Artikelilmiahs

Menampilkan 17.121-17.140 dari 50.008 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1712120262H1C013078RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI CERDAS BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK KELOMPOK AIR CONDITIONERS Manajemen energi pada AC merupakan fitur yang penting untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Pada penelitian ini, Penulis merancang sistem kendali cerdas berbasis internet of things untuk mengendalikan beberapa AC guna melakukan pembagian penggunaan sumber daya yang tersedia secara efektif. Sistem kendali yang dibangun terdiri atas empat buah objek yaitu pengendali piranti, MQTT broker, pengendali kelompok dan aplikasi Node-Red. Pengendali piranti berfungsi untuk mengambil alih kendali AC dari pengendali internal. MQTT broker berfungsi untuk memfasilitasi proses komunikasi data. Pengendali kelompok berfungsi untuk mendeteksi pengendali piranti yang aktif di dalam jaringan sistem, mengumpulkan, menyimpan dan memperbarui data-data pengendali piranti serta menentukan status aktivasi masing-masing AC. Aplikasi Node-Red berfungsi sebagai antarmuka web sekaligus menyimpan data-data pengendalian ke dalam penyimpanan lokal. Berdasarkan hasil simulasi, algoritma kendali kelompok AC yang dirancang dapat mengatur waktu pengoperasian kelompok dua buah AC maupun kelompok tiga buah AC sehingga dalam satu waktu hanya ada sebuah AC saja yang bekerja menurunkan suhu ruang. Berdasarkan hasil pengujian, perangkat lunak yang dirancang pada pengendali kelompok dan aplikasi Node-Red dapat bekerja dengan baik. Pada pengujian lapangan, sistem dapat bekerja dengan baik dan pengendali kelompok dapat mengatur waktu pengoperasian kelompok dua buah AC maupun kelompok tiga buah AC sehingga akumulasi daya yang digunakan tidak melebihi alokasi daya yang tersedia.Energy management on air conditioners is an important feature to improve resource utilization efficiency. In this study, the authors designed an internet-based intelligent control system of things to control multiple air conditioners to effectively share the available resources. The control system that is built consists of four objects namely the device controller, MQTT broker, group controller and Node-Red application. The device controller serves to take control of the AC from the internal controller. MQTT broker serves to facilitate the data communication process. The group controller functions to detect the active device controllers within the system network, collect, store and update device control data and determine the activation status of each AC. The Node-Red application serves as a web interface while keeping control data into local storage. Based on the simulation results, the AC group designed control algorithm can manage the operation time of the group of two ACs or groups of three AC so that in one time only one air conditioner works to lower the room temperature. Based on the test results, software designed on group control and Node-Red applications can work well. In field testing, the system works well and the group controller can adjust the operation time of the two AC groups and the three AC groups so that the accumulated power does not exceed the available power allocation.
1712220263H1C013010PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM PROTEKSI OVER CURRENT PADA MODE CHARGER OTOMATIS (BOOSTING, NORMAL, DAN FLOATING) MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINOBaterai adalah komponen yang mampu menyimpan energi listrik yang cukup lama, sehingga memiliki peran yang penting. Biasanya pengisi baterai yang ada saat ini memiliki waktu pengisian yang lama dan tidak mampu memutus secara otomatis, sehingga berisiko overcharge. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan serta pembuatan sebuah sistem proteksi berbasis mikrokontroler Arduino. Fitur proteksi yang dikembangkan adalah fitur proteksi terhadap arus berlebih (over current) pada tiga mode pengisian baterai yaitu mode boosting, mode normal, dan mode floating. Dengan penambahan fitur proteksi pada mode pengisian bertujuan untuk menjaga agar arus yang dialirkan tidak terlalu besar agar baterai terhindar dari kerusakan dan menjaga usia baterai agar lebih lama digunakan. Pembuatan sistem proteksi ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu thap simulasi komputer, tahap pembuatan, tahap pengujian, tahap pengambilan data dan tahap analisis. Simulasi dilakukan menggunakan software Proteus dan Arduino IDE sebelum dibuat. Sebagai parameter apakah arus yang dialirkan berlebih adalah dengan menggunakan sensor arus ACS712 yang dapat mengukur besarnya arus yang mengalir pada rangian pengisi. Untuk mengetahui unjuk kerja dari sistem proteksi ini dilakukan pengujian dengan memberikan tegangan secara bertahap sampai arus maksimal. Berdasarkan hasil pengujian, nilai arus maksimal yang terukur pada rangkaian sistem proteksi untuk setiap mode yatu untuk mode boosting sebesar 2.5 A, untuk mode normal sebesar 1 A, dan untuk mode floating sebesar 0.2 A. Nilai rata-rata persentase error pengukuran antara sistem proteksi dengan alat ukur ampermeter adalah sebesar 1.79 %. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa apabila arus yang terukur pada sistem proteksi melebihi arus yang telah disetting pada rangkaian sistem proteksi, maka secara otomatis proses pengisian akan berhenti / OFF dengan memutus kontak menggunakan relay. Seketika itu buzzer akan berbunyi dan akan terdapat informasi pada LCD bahwa arus yang mengalir berlebih.The battery is a component that is capable of storing electrical energy that is long enough, so it has an important role. Usually the charger that exists today has a long charging time and unable to disconnect automatically, so that the overcharge risk. In the design of this study has been done and the making of a protection system based microcontroller arduino. Protective features developed is a feature protection against a current excess ( over current ) on three mode recharging batteries that is boosting mode, normal mode and floating mode. With the addition of protection features on the charging mode aims to keep the current that flowed not too large so that the battery is spared from damage and keep the age of the battery so that the longer it is used. The creation of this protection system is carried out by several stages, namely thap computer simulations, the stage of manufacture, testing phase, phase data retrieval and phase analysis. The simulation performed using Proteus and the Arduino IDE software before it is created.. The series of has been simulated semblance beforehand with uses software proteus and arduino an idea before being made. As parameter do of the current which is channeled overgrowth is by means of sensors that can measure the size of the current ACS712 a current which flows for the series of filler. To know to show off working mechanism of systems protection is done testing in give voltage gradually until the current maximum.Based on the results of testing, the value of a current maximum measurable for the series of protection system to any mode to boosting mode of 2.5 A, to normally mode of 1 A and to floating mode 0.2 A.The average value of the percentage error measurements among protection system with a measuring instrument ampermeter 1.79 %. non-competitive purchase will beIt will be that when of the current which is measurable on protection system to exceed the current that has disetting for the series of protection system, so automatically the process of filling in will stop / OFF a relay.And it would be a buzzer will sound, and information on LCD that a current which flows excess.
1712321462D1E014017PENGARUH FREKUENSI INSEMINASI BUATAN DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA TERHADAP DAYA TETAS DAN HASIL TETAS PADA AYAM SENTULPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui taraf optimal frekuensi inseminasi buatan dan konsentrasi spermatozoa untuk meningkatkan daya tetas dan hasil tetas pada ayam Sentul. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 108 ayam betina dan 24 ekor ayam jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3x3). Faktor pertama yang diuji adalah frekuensi IB terdiri atas 3 hari; 6 hari; 9 hari dan faktor kedua adalah konsentrasi spermatozoa sebanyak 50 juta; 100 juta; dan 150 juta per inseminasi. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Peubah dalam penelitian ini adalah daya tetas dan hasil tetas hasil. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa frekuensi inseminasi buatan dan konsentrasi spermatozoa berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap daya tetas dan hasil tetas pada ayam Sentul. Rataan daya tetas dan hasil tetas yang dihasilkan dalam penelitian adalah sebesar 60,68% ± 1,78 dan 50,56% ± 7,75. Dapat disimpulkan bahwa frekuensi inseminasi buatan dengan interval IB selama 3 sampai 9 hari dan konsentrasi spermatozoa sebanyak 50 – 150 juta menghasilkan daya tetas dan hasil tetas yang relatif sama. Frekuensi inseminasi buatan sebaiknya dilakukan dengan frekuensi 9 hari dengan konsentrasi spermatozoa 50 juta. Manajemen penetasan yang dilakukan sebaiknya menggunakan mesin tetas otomatis untuk mengoptimalkan daya tetas dan hasil tetas telur hasil IB.

The study was aimed to know the optimal frequency of artificial insemination and spermatozoa concentration to increase hatchability and hatching yield on Sentul chicken. The materials used in this research were 108 hens and 24 roosters. The method used in this research was experiment with Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern (3x3). The first factor tested in this study was insemination frequencies consisted of 3 days; 6 days; 9 days and the second factor was spermatozoa concentration consisted of 50 million; 100 million; and 150 million per insemination. Each treatment was repeated three times. The variables in this study are hatchability and hatching yield on Sentul’s chickens. Analysis of variance showed that the effect of artificial insemination frequency and spermatozoa concentration had no significant effect (P> 0.05) on hatchability and hatching yield of Sentul chicken. The average hatchability and hatching yield in the research were 60.68% ± 1.78 and 50.56% ± 7.75. It can be concluded that the frequency of artificial insemination with AI interval for 3 to 9 days and spermatozoa concentration of 50-150 million produce hatchability and hatching yield are relatively the same. The frequency of artificial insemination should be performed with a frequency of 9 days with spermatozoa concentration of 50 million. Hatching management should use an automatic hatching machine to optimize hatchability and hatching yield of eggs AI results.
1712421562D1E011203PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN TERHADAP pH, VISKOSITAS, DAN TOTAL PADATAN YOGURT KUNYIT ASAMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan suhu dingin terhadap pH, viskositas dan total padatan yogurt kunyit asam. Penelitian dilaksanakan tanggal 26 Oktober sampai dengan 6 November 2017 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan dan Laboratorium Farmasetika, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi penelitian yang digunakan adalah susu sapi, kunyit, asam jawa dan starter komersial. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yogurt kunyit asam yang disimpan pada suhu dingin 5°-10°C adalah R0 (tanpa penyimpanan), R1 (penyimpanan selama 3 hari), R2 (penyimpanan selama 6 hari), R3 (penyimpanan selama 9 hari) dan R4 (penyimpanan selama 12 hari). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan pada suhu dingin selama 12 hari berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH dan viskositas, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap total padatan. Penyimpanan yogurt kunyit asam pada suhu dingin memiliki rataan pH 3,93, viskositas 882 cP, dan total padatan 27,13%. Kesimpulan, penyimpanan yogurt kunyit asam sampai dengan 12 hari mampu menurunkan pH, meningkatkan viskositas, tetapi total padatan relatif tetap.The research aimed to study the effect of storage time in cold temperature on pH, viscosity, and total solids turmeric-tamarind yogurt. The experiment was held from October 26th until November 6th 2017 at the Laboratory of Animal Product Technology, Animal Science Faculty and Laboratory Pharmaceutical, Faculty of Science Health, Jenderal Soedirman University. The material consisted of cow milk, turmeric, tamarind and commercial starter. The method was using completety randomized design with 5 treatment and 4 replications. Treatment of turmeric-tamarind yogurt was kept at cold temperature 5°-10°C are R0 (without storage), R1 (storage for 3 days), R2 (storage for 6 days), R3 (storage for 9 days) and R4 (storage for 12 days). The results showed that storage in cold temperature for 12 days has a highly significant effect (P<0,01) on pH and viscosity, but had no significant effect (P>0,05) on total solid. Storage of turmeric-tamarind yogurt at cold temperature has average of pH 3,93, viscosity 882 cP and total solid 27,13%. In conclusion storage in cold temperature for 12 days descreasing pH, increasing the viscosity, but has no effect on total solid.
1712520266C1B013106PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, PERSEPSI HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN
(Pada Sentral Futsal Stadium Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya)
RINGKASAN

Penelitian ini berjudul Pengaruh Kualitas Pelayanan, Persepsi Harga Dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen (Pada Sentral Futsal Stadium Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang diukur menggunakan lima dimensi yaitu tangibel, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty, serta untuk menganalisis pengaruh persepsi harga dan promosi terhadap kepuasan konsumen Sentral Futsal Stadium Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya.
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Sentral Futsal Stadium. Penentuan ukuran sampel menggunakan metode interval taksiran, Metode pengambilan sampel menggunakan metode teknik purpossive sampling. Alat analisis menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, persepsi harga, dan promosi berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen Sentral Futsal Stadium.
Implikasi penelitian ini yaitu Berdasarkan hasil penelitian tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, persepsi harga, dan promosi mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan konsumen. Hal ini harus menjadi perhatian pemilik Sentral Futsal Stadium Tasikmalaya untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi para konsumen yang menyewa lapangan. Beberapa saran dari responden kebanyakan tentang perbaikan fasilitas futsal seperti penggantian jaring-jaring yang robek, sehingga bola tidak keluar dari lapangan. Banyak juga responden yang memberikan saran untuk menambah fasilitas lapangan baru yang tidak hanya terbuat dari rumput sintetis, tetapi menyediakan lapangan yang terbuat dari karet, sehingga konsumen mempunyai pilihan dan bisa lebih nyaman dalam bermain futsal.

Kata kunci : kualitas pelayanan, persepsi harga, promosi, kepuasan konsumen.

SUMMARY

The title of this research is Influence of Service Quality, Price’s Perception And Promotion toward Consumer Satisfaction (At Central Futsal Stadium District Rajapolah Tasikmalaya). The purpose of this study is to analyze the influence of service quality measured using five dimensions of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty, and to analyze the influence of price’s perceptions and promotion toward customer satisfaction Central Futsal Stadium District Rajapolah Tasikmalaya.
The population in this study is Central Futsal Stadium’s consumer. Determination of sample size using interval estimation method, Sampling method using purposive sampling technique method. Analysis tool use multiple regression.
The results showed that tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, price perception, and promotion have a positive effect on customer satisfaction of Central Futsal Stadium.
The implication of this research is Based on the study result that tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, price’s perception, and promotion have positive influence to customer satisfaction. This should be the attention of the owner of Sentral Futsal Stadium Tasikmalaya to continue to improve the best service for consumers who rent the field. Some suggestions from most respondents about the improvement of futsal facilities such as replacement of torn nets, so the ball does not come out of the field. Many respondents also advise to add new field facilities that are not only made from artificial turf, but provide a field made of rubber, so that consumers have a choice and can be more comfortable in playing futsal.

Keywords: service quality, price perception, promotion, customer satisfaction.
1712621701G1A014009PERBEDAAN KELINCAHAN OTOT SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI PLYOMETRIC TRAINING PADA ANGGOTA UKM OLAHRAGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang. Performa seorang atlet dalam suatu pertandingan sangat menentukan prestasi yang akan diraih. Kelincahan merupakan salah satu komponen skill related fitness yang dapat menunjang performa dan teknik dasar seorang atlet. Plyometric training merupakan latihan yang telah terbukti dalam berbagai penelitian dapat meningkatkan kelincahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kelincahan sebelum dan sesudah intervensi plyometric training pada anggota UKM Olahraga FK Unsoed. Metode Penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental jenis pre and post test without control. Subyek penelitian berjumlah 25 orang, direkrut dengan metode consecutive sampling. Subyek penelitian merupakan anggota UKM Olahraga FK Unsoed dan berjenis kelamin laki-laki. Intervensi plyometric training dilaksanakan dengan frekuensi 2 kali seminggu selama 5 minggu. Pengukuran kelincahan menggunakan metode agility T-test, dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dengan syarat nilai p<0.05. Hasil. Nilai rata-rata kelincahan subyek meningkat dari 12,82 detik menjadi 12,02 detik. Uji analisis T-berpasangan menunjukan terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kelincahan sebelum dan sesudah intervensi plyometric training (p=0,0001). Kesimpulan. Terdapat perbedaan tingkat kelincahan sebelum dan sesudah intervensi plyometric training pada anggota UKM Olahraga FK Unsoed.Introduction. The achievement of an athlete greatly depends on their performance in a match. Agility is one of skill-related fitness component that affect an athlete’s performance and basic techniques. Plyometric training is an exercise that is proven helpful to improve an athelete’s agility based on previous researches. The aim of this study is to observe the agility difference before and after plyometric training intervention on sport university club’s members of Medical Faculty, Jenderal Soedirman University. Method. The study used quasi experimental method with pre and post test without control. The subjects participated in this study were 25 male that joining sport university club, recruited by consecutive sampling method. Plyometric training intervention was done twice a week for 5 weeks. The subject’s agility before and after the intervention was measured using agility T-test method and was analyzed using paired T-test. Result. The subject’s agility resulted in a mean of 12,82 seconds before the intervention, and 12,02 seconds after the intervention. The paired T-test analysis showed a significant difference of agility before and after plyometric training intervention (p=0,0001). Conclusion. There is agility difference before and after plyometric training intervention on sport university club’s members of medical faculty, jenderal soedirman university.
1712720251E1A012322PERCERAIAN KARENA MELANGGAR SIGHAT TA’LIQ TALAQ (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purbalingga Nomor: 2207/Pdt.G/2015/PA.Pbg.) ABSTRAK

Perkawinan merupakan suatu perjanjian persekutuan di lapangan hukum keluarga yang menimbulkan status suami istri dengan tujuan membentuk keluarga bahagia dan kekal dengan ikatan lahir batin berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perceraian adalah putusnya ikatan perkawinan antara suami dan istri, perkawinan dapat dinyatakan putus apabila disertai dengan alasan yang terdapat dalam Undang-Undang serta Hukum Agama.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pertimbangan hukum Hakim di dalam memutus perceraian karena Sighat Ta’liq Talaq terhadap Putusan Pengadilan Agama Purbalingga Nomor: 2207/Pdt.G/2015/PA.Pbg. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa gugatan perceraian telah dilakukan berdasar pada Kompilasi Hukum Islam mengenai Sighat Ta’liq Talaq. Hakim mengabulkan gugatan perceraian Pengadilan Agama Purbalingga Nomor: 2207/Pdt.G/2015/PA.Pbg hanya mendasarkan pada Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam, pada Pasal ini dijelaskan perkawinan dapat putus apabila suami melanggar janji Sighat Ta’liq Talaq yang telah diucapkan dan ditandatangani pada saat ijab kabul.
ABSTRACT

Marriage is a partnership agreement in the field of family law that raises the status of husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family with an inner bond based on Belief in the Almighty. Divorce is the breaking of marriage bond between husband and wife, marriage can be declared broken if accompanied by the reasons contained in the Law and the Law of Religion.
The problem in this research is how the judge's judicial consideration in deciding the divorce due to Sighat Ta'liq Talaq against Religious Court Decision Purbalingga Number: 2207/Pdt.G/2015/PA.Pbg. This study uses the normative juridical approach.
The results show that the divorce lawsuit has been made based on the Compilation of Islamic Law regarding Sighat Ta'liq Talaq. The Judge granted the divorce suit of Purbalingga Religious Court Number: 2207/Pdt.G/2015/PA.Pbg only based on Article 116 Alphabet (g) Compilation of Islamic Law, in this Article explained marriage can be broken if husband violate promise Sighat Ta'liq Talaq has been pronounced and signed at the time of the consent.
1712820097C1F015064ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT REPORT LAG
(Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Report Lag (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah faktor-faktor ukuran perusahaan, kompleksitas operasi perusahaan, laba/ rugi perusahaan, reputasi KAP, dan opini audit secara parsial, simultan, dan dominan berpengaruh terhadap audit report lag.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 s.d. 2016. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari www.idx.com. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dari kelima variabel independen, hanya dua variabel yakni ukuran perusahaan dan kompleksitas operasi perusahaan yang berpengaruh terhadap audit report lag. Variabel laba/ rugi operasi perusahaan, reputasi KAP, dan opini audit tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh terhadap audit report lag. Hasil uji dominan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap audit report lag. Penelitian ini memiliki beberapa implikasi, antara lain: (1) Auditor harus memperhatikan kualitas sumber daya yang dimiliki dari segi kompetensi, fasilitas, sistem dan prosedur audit, (2) perusahaan agar tidak menunda-nunda penyampaian laporan keuangan kepada OJK.


This Research named “Analyze factors that influence Audit Report Lag (Empirical Studies on mines companies Listed on Indonesia Stock Exchange). This study aimed to find out whether the factors such as firm size, complexticity of firm’s operation, firm’s profit/ loss, public accountant reputation, and audit opinion partially, simultantly, and dominantly influence the audit report lag.
Sample used in this research were firms listed in the Indonesia Stock Exchange in 2013 -2016. The sample in this research were gathered using purposive sampling method. Data used in this research were taken from the firm’s annual financial report obtained from www.idx.com. Data analysis was performed using multiple linier regression analysis.
The result of partial test showed that only two variables out of five independent variables affected the audit report lag that were firm size and complexticity of firm’s operation. Other variables such as firm’s gain/ loss, public accountant reputation, and opinion of auditing had no influence to audit report lag. The result of simultaneous showed that all independent variables influenced audit report lag. The result ot dominant test showed that firm size was the most dominant in influencing audit report lag. This research implications are: (1) Auditor should pay a serious attention to their quality of human resources such as competency, facility, system, audit procedure, (2) Company shouldn’t postpone reporting their financial report to OJK.



1712920273G1B013023FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN KONSUMSI JAJANAN SEHAT PADA SISWA SDN 1 SOKANEGARA KECAMATAN PURWOKERTO TIMURLatar Belakang : Keamanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya perhatian terhadap hal ini, telah sering mengakibatkan terjadinya dampak berupa penurunan kesehatan konsumennya. Perilaku kebiasaan konsumsi jajanan sehat bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu pengetahuan, sikap, besarnya uang saku, kebiasaan membawa bekal, pengaruh teman sekolah, peran keluarga, dan peran guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan konsumsi jajanan sehat pada siswa SDN 1 Sokanegara Kecamatan Purwokerto Timur.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 dan 5 SDN 1 Sokanegara yang berjumlah 220 siswa dengan besar sampel yang diambil sebanyak 130 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan uji hipotesis beda 2 proporsi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini Proportional Random Sampling. Data hasil dari penelitian ini dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pengaruh teman sekolah dengan kebiasaan konsumsi jajanan sehat pada siswa SDN 1 Sokanegara dengan nilai ρ= 0,047 (ρ< α =0,05). Variabel yang tidak berhubungan antara lain pengetahuan, sikap, kebiasaan membawa bekal, besarnya uang saku, peran keluarga, dan peran guru.
Kesimpulan : Ada hubungan pengaruh teman sekolah dengan kebiasaan konsumsi jajanan sehat pada siswa SDN 1 Sokanegara.
Saran : Perlu dilakukan penyuluhan ke seluruh siswa di sekolah tentang keamanan pemilihan jajanan sehat.

Kata Kunci : jajanan sehat, siswa, SDN 1 Sokanegara
Behind of The Study: Food safety is a very important aspect in daily life. Lack of attention to this aspect has often causing inheritance of the consumer’s health. Behavior habits consumption of healthy snacks can be influenced by various factors, namely knowledge, attitudes, the amount of allowance, the habit of bringing provision, the influence of school friends, the role of the family, and the role of teachers. This study aims to determine the factors associated with healthy consumption habits of the students at SDN 1 Sokanegara, East Purwokerto District.
Methodology: This research use cross sectional approach. The population in this study were students of grade 4 and 5 SDN 1 Sokanegara which amounted to 220 students with a large sample taken as many as 130 respondents.
Determination of the number of samples using different hypothesis test 2 proportions. The sampling technique used in this study is Proportional Random Sampling. Result data from this research were analyzed by univariate and bivariate analysis with Chi Square test.
Research Result: The result of this research shows that there is influence of school friend with healthy consumption habits on student of SDN 1 Sokanegara with value ρ = 0,047 (ρ <α = 0,05). Unrelated variables is knowledge, attitudes, the amount of allowance, the habit of bringing provision, the role of the family, and the role of teachers.
Conclusion: There is relationship of influence of school friend with habit of healthy snack consumption at students of SDN 1 Sokanegara.
Suggestion: Needs to be counseled to all students in the school about healthy snacks or foods.

Keyword: Healthy snacks/foods, students, SDN 1 Sokanegara.
1713020309A1H012022PENDUGAAN PRODUKTIVITAS BENIH KENTANG (Solanum tuberosum L.) SISTEM AEROPONIK di DATARAN RENDAH BERDASARKAN SUHU DAUN DAN RADIASI SURYAPertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang merupakan sesuatu yang kompleks. Oleh karena itu, model simulasi dalam rangka peningkatan produksi kentang sangat diperlukan. Model simulasi tanaman yang menjelaskan tentang hubungan antara pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan lingkungannya (iklim) dapat digunakan untuk keperluan prediksi atau sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan membuat model simulasi tanaman kentang yang terdiri dari sub model pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Model simulasi tanaman kentang yang disusun menjelaskan mekanisme proses perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi selama siklus pertumbuhan tanaman sebagai respon terhadap fluktuasi iklim. Suhu daun digunakan sebagai parameter masukkan pendugaan perkembangan tanaman sesuai dengan konsep akumulasi panas (heat unit accumulation). Semakin tinggi rataan suhu daun saat penanaman, maka semakin cepat usia tanaman untuk mencapai fase panen. Produksi biomassa dihitung berdasarkan efisiensi penggunaan radiasi surya. Semakin tinggi radiasi surya yang diintersepsi oleh tanaman berbanding lurus dengan akumulasi biomassa yang diserap oleh tanaman ke tiap organ (daun, batang, akar dan umbi). Hasil pengujian menunjukkan bahwa model simulasi dapat memprediksi produktivitas tanaman kentang. Hasil produktivitas untuk model pada box 1 sebesar 191,88 g/m2, box 2 sebesar 184,88 g/m2, box 3 sebesar 171,81 g/m2, box 4 sebesar 197,96 g/m2 dan box 5 sebesar 195,07 g/m2. Hasil panen dari pengukuran pada box 1 sebesar 0 g/m2, box 2 sebesar 145,6 g/m2, box 3 sebesar 135,2 g/m2, box 4 sebesar 148,2 g/m2 dan box 5 sebesar 0 g/m2. Dari hasil model dan pengukuran diperoleh error sebesar 22,2 %. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa model simulasi dapat memprediksi atau menduga produktivitas tanaman kentang aeroponik.

Growth and development of potato plant is something complex. Because of that, simulation models in order to increase potato production is very needed. The simulation model plant that describe about the relationship between growth and development plant with its environment (climate) can be used for predictive purposes or as a tool management decision making in crop production. This research aims for simulation models potato plants consisting of sub models of growth and development plant. The simulation model of potato plants arranged explain the mechanism of development and growth process that occurs during the growth cycle of plants in response to climate fluctuations. The leaf temperature is used as a parameter estimation enter plant development in accordance with the concept of heat accumulation (heat unit accumulation). The higher the average leaf temperature at planting, the faster the age of the plant to reach the harvest phase. The production of biomass is calculated based on the efficient use of solar radiation. The higher the solar radiation is intercepted by the plant biomass accumulation is directly proportional to the absorption by the plant to each organ (leaves, stems, roots and tubers).
Based on the model test results show that the simulation model is able to predict the productivity of potato plants. Where in this model shows the prediction of harvest that occurs in box 1, box 2, Box 3, Box 4 and Box 5 is higher than the measurement. Productivity results for the model that is box 1 of 191.88 g / m2, box 2 of 184,88 g /m2, box 3 of 171,81 g / m2, box 4 of 197,96 g / m2 and box 5 of 195,07g / m2.The harvest from measurement of box 1 of 0 g / m2, box 2 of 145.6 g / m2, box 3 of 135.2 g / m2, box 4 of 148.2 g / m2 and box 5 of 0 g / m2. Based on the model test results and measurement obtainable error value as big as 22,2 %. Based on these results indicate that the simulation model can predict or guess the potato aeroponic plant productivity .
1713120357G1B013092ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN PURBALINGGA, KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2015-2016 ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN PURBALINGGA, KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2015-2016

Latar Belakang: Kabupaten Purbalingga merupakan daerah yang memiliki kasus DBD tinggi pada Tahun 2015 sampai 2016 dengan IR diatas target RPJMD. Kecamatan Purbalingga merupakan Kecamatan di Kabupaten Purbalingga yang memiliki kasus tertinggi. Analisis spasial sangat diperlukan untuk memberikan informasi lokasi populasi yang berisiko. Tujuan penelitian adalah menjelaskan hasil analisis spasial kejadian DBD di Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga Tahun 2015-2016.

Metodologi: Jenis penelitian deskriptif dengan desain studi ekologi. Sampel penelitian dengan teknik total sampling sebanyak 96 kasus. Analisis spasial dengan pendekatan elementary analaysis of disease, Nearest Neighbour Index dan Convex hulls.

Hasil Penelitian: Kejadian DBD berpola mengelompok. Kasus didominasi oleh usia pemuda, pelajar, pendidikan SD dan tinggal di Wirasana. IR tertinggi Tahun 2015 di Wirasana, Tahun 2016 di Toyareja. Peta HI dan ABJ Tahun 2015 dan Tahun 2016 menunjukan kasus tertinggi di Wirasana, kasus terendah di Kedung Menjangan untuk Tahun 2015 dan Jatisaba untuk Tahun 2016. Peta kepadatan penduduk Tahun 2015 dan 2016 menunjukan kasus tertinggi di Wirasana. Peta curah hujan Tahun 2015 kasus tertinggi saat curah hujan tinggi, Tahun 2016 setiap bulannya memiliki curah hujan tinggi namun kasus tidak selalu tinggi.

Kesimpulan: Sebaran kasus DBD di Kecamatan Purbalingga Tahun 2015 dan 2016 berpola mengelompok. Sistem Informasi Geografis dimanfaatkan sebagai sistem surveilans DBD dan sebaiknya dilakukan pemantauan dari waktu ke waktu.

Kata Kunci: analisis spasial, pola sebaran, DBD, HI, ABJ, kepadatan penduduk, curah hujan

SPATIAL ANALYSIS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER CASES IN PURBALINGGA SUB DISTRICT, PURBALINGGA REGENCY YEAR 2015-2016

Background: Purbalingga Regency is an area with high DHF cases in 2015 and 2016 with an IR above RPJMD target. Purbalingga sub district is an area with highest case of DHF within the regency. Spatial analysis is required to provide information about risk area of dengue cases. The research objective was to describe ditribution pattern of dengue cases in Purbalingga subdistrict, Purbalingga Year 2015-2016.

Methodology: This is descriptive research with study ecological design. The research using total sampling technique consisted of 96 cases. Spatial analysis was conducted using elementary analaysis of disease, Nearest Neighbor Index and Convex hulls.

Results: The distribution pattern of DHF cases in Purbalingga sub district is clustered. Case dominated by age youth, students, elementary education and stay in Wirasana. The highest IR 2015 in Wirasana, 2016 in Toyareja. Map of HI and ABJ 2015 and 2016 show the highest case in Wirasana, the lowest case is in Kedung Menjangan for 2015 and Jatisaba for 2016. The map of population density in 2015 and 2016 showed the highest case in Wirasana. Map of rainfall in 2015 the highest cases when high rainfall, 2016 monthly rainfall is high, but the case is not always high.

Conclusion: The distribution pattern of DHF cases in Purbalingga sub district is clustered. Geographic Information System can be utilized as part of the surveillance system DHF and monitoring should be done continuously

Keywords: spatial analysis, distribution patterns, DHF, HI, ABJ, population density, rainfall.

1713220268E1A013179PENJATUHAN PIDANA DIBAWAH MINIMUM KHUSUS DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PERBANKAN
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 1368 K/Pid.Sus/2015 )
Salah satu produk aturan pidana diluar kodifikasi yang menganut sistem minimum khusus adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Dengan adanya ketentuan ancaman pidana minimum khusus, hakim tidak boleh menjatuhkan pidana dibawah ancaman minimum khusus. Namun dalam perkara tindak pidana perbankan yang diputus oleh Mahkamah Agung yakni pada perkara Putusan Nomor : 1368 K/Pid.Sus/2015 majelis hakim justru menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dibawah ketentuan ancaman minimum khusus yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penjatuhan pidana dibawah minimum khusus dalam putusan Nomor 1368 K/Pid.Sus/2015 ditinjau dari asas legalitas (nulla poena sine lege),asas kebebasan hakim, kaidah penemuan hukum (rechtvinding) dan sistem pemidanaan dan untuk mengetahui pertimbangan hukum dalam putusan Nomor : 1368 K/Pid.Sus/2015.
Dalam penelitian hukum ini menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Dalam penelitian ini bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang telah dianalisa disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis, logis dan rasional.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penjatuhan pidana dibawah minimum khusus dalam putusan nomor 1368 K/Pid.Sus/2015 bertentangan dengan asas legalitas (nulla poena sine lege), asas kebebasan hakim, kaidah penemuan hukum (rechtvinding) dan sistem pemidanaan serta majelis hakim dalam menjatuhkan pidana dibawah minimum khusus tidak memberikan pertimbangan yang jelas sehingga pertimbangan hukum dalam putusan nomor 1368 K/Pid.Sus/2015 dapat dikategorikan sebagai putusan yang kurang cukup pertimbangan hukum (onvoldoende gemotiveerd).
One product of criminal code outside codification that embraces a special minimum system is Law Number 7 of 1992 concerning Banking as amended by Act Number 10 of 1998. With the provision of a special minimum criminal threat, the judge shall not impose a penalty under special minimum threats. However, in the case of banking crime which was decided by the Supreme Court namely on the case of Decision Number: 1368 K / Pid.Sus / 2015, the judges actually impose a penalty on the defendants under specified minimum threats. This study aims to determine the imposition of criminal under special minimum in the decision Number 1368 K / Pid.Sus / 2015 reviewed from the principle of legality (nulla poena sine lege), the principle of freedom of judge, the rule of law discovery (rechtvinding).
In legal research it uses a statutory approach, a conceptual approach and a case approach, with prescriptive research specifications. In this study the legal materials used consist of primary legal materials and secondary legal materials. The legal material that has been analyzed is presented in a systematic, logical and rational description.
Based on the results of the study, it can be concluded that the imposition of criminal under special minimum in decision number 1368 K / Pid.Sus / 2015 contradicts the legal principle (nulla poena sine lege), the principle of freedom of judge, the rule of law discovery (rechtvinding) and the system of punishment as well as the judges' bodies in imposing the criminal under special minimum do not give clear consideration. so that the legal considerations in the decision number 1368 K / Pid.Sus / 2015 can be categorized as a judgment less enough legal considerations (onvoldoende gemotiveerd).
1713320241E1A011230PEMABOK SEBAGAI ALASAN CERAI GUGAT (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Gorontalo Nomor 0411/Pdt.G/2014/PA.Gtlo)Tujuan dari perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 adalah untuk membentuk suatu keluarga atau rumah tangga yang bahagia kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, meskipun tujuan perkawinan adalah untuk selama-lamanya, akan tetapi undang-undang perkawinan memperbolehkan perceraian dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, dalam artian perceraian merupakan alternatif terakhir yang boleh ditempuh apabila kehidupan rumah tangga tidak dapat dipertahankan. Penelitian ini mengkaji putusan hakim pada suatu pengajuan Cerai Gugat, menurut Pasal 38 Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan perkawinan dapat putus karena kematian, perceraian dan atas keputusan Pengadilan. Alasan perceraian diatur dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo. Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam.
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pertimbangan hukum hakim Pengadilan Agama Gorontalo dalam memutus perceraian karena suami pemabok pada Putusan Nomor 0411/Pdt.G/2014/PA.Gtlo. Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hakim dalam memutuskan perkara ini hanya mendasarkan pada Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti dasar pertimbangan hakim kurang lengkap, seharusnya hakim juga mendasarkan pertimbangan hukumnya pada Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (d) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 19 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam.
The purpose of marriage according to Law No. 1 of 1974 is to establish an eternally happy family or household based on the One Supreme Godhead, even though the purpose of marriage is forever, but marriage law permits divorce on accountable grounds legally, in terms of divorce is the last alternative that can be taken if household life can not be maintained. This study examines the decision of a judge on a divorce claim, according to Article 38 of Law No. 1 of 1974 on Marriage marriage may be terminated due to death, divorce and on the decision of the Court. The reasons for divorce are regulated in Article 19 of Government Regulation No. 9 of 1975 jo. Article 116 Compilation of Islamic Law.
The problem in this research is how consideration of judge law of Gorontalo Religious Court in deciding divorce due to husband of drunk on Decision Number 0411 / Pdt.G / 2014 / PA.Gtlo. Research methods used in the writing of this law is normative juridical.
Based on the results of research and discussion can be concluded that the judge in deciding this case only based on Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 Year 1975 jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. According to the researcher base judge consideration is not complete, judge should also base its legal consideration in Article 19 letter (d) Government Regulation Number 9 Year 1975 jo. Article 116 letter (d) Compilation of Islamic Law and Article 19 letter (a) of Government Regulation Number 9 Year 1975 jo. Article 116 letter (a) Compilation of Islamic Law.
1713421463F1G014019Potret Kebudayaan Bali pada Novel Tarian Bumi karya Oka RusminiSkripsi ini berjudul “Potret Kebudayaan Bali pada Novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret kebudayaan Bali yang ada pada novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan fokus kebudayaan dalam novel Tarian Bumi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan membaca dan memahami isi novel, kemudian mencatat bagian-bagian yang mendeskripsikan kebudayaan Bali selanjutnya data dianalisis menggunakan pendekatan antropologi sastra. Setelah itu, menyimpulkan hasil analisis berdasarkan perumusan masalah.
Hasil penelitian tersebut kemudian dijelaskan secara deskriptif. Pengenalan isi novel dilakukan dengan analisis pada tokoh atau penokohan, alur atau plot, dan latar atau setting dalam novel Tarian Bumi. Kemudian lebih lanjut hasil dari analisis menggambarkan representasi mengenai kebudayaan Bali yang meliputi 7 unsur kebudayaan universal yaitu, peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa, kesenian dan berbagai jenisnya, sistem pengetahuan, dan sistem religi. Dari unsur kebudayaan universal tersebut mengarah kepada kehidupan masyarakat Bali yang penuh dengan nilai religius yang kuat dalam menghasilkan kebudayaan masyarakatnya. Berdasarkan hasil analisis, cerminan kebudayaan Bali dilukiskan oleh Oka Rusmini dalam novel Tarian Bumi.
This research is entitled “Potret Kebudayaan Bali pada Novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini”. The purpose of this research is to describe Bali’s culture in novel Tarian Bumi written by Oka Rusmini.
This research uses descriptive analysis method, with the focus of Bali’s culture in Tarian Bumi novel. Reading and understanding are the technique that uses for data collection. After that, noted the parts which are describe Bali’s culture. Then, the data is analyzes using a literature anthropological approach. Furthermore, analysis is summarizing based on main problems.
The search result is descriptively explained. To introduce the content of the novel, characters, plot, setting are the focus to analyzing. Main result of this research is describes culture representation about Bali’s cultures including seven elements of universal culture. They are instrument for living, livelihood, community system, literature system, arts and various types, knowledge system, and religious system. From the universal culture leads to the living of Bali peoples which is full of religious values that are strong in generating the culture. Finally, based on the results of the analysis, the reflection of Balinese culture is described by Oka Rusmini in the novel Tarian Bumi.
1713520270E1A013160PENYELESAIAN SENGKETA PEMBERHENTIAN
KEPALA DINAS SOSIAL KOTA BEKASI
DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA
(Tinjauan Yuridis Terhadap
Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 91/G/2016/PTUN-BDG)
Keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara harus sesuai dengan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik, jika tidak akan berakibat pada dinyatakan batal atau tidak sahnya KTUN. Salah satu kasus mengenai pembatalan KTUN, terdapat dalam Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung Nomor: 91/G/2016/PTUN-Bandung. Berkaitan dengan putusan Pengadilan tersebut, penulis tertarik meneliti kriteria pemberhentian dari Jabatan Struktural dalam Lingkungan Pemerintahan Kota Bekasi, serta pertimbangan hukum hakim dalam menilai keabsahan Surat Keputusan objek sengketa dari aspek substansi, dan prosedur.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif.
Penggugat dalam perkara a-quo yakni Dr. H. Agus Darma Suwandi, S.H., M.M, Tergugatnya Walikota Bekasi, objek gugatannya Keputusan Walikota Bekasi Nomor : 820/Kep.165-BKD/VII/2016, tanggal 19 Juli 2016 tentang “Pemberhentian Dari Jabatan Struktural Eselon II.B Atas Nama Dr. H. Agus Darma Suwandi, S.H., M.M, Nip. 19590615 198503 1 017 Di Lingkungan Pemerintahan Kota Bekasi”
Hasil penelitian menunjukan bahwa, Pertama, Kriteria Pemberhentian dari Jabatan Struktural jika dikaitkan dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara ketentuanya terdapat pada Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara. Kedua, pertimbangan hukum hakim dalam menilai keabsahan surat Keputusan Tata Usaha Negara dari aspek prosedur penerbitan dan aspek substansi Surat Keputusan objek sengketa oleh Tergugat telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang sebagaimana telah disebutkan pada Undang-Undang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
The validity of the Administrative Decision of the State shall be in accordance with the laws and the Good Governance Principles, otherwise it shall result in the declared nullity or invalidity of the KTUN. One of the cases concerning the cancellation of KTUN, is in the Decision of Bandung State Administrative Court Number 91 / G / 2016 / PTUN-Bandung. In relation to the decision of the Court, the author is interested in examining the criteria of dismissal from the Structural Position in Bekasi City Governmental Environment, as well as judge's judicial consideration in assessing the validity of the Decision Letter of object disputes from the aspects of substance, and procedure.
This research uses normative juridical research method, with approach of legislation and case approach. Research specification is descriptive by using secondary data presented in the form of description arranged in systematic, logical, and rational, then the data obtained is analyzed qualitatively.
Plaintiff in the a quo case, Dr. H. Agus Darma Suwandi, SH, MM, Defendant of Mayor of Bekasi, the object of his lawsuit Decision of Mayor of Bekasi Number: 820 / Kep.165-BKD / VII / 2016, dated July 19, 2016 on "Dismissal Of Structural Position Echelon II.B On behalf of Dr. . H. Agus Darma Suwandi, S.H., M.M, Nip. 19590615 198503 1 017 In Bekasi City Governmental Environment "
The results show that, First, Criteria of Dismissal from Structural Position if associated with Law no. 5 Year 2014 on State Civil Apparatus is in its entirety contained in Government Regulation no. 11 Year 2017 on the Management of Civil State Apparatus. Secondly, judges' legal considerations in assessing the validity of the State Administrative Decree from the aspect of the issuance procedure and the substance of the Decision Letter of the object of dispute by the Defendant have been contradictory to the law as mentioned in Law No. 5 of 2014 on State Civil Apparatus .
1713622024A1C114023PERAN ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP)
TERHADAP RISIKO PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH
DI KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA
Kegiatan usaha di bidang pertanian memiliki berbagai macam risiko, seperti risiko produksi dan harga. Pemerintah membantu mengupayakan perlindungan usahatani terhadap risiko yang dihadapi petani melalui program Asuransi Usahatani Padi (AUTP). Pada MT II tahun 2017, usahatani padi sawah di Kecamatan Susukan mengalami penurunan produksi akibat serangan hama wereng dan tikus. Namun pada musim tanam tersebut, usahatani padi mereka telah diasuransikan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui besarnya biaya dan pendapatan petani padi sawah, 2) menghitung besarnya risiko harga, risiko produksi dan risiko kerugian, dan 3) menganalisis seberapa besar kompensasi dari Asuransi Usahatani Padi (AUTP) terhadap risiko yang timbul pada usahatani padi. Penelitian dilakukan secara survai di wilayah Kecamatan Susukan dan diperoleh secara sampling di 3 desa yaitu di desa Berta, desa Derik, dan desa Kedawung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari hingga Febuari 2018. Metode penentuan sampel secara Purposive Random Sampling berdasar kriteria yaitu Desa yang terdaftar dalam data akseptasi Asuransi Usahatani Padi (AUTP), pernah menerima klaim asuransi, serta merupakan daerah endemik risiko di Kecamatan Susukan. Metode pengambilan sampel secara Purposive yaitu petani asuransi, petani yang gagal panen, dan petani asuransi yang tidak gagal panen. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis Biaya, Pendapatan, dan Risiko. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya total yang dikeluarkan oleh petani padi sawah di Kecamatan Susukan untuk MT II sebesar Rp 17.521.242,- per Ha, sedangkan rata-rata penerimaan petani sebesar Rp 7.852.193,-, sehingga rata-rata kerugian yang dialami sebesar Rp 9.669.048,-. Berdasarkan nilai koefisien variasi (CV), besar risiko harga adalah 8%, risiko produksi 15%, dan risiko kerugian 55%. Penurunan produksi sebesar 15% menyebabkan petani mengalami kerugian sebesar Rp 4.896.375,-. Realisasi bantuan asuransi pada MT II Tahun 2017 di Kecamatan Susukan hanya dapat menutup 21,76% kerugian yang dihadapi petani. Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) belum memiliki peran dalam melindungi petani dari risiko usahatani padi yang dihadapi.Agricultural business activities has several risks such as in loss of production and also in downprice risks. The Government gives protections to farmers in the form of Rice Farming Insurance for Farmers (AUTP). In the mid second semester in 2017, rice farming production in Susukan sub-district has decreased due to pest and rat attacks. But in the that season, their plants has been insured. This study aims to 1) know the cost and income of farmers, 2) calculate the pricing risk, the production risk and also loss risk, and 3) analyze the amount of compensation money Rice Farming Insurance for Farmers (AUTP) to the risks of rice farming. The research was conducted directly in Kecamatan Kecamatan Susukan with 3 villages as samples such as Berta village, Derik village, and Kedawung village. The study was conducted from January to February 2018. The sampling method was purposive random Sampling based on the criteria of the Village registered in Rice Farming Insurance for Farmers (AUTP), ever claimed insurance, and a risky endemic area in sub-district of Susukan. Purposive sampling methods were insured farmers, farmers who failed to harvest, and insured farmers who succeeded to harvest. The data used are primary and secondary data. Analysis of data are cost analysis, income, and risk. The research showed that average cost of rice field farmers in Kecamatan Susukan for secong mid semester was Rp 17,521,242 per hectar while the average farmer's income was Rp 7,852,193, - an average loss of Rp 9,669 .048, -. Based on the coefficient value (CV), risks on pricing was 8%, risk of production loss was 15%, and risk of total loss was 55%. The production decreased by 15% caused the loss to the farmers around Rp 4,896,375,-. The realization of insurance aid in the second mid semester of 2017 in Kecamatan Susukan could only cover 21,76% of losses incurred. The Rice Farming Insurance for Farmers (AUTP) had no significant role in protecting farmers from the risks they faced in rice farming.
1713720009F1A013031Kebersamaan dalam Secangkir Kopi : Ngopi Bareng dan Solidaritas Santri di Pondok Pesantren Al Qur’an Al Amin PurwokertoPokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah ngopi bareng, kebersamaan, proses terbentuknya kebersamaan, dan ngopi bareng sebagai sarana diskusi santri. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tradisi ngopi bareng, kebersamaan, proses terbentuknya kebersamaan, dan ngopi bareng digunakan sebagai sarana diskusi shalat di Pondok Pesantren Al Qur’an Al Amin Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sasaran penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Sementara landasan teori dari penelitian ini adalah fenomenologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minum kopi bersama bagi santri Pesantren Al Amin menjadi sarana untuk meningkatkan ikatan solidaritas di antara santri. Santri yang biasa mengikuti ngopi bareng memiliki rasa kebersamaan yang lebih erat. Hal ini dikarenakan suasana yang terbangun saat kegiatan ngopi bareng penuh keakraban dan kekeluargaan. Mereka saling bertukar pikiran dan saling memahami. Ngopi bareng yang berawal dari keisengan para santri akhirnya membentuk ikatan sosial (solidaritas) di antara anggota kelompok.
Selain itu, minum kopi bersama digunakan santri sebagai sarana mendiskusikan berbagai kajian, antara lain shalat, sehingga mereka dapat saling bertukar-pikiran dan menambah wawasan. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi kegiatan rutin santri sebagai alternatif mengembangkan pengetahuan santri melalui cara yang menyenangkan, sekaligus untuk meminimalisasi pembicaraan kurang bermanfaat.

The main problem that is analyzed by this research are about drinking coffe together, togetherness, the process of forming togetherness from drinking coffe together, and drinking coffe together as medium of students’ discussion. The purpose of this research is to describe the tradition of drinking coffe together, togetherness, the process of forming togetherness from drinking coffe together, and drinking coffe together as medium of students’ discussions about praying to God in Al Amin Al Qur’an Islamic Boarding School. The method of this research is qualitative descriptive. Data are gotten by interview, observation, and documentation. The targets of research are determined by purposive sampling method. Then, the base theory of the research is fenomenological theory.
The result of this research shows that the tradition of drinking coffe together for Al Amin’s students is being medium for raising solidarity union among students. Students that usually join drinking coffe together have tight togetherness. It is because there is good atmosphere there, intimacy and familiarity atmosphere arefeeled when the drinking coffe together is ongoing. So, students have more time for sharing and understanding one another.Drinking coffe together that is begun by students just for fun, finally forms solidarity union among them.
The habit of drinking coffe together can also be used as medium for discussion about praying to God among students. It is hoped that the habit can be a routin agenda as alternative method for student to develop their knowledge by more simple and fun method. So, it can diminish unused and undirected chatting among students.

1713820271C1C013065FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN (STUDI KASUS PADA UKM DI PURWOKERTO) Judul Penelitian ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi terhadap kualitas laporan keuangan (Studi kasus pada UKM di Purwokerto). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi pemilik atas laporan keuangan, pemahaman akuntansi, sumber daya manusia dan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pada usaha kecil dan menengah bidang perdagangan di Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah usaha kecil dan menengah bidang perdagangan di Purwokerto. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 41 UKM. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi pemilik atas laporan keuangan, sumber daya manusia dan teknologi informasi secara parsial berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pada usaha kecil dan menengah di Purwokerto, sedangkan pemahaman akuntansi tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada usaha kecil dan menengah di Purwokerto. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diterapkan usaha kecil dan menengah di Purwokerto untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan melalui peningkatan persepsi pemilik atas laporan keuangan, sumber daya manusia dan teknologi informasi.The title of this study is a factors that affects the quality of financial report’s (a case study in Purwokerto's SME). This study examines the influence of owners' perceptions on financial report’s, accounting comprehension, human resources and information technology on quality of financial report’s small and medium enterprises in Purwokerto. The population in this study is the field of activity of the small and medium enterprises of Purwokerto. Purposive sampling technique used in this study as many as 41 SME. Data collection in this study using observation, interview and questionnaire. The data collected were processed using multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that owners' perceptions on financial report’s, human resources and information technology is partially have a positive effect on quality of financial report’s on small and medium enterprises in Purwokerto, Although the accounting comprehension had no affect on quality of financial report’s small and medium enterprises in Purwokerto. Hope this study can be applied small and medium enterprises in Purwokerto to improve the quality of financial report’s through improved owners' perceptions on financial report’s, human resources, and information technology.
1713920272C1C013061FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP USAHA KECIL DAN MENENGAH
( STUDI EMPIRIS PADA UKM DI KABUPATEN PURBALINGGA)
Judul Penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi terhadap usaha kecil dan menengah (studi empiris pada UKM di Kabupaten Purbalingga). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh masa kepemimpinan, ukuran usaha, penguasaan teknologi informasi, dan pengetahuan akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi pada usaha kecil dan menengah di Kabupaten Purbalingga.
Populasi dalam penelitian ini adalah usaha kecil dan menengah di Kabupaten Purbalingga. Teknik proportionate stratified random sampling digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 98 UKM. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran usaha dan pengetahuan akuntansi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada usaha kecil dan menengah di Kabupaten Purbalingga, sedangkan masa kepemimpinan dan penguasaan teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi pada usaha kecil dan menengah di Kabupaten Purbalingga. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diterapkan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Purbalingga untuk menggunakan informasi akuntansi melalui ukuran usaha dan pengetahuan akuntansi.
This study examines effects of experience of leadership, business scale, user ability of information technology, and accounting knowledge to the utilization of accounting information on small and medium enterprises in Purbalingga Regency.
The population on this study are small and medium enterprises in Purbalingga Regency. Proportionate stratified random sampling technique used in this study as many as 98 SME. Data collection used in the study are observation, interview, and questionnaire. The data were processed using doubled linear regression analysis.
This study concludes that business scale and accounting knowledge partially have positive and significant effect to the utilization of accounting information small and medium enterprises in Purbalingga Regency, while experience of leadership and user ability of information technology haven’t affect utilization of accounting information small and medium enterpriseses in Purbalingga Regency. Hope this study can be applied for small and medium enterpriseses in Purbalingga Regency to utilize the accounting information through business scale and accounting knowledge.
1714020279G1B013085PERBEDAAN VARIASI KONSENTRASI KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate balbisiana C.) TERHADAP PENURUNAN KADAR FE PADA AIR SUMUR Latar Belakang: Kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C.) mengandung selulosa dan asam galacturonic yang dapat mengikat ion logam sehingga dapat menurunkan kadar Fe dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan variasi kulit pisang kepok terhadap penurunan kadar Fe dalam air sumur.

Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post test only with control group design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian ini adalah air sumur yang mengandung Fe >1 mg/l dan sampel penelitian adalah salah satu sumur yang mengandung Fe tertinggi. Penelitian menggunakan media kulit pisang kepok dengan empat perlakuan yaitu konsentrasi 10 gr, 20 gr, 40 gr dan kelompok kontrol, dengan pengulangan masing-masing perlakuan sebanyak 6 kali. Uji statistik menggunakan uji Anova One Way dan dilanjutkan uji LSD.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang kepok terbukti dapat menurunkan kadar Fe. Rata-rata kadar Fe setelah perlakuan dengan kulit pisang kepok 10 gr, 20 gr, dan 40 gr berturut-turut adalah 5,95 mg/l, 5,15 mg/l dan 3,30 mg/l.

Kesimpulan: Adsorben yang optimum dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur adalah kulit pisang kepok 40 gr, tetapi semua perlakuan belum mampu menurunkan kadar Fe sesuai dengan standar NAB.

Kata kunci: Kulit pisang kepok, Kadar Fe, Air Sumur
Background: Banana peel (Musa acuminate balbisiana C.)contains cellulose and galacturonic acid which can bind metal ion to reduce iron levels in well water. study aims to determine the differences of banana peel concentration variationin reducing iron level in well water.
Methods: The study used an experimental study using post-test only with control group design with completely rendomized design (CRD). The population was well water which contains >1 mg/l iron and the sample was one of the highest iron level wells. The Study used banana peels as media with four treatment that are concentrations of 10 gr, 20 gr, 40 gr, and control group, with 6 times repetitions of each treatment. Anova One Way test followed by LSD is used to analyze data.
Results: The results showed that banana peel was proven to reduce levels of iron. The average iron levels after treatment with 10 gr, 20 gr, and 40 grof banana peels respectively are 5,95 mg/l, 5,15 mg/l and 3,30 mg/l,.
Conclusion: The optimum adsorbent in lowering iron levels in well water is 40 gr of banana peels, otherwise all treatments have not been able to reduce the levels of iron in accordance with the quality standard.
Keywords: Banana peel, iron, well water