Artikelilmiahs

Menampilkan 17.941-17.960 dari 50.037 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1794120937H1F012007KARAKTERISTIK GEOLOGI TEKNIK BAWAH PERMUKAAN DAN ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI DALAM DENGAN METODE CPTU, UNTUK DAERAH CEKUNGAN BANDUNG PADA KABUPATEN BANDUNG BAGIAN UTARAWilayah Cekungan Bandung di Kabupaten Bandung bagian utara merupakan wilayah dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur yang cukup pesat. Untuk perencanaan pembangunan di wilayah ini diperlukan kajian geologi teknik untuk mendapatkan informasi tentang kekuatan lapisan tanah dan daya dukung tanah. Dalam studi ini, penyelidikan geologi teknik bawah permukaan dilakukan dengan metode pengeboran teknik disertai Standard Penetration Test (SPT) dan uji penetrasi konus dengan pengukuran tekanan air pori (CPTU). Uji laboratorium mekanik tanah dilakukan untuk mendapatkan data sifat fisik dan keteknikan lapisan tanah. Hasil penyelidikan geologi teknik bawah permukaan menunjukkan stratifikasi daerah penelitian terdiri dari 3 satuan, terdiri dari satuan yang tertua adalah satuan breksi, satuan diatasnya adalah satuan pasir, dan satuan termuda adalah satuan lempung. Berdasarkan uji batas-batas atterberg daerah penelitian didominasi oleh lanau dengan plastisitas yang tinggi (MH) dan indeks plastisitas (PI) rata-rata menunjukkan plastisitas tinggi (kohesif). Perhitungan daya dukung untuk tiang pancang hingga kedalaman 30 meter, diperoleh lapisan tanah dengan nilai daya dukung terendah pada lokasi CPTU-10 . Sementara itu lapisan tanah dengan daya dukung tertinggi terdapat di lokasi CPTU-09. Dengan demikian, diperlukan jumlah tiang yang lebih banyak untuk membangun bangunan tinggi di lokasi CPTU-10 dibandingkan lokasi lainnya.Bandung Basin in the eastern part of Bandung Regency is an area with rapid population growth and infrastructure development . Planning of the urban development in the Bandung Basin requires a better knowledge on the sub-surface engineering characteristics and bearing capacity of soil layers. For this purpose, subsurface geological investigation were carried out using shallow and deep drilling with Standard Penetration Test ( SPT ) and cone penetration test with pore water pressure measurement ( CPTU ). Results of subsurface investigations showed that the soil stratification of the study area consists of three units. The oldest unit is the unit of breccia, followed by the sand layer, and the youngest unit is the clay layer unit. Based on the test Atterberg limits of the soils samples from drilling, the study area is dominated by silt ( MH ) with high plasticity and plasticity index ( cohesive ). The results of bearing capacity calculations for soil layers in all locations to a depth of 30 meters showed that soil layer with the lowest bearing capacity is at the CPTU - 10. Meanwhile, soil layer with the highest bearing capacity is at locations CPTU - 09. Thus, compared with other locations, construction of a high rise building at CPTU-10, requires more driven piles for deep foundation.
1794220934A1L013176UJI DAYA HASIL GALUR – GALUR HARAPAN KEDELAI (Glycine Max (L.) Merril)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil galur-galur harapan kedelai yang memiliki potensi daya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di lahan Fakultas Ilmu kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai bulan Januari 2017 sampai dengan Juli 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan genotipe sebagai faktor tunggal dan terdiri atas tiga ulangan. Masing – masing ulangan mewakili kelompok yang terdiri atas 8 galur harapan kedelai dan dua varietas pembanding yang ditempatkan secara acak sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan dengan mengambil 6 tanaman contoh dari tiap satuan percobaan termasuk tanaman kontrol yang telah diacak. Pada penelitian ini variabel utama yang diamati adalah bobot biji per tanaman, dan bobot biji per petak efektif. Hal ini disesuaikan dengan tujuan dilakukan penelitian yakni untuk mendapatkan tanaman kedelai yang memiliki daya hasil paling tinggi dilihat dari bobot biji yang dihasilkan. Hasil menunjukan produktivitas tertinggi dihasilkan oleh Galur 71 yang mencapai 4,06 ton/ha. Hal ini sesuai dengan karakter agronomi yang ditampilkan Galur 71 yaitu jumlah biji normal per tanaman mencapai 270,86 biji per tanaman, bobot biji per tanaman (26,58 gram) dan bobot biji per petak efektif 680,71 gram menunjukan pertumbuhan dan karakter agronomi yang relatif lebih baik dibandingkan dengan genotipe lain yang diuji. Genotipe berdaya hasil tinggi memiliki sifat antara lain memiliki jumlah cabang, jumlah buku total, jumlah biji normal dan jumlah polong total dalam jumlah yang banyak. Komponen tersebut menunjukan korelasi positif dan mendukung daya hasil genotipe kedelai yang diuji.

Kata Kunci: Galur Harapan, Uji Daya Hasil, Produktivitas.
This study aims to evaluate the yield of soybean lines which hve high yield potential. The research was conducted in the field of Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto, from January 2017 until July 2017. The design used was Complete Randomized Block Design (RAKL) with genotype as single factor and consist of three replications. Each replication represents group of 8 soybean hope lines and two randomly placed varieties so that there are 30 experimental units. Observations were made by taking 6 sample plants from each experimental unit including controlled randomized plants. In this study the main variables observed were weight of seeds per plant, and seed weight per effective plot. This is adjusted to the purpose of research to obtain soybean crops which have the highest yield from the weight of the seeds produced. The results show that the highest productivity produced by Line 71 which reached 4.06 tons / ha. This is supported by the agronomic characters shown in line 71 which is the number of normal seeds per plant reaching 270.86 seeds per plant, seed weight per plant 26.58 grams and seed weight per effective plot 680.71 grams shows the growth and agronomic character relatively better than the other genotypes evaluated. High yielded genotypes have characteristic such as having number of branches, total number of segment, number of normal seeds and total number of pods in large quantities. These components show a positive correlation and support the results of the soybean genotype tested.

Keywords: Hopes Line, Yield Evaluation, Productivity.

1794320939C1C013110Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi Pada Pelaku UKM Boneka di Kabupaten KarawangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tingkat pendidikan, skala usaha, umur usaha, pelatihan akuntansi dan masa memimpin terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku UKM boneka di Kabupaten Karawang.
Populasi dalam penelitian ini tidak terdeteksi atau tidak pasti jumlahnya. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga didapat sampel berjumlah 72 UKM boneka di Kabupaten Karawang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan survey kuisioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, skala usaha, umur usaha, pelatihan akuntansi dan masa memimpin secara simultan mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi. Dan secara parsial kecuali masa memimpin mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi pada UKM.
Implikasi: untuk meningkatkan penggunaan informasi akuntansi dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meningkatkan tingkat pendidikan dan lebih sering lagi mengikuti pelatihan akuntansi.
This research aims to know the influence of educational stage, business scale, business age, accounting traing and manager’s length of time in managing on the use of accounting information in small and medium enterprise (SMEs) in Karawang Regency
The population in this study were undetected or uncertain. Sample was selected using purposive sampling so the sample amounted to 72 SMEs. Data collection in this study use questionnaire survey. The data collected were processed by using multiple linear regression analysis.
The result of the research shows that simultaneously educational stage, business scale, business age and accounting training had significant effect on the use of accounting informastion in SMEs. All of the variable except manager’s length of time in managing influence on the use of accounting information in SMEs.
Implications: to increase the use of accounting information can be done by taking into the factors that influence it. Increase the level of education and more often attend the accounting traing.
1794420940G1H013006Hubungan antara body image, aktivitas fisik, konsumsi energi dan protein dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada siswi SMKN 3 BanyumasLatar Belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa yang ditandai dengan terjadinya perubahan fisik dan psikologi. Body image, aktivitas fisik, konsumsi energi dan protein merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kekurangan energi kronis (KEK). Angka kejadian kekurangan energi kronis pada remaja putri tertinggi di Kabupaten Banyumas Tahun 2016 adalah di Kecamatan Banyumas sebesar 46,87%.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara body image, aktivitas fisik, konsumsi energi dan protein dengan kejadian KEK pada remaja putri SMKN 3 Banyumas
Metodologi: Rancangan penelitian adalah analitik dengan design Crosssectional. Penelitian dilakukan di SMKN 3 Banyumas. Jumlah sampel 50 orang untuk masing-masing kelompok diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan Chi-square.
Hasil: Terdapat hubungan antara body image dengan kejadian KEK pada remaja putri (p = 0,053). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian KEK pada remaja putri (p = 0,776). Terdapat hubungan antara tingkat asupan energi dengan kejadian KEK pada remaja putri (p = 0,036). Tidak terdapat hubungan antara tingkat asupan protein dengan kejadian KEK pada remaja putri (p = 0,497).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat asupan energi dan body image dengan kejadian KEK pada remaja putri. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat asupan protein dengan kejadian KEK pada remaja putri SMKN 3 Banyumas.
Kata Kunci: Kekurangan energi kronis (KEK), SMKN 3 Banyumas
Background: Adolescents are a transitional period from children to adulthood marked by physical and psychological changes. Body image, physical activity, energy and protein consumption is one of the factors that can affect chronic energy deficiency (CED). The highest incidence of chronic energy deficiency in adolescent girls in Banyumas on 2016 was Banyumas sub-district by 46.87%.

Objective: To determine the correlation between body image, physical activity, energy and protein consumption with CED occurrence on adolescent girls in SMKN 3 Banyumas.

Methods: The study design was analytic with Crosssectional design. The research was conducted at SMKN 3 Banyumas, with 50 samples for each group that were selected by purposive sampling technique. Statistical test using Chi-square.

Results: There is correlation between body image and CED occurrence in adolescent girls (p = 0,053). There was no correlation between physical activity and CED occurrence in adolescent girls (p = 0,776). There is correlation between energy intake level and CED occurrence in adolescent girls (p = 0,036). There was no correlation between protein intake level and CED occurrence in adolescent girs (p = 0,497).

Conclusion: There was a correlation between energy intake level and body image with CED occurrence in girls. There was no correlation between physical activity and protein intake level with CED occurrence on girls in SMKN 3 Banyumas.

Keywords: Chronic Energy Deficiency (CED), SMKN 3 Banyumas

1794520941D1E014286PENGARUH PENAMBAHAN Azolla microphylla DALAM PAKAN
TERHADAP WARNA DAN BOBOT KUNING TELUR ITIK TEGAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat skala warna dan bobot kuning telur pada telur itik Tegal tanpa dan dengan penambahan Azolla microphylla dalam pakan. Materi yang digunakan adalah itik Tegal betina periode produksi umur 48 minggu sebanyak 400 ekor. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dan menggunakan rancangan percobaan pola tersarang (Nested Classification) dua tingkat dengan perlakuan sebagai Grup dan minggu koleksi sampel sebagai Sub Grup. Perlakuan yang diuji adalah pakan tanpa penambahan Azolla microphylla (P1) dan pakan dengan penambahan Azolla microphylla kering sebanyak 10 % (P2). Rataan warna kuning telur hasil penelitian P1 dan P2 masing-masing adalah 6,844 ± 2,295 dan 10,125 ± 1,627. Rataan bobot kuning telur perlakuan P1 dan P2 masing-masing adalah 29,782 ± 1,618 dan 29,712 ± 2,023. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan Azolla microphylla kering sebanyak 10% dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna kuning telur, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot kuning telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan Azolla microphylla kering sebanyak 10% dalam pakan dapat meningkatkan warna kuning telur itik Tegal dari angka skala 6,844 ± 2,295 menjadi 10,125 ± 1,627, tetapi menghasilkan bobot kuning telur yang relatif sama.This study aims to determine the differences of color scale and weight of yolk in Tegal duck egg without and with the addition of Azolla microphylla in feed. The materials used were 48 weeks old female Tegal ducks in the production period as many as 400 birds. The research method was done experimentally and using a Two-Stage Nested Classification Design with treatment as Group and week of sample collection as Sub Group. The tested treatment was feed without additional Azolla microphylla (P1) and feed with the addition of 10% dry Azolla microphylla (P2). The average of egg yolk of P1 and P2 were 6,844 ± 2,295 and 10,125 ± 1,627, respectively. The average weight of yolk of P1 and P2 treatment were 29,782 ± 1,618 and 29,712 ± 2,023, respectively. The result of variance analysis showed that the addition 10% of dried Azolla microphylla in the feed was very significant (P<0,01) to the yolk color, but not significant (P>0,05) to the yolk weight. The conclusion of this study is the addition 10% of dried Azolla microphylla in the diet can increase the yolk color of Tegal duck scale from 6,844 ± 2,295 to 10,125 ± 1,627, but produces relatively equal yolk weight.
1794621340G1G013007Hubungan Bauran Pemasaran dengan Loyalitas Pasien Unit Pelayanan Umum di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Soedirman PurwokertoRumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Soedirman (RSGM Unsoed) Purwokerto mengalami fluktuasi jumlah kunjungan pasien lama mulai dari tahun 2013 sampai tahun 2016. Jumlah kunjungan yang berfluktuasi tersebut menandakan kunjungan pasien belum stabil. Penurunan jumlah pasien lama mengindikasikan adanya loyalitas pasien yang menurun maka penting bagi RSGM Unsoed untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat melalui pendekatan bauran pemasaran. Bauran pemasaran jasa terdiri dari produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, dan proses) dengan loyalitas pasien Unit Pelayanan Umum (UPU) RSGM Unsoed Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Sampel berjumlah 96 responden. Sampel pada penelitian ini adalah pasien lama yang berkunjung ke UPU RSGM Unsoed. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara bauran pemasaran harga (p-value= 0,013 < 0,05), promosi (p-value= 0,039 < 0,05), orang (p-value= 0,000 < 0,05), dan bukti fisik (p-value= 0,004 < 0,05) dengan loyalitas pasien. Bauran pemasaran produk (p-value= 0,145 > 0,05), tempat (p-value= 0,795 > 0,05), dan proses (p-value= 0,230 > 0,05) tidak memiliki hubungan dengan loyalitas pasien. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara bauran pemasaran harga, promosi, orang, dan bukti fisik dengan loyalitas pasien UPU di RSGM Unsoed Purwokerto sedangkan bauran pemasaran produk, tempat, dan proses tidak memiliki hubungan dengan loyalitas pasien UPU di RSGM Unsoed Purwokerto.Dental Hospital of Jenderal Soedirman University (RSGM Unsoed) experienced fluctuations in the number of previous patient visit from 2013 to 2016. The number of fluctuating visit indicates that the patient visit has not been stable. Decline of this previous patient visit indicates a decrease patient loyalty therefore this is important for RSGM Unsoed to develop appropriate marketing strategies through marketing mix approach. Marketing mix services consist of products, prices, places, promotions, people, physical evidence, and processes. This study aimed to know the relation of marketing mix (product, price, place, promotion, people, physical evidence, and process) with patient loyalty of general service unit (UPU) in RSGM Unsoed Purwokerto. The research was analytical observation with cross sectional approach. Sampling in this research obtained using convenience sampling technique. The samples were 96 respondents, which were established patients of general service unit in RSGM Unsoed Purwokerto. Data were analyzed using Chi Square test with the help of SPSS 16. The results showed there were relation between price of marketing mix (p-value= 0,013 < 0,05), promotion (p-value= 0,039 < 0,05), people (p-value= 0,000 < 0,05), and physical evidence (p-value= 0,004 < 0,05) with patient loyalty. Whereas, product of marketing mix (p-value= 0,145 > 0,05), place (p-value= 0,795 > 0,05), and process (p-value= 0,230 > 0,05) had no relation with patient loyalty. It concluded that there were relation between price of marketing mix, promotion, people, and physical evidence with patient loyalty of general service unit in RSGM Unsoed Purwokerto while product of marketing mix, place, and process had no relation with patient loyalty of general service unit in RSGM Unsoed Purwokerto.
1794720943C2B015002ANALISIS PENGARUH SIKAP, KEPUASAN, KEPERCAYAAN, NILAI, DAN KOMITMEN TERHADAP LOYALITAS MEREK DENGAN HUBUNGAN MEREK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DAN VARIABEL MODERASI
(STUDI PADA MASYARAKAT PURBALINGGA)
ROFI RACHMATIKO, Program Studi S2 Manajemen, Program Pasca Sarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Analisis Pengaruh Sikap, Kepuasan, Kepercayaan, Nilai, Dan Komitmen Terhadap Loyalitas Merek Dengan Hubungan Merek Sebagai Variabel Mediasi Dan Variabel Moderasi (Studi Pada Masyarakat Purbalingga), Pembimbing I: Prof. Dr. Suliyanto, SE. MM, Pembimbing II: Dr. H. Riswan, MM.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sikap, kepuasan, kepercayaan, nilai, dan komitmen terhadap loyalitas merek dengan hubungan merek sebagai variabel mediasi dan variabel moderasi (studi pada masyarakat Purbalingga). Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen rokok Surya pro mild di wilayah Purbalingga sebanyak 100 orang. Metode yang digunakan adalah interval taksiran karena populasi dalam penelitian ini tidak diketahui. Data penelitian ini adalah dengan membagikan kuesioner kepada pelanggan rokok Surya pro mild.
Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan mediasi dan moderasi dengan Statistical Package for Social Science (SPSS) Versi 22. Dari hasil analisis penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
a. Sikap konsumen berpengaruh positif terhadap loyalitas merek. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat sikap merek maka semakin tinggi loyalitas merek tersebut.
b. Kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap loyalitas merek. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen maka semakin tinggi loyalitas merek tersebut.
c. Kepercayaan konsumen berpengaruh positif terhadap loyalitas merek. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kepercayaan merek maka semakin tinggi loyalitas merek tersebut.
d. Nilai pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas merek. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat nilai pelanggan maka semakin tinggi loyalitas merek tersebut.
e. Komitmen konsumen berpengaruh positif terhadap loyalitas merek. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat komitmen merek maka semakin tinggi loyalitas merek tersebut.
f. Hubungan merek memediasi hubungan antara sikap, kepuasan, kepercayaan, nilai dan komitmen terhadap loyalitas merek. Hal ini berarti hubungan merek mampu meningkatkan sikap, kepuasan, kepercayaan, nilai dan komitmen terhadap loyalitas merek secara tidak langsung.
g. Hubungan merek memoderasi hubungan antara sikap, kepuasan, kepercayaan, nilai dan komitmen terhadap loyalitas merek. Hal ini berarti hubungan merek mampu memperkuat hubungan antara sikap, kepuasan, kepercayaan, nilai dan komitmen terhadap loyalitas merek.
Bagi segmen pasar yang potensial seperti konsumen rokok Surya pro mild masyarakat Purbalingga, ternyata yang paling dominan dipertimbangkan oleh mereka dalam loyalitas merek adalah hubungan merek karena dapat meningkatkan sikap, kepuasan, kepercayaan, nilai dan komitmen terhadap loyalitas merek secara tidak langsung dan juga dapat memperkuat hubungan antara sikap, kepuasan, kepercayaan, nilai dan komitmen terhadap loyalitas merek.
Keterbatasan penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, antara lain: penelitian ini hanya menggunakan responden dari wilayah Purbalingga, penelitian ini hanya menggunakan satu merek rokok dari PT Gudang Garam, Tbk yaitu Surya pro mild, sedangkan saat ini sudah banyak berbagai macam merek rokok yang telah dikonsumsi oleh konsumen rokok di Indonesia, penelitian ini hanya menggunakan variabel sikap konsumen, kepuasan konsumen, kepercayaan konsumen, nilai pelanggan, komitmen konsumen, hubungan merek, dan loyalitas merek.
Penelitian selanjutnya direkomendasikan agar menambahkan variabel lain yang mempengaruhi loyalitas merek yaitu Identifikasi Merek (Brand Identification) (Mobin Fatma et al, 2016) sebagai variabel bebas dan variabel moderasi, karena pada penelitian sebelumnya peneliti hanya menjadikan variabel Identifikasi Merek (Brand Identification) sebagai variabel mediasi saja. Selain itu, rekomendasi subyek penelitian bisa dilanjutkan untuk konsumen-konsumen dari perusahaan rokok terkenal seperti Djarum dan HM Sampurna untuk mengetahui perbandingan hasil penelitian ini.
ROFI RACHMATIKO, Master Program of Management, Post Graduate Program, Jenderal Soedirman University, The influence of attitudes, satisfaction, trust, value, and commitment to brand loyalty with brand relationship as mediation and moderation variables (Study on Purbalingga Society), Advisor I: Prof. Dr. Suliyanto, SE. MM, Advisor II: Dr. H. Riswan, MM.
This research aims to analyze the influence of attitudes, satisfaction, trust, value, and commitment to brand loyalty with brand relationship as mediation and moderation variables (study on Purbalingga society). The sample in this research is Surya pro mild cigarette consumer’s in Purbalingga area as many as 100 people. The method used is the estimated interval because the population in this research is unknown. The data of this research is with the benefit of questionnaires to Surya pro mild cigarette consumer’s.
The analysis tool used is multiple linear regression with mediation and moderation with Statistical Package for Social Science (SPSS) Version 22. From the results of the analysis of the following research:
a. Consumer attitude has a positive effect on brand loyalty. This means that the higher level of brand attitudes, the higher the brand's loyalty.
b. Consumer satisfaction positively affects brand loyalty. This means that the higher level of customer satisfaction, the higher the brand loyalty.
c. Consumer confidence positively affects brand loyalty. This means that the higher level of brand trust, the higher the brand's loyalty.
d. Customer value positively affects brand loyalty. This means that the higher level of the customer, the higher the brand loyalty.
e. Consumer commitment has a positive effect on brand loyalty. This means that the higher level of brand commitment, the higher the brand's loyalty.
f. Brand relations mediated the relationship between attitudes, satisfaction, trust, value and commitment to brand loyalty. This means that brand relationships can improve attitudes, satisfaction, trust, value and commitment to brand loyalty indirectly.
g. Brand relations moderated the relationship between attitudes, satisfaction, trust, value and commitment to brand loyalty. This means brand relationships include attitudes, satisfaction, trust, value and commitment to brand loyalty.
For potential market segments such as Surya pro mild cigarette consumer’s Purbalingga society, the most dominant consideration by them in brand loyalty is brand relationship because it can be improve attitudes, satisfaction, trust, value, and commitment to brand loyalty indirectly and also strengthen the relations between attitudes, satisfaction, trust, value, and commitment to brand loyalty.
Limitations of this study have some limitations, among others: this study only uses respondents from Purbalingga area, this research uses only one brand of cigarette from PT. Gudang Garam, Tbk that is Surya pro mild cigarette, while now have many kinds of cigarettes that have been consumed by consumer cigarette in Indonesia, this research only use variables of consumer attitude, consumer satisfaction, consumer trust, consumer value, brand relationship, and brand loyalty.
The next research is to add other variables that influence brand loyalty that is Brand Identification (Mobin Fatma et al, 2016) as independent variable and moderation variable, because in previous research the researcher only use Brand Identification variable as mediation variable. In addition, research subject recommendations can be continued for consumers of tobacco companies such as Djarum and HM Sampurna to find out the comparison of the results of this research.
1794820944H1L013046RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PERSEDIAAN BARANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY BERBASIS WEB (STUDI KASUS TOKO CAHAYA PELANGI PURBALINGGA)Penelitian ini membahas rancang bangun sistem informasi perencanaan persediaan barang di Toko Cahaya Pelangi Purbalingga. Toko Cahaya Pelangi Purbalingga memiliki masalah dalam perencanaan persediaan barang, tidak adanya tenaga ahli untuk melakukan perencanaan menyebabkan pengadaan barang dilakukan dengan spekulasi kasar pemilik usaha. Hal ini menyebabkan pemilik mengalami kerugian yang tidak sedikit. Untuk mengatasi masalah ini, penulis mengembangkan sistem informasi perencanaan persediaan barang menggunakan metode economic order quantity, pada metode ini, jumlah peresediaan barang yang akan di beli ditentukan dengan besarnya biaya penyimpanan, biaya pesan, dan banyaknya jumlah barang yang dibeli per periode. Sistem ini dirancang dengan menggunakan konsep UML dan model waterfall sedangkan aplikasi dibangun dengan menggunakan framework laravel. Aplikasi perencanaan persediaan barang ini berperan untuk merencanakan jumlah persediaan barang yang ekonomis dengan menggunakan metode economic order quantity, serta dapat memudahkan pemilik dalam memantau jumlah stok barang yang tersedia.This study discuss the design and implementation of web based inventory planning system in Cahaya Pelangi Shop Purbalingga. Cahaya Pelangi Shop Purbalingga has problem in inventory planning, the absence of experts to do the planning lead it to be done by owner’s speculation. This matter make the owner to lose much. To solve these problems, the writer develop goods supply palnning system using economic order quantity, in this method, goods quantity which is going to be bought is determined by how big its saving cost, ordering cost, and how much the goods is bought per period. This system is designed using UML consept and waterfall model, while the application is developed using laravel framework. This inventory planning application plays a role to plan the economical amount of inventory using economic order quantity method, also can make the owner to monitor the amount of available goods in inventory easier.
1794920945H1D013063PERILAKU LENTUR STICK PLATE TIPE INVERSE ‘T’ DENGAN VARIASI DIAMETER TULANGAN PADA MUTU BETON K-225Penelitian ini dilakukan karena dalam proses pembuatan pelat lantai dengan beton konvensional masih terdapat banyak hal yang menjadi hambatan atau kelemahan tersendiri untuk beton konvensional. Diantaranya adalah proses pekerjaan pelat yang cukup lama dan biaya yang cukup tinggi dikarenakan penggunaan bekisting yang kurang efisien. Oleh karena itu perlu adanya inovasi baru dalam pembuatan pelat beton, salah satunya yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu membuat beton pracetak. Beton pracetak dalam penelitian ini berupa stick plate tipe inverse ‘T’ dengan mutu K-225, juga dengan menggunakan dua jenis baja tulangan yaitu Ø10 (baja tulangan polos diameter 10mm) dan D10 (baja tulangan ulir diameter 10mm). Penelitian ini dilakukan dengan membuat stick plate berdimensi (10cm x 5cm)+(5cm x 3cm) x 100cm dan juga gabungan dua stick plate dengan tambahan pelat tipis ditambah baja wiremesh diameter 6mm. Parameter pengujian ini meliputi kapasitas lentur dan pola retaknya, namun dalam pembahasannya juga ditambahkan mengenai bentang optimum dan perbandingan berat stick plate terhadap berat beton konvensional. Beberapa hasil didapatkan dari pengujian dan dari hasil analisis ini, diantaranya adalah hasil uji tekan beton yang mencukupi, kapasitas lentur pengujian yang juga mencukupi kapasitas dan memiliki selisih yang tidak jauh berbeda dengan hasil analisa teoritis, dan didapatkan pula bentang optimum yang digunakan sebagai acuan perletakan tumpuan nantinya. Selain itu dapat pula dilihat dalam penelitian ini mengenai pola retak akibat keruntuhan lentur yang terjadi pada benda uji, dan perbandingan nilai berat stick plate benda uji dengan beton konvensional.The background of this research is because in the process of making plate with a conventional concrete still have a few things that becomes an obstacles or a weakness for conventional concrete itself. For example is, a long duration for plate work processes and a high cost due to the use of less efficient formwork. Hence the need of new innovations in the making concrete plate, one of them is done in this research of making precast concrete. The precast concrete in this research be in the form of stick plate type inverse ‘T with K-225 grade, also with two types of reinforcing steel, that is Ø10 ( reinforcing steel diameter 10mm) and D10 (threaded reinforcing steel diameter 10mm). This research is done by making stick plate dimension (10cm x 5cm)+(5cm x 3cm) x 100cm and also combined two stick plate with additional thin plate plus wiremesh steel diameter 6mm. These test parameters include flexural capacity and crack pattern, but in the discussion section also added about the optimum span and the ratio of stick plate weight to conventional concrete weight. Some results are obtained in this research and from the results of this analysis, such as sufficient concrete press test result, the flexural capacity which also sufficient the capacity, and also has a difference that is not much different from the results of theoretical analysis, and also obtained the optimum span used as a reference placement of the pedestal later. In addition it can also be seen in this research about the pattern of cracks due to the bending collapse that occurred on the test specimen, and the comparison of stick plate weight values with the conventional concrete.
1795021611E1A013082TEKNIK PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA TERHADAP PELAKU ANAK (Studi di Badan Narkotika Nasional Pusat)Anak merupakan aset bangsa dan negara yang akan menjadi penerus bangsa ini. Maraknya anak yang terlibat dalam tindak pidana narkotika merupakan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian khusus baik dari pemerintah, penegak hukum dan masyarakat. Ancaman bahaya narkotika di Indonesia pada saat ini sunggu memprihatinkan, karena pengguna maupun peredaran narkotika ini sudah bukan saja pada meraka yang telah dewasa, melainkan telah memanfaatkan peran anak-anak dalam keterlibatan peredaran narkotika. Pengaturan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia, anak yang melakukan tindak pidana tetap dilakukan proses hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.
Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana teknik penyidikan terhadap anak yang melakukan tindak pidana dan apakah kendala yang dialami BNN dalam melakukan teknik penyidikan bagi anak yang melakukan tindak pidana serta apakah implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak telah sesuai dalam proses hukum yang dijalani oleh anak.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik penyidikan yang dilakukan terhadap pelaku anak ialah teknik pembelian terselubung (undercover buy), teknik penyerahan yang diawasi (controlled delivery), dan teknik penyadapan (wiretapping). BNN dalam melakukan penyidikan terhadap anak yang melakukan tindak pidana telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
Children are the regeneration and assets of our country. Nowadays, cases of child involved on narcotic criminal act should become the focus of concern for government, law enforcer, and society. Present days, the danger of drugs in Indonesia is getting into the apprehensive stage, since the user of drugs is not limited to grown man yet already exploiting children role for the distribution of its. The regulation against child perpetrator on narcotics criminal act is one of the form to respect human right, child perpetrator on criminal act still treated by the law under Act Number 11 Year 2012 on The Juvenile Justice System.
This research used juridical-sociological approach method. This research aimed to find out how the technique of investigation and BNN obstacles of investigation upon child perpetrator and how far the implementation of Act Number 11 Year 2012 on The Juvenile Justice System has been corresponding with the legal proceedings against child.
The result of this research shows the technique of investigation upon child perpetrator is undercover buy technique, controlled delivery technique, and wiretapping technique. Throughout the investigation upon child perpetrator, BNN has been corresponding with legal-provisions that is Act Number 11 Year 2012 on The Juvenile Justice System and Act Number 35 Year 2009 on Narcotics.

Keywords: Investigation, Narcotics, Children
1795120570H1F012051GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN SIFAT KETEKNIKAN CEKUNGAN BANDUNG DENGAN PENAMPANG SAYATAN BARAT-TIMUR PADA DAERAH KABUPATEN BANDUNG BAGIAN UTARAWilayah Kabupaten Bandung bagian Utara merupakan daerah yang terdiri dari pemukiman, persawahan, dan kawasan industri. Seiring dengan meningkatnya populasi, wilayah ini akan semakin berkembang mengikuti perkembangan yang ada, dan didukung pula dengan kondisi topografi yang datar. Pembangunan di wilayah ini memerlukan pengetahuan mengenai informasi geologi teknik lapisan tanah bawah permukaan, agar dalam proses pembangunan dan pengembangan wilayah ini dapat sesuai kondisi daya dukung tanahnya. Penyelidikan geologi bawah permukaan untuk mengetahui stratigrafi dan sifat keteknikan lapisan tanah dilakukan dengan pengeboran teknik disertai Standard Penetration Test (SPT) dan pengujian penetrasi konus (CPTu). Hasil penyelidikan menunjukan stratigrafi daerah ini terdiri dari 6 satuan, dimulai dari yang tertua yaitu Satuan Breksi, Satuan Pasir A, Satuan Lempung A, Satuan Pasir B, Satuan Lempung B, dan Satuan Lempung C. Lapisan tanah pada kedalaman 0 – 30 meter didominasi oleh lapisan lempung dengan nilai N-SPT 0 – 15 (sangat lunak – kaku), kedalaman 30 – 80 meter lapisan tanah didominasi pasir dengan nilai N-SPT >50 (sangat padat). Berdasarkan uji batas-batas atterberg tanah di lokasi didominasi oleh lanau dan tanah organik (MH&OH) dengan plastisitas yang tinggi dan nilai indeks plastisitas (PI) rata-rata menunjukkan plastisitas tinggi (kohesif).Northen part of Bandung regency is an area consisting of settlement, plantation, dan industrial area. Along with the increasing population, the region will grow following the development of existing, and supported by a flat topography. Information of subsurface engineering geology is required for regional development. Subsurface geological investigations to determine the stratigraphy and engineering properties of the soil layer were carried out by engineering drilling with Standard Penetration Test (SPT) and cone penetration test (CPTu). Based on the drilling data, the stratigraphy of the region consists of six units, oldest unit is Breccia unit, Sand A unit, Clay A unit, Sand B unit, Clay B unit, and Clay C unit. The soil layer at a depth of 0 - 30 meters is dominated by a layer of clay with N-SPT 0 - 15 (very soft - stiff), 30 - 80 meters deep sand layer with N-SPT> 50 (very dense). Based on atterberg limit test, the soil layer are dominated by silt and organic soil with high plasticity (MH&OH), and the plasticity index in showing high plasticity (cohesive)
1795220949H1F013010GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI MINERALISASI DAERAH GUNUNG IJO DAN SEKITARNYA KECAMATANBAGELEN, KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENGAHDaerah pemetaan geologi terletak di daerah Kulonprogo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada koordinat 395000°E- 400000°E dan 9136000°N - 9141000°N. Pemetaan geologi dilakukan dengan luas 25 km2 dan skala peta 1:12.500. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alterasi dan mineralisasi berdasarkan data XRD, AAS, petrografi, dan mineragrafi untuk mengetahui tipe endapan mineralnya.. Satuan geomorfologi daerah penelitian dapat dibedakan menjadi empat, yakni Satuan pegunungan vulkanik berlereng sangat terjal, Satuan perbukitan vulkanik terdenudasi berlereng terjal, Satuan Pegunungan vulkanik berlereng sangat terjal dan Satuan perbukitan stuktural berlereng terjal. Tahap geomorfik daerah penelitian adalah dewasa dan pola aliran sungai yaitu radial dan pararel. Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi enam satuan tidak resmi, dari tua ke muda, yaitu Satuan Breksi Andesit, Satuan Andesit, Satuan Breksi Autoklastik, Satuan Intrusi Andesit Basaltik, Satuan Intrusi Andesit Porfiri dan Satuan Intrusi Dasit. Satuan-satuan batuan di daerah penelitian terbentuk kala Oligosen akhir hingga Miosen akhir. Struktur geologi yang ditemukan di daerah pemetaan merupakan sesar mengiri turun Jatirejo, sesar mengiri turun Semagung, sesar mengiri turun Soko Agung, sesar mengiri naik Hargorojo dan sesar mengiri naik Plampang. Zona ubahan hidrotermal yang terbentuk di daerah penelitian berupa Zona Klorit-Epidot-Kalsit-Albit, Zona Kuarsa-Monmorilonit-Serisit-Kaolinit dan Zona Kuarsa-Adularia. Zona ubahan di daerah penelitian dikontrol oleh struktur sesar mendatar. Urat kuarsa yang terbentuk memiliki arah dominan baratlaut-tenggara (N220°E-N240°E) dengan tekstur berupa massif, lattice blanded, saccharoidal, sulfide-disseminated sulfide, cockade dan Comb/ Sisir. Temperatur pembentukan mineral berkisar antara 210°-230°C merupakan ciri endapan sistem epitermal. Tekstur urat kuarsa yang hadir serta kehadiran mineral serisit menunjukkan bahwa daerah penelitian masuk dalam system epitermal sulfide rendah. Berdasarkan hasil analisis geokimia didapatkan kadar Au >0,06-31.22 ppm, Cu >4-59 ppm, Pb >12-568 ppm, Zn 15-1620 ppm, Ag >8-39 ppm. The geological mapping area is located in Kulonprogo area, Bagelen Subdistrict, Purworejo District, Central Java at coordinates 395000 ° E- 400000 ° E and 9136000 ° N - 9141000 ° N. Geological mapping was conducted with an area of 25 km2 and a map scale of 1: 12,500 This research aims to study the alteration and mineralized based on data XRD, AAS, Petrography, mineragraphy to find out the type of mineral deposits. Geomorphology unit of research area can be divided into four, namely Unit of Volcanic mountains is very steep slope, Unit of Vulcanic
hills Terududasi steep slope, Volcanic mountains Unit very steep slope and Unit of Struktural hills steep slope. Geomorphic stage of research area is adult with the radial and parallel river flow pattern. Stratigraphy of the study area can be divided into six unofficial units, from old to young, namely Andesite Breccia Unit, Andesite Unit, Autoclastic Breccia Unit, Basaltic Andesite Intrusion Unit, Andesite Porphyry Intrusion Unit and Dasit Intrusion Unit. Rock units in the research area formed from the final Oligocene to the final Miocene. The geological structure found in the mapping area is the fault leading down Jatirejo, the cesareading down the Semagung, the fault leading down Soko Agung, the leaning fault up Hargorojo and the leaning fault up Plampang. The hydrothermal alteration zone formed in the research area is Chlorite-Epidot-Calcite-Albit Zone, Quartz-Monmorillonite-Sericite Zone of Kaolinite and Quartz-Adularia Zone. The change zones in the study area are controlled by the horizontal fault structure. The quartz vein formed has a dominant northwest-southeast direction (N220 ° E-N240 ° E) with massive texture, lattice blanded, saccharoidal, sulfide-disseminated sulfide, cockade and Comb/Comb. Mineral formation temperature ranging from 210 ° -230 ° C is characteristic of epithermal depositional system. Quartz vein texture and appereance of sericite mineral contain epithermal low sulphidation system. Based on the results of geochemical analysis it is known that level of Au > 0,06-31.22 ppm, Cu > 4-59 ppm, Pb > 12-568 ppm, Zn 15-1620 ppm, Ag> 8-39 ppm.
1795320946F1A013083Sikap Masyarakat Mengenai Perda Nomor 16 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat Di Kabupaten BanyumasPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan sikap masyarakat mengenai Perda nomor 16 tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat di Kabupaten Banyumas. Teori tindakan dari Herbert Mead digunakan sebagai landasan teori dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan sasaran dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejarah di bentuknya Perda nomor 16 tahun 2015, yaitu dikarenakan banyaknya PGOT yang berkeliaran di wilayah Kabupaten Banyumas, khususnya di perkotaan seperti wilayah Purwokerto Timur. Kawasan perkotaan dianggap sebagai tempat strategis bagi para PGOT untuk mencari nafkah. Hal tersebut dianggap dapat membahayakan PGOT dan juga mengganggu lalu lintas dan ketertiban umum, oleh sebab itu dikeluarkan Perda tersebut sebagai upaya untuk menanggulangi penyakit masyarakat. Sikap masyarakat mengenai Perda nomor 16 tahun 2015 ada dua, yaitu yang tidak menerima dan menerima Perda. Masyarakat yang tidak menerima Perda berasumsi bahwa Perda tersebut bertentangan dengan kepercayaan dan hati nurani. Disisi lain, ada masyarakat yang menerima Perda tersebut, akan tetapi mereka tetap memberi kepada PGOT. Hal ini dikarenakan masyarakat merasa bahwa belum adanya solusi tepat PGOT untuk mendapat pekerjaan yang layak dan hidup lebih baik.This research was conducted with the aim to describe the attitude of the community regarding the regional regulation number 16 of 2015 about the prevention of community disease in the regency of Banyumas. The theory of action from Herbert Mead's become theoretical basis used in this study. The method used in this study is qualitative descriptive data obtained through interviews, observation and documentation. Targeting techniques of this research using purpose sampling. The results of research show that the history of the establishment of regional regulation number 16 of 2015, which is due to the many PGOT that roam the region banyumas regency, especially in urban areas such as eastern purwokerto.the urban area is considered as a strategic place for PGOT to earn a living. From the periphery of the store to the intersections of the road. It is considered to be harmful to PGOT and also disrupt traffic and public order, therefore the issuance of the regional regulations as an effort to cope with community ills. Public attitudes on regional regulation No. 16 of 2015 are two, those that do not accept and accept the regulation. The community that does not accept the regulation assumes that the regulation is contrary to the belief and conscience.people believe that giving and helping others is a good thing. This is because the community feels that there is no PGOT right solution to get a decent job and a better life.
1795420950H1C012059Perbandingan Uji Kualitas Jaringan 4G Long Term Evolution (LTE) pada Operator Seluler di Area PurwokertoKebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan yang praktis dan efisien membuat permintaan akan kecepatan dan kemudahan dari sebuah layanan teknologi telekomunikasi meningkat. Teknologi 4G memberikan kecepatan data yang lebih besar dan jaringan yang lebih aman dibandingkan dengan pendahulunya 3G. Sebuah jaringan akan dikatakan dalam kondisi baik jika hasil pengambilan data masih memenuhi standar kualitas dari kebijakan operator seluler. Teknik pengambilan data jaringan yang banyak dilakukan salah satunya ialah dengan menggunakan metode drive test. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas jaringan 4G di area Purwokerto. Dalam mengetahui kualitas jaringan tersebut maka akan dianalisis berdasarkan RSRP, RSRQ, SINR, dan nilai uplink serta downlink throughput. Hasil pengamatan dari drive test ini kedua operator memperoleh nilai rata-rata level sinyal atau RSRP pada range 80 – 90 dBm pada tiap area Purwokerto. Nilai kualitas sinyal penerima atau RSRQ yang memperoleh nilai > -14 dB dapat mencapai 90% pada operator 1 di area Purwokerto Utara dan Timur, sedangkan pada operator 2 hanya di area Purwokerto Timur. SINR nilai pengamatan yang diperoleh > -6 dB pada kedua operator dapat mencapai 90% di area Purwokerto. Nilai throughput maksimum dapat mencapai 16.34 Mbps pada sisi download operator 1, dan pada operator 2 adalah 17.06 Mbps, sedangkan throughput upload yang didapat yaitu 8.17 Mbps pada operator 1 dan 18.01 Mbps pada operator 2.The citizen’s needs to get practical and efficient services are increasing the demand of fast and convenient services from telecommunication technologies. 4G technology provides faster data transfer and safer networks than its predecessor, 3G. A network is classified as in good condition if the results from data collection fulfill the network service providers' quality standards and policies. The general method for collect network data is using drive test method. The purpose of this research is to test the 4G network performance in Purwokerto.
RSRP, RSRQ, SINR, and also uplink along with downlink throughput value were used to analyze the network condition on this research. The results of the drive tests showed that both operator 1 and operator 2 achieved 80-90 dBm range for average signal level or RSPP in all Purwokerto areas. Meanwhile for the received signal quality or RSRQ, only operator 1 could pass 90% for value > -14 dB on Northern and Eastern Purwokerto areas. On the other hand, for operator 2 the same results achieved only on Eastern Purwokerto areas. Both operators could reach 90% on SINR value result > -6 dB in all Purwokerto areas. Maximum download throughput measurements reached 16.34 Mbps for operator 1, while for operator 2 was 17.06 Mbps. As the results for upload throughput of operator 1 were 8.17Mbps and 18.01 Mbps on operator 2.
1795520951H1D014016ANALISIS BALOK BETON DENGAN PERKUATAN BAMBU DAN BAHAN PENGIKAT MORTAR M13 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGAKerusakan struktural maupun non-struktural dan kerusakan pada saat pengerjaan maupun pada masa layan pada saat ini semakin banyak terjadi pada bangunan. Kerusakan ini disebabkan oleh faktor dari bangunan itu sendiri maupun faktor dari luar. Dengan adanya tuntutan bahwa bangunan yang mengalami kerusakan harus sudah dapat secepatnya difungsikan kembali, maka perlu adanya penanganan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi, baik dengan melakukan perbaikan maupun perkuatan. Pada elemen balok beton dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satu metode yang bisa digunakan adalah perkuatan balok beton dengan bambu sebagai medium perkuatan. ATENA merupakan program komputer berbasis elemen hingga khusus untuk menganalisis permasalahan struktur beton. Analisis ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap kapasitas beban lentur,daktilitas,kekakuan dan pola retak balok beton yang diperkuat menggunakan bambu petung dan perekat berbahan dasar semen. Analisis dilakukan dengan software ATENA deangan pemodelan benda uji balok beton, masing-masing yaitu balok beton tanpa perkuatan (BK) dan balok beton perkuatan dengan bambu dan campuran mortar (BP2). Masing-masing benda uji di modelan dengan pemodelan ½ bentang dan ¼ bentang. Hasil analisis numerik menunjukan kapasitas lentur BK Numerik 1 dan BK Numerik 2 mengalami penurunan terhadap BK Eksperimen, BP Numerik 1 dan BP Numerik 2 terhadap BP Eksperimen. Perbandingan analisis metode elemen hingga dan eksperimental menunjukan hasil yang cukup mendekati dengan rasio 0,96 dan 0,96 masing-masing untuk BK Numerik 1 dan BK Numerik 2, serta 0,88 dan 0,90 masing-masing untuk BP Numerik 1 dan BP Numerik 2. Rasio daktilitas hasil numerik terhadap eksperimental berturut-turut adalah 0,83 dan 0,81 masing-masing untuk BK Numerik 1 dan BK Numerik 2, serta 1,04 dan 1,05 masing-masing untuk BP Numerik 1 dan BP Numerik 2. Rasio kekakuan efektif hasil analisis numerik terhadap hasil eksperimental berturut-turut adalah 1,22 dan 1,13 masing-masing untuk BK Numerik 1 dan BK Numerik 2, serta 0,68 dan 0,73 masing-masing untuk BP Numerik 1 dan BP Numerik 2. Pola retak yang terjadi dari hasil pemodelan numerik memperlihatkan bahwa seluruh model benda uji mengalami keruntuhan lentur dengan retakan berawal dari tengah bentang kemudian menjalar menuju tumpuan tanpa adanya retakan memanjang sumbu balok. Structural as well non-structural damage and damage at the time of construction as well during service life at this time more and more occur in buildings. This damage is caused by factors from the building itself as well as external factors. Given the demands that the damaged building should have been able to immediately re-functioned, it is necessary to handle the damages that occur, either by making repairs and retrofitting. In concrete beam elements can be done in various ways, one method that can be used is the reinforcement of concrete blocks with bamboo as a reinforcement medium. ATENA is a finite element-based computer program specifically for analyzing concrete structure problems. This analysis aims to examine the load capacity of bending, ductility, stiffness and reinforced concrete beam cracking patterns using bamboo petung and cement-based adhesives. The analysis was performed with ATENA software dealing with concrete block beam specimens, each of which is a reinforced concrete block (BK) and a reinforced concrete block with bamboo and mortar mix (BP2). Each test specimen is modeled with ½ span and ¼ span modeling. The result of numerical analysis showed that the flexible capacity of BK Numeric 1 and BK Numeric 2 decreased to BK Experiment, BP Numeric 1 and BP Numeric 2 to BP Experiment. Comparison of finite element analysis and experimental method showed fairly close results with ratios of 0.96 and 0.96 for each Numeric BK and Numerics 2, respectively, and 0.88 and 0.90 for BP Numerics 1 and BP Numerical 2. The ductility ratios of numerical results against experimental are 0.83 and 0.81 respectively for Numerical Numbers 1 and Numerical BKs 2, and 1.04 and 1.05 for BP Numeric 1 and BP Numeric 2. The effective rigidity ratio of numerical analysis of experimental results was 1.22 and 1.13 respectively for Numerical BK 1 and Numeric BK 2, and 0.68 and 0.73 for BP Numerics 1 and Numerical BP 2. Crack pattern occurring from the result of numerical modeling shows that the whole model of the specimen is collapsed by cracking starting from the middle of the span then spreading to the pedestal without any longitudinal cracking of the beam.
1795620952H1E011034Identifikasi Zona Perubahan Massa Reservoir Daerah Panas Bumi Tahun 2002 dan 2008 dengan Menggunakan Metode 4D Microgravity.Telah dilakukan penelitian geofisika pengolahan data daerah panas bumi menggunakan metode 4D microgravity. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan massa reservoirdi daerah panasbumi dalam periode enam tahun yaitu pada tahun 2002 dan 2008. Pengolahan dan Pemodelan dilakukan dengan menggunakan SoftwareMicrosoft Excel, SoftwareNotepad,Software Surfer 10, Software Grablox dan Software Bloxer. Hasil dari penelitian Selama selang waktu 6 tahun yaitu antara tahun 2002 sampai 2008 anomali gravitasi observasi yang dihasilkan didominasi oleh nilai anomali negatif. Hal ini mengindikasikan adanya pengurangan massa reservoir terjadi karena proses produksi. Hasil Pemodelan 2D sdan 3D daerah penelitian dari tahun 2002 sampai 2008 dibagi menjadi 3 bagian H layer 7 pada tahun 2002 nilai densitas 2,25 g/cm3 (793000mE-795000mE), pada tahun 2008 nilai densitas 2,00 g/cm3 sampai 2,25 g/cm3 (792000mE-797000mE) diidentifikasi termasuk Formasi Waringin dengan satuan litologi andesit tuffan, batuan tuff. X section 2 pada tahun 2002 nilai densitas 2,35 g/cm3( 792000mE-794000mE)kedalaman 1km sampai 2 km dan densitas 2,73 g/cm3 berada pada kedalaman 0,25km sampai 1 km, pada tahun 2008 nilai densitas antara 2,18 g/cm3 sampai 2,40 g/cm3(792000mE-797000mE) pada kedalaman 0,75km sampai 3km. Nilai densitas 2,73 g/cm3 berada pada kedalaman 0,25km sampai 0,75 km. Daerah ini diidentifikasikan sebagai termasuk Formasi malabar dengan satuan litologi andesit tuffan, batuan breksi.Y section ke-5 tahun 2002 dengan nilai densitas 2,30 g/cm3(9208000mN) kedalaman 0,25km sampai 3 km, tahun 2008 nilai densitas 2,00 g/cm3 sampai 2,30 g/cm3 (9208000mN) kedalaman 0,25km sampai 3km.Formasi Waringin dengan satuan litologi andesit tuffan, batuan tuff.
Geophysical research has been done geothermal data processing geothermal area using 4D microgravity method. The purpose of this research is to know the change of reservoir mass in the geothermal area in the period of six years ie in 2002 and 2008. Processing and Data Modeling is done by using Microsoft Excel Software, SoftwareNotepad, Software Surfer 10, Grablox Software and Bloxer Software. Results From the study During the 6-year interval between 2002 and 2008, the observed gravity anomaly was dominated by negative anomaly values. This indicated a reduction in reservoir mass due to injection by water or recharge area. The 2D sdan 3D modeling results from 2002 to 2008 were divided into 3 parts of H layer 7 in 2002 density value of 2.25 g/cm3 (793000mE-795000mE), in 2008 the density of 2,00 g/cm3until 2.25 g/cm3 (792000mE-797000mE) were identified including Waringin Formation with lithology andesit tuffan, tuffed rocks. X section 2 in 2002 density value 2,35 g/cm3 (792000mE-794000mE) depth 1km to 2 km and density 2,73 g/cm3at depth 0.25km to 1 km. 2008 density values between 2.18 g/cm3 to 2.40 g/cm3 (792000mE-797000mE) at depths of 0.75km to 3km. The density of 2.73 g/cm3 is at depth of 0.25km to 0.75 km. This area is identified as including Malabar Formation with lithology andesit tuffan unit, breccia rock. Y section number 5 of 2002 with a density of 2.30 g/cm3 (9208000mN) depth of 0.25km to 3 km, in 2008 the density value 2.00 g/cm3 to 2.30 g/cm3 (9208000mN) depth 0,25km to 3km.Farmation Waringin with lithology andesit tuffan unit, tuff rock.
1795721618C1B014069ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN, DANA PIHAK KETIGA, LOAN TO DEPOSIT RATIO, NILAI TUKAR DAN INFLASI TERHADAP PENYALURAN KREDIT BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2012 - 2016Penyaluran kredit merupakan kegiatan usaha yang dapat memengaruhi perkembangan perekonomian negara pada umumnya, serta sebagai kegiatan usaha yang sangat berpengaruh bagi perbankan khususnya karena pendapatan terbesar bersumber dari penyaluran kredit. Dalam melakukan kegiatan penyaluran kredit, perbankan harus memerhatikan beberapa hal agar kredit dapat disalurkan dengan optimal, faktor - faktor yang dapat memengaruhi penyaluran kredit diantaranya non performing loan, dana pihak ketiga, loan to deposit ratio, nilai tukar dan inflasi.
Penelitian ini berjudul "Analisis Pengaruh Non Performing Loan, Dana Pihak Ketiga, Loan to Deposit Ratio, Nilai Tukar, dan Inflasi Terhadap Penyaluran Kredit Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang Terdaftar di BEI Periode 2012 – 2016 ". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari non performing loan, dana pihak ketiga, loan to deposit ratio, nilai tukar, dan inflasi terhadap penyaluran kredit bank umum swasta nasional devisa. Penelitian ini dilakukan pada bank umum swasta nasional devisa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012 – 2016. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi berganda, uji f, uji koefisien determinasi, dan uji t. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling sehingga sampel yang diperoleh sebanyak 16 perusahaan.
Dari hasil pengujian diketahui bahwa non performing loan dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit, dana pihak ketiga dan loan to deposit ratio berpengaruh positif signifikan terhadap penyaluran kredit, sedangkan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit bank umum swasta nasional devisa yang terdaftar di BEI periode 2012 – 2016.
Sebagai implikasi, dalam menyalurkan kredit BUSN Devisa harus mampu menyeleksi calon debitur dengan bijak. Rasio NPL harus tetap dijaga atau bahkan menekan serendah mungkin dibawah 5 persen serta mampu mengoptimalkan penyaluran kredit dan mampu menarik minat masyarakan untuk menyimpan dana di bank dengan cara memberikan reward, menurunkan suku bunga saat inflasi dan bekerja sama dengan pihak eksternal.
The purpose of this study is to identify and analyze the effect of variable non performing loan, third party funds, loan to deposit ratio, exchange rate and inflation toward credit loan. The sample in this study were 16 of national private foreign exchange public bank listed on Indonesia Stock Exchange (BEI) period 2012 – 2016. Purposive sampling method used in the determination of the sample. Data analysis used classical assumption test, multiple regression test, f test, coefficient of determination test, and t test.. The result of data analysis showed that partially non-performing loan and inflation have a negative significant effect on credit loan, third party funds and loan to deposit ratio have a significant positive effect on credit loan, while exchange rate does not affect the credit loan of national private foreign exchange public bank listed on BEI for period 2012 - 2016.
1795820953C1A013093ANALISIS PERKEMBANGAN VOLUME KREDIT
BANK PEMBANGUNAN DAERAH
DI INDONESIA
Penelitian ini berjudul ”Analisis Perkembangan Volume kredit Bank Pembangunan Daerah di Indonesia”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor internal bank (perkembangan volume kredit pada tahun sebelumnnya, dana pihak ketiga, suku bunga, dan NPL) dan faktor eksternal bank (pangsa pasar kredit, konsentrasi pasar kredit - CR4L, suku bunga SBI, dan pertumbuhan ekonomi) mempengaruhi perkembangan volume kredit pada kelompok industri bank BPD. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang paling mempengaruhi perkembangan volume kredit pada kelompok industri bank BPD.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan regresi data panel yang menggabungkan data cross section dan time series untuk mengakomodasi perbedaan pengamatan antara individu bank dan waktu data pengamatan. Regresi data panel ini digunakan untuk mengetahui apakah faktor internal dan eksternal bank memiliki hubungan yang signifikan dengan volume kredit atau tidak. Ada tiga metode data panel yang digunakan: pool least square, fixed effect model, dan random effect model. Penelitian ini akan menggunakan salah satu dari ketiga model tersebut yang beberapa pengujian yang diperlukan untuk mengetahui model mana yang paling terbaik.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa volume kredit tahun sebelumnya, volume Dana Pihak Ketiga (DPK), dan pertumbuhan ekonomi regional (PDRB) beperngaruh positif dan signifikan terhadap volume kredit Bank Pembangunan Daerah. Suku bunga kredit, kredit bermasalah, konsentrasi pasar-CR4L mempunyai pengaruh negative dan signifikan terhadap volume kredit pada kelompok Bank Pembangunan Daerah. Sementara pangsa pasar kredit dan suku bunga SBI tidak berpengaruh dan negative terhadap volume kredit Bank Pembangunan Daerah hasil ini tidak sesuai dengan teori dan hipotesis penelitian. Faktor yang paling mempengaruhi terhadap volume kredit Bank Pembangunan Daerah adalah varibel prestasi volume kredit pada tahun sebelumnya.
This research entitled "Analysis of Development of Credit Volume of Regional Development Banks in Indonesia". The purpose of this research is to analyze the influence of internal factor of bank (development of credit volume in previous year, third party fund, interest rate, and NPL) and external factor of bank (credit market share, credit market concentration - CR4L, SBI rate, and economic growth) affect the development of credit volume in the industry group of banks BPD. In addition, this study aims to analyze the factors that most influence the development of credit volume in the industry group of banks BPD.
The method used in this research is using panel data regression that combine cross section and time series data to accommodate the observation difference between individual bank and time observation data. Panel data regression is used to determine whether internal and external factors of the bank have a significant relationship with the volume of credit or not. There are three methods of panel data used: pool least square, fixed effect model, and random effect model. This study will use one of the three models that some testing is needed to find out which model is best.
Based on the results of research and data analysis shows that the previous year's credit volume, the volume of third party fund (DPK), and regional economic growth (GRDP) have a positive and significant impact on the credit volume of Regional Development Banks. Loan interest rates, nonperforming loans, market concentration-CR4L have a negative and significant effect on credit volume in the Group of Regional Development Banks. While the market share of credit and SBI interest rate has no effect and negative to the credit volume of Regional Development Bank of this result is not in accordance with the theory and hypothesis research. The most influencing factor on the credit volume of the Regional Development Bank is the variables of credit volume achievement in the previous year.
1795920954G1G013022PENGARUH PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT SELAMA MASA KEHAMILAN DAN MENYUSUI TERHADAP KADAR KALSIUM PADA GIGI DAN TULANG ALVEOLAR ANAK (Kajian in vivo pada Tikus Sprague dawley)Masa kehamilan dan menyusui merupakan masa yang paling penting bagi ibu untuk menyuplai kebutuhan nutrisinya agar tumbuh kembang gigi dan tulang alveolar anak dapat dengan baik. Monosodium glutamat (MSG) merupakan salah satu bahan tambah pangan yang harus dihindari oleh ibu hamil dan menyusui. Menurut BPOM konsumsi MSG tidak berbahaya terhadap kesehatan, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa MSG dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh. Monosodium glutamat dapat menyebabkan gangguan endokrin yang akan mengganggu proses tumbuh kembang gigi dan tulang alveolar anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian MSG selama masa kehamilan dan menyusui terhadap kadar kalsium pada gigi dan tulang alveolar anak tikus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan posttest-only control group design. Penelitian ini menggunakan 30 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol yang tidak diberi MSG dan 2 kelompok perlakuan yang diberi MSG dosis 3 mg/gBB/hari dan 6 mg/gBB/hari. Subjek penelitian adalah induk tikus Sprague dawley dengan unit analisis yaitu anak tikus yang berusia 21 hari. Sampel penelitian yang diambil berupa 0,05 g gigi insisivus dan 0,05 g tulang alveolar anak tikus. Sampel tersebut dilakukan pengukuran kadar kalsium menggunakan spektrofotometri serapan atom. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post-Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan kadar kalsium gigi dan tulang alveolar pada setiap kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian MSG selama masa kehamilan dan menyusui berupa penurunan kadar kalsium pada gigi dan tulang alveolar anak.Pregnancy and lactation are the time to transfer nutritional needs from mother to infant. Monosodium glutamate (MSG) is one of the food additives that should be avoided by pregnant and lactating women. According to BPOM, consumption of MSG is not harmful, but some studies show that MSG has a negative impact to the body. Monosodium glutamate causes endocrine disorders that will interfere with the growth process of child's teeth and alveolar bone. The purpose of this study was to determine the effect of MSG during pregnancy and lactation to the calcium level of rat pups’s teeth and alveolar bone. This study used laboratoric experimental and posttest-only control group design. This study used 30 samples which were divided into three groups: a negative control group and two MSG-treated groups: 3mg/g body weight/day and 6mg/g body weight/day during pregnancy and lactation. The subject of this research were the maternal Sprague dawley rat and the analysis unit were 21-day-old pup. The samples were 0,05 g incisors teeth and 0,05 g alveolar bone of the rat pups. The calcium level of samples measured by atomic absorption spectrophotometry. Data were analyzed using One Way ANOVA and Post-Hoc LSD. The result showed that the calcium level of the teeth and alveolar bone in each MSG-treated groups was lower than in the negative control group (p<0,05). In conclusion, the oral administration of MSG during pregnancy and lactation reduced the calcium level of teeth and alveolar bone in children.
1796020955H1C014064RANCANG BANGUN DAN ANALISI BUCK-BOOST CHOPPER KAPASITAS 1 KW DENGAN KENDALI PI BERBASIS MIKROKONTROLERPerkembangan teknologi energi baru terbarukan telah mampu menghasilkan tegangan searah (DC) yang dapat disimpan di baterai atau catu daya. Salah satunya adalah PLTS, yang menghasilkan tegangan searah (DC) dan disimpan di baterai. Namun tegangan yang dihasilkan oleh PLTS tidak stabil, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan teknologi DC-DC Converter. Pada penelitian ini, tipe DC-DC Converter yang digunakan adalah Buck-boost Chopper. Menggabungkan sifat buck yang menurunkan tegangan dan boost yang menaikkan tegangan, maka dihasilkan tegangan stabil sesuai dengan tegangan. Menggunakan buck-boost, tegangan keluaran dapat diatur dengan mengubah nilai PWM pada masukkan IGBT dengan pemrograman Arduino. Penggunaan kendali PI bertujuan untuk mempercepat respon atau tanggapan sebuah sistem, menghilangkan offset dan menghasilkan perubahan awal yang besar. Metode yang digunakan pada perancangan buck-boost melalui software PSIM, serta kendali PI dan PWM dengan software Arduino. Selanjutnya, penulis merancang desain prototype dengan software Proteus dan ARES. Pada PSIM, suplai DC merupakan solar module dan dibuat multi input. Hasil simulasi mode boost dengan sumber 10 solar module paralel menghasilkan Vout 23.17V dan Iout 40.6A. Pada mode buck menggunakan 2 solar module seri dan dipasang paralel dengan 10 solar module, menghasilkan Vout 23.4V dan Iout 41A. Selanjutnya merancang buck-boost dan melakukan pengujian di laboratorium. Hasil yang didapatkan adalah Buck-Boost dengan kendali PI dan dibebani 1 resistor (10 Ω), 2 resistor dipasang seri (20 Ω), dan 2 resistor dipasang paralel (5 Ω) dengan tegangan input 9V masih belum sempurna, karena tidak menghasilkan Vout dengan nilai setpoint 24V, sedangkan dengan Vin 15V – 32V bekerja dengan baik, dapat menghasilkan Vout dengan nilai setpoint 24V.The development of new renewable energy technology has been able to produce the direct voltage (DC) that can be stored in the battery or power supply. One is the PLTS, which produces a DC voltage and is stored in the battery. However the voltage generated by the PLTS is unstable, the problem can be solved with DC-DC Converter technology. In this study, the type of DC-DC Converter used is Buck-boost Chopper. Combining the nature of the buck that lowers the voltage and boost that raises the voltage, then the resulting voltage is stable according to the voltage. Using buck-boost, the output voltage can be adjusted by changing the PWM value in the IGBT insert with Arduino programming. The use of PI controls aims to speed up the response or response of a system, eliminating offsets and generating large initial changes. The method used in buck-boost design through PSIM software, as well as PI and PWM control with Arduino software. Furthermore, the authors designed the prototype design with Proteus and ARES software. In the PSIM, the DC supply is a solar module and made multi-input. The boost mode simulation result with 10 parallel solar module source gives Vout 23.17V and Iout 40.6A. In buck mode use 2 series solar module and installed parallel with 10 solar module, yielding Vout 23.4V and Iout 41A. Next, design the buck-boost and do the testing in the lab. The results obtained are Buck-Boost with PI control and loaded with 1 resistor (10 Ω), 2 series mounted resistors (20 Ω), and 2 parallel mounted resistors (5 Ω) with 9V input voltage is still not perfect, because it does not produce Vout with setpoint value of 24V, whereas with Vin 15V - 32V working well, it can generate Vout with 24V setpoint value.