Artikelilmiahs
Menampilkan 17.161-17.180 dari 50.010 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17161 | 20288 | C1C013052 | PENGARUH STRUKTUR PENGETAHUAN, RELEVANSI, PERIODE PELATIHAN, MOTIVASI, KEMANDIRIAN, KOMITMEN, KESADARAN BERKOMUNITAS DAN KODE ETIK TERHADAP KELAYAKAN AKUNTANSI FORENSIK SEBAGAI PROFESI (Survey pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur pengetahuan, relevansi, periode pelatihan, motivasi, kemandirian, komitmen, kesadaran berkomunitas, dan kode etik terhadap kelayakan akuntansi forensik sebagai profesi. Hipotesis yang diajukan adalah struktur pengetahuan, relevansi, periode pelatihan, motivasi, kemandirian, komitmen, kesadaran berkomunitas, dan kode etik berpengaruh terhadap kelayakan akuntansi forensik sebagai profesi. Jenis penelitian ini adalah penelitia kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah akuntan publik yang bekerja pada kantor akuntan publik di Jakarta yaitu sebanyak 663 orang. Pemilihan sampel dengan menggunakan Random Sampling, yang ketika dihitun menggunakan rumus Slovin sampel minimal untuk penelitian ini adalah 87 orang. Data yang digunakan dalam pnelitian ini bera data primer. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur pengetahuan, relevansi, periode pelatihan, motivasi, kemandirian, komitmen, kesadaran berkomunitas, dan kode etik berpengaruh terhadap kelayakan akuntansi forensik sebagai profesi. | This study aims to examine the effect of knowledge structure, relevance, training period, motivation, independence, commitment, community awareness, and code of ethics to the feasibility of forensic accounting as a profession. The hypothesis proposed is the structure of knowledge, relevance, training period, motivation, independence, commitment, community awareness, and code of ethics affect the feasibility of forensic accounting as a profession. This type of research is a quantitative research with survey method. The population in this study is a public accountant who works at public accounting firm in Jakarta that as many as 663 people. Selection of sample by using Random Sampling, which when dibitun using Slovin formula minimum sample for this research is 87 people. The data used in this study fallow primary data. The method of analysis used is multiple regression analysis. The results showed that the structure of knowledge, relevance, training period, motivation, independence, commitment, community awareness, and code of ethics affect the feasibility of forensic accounting as a profession. | |
| 17162 | 21455 | A1L014005 | UJI EFEKTIVITAS Bacillus sp. ASAL RIZOSFER TERUNG TERHADAP Ralstonia solanacearum SECARA IN VITRO DAN IN PLANTA | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkarakterisasi Bacillus sp. isolat B16 dan R.solanacearum, 2) menguji kemampuan Bacillus sp. dalam menekan R.solanacearum secara in vitro 3) menentukan isolat Bacillus sp. yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit layu bakteri secara in planta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2017 sampai dengan Januari 2018 di Laboratorium dan Screenhouse Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pada pengujian in vitro dan Rancangan Acak Kelompok pada pengujian in planta dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, apabila berbeda nyata antar perlakuan maka di uji lanjut menggunakan BNT pada taraf 5%. Perlakuan terdiri atas kontrol , B1 isolat padi, B16 isolat terung dan B298 isolat kentang. Variabel yang diamati meliputi kemampuan antagonisme, mekanisme hambatan, masa inkubasi, intensitas serangan, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), tinggi tanaman, diameter batang, jumlah dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi bakteri antagonis Bacillus sp. isolat B16 meliliki bentuk bulat, warna krem, memiliki gram positif, positif terhadap pengujian KOH 3% dan H202 3%, negatif pada pengujian fluoresent pada medium KB, tidak mukoid, positif pada pengujian pertumbuhan 40 oC dan memiliki endospora. Sedangakan untuk R.solanacearum memiliki bantuk fluidal, berwarna krem keruh, gram negatif, negatif pada pengujian KOH 3%, positif pada uji H202 3% , negatif pada pengujian fluoresent pada medium KB, sangat mukoid, negatif pada pengujian pertumbuhan 40 oC dan tidak memiliki endospore. Pengujian isolat B16 mampu menekan pekembangan R.soanacearum sebesar 11 mm pada pengujian in vitro. Perlakuan isolat B16 dalam formulasi yeast extract 0,25% + ekstrak kentang 150gr (750ml) + air kelapa (250ml) efektif menekan intensitas penyakit sebesar 95,11%, menekan nilai AUDPC menjadi 6,2. Perlakuan isolat B16 juga mampu meningkatkan variabel pertumbuhan tanaman seperti diameter batang, jumlah daun, luas daun dan tinggi tanaman masing masing sebesar 22,40%, 36,19%, 55,77% dan 41,80%. | The research objective are to characterize Bacillus sp. isolate B16 and R.solanacearum, test potency of Bacillus sp. On compressing R.solanacearum inside in vitro condition, and to get Bacillus sp. Isolate with highest effectivity to control R.solanacearum on in planta condition. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and Screenhouse, Faculty of Agriculture, University og General Soedirman in September 2017 untill January 2018. This research used Complete Randomize Design to in vitro testing and Block Randomize Design to in planta test with 4 treatment and 6 times repetition, if the experiment shown significant distinction between the treatment it will conduct with LSD test using 5% level. Several Treatment that used are control, B1 paddy isolate, B16 eggplant isolate, and B298 potato isolate. The Variable that observe are antagonistic capability, inhibiting mechanism, incubating term, offensive intensity, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), plant height, stem diameters, total leaf and leaf’s wide. The results showed that the characterization of antagonistic bacteria Bacillus sp. isolate B16 had round shape, cream color, had positive gram, positive for KOH 3% and H202 3% test, negative on fluorescent test on KB medium, not mucoid, positive on 40 oC growth test and had endospores. While for R. solanacearum had a fluidal shape, muddy cream, negative gram, negative at KOH 3% test, positive at H202 3% test, negative for fluorescent test on KB medium, very mucoid, negative on 40 oC, growth test and lacked endospore. Result of experiment shown that treatment of B16 are effectiv to inhibit growth of R.solanacearum inside in vitro condition at 11 mm. Treatment B16 isolate on formulation yeast extract 0,25% + potato extract 150gr (750ml) + coconut water (250ml) effective compress disease intensity 95,11%, hold number of AUDPC become 6,2. Treatment B16 isolate also capable increase plant growth variable such as stem diameters, total of leaf, leaf’s wide and plant high to each unit 22,40%, 36,19%, 55,77% dan 41,80%. | |
| 17163 | 20290 | F1B013041 | DAYA TANGGAP PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR TINGKAT SMP NEGERI DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana daya tanggap Pemerintah Kabupaten Banyumas terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar tingkat SMP di Kecamatan Purwokerto Timur dengan mengaitkan dengan teori daya tanggap,dengan aspek daya tanggap potensial, aktual, dan komitmen sumber daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sasaran penelitian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaen Banyumas, Kepala Sub Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, dan lima Kepala SMP Negeri di Kecamatan Purwokerto Timur. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dikumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah daya tanggap pemerintah Kabupaten Banyumas dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar tingkat SMP Negeri di Kecamatan Purwokerto Timur sudah baik, daya tanggap potensial dan aktual pemerintah Kabupaten Banyumas sudah tinggi, terdapat ketersediaan data dan tindakan yang terus dilakukan untuk pemenuhan SPM Pendidikan Dasar tingkat SMP di Kecamatan Purwokerto Timur. Namun oleh karena keterbatasan anggaran, berbagai masalah dan aspek yang telah teridentifikasi tidak dapat segera dipenuhi dengan cepat. | The purpose of this research is to know how the responsiveness of Government of Banyumas Regency toward fulfillment of Minimum Service Standard of Junior Secondary Education in Purwokerto Timur Subdistrict by relating with responsive theory, with potential aspect of responsiveness, actual, and resource commitment. This research uses descriptive qualitative method with research target of Head of Education Office of Banyumas Regency, Head of Sub Division of Education Office of Banyumas Regency, and five Head of State Junior High School in Purwokerto Timur Subdistrict. Techniques of collecting data through interviews, documentation, and observation. The result of this research is the responsiveness of government of Banyumas Regency in fulfilling the Minimum Service Standard of Junior High School Education in East Purwokerto Subdistrict is good, the potential and actual responsiveness of Banyumas regency government is high, there is data availability and continuous action to fulfill SPM Pendidikan The basic of junior high school in Purwokerto Timur District. However, due to budget constraints, identified problems and aspects can not be quickly met. | |
| 17164 | 20269 | G1B013088 | FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN RHODAMIN B PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR PURWOKERTO UTARA | Latar Belakang: Kasus cemaran kimia masih sering ditemukan salah satunya adalah kandungan bahan berbahaya seperti pewarna Rhodamin B. Jenis makanan yang seringkali mengandung bahan berbahaya tersebut salah satunya adalah jajanan anak sekolah. Penggunaan Rhodamin B pada jajanan anak sekolah tidak terlepas dari perilaku pedagang dalam mengolah dan menjual pangan jajanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan anak sekolah. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pedagang jajanan anak sekolah di sekolah dasar Purwokerto Utara yang berjumlah 56 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan uji hipotesis populasi tunggal dan diperoleh sampel sebesar 37. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan dua cara yaitu analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan dengan menampilkan tabel distribusi frekuensi dari setiap variabel. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dengan nilai α = 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan 8% jajanan anak sekolah mengandung Rhodamin B. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan anak sekolah adalah pengetahuan. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah sikap, aksesibilitas, peran sesama pedagang, peran petugas kesehatan dan peran pihak sekolah. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan Rhodamin B pada jajanan anak sekolah. | Background: Chemical contamination cases are still often found. One of them is the content of dangerous chemical compound like Rhodamine B. Kind of food that often contains hazardous material is children’s snacks. The use of Rhodamine B in children’s snacks is inseparable from the sellers’ behavior in producing and selling their snacks. This research is aimed at finding out the factors that are correlated to the use of Rhodamine B in children’s snacks. Methodology: This research is analytical research with cross sectional approach. The population of this research is 56 sellers of children’s snacks in elementary schools in North Purwokerto, the sampling technique uses single population hypothesis test and obtained a sample of 37. Sampling technique used is simple random sampling. Data analysis is conducted in two ways which are univariate analysis and bivariate analysis. Univariate analysis is done by displaying the table of frequency distribution of each variable. On the other hand, bivariate analysis is done by applying chi square test with the value α = 0,05. Research Result: The result of this research shows that 8% of children’s snacks contain Rhodamine B. The factor which is correlated to the use of Rhodamine B in children’s snacks is knowledge meanwhile the factors that are not correlated to the use of Rhodamine B in children’s snacks are attitude, accessibility, role of fellow seller, role of health workers, and role of school. Conclusion: There is correlation between knowledge and the use of Rhodamine B in children’s snacks. | |
| 17165 | 20293 | E1A012320 | TINDAK PIDANA PENGGUNAAN DOKUMEN PALSU KEPENDUDUKAN DALAM TINDAK PIDANA KEIMIGRASIAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Pati Nomor 31/Pid.Sus/2014/PN.Pti) | Skirpsi berjudul “TINDAK PIDANA PENGGUNAAN DOKUMEN PALSU KEPENDUDUKAN DALAM TINDAK PIDANA KEIMIGRASIAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Pati Nomor 31/Pid.Sus/2014/PN.Pti)” ini di latar belakangi karena pelaku penggunaan dokumen palsu ini adalah Warga Negara Asing berkewarganegaraan Cina. Warga Negara Asing ini ingin memiliki Paspor Indonesia sedangkan Ia telah memiliki Paspor sebelumnya yang dikeluarkan oleh Cina (RRC). Untuk melaksanakan niatnya memiliki Paspor ganda, pelaku memberikan keterangan yang tidak benar dan juga data yang tidak sah kepada petugas Imigrasi Kelas II Pati. Atas perbuatan tersebut pelaku didakwa dengan pasal 126 huruf c Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Permasalahan yang di bahas dalam penulisan ini adalah bagaimana penerapan unsur-unsur pasal 126 huruf c Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dan bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku penggunaan dokumen palsu kependudukan dalam tindak pidana keimigrasian. Setelah selesainya penulisan skripsi ini, penulis mendapat kesimpulan bahwa unsur-unsur dalam pasal 126 hurf c Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian telah terpenuhi dan hakim telah menjatuhkan sanksi sesuai dengan fakta yang ada dan juga keyakinannya. Namun disini penulis tidak setuju dengan putusan hakim yang dijatuhkan karena putusan atau sanksinya yang terlalu ringan. Kata kunci : Penggunaan Dokumen Palsu, Tindak Pidana Keimigrasian | ABSTRACT The Scripption entitled "CRIMINAL ACTION OF USE OF FALSE DOCUMENTS OF POPULATION IN THE CRIMINAL CRIMINAL ACT (Study of Decision of Pati District Court Number 31 / Pid.Sus / 2014 / PN.Pti)" is in the background because the perpetrators of the use of this false document are foreign nationals of Chinese citizenship. This Foreign Citizen wishes to have an Indonesian Passport while He already has a Passport previously issued by China (PRC). To carry out the intention of having a dual Passport, the perpetrator provided untrue information as well as unauthorized data to the Class II Pati Immigration officer. For the act, the perpetrator was charged with Article 126 Sub-Article c of Law Number 6 Year 2011 on Immigration. The problems discussed in this paper is how the application of the elements of article 126 letter c of Law number 6 of 2011 on Immigration and how the judge's judicial consideration in imposing criminal sanction against the perpetrators of the use of false documents of residence in immigration crime. After the completion of the writing of this thesis, the authors conclude that the elements in article 126 hurf c Law number 6 of 2011 on Immigration has been met and the judge has imposed sanctions in accordance with existing facts and beliefs. But here the authors disagree with the judge's ruling that was dropped because the verdict or sanctions are too light. Keywords: Use of False Documents, Crime of Immigration | |
| 17166 | 20294 | C1L013053 | The Influence of Profitability, Leverage, Firm Size and Capital Intensity Towards Tax Avoidance | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penghindaran pajak perusahaan. Ada beberapa faktor yang digunakan antara lain ukuran, leverage, profitabilitas, dan intensitas modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris apakah ukuran, leverage, profitabilitas, dan intensitas modal mempengaruhi penghindaran pajak pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang diambil sebagai objek pengamatan adalah 156 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012-2015. Penentuan sampel dibuat dengan menggunakan metode purposive sampling dan memperoleh sampel dari 36 perusahaan manufaktur berdasarkan cirteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Leverage, profitabilitas dan intensitas modal berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak. Dalam penelitian ini, masih banyak keterbatasan dan kekurangan yaitu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Oleh karena itu diperlukan lebih banyak variabel independen. | This study aims to examine the factors that affect the company’s tax avoidance. There are several factors used include size, leverage, profitability, and capital intensity. The purpose of this study is to empirically examine whether the size, leverage, profitability, and capital intensity influence tax avoidance in manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange. Population taken as the object of observation amounted to 156 manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange in the periode 2012-2015. Determination of the sample was made by applying purposive sampling method and obtain a sample of 36 manufacturing companies based on certain cirteria. The results showed that the size positive influence on tax avoidance Leverage, profitability and capital intensity negative influence on tax avoidance. In this study, there are still many limitations and shortcomings namely the effect of independent variables on the dependent variable. Hence more independent variables are needed. | |
| 17167 | 20297 | E1A013007 | PENJATUHAN PIDANA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENYEBABKAN MATINYA SESEORANG (Studi Kasus Putusan Perkara Pidana NO. 03/Pid.Sus-Anak/2015/PN.MJL di Pengadilan Negeri Majalengka) | ABSTRAK Tindak pidana tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa namun anak juga dapat melakukan suatu kejahatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah meningkatnya tindak pidana anak adalah dengan diterapkannya sanksi hukum pidana bagi anak yang melakukan kejahatan.Salah satu faktanya dapat dilihat dalam kasus yang terjadi dalam Putusan Hakim No. 03/Pid.Sus-Anak/2015/PN MJL. Dari hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa mengenai dasar pertimbangan Hakim dalam penetapan unsur-unsur tindak pidana kekerasan yang menyebabkan matinya seseorang yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum dalam Putusan Pengadilan Negeri Majalengka No. 03/Pid.Sus-Anak/2015/PN.Mjl telah memenuhi unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 c Undang-Undang No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yaitu yang pertama adalah tentang unsur “Setiap Orang” dan yang kedua Tentang unsur “Yang menempatkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak yang mengakibatkan Anak mati”. Pertimbangan Hakim dalam penjatuhan pidana dalam Putusan Pengadilan Negeri Majalengka No.03/Pid-Sus-Anak/2015/PN.MJL telah tepat karena hakim disini ketika menjatuhkan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana telah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan untuk terdakwa. Hal-hal yang memberatkan Terdakwa yaitu ada dua, yang pertama Perbuatan Terdakwa meresahkan masyarakat; dan kedua yaitu Perbuatan Terdakwa keji dan diluar batas kemanusiaan. Hal-hal yang meringankan terdakwa yaitu Anak mengakui terus terang perbuatannya. Sehingga hakim menjatuhkan pidana berupa Pidana penjara yaitu selama 7 (tujuh) tahun dan pidana pelatihan kerja selama 6 (enam) bulan di Panti Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra Cileungsi Bogor dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang semula itu 15 (lima belas) tahun dan/atau denda Rp.3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). Kata Kunci : Tindak Pidana; Kekerasan; Anak. | Criminal acts are committed not only by adults but children can also commit the crime. One of the efforts that can be taken to prevent the increase of child crime is by the imposition of criminal law sanctions for children committing a crime. One of the facts can be seen in the case of Judge Verdict. 03/Pid.Sus-Anak/2015/PN MJL. From the research result, it is concluded that on the basis of Judge's consideration in determining the elements of murder crime charged by the Public Prosecutor in the Decision of Majalengka District Court. 03 / Pid.Sus-Anak / 2015 / PN.Mjl has fulfilled the elements contained in Article 80 paragraph (3) jo article 76 c of Law No.35 of 2014 on amendment to Law No.23 of 2002 aboutChildre Protection. The first is about the element of "Every Person" and the second is about the element of "Who puts, commits, orders to commit, or participates in Violence against the Child that causes the Son to die" Judge's consideration in the imposition of the criminal sanction inMajalengka District Court Decision No.03 / Pid-Sus-Anak / 2015 / PN.MJL has been appropriate because the judge is imposing a criminal offense on a child committing a crime has considered incriminating matters and matters which lighten up for the defendant. There are two things that incriminate the Defendant, the first is act of Defendant disturbs the public; and second is the Deeds of the Defendant is heinous and beyond the limits of humanity. Things that lighten the defendant is the Child admits frankly his actions.Thus the judge imposed criminal punishment of 7 (seven) years and 6 months training in Marsudi Putra Cileungsi Social Rehabilitation Institution of Bogor from the demands of the General Prosecutor which was originally 15 (fifteen) years and fine of Rp. 3,000,000,000 (three billion rupiah). Keywords: Criminal act; Violence; Child. | |
| 17168 | 20296 | A1H013059 | UJI PERFORMANSI MESIN PENGERING TIPE ROTARY MANUAL PADA PROSES PENGERINGAN JAHE (Zingiber officinale Rosc.) | Tanaman jahe merupakan tanaman yang mudah sekali mengalami perubahan fisiologis, kimia dan fisik jika tidak ditangani secara cepat, sehingga mutu akan turun drastis. Oleh karena itu, setelah panen memerlukan penanganan pasca panen yaitu dengan melakukan pengolahan supaya dapat mengamankan hasil panen yang berlimpah (Rukmana, 2000). Salah satu cara untuk mengamankan hasil panen jahe yang melimpah yaitu dengan cara pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis performansi mesin pengering tipe rotary manual dalam pengeringan jahe meliputi perubahan kadar air, kapasitas optimum, efisiensi termal, dan daya putar silinder. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode eksperimental. Variabel yang diamati yaitu suhu, massa jahe, waktu, massa bahan bakar, massa tuas pemutar, diameter tuas pemutar, dan rpm tuas pemutar. Penelitian dilakukan menggunakan mesin pengering tipe rotary manual dengan bahan bakar gas LPG. Percobaan yang dilakukan yaitu membandingkan laju penurunan kadar air jahe, kapasitas mesin, efisiensi termal, dan daya putar silinder dengan melakukan pengambilan data sebanyak tiga kali pengulangan pada setiap perlakuan yang diujikan. Perlakuan yang diujikan menggunakan 4 perlakuan massa jahe awal yaitu 2 kg (P1), 3 kg (P2), 4 kg (P3) dan 5 kg (P4). Perubahan kadar air jahe paling cepat terjadi pada perlakuan P1 dengan waktu pengeringan selama 4,5 jam dan kadar air akhir ebesar 11,3 %. Kapasitas optimum mesin pengering sebesar 3,94 kg. Efisiensi termal tertinggi pada perlakuan P4 yaitu sebesar 26,59 %, dan daya putar silinder paling besar terjadi pada perlakuan P4 yaitu sebesar 13, 375 watt. | Ginger is a plant that easily changes physiological, chemical and physical if not handled quickly, so the quality will drop dramatically. Therefore, after harvest requires post-harvest handling that is by processing in order to secure abundant crops (Rukmana, 2000). One way to secure the abundant ginger harvest is by drying. The purpose of this research is to analyze the performance of manual rotary type drying machine in drying ginger including changes in water content, optimum capacity, thermal efficiency, and cylinder rotation. The method used in the research is experimental methode. The observed variables are temperature, ginger mass, time, fuel mass, rotary gear mass, rotary lever diameter, and rotary lever rpm. The research was conducted using manual rotary type dryer with LPG gas fuel. The experiment was conducted that is comparing the rate of decrease of ginger water content, engine capacity, thermal efficiency, and cylinder rotation by taking data as much as three times of repetition on each treatment tested. The treatments were tested using 4 ginger mass treatment, 2 kg (P1), 3 kg (P2), 4 kg (P3) and 5 kg (P4). At treatment P1 with drying time for 4.5 hours and final water content of 11.3%. The optimum capacity of the dryer is 3.94 kg. The highest thermal efficiency in the P4 treatment is 26.59%, and the largest cylinder rotation occurs at P4 treatment which is 13, 375 watts. | |
| 17169 | 20311 | A1H013056 | REFORMULASI MODEL KONSEPTUAL SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN PANGAN LOKAL BERDASARKAN MODEL KONSEPTUAL PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Pangan lokal merupakan pangan segar yang belum diolah yang dihasilkan dan dijual di lingkungan sekitar desa atau di lingkungan provinsi. Model konseptual sikap dan perilaku konsumen dalam mengkonsumsi pangan lokal di Indonesia perlu dibuat karena belum pernah dibuat sebelumnya di Indonesia. Dalam penelitian ini model konseptual pangan lokal akan dibuat dengan mereformulasi model mengenai pangan berkelanjutan. Sampel yang diambil berjumlah 260 responden yang dilakukan di pasar tradisional dan pasar modern di kabupaten Banyumas dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified sampling secara convenience dan menggunakan kuesioner skala likert. Analisis data dilakukan dengan Exploratory Factor Analysis untuk mendapatkan faktor apa saja yang mempengaruhi dan Multiple Regression untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang ada signifikan dalam mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen. Hasilnya menunjukkan beberapa perbedaan dengan model konseptual sebelumnya yaitu tidak berpengaruhnya faktor kebutuhan, keterlibatan, kepastian dan ketersediaan. Model konseptual yang baru menunjukkan bahwa sikap konsumen pangan lokal secara signifikan dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan (I dan P), norma personal (NP), norma sosial (NS) dan Kekuatan (Kk) sementara untuk keinginan berperilaku dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan (I dan P), , kontrol perilaku (KP), Keamanan (Ka) dan sikap konsumen itu sendiri. | Local food is fresh food that has not been processed, it is produced and sold in the village neighborhood or in the province. Conceptual model of consumers’ attitudes and behavior in consuming local food in Indonesia needs to be made because it has never been made before in Indonesia. In this study, the conceptual model of local food will be made by reformulating conceptual model on sustainable food. Consumers the number of samples taken was 260 respondents. The study was conducted in traditional and modern markets in Banyumas regency. The sampling technique used is stratified sampling in convenience and was using likert scale questionnaire. Data analysis was done by Exploratory Factor Analysis to obtain which factors influence it, and Multiple Regression was determine whether the existing factors significantly influence consumers’ attitudes and behavior. The result reveals some differences with pervious conceptual model in that factor of needs, involvement, certainty, and availability are not significant. The new conceptual model demonstrates that local food consumers’ attitude is significantly influenced by Information and Knewledge (I and P), personal norms (NP), social norms (NS) and power (Kk). Meanwhile, behavioral intention is influenced by Information and knewledge (I and P), Behavioral Control (KP), Security (Ka) and the consumers’ attitude itself. | |
| 17170 | 20439 | B1J013052 | Komposisi Ikan Karnivora, Herbivora, dan Omnivora di Sungai Banjaran | Kekayaan spesies ikan air tawar di Indonesia menurun karena aktivitas penangkapan ikan yang berlebihan khususnya ikan-ikan yang dikonsumsi. Hal ini menyebabkan populasi ikan-ikan target menurun dan komposisi spesies-spesies penyusun komunitas berubah. Komunitas ikan yang terganggu, akan berdampak pada kerusakan rantai makanan dan diikuti dengan ekosistem menjadi tidak stabil. Hal yang sama terjadi pula di Sungai Banjaran. Maka dilakukan penelitian mengenai komunitas ikan di Sungai Banjaran yang meliputi; kekayaan spesies ikan, kelimpahan individu masing-masing spesies, komposisi ikan karnivora, herbivora, dan omnivora serta interaksi predasinya. Penelitian ini bertujuan mengkaji kekayaan spesies ikan di Sungai Banjaran, komposisi dari masing-masing guild, dan interaksi antara predator dan prey di Sungai Banjaran. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling. Sungai Banjaran dibagi menjadi 5 stasiun pengamatan berdasarkan karakteristik fisik lingkungan dan aktivitas penangkapan ikan. Pada setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak 4 kali dengan interval 2 minggu. Data perbedaan kekayaan spesies ikan antarstasiun dianalisis dengan uji ANOVA, kelimpahan individu ikan karnivora, herbivora, dan omnivora dianalisis secara deskriptif dalam bentuk grafik piramida guild, dan interaksi predator dan prey dianalisis secara deskriptif dalam bentuk kurva predator-prey yang menggambarkan pengaturan populasi prey. Hasil penelitian di Sungai Banjaran tertangkap 115 individu yang terdiri atas 15 spesies dan terbagi menjadi 5 familia yang didominasi oleh Cyprinidae. Kekayaan spesies di kelima stasiun di Sungai Banjaran relatif sama dan dibuktikan dengan hasil analisis ANOVA yang menunjukkan F = 1,441 dan P > 0,05 (P=0,269). Komposisi kelimpahan ikan karnivora, herbivora, dan omnivora di sepanjang Sungai Banjaran yang dianalisis dengan menggunakan piramida guild memberikan hasil yang normal, stasiun 3 (Kober) memiliki komposisi guild yang paling normal. Interaksi predator dan prey tidak tergambarkan pada pengaturan ukuran populasi keduanya. | Species richness of freshwater fish in Indonesia is declining due to over exploitation, especially consumed fishes. This will lead to declining of targeted fish population and will change in the community compositions. The changing of fish communities will drive to food chain destructions and unstable ecosystems. The same case occured in Banjaran River. So this research conducted on fish communities in Banjaran River, particularly; species richness, abundance of fish and the composition among carnivorous, herbivorous, and omnivorous fish as well as their predatory interactions. This study evaluated species richness, the compositions of each guild, and the interaction between predator and prey in the Banjaran River. This research applied a survey with purposive random sampling technique. The Banjaran River is divided into five sites based on the physical characteristics of the environment and fishing activities. Sampling at each site was taken 4 replication with interval 2 weeks. Data of differences in fish species richness between sites were analyzed by ANOVA, abundance of carnivorous, herbivorous, and omnivorous fish analyzed descriptively based on the guild pyramides, and the interactions between predator and prey were analyzed descriptively by predator-prey curves that display the regulation population of prey by predator. The results of this reserach captured 115 individuals consists of 15 species and belong to 5 families that dominated by Cyprinidae. The species richness in the five sites in Banjaran River were relatively similar (F= 1.441 and P > 0.05 (P = 0.269)). The guild pyramides of composition carnivorous, herbivorous, and omnivorous fish were displayed that the third site (Kober) was occupied by an normal composition of them. The predator and prey interactions did not reflect to the populations regulation of both. | |
| 17171 | 20298 | F1J013045 | Analisis Bentuk dan Fungsi Ragam Bahasa Pria (danseigo) dalam High and Low The Story of Sword | Penelitian ini berjudul “Analisis Bentuk dan Fungsi Ragam Bahasa Pria (Danseigo) dalam High and Low The Story of SWORD”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi ragam bahasa pria (danseigo) yang ada dalam drama tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penyediaan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Dari hasil penelitian ditemukan 52 data bentuk danseigo yang terdiri atas 5 bentuk, antara lain: 1) bentuk daimeishi sebanyak 20 data 2) kandoushi 9 data 3) shuujoshi 12 data 4) ikeiyoushi 1 data dan 5) doushi 10 data. Berdasarkan analisis terhadap percakapan bentuk danseigo dalam drama, ditemukan 4 fungsi yaitu fungsi emotif, direktif, fatik dan imaginatif. Bentuk danseigo yang banyak digunakan adalah bentuk daimeishi dengan 8 variasi bentuknya, dan fungsi yang paling dominan adalah fungsi direktif. Fungsi direktif adalah fungsi yang bertujuan untuk mengatur tingkah laku pendengar, dimana penggunaan bentuk daimeishi kebanyakan digunakan ketika penutur ingin memberikan perintah atau larangan kepada mitra tuturnya dengan tujuan untuk mengatur tingkah lakunya. | This research is entitled “The analysis form and language function of man language variations (danseigo) in high and low the story of sword”. This research aims to describe the form and function of man language variations in this drama. This is a qualitative descriptive study by collecting the data through observation and taking notes. The result of this research are found that are 52 data of danseigo form which consist to 5 form, there are 1) daimeishi form consist of 20 data 2) kandoushi consist of 9 data 3) shuujoshi consist of 12 data 4)ikeiyoshi consist of 1 data and 5) doushi consist of 10 data. Based on analysis through conversation of danseigo form in this drama are found 4 functions, which are emotive function, directive function, phatic function and imaginative function. The most used danseigo form is daimeishi form with 8 variation of form and the most dominant function is directive function. This function purpose is to arrange listener’s behavior, which the most using daimeishi form was to used when speaker want to give command or prohibition to listener by purpose to settle listener’s behavior. | |
| 17172 | 20295 | F1J013014 | PENGARUH METODE DEMONSTRASI MELALUI MEDIA GAMBAR TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASAJEPANGDI SMK HKTI 1 PURWAREJA KLAMPOK | Penelitian ini berjudul pengaruh metode demonstrasi melalui media gambar terhadap peningkatan penguasaan kosakata bahasa Jepang. Tujuannya adalah mengetahui efektifitas penggunaan metode demonstrasi melalui media gambar serta mengetahui tingkat penguasaan kosakata bahasa Jepang pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan kelas XII Teknik Mesin. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan metode quasi experimen dan teknik purposive sampling dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian dari kedua kelas tersebut terdapat perbedaaan yang sangat signifikan, nilai rata-rata pretest kelas kontrol 33,09 dan kelas ekperimen 36,00 sedangkan nilai rata-rata posttest kelas kontrol 75,25 dan kelas eksperimen 87,63. Tingkat penguasaan kosakata bahasa Jepang kelas kontrol lebih rendah daripada kelas eksperimen yang dapat diketahui dari perhitungan uji-t. Selain itu, sebagian besar siswa kelas eksperimen sangat antusias terhadap metode pembelajaran demonstrasi melalui media gambar. Jadi, kesimpulannya adalah metode demonstrasi melalui media gambar efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jepang. | The present research is entitle”The effect of the use demonstration methods through the picture media toimproving theJapanese vocabulary mastery”. The objective of the research is to know the use demonstration methods through the picture media and to know the level of Japanese vocabulary masteryon twelve vocational high school students of mechanical engineering. This research used quantitativeresearcrh with quasi experimental design method and purposive sampling technique with two classes are control class and experiment class.Based on the results of research from both classes there is a very significant difference, the average of pretest score control class 33,09 and experiment class 36 00 while the average of posttest score control class 75,25 and experiment class 87,63. The level of Japanese vocabulary mastery of the control class is lower thanthe experiment class which can be known fromt-test scores.Beside that, most students experiment class are very anthusias about learning Japanese by using demonstrasion method through picture media. Therefore the conclusion of the research is that demonstration method through picture media is effective for students in improving Japanese vocabulary mastery. | |
| 17173 | 19787 | A1C113031 | Efisiensi Pemasaran Beras Putih Organik Pada Kelompok Tani "Rukun" Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Yogyakarta | ABSTRAK Beras putih organik memiliki nilai ekonomis tinggi. Permintaan yang tinggi menjadikan beras putih organik memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan petani. Peningkatan produksi dilakukan untuk memenuhi permintaan, tidak berarti bila tidak disertai pemasaran yang baik. Banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat juga akan mempengaruhi panjang pendeknya saluran pemasaran, besarnya biaya pemasaran dan efisiensi pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) saluran pemasaran beras putih organik, (2) besar marjin pemasaran total pada setiap saluran pemasaran, (3) bagian yang diterima petani, total biaya dan total keuntungan yang diterima pada setiap saluran pemasaran, (4) efisiensi pemasaran dan (5) transmisi harga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2017 dengan sasaran penelitian petani yang tergabung pada Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun serta pedagang beras putih organik produksi Kelompok Tani Rukun. Penentuan responden untuk petani menggunakan metode sensus terhadap 33 orang dan 4 orang pedagang menggunakan metode snowball sampling. Penelitian ini dianalisis dengan efisiensi pemasaran yang terdiri dari analisis saluran pemasaran, total biaya, total keuntungan, bagian yang diterima petani, marjin pemasaran, efisiensi teknis dan ekonomis dan elastisitas transmisi harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : terdapat empat saluran pemasaran beras putih organik produksi Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun yaitu Saluran I, Petani - Pedagang Pengumpul Desa - Konsumen sedangkan Saluran II, Petani - Pedagang Pengumpul Desa - Pedagang Besar - Konsumen adapun Saluran III, Petani - Pedagang Pengumpul Desa - Pedagang Besar - Pedagang Pengecer - Konsumen dan Saluran IV, Petani - Pedagang Pengumpul Desa - Pedagang Besar - Supermarket - Konsumen. Marjin pemasaran total pada saluran pemasaran I Rp1.500,00 per kilogram, saluran pemasaran II Rp9.000,00 per kilogram, saluran pemasaran III Rp11.200,00 per kilogram dan saluran pemasaran IV Rp4.750,00 per kilogram. Total biaya pemasaran terkecil terdapat pada saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp695,00 per kilogram dari marjin pemasaran. Total keuntungan lembaga pemasaran terbesar terdapat pada saluran pemasaran III yaitu Rp7.675,00 per kilogram dari total marjin. Bagian yang diterima petani terbesar pada saluran pemasaran I yaitu sebesar 88 persen. Indeks efisiensi teknis dan ekonomis saluran pemasaran beras putih organik adalah tidak efisien. Elastisitas transmisi harga adalah kecil (ET = 0,22). Berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah dianalisis bahwa pada saluran pemasaran beras putih organik belum ada yang efisien. | ABSTRACT Organic white rice which has a considerably high economic value. The high demand of organic white rice comes with the opportunity to increase the amount of its farmer’s income. Production increase will not usefull when not along with good marketing. Number of marketing institution involved in marketing of organic white rice will influence marketing channel size, total cost of marketing margin and marketing efficiency. This research aims to find out (1) the marketing channels of organic white rice, (2) the large marketing margin in any marketing channel, (3) the farmer’s share of margin that would be obtained by the farmer, total cost, and total profit that is received through every marketing channel, (4) marketing efficiency and (5) the elasticity of price transmission. The research was conducted from Maret to April 2017 with farmers and organic white rice sellers who belong to the Rukun Farmers Group in Pakembinangun Village as its research subjects. Sampling of farmer respondents was conducted through a survey method to 33 farmers, while the sampling of seller respondents was conducted through the snowball sampling methodology to 4 sellers. This research analyzed by marketing efficiency consist to channel analysis, total cost percentage, percentage of margin, farmer’s share, marketing margin, marketing efficiency both technically and economically and elasticity of price transmission. The result of the research has shown that : there are four marketing channels for the organic white rice produced by Rukun Farmers Group in Pakembinangun Village, namely, the channel I : Farmers - Village collector trades - Consumers, the channel II : Farmers - Village collector trades - Wholesalers - Consumers, the channel III : Farmers - Village collector trades - Wholesalers - Traders - Consumers, and the channel IV : Farmers - Village collector trades - Wholesalers - Supermarket - Consumers. The total marketing margin in channel I is Rp1.500,00 ; channel II is Rp9.000,00 ; channel III is Rp11.200,00 ; in channel III is Rp11.200,00 ; and channel IV is Rp4.750,00. The smallest total marketing expense percentage that is obtained on channel I is Rp695,00 of the marketing margin. The largest marketing profit on channel III is Rp7.675,00 of total margin. The largest of farmer’s share on marketing channel I is 88 percent. The technical and economical efficiency indexes, there has not been any marketing channel that is efficient enough to be used to market organic white rice.The result of research revealed that elasticity of price transmission was small (ET = 0,22). According to the criteria have been analyzed on marketing channels of organic white rice there has not been efficient. | |
| 17174 | 21469 | E1A114025 | PROSEDUR PENANGKAPAN OLEH PENYIDIK DENGAN MELAKUKAN TINDAKAN TEMBAK DI TEMPAT (Studi Di Polrestabes Semarang). | Upaya penegakan hukum merupakan suatu tindakan yang harus dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk mengungkap suatu tindak pidana maupun kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. Penegakkan hukum dalam proses penangkapan tersangka dilakukan oleh anggota Kepolisian yang mempunyai wewenang dalam melakukan proses tersebut. Namun seringkali dalam menengakkan hukum terutama pada proses penangkapan, anggota Kepolisian yang ada di lapangan menemui beberapa kendala yang dapat menghambat proses penangkapan tersebut. Sehingga dalam upaya proses penangkapan tidak jarang pula anggota Kepolisian menggunakan kekuatan dalam upaya tersebut, dalam hal ini melakukan tindakan tembak di tempat bagi tersangka yang berupaya melawan petugas maupun menghalangi upaya petugas untuk melakukan proses penangkapan dan tersangka yang dapat membahayakan nyawa petugas maupun warga masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis mencoba mengemukakan permasalahan mengenai alasan penyidik melakukan tindakan tembak di tempat dalam proses penangkapan dan prosedur penangkapan oleh penyidik dengan disertai tindakan tembak di tempat. Artikel ilmiah ini merupakan penelitian yuridis sosiologis dimana yuridis adalah hal yang berkaitan dengan norma atau aturan yang mengatur, dan sosiologis adalah untuk mengetahui sejauh mana hukum dapat diterapkan dalam kehidupan di masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut peraturan yang mengatur mengenai tindakan tembak di tempat oleh anggota Kepolisian diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Implementasi Implementasi Prinsip dan Standar HAM Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara RI, kemudian Perkapolri Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian, serta dalam hal penangkapan didasarkan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana. | Law enforcement efforts is an act that should be done by law enforcement agencies to uncover a crime or crimes committed by someone. Enforcement of the law in the process of catching the suspect conducted by members of the police force which has the authority to conduct the process. But often in the law enforcement especially in the process of catching up, members of the police force that exists in the field met several obstacles that could hinder the process of catching up. So in an attempt to process the arrest of members of the police force also frequently uses the power in these efforts, in this case doing a shoot in a place for a suspect that had tried to fight off officers nor hinder officers attempt to in the process of arrest and suspects that may harm the lives of officers as well as the citizens of the community. Based on the background of the author tried to put forward problems concerning the reasons investigators doing a shoot in a place in the process of arrest and arrest procedures by investigator with action shoot on the spot. Scientific articles this is the juridical sociological research which is juridical matters related to the norms or rules that govern, and sociological is to know the extent to which the law can be applied in the life of society. With regard to these regulations governing the actions of shoot on the spot by members of the police force is regulated in the regulations Assistant 2009 Year Number 8 About Implementation of the principles and standards of Human Rights in the conduct of the duties of the police force State of Republic Indonesia, then Perkapolri the number 1 of the year 2009 on the use of force in Police Actions, as well as in terms of arrests based on law No. 8 year of 1981 on the law of criminal procedure. | |
| 17175 | 20299 | F1B011005 | KINERJA BADAN USAHA MILIK DESA DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Keberadaan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa di Kecamatan Cilongok diharapkan mampu menggerakkan dinamika ekonomi masyarakat desa. Penelitian ini berjudul “Kinerja Badan Usaha Milik Desa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas” bertujuan mengukur kinerja Badan Usaha Milik Desa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif, dengan jumlah responden 60 orang dengan teknik yang di gunakan adalah sampling jenuh. Jenis data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui kuesioner, sedang data sekunder bersumber dari dokumen laporan, peraturan- peraturan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti dengan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia, fasilitas dan rencana strategis BUMDes berpengaruh terhadap kinerja BUMDes. Pemberdayaan sumber daya manusia melalui latihan misalnya dapat menambah hasil kerja pegawai sehingga dapat meningkatkan kinerha BUMDes. Di sisi lain fasilitas yang dibutuhkan selama bekerja harus dipenuhi sehingga sumbangsih sumber daya manusia dapat optimal. Rencana strategis juga tidak kalah penting sehingga setiap pegawai mempunyai standar operasional dalam bekerja. | Village-owned enterprises (BUMDes) is an economic institutions at the village level aims to manage the potential welfare villages and rural communities. That are managed by the village government and the community. BUMDes of Cilongok expected to move the economic dynamics of the village community. This research was entitle “performance of village-owned enterprises in Cilongok district on Banyumas regency” has aimed to finding out performance of village-owned enterprises. This research uses a type of quantitative research, with the number of respondents 60 people with a the sampling of saturated technique. Primary data obtained through questionnaires. Secondary data source documents report, the regulations pertaining to the issues that will be examined by quantitative analysis. Base on the research has conclussion that human resources, facility and planning of strategic have significance effect on performance of village-owned enterprises. Empowerment of human resources through training for example can increase employee to improve performance of village-owned enterprises. Beside it, the facilities needed during work must be optimized contribution of human resources. The strategic plan is also not less important so employee has the works operational standards. | |
| 17176 | 20300 | F1D011023 | GERAKAN PRESIDIUM PEMBENTUKAN KABUPATEN PANGANDARAN (P2KP) DALAM MEWUJUDKAN KABUPATEN PANGANDARAN | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami gerakan yang dilakukan oleh Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran (P2KP) dalam upayanya untuk mewujudkan Kabupaten Pangandaran.Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi dan paradigma konstruktivisme yang datanya diperoleh dari wawancara, observasi dan data sekunder. Hasil dari penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mendukung keberhasilan Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran (P2KP) dalam mewujudkan Kabupaten Pangandaran adalah karena adanya keinginan yang kuat untuk dapat memajukan wilayah Pangandaran dan mensejahterakan masyarakat dengan mendekatkan pelayanan pada masyarakat yang berada di wilayah Ciamis Selatan,melakukan gerakan yang sitematis dan kooperatif, dan tidak adanya kepentingan politik baik individu maupun kelompok dalam proses pembentuakn Kabupaten Pangandaran ini. Kesimpulannya adalah kesuksesan Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran (P2KP) dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin memekarkan daerahnya, kelompok pejuang pemekaran harus dapat fokus dengan tujuannya, dan tidak memiliki kepentingan politik baik pribadi maupun kelompok, hal tersebutlah yang sering kali membuat pemekaran daerah terhambat karena saling berbenturan dengan kepentingan politiknya. | This research is intended to find out the actions taken by Pangandaran Regency Formation Presidium (PRFP) in its effort to establish Pangandaran Regency. Qualitative method with phenomenology approach and constructivism paradigm was applied to collect the data from interview, observation and secondary data. The results of this research show that there are several factors that support the success of Pangandaran Regency Formation Presidium (PRFP) in developing Pangandaran Regency. The first is due to the strong desire to develop Pangandaran area and to prosper the community by establishing closer service to people who live in South Ciamis region. The second factor is the systematic and co-operative actions taken by the PRFP. The last reason is no political interests by both an individual and groups in the process developing Pangandaran. The conclusion is that the success of the Pangandaran Regency Formation Presidium (PRFP) can be an example for other regions that want to develop their area. The developing group must be able to focus on its objectives and does not have any political interests both individually or collectively because it is what often makes the region development hampered. | |
| 17177 | 20301 | F1B013015 | PEMBERDAYAAN PETANI DALAM UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK UNGGULAN GULA KELAPA DI DESA PANUSUPAN KECAMATAN CILONGOK | Upaya dalam peningkatan daya saing diperlukan suatu produk unggulan yang memanfaatkan kearifan lokal masing-masing daerah. Gula kelapa merupakan salah satu produk unggulan khususnya dari Desa Panusupan Kecamatan Cilongok dan Kabupaten Banyumas pada umumnya. Desa Panusupan sebagai daerah dengan penghasil produk unggulan gula kelapa terbanyak di Kecamatan Cilongok, namun kualitas gula kelapa yang dihasilkan tidak semua berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan petani dalam upaya peningkatan daya saing produk unggulan gula kelapa di Desa Panusupan. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Panusupan Kecamatan Cilongok. Sasaran penelitian ini yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyumas, Bappedalitbang Kabupaten Banyumas, Koperasi Nira Satria, LSM LPPSLH, Ketua kelompok petani Desa Panusupan dan anggota kelompok petani Desa Panusupan. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses penyadaran, pengkapasitasan dan pemberian daya sudah dilakukan, baik oleh pemerintah, LSM LPPSLH dan koperasi. Pemberdayaan berawal dari tumbuhnya self empowerment pada petani dan terbentuknya kelompok petani gula kelapa. Kemudian mendorong peningkatan daya saing melalui perubahan produksi dari gula cetak menjadi gula Kristal. Pengkapasitasan sudah dilakukan dengan kegiatan pelatihan-pelatihan dan pendampingan intensif dalam pengembangan produksi gula kelapa. Klaster industri gula kelapa sebagai forum koordinasi pengembangan gula kelapa belum dimanfaatkan oleh pemerintah, LSM LPPSLH dan pelaku usaha termasuk didalamnya koperasi menyebabkan tumpang tindih satu sama lain dan menjadi kurang efektif. | Efforts to improve competitiveness required a superior product that utilizes local wisdom of each region. Coconut Sugar is one of the excellent products especially from Panusupan Village, Cilongok Subdistrict and Banyumas Regency in general. Panusupan Village is the region with the largest producer of coconut sugar products in Cilongok district, but the quality of palm sugar produced is not all competitive. This research aims to determine the empowerment of farmers in an effort to improve the competitiveness of coconut sugar superior products in Panusupan Village, Cilongok Subdistrict. This research method is qualitative descriptive. Research location in Panusupan Village, Cilongok Subdistrict.The target of this research are Industry and Trade Office (Disperindag) of Banyumas Regency, Bappedalitbang of Banyumas Regency, Cooperative of Nira Satria, NGO LPPSLH, Head of Farmer Group of Panusupan Village and member of farmer group of Panusupan Village. Selection of informants by using purposive sampling technique. The result of the research shows that in general the process of awareness, capturing and giving of power has been done by government, LPPSLH NGO and cooperative. Empowerment begins with the growth of self empowerment of farmers and the formation of groups of coconut sugar farmers. Empowerment is done to encourage increased competitiveness through changes in production from sugar prints to sugar crystals. Capacity building efforts have been conducted with intensive training and mentoring activities in the development of coconut sugar production. The coconut sugar industry cluster as a coconut sugar development coordination forum has not been utilized by the goverment, LPPSLH NGO’s and business actors including cooperatives cause overlap with each other and the become less effective. | |
| 17178 | 20389 | B1J013152 | Daya Hambat Senyawa Antimikroba dari Actinomycetales Laut Dalam terhadap Mycobacterium smegmatis dan Escherichia coli | Mikroba laut dalam telah banyak dilihat oleh para periset untuk mencari senyawa antimikroba baru. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi senyawa aktif yang memiliki aktivitas antimikroba dari mikroba laut dalam. Sampel diambil di perairan laut perairan Sumba dari dasar laut sampai kedalaman 3000 meter. Mikroba target yang akan didapat adalah Actinomycetes. Isolasi dilakukan dengan 3 metode dan 3 medium. Ekstraksi senyawa bioaktif menggunakan pelarut etil asetat dan dilakukan pada corong pemisahan. Uji potensi antimikroba dilakukan dengan 2 metode, yaitu Kirby Bauer / agar difusi dan Konsentrasi Hambat Minimum (MIC). Bakteri yang digunakan untuk memilih senyawa antimikroba adalah Mycobacterium smegmatis dan Escherichia coli. Metode Kirby Bauer dilakukan untuk memilih isolat yang mengandung agen antimikroba menggunakan cakram kertas untuk meredakan senyawa antimikroba ke daerah sekitarnya. MIC dilakukan untuk menentukan konsentrasi hambat dari ekstrak mikroba yang memiliki seleksi potensial dari Kirby-Bauer. Hasil isolasi diperoleh 90 isolat Actinomycetes dari 5 sampel dan sebanyak 20 isolat dipilih untuk uji antimikroba. Empat isolat (2C, 3A, 3D, dan 5L) menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap E. coli dan M. smegmatis. Diameter zona penghambat yang dihasilkan 2C adalah 9,75 mm dan 3A adalah 10,7 mm melawan E. coli sedangkan 3D adalah 11,85 mm dan 5L adalah 10,35 mm terhadap M. smegmatis. Nilai MIC pada sampel 2C adalah 10 μg / μl dan 3A pada 40 μg / μl terhadap E. coli sedangkan 3D adalah 80 μg / μl dan 5L adalah 0,3125 μg / μl terhadap M.smegmatis. | The deep-sea microbes have been widely looked by researchers to look for new antimicrobial compounds. The study was conducted with the aim to evaluate the active compounds that have antimicrobial activity from deep sea microbes. Sample was taken in the marine waters of Sumba waters from the seabed until depths of 3000 meters. The target microbes to be obtained are Actinomycetes. Isolation was done by 3 methods and 3 medium. Bioactive compounds extraction uses an ethyl acetate solvent and is performed on a separation funnel. The antimicrobial potential test was performed by 2 methods, namely Kirby Bauer/agar diffusion and Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Bacteria used to select antimicrobial compounds are Mycobacterium smegmatis and Escherichia coli. The Kirby Bauer method was performed to select isolates containing antimicrobial agents using paper discs to diffuse the antimicrobial compounds to the surrounding area. MIC was performed to determine the inhibitory concentrations of microbial extracts that had potential selection from Kirby-Bauer. The isolation result obtained 90 Actinomycetes isolates from 5 samples and as many as 20 isolates were selected for antimicrobial assay. Four isolates (2C, 3A, 3D, and 5L) showed antimicrobial activity against E. coli and M. smegmatis. Diameter of the resulting inhibit zone 2C is 9.75 mm and 3A is 10.7 mm against E. coli while 3D is 11.85 mm and 5L is 10.35 mm against M. smegmatis. The MIC value in the 2C sample is 10 μg/μl and 3A at 40 μg/μl againts E. coli while 3D is 80 μg/μl and 5L is 0.3125 μg/μl againts M.smegmatis. | |
| 17179 | 20523 | F1C013009 | Literasi Media Di Facebook (Etnografi Virtual Pada Fanpage Indonesian Hoaxes) | Saat ini Facebook menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Melalui media sosial Facebook, seseorang bisa mencari informasi ataupun menghasilkan informasi itu sendiri. Banyaknya terpaan informasi di media sosial khususnya Facebook seringkali menyebabkan banyaknya informasi hoax yang beredar di media sosial tersebut. Fenomena hoax di media sosial memunculkan Fanpage Indonesian Hoaxes untuk memberantas hoax serta memberikan pemahaman mengenai literasi media. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah cyberculture dan internet literacy dengan tujuan untuk mencari tahu tingkat literasi followers Fanpage Indonesian Hoaxes dengan indikatornya adalah akses, analisis, evaluasi dan content creation. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, sehingga didapatkan 9 orang informan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan 2 cara, yaitu wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah dari 9 informan tidak memiliki kesulitan dalam melakukan akses dan membuat konten, karena mereka telah menggunakan internet dengan waktu yang cukup lama. Namun, untuk pembuatan konten dengan isi yang berkaitan dengan permasalahan politik, ekonomi, sosial dan budaya para informan belum sampai pada tahap itu. Kesembilan informan juga telah sampai pada tahap analisis, mereka mampu mengidentifikasi informasi-informasi mana yang hoax dan mampu membandingkan informasi yang mereka dapatkan untuk dicari kebenarannya. Pada tahap evaluasi 8 orang informan mampu melakukannya dengan baik, namun 1 orang informan masih kesulitan dalam melakukan evaluasi terhadap informasi yang dia dapatkan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan user dan informasi hoax. | Indonesian Society mostly used Facebook as social media to find information or produce information itself. The amount of information exposure on social media, especially Facebook causes hoax information circulate in social media. This problem appeared Fanpage Indonesian Hoaxes ro eredicate hoax and provide an understanding of media literacy. In this research, cyberculture and internet literacy use as based theory. This theory have purpose to find the level in internet literacy. The indocators from this research are access, analysis, evaluation and content creation. This research use qualitative approach with virtual etnography method. The informant technique selection researcher used purposie sampling. From this research obtained 9 informants. Data collection techniques in this study using 2 ways, the interviews and observations. The result from this research are 9 informants have no dofficulty in access and create content, because they have been using the internet for a long time. However, content-making with political, econimoic, social and cultural issues they can’t make that content. The ninth informants also reached at the analysis, they were able to identify which information is hoax and able to compare the information they get to find th etruth. In the evaluation stage 8 informants were able to do well, but one informant was still having problems in evaluating, the information he got and did not know what to do when he found the user and the hoax information. | |
| 17180 | 21985 | B1J013180 | DAYA SERAP KARBON DIOKSIDA TANAMAN DUKU (Lansium parasiticum) PADA BERBAGAI UMUR DI KALIKAJAR, KABUPATEN PURBALINGGA | Karbon dioksida adalah salah satu jenis gas rumah kaca dengan konsentrasi tertinggi di atmosfer. Peningkatan emisi CO2 secara terus-menerus menyebabkan terjadinya fenomena pemanasan global (global warming). Pemanasan global memberi dampak terhadap pola dan keseimbangan iklim dunia, terlebih di daerah tropis. Dampak yang paling merugikan adalah perubahan cuaca dan pergeseran iklim yang mengganggu bagi sektor pertanian serta produktivitas pangan. Upaya mitigasi dari pemanasan global dapat dilakukan dengan penanaman tumbuhan hijau, antara lain tanaman duku. Tumbuhan mampu mengurangi konsentrasi CO2 atmosfer melalui proses fotosintesis. Kemampuan tanaman dalam menyerap CO2 sangat dipengaruhi oleh umur tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara umur tanaman duku dengan daya serap CO2 dan mengetahui umur tanaman duku yang paling optimal dalam menyerap CO2. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daya serap karbon dioksida tanaman duku berbeda pada setiap kelompok umur, yaitu meningkat sesuai pertambahan umur tanaman. Belum diketahui umur tanaman duku yang paling optimal dalam menyerap karbon dioksida. | Carbon dioxide is one of the greenhouse gases with the highest concentration in the atmosphere. An increase in CO2 emissions is continuously led to the phenomenon of global warming. Global warming give impact on the world climate patterns and balance, especially in the tropics. The most adverse impact is the change in weather and climate shifts that are disturbing for the agricultural sector and food productivity. Efforts on mitigation of global warming can be done by planting green plants, i.e. duku plant. The plant is capable of reducing the CO2 concentration of the atmosphere through the process of photosynthesis. However, the level of ability of the plant in absorbing CO2 was strongly influenced by the age of the plant, thus needed research on absorption of CO2 and the age of the plant. This study was conducted to determine the relationship between age of plants with CO2 absorption duku and the age of the plant the most optimal duku in absorbing CO2. The results of this study can be concluded that the absorption of carbon dioxide of duku plant is different in each age group, which increases as the age of the plant increases. Not yet known the age of duku plants is the most optimal in absorbing carbon dioxide. |