Artikelilmiahs
Menampilkan 17.781-17.800 dari 50.034 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17781 | 20808 | B1J013028 | IDENTIFIKASI MORFOTIPE TERITIP AMPHIBALANINAE DARI SEGARA ANAKAN CILACAP BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MOLEKULER | Teritip adalah kelompok hewan subclassis Cirripedia (Crustacea: Thecostraca) yang hanya ditemukan hidup di laut. Teritip genus Amphibalanus merupakan kelompok yang paling umum ditemukan pada hampir seluruh wilayah perairan laut terutama daerah intertidal termasuk di daerah estuarin. Segara Anakan merupakan suatu ekosistem rawa bakau unik pada laguna estuarin yang terletak di Jawa Tengah bagian selatan (108o46’–109o03’ E; 7o34’–7o47’ S) di sebelah barat kota Cilacap. Mangrove Segara Anakan, juga termasuk habitat teritip Amphibalanus spp. Dari lokasi ini ditemukan morfotipe teritip Amphibalaninae yang berbeda dengan jenis lain yang sudah dikenal. Sehingga penelitian ini menarik untuk dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui identitas jenisnya dengan melakukan analisa hubungan kekerabatan morfotipe teritip Amphibalaninae dari Segara Anakan Cilacap tersebut berdasarkan karakter morfologi dan molekuler. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling. Identifikasi morfologi dilakukan dengan membuat dan mengamati preparat awetan jaringan lunak dan cangkang teritip mengacu pada Chan et al. (2009). Serta identifikasi molekuler menggunakan marka gen mtCO1 mengacu pada Folmer (1985). Isolasi DNA sampel diambil dari jaringan otot, kemudian sampel DNA yang telah didapatkan diamplifikasi dengan teknik PCR menggunakan primer LCOI dan HCOI mengacu pada Folmer (1985). Hasil PCR kemudian disekuensing dan diverifikasi menggunakan progam BLAST pada laman GenBank. Data sekuen yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk analisa perbandingan. Analisis morfologi dilakukan menggunakan program PAUP sedangkan analisis filogenetik dilakukan menggunakan program MEGA 5. Berdasarkan hasil analisis morfotipe teritip B10 termasuk dalam genus Fistulobalanus tetapi berbeda dari karakteristik anggota lainnya yang sudah diketahui. Berdasarkan hasil analisis filogenetik morfotipe teritip B10 memiliki nenek moyang bersama dan merupakan sister species dari Fistulobalanus albicostatus. | The barnacles are crustacean belong to the subclass Cirripedia. Barnacle is entirely marine with genus Amphibalanus is the most common group occupy almost all marine environment especially intertidal area. Segara Anakan is a unique mangrove ecosystem in a lagoon estuary located in Cilacap on the southwestern border of Central Java with West Java (108o46’–109o03’ E; 7o34’–7o47’ S). Mangrove in this area is also a typical habitat for barnacles Amphibalanus spp. This research aimed to determine the species identity and the evolutioany relationship among other Amphibalaninaes of the morphotype from Segara Anakan Cilacap based on morphological and molecular characteristics. This research was a survey with purposive random sampling technique applied to collect samples. The species determination and identification was conducted based on the soft parts (body) and the hard parts (shell) referring to Chan et al. (2009). The species was described based on the morphological characteristic. Molecular identification used a mtCO1 genetic marker (Folmer, 1985) for comparative analysis. DNA sample was isolated from muscle tissue, and targeted region of DNA was obtained by PCR technique using LCOI and HCOI primer pair. The sequence data obtained were then verified by BLAST application on the GenBank website. Morphological phylogenetic reconstruction was completed using PAUP program. Phylogenetic analysis was conducted using MEGA 5 software. The cladogram suggested the morphotype of Amphibalanus B10 belong to the genus Fistulobalanus but distinguishable with other known species. The phylogram also suggested the morphotype B10 is the sister species of Fistulobalanus albicostatus. | |
| 17782 | 20809 | G1A014026 | Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik terhadap Kadar Glukosa Darah pada Lansia Hipertensi dan Prehipertensi di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga | Seiring meningkatnya usia, tekanan darah pada lansia semakin meningkat sehingga hipertensi dan prehipertensi dapat menjadi karakteristik >80% lansia di dunia. Bertambahnya usia juga dapat menyebabkan tingkat aktivitas fisik pada lansia semakin menurun. Aktivitas fisik rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan diabetes melitus. Kadar glukosa darah merupakan salah satu komponen kriteria diagnosis dari penyakit diabetes melitus. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kadar glukosa darah dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada lansia hipertensi dan prehipertensi di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Empat puluh dua lansia berusia ≥ 65 tahun diambil menjadi subjek penelitian melalui consecutive sampling. Subjek penelitian mengisi kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan diukur kadar glukosa darah sewaktu dengan menggunakan glukometer. Seluruh subjek penelitian memiliki aktivitas fisik rendah dengan rerata 19,17 ± 6,6 dan 47,6% subjek penelitian memiliki kadar glukosa darah pada ambang batas (prediabetes) dengan rerata 123,90 ± 70,78 g/dL. Berdasarkan uji korelasi Spearman didapatkan tidak terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada lansia hipertensi dan prehipertensi di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga dengan nilai p=0,573. | As age increases, the blood pressure on the elderly increases so that hypertension and prehypertension can be a hallmark of >80% elderly people in the world. Increasing age can also cause the level of physical activity in the elderly decreases. Low physical activity increases the risk of developing hypertension and diabetes mellitus. Blood glucose level is one component of the diagnostic criteria of diabetes mellitus. Based on previous research, blood glucose levels can be known by physical activity and blood pressure. This study aims to understand the correlation between physical acivity and blood glucose on hypertension and prehypertension elderly in Karangklesem Village of Kutasari Purbalingga. This cross-sectional study included 42 subjects aged ≥ 65 years old chosen using consecutive sampling method. The subjects’ physical activity was scored using Physical Activity Scale for Elderly (PASE) questionnaire, and the subjects’ blood glucose were measured using glucometer. All subjects had low physical activity with mean of 19,17 ± 6,6 and 47,6% of the study subjects had blood glucose levels at the borderline (prediabetes) with a mean of 123.90 ± 70.78 mg / dL. Based on spearman test, there was no correlation between level of physical activity on blood glucose level on hypertension and prehypertension elderly in Karangklesem Village of Kutasari Purbalingga with p value = 0.573. | |
| 17783 | 20810 | F1F013021 | BOYNE'S CRITIQUE OF TOTALITARIAN GOVERNMENT IN THE BOY IN THE STRIPED PAJAMAS (2006) | Abstrak Penelitian berjudul “Boyne’s Critique of Totalitarian Government Reflected in Boyne’s The Boy in the Striped Pajamas” bertujuan untuk mengetahui bagaimana kritik Boyne terhadap pemerintahan totalitarian yang tergambar di dalam novel tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam proses analisis data. Data utama diambil dari novel karya John Boyne yang berjudul The Boy in the Striped Pajamas. Peneliti menggunakan sosiologi sastra menurut Swingewood dan teori totalitarianism dari Hannah Arendt untuk menganalisa pemerintahan totalitarian yang tergambar di dalam novel karya John Boyne. Peneliti hanya fokus pada karakter dan setting yang terdapat di dalam novel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pemerintah totalitarian yang Hannah Arend sebutkan di dalam bukunya yang berjudul, The Origins of Totalitarianism, juga tergambar di dalam novel karya John Boyne yang berjudul The Boy in the Striped Pajamas. Karakter tersebut adalah kontrol penuh, propaganda, teror, dan kekerasan. Partai harus menjadi sangat kuat agar dapat mengatur segala sesuatu di dalam Negara. Selain itu, propaganda, teror, dan kekerasan juga dilakukan oleh partai untuk mengatur masyarakat di bawah kekuasaan mereka. Kata kunci: The Boy in the Striped Pajamas, sosiologi sastra, asal usul totalitarian, pemerintah totalitarian | Abstract This research entitled “Boyne’s Critique of Totalitarian Government Reflected in Boyne’s The Boy in the Striped Pajamas” aims at figuring out Boyne’s critique of totalitarian government reflected in his novel. Generally, the novel describes the cruelty of government that is ruled by Hitler after First World War. Meanwhile, this novel is told by the perspective of nine year old boy who is very innocent to what happens in his surroundings. The researcher uses qualitative method in analyzing the data. The primary data is Boyne’s The Boy in the Striped Pajamas. Furthermore, the researcher uses Swingewood’s sociology of literature theory and theory of totalitarianism by Hannah Arendt to analyze the totalitarian government that reflected in Boyne’s novel. The researcher only focuses on the character and setting in the novel. The result of this research shows that the characteristics of totalitarian government that Hannah Arendt mentioned in her book, The Origins of Totalitarianism, are reflected in Boyne’s The Boy in the Striped Pajamas. Those characteristics are absolute control, propaganda, terror, and violence. The party should be powerful to take the absolute control above the country. Besides, propaganda, terror, and violence are also used to make people under their control. Keywords: The Boy in the Striped Pajamas, sociology of literature, the origins of totalitarian, totalitarian government. | |
| 17784 | 20811 | E1A011061 | TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN CABUL (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk penerapan unsur-unsur tindak pidana membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana pada putusan perkara Nomor: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi Penelitian deskriptif analisis, Sumber Data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan yang berlaku, literatur, hasil penelitian yang berhubungan dengan pokok permasalahan serta Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, data disajikan dalam bentuk uraian dan data dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan unsur-unsur tindak pidana membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt. Terdakwa Hardiono alias Paryono alias Gendut Bin Harto telah dengan sengaja membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul yaitu persetubuhan layaknya hubungan suami – isteri, (korban belum berumur 18 (delapan belas) tahun, sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor 9820/TP-20/2010, tanggal 11 Juni 2010). Majelis Hakim telah mempertimbangkan perbuatan terdakwa yang melanggar Pasal 82 Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Seluruh unsur dari pasal yang didakwakan telah terpenuhi. Dengan demikian terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana pada putusan perkara Nomor: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt, adalah dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : a. Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur, Terdakwa melanggar Pasal 82 Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. b. Pertimbangan terhadap pembuktian berdasarkan alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP berupa : keterangan saksi-saksi, surat, keterangan terdakwa c. Pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan Terdakwa Oleh karena itu terdakwa di pidana dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda sebesar Rp. 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan kurungan, dan terdakwa tetap ditahan. | ABSTRACT This research aim to for the applying of doing an injustice elements persuade child to conduct desecrate deed in District Court Purwokerto Number decision: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt and to know consideration base punish Purwokerto judge of district court in dropping crime at Number verdict: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt. Research conducted by using method approach of normative juridical. Specification of descriptive Research of analysis, Source of secondary data cover law and regulation going into effect, literature, result of research related to problems fundamental and also Decision District Court Purwokerto Number 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt. Data collecting with bibliography study, data presented in the form of data and description analysed with normative method qualitative. Pursuant to result of research of known. that applying of doing an injustice elements persuade child to conduct desecrate deed in District Court Purwokerto Number decision: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt. Defendant Hardiono he was known as Gendut Paryono he was known as of Bin Harto have designedly persuaded child to conduct] desecrate deed that is coition within reason husband relation- wife, (victim not yet 18 (eighteen) year, as according to Citation Act of birth Number 9820/TP-20/2010, date of 11 June 2010). Committee Judge have considered deed of defendant which impinge Section 82 Law No. 23 Year 2002 about Protection of Child. Entire element from asserted by section have fufilled. Thereby defendant have proven validly and guilty rang truse conduct doing an injustice persuade child to conduct or let to be conducted by desecrate deed. Consideration base punish Judge of district court Purwokerto in let fall crime at Number verdict: 58/Pid.Sus/2015/PN Pwt, is by considering the followings: a. Consideration to law fact fulfilling elements, Defendant impinge Section 82 Law No. 23 Year 2002 about Protection of Child b. Consideration to verification pursuant to valid evidence appliance as arranged in Section 184 KUHAP in the form of : eyewitness boldness, defendant, bank statement. c. Consideration to things weighing against and lightening Defendant Therefore defendant in crime with crime serve a sentence during 6 (six) year and fine equal to Rp. 60.000.000,00 (six ten million) rupiah with rule if fine do not be paid by hence changed with jail crime during 3 (three) month jail and defendant remain to be arrested. | |
| 17785 | 20812 | B1J013048 | IDENTIFIKASI MORFOTIPE Fistulobalanus sp. DARI PANTAI TEGAL BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MOLEKULER | Teritip genus Fistulobalanus memiliki karakteristik terdapat setae kompleks pada cirri III dan memiliki subsidairy tube. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di Pantai Tegal. Morfotipe dari genus Fistulobalanus yang berasal dari Pantai Alam Indah belum diketahu identitas taksonominya berdasarkan karakter morfologi dan molekuler, serta perlu dilihat hubungan kekerabatan dari morfotipe teritip Fistulobalanus A1 dari Pantai Alam Indah dengan subfamilia Amphibalaninae Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter morfologi dan molekuler morfotipe Fistulobalanus sp. dan mengetahui kekerabatannya dengan spesies lain dari genus Fistulobalanus maupun sister-genus Amphibalanus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengamatan karakter morfologi dilakukan dengan pembuatan preparat awetan mengacu kepada Prabowo (2009). Identifikasi morfologi mengacu kepada Chant et al. (2009) dan Puspasari (2001). Karakter molekuler dilakukan menggunakan marka gen mtCO1 menurut Folmer (1985) dan sampel DNA diambil dari jaringan otot teritip. Sampel DNA yang diperoleh kemudian diamplifikasi dengan teknik PCR menggunakan primer LCO1490 dan HCO2198 menurut Folmer (1985), kemudian disekuensing oleh laboratorium penyedia jasa untuk mendapatkan sekuen DNA. Karakter morfologi dianalisis menggunakan algoritma Maximum Parsimony menggunakan aplikasi PAUP, data sekuen diverifikasi menggunakan BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) pada laman Gene Bank, sedangkan analisis filogenetik menggunakan program MEGA 5.0. Hasil analisis data menunjukan bahwa morfotipe teritip Fistulobalanus A1 yang berasal dari Pantai Tegal memiliki persamaan karakter morfologi secara umum dengan Amphibalanus rhizophorae tetapi terdapat subsidairy tube dan setae kompleks pada cirri III yang merupakan karakter khusus dari genus Fistulobalanus. Berdasarkan identifikasi molekuler morfotipe teritip Fistulobalanus A1 merupakan sister-taxa dengan spesies Amphibalanus rhizophorae dengan nilai bootstrap sebesar 490x dari 1000 ulangan. | Barnacles genus Fistulobalanus have characteristics of complex setae on cirri III and a subsidiary tube. Sampling in this study was conducted at Tegal Beach. Taxonomic identity based on the morphological and molecular character of the genus Fistulobalanus derived from Pantai Alam Indah is not yet known, and it is necessary to see the relationship of the Fistulobalanus A1 from Pantai Alam Indah with subfamily Amphibalaninae. The purpose of this research is to know the morphology and molecular character of Fistulobalanus sp. morphotype and knowing its relationship with other species of the genus Fistulobalanus as well as Amphibalanus sister-genus. The research method used is survey method with sampling technique by purposive sampling. Morphological characters were observed by making preserved preparatory refers to Prabowo (2009). Morphological identification refers to Chant et al. (2009) and Puspasari (2001). Molecular characters were performed using the mtCO1 gene marker according to Folmer (1985) and the DNA samples were taken from the barnacle muscle tissue. The DNA samples obtained were then amplified by PCR techniques using LCO1490 and HCO2198 primers according to Folmer (1985), then sequenced by service provider laboratories to obtain DNA sequences. Morphological characters were analyzed using the Maximum Parsimony algorithm using the PAUP application, the sequenced data was verified using BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) on the Gene Bank page, and phylogenetic analysis using MEGA 5.0 program. The results of data analysis showed that Fistulobalanus A1 morphotype coming from Tegal Beach has a general similarity of morphological characters with Amphibalanus rhizophorae with subsidairy tube and complex setae on cirri III which is the special character of the genus Fistulobalanus. Based on the molecular identification, Fistulobalanus A1 morphotype is a sister-taxa with species Amphibalanus rhizophorae with a bootstrape value of 490x with 1000 replications. | |
| 17786 | 20813 | A1L113032 | Korelasi antara Komponen Hasil dan Hasil, serta Keragaman Respon 18 Genotipe Kedelai (Glycine max (L.) Merril) pada Penambahan Fotoperiode | Kedelai tergolong tanaman hari pendek, yaitu tanaman yang akan segera berbunga jika lama penyinaran lebih pendek dari periode kritisnya. Kedelai yang berasal dari wilayah subtropis dengan lama penyinaran 14-16 jam, ketika dibudidayakan di Indonesia dengan lama penyinaran 12 jam akan memperpendek periode vegetatif dan memacu pembungaan yang lebih cepat sehingga didapatkan fisik tanaman yang lebih kecil dan potensi hasil yang lebih rendah. Pengaturan panjang hari untuk mengatasi hal tersebut dapat melalui penambahan fotoperiode. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keragaman respon pertumbuhan dan reproduktif kedelai, 2) mengetahui genotipe kedelai terbaik pada kondisi penambahan fotoperiode, 3) mengetahui laju pertumbuhan dan periode reproduktif yang terjadi di lingkungan dengan penambahan fotoperiode maupun di lingkungan tanpa penambahan fotoperiode, 4) mengetahui korelasi genetik yang terjadi antara komponen hasil dan hasil. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2017 sampai September 2017 di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kali ulangan. 18 genotipe sebagai perlakuan pada kondisi fotoperiode 16 jam dan 12 jam. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah buku total, jumlah buku pada batang utama, fase berbunga (R1), fase pengisian polong (R5), fase pemasakan polong (R7), jumlah polong, bobot brangkasan, jumlah biji, bobot 100 biji, dan bobot biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe kedelai yang diuji memberikan respon yang beragam pada variabel tinggi, umur saat mencapai fase reproduktif, jumlah buku total, jumlah buku pada batang utama, jumlah polong, dan bobot brangkasan. Penambahan fotoperiode 16 jam memperpanjang periode pertumbuhan dan memperlambat fase reproduktif sehingga organ vegetatif lebih besar. Genotipe dengan tampilan vegetatif terbaik pada kondisi fotoperiode 16 jam adalah Slamet, A343, dan P71. Hasil kedelai pada kondisi 12 jam berhubungan sangat erat (korelasi genetik) dengan variabel tinggi, jumlah buku total, jumlah polong, dan jumlah biji. | Soybean is classified a short day plant, the plant will trigger flowering when the daylenght is shorter than the critical period. Soybean originated from temperate zone and be cultivated under 14 to 16 hours of daylenght. In tropical area, Indonesia, soybean is cultivated under 12 hours daylenght, it will shorten vegetative periods and flowering faster, resulting in smaller physical and lower yield. The light addition could be conducted to prolong daylenght. The aims of this research were 1) to understood the diversity of soybean growth and yield respone under additional photoperiod, 2) to select soybean genotype that show the best performance under additional photoperiod, 3) to understood growth and reproductive stage under the additional photoperiod, 4) to understood the genetic correlations between yield and yield components. The research was conducted from May 2017 until September 2017 at the green house Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used Randomized Block Design with five replications. Eightteen soybean genotypes were studied under 16 hours photoperiod and 12 hours photoperiod condition. The observed variables were plant height, total node number, main stems node number, flowering age (R1), pod filling stage (R5), matured stage (R7), pod number, shoot dry weight, seed number, seed size, and, seed weight per plant. The results showed there is broad variability response on plant height, reproductive stage, node number, main stems node number, pod number, and shoot dry weight. Sixteen hours photoperiod prolong the growth period and delay the reproductive stage, the vegetative organ is larger. Genotypes with the best vegetative appearance under 16 hours photoperiod were Slamet, A343, and P71. The soybean yield under 12 hours photoperiod there are very tight correlate between yield with plant height, node number, pod number, and seed number. | |
| 17787 | 20814 | C1B013127 | ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, KEBIJAKAN HUTANG, LIKUIDITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN SUKU BUNGA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris pada BUMN Sektor Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada BUMN sektor non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Hutang, Likuiditas, Ukuran Perusahaan, dan Suku Bunga Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris pada BUMN Sektor Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016).” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, kebijakan hutang, likuiditas, ukuran perusahaan, dan suku bunga terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 11 BUMN. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling method. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Science) menunjukkan bahwa (1) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahan, (2) Kebijakan hutang berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (3) Likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (4) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (5) Suku bunga tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. | This research is a quantitative research on non-financial sector BUMN listed on Indonesia Stock Exchange year 2013-2016. This study takes the title: "The Influence Analysis of Profitability, Debt Policy, Liquidity, Company Size, and Interest Rate To Company Value (Empirical Study on Non-Financial Sector BUMNs Listed on Indonesia Stock Exchange 2013-2016)." The purpose of this research is to analyze the effect of profitability, debt policy, liquidity, firm size, and interest rate to company value. The population in this study are all BUMNs listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2016. The number of samples in this study is 11 BUMNs. Determination of sample using purposive sampling method. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Program for Social Science) shows that (1) Profitability has positive effect to firm value, (2) Debt policy has positive effect to firm value, 4) The size of the company does not affect the value of the company, (5) Interest rates do not affect the value of the company. | |
| 17788 | 20815 | B1J011122 | KELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI KERANG TOTOK Geloina erosa PADA KAWASAN MANGROVE SEGARA ANAKAN CILACAP | Kelimpahan dan pola distribusi suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor fisik dan kimiawi yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut. Secara rinci, kelimpahan organisme merupakan jumlah individu pada suatu area, sedangkan pola distribusi merupakan pemancaran tata ruang individu yang satu terhadap individu yang lain dalam populasi. Salah satu spesies yang hidup di kawasan mangrove Segara Anakan Cilacap, yang dapat diteliti adalah Geloina erosa. Kelimpahan yang berkurang dan pola distribusi yang tidak menentu ini menjadi masalah sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kelimpahan dan pola distribusi G. erosa, serta untuk menganalisis dinamika perubahan kelimpahan dan pola distribusi G. erosa pada tahun 2015 sampai 2016. Pengambilan sampel dilakukan secara survey pada enam stasiun, dengan metode purposive sampling tiga kali ulangan ukuran 1 x 1 m2. Sampel G. erosa dimasukkan ke dalam plastik dan dihitung jumlah individu pada masing-masing ulangan. Parameter fisik dan kimiawi lingkungan yang diukur adalah suhu air, salinitas air, kelembaban tanah, pH tanah, dan tekstur tanah. Data G. erosa yang dihitung yaitu kelimpahan, pola distribusi, dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi mengelompok ada pada stasiun 1, 2, dan 3 pada tahun 2015; serta stasiun 3 pada tahun 2016. Stasiun 4, 5, dan 6 tahun 2015; serta stasiun 1, 2, 4, 5, dan 6 pada tahun 2016 tidak dapat dikelompokkan distribusinya karena data kelimpahannya tidak ada. Perubahan kelimpahan dan pola distribusi ditandai dengan nilai kelimpahan yang berkurangnya dan pola distribusi yang tidak merata karena perubahan faktor lingkungan. | The abundance and distribution patterns of a species in the ecosystem are determined by the degree of resource availability and the condition of physical and chemical factors that must be within the range that the species can tolerate. In detail, the abundance of organisms is the number of individuals in an area, whereas the distribution pattern is the spatial distribution of individual individuals to other individuals in the population. One species that live in the area of Segara Anakan Cilacap mangrove, which can be studied is Geloina erosa. This diminished abundance and erratic distribution pattern is problematic so research is done with the aim to find out the abundance and distribution patterns of G. erosa, and to analyze the dynamics of changes in G. erosa abundance and distribution patterns from 2015 to 2016. Sampling was conducted by survey on six stations, with purposive sampling method three times replicate size 1 x 1 m2. Samples of G. erosa were inserted into the plastic and counted the number of individuals on each replication. The physical and chemical parameters measured are water temperature, water salinity, soil moisture, soil pH, and soil texture. The calculated G. erosa data is abundance, distribution pattern, and environmental factors. The results showed that the clustered distribution patterns exist at stations 1, 2, and 3 in 2015; and station 3 in 2016. Stations 4, 5 and 6 in 2015; as well as stations 1, 2, 4, 5, and 6 in 2016 can not be categorized as distributed because of the abundance of data does not exist. Changes in abundance and distribution patterns are marked by diminished abundance and uneven distribution patterns due to changes in environmental factors. | |
| 17789 | 20817 | C1B012026 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KUALITAS PRODUK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN: PERAN PERSEPSI NILAI SEBAGAI PEMODERASI (Survei pada Nasabah PT. Pegadaian (Persero) Cabang Purwokerto) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk maupun persepsi harga terhadap kepuasan konsumen, serta untuk mengetahui peran persepsi nilai dalam memoderasi pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk maupun persepsi harga terhadap kepuasan konsumen. Jenis penelitian ini adalah survei terhadap nasabah PT. Pegadaian (Persero) Cabang Purwokerto. Berdasarkan rumus interval taksiran, maka ukuran sampel ditentukan sebanyak 100 responden dengan metode pengambilan sampel menggunakan judgmental sampling. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi moderasi. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas pelayanan, kualitas produk maupun persepsi harga berpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah PT. Pegadaian (Persero) Cabang Purwokerto, persepsi nilai memoderasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah, sedangkan persepsi nilai tidak memoderasi pengaruh kualitas produk maupun persepsi harga terhadap kepuasan nasabah PT. Pegadaian (Persero) Cabang Purwokerto. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk terus meningkatkan kepuasan para nasabahnya, pihak manajemen PT. Pegadaian (Persero) Cabang Purwokerto perlu memprioritaskan berbagai kebijakan pemasaran, khususnya yang terkait dengan kualitas pelayanan, kualitas produk, persepsi harga dan persepsi nilai (perceived value). Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan selalu memberikan layanan terbaik kepada semua nasabah sejak mereka datang hingga layanan pasca pembelian, terus meningkatkan kualitas produk emas yang dijual dan melakukan diversifikasi produk sesuai dengan perubahan kebutuhan, keinginan dan preferensi nasabah, menetapkan harga emas yang secara ekonomis terjangkau oleh semua kalangan masyarakat serta menetapkan harga emas maupun jasa gadai yang kompetitif dan sesuai dengan manfaat atau nilai yang dipersepsikan oleh nasabah. | The aims of this research were to find out the effect of service quality, product quality, as well as perceived price on consumer satisfaction, and to find out the moderating role of perceived value on the causal relationship between service quality, product quality, as well as perceived price and consumer satisfaction. Type of this research was survey on consumers of PT. Pegadaian (Persero) Branch Office Purwokerto. Based on the estimation interval formula, sample size within study was determined of 100 respondents with the sampling method uses judgmental sampling. Furthermore, data analysis technique within study uses moderated regression analysis model. Based on the results of data analysis, it could be concluded that service quality, product quality, as well as perceived price has a positive effect on consumer satisfaction, perceived value moderates the causal relationship between service quality and consumer satisfaction, while perceived value no moderate the causal relationship between product quality as well as perceived price and consumer satisfaction. Refers to these conclusions, it could be implied that as an effort to improve the consumers’ satisfaction continuously, management of PT. Pegadaian (Persero) Branch Office Purwokerto need to prioritize the various marketing policy, especially related to service quality, product quality, perceived price and perceived value. The ways could be done by always provide the best service to all customers from the time they arrive until the post-purchase services, improve the quality of gold products sold continuously, and diversify the products in according to the changing of consumers’ needs, desires, and their preferences, set the price of gold that is economically affordable for consumers, and sets the competitive price of gold product and the pawn services in accordance with the benefits or values which are perceived by consumers. | |
| 17790 | 20818 | A1C011078 | BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI DI KABUPATEN BANYUMAS | Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia, baik sebagai bahan makanan manusia, pakan ternak, bahan baku industri maupun bahan penyegar. Beberapa produk olahan yang dihasilkan dari bahan baku kedelai antara lain tempe, tahu, es krim, susu kedelai, tepung kedelai, minyak kedelai, pakan ternak dan bahan baku industri. Kecamatan Wangon, Kecamatan Purwojati dan Kecamatan Kebasen merupakan salah satu daerah yang melaksanakan program Perluasan Areal Tanam (PAT) kedelai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kedelai untuk program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Swadaya, dan mengetahui biaya dan pendapatan usahatani kedelai untuk program Perluasan Areal Tanam dan Swadaya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Wangon, Kecamatan Purwojati dan Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada 23 September-20 Oktober 2015. Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive). Metode penelitian yang digunakan adalah survei, rancangan pengambilan sampel dengan metode Multistage Random Sampling memperoleh hasil 62 petani di Kabupaten Banyumas yaitu di Kecamatan Wangon, Kecamatan Purwojati dan Kecamatan Kebasen. Sasaran penelitian yaitu petani yang berusahatani kedelai yang mengikuti program PAT maupun Swadaya pada tahun 2014. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jumlah 34 petani untuk program PAT, hanya 50 persen petani yang mengalami keuntungan. Dan dari jumlah 28 petani untuk program Swadaya, hanya 25 persen yang mengalami keuntungan. | Soybean is much needed agricultural commodity in Indonesia, both as human foos, animal feed, industrial raw materials and refreshing ingredients. Some processed products produced from soybean raw materials include tempe, tofu, ice cream, soy milk, soybean meal, soybean oil, animal feed and industrial raw materials. District Wangon, District Purwojati and Kebasen District in one of the areas that implement the program Extension of Planting Areas (PAT) soybean. The purpose of this research is to know the factors influencing soybean production for Plantation Expansion Program (PAT) and Swadaya, and to know the cost and income of soybean farming for expansion program of Planting and Swadaya area. The study was conducted in Wangon District, Purwojati District and Kebasen Sub-district of Banyumas Regency on 23 Septembeer to 20 October 2015. The location of this research was purposively chosen. The research method used was survey, sampling design using Multistage Random Sampling method obtained 62 farmers in Banyumas Regency, namely in Wangon District, Purwojati Subdistrict and Kebasen Subdistrict. The target of the research is the farmers who work on soybean that follow the program of PAT and Swadaya in 2014. The analysis method used is cost and income analysis, analysis of Cobb Douglas production function. The results showed that of the 34 farmers for the PAT program, only 50 percent of farmers had profits. And from the number of 28 farmers for self-help program, only 25 percent who experience the benefits | |
| 17791 | 20819 | G4A015004 | KORELASI STATUS SOSIAL EKONOMI PASIEN DENGAN STADIUM TERDIAGNOSIS KARSINOMA NASOFARING DI RSUD PROF.DR.MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang. Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan yang berasal dari sel epitel mukosa yang melapisi permukaan nasofaring. Etiologi KNF antara lain infeksi EBV, lingkungan, dan kerentanan genetik. KNF merupakan keganasan kepala leher yang terbanyak di Indonesia. Status sosial ekonomi berpengaruh terhadap status kesehatan individu. Status sosial ekonomi individu umumnya ditentukan berdasarkan status pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo yang merupakan rumah sakit pusat rujukan untuk daerah Jawa Tengah bagian selatan dan barat. Jumlah kunjungan pasien KNF di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo tahun 2009 meningkat yakni 3,3 kali lebih banyak dibandingkan tahun 2008. Tujuan. Mengetahui korelasi antara status sosial ekonomi pasien dengan stadium terdiagnosis KNF di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah 57 pasien KNF yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden penelitian ini mengisi kuesioner status sosial ekonomi. Stadium diagnosis diperoleh dari rekam medik pasien. Uji korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui korelasi status sosial ekonomi dengan stadium terdiagnosis KNF. Hasil. Terdapat korelasi yang signifikan (p<0,05) antara status sosial ekonomi dengan stadium terdiagnosis KNF di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo. Status sosial ekonomi mencakup pendidikan (r=-0,304), pekerjaan (r=-0,356), dan pendapatan (r=-0,272). Kesimpulan. Status sosial ekonomi memiliki korelasi dengan stadium terdiagnosis KNF di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo. | Background. Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a malignancy derived from epithelial cells that line the mucosal surfaces of the nasopharynx. Etiology of NPC are EBV infection, environmental, and genetic susceptibility. NPC is the most frequent head and neck cancer malignancy in Indonesia. Socioeconomic status influence health status of individual. Socioeconomic status of individual is generally determined based on status of education, employment, and income. Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital is a referral center for southern and western parts of Central Java. The number of patients in Prof.Dr.Margono KNF Soekarjo hospital in 2009 increased to 3.3 times more than in 2008. Purpose. Determine the correlation between patients socioeconomic status with stage at diagnosis of NPC in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital. Methods. This is a cross sectional study. Respondents of this study were 57 NPC patients who have fullfil the inclusion and exclusion criterias. Respondents fill questionnaires of socioeconomic status. Stage at diagnosis was obtained from patient’s medical records. Spearman correlation test was used to determine correlation of socioeconomic status and NPC stage at diagnosis. Results. There is a significant correlation (p <0.05) between socioeconomic and NPC stage at diagnosis in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital. Socioeconomic status includes education (r=-0,304), employement (r=-0,356), and income (r=-0,272). Conclusion. Socioeconomic status has correlation with NPC stage at diagnosis in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital. | |
| 17792 | 20820 | A1H013047 | RANCANG BANGUN BLADE MIXING REACTOR BIODIESEL SECARA BATCH | Konsumsi energi terbesar saat ini bertumpu pada minyak bumi karena semakin meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk berbagai sektor seperti transportasi dan industri, salah satunya adalah solar. Mengingat pentingnya solar untuk kebutuhan berbagai aktivitas, tetapi kurang diimbangi dengan cadangan minyak bumi yang semakin menipis sehingga perlu adanya upaya yang dilakukan untuk mencari energi alternatif pengganti solar, yaitu biodiesel. Biodiesel diproduksi dengan cara transesterifikasi dimana dalam memproduksinya diperlukan reaktor. Penelitian ini bertujuan untuk merancang reaktor biodisel yang dapat membantu proses reaksi pembentukan biodiesel dan melakukan pengujian reaktor biodiesel blade mixing secara batch. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu: tahap perancangan, pembuatan, pengujian dan evaluasi hasil pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain dan prototipe reaktor biodiesel blade mixing dengan mekanisme satu putaran berhasil dikembangkan yang memiliki kapasitas produksi sebesar 7 liter/batch dengan perlakuan katalis (KOH) sebanyak 0,75 %, perlakuan suhu sebesar 45 oC dan waktu produksi 30 menit. Uji kinerja mesin dengan variasi beberapa putaran yang meliputi 250 rpm, 350 rpm, dan 500 rpm berturut-turut menghasilkan biodiesel dengan kadar metil ester sebesar 98,89 %; 99,55 %; 99,50 % dan rendemen sebesar 52 %; 67 %; 72,5 %. Hasil biodiesel tersebut sudah memenuhi standar SNI Biodiesel 7182:2015, sedangkan untuk kecepatan terbaik berdasarkan metode yang digunakan dalam penelitian adalah kecepatan 500 rpm. | The largest energy consumption in the world currently relies on petroleum due to the highly demand of fuel oil in various sectors such as transportation and industry, one of which is diesel. Due to importance of diesel in various activities, but lack in the petroleum reservd, there is need for an alternative effort made to look for an alternative energy to replace diesel, namely biodiesel. Biodiesel is produced by transesterification process with a reactor. This research was aimed to design biodisel reactor that help biodiesel formation process and conducting trial test for blade mixing biodiesel reactor in batch. This research consist of design stage, manufacture, testing and evaluating test results. Result of showed that the design and prototype of blade mixing biodiesel reactor with one rotation has been developed which has 7 liter / batch production capacity with catalyst treatment (KOH) 0.75%, temperature treatment 45 oC and production time 30 minutes. The performance test of the machine with rotation on 250 rpm, 350 rpm, and 500 rpm gives methyl ester content 98.89%; 99.55%; 99.50% respectively as well as biodiesel yield 52%; 67%; 72.5%, respectively. Theese biodiesel yield has met the SNI Biodiesel 7182: 2015 standard, while using rotation speed of 500 rpm. | |
| 17793 | 20821 | G4A015049 | HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN TINGKAT STRESS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO | Latar belakang: Stress adalah suatu fenomena yang tidak dapat dihindari oleh mahasiswa pendidikan dokter. Kecerdasan, jenis kelamin dan kepribadian merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stress. Kecerdasan emosional merupakan suatu kemampuan untuk mempersepsikan apakah suatu masalah merupakan sesuatu yang menantang dan berpotensi menjadi stressor. Kecerdasan emosional terdiri dari kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati, dan keterampilan sosial. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara kecerdasan emosional dan tingkat stress pada mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2014 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode: Sampel penelitian terdiri dari 119 mahasiswa dimana 57 responden lulus test L-MMPI. Responden terdiri dari 15 mahasiswa laki-laki dan 42 mahasiswa perempuan. Kecerdasan emosional diukur menggunakan kuesioner kecerdasan emosional berdasarkan teori Goleman dan tingkat stress menggunakan kuesioner DASS. Uji hipotesis Spearman digunakan untuk mengukur kecerdasan emosional dengan tingkat stress. Hasil: Tingkat stress pada mahasiswa pendidikan dokter terdiri dari tingkat stress normal sebesar 5,3%, tingkat stress ringan sebesar 21%, tingkat stress sedang sebesar 28,1%, dan tingkat stress berat sebesar 45,6%. Kecerdasan emosional yang tinggi (skor ≥ 23) ditemukan sebesar 86% dan kecerdasan emosional yang rendah (skor ≤ 22) sebesar 14%. Terdapat hasil signifikan (p<0,05) dengan arah negatif dan bersifat lemah (-0,223) antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress. Simpulan: Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress pada mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2014 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. | Background: Stress was an unavoidable phenomenon which was often seen in medical student lives. Intelligence, gender and personality were the main factors of stress. Emotional intelligence is the ability to perceive something that was challenging and could be a stressor. It consisted of self-awareness, self-regulation, motivation, empathy, and social skill. Purpose: The aim of this study was to investigate the correlation between emotional intelligence and stress levels on medical student year 2014 in Jenderal Soedirman University Purwokerto. Method: The research sample was comprised of 119 students which 57 students passed the preliminary screening test (L-MMPI). They were fifteen males and forty two female students. Emotional intelligence was measured using Goleman’s Emotional Intelligence Scale and the stress levels were measured using DASS. Statistical analysis was using Spearman’s rank correlation coefficient rho for each criterion variable. Results: Level of stress was found with normal level in 5,3%, mild level in 21%, moderate level in 28,1%, and severe level in 45,6%. High emotional intelligence was found in 86% (score ≥ 23) and low emotional intelligence was found in 14% (score ≤ 22). There were low negative (-0,223) and significant (p<0,05) correlation between emotional intelligence and levels of stress. Conclusions: The results showed that there was a correlation between emotional intelligence and stress levels on medical student year 2014 in Jenderal Soedirman University Purwokerto. | |
| 17794 | 20822 | F1A013072 | Ayahku Pahlawanku (Studi Cara Pengasuhan Anak Buruh Migran oleh Ayah Single Parent di Kabupaten Banyumas) | Buruh migran perempuan yang sudah mempunyai anak, menimbulkan masalah dalam pengasuhan anak di keluarga. Hal ini mengakibatkan para ayah single parent mengalami masalah di sektor domestik dan juga di pengasuhan anak. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan metode kualitatif. Sasaran utamanya adalah ayah yang ditinggalkan istrinya menjadi buruh migran perempuan dan mengasuh anaknya sendiri serta tinggal di Kabupaten Banyumas. Teknik penentuan sasaran penelitian menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengasuhan anak buruh migran oleh ayah yang ditinggal istrinya menjadi buruh migran perempuan dalam hal pendidikan dan pembentukan karakter anak. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ayah single parent menerapkan pola pengasuhan demokratis, namun ada juga yang menerapkan pola penelantaran dan juga campuran. Kendala dalam pengasuhan anak dibagi menjadi dua yaitu : masalah anak balita dan remaja. Kendala pengasuhan anak balita dan remaja hampir sama yaitu minimnya pengetahuan tentang pengasuhan anak. Saran dari penelitian ini adalah ayah single parent selalu mengkontrol uang jajan agar anak tidak bergantung kepada uang, ketika bekerja harus tetap menjaga komunikasi lewat telepon, hendaknya bekerja sama dengan keluarga terdekat dalam mengasuh anakmya agar dari segi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari bisa terpantau. | Female migrant workers who already have children, cause problems in child care in the family. This resulted in single parent dads having problems in the domestic sector as well as in child care. This research was conducted in Banyumas Regency using qualitative method. The main target is the father left by his wife to become a female migrant worker and take care of her own child and live in Banyumas Regency. The technique of determining the target of research using purposive sampling. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The purpose of this research is to know how to care for the child migrant worker by the father left by his wife to be female migrant worker in terms of education and character formation of the child. The result of this study is that most single parent fathers apply a democratic pattern of parenting, but others apply neglect and mixed patterns. Constraints in childcare are divided into two namely: the problem of toddlers and adolescents. Parenting obstacles and teenagers almost the same is the lack of knowledge about parenting. The advice of this research is that single parent father always controls pocket money so that children do not depend on money, while working should keep telephonic communication, should cooperate with the closest relatives in taking care of their children so that in terms of health and daily needs can be observed. | |
| 17795 | 21743 | C1C012090 | PENGARUH PENGETAHUN, PENGALAMAN, DAN SKEPTISME PROFESIONAL TERHADAP KEMAMPUAN AUDITOR MENDETEKSI FRAUD DI PEMERINTAH DAERAH (Studi pada Kantor Inspektorat di Barlingmascakeb) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan auditor dalam mendeteksi fraud. Kemampuan auditor akan diestimasikan menggunakan pengetahuan, pengalaman, dan skeptisme profesional. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dan jenis data yang digunakan adalah data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor internal yang bekerja pada Kantor Inspektorat di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb). Sampel penelitian berjumlah 112 auditor internal yang bekerja pada Inspektorat di Barlingmascakeb yang telah diseleksi menggunakan teknik purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa pengetahuan (X¬1¬), pengalaman (X¬2¬), dan skeptisme profesional (X¬3¬) berpengaruh positif terhadap kemampuan auditor mendeteksi fraud dengan nilai signifikansi pengetahuan auditor sebesar 0,006, pengalaman auditor sebesar 0,025, dan skeptisme profesional sebesar 0,000. | The study aims to determine the ability of auditors in detecting fraud. The auditor's ability will be estimated by knowledge, experience, and professional sceptism. this type of research is using quantitative method and primary data. The population in this research are internal auditor who works in Inspektorat Office that located in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen. Sample of this research are 112 internal auditors which have been selected by purposive sampling technique and the analysis use multiple linear regression. The result of this research shows that knowledge, experience, and professional sceptism has positive impact toward internal auditor's ability to detecting fraud with significance value f knowledge 0,006, experience 0,025, and professional sceptism 0,000. | |
| 17796 | 20825 | C1B013044 | PENGARUH KUALITAS PRODUK, PELAYANAN, PROMOSI, DAN KELOMPOK REFERENSI TERHADAP MINAT BELI ULANG ( DI TOKO MAS CAHAYA SURYA SALEM) | Pengaruh Kualitas Produk, Pelayanan, Promosi dan Kualitas Referensi Terhadaap Minat Beli Ulang (Di Toko Emas Cahaya Surya Salem). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Produk, Pelayanan, Promosi dan Kelompok Referensi serta pengaruhnya Terhadap Minat Beli Ulang Di Toko Emas Cahaya Surya Salem. Sampel penelitian ini adalah 112 responden dari konsumen yang pernah membeli dan memakai perhiasan di Toko Emas Cahaya Surya Salem yang berjumlah 112 orang dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hipotesis yang diajukan adalah Kualitas Produk, Pelayanan, Promosi dan Kelompok Referensi terhadap Minat Beli Ulang. Alat Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan uji determinasi (R²), Uji F, Uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kualitas Produk, Pelayanan, Promosi dan Kelompok Referensi mempunyai pengaruh positif terhadap Minat Beli Ulang. | the influence of Product Quality, Service, Promotion and Group Reference to Repurchase Intention ( in Toko Emas Cahaya Surya Salem). The purpose of this study is to determine the influence of Product Quality, Service, Promotion and Group Reference and its influence on Repurchase Intention ( in Toko Emas Cahaya Surya Salem). The sample of this research is 112 respondents from consumers who had bought and used jewerly at Toko Emas Cahaya Surya Salem which amounted to 112 people with sampling using purposive sampling. The hypothesis proposed is Product Quality. Service, Promotion and Group Reference on repurchase intention. Analysis tool used is multiple regression analysis with determination test (R²), Test F, Test t. Based on the research resultscan be concluded that Product Quality. Service, Promotion and Group Reference havea positiveeffect on repurchase intention. | |
| 17797 | 20826 | E1A013305 | PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Terhadap Putusan Nomor 8/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Smg) | ABSTRAK Tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh korporasi seringkali dilihat dalam kenyataan dilapangan hampir selalu lolos dari jerat hukum. Kurangnya penanganan dan pemahaman akan korporasi sebagai subyek hukum pidana, melahirkan banyaknya spekulasi hukum yang menjadikan aparat penegak hukum kesulitan dalam menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi yang erat kaitannya dengan korporasi yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana korupsi dan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara mengenai tindak pidana yang dilakukan oleh korporasi dalam Putusan Nomor 08/Pid.sus-TPK/2016/PN.Smg. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Pendekatan yuridis normative, Spesifikasi Penelitian deskriptif-analitis, Lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Brebes, UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman dan Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedriman, Purwokerto, Sumber Data Sekunder, Pendekatan Masalah yang digunakan meliputi analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan Hasil Penelitian, bahwa pertanggungjawaban pidana korporasi dalam putusan Nomor 08/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Smg adalah pembebanan pertanggungjawaban individu/pengurus korporasi. Terdakwa diajukan ke persidangan berkaitan dengan posisinya tersebut sebagai pengurus dapat diidentifikasikan sebagai directing mind dari Unit Pengolahan Gapoktan Mitra Tani. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap korporasi dalam tindak pidana korupsi pada Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Nomor 08/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Smg, yakni didasarkan pada pertimbangan hakim yuridis dan non yuridis. | ABSTRACT Corruption crimes committed by corporations are often seen in the reality of the field almost always escaping from legal pitfalls. Lack of handling and understanding of the corporation as the subject of criminal law, gave birth to many legal speculations that make law enforcement officers difficult in handling cases of corruption that are closely related to the corporation concerned. The purpose of this research is to know the corporation criminal responsibility in corruption crime and to know the judge's legal consideration in deciding the case about the crime committed by the corporation in Decision Number 08 / Pid.sus-TPK / 2016 / PN.Smg. The research method used in this research is the normative juridical Approach Method, Descriptive-analytical Research Specification, Research Location at Brebes State Attorney, UPT Library of General Soedirman University and Scientific Information Center of the Faculty of Law University of General Soedriman, Purwokerto, Secondary Data Sources, Problem Approach used include qualitative normative data analysis. Based on the result of research, that corporation criminal responsibility in decision Number 08 / Pid.Sus-TPK / 2016 / PN.Smg is the responsibility of individual / corporate management. The defendant submitted to the court in connection with his position as the board can be identified as directing mind of Gapoktan Mitra Tani Processing Unit. The basis of judge's judicial consideration in imposing criminal sanction against corporation in corruption crime on Decision of Corruption Crime Court Number 08 / Pid.Sus-TPK / 2016 / PN.Smg, which is based on judges and non juridical judges consideration. | |
| 17798 | 20836 | B1J013196 | PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR PADA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Buncis (Phaseolus. vulgaris L.) merupakan tanaman sayuran polong semusim yang kaya akan kandungan nutrisi sehingga berpotensi untuk dikembangkan karena mampu memberikan keuntungan yang besar. Desa Serang yang terletak di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga merupakan sentra produksi sayuran diantaranya yaitu buncis dengan luas lahan tanaman buncis ± 43 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman buncis, jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman buncis, jenis penyakit yang paling banyak muncul pada tanaman buncis dan besarnya persentase penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman buncis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada tiga lokasi yang berbeda di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Sampel tanaman diidentifikasi penyakitnya berdasarkan tanda dan gejala. Jamur kemudian diisolasi dan diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, kemudian dilanjutkan dengan uji Postulat Koch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu penyakit bercak daun oleh Cercospora sp. dan penyakit antraknosa oleh Colletotrichum sp. Penyakit yang paling banyak ditemukan adalah penyakit bercak daun oleh Cercospora sp. sebanyak 180 kali dengan persentase penyakit sebesar 50%. | Common beans (Phaseolus vulgaris L.) are seasonal vegetable crops which are rich in nutritional content and has the potential to be developed because it can provide great benefits. One of vegetable industry center which provides approximately 43 ha of beans plantation area is located in Serang country of Karangreja district of Purbalingga regency. This study aims to determine the types of diseases caused by fungi in common beans, fungi that cause disease in common beans, the type of disease that most appear on beans, and the percentage of diseases caused by fungi in common beans. Crop samples were identified by disease based on signs and symptoms matched with "Penyakit-penyakit Tanaman Holtikultura di Indonesia" book (Semangun, 1989). This study used survey method with purposive random sampling at three different locations in Serang country. The fungi are isolated then identified macroscopically and microscopically using "Illustrated Genera of Imperfect Fungi" book (Barnett and Hunter, 1972), followed by Koch Postulates. Percentage of diseases in plants was calculated using the Rahardjo and Suhardi formula (2008). The result of this study has been seen clearly that diseases which caused by fungi are leaf spot disease by Cercospora sp. and anthracnose disease by Colletotrichum sp. The most common diseases are spotted by Cercospora sp. as many as 180 times with the percentage of disease of 50%. | |
| 17799 | 21538 | B1J013188 | Tingkatan Trofik dan Luas Relung (Niche) Ikan di Zona Konservasi Waduk Wadaslintang | Waduk Wadaslintang terletak di Kabupaten Wonosobo digunakan sebagai usaha penangkapan ikan untuk memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat, dengan tetap memperhatikan daya dukung perairan untuk menjaga kestablian ekosistem. Upaya yang dilakukan adalah dengan zonasi waduk, salah satunya yaitu zona konservasi. Zona konservasi Waduk Wadaslintang adalah zona di Waduk Wadaslintang yang digunakan sebagai kawasan pelestarian atau perlindungan, yang di dalam zona tersebut diharapkan dapat mencerminkan segala jenis ikan yang ada di Waduk Wadaslintang. Tingkatan trofik ikan merupakan urutan tingkat pemanfaatan makanan dan menunjukan posisi ikan tersebut dalam rantai makanan. Luas relung menunjukan adanya selektifitas dari sekelompok ikan terhadap sumberdaya makanan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkatan trofik dan relung ikan di zona konservasi Waduk Wadaslintang, sehingga mengetahui peran masing-masing kelompok ikan dalam tingkat trofiknya serta memberikan gambaran ekosistem perairan sebagai upaya pengelolaan sumberdaya ikan Waduk Wadaslintang. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di zona konservasi yang dibagi menjadi 5 stasiun yaitu, daerah muara Sungai Cengis, muara Sungai Tritis, muara Sungai Lancar, muara Sungai Kemejing, dan pertemuan 4 sungai. Hasil penelitian tingkatan trofik ikan adalah ikan nila sebesar 2,2, ikan betutu 2,3, dan ikan nila louhan 2,1. Hasil perhitungan luas relung ikan berdasarkan standarisasi Indeks Levin yaitu, ikan nila yaitu sebesar 0,2 - 0,5, ikan betutu 0,2 – 0,4, dan ikan nila louhan 0,2-0,4. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua jenis ikan yang tertangkap termasuk ke dalam tingkat trofik rendah yaitu tergolong herbivora. Ikan nila memiliki relung paling luas dibandingkan ikan betutu dan nila louhan, yang menunjukkan ikan nila berpotensi menjadi populasi besar di perairan. Berdasarkan piramida makanan yang dibuat berdasarkan tingkat trofik menunjukkan ekosistem di zona konservasi tidak seimbang | Wadaslintang Resevoir is located in Wonosobo Regency that is used as fishing business to provide economic benefits for the community, while maintaining the ecosystem’s carrying capacity to maintain the ecosystem’s stability. Efforts are made with the zoning reservoirs, one of which is conservation zone. The conservation zone of Wadaslintang Reservoir is a zone that is used as a conservation or protection area, which is expected to reflect all types of fishes that are present in the Wadaslintang Reservoir. Fish trophic level is a sequence of food utilization levels and indicates the position of the fish in the food chain. Niche breadth shows the selectivity of a group of fish to a particular food resource. The purpose of this research is to find out the trophic level and niche breadth in conservation zone of Wadaslintang Reservoir, so that to know the role of each group of fish in trophic level as well as to give description of aquatic ecosystem as an effort to manage Wadaslintang Reservoir fish resources. The method used is survey method with sampling technique by purposive sampling. Sampling is done in conservation zone which is divided into 5 stations namely, estuary area of Cengis River, Tritis River estuary, Lancar River estuary, Kemejing River estuary, and the meeting point of 4 rivers. The results showed that the trophic level of nila was 2,2, betutu 2.3, and nila louhan 2,1. The result of niche breadth based on the standardization Levin Index is, nila is 0,2 – 0,5, betutu 0,2 – 0,4, and nila louhan 0,2 – 0,4. Based on these results it can be concluded that all types of the caught fishes belong to the lower trophic level and are classified as herbivores. Nila fish has the most extensive niche compared to betutu and nila louhan, which indicate nila has the potential to become a large population. Based on the food pyramid that created by the trophic level indicates that the ecosystem of conservation zone is imbalance. | |
| 17800 | 20828 | G1A014046 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN. Uji Toksisitas Kronik | Purwoceng merupakan tanaman obat asli Indonesia yang berkhasiat meningkatkan vitalitas pria. Akar purwoceng mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang bersifat lipofilik sehingga berpotensi toksik terhadap ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol akar Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) secara kronik terhadap struktur histologi tubulus proksimal tikus (Rattus norvegicus) jantan. Metode penelitian ini adalah analitik eksperimental dengan post-test only with control group design. Intervensi dilakukan selama 90 hari pada 24 ekor tikus yang terbagi ke dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol (A), kelompok perlakuan dengan dosis 21 mg/kgBB (B), 42 mg/kgBB (C), dan 84 mg/kgBB (D). Kerusakan struktur histologi ginjal dihitung berdasarkan jumlah atrofi tubulus, nekrosis tubulus, infiltrasi limfosit, dan fibrosis intersisial. Rerata total skor kerusakan ginjal kelompok A=1,80 ± 0,67, B=2,23 ± 0,39, C= 5,23 ± 0,85 dan D= 6,97± 0,79. Analisis data menunjukkan terdapat perbedaan kerusakan histologi ginjal yang bermakna (One Way ANOVA ). Hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok A dengan kelompok C dan D, kelompok C dengan D (p<0,05). Perbedaan kerusakan tidak bermakna ditemukan pada kelompok A dengan B (p=0,296). Pemberian ekstrak etanol akar purwoceng secara kronik berpengaruh terhadap struktur histologi tubulus proksimal, dengan dosis toksik minimal 42 mg/kgBB dan dosis aman yang dapat digunakan 21 mg/kgBB. | Purwoceng is one of Indonesia indigenous plants used for increasing male vitality. Root of purwoceng comprises of flavonoid, alkaloid, saponin, and tannin which are lipophilic and potentially toxic against the kidney. The purpose of this research is to find out the chronic effect of ethanol-purwoceng root extract administration to the histologic structure of renal proximal tubules in male rats (Rattus norvegicus). This research was an analytical experiment with post-test only with control group design method. Intervention was given for 90 days to 24 male rats that were distributed in 4 groups. The groups consist of a control group, groups with the administration of extract for 21 mg/kgBW (B), 42 mg/kgBW (C), and 84 mg/ kgBW (D). The damage of histologic renal structure was calculated based on the amount of tubules atrophy, tubules necrosis, lymphocytes infiltration, and interstitial fibrosis. Means of renal damage total score of group A=1.80 ± 0.67, B=2.23 ± 0.39, C= 5.23 ± 0.85 and D= 6.97± 0.79. The data analysis indicates that there is a significant difference of histological kidneys damaged (One Way ANOVA). The result of Post Hoc LSD method of analysis showed a significant difference between group A against group C and D, group C and D (p<0.05). There was no significant difference of renal damage found between group A and group B (p=0.296). The chronics administration of purwoceng roots ethanol extract influences to the histological structure of renal proximal tubules with the minimal toxic dose is 42 mg/kgBW and the safe dose that can be used is 21 mg/kgBW. |