Artikel Ilmiah : E1A013262 a.n. DANAR PRIYONGGO JATI
| NIM | E1A013262 |
|---|---|
| Namamhs | DANAR PRIYONGGO JATI |
| Judul Artikel | KAJIAN YURIDIS TENTANG LARANGAN PENGGUNAAN DOPING OLEH ATLET MENURUT INTERNATIONAL CONVENTION AGAINST DOPING IN SPORT 2005 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Banyak kasus yang mencuat mengenai doping, doping sebagian besar digunakan secara sengaja untuk mencapai puncak prestasi akibat tekanan kompetisi yang ketat. Banyaknya atlet yang kurang tahu betapa merugikannya doping itu, sehingga dibutuhkan kerjasama internasional antar negara dan organisasi untuk memerangi penggunaan doping dalam olahraga, untuk itulah lahir International Convention against Doping In Sport 2005 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan, akibat hukum dan sanksi terhadap atlet dari negara peserta dan bukan negara peserta International Convention Against Doping in Sport. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif dengan sumber data sekunder serta dengan metode analisis data normatif kualitatif. International Convention against Doping in Sport mengikat 186 negara yang telah melakukan ratifikasi dan aksesi. Berdasarkan asas pacta sunt servanda, negara-negara tersebut wajib untuk melaksanakan kewajiban yang tercantum dalam International Convention against Doping in Sport. Kewajiban yang disebutkan dalam Pasal 3 International Convention against Doping in Sport berupa tindakan mematuhi peraturan yang melarang penggunaan doping melalui kerjasama internasional antara negara-negara pihak dan organisasi organisasi terkemuka dalam memberantas doping dalam olahraga, khususnya dengan Badan Anti-Doping Dunia. Negara lain yang belum terikat International Convention against Doping In Sport, berlaku asas pacta tertiis nec nocent prosunt yang menyatakan bahwa konvensi ini tidak menimbulkan kewajiban dan hak apapun terhadap mereka. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Many cases of doping, doping are mostly used to achieve the top of performance due to intense competition pressure. Many athletes are unaware of how disadvantageous doping it is, so it is need the international cooperation between countries and organizations to fight doping in sports, so that is International Convention against Doping In Sport 2005 was born. The goals of this research are to understand the rules, legal concequences and punishment to athletes from state parties and not state parties of International Convention Against Doping in Sport. This research is a normative juridical research with qualitative approach with secondary data source and with method of qualitative normative data analysis. The International Convention against Doping in Sport binds 186 countries that have been ratified and acceded. Based on the principle of pacta sunt servanda, these countries are obliged to perform the obligations set forth in the International Convention against Doping in Sport. The obligations referred to in Article 3 of the International Convention against Doping in Sport shall be measures to comply with the rules prohibiting the use of doping through international cooperation between States Parties and leading organizational organizations in combating doping in sports, in particular with the World Anti-Doping Agency. Other countries not yet bound by the International Convention against Doping In Sport shall apply the principle of the nec nocent prosunt pacta principle which states that this Convention does not creates any obligations and rights to them. |
| Kata kunci | Konvensi, Olahraga, Doping |
| Pembimbing 1 | Dr. H. Isplancius Ismail, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 3 | Hj. Lynda Asiana, S.H., M.H. |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2017-11-14 12:48:51.231835 |