Artikel Ilmiah : G1A014082 a.n. UFIK MAULENA

Kembali Update Delete

NIMG1A014082
NamamhsUFIK MAULENA
Judul ArtikelPENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GASTER TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN: UJI TOKSISITAS KRONIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) merupakan tanaman obat tradisional yang sering dikonsumsi untuk meningkatkan vitalitas pria. Senyawa aktif yang terkandung di dalam akar Purwoceng memiliki potensi toksik terhadap tubuh. Toksisitas suatu zat bisa diidentifikasi dengan melihat gambaran histologi organ khususnya gaster sebagai organ absorpsi peroral. Uji toksisitas kronik oral dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan suatu obat dan menyelesaikan fase praklinik dari pengembangan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histologi gaster tikus (Rattus norvegicus) jantan yang diberikan ekstrak etanol akar purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) secara kronik. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan post-test only terhadap tikus putih jantan galur Wistar. Intervensi dilakukan pada 24 ekor tikus yang terbagi ke dalam empat kelompok secara acak yaitu kelompok kontrol (A), kelompok perlakuan dengan dosis 21 mg/kgBB/hari (B), 42 mg/kgBB/hari, dan 84 mg/kgBB/hari. Kerusakan gambaran histologi gaster dihitung menggunakan skor Barthel Manja. Rerata skor total Barthel Manja kelompok A=8,23 ± 1,53, B=7,63 ± 1,58, C=15,77 ± 1,65, D=18,2 ± 1,34. Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan kerusakan gambaran histologi yang bermana (p < 0,05). Uji Post hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok A dengan C dan D (p=0,00). Perbedaan kerusakan tidak bermakna ditemukan pada perbandingan kelompok A dan B (p=0,89). Pemberian ekstrak etanol akar purwoceng secara kronik merusak struktur histologi gaster tikus putih dengan dosis toksik minimal 42 mg/kgBB tikus/hari sedangkan dosis aman yang dapat digunakan 21 mg/kgBB/hari.


Abtrak (Bhs. Inggris)Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) is Indonesian herbal plants which can enhance male vitality. Active compounds of purwoceng roots are toxic compounds. The substance toxicity can be identified by observing the histology of organ, especially gaster. Oral chronic toxicity test is a test to detect the toxicity effect and to know drug safety. The objective of the study was to know the gaster histology of albino male rat (Rattus norvegicus) that was given ethanol extract of purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) roots by chronic administration. This study was an experimental study with post test only design. Intervention had been done during 90 days to 24 rats which was randomly divided into four groups, control group (A), treatment dosage 21 mg/kgBW/day (B), 42 mg/kgBW/day (C), and 84 mg/kgBW/day (D). The damage of gaster histology was calculated by Barthel Manja score. The mean of Barthel Manja score group A=8,23 ± 1,53, B=7,63 ± 1,58, C=15,77 ± 1,65, D=18,2 ± 1,34. One Way Anova test showed significant damage appearance (p < 0,05). Post hoc LSD test showed significant damage appearance (p<0,05) in group A with C and D, group B with C and D, and group C with D. No significant damage was found in group A and B. Chronic administration of ethanol extract of Purwoceng at dose 42 mg/kgBW/day damaged the male albino rat gaster while ethanol extract of Purwoceng at dose 21 mg/kgBW/day was a safe dose.
Kata kunciKata Kunci: Purwoceng, Uji toksisitas kronik, Histologi Gaster, Skor Barthel Manja.
Pembimbing 1Dr. dr. Fitranto Arjadi, M.Kes
Pembimbing 2dr. Nur Signa Aini Gumilas, M.Biotech
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2018-01-31 10:00:55.308013
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.