Artikelilmiahs

Menampilkan 17.061-17.080 dari 50.010 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1706120225A1L113012PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PAKCOY PADA HIDROPONIK SISITEM RAKIT APUNG DENGAN NILAI EC NUTRISI YANG BERBEDAABSTRAK
Peningkatan hasil tanaman pakcoy dapat dilakukan dengan menggunakan hidroponik sistem rakit apung. Setiap jenis tanaman memerlukan unsur hara yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas pakcoy pada hidroponik sistem rakit apung yang diberi nutrisi dengan nilai EC yang berbeda. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2017, di screen house Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Karim, Desa Karang Tengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Rancangan Petak Terbagi digunakan untuk mengalokasikan unit-unit percobaan. Petak utama adalah nutrisi dengan perbedaan nilai EC yaitu EC 2 mS/cm, EC 3,5 mS/cm, dan 5 mS/cm. Anak petak adalah varietas pakcoy yaitu Brisk Green, Ching Chiang, dan Pakcoy White. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar, bobot akar segar, bobot tajuk segar, kandungan klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman pakcoy yang diberi nutrisi dengan nilai EC 3,5 mS cm-1 memiliki bobot tajuk segar tertinggi. Varietas Pakcoy White memiliki tinggi tanaman, bobot tajuk segar, bobot akar segar, volume akar, dan luas daun tertinggi.
ABSTRACT
Yield of pakcoy plant could be increased using floating hydroponics systems. Each type of plants required different nutrients. This research aimed to determine the growth and yield of three varieties of pakcoy on floating hydroponics systems supplied with different EC values of nutrients. The research was conducted from April to July 2017, in the screen house at Darul Qur'an Al-Karim boarding school, Karang Tengah Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency. The Split plot design was used for allocating the experimental units. The main plot was nutrient with different EC values i.e. EC 2 mS/cm, EC 3,5 mS/cm, and 5 mS/cm. The subplot was varieties of pakcoy i.e. Brisk Green, Ching Chiang, and Pakcoy White. Observed variables were the plant height, number of leaves, leaf area, root length, root volume, fresh root weight, fresh shoot weight, chlorophyll content. Result showed that the pakcoy plants grown on nutrient with EC 3.5 mS cm-1 had the highest fresh shoot weight. Pakcoy White variety had the highest plant height, fresh shoot weight, fresh root weight, root volume, and leaf area.
1706220226A1L113069PENGARUH UMUR PINDAH SEMAIAN KE POLIBAG DAN JENIS PUPUK PADA PEMBIBITAN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) TERHADAP KETAHANAN BIBIT DI LAPANGANPenelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui pengaruh umur pindah semaian ke polibag terhadap pertumbuhan dan ketahanan bibit tanaman tembakau, 2) mengkaji jenis pupuk terbaik terhadap pertumbuhan dan ketahanan bibit tanaman tembakau, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara umur pindah semaian ke polibag dengan berbagai macam jenis pupuk terhadap pertumbuhan bibit tembakau dan ketahanan hidup di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April-Juni 2017 di screen house, laboratorium, dan lahan pertanian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua faktor. Faktor pertama adalah umur pindah semaian ke polibag yaitu 10 hari (S1); 15 hari (S2); 20 hari (kontrol) (S3) setelah berkecambah. Faktor kedua adalah jenis pupuk yang meliputi NPK (kontrol) (P1); NPK dan gandasil D (P2); NPK dan mikoriza (P3); NPK, gandasil D, dan mikoriza (P4). Variabel pengamatan di pembibitan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, serta pengamatan umur 1 bulan dilapangan meliputi: persentase tanaman tidak roboh, persentase tanaman mati, diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering akar, dan bobot kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Umur pindah semaian berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tembakau. Umur pindah semaian terbaik adalah 10 hari meningkatkan pertumbuhan dibanding umur 20 hari (kontrol) sebesar 11,78% (tinggi tanaman), 9,6% (jumlah daun), 37,23% (luas daun), 18,18% (diameter batang),dan 41,18% (bobot kering tajuk). 2) Jenis pupuk berpengaruh terhadap luas daun dan persentase tanaman mati. Jenis pupuk terbaik pada NPK, gandasil D, dan mikoriza berpengaruh pada variabel luas daun memberikan kenaikan terhadap kontrol sebesar 25,83% dan menurunkan persentase tanaman mati umur satu bulan di lapangan 19,45%. 3) Interaksi perlakuan umur pindah semaian dan jenis pupuk terbaik pada variabel tinggi tanaman adalah umur pindah semaian 10 hari dengan jenis pupuk NPK dan gandasil D, pupuk NPK dan mikoriza, serta pupuk NPK, gandasil D, dan mikoriza memberikan kenaikan 21,29% dibanding pindah semaian 20 hari (kontrol) dengan jenis pupuk NPK (kontrol).This research aimed to: 1) know the effect of seedling transplanting age into polybags on the growth and resilience of tobacco plants, 2) find out the best types of fertilizer on the growth and resilience of seeds of tobacco plants, 3) to know the effect of interaction between seedling transplanting age into polybags with various kinds of fertilizer types on the growth of tobacco seedlings and field survival. This research was conducted from April to June 2017 at screen house, laboratory, and farmland. The experimental design used was Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors. First factor was ages of seedlings transplanting into polybags: 10 days (S1); 15 days (S2); 20 days after germination (S3 as control). Second factor was type of fertilizer: NPK (control) (P1); NPK and gandasil D (P2); NPK and mycorrhiza (P3); NPK, gandasil D, and mycorrhiza (P4). Observed variables were: plant height, leaf number, leaf area, stem diameter, root wet weight, root dry weight, canopy wet weight and dry weight of crown, as well as observation age one month tobacco in field include: percentage of plants did not collapse, percentage of dead plants, stem diameter, plant height, laef number, root dry weight, and canopy dry weight. The results showed that 1) Transplanting age of seedlings affected the growth of tobacco plant seed. The best transplanting age was 10 days after germination, increased the growth up to 11,78% (on plant height), 9,6% (leaf number), 37,23% (leaf area), 18,18% (stem diameter), and 19,45% (the dry weight of canopy) compared with 20 days (control) after germination; 2) The type of fertilizers affected on variables the leaf area and percentage of dead plants caused by Ralstonia solanaceae. The largest leaf area was achieved by NPK, gandasil D, and mycorrhiza increased 25,83% compared with NPK (control) and the lowest percentage of dead plants was achieved by NPK and mycorrhiza decreased by 19,45% compared with NPK (control); 3) The interaction of the transplanting age of seedlings and types of fertilizer gave best plant height at 10 days transplanting seedling and fertilized with NPK and Gandasil D, or NPK and mycorrhiza, or NPK, Gandasil D, and mycorrhiza, increased plant height up to 21.29% compared with 20 days transplanting seedling with NPK fertilizer (control).
1706320227A1H012052EFISIENSI RADIASI MATAHARI PADA PRODUKSI BENIH TANAMAN KENTANG (Solanum Tuberosum. L) SECARA AEROPONIK DI DATARAN RENDAHProduksi benih kentang di Indonesia umumnya bergantung pada hasil budidaya konvensional yang dilakukan di dataran tinggi, namun memiliki beberapa kendala, seperti jumlah panen yang terbatas dan besarnya radiasi matahari yang terbatas. Usaha yang digunakan untuk mengatasi kendala itu salah satunya adalah dengan metode aeroponik yang dilakukan di dataran rendah. Dataran rendah dipilih karena di dataran rendah memiliki radiasi matahari yang lebih banyak dibandingkan dengan budidaya di dataran tinggi dan mengurangi resistensi terhadap hama dan penyakit tanaman kentang. Produksi tanaman kentang dipengaruhi oleh jumlah radiasi matahari yang diterima. Efisiensi radiasi matahari (RUE) merupakan perbandingan antara radiasi matahari terintersepsi dengan jumlah biomassa yang terbentuk. Radiasi yang terintersepsi besarnya dipengaruhi oleh besarnya nilai LAI (Leaf Area Indeks). Radiasi intersepsi akan semakin besar seiring dengan besarnya nilai LAI. Oleh karena itu penelitian efisiensi radiasi matahari pada produksi benih kentang secara aeroponik didataran rendah perlu dilakukan dalam rangka peningkatan produksi benih kentang. Tujuan penelitian adalah mendapatkan nilai efisiensi radiasi matahari yang digunakan tanaman kentang di dataran rendah serta membandingkan pertumbuhan dan hasil kentang antara stek 1 dan stek 2 berdasarkan nilai efisiensi radiasi matahari. Data yang diperoleh ditabulasikan dan disajikan dalam bentuk grafik. Berdasarkan data dan grafik dilakukan analisis menggunakan metode regresi. Hasil penelitian menunjukan efisiensi radiasi matahari tanaman kentang stek 1 dan stek 2 yang menghasilkan nilai efisiensi : 10.22 g/MJ dan pada stek 2 adalah 10.98 g/MJ. Efisiensi radiasi matahari yang diperoleh tidak menunjukan adanya perbedaan karena tanaman kentang menggunakan varietas yang sama yaitu kentang varietas granola. Pertumbuhan tanaman kentang dilihat berdasarkan variabel-variabel pertubuhan serta umbi yang dihasilkan paling baik adalah tanaman kentang yang berasal dari stek 2.Production of potato seeds in Indonesia generally depends on conventional cultivation yields in the highlands, but has several constraints, such as limited harvesting and limited amount of solar radiation. The effort which is used to overcome the obstacle and the one of the methods that are used in lowland. Lowlands are chosen because in the lowlands have more solar radiation compared to the cultivation in the highlands and reduce resistance to potato pests and diseases of plants. Production of potato plants is influenced by the amount of solar radiation. The efficiency of solar radiation (RUE) is the ratio between the inter-interrupted solar radiation and the amount of biomass formed. The intercepted radiation is influenced by the LAI value (Leaf Area Index). Interception radiation will increase with LAI values. Therefore, solar radiation efficiency reserch in aeroponic potato seed production in the lowlands needs to be done in order to increase the production of potato seeds. The objectives of the research were to obtain the value of solar radiation efficiency used by lowland potato plants and to compare the growth and yield of potatoes between cuttings 1 and cuttings 2 based on solar radiation efficiency. The data obtained is tabulated and presented in graphical form. Based on the data and graphs were analyzed using regression method. The results showed the efficiency of solar radiation of potato cuttings 1 and cuttings 2 which yield efficiency value: 10,22 g / MJ and on cuttings 2 is 10,98 g / MJ. The efficiency of solar radiation obtained did not show any difference because the potatoes are using the same varieties, namely potatoes of granola varieties. Growth of potato plants is seen based on the variables of growth and tubers produced the best is potato crops derived from cuttings 2.
1706421579C1B013104EFEK MODERASI RELIGIUSITAS PADA PENGARUH PENDIDIKAN ETIKA, PERCEIVED INJUSTICE, DAN KECERDASAN
TERHADAP KECURANGAN AKADEMIK
(Studi Pada Mahasiswa FEB Universitas Jenderal Soedirman)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek moderasi religiusitas terhadap pengaruh pendidikan etika, perceived injustice, dan kecerdasan terhadap kecuranan akademik. Metode aksidental sampling digunakan dalam penelitian ini dan terdapat 247 sampel mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman yang digunakan.
Hasil analisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) menunjukkan hasil bahwa pendidikan etika berpengaruh negatif terhadap kecurangan akademik, perceived injustice tidak berpengaruh positif terhadap kecurangan kademik, kecerdasan berpengaruh negatif tehadap kecurangan akademik. Hasil moderasi menunjukkan religiusitas memoderasi pengaruh pendidikan etika terhadap kecurangan akademik, religiusitas memoderasi perceived injustice terhadap kecurangan akademik, dan religiusitas memoderasi pengaruh kecerdasan terhadap kecurangan akademik.
The aims of this research is to find out the effect of ethics instruction, perceived injustice and intellegence on cheating behavior with religiusitas as moderating variable. The research population are Jenderal Soedirman University students. There were 247 students chosen as respondents of the research. The Accidental sampling method was used to determine the respondents.
Based on result of research and data analysis using Structural Equation Modelling (SEM) it has got the conslusions: (1) Ethics Instruction has a negative effect on cheating behavior, (2) Perceived injustice has not a possitive effect on cheating behavior, (3) Intelligence has a negative effect on cheating behavior, (4) Religiosity moderate ethics instruction to cheating behavior, (5) Religiosity moderate perceived injustice to cheating behavior, (6) Religiosity moderate intelligence to cheating behavior.
1706520228A1L010175DAMPAK PERLAKUAN BAKTERI Pseudomonas fluorescens TERHADAP REPRODUKSI SERANGGA Helicoverpa armigera Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perlakuan bakteri P. fluorescens terhadap tingkat fekunditas dan fertilitas telur serangga Helicoverpa armigera Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari tujuh perlakuan dengan lima kali ulangan. Populasi imago akan dikawinkan berasal dari populasi yang sehat dan atau dari populasi yang sakit. Imago “sakit” berasal dari populasi larva yang diperlakukan dengan bakteri P. fluorescens strain 32 dan P. fluorescens strain 60. Perkawinan imago sebagai berikut : 1. Perkawinan Jantan sehat x Betina sehat, 2. Jantan sehat x Betina sakit (Pf 32), 3. Jantan sakit (Pf 32) x Betina sehat, 4. Jantan sakit (Pf 32) x Betina sakit (Pf 32), 5. Jantan sehat x Betina sakit (Pf 60), 6. Jantan sakit (Pf 60) x Betina sehat, dan 7. Jantan sakit (Pf 60) x Betina sakit (Pf 60). Variabel yang diamati yaitu jumlah telur yang dihasilkan (fekunditas), dan jumlah telur yang menetas (fertilitas). Data tingkat fekunditas dan fertilitas dianalisis menggunakan uji ANNOVA F pada taraf 5%. Apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan perkawinan imago yang berasal dari populasi yang sehat dengan yang diberikan perlakuan Pseudomonas fluorescens dapat mengubah tingkat fekunditas dan fertilitas secara nyata.This research aimed to know effect of P. fluorescens treatment on fecundity and eggs fertility of Helicoverpa armigera. This research was conducted on September 2015 until January 2016 at Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed, Purwokerto. This research used Randomized Completely Block Design (RCBD), consisted seven treatments and five replications. The population imago test will be mated came from the healthy population and sick population. The sick imago came from the larva population that treated by bacteria P. fluorescens strain 32 and P. fluorescens strain 60. Those mated imago consisted of: 1. Healthy males x Healthy females, 2. Healthy males x Sick females (Pf 32), 3. Sick males (Pf 32 ) x Healthy females, 4. Sick males (Pf 32) x Sick females (Pf 32), 5. Healthy males x Sick females (Pf 60), 6. Sick males (Pf 60) x Healthy females, and 7. Sick males (Pf 60) x Sick females (Pf 60). Observased variables were the number of eggs (fecundity), and the number of hatched eggs (fertility). Data were analyzed by using ANNOVA (F test) and followed by DMRT at 5% error level. The results indicate the treatment of imago from larva treatment by bacteria Pseudomonas fluorescens can decrease of fecundity and eggs fertility significantly.
1706621453C1K014008THE INFLUENCE OF WEB QUALITY AND SALES PROMOTION TOWARD IMPULSE BUYING BEHAVIOR WITH OPENNESS PERSONALITY AS MODERATING VARIABLE (STUDY ON CONSUMER OF SHOPEE INDONESIA ONLINE STORE)Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, konsumen membutuhkan kegiatan berbelanja. Dengan berbelanja, konsumen dapat memenuhi apa pun yang mereka butuhkan dan inginkan. Perkembangan teknologi dan inovasi di era sekarang mengakibatkan berbelanja tak lagi hanya dilakukan di supermarket, pusat perbelanjaan, dsb. Saat ini berbelanja juga bisa dilakukan secara online melalui internet. Ada banyak situs belanja online yang ada di Indonesia salah satunya adalah Shopee. Shopee memasukin pasar Indonesia sejak Mei 2015 dan mulai beroperasi pada Juni 2015. Shopee menempati peringkat enam pada sepuluh besar teratas situs belanja online di Indonesia dengan kecepatan penjualan per 30 detik, hal ini membuktikan bahwa konsumen cenderung melakukan pembelian di Shopee dengan atau tidak disengaja. Banyaknya promosi penjualan yang ditawarkan tiap harinya dan kualitas website yang menunjang kegiatan berbelanja, maka konsumen lebih cenderung melakukan pembelian di Shopee dibanding situs belanja online lainnya. Berdasarkan permasalah tersebut, tujuan penelitian ini untuk menganalisa komponen dari web quality (kualitas website) dan sales promotion (promosi penjualan) terhadap impulse buying behaviour (perilaku pembelian impulsif) dengan openness personality (pribadi keterbukaan) sebagai variabel moderasi. Metodologi penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah studi kasus dengan metode penelitian survei. Teknik convenience sampling yang berasal dari teknik sampling non probability digunakan untuk pemilihan sampel. Sampel penelitian ini adalah 130, berasal dari konsumen Shopee di seluruh Indonesia. Metode pengolahan data menggunakan SEM dengan software AMOS untuk menganalisa data. Penelitian ini memiliki implikasi bagi para pendiri start up berbasis online; Karena peursahaan mengembangkan, memperbaiki kualitas dan membuat inovasi baru terkait dengan hasil penelitian. Keterbatasan pada penelitian ini terletak pada hasil goodness index of fit dari semua variabel masih pada kategori marginal. To meet daily wants and needs, consumer conducted shopping. By shopping activity, they get anything what they mean it. The development and innovation of technology in this era resulted shopping no longer only done in supermarket, shopping centre, etc. Nowadays, shopping also can be done by online via internet. There are so many online shopping website in Indonesia, one of them is Shopee. Shopee entered market in Indonesia on May 2015 and started operated on June 2015. Shopee get sixth ranked in top ten e-commerce in Indonesia with selling product as fast only in 30 seconds, this proves that consumers are likely conduct online purchase in Shopee. The large number of sales promotion which are offered each day and quality of website that support the activities of shopping, consumer are more likely conduct shopping in Shopee than other online shopping sites. Based on the problem above, the purpose of this research to analysis the component of web quality and sales promotion influenced impulse buying behaviour with openness personality as moderating variable. Research methodology used for this research is a case study with survey research method. Convenience sampling techniques that come from non probability sampling techniques are used for the selection of sample. The research sample is 130, comes from consumers of Shopee around Indonesia. Method of processing data using SEM with AMOS used to analysis the data. This research implicated for start-up company based in online; Because the company could be develop, improved the quality, and create new innovation related to the result of research. The limitation of this research is the result of goodness index of fit in all variables are still in the marginal category.
1706720026A1L013027PENGARUH APLIKASI KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR MERANG TERHADAP KESUBURAN TANAH, PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA DI ULTISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan limbah baglog jamur merang dengan berbagai dekomposer terhadap kualitas kompos. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai April 2017 di Laboratorium dan screen house Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok nonfaktorial dengan tiga ulangan yaitu P= Pupuk urea 100 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 80 kg/ha; P0= Tanpa kompos dan pupuk NPK; P1= Limbah baglog jamur merang dosis 25 ton/ha; P2= Limbah baglog jamur merang dosis 50 ton/ha; P3= Limbah baglog jamur merang dosis 100 ton/ha; P4= kompos starter alami dosis 25 ton/ha; P5= kompos starter alami dosis 50 ton/ha; P6= kompos starter alami dosis 100 ton/ha; P7= kompos EM4 dosis 25 ton/ha; P8= kompos EM4 dosis 50 ton/ha; P9= kompos EM4 dosis 100 ton/ha. Variabel yang diamati antara lain Populasi total mikroba, C-Organik, N-Total, C/N rasio pada tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, luas total daun, luas satu daun, bobot segar dan serapan N jaringan tanaman selada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos dengan kualitas paling baik berdasarkan standar permentan nomor 70 tahun 2011 yaitu kompos starter alami. Analisis sidik ragam yang memberikan hasil berbeda nyata yaitu C-organik, N-Total, jumlah daun, luas total daun dan bobot segar selada. This study aims to examine the effectiveness of the application of baglog straw mushroom various decomposer of compost quality. The study was conducted from November 2016 to April 2017 at the Laboratory and screen house of Agroecology, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study used a Randomized Block Design nonfactorial with three replications there are P= urea 100 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 80 kg/ha; P0=no compost and NPK fertilizier; P1=baglog straw mushroom waste 25 tons/ha; P2=baglog straw mushroom waste 50 tons/ha; P3=baglog straw mushroom waste 100 tons/ha; P4= baglog straw mushroom waste compost with natural starter 25 tons/ha; P5= baglog straw mushroom waste compost with natural starter 50 tons/ha; P6= baglog straw mushroom waste compost with natural starter 100 tons/ha; P7 = baglog straw mushroom waste compost with EM425 tons/ha;P8 = baglog straw mushroom waste compost with EM450 tons/ha;P9 = baglog straw mushroom waste compost with EM4 100 tons/ha. Variables observed among others Total population of microbe, C-Organic, N-Total, C/N ratio on soil, Plant height, Number of leaves, Total area of leaves, Single leaf area, fresh weight and absorption of N tissue on lettuce. The result of the research shows that composts with good quality by default Permentan numerous 70 year 2011 there are natural compost starter and baglog waste without composting. Analysis of varians there are significant differences is variables C-Organic, N-Total, Number of leaves, Total area of leaves, and fresh weight of Lettuce.
1706820229H1A013023Sintesis dan Uji Aktivitas Antioksidan Karboksimetil KitosanKitosan merupakan derivat kitin yang banyak diaplikasikan dalam berbagai industri. Kitosan memiliki gugus amina dan hidroksil yang reaktif sehingga memungkinkan kitosan mudah dimodifikasi dengan senyawa lain. Salah satu senyawa modifikasi kitosan yaitu karboksimetil kitosan. Karboksimetil kitosan diperoleh melalui proses eterifikasi alkalis kitosan dengan asam monokloroasetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan senyawa karboksimetil kitosan. Karakteristik karboksimetil kitosan meliputi FTIR, bobot molekul, kadar air, kadar abu dan kelarutan. Aktivitas antioksidan karboksimetil kitosan ditentukan dengan menggunakan metode DPPH dan metode thiosianat. Hasil penelitian karakteristik FTIR menunjukan bahwa karboksimetil kitosan telah terbentuk. Uji kelarutan menunjukan bahwa karboksimetil metil kitosan larut dalam asam asetat. Hasil uji kadar abu , kadar air , dan bobot molekul karboksimetil kitosan lebih besar dari kitosan. Uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH dan metode thiosianat menunjukan bahwa karboksimetil kitosan dapat digunakan sebagai antioksidan dengan kemampuan penghambatan tergolong sedang.
Chitosan is chitin derivate while applicated in various industries. Chitosan has a amino group and a hydroxyl reactive group, so that chitosan possible to be modified with other compounds. One of modified chitosan is carboxymethyl chitosan. Carboxymethyl chitosan obtained via alkali chitosan esterification process toward monochloroacetic acid. The purpose of this study to determined the characteristics and antioxidant activity of carboxymethyl chitosan. The characteristics of carboksimethyl include analysis of FTIR, molecular mass, water content, ash content and solubility. The activity carboxymethyl chitosan antioxidant determined by using DPPH method and the thiosianat methods. Base on the results characteristics FTIR showed that carboxymethyl chitosan were formed. Solubility of carboxymethyl chitosan showed that carboxymethyl chitosan soluble in acetic acid . The ash content, water content and molecular mass of carboxymethyl chitosan greater than chitosan Based on the results of antioxidant activity test using DPPH and thiosianat method that carboxymethyl chitosan can be used as an antioxidant with the ability of inhibition was classified.
1706920232E1A113007PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEBAGAI TOLOK UKUR TERHADAP PEMBATALAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TENTANG PENGESAHAN BADAN HUKUM PERKUMPULAN (Studi Putusan Nomor 11/G/2016/PTUN.JKT)PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEBAGAI TOLOK UKUR TERHADAP PEMBATALAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TENTANG PENGESAHAN BADAN HUKUM PERKUMPULAN (Studi Putusan Nomor 11/G/2016/PTUN.JKT)

Oleh:
Riyan Adiputra
E1A113007
ABSTRAK
Pengadilan Tata Usaha Negara melakukan pembatalan terhadap suatu Keputusan Tata Usaha Negara dengan menggunakan tolok ukur Peraturan Perundang-Undangan yang relevan serta Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Penerapan Peraturan Perundang-Undangan dalam suatu permasalahan hukum yang sedang digugat haruslah cermat dan tepat agar tidak menimbulkan kesesatan. Permasalahan yang akan dibahas adalah mengenai kedudukan peraturan perundang-undangan sebagai tolok ukur pengesahan badan hukum perkumpulan dan pertimbangan hukum hakim yang membatalkan Keputusan Tata Usaha Negara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kedudukan peraturan perundang-undangan sebagai tolok ukur dalam menentukan pembatalan Keputusan Tata Usaha Negara yang sedang digugat dalam Pengadilan Tata Usaha Negara serta mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim pada Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 11/G/2016/PTUN.JKT dalam menentukan keabsahan sebuah Keputusan Tata Usaha Negara.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa buku-buku literatur dan mengutip peraturan perundang-undangan yang relevan.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini, yaitu kedudukan peraturan perundang-undangan sebagai tolok ukur pengesahan badan hukum perkumpulan dapat dilihat dalam pertimbangan hukum hakim dari aspek kewenangan, aspek prosedural dan aspek substansi. Dalam pertimbangan hukumnya hakim masih mencampuradukkan antara aspek prosedural dan aspek substansi.
Kata Kunci: Peraturan Perundang-Undangan, Tolok Ukur, Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan.
ABSTRACT

The Administrative Court of the State cancels a State Administrative Decision by using the relevant legislation benchmark and the Good Governance Principles. Implementation of the laws and regulations in a legal matter that is being sued must be careful and accurate so as not to cause misguidance. The issues to be discussed are regarding the position of legislation as a benchmark for legal entity approval and judges' legal considerations that cancel the Administrative Decision. The purpose of this study is to determine the position of legislation as a benchmark in determining the cancellation of the State Administrative Decision being sued in the State Administrative Court and to know and analyze the judge's legal considerations on the Decision of the State Administrative Court of Jakarta Number: 11 / G / 2016 / PTUN.JKT in determining the legitimacy of an Administrative Decision.
Approach method used in this research is legal approach with approach of legislation and analysis. The data used are secondary data in the form of literature books and relevant legislation.
The conclusion from this research, namely the position of legislation as the benchmark legalization of legal entity association can be seen in judge's legal considerations of the aspects of authority, procedural and substance. In its judicial considerations the judge still confuses between the procedural aspect and the substantial aspect.

Keywords: Legislation Regulation, Benchmark, legalization of legal entity association.
.
1707020256E1A013332PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DI KABUPATEN CILACAPABSTRAK
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DI KABUPATEN CILACAP
Oleh:
Neila Qurroti Nour Arifah
NIM. E1A013332

Tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak akan berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak sebagai korban kejahatan adalah pihak yang lemah sehingga mereka harus mendapat perlindungan untuk menjamin hak dan kewajiban sesuai dengan kemampuaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan seksual di Kabupaten Cilacap dan faktor penghambat perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan seksual di Kabupaten Cilacap.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, dan data sekunder diperoleh dengan studi kepustakaan.
Penelitian menghasilkan simpulan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan seksual di Kabupaten Cilacap dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Faktor penghambat perlindungan adalah faktor penegak hukum yaitu pihak kepolisian Unit PPA Polres Cilacap kekurangan penyidik dan penyidik yang menangani korban kurang memiliki pengetahuan tentang ilmu psikologi, faktor sarana atau fasilitas yaitu kurangnya fasilitas yang ada dalam lembaga perlindungan seperti PPT CITRA yang belum memiliki gedung sendiri, faktor masyarakat yaitu kesadaran hukum korban dan kondisi psikologis korban, serta faktor kebudayaan yaitu masyarakat yang masih menganggap bahwa kekerasan seksual merupakan aib.
ABSTRACT

Criminal acts of sexual violence against children will adversely affect the growth and development of children. The child as a victim of the crime is a weak party so they must get protection to guarantee their rights and obligations according to their ability. The purpose of this study is to determine the legal protection against child victims of sexual violence in Cilacap Regency and the inhibiting factors of legal protection against child victims of sexual violence in Cilacap Regency.
This research uses sociological juridical research method, with descriptive research specification. Data sources are primary data and secondary data. Primary data were obtained from interviews, and secondary data were obtained by literature study.
The research concludes that legal protection against child victims of sexual violence in Cilacap Regency is implemented based on Law Number 35 Year 2014 on Amendment to Law Number 23 Year 2002 regarding Child Protection. The inhibiting factor of protection is the law enforcement factor that is the police Unit PPA Police resort Cilacap lack of investigators and investigators who handle the victims lack knowledge psychology, facility or facilities factor that is the lack of existing facilities in protection institutions such as PPT CITRA which has not own building, community factor that is legal awareness of the victim and the psychological condition of the victim, as well as the cultural factor of the society which still consider that sexual violence is a disgrace.
1707120198A1L013165EVALUASI STATUS HARA NITROGEN PADA LAHAN SAWAH DI IRIGASI TAJUM KABUPATEN BANYUMASNitrogen merupakan unsur hara makro esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2017, dan dilakukan analisis sampel tanah di Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Semarang. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling berdasarkan SLH (Satuan Lahan Homogen) yang dibuat dengan cara menumpangtindihkan peta administrasi, jenis tanah, kelerengan dan saluran irigasi. Variabel yang diamati adalah N-total tanah, N-tersedia tanah, KB, pH, KTK dan C-Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kandungan unsur N-total 0, 14%, sedangkan N-Tersedia sebesar 110 ppm, dengan status tergolong rendah, 2) Korelasi antara produksi dengan semua variabel yang diamati tidak nyata.Nitrogen is an essential macro nutrient essential for plant growth. The research was conducted in May - July 2017, and analyzed the soil samples at the Laboratory of Agricultural Technology Assessment Institute of Semarang. Sampling using purposive sampling method based on SLH (Homogeneous Land Unit) made by overlapping administrative map, land use, soil type, slope and irrigation channel. The variables observed were N-total soil, N-available soil, KB, pH, CEC and C-Organic. The results showed that 1) N-total content of 0, 14%, while N-Available amount 110 ppm, with low status, 2) The correlation between production with all observed variables is not real.
1707220231A1C012073Penawaran Kedelai di Indonesia Tahun 2004-2015Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan utama setelah padi dan jagung. Produksi kedelai dalam negeri selalu lebih rendah dari permintaan. Produksi kedelai dalam negeri selama tahun 2011-2015 hanya mampu memenuhi 32,87 persen permintaan yang mencapai 2,4 juta ton per tahun. Upaya peningkatan produksi kedelai penting dilakukan untuk memenuhi tingkat permintaan, mengurangi ketergantungan impor, dan mendukung agroindustri. Keberhasilan peningkatan penawaran kedelai dipengaruhi oleh respon produsen terhadap perubahan faktor ekonomi dan non ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran kedelai dan 2) mengetahui tingkat elastisitas penawaran kedelai di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder runtut waktu (time series) selama 11 tahun dari 2004 kuartal I hingga 2015 kuartal IV. Sumber data diperoleh dari Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan serta bahan pustaka berupa buku dan publikasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Variabel yang digunakan yakni harga kedelai, harga jagung, harga pupuk, luas panen dan penawaran kedelai kuartal sebelumnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS).
Peningkatan harga kedelai sebesar satu persen akan meningkatkan penawaran kedelai sebesar 0,54 persen, peningkatan harga jagung sebesar satu persen akan menurunkan penawaran kedelai sebesar 0,28 persen, peningkatan luas panen sebesar satu persen akan menurunkan penawaran kedelai sebesar 0,41 persen dan peningkatan penawaran kedelai sebelumnya sebesar satu persen akan meningkatkan penawaran kedelai sebesar 1,05 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa harga kedelai dan penawaran sebelumnya merupakan faktor yang paling direspon oleh petani untuk meningkatkan penawaran kedelai. Luas panen menunjukkan pengaruh negatif terhadap penawaran, hal ini karena peningkatan luas panen tidak diikuti dengan peningkatan harga, sehingga menyebabkan penawaran kedelai menurun. Elastisitas harga penawaran kedelai bersifat inelastis dan elastisitas silang terhadap jagung menunjukkan bahwa jagung merupakan produk kompetitor kedelai.
Soybean is one of the main food crops after rice and corn. Domestic soybean production is always lower than demand. Domestic soybean production during 2011-2015 could only fulfill 32.87 percent of demand from 2.4 million tons per year. Any effort to increase soybean production is essential to meet demand levels, reduce import dependency, and support agro-industry. Producer response towards economical and non economical factors changes do affect the succsess of soybean supply uplift. This study aims to 1) analyze the factors that affect soybean supply and 2) to know the elasticity level of soybean supply in Indonesia.
The method used in this research is descriptive quantitative. The data used is time series data for 11 years from 2004 quarter I to 2015 IV quarter. Data was obtained from the Ministry of Agriculture, Statistics Indonesia, Ministry of Commerce and litteratures in the form of books and publications related to research topics. Variables used in this study were soybean price, corn price, fertilizer price, harvested area and previous quarter soybean supply. Data analysis using multiple linear regression with Ordinary Least Square (OLS) method.
A liftup in soybean price by one percent will increase the soybean supply by 0.54 percent, a liftup in corn prices by one percent will decrease the soybean supply by 0.28 percent, a liftup of one percent on harvest will lower soybean supply by 0.41 percent and a liftup in previous supply soybeans by one percent will increase the soybean supply by 1.05 percent. These suggest that the price of soybean and previous offering is the most responded factors by farmers to increase soybean supply. Harvested area shows a negative effect because the increase of harvested area was not followed by price liftup, and that cause the supply of soybean to decline. The price elasticity of soybean price is inelastic and cross elasticity towards corn which indicates that corn is a soybean competitor product.
1707320230E1A013186POLIGAMI KARENA ISTRI TIDAK DAPAT MENJALANKAN KEWAJIBANNYA (Studi Putusan Pengadilan Agama Sumber Nomor 5391/Pdt.G/2016/PA.Sbr.)Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagai hukum positif di Indonesia mengatur perkawinan dengan sistem monogami terbuka. Apabila seorang suami ingin melakukan poligami, maka harus tunduk pada ketentuan Pasal 4 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sebagai syarat alternatif dan Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sebagai syarat kumulatif. Kenyataannya banyak ditemukan permohonan izin poligami yang dikabulkan hakim tanpa memenuhi syarat sebagaimana disebutkan di atas,salah satunya adalah permohonan izin poligami tanpa syarat alternatif yang dikabulkan oleh hakim berdasarkan putusan Pengadilan Agama Sumber Nomor 5391/Pdt.G/2016/PA.Sbr.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk merumuskan masalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memberikan izin poligami karena istri tidak dapat menjalankan kewajibannya pada putusan Pengadilan Agama Sumber Nomor 5391/Pdt.G/2016/PA.Sbr. Peneliti menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dalam penelitian ini.
Permohonan izin poligami yang diajukan Pemohon menggunakan alasan bahwa Termohon tidak dapat menjalankan kewajibannya karena setelah mempunyai anak satu dengan Termohon, permohon tidak dapat melahirkan keturunan lagi. Hal tersebut tidaklah dapat diterima sebagai alasan karena terbukti bahwa hal tersebut bukanlah alasan seperti dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (2), sehingga syarat alternatif tidak dapat terpenuhi. Hakim dalam pertimbangan hukumnya mengabulkan permohonan izin poligami hanya karena Termohon ternyata tidak keberatan dan menyarankan Pemohon untuk menikah lagi. Hakim dalam hal mengabulkan permohonan izin poligami tersebut kurang tepat, karena hakim hanya memperhatikan syarat kumulatif saja dalam pertimbangan hukumnya.
Law No. 1 of 1974 on Marriage as a positive law in Indonesia governs marriage with an open monogamous system. If a husband wishes to engage in polygamy, it shall be subject to the provisions of Article 4 Paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 as an alternative condition and Article 5 Paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974 as a cumulative requirement. In fact there are many applications of polygamy permits which the judge granted without meeting the above-mentioned requirements, one of which is a request for polygamy permits without an alternative condition granted by a judge based on the decision of Religion Court Sumber No. 5391/Pdt.G/2016/PA.Sbr.
Based on that, the researcher is interested to formulate the problem of how the judge's judicial consideration in giving polygamy permit because wife can not fulfill her obligation to Religion Court Decision No. 5391/Pdt.G/2016/PA.Sbr. Researchers use normative juridical approach method in this research.
The petition for polygamy permit filed by the Petitioner uses the reason that the Respondent can not perform its obligation because after having one child with the Respondent, the applicant can not bear any more offspring. It is not acceptable as an excuse because it is proven that it is not the reason as referred to in Article 4 Paragraph (2), so that the alternative requirements can not be fulfilled. The judge in his legal considerations granted the petition for polygamy permit only because the Respondent did not object and advised the Petitioner to remarry. The judge in the case of granting the permit for polygamy is not appropriate, because the judge only takes into account the cumulative requirement only in his legal considerations.
1707421454C1K014048THE INFLUENCE OF CELEBRITY ENDORSEMENT IN SOCIAL MEDIA INSTAGRAM ON ATTITUDE TOWARDS BRAND AND BRAND IMAGE TO CUSTOMER PURCHASE INTENTION (Study on Ayudia Bing Slamet for Rubylicious Brand)Media sosial Instagram menjadi tempat peluang bisnis yang menjanjikan bagi
para pelaku bisnis, hal ini didasari karena Instagram adalah media sosial yang
paling sering digunakan di Indonesia. Salah satu industri fashion di Indonesia,
Rubylicious, memanfaatkan peluang ini untuk memasarkan produknya melalui
media sosial Instagram. Selain Instagram menjadi media yang tepat untuk
kegiatan bisnis, peluang menarik lainnya yang sedang digemari oleh pengguna
Instagram, yaitu dengan merangkul orang terkenal di Instagram atau sering
disebut dengan celebgram (celebrity Instagram) untuk mengiklankan produk
tertentu dengan peran sebagai celebrity endorsement. Rubylicious merangkul
salah satu orang berpengaruh di Instagram yaitu Ayudia Bing Slamet sebagai
endorser untuk Rubylicious. Strategi ini dinilai berhasil karena jumlah orang yang
menyukai foto produk Rubylicious dengan Ayudia Bing Slamet lebih besar dari
foto produk dengan model non-selebriti dan dapat meningkatkan penjualan. Oleh
karena itu, strategi promosi menggunakan orang terkenal di Instagram dapat
dilakukan kembali, namun Rubylicious juga perlu mempertimbangkan beberapa
faktor dari selebriti agar dapat mewakili produk Rubylicious dengan baik.
Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis
faktor-faktor pendukung dari celebrity endorsement (credibility, attractiveness,
familiarity, & match-up congruence), attitude towards brand (sikap terhadap
merek), brand image (citra merek) terhadap purchase intention (niat beli).
Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan metode
penelitian survei. Teknik convenience sampling yang berasal dari teknik sampling
non probability digunakan untuk pemilihan sampel. Jumlah sampel pada
penelitian ini adalah 175, berasal dari orang-orang yang megetahui eksistensi
Rubylicious dan Ayudia Bing Slamet. Software statistik SPSS dan AMOS
digunakan untuk menganalisa data. Penelitian ini memiliki implikasi bagi
Rubylicious dan pelaku bisnis lainnya; agar dapat mempertimbangkan beberapa
faktor selebriti yang diperlukan untuk strategi endorsement. Keterbatasan
penelitian ini adalah beberapa jawaban kurang menjelaskan persepsi responden
dengan baik.
Social media Instagram become a platform that give chance for business actors,
because Instagram is the most popular social media used in Indonesia. One of
fashion industries in Indonesia, Rubylicious, take this opportunity to market the
products through social media Instagram. Beside that Instagram is appropiate
media for business activitiy, another opportunity that impress Instagram users is
by embrace famous person in Instagram or usually called as celebgram (celebrity
instagram) to advertise a produt by take a role as celebrity endorsement.
Rubylicious embrace one of influencers in Instagram; Ayudia Bing Slamet as its
endorser for Rubylicious brand. This strategy is considered successful because the
amout of likes in Rubylicious picture with Ayudia Bing Slamet is bigger than
picture with non-celebrity and it can increase the sales. Therefore, promotion
strategy by embrace famous person in Instagram can be conducted again, but
Rubylicious also need to consider some factors of celebrity in order to represent
the brand well. Based on the problems above, this research was conducted to
analyze the indicators of celebrity endorsement (credibility, attractiveness,
familiarity, & match-up congruence), attitude towards brand, brand image, to
purchase intention. The research methodology used for this study is a case study
with survey research method. Convenience sampling technique derived from non-
probability sampling techniques are used for sample selection. The sample of this
research is 175, from people who know the existance of Rubylicious and Ayudia
Bing Slamet. Statistical software SPSS and AMOS is used to analyze the data.
The research has implications for Rubylicious and other marketers; they can
consider some factors needed of celebrity to endorsement strategy. The limitation
of this research is some of answers less contributed to explain respondents’
perception clearly.
1707521580F1G014044ISTILAH-ISTILAH DALAM PROSESI PANGGIH PADA UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA DI KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATIPenelitian ini berjudul “Istilah-Istilah dalam Prosesi Panggih Pada Upacara Perkawinan Adat Jawa di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati.” Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk istilah, makna leksikal dan makna kultural istilah-istilah yang digunakan dalam prosesi panggih pada upacara perkawinan adat Jawa di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah istilah-istilah yang digunakan dalam prosesi panggih pada upacara perkawinan adat Jawa di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data tulis dan lisan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap. Metode simak dengan teknik dasarnya adalah teknik sadap, dan metode cakap dengan teknik dasarnya adalah teknik pancing. Teknik lanjutan metode simak adalah simak libat cakap, dan teknik lanjutan dari metode cakap adalah teknik cakap semuka yang dilanjutkan dengan teknik rekam dan teknik catat, selain itu penulis juga melakukan dokumentasi untuk data yang lebih akurat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih dan metode padan. Penyajian hasil anlisis data dilakukan dengan metode penyajian hasil analisis data formal dan informal.
Hasil penelitian ini adalah diperoleh makna leksikal dan makna kultural dari istilah-istilah yang digunakan dalam prosesi panggih pada upacara perkawinan adat Jawa di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, serta ditemukan empat bentuk istilah yang tergolong dalam bentuk monomorfemis yang berjumlah 41 data, polimorfemis yang berjumlah 14 data, frasa berjumlah 18 data, dan kalimat yang berjumlah 2 data. Secara keseluruhan, upacara adat Jawa yang dilaksanakan di Sukolilo sama dengan upacara adat Jawa di Surakarta, namun terdapat perbedaan yang signifikan dalam beberapa hal, yaitu ubo rampe prosesi panggih, istilah-istilah yang digunakan dalam upacara panggih, dan sesaji.

Kata kunci : etnolinguistik, istilah dalam prosesi panggih, bentuk dan makna.

This research is entitled “Istilah-Istilah dalam Prosesi Panggih pada Upacara Perkawinan Adat Jawa Di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati.” The aim of the research is to describe types of terminology as well to describe the lexical and cultural meaning of the terminologies that are used in the Panggih procession on the Javanese customary wedding ceremony in the subdistrict of Sukolilo, Pati regency. This research is a descriptive qualitative research. The data used in this research are the terminologies in the Panggih procession on the Javanese customary wedding ceremony in the subdistrict of Sukolilo, Pati regency. The sources of the data will be in the form of written and spoken. This research used observation and conversation methods for collecting the data. The basics of observation methods are tapping techniques. The basic techniques are involved conversation observation technique and uninvolved conversation observation technique and then continued by recording technique and writing technique, moreover, the writer also did the documentation for more accurate data. This research uses distributional and identity methods for the data analysis. The data analysis result is presented in formal and informal data analysis presentation method.
The result of this research is obtained the lexical and cultural meanings from the terminologies used in the Panggih procession on the Javanese customary wedding ceremony in the subdistrict of Sukolilo, Pati regency. Also, the researcher found four types of terminology which are 41 data for monomorphemic, 14 data for polymorphemic, 18 data for phrase, and 2 data for sentence. Overall, Javanese traditional ceremony held in Sukolilo same as the traditional ceremony of Java in Surakarta. But there are significant differences in some respects, namely ubo rampe, procession of call, terms used in the ritual ceremony, and offerings.
Keyword: ethnolinguistics, terminology in Panggih procession, types and meaning.

1707620233E1A113089IMPLEMENTASI REFORMASI HUKUM SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR (SABER PUNGLI) DI POLRES METRO BEKASI KOTAIMPLEMENTASI REFORMASI HUKUM SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR (SABER PUNGLI) DI POLRES METRO BEKASI KOTA

Oleh:
Mohamad Aiken Restu Aji
E1A113089

ABSTRAK

Pungutan liar adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang pegawai negeri atau pejabat negara yang meminta pembayaran sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan yang berlaku. Salah satu tindakan konkrit terbaru dalam melakukan reformasi hukum adalah dibentuknya Saber Pungli oleh Presiden Jokowi untuk memulihkan kepercayaan publik, memberikan keadilan pada rakyat dan menjamin kepastian hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi penanganan pungutan liar yang dilakukan di Polres Metro Bekasi Kota dan kendala dalam implementasi penanganan pungutan liar yang terjadi di wilayah hukum Bekasi kota yang ditangani oleh Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi Kota. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, karena masalah yang diteliti berkaitan erat dengan realitas sosial dan tingkah laku manusia, yaitu implementasi reformasi hukum sapu bersih pungutan liar (saber Pungli) di Polres Metro Bekasi Kota hal ini mengaitkan antara aspek hukum, anggota kepolisan dan tingkah laku masyarakat khususnya masyarakat yang berada di wilayah Bekasi Kota terkait pungutan liar. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa implementasi reformasi hukum sapu bersih pungutan liar (saber Pungli) di Polres Metro Bekasi Kota telah dilaksanakan melaui beberapa tahapan mulai dari tahapan sosialisasi sebagai bentu pencegahan sampai dengan penyelidikan, operasi tangkap tangan dan penyidikan serta pelimpahan berkas ke kejaksaan negeri sebagai tahapan penanganan sapu bersih pungutan liar. Namun masih banyak kendala dalam penanganan pungutan liar di Polres Metro Bekasi Kota seperti kurangnya kesadaran hukum, kebudayaan masyarakat yang terbiasa memberikan uang rokok atau uang cape yang mana hal tersebut berbeda dari sumbangan kareana ada unsur keterpaksaan sehingga dikategorikan sebagai pungutan serta kurang optimalnya sosialisasi terkait sapu bersih pungutan liar dari Polres Metro Bekasi Kota sehingga sapu Bersih Pungutan Liar Di Polres Metro bekasi Kota belum optimal.
Kata kunci: Reformasi hukum, pungutan liar, Polres Metro Bekasi Kota.
IMPLEMENTASI REFORMASI HUKUM SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR (SABER PUNGLI) DI POLRES METRO BEKASI KOTA

By:
Mohamad Aiken Restu Aji
E1A113089

ABSTRACT


Illegal charges are acts committed by a civil servant or a state official requesting payment of an unsuitable amount of money based on applicable regulations. One of the most recent concrete actions in reforming the law is the establishment of Saber Pungli by President Jokowi to restore public confidence, give justice to the people and ensure legal certainty. The purpose of this study is to know the implementation of the handling of illegal levies conducted at the Polres Metro Bekasi Kota and constraints in the implementation of the handling of illegal fees that occurred in the legal area of Bekasi city which is handled by Saber Pungli Team of Metro Bekasi City Police. The method of research in this research using sociological juridical approach, because the problem studied is closely related to social reality and human behavior, namely the implementation of legal reform of the illegal sweep illegal levy (saber Pungli) in Polres Metro Bekasi Kota this link between legal aspects, police and community behavior, especially the people residing in the area of Bekasi Kota related to illegal charges. From the result of the research, it can be seen that the implementation of legal reform of the illegal lurking of illegal levies (saber Pungli) in Metro Bekasi City Police has been carried out through several stages starting from the socialization stage as prevention to investigation, hand-catching operation and investigation and transfer of file to state prosecutor as stages of handling of sweeping illegal levies. However, there are still many obstacles in the handling of illegal levies at Polres Metro Bekasi Kota such as lack of legal awareness, the culture of the people who used to give cigarette money or cape money which is different from the contribution because there is an element of compulsion so categorized as a levy and less optimal socialization related to clean sweep illegal levies from Polres Metro Bekasi City so that Clean Sweeps of Illegal Levy In Resort Police Metro bekasi not optimal yet.

Keywords: Legal reform, illegal levies, Polres Metro Bekasi Kota.
1707720235A1L013184EVALUASI STATUS UNSUR HARA P UNTUK TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L.) DI LAHAN KERING KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara P-tersedia dan menentukan rekomendasi pemupukan pospor pada lahan kering yang digunakan untuk tanaman jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2017 sampai Juni 2017. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menumpangtempatkan peta (overlay) dari Peta Administrasi, Jenis Tanah, Kelerengan, Topografi dan Penggunaan Lahan daerah penelitian. Berdasarkan metode tersebut diperoleh 4 SLH. Untuk memenuhi persyaratan ketelitian dengan kriteria pemetaan tinjau mendalam, yang setiap 100 ha diwakili oleh 1 sampel, maka diperoleh 9 titik sampel. Variabel yang diamati meliputi P-tersedia, pH H2O tanah, KPK, kejenuhan basa dan DHL tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan P-tersedia tanah pada lokasi penelitian yaitu sebesar 11,5 ppm pada SLH 1, 14,5 ppm pada SLH 2, 22 ppm pada SLH 3 dan 26 ppm pada SLH 4. Kandungan unsur hara P pada lokasi penelitian tergolong sedang sampai sangat tinggi. Takaran pupuk TSP yang dapat direkomendasikan untuk meningkatkan status hara P sebagai berikut: berdasarkan P-tersedia tanah sebanyak 19,4 kg P2O5/ha atau setara dengan 42 kg TSP/ha pada SLH 1 dan 10 kg P2O5/ha atau setara dengan 22 kg TSP/ha pada SLH 2.

The purposes of this research were to determine the amount of the nutrient content of P-available and determine P fertilization for dry land for corn in Sumbang, Banyumas. The research was conducted on march 2017 until June 2017. The research was conducted by survey method. The determination of sample points was based on Homogeneous Land Unit (HLU), that was made by overlaying maps of soil types, administration, slope, topography and land use maps of research areas. Based on this method obtained 4 HLU. Therefore, in order to meet the requirements precious criteria deep review mapping, that every 100 Ha can be represented by one sample then obtained 9 points. The distribution sample points follow sluice secondary distribution. The variables were observed and measured in the study include the main variables, namely P-available and include support variable i.e. soil pH, CEC, base saturation and CEC. The results showed that the content of P-available in HLU 1 is11,5 ppm, 14,5 ppm at HLU 2, 22 ppm at the HLU 3 and 26 ppm for the HLU 4. Nutrient P of research location is medium until very high. Fertilizer dose which recommended to increase nutrient P status such as are by P-available 42 kg TSP/ha for HLU 1 and 22 kg/ha TSP for HLU 2.
1707820234A1C111006EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAPLuas lahan sawah yang digarap oleh petani rata-rata di bawah 1 ha, sehingga petani harus dapat mengelola dengan baik agar produksi padi optimal. Petani harus mempertimbangkan dengan baik dalam menggunakan tenaga kerja yang membutuhkan biaya tinggi untuk pengolahan lahan, penanaman sampai dengan pemanenan. Bibit yang digunakan dipilih harus tahan hama dengan penggunaan pupuk dan pestisida yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Majenang, 2) Mengetahui efisiensi ekonomis penggunaan faktor produksi pada usahatani padi sawah di Kecamatan Majenang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Sasaran penelitian pada penelitian ini adalah petani – petani padi di Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Rancangan pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan cluster random sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 49 orang. Metode analisis yang digunakan adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi lahan, benih, tenaga kerja, pupuk, dan pestisida terhadap produksi digunakan fungsi produksi Cobb Douglas, efisiensi penggunaan faktor produksi diketahui dengan melihat perbandingan Nilai Produk Marjinal (NPM) dan Biaya Korbanan Marjinal (BKM) faktor produksi ke-i, Biaya Total (TC) adalah jumlah dari biaya tetap (FC) dan biaya tidak tetap (VC), pendapatan yang dimaksud adalah selisih antara penerimaan (pendapatan kotor) dengan biaya (pengeluaran total). Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor produksi luas lahan dan benih berpengaruh terhadap produksi padi. Faktor tenaga kerja, pupuk dan pestisida tidak berpengaruh terhadap produksi padi. Penggunaan faktor produksi luas lahan dan benih pada usahatani padi sawah Desa Mulyadadi dan Mulyasari Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap tidak efisien.The width of rice field farmed by farmers on average under 1 ha, so that farmers must be able to manage well for optimal rice production. Farmers should consider well in using high-cost labor for land-processing until planting. The seeds used should be pest resistant with the use of balanced fertilizers and pesticides. The research aimed to: 1) Find out the magnitude of the influence of the use of factors of production towards the production of rice in Majenang, 2) Know the efficiency of use of production factors on rice farming Majenang district. The research was carried out in Majenang, Cilacap Regency. Research on the goal of the research is the rice farmers – farmers in Majenang District Cilacap. Design of sampling is used with cluster random sampling and number of respondents obtained as many as 49 people. Methods of analysis used is to know the influence of the use of the factors of production of land, labor, seed, fertilizer, and pesticides production production function is used against Cobb Douglas production factors, efficiency of use known by looking at the comparison of the value of the marginal Product (NPM) and the cost of Marginal Korbanan (BKM) factors of production to-i, the Total costs (TC) is the sum of fixed costs (FC) and the cost is not fixed (VC), the income in question is the difference between the receipts (gross income) and expenses (total expenses). The results showed that factors of production area of land and seed have a significant effect on rice production. Labor factors, fertilizers and pesticides partially have no effect on rice production. The use of production factors of land and seeds in the wet-rice farming of Mulyadadi and Mulyasari sub-districts Majenang Cilacap District is unefficient
1707920291H1H013013PERTUMBUHAN MUTLAK DAN EFISIENSI PAKAN BENIH IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) YANG DIBERI PAKAN DENGAN KANDUNGAN Chromium picolinate (Cr-Pic) YANG BERBEDAIkan tawes (Barbonymus gonionotus) banyak digemari karena memiliki rasa yang lezat dan berniali ekonomis tinggi. Chromium picolinate dapat memperbaiki penyerapan asam amino pada saluran pencernaan atau dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi metabolisme dan efisiensi penggunaan protein untuk pertumbuhan pada beberapa jenis ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan mutlak dan efisiensi pakan pada benih ikan tawes. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0 = 0 mg/kg, P1= 1 mg/kg, P2 = 1.3 mg/kg dan P3 = 1.6 mg/kg pakan selama 28 hari pemeliharaan. Benih ikan tawes yang digunakan berukuran 3-5cm. Berat ikan diukur pada awal dan akhir pemeliharaan untuk menghitung pertumbuhan mutlak. Sampling dilakukan setiap minggu untuk menentukan jumlah kebutuhan pakan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Chromium picolinate dalam pakan benih ikan tawes dengan kandungan yang berbeda tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan efisiensi pakan. Nilai pertumbuhan berat mutlak yaitu sebesar 1,18-2,15 gr. Nilai pertumbuhan panjang mutlak sebesar 1,04-1,78 cm dan nilai efisiensi yang didapatkan sebesar 27,81-42,89 %. Kualitas air selama penelitian untuk suhu sebesar 24-26º C, pH 6, Do awal 4,3-6,5 mg/L dan DO akhir 4,7-5,15 mg/L.Java barb (Barbonymus gonionotus) is a most delighted because has tickness carcass and has high economy value. Chromium picolinate could improve amino acid at digestive tract or it could increasing efficiency the utilitation of carbohidrat as source on metabolism energy and efficiency the utilitation of protein for several fishes growth. This research aim to knowing absolute growth and feed efficiency of java barb fingerlingswhich given by cromium picolinate in the feed. The methods used experimental method with 4 treatments, that are P0 = 0 mg/kg, P1= 1 mg/kg, P2 = 1.3 mg/kg dan P3 = 1.6 mg/kg feed and 4 replicates that rearing as long as 28 days cultivation. Java barb fingerlings which used has body lenght 3-5 cm. The body weight measured at initial cultivation and the end of cultivation. Sample conducted every week for determine amount of feed that given to. The result indicated cromium picolinate in feed with different treatments has not significant result at absolute growth and feed efficiency. The heavy growth of absolute 1,18-2,15 gr .Growth was the absolute 1,04-1,78 and the efficiency of the 27,81-42,89 % .The quality of the water during the survey for temperature of 24-26º C , a ph of 6 , this will be the beginning of 4,3-6,5 mg/L and do the least 4,7-5,15 mg /L .
1708020425B1J012100KERAGAMAN SERANGGA POLINATOR PADA PERTANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) DI DESA JETIS KECAMATAN NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAHStudi keragaman dan kelimpahan serangga polinator pada pertanaman terong, dilakukan di desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap pada bulan Agustus sampai September 2016. Pengamatan dilakukan dalam tiga periode waktu yaitu pagi, siang, dan sore hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kelimpahan dan keragaman spesies serangga polinator yang mengunjungi pertanaman terong (Solanum melongena) pada pagi, siang, dan sore hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan pengambilan sampel menggunakan metode scan sampling pada lahan pertanaman terong seluas 15 m2 dalam tiga periode waktu selama 20 hari. Serangga yang belum diketahui namanya, ditangkap dan identifikasi berdasarkan buku identifikasi serangga. Parameter yang diamati meliputi jumlah spesies (kekayaan spesies), jumlah individu per spesies (kelimpahan), rata-rata jumlah serangga, dan persentase per periode waktu. Keragaman dan kelimpahan spesies serangga polinator ditentukan berdasarkan hasil analisis statistik dengan menghitung indeks keragaman dan kemerataan Shannon (H' dan E), indeks kesamaan Jaccard (Cj), serta uji ANOVA (analisis variansdengan bantuan software SPSS 16.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 3 periode pengamatan ditemukan 4 spesies serangga polinator. Pertanaman terong dikunjungi oleh 4 spesies serangga polinator pada pagi hari, dengan indeks diversitas tertinggi yaitu (H’=0,66 dan E=0,14). Selanjutnya diikuti oleh periode pengamatan siang hari serangga yang dikunjungi oleh 4 spesies serangga polinator dengan indeks diversitas (H’=0,14 dan E=0,10). Sedangkan pada sore hari hanya dikunjungi oleh 1 spesies serangga polinator dengan indeks diversitas (H=0 dan E=0). Kelimpahan serangga polinator tertinggi didapat pada pengamatan pagi hari yaitu sebanyak 114 individu, dan kelimpahan serangga terendah didapat pada pengamatan sore hari yaitu sebanyak 5 individu. Spesies serangga polinator yang paling melimpah adalah Xylocopa sp., sedangkan yang paling rendah adalah Borbo cinnara. Sebagian besar serangga polinator tanaman terong mengunjungi bunga pada pagi hari.
Study of the diversity and abundance of insect pollinators on eggplant crop area, was conducted in the Jetis village, Nusawungu, Cilacap on August to September 2016. The observations carried out by three time periods were morning, afternoon, and evening. The purpose of this study was to determine whether or not differences of species diversity and abundance of insect pollinators who visited eggplant crop area in the morning, afternoon, and evening. Sampling by the scan sampling method on eggplant crop area of 15 m2. The parameters observed include number of species (species richness), the number of individuals per species (abundance), the average number of insects, and the percentage per time period. The diversity and abundance of species of insect pollinators were determined using the diversity and Shannon evenness index (H 'and E), Jaccard similarity index (Cj), as well as ANOVA test with SPSS 16.
The results show that in the third period of observation found four species of insect pollinators. Eggplant crop area was visited by four species of insect pollinators in the morning, with the highest diversity index (H '= 0.66 and E = 0.14). Then it followed by daytime that it was visited by four species of insect pollinators with the diversity index (H '= 0.14 and E = 0.10). Meanwhile, in the afternoon it was visited by one species of insect pollinators with the diversity index (H = 0 and E = 0). The highest abundance of insect pollinators found in the morning of the observation that as many as 114 of individuals, and the lowest abundance of insects found on the afternoon of the observation that as many as 5 of individuals. The most abundant species of insect pollinator is Xylocopa sp., while the lowest is Borbo cinnara. Most of insect pollinators visiting the eggplant’s flowers in the morning.