Artikelilmiahs
Menampilkan 17.021-17.040 dari 50.008 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17021 | 20193 | C1J012006 | DETERMINANTS OF INDONESIAN COCOA EXPORT TO FOUR MAJOR DESTINATION COUNTRIES IN ASIA 2000-2014 | Penelitian ini berjudul “Determinants of Indonesian Cocoa Export to Four Major Destination Countries in Asia 2000-2014”. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia, namun sejak 2000-2014 ekspor kakao Indonesia ke empat negara tujuan utama di Asia mengalami penurunan. Empat negara tersebut adalah Malaysia, Singapura, India, dan Thailand. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara studi kepustaan, dan data yang digunakan adalah data sekunder. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga kakao Indonesia, GDP negara tujuan, nilai tukar, dan produksi kakao Indonesia. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa: 1) harga kakao Indonesia (X1), GDP (X2), nilai tukar (X3), and produksi kakao Indonesian (X4) secara bersama-sama berpengaruh terhadap ekspor kakao Indonesia ke Malaysia, harga kakao Indonesia (X1), GDP (X2), nilai tukar (X3) berpengaruh signifikan terhdap ekspor kakao Indonesia ke Singapura, dan tidak satupun variabel berpengaruh terhdapa ekspor kakao Indonesia ke India dan Thailand dengan alpha sebesar 0,10. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah agar ekspor kakao Indonesia meningkat adalah dengan menstabilkan harga kakao dan meningkatkan kualitas kakao Indonesia. | This research entitled ’’Determinants of Indonesian Cocoa Export to Four Major Destination Countries in Asia 2000-2014”. Indonesia is one of the biggest cocoa producer in the world but since 2000-2014 the export of Indonesian cocoa tends to declined in four major destinatrion countries in Asia. Four destination countries of Indonesian cocoa export are Malaysia, Singapore, India, and Thailand. Data collection method in this research is to study literature, which is secondary data. Dependent variables in this research are Indonesian cocoa price, GDP of importing countries, exchange rate, and Indonesian cocoa production. The method of research used in this research is by using multiple linear regression.The result of this research indicate that: 1) Indonesian cocoa price (X1), GDP (X2), exchange rate (X3), and Indonesian cocoa production (X4) by together have an significante effect on Indonesian cocoa export to Malaysia, Indonesian cocoa price (X1), GDP (X2), exchange rate (X3) have an significant effect on Indonesian cocoa export to Singapore, and none of them have significant effect on Indonesian cocoa export to India and Thailand with alpha 0,10. Efforts to increases Indonesian cocoa export volume to four major destination countries can be done by stabilizing the price the exchange rate of each country, and improving the quality of Indonesian cocoa. | |
| 17022 | 21445 | C1L012055 | THE EFFECT OF AUDIT QUALITY, COMPANY SIZE, DEBT DEFAULT, AND OPINION SHOPPING TOWARD THE ACCEPTANCE OF GOING CONCERN AUDIT OPINION (Study on Property and Real Estate Company listed on Indonesia Stock Exchange Year 2011-2015) | Opini audit going concern adalah opini yang dikeluarkan oleh auditor untuk mengevaluasi apakah ada kesangsian tentang kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Opini audit going concern sangat berguna bagi para pemakai laporan keuangan untuk membuat keputusan yang tepat, karena ketika seorang investor akan melakukan investasi sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan, terutama yang menyangkut kelangsungan hidup perusahaan tersebut (Rahman dan Siregar, 2012). Oleh karena itu, maka auditor harus berhati-hati dalam memberikan opini audit going concern karena menjadi peringatan awal (early warning) bagi para pengguna laporan keuangan guna menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas audit, ukuran perusahaan, debt default, dan opinion shopping terhadap penerimaan opini audit going concern pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2015. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 34 perusahaan untuk 5 tahun pengamatan dengan 170 unit analisis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas audit, debt default, dan opinion shopping memiliki pengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern dengan arah positif. Sedangkan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh negatif terhadap penerimaan opini audit going concern. | Going concern audit opinion is an evaluation of the auditors skepticism towards the abilty of company to maintain the viability of its business within a certain period. Going concern audit opinion very useful for users of financial statements to make the right decision, because when an investor will make an investment it is necessary to know the financial condition of the company, especially concerning the survival of the company (Rahman and Siregar, 2012). Therefore, the auditor should be careful in giving a going concern audit opinion because it becomes an early warning for users of financial statements to avoid mistakes in economic decision making. This research aims to discover and analyze the effect of audit quality, company size, debt default and opinion shopping on the acceptance going concern audit opinion on the property and real estate company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2011-2015. Sampling method that used in this research is purposive sampling method, with 34 company samples to 5 years with 170 analysis units. Analysis data method that is used in this research is logistic regression method. The results of this research indicates that audit quality, debt default, and opinion shopping has a significant effect on the acceptance going concern audit opinion with a positive direction. While the company size has no negative effect on the acceptance going concern audit opinion. | |
| 17023 | 20194 | D1E013261 | KUALITAS SUSU SAPI PERAH DITINJAU DARI BERAT JENIS DAN KADAR LEMAK MELALUI PEMBERIAN FEED SUPPLEMENT DALAM RANSUM | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan level terbaik pemberian feed supplement Heit-Chrose untuk meningkatkan kualitas susu ditinjau, dari berat jenis dan kadar lemak susu. Pakan yang di gunakan untuk penelitian adalah rumput gajah, konsentrat, dan feed supplement Heit-Chrose dengan level 0%, 1% dan 2% dari total konsentrat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan materi sebanyak 21 ekor sapi perah periode laktasi ke-2 sampai ke-4 pada fase akhir laktasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Pola Tersarang (Nested Classification) dengan 3 perlakuan dan ulangan 4 kali (grup A) dan 3 kali (grup B). Peubah yang diukur adalah berat jenis dan kadar lemak susu. Sampel susu diambil pada pemerahan pagi hari sebanyak 500 ml. Rataan nilai berat jenis susu grup A (laktasi 2) 1,025 + 0,000924 dan grup B (laktasi 4) 1,024 + 0,00112 sedangkan rataan kadar lemak susu pada grup A (laktasi 2) yaitu 5,300 + 0,12 dan grup B (laktasi 4) yaitu 4,607 + 0,36. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pemberian feed supplement Heit-Chrose berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap berat jenis, dan kadar lemak susu. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian feed supplement Heit-Chrose sebanyak 1-2% dari total konsentrat tidak mempengaruhi berat jenis dan kadar lemak susu. | The research aimed to determine best level additional of feed supplement Heit-Chrose of milk density and levels of milk fat. The materials used in this study were king grass, concentrate, and feed supplement Heit-Chrose with level 0%, 1%, and 2% of total concentrate. This research applied experimental method with research material as much as 21 dairy cattle in lactation period 2 to 4 of late lactation. The study design applied Nested Classification with 3 treatments and replicates 4 times (group A) and 3 times (group B). Milk samples were taken in morning milking as much as 50 ml for testing milk. The variable measured were density and levels of milk fat. Data were analysed by analysis of variance and followed by Orthogonal Polynomial Test. The result showed that treatments didn’t affect significantly (P>0.05) of milk density and no significant affected (P<0.05) of levels of milk fat. The average protein levels of Group A (lactation 2) 1,025 + 0,000924 and group B (lactation 4) 1,024 + 0,00112. The average of milk viscosity in group A (lactation 2) was 5,300 + 0,12 and group B (lactation 4) was 4,607 + 0,36. Based on the explanation above, it could be concluded that feeding supplement Heit-Chrose as much as 1-2% of total concentrate had not affected milk density and levels of milk fat. | |
| 17024 | 20195 | A1L013188 | EVALUASI STATUS UNSUR HARA KALIUM PADA LAHAN KERING UNTUK TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Evaluasi status unsur hara diperlukan untuk perencanaan pemupukan secara efisien sesuai ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Tujuan penelitian adalah menyajikan data dan informasi tentang status K-tersedia tanah untuk tanaman jagung menggunakan model analisis spasial. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2017. Pengambilan sampel dilakukan di Kecamatan Sumbang dengan menggunakan metode purposive random sampling berdasarkan SLH (Satuan Lahan Homogen).Variabel yang diamati meliputi K-tersedia, KTK, KB, pH H_2 O, DHL tanah serta hasil tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan K-tersedia tanah pada SLH 1,2,3 dan 4 berturut turut, yaitu 178,5 ppm, 114 ppm, 136,5 ppm, 78 ppm K_2 O. Pemupukan K yang direkomendasikan untuk meningkatkan kalium tersedia pada SLH 2, 3 dan 4 pada daerah lokasi penelitian, yaitu sebanyak 173,3, 92,47 dan 212,55 kg K_2 O/ha atau setara dengan 229, 154 dan 354 kg KCl/ha. | Evaluation of nutrient status is required for efficient fertilization planning as well as nutrient availability in the soil. The objective of the study was to present data and information on the status of soil K-availability for corn plants using spatial analysis model. The research was conducted in March-June 2017. The Sampling was conducted in Sumbang District using purposive random sampling method based on SLH (homogeneous square units). The observed variables were soil K-availability, CEC, base saturation, pH H_2 O and electrical conductivity. The results showed that the soil K-availability at SLH 1,2,3 and 4 respectively that are 178,5 ppm, 114 ppm, 136,5 ppm and 78 ppm K_2 O. The recommended K fertilizer to increase potassium availability at SLH 2, 3 and 4 in the research location area as much as 173,3, 92,47 dan 212,55 kg K_2 O/ha or equal with 229, 154 dan 354 kg KCl/ha. | |
| 17025 | 21698 | D1E014200 | PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN PERENDAM KULIT PISANG TERHADAP HAUGH UNIT, INDEKS PUTIH DAN KUNING TELUR AYAM NIAGA PETELUR | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui level konsentrasi larutan kulit pisang kepok (Musa paradisiaca normalis) yang paling baik sebagai pelapis edible telur ayam niaga petelur. Materi yang digunakan adalah 90 butir telur ayam niaga petelur. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebagai perlakuan yaitu konsentrasi larutan kulit pisang sebesar : 20% (P1), 30% (P2) dan 40% (P3). Setiap perlakuan terdiri dari enam kali ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari lima telur. Variabel yang diamati adalah Haugh Unit, indeks putih dan kuning telur. Rata-rata Haugh Unit, indeks putih dan kuning untuk P1, P2 dan P3 secara berturut-turut adalah 61,83 ± 11,56, 59,33 ± 11,51, 63,86 ± 10,75, 0,058 ± 0,013, 0,054 ± 0,011, 0,064 ± 0,017 dan 0,31 ± 0,04, 0,29 ± 0,03, 0,32 ± 0,03. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi larutan perendam kulit pisang berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap Haugh Unit, Indeks Putih Telur dan Indeks Kuning Telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan konsentrasi larutan kulit pisang untuk melapisi telur sebesar 20% dengan lama perendaman 24 jam dapat mempertahankan kualitas telur yang disimpan selama 30 hari dalam temperatur ruang. | The aim of this research is to investiged concentration of banana kepok peel solution (Musa paradisiaca normalis) the best as edible coating of chicken egg commercial layer. Nineteen commercial chicken egg was used. The research method was conducted experimentally with the design Completely Randomized Design (RAL), as the treatment was concentration of banana peel solution namely: concentration of 20% (P1), 30% (P2) and 40% (P3). Each treatment was six replicated and each replicate consist five eggs. The observed variables were Haugh Unit, albumen and yolk index.The average of egg Haugh Unit, albumen and yolk index the egg for P1, P2, and P3 were 61,83 ± 11,56, 59,33 ± 11,51, 63,86 ± 10,75, 0,058 ± 0,013, 0,054 ± 0,011, 0,064 ± 0,017 and 0,31 ± 0,04, 0,29 ± 0,03, 0,32 ± 0,03 respectively. Analysis of variance showed that concentration banana peel solution not significant effect (P> 0.05) on an egg Haugh Unit, albumen and yolk index. The conclusion of this research is the best concentration of banana peel solution for coating egg in 20% with soaking for 24 hours can maintain the quality of eggs stored for 30 days in room temperature. | |
| 17026 | 20196 | D1E013030 | PERBEDAAN TINGGI PINGGUL, LEBAR PINGGUL, PANJANG TELINGA DAN BOBOT BADAN CEMPE PERANAKAN ETAWAH BETINA DI KECAMATAN KALIGESING DAN KECAMATAN GUMELAR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari perbedaan ukuran tinggi pinggul, lebar pinggul, panjang telinga dan bobot badan antara kambing cempe Peranakan Etawah (PE) betina yang dipelihara di Kecamatan Kaligesing dan Kecamatan Gumelar. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah cempe Peranakan Etawah betina berumur 4–6 bulan sebanyak 85 ekor (50 ekor di Kecamatan Kaligesing dan 35 ekor di Kecamatan Gumelar). Metode penelitian yang digunakan penelitian survey, penetapan sampel lokasi secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan ukuran lebar pinggul, (P<0,05) cempe Peranakan Etawah betina yang dipelihara di Kecamatan Kaligesing dengan Gumelar, sedangkan ukuran tinggi pinggul, panjang telinga dan bobot badan tidak berbeda nyata. Kesimpulan dari hasil penelitian yang mempengaruhi perbedaan ukuran tinggi pinggul, lebar pinggul, panajang telinga dan bobot badan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu genetik, lingkungan dan manajemen pemeliharaan. Lingkungan di Kecamatan Kaligesing lebih baik dibandingkan di Kecamatan Gumelar karena Kecamatan Kaligesing berada di dataran tinggi sehingga pertumbuhan kambing Peranakan Etawah lebih optimal. | The study aimed to find out and study the differentciation of hip height, hip width, ear length and body weight between Etawah grade female kids kept in the district of Kaligesing and district of Gumelar. The material used in this study was the Etawah grade female kids aged 4-6 months with of 85 heads (50 in district of Kaligesing and 35 in district of Gumelar). The research method used was survey with determination of sampling used the purposive sampling. The results showed that there were highly significant different in size of hip widht (P <0,05) of Etawah grade female kids goats kept in Kaligesing sub-district with Gumelar, while hip height, ear length and body weight was not significantly different. Conclusions from the results of the study that affect the differences in hip height, hip width, ear length and body weight are caused by several genetic factors, environmental and maintenance management. The environment in Kaligesing sub-district is better than in Gumelar sub-district because Kaligesing sub-district is in the highlands so that the growth of Ettawa grade is more optimal. | |
| 17027 | 20197 | F1C012074 | Interaksi Simbolik Sesama Gay dan Panggunaan Aplikasi Grindr di Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar pribadi yang terjadi dalam hubungan para gay yang ada di Purwokerto. Penelitian ini fokus pada bagaimana simbol-simbol nonverbal digunakan dalam interaksi simbolik yang dilakukan oleh komunitas gay yang ada di kota Purwokerto di tengah pandangan tabu dan pro kontra terhadap keberadaan komunitas ini. Keberadaan komunitas gay yang tabu inilah yang membuat bentuk komunikasi gay menjadi hal yang perlu dipahami. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling di mana informan dipilih berdasarkan tujuan tertentu dalam penelitian yang dilaksanakan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data diuji dengan menggunakan teknik dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini mennunjukkan beberapa hal yang terkait dengan komunitas gay di Purwokerto. Secara umum, para gay di Purwokerto berkomunikasi dengan simbol-simbol non verbal yang hanya diketahui oleh mereka, yaitu dengan gaya berpakaian, gestur dan bahasa yang khas. Selain itu, dalam interaksinya dengan kaum heteroseksual, para gay juga tidak menunjukkan sesuatu yang berbeda. Gaya hidup gay cenderung metroseksual dan tampak mewah. Komunikasi yang terjadi dalam aplikasi Grindr terjadi mengalir begitu saja seperti pendekatan yang dilakukan oleh kaum heteroseksual dalam hubungan romantis. | This study is purposed to understand how interpersonal communication conducted in gay community. The study focused more in the symbolic interactional aspect of their communication despite of their taboo and controversial existence in Purwokerto. This is the reason of why understanding their communication forms is important. This is a descriptive qualitative study with phenomenology approach. In this case, the informants of this study were chosen by using purposive sampling technique. In collecting research data, indepth interview and observation were done. Then, validity of this research data is tested by using Miles and Huberman technique, including data reduction, data display, conclusion and verification. The result of this study shows the codes and symbols that are only understood by their community. The symbol forms can be seen from their style, gesture and language. Their interaction with heterosexual people is also normal, wich indicates that their gay style only done to their own community. They have metrosexual style with prestige and glamor lifestyle. In Grindr application, they do their personal approach like common heterosexual couples in their romatic relationshops. | |
| 17028 | 21976 | B1J013159 | POTENSI REPRODUKSI IKAN SEMBILANG KUNING (Plotosus papuensis) YANG DITANGKAP DI DANAU RAWA BIRU, MERAUKE, PAPUA | Ikan sembilang kuning (Plotosus papuensis) merupakan ikan endemik di Rawa Biru yang dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi. Informasi tentang aspek reproduksi ikan ini masih sangat terbatas. Data aspek reproduksi diperlukan untuk menduga status reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan gonad, indeks gonado somatik, indeks hepato somatik, fekunditas dan diameter sel telur ikan sembilang kuning yang tertangkap di Rawa Biru Kabupaten Merauke, Provinsi Papua dan mengetahui kualitas air di perairan tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada bulan September dan Oktober 2016 di 8 stasiun pengambilan sampel. Ikan sembilang kuning yang tertangkap berjumlah 32 ekor, terdiri dari 5 ekor jantan dan 27 ekor betina. TKG IV mendominasi pada bulan Oktober. IGS ikan sembilang kuning jantan bulan September 1,29 ±0,05% dan bulan Oktober 1,18 ±0,29%, IGS ikan betina bulan September 1,01 ±0,42% dan Oktober 0,86 ±0,49%. IHS ikan jantan bulan September 0,24 ±0,05% dan bulan Oktober 0,20 ±0,03%, IHS ikan betina bulan September 0,27 ±0,05% dan bulan Oktober 0,37 ±0,11%. Fekunditas bulan September 5243,07 ±3271,04 dengan diameter sel telur 1,03 ±0,05 dan fekunditas bulan Oktober 2661,06 ±948,95 dengan diameter sel telur 1,29 ±0,02. Kualitas air Rawa Biru dengan kisaran suhu air 27,5¬o-28,5oC, kecerahan air 1,05-1,86 m, pH 5-6, O2 telarut 2,7-8,1 ppm, dan CO2 bebas 2-3,96 ppm, kondisi ini dikategorikan cukup baik untuk kelangsungan hidup dan reproduksi ikan sembilang kuning. | Papuan ell-catfish (Plotosus papuensis) is an endemic fish of Rawa Biru lagoon, Merauke, Papua. Information on reproductive biology of this edible fish is very limited. The aims of this study was to evaluate gonadal maturity index, gonado somatic index, hepato somatic index, fecundity and eggs diameter of this ell-catfish caught in Rawa Biru Merauke Regency of Papua Province and to determine the water quality of this lagoon. The study was conducted in September and October 2016. The fish obtained from 8 sampling stations during the study periode were 32, consisting of 5 males and 27 females. The gonadal maturity index was II- IV. The gonado somatic index (GSI) of the male was 1,29 ±0,05% in September and 1,18 ±0,29% in October. The GSI, of the female was 1,01 ±0,42% in September and 0,86 ±0,49% in October. The hepato-somatic index of the male was 0,24 ±0,05% in September and 0,20 ±0,03% in October, while in the females were 0,27 ±0,05% in Setpember and 0,37 ±0,11% in October. The fecundity was 5243,07 ±3271,04 with egg diameter of 1,03 ±0,05 mm in September and 2661,06 ±948,95 with egg diameter of 1,29 ±0,02mm in October. Rawa Biru lagoon provides a good environtmet to support growth and reproduction of this ell-catfish as indicated by it water temperature of 27,5º-28,5 ºC, water transparency of 1,05-1,86 m, pH 5-6, dissolved oxygen of 2,7-8,1 ppm, and free carbon dioxide of 2-3,96 ppm. | |
| 17029 | 20199 | P2BA14018 | Biodiversitas Kupu-Kupu Di Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran Sebagai Acuan Dasar Penentuan Strategi Konservasi | Penelitian ini bertujuan menentukan biodiversitas kupu-kupu, hubungan antara jumlah kupu-kupu dengan jumlah pengunjung dan strategi konservasi kupu-kupu yang dibutuhkan untuk mengelola keanekaragaman kupu-kupu di Taman Wisata Alam Pananjung. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai lapangan. Parameter yang diamati pada setiap lokasi meliputi keanekargaman vegetasi tumbuhan, pengumpulan dan pengamatan langsung terhadap kupu-kupu. Parameter yang diamati pada setiap lokasi meliputi indeks keanekaragaman (H’), dan analisis regresi. Sampel di ambil dari ekosistem yang dibagi dalam tiga stasiun yaitu stasiun banyak pengunjung, stasiun sedikit pengunjung, stasiun tidak ada pengunjung sebanyak tiga belas kali. Penelitian dilakukan pada akhir bulan Desember 2016 - akhir bulan Maret 2017 selama 3 Bulan. Hasil penelitian ditemukan 59 spesies dari 1165 individu. Keanekaragaman kupu-kupu di Taman Wisata Alam Pananjung, termasuk kategori tinggi (H’= 3.651) dengan kemerataan masih tergolong tinggi (E= 0.887). Selain itu, besarnya pengaruh jumlah pengunjung terhadap jumlah kupu-kupu sebesar (r square) 0.109 atau 10.9% dengan persamaan regresi yaitu : Y = 33.487 - 0.078X. Semakin banyak pengunjung yang datang ke ekosistem, maka akan semakin menurunkan jumlah kupu-kupu, setiap peningkatan jumlah pengunjung 1 orang akan menurunkan jumah kupu sebesar 0.078. Selanjutnya srategi konservasi yang dibutuhkan di ekosistem yaitu perlu dilakukannya penangkaran kupu-kupu yang tidak terpisah (in situ) dari Taman Wisata Alam Pananjung, Pangandaran karena ditemukannya spesies endemik yaitu Tanaceia trigerta dan dan spesies langka yaitu Troides helena. | This study aims to determine the biodiversity of butterflies, the relationship between the number of butterflies with the number of visitors and the strategy of butterfly conservation needed to manage the diversity of butterflies in Nature Recreational Park, Pananjung. This research was conducted by field survey method. Parameters observed at each site include vegetation diversity, direct collection and observation of butterflies. The parameters observed at each location include the index of diversity (H '), and regression analysis. Samples are taken from ecosystem which is divided into three stations ie many visitors station, station little visitors, station no visitors as much as thirteen times. The study was conducted at the end of December 2016 - end of March 2017 for 3 Months. The results of the study found 59 species of 1165 individuals. The variety of butterflies including high category (H '= 3.651) with fairness is still relatively high (E = 0.887). In addition, the amount of influence the number of visitors to the number of butterflies (r square) 0.109 or 10.9% with regression equation is: Y = 33.487 - 0.078X. The more visitors who come to ecosystem the more will decrease the number of butterflies, each increase in the number of visitors 1 person will lower the net of the butterfly by 0.078. Furthermore, the conservation strategy that is needed in ecosystem is need to do in situ butterfly capture from Nature Recreational Park, Pananjung because of the discovery of endemic species of Tanaceia trigerta and rare species, Troides helena. | |
| 17030 | 20200 | G1H013004 | HUBUNGAN TINGKAT ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN KEJADIAN KEK (KURANG ENERGI KRONIS) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PEKERJA WANITA DI PABRIK BIHUN SARI BOGA KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang : Pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat ditandai dengan tumbuhnya industri-industri baru yang menimbulkan banyak peluang bagi angkatan kerja pria maupun wanita. Tercapainya keadaan kesehatan yang optimal, dapat mewujudkan produktivitas kerja yang tinggi. Kekurangan konsumsi zat gizi bagi seorang pekerja dari standar minimum umumnya akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, aktivitas, dan produktivitas kerja. Metodologi: Desain penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 30 pekerja wanita yang diambil secara purposive sampling dengan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi diwawancara menggunakan food Recall 2x24 jam dan diukur LILA untuk mengetahui status KEK. Data dianalisis menggunakan uji Rank-Spearman. Hasil : Rata-rata tingkat asupan energi pekerja wanita yaitu 1581,5 kkal, tingkat asupan protein 45,77 gram, serta pekerja dengan status KEK (30%) dan normal (70%). Hasil uji bivariat menggunakan Uji Rank Spearman di peroleh nilai koefisien korelasi tingkat asupan energi (0,29), tingkat asupan protein (0,175) dan status KEK (0,57) . Kata Kunci : Tingkat asupan energi, Tingkat asupan protein, Status KEK(Kurang Energi Kronis), Produktivitas Kerja, Pekerja wanita pabrik bihun. | Background: Rapid economic growth characterized by the growth of new industries which create many opportunities for male and female labor force. The achievement of an optimal state of health, can realize high productivity. Shortage of nutrient consumption for a worker on the minimum standards will generally affect the health conditions, activities and work productivity. Methodology: This study used cross sectional design. Samples of 30 female workers were taken by purposive sampling to meet the inclusion and exclusion criteria were interviewed using a food recall 2x24 hours and measured MUAC (Mid Upper Arm Circumference) to determine the status of CED. Data were analyzed using Spearman Rank test. Results: The average rate of energy intake in female workers is 1581.5 kcal, protein intake level is 45.77 grams, and female workers with CED status (30%) and normal (70%). The results of the bivariate test was using Spearman Rank test and obtained the correlation coefficient of energy intake level (0.29), the level of protein intake (0.175) and the status of CED (0.57). Conclusion: There is no relationship between the level of intake of energy, protein and CED (chronic energy deficiency) with work productivity of female workers in in Boga Sari Vermicelli Factory, Kembaran subdistrict, Banyumas regency. Keywords: Level of energy intake, level of protein intake, CED (chronic energy deficiency)status, Work Productivity, female workers of vermicelli factory. | |
| 17031 | 20206 | G1G013029 | HUBUNGAN KEMANDIRIAN EMOSI DAN SENSE OF COHERENCE (SOC) DENGAN KECEMASAN DENTAL PASIEN REMAJA DI RSGM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO | Kecemasan dental menjadi faktor penyebab sulitnya dokter gigi melakukan tindakan terhadap pasien. Prevalensinya di dunia mencapai angka 5-20%. Penyebab kecemasan dental di antaranya adalah faktor psikologis. Tahapan usia yang rentan dengan perubahan psikologis adalah remaja. Kecemasan dental pada remaja mencapai angka yang tinggi yaitu 3-19%. Faktor psikologis yang dimiliki remaja antara lain kemandirian emosi, kemandirian emosi merupakan kemampuan seseorang untuk tidak bergantung secara emosional pada orang lain terutama orang tua dan sense of coherence (SOC), SOC merupakan kemampuan seseorang untuk menjaga kesehatan ketika berada di bawah stressor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan kemandirian emosi dan SOC dengan kecemasan dental pasien RSGM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan metode kuantitatif. Rancangan penelitian cross-sectional study. Penelitian dilakukan terhadap 49 pasien remaja di UPU RSGM Unsoed usia 14-18 tahun. Responden diminta mengisi kuesioner IDAF-4C untuk kecemasan dental, kuesioner EAS untuk kemandirian emosi, dan kuesioner SOC. Pengisian dilakukan di RSGM Unsoed. Analisis data menggunakan uji Pearson, multiple correlation dan Anacova. Hasil analisis hubungan kemandirian emosi dan SOC dengan kecemasan dental menunjukkan p<0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan kemandirian emosi dan SOC dengan kecemasan dental. Saran bagi remaja adalah untuk mengembangkan kemandirian emosi dengan menyelesaikan masalah dan menentukan pilihan secara mandiri serta mengembangkan SOC dengan menyikapi masalah dengan tidak mudah stres. Saran bagi orang tua adalah menggunakan pola asuh yang mendukung kemandirian emosi dan SOC pada anak remaja. | Dental anxiety is factor that makes difficulty for dentists to take action on patients. The prevalence of dental anxiety in the world reaches 5-20%. The causes of dental anxiety include psychological factors. The age stage that is vulnerable to psychological changes is adolescents. Dental anxiety in adolescents reach high prevalence around 3-19%. Psychological factors in adolescents include emotional autonomy, which is someone's ability not to be emotionally dependent on others especially their parents, and sense of coherence (SOC), which is someone's ability to avoid stress and maintain health under stressor. The purpose of this study was to determine the relationship between emotional autonomy, SOC, and dental anxiety of adolescent patients in dental hospital of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The type of the research was observational analytic with quantitative method. The study design was cross-sectional study. The study was conducted on 49 adolescent patients in the public service of dental hospital age 14-18 years. After that, respondents were asked to fill out IDAF-4C questionnaires for dental anxiety, EAS questionnaires for emotional autonomy and SOC questionnaires for SOC. Respondents filled the questionnaires directly at the dental hospital. Data was analyzed with SPSS 17 using Pearson correlation test, multiple correlation, and Anacova. The results of the analysis of emotional autonomy and SOC relationship with dental anxiety showed p = 0.000 (p <0.05). The conclusion of this study is that there was a relationship between emotional autonomy, SOC, and dental anxiety. Suggestions for teenagers are to develop emotional autonomy by solving problems and making choices independently and to develop SOC by facing the problem calmly and not easily being stressed. Suggestion for parents is to use parenting methods that support emotional autonomy and SOC in adolescents. | |
| 17032 | 20207 | E1A013255 | Perjanjian Kawin (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 8482/Pdt.P/2012/PN.Sby) | Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menentukan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia kekal berdasarkan ketuhanan yang maha Esa” Dengan adanya Perkawinan maka menimbulkan akibat hukum. Akibat hukum adanya perkawinan adanya hak dan kewajiban yang timbul pada pihak istri maupun suami salah satunya adalah harta kekayaan. Harta kekayaan suami maupun istri menjadi bersatu kecuali jika ada Perjanjian kawin. Pada Pasal 139 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Pasal 29 Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diatur mengenai Perjanjian Kawin. Pada Pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 disebutkan bahwa Perjanjian Kawin disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan. dan Pada Pasal 152 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata disebutkan bahwa Perjanjian Kawin di sahkan oleh pegawai pencatat perkawinan Penetapan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 8482/Pdt.P/2012/PN.Sby, Permohonan Pencatatan Perjanjian Kawin dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Surabaya atas dasar Kealphaan Pemohon dalam mencatatkan Perjanjian Kawin ke akte perkawinan, dengan pertimbangan hakim Pasal 29 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam memutus perkara Permohonan Pencatatan Perjanjian Kawin kurang pertimbangan hukumnya, karena hakim dalam memutus perkara ini mengesampingkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sebaiknya hakim mempertimbangkan ketentuan Pasal 139, Pasal 147, Pasal 152 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang di nyatakan bahwa perjanjian kawin harus dicatatkan dalam akte perkawinan dan ketentuan Pasal 12 huruf (h) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. | The Law No. 1 of 1974 on Marriage determines that "Marriage is a mental bond between a man and a woman as a husband and wife in order to form a happy, everlasting family based on a single divinity." The marriage will have legal consequences. As a result of marriage the existence of rights and obligations that arise on the part of the wife and husband one of them is the wealth property of husband and wife become united unless there is a Prenuptial Agreement. In Article 139 of the Civil Code and Article 29 of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage shall be stipulated concerning the Prenuptial Agreement. In Article 29 paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974 mentioned that the Prenuptial Agreement was approved by the marriage registry officer. and Article 152 of the Civil Code states that the Prenuptial Agreement is approved by the Marriage Registry Officer Determination of the Surabaya District Court Number: 8482 / Pdt.P / 2012 / PN.Sby, The Application for Recording of Prenuptial Agreementis granted by the Surabaya District Court on the basis of the Petitioner's Perception in registering the Prenuptial Agreement to the marriage certificate, with the consideration of the judge Article 29 Act Number 1 Year 1974 about Marriage The result of the research indicates that the judge's consideration in deciding the case of the Recording of Prenuptial Agreement is lacking its legal considerations, since the judge in deciding this case overrides the prevailing laws and regulations, the judge should consider the provisions of Article 139, , Article 152 of the Civil Code it is stated that the Prenuptial Agreement must be registered in the marriage certificate and the provision of Article 12 letter (h) of Government Regulation Number 9 Year 1975 | |
| 17033 | 21447 | C1M014022 | PENGARUH PENGELOLAAN KELAS, KEAKTIFAN BELAJAR DAN MINAT TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA (Studi Kasus Di SMA Negeri 2 Purwokerto) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pengelolaan Kelas, Keaktifan Belajar dan Minat terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Purwokerto)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan kelas, keaktifan belajar dan minat terhadap prestasi belajar ekonomi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS dan kelas XI IPS sebanyak 147 responden. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur yang menunjukkan bahwa: 1) Pengelolaan kelas berpengaruh positif terhadap prestasi belajar Ekonomi siswa di SMA Negeri 2 Purwokerto. 2) Keaktifan belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar Ekonomi siswa di SMA Negeri 2 Purwokerto. 3) Minat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar Ekonomi siswa di SMA Negeri 2 Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini adalah demi mendukung dan menambah cakupan penelitian diharapkan untuk penelitian selanjutnya agar menambah variabel dan melakukan penelitian di sekolah lain. Bagi guru perlu memperhatikan keadaan peserta didik saat mengajar, agar keaktifan belajar dan minat siswa dalam mata pelajaran ekonomi semakin tinggi, sehingga prestasi siswa semakin tinggi. Bagi sekolah sebaiknya memberikan pelatihan kepada guru terkait pengelolaan kelas, sehingga guru dapat mengelola kelas dengan baik dan prestasi belajar siswa meningkat. | This research entitled "The Influence of Classroom Management, Activity Learning and Student Economic Learning Achievement Interest (Study Case at SMA Negeri 2 Purwokerto)". This study aimed at analyzing the influence of classroom management, learning activity and interest in economic achievement. The population is used in this study were students of class X IPS and class XI IPS as many as 147 respondents. Analytical techniques in this study using path analysis that showed: 1) Classroom management has a positive effect on student Economics achievement in SMA Negeri 2 Purwokerto. 2) The learning activity has a positive effect on the Economic students' achievement in SMA Negeri 2 Purwokerto. 3) Interest has a positive effect on Economic students' achievement in SMA Negeri 2 Purwokerto. The implication in this research is in order to support and increase the scope of research is expected for futher research to add variables and conduct research in other schools. The teachers need to pay attention to the learners’ conditions while teaching, thus the learning activity and the student interest in economic subjects is higher, thus the student achievement is higher. For the school should provide training to teachers related to classroom management, thus the teachers can manage the class well and the student achievement increased. | |
| 17034 | 20210 | A1H013062 | Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam Pengelolaan Jaringan Irigasi di Daerah Irigasi Serayu | Perkumpulan Petani Pemakai Air yang disebut P3A adalah kelembagaan pengelolaan irigasi yang menjadi wadah petani pemakai air dalam suatu daerah layanan/petak tersier atau desa yang dibentuk secara demokratis oleh petani pemakai air termasuk lembaga lokal pengelola irigasi. Pada penelitian ini P3A dinilai kinerjanya berdasarkan aspek kinerja P3A yang terdiri dari 1) aspek kelembagaan, 2) aspek keuangan, 3)aspek teknis irigasi, dan 4) aspek pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja P3A dalam pengelolaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Serayu. Penelitian bersifat kuantitatif dimana pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling, dengan total responden sebanyak 105. Faktor analisis diguanakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja P3A dalam pengelolaan jaringan irigasi di DI Serayu. Data diolah dengan menggunakan SPSS Statistics 20. Tahapan pengelolaan data meliputi: 1) pengurangan data, 2) perhitungan KMO, 3) analisis communalities, 4) total variance explained, 5) factor matrix, dan 6) rotated factor matrix. Hasil penelitian menujukkan lima faktor yang mempengaruhi kinerja P3A dalam pengelolaan jaringan irigasi di DI Serayu yaitu: 1) aspek teknis irigasi dengan varians 12,764%, 2) aspek pertanian dengan varians 10,264%, 3) aspek pengembangan keuangan dengan varians 9,277%, 4) aspek pengendalian keuangan dengan varians 9,152%, dan 5) aspek kelembagaan dengan varians 8,558 %. Total varians yang dihasilkan dari ke lima faktor diatas untuk menjelaskan faktor yang mempengaruhi kinerja P3A adalah 50,016%. Kata kunci: perkumpulan petani pemakai air (P3A), kinerja, analisis faktor | Water User Farmers' Association called P3A is an irrigation management institution that becomes a place of water user farmers in a tertiary service area or village that is democratically established by water user farmers including an local irrigation management institution. In this research, P3A will be judged for the performance according to P3A performance aspect consisting of 1) institutional aspect, 2) financial aspect, 3) irrigation technical aspect, and 4) agriculture aspect. The purpose of this research is to know the factors that affect the performance of P3A in irrigation network management in Serayu irrigation area. The research employed quantitative technique and data was collected using purposive sampling. A total of 105 respondents completed the questionnaire. The analytical factor used to analyze the factors affecting the performance of P3A in the management of irrigation networks in Serayu irrigation area. The data was processed using SPSS Statistics 20.0 for . Stages of the data processing include: 1) data reduction, 2) KMO calculation, 3) analysis communalities, 4) total variance explained, 5) factor matrix, and 6) rorated factor matrix. The results showed that five factors influence the performance of P3A in irrigation network management in Serayu irrigation area: 1) irrigation technical aspects with variance 12,764%; 2) agriculture aspect with variance 10,264%; 3) financial development aspect with variance 9,277%; 4) aspect of financial control with variance 9,152%, and 5) institutional aspect with variance 8,558%. The total variance resulting from the above five factors is to explain the factors that affect the performance of P3A is 50.016%. Key words: Water User Farmers' Association, performance, factor analysis | |
| 17035 | 22062 | A1M014076 | PENETAPAN MASA SIMPAN TIWUL INSTAN TINGGI PROTEIN HASIL FERMENTASI UBI KAYU DENGAN RAGI TAPE DALAM KEMASAN PLASTIK POLIETILEN | Tiwul instan tinggi protein merupakan makanan kering tradisional berbahan baku ubi kayu dengan menggunakan kacang koro pedang yang mengalami proses instanisasi. Tiwul instan merupakan produk kering yang memiliki tekstur yang renyah dan mudah menyerap uap air dari udara sekitar. Kadar air merupakan parameter penting dalam menentukan kualitas mutu produk pada tiwul instan selama produksi dan penyimpanan. Peningkatan kadar air tiwul instan selama penyimpanan dapat dipengaruhi oleh komponen bahan yang terkandung didalamnya. Pendugaan umur simpan merupakan salah satu cara untuk mengetahui tingkat ketahanan produk selama masa penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menduga dan membandingkan umur simpan produk tiwul instan tinggi protein menggunakan tepung ubi kayu hasil fermentasi dan tepung ubi kayu biasa pada kemasan polietilen menggunakan metode akselerasi/ Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) berdasarkan pendekatan kadar air kritis. Hasil pengukuran terhadap tiwul instan tinggi protein dengan menggunakan tepung ubi kayu fermentasi dan tepung ubi kayu biasa secara berturut-turut yaitu kadar air awal (Mo) 0,06655 dan 0,06974 g H2O/g padatan, kadar air kritis (Mc) 0,1143 dan 0,1033 g H2O/g padatan,kadar air kesetimbangan (Me) 0,322 dan 0,310 g H2O/g padatan, kemiringan kurva sorpsi isotermis (b) 0,0243dan 0,0538, konstanta permeabilitas uap air kemasan plastik polietilen (k/x) 0,00145 dan 0,0017 g/m2.hari.mmHg, luas permukaan kemasan plastik polietilen (A) 0,0056 m2, bobot padatan per kemasan (Ws) 373,380 dan 372,104 g padatan, tekanan uap jenuh(Po) 30,3398 mmHg dan memiliki masa simpan selama 762 hari atau2 tahun 32 hari dan 1042 hari atau2 tahun 10 bulan 12 hari | Instant tiwul with high protein is a traditional dried food made from cassava with the addition of the “kacang koro pedang” that through the process of instanisasi. Isntant tiwul is a dried product that has the texture of crisp and easily absorbs moisture from the surrounding air. Moisture content is an important parameter in determining the quality of product quality on instant tiwul during production and storage. An increase in moisture content during instant food storage can be affected by components of the material contained therein. Shelf life prediction is one way to find out the level of resilience products during storage. This research aims to suspect and compare instant tiwul products shelf life using fermented cassava flour and regular cassava flour with the method of acceleration based on the approach of critical water content that is packaged using packaging polyethylene plastic. Measuring results against tiwul instant with high protein with the addition of fermented cassava flour and regular cassava flour in succession i.e., the initial moisture content (Mo) 0,06655 and 0,06974 g H2O/ g of solids, moisture critical content (Mc) 0.1143 and 0,1033 g H2O/ g of solids, moisture equilibrium content (Me) 0.322 and 0,310 g H2O/ g of solids, the slope of the isotherm sorption curve (b) 0.0243 and 0,0538, water steam permeability constant of packaging plastic polyethylene (k/x) 0.00145 and 0,0017 g/m2.day.mmHg, the surface area of the packaging plastic polyethylene (A) 0.0056 m2, weight of solids for one packaging (Ws) 373.380 and 372,104 g of solids, saturated steam pressure (Po) 30.3398 mmHg and have a save time for 762 days or 2 years 32 days and 1042 days or 2 years 11 months 12 days. | |
| 17036 | 20208 | A1C013063 | Kajian Pengembangan Komoditas Durian Unggulan di Desa Pageralang Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas | Desa Pageralang merupakan desa penghasil komoditas durian terbesar di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Komoditas durian merupakan komoditas yang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Hal tersebut dapat terlihat dari permintaan masyarakat akan buah durian yang semakin tinggi. Karena itu para petani di Desa Pageralang menanam beberapa varietas durian unggul seperti Monthong, Kani, dan Sunan. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui prioritas varietas durian unggulan yang dikembangkan di Desa Pageralang, 2) mengetahui kelayakan usahatani komoditas durian di Desa Pageralang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei sampai dengan 20 Juni 2017. Metode analisis yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Net Benefit Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas durian yang menjadi prioritas untuk dikembangkan di Desa Pageralang adalah varietas Sunan. Usahatani durian Sunan dinyatakan layak untuk diusahakan dengan nilai NPV sebesar sebesar Rp20.053.914,35, IRR sebesar 22% dan Net B/C sebesar 1,52. Usahatani durian Kani dinyatakan layak untuk diusahakan dengan nilai NPV sebesar Rp42.348.317,14, IRR sebesar 31% dan Net B/C sebesar 3,20. Usahatani durian Monthong dinyatakan layak untuk diusahakan dengan nilai NPV sebesar Rp37.070.291,94, IRR sebesar 32% dan Net B/C sebesar 3,43. Kata kunci: durian, prioritas, Analytical Hierarchy Process, usahatani | Pageralang village is the largest producer of durian commodity in Kemranjen sub-district of Banyumas regency. Durian commodities are commodities that have promising economic prospects. This can be seen from the public demand for durian fruit that is getting higher. Therefore, farmers in Pageralang village plant some superior durian varieties such as Monthong, Kani, and Sunan. The purposes of this research are: 1) to know the priority of superior durian varieties developed in Pageralang village, 2) to know the feasibility of durian commodity farmed in Pageralang village.The data were collected by survey and interview. The method of analysis used are Analytical Hierarchy Process, Net Present Value, Internal Rate of Return, and Net Benefit Cost Ratio. The result shows that durian varieties became priority developed in Pageralang village is Sunan varieties. Sunan durian farming is suitable to be cultivated with NPV value of Rp20.053.914,35, IRR of 22% and Net B/ C of 1.52. Kani durian farming system is possible to be cultivated with NPV value of Rp42.348.317,14, IRR of 31% and Net B/C of 3.20. Monthong durian farm is acceptable to be cultivated with NPV value of Rp37.070.291,94, IRR of 32% and Net B/C of 3.43. Keywords: durian, priority, Analytical Hierarchy Process, farming | |
| 17037 | 20211 | H1E013025 | INTERPRETASI ANOMALI MAGNETIK BERDASARKAN PENDEKATAN PSEUDOGRAVITY UNTUK MENGETAHUI INSTRUSI BATUAN BEKU DI DESA PEKUNCEN DAN SEKITARNYA KEC. JATILAWANG, KAB. BANYUMAS | Interpretasi anomali magnetik berdasarkan pendekatan pseudogravity untuk mengetahui instrusi batuan beku telah dilakukan di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah menginterpretasikan instrusi batuan beku menggunakan pendekatan pseudogravity dan memodelkan struktur batuan bawah permukaan. Data medan magnetik sekunder diolah dengan koreksi harian, koreksi IGRF, reduksi bidang datar, pengangkatan ke atas dan transformasi pseudogravity. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Mag2DC for windows. Interpretasi dilakukan dengan membuat sayatan pada kontur anomali lokal dengan dukungan data pseudogravity sehingga diketahui bahwa instrusi batuan basal memotong satuan batupasir dengan nilai suseptibilitas 0,0114 cgs unit hingga 0,013 cgs unit. Keberadaan instrusi batuan basal pada sayatan AB sangat dekat dengan permukaan yaitu berada pada kedalaman 0,85 meter di bawah permukaan dan pada sayatan CD instrusi batuan basal berada pada kedalaman 1,69 meter. Struktur batuan bawah permukaan daerah penelitian didominasi oleh perselingan batupasir-batulempung (dominasi batupasir) dengan nilai suseptibilitas sebesar 0,006 cgs unit, perselingan batulempung – batupasir yang didominasi oleh batulempung dengan nilai suseptibilitas sebesar 0,002 cgs unit sampai 0,004 cgs unit, batuan beku basal dengan nilai suseptibilitas sebesar 0,0114 cgs unit sampai 0,0128 cgs unit serta adanya endapan fluvial – aluvial dengan nilai suseptibilitas sebesar 0,001 cgs unit. | Magnetic anomaly interpretation based on pseudogravity approach to know the igneous rock intrusion at Pekuncen, Jatilawang, Banyumas has been done. The purpose of this research is to interpret igneous rock intrusion with pseudogravity approach and to model subsurface rock structure. Magnetic field secondary data processed with diurnal correction, IGRF correction, reduction to flat plane, upward continuation, and pseudogravity transformation. Modelling is done using Mag2DC software for windows. The interpretation is done making slice on local anomaly contour with pseudogravity approach and then know basalt rock instrusion cuttting sandstone with susceptibility value 0,0114 cgs unit to 0,013 cgs unit. The existence of basalt rock intrusion which is appeared on AB slice is very close to surface at the depth of 0.85 meter. Another basalt rock intrusion appeared on CD slice at the depth of 1.69 meter. The subsurface rock structure at research area is dominated by mix of sandstone-claystone (sandstone dominate) with susceptibility value 0.006 cgs unit, mix of sandstone-claystone (claystone dominate) with susceptibility value from 0.002 to 0.004 cgs unit, basalt igneous rock with susceptibility value from 0.0114 to 0.0128 cgs unit, and the fluvial-alluvial sediment with the susceptibility value 0.001 cgs unit. | |
| 17038 | 20212 | E1A013027 | Peran Penyidik Dalam Mengungkap Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking) Di Wilayah Polres Indramayu | Pemerintah Indonesia telah secara jelas mengecam adanya tindakan perdagangan orang, sebab sangat bertentangan dengan harkat dan martabat manusia dan melanggar hak asasi manusia. Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang merupakan landasan yuridis serta bukti nyata komitmen pemerintah memberantas tindak pidana tersebut. Dalam hal penyidikan tindak pidana perdagangan orang khususnya untuk tujuan eksploitasi seksual, masih banyak ditemukannya permasalahan untuk mengungkap kasus tersebut. Berdasarkan hal tersebut timbul pertanyaan bagaimana peran penyidik dalam mengungkap Tindak Pidana Perdagangan Orang di Polres Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis sosiologis dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Polres Indramayu. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data adalah data primer melalui wawancara dan data sekunder berdasarkan undang-undang. Metode penyajian data dengan menggunakan teks naratif yang disusun secara sistematis sebagai kesatuan yang utuh dan metode analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran penyidik dalam mengungkap tindak pidana perdagangan orang di Polres Indramayu memiliki peran yang selalu aktif karena selain menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat, penyidik juga mendatangi tempat yang diduga terjadi tindak pidana perdagangan orang. Hambatan yang sering dihadapi penyidik di wilayah Polres Indramayu diantaranya yaitu terkait fasilitas kendaraan serta fasilitas penunjang seperti alat komunikasi yang digunakan oleh penyidik untuk memudahkan dalam melaksanakan tugasnya yang belum tersedia dengan baik. Hambatan lain yang dihadapi oleh seorang penyidik yaitu sedikitnya jumlah korban yang melaporkan peristiwa tindak pidana perdagangan orang. Hal tersebut menyebabkan sulitnya pihak penyidik dalam mengungkap tindak pidana perdagangan orang. | Indonesian Government has clearly stated for the existence of human trafficking as it is contradict to human dignity and human rights issue. Law No. 21 of 2017 on Eradication of Crimes of Human Trafficking is the judicial foundation and a living proof for the government commitment in eradicating human trafficking. In the term of investigating crimes of human trafficking, particularly that leads to sexual exploitation, still have many obstacles in revealing the case. Through this case, marks question of how the role of investigator in revealing the crimes of human trafficking in Indramayu District Police. The research was conducted by sociological judicial approach and used descriptive research specification. The location of the research was held in Indramayu District Police. The types and sources of data used are primary and secondary data. Methods of data collection are primary data through interviews and secondary data based on the law. Method of data presentation by using narrative texts arranged systematically as a whole data and method of data analysis was done qualitatively. The research conclude that the role of investigator in revealing the crimes of human trafficking in Indramayu District Police has an active role as aside of their job to receiving reports and public complaint, investigator also has the role to visiting the place that is known as the place where human trafficking was done. The obstacles that are often faced by investigators in Indramayu District Police are about vehicle facilities and supporting facilities such as communication tools used by investigators to facilitate in carrying out their duties that are not yet available properly. Another obstacle faced by an investigator is the small number of victims who reported the crimes of human trafficking. This makes it difficult for investigators to revealing the crimes of human trafficking. | |
| 17039 | 21680 | A1H013064 | PENGARUH BIOCHAR TERHADAP PEMADATAN TANAH PADA LAHAN KERING AKIBAT PERLINTASAN TRAKTOR: BOBOT ISI (BULK DENSITY)-KONDUKTIVITAS HIDROLIK | Penggunaan alat berat pada pengolahan tanah seringkali berdampak terhadap percepatan proses pemadatan tanah, seperti halnya di beberapa lahan pertanian di kawasan Kabupaten Banjarnegara. Biochar adalah bahan organik yang diyakini dapat meningkatkan kualitas tanah termasuk mengurangi kepadatan tersebut. Namun demikian, kajian pemadatan tanah maupun biochar terhadap pemadatan tanah di lahan tersebut masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar terhadap pemadatan tanah akibat perlintasan traktor. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Padi dan Palawija (BBP) Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara dengan jenis tanah latosol. Perlakuan terdiri dari empat dosis biochar yang berbeda yaitu O0 (Tanpa Biochar), O1 (Biochar 1 ton/ha), O3 (Biochar 3 ton/ha) dan O5 (Biochar 5 ton/ha) dengan lintasan traktor yang sama yaitu lima perlintasan. Sampel tanah tidak terganggu diambil pada masing-masing perlakuan dengan tiga kali ulangan pada kedalaman 0-10 cm, 10-20 cm dan 20-30 cm setiap bulan selama tiga bulan pengamatan, menggunakan ring sampel volume 100 cm3 (diameter: 5 cm; tinggi: 5,3 cm). Selanjutnya, sampel tanah dianalisis untuk mendapatkan data nilai bobot isi (ρb) dengan metode gravimetri dan konduktivitas hidrolik (Ks) dengan metode falling head. | The use of heavy equipment often affect the soil tillage soil compaction process acceleration, as is the case in some farms in the area Banjarnegara district. Biochar is an organic material which is believed to improve the soil quality including reducing the density. However, the study and application of biochar to soil compaction is still very limited. The study aims to determine the effect of biochar on soil compaction due tractor crossings. This research was conducted at the Center for Rice Seed and Crops (BBP) Purwonegoro, Banjarnegara with latosol soil type. The treatment consists of four doses of biochar different ie O0 (Without Biochar), O1 (Biochar 1 ton / ha), O3 (Biochar 3 tons / ha) and O5 (Biochar 5 tonnes / ha) with track tractor same namely five crossings. Undisturbed soil samples taken at each treatment with a depth of 0-10 cm, 10-20 cm and 20-30 cm every month for three months of observation, using a sample ring volume of 100 cm3 (diameter: 5 cm; height: 5, 3 cm). Then analyzed to obtain the data value of bulk density(ρb)by gravimetric method and the hydraulic conductivity (Ks)with the method. | |
| 17040 | 20213 | A1C111015 | KAJIAN USAHATANI PADI HIBRIDA DAN NON HIBRIDA DI KECAMATAN MAOS KABUPATEN CILACAP | Kecamatan Maos merupakan lumbung padi, baik padi hibrida maupun non hibrida di Kabupaten Cilacap. Penerapan teknologi padi hibrida diharapkan dapat meningkatkan hasil padi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani padi hibrida dan non hibrida, (2) mengetahui tingkat kelayakan usahatani padi hibrida dan non hibrida, (3) mengetahui perbedaan tingkat pendapatan antara usahatani padi hibrida dan non hibrida, (4) mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil produksi padi baik pada padi hibrida dan non hibrida. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap dari tanggal 23 April sampai dengan 7 Mei 2016. Sasaran penelitian adalah petani padi hibrida dan non hibrida. Rancangan pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 67 orang petani padi hibrida dan 32 orang petani padi non hibrida. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, R/C ratio dan analisis fungsi produksi Cobb Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) usahatani padi hibrida di Kecamatan Maos pada bulan April sampai Mei 2016, baik biaya usahatani, penerimaan usahatani, dan pendapatan lebih besar daripada usahatani padi non hibrida, (2) usahatani padi hibrida dan non hibrida di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap layak untuk diusahakan, (3) berdasarkan uji statistik, terdapat perbedaan antara pendapatan usahatani padi hibrida dan non hibrida, (4) faktor produksi luas lahan, pupuk organik, dan pestisida pada usahatani padi hibrida berpengaruh terhadap hasil produksi, sedangkan pada usahatani padi non hibrida faktor produksi luas lahan, pupuk anorganik, dan pestisida berpengaruh terhadap hasil produksi. | Maos district is a farming a hybrid paddy as well as non hybrid source in Cilacap. The paddy crop production in Maos varies in number. Technology implementation on the hybrid paddy is expected to increase the crop production. This study aims 1) to calculate the cost, income, and earning of the hybrid and non-hybrid paddy farming, 2) to know feasibility level of hybrid paddy and non-hybrid paddy farming, 3) to know the difference of earning between hybrid paddy and non-hybrid paddy farming, 4) to know the effect of the production factor towards the paddy crop production both in hybrid and non-hybrid paddies. This study was conducted in survey method. This study was done in Maos district, Cilacap from 23 April to 7 May, 2016. The subject of this study is farmers of hybrid and non-hybrid paddies. The sampling using simple random sampling method with the sample 67 farmers of hybrid paddy and 32 farmers of non-hybrid paddy. This study used descriptive analysis, cost analysis, income and earning analysis, R/C ratio analysis and Cobb Douglas production function analysis. The result of the study showed that 1) the hybrid paddy farming in Maos district on April to May 2016, both production cost, average income of farmers, and the income greater than non-hybrid paddy farming, 2) the hybrid and non-hybrid paddy farming in Maos district in Cilacap feasible to cultivate ; 3) based on statistical test there was significant difference between hybrid and non-hybrid paddy farming; 4) the production factors, i.e. the vast of the area, organic fertilize, and pesticide used in the hybrid paddy farming, affect the crop production, while in the non-hybrid paddy, the production factors, such as the vast of the area, anorganic fertilizer, and pesticide used, the crop production. |