Artikelilmiahs

Menampilkan 17.101-17.120 dari 50.012 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1710121458G1A013064PENGARUH SARI BUAH MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) DAN SIMVASTATIN TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR MODEL HIPERKOLESTEROLEMIALatar Belakang : Kadar CRP serum adalah prognostic marker pada kondisi hiperkolesterolemia di mana peningkatannya mengindikasikan inflamasi akibat disfungsi endotel dan kerusakan jaringan. Flavonoid yang terkandung dalam markisa ungu berfungsi sebagai antiinflamasi yang dapat menurunkan kadar CRP. Efek pleiotropik simvastatin (first choice of drugs pada hiperkolesterolemia) sebagai agen antiinflamasi dapat menurunkan kadar CRP.
Tujuan : Mengetahui perbandingan kadar CRP pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar model hiperkolesterolemia kelompok perlakuan sari buah markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) dan kelompok Simvastatin.
Metode : Penelitian dilakukan secara Completed Randomized Design dengan pendekatan post-test only with control group design. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi dalam 4 kelompok, kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (kontrol negatif), kelompok 3 (perlakuan sari markisa), kelompok 4 (perlakuan simvastatin). Kadar CRP diukur menggunakan Rat HS-CRP ELISA Kit. Hasil dianalisis statistik dengan metode One-Way ANOVA.
Hasil : Rerata kadar CRP terendah ditemukan pada kelompok 3 272,39 ± 5,25, sementara kelompok 4 memiliki rerata kadar tertinggi dengan 290,14 ± 7,79. Uji ANOVA menunjukkan nilai p=0,717. Uji post-hoc tidak dilakukan.
Kesimpulan : Pemberian sari buah markisa ungu dan simvastatin memiliki potensi untuk menurunkan kadar CRP tikus putih jantan galur Wistar model hiperkolesterolemia

Background : In hypercholesterolemic condition, CRP level is used as a prognostic marker where its elevation indicates the inflammation caused by endothelial dysfunction and tissue damage. Purple passion fruit (Passiflora edulis var edulis) is rich of antiinflammatory flavonoids to reduce the CRP levels. Pleiotropic effect of simvastatin as antiinflammatory agent is able to reduce the CRP levels.
Aim : This research was aimed to learn the effect of purple passion fruit essence and simvastatin on CRP levels of hypercholesterolemia-induced white male Wistar rat.
Method : This research was an experimental study with Completed Randomized Design. We used post-test only with control group design approach. All of 24 rats was divided into group 1 (healthy control), group 2 (negative control), group 3 (passion fruit treatment), group 4 (simvastatin treatment). CRP level was measured with Rat HS-CRP ELISA Kit. Statistical analysis was done with One-Way ANOVA test. Post-hoc test was not conducted.
Result : The lowest mean CRP level was found on group 3 (272,39 ± 5,25), while group 4 had the highest mean at 290,14 ± 7,79. ANOVA test showed p= 0,717.
Conclusion : Purple passion fruit essence and simvastatin treatments have the potential to reduce on CRP levels on hypercholesterolemia-induced white male Wistar rats.
1710220209E1A013138PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL SEBAGAI DASAR KEABSAHAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor. 248/G/2015/PTUN-JKT)ABSTRAK
Judul:
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
SEBAGAI DASAR KEABSAHAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA
(Studi Terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor. 248/G/2015 PTUN-JKT )
Oleh:
PARAMITA AYU WIDAYANTI
E1A013138
Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 248/G/2015/PTUN-JKT, yang akan menguraikan bagaimana menentukan keabsahan suatu Keputusan Tata Usaha Negara jika di dasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri yang dijadikan tolok ukur keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.
Tergugat dalam perkara a quo adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan objek gugatannya adalah Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 798/KMK.01/UP.92/2015, tanggal 29 Juli 2015 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin berupa Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah Selama 3 (tiga) tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus.
Majelis Hakim berpendapat bahwa Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia sudah sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku yakni dari aspek wewenang, prosedural, serta substansial serta telah sesuai dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik. Sehingga Surat Keputusan Objek Sengketa adalah sah.
ABSTRACT
Tittle:
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
SEBAGAI DASAR KEABSAHAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA
(Studi Terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor. 248/G/2015 PTUN-JKT)
Oleh:
PARAMITA AYU WIDAYANTI
E1A013138

This research based on judicial decisions administrative jakarta number 248/G/2015/PTUN-JKT, that will outlines how determine the validity of a decision administrative if was based upon Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 on discipline civil servants and used as a measure the validity of decision administrative issued by the authorized official.
A defendant in case a quo is treasury secretary of the republic of indonesia , and the decree gugatannya is finance minister republic of indonesia Number: 798 / KMK.01 / UP.92 / 2015 , the date of sentencing was 29 july 2015 demotion discipline in the form of lower level (3) for three years .Methods used in this research is juridical normative with an approach that is the approach used perundang-undangan and approach the case.
The judge in thought that the decision letter issued by the finance minister of the republic of indonesia is in line with laws and regulations the from aspects authority , procedural , and substantial and is in line with asas-asas common good governance .So that the letters decision object dispute be valid .
1710320249F1C013086Etnografi Komunikasi dalam Tradisi Upacara Ngasa bagi Masyarakat Dukuh Jalawastu, Desa Cisereuh, Kecamatan Ketanggungan BrebesKebudayaan merupakan sistem, gagasan, tindakan, dan hasil kerja manusia melalui sebuah proses pembelajaran. Budaya juga merupakan suatu warisan sosial, dan segala sesuatu yang tercipta atau dilakukan oleh sekumpulan masyarakat di suatu tempat tertentu di masa lalu kemudian diteruskan sampai ke masa selanjutnya. Begitu pula dengan yang ada pada masyarakat Dukuh Jalawastu, Desa Cisereuh, kecamatan Ketanggungan Brebes yang mempunyai sebuah tradisi upacara Ngasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas dan komponen komunikasi yang terdapat dalam masyarakat tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber data diperoleh dari proses wawancara dengan informan, peristiwa atau aktivitas serta dokumen dan arsip. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipan dan pengumpulan dokumentasi.
Hasil menunjukan bahwa dalam sebuah etnografi komunikasi terdapat tiga komponen yaitu bahasa, kebudayaan, dan pola komunikasi dan ketiganya dimiliki oleh masyarakat Dukuh Jalawastu. Mereka berkeinginan pula untuk meneruskan tradisinya pada anak cucu mereka kelak.

Kata Kunci : Etnografi komunikasi, tradisi, kebudayaan, upacara, ritual, Ngasa.
Culture is the system, ideas, actions, and the work of human beings through a learning process. Clture is also heritage, and everything created or done by a group of people in a certain place in the past then passed on to the next. Similarly, the existing community in Jalawastu Hamlet, Cisereuh Village, Ketanggungan Distric, Brebes that has a tradition of Ngasa ceremony. The purpose of this reseacrh is to find out how the activities and communication components contained in the community.
This reseacrh uses qualitative approach with ethnography communication. The type of data uses is primary data and second data. Sources of data obtaied from the interview process with informants, events or activities as well as documents and archives. Sampling technique in this reseacrh is purposive sampling. Data collection techniques used were in-depth interview, participant observation and documentation collection.
The results of this reseach shows that in an ethnography of communication there are three components namely language, culture, and communications patterns and all three are owned by the people of Jalawastu Hamlet. They are also willing to continue their tradition to their children and grandchildren later.
Keywords : Ethnography communiaction, tradition, culture, ceremony, ritual, ngasa.
1710420250D1E010260Analisis Investasi Usaha Ayam Niaga Pedaging Di Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya alokasi investasi pada usaha ayam niaga pedaging di Kabupaten Banyumas dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan investasi dalam usaha ayam niaga pedaging. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey. Sampel wilayah diambil dengan menggunakan metode purposive sampling (sengaja), yaitu memilih 4 kecamatan yang memiliki jumlah peternak ayam niaga pedaging tertinggi yaitu Kecamatan Cilongok, Sumbang, Kembaran, dan Kebasen. Responden diambil sebanyak 30 responden dari jumlah peternak di 4 kecamatan yang terpilih secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Metode analisis menggunakan metode analisi tabulasi silang (crootab) dan metode anaslisis kebutuhan investasi atau model fungsi investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis regresi menunjukkan bahwa hanya dua faktor yang berpengaruh terhadap analisis investasi usaha ayam niaga pedaging di Kabupaten Banyumas. Dua faktor tersebut adalah faktor skala usaha dan jumlah tenaga kerja. Faktor skala usaha berpengaruh terhadap investasi pembeliaan peralatan dan pembuatan kandang (bangunan), sedangkan faktor jumlah tenaga kerja berpengaruh terhadap investasi pembeliaan lahan (tanah) dan pembuatan kandang (bangunan).
This study aims to determine the amount of investment allocation in broiler business in Banyumas Regency and to know the factors that affect the investment needs in the broiler business. The research was conducted using survey method. Sample area is taken by using purposive sampling method, that is choosing 4 districts that have the highest number of broiler breeder that is Cilongok, Sumbang, Kembaran, and Kebasen Subdistrict. Respondents were taken as many as 30 respondents from the number of breeders in 4 districts selected by simple random sampling (Simple Random Sampling). The analytical method used cross tabulation analysis method (crootab) and method of anaslisis requirement of investment or model of investment function.The results showed that the results of regression analysis showed that only two factors that affect the analysis of business investment broiler trading in Banyumas. These two factors are the scale factor of business and the amount of labor. The scale factor of the business affects the investment of equipment purchasing and the manufacture of the cage (building), while the factor of the labor force has an effect on the investment of land buying (land) and cage making (building).
1710521456A1L014204RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK N-P-K SINTETIK DAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN KELINCIPenelitian ini bertujuan untuk : mengetahui respons pertumbuhan dan hasil mentimun terhadap pemberian pupuk sintetik dosis berbeda dan pupuk organik cair urin kelinci dengan konsentrasi berbeda. Penelitian dilaksanakan di lahan Desa Karang Duren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas pada bulan Oktober sampai Desember 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri atas 10 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi N-P-K 100% dosis rekomendasi, 10 ml/L POC urin kelinci, 20 ml/L POC urin kelinci, 30 ml/L POC urin kelinci, N-P-K sebanyak 25% dari dosis rekomendasi dan 10 ml/L POC urin kelinci, N-P-K sebanyak 25% dari dosis rekomendasi dan 20 ml/L POC urin kelinci, N-P-K sebanyak 25% dari dosis rekomendasi dan 30 ml/L POC urin kelinci, N-P-K sebanyak 50% dari dosis rekomendasi dan 10 ml/L POC urin kelinci, N-P-K sebanyak 50% dari dosis rekomendasi dan 20 ml/L POC urin kelinci, N-P-K sebanyak 50% dari dosis rekomendasi dan 30 ml/L POC urin kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik cair urin kelinci konsentrasi 10 ml/L mampu menghasilkan bobot buah per petak (2m2) setara dengan aplikasi pupuk N-P-K 100% dosis rekomendasi.The research aimed to analyze the growth and yields of cucumber in response to the intake of different dose from synthetic N-P-K fertilizer and liquid organic fertilizer of rabbit urine. The research was carried out in the land of Karang Duren village, Sokaraja Sub-district, Banyumas Disrtrict in October to Desember 2017. The experiment used random complete block design group consisting of ten treatments and three blocks. The treatments were N-P-K 100% according to recommendation dose, 10 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit, 20 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit, 30 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit, N-P-K as much as 25% of the recommendation dose with 10 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit, N-P-K as much as 25% of the recommendation dose with 20 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit, N-P-K as much as 25% of the recommendation dose with 30 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit, N-P-K as much as 50% of the recommendation dose with 10 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit, N-P-K as much as 50% of the recommendation dose with 20 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit, N-P-K as much as 50% of the recommendation dose with 30 ml liquid organic fertilizer urine from rabbit. The research results performed that application of liquid organic fertilizer of rabbit urine with 10 ml/L concentration gave an equal fruit weight per plot (2m2) as N-P-K 100% according to recommendation dose.
1710621583D1E014004SUPLEMENTASI AMPAS TEH TERFERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE HATI SERTA PANKREAS PADA PUYUH JANTANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh yang difermentasi menggunakan EM4 dalam ransum puyuh jantan terhadap bobot dan persentase hati serta pankreas. Materi yang diguanakan yaitu puyuh jantan (Coturnix coturnix japonica) umur empat minggu sebanyak 100 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah T0 (pakan basal), T1 (pakan basal + 2% ampas teh serbuk fermentasi), T2 (pakan basal + 2% ampas teh butiran fermentasi), dan T3 (pakan basal + 2% ampas teh daun fermentasi). Peubah yang diamati adalah bobot dan persentase hati serta pankreas. Rataan bobot hati dari seluruh perlakuan didapatkan 1,854 ± 0,135 g sampai 2,361 ± 0,13 g dan rataan persentase hati didapatkan 1,441 ± 0,082 % sampai 1,798 ± 0,172 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan ampas teh yang difermentasi EM4 dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase hati pada puyuh jantan. Namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot hati puyuh jantan. Hasil Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) terhadap bobot hati puyuh jantan menunjukkan bahwa bahwa T0 berbeda nyata dengan T2 dan T3; T1 berbeda nyata dengan T2 dan T3.
Rataan bobot pankreas dari seluruh perlakuan didapatkan 0,259 ± 0,057 g sampai 0,329 ± 0,052g sedangkan untuk rataan persentase pankreas didapatkan 0,202 ± 0,047 % sampai 0,249 ± 0,036 %. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa suplementasi ampas teh berbagai bentuk terfermentasi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase pankreas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi ampas teh terfermentasi (butiran dan daun) dalam ransum puyuh jantan meningkatkan bobot hati pada puyuh jantan. Namun hasil untuk bobot dan persentase pankreas dengan penggunaan suplementasi ampas teh yang difermentasi EM4 dalam bentuk serbuk, butiran dan daun relatif sama.

Kata Kunci: ampas teh, fermentasi, puyuh jantan, persentase bobot hati, persentase bobot pankreas.
The aims of this study were to determine the effect of addition of tea waste fermented by EM4 in male quail diet to the weight and percentage of liver and pancreas. The material used is 100 tails male quail (Coturnix coturnix japonica) age of four weeks. The research was performed using in vivo experimental method and Completely Randomized Design. The treatments were T0 (basal diet), T1 (basal diet + 2% fermented powdered tea waste), T2 (basal diet + 2% fermented granulated tea waste), and T3 (basal diet + 2% fermented leaf tea waste). The observed variables were weight and percentage of liver and pancreas. The average of liver weight weight obtained 1.854 ± 0.135 g to 2.361 ± 0.13 g and the average percentage of liver obtained 1.441 ± 0.082% to 1.798 ± 0.172%. The result of variance analysis showed that the use of EM4 fermented tea waste in diet did not significantly affect (P> 0.05) on the percentage of liver in the male quail. However it had significant effect (P <0,05) on male quail liver weight. The results of the further test of the Honesty Significant Difference (HSD) to male quail liver weight indicate that T0 is significantly different relative to T2 and T3; T1 is significantly different relative to T2 and T3.
The average of pancreatic weight by all treatments was 0.259 ± 0.057 g to 0.329 ± 0.052 g while for the average percentage of pancreas was 0.202 ± 0.047% to 0.249 ± 0.036%. The result of variance analysis showed that tea waste supplementation on various fermented forms did not significant effect (P> 0,05) to the weight and percentage of pancreas. The conclusion is the supplementation of fermented tea waste (granulated and leaf) in male quail diet improves the weight of male quail liver. However, the results for the weight and percentage of pancreas with the use of fermented EM4 tea waste supplementation in the form of powders, granules and leaves are relatively similar.

Keywords: Tea Waste, Fermentation, Male Quail, Percentage of Liver Weight, Percentage of Pancreatic Weight.
1710720253F1C013050Pengaruh Penanganan Keluhan XL Axiata Berbasis Twitter Terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan di PurwokertoPenelitian ini berjudul Pengaruh Penanganan Keluhan XL Axiata Berbasis Twitter Terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan di Purwokerto. Permasalahan utama yang dibahas dalam penelitian ini ialah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang diberikan dari penanganan keluhan XL Axiata di media sosial Twitter terhadap kepuasan pelanggan yang berada di Purwokerto
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara menyebarkan kuisioner secara online. Penentuan responden dalam penelitian ini hitung dengan rumus Taro Yamane yang menghasilkan jumlah 100 responden dari total jumlah populasi sebesar 59.308. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui bagaimana pengaruh penanganan keluhan XL Axiata (variabel X) terhadap kepuasan pelanggan (variabel Y). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori Customer Relationship Management (CRM).
Hasil perhitungan statistik yang yang telah didapatkan dari SPSS 16.00 di penelitian ini adalah nilai adjusted R2 sebesar 0.419 yang berarti variabel X memiliki pengaruh 41.9% terhadap variabel Y. Berdasarkan perhitungan statistik diperoleh pula angka signifikansi sebesar 0.00, dimana angka 0.00<0.05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa HO ditolak dan Ha diterima yang berarti hipotesis pada penelitian ini diterima. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini ialah penangan keluhan XL Axiata berbasis Twitter memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan di Purwokerto.

The title of this research is The Effect of XL Axiata Complaint Handling Based in Twitter on Customer Satisfaction in Purwokerto. The aim of this research is to see the effect given from XL Axiata complaint handling in social media, Twitter, towards customer satisfaction in Purwokerto.
The methods used is quantitative, by distributing the questionnaires online. Determination of the respondents in this study were calculated with the Taro Yamane formula which resulted in the number of 100 respondents out of a total population of 59,308. This research used simple linear analysis to determine the effect of complaint handling (X variable) on the customer satisfaction (Y variable). The writer used Customer Relationship Management Theory as the reference in this research.
Based on statistical tests that have been conducted by using the SPSS 16.00 application tool, it shows that the value of adjusted R2 is 0.419, which means that variable X has 41.9% influence on variable Y. Based on the statistical calculation also obtained a significance number of 0.00, where the number 0.00 <0.05, so it can be concluded that HO was rejected and Ha was accepted which means the hypothesis in this study was accepted. The conclusion that can be taken from this research is that XL Axiata complaint handling based in Twitter has a significant influence on customer satisfaction in Purwokerto.
1710820255E1A013262KAJIAN YURIDIS TENTANG LARANGAN PENGGUNAAN DOPING OLEH ATLET MENURUT INTERNATIONAL CONVENTION AGAINST DOPING IN SPORT 2005 Banyak kasus yang mencuat mengenai doping, doping sebagian besar digunakan secara sengaja untuk mencapai puncak prestasi akibat tekanan kompetisi yang ketat. Banyaknya atlet yang kurang tahu betapa merugikannya doping itu, sehingga dibutuhkan kerjasama internasional antar negara dan organisasi untuk memerangi penggunaan doping dalam olahraga, untuk itulah lahir International Convention against Doping In Sport 2005
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan, akibat hukum dan sanksi terhadap atlet dari negara peserta dan bukan negara peserta International Convention Against Doping in Sport. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif dengan sumber data sekunder serta dengan metode analisis data normatif kualitatif.
International Convention against Doping in Sport mengikat 186 negara yang telah melakukan ratifikasi dan aksesi. Berdasarkan asas pacta sunt servanda, negara-negara tersebut wajib untuk melaksanakan kewajiban yang tercantum dalam International Convention against Doping in Sport. Kewajiban yang disebutkan dalam Pasal 3 International Convention against Doping in Sport berupa tindakan mematuhi peraturan yang melarang penggunaan doping melalui kerjasama internasional antara negara-negara pihak dan organisasi organisasi terkemuka dalam memberantas doping dalam olahraga, khususnya dengan Badan Anti-Doping Dunia. Negara lain yang belum terikat International Convention against Doping In Sport, berlaku asas pacta tertiis nec nocent prosunt yang menyatakan bahwa konvensi ini tidak menimbulkan kewajiban dan hak apapun terhadap mereka.
Many cases of doping, doping are mostly used to achieve the top of performance due to intense competition pressure. Many athletes are unaware of how disadvantageous doping it is, so it is need the international cooperation between countries and organizations to fight doping in sports, so that is International Convention against Doping In Sport 2005 was born.
The goals of this research are to understand the rules, legal concequences and punishment to athletes from state parties and not state parties of International Convention Against Doping in Sport. This research is a normative juridical research with qualitative approach with secondary data source and with method of qualitative normative data analysis.
The International Convention against Doping in Sport binds 186 countries that have been ratified and acceded. Based on the principle of pacta sunt servanda, these countries are obliged to perform the obligations set forth in the International Convention against Doping in Sport. The obligations referred to in Article 3 of the International Convention against Doping in Sport shall be measures to comply with the rules prohibiting the use of doping through international cooperation between States Parties and leading organizational organizations in combating doping in sports, in particular with the World Anti-Doping Agency. Other countries not yet bound by the International Convention against Doping In Sport shall apply the principle of the nec nocent prosunt pacta principle which states that this Convention does not creates any obligations and rights to them.
1710920254F1C013051POLA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI YANG BERJAUHAN TEMPAT TINGGAL DALAM MENGASUH ANAK DI DESA NOGORAJI KECAMATAN BUAYAN KABUPATEN KEBUMENSuami dan istri memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam keluarga. Suami sebagai kepala keluarga berkewajiban untuk menafkahi keluarganya. Sedikitnya lapangan pekerjaan di desa dan semakin meningkatnya kebutuhan ekonomi keluarga membuat para suami akhirnya harus rela merantau meninggalkan anak dan istrinya di rumah. Meskipun tinggal berjauhan, suami dan istri tetap harus menjalankan perannya sebagai orang tua dalam mengasuh anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi pasangan suami istri yang berjauhan tempat tinggal dan hambatan yang mereka rasakan dalam mengasuh anak. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih lima informan yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tinggal berjauhan, pasangan suami istri selalu mendiskusikan semua masalah yang mereka hadapi terutama mengenai perkembangan anak-anaknya. Hambatan terbesar yang mereka rasakan yaitu sulitnya mengurus anak ketika mereka harus tinggal berjauhan.Husband and wife have their own responsibility in the family. Husband as the head of the family has responsibility to fulfill the family needs. A minimum of working field and the increase of economic needs makes the husbands have to make living out of the village and left their children and wife back home. Even though they live apart husband and wife should fulfill their role as parent in taking care of their children. The purpose of this research is to understand how long distanced married couple communication pattern worked and to know the obstacles they faced in taking care of their children. Qualitative method are used in this research. The election of the informants used purposive sampling technique by choosing five informants who suited the settled down criteria. The result of the research showed that even though they live apart, the married couples always discussed every family struggle they faced, especially about their children growth. The main struggle that they faced was the difficulty of how to take care of their children when they have to live apart.
1711020252A1C012088EFISIENSI PEMASARAN KERIPIK PISANG DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASKecamatan Cilongok merupakan salah satu daerah sentra penghasil keripik pisang di Kabupaten Banyumas, meskipun demikian para perajin keripik pisang di Kecamatan Cilongok belum mendapatkan keuntungan secara maksimal karena adanya perbedaan harga di tingkat produsen dengan harga di tingkat konsumen yang relatif tinggi, padahal saluran pemasaranya relatif pendek. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi saluran pemasaran keripik pisang di Kecamatan Cilongok, (2) menganalisis besar marjin pemasaran keripik pisang pada setiap saluran pemasaran, (3) mengetahui struktur pasar di Kecamatan Cilongok, (4) menganalisis farmer’s share, mengetahui persentase biaya dan mengetahui keuntungan tiap-tiap saluran pemasaran, (5) mengevaluasi saluran pemasaran yang paling efisien berdasarkan efisiensi teknis dan ekonomis.
Penelitian ini dilakukan di Desa Jatisaba, Desa Panusupan, Desa Cipete, dan Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel perajin menggunakan metode sensus dan pengambilan sampel pedagang menggunakan metode snowball sampling. Jumlah responden perajin keripik pisang sebanyak 25 orang dan jumlah pedagang yang dijadikan sampel sebanyak 13 orang yang terdiri dari 6 pedagang pengepul dan 7 pedagang pengecer. Metode analisis data yang digunakan meliputi: analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran, analisis struktur pasar, analisis farmer’s share, serta analisis efisiensi teknis dan ekonomis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat 3 saluran pemasaran keripik pisang di Kecamatan Cilongok yakni: saluran I yaitu perajin - pengepul - pengecer - konsumen, saluran II yaitu perajin - pengepul - konsumen, saluran III yaitu perajin - pengecer - konsumen. (2) Marjin pemasaran keripik pisang pada setiap saluran pemasaran yaitu: Saluran pemasaran I marjin pemasarannya sebesar Rp9.574,00 per kg, saluran pemasaran II sebesar Rp4.350,00 per kg, dan saluran pemasaran III sebesar Rp6.250,00 per kg. (3) Struktur pasar di tingkat produsen dari sisi pembeli adalah pasar oligopsoni, dengan nilai CR4 sebesar 72,87% dan struktur pasar di tingkat konsumen dari sisi penjual adalah pasar oligopoli, dengan nilai CR4 sebesar 61,05%. (4) Farmer’s share terbesar terdapat pada saluran II dengan persentase sebesar 82,53 persen. Persentase biaya terkecil terdapat pada saluran III sebesar 49,69 persen. Persentase keuntungan terbesar terdapat pada saluran III sebesar 50,30 persen. (5) Berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis diketahui saluran pemasaran keripik pisang yang paling efisien adalah saluran III, karena memiliki indeks efisiensi teknis terkecil dan indeks efisiensi ekonomis terbesar.
Cilongok sub-district is one of the center area of banana chips producers in Banyumas Regency, although it’s the center area of production, banana chips craftsmen in cilongok sub-district have not gain their maximum profits because there’ve been relatively high price differences between the producers level and consumers while it has relatively short market channel. The purpose of this study is (1) marketing channel of banana chips in Cilongok Sub-district, (2) banana chips marketing margin in every marketing agencies, (3) market structure in Cilongok Sub district, (4) analyze farmer’s share, cost percentage and profit in each channel, (5) the most efficient channels based on technical and economical efficiency.
This research conducted at Jatisaba, Panusupan, Cipete, and Karangtengah Village, Cilongok Sub-districts, Banyumas, on January until February 2017. Research method used is survey method. Banana chips maker respondent was taken by census and sampling banana chips merchants using snowball sampling, consist of 25 banana chips craftsmen, 13 merchants as sample which divided into 6 collectors and 7 retailers. The method used to analyzed were descriptive analysis, marketing margin analysis, market structure analysis, farmer’s share analysis, also technical and economical analysis.
The result showed that: (1) There were three marketing channels for banana chips in Cilongok Sub-district, Banyumas, described as: Channel I which is craftsman - collector - retailer - consumer, on channel II consist of craftsman - collector - consumer and channel III which is craftsman - retailer - consumer. (2) Banana chips marketing margin in each channels were: Rp9.574,00 per kg on channel I, Rp4.350,00 per kg in channel II and Rp6.250,00 per kg in channel III. (3) Market structure at the producers level from the buyer were in a form of oligopsonist, with 72,87% of CR4 score and market structure at the consumer level from the seller side were in a form of oligopoly, with 61,05% of CR4 score, (4) The biggest farmer’s share was gained in channel II with a percentage of 82,53% while channel III had the least cost percentage by 49,69%. the biggest profit percentage gained in channel III by 50,30%, (5) The most efficient channel of banana chips marketing based on technical and economical efficiency index score was channel III because, it has the lowest technical efficiency index and the biggest economical efficiency index.
1711121459E1A012271PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (STUDI di LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIA JAKARTA)Penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu perbuatan pidana yang melanggar hukum positif di Indonesia. Lembaga Pemasyarakatan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis di dalam penegakan hukum pidana di Indonesia, yang semua itu dapat terwujud dalam pelaksanaan pembinaan bagi narapidana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan narapidana penyalahgunaan narkotika serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis. Hasil dari penelitian ini bahwa pelaksanaan pembinaan narapidana penyalahgunaan narkotika terdiri dari pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian dan rehabilitasi. Faktor pendukung pelaksanaan pembinaan adalah SDM yang terlatih, program pembinaan yang lengkap, adanya anggaran, sarana dan prasarana pembinaan yang cukup, yayasan-yayasan yang melakukan kegiatan sosial, keluarga-keluarga dan para narapidana yang saling mendukung, faktor penghambat adalah jumlah SDM yang kurang, anggaran yang tidak proporsional dan terbatas, sarana dan prasarana yang tidak ideal, beberapa narapidana susah untuk dibina, sehingga perlu untuk memperbanyak serta memperluas sarana dan prasarana, melakukan pendekatan-pendekatan secara masif kepada para narapidana yang susah untuk dibina, meningkatkan pengawasan secara rutin dan pencegahan pungutan liar di dalam Lembaga Pemasyarakatan.Narcotics abuse is one of criminal act that against a positive law in Indonesia. Penitentiary has a very important and strategic role in the enforcement of criminal law in Indonesia, which all of that can be realized in the development implementation of convict. The purpose of this research is for knowing the development implementation of narcotics abuse convict also the factors that supporting and inhibiting in Jakarta Class IIA Narcotics Penitentiary. This research is a sociological juridical research. The result of this research is the development implementation consists of personality development, self-reliance development and rehabilitation. Factors that supporting the development implementation is trained human resources, complete development program, budget availability, enough facilities and infrastructure, foundations that conduct a social activities, convict families and all of convicts who support each other, the inhibiting factors is less human resources, disproportionate and limited budget, facilities and infrastructure aren’t ideal, some of convicts are difficult to develop, so that be required to increase and expand the facilities and infrastructure, conduct a massive approaches to convict that difficult to develop, increase a routine surveillance and prevention of illegal levies in Penitentiary.
1711221460G1G013067GAMBARAN SMILE ARCH, BUCCAL CORRIDOR, DAN GINGIVAL
DISPLAY PADA SUKU JAWA BANYUMAS USIA 14-16 TAHUN
Analisis senyum merupakan bagian penting dalam evaluasi estetika wajah. Evaluasi karakter senyum dibutuhkan untuk mendapatkan hasil perawatan yang baik, sehingga penting untuk mengetahui gambaran komponen senyum yang normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran komponen senyum berupa smile arch, buccal corridor, dan gingival display pada suku Jawa Banyumas usia 14-16 tahun dan mengetahui perbedaan komponen senyum antara laki-laki dan perempuan. Perekaman video dilakukan pada 25 subjek penelitian saat senyum pose, kemudian dipilih satu gambar yang menunjukkan tampilan senyum paling lebar. Smile arch, buccal corridor, dan gingival display diukur, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Independent t-test untuk mengetahui perbedaan komponen senyum antara laki-laki dan perempuan. Rerata smile arch yang didapatkan yaitu 1,89 mm (laki-laki: 1,71 mm; perempuan: 2 mm), buccal corridor 11,02% (laki-laki: 11,68%; perempuan: 10.41%), dan gingival display 1,42 mm menutupi insisivus (laki-laki: 1,43 mm; perempuan: 1,41 mm). Tidak terdapat perbedaan smile arch dan gingival display yang signifikan antara laki-laki dan perempuan namun terdapat perbedaan buccal corridor yang signifikan antara laki-laki dan perempuan. Simpulan penelitian ini adalah suku Jawa Banyumas usia 14-16 tahun cenderung menampilkan consonant smile arch dan non gummy smile, sementara perempuan menampilkan buccal corridor yang lebih sempit daripada laki-laki.Smile analysis is an important part of facial esthetic evaluation. Evaluation of smile characteristics is a necessary procedure to achieve an ideal smile, which in turn makes it necessary to recognize the smile components. The purposes of this study were to define smile arch, buccal corridor, and gingival display of Banyumas ethnic in 14-16 year-old adolescents. Also, compare smile components according to gender. Video equipment was used to capture images of 25 subjects. One frame representing the widest smile were selected. Smile arch, buccal corridor, and gingival display measured, then analyzed by using Independent t-test to compare distributions of smile components between boy and girl. The average smile arch 1,89 mm higher at canines (boy: 1,71 mm; girl: 2 mm), 11% buccal corridor (boy: 11,68%%; girl: 10.41%), and 1,42 mm incisor coverage gingival display (boy: 1,43 mm; girl: 1,41 mm). There was no significant difference in distributions of the smile arch and gingival display between boys and girls. However there was significant difference in distributions of buccal corridor between boys and girls. Banyumas ethnic showed on consonant smile arch and non gummy smile, while girls display less buccal corridor than boys.
1711320258E1A013052PENETAPAN KETUA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM DISMISSAL PROCEDURE TERHADAP PENERAPAN PASAL 62 AYAT (1) HURUF a UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA (Studi Penetapan Nomor 23/PEN-DIS/2015/PTUN.YK)Dismissal Procedure atau rapat permusyawaratan merupakan suatu prosedur pemeriksaan perkara yang disederhanakan, ketentuan mengenai Dismissal Procedure diatur dalam Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986. Proses pemeriksaan perkara dalam Dismissal Procedure dimaksudkan untuk penyaringan perkara yang masuk ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Dalam penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Nomor 23/PEN-DIS/2015/PTUN.YK. menyatakan gugatan yang diajukan oleh Penggugat tidak diterima. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa gugatan tidak diterima disebabkan objek sengketa dikategorikan bukan sebagai Keputusan yang menimbulkan akibat hukum dan dikategorikan sebagai Keputusan dalam sengketa Tata Usaha Negara Pemilihan sehingga objek sengketa yang diajukan oleh Penggugat bukan merupakan kewenangan dari Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta untuk memeriksa dan memutus. Upaya hukum terhadap penetapan dalam dismissal procedure yang menyatakan gugatan tidak diterima adalah Perlawanan, apabila perlawanan dikabulkan maka dilanjutkan pemeriksaan dengan acara biasa. Sedangkan apabila perlawanan ditolak, maka penetapan masih tetap berlaku dan putusan perlawanan tidak dapat diajukan upaya hukum lagi.Dismissal Procedure or consultative meeting is a simply inspection procedure of the case. Dismissal procedure has been stated on article 62 (1) of law Number 5 of 1986. The inspection process of the case in dismissal procedure is purposed to do a case filter in the state administrative court. In the decision of the head of state administrative court Yogyakarta Number 23/PEN-DIS/2015/PTUN.YK has stated that the lawsuit that had been reported by the plaintiff was not accepted. The research was conducted by normative judicial approach, the research specification used descriptive specification which used secondary data that is arranged systematically, logically, and rationally. The final data was analysed qualitatively. The research concludes that the lawsuit was not accepted because the case object was not categorized as the decision that resulted law effect and the case object was categorized as the decision in dispute of selection of state administrative therefore the case object that had been reported by plaintiff was not a function of state administrative court of Yogyakarta to check. The legal effort on decision of dismissal procedure which states that the lawsuit was not accepted was a kind of match, if the match was accepted then it would be proceed to the inspection of regular case. However if the match was refused, then the decision would still on going and the match result would not able to make any kind of legal efforts.
1711421461C1B011041ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN YANG DIMEDIASI OLEH
KEPUASAN KONSUMEN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN
(Studi pada Tempat Penitipan Anak, Playgroup, dan Taman Kanak-kanak Generasi Nusantara Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kualitas layanan terhadap loyalitas konsumen di PAUD Generasi Nusantara Purwokerto yang dimediasi oleh kepuasan konsumen dan kepercayaan konsumen sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua / wali PAUD Generasi Nusantara Purwokerto. Sampel penelitian ini adalah 38 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan 3,0 WarpPLS. Efek langsung dan tidak langsung digunakan untuk menguji hubungan variabel mediasi dalam hipotesis. Analisis menunjukkan bahwa kualitas layanan memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan, kepercayaan dan loyalitas konsumen. Selanjutnya, kepuasan dan kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Dengan demikian, secara tidak langsung, kualitas layanan dan loyalitas konsumen menghasilkan hubungan positif dan signifikan melalui kepuasan dan kepercayaan konsumen.This research is aimed at determining and analyzing the direct and indirect effect of service quality on customer loyalty at PAUD Generasi Nusantara Purwokerto mediated by customer satisfaction and customer trust as the intervening variable. The population in this research was children parents/guardian of PAUD Generasi Nusantara Purwokerto. The sample of this study is 38 respondents who were selected through simple random sampling technique. The analysis is carried out using Partial Least Square (PLS) with 3.0 WarpPLS. Direct and indirect effect is used to examine the relations of the mediating variables in the hypothesis. The analysis shows that service quality has a positive and significant relation with satisfaction, customer trust and customer loyalty. Further, customer satisfaction and trust has a positive and significant effect on customer loyalty. Thus, indirectly, service quality and customer loyalty generate positive and significant relation through customer satisfaction and trust.
1711519961H1A013007OPTIMASI FORMULASI SAMPO BERBAHAN DASAR MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L) DENGAN PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI BUNGA MAWAR (Rosa L)Sampo adalah sediaan yang mengandung surfaktan yang berguna untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada rambut. Sampo dalam penelitian ini menggunakan metil ester sulfonat (MES) yang berasal dari minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L) sebagai surfaktan utama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sampo hasil formulasi berdasarkan SNI 06-2692-1992 dan mengetahui kadar minyak atsiri bunga mawar yang menghasilkan sampo dengan karakteristik terbaik berdasarkan SNI 06-2692-1992. Variasi dalam penelitian ini yaitu konsentrasi minyak atsiri bunga mawar 0,5; 1,0; 2,0; 4,0; dan 7,0% (b/b). Bahan-bahan penyusun lainnya dalam formulasi sampo antara lain MES, SLS, EDTA, CMC, NaCl, dan air. Sampo hasil formulasi dikarakterisasi derajat keasaman (pH), alkali bebas, kadar air, stabilitas emulsi, dan stabilitas busa. Semua hasil karakterisasi masuk ke dalam rentang SNI 06-2692-1992. Hasil karakterisasi kemudian dianalisis menggunakan metode oneway ANOVA dengan menggunakan program SPSS 16,0 dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Selanjutnya dilakukan uji efektivitas untuk menentukan nilai produk terbaik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sampo dengan kadar minyak atsiri bunga mawar 1,0% adalah sampo terbaik hasil formulasi. Sampo tersebut memiliki karakteristik antara lain nilai pH sebesar 7,00, negatif alkali bebas, kadar air sebesar 70,462%, nilai stabilitas emulsi sebesar 85,262%, dan nilai stabilitas busa sebesar 70,058%. Uji hedonik untuk sampo dengan karakteristik terbaik menghasilkan tingkat sangat suka untuk aroma dan tingkat suka untuk warna, kekentalan, dan banyaknya busa.The shampoo is a substance which contain surfactant that used to remove dirts on the hair. Methyl ester sulfonate (MES) is used to make shampoo that derived from nyamplung seeds oil (Calophyllum inophyllum L) as the primary surfactant. The purpose of this study is to determine the best characteristic of shampoo formulation and roses essential oil content level in shampoo formulation based on SNI 06-2692-1992. Variations of roses essential oil concentration which is used in this study are 0.5; 1.0; 2.0; 4.0; and 7.0% (w/w). Other constituent materials which is used in shampoo formulation includes MES, SLS, EDTA, CMC, NaCl, and water. Degree of acidity (pH), free alkali content, moisture content, emulsion stability and foam stability of product were characterized. All the characterization result is on SNI 06-2692-1992 range. All the results had been analyzed using one way ANOVA method by using SPSS 16.00 and continued by Duncan with significant level 95% (α=0.05). Furthermore, the effectiveness test had been conducted to determine the best product value. Shampoo with 1.0% rose’s essential oil content gave the best result. The best product has pH value 7.00, negative free alkali, water content 70.462%, emulsion stability 85.262%, and foam stability 70.058%. Hedonic test toward product is conducted and gave result for the most rate is for the smell and rate for the color, viscosity, and amount of foam.
1711621584E1A113113TINDAK PIDANA TURUT SERTA MAIN JUDI DI TEMPAT UMUM (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 64/Pid.B/2015/PN Pwt.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana turut serta main judi di tempat umum pada putusan Pengadilan Negeri Purwokerto perkara Nomor: 64/Pid.B/2015/PN Pwt, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam penjatuhan pidana pada perkara Nomor : 64/Pid.B/2015/PN Pwt.
Penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi Penelitian deskriptif analisis, Sumber Data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan yang berlaku, literatur, hasil penelitian yang berhubungan dengan pokok permasalahan serta Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 64/Pid.B/2015/PN Pwt. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, data disajikan dalam bentuk uraian, data dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa unsur-unsur yang terbukti dalam tindak pidana turut serta main judi di tempat umum pada putusan Pengadilan Negeri Purwokerto perkara Nomor : 64/Pid.B/2015/PN Pwt, Majelis Hakim mempertimbangkan perbuatan terdakwa melanggar Pasal 303 bis ayat (1) ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, seluruh unsur dalam pasal tersebut telah terpenuhi, terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Penuntut Umum. Terdakwa telah melakukan permainan judi ceki dengan menggunakan uang sebagai taruhannya, pemenangnya akan mendapat hadiah berupa uang taruhan tersebut, permainan dilakukan di tempat umum. Terdakwa tidak mempunyai hak untuk melakukan perjudian tersebut.
Dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam penjatuhan pidana pada perkara Nomor : 64/Pid.B/2015/PN Pwt, adalah :
a. Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur pasal yang telah didakwakan, yaitu : Pasal 303 Bis ayat (1) ke- 2 KUHP;
b. Pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, berupa : keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa, petunjuk (barang bukti);
c. Pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP yaitu : tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.
Majelis Hakim menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana: “Turut serta main judi yang diadakan di tempat yang dapat dimasuki khalayak umum, sedangkan untuk itu tidak ada ijin dari penguasa yang berwenang”. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan dan menetapkan Terdakwa tetap ditahan.
This research aim to to know applying of doing an injustice elements have a share public gamble in place at District Court Purwokerto Number case decision: 64/Pid.B/2015/PN Pwt, and to know consideration base punish Judge of district court Purwokerto in crime fallout at Number case : 64/Pid.B/2015/PN Pwt.
Research use method approach of normative juridical. Specification of descriptive Research of analysis, Source of secondary data cover law and regulation going into effect, literature, result of research related to problems fundamental and also Decision District Court Purwokerto Number 64/Pid.B/2015/PN Pwt. Data collecting with bibliography study, data presented in the form of description, data analysed with normative method qualitative.
Pursuant to result of research known that proven elements in doing an injustice have a share public gamble in place at District Court Purwokerto Number case decision : 64/Pid.B/2015/PN Pwt, Committe Judge consider deed of defendant impinge Section 303 sentence bis (1) second Criminal Code, entire element in the section have fufilled, defendant have proven validly and guilty convincing conduct doing an injustice as Public Prosecutor assertion. Defendant have conducted game of ceki gambling by using money as its bet, its winner will get present in the form of the bet money, game conducted in place public. Defendant have no right to conduct the the gambling.
Consideration base punish Judge of district court Purwokerto in crime fallout at Number case : 64/Pid.B/2015/PN Pwt, is:
a. Consideration to law fact fulfilling section elements which have been asserted, that is : Section 303 Bis sentence (1) to- 2 KUHP
b. Verification pursuant to evidence appliance as arranged in Section 184 KUHAP, in the form of : eyewitness boldness, defendant boldness, guide (evidence goods);
c. Consideration pursuant to rule of Section 197 sentence (1) KUHAP f letter that is : about things weighing against and lightening defendant
Committee Judge express Defendant have proven validly and assure to make a mistake to conduct doing an injustice: " Have a share performed a gamble in place able to enter by the public, while for that there no permission from power in charge". Let fall crime with crime serve a sentence during 4 (for) month and specify Defendant remain to be arrested
1711720257F1A013062DINAMIKA POKDARWIS
(Studi Tentang Dinamika Kelompok Sadar Wisata “Lembah Asri” Dalam Pengembangan Agrowisata di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga)
Permasalahan Pokdarwis “Lembah Asri” dalam pengembangan Agrowisata di Desa Serang adalah karena adanya perbedaan latar belakang tiap anggota, hubungan antara tujuan kelompok dengan tujuan anggota bisa bervariasi. Suatu kelompok tentunya tidak akan lepas dari aspek dinamika kelompok, seperti komunikasi kelompok, konflik dalam kelompok, kekuatan kelompok, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Dinamika kelompok yang terjadi dalam Kelompok Sadar Wisata “Lembah Asri” dalam pengembagan Agrowisata di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, 2) Kendala yang dihadapi Kelompok Sadar Wisata “Lembah Asri” dalam pengembangan Agrowisata di Desa Serang, 3) Pengaruh Pengembangan Desa Agrowisata Serang “Lembah Asri” Terhadap Masyarakat Desa Serang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini meliputi Pengurus Kelompok Sadar Wisata, Kepala Desa Serang, Masyarakat lokal Desa Serang dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Triangulasi untuk menjelaskan keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Beberapa unsur dinamika kelompok yang terpenuhi seperti, struktur organisasi, sudah terdapat pembagian tugas, informasi yang dimiliki oleh kelompok menyebar kepada seluruh anggota kelompok, adaptasi setiap anggota dalam mengatasi perbedaan latar belakang atau pendapat yang berbeda dari anggota lain, 2) Masih terdapat beberapa masalah internal dalam kelompok, seperti tidak semua anggota dalam pokdarwis aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Pokdarwis, karena kesibukan anggota kelompok diluar dari kepengurusan Pokdarwis, serta masih adanya anggapan money oriented, 3) Perkembangan Agrowisata di Desa Serang mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar, sudah tidak adanya iuran/jimpitan masyarakat untuk kegiatan sosial, dalam sektor ekonomi masyarakat sekitar mengalami peningkatan, dengan makin bertambahnya lapangan pekerjaan, sumber penghasilan yang mulanya mayoritas bekerja sebagai petani mulai beralih menjadi pedagang, home industri, pemandu wisata dan penyedia homestay
The main problem of Sadar Wisata "Lembah Asri" group in the development of agro-tourism in Serang village is due to differences in the background of each member, which of course the relationship between group objectives and member goals can be variative. So in a group of course will not be separated from the group dynamics aspects, such as group communication, conflict in groups, group strength, decision making and problem solving

This research aims to find out: 1) group dynamics occurring within the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) "Lembah Asri" in developing Agro-tourism in Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency, 2) Obstacles faced by Pokdarwis "Lembah Asri" in Agro-tourism development at Serang Village, 3) The Influence of Village Development Agro-torism at Serang Village "Lembah Asri" Against Serang Village Community

This research uses descriptive qualitative research method. The subjects of this study include Sadar Wisata Group Management, Serang Village Head, Serang Local Community and Youth, Sports, Culture and Tourism Office of Purbalingga District. Techniques of determining informants using Purposive Sampling with data collection using three ways of observation, interview and documentation. Data analysis techniques using interactive model analysis that has four components of data collection, data reduction, presentation and conclusion. Triangulation to explain the validity is done using source triangulation and technique triangulation

The results of this study show : 1) Some elements of group dynamics are met such as, organizational structure, already there is division of tasks, information owned by the group spread to all members of the group, adaptation of each member in overcoming different backgrounds or opinions from other members, 2) There are still some internal problems in the group, such as not all members in pokdarwis are active in activities carried out by Pokdarwis, because the busyness of group members outside of Pokdarwis stewardship, and still the assumption of money orientedt, 3) Agro-tourism development in Serang village affect the socio-economic life of surrounding communities, such as the absence of contributions community for social activities, in the economic sector the surrounding community has increased, with the increasing number of employment due to tourism development in Serang Village, the earning source which initially the majority work as farmers began to turn into traders, home industry, tour guide and lodging provider.
1711820259C1B013009PENGARUH HARGA PERSEPSI KUALITAS BRAND IMAGE TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK SMARTPHONE MEREK XIAOMI (Studi Pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman)Penelitian ini berjudul: Pengaruh harga, persepsi kualitas, dan brand image, Terhadap Kepuasan Konsumen Serta Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Produk smartphone merek Xiaomi Pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh harga, persepsi kualitas, dan brand image Terhadap Kepuasan Konsumen Serta Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Produk smartphone merek Xiaomi Pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.
Sampel penelitian ini adalah 100 responden dari populasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang menggunakan smarphone merek Xiaomi dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Hipotesis yang diajukan adalah harga, persepsi kualitas, dan brand image mempunyai pengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen serta pengaruhnya terhadap Loyalitas Konsumen.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi bertahap dengan uji determinasi (R2), Uji F, Uji t.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa harga, persepsi kualitas, dan brand image, berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pelanggan dan Kepuasan Konsumen mempunyai pengaruh positif Loyalitas Konsumen.
This research entitled: Influence of price, perception of quality, and brand image, of Consumer Satisfaction And Its Influence On Consumer Loyalty Xiaomi brand smartphone Products At University Student General Soedirman.
The purpose of this study is to determine the influence of price, quality perception, and brand image Against Consumer Satisfaction And Its Influence On Consumer Loyalty Xiaomi brand smartphone products At University Students General Soedirman.
The sample of this research is 100 respondents from student population of jenderal Soedirman University who use Xiaomi brand smarphone with sampling using purposive sampling technique.
The hypothesis proposed is price, perception of quality, and brand image have positive influence to Consumer Satisfaction and its influence to Consumer Loyalty.
The analytical used is gradual regression analysis with test of determination (R2), Test F, Test t.
Based on the research results can be concluded that price, perception of quality, and brand image, have a positive influence on Consumer Satisfaction and Consumer Satisfaction has a positive influence Consumer Loyalty.
1711920260E1A013195Beleidsregel Sebagai Dasar Pengujian Keabsahan KTUNDasar pengujian keabsahan KTUN berdasarkan Pasal 53 ayat (2) Undang-Undang PERATUN adalah didasarkan pada peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik, akan tetapi dalam kasus penerimaan CPNSD Kota Kupang, kasus kredit fiktif pada PD BPR Bank Pasar Kabupaten Kebumen, dan kasus penetapan Partai Bulan Bintang sebagai partai politik peserta Pemilu 2014, Majelis Hakim yang mengadili kasus-kasus tersebut menyertakan beleidsregel sebagai dasar pengujian keabsahan KTUN selain peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Akan tetapi, dalam ketiga kasus tersebut oleh hakim beleidsregel dianggap sebagai peraturan perundang-undangan padahal telah diakui dan diterima secara umum dalam ilmu hukum bahwa beleidsregel berbeda dengan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan hal tersebut, timbul persoalan apakah perbedaan antara beleidsregel dengan peraturan perundang-undangan dan apakah legal reasoning digunakannya beleidsregel sebagai dasar pengujian keabsahan KTUN.
Penelitian ini menggunakan metode case approach dan conceptual approach sebagai metode pendekatan, spesifikasi penelitian ini normatif dengan mempergunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder sebagai sumber bahan hukum, sedangkan analisis terhadap bahan hukum tersebut menggunkan metode inner logical squance.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari aspek fungsi, legitimasi, kekuatan mengikat, format, sifat pengujian, dan dasar pengujian (lihat Tabel dalam Pembahasan) antara beleidsregel dan peraturan perundang-undangan berbeda dan legal reasoning digunakannya beleidsregel sebagai dasar pengujian keabshaan KTUN adalah inherensial antara welfare state, freies ermessen, dan beleidsregel dalam konsep berhukum Indonesia.
The basic of the validity testing of KTUN under Article 53 paragraph (2) of the statute of administrtation judicial are statutes and general principles of the good governance, but in the case of the acceptance of CPNSD Kota Kupang, case of fictitious credit in PD BPR Bank Pasar Kabupaten Kebumen, and case of the determination of the crescent party as a political in the 2014 general election, the judges who tried those cases included the beleidsregel as the basis for the validity testing of the KTUN in addition to the laws and general principles of good governance. Homever, in all three casesby the judge beleidsregel is considered as a statutory law when it has been generally accepted and accepted in law that beleidsregel is different from the laws and regulations.
Based on this, the question arises whether the difference between beleidsregel and legislation and whether the legal reasoning is used beleidsregel as the basic for the validity testing of KTUN.
This research use case approach and conceptual approach method, this normative research specification by using primary law material and secondary law material as source of law material while analisys of the law material using inner logical squance method.
The result of this study conclude that from the aspect of function, legitimacy, binding strength, format, nature of testing, and testing base (see Table in Discussion) between beleidsregel and different legislation and legal reasoning beleidsregel use as the basis from the testing is inherent between welfare state, freies ermessen, and beleidsregel in the concept of Indonesian punishment.
1712020261D1E013081PENGGUNAAN HERBAL DAN SINBIOTIK DALAM PAKAN ITIK LOKAL JANTAN TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE BAGIAN KARKASABSTRAK
Tujuan penelitian mengkaji pengaruh penggunaan herbal dan sinbiotik dalam pakan itik lokal jantan terhdap bobot dan persentase bagian karkas. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik lokal umur 3 minggu; kandang itik sebanyak 20 petak; pakan yang terdiri atas jagung, dedak, bungkil kedelai, tepung ikan, minyak, CaCO3, topmix, lysin dan metionin; herbal yang terdiri atas kunyit, temulawak, daun kelor, mengkudu dan bawang putih; sinbiotik yang terbuat dari enceng gondok fermentasi. Penelitian dilakukan dengan metode experimen in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, peubah yang diukur yaitu bobot dan persentase bagian karkas (paha dan dada). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan herbal dan sinbiotik pada pakan itik lokal jantan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot dada, akan tetapi herbal dan sinbiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase bagian dada, bobot bagian paha dan persentase bagian paha. Penggunaan herbal dan sinbiotik sampai taraf 4,5% menghasilkan bobot paha, persentase paha, dan persentase dada yang relatif sama, akan tetapi dapat meningkatkan bobot dada sebesar 22,3%.

ABSTRACT
The aim of this research was to studied The Use of Herbs and Sinbiotics in the Local Ducks Feed on Weight and Percentage of Carcasses. The material used was local ducks (age 3 weeks), 20 plots of cages, feed consisting of corn, bran, soybean meal, fish meal, oil, CaCO3, topmix, lysine and methionine; herbs consisting of turmeric, Curcuma zanthorrhiza, Moringa leaves, Morinda citrifolia L and garlic; sinbiotik made from fermented water hyacinth. The experiment was conducted using in vivo experimental method with Completely Randomized Design 4 treatments and 5 replications, measured variables were weight and percentage of carcass (thigh and chest). The data were analyzed using variance analysis and continued with statistic test by using Honest Significant Difference (HSD) test. The result of variance analysis showed that the use of herbs and sinbiotics in male local duck feed had significant effect (P <0,05) to chest weight, but herb and sinbiotik had no significant effect (P> 0,05) to chest percentage, and the percentage of the thighs. The use of herbs and sinbiotics to the level of 4.5% resulted in thigh weight, thigh percentage, and chest percentage are relatively the same, but can increase the weight of the chest by 22.3%.