalah <5%. | The wind turbine installed in the “PLTB” contains the induction generator inside and the output voltage can be consumed by the consumer. In the process, the voltage generated is not stable then needed a stabilizer. In this study, the voltage stabilizer using buckboost chopper DC-DC converter. By combining the nature of the buck converter that lowers the voltage and boost converter as an increase in voltage, it will produce a fixed voltage that refers to a reference voltage generated by the system is stable. With a converter buckboost system, the output voltage values can be set to be greater or less than the input voltage value by adjusting the pulse width (duty cycle) on the PWM generated from the programming on the microcontroller. In addition, the present study used PID control. The control elements P, I and D are all aimed at overall speeding up a system response, eliminating offsets and generating large initial changes. This research uses simulation method with PSIM software and designing buckboost chopper hardware. The determination of Kp, Ki, and Kd constants using experimental methods. The output voltage (setpoint) in this buckboost chopper system research is 24 volts and uses wind speed and variable input voltage. In the simulation, used buckboost chopper with two parallel “PLTB” system. The output voltage value at different wind speeds is 3m/s and 5m/s is 24,1 volt. Then on buckboost chopper hardware, the average test result %error is <5%. | |
| 17931 | 21609 | A1C114013 | Marketable Surplus Beras dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Marketed Surplus Beras di Kabupaten Magelang | Ketahanan pangan telah menjadi isu sentral dalam kerangka pembangunan pertanian dan pembangunan nasional. Kebijakan terkait ketahanan pangan tidak cukup hanya berdasar pada hasil studi lingkup makro, tetapi juga perlu informasi dari studi lingkup mikro, antara lain adalah aspek marketed surplus pada tingkat rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani dan bentuk penjualan hasil usahatani padi oleh petani di Kabupaten Magelang; 2) Mengetahui besarnya marketable dan marketed surplus beras pada tingkat petani di Kabupaten Magelang; 3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya marketed surplus beras pada tingkat petani di Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai bulan Januari 2018 dengan sasaran petani padi sawah non organik pada lahan sawah irigasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan data primer dan sekunder yang diolah menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Penentuan sampel menggunakan metode multistage random sampling dan diperoleh 100 responden dengan jumlah luas lahan 42,34 hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi di Kabupaten Magelang sejalan dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat dan ketersediaan infrastruktur, telah memiliki tanda pergeseran corak usahatani, yaitu dari subsisten ke arah komersial dengan bentuk penjualan hasil berupa gabah kering panen yang dijual secara tebasan. Nilai marketable surplus beras sebesar 107.264,40 kg/MT atau 86,60 persen dari jumlah produk dan nilai marketed surplus beras sebesar 97.060,04 kg/MT atau 90,49 persen dari nilai marketable surplus. Marketed surplus beras di Kabupaten Magelang dipengaruhi oleh variabel jumlah produk, luas lahan, pengeluaran rumah tangga petani, biaya usahatani (natura), dan harga beras. | Food security has become a central issue in the framework of agricultural and national development. Food security policy based on the scope of macro study was not enough, it also needed the information from the scope of micro study, such as the marketed surplus aspect at farmer households level. The purposes of the research were: 1) To figure out the socio-economic characteristics of farmers and the form of rice yields sale by farmers in Magelang Regency; 2) To figure out the total of marketable and marketed surplus of rice on the farm level in Magelang Regency; 3) To analyze the factors that influence marketed surplus of rice on the farm level in Magelang regency. The research was conducted in December 2017 until January 2018, respondent was non-organic rice farmers on irrigated rice fields. The research method was survey using primary and secondary data that was processed by descriptive and multiple linear regression analysis. The samples were determined using multistage random sampling method and included 100 respondents with the total of 42.34 hectares land area. The results showed that rice farming in Magelang Regency was in line with the socio-economic development of the community and the availability of infrastructure, it already has a sign of shifting patterns of farming from subsistence to commercial with the form of sales of dried unhulled rice harvested yield. The value of marketable surplus of rice amounted to 107,264.40 kg/MT or 86.60 percent of total product and marketed surplus value of rice amounted to 97,060.04 kg/MT or 90.49 percent of the marketable surplus value. Marketed surplus of rice in Magelang Regency was influenced by variable of product quantity, land area, farmer household expenditure, farming cost (natura), and rice price. | |
| 17932 | 20838 | C1B013034 | ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA SISTEM PEMBAYARAN RITA PASARAYA ISOLA PURWOKERTO DI LOKASI SUPERMARKET | Penelitian analisi sistem antrian di super market. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Penerapan Teori Antrian pada Sistem Pembayaran Rita Pasaraya Isola Purwokerto di Lokasi Super Market”. Tujuan penelitian ini adalah untuk jumlah kasir yang paling optimal guna menurangi jumlah antrian dan juga waktu menganggur kasir. Model antrian yang digunakan Rita Pasaraya Isola pada lokasi Supermarket adalah Multiple Channel – Single Phase. Berdasarkan penelitian langsung yang dilakukan terdapat 10 jumlah fasilitas pembayaran yang tersedia namun pada realisasinya rata-rata fasilitas pembayaran yang beroperasi hanya 5 kasir. Permasalahan lain yang di alami oleh perusahaan adalah menentukan jumlah kasir yang harus dipekerjakan dalam kondisi sepi normal dan ramai memiliki perbedaan panjang antrian kondisi sepi di super market terjadi pada jam 14.00 -16.00, kondisi normal terjadi antra jam 10.00 – 12.00, sedangkan kondisi ramai berada di jam 18.00 – 21.00. . Berdasarkan hasil perhitungan model sistem antrian jalur berganda pada Rita Pasaraya Isola Purwokerto di Lokasi Supermarket dapat diputuskan jumlah kassa pembayaran atau kasir pada kondisi normal, sepi, dan ramai yang menunjang tingkat pelayanan pemabayaran optimal adalah 4 kasir. | Research queue system analysis in super market This research takes the title: " Analysis of Implementation of Queue Theory on Payment System of Rita Pasaraya Isola Purwokerto in Super Market Location". The purpose of this study is to the most optimal number of cashiers to reduce the number of queues and also time unemployed cashier. The queuing model used by Rita Pasaraya Isola at the super market location is Multiple Channel - Single Phase. Based on the results of direct research conducted there are 10 number of payment facility available but on the realization of the average payment facility that only 5 cashier. Another problem experienced by the company is to determine the number of cashiers to be employed in normal quiet conditions and busy to have a long queue queue quiet conditions in the super market at 13:00 to 16:00, the usual conditions occur between 10:00 to 12:00 hours, while the crowded conditions are in hours 6pm - 9pm. Based on the calculation of double track queue system model model on Rita Pasaraya Isola at the super market location can be decided the amount of payment or cashew kassa in normal condition, quiet, and crowded that support optimal service optimization level is 4 cashier. Keywords: Elements of Antian Theory, Multpel Channel-Single Phase. | |
| 17933 | 20926 | H1C014041 | SEGMENTASI KROMATIN PADA SEL BLAST MENGGUNAKAN OPERASI MORPHOLOGI CITRA | Leukemia adalah kanker darah yang dapat disembuhkan pada masa awal, terutama pada anak-anak, orang dewasa dan bahkan orang tua. Sebagian besar perawatan terdiri dari kemoterapi dan terapi therapeutik radioaktivitas. Langkah penyembuhan bergantung pada tipe leukemia dan usia penderita. Tahap awal Leukemia pada pasien dapat didiagnosis oleh seorang ahli patologi. Seorang ahli patologi juga akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan membuat sebuah keputusan setelah menganalisis fitur biologis dari citra sel blast mikroskopis. Oleh karena itu, sistem otomatis dibutuhkan untuk menekan penggunaan waktu dalam analisis dan memberikan diagnosis yang lebih akurat. Acute Myeloid Leukemia (AML) dan Acute Lymphoid Leukemia (ALL) adalah tipe dari leukemia yang ditemukan dalam sel darah immature (blast). Operasi Morphologi adalah sebuah metode segmentasi yang mengandalkan urutan relatif dari nilai piksel yang sesuai untuk pemrosesan gambar biner. Teknik Morphologi memeriksa gambar dengan tempelate yang disebut elemen penstruktur (structuring element). Penelitian ini bertujuan sebagai tahap awal dalam pendeteksian sel leukemia dengan melakukan segmentasi dan penghitungan parameter dari kromatin yang ditemukan dalam noda darah sum-sum tulang yaitu pada sel blast (lymphoblast dan myeloblast) seperti jumlah, luas dan diameter. Dengan operasi morphologi citra, penelitian ini mendapatkan pendeteksian kromatin dengan kesalahan sebesar 8.88%. | Leukemia is a blood cancer which is curable in the early period, especially among children, adult and even for old people. Most treatments comprise chemotherapy and therapeutic radioactivity therapy. The pace of remedy be contingent on the type of Leukemia and the age of victims. An early stage of Leukemia can be diagnosed by proficient pathologist. Despite a pathologist will also find some difficulty in recognizing and making an affirmation after analyzing the biological features on microscopic image of blasted cell. Therefore, the automated sistem is needed for pressing the time consumed in analysis and provide more accurate diagnosing. The Acute Myeloid Leukemia (AML) and Acute Lymphoid Leukemia (ALL) are type of leukemia that found in blast cell. Morphological Operation is a method of segmentation relying on the relative oredering of pixel values that are suited to processing of binary images. Morphological techiques probe an image with tempelate called structuring element. This research is for early step on detecting leukemia cells with doing segmentation and calculating the parameters of crhromatin in smear of bone marrow called blast cell (lymphoblast and myeloblast) such as amount, area and diameter. With morphological operation, this research obtain chromatin detection with error equal to 8.88% | |
| 17934 | 21979 | E1A014122 | ANALISIS TENTANG PENERAPAN INTERNATIONAL CRIMINAL COURT TERHADAP KEJAHATAN-KEJAHATAN INTERNASIONAL DARI NEGARA BUKAN PESERTA STATUTA ROMA 1998 | Hukum pidana internasional mengenal istilah Negara Peserta Statuta Roma 1998 (negara pihak) dan Negara Bukan Peserta Statuta Roma 1998 (negara bukan pihak). Negara pihak merupakan negara yang tunduk dan terikat dengan Statuta Roma 1998, apabila kejahatan internasional (kejahatan paling serius) terjadi di negara pihak, maka International Criminal Court dapat ikut mengadili pelaku jika negara itu tidak mau atau tidak mampu untuk mengadili. Berbeda dengan negara bukan pihak, negara ini tidak terikat dan tidak tunduk pada Statuta Roma 1998 sehingga hal itu menyulitkan International Criminal Court untuk ikut mengadili pelaku kejahatan internasional dari Negara Bukan Perserta Statuta Roma 1998 atau negara bukan pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran International Criminal Court dalam menanggapi kejahatan internasional khususnya terhadap Negara Bukan Peserta Statuta Roma 1998 yang terjadi setelah berlakunya Statuta Roma 1998 dan tindakan negara-negara korban kejahatan internasional atas perbuatan pelaku dari Negara Bukan Peserta Statuta Roma 1998. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa International Criminal Court tidak memiliki peran apabila kejahatan internasional terjadi di teritorial negara bukan pihak, tetapi memiliki peran apabila kejahatan tersebut terjadi di teritorial negara pihak, namun International Criminal Court tetap mengedepankan kedaulatan setiap negara untuk mengadili pelaku. Apabila negara bukan pihak yang menjadi korban kejahatan internasional maka tindakan yang dapat dilakukan hanya sebatas pada hukum nasional saja, sedangkan apabila negara pihak yang menjadi korban kejahatan internasional maka masyarakat internasional dan International Criminal Court dapat ikut menyelesaikan kasus tersebut jika negara tidak mau atau tidak mampu untuk mengadili pelaku. | The international criminal law recognizes the term of the State Party of Rome Statute (state party) and the Non-State Party of Rome Statute (non-state party). State party is a country which is bound by and subject to the Rome Statute, when international crimes (the most serious crimes) occurred in the state party, then the International Criminal Court can prosecute the accused if the country is unwilling or unable to prosecute. In contrast with non-state party, this country is not bound and not subject to the Rome Statute so it complicates the International Criminal Court to prosecute the accused of international crimes from the Non-State Party of Rome Statute or non-state party. The purpose of this research is to know the role of the International Criminal Court in response to international crimes especially to the Non-State Party of Rome Statute that occurred after the Rome Statute entered into force and the act of the countries of international crime victims over the deeds of the accused from the Non-State Party of Rome Statute. This research used the juridical normative method with the secondary data source which is composed of primary legal material, secondary legal material and tertiary legal material. The results of this research demonstrate that the International Criminal Court has no role when international crime occurs in the territory of non-state party, but it has a role when the crimes occurs in the territory of state party, but the International Criminal Court is still putting forward the sovereignty of every state to prosecute the accused. If the non-state party who became the victim of international crime, then the actions that can be performed only limited to the national law, whereas if the state party who became the victim of international crime, then the international community and the International Criminal Court can settle the case if the state is unwilling or unable to prosecute the accused. | |
| 17935 | 21691 | E1A114049 | TINJAUAN YURIDIS MENGENAI WAKTU PENETAPAN STATUS TERSANGKA OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) YANG DIJADIKAN ALASAN PRAPERADILAN (Tinjauan Yuridis Putusan No register perkara 97/Pid.prap/2017/PN.Jkt.Sel) | Penetapan tersangka merupakan tindakan yang bersifat administrativ yang mengakibatkan pengurangan terhadap hak-hak seseorang. Aparat Penegak Hukum dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka beberapa diantaranya dilakukan tidak berdasarkan aturan yang ada. Oleh karena itu untuk terwjudnya asas Due Proces of Law maka Lembaga Praperadilan melalui putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014 memaukan penetapan tersangka sebagai objek dari raperadilan selain itu dalam Putusan MK lainnya yaitu Putusan MK Nomor 130/PUU-XIII/2015 yang menyatakan SPDP tidak hanya ditujukan kepada Jaksa Penuntut Umum tapi juga untuk terlapor/tersangka. Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dalam menetapkan seeorang menjadi tersangka beberapa diantaranya dianggap prematur dan dianggap tidak sesuai dengan aturan yang ada. Seperti pada saat menetapkan Setya Novanto (SN), yang kemudin diajukannya Praperadilan. Penelitian ini dilakukan untuk menegtahui bagaimana KPK dalam menetapkan seeorang menjadi tersangka dan bagaiaman pertimbangan hukum hakim praperadilan dalam memutus hal terebut. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Metode Pendekatan Yuridis Normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, jurnal-jurnal ilmiah, dan situs-situs internet dengan cara studi putaka. Data-data tersebut dikumpulkan yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh dianaliis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim menyatakan penetapan tersangka terhadap diri SN oleh KPK tidak sah, karna KPK menetapkan SN sebagai tersangka sebelum dilakukannya penyidikan dan berdasar pada bukti-bukti orang lain, sehingga belum ada dua alat bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan SN sebagai tersangka. Putusan ini yang kemudian banyak memunculkan kontroversi. | Determination of the suspect is an administrative action that results in the reduction of a person's rights. Law Enforcement Officials in determining a person to be a suspect some of them done not based on existing rules. Therefore, for the establishment of the Principle of Legal Process Then the Pretrial Institution through Decision Number 21 / PUU-XII / 2014 includes the decision of various pretrials other than that in the Constitutional Court Decision Number 130 / PUU-XIII / 2015 which states that SPDP applies not only to Prosecutor General but also to the reported / suspect. The Corruption Eradication Commission (KPK) in establishing a suspect is considered to be premature and considered inconsistent with existing rules. As at the time set Setya Novanto (SN), which then filed Pretrial. This research was conducted to determine how the KPK in establishing a suspect and how the legal considerations of pretrial judges in deciding the case. Metode used in this study is a research method by using juridical - normative. The data used in this research secondary data in the form of literature books, statutory regulations, official documents, scientific journals, and internet sites by way of putaka study. The data are collected which are then presented in a systematic description form. The data obtained are analyzed and elaborated based on legal norms related to the research object. The result of the research shows that the judge declares that the suspect's determination against SN by KPK is not valid, because of KPK has assigned SN as a suspect before the investigation and based on the evidence of the others, so that there are not enough early evidences to establish SN as a suspect. That pretrial ruling that granted SN although rise to various controversies. | |
| 17936 | 20929 | D1E013132 | HUBUNGAN DINAMIKA KELOMPOK DENGAN KINERJA EKONOMI PETERNAK DI KELOMPOK PETERNAK KAMBING PERAH KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL | Penelitian dengan judul hubungan dinamika kelompok dengan kinerja ekonomi peternak di kelompok peternak kambing perah Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2017 sampai 7 Juli 2017. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dinamika kelompok peternak kambing, 2) mengetahui kinerja ekonomi peternak kambing perah, dengan analisis rentabilitas dan break even point (BEP), dan 3) mengkaji hubungan antara dinamika kelompok dengan kinerja ekonomi peternak kambing perah Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Sasaran penelitian adalah peternak kambing perah Caprani. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah Dinamika Kelompok (X) dan Kinerja Ekonomi (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah survei menggunakan bantuan kuisioner. Metode penetapan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kelompok peternak kambing perah di Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal memiliki tingkat dinamika kelompok rendah sebesar 69,57 persen, 2) rentabilitas yang diperoleh dari rata-rata peternak kambing perah Caprani adalah 14 persen, rata-rata BEP produk peternak anggota kelompok Caprani 835.03 l/bulan ± 868.647 l/bulan, dan rata-rata BEP harga peternak anggota Kelompok Peternak Caprani adalah 14.295.276,63 ± 15.020.753,07; 3) tidak ada hubungan antara dinamika kelompok dengan kinerja ekonomi, Break Even Point (BEP) maupun rentabilitas. | Research entitled the relationship between group dinamics and economics performances of dairy goat farmer in Dukuhturi Districts of Tegal had been took place form 1st until 7th July 2017 . This research aimed to: 1) determine the group dinamics of dairy goat farmer, 2) determine economic performances of dairy goat farmer, with analyzed by rentability and break even point, 3) Study the relationship between group dinamics and economic performances of dairy goat farmer in Dukuhturi District of Tegal. Research target were Caprani dairy goat farmer. Variables observed were Group Dinamics (X) and Economic Performances (Y). survey method using quisionaire was chosen. Respondent were selected purposively. Data were analyzed by Rank Spearman correlation. The result showed that: 1) group of dairy goat farmer in Dukuhturi district of Tegal had a low group dinamics about 69,57 percent, 2) rentability of dairy goat farmer in Dukuhturi district of Tegal were about 14 percent, BEP of product was about 835,03 l/month ± 868.647 l/month, and BEP of value was about Rp. 14.295.276,63 ± Rp. 15.020.753,07; 3) there were no relationship between Group Dinamics, Economic Performances, Break Even Point and Rentability. | |
| 17937 | 20931 | G1A014061 | PREVALENSI KANKER SERVIKS BERDASARKAN USIA DAN TIPE HISTOPATOLOGI DI BAGIAN/SMF PATOLOGI ANATOMI RSUD PROF.DR.MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIODE 2007-2016 | PREVALENSI KANKER SERVIKS BERDASARKAN USIA DAN TIPE HISTOPATOLOGI DI BAGIAN/SMF PATOLOGI ANATOMI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIODE 2007-2016 Finaldy Agung Pranadita, Gita Nawangtantrini, Hardjono Purwadhi Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia Departemen Laboratorium Patologi Anatomi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Email: finaldyap@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Kanker serviks adalah pertumbuhan abnormal yang tidak terkendali di dalam leher rahim atau serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina). Kanker serviks 90% berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim. Kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian terbesar pada wanita. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kasus kanker serviks mencapai 527.624 kasus di dunia. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang prevalensi kanker serviks berdasarkan usia dan tipe histopatologi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Dengan menggunakan data sekunder yaitu data rekam medis pasien yang didiagnosis menderita kanker serviks di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2007-2016 yang dikumpulkan pada bulan November – Desember 2017 didapatkan 852 kasus. Variabel yang dinilai pada penelitian ini usia dan tipe histopatologi pada penderita kanker serviks dengan metode total sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi usia kanker serviks yang paling banyak ditemukan adalah 40-49 tahun sebanyak 295 kasus (34,6%) kemudian diikuti dengan usia 50-59 tahun sebanyak 287 kasus (33,7%) dan tipe histopatologi yang paling banyak ditemukan adalah squamous cell carcinoma sebanyak 664 kasus (77,9%) kemudian diikuti oleh adenocarcinoma sebanyak 173 kasus (21,1%). Kesimpulan: Prevalensi berdasarkan usia dan tipe histopatologi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2007-2016 yang banyak ditemukan yaitu usia 40-49 tahun, dan tipe histopatologi squamous cell carcinoma | PREVALANCE OF CERVICAL CANCER BASED ON AGE AND HISTOPATHOLOGY TYPE IN SMF PATHOLOGY ANATOMY RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIOD 2007-2016 Finaldy Agung Pranadita, Gita Nawangtantrini, Hardjono Purwadhi Medical Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia Departement of Pathology Anatomy, Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital Email: finaldyap@gmail.com ABSTRCT Background: Cervical cancer is an uncontrolled abnormal growth in the cervix or cervix (the lowest part of the uterus attached to the vaginal apex). 90% cervical cancer originates from squamous cells that line the cervix and the remaining 10% stem cells produce mucus in the cervical tract leading into the uterus. Cervical cancer is one of the biggest causes of death in women. World Health Organization (WHO) states that cases of cervical cancer reach 527,624 cases in the world. Cervical cancer usually affects women aged 35-55 years. Objective: This study aims to provide information on the prevalence of cervical cancer based on age and histopathology type. Method: This research is descriptive research with cross sectional design. Using secondary data is medical record data of patients diagnosed with cervical cancer at Regional General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto year 2007-2016 collected in November - December 2017 got 852 cases. The variables assessed in this study were age and histopathology type in cervical cancer patients with total sampling method. Results: The results of this study indicate the prevalence of cervical cancer most commonly found is 40-49 years as many as 295 cases (34.6%) followed by the age of 50-59 years as many as 287 cases (33.7%) and most histopathologic types many were squamous cell carcinoma of 664 cases (77.9%) followed by adenocarcinoma of 173 cases (21.1%). Conclusion: Prevalence based on age and histopathology type in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto year 2007-2016 which found many age 40-49 years, and histopathology type squamous cell carcinoma. | |
| 17938 | 20932 | C1A012117 | ANALISIS PRODUKSI DAN PEMASARAN KEDELAI DI DESA KEDUNGBENDA KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGA | Judul penelitian ini adalah “Analisis Produksi dan Pemasaran Kedelai di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lahan, tenaga kerja, benih, pupuk, dan pestisida terhadap produksi kedelai, kemudian untuk menentukan variabel mana yang paling berpengaruh terhadap produksi kedelai, serta untuk mengetahui pola pemasaran dan margin pemasaran di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Jenis data primer yang digunakan diperoleh dari responden dengan menggunakan kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah model regresi linear berganda dalam bentuk logaritma natural, untuk mengetahui pengaruh tersebut secara individu digunakan uji t, dan untuk mengetahui secara bersama-sama digunakan koefisien determinasi R-squared dan uji F. Untuk mengetahui penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian ini menggunakan uji mutikolinearitas, uji normalitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Untuk mengetahui margin pemasaran dalam penelitian ini menggunakan perhitungan menggunakan tabulasi sederhana Hasil uji hipotesis dengan t-test menunjukkan bahwa variabel lahan memiliki pengaruh positif, variabel tenaga kerja memiliki pengaruh positif, variabel benih memiliki pengaruh positif, variabel pestisida memiliki pengaruh positif, pada variabel pupuk memiliki pengaruh negatif. Lahan adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi kedelai di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Margin pemasaran dalam penelitian ini menggunakan perhitungan tabulasi sederhana. Saluran pemasaran kedelai di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon Kabuupaten Purbalingga mempunyai dua pola saluran pemasaran, lembaga-lembaga pasar yang berperan pada pola saluran pemasaran pertama adalah petani, pedagang pengumpul desa, dan konsumen, sedangkan lembaga-lembaga pasar yang berperan pada pola saluran pemasaran kedua adalah petani, pedagang pengumpul desa, pedagang grosir kecamatan dan konsumen , farmer’s share terbesar terdapat pada pola saluran pemasaran pertama dan pedagang grosir kecamatan pada pola saluran pemasaran kedua yang mendapatkan keuntungan terbesar dari hasil penjualan kedelai. | The title of this research is "Analysis of Production and Marketing of Soybean in Kedungbenda Village, Kemangkon Sub-district of Purbalingga District" This research aims to know the influence of land, labor, seed, fertilizer, and pesticides against the production of soybeans and then to determine which variables most influence on soybean production, as well as to know the pattern of marketing and marketing margins in Kedungbenda Village, Kemangkon Sub-district of Purbalingga District. This research was conducted with survey methods. The primary data type used is obtained from respondents using a questionnaire. Analysis tools are used multiple linear regression model is in the form of the natural logarithm, to know the influence of the individually used t test, and to know collectively used the coefficient of determination R-squared and the F-test. To find out the deviation of the classical assumption in this research using mutikolinearitas test, test for normality, autocorrelation test, and heteroskedastisitas test. To know the marketing margin in this research using a calculation simple tabulation. Hypothesis test results with the t-test showed that the variables land has a positive influence, labor variable has a positive influence, a seed variable has a positive influence, variable pesticide has a positive influence, in variable fertilizer has a negative influence. Land is the most variable influence on soybean production in Kedungbenda Village of Kemangkon Sub-district of Purbalingga District. marketing margins in this research uses the calculation simple tabulations. The soybean marketing channel in Kedungbenda Village, Kemangkon Sub-district of Purbalingga District has two pattern of marketing channels, market institutions which play a role in the pattern of the first marketing channels are farmers, merchants, and consumers, while the market institutions that play a role on the second marketing channel pattern is the farmers, merchants, wholesale delaers and consumer, farmer's share of the largest found in the pattern of the first marketing channel and the Sub wholesale dealers in the second marketing channel pattern get the greatest advantage from the results of sales of soy | |
| 17939 | 20933 | G1A014036 | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT STRES PASIEN TERAPI HEMODIALISIS DI RSUD BANYUMAS | Latar Belakang: Hemodialisis merupakan suatu proses terapi pengganti ginjal dimana terapi ini paling banyak dialami oleh pasien gagal ginjal. Hemodialisis dilakukan terus seumur hidup, sehingga akan berdampak pada kehidupan pasien. Perubahan dalam kehidupan akan menjadikan stressor sehingga pasien dengan keadaan seperti ini membutuhkan dukungan salah satunya dukungan keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pasien terapi hemodialisis di RSUD Banyumas. Metode: Penelitian analitik korelasional dengan desain penelitian yang digunakan adalah rancangan cross sectional dengan consecutive sampling. Subjek penelitian berjumlah 43 pasien terapi hemodialisis di RSUD Banyumas. Variabel bebas yaitu dukungan keluarga dan variabel terikat adalah tingkat stres. Penelitian ini menggunakan analisis Uji Spearman Rank. Hasil: Dukungan keluarga pasien terapi hemodialisis termasuk kategori baik. Tingkat stres pasien terapi hemodialisis termasuk kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,044 dan r = -0,309 sehingga terdapat hubungan signifikan dengan arah hubungan negatif dan kekuatan rendah antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pasien terapi hemodialisis. Kesimpulan: Dukungan keluarga berhubungan dengan tingkat stres pasien terapi hemodialisis di RSUD Banyumas. | Background: Hemodialysis is a process of renal replacement therapy where the therapy is most often experienced by patients with chronic renal failure. Hemodialysis is performed continuously for life, so this activity will have an impact on the patient’s life. Changes in life give the stressors,so that patients with such circumstances require the supports, one of them is family support. Aim: To find out the relationship between family support and stress level of patients undergoing hemodialysis therapy at RSUD Banyumas. Method: Correlational analytic researched with cross sectional research design and consecutive sampling. Researched subjects were 43 patients undergoing hemodialysis therapy at RSUD Banyumas. The independent variable was family support and the dependent variable was stress level. This research used Rank Spearman’s Analysis. Results: Family support of patients undergoing hemodialysis therapy is good. The stress level of patients undergoing hemodialysis therapy is moderate. Spearman Rank test result shows the value of p = 0.044 and r = -0.309 so there is a significant relationship with the direction of negative relations and low power between family support and stress levels of patients undergoing hemodialysis therapy. Conclusion: Family support has a relationship with stress levels of patients undergoing hemodialysis therapy at RSUD Banyumas. | |
| 17940 | 21982 | B1J013118 | PERKEMBANGAN ORGAN DIGESTI EMBRIO DAN LARVA IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) DALAM MEDIUM YANG MENGANDUNG POTASSIUM DICHROMATE | Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi perkembangan organ digesti embrio dan larva ikan nilem dalam medium yang mengandung potassium dichromate dan untuk mengetahui batas aman konsentrasi potassium dichromate untuk perkembangan organ digesti embrio dan larva ikan nilem. Hasil penelitian menunjukkan embrio ikan nilem mulai membentuk endoderma solid rod pada tahapan organogenesis. Perkembangan organ digesti terlihat jelas pada larva. Larva umur 1 hari memiliki intestin berlumen dengan sel berbentuk kuboid. Struktur penyusun hepar teridentifikasi pada larva umur 2 hari, sel intestin telah berdiferensiasi menjadi berbentuk kolumnar. Larva umur 3 hari memperlihatkan pembentukan vili intestin di bagian anterior intestin serta beberapa di bagian median dan posterior. Jumlah dan tinggi vili intestin bertambah pada larva umur 4 hari, disertai dengan perkembangan lamina propria. Hasil analisis statistik menunjukkan potassium dichromate pada konsentrasi 80 ppm memperlambat perkembangan embrio, laju penyerapan yolk pada larva ikan, serta pertumbuhan larva ikan yang diindikasikan dengan panjang standar larva ikan yang lebih pendek dibandingkan dengan larva kontrol. Potassium dichromate tidak secara signifikan berpengaruh terhadap inisiasi digestive tube coiling, diameter intestin, jumlah dan tinggi vili intestin pada larva normal namun pada larva abnormal terlihat keterlambatan perkembangan organ digesti. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian potassium dichromate memperlambat perkembangan organ digesti embrio dan larva ikan nilem (O. vittatus). Potassium dichromate pada konsentrasi 20-80 ppm tidak mempengaruhi struktur organ digesti larva ikan nilem namun konsentrasi 80 ppm mempengaruhi fungsi organ tersebut. Batas aman konsentrasi potassium dichromate untuk perkembangan organ digesti embrio dan larva ikan nilem (O.vittatus) adalah 60 ppm. | The aims of this research were to evaluate the development of digest organs in bonylip barb embryos and larvae kept in the medium containing potassium dichromate and to determine the concentration of potassium dichromate suitable for normal development of the digest organs. The research results showed that the embryo has formed the endoderma solid rod at organogenesis stage. On Larva 0 dpf (hatching day), the intestininal tube has developed a small lumen lined with cuboidal cells. On 2 dpf larvae, hepatic tissue was identified and the cells lining the intestinal tube has transformed into the columnar cells. On 3 dpf larvae, the intestinal villi was identified in the anterior part and in several area of median and posterior intestine. The number and height of intestinal villi increased in 4 dpf larvae, lamina propria was identifiable at this age. The statistical analysis showed that potassium dichromate at consentration 80 ppm significantly slowed the embryonic development, the rate of yolk absorption in fish larvae, and larval growth. Potassium dichromate did not significantly affect the initiation of digestive tube coiling, intestinal diameter, number and height of villi intestin in normal larvae but it coused delay in development of digestion organ in abnormal larvae. Based on the results it was concluded that potassium dichromate slowed the development of digestive organs of bonylip barb (O.vittatus) embryo and larvae. The safe limit of potassium dichromate concentration for normal digestive organs development in the bonylip barb embryo and larvae is 60 ppm. |