Artikelilmiahs
Menampilkan 17.001-17.020 dari 50.008 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17001 | 20178 | C1B013025 | ANALISIS PENGARUH BUDAYA POPULER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MERCHANDISE K-POP DI KALANGAN REMAJA DENGAN FANATISME, GAYA HIDUP, DAN KELOMPOK REFERENSI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Kasus pada Fandom ARMY di Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel budaya populer terhadap keputusan pembelian dengan fanatisme, gaya hidup, dan kelompok referensi sebagai variabel mediasi. Sampel dalam penelitian ini terdapat 130 responden yang merupakan anggota dari fandom ARMY. Metode convenience sampling digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini. Data di analisis menggunakan Sobel test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya populer berpengaruh positif terhadap fanatisme, gaya hidup, dan kelompok referensi. Hasil lainnya ditemukan bahwa fanatisme, gaya hidup, dan keputusan pembelian berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Sedangkan fanatisme, gaya hidup, dan kelompok referensi memediasi hubungan antara budaya populer terhadap keputusan pembelian. | The purpose of this research is to identify and analyze the effect of variable popular culture, towards purchase decision with fanaticsm, lifestyle, and reference group as mediating variable. The sample in this research is 130 respondents who are member of fandom ARMY in Indonesia. Convenience sampling method is used in the determination of the sample.Data was analyzed using Sobel test method. The results of this research indicate that popular culture had positive influence to fanaticism, lifestyle, and reference group. Other results found that fanaticism, lifestyle, and reference group had positive influence to purchase decision. While, fanaticism, lifestyle, and reference group mediated the relationship between popular culture towards purchase decision. | |
| 17002 | 20179 | C1K013039 | THE EFFECT OF GREEN MARKETING ON PURCHASE DECISION AND GREEN PRICE AS MODERATING VARIABLE BETWEEN PURCHASE INTENTION AND PURCHASE DECISION (Study on Consumer of Ades Bottled Water in Semarang) | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis “Pengaruh Green Marketing Terhadap Purchase Decision dan Green Price Sebagai Variabel Moderasi Antara Purchase Intention dan Purchase Decision”. Penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 188 responden dari konsumen air minum dalam kemasan merek Ades di Semarang. Data di analisis menggunakan Structural Equation Model. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa green marketing berpengaruh positif terhadap green cognition (H1). Green marketing berpengaruh positif terhadap brand image (H2). Green marketing berpengaruh positif terhadap purchase intention (H3). Green cognition berpengaruh positif terhadap brand image (H4). Green cognition tidak berpengaruh terhadap purchse intention (H5). Brand image berpengaruh positif terhadap purchase intention (H6). Purchase intention berpengaruh positif terhadap purchase decision (H7). Green price memoderasi hubungan kausal antara purchase intention dan purchase decision (H8). | The purpose of this study is to identify and analyze the effect of green marketing on purchase decision and green price as moderating variable between purchase intention and purchase decision. This research using questionnaire with the sample there were 188 respondents from consumer who are ever purchase Adesbottled water in Semarang. Data was analyzed using Equational Structural Modeling. These results indicate that green marketing has positive effect on green cognition (𝐻1). Green marketing has positive effect on brand image (𝐻2). Green marketing has positive effect on purchase intention (𝐻3). Green cognition has positive effect on brand image (𝐻4). Green cognition has no effect on purchse intention (𝐻5). Brand image has positive effect on purchase intention (𝐻6). Purchase intention has positive effect on purchase decision (𝐻7). Green price moderate causal effect between purchase intention and purchase decision (𝐻8). | |
| 17003 | 20180 | E1A013225 | PEMBATALAN PERKAWINAN (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Sekayu Nomor 0012/Pdt.G/2016/PA.Sky) | Pembatalan perkawinan merupakan tindakan putusan pengadilan yang menyatakan bahwa ikatan perkawinan yang telah dilakukan itu tidak sah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama Sekayu Nomor 0012/Pdt.G/2016/PA.Sekayu. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Putusan Pengadilan Agama Sekayu Nomor 0012/Pdt.G/2016/PA.Sky, Permohonan pembatalan perkawinan dilakukan dengan alasan pihak suami sebagai Pemohon merasa tertipu atas status perawan istri dan status anak yang dilahirkan. Hakim dalam memberikan pertimbangan hukum mendasarkan Pasal 23 huruf b, Pasal 27 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 72 ayat (2) dan (3) Kompilasi Hukum Islam, bahwa penipuan atau keadaan salah sangka mengenai diri suami atau istri dapat menjadi alasan pengajuan permohonan pembatalan perkawinan sepanjang tidak melebihi batas 6 bulan sejak keadaan penipuan atau keadaan salah sangka diketahui. | The cancellation of marriage is an proceeding of court decision stating that the marriage bond that has been committed is invalid. The main problem in this research is how the judge's judgment in granting the petition for cancellation of marriage on the Decision of Religious Court of Sekayu Number 0012 / Pdt.G / 2016 / PA.Sekayu. This study uses the normative juridical approach. The result of the research shows that, the Decision of Sekayu Religious Court Number 0012 / Pdt.G / 2016 / PA.Sky, the petition for cancellation of marriage is done on the grounds of the husband as Petitioner felt cheated on the status of virgin wife and the status of the child who was born. Judge in giving legal consideration based on Article 23 letter b, Article 27 paragraph (2) and (3) of Law Number 1 Year 1974 and Article 72 paragraph (2) and (3) Compilation of Islamic Law, that fraud or misconception concerning a husband or wife may be the reason for submitting a marriage cancellation request as long as it does not exceed the 6 month limit from the circumstances of deception or the misunderstanding. | |
| 17004 | 21432 | A1L014049 | EKSPLORASI, IDENTIFIKASI DAN UJI BAKTERI ANTAGONIS Bacillus sp. DARI RIZOSFER JAGUNG TERHADAP BAKTERI LAYU STEWART | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengeksplorasi dan identifikasi bakteri antagonis Bacillus sp. dari rizosfer jagung, 2) mengidentifikasi bakteri patogen layu Stewart pada tanaman jagung, 3) menguji efektivitas bakteri antagonis Bacillus sp. terhadap bakteri patogen secara in vitro, 4) mengetahui mekanisme penghambatan bakteri antagonis Bacillus sp. terhadap patogen layu Stewart. Penelitian dilaksanakan secara in vitro di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Eksplorasi bakteri antagonis dan patogen layu Stewart diambil di pertanaman jagung daerah Grendeng. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai Desember 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 9 ulangan dan 3 perlakuan. Isolat bakteri yang diperoleh diidentifikasi menurut kunci identifikasi dan selanjutnya dilakukan uji postulat Koch. Variabel yang diamati adalah uji morfologi, uji biokimia seperti uji gram, uji katalase, uji oksidase, uji motilitas, uji hidrolisis pati, uji anaerobik, uji fisiologi pertumbuhan pada suhu 40˚C, uji patogenesitas dan uji in vitro. Hasil penelitian menunjukan bahwa Bacillus sp. ditemukan pada rizosfer jagung ditunjukan dengan ciri-ciri koloni bakteri circular (bulat) dan punctiform (bulat kecil), variasi margin dari entire (halus) dan lobate (berombak atau bergerigi), berwarna putih kusam, tidak berlendir, bakteri gram positif, berflagel dan sebagian bersifat motil (mampu bergerak), identifikasi patogen layu Stewart memiliki koloni berwarna kuning pada medium NA, kuning cerah pada medium Kings’B, memiliki keadaan koloni berlendir, non-motil, koloni berkilau, gram negatif, anaerob fakultatif, non-motil, katalase positif, oksidase negatif, hidrosis pati positif, uji pertumbuhan suhu 40˚C negatif, dan uji patogenisitas positif, Bacillus sp. yang paling efektif dalam menghambat bakteri patogen layu Stewart adalah Bacillus Bn1 dengan luas zona hambatan sebesar 3,29 mm2, mekanisme hambatan Bacillus sp. terhadap bakteri patogen layu Stewart bersifat bakteriostatik. | This research aimed to: (1) explore and identify antagonist bacterial of Bacillus sp. from maize rizospher, (2) identify of pathogenic bacteria stewart wilt in maize crop, (3) test the effectivennes antagonist bacterial of Bacillus sp. against pathogenic bacterial by in vitro; (4) know the mechanism of inhibition antagonist bacterial of Bacillus sp. against stewart’s wilt. The research was carried out by in vitro at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Exploration of antagonistic bacteria and Stewart wilter pathogens was taken at the Grendeng maize crop. The research was conducted from October to December 2017. The research completely randomized design was used with 9 replicates and 3 treatments. The bacterial isolates obtained were identified by key identification and then Koch postulates were tested. The variables observed were morphological test, biochemical test such as gram test, catalase test, oxidase test, motility test, starch hydrolysis test, anaerobic test, growth physiology test at 40˚C, pathogenicity test and in vitro test. Results of the research showed that Bacillus sp. found in the corn rhizosphere is characterized by circular (bulbous) and punctiform (rounded) bacterial colonies, variations in margins of the entire (fine) and lobate (wavy or jagged), dull white, not slimy, gram-positive bacteria, staggered and motionally immobilized, identification of Stewart wilt pathogens having yellow colonies on NA medium, bright yellow in Kings'B medium, having slimy, non-motile, sparkling, gram negative, facultative anaerobic, -motil, positive catalase, negative oxidase, positive starch hydrosis, 40˚C negative temperature growth test, and positive pathogenicity test, Bacillus sp. the most effective in inhibiting Stewart's wilter pathogen bacteria was Bacillus Bn1 with an area of 3.29 mm 2 inhibition zone, the barrier mechanism of Bacillus sp. against Stewart wilt pathogen bacteria is bacteriostatic. | |
| 17005 | 20182 | C1B013060 | PENGARUH BRAND IMAGE, BRAND TRUST DAN PRICE TERHADAP PURCHASE INTENTION DENGAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Pada Mahasiswi Universitas Negeri Jenderal Soedirman Pengguna Lipstik Wardah) | Penelitian ini merupakan penelitian studi empiris pada produk kosmetik lipstik Wardah yang berjudul “Pengaruh Brand Image, Brand Trust,dan Price terhadap Purchase Intention dengan Electronic Word of Mouth sebagai variabel moderasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menaganalisis pengaruh brand image, brand trust,dan price terhadap purchase intention serta bagaimana pengaruh electronic word of mouth sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara brand image, brand trust,dan price terhadap purchase intention pada konsumen lipstik merek Wardah. Jumlah sampel yang digunakan adalah 200 responden dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling. Subyek penelitian ini adalah mahasiswi Universitas Negeri Jenderal Soedirman. Obyek penelitian yang digunakan adalah brand image, brand trust, price, purchase intention dan electronic word of mouth. Dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand image, brand trust dan price memiliki pengaruh positif terhadap purchase intention. Sementara itu, electronic word of mouth memoderasi hubungan antara brand image dan price terhadap purchase intention. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini adalah Pihak wardah sebaiknya terus meningkatkan strategi dalam pemasaran dengan meningkatkan brand image, brand trust lalu terus menstabilkan harga sehingga itu semua dapat menciptakn electronic word of mouth yang positif dan akan meningkatkan pula niat konsumen dalam melakukan pembelian. | This research is an empirical study on the Wardah brand lipstics, entitled “Influence Brand Image, Brand Trust and Price toward Purchase Intention by Electronic Word of Mouth as Moderator Variables”. The purpose of this study was to analyze influence brand image, brand trust and price toward purchase intention and how the influence of electronic word of mouth as a moderating variable in the relation between brand image, brand trust and price with purchase intention in the consumers of wardah’s lipstick. The number of samples used is 200 respondents with a sample collection technique using purposive sampling method. The subjects of this study were the female University Jenderal Soedirman student users Wardah’s lipstick. The object of research is the brand image, brand trust, price purchase intention and electronic word of mouth. Using Structural equation Modelling (SEM), the result of this study inidicate that the brand image, brand trust and price have positive influence toward purchase intention. Meanwhile, electronic word of mouth moderate the relation between brand image and price toward purchase intention. The implications of the conclusion of the study was Wardah should improve the marketing strategy by increasing brand image and brand trust, then stabilize the price so as to create positive electronic word of mouth and it will increase purchase intention. | |
| 17006 | 21444 | B2A015001 | KONEKTIVITAS GENETIK POPULASI TERITIP INTERTIDAL Amphibalanus variegatus DI BEBERAPA LOKASI GEOGRAFIS BERBEDA | Teritip adalah kelompok Crustacea yang kehidupannya melalui dua stadium yaitu stadium larva yang bersifat planktonik dan stadium dewasa yang bersifat menempel. Amphibalanus variegatus merupakan salah satu spesies teritip intertidal yang memiliki persebaran yang cukup luas di perairan dunia termasuk di Indonesia. Namun, sampai saat ini masih memunculkan kebingungan terkait dengan distribusi biogeografinya serta konektivitas antar populasinya di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui diversitas genetik populasi teritip intertidal A. variegatus di beberapa lokasi geografis berbeda. 2) Mengetahui sejarah dispersal populasi teritip intertidal A. variegatus di beberapa lokasi geografis berbeda. 3) Mengetahui konektivitas genetik populasi teritip intertidal A. variegatus di beberapa lokasi geografis berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode purposive sampling. Populasi A. variegatus yang memiliki diversitas genetik tertinggi adalah populasi Lombok berdasarkan parameter diversitas nukleotida (π) yaitu 0.088 ± 0.067, serta parameter diversitas haplotipe (h) yaitu 1.000 ± 0.272. A. variegatus yang berasal dari populasi Oikebajomae diduga terdistribusi ke populasi Manila melalui Luzon strait dan masuk ke kepulauan Philipin melalui jalur Mindoro strait. Selanjutnya terdistribusi ke wilayah Lombok melalui jalur utama ITF (Indonesian Throughflow), selanjutnya terdistribusi ke Tasmania. Pola dispersal larva sangat dipengaruhi oleh dinamika stepping stone larva. Populasi A. variegatus di beberapa lokasi geografis berbeda memiliki konektivitas yang sangat rendah dengan populasi Oikebajomae, Manila dan Tasmania berdasarkan parameter nilai gene flow (Nm = 0.04). Hal ini diduga kuat disebabkan karena faktor isolasi geografis dengan jarak geografis antar populasi berkisar 3,000-14,000 km dengan skala peta 1: 350.000. | A barnacle is a group of crustaceans whose lives go through two stages: the larval stage is planktonic, and adult stages are attached. Amphibalanus variegatus is one of the intertidal barnacle species that has a wide distribution in the world including in Indonesia. However, there is confusion associated with the distribution of its biogeography and connectivity between the population in the world until now. The aim of this study is to 1) Know the genetic diversity of population barnacles intertidal A. variegatus in several different geographical locations. 2) Know the history of the dispersal population of barnacles intertidal A. variegatus in different geographic locations. 3) Find out the genetic connectivity of the barter population of intertidal A. variegatus in different geographic areas. This research was conducted by using purposive sampling method. The population of A. variegatus that have the highest genetic diversity is Lombok population based on parameters of nucleotide diversity (π) that is 0.088 ± 0.067, and haplotype diversity parameter (h) is 1,000 ± 0.272. A. variegatus originating from the Oikebajomae population is allegedly distributed to the Manila population via Luzon strait and into the Philippines archipelago via the Mindoro strait pathway. Subsequently distributed to the Lombok region through the main ITF (Indonesian Throughflow), then distributed to Tasmania. The dynamics of stepping stone larvae strongly influence the pattern of larval dispersal. The population of A. variegatus in several different geographic locations has very low connectivity with the Oikebajomae, Manila and Tasmania populations based on the gene flow value parameter (Nm = 0.04). This is allegedly due to geographic isolation factor with geographical distance between populations ranging from 3,000-14,000 km with a map scale of 1: 350,000. | |
| 17007 | 20184 | A1L113003 | ANALISIS KERAGAMAN GENETIK DAN HUBUNGAN KEKERABATAN KULTIVAR KENTANG (Solanum tuberosum L.) ASAL BANJARNEGARA DAN WONOSOBO BERDASARKAN MARKA MOLEKULER RAPD DAN SSR | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman genetik dan hubungan kekerabatan antar varietas kentang menggunakan primer Random Amplified Polimorphic DNA (RAPD) dan Simple Sequence Repeat (SSR). Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai November 2016 sampai Juli 2017. Pengambilan sampel daun kentang dilaksanakan di Batur, Banjarnegara dan Dieng, Wonosobo. Variabel pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah data kualitatif berupa keberadaan pita DNA yang teramplifikasi dan data kuantitatif berupa angka hasil pengukuran ladder saat elektroforesis dan pengukuran spektrofotometer. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu skoring pita DNA yang teramplifikasi, analisis tingkat polimorfisme dengan penentuan Polymorphic Information Content (PIC), dan penentuan analisis filogenetik menggunakan software Molecular Evolutionary Genetics Analysis (MEGA) ver. 6.06 dengan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic (UPGMA). Hasil penelitian 13 kultivar kentang menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik yang tinggi dengan persentase polimorfik sebesar 67% - 100%, dan nilai PIC dengan keterangan sedang - sangat informatif. Analisis kekerabatan pada 13 kultivar dihasilkan dua klaster utama. Kelompok klaster pertama terdiri atas kultivar Merah, Margahayu, NH1, Gareta, Vega, Klon 17, Granola, MZ, Lokal Dieng, Ungu, NH2, dan Bliss. Kelompok klaster kedua dibentuk oleh kultivar X. Penggunaan primer RAPD dan SSR menghasilkan pita DNA yang beragam membuktikan bahwa primer RAPD dan SSR dapat digunakan secara spesifik dalam menganalisis hubungan kekerabatan antar kultivar. | This study aimed to determine the genetic diversity and phylogenetic relationship between the varieties of potatoes based molecular markers Random Amplified Polimorphic DNA (RAPD) and Simple Sequence Repeat (SSR). This research was conducted at the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University, from December 2016 to June 2017. Potato leaf sample were taken at Batur, Banjarnegara and Dieng, Wonosobo. Observed variable in this study were qualitative data which were presence of amplified DNA and quantitative data were results of numeric measurement ladder and spectrophotometer. Data analysis performed in this study was the DNA band amplification scoring, analysis of polymorphism by determining level of Polymorphic Information Content (PIC), and determination of phylogenetic analysis using software Molecular Evolutionary Genetics Analysis (MEGA) ver. 6:06 with Unweighted Pair Group Method with Arithmetic (UPGMA) method. The results showed from 13 potato’s varieties, there were high genetic diversity that showed by 67% - 100% percentage of polymorphic and moderate – high informative PIC value. From genetic relationship analyzing of 13 cultivars, its generated two main clusters. First cluster group were Merah, Margahayu, NH1, Gareta, Vega, Klon 17, Granola, MZ, Lokal Dieng, Ungu, NH2, dan Bliss. Second cluster group were X. Used of RAPD and SSR primer produced diverse DNA bands. It proved that RAPD and SSR primer can used specifically for analyzed genetic relationship between varieties. | |
| 17008 | 20185 | A1L013105 | EVALUASI STATUS HARA P PADA LAHAN SAWAH IRIGASI TAJUM DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui besarnya kandungan unsur hara P pada tanah sawah yang teraliri irigasi Tajum di Kabupaten Banyumas, (2) memetakan status hara P pada lahan sawah yang teraliri irigasi Tajum di Kabupaten Banyumas, dan (3) mengetahui korelasi ketersediaan unsur hara P dengan produksi padi sawah yang ada. Metode penelitian menggunakan metode survei. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah yang teraliri irigasi Tajum wilayah Kabupaten Banyumas dan analisis tanah dilakukan di laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Semarang. Pengambilan sampel berdasarkan satuan lahan homogen (SLH). Terdapat 7 SLH yang terbentuk dari overlay peta jenis tanah, kemiringan lereng dan penggunaan lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive random sampling dengan cara komposit. Hasil penelitian menunjukan : 1) P-total pada SLH 1 yaitu 40,24 mg/100g; SLH 2 yaitu 51,98 mg/100g; SLH 3 yaitu 57,52 mg/100g; SLH 4 yaitu 82,17 mg/100g; dan SLH 5 yaitu 83,93 mg/100g. P-tersedia pada SLH 1 yaitu 16,19 ppm; SLH 2 yaitu 20,62 ppm; SLH 3 yaitu 23,96 ppm; SLH 4 yaitu 43,72 ppm; dan SLH 5 yaitu 25,10 ppm. C-organik pada SLH 1 yaitu 2,13%; SLH 2 yaitu 1,51%; SLH 3 yaitu 1,13%; SLH 4 yaitu 2,34%; dan SLH 5 yaitu 1,38%. pH pada SLH 1 yaitu 6,69; SLH 2 yaitu 6,74; SLH 3 yaitu 6,92; SLH 4 yaitu 6,23; dan SLH 5 yaitu 6,47. KTK pada SLH 1 yaitu 18,9 cmol(+)/kg; SLH 2 yaitu 19,87 cmol(+)/kg; SLH 3 yaitu 17,38 cmol(+)/kg; SLH 4 yaitu 15,23 cmol(+)/kg; dan SLH 5 yaitu 40,62 cmol(+)/kg. KB pada SLH 1 yaitu 15,01%; SLH 2 yaitu 14,00%; SLH 3 yaitu 15,45%; SLH 4 yaitu 13,69%; dan SLH 5 yaitu 8,61%. 2) Status hara P-total pada lahan sawah yang teraliri irigasi Tajum termasuk dalam kategori sedang, tinggi, dan sangat tinggi, sedangkan status P-tersedia termasuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. 3) Korelasi P-total dengan hasil produksi yaitu r = -0,09504 dan tidak signifikan. Sedangkan korelasi P-tersedia dengan hasil produksi yaitu r = 0,36253 dan tidak signifikan. 4) Rekomendasi pemupukan pada SLH satu perlu ditambahkan pupuk P sebanyak 23,8 kg/ha P2O5. | This research aims to: (1) know the amount of nutrient content of P in paddy field irrigated Tajum in Banyumas Regency, (2) map the nutrient status of P in rice field irrigated Tajum in Banyumas Regency, and (3) to know the correlation of availability nutrient P elements with existing paddy rice production. The research method used survey method. The research was conducted in paddy field which was irrigated by Tajum of Banyumas Regency and the soil analysis was conducted in the laboratory of Agricultural Technology Assessment Institute (BPTP) Semarang. Sampling based on homogeneous land units (SLH). There are 7 SLHs formed from overlay of land type map, slope slope and land use. Soil sampling is done by purposive random sampling method by composite method. The results showed the following results: 1) 1) P-total at SLH 1 is 40.24 mg / 100g; SLH 2 is 51,98 mg / 100g; SLH 3 is 57,52 mg / 100g; SLH 4 is 82,17 mg / 100g; and SLH 5 is 83,93 mg / 100g. P-available at SLH 1 that is 16,19 ppm; SLH 2 is 20.62 ppm; SLH 3 is 23,96 ppm; SLH 4 is 43,72 ppm; and SLH 5 is 25,10 ppm. C-organic at SLH 1 is 2,13%; SLH 2 is 1.51%; SLH 3 is 1.13%; SLH 4 is 2,34%; and SLH 5 is 1.38%. pH at SLH 1 is 6.69; SLH 2 is 6.74; SLH 3 is 6.92; SLH 4 is 6.23; and SLH 5 is 6.47. CEC at SLH 1 is 18.9 cmol (+) / kg; SLH 2 is 19.87 cmol (+) / kg; SLH 3 is 17,38 cmol (+) / kg; SLH 4 is 15.23 cmol (+) / kg; and SLH 5 is 40.62 cmol (+) / kg. KB at SLH 1 is 15.01%; SLH 2 is 14.00%; SLH 3 is 15.45%; SLH 4 is 13.69%; and SLH 5 is 8.61%. 2) The total nutrient status of P-total on irrigated Tajum irrigated rice fields is categorized as medium, high, and very high, while P-available status is included in high and very high category. 3) The correlation of P-total with production yield is r = -0.09504 and not significant. Whereas the correlation between P-available and rice yield r = 0.36253 and not significant. 4) Fertilizer recommendation on SLH one need to add P fertilizer as much as 23.8 kg / ha P2O5. | |
| 17009 | 20183 | H1E013049 | RANCANG BANGUN STIMULATOR ELEKTRIK SEBAGAI ALAT PEMERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA MENGGUNAKAN MULTIVIBRATOR DAN TRANSFORMATOR | Perancangan dan pembuatan alat pemercepat penyembuhan luka yang disebut stimulator elektrik menggunakan multivibrator dan transformator telah direalisasikan. Penelitian bertujuan untuk membangkitkan gelombang kotak dengan multivibrator yang frekuensi dan lebar pulsanya dapat diatur, membuat sumber tegangan DC yang dapat divariasi dari 0 – 100 Volt menggunakan transformator, serta membuat stimulator elektrik dengan mengintegrasikan multivibrator dan sumber tegangan dan menguji frekuensi, lebar pulsa, dan amplitudo dari alat yang telah dibuat. Penelitian diawali dengan membuat rangkaian multivibrator dan diuji keluarannya. Lalu membuat sumber tegangan tinggi DC dan diuji keluarannya. Setelah itu, rangkaian multivibrator dan sumber tegangan tinggi diintegrasikan dan diuji kembali keluarannya. Gelombang kotak yang dihasilkan dari stimulator ini mempunyai frekuensi 20 Hz dengan lebar pulsa 2000 μs, tegangan tinggi yang dihasilkan dapat divariasi dari 0 – 108 Volt dengan arus antara 0-4 μA. | Design and making instrument accelerator healing wound called electric stimulator use multivibrator and transformer has been realized. Research aimed at to excite square waves with multivibrator whose frequencies and wide pulse can be set, make a DC voltage source that can be varied from 0 to 100 Volt use a transformer, and integrated multivibrator and voltage source’s circuit, then test the frequency, wide pulse, and amplitude of electric stimulator that have been made. Research begins with make the circuit of multivibrator and test its output, Then making a DC high-voltage source and test its output. After that , the multivibrator and a high voltage source was integrated and tested back its output. The resulting from squares waves stimulator has 20 Hz frequency and pulse width is 2000μs, the high voltage that is generated can be varied from 0 to 108 Volt which that current is 0-4 μA . | |
| 17010 | 20181 | H1G012043 | ANALISIS EFEKTIVITAS PRODUKSI IKAN MACKEREL (Scomber japonicus) DI PABRIK PENGALENGAN IKAN PT. MAYA FOOD INDUSTRIES, PEKALONGAN | Ikan mackerel (Scomber japonicus) adalah bahan biologis yang mudah rusak/busuk (perishable) apabila tidak memperoleh perlakuan tertentu. Oleh karena itu, perlu suatu penanganan ikan yang efektif dan benar dalam suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur proses produksi, tingkat persentase kerusakan ikan, nilai organoleptik, hubungan nilai organoleptik dengan kecepatan proses produksi dan suhu, serta efektivitas pengolahan ikan mackerel (Scomber japonicus) di PT. Maya Food Industries, Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Teknik pengambilan data dilakukan dengan random sampling selama kegiatan proses produksi berlangsung (inline) untuk mendapatkan parameter tertentu. Data dianalisis secara deskriptif komparatif dan analisis statistika. Parameter dalam penelitian meliputi nilai organoleptik, suhu daging ikan dan kecepatan proses produksi. Berdasarkan hasil penelitian pengalengan ikan mackerel (Scomber japonicus) dalam saus tomat dapat disimpulkan alur proses dan nilai organoleptik masih memenuhi standar menurut SNI. Tingkat persentase kerusakan tidak terlalu besar dan konstan mendekati zero defect. Pada suhu ikan dengan nilai 0,379 (thawing), 0,377 (cutting), 0,376 (filling), 0,386 (weighing), dan kecepatan proses produksi dengan nilai 0,384 tidak berpengaruh terhadap nilai mutu organoleptik ikan berdasarkan analisis Regresi Linier Berganda. Pengolahan proses produksi ikan mackerel (Scomber japonicus) di PT. Maya Food Industries, Pekalongan tergolong efektif. | Mackerel (Scomber japonicus) is a biological material that is easily damaged/rotten (perishable) if not get a certain treatment. Therefore, it need fish handling an effective with good and right a company. This study aimed at determining flow at production process, organoleptic value, organoleptic value relationship with the speed of production process and temperature, and the effectiveness of mackerel processing (Scomber japonicus) at PT. Maya Food Industries, Pekalongan. Method used in this research was survey method. Data was collected by random sampling during production process activity (inline) to get certain parameter. The data was analysed using statistical analysis and descriptive comparative analysis. Parameters study included organoleptic value, fish meat temperature and speed of production process. Based on the research process flow and organoleptic value still meet the standards according to SNI. The percentage rate of damage is not large and is constantly close to zero defect. At the temperature of fish with value 0,379 (thawing), 0,377 (cutting), 0,376 (filling), and 0,386 (weighing), and speed of production process with value 0,384 have not effect to value of fish organoleptic quality based on Multiple Linear Regression analysis. Processing of mackerel production (Scomber japonicus) at PT. Maya Food Industries, Pekalongan is quite effective. | |
| 17011 | 20186 | F1C013024 | Perbedaan Kesenjangan Kepuasan dalam Pemenuhan Motif Penggunaan Media Antara Laki-laki dan Perempuan pada Aplikasi LINE | ABSTRAK Perbedaan gender dalam kehidupan sosial dan komunikasi telah menjadi sumber penelitian pada berbagai macam konteks. Penelitian ini meneliti bagaimana perbedaan gender mempengaruhi seseorang dalam menggunakan media, yaitu aplikasi LINE. Aplikasi LINE menjadi salah satu instant messanger yang banyak digunakan saat ini untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kesenjangan kepuasan antara laki-laki dan perempuan dalam menggunakan aplikasi LINE untuk pemenuhan motif penggunaan media. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengaan subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED. Sampel pada penelitian ini sebanyak 95 mahasiswa dari total 1725 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari penyebaran kuisioner. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratification, khususnya konsep dari Philip Palmgreen tentang teori nilai dugaan (ecpectancy-value theory). Pada hasil uji, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan kesenjangan kepuasan antara kepuasan yang dicari (gratification sought) dengan kepuasan yang diperoleh (gratification obtained) pada laki-laki dan perempuan dalam menggunakan aplikasi LINE, dengan hasil 2,359 ≥ 1,98. Dari hasil kesenjangan kepuasan, dari tiga belas pertanyaan, terdapat tujuh perbedaan tingkat kesenjagan kepuasan yang diperoleh antara responden laki-laki dan perempuan. | Gender differences within social life and communication has been one of a corpus for some researches in few contexts. This study will investigate about the gender differences have an impact of person to use a media, namely, LINE application. LINE application became one of instant messenger used by people to communicate with others. The objective of this study to examine the discrepancy of satisfaction between men and women used Line application to fulfillment motive of media usage.. This study is quantitative research exert from student of Jendral Soedirman University faculty social and political sciences as the subject. This research used sample of 95 students from total 1725 students. The technique of collecting data in this study used simple random sampling technique. The data acquired in this study by administrated questionnaire. . This research adopted uses and gratification theory specifically the concept of Philip Palmgreen about expectancy-value theory. The finding in this study claimed that there is a difference of discrepancy of satisfaction between gratification sought and gratification obtained within men and women used Line application, withal the result is 2,359 ≥ 1,98.. from these findings- 13 questions- obtained that there are seven different level of discrepancy satisfaction from men and women respondents. | |
| 17012 | 19959 | H1F012070 | GEOLOGI DAN STUDI KEANEKARAGAMAN GEOLOGI DAERAH WEDIOMBO DAN SEKITARNYA GUNA PENGEMBANGAN POTENSI GEOWISATA | Daerah penelitian berada di daerah Pantai Wediombo dan Sekitarnya, Desa Balong, Desa Jepitu, Desa Botodayakan, Desa Purwodadi, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, kondisi morfologi, dan keragaman geologi yang digunakan untuk pengembangan geowisata. Penelitian ini menggunakan metode analisis petrografi sayatan tipis dari setiap batuan yang terdapat di daerah penelitian berupa batuan andesit, breksi dengan fragmen andesit, batuan diorit dan batugamping. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Perbukitan Karst Jepitu, Satuan Dataran Karst Balong, Satuan Bukit Intrusi Batur dan Satuan Perbukitan Sisa Gunungapi Wediombo. Pola aliran sungai yang berkembang di daerah penelitan berupa pola aliran multibasinal dan juga subdendritik. Studi geodiversity daerah penelitian berupa morfologi, litologi dan fosil. Morfologi daerah ini sangat beragam mulai dari kerucut karst, pegunungan karst, stack, cliff hingga pesisir pantai. Dengan adanya pembahasan geodiversity dari daerah ini, maka akan dapat diketahui bahwa daerah wediombo dan sekitarnya dapat dikembangkan sebagai daerah geowisata. | The research area is located in Wediombo Beach, Balong Village, Jepitu Village, Botodayakan Village, Purwodadi Village, Girisubo district, Gunung Kidul Regency, Special Province of Yogyakarta. The purpose of this observation is to find out the geological conditions, morphological conditions, and geological diversity to determine the geotourism of the research area. The Observation was using analysis petrography method for every rock in the research area such as andesite rock, breccia with andesite fragments, diorite rocks and limestones. The unit of geomorphology in the research area are Jepitu Karst Hill Unit, Balong Karst Plain Unit, Batur Intrusi Hill Unit and The hills of Wediombo Volcano Unit. The pattern of river flow that developed int the research area are multibasimal and subdendritik flow patterns. Study of geodiversity in the research area such as morphology, lithology and fossils. The morphology in this area is very diverse such as karst cones, karst mountains, stacks, cliffs , and the coast. The discussion of geodiversity in this area, it will be known that the wediombo and surrounding areas can be developed as geotourism. | |
| 17013 | 20187 | A1H013006 | PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PANGAN LOKAL DI KABUPATEN BANYUMAS | Pangan lokal merupakan makanan segar dan belum diolah yang dihasilkan dan dijual di lingkungan kabupaten atau provinsi. Preferensi konsumen terhadap pangan lokal yaitu derajat kesukaan dan ketidaksukaan konsumen terhadap pangan lokal dan hal ini akan berpengaruh terhadap konsumsi pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap pangan lokal di kabupaten Banyumas. Penelitian bersifat kuantitatif dimana pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan total responden sebanyak 100 responden. Faktor analisis digunakan untuk mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap pangan lokal di Kabupaten Banyumas. Data diolah menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Tahapan pengolahan data meliputi: a) pengurangan data, b) perhitungan KMO, c) analisis communalities, d) total variance explained, e) factor matrix, dan f) rotated factor matrix. Hasil penelitian menunjukkan tujuh faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap pangan lokal: a) kesegaran dan kealamian produk memiliki cita rasa yang khas, b) tradisi, c) kualitas dan kesehatan, d) keaslian dan ketersediaan produk, e) mendukung ekonomi lokal, f) cita rasa dan kemasan, dan g) pengetahuan dan informasi produk. Tiga faktor utama yang mempengaruhi prefrensi konsumen terhadap pangan lokal yaitu: a) kesegaran dan kealamian produk memiliki cita rasa yang khas menjelaskan varians 22,516%, b) tradisi menjelaskan varians 10,719%, c) kualitas dan kesehatan menjelaskan varians 8,103%. Total varians yang dihasilkan dari ketujuh faktor diatas untuk menjelaskan preferensi konsumen terhadap pangan lokal adalah 63,532%. | Local food is unprocessed food that produced and sold in the neighborhood district or province. Consumer preferences towards local food is defined as the degree of consumers likelihood to local food and affected their food consumption behavior. The purpose of this research is to know the factors influencing consumer preferences to local food in Banyumas District. The research employed quantitative technique and data was collected using purposive sampling. A total of 100 respondents completed the questionnaire. Factor analysis was used to identify consumer preferences towards local food. The data was processed using SPSS 16.0 for Windows. Steps of the data processing include: a) data reduction, b) KMO calculation, c) analysis communalities, d) total variance explained, e) factor matrix, and f) rotated factor matrix. The results showed that seven factors influence consumer preferences towards local food that are: a) freshness and naturalness of product with distinctive taste, b) tradition, c) quality and health, d) country of origin and availability of product, e) supporting local economy, f) taste and packaging, and g) knowledge and information of product. The three main factors influencing consumer preferences to local food: a) freshness and naturalness of product with distinctive taste to explain in variance 22,516%, b) tradition to explain in variance 10,719%, and c) quality and health to explain in variance 8,103%. Total variance explained of consumer preferences of local food from all seven factor is 63,532%. | |
| 17014 | 20188 | E1A013227 | KEBIJAKAN HUIUM PIDANA TERHADAP PELAKU PENYEBAR SPAM MELALUI SMS | Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Infromasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang merupakan cyberlaw Indonesia tidak mencantumkan peraturan yang berkaitan dengan Spam. Akibatnya, banyak sekali spam yang beredar di masyarakat dengan isi pesan yang bermacam-macam contohnya modus penipuan penawaran sebagai agen pulsa dan permintaan transfer uang, oleh karena itu dibutuhkan kebijakan hukum pidana terkait dengan penyebaran spam melalui telepon genggam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan hukum pidana tindak pidana penyebaran spam dan juga untuk mengetahui pelaksanaan penegakan hukum oleh kepolisian terhadap pelaku tindak pidana spam melalui sms. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian adalah deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi kepustakaan dan metode analisis data menggunakan kualitatif. Kesimpulan dari dari hasil penelitian yaitu kebijakan hukum pidana dalam tahap formulasi terhadap pelaku penyebar spam melaui SMS adalah dengan menggunakan Undang-Undang yang ada, khususnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat 1 maka tidak dibutuhkan kebijakan hukum pidana terhadap perbuatan penyebaran spam melalui SMS,. Kepolisian dalam perannya sebagai aparat penegak hukum terhadap tindak pidana spam upaya yang dilakukan polisi berupa upaya represif. Namun aparat dalam perannya sebagai penegak hukum masih terkendala oleh jumlah unit yaitu terbatasnya unit cybercrime hanya ada dibeberapa daerah saja. Masalah timbul dalam penegakan hukum tindak pidana spam melalui SMS, maka itu perlu adanya reformasi bagi hukum pidana khususnya yang mengatur tindak pidana spam melalui SMS. | Act number 11 of 2008 as Indonesian cyberlaw doesn’t include any regulation regarding spam. In results there is a lot of spam spreaded amongs people that contains several deceiving message. One of the deceive contains as example is an offer of prepay and money transfer. Based on this condition law criminal policy toward spam abuser is definitely required. Goals of this reseach is to learn about law criminal policy toward spam abuser in indonesia also to learn police role as law enforcement toward spam abuser. This reseach is qualitative descriptive research with sociology juridical approach. Primary and secondary data used on this research. Data taken in this reseach by interviewing the subject . Conclusion on this research are based on Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 about information and electronic transaction (UU ITE), Spam cannot be included as criminal activity thus law criminal policy toward spam abuser is required. Police role as law enforcement have attempt againts spam abuse including preventive and represife activity. Nevertheless police as law enforcement have some obstacle, one of it is the aggregate of cybercrime unit that limited only in several regions. Based on that problems a reformation on law criminal policy againts spam abuser is required. | |
| 17015 | 21700 | A1L013028 | KARAKTERISASI MORFOLOGI BAKTERI TANAH ULTISOL DAN PERTUMBUHANNYA PADA BEBERAPA KONSENTRASI PESTISIDA BERBAHAN AKTIF BUPROFEZIN | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengisolasi dan mengkarakterisasi morfologi bakteri rhizosfer tanah ultisol, 2) menguji kemampuan pertumbuhan bakteri tanah ultisol pada 4 perlakuan yakni kontrol, konsentrasi 5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm pestisida berbahan aktif buprofezin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai November 2017 di Laboratorium Riset, Laboratorium Agroekologi, Laboratorium Agronomi, Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini diawali dengan pengambilan sampel tanah ultisol dari 4 lokasi yang berbeda Desa Srowot, Desa Pagaralang, Desa Karangrao dan Desa Tanggeran Kabupaten Banyumas. Sampel tanah diisolasi dan diidentifikasi bakteri yang tumbuh, bakteri terbaik diuji kemampuan pertumbuhannya pada 3 konsentrasi pestisida buprofezin 5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm. Variabel yang diamati seperti populasi bakteri (TPC), morfologi, pertumbuhan selama 24 jam, uji pewarnaan gram, uji pertumbuhan dengan 4 perlakuan dan pH medium kultur bakteri. Hasil penelitian yang diperoleh dari seleksi isolasi didapatkan 4 isolat bakteri rhizosfer tanah ultisol yaitu isolat SR2 bakteri gram positif (koloni bundar, berwarna putih, batas tepi licin, ukuran kecil) , TG4 bakteri gram negatif (koloni bundar, berwarna putih, batas tepi licin, ukuran kecil), KR1bakteri gram negatif (koloni bundar,transparan, batas tepi tipis namun timbul, ukuran kecil) dan PA11 bakteri gram negatif (koloni bundar, berwarna putih, batas tepi tak beraturan, ukuran koloni kecil). Isolat bakteri SR2 dapat tumbuh baik pada perlakuan kontrol dan konsentrasi 5 ppm pestisida berbahan aktif buprofezin.. | This research aims to: 1) isolate and characterize bacteria morphology on ultisol soil, 2) tested the capability of ultisol soil bacteria growth on four treatments there is control, the concentration 5ppm, 10 ppm, and 15 ppm on pesticide buprofezin. The research was conducted in April until November 2017 at Research, Agroecology, Agronomy, Plants Protection, and Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research begins with ultisol soil sampling from four different locations are Srowot, Pagaralang, Karangrao, and Tanggeran Village, Banyumas Regency. Soil samples were isolated and identified by bacteria growth, the finest bacteria would be tested for growth ability on three Buprofezin concentrations are 5 ppm, 10 ppm, and 15 ppm. The variables observed with the bacterial population (TPC), morphology test, growth for 24 hours test, gram staining test, growth on 4 pesticide concentration test, and bacterial culture medium acidity (pH). The results showed that 4 selected soil were Srowot samples or isolate SR2 included with gram-positive bacteria (round colonies, white color, slippery border, and small size), Tanggeran sample or TG4 included with gram-negative (round colonies, white color, slippery border, and small size), Karangrao samples or isolate KR1 included with gram-negative (circular colonies, transparent colors, thin but occurring margins, and small size) and Pageralang samples or isolate PA11 included with gram-negative (round colonies, white color, irregular, and small size). Isolates SR2 can growth well and adapted to control and 5 ppm of Buprofezin concentrations treatment. | |
| 17016 | 21441 | C1C014063 | PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA, GOOD GOVERNANCE, PENGENDALIAN INTERNAL, DAN SOSIALISASI KEBIJAKAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN ALOKASI DANA DESA (Studi Pada Desa di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Sumber Daya Manusia, Good Governance, Pengendalian Internal, dan Sosialisasi Kebijakan Terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa (Studi Pada Desa di Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Sumber Daya Manusia, Good Governance, Pengendalian Internal, dan Sosialisasi Kebijakan Terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh desa yang ada di Kabupaten Banyumas. Sampel dipilih dengan menggunakan metode proportional random sampling, sehingga didapat sampel berjumlah 91 desa di Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan survey kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia, good governance, pengendalian internal, dan sosialisasi kebijakan secara simultan mempengaruhi efektivitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa. Secara parsial, sumber daya manusia, pengendalian internal, dan sosialisasi kebijakan berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa, sedangkan good governance tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa. | This research entitled "The Effect of Human Resources, Good Governance, Internal Control, and Socialization of Policy on the Effectiveness of Management of Allocation Village Funds (Study on the Village in Banyumas Regency)". The purpose of this study is to know the influence of Human Resources, Good Governance, Internal Control, and Socialization of Policy on the Efectiveness Management of Allocation Village Funds. The population in this study was all villages in Banyumas Regency. Sample was selected using proportional random sampling method so the sample amounted to 91 villages. Data collection in this study using quistionaire survey. The data collected were processed by using multiple regresion analysis. The results of this research indicate that simultaneously Human Resources, Good Governance, Internal Control, and Socialization of Policy on the the Efectiveness Management of Allocation Village Funds. Partially, Human Resources, Internal Control, and Socialization of Policy have a significant effect on the Efectiveness Management of Allocation Village Funds, while Good Governance has no significant effect on the Efectiveness Management of Allocation Village Funds. | |
| 17017 | 20190 | D1E014137 | PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI BALI JANTAN BERDASARKAN UKURAN LINGKAR DADA DAN PANJANG BADAN | Pendugaan Bobot Badan Sapi Bali Jantan Berdasarkan Ukuran Lingkar Dada dan Panjang Badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pendugaan bobot badan sapi Bali jantan berdasarkan ukuran lingkar dada dan panjang badan. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sapi Bali jantan sebanyak 60 ekor. Variabel yang diukur adalah lingkar dada (LD), panjang badan (PB) dan bobot badan (BB). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis korelasi dan regresi berganda. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa panjang badan tidak nyata (P>0,05) tidak dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi Bali jantan, sehingga data dianalisis menggunakan korelasi dan regresi linier menggunakan variabel bebas lingkar dada. Lingkar dada (P<0,05) dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi Bali jantan dengan persamaan regresi yaitu BB = - 57,39 + 2,09 LD dengan koefisien korelasi (r) = 0,622. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lingkar dada dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi Bali jantan. | The estimation of Body Weight of Bali Cow Based on Chest Circle and Body Length. This study aims to determine and study the estimation body weight of male Bali cows based on Chest Circle and Body Length. The material used for the research was 60 male Bali cows. The measured variables were chest circle (LD), body length (PB) and body weight (BB). The method used in this research was survey method with sampling technique by purposive sampling. Data were analyzed using correlation and multiple regression. The result of variance analysis showed that body length was not significant (P> 0,05), It could not be used to estimate body weight of Bali cows, so the data was analyzed using correlation and linear regression using chest circle variable. The chest circle (P <0.05) could be used to estimate Bali cow body weight with regression equation that was BB = - 57.39 + 2.09 LD with correlation coefficient (r) = 0.622. Based on these results it can be concluded that the chest circle can be used to estimate the Body weight of male Bali cow. | |
| 17018 | 20191 | G1A012139 | HUBUNGAN LINGKAR PAHA TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 2 PURWOKERTO | Latar Belakang. Daya ledak otot tungkai merupakan komponen penting dalam olahraga yang membutuhkan kecepatan dan kekuatan. Otot pada lingkar paha merupakan otot utama yang berkontraksi ketika daya ledak otot tungkai terjadi. Tetapi, hubungan antara lingkar paha dan daya ledak otot tungkai belum banyak diteliti. Tujuan. Mengetahui hubungan lingkar paha terhadap daya ledak otot tungkai pada siswa kelas XII SMA Negeri 2 Purwokerto. Metodologi Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional. Dua puluh enam laki laki usia 16-18 tahun yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dan persentase lemak ideal (18-23 kg/m2 & 11-18%) diambil menjadi subjek penelitian menggunakan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian diukur lingkar pahanya menggunakan pita ukur, kemudiam diukur IMT dan persentase lemaknya menggunakan Bio-Impedance Analyzer (BIA). Daya ledak otot tungkai diukur menggunakan vertical jump test. Data dianalisis dengan uji saphiro-wilk dan uji pearson. Hasil. Terdapat terdapat hubungan yang bermakna pada analisis statistik (p<0,05) antara lingkar paha dengan daya ledak otot tungkai. Nilai korelasi pearson sebesar 0,496 menunjukan korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang. Kesimpulan. Terdapat hubungan dengan kekuatan sedang dan arah positif antara lingkar paha terhadap daya ledak otot tungkai pada siswa kelas XII SMA Negeri 2 Purwokerto. Semakin besar lingkar paha maka daya ledak otot tungkai semakin besar. | Background. Leg explosive power is the important component in sport that requires speed and strength. Muscle on thigh circumference is the major muscle that doing contraction when leg explosive power happens. But, the relationship between thigh circumference and leg muscle explosive power poorly has not been understood. Objective. To understand the relationship between thigh circumference and leg muscle explosive power in 12th grade of SMA Negeri 2 Purwokerto. Research Methodology. This was an cross-sectional study. Twenty six young men aged 16 – 18 years old that have ideal Body Mass Index (BMI) and fat percentage (18-23 kg/m2 & 11-18%) chosen by consecutive sampling method participated in this study. The thigh circumference of the participants was measured with measuring tape, BMI and fat percentage were measured with Bio-Impedance Analyzer (BIA). Leg explosive power of the participants was measured with vertical jump test. Data were analyzed using saphiro-wilk and Pearson test. Result. There was a statistically significant relation (p<0,05) between thigh circumference and leg muscle explosive power. The value of Pearson correlation is 0,496, show that the correlation has medium strength. Conclusion.There was a moderate correlation and positive relationship between thigh circumference and leg muscle explosive power in 12th grade student of SMA Negeri 2 Purwokerto. The greater the thigh circumference, the greater the leg muscle explosion. | |
| 17019 | 20202 | D1E013208 | PENGARUH PEMBERIAN AGRO-MIX SEBAGAI FEED SUPPLEMENT TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian Agro-mix terhadap konsumsi pakan dan produksi susu sapi perah. Data diambil selama 49 hari di BBPTU dan HPT Baturraden Purwokerto. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan 10 kali ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu R0 (pakan basal) dan R1 (pakan basal + feed supplement). Materi berupa 20 ekor sapi perah laktasi 2 dan 3, yang dibagi menjadi 10 ekor perlakuan R0 dan 10 ekor perlakuan R1. Variabel yang diukur yaitu konsumsi pakan dan produksi susu. Preliminary dilakukan selama 14 hari diawal penelitian. Pengambilan data konsumsi pakan dilakukan 3 hari berturut-turut diakhir perlakuan, sedangkan data produksi susu diambil 2 kali pada pagi dan sore hari selama 49 hari. Data yang telah diambil kemudian diuji menggunakan independent t-test. Konsumsi BK R0 sebesar 18,18 kg dan R1 sebesar 18,69 kg sudah memenuhi kebutuhan. Rata-rata produksi susu harian R0 sebanyak 11,26 kg dan R1 sebanyak 11,62 kg. Produksi susu tidak berbeda nyata, namun jika dilihat dari dinamika produksi tiga minggu pertama nampak ada peningkatan produksi susu pada R1 (184,30 kg) dibandingkan dengan R0. Setelah tiga minggu dinamika produksi susu harian nampak ada penurunan pada R1 (14 kg) dibandingkan dengan R0. Analisis t-test menunjukan perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi pakan dan produksi susu. T hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 1,221<1,734 dan 0,298<1,734. Meskipun demikian, Agro-mix dapat memperbaiki kondisi tubuh. | The research was intended to know the effect of Agro-mix on feed consumption and dairy milk production. Data taken for 49 days in BBPTU and HPT Baturraden Purwokerto. The research used experimental method with 2 treatments and 10 replications. The treatments were R0 (basal feed) and R1 (basal feed + feed supplement). The materials used are 20 dairy cattle in 2nd and 3th lactation periode comprises of 10 cattle R0 and 10 cattle R1. The measured variable are feed consumption and milk production. Preliminary experiment has been conducted in 14 days prior research. Data of feed consumption was collected in 3 days consecutively at the end of treatment, while milk production data was taken twice in the morning and afternoon for 49 days. The data is then tested using independent t-test. Consumption of BK R0 is 18.18 kg and R1 is 18.69 kg already meet the needs. The average daily milk production of R0 is 11.26 kg and R1 is 11.62 kg. Milk production was not significantly different, but at the first three weeks of production there was an increase in milk production at R1 (184.30 kg) compared to R0. After three weeks dairy production there appears to be a decrease in R1 (14 kg) compared with R0. t-test analysis showed no significant effect on feed consumption and milk production. T value is smaller than t table that is (1,221<1,734) and (0,298<1,734) respectively. However, Agro-mix can improve the condition of the body. | |
| 17020 | 20204 | A1G012008 | EFISIENSI EKONOMI FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGA | Jagung adalah salah satu bahan pangan penting karena merupakan sumber karbohidrat kedua setelah padi. Selain sebagai bahan pangan, jagung juga merupakan bahan baku olahan pangan seperti roti dan juga bahan baku industri pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menghitung besar biaya dan pendapatan usahatani jagung di Kecamatan Pengadegan , (2) Menganalisis pengaruh kombinasi penggunaan faktor produksi lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap produksi jagung di Kecamatan Pengadegan, (3) Menganalisis tingkat efisiensi ekonomi faktor produksi lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja pada usahatani jagung di Kecamatan Pengadegan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pengadegan, Desa Pasunggingan dan Desa Bedagas Kecamatan Pengadegan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dan rancangan pengambilan sampel petani menggunakan Simple Random Sampling. Jumlah responden petani yang terambil sebanyak 55 orang. Analisis yang digunakan meliputi : analisis fungsi produksi, analisis biaya dan pendapatan menggunakan R/C rasio serta analisis efisiensi ekonomi faktor-faktor produksi usahatani jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Penggunaan faktor-faktor produksi usahatani di Kecamatan Pengadegan adalah luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), benih (X3), pupuk kandang (X4), pupuk urea (X5), pupuk SP 36 (X6), dan pupuk NPK (X7). Penggunaan faktor-faktor produksi jagung dinyatakan dalam model fungsi Cobb-Douglas ebagai berikut : 2,317. X1-0,05. X20,07. X30,778. X4-0,023. X50,085. X60,133. X70,0,19 Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi adalah tenaga kerja , benih, pupuk urea dan pupuk SP 36. (2) Tingkat pendapatan rata-rata usahatani jagung di Kecamatan pengadegan adalah Rp4.517.383,21 pada luas lahan rata-rata 0,423 ha, dengan R/C rasio sebesar 2,01 (3) Nilai efisiensi ekonomi penggunaan faktor produksi ≠ 1, hal ini menunjukan bahwa efisiensi ekonomi belum tercapai, sehingga penggunaan kombinasi jumlah faktor-faktor produksi perlu di dirubah agar mencapai kondisi yang efisien. | This study aims to: (1) Calculate the cost and income of maize farming in Sub District Pengadegan, (2) Analyze the influence of the combination of land use, seed, fertilizer, pesticide and labor to maize production in Sub District Pengadegan, (3) Analyze economic efficiency of land production factors, seeds, fertilizers, pesticides and labor on maize farming in Sub District Pengadegan. This research was conducted in Pengadegan Village, Pasunggingan Village and Bedagas Village of Pengadegan Sub District. The research method using survey method, and farmer sampling design using Simple Random Sampling. The number of farmers respondents who were taken as many as 55 people. The analysis used include: production function analysis, cost and income analysis using R/C ratio and also analysis of economic efficiency of production factors in maize farming. The results showed that: (1) The use of farming production factors in Sub District Pengadegan is land area (X1), labor (X2), seed (X3), manure (X4), urea fertilizer (X5), SP 36 (X6), and NPK fertilizer (X7). he use of maize production factors in the Cobb-Douglas function model is as follows: 2,317. X1-0.05. X20.07. X30,778. X4-0,023. X50,085. X60,133. X70,0,19 Real production factors for production are labor, seed, urea fertilizer and SP 36 fertilizer. (2) The average income level of maize farm in Kecamatan Pengadegan is Rp4,517,383,21 on average land area 0.423 ha, with a R / C ratio of 2.01 (3) The economic efficiency of the use of inputs ≠ 1, this indicates an unavailable efficiency, so the use of a combination of the number of factors of production needs to be changed in order to achieve efficient conditions. |