Artikelilmiahs
Menampilkan 17.141-17.160 dari 50.013 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17141 | 20594 | H1G013042 | Pemetaan Mangrove dan Perubahan Luasan Segara Anakan, Cilacap | Mangrove merupakan tumbuhan khas yang terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Secara ekologis fungsi mangrove adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem, sumber unsur hara, sebagai daerah asuhan, daerah mencari makan, dan daerah pemijahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan perubahan luasan, kerapatan serta kondisi lingkungan mangrove di Segara Anakan, Cilacap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel cluster with stratified sampling. Analisis data secara visual, digital, deskriptif komparatif serta digunakan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan penyusutan luasan mangrove dari 11339,98 ha pada tahun 1990 menjadi 8400,62 ha pada tahun 2017. Hasil analisis mangrove Segara Anakan menunjukkan kondisi kerapatan mangrove didominasi tingkat jarang dengan luas sebesar 296,31 ha. Jenis mangrove Rhizophora spp., Avicennia spp., Sonneratia spp., Bruguiera spp., dan Nypa spp. adalah jenis mangrove yang banyak tumbuh di Segara Anakan. Hasil pengukuran kualitas air dan substrat sebagai berikut : salinitas 15 - 35 ppt; pH 6,9 - 8,1; tekstur tanah liat. Kondisi tersebut bisa dikatakan baik meskipun salinitas kurang berpengaruh terhadap kerapatan mangrove. | Mangrove is the unique trees that live along the shores or the mouth of the river and influenced by the tides. Ecological function of mangroves is to maintain a balance of ecosystems, source of nutrients, nursery ground, feeding grounds, and spawning grounds. This study aimed at mapping the changing extent, density and environmental condition of mangrove in Segara Anakan, Cilacap. This study was conducted from May to June 2017. The method used in the research is survey methods to cluster with stratified sampling. The data were analyzed by visual, digital, descriptive, comparative and regression linear test. The results of this research showed decreases in mangrove area from 11339,98 ha in 1990 to 8400,62 ha in 2017. The results of the analysis of mangrove showed the density of mangrove dominated by low density with area 296,31 ha. Rhizophora spp., Avicennia spp., Sonneratia spp., Bruguiera spp., dan Nypa spp. is a mangrove that grows in Segara Anakan. The results of water quality and substrate is as follows : saline 15 - 35 ppt; pH 6,9 - 8,1; clay texture. This condition has ranged good, although salinity has less effect on mangrove density. | |
| 17142 | 20274 | D1E013087 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI PERAH LAKTASI PADA KADAR BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PURPUREUM) | Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik cair urine sapi perah laktasi pada kadar bahan kering dan bahan organik rumput gajah. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 31 Maret sampai 03 Juli 2017. Materi yang digunakan meliputi bahan seperti pupuk organik cair urine sapi perah laktasi, rumput gajah, 140kg tanah ultisol land. Peralatan meliputi timbangan analitik, oven, tanur, desikator, cawan seng, cawan porselin, blender, seperangkat alat analisa kadar bahan kering dan bahan organik. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan pemberian pupuk organik cair urine sapi perah laktasi terdiri dari P0 (kontrol), P1 (0,75 liter/polybag), P2 (1,50 liter/polybag) dan P3 (2,25 liter/polybag). Variabel yang diukur adalah kadar bahah kering dan kadar bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair urine sapi perah laktasi (0,75 liter/polybag, 1,50 liter/polybag, 2,25 liter/polybag), berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar bahan kering dan kadar bahan organik. Kesimpulan penelitian adalah pemberian pupuk organik cair urine sapi perah laktasi dengan dosis yang berbeda yaitu berpengaruh tidak nyata terhadap kadar bahan kering dan bahan organik rumput gajah. | The Purpose of the research were to study the effect of liquid organic fertilizer urine of lactating dairy cow on the content of dry matter and elephant grass organic matter. Data collection was conducted from 31 of March to 03 of July 2017. Materials used included liquid organic fertilizer urine, lactating dairy cow, elephant grass, 140kg of ultisol soil. The Equipment covers analytical scales, ovens, furnaces, desiccators, zinc cups, porcelain cups, blenders, a set of analyzers of dry matter and organic matter. The design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments of organic fertilizer of liquid urine of lactating dairy cow consisted of P0 (control), P1 (0,75 liter/polybag), P2 (1,50 liter/polybag) and P3 (2,25 liter/polybag). The measured variables were dry matter content and organic matter content. The data obtained were analyzed using variance analysis and orthogonal polynomial test. The results showed that the application of liquid organic fertilizer of urine of lactating dairy cow (0.75 liter/polybag, 1.50 liter/polybag, 2.25 liter/polybag), unsignificant effect. The conclusion of the research is the provision of liquid organic fertilizer of urine of lactating dairy cow with different dose had is unsignificant effect on the contents of dry matter and elephant grass organic matter. | |
| 17143 | 20242 | D1E013009 | PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI PERAH LAKTASI PADA TINGGI TANAMAN DAN DIAMETER BATANG RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik cair urine sapi perah laktasi pada tinggi tanaman dan diameter batang rumput gajah. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 31 Maret sampai 03 Juli 2017. Materi yang digunakan pupuk organik cair urine sapi perah laktasi, rumput gajah, tanah ultisol, pols. Peralatan yang digunakan cangkul, jangka sorong, metline, dan alat tulis. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan pemberian pupuk organik cair urine sapi perah laktasi terdiri dari P0 (kontrol), P1 (0,75 liter/polybag), P2 (1,50 liter/polybag) dan P3 (2,25 liter/polybag). Variabel yang diukur adalah tinggi tanaman dan diameter batang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair urine sapi perah laktasi, berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap tinggi tanaman dan diameter batang. Kesimpulan penelitian adalah semakin tinggi level pemberian pupuk organik cair urine sapi perah laktasi, maka tinggi tanaman dan diameter batang rumput gajah akan semakin meningkat. | The purpose of this research was study the effect of liquid organic fertilizer of urine of lactating dairy cow on plant height and stem diameter of elephant grass. Data was taken from March 31th to July 3rd, 2017. The materials used were liquid organic fertilizer of urine of lactating dairy cow, elephant grass, ultisol soil and pols. The equipment included caliper, metline and stationary. The design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments of liquid organic fertilizer of urine of lactating dairy cow consisted of P0 (control), P1 (0,75 liter/polybag), P2 (1,50 liter/polybag) and P3 (2,25 liter/polybag). Parameters measured were plant height and stem diameter. The data obtained were analyzed using variance analysis and orthogonal polynomial test. The results showed that the effect of application of liquid organic fertilizer of urine of lactating dairy cattle, was highly significant (P<0,01). The conclusion of this study is, the higher addition of liquid organic fertilizer of urine of lactating dairy cow, the higher and longer plant height and stem diameter of elephant grass. | |
| 17144 | 20275 | D1E013139 | PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH RUMAH TANGGA PADA TINGGI TANAMAN DAN DIAMETER BATANG RUMPUT GAJAH (Pennisetum Purpureum) | Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Rumah Tangga Pada Tinggi Tanaman dan Diameter Batang Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Tujuan penelitian yaitu mengkaji pengaruh pupuk organik cair limbah rumah tangga pada tinggi tanaman dan diameter batang rumput gajah serta mengetahui taraf optimalnya. Penelitian dan pengambilan data dilaksanakan tanggal 31 Maret sampai 03 Juli 2017 di Eksperimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 20 pols rumput gajah, 20 buah polybag, 140 kg tanah ultisol, air dan 31.56 liter pupuk organik cair limbah rumah tangga, 2 buah cangkul, 1 buah jangka sorong, 1 buah metline dan alat tulis. Metode yang digunakan adalah Eksperimental Farm dan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan, yaitu P0 (tanpa pupuk organik cair), P1 (1.05 liter/polybag), P2 (2.15 liter/polybag), P3 (3.15 liter/polybag) dan diulang 5 kali. Peubah yang diukur yaitu tinggi tanaman dan diameter batang. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk organik cair limbah rumah tangga berpengaruh sangat nyata (P < 0.01) terhadap tinggi tanaman dan diameter batang. Rataan tinggi tanaman P0 (119.80 cm); P1 (122.40 cm);P2 (131.40 cm); P3 (146.60 cm). Rataan diameter batang diperoleh, P0 (1.11 cm); P1 (1.19 cm); P2 (1.47 cm);P3 (91.62 cm). | The effect of household’s waste liquid organic fertilizer on height plant and stem diameter of elephant grass (Pennisetum purpureum). The purpose of this study was to examine the effect of liquid organic fertilizer on plant height and stem diameter of elephant grass and to obtain the best concentration for increase plant height and stem diameter. Data was taken from March 31st to July 03rd , 2017 in Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used were 20 pols elephants grass, 20 polybags, 140 kilograms of ultisol land, water, 31.56 liters household’s waste liquid organic fertilizer, 2 hoes, 1 caliper, 1 metline and stationaries. The method used was experimental farm with completly randomized design with 4 treatment, 0 treat (without liquid organic fertilizer), 1st treat (1.05 Liter/Polybag), 2nd treat (2.10 Liter/Polybag), 3rd treat (3.15 Liter/Polybag) and repeated 5 times. The parameters measured are height of plant and stem diameter. Data were analyzed using analysis of variance followed by polynomial orthogonal test. The result showed the household’s waste liquid organic fertilizer was gave highly of significant effect (P < 0.01) to height of plant and stem diameter of elephant grass. The mean of height of plant, 0 treat (119.80 cm); 1st treat (122.40 cm); 2nd treat (131.40 cm); 3rd treat (146.60 cm), and stem diameter is, 0 treat (1.11 cm); 1st treat (1.19 cm); 2nd treat (1.47 cm); 3rd treat (1.62 cm). | |
| 17145 | 22172 | H1F013035 | STUDI GEOLOGI KARAKTERISTIK ENDAPAN PANTAI DAERAH MELOLO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN UMALULU, KABUPATEN SUMBA TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR | Daerah penelitian terletak di daerah Melolo dan sekitarnya, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tepatnya pada koordinat 120.7373 ° E - 120.7406 ° E / 9.92374 ° S - 9.92512 ° S. Pantai daerah Melolo pulau Sumba menarik untuk diteliti, karena dianggap sebagai pantai yang dapat mewakili daerah pasang maksimum, transisi, dan surut maksimum, yang berada di bagian timur pulau Sumba. Karakteristik dari area pasang maksimum, transisi, dan daerah surut maksimum akan menggambarkan distribusi dan komposisi sedimen pantai di pantai timur Pulau Sumba. Sampel yang berjumlah 27 diambil dari daerah pasang maksimum, transisi, dan surut maksimum pantai Melolo. Empat (4) metode analisis dilakukan yang bertujuan untuk menentukan karakteristik endapan pesisir di wilayah penelitian: analisis ukuran butir, analisis foraminifera, analisis XRF (X-Ray Fluorescene), dan analisis mineralogi. Hasil analisis granulometri, menunjukkan ukuran butir bervariasi dengan nilai 0,273 ф - 2,053 ф (pasir kasar - pasir halus) dan pola ukuran butir menunjukkan menghalus ke arah pasang maksimum. Ada 23 spesies foraminifera dan didominasi oleh empat (4) spesies di setiap sampel: Ammonia yabei (Ishizaki, 1958), Amphistegina radiata (Fitchel dan Moll, 1798), Calcarina calcar (d'Orbigny, 1826), dan Elphidium Macellum (Fitchel dan Moll, 1939). Analisis mineralogi menunjukkan bahwa mineral yang ada di daerah penelitian terdiri dari kuarsa, glaukonit, mika, dan litik. Analisis XRF menunjukkan bahwa unsur-unsur yang ada di daerah penelitian terdiri dari Ca, Sc, Cr, K, Si, Fe, Zn, Mn dan V. | The research area is located in the Melolo and surrounding area, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara, precisely at 120.7373° E - 120.7406° E / 9.92374° S - 9.92512° S coordinates. The coast of the Melolo region of Sumba island is interesting to study, because it is considered as a beach that can represent the maximum tide, transition, and low tide areas, which are in the eastern part of Sumba Island. The characteristics of the maximum tide area, transition, and low tide area will illustrate the distribution and composition of coastal sediments on the eastern coast of Sumba Island. The 27 samples were collected from the maximum tide, transition, and low tide area at Melolo beach. Four (4) methods of analysis were carried out which aimed to determine the characteristics of coastal deposits in the study area: grain size analysis, foraminifera analysis, XRF (X-Ray Fluorescene) analysis, and mineralogical analysis. The samples were obtained in the maximum tide, transition, and low tide area of Melolo beach. The results of the granulometric analysis, showed varying grain sizes with values of 0.273 ф - 2.053 ф (coarse sand - fine sand) and grain sizes pattern shows fining towards the maximum tide. There are 23 species of foraminifera and dominated by four (4) species in each sample: Ammonia yabei (Ishizaki, 1958), Amphistegina radiata (Fitchel and Moll, 1798), Calcarina calcar (d'Orbigny, 1826), and Elphidium Macellum (Fitchel and Moll, 1939). Mineralogy analysis shows the minerals that present in the research area consist of quartz, glauconite, mica, and lithic. XRF analysis shows the elements that present in the research area consist of Ca, Sc, Cr, K, Si, Fe, Zn, Mn and V. | |
| 17146 | 20381 | F1B113029 | PENGARUH KEMAMPUAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANYUMAS | Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai salah satu unsur Aparatur Negara mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menyelenggarakan tugas-tugas umum pemerintahan dan tujuan pembangunan nasional. Capaian kinerja pegawai harus memiliki hasil kerja sangat bagus dan melebihi target yang telah ditentukan, sehingga perlu didukung dengan kemampuan dan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif. Tujuan di dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh kemampuan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas; (2) Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas; (3) Untuk mengetahui pengaruh kemampuan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan metode survei. Variabel di dalam penelitian ini adalah Kemampuan (X1) dan Lingkungan Kerja (X2) sebagai variabel independen; Kinerja Pegawai (Y) sebagai variabel dependen Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas berjumlah 123 orang. Teknik pengambilan sampel dengan rumus Slovin, sampel sebesar 61 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan Kendal Tau C, Koefisien Konkordasi Kendal (W), dan regresi ordinal. Hasil penelitian didapatkan bahwa (1) Terdapat pengaruh kemampuan yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,236; (2) Terdapat pengaruh lingkungan kerja yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,758; (3) Terdapat pengaruh kemampuan dan lingkungan kerja yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,788. Diperlukan kesempatan pelatihan yang sama dan penambahan fasilitas agar meningkatkan kinerja pegawai lebih maksimal. | Performance of Civil Servants (PNS) as one element of the State Apparatus has a very strategic role in carrying out general duties of government and national development goals. Performance performance of employees must have a very good work and exceed the targets that have been determined, so it needs to be supported with work skills and a comfortable and conducive working environment. The objectives of this research are (1) to know the effect of work ability on the performance of the employees in the Office of the Ministry of Religious Affairs of Banyumas Regency; (2) To know the effect of working environment on employee performance in the Office of the Ministry of Religious Affairs of Banyumas Regency; (3) To know the effect of work ability and work environment on the performance of employees in the Office of the Ministry of Religious Affairs of Banyumas Regency. This type of research uses quantitative survey method. Variables in this research are Work Ability (X1) and Work Environment (X2) as independent variable; Employee Performance (Y) as the dependent variable The population in this study is all employees amounted to 123 people. Sampling technique with Slovin formula, sample of 61 patients. Data collection techniques using questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis using Kendal Tau C, Coefficient of Kendal Conkordasi (W), and ordinal regression. The result of the research shows that (1) There is a positive and significant work ability influence to the performance of employees in the Office of the Ministry of Religious Affairs of Banyumas Regency with regression coefficient value of 0.236; (2) There is a positive and significant work environment impact on the performance of employees in the Office of the Ministry of Religious Affairs of Banyumas Regency with regression coefficient value of 0.758; (3) There is influence of work ability and work environment positive and significant to the performance of employees in Office of Ministry of Religious Affairs of Banyumas Regency with regression coefficient value equal to 0,788. The same training opportunities and facilities are needed to maximize employee performance. | |
| 17147 | 20276 | D1E013015 | PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH RUMAH TANGGA PADA KADAR BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk organik cair limbah rumah tangga pada kadar bahan kering dan kadar bahan organik rumput gajah serta mengetahui level yang paling optimal untuk meningkatkan kadar bahan kering dan kadar bahan organik rumput gajah. Materi yang digunakan adalah 20 pols rumput gajah, 140 kg tanah ultisol, air, dan 31.56 liter pupuk organik cair limbah rumah tangga, 2 buah cangkul, 20 buah polybag bervolume 10 kg, 1 unit oven, 1 unit tanur, 1 unit desikator, 20 buah cawan petri, 1 unit timbangan analitik, kalkulator, dan alat tulis. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratory menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu P0 atau kontrol yaitu tanpa memberikan pupuk organik cair, P1 yaitu 1.05 liter/polybag, P2 yaitu 2.10 liter/polybag, dan P3 yaitu 3.15 liter/polybag. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah rumah tangga berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar bahan kering dan kadar bahan organik rumput gajah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi dosis pemberian pupuk organik cair limbah rumah tangga pada rumput gajah akan meningkatkan kadar bahan kering dan menurunkan kadar bahan organik. Level optimal pemberian pupuk terhadap bahan kering terdapat pada perlakuan 3 yaitu sebesar 3.15 liter per polybag rumput gajah. | The purpose of this study was to examine the effect of liquid organic fertilizer on dry matter and organic matter elephant grass and to obtain the best concentration to increase dry matter and organic matter. The material used were 20 pols elephant grass, 140 kilograms ultisol land, water, 31.56 liters household’s waste liquid organic fertilizer, 2 hoes, 20 polybags with volume of 10 kilograms, 1 oven unit, 1 furnace unit, 1 desiccator unit, 20 petri dishes, 1 analytical scales, calculator, and stationaries. The method used was the experimental laboratory using a completely randomized design (CRD) with 4 treatment namely P0 or control is without giving household’s waste liquid organic fertilizer, P1 1.05 liters/polybags, P2 2.10 liters/polybags, and P3 is 3.15 liters/polybags. The results showed that the addition of household’s waste liquid organic fertilizer gave a highly significant effect (P<0.01) on dry matter and organic matter. The conclusion of this study is, the higher dosage of household’s waste liquid organic fertilizer be higher the dry matter and be lower the organic matter. The optimal level of fertilizer for dry matter is available in the third treatment that is 3,15 liters for each plant. | |
| 17148 | 21585 | D1E014127 | PRODUK FERMENTASI RUMEN DOMBA YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) AMONIASI DAN DIFERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI TEMPE | Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian eceng gondok amoniasi dan difermentasi menggunakan ragi tempe terhadap produk fermentasi rumen domba, telah dilaksanakan menggunakan metode experimental invitro menurut Tilley and Terry (1963) yang dimodifikasi oleh Sutardi (1979), dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diuji terdiri dari empat yaitu P0 (60% Pakan konsentrat + 40% Rumput lapang), P1 (60% Pakan konsentrat + 30% Rumput lapang + 10% Eceng gondok), P2 (60% Pakan konsentrat + 30% Rumput lapang + 10% Eceng gondok amoniasi) dan P3 (60% Pakan konsentrat + 30% Rumput lapang + 10% Eceng gondok amoniasi fermentasi). Setiap perlakuan diulang lima kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Peubah yang diukur adalah konsentrasi N-NH3 dan sintesis protein mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap sintesis protein mikroba serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi N-NH3. Hasil uji kontras orthogonal menunjukkan bahwa rataan P3 menghasilkan konsentrasi N-NH3 tertinggi sebesar 11,36 ± 0,60 mM dan sintesis protein mikroba tertinggi sebesar 175,86 ± 13,97 mg/20ml. Disimpulkan bahwa ransum yang mengandung eceng gondok amoniasi yang difermentasi menggunakan ragi tempe menghasilkan konsentrasi N-NH3 dan sintesis protein mikroba tertinggi. | The research aimed to know the effect of ammonia and fermented water hyacinth using tempe yeast to rumen’s fermentation of sheep products, has been implemented using experimental method of invitro according to Tilley and Terry (1963) that modified by Sutardi (1979), has been undertaken at the Laboratory of Animal Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research using a completely randomized design. The treatments were P0 (60% concentrate feed + 40% field grass), P1 (60% concentrate feed + 30% field grass + 10% water hyacinth), P2 (60% concentrate feed + 30% field grass + 10% water hyacinth amoniation), P3 (60% concentrate feed + 30% grass + 10 % water hyacinth ammonia fermentation). Each treatment was repeated five times, so there 20 units of the experiment. The measured variables were concentration of N-NH3 and microbial protein synthesis. The results of this research showed that the effect was highly significant (P <0.01) on the microbial protein synthesis and significantly (P <0.05) on the N-NH3 concentration. The result of orthogonal contrast test showed that the average of P3 produce the highest concentration of N-NH3 of 11.36 ± 0.60 mM and the highest microbial protein synthesis of 175.86 ± 13.97 mg/20ml. It was concluded that diet containing water hyacinth amoniated and fermented using yeast tempe produce concentration of N-NH3 and microbial protein synthesis was the highest. | |
| 17149 | 20277 | E1A013149 | PERMOHONAN PEMBATALAN PERKAWINAN (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Kolaka Nomor: 0013/Pdt.G/2017/PA.Klk.). | PERMOHONAN PEMBATALAN PERKAWINAN (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Kolaka Nomor: 0013/Pdt.G/2017/PA.Klk.). Oleh : BARA PURNAGA E1A013149 ABSTRAK Pembatalan perkawinan adalah salah satu prosedur yang ada didalam hukum untuk memutuskan ikatan perkawinan. Pasal 22 Undang-UndangNomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dinyatakan bahwa perkawinan dapat dibatalkan, apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan. Perkawinan tidak batal dengan sendirinya, melainkan harus diputus oleh pengadilan sebagaimana diamanatkan Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimanakah pertimbangan hukum Hakim dalam permohonan pembatalan perkawinan dalam putusan Pengadilan Agama Kolaka Nomor: 0013/Pdt.G/2017/PA.Klk. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan preskriptif analitis. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakan dengan inventarisasi. Metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, putusan Pengadilan Agama Kolaka Nomor: 0013/Pdt.G/2017/PA.Klk hanya mendasarkan pada Pasal 26 ayat (1) dan mengesampingkan ketentuan Pasal 22 Undang-Undang Perkawinan serta Pasal 71 huruf e KHI yang menyatakan bahwa dapat dibatalkan apabila perkawinan dilangsungkan tanpa wali atau dilaksanakan oleh wali yang tidak berhak, dalam kasus ini wali tidak berhak karena memalsukan identitas paman yang merupakan adik dari ibu sebagai ayah kandung. Kata kunci : pembatalan perkawinan, wali nikah tidak sah. | APPLICATION OF MARRIAGE CANCELLATION(Study AgainstKolaka Religious Courts RulingNo: 0013 / Pdt.G / 2017 / PA.Klk.). By: BARA PURNAGA E1A013149 ABSTRACT Marriage cancellation is one of the procedures in the law to break marital ties. Article 22 of Law No. 1/ 1974 concerning Marriage states that a marriage may be canceled if the parties do not meet the conditions for marriage. The marriage shall not be null and void, but shall be decided by the court as mandated by Article 37 of Government Regulation No. 9/1975. Problems in this study how the judge's legal considerations in the request for cancellation of marriage in the decisi0on of the Religious Court Kolaka No: 0013 / Pdt.G / 2017 / PA.Klk. This research uses normative juridical approach method. The research specifications used are analytical prescriptive. Methods of data collection using a study of libraries with inventory.Methods of data analysis using normative qualitative. The result of the research shows that the decision of Kolaka Religious Court No: 0013 / Pdt.G / 2017 / PA.Klk based only on Article 26 paragraph (1) and overrides the provisions of Article 22 of the Marriage Law and Article 71 letter e KHI which states that it can be canceled if the marriage is held without a guardian or executed by an unauthorized trustee, in this case the guardian is not entitled to falsify the identity of the uncle who is the sister of the mother as the biological father. Keywords: cancellation of marriage, unlawful marriage guardian | |
| 17150 | 20281 | E1A113047 | PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN DE OMSTANDIGHEDEN) SEBAGAI SEBAB BATALNYA PERJANJIAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2054 K/PDT/2014 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir penyalahgunaan keadaan (misbruik van de omstadigheden) dan akibat hukum batalnya perjanjian dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 2054 K/Pdt/2014. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan menggunakan data sekunder dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 2054 K/Pdt/2014, Majelis Hakim mengkualifisir perjanjian hutang piutang yang dibuat oleh para pihak yang di tuangkan dalam Akta Notaris yaitu Akta Perjanjian Hutang dengan Jaminan Nomor 9 tertanggal 8 Maret 2005 mengandung penyalahgunaan keadaan karena keunggulan ekonomis yang menjadikan adanya cacat kehendak, sehingga syarat subjektif seperti yang diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata tidak terpenuhi dan Majelis Hakim menyatakan perjanjian hutang yang dituangkan dalam Akta Perjanjian Hutang dengan Jaminan Nomor 9 tertanggal 8 Maret 2005 batal demi hukum dan bukan menyatakan batal. | This study aims to analyze the judge's legal considerations in qualifying the abuse of the circumstances and the consequences of the cancellation of the agreement in the Supreme Court Decision Number 2054 K / Pdt / 2014. This study uses normative juridical approach and uses secondary data using primary legal materials, secondary law materials and tertiary legal materials. The data obtained are presented systematically, and data analysis is done normatively qualitative. Based on the results of research and discussion on the Supreme Court Decision Number 2054 K / Pdt / 2014, the Panel of Judges has paralyzed the payable receivable agreement made by the parties which poured in the Notarial Deed of Deed of Debt Agreement with Warranty Number 9 dated March 8, 2005 containing misuse economic benefits that make a defect of the will, so that the subjective requirements as regulated in Article 1320 Civil Code are not fulfilled and the Panel of Judges states that the debt agreement set forth in the Deed of Debt Agreement with Warranty Number 9 dated March 8, 2005 is null and void. | |
| 17151 | 20278 | G1B013010 | PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ARANG AKTIF SEKAM PADI DAN ARANG AKTIF DALAM MENURUNKAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) LIMBAH CAIR TAHU | Latar Belakang: Tingginya kadar TSS dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu melalui tahap pengendapan awal, pengolahan biologis (anaerob atau aerob) selanjutnya dapat pula pemanfaatan arang aktif sekam padi dan arang aktif sebelum dibuang ke badan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas arang aktif sekam padi dan arang aktif dalam menurunkan kadar Total Suspended Solid (TSS) limbah cair tahu. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan pretest-postest non-equivalent control group design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian ini seluruh limbah cair tahu dan sampel bagian dari populasi yang dimasukan ke kelompok perlakuan dan kontrol. Terdapat 7 perlakuan yaitu kontrol, media arang aktif sekam padi dan media arang aktif masing-masing ketebalan 5 cm, 10 cm dan 15 cm dengan waktu kontak 45 menit. Uji statistik menggunakan Kruskall Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan nilai efektivitas penurunan TSS limbah cair tahu pada media arang aktif ketebalan 15 cm sebesar 22,64%, sedangkan media arang aktif sekam padi ketebalan 10 cm sebesar 8,52%. Dalam pengolahan menggunakan kedua media tersebut terjadi penurunan suhu dan kenaikan pH. Kesimpulan: Media arang aktif lebih efektif dibandingkan dengan media arang aktif sekam padi dalam menurunkan kadar TSS limbah cair tahu meskipun nilai tersebut belum memenuhi baku mutu PERDA JATENG No 05 Tahun 2012 sebesar 100 mg/l. | Background: The high content of TSS (Total Suspended Solid) causes environmental pollution. Therefore, the first of processing is sedimentation, biological treatment (anaerob or aerob) and then can also utilization of active carbon of rice husk and active carbon before being discharged into the river. This study purposed to identifying comparative of effectiveness of active carbon of rice husk and active carbon in reducing TSS in liquid waste of tofu. Methods: The research uses quasi experiment with pretest posttest non-equivalent control group design with a completely randomized design (CRD). The population of the research are liquid waste of tofu and the sample which is part of liquid waste of tofu which grouping to treatment and control. The research uses 7 treatment, there are control, active carbon media with thickness of 5 cm, 10 cm, 15 cm and active carbon of rise husk media with thickness of 5 cm, 10 cm and 15 cm. Analyzing data used a Kruskall Wallis continued with Mann Whitney test. Result: The result of this research showed effectiveness in reducing TSS in liquid waste of tofu with active carbon media thickness of 15 cm is 22,64%, while the active carbon of rice husk with thickness of 10 cm is 8,52%. Processing with the both of media there is a decrease in temperature and an increase in pH. Conclusion: Active carbon media is the most effective if compared with the active carbon of rice husk in reducing TSS liquid waste of tofu although the value has not accordance the standard of Regional Regulation JATENG No. 05 Year 2012 that is 100 mg/l. | |
| 17152 | 20282 | C1B013046 | ANALISIS PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DALAM PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU GUNA MENINGKATKAN EFISIENSIPADA PT. CAHAYA TIRTA RASA TONG TJI DI KOTA TEGAL - JAWA TENGAH | Skripsi yang berjudul “Analisis Penerapan Material Requirement Planning (MRP)dalam Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Guna Meningkatkan Efisiensipada PT. Cahaya Tirta Rasa Tong Tji di Kota Tegal – Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui efektivitas dan efisiensi penerapan metode MRP dalam perencanaan persediaan bahan baku PT. Cahaya Tirta Rasa “Teh Tong Tji”. (2) mengetahui metode terbaik dalam perencanaan persediaan bahan baku PT Cahaya Tirta Rasa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis penerapan Material Requirement Planning (MRP) yang diawali dengan menganalisis jadwal produksi induk, struktur produk, dan daftar kebutuhan bahan, serta diakhiri dengan menganalisis besarnya jumlah pesanan optimal untuk setiap bahan baku. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang sudah dilakukan menunjukan bahwa (1) Teknik lotting yang direkomendasikan adalah metode EOQ (Economic Order Quantity) karena total biaya yang muncul lebih kecil dibanding dengan teknik lotting yang lain walaupun untuk beberapa raw material biaya terkecil dapat dijumpai dengan menggunakan teknik LFL (lot for lot) ataupun PBB (Part Period Balancing). (2) Data struktur produk dan catatan status persediaan sangat berpengaruh kepada proses perencanaan kebutuhan material/bahan baku teh. (3) Jumlah persediaan seharusnya dapat dikontrol dengan baik sehingga tidak berada pada level yang berlebih karena dapat menimbulkan cost biaya simpan yang besar dimana pada akhirnya membuat total biaya semakin besar. (4) Angka-angka pada MRP report adalah angka ideal yang pada pelaksanaan di lapangan harus disesuaikan dengan beberapa hal seperti minimum order barang. (5) Untuk menghindar persediaan barang baku yang negatif dan berlebih maka diharapkan tahap perencanaan dapat dilakukan seakurat mungkin sehingga tidak menimbulkan biaya yang tidak perlu terjadi atau kehilangan kesempatan memenuhi kebutuhan konsumen. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai upaya untuk mengetahui besarnya jumlah pesanan optimal untuk kebutuhan bahan baku teh. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan Teknik Economic Order Quantity (EOQ) dapat digunakan untuk menghitung dan merencanakan kebutuhan raw material yang lain dan dibutuhkan untuk membuat produk yang lain.Teknik lot sizing yang dipilih tidak menjadi acuan baku untuk Tong Tji. Hal ini dikarenakan dalam penentuan ukuran lot optimal untuk setiap bahan baku dipengaruhi oleh jumlah kebutuhan bahan baku, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan untuk setiap bahan baku yang dapat berubah. Jadi, perlu dilakukan perubahan pada biaya pemesanan dan biaya penyimpanan setiap bahan baku untuk mendapatkan penghitungan yang akurat. | The thesis entitled "Analysis of Application of Material Requirement Planning (MRP) in Planning of Raw Materials Needs To Improve Efficiency at PT. Cahaya Tirta Rasa Tong Tji in Tegal City - Central Java ". The purpose of this research is to (1) find out the effectiveness and efficiency of MRP method application in planning of raw material supply of PT. Light Tirta Rasa "Teh Tong Tji". (2) to know the best method in planning of raw material inventory of PT Cahaya Tirta Rasa. The method used is qualitative descriptive by analyzing the application of Material Requirement Planning (MRP) which begins by analyzing master production schedule, product structure, and material requirement list, and end by analyzing the optimal order quantity for each raw material. Based on the results of research and analysis that have been done show that (1) The recommended lotting technique is the EOQ (Economic Order Quantity) method because the total cost that appears smaller than other lotting techniques although for some raw materials the smallest cost can be found using techniques LFL (lot for lot) or PBB (Part Period Balancing). (2) Product structure data and inventory status records are very influential to the process of planning the material needs / raw materials of tea. (3) The amount of inventory should be well controlled so that it is not at an excessive level because it can lead to huge cost of storage which ultimately makes the total cost greater. (4) The numbers on the MRP report are the ideal numbers that on the implementation in the field should be adjusted with some things such as minimum order of goods. (5) In order to avoid negative and excessive raw material inventory, it is expected that the planning stage can be done as accurately as possible so as not to cause unnecessary cost or loss of opportunity to fulfill consumer needs. Implication of this research is as an effort to know the amount of optimal order for requirement of tea raw material. The way that can be done is by Technical Economic Order Quantity (EOQ) can be used to calculate and plan the needs of other raw materials and needed to make other products. The selected lot sizing technique does not become the standard reference for Tong Tji. This is because in the determination of the optimal lot size for each raw material is affected by the amount of raw material requirements, ordering costs, and storage costs for each raw material that can change. Thus, it is necessary to make changes to the ordering costs and storage costs of each raw material to obtain accurate calculations. | |
| 17153 | 21464 | C1J014005 | REVENUE AND EFFICIENCY OF PRODUCTION FACTORS USING OF PROBIOTIC AND NON-PROBIOTIC BROILER BREEDERS IN SUMBANG SUBDISTRICT BANYUMAS REGENCY | Penelitian ini berjudul '' Pendapatan dan Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Peternak Broiler Probiotik dan Peternak Broiler Non Probiotik di Kabupaten Banyumas Kecamatan Sumbang ". Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Saat ini, bisnis ayam broiler merupakan bisnis yang banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini disebabkan laju perputaran modalnya yang cepat. Selain itu Provinsi Jawa Tengah berada di posisi 5 besar sebagai provinsi penghasil daging ayam broiler. Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas memiliki populasi ayam broiler terbanyak. Penggunaan antibiotik dalam input produksi peternakan ayam sudah tidak dianjurkan dalam peternakan. Oleh karena itu perlu ada pengganti zat yang dapat menggantikan antibiotic yang biasa disebut probiotik. Model fungsi produksi yang digunakan dalam penelitian untuk menjelaskan kondisi usaha ternak yang dilakukan oleh peternak probiotik maupun peternak non probiotik adalah model fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil analisis regresi baik probiotik maupun non-probiotik variable yang berpengaruh secara postitif signifikan adalah variabel DOC, pakan dan vitamin, sementara variable tenaga kerja dan pemanas tidak mempengaruhi secara positif signifikan terhadap produksi ayam broiler baik probiotik maupun non-probiotik. Kemudian, analisis efisiensi alokatif menunjukkan bahwa pada peternak probiotik variabel DOC, tenaga kerja, pemanas dan vitamin sudah efisien, artinya penggunaan DOC, tenaga kerja, pemanas dan vitamin pada peternak probiotik di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sudah tepat. Sedangkan variabel pakan pada peternak probiotik belum efisien. Pada peternak non-probiotik variabel DOC, tenaga kerja dan pemanas sudah efisien, sedangkan variable pakan dan vitamin belum efisien. Kemudian hasil uji-T menunjukkan bahwa rata-rata produksi pada produksi ayam broiler probiotik lebih besar daripada produksi ayam non probiotik. Produksi rata-rata per-ekor yang diterima peternak probiotik adalah 1,68 kg untuk satu periode panen, sedangkan untuk peternak non-probiotik adalah 1,52 kg. Artinya ayam broiler probiotik bisa menghasilkan daging yang lebih berat daripada non-probiotik. Yang berarti peternak probiotik mampu mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari peternak broiler non probiotik. Hasil dari perhitungan R / C rasio pada produksi ayam broiler non probiotik adalah 1,13 dan R / C ayam broiler probiotik sebesar 1,15, yang berarti usaha ayam broiler baik probiotik maupun non-probiotik sudah menguntungkan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan usaha ternak yang dilakukan oleh peternak probiotik memperoleh penerimaan yang lebih besar dibandingkan penerimaan peternak non probiotik. | This research entitled ’’Revenue and Efficiency of Use Production Factors of Probiotic and Non-Probiotic Broiler Breeders in Banyumas Regency Sumbang Subdistrict”. This type of the research is descriptive research with method is a survey method. The study was conducted in Sumbang Subdistrict Banyumas Regency. The business of broiler chicken is a business that much in demand by the community. This is due in reason that capital turnover rate in broiler business rapidly. In addition, Central Java Province is in the top 5 as a province producing broiler chicken meat. Sumbang Subdistrict of Banyumas Regency has the largest population of broiler chickens. The use of antibiotics in the input of chicken farm production is not recommended in the farm. Therefore there should be a substitute substance that can replace the antibiotic which commonly called probiotics. The production function model that used in this research is the Cobb-Douglas production function model that can explain the condition of broiler chicken business both probiotic breeders and non probiotic breeders. The result of regression analysis both probiotic and non-probiotic, DOC, feed and vitamin variables influence positively significantly toward production, while the variable of labor and heating did not influence significantly positively toward broiler production both probiotic and non-probiotic. Then, the analysis of allocative efficiency shows that in probiotic broiler breeders, variables of DOC, labor, heating and vitamins have been efficient. While the variable feed on probiotic broiler breeders has not been efficient. In non-probiotic breeders, variables of DOC, labor and heating has already efficient, while variable feed and vitamins still not efficient. Then T-test results shows that the average of production in probiotic broiler chicken is bigger than the production of non-probiotic. The average production per-tail that received by probiotic breeders is 1.68 kg, while for non-probiotic breeders is 1.52 kg. This means that broiler chicken probiotics can produce heavier meat than non-probiotics. The result of R / C ratio on non-probiotic broiler chicken production is 1.13 and R/C ratio on probiotic broiler chicken equal to 1.15, which means the business of broiler both probiotic and non-probiotic have profitable. It can be concluded that livestock business activities conducted by probiotic breeders gain greater acceptance than non-probiotic breeders. | |
| 17154 | 20030 | F1A013077 | Perjuangan Seorang Lukman Penjual Keliling Kraca Keong di Wilayah Kecamatan Purwokerto Utara | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi Lukman sebagai penjual keliling kraca keong di Wilayah Kecamatan Purwokerto Utara, mengetahui cara Lukman mengalokasikan waktu antara sekolah dengan bekerja sebagai penjual keliling kraca keong di Wilayah Kecamatan Purwokerto Utara dan mengetahui kehidupan Lukman di lingkungan rumah sebagai penjual keliling kraca keong di Wilayah Kecamatan Purwokerto Utara. Sasaran utama penelitian ini adalah Lukman yang bekerja sebagai penjual keliling kraca keong yang berjuang untuk membantu perekonomian keluarganya. Motivasi Lukman bekerja sebagai penjual kraca keong demi memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga dan Lukman bekerja sebagai penjual kraca keong atas permintaannya sendiri. Lukman juga dapat mengalokasikan waktunya antara sekolah seperti, tugas PR dilakukan ketika pulang bekerja, tugas kelompok dilakukan setelah pulang sekolah ketika ada tugas kelompok, kegiatan ekstrakulikuler futsal dilakukan setiap hari selasa dan sabtu pada jam 13:00 WIB sampai jam 17:00 wib, belajar untuk Try Out dilakukan setelah pulang bekerja ketika sedang ujian Try Out dan bekerja sebagai penjual kraca keong dilakukan setelah pulang sekolah pada jam 14:00 WIB sampai jam 21:00 WIB. Lukman yang bekerja dilingkungan rumahnya tidak pernah dikucilkan ataupun dijauhkan oleh teman – temannya, meskipun Lukman dengan kondisi perekonomian kurang mampu malah mereka membantu Lukman dan Lukman juga sangat dihargai. Oleh karena itu perjuangan seorang Lukman ini diusia 10 tahun Lukman mengerti akan tanggung jawab, bekerja keras dan dapat membagi waktu dengan tugasnya sebagai pelajar dan pekerja. | This study aims to determine the motivation of Lukman as a Kraca Keong seller in North Purwokerto District, knowing how Lukman allocates time between schools by working as a Kraca Keong seller in Purwokerto North District and knowing Lukman’s life in the home as a Kraca Keong seller in North Purwokerto District. The main target of this research is Lukman who works as a Kraca Keong seller who struggle to help the family's economy. Lukman's motivation to work as a Kraca Keong seller to fulill the needs of the family economy and Lukman works as a seller of Kraca Keong seller at his own request. Lukman can also allocate his time between schools such as, do homework assignments after returning from work, do group assignments after school if there any group assignments, extracurricular activities futsal every Tuesday and Saturday at 13:00 pm until 17:00 wib, study for Try Out after returning to work while test for Try Out and working as a Kraca Keong seller is after school from 14:00 WIB until 21:00 WIB. Lukman who worked in his home environment was never isolated or kept away by his friends, even though Lukman in poor economic conditions they even helped Lukman and Lukman also greatly appreciated. Therefore the struggle of Lukman at the age of 10 is that Lukman understands responsibility, works hard and can share his time with his duties as a student and a worker. | |
| 17155 | 20284 | E1A113061 | GUGATAN GANTI KERUGIAN AKIBAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 140/PK/Pdt/2015 Antara Negara Melawan Yayasan Beasiswa Supersemar) | Tulisan Hukum ini mengambil judul “Gugatan Ganti Kerugian Akibat Perbuatan Melawan Hukum Yang Mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 140 PK/Pdt/2015 Antara Negara Melawan Yayasan Beasiswa Supersemar)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum oleh hakim dalam mempertimbangkan syarat-syarat Pasal 1365 KUHPerdata yang merugikan keuangan negara yang dilakukan oleh Yayasan Beasiswa Supersemar dan menganalisis putusan hakim dalam tuntutan ganti kerugian yang dapat diajukan berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 140 PK/Pdt/2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum secara yuridis normatif dengan metode pendekatan ratio decidendi. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa Putusan Mahkamah Agung Nomor 140 PK/Pdt/2015, undang-undang serta buku-buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan terperinci serta analisis data dilakukan secara normatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Mahkamah Agung 140PK/Pdt/2015, dapat diambil kesimpulan bahwa Hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti rugi karena penyertaan modal kepada beberapa perusahaan berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 140 PK/Pdt/2015, yakni adanya perbuatan melawan hukum, adanya kesalahan, adanya kerugian dan adanya hubungan kausal antara perbuatan dan kerugian yang ditimbulkan. Hakim mengabulkan tuntutan Penggugat yang dapat diajukan berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dalam putusan Nomor 140 PK/Pdt/2015 yaitu mengenai pernyataan perbuatan melawan hukum dan ganti rugi dalam bentuk uang sebesar US$ 315.002.183,00 (tiga ratus lima belas juta dua ribu seratus delapan puluh tiga dollar Amerika Serikat) dan Rp.139.438.536.678,56 (seratus tiga puluh sembilan miliar empat ratus tiga puluh delapan juta lima ratus tiga puluh enam ribu enam ratus tujuh puluh delapan rupiah lima puluh enam sen) dan menolak gugatan Penggugat yang lainnya yaitu kerugian immateriil sebesar Rp10.000.000.000.000,00 (sepuluh triliun rupiah), karena kerugian immateriil yang didalilkan oleh Penggugat tidak dapat dibuktikan di persidangan. Kata Kunci : Gugatan Ganti Kerugian, Kerugian Keuangan Negara, Perbuatan Melawan Hukum, Yayasan. | This Law entitled "Lawsuit for Indemnification Against Laws That Resulted in State Financial Losses (Study of Supreme Court Ruling Number 140 PK / Pdt / 2015 Between Countries Against the Supersemar Scholarship Foundation" .This study aimed to analyze legal considerations by judges in considering the terms - Article 1365 of the Civil Code that harms the state finances made by the Supersemar Scholarship Foundation and analyzes the judge's verdict in compensation claims which may be filed under Article 1365 of the Civil Code in the Supreme Court Decision Number 140 PK / Pdt / 2015. This research used legal research method in normative juridical with method of decidendi ratio approach. In this study the data source used is secondary data in the form of Supreme Court Decision Number 140 PK / Pdt / 2015, laws and literature books related to research problems. The data obtained are presented in a systematic and detailed and normative data analysis. Based on the results of research and discussion of Supreme Court Decision 140PK / Pdt / 2015, it can be concluded that the Judge in granting demands for compensation for capital participation to some companies under Article 1365 Civil Code in the Supreme Court Decision Number 140 PK / Pdt / 2015, against the law, the existence of mistakes, the existence of loss and the causal relationship between deeds and losses incurred. The Judge granted the claim of the Plaintiff that can be filed under Article 1365 of the Civil Code in Decision Number 140 PK / Pdt / 2015 concerning the declaration of unlawful acts and compensation in the form of money of US $ 315,002,183.00 (three hundred fifteen million two thousand one hundred eight (one hundred thirty nine billion four hundred thirty eight million five hundred thirty six thousand six hundred seventy eight rupiahs fifty six cents) and reject the Plaintiff's other lawsuit namely an immaterial loss of Rp10,000,000,000,000.00 (ten trillion rupiah), since the immaterial losses argued by the Plaintiff can not be proven in court. Keywords: Lawsuit for Indemnification, State Financial Losses, Unlawful Actions, Foundation. | |
| 17156 | 20283 | H1H013029 | EVALUASI KARAKTER FENOTIPE TIGA GENERASI IKAN CUPANG ALAM (Betta imbellis) MENGGUNAKAN STUDI MORFOMETRIK DAN MERISTIK | Domestikasi merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk mengatasi penurunan stok ikan di alam. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH), Depok telah melakukan usaha domestikasi dan menghasilkan tiga generasi ikan Betta imbellis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman fenotipe yang dihasilkan pada ikan cupang alam (Betta imbelis) hasil domestikasi tersebut menggunakan studi morfometrik dan meristik. Hasil penelitian berdasarkan analisis varian menunjukkan adanya beberapa karakter morfometrik yang berbeda (P<0.05) antara ketiga generasi ikan cupang alam tersebut. Nilai sharing antar generasi yang rendah (1-3 ekor) pada jantan dan 1 ekor pada betina menunjukkan tingginya keragaman fenotipe secara morfometrik pada ketiga generasi ikan tersebut. Analisis hierarchical cluster menggambarkan bahwa pada ikan jantan, generasi F1 dan F2 menunjukkan kemiripan fenotipe lebih tinggi dibandingkan dengan generasi F3. Pada ikan betina generasi F2 dan F3 menunjukkan kemiripan fenotipe lebih tinggi dibandingkan dengan generasi F3. Hasil perhitungan nilai meristik pada ketiga generasi ikan cupang alam (Betta imbellis) masih dalam batas kisaran dari nilai meristik untuk Betta imbellis. | Domestication is one effort undertaken to overcome the decline of fish stocks in nature. Indonesian Ornamental Fish Cultivation Research Institute (BPPBIH), Depok has conducted domestication and produced three generations of Betta imbellis natural betta fish. This study aims to evaluate the diversity of phenotypes produced in Betta imbelis fish from domestication using morphometric and meristic studies. The results of the study of the different morphometric characters (P <0.05) between the three generations of the fish. The value of sharing between generation is low (1-3 individuals) in males and 1 in females shows high morphometric phenotypic diversity in the three generations of fish. The hierarchical cluster analysis illustrates that in male fish, the F1 and F2 generations show a higher phenotype similarity than the F3 generation. in the female fish, F2 and F3 generation showed a higher phenotype than the generation of F3. The results of meristic values on the three generations of Betta imbellis are still within the range of the meristic value for Betta imbellis. | |
| 17157 | 20285 | E1A013229 | PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PEKERJA MANGKIR PADA PT. HOLCIM INDONESIA TBK. (Analisis Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 340 K/Pdt.Sus-PHI/2016) | ABSTRAK Judul: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PEKERJA MANGKIR PADA PT. HOLCIM INDONESIA TBK. (Analisis Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 340 K/Pdt.Sus-PHI/2016) Oleh: ABU DZAR ALGHIFARI E1A013229 Penelitian ini bersumber pada putusan Mahkamah Agung Nomor 340 K/Pdt.Sus-PHI/2016 yang membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor 221/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg mengenai perkara pemutusan hubungan kerja karena pekerja mangkir pada PT. Holcim Indonesia Tbk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan undang-undang dan konseptual. Spesifikasi penelitian yang digunakan preskriptif analitis. Sumber bahan hukum yang digunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Metode analisis data menggunakan interpretasi gramatikal dan sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini diketahui bahwa pertimbangan hukum hakim pengadilan hubungan industrial tidak tepat karena pemutusan hubungan kerja dalam perkara antara Jonny Simanjuntak dengan PT. Holcim Indonesia Tbk. tidak memenuhi unsur pada ketentuan Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Atas hal tersebut, maka putusan Mahkamah Agung dalam membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan telah tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dalam menerapkan pemutusan hubungan kerja karena pekerja melanggar Perjanjian Kerja Bersama berdasarkan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena tidak memenuhi unsur pada ketentuan pasal tersebut. Kata Kunci: Pemutusan Hubungan Kerja, Mangkir, Hubungan Industrial | ABSTRACT Title: TERMINATION OF EMPLOYMENT DUE TO WORKER DEFAULTERS ON PT. HOLCIM INDONESIA TBK. (Judicial Analysis of Supreme Court Decision No. 340 K/Pdt.Sus-PHI/2016) By: ABU DZAR ALGHIFARI E1A013229 This research is based on Supreme Court decision no. 340 K/Pdt.Sus-PHI/2016 which cancells the decision of Industrial Relation Court no. 221/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg is about the case termination of employment to worker defaulters on PT.Holcim Indonesia Tbk. This research uses doctrinal legal approach method. Research approach uses constitution and conseptual approach. The research specification which is used prescriptive analytical. The sources of legal materials that are used primary legal material and secondary legal material. Analysis data method uses grammatical and systematic interpretation. Based on the result of research and discussion in this research is known that legal considerations of industrial relations court judges are not appropriate because the termination of employment in case between Jonny Simajuntak with PT. Holcim Indonesia Tbk. doesn’t fulfill the element in provision article 168 constitution no. 13 of 2003 is about employment. Because of that, therefore Supreme Court decision in cancelling Industrial Relation Court decision has been appropriate legislation regulation which applies because Judex Facti have been guilty applies the provisions of Article 168 of Constitution no. 13 of 2003 on employment and the Supreme Court in applying the termination of employment because the workers violate the Collective Work Agreement according to Article 161 of Constitution no 13 of 2003 is about employment is not appropriate with the laws and regulations because it does not fulfill the elements of the article. Keywords: The Termination of Employment, Worker Defaulters, Industrial Relation | |
| 17158 | 20286 | C1J013048 | FACTORS AFFECTING COTTON IMPORT IN INDONESIA | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor Kapas di Indonesia”. Kapas merupakan bahan baku yang paling banyak digunakan dalam industri sandang. Rendahnya kemampuan dalam negeri untuk menyediakan bahan baku tekstil mengakibatkan industri tekstil dalam negeri bergantung terhadap serat kapas impor, karena bahan baku tekstil tersebut harus dibeli di luar negeri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh produksi kapas lokal, konsumsi kapas penduduk, harga kapas dunia, kurs Rupiah terhadap Dollar AS, dan GDP terhadap impor kapas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis linear berganda model distributed lag dengan data time series periode 1980-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produksi kapas lokal, variabel harga kapas, dan variabel kurs Rupiah terhadap Dollar AS berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap impor kapas di Indonesia selama periode 1980-2015. Sedangkan, variabel konsumsi kapas penduduk dan GDP berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor kapas di Indonesia selama periode 1980-2015. Tingginya elastisitas variabel konsumsi kapas penduduk mengindikasikan bahwa variabel konsumsi kapas memiliki pengaruh besar terhadap impor kapas di Indonesia. Pemerintah dapat menekan penggunaan kapas sebagai bahan baku tekstil dengan mensubtitusi kapas dengan serat sintetis seperti polyester fiber, polyacrylic fiber, polyester filament, and nylon filament. Kemampuan suatu negara untuk mengimpor sangat tergantung pada pendapatan nasionalnya.Hal ini berarti bahwa semakin besar pendapatan nasional maka semakin besar pula kemampuan bangsa tersebut untuk dapat mengimpor suatu barang. Pemerintah dapat mulai mengubah untuk mengalokasikan dana yang digunakan untuk membiayayi impor dapat digunakan sebagai insentif seperti pemberian bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas petani kapas. Sehingga, permintaan kapas dalam negeri dapat dipenuhi oleh produksi kapas lokal.Gudang kapas nasional harus dapat segera terealisasi.Hal ini merupkan upaya untuk membenahi distribusi kapas impor sebagai bagian perbaikan kapas nasional. | This research entitled "Factors Affecting Cotton Import in Indonesia". Cotton is the most widely used raw material in the clothing industry. The low capability to provide textile raw materials has resulted being dependent on imported cotton fiber, since the textile raw materials must be purchased abroad. The purpose of this research is to analyze the influence of local cotton production, domestic cotton consumption, world cotton price, Rupiah to US Dollar rate, and GDP toward cotton import in Indonesia. This study uses multiple linear analysis distributed lag model with time series data from 1980-2015 period. The results showed that local cotton production variable, world cotton prices variable and Rupiah exchange to US Dollar rate have negative and insignificant effect on cotton import in Indonesia during 1980-2015 period. Meanwhile, the variable domestic cotton consumption and GDP has a positive and significant impact on the import of cotton in Indonesia during the period 1980-2015. The high elasticity of domestic cotton consumption variables indicates that domestic cotton consumption variable has a major influence on cotton imports in Indonesia. The government can suppress the use of cotton as textile raw material by substituting cotton with synthetic fibers such as polyester fiber, polyacrylic fiber, polyester filament, and nylon filament. The ability of a country to import depends heavily on its national income. This means that the greater the national income the greater the ability of the nation to be able to import a good. The government may initiate a change to allocate funds used to finance imports can be used as an incentive such as distribution of prime seeds to increase productivity of cotton farmers. Thus, the demand for domestic cotton can be met by local cotton production. . The national cotton warehouse have to be realized soon. This is an effort to fix the distribution of imported cotton as part of the national cotton procurement. | |
| 17159 | 20287 | H1A013049 | SINTESIS PERAK ORTOFOSFAT MENGGUNAKAN PELARUT DIMETIL SULFOKSIDA DAN UJI AKTIVITAS FOTOKATALITIK PADA SINAR TAMPAK | Limbah yang mengandung zat warna dari industri tekstil memiliki banyak efek terhadap manusia, hewan, dan ekosistem karena kebanyakan zat warna sangat beracun bagi kehidupan perairan dan tubuh manusia. Alternatif yang kini banyak digunakan adalah metode fotodegradasi dengan menggunakan fotokatalis Ag3PO4 yang memiliki kemampuan fotooksidatif untuk dekomposisi pewarna organik pada penyinaran sinar tampak. Sintesis Ag3PO4 dilakukan dengan penambahan pelarut dimetil sulfoksisa (DMSO) yaitu meliputi sintesis Ag3PO4; Ag3PO4-DMSO 5%; Ag3PO4-DMSO 10%; Ag3PO4-DMSO 15%; Ag3PO4-DMSO 20%; dan Ag3PO4-DMSO 100%. Aktivitas fotokatalitik sampel dievaluasi dengan degradasi methyl orange di bawah penyinaran sinar biru kemudian kontrol (Ag3PO4), fotokatalis dengan aktivitas tertinggi dan terendah dianalisis dengan XRD, SEM, dan DRS, dan uji stabilitas aktivitas fotokatalitik dilakukan terhadap kontrol (Ag3PO4) dan fotokatalis dengan aktivitas tertinggi. Pada penelitian ini dilakukan fotodegradasi methyl orange dengan sampel fotokatalis. Fotokatalis Ag3PO4-DMSO 15% memiliki aktivitas fotokatalitik tertinggi sedangkan Ag3PO4-DMSO 100% memiliki aktivitas fotokatalitik terendah. Hasil peneltian menunjukkan bahwa Ag3PO4 dengan penambahan DMSO 15% memiliki memperlihatkan aktivitas fotokatalitik yang besar dibandingkan dengan Ag3PO4 murni di bawah penyinaran sinar tampak. Fotokatalis Ag3PO4 dengan penambahan DMSO 15% memiliki stabilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan Ag3PO4 murni. Dapat disimpulkan bahwa penambahan pelarut DMSO meningkatkan aktivitas fotokatalitik, tetapi menurunkan stabilitas aktivitas fotokatalitik. | Dye wastes from the textile industry have many effects on humans, animals, and ecosystems because most dyes are highly toxic to aquatic life and the human body. The alternative that is now widely used is photodegradation method by using photocatalyst of Ag3PO4 which has photooxidative ability to decompose organic dyes under visible light irradiation. Synthesis of Ag3PO4 was performed by addition of dimethyl dulfoxide (DMSO) solvent which includes synthesis of Ag3PO4; Ag3PO4-DMSO 5%; Ag3PO4-DMSO 10%; Ag3PO4-DMSO 15%; Ag3PO4-DMSO 20%; and Ag3PO4-DMSO 100%. Photocatalytic activity of the sample was evaluated using methyl orange degradation under blue light irradiation and then control (Ag3PO4), photocatalyst of the highest and the lowest activity were analyzed using XRD, SEM, and DRS, and stability of photocatalytic activity are evaluated on the control of Ag3PO and the highest activity. The results showed that the Ag3PO4 with the addition of DMSO 15% exhibited a high photocatalytic activity compared to pristine Ag3PO4 under visible light irradiation. Ag3PO4 photocatalyst with the addition of 15% DMSO has a lower stability compared to the pristine Ag3PO4. It can be concluded that the addition of DMSO solvent enhances the photocatalytic activity, but decrease the photocatalytic stability. | |
| 17160 | 21586 | D1E014203 | KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBA LOKAL YANG DIBERI FODDER JAGUNG HIDROPONIK DAN HIJAUAN LAIN SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian fodder jagung hidroponik dan hijauan lain terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pakan domba lokal dilaksanakan 17 Januari sampai 11 Februari 2018. Lokasi penelitian di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah cairan rumen yang berasal dari 3 ekor domba lokal dewasa yang diambil dari rumah makan sate Kebanaran segera setelah domba dipotong, konsentrat dari Bata Feed, fodder jagung hidroponik, hijauan jagung yang akan berbunga dan rumput lapang. Metode penelitian adalah metode eksperimental secara in vitro menurut Tilley dan Terry (1963) yang telah dimodifikasi Sutardi (1979) dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, yaitu P1 (60% Konsentrat + 40% fodder jagung hidroponik), P2 (60% Konsentrat + 40% hijauan jagung yang akan berbunga) dan P3 (60% Konsentrat + 40% rumput lapang), setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik (P<0,01). Berdasarkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan membandingkan nilai tengah perlakuan didapatkan bahwa pakan konsentrat yang ditambahkan fodder jagung hidroponik (P1) memiliki nilai kecernaan bahan kering 80,21 ± 2,84% dan kecernaan bahan organik 65,86 ± 2,14% tertinggi, sedangkan pakan konsentrat yang ditambahkan hijauan jagung yang akan berbunga (P2) memiliki nilai kecernaan bahan kering 67,77 ± 2.88% dan bahan organik 48,81 ± 1,81% terendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fodder jagung hidroponik memiliki nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik tertinggi dibandingkan dengan hijauan jagung yang akan berbunga dan rumput lapang. Disarankan bahwa fodder jagung hidroponik dapat digunakan sebagai sumber hijauan bagi ternak ruminansia. | The purpose of this research was to examine the effect of giving hydroponic corn fodder and another forages to digestibility of dry matter and organic matter local rams feed was held January 17th until February 11th 2018, in the Laboratory of Animal Nutrition and Feed Sciences, Faculty of Animal Science, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The material used were rumen fluid from 3 local rams which was taken from Kebanaran Sate restaurant, concentrate from Bata Feed, hydroponic corn fodder, corn forage that would bloom and field grass. The method of this research was experimental in vitro according to the way Tilley and Terry (1963) had modified Sutardi (1979) and used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments, were P1 (60% Concentrate + 40% hydroponic corn fodder), P2 (60% Concentrate + 40% corn forages that would bloom) and P3 (60% Concentrate + 40% of field grass), each treatment was repeated 6 times.The parameters measured were dry matter digestibility and organic matter digestibility. The data obtained were analyzed variance and followed by honestly significant difference (HSD). The results showed that the treatment gave a very significant effect on digestibility of dry matter and organic matter (P<0,01). Based on further testing of honestly significant difference test (HSD) by comparing the mean values of treatment shoowed that concentrate feed added by hydroponic corn fodder (P1) had dry matter digestibility value 80.21 ± 2.84% and organic matter of 65.86 ± 2.14% highest, while concentrate feed added by corn forages that would bloom (P2) had dry matter digestibility of 67,77 ± 2.88% and organic matter digestibility of 48,81 ± 1,81% lowest. The conclusion of the research is, hydroponic corn fodder has the highest dry matter digestibility and organic matter digestibility value compared to corn crops that will bloom and field grass. It is suggested that hydroponic corn fodder can be used as a forage source for ruminants. |