Artikelilmiahs
Menampilkan 17.181-17.200 dari 50.009 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17181 | 20302 | H1G012018 | PENGARUH UKURAN PARTIKEL ZEOLIT ALAM LAMPUNG TERHADAP ADSORPSI AMMONIA YANG TERKANDUNG DALAM LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias sp.) | Kajian adsorpsi ammonia dari limbah budidaya ikan lele (Clarias sp.) oleh zeolit alam Lampung pada berbagai ukuran partikel telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi optimum ammonia oleh zeolit alam Lampung, untuk mengetahui ukuran partikel zeolit optimum dalam mengadsopsi ammonia (100 mesh (0,150 mm), 120 mesh (0,125 mm), 140 mesh (0,106 mm) serta untuk mengetahui apakah hasil adsorpsi ammonia oleh zeolit alam Lampung berada di bawah ambang baku mutu ammonia bagi perairan budidaya ikan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan RAL pola faktorial (ukuran partikel) kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dilanjut dengan BNJ. Hasil Penelitian menunjukan optimum adsorpsi terdapat pada ukuran partikel 140 mesh (0,106 mm) sebesar 1,45 mg/L atau 89,67%. Kesimpulan penelitian ini adalah kapasitas maksimum adsorpsi ammonia pada limbah budidaya ikan lele (Clarias sp.) oleh zeolit alam Lampung sebesar 1,45 mg/L dengan adsorpsi terbaik pada ukuran partikel 140 mesh (0,106 mm) hasil adsorpsi masih berada di atas ambang baku mutu ammonia bagi lingkungan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 yaitu ≤ 0,02. | A study of adsorption ammonia from waste catfish (Clarias sp.) by Lampung natu ral zeolit at various particle sizes was conducted. The study was to know adsorption optimum ammonia by Lampung natural zeolite, to know the optimum particle size zeolite in adsorbing ammonia 100 mesh (0.150 mm), 120 mesh (0.125 mm), 140 mesh (0.106 mm), and to know whether the remaining results of ammonia adsorption by Lampung natural zeolite is under the threshold of ammonia quality standards for fish farming waters. Experimental method with CRD in factorial pattern was used and then data were F-tested and followed with HSD. Research shows there are optimum adsorption on the particle size of 140 mesh (0.106 mm) of 1.45 mg /L or 89.67%. It is concluded that the maximum adsorption capacity of ammonia in waste catfish by natural zeolite Lampung at 1.45 mg/L with the best adsorption on the particle size of 140 mesh (0.106 mm) remaining results of adsorption is still above the threshold quality standards ammonia for the environment based on Government Regulation no. 82 Year 2001 that is ≤ 0,02. | |
| 17182 | 20303 | H1C011017 | ANALISIS VARIABEL JARAK TERHADAP PERFORMANSI FIBER OPTIC PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK AREA BOGOR | Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dibidang telekomunikasi khususnya di layanan jaringan internet, maka semakin banyaknya pula user yang menginginkan pemasangan instalasi jaringan fiber optic pada wilayahnya. Masalah uama pada wilayah yang luas dimana jarak akan menjadi kendala paling utama dalam penarikan kabel fiber optic. Semakin jauh jarak penarikan kabel hingga mencapai pelanggan dapat mempengaruhi perfomansi dari jaringan fiber optic. Beberapa parameter yang mempengaruhi perfomansi antara lainnya atenuasi atau redaman, throughput, bending, dispersi, dan bandwidth. Menggunakan live monitoring embassy milik PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dengan cara memasukkan data pelanggan yang sudah terintegarasi dengan sistem maka akan muncul status jaringan personal berupa jarak penarikan kabel, jenis instalasi jaringan yang digunakan, daya yang keluar dari sumber hingga yang diterima pada pelanggan, dan redaman yang terjadi pada tiap-tiap perangkat aktif jaringan. Data yang didapat diharapkan dapat memudahkan dalam mengatasi masalah sehingga dapat dilakukan penanganan awal atau secara langsung pada pelanggan. | User demand right now is increasing on telecomunication field, specially on internet provide service, by then make so many user want fiber optic installation on their coverage.The main problem on wide coverage which is distance of fiber optic transmission. As far fiber optic have high distance to reach user will be determined perfomance of the fiber optic itself. Some of parameter will be determined perfomance which is atenuation, throughput, bending, disperse, dan bandwidth. Using live monitoring embassy owned by PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk by inserted user data whom have been intergrated by sistem will provide us personal networking status of user, such as distance of tranmission, network installation type which used, power value from source till reach it to user, attenuation value which happen on every active part of installation. The data itself hopely will help us to make it easier when troubleshooting or maintenance directly to user. | |
| 17183 | 20305 | C1B013024 | PENGARUH STORE ATMOSPHERE, PRICE DISCOUNT DAN MERCHANDISING TERHADAP IMPULSE BUYING DENGAN SHOPPING EMOTION SEBAGAI VARIABEL (Studi Pada Konsumen Ramayana Deparment Store Cirebon) | Penelitian ini berjudul Pengaruh Store Atmosphere, Price Discount dan Merchandising terhadap Impulse Buying dengan Shopping Emotion sebagai variabel mediasi (Pada Konsumen Ramayana Department Store Cirebon) Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis Pengaruh Store Atmosphere, Price Discount dan Merchandising terhadap Impulse Buying dengan Shopping Emotion sebagai variabel mediasi (Pada Konsumen Ramayana Department Store Cirebon. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Ramayana Departent Store Cirebon. Penentuan ukuran sampel menggunakan metode interval taksiran, berdasarkan perhitungan diperoleh ukuran sampel minimal sebanyak 96 responden. Kuesioner online yang disebar sebanyak 115 kuesioner. Kuesioner yang kembali dengan data lengkap sebanyak 100 kuesioner. Metode pengambilan sampel menggunakan metode teknik purpossive sampling. Alat analisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Store Atmosphere, Price Discount dan Merchandising berpengaruh positif terhadap Impulse Buying dengan Shopping Emotion sebagai variabel mediasi Konsumen Ramayana Department Store Cirebon .Implikasi penelitian ini yaitu Berdasarkan hasil penelitian Store Atmosphere, Price Discount dan Merchandising berpengaruh positif terhadap Impulse Buying dengan Shopping Emotion sebagai variabel mediasi. Hal ini harus menjadi perhatian bagi perusahaan ritel Ramayana Department Store Cirebon untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi para konsumen. | The title of this research is Influence of Store Atmosphere, Price Discount, Merchandising toward Impulse Buying with shopping emotion as mediation variable (At Ramayana Department Store Cirebon). The purpose of this study is to analyze the influence of Store Atmosphere, Price Discount, Merchandising toward Impulse Buying with shopping emotion as mediation variable (At Ramayana Department Store Cirebon The population in this study is Ramayana Department Store Cirebon consumer. Determination of sample size using interval estimation method, based on the calculation obtained minimum sample size as much as 96 respondents. Questionnaires were distributed as many as 115 questionnaires. Questionnaire returned with complete data is 100 questionnaires. Sampling method using purposive sampling technique method. Analysis tool use multiple regression. The results showed that have Store Atmosphere, Price Discount, Merchandising with shopping emotion as mediation variable toward Impulse Buying At Ramayana Department Store Cirebon consumer The implication of this research is Based on the study result Store Atmosphere, Price Discount, Merchandising with shopping emotion as mediation variable toward Impulse Buying At Ramayana Department Store Cirebon consumer . This should be the attention of the stakeholder of Ramayana Department Store Cirebon to continue to improve the best service for consumers. | |
| 17184 | 20306 | E1A111083 | LEGAL STANDING DALAM GUGATAN TERHADAP SURAT KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN MUSI BANYUASIN (Studi Putusan Nomor: 10/G/2015/PTUN-PLG) | Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu lingkungan Peradilan di Indonesia yang berwenang mengadili atau menangani sengketa Tata Usaha Negara. Pasal 1 angka 12 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 menentukan bahwa Tergugat merupakan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya yang digugat oleh orang atau badan hukum perdata. Sedangkan untuk definisi Penggugat memang tidak terdapat dalam Undang-Undang Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, namun demikian dari ketentuan yang terdapat dalam Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dapat kita ketahui yang dimaksud dengan Penggugat adalah orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan akibat diterbitkannya suatu Keputusan Tata Usaha Negara. Mengenai hak gugat yang dimiliki orang atau badan hukum perdata yang menentukan bahwa Orang atau Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara, dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang, yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan / atau rehabilitasi. Penulis pada penelitian di dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis secara deskriptif dengan menggunakan data yang bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan dan disajikan dalam deskriptif secara sistematis, logis, dan rasional dengan analisi data secara kualitatif. Putusan yang penulis teliti adalah mengenai adanya suatu persoalan hukum mengenai hak gugat (legal standing) Penggugat. Obyek penelitian penulis yaitu Putusan Nomor: 10/G/2015/PTUN-PLG. | Administrative Courts is one of the environmental justice in Indonesia, that is authorized to hear or deal with State Administrative disputes. Article 1 Sub-Article 12 of Law Number 51 Year 2009 stipulates that the Defendant is a Board or State Administration Officer who issues a decision based on the authority he or she has assigned to him that is sued by a civil person or legal entity. As for the definition of the Plaintiff is indeed not contained in the Law on State Administrative Court, however, from the provisions contained in Article 53 paragraph (1) of Law Number 9 Year 2004 we can know what is meant by the Plaintiff is a civil law person or entity who felt his interest was impaired due to the issuance of a State Administrative Decree. Regarding the legal rights of a civilian person or legal entity that determines that a Person or Civil Legal Entity that feels its interest has been impaired by a State Administrative Decree may file a written claim to the competent Court containing the demand that the Disputed Administrative Decision be declared void or invalidate, with or without a claim for compensation and / or rehabilitation. The author on the research in this thesis using research methods with the approach of legislation and analytical approach descriptively using data sourced from secondary data. Methods of data collection using literature study and presented in descriptive in a systematic, logical, and rational with qualitative data analysis. The author's verdict is about a legal matter concerning the Plaintiff's legal standing. Object of research author that is Decision Number: 10 / G / 2015 / PTUN-PLG. | |
| 17185 | 20307 | B1J013131 | PREVALENSI TUNGAU PARASIT PADA CICAK POHON DI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Cicak merupakan anggota familia Gekkonidae. Salah satu jenis cicak adalah cicak pohon yang ditemukan di pepohonan. Cicak pohon sebagai organisme tidak lepas dari serangan organisme lain diantaranya tungau parasit.Tungau Geckobia (Familia Pterygosomatidae) merupakan ektoparasit pada cicak familia Geckonidae. Cicak pohon dapat terinfestasi oleh tungau parasit karena adanya interaksi fisik antar cicak. Interaksi dapat berupa kontak seksual, perkelahian atau karena hidup bersama dalam satu sarang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis tungau parasit pada cicak pohon dan menentukan nilai prevalensi tungau parasit pada cicak pohon di Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Manfaat dari penelitian ini adalah agar dapat menjadi acuan bagi pengembangan penelitian tungau parasit pada cicak pohon selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Sampel cicak pohon diambil masing-masing 25 ekor dari empat kecamatan di Purwokerto. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah spesies tungau parasit dan nilai prevalensi tungau parasit yang menginfestasi cicak pohon, dengan parameter yaitu, banyaknya cicak pohon yang terinfestasi tungau parasit. Tungau parasit yang diperoleh diidentifikasi menggunakan kunci determinasi oleh Bertrand et al. (2013). Data dianalisis dengan cara menghitung jumlah sampel cicak pohon yang terinfestasi dibagi dengan jumlah sampel cicak pohon seluruhnya. Hasil penelitian didapatkan lima spesies tungau yang menginfestasi cicak pohon, yaitu Geckobia keegani, Geckobia gleadovania, Geckobia turkestana, Geckobia simplex, dan Geckobia diversipilis. Prevalensi tungau parasit pada Hemidactylus frenatus adalah 27% dan pada Hemidactylus platyurus adalah 29%. Prevalensi tungau parasit pada kedua cicak pohon tersebut relatif sama dengan prevalensi total yaitu 28%. Prevalensi tungau parasit pada H.frenatus paling tinggi di bagian digiti dan pada H. Platyurus di bagian badan. G.gleadovania memiliki prevalensi paling tinggi pada H.frenatus dan G.diversipilis pada H.platyurus. | Gecko is a member of the family Gekkonidae. Tree gecko is a species of gecko, that is found on trees. As an organism, tree gecko is inevitable from the infestation of other organisms, such as parasitic mites. Geckobia mites (Family Pterygosomatidae) are ectoparasites found in the member of familia Geckonidae.Tree gecko can be infested by parasitic mites due to the physical interactions between the geckos, for example sexual contact, fighting or living together in a habitat. The purpose of this research were to know the parasite mites and to determine the prevalence value of parasitic mites on tree gecko in Purwokerto, Banyumas, Central Java. This research is expected to be a reference for the further research of parasitic mites on tree gecko. This study used survey method with random sampling technique. Twenty-five (25) individuals of tree gecko were taken from four subdistricts in Purwokerto. The variables observed in this study were the species and the prevalence value of parasitic mites that infested the tree gecko, with the parameter of number of infested tree gecko. The obtained parasitic mites were identified using the determination keys by Bertrand (2013). The data were analyzed by counting the number of samples of infested tree gecko divided by the total number of tree gecko sampled. The results showed five species of mites that infested the tree gecko are Geckobia gleadovania, Geckobia turkestana, Geckobia simplex, and Geckobia diversipilis. The prevalence of parasitic mites on Hemidactylus frenatus was 27% and on Hemidactylus platyurus was 29%. The prevalence of parasitic mites of both tree gecko was relatively equal with the total prevalence 28%. The highest prevalence of parasitic mites on H. frenatus was on the digiti and on H. platyurus was on the body. G.gleadovania had the highest prevalence on H. frenatus and G.diversipilis on H. platyurus. | |
| 17186 | 20312 | C1J013041 | DETERMINANTS OF GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT IN EASTERN INDONESIA REGION 2011-2015 | Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan ukuran kinerja makro kegiatan ekonomi di suatu wilayah. PDRB suatu wilayah menggambarkan struktur ekonomi daerah, peranan sektor-sektor ekonomi dan pergeserannya yang didasarkan pada PDRB harga berlaku dan PDRB harga konstan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kenaikan PDRB suatu wilayah, antara lain yaitu tenaga kerja, PMDN, PMA dan Pengeluaran Pemerintah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja, PMDN, PMA dan Pengeluaran Pemerintah terhadap PDRB di Kawasan Timur Indonesia. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis kuantitatif periode 2011 hingga 2015, serta objek penelitian ini adalah 12 provinsi di Kawasan Timur Indonesia. Variabel independen yang digunakan antara lain Tenaga kerja, PMDN, PMA dan Pengeluaran Pemerintah, sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah PDRB. Adapun metode kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis pengaruh antar variabel adalah analisis Regresi Data Panel. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa variabel tenaga kerja dan PMA berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB di Kawasan Timur Indonesia. Sedangkan variable PMDN dan Pengeluaran Pemerintah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PDRB di Kawasan Timur Indonesia. Implikasi dari penelitian ini adalah sebaiknya pemerintah terutama pemerintah daerah melakukan upaya yang lebih maksimal untuk meningkatkan PDRB daerah tersebut. Upaya tersebut diantaranya adalah meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan minat investasi, meningkatkan kualitas pendidikan sumber daya manusia, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi, serta pengendalian pertumbuhan penduduk. | Gross Regional Domestic Product (GRDP) is a measure of macro economic activity in a region. Regional GRDP describes the regional economic structure, the role of economic sectors and its shifts based on the prevailing GDP of prices and constant price GDP. There are several factors that can influence the increase of GDP of a region among others are labor, DCI, FDI and Government Expenditure. The purpose of this research is to know the influence of labor, DCI, FDI and Government Expenditure on GRDP in Eastern Indonesia Region. Analysis method uses a descriptive analysis method and quantitative analysis method which period 2011 to 2015 and as much as 12 provinces in Eastern Indonesia Region as the object. The independent variables used are Labor, DCI, FDI and Government Expenditure, while the dependent variable is GRDP. The quantitative method that used to analyze each variable is Panel Data Regression analysis. From research that has been done, hence got result that variable of labor and DCI have positive and significant effect to GRDP in Eastern Indonesia Region. While the variable FDI and Government Expenditure has positive and insignificant effect to GRDP in Eastern Indonesia. The implication of this research is the local governments should do maximum efforts to boost GRDP in the region. The efforts are improving infrastructure development to cultivate interest in investment, improving human resource education quality, and optimize the utilization of natural resources and technology, as well as the control of population growth. | |
| 17187 | 20313 | B1J013167 | KOMPATIBILITAS INSEKTISIDA DENGAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana DAN Metarhizium anisopliae | Dewasa ini penggunaan pestisida merupakan suatu hal yang sulit dipisahkan dengan kegiatan pertanian guna meningkatkan produk baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penggunaan insektisida lebih disukai petani karena lebih mudah dan cepat menekan hama Penggunaan insektisida menimbulkan dampak negatif, salah satunya berpengaruh pada organisme non-target di alam yang bersifat predator pada serangga. Salah satu organisme non-target yang terpengaruh adalah cendawan entomopatogen. Cendawan entomopatogen yang sangat potensial dalam pengendalian beberapa spesies serangga hama adalah B. bassiana dan M. anisopliae. Kombinasi insektisida dengan cendawan entomopatogen yang tepat dapat bekerja secara sinergis meningkatkan mortalitas serangga. Hal ini sangat menguntungkan karena akan menurunkan dosis aplikasi insktisida, mengurangi kontaminasi lingkungan, dan menurunkan kemungkinan resistensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompatibilitas insektisida dengan dosis tertentu terhadap cendawan entomopatogen B. bassiana dan M. anisopliae. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengap (RAL) yang terdiri atas 15 perlakuan dan 4 ulangan. Isolat cendawan entomopatogen yang digunakan yaitu B. bassiana dan M. anisopliae. Insektisida yang digunakan ada 5 macam. Setiap insektisida dibuat tiga dosis yang berbeda yaitu 0,5 x dosis lapang, 1 x dosis lapang, dan 2 x dosis lapang. Parameter yang diamati adalah persentase germinasi konidia, persentase hambat tumbuh dan jumlah konidia/ml. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kesalahan 5%. Nilai rataan dianalisis dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) p<0,05. Analisis data menggunakan software IBM® SPSS® 20. Insektisida yang kompatibel dengan cendawan B. bassiana dan M. anisopliae adalah imidacloprid 0,5 x DL dengan nilai BI masing-masing adalah 67,77 dan 67,16. | Today the use of pesticides is a difficult thing to separate with agricultural activities to improve the product both qualitatively and quantitatively. The use of insecticides is preferable to farmers because it is easier and faster to suppress pests The use of insecticides has a negative impact, one of which affects non-target organisms in nature that are predatory on insects. One of the non-target organisms affected is the entomopathogenic fungi. Entomopathogenic fungi that are highly potential in controlling several species of insect pests are Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae. The combination of insecticides with the right entomopathogenic fungus can work synergistically to increase insect mortality. This is particularly advantageous because it will decrease the dose of insecticide application, reduce environmental contamination, and decrease the likelihood of resistance. The purpose of this study was to determine the compatibility of insecticides in certain doses with entomopathogenic fungi B. bassiana and M. anisopliae. This research method used completely randomized design consisting of 15 treatments and 4 replications. The fungal isolates used are B. bassiana and M. anisopliae. Insecticides used there are 5 kinds. Each insecticide was made three different doses (0.5 × dose of field, 1 × dose of field, and 2 × dose of field). The parameters observed are percentage of conidia germination, percentage of inhibition and number of conidia.ml-1. Data were analyzed using ANOVA with error rate of 5%. The mean values were analyzed by DMRT p <0.05. Data analysis using IBM® SPSS® 20 software. Insecticides compatible to entomopathogenic fungi B. bassiana and M. anisopliae are imidacloprid 0.5 x DL with BI values of 67.77 and 67.16, respectively. | |
| 17188 | 20314 | F1B113043 | PENGARUH KEMAMPUAN PEGAWAI, LINGKUNGAN KERJA, FASILITAS KERJA, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PURBALINGGA | Pegawai Negeri Sipil merupakan sekumpulan pegawai yang diangkat oleh pemerintah dengan tugas utamanya untuk melayani masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, Pegawai Negeri Sipil berada di dalam instansi pemerintah. Agar dapat memberikan pelayanan yang baik, sangat diperlukan kinerja yang optimal dari masing-masing pegawai agar dapat bekerja secara efektif dan efisien yang berujung pada pencapaian tujuan organisasi dengan diantaranya adalah kepuasan masyarakat. Instansi pemerintah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga, yang sudah memiliki kinerja baik jika dilihat dari LAKIP. Sehingga dapat dijadikan sebagai contoh bagi dinas lain di Purbalingga agar memiliki kinerja yang baik pula. Namun disisi lain, Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga juga terus melakukan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang mempengaruhi kinerja pegawai di dinas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan pegawai (X1) terhadap kinerja, pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja, pengaruh fasilitas kerja (X3) terhadap kinerja, pengaruh budaya organisasi (X4) terhadap kinerja, dan pengaruh kemampuan pegawai (X1), lingkungan kerja (X2), fasilitas kerja (X3), dan budaya organisasi (X4) terhadap kinerja pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan menggunakan pengambilan sampel jenuh atau menggunakan keseluruhan jumlah pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner semi terbuka. Sasaran penelitian ini adalah pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari uji regresi ordinal menunjukkan bahwa variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan pegawai, lingkungan kerja, fasilitas kerja, dan budaya organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. | The Civil Servant is a group of employees appointed by the government with its main duty to serve the community. In carrying out its duties, Civil Servants are within government agencies. In order to provide a good service, it is necessary optimal performance of each employee in order to work effectively and efficiently that led to the achievement of organizational goals with the public satisfaction. Government agencies referred to in this study is the Department of Transportation Purbalingga District, which already has a good performance when viewed from LAKIP. So that can be used as an example for other services in Purbalingga in order to have a good performance as well. But on the other hand, the Department of Transportation Purbalingga District also continue to make improvements to the deficiencies that affect the performance of employees in the service. The purpose of this research is to know the influence of the employee's ability (X1) to the performance, the influence of work environment (X2) on performance, the influence of work facility (X3) on the performance, the influence of organizational culture (X4) on the performance and the influence of the employee's ability (X1) Working environment (X2), work facilities (X3), and organizational culture (X4) on the performance of officials of Purbalingga District Transportation Department. The method used in this research is quantitative method, using saturation sampling or using the total number of employees of Department of Transportation Purbalingga Regency. Methods of data collection using semi-open questionnaire. The target of this research is employees of Department of Transportation Purbalingga Regency. Based on the results obtained from the ordinal regression test showed that the independent variables affect the dependent variable. This proves that the ability of employees, work environment, work facilities, and organizational culture have a positive and significant effect on employee performance. | |
| 17189 | 20326 | E1A113104 | PENJATUHAN PIDANA TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCABULAN ( Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Negeri Banjarnegara Nomor 05/Pid.Sus.Anak/2016/PN.Bnr) | ABSTRAK Pencabulan adalah semua perbuatan yang berkenaan dengan kehidupan di bidang seksual yang melanggar kesusilaan, termasuk persetubuhan di luar perkawinan. Saat ini marak terjadi tindak pidana pencabulan yang pelakunya adalah anak. Anak merupakan bagian generasi muda dan sumber daya manusia yang potensial, maka pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak harus dikenakan pidana yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah unutk mengetahui bentuk pencabulan yang dilakukan oleh anak dalam Perkara Nomor 05/Pid.Sus.Anak/2016/PN.Bnr dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku pada Perkara Nomor 05/Pid.Sus.Anak/2016/PN.Bnr. penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative dengan sesifikasi pEnelitian bersifat deskriptif analitis kepustakaan dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa bentuk pencabulan dalam Perkara Nomor 05/Pid.Sus.Anak/2016/PN.Bnr adalah pencabulan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan memenuhi unsur – unsur yang terdapat dalam Pasal 81 ayat (1) undang – undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang - undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yaitu : 1. Unsur setiap orang/barang siapa telah terpenuhi; 2. Unsur melakukan kekerasan dan ancaman kekerasan telah terpenuhi; 3. Unsur memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain telah terpenuhi. Hakim dalam menjatuhkan pidana telah benar dengan mempertimbangkan dasar mengadilpembinaan dalam lembaga di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan dan wajib pelatihan selama 3 (tiga) bulan)i, dasar memutus dan nilai- nilai dalam masyarakat dan terpenuhinya baik syarat – syarat pemidanaan maupun syarat – syarat penjatuhan pidana dengan memenuhi unsur pasal. berdasarkan hal tersebut, maka hakim menjatuhkan pidana | ABSTRACT Obscene is all acts pertaining to life in the field of sexually violating morality, including coitus outside marriage. The current rampant criminal act occurred later that the culprit was a child. The child is part of the young generation and human resources potential, then the perpetrators of criminal acts of violation against children should be subject to a criminal. The purpose of this research is to know the shape of the sacrilege committed by the child in the case number 05/Pid. Sus. Child/2016/PN. Bnr and consideration of judges in meting out criminal perpetrators on the matter number 05/Pid. Sus. Child/2016/PN.Bnr. This research uses uses the juridical normative approach method with descriptive analytical nature n the form of a systematic description. Based on this research obtained the results that form later in the case number 05/ Based on this research obtained the results that form later in the case number 05/Pid. Sus. Child/2016/PN. Bnr is sacrilege with violence or threats of violence by meeting the elements – elements contained in article 81 paragraph (1) of the Act – legislation Number 35-year 2014 about changes in the Law Number 23 of the year 2002 on the protection of Children, namely: 1. The elements everyone/anyone who has been fulfilled; 2. Elements of violence and threats of violence have been met; 3. Elements of forcing children to perform coitus with him or with others have been met. The judge in the criminal had been dropped by considering the basic judgment, the basic disconnect and values in society and satisfy both terms – these terms of punishment or terms – these terms the overthrow of criminal with meet the elements ofthe article. based on this, then the judge dropped criminal construction in institutions in the construction of Special children (LPKA) Kutoarjo during 1 (one) year and 6 (six) months and mandatory training for 3 (three) months). | |
| 17190 | 21687 | A1L112054 | PENGARUH CANGKANG TELUR DAN AIR LERI SEBAGAI PUPUK ORGANIK BAGI PERTUMBUHAN BAYAM MERAH (Althenthera amoena Voss) DAN BAYAM HIJAU (Amaranthus tricolor L.) DENGAN METODE HIDROPONIK DFT (DEEP FLOW TECHNIQUE) | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian cangkang telur dan air leri pada larutan nutrisi (AB-mix) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam, mengetahui pertumbuhan bayam merah dan bayam hijau serta mengetahui interaksi pemberian cangkang telur dan air leri pada larutan AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil jenis bayam merah dan bayam hijau. Metode penelitan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan A0 (AB Mix 1%), A1(AB Mix 1% dan cangkang telur 1%), A2 (AB Mix 1% dan Air Leri 1%), A3 (AB Mix 1%, cangkang telur 0,5% dan air leri 0,5%) dan faktor kedua adalah varietas bayam merah dan bayam hijau. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian cangkang telur dan air leri pada larutan nutrisi AB Mix dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering dan bobot akar kering pada jenis bayam merah dan bayam hijau. Pertumbuhan tanaman jenis bayam hijau lebih baik dibandingkan dengan jenis bayam merah. Interaksi pemberian cangkang telur dan air leri pada larutan AB Mix dengan jenis bayam berpengaruh pada jumlah daun, tinggi tanaman dan bobot akar kering. | The purpose of this research is to know the effect of adding the egg shell and washing rice water to the solution of nutrients ( AB-mix ) on the growth and results of red and green spinach, to know the growth of red spinach and green spinach and to know the interaction between egg shell and rice washing water addition in to AB Mix solution on the growth and results of red and green spinach. The method used in this research was Complete Randomized Block Design (RAKL) with two factors with 3 replications. Factor first was A0 treatment (AB Mix 1%), A1 (AB Mix 1% and egg shell 1%), A2 (AB Mix 1% and rice washing water 1%), A3 (AB Mix 1%, egg shell 0.5% and rice washing water 0.5%) and factor the second was are red spinach and green spinach varieties. The parameters measured were plant height, leaf number, leaf area, root length, fresh crown weight, dry crown weight, fresh root weight, dry root weight. The results showed that egg shell and washing rice water addition in to AB Mix nutrient solution could increase plant height, leaf number, leaf area, root length,fresh crown weight, fresh root weight, dry crown weight and dry root weight in red spinach and green spinach. Green spinach growth was better than the red spinach. The interaction between egg shell and rice washing water addition in to AB Mix solution with the type of spinach took effect in the number of leaves, plant height and dry root weight. | |
| 17191 | 20265 | F1C013037 | Identitas Dialek Banyumas dalam Pergaulan Mahasiswa (Perubahan Dialek Banyumasan Melalui Komunikasi Antarpersona pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman) | Penelitian ini berjudul Identitas Dialek Banyumas dalam Pergaulan Mahasiswa (Studi Deskriptif tentang Perubahan Dialek Banyumasan Melalui Komunikasi Antarpersona pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan identitas Budaya atau dialek Banyumasan yang dilakukan mahasiswa ilmu komunikasi melalui komunikasi antarpersona, serta faktor atau motif yang melatarbelakanginya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2013. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan memadukan wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin jarang terdengarnya penggunaan bahasa dialek Banyumasan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi yang dikampus FISIP yang disebabkan oleh stereotip mengenai dialek ngapak, maka komunikasi yang terjadi antara mahasiswa yang berasal dari Banyumas dengan mahasiswa perantau bukan menggunakan bahasa Banyumasan melainkan menggunakan bahasa gaul, para informan merasa lebih percaya diri dengan menggunakan bahasa gaul daripada saat menggunakan bahasa Banyumasan. | This study titled the identity of banyumas dialect association of college students (Descriptive study of Banyumasan Dialect of changes through the communication Interpersonal on communication studies Faculty of social and political science Jenderal Soedirman University). The purpose of this study is to find out how the change of cultural identity or dialect Banyumasan made communication science students through communication Interpersonal, as well as factors or motifs behind. This research is a qualitative research. Informant of this research is student of Communication Department of Jenderal Soedirman University class of 2013. Data collection techniques is to combine interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that the more rarely heard use of Banyumasan dialect language by students of Communication Studies at Campus FISIP caused by stereotypes about the dialect ngapak, then the communication that occurs between students who come from Banyumas with students from other region instead of using Banyumasan language but using slang, the informants feel more confident by using slang than when using Banyumasan language. | |
| 17192 | 21470 | A1M013040 | ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN LARU SINTETIS PADA PENGRAJIN GULA KELAPA DI KECAMATAN SUMBANG | Gula kelapa adalah gula yang dihasilkan dari penguapan nira pohon kelapa (Cocos nucifera Linn). Nira memiliki kandungan gizi yang lengkap sehingga sangat baik untuk pertumbuhan mikroba yang akan menyebabkan kerusakan pada nira. Pencegahan kerusakan nira dapat dilakukan dengan cara menambahkan bahan pengawet nira atau biasa disebut dengan istilah laru. Laru yang digunakan oleh masyarakat ada dua macam, yaitu laru sintetis dan alami. Saat ini banyak terdapat alternatif laru alami, akan tetapi penggunaan laru sintetis di kalangan pengrajin masih terus berkembang. Pengrajin gula kelapa yang menggunakan laru sintetis umumnya membubuhkan laru melebihi ambang batas maksimal sehingga dapat membahayakan kesehatan dan menyebabkan penyimpangan mutu gula kelapa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan laru sintetis di Kecamatan Sumbang. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) menganalisis pengaruh tingkat pendidikan pengrajin gula kelapa terhadap penggunaan laru sintetis, 2) menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan pengrajin gula kelapa terhadap penggunaan laru sintetis, 3) menganalisis pengaruh efektivitas laru terhadap penggunaan laru sintetis oleh pengrajin gula kelapa, 4) menganalisis pengaruh kemudahan dalam mendapatkan laru terhadap penggunaan laru sintetis oleh pengrajin gula kelapa, 5) menganalisis pengaruh motivasi ekonomi pengrajin gula kelapa terhadap penggunaan laru sintetis. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Desa yang dipilih dalam penelitian ini ditentukan menggunakan metode purposive sampling, sementara pengrajin gula kelapa yang terpilih menjadi sampel ditentukan menggunakan metode simple random sampling. Total responden sebanyak 77 orang yang tersebar dalam 3 desa (Susukan, Gandatapa, Kotayasa). Faktor yang diteliti meliputi tingkat pendidikan pengrajin gula kelapa, tingkat pengetahuan pengrajin gula kelapa, efektivitas laru, kemudahan dalam mendapatkan laru, dan motivasi ekonomi. Data yang diperoleh dari responden dianalisis menggunakan uji Kendall’s tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas laru, kemudahan dalam mendapatkan, dan motivasi ekonomi merupakan faktor yang mempengaruhi penggunaan laru sintetis dibuktikan dengan nilai r sebesar 0.657 (p>0.05); 0.632 (p>0.05); dan 0.928 (p>0.05). | Coconut sugar is a palm sugar produced by a process of evaporating coconut (Cocos nucifera Linn) sap or also known as neera. Neera has very high nutritional value thus make it as a good medium for microorganism to grow and reduce the quality of neera. Alteration of neera quality can be prevented by adding preservatives called laru. There are two types of laru, synthetic and natural. Nowadays, there are many alternative of natural laru can be used by farmers, but the usage of synthetic laru still widespread. Commonly, farmers used synthetic laru excessly, which can lead to health causes and coconut sugar quality deviation. Therefore, analysis of factors influencing the usage of synthetic laru among farmers at Sumbang sub-district was studied. This research aimed to: 1) analyze the influence of education level toward synthetic laru usage, 2) analyze the influence of knowledge level toward synthetic laru usage, 3) analyze the influence of laru’s effectivity toward synthetic laru usage, 4) analyze the influence of laru’s ease of access toward synthetic laru usage, 5) analyze the influence of economic motivation toward synthetic laru usage. This research was done by survey method. Villages were chosen by purposive sampling, while farmers who became samples were chosen by simple random sampling. The total samples were 77 farmers who spread out over 3 villages (Susukan, Gandatapa, Kotayasa). Factors analyzed were education level, knowledge level, laru’s effectivity, laru’s ease of access, and economic motivation. Data were analyzed using Kendall’s tau-b test. The result showed that laru’s effectivity, laru’s ease of access, and economic motivation were factors perceived as influencing synthetic laru usage, proven by r score 0.657 (p>0.05); 0.632 (p>0.05); and 0.928 (p>0.05). | |
| 17193 | 20316 | B1J013042 | Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Miselium Coprinus comatus dengan Waktu Inkubasi Berbeda | Jamur Coprinus comatus merupakan jamur konsumsi, jamur ini diketahui memiliki kandungan senyawa yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antidiabetes, antikanker dan antioksidan. Kandungan senyawa yang bermanfaat sebagai antioksidan diantaranya senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid. Kandungan senyawa tersebut dapat diperoleh dari miselium C. comatus dengan cara mengekstraksi miselium yang telah ditumbuhkan pada medium cair. pertumbuhan miselium dan produksi senyawa antioksidan pada jamur dapat dipengaruhi oleh lama waktui inkubasi karena kemampuan jamur dalam tumbuh berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu inkubasi yang paling optimal pada miselium C. comatus serta untuk mengetahui lama waktu inkubasi dari miselium C. comatus yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi. Miselium jamur ditumbuhkan pada medium cair dengan perlakuan perbedaan waktu inkubasi 7, 14, 21 dan 28 hari, miselium kemudian diekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Aktivitas antioksidan ekstrak miselium jamur diuji menggunakan uji DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata bobot kering miselium tertinggi pada perlakuan inkubasi 28 hari yaitu 0,663 g, dan terendah pada inkubasi 7 hari yaitu 0,02 g. Kandungan total fenol ekstrak pada lama waktu inkubasi 7 hari 2,72 ppm, 14 hari 3,55 ppm, 21 hari 7,41 ppm dan 28 hari 4,75 ppm. Berdasarkan uji fitokimia ekstrak C. comatus menunjukkan reaksi positif terhadap uji flavonoid dan terpenoid. Hasil uji DPPH dan penghitungan nilai IC50 diketahui ekstrak miselium dengan waktu inkubasi 28 hari memiliki aktivitas antioksidan yang paling baik yaitu 599,96 ppm. | Coprinus comatus fungi is one of the edible fungi. This fungus contains some compunds that can be utilized as anti bacterial, anti diabetic, anti cancer and antioxidant. The compound which can be utilized as antioxidant such as phenolic, flavonoid and terpenoid compound. The content of those compounds can be produced from C. comatus mycelium by extraction of mycelium that have been cultivated in liqiud medium. The growth of mycelium and the production of antioxidant compound from fungi may affected by the length of incubation time because the speed of mycelium growth are different on every kind of fungi. The aim of this research were to know the most optimal length of incubation time for Coprinus comatus mycelium and to know the most optimal length of incubation time for Coprinus comatus mycelium that has the highest antioxidant activity. Mycelium were cultivated in liqiud medium with various treatments of the length incubation time start form 7, 14, 21 and 28 days. Then mycelium extracted using maceration method with ethanol solvent. The antioxidant activity and mycelium extract tested by DPPH test (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The results showed that the mycelium with the length of incubation time 28 days has the highest rate of mycelium dry weight of 0,663 g and the lowest was in the length of incubation time one week of 0,02 g. The content of phenol total in the length of incubation time 7 days was 2,72 ppm, 14 days was 3,55 ppm, 21 days was 7,41 ppm and 28 days was 4,75 ppm. Based on the phytochemistry test, C. comatus extract showed positive reaction toward the flavonoid and terpenoid test. The result of DPPH test and the calculation of IC50 value were known that mycelium extract with incubation time of 28 days has the highest antioxidant activity of 599,96 ppm. | |
| 17194 | 20317 | F1A013087 | Berkomentar Melalui Gambar (Studi Tentang Interaksi Seniman Mural dan Warga Masyarakat di Yogyakarta dalam Membuat Mural) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Pola interaksi antara seniman mural Yogyakarta dan warga masyarakat dalam membuat mural, 2) Berkesenian pada ruang-ruang publik kota, khususnya Kota Yogyakarta, 3) Kendala-kendala dan proses pengerjaan mural komunitas mural “Ketjil Bergerak” dan “Kukomikan” Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografis. Subjek penelitian ini meliputi komunitas seniman mural “Ketjil Bergerak”, “Kukomikan”, dan warga masyarakat Yogyakarta. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling dengan pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model ongoing analyses. Dalam proses semacam itu, peneliti melakukan analisis, baik secara bersamaan maupun serempak, antara pengumpulan data dengan analisis itu sendiri. Dan pada proses penelitian menggunakan teknik participant observation dan in-depth interview (wawancara mendalam). Serta pada penelitian ini, data divalidasi dengan menggunakan model triangulasi. Dalam model triangulasi, peneliti menjaga kemungkinan bias dengan jalan mewawancarai sasaran penelitian yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukan diantaranya : Bahwasannya berkesenian tidak hanya dilakukan pada galeri-galeri seni, tetapi bisa di kreasikan di dinding kota dan perkampungan yang menjadi ruang publik warga masyarakat. Berdasarkan uraian pembahasan dapat disimpulkan bahwasannya pola interaksi antara seniman mural dan warga masyarakat terjadi dengan berbagai cara, di antaranya adalah: Isu yang diangkat oleh seniman mural merupakan hasil interaksinya dengan warga masyarakat yang terlibat dan merupakan representasi realitas kehidupan sehari-hari seperti, realitas sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Mural merepresentasikan kerjasama seniman mural dengan warga masyarakat pada aspek biaya, peralatan, tenaga, dan waktu yang dicurahkan kedua pihak. Kata Kunci : Interaksi, seniman mural, warga masyarakat, Yogyakarta. | This study aim is to determine : 1) Pattern of interaction between Yogyakarta mural artist and citizens in making mural, 2) Art in the public spaces of the city, especially in the city of Yogyakarta, 3) The constraints and process of mural creation, mural community “Ketjil Bergerak” and “Kukomikan”. The subject of this study includes mural artis commun This research is a kind of qualitative research with Ethnographic approach. The subject of this study includes the community of mural artists “ Ketjil Bergerak”, “Kukomikan”, and citizens of Yogyakarta. The techniques of determining informants is using Purposive Sampling with three ways of data collection like observation, interview and documentation. Data analysis techniques is using ongoing analysis model. In such a process, the researcher performs the analysis simultaneously between data collection with the analysis itself. And in the research process using the technique of participant observation and in-depth interview. As well as in this study, the data is validated by using triangulation model. In the triangulation model, researchers maintain the possibility of bias by interviewing at diferent reseach objective. The result of this study are : That art is not only done in art galleries. but can be created on the city walls and villages that become public spaces of citizens. Based on the description of the discussion can be concluded. that the pattern of interaction between mural artists and citizens occurs in various ways. among others are: The issue raised by the mural artist is the result of its interaction with the citizens involved and represents the reality of everyday life. such as, social, political, economic, and cultural realities. Mural represents the cooperation of mural artists with citizens on aspects of cost, equipment, energy, and time devoted to both parties. Keyword: Interaction, mural artist , citizen, Yogyakarta | |
| 17195 | 20315 | F1C013018 | Konsep Diri Gamers Game Online di Desa Kalimanah Wetan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga | Game online adalah sebuah jenis video permainan yang hanya dapat dijalankan apabila suatu perangkat yang digunakan untuk bermain game terhubung dengan jaringan. Nama orang yang memainkannya adalah seorang gamers. Ada gamers yang masih bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar di dunia nyata serta ada juga gamers yang kurang bersosialisasikan dengan baik dan lebih mengutamakan bermain game online.Gamers yang memiliki motivasi baik akan berpengaruh kepada konsep dirinya. Konsep diri merupakan faktor yang dipelajari dan dibentuk dari pengalaman individu dalam berhubungan dengan individu lain.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diri bagi pelajar yang menjadi gamers bermain game online di warnet di Desa Kalimanah Wetan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sasaran dan lokasi penelitian ini adalah anak anak yang berusia 12 sampai 15 tahun yang masih berstatus siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bermain game online di warnet warnet yang berlokasi di Desa Kalimanah Wetan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode interaktif. Validitas data menggunakan teknik triangulasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep diri gamers game online di desa Kalimanah Wetan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga adalah termasuk konsep diri yang positif. Cita-cita dan harapan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi konsep diri gamers game online. Karena dengan adanya cita-cita dan harapan yang dimiliki informan akan menambah semangat mereka untuk bisa meraih harapan dan cita-cita, yang mereka lakukan dengan cara mereka masing-masing. Keluarga atau orang tua adalah orang yang paling berpengaruh dalam pembentukan konsep diri gamers game online di Desa Kalimanah Wetan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. | Online gaming is a type of video game that can only be run when a device used to play games connected to the network. The name of the person who plays it is a gamers. There are gamers who can still socialize with the environment around in the real world and there are also gamers who lack socialize well and prefer to play online games. Gamers who have good motivation will affect the concept itself. Self-concept is a factor that is learned and shaped from the individual's experience in dealing with other individuals.This study aims to describe the self-concept for students who become gamers playing online games in the cafe in Kalimanah Wetan Village, Kalimanah District, Purbalingga District. The method used in this research is descriptive qualitative method. The target and location of this research are children aged 12 to 15 years old who still have junior high school students who play online games in internet cafe cafe located in Kalimanah Wetan Village, Kalimanah District, Purbalingga Regency. The technique of selecting informant in this research is purposive sampling technique. Data collection techniques used observation, interview and documentation. Data analysis technique used is interactive method. Data validity using triangulation technique.The results showed that the concept of self-gamers online game in the village of Kalimanah Wetan Kalimanah District Purbalingga Regency is including a positive self-concept. Ideals and expectations is one factor that affects the self-concept gamers online game. Because with the aspirations and expectations of the informants will increase their spirit to be able to achieve the expectations and ideals, which they do in their own way. Family or parents are the most influential people in the formation of self-concept online game gamers in Kalimanah Wetan Village, Kalimanah District, Purbalingga District. | |
| 17196 | 20310 | E1A013116 | PROSEDUR PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL MENJADI PEJABAT NEGARA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STATUS KEPEGAWAIAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA | Salah satu upaya pembenahan birokrasi adalah dengan dikeluarkannya produk hukum yang mengatur segala sesuatu tentang birokrasi itu sendiri, salah satunya yaitu dengan dikeluarkannya pengaturan mengenai hukum kepegawaian. Dalam sejarah hukum kepegawaian di Indonesia, tercatat beberapa kali pemerintah melakukan penggantian dan perubahan regulasi yang mengatur mengenai kepegawaian di Indonesia. Pasal 121 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menyebutkan bahwa Pegawai ASN dapat menjadi Pejabat Negara. Hal ini menunjukan bahwa Pemerintah memberikan keleluasaan kepada Pegawai ASN khususnya PNS untuk mengembangkan kariernya menjadi Pejabat Negara. Namun semenjak diberlakukan Undang-Undang ASN muncul beberapa masalah salah satunya mengenai prosedur pengangkatan dan Implikasi hukum terhadap status kepegawaian PNS yang akan menjadi Pejabat Negara. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengangkatan PNS yang menjadi Pejabat Negara dan untuk menganalisis implikasi hukum pengangkatan PNS yang menjadi Pejabat Negara terhadap status kepegawaiannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang menggunakan konsep legal positif, karena penelitian ini mengacu pada peraturan perundang-undangan untuk mengetahui prosedur pengangkatan PNS menjadi Pejabat Negara dan implikasinya terhadap status kepegawaian. Obyek yang ada kemudian diteliti melalui beberapa pendekatan masalah yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dan situs-situs internet. Mencermati Pasal 122 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pejabat Negara dapat di kategorikan menjadi 2 yaitu Pejabat Negara yang pengangkatannya menggunakan prosedur politik dan Pejabat Negara yang pengangkatannya tidak menggunakan prosedur politik yang dimana berdasarkan pembagian kategori tersebut memiliki implikasi hukum yang berbeda terhadap status kepegawaian PNS yang menjadi Pejabat Negara. | One effort to revamp the bureaucracy, issuing laws that govern everything about the bureaucracy itself, one of which is the issuance of regulations concerning employment law. In the history of employment law in Indonesia, recorded several times the government do the replacement and change of regulation concerning employment in Indonesia. Article 121 of Law Number 5 of 2014 on State Civil Administrative Officer stated that ASN can become State officials. It is obvious that the government give freedom to the ASN in particular civil servants to develop his career into the State Officials.However, since the legislations ASN arise some problems one concerning the appointment procedure and legal implications of the employment status of civil servants who will be officials of the State. This thesis aims to determine the procedure for the appointment of civil servants and state officials to analyze the legal implications of the appointment of civil servants who became Acting State against the employment pursuant to Act Number 5 of 2014 on ASN. The method used in this research is using normative juridical approach, the approach that uses the legal concept of positive, as this study refers to legislation to determine the procedure for the appointment of civil servants become State officials and their implications for employment status. The object is then examined through a number of approaches that issue statutory approach and analytical approach. The data used is secondary data in the form of legislation, literature books, and Internet sites. Observing the Article 122 of Law Number 5 of 2014 on apparatuses State Civil State officials can be categorized into two, namely State officials whose appointment procedure using political and State officials whose appointment is not procedures using politics which is based on the distribution of these categories have legal implications differently to the employment status of civil servants State officials. | |
| 17197 | 20319 | E1A012173 | KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA HASIL PILKADA (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 97/PUU-XI/2013) | Badan yang berwenang menyelesaikan sengketa hasil pilkada di Indonesia belum memiliki kejelasan. Pada awalnya menjadi kewenangan Mahkamah Agung namun kemudian berpindah menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi seperti yang tertuang dalam Pasal 236C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerahyang selanjutnya diajukan judicial review atas undang-undang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam sengketa hasil pemilukada dan untuk mengetahui badan peradilan yang tepat untuk sengketa hasil pemilukada. Metode pendekatan yang digunakanpenelitian ini adalah pendekatan Perundang-undangan (statue approach), pendekatan sejarah (historical approach), dan pendekatan analisis (Analytical approach). Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam register perkara nomor 97/PUU-XI/2013. Mahkamah Konstitusi dalam amar putusannya mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya. Mahkamah Konstitusi masih berwenang menangani sengketa hasil pemilukada selama belum ada Undang-Undang yang mengatur hal tersebut. Dalam Pasal 157 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 menyatakan bahwa perlu dibuat badan peradilan khusus sengketa hasil pemilukada. Penulis menawarkan badan peradilan sengketa pemilukada dapat diajukan ke Pengadilan tinggi dan dapat dilakukan upaya hukum ke Mahkamah Agung dan ditangani oleh hakim ad hoc. | The agency which is authorised to settle the dispute over the result of the election in Indonesia does not have clarity. Initially, it was the authority of the Supreme Court but then it switched to the authority of the Constitutional Court as it is stipulated in the Article 236C Act No. 12 The year 2008 about the Second Amendment of Act No. 32/2004 about Regional Government which is then filed with a judicial review of the act. This research aims to figure out the concept of the authority of the Constitutional Court in the dispute over the election and to know the appropriate judicial bodies to the dispute over the election. The approach method used in this research is the approach of legislation (Statue Approach), Historical Approach , and Analytical Approach. The result of the research shows that in the register of case No. 97/PUU-XI/2013. The Constitutional Court in its ruling is to completely grant the petition of the petitioner. The Constitutional Court is still authorised to deal with the dispute over the election as long as there is no act which regulates it. The article 157 paragraph (1) of Act No. 10 2016 states that it is necessary to make a special judicial body disputes election results . The author offers judicial bodies dispute may be submitted to the high court and legal proceedings may be made to the Supreme Court and handled by an ad hoc judge. | |
| 17198 | 20320 | F1G013012 | Romantisme Lirik Lagu Album cinta Bersabarlah Karya Letto | RINGKASAN Penelitian yang berjudul Romantisme Lirik Lagu pada Album Cinta Bersabarlah karya Letto ini pada dasarnya dalah meneliti gaya bahasa serta romantisme dalam album bertemakan cinta karya Letto. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu sastra ditahun-tahun kedepan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan mendeskripsikan melalui fakta-fakta dan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan objektif yang difokuskan hanya pada gaya bahasa dan romantismenya. Sumber data yang digunakan adalah kesepuluh lirik lagu Letto pada album Cinta Bersabarlah.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis gaya bahasa serta romantisme dalam album Cinta Bersabarlah dengan mengumpulkan dan menyajikan data, menklasifikasikan, mendeskripsikan gaya bahasa serta romantisme dan kemudian membuat kesimpulan. Berdasarkan dari analisis dan penelitian tetang romantisme yang terkandung dalam album Cinta bersabarlah karya Letto dapat diperoleh data sebagai berikut, 10 lagu yang di teliti terdapat total 85 baris, 40 baris dari 85 baris memiliki ciri-ciri romantisme. Data 40 baris romantisme tersebut mengandung 26 majas metafora, 5 majas personifikasi, 1 majas metonimia dan 8 majas hiperbola. Album Cinta Bersabarlah karya Letto ini terdapat data paling dominan yaitu 26 baris merupakan majas metafora. Tujuan dari penggunaan dari banyaknya pemakaian bahasa kiasan metafora dalam album tersebut adalah untuk menyamakan antara satu hal dengan hal yang lainnya agar membuat lirik menjadi lebih menarik, dan supaya dapat memberikan gambaran yang lebih jelas lagi. | ABSTRACT The research entitled song lyric Romanicsm of the album Cinta Bersabarlah (please be patient, love) wrritten by Letto is basically examining the figurative languasges and romanticism contained whithin the album which topics are about love written by Letto. This research is expected to provide various benefits for the development of literary sciences in the subsequent years. This research employs a descriptive analysis method which is described through facts and analyzed using an objective approach focused on figurative language and romanticism. The data sources are ten song lyrics of Letto’s album Cinta Bersabarlah which are analyzed using figurative language and romanticism in the album Cinta Bersabarlah by collecting and presenting data, classfying as well as describing figurative language and romanticism followed by drawing the conclusion. The results of research analysis on romanticism contained in the album Cinta Bersabarlah written by Letto show that of the 10 songs analyzed, there is a total of 85 line. Of the 85 line, there are 40 lines which have romanticism characteristics consisting of 26 metaphors, 5 personifications, 1 metonymy, and 8 hyperbolas. The album of Cinta Bersabarlah written by Letto has 26 metaphoric lines considered as the most dominant data. The purpose of those numerous metaphors in that album is to equalize one thing to the others in order to beatify the lyrics and to provide clearer explanations. | |
| 17199 | 20321 | B1J013094 | Pertumbuhan dan Kandungan Protein Dunaliella sp. yang Dikultur pada Media Limbah Cair Tapioka dengan Konsentrasi Berbeda | Mikroalga memiliki kandungan protein alami yang tinggi yang berpotensi menghasilkan berbagai produk seperti karotenoid, fichobilin, asam lemak, polisakarida, vitamin, sterol, enzim dan senyawa bioaktif lainnya. Protein adalah salah satu komponen protoplas setelah air. Salah satu mikroalga yang berpotensi menghasilkan protein tinggi adalah Dunaliella sp. yang merupakan mikroalga laut uniseluler dan termasuk dalam divisi chlorophyta. Dunaliella sp. memiliki komposisi kimia, yaitu lemak 9,06%; karbohidrat 35,11%; abu 18,12%; dan protein 47,43%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang berbeda dari konsentrasi limbah cair tapioka terhadap pertumbuhan dan kandungan protein Dunaliella sp. dan berapa konsentrasi optimal limbah cair tapioka untuk pertumbuhan dan kandungan protein Dunaliella sp. Hasil uji varians dari hari ke 1 sampai 7 menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata pada hari ke 1, 2 dan 7 sedangkan hari ke 3 sampai 6 tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Dunaliella sp. dan media limbah cair tapioka dengan konsentrasi 50% menghasilkan protein tertinggi yang berhubungan dengan pertumbuhannya. | Microalgae have a high natural protein content that has the potential to produce various products such as carotenoids, fichobilin, fatty acids, polysaccharides, vitamins, sterols, enzymes and other bioactive compounds. Protein is one of protoplast component after water. One of the microalgae that has the potential to produce high protein is Dunaliella sp. which is a unicellular marine microalgae and belongs to the chlorophyta division. Dunaliella sp. have a chemical composition, it is 9.06% fat; carbohydrate 35.11%; ash 18.12%; and protein 47.43%. This study aims to determine whether there is a different influence of concentration of tapioca liquid waste on growth and protein content of Dunaliella sp. and what is the optimal concentration of tapioca liquid waste for growth and protein content of Dunaliella sp. The result of variance test from day 1 to 7 showed that different concentration level had significant effect on the 1st, 2nd and 7th days while the 3rd to 6th day had no significant effect on the growth of Dunaliella sp. and tapioca liquid waste media with concentration of 50% produce the highest protein correlated with its growth. | |
| 17200 | 21472 | F1G014041 | PANDANGAN DUNIA PENGARANG PADA NOVEL CINTA SEORANG PSIKOPAT KARYA V. LESTARI | Cinta Seorang Psikopat merupakan sebuah novel karya V. Lestari yang bercerita tentang ketulusan dan kesucian cinta seorang pengidap kelainan kepribadian psikopat. Psikopat merupakan salah satu kelainan kepribadian yang identik dengan kekejaman, kesadisan, anti-sosial, dan tidak adanya rasa cinta kepada orang lain. Oleh karena itu, para pengidap psikopat seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dalam masyarakat. Seperti halnya dalam novel ini, tokoh psikopat Mandar juga menjadi tokoh yang paling dibenci, bahkan kehadirannya pun tidak diinginkan oleh sebagian besar tokoh di dalam novel tersebut. Melalui pandangan dunianya dalam novel Cinta Seorang Psikopat, V. Lestari mencoba untuk merekonstruksi pandangan masyarakat mengenai pengidap kelainan kepribadian psikopat. Bahwa seorang psikopat seperti Mandar juga merupakan manusia biasa yang juga bisa memiliki cinta dalam hati kecilnya. Ia tidak selamanya keji dan kejam. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pandangan dunia pengarang di dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan strukturalisme genetik. Melalui analisis terhadap alur dan pengaluran dari sekuen atau urutan satuan ceritanya, tokoh dan penokohan, latar waktu dan tempat, serta pandangan serta solusi yang dihadirkan oleh tokoh-tokoh problematik terhadap permasalahan-permasalahan hidup yang dihadapinya. Penulis menggali pandangan dunia dari seorang V. Lestari yang coba dihadirkan di dalam novel Cinta Seorang Psikopatnya tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam novel Cinta Seorang Psikopat terdapat tiga pandangan dunia dari seorang V. lestari, yakni: pandangan dunia tentang psikopat dan sadomasokisme, pandangan dunia tentang manusia dan kemanusiaan serta hidup dan kehidupan, dan pandangan dunia tentang perempuan dan pelacur. Melalui pandangan dunianya, V. Lestari mencoba menghadirkan sebuah pandangan kepada pembaca bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang sangat kompleks. Manusia adalah makhluk yang dinamis, multidimensional, dan paradoksal,. Demikian juga dengan kehidupan manusia itu sendiri yang juga seringkali bisa sangat kompleks, paradoksal, atau bahkan absurd. | Cinta Seorang Psikopat is a novel by V. Lestari which tells of the sincerity and sanctity of love a person with psychopathic personality disorder. Psychopath is a personality disorder which is identic with cruelty, sadistic, anti-social, and the absence of love to others. Therefore, people with psychopaths often get unpleasant treatment in society. Just as in this novel, The Mandar Psychopath is also the most hated figure, even his presence is not wanted by most of characters in the novel. Through the worldview in the novel Cinta Seorang Psikopat, V. Lestari tries to reconstruct the society’s view of people with psychopathic personality disorders. That a psychopath like Mandar is also a human being who can also have love in the deepest heart. He is not always vicious and cruel. Therefore, this study focuses on the author’s world view in the novel. This research uses descriptive qualitative research method and genetic structuralism approach. Through analysis of the flow and channeling of the sequences or the order of story units, figures and characterizations, time and place settings, and the views and solutions presented by problematic figures on the problems of life they face. The author explores the worldview of a V. Lestari who tried to be presented in the novel Cinta Seorang Psikopat. The results of this study show that in the novel Cinta Seorang Psikopat, there are three world views of V. Lestari, namely: the world view of psychopath and sadomasochism, the world view of human and humanity and life and lifeworld, and the worldview of women and prostitutes. Through his world view, V. Lestari tries to present a view to the reader that man is essentially a very complex being. Humans are dynamic, multidimensional, and paradoxical beings. Likewise, the human life itself can also often be very complex, paradoxical, or even absurd. |