Artikel Ilmiah : F1D013005 a.n. DICKY RAMDHANI

Kembali Update Delete

NIMF1D013005
NamamhsDICKY RAMDHANI
Judul ArtikelPENENTANGAN MASYARAKAT KABUPATEN TASIKMALAYA TERHADAP PASANGAN UU RUZHANUL ULUM DAN ADE SUGIANTO SEBAGAI CALON TUNGGAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2015

Abstrak (Bhs. Indonesia)Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penentangan masyarakat dan sebab-sebab bisa terjadi penentangan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya terhadap pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto sebagai calon tunggal pada pemilihan kepala daerah tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstuktivisme khususnya non-positivisme serta menggunakan perspektif strukturalis dan pendekatan studi kasus. Sementara dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis data menggunakan analisa kualitatif deskriptif dengan model analisis interaktif. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi data sumber. Di dalam landasan teori penelitian ini menggunakan teori pemilihan kepala daerah, kontestasi politik lokal, partisipasi politik, dan incumbent atau petahana.
Hasil penelitian ini mengungkapkan proses penentangan dari elit, kiai, dan masyarakat terhadap pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto sebagai calon tunggal. Penentangan ini awal mula akibat Uu muncul sebagai calon pada pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Penentangan dilakukan oleh tiga kalangan, yaitu kalangan elit politik, kiai/ulama, dan masyarakat. Kalangan elit dimotori oleh Tatang Farhanul Hakim dan Ruhimat. Disamping itu, Tatang juga mendapat intruksi dari ketua DPP PPP kubu Djan Farid untuk mengugurkan Uu dalam pilkada Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015. Selanjutnya Tatang membentuk kelompok rombongan masyarakat tidak setuju (Romantis). Namun penentangan juga dilakukan oleh masyarakat yang dilakukan secara inisiatif tanpa ikut dalam kelompok romantis. Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya di berbagai kecamatan melakukan aksi demo penentangan terhadap Uu Ruzhanul Ulum. Sehingga kelompok romantis dan masyarakat melakukan berbagai aksi demo untuk menentang figur Uu. Selanjutnya setelah penghitungan suara yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Tasikmalaya, bahwa pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto dinyatakan menang. Namun, penentangan tetap berlanjut ke tahap melakukan gugatan ke MK dengan mengugat hasil perolehan suara. Walaupun pada akhirnya penentangan dari masyarakat ini berhenti karena langkah terakhir penentangan mengalami kekalahan dan gagal. Meskipun hasil akhir yang di dapatkan sesuai harapan, namun setidaknya masyarakat sudah cerdas dalam memilih. Dalam hal ini, masyarakat menginginkan figur lain sebagai bupati selain figur Uu Ruzhanul ulum. Jadi inti persoalan-persoalan terkait dengan Uu ini, bahwa tatang ini menginisiasi masyarakat. Situasi ini bersamaan dengan situasi yang sama yang melingkupi elit-elit agama dan juga masyarakat. Sehingga bisa diartikan bahwa aksi penentangan itu bersifat elitis. Namun, disisi lain penentangan ini diakibatkan karena adanya deprivasi atau kekecewaan dari masyarakat terhadap Uu Ruzhanul Ulum.
Abtrak (Bhs. Inggris)In general, this study aims to understand the process of community opposition and the causes the opposition of the Tasikmalaya district community to Uu Ruzhanul Ulum and Ade Sugianto as the sole candidate for regional head election of 2015. The method that used in this research are qualitative research method by using paradigm constructivism especially non-positivism and used structuralist perspective and case study approach. While in the selection of informants, researchers used purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection in this research used an observation techniques, in-depth interviews, and documentation. While for the technique of data analysis researcher used descriptive qualitative analysis with interactive analysis model. The validity of this research data used triangulation of source data. In the theoretical basis of this study used the theory of elections of regional heads, local political contestation, political participation, and incumbent or petahana.
The results of this study reveal the process of opposition from the public against a pair of single candidate. This initial opposition due to Uu emerged as a candidate in the elections Tasikmalaya. Opposition is made by the elite, kiai/ulama, and society. The elite is driven by Tatang and Ruhimat. Addition, Tatang also received instructions from chairman of DPP PPP Djan Farid camp ro abort Uu in elections 2015. Tatang then formed a group of community members disagree (romantis). The people of Tasikmalaya district in various sub-district held a demonstration against Uu Ruzhanul Ulum. Then after the vote count conducted by KPUD, that Uu Ruzhanul Ulum pair won. However, the opposition continues to stage the lawsuit to Constitutional Court by suing the results of vote acquistion. Although in the end the opposition of tehis society stopped because the last step of opposition by using the result of vote to the Constitutional Court experienced failure and defeat. Although the end result may not be as expected, but at least the community has been smart to select and evaluate the regent in previous period. In this case, people want other figures to come forward as regents. So the core issues related to Uu that will be explained by Tatang initiated the society. This situation coincides with the same situation that surrounds the religion elites and also society. So it can be interpreted that the action of opposition is elitist. However, on the other hand this opposition resulted from the devrivation or disappointment of the people against Uu Ruzhanul Ulum.
Kata kunciPenentangan, Calon Tunggal, Pilkada
Pembimbing 1Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Sofa Marwah, S.IP., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman27
Tgl. Entri2018-04-30 15:16:06.719608
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.