Artikelilmiahs

Menampilkan 13.321-13.340 dari 49.632 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1332116653P2CC12013PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KOMPENSASI SEBAGAI VARIABEL MODERASIPenelitian ini berjudul “Pengaruh Motivasi Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan dengan Kompensasi sebagai Variabel Moderasi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompensasi dapat memoderasi motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja tenaga kependidikan Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan dengan metode pelaksanaan berupa cross section. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kependidikan Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang berjumlah 49 orang. Dalam penelitian ini metode pengambilan sampelnya yaitu sampling jenuh, artinya semua anggota populasi dijadikan sebagai anggota sampel.
Hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu: 1) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga kependidikan Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. 2) Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja tenaga kependidikan Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. 3) Kompensasi tidak memoderasi motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja tenaga kependidikan Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman.
Saran dari hasil penelitian yaitu: 1) Motivasi kerja tenaga kependidikan yang sudah baik perlu dipertahankan dan yang masih cukup baik perlu ditingkatkan. Motivasi kerja pegawai dapat ditingkatkan dengan memberikan penghargaan terhadap pegawai yang kinerjanya baik. 2) Komitmen organisasi yang sudah baik perlu dipertahankan dan yang baru cukup baik perlu ditingkatkan. Komitmen organisasi tenaga kependidikan dapat ditingkatkan dengan memberikan diklat sehingga pegawai dapat bekerja dengan lebih baik serta meningkatkan kualitas komunikasi antar pegawai dan antara bawahan dan atasan sehingga suasana kerja menjadi lebih kondusif untuk bekerja. 3) Kompensasi yang diterima pegawai perlu senantiasa dievaluasi, terutama yang bersifat non finansial, sehingga dapat mendorong pegawai untuk bekerja dengan lebih baik.
This study entitled "The Influence of Work Motivation and Organizational Commitment on Employee Performance with Variable Compensation as Moderation". This study aims to determine and analyze the effect of compensation can moderate motivation and organizational commitment to the performance of educational personnel of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. This research is a survey by the method of execution in the form of cross section. The population in this study are all educational staff of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University Purwokerto totaling 49 people. In this study, the sample collection method is sampling saturated, meaning that all members of the population used as a sample.
In conclusion, namely: 1) Motivation of positive and significant effect on the performance of academic staff of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. 2) Commitment to the organization positively and significantly to the improvement of the performance of educators of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. 3) Compensation does not moderate the motivation and commitment of the organization to the performance of educational personnel of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University.
Suggestions from the research are: 1) Motivation of educational personnel who have been good to keep and which was still good enough to be improved. Employee motivation can be enhanced by giving awards to employees that perform well. 2) Commitment to the organization that has been well maintained and new ones need to be good enough to be improved. Educational staff organizational commitment can be improved by providing training so that employees can work better and improve the quality of communication between employees and between subordinates and superiors so that the working environment is becoming more conducive to work. 3) Compensation received by employees should always be evaluated, especially those that are non-financial, in order to encourage employees to work better.
1332216657C1C009065ANALISIS AKUNTANSI LINGKUNGAN DALAM KAITANNYA DENGAN KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2011-2014Judul penelitian ini adalah “Analisis Akutansi Lingkungan dalam Kaitannya dengan Kinerja Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011-2014”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akuntansi lingkungan terhadap kinerja perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011-2014. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sembilan perusahaan manufaktur yang dalam penentuannya dilakukan dengan teknik purposive sampling. Akuntansi lingkungan dalam penelitian ini diproyeksikan dengan kinerja lingkungan (environmental performance) yang diukur dengan PROPER, biaya lingkungan (environmental cost), dan pengungkapan lingkungan (environmental disclosure) yang dianalisis dengan indeks GRI. Kinerja perusahaan diproyeksikan dengan kinerja keuangan perusahaan (economic performance) yang dihitung dengan return on assets (ROA). Analisis regresi berganda digunakan untuk menganalisis variabel yang ada. Berdasarkan hasil dari analisis data ditemukan bahwa yang mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan perusahaan hanyalah variabel biaya lingkungan. Sementara itu, variabel kinerja lingkungan dan pengungkapan lingkungan masing-masing mempunyai pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap variabel kinerja keuangan perusahaan.The title of this research is “ Analysis of Environmental Accounting in Relation to The Performance of Manufacture Companies Listed in Indonesian Stock Exchange Period 2011-2014”. The purpose of this research is to find out the influence of environmental accounting on the performance of manufacture companies listed on Indonesia Stock Exchange period 2011-2014. The number of samples used in this research are nine manufacture companies which in its determination was done by using purposive sampling. Environmental accounting in this research projected by environmental performance which measured by PROPER, environmental cost, and environmental disclosure which analyzed by GRI index. Companies performance projected by economic performance which measured by return on assets (ROA). Multiple regression analysis used to analyze the existing variables. Based on result of data analysis found that having a positive and significant influence to the companies economic performance variable are only environmental cost variable. Meanwhile, environmental performance and environmental disclosure variables each having positive influence but not significant to company’s economic performance variable.
1332316658A1G013001FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TAHAPAN ADOPSI MESIN PENANAM PADI
(Studi Kasus Kelompok Tani Setia Dadi Desa Bojong Kacamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap)
Mesin penanam padi sebagai suatu inovasi perlu melalui tahapan dan proses untuk dapat diadopsi oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat tahapan adopsi mesin penanam padi, (2) mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi tahapan adopsi mesin penanam padi tersebut. Penelitian dilaksanakan di kelompok tani Setia Dadi pada bulan April 2016 sampai dengan bulan Oktober 2016. Sasaran penelitian ini adalah petani padi yang berada di kelompok tani tersebut. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda dengan bantuan alat ukur skala likert’s. Hasil penelitian menunjukan: (1) Tingkat tahapan adopsi petani di kelompok tani Setia Dadi terdiri dari lima tahapan yaitu tahapan kesadaran berada pada kategori tinggi, tahapan minat berada pada kategori sedang, tahapan penilaian berada pada kategori rendah, tahapan percobaan berada pada kategori rendah, tahapan penerimaan berada pada kategori sangat rendah, (2) Faktor sosial ekonomi petani pada seluruh tingkatan tahapan secara simultan berpengaruh nyata terhadap tahapan adopsi mesin penanam padi. Faktor sosial ekonomi petani secara parsial, pada tahapan kesadaran variabel lama usahatani dan luas lahan berpengaruh nyata sedangkan variabel umur, pendidikan dan tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap tahapan kesadaran mesin penanam padi. Pada tahapan minat, tahapan penilaian dan tahapan percobaan variabel luas lahan berpengaruh nyata sedangkan variabel umur, pendidikan, lama usahatani dan tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata. Pada tahapan penerimaan variabel pendidikan dan luas lahan berpengaruh nyata sedangkan variabel umur, lama usahatani dan tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap tahapan penerimaan mesin penanam padi.Rice transplanter machine for innovation needs to go through some stages and processes to be adopted by farmers. This research was aimed to: (1) determine the level of adoption stages of rice transplanter machine (2) determine the social economic factors that influence adoption stage of the rice transplanter machines. The research was conducted in Setia Dadi Farmer Group on April, 2016 to October, 2016. The target of this research are rice farmer of Farmers Group. The data analysis used was descriptive analysis and multiple regression analysis which was supported by Likert’s scale measuring instrument. The results showed: (1) The adoption stages of Setia Dadi farmer groups consists of five stages, namely consciousness stages is in the high category, interest stage is in the middle category, assessment stage is in the low category, experiment stage is in the low category, acceptance stage is in the very low category, (2) The farmers social economic factors at all adoption stages levels simultaneously show a real effect the adoption stage rice transplanter machine. The farmers social economic factors partially on consciousness stages of variable long farming and land area significantly while the variables of age, education and family responsibilities did not significantly affect the consciousness stage rice transplanter machine. The interest stage, appraisal stage and trial stages of variables land area significantly while the variables of age, education, old farm and family responsibilities did not significantly affect.. The acceptance stage of variables education and land area significantly while age, old farm and family responsibilities did not significantly affect the acceptance stage rice transplanter machine.
1332416659A1C012072ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN GULA KELAPA CETAK DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASGula kelapa cetak merupakan salah satu bahan makanan pokok yang dibutuhkan baik dalam kebutuhan rumah tangga maupun industri pengolah makanan. Kecamatan Cilongok merupakan daerah penghasil gula kelapa terbesar di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk 1).Mengkaji kategori atribut gula kelapa cetak yang menjadi preferensi konsumen di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, 2).Mengkaji atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli gula kelapa cetak di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada 1 April hingga 20 Juni 2016 dengan sasaran pembeli atau konsumen akhir gula kelapa cetak di Kabupaten Banyumas. Penentuan responden menggunakan metode stratified sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Validitas, Reliabilitas dan Analisis Konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1).Preferensi konsumen terhadap rasa yaitu konsumen menyukai rasa manis. Preferensi konsumen terhadap warna yaitu konsumen menyukai warna cokelat kemerahan. Preferensi konsumen terhadap aroma yaitu konsumen menyukai adanya aroma nira gula kelapa cetak. Preferensi konsumen terhadap harga yakni konsumen menyukai gula kelapa cetak dengan harga Rp12000-13000. Preferensi konsumen terhadap daya tahan yakni konsumen menyukai gula kelapa cetak dengan daya tahan <4 minggu; 2).Hasil analisis konjoin menunjukkan bahwa nilai importance value tertinggi dari kelima atribut tersebut adalah atribut rasa (35,392%). Hal ini menunjukkan bahwa rasa menjadi faktor utama yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli gula kelapa cetak. Preferensi kedua konsumen yakni atribut warna (19,961%), preferensi ketiga konsumen yakni atribut aroma (18,312%), preferensi keempat konsumen yakni atribut harga (15,510%) dan preferensi kelima konsumen yakni atribut daya tahan (10,285%).

Kata kunci: Preferensi Konsumen, Gula Kelapa Cetak, Kecamatan Cilongok.
Palm sugar is one of staple food material which needed both in household and food processing industry. Cilongok subdistrict is most producing areas palm sugar in Banyumas Regency. The research aimed to: (1) reviewing attributes palm sugar which become consumer preference in Cilongok subdistrict, Banyumas Regency, (2) reviewing attributes with most considered by consumer in the decision buy palm sugar in Cilongok subdistrict, Banyumas regency. The research was conducted on 1 april to 20 june 2016 and targeting community especially buyers or end consumer palm sugar in Banyumas. In determining the number of respondents, this research used stratified sampling and snowball sampling methods. The writer used reliability, validity analysis and conjoint analysis. Result of this study has shown that: (1) consumer preference of taste is consumer like sweet taste in palm sugar. Consumer preference of colour is consumer like sorrel on palm sugar. consumer preference of smell is consumer like fragrant coconut sap. Consumer preference of price is consumer like palm sugar with price on Rp12000-13000. Consumer preference on which durability is consumer like palm sugar with durability <4 weeks; (2) conjoint analysis result shown that importance value higher from that 5 attributes is smell attribute (35,392%), this value show that smell become most factor which become considered from consumers in buying palm sugar. The second’s consumer preference is colour attribute (19,961%), the third’s consumer preference is smell attribute(18,312%), the fourth’s consumer preference is price attribute(15,510%) and the last consumer preference is durability attribute (10,285%).
Keyword: Consumer Preference, Palm Sugar, Cilongok Subsdistrict.
1332516660H1L012030PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN BERBASIS WEB (STUDI KASUS DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, DAN KOPERASI KABUPATEN PURBALINGGA)Dalam sebuah perusahaan, organisasi, maupun instansi pemerintahan membutuhkan sumber daya berupa uang, barang, dan manusia atau disebut pegawai. Setiap pegawai memiliki gaji yang berbeda sesuai masa kerja golongan serta memiliki pangkat yang berbeda sesuai pendidikan dan jabatan. Pangkat dan gaji dapat mengalami kenaikan. Kenaikan gaji dilakukan secara berkala setiap 2 tahun sekali. Sedangkan kenaikan pangkat dilakukan secara reguler setiap 4 tahun sekali. Pangkat dan gaji disahkan dalam sebuah Surat Keputusan (SK). Untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat dan Kenaikan Gaji Berkala diperlukan surat usulan dari instansi yang nantinya akan diproses untuk kemudian dikeluarkan SK Kenaikan Pangkat dan SK Kenaikan Gaji Berkala. Sistem informasi kepegawaian ini mengeluarkan output berupa surat usul kenaikan gaji berkala dan surat usul kenaikan pangkat reguler. Sistem ini telah selesai dikembangkan menggunakan konsep prosedural yang dirancang menggunakan Enitiy Relationship Diagram (ERD) dan Data Flow Diagram (DFD) dan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman serta MySQL sebagai basisdata.In a company, organization, or government agency requires resources as money, stuff, and human or called employees. Every employee has a different salary corresponding period working groups and have the appropriate education of various ranks and positions. Rank and salary can be increased. Salary increases are conducted regularly every two years. While promotions are held regularly every four years. Rank and salary passed in a Decree. To get Decree promotion and salary increase was necessary Periodic proposed letter from the institution that will be processed later excreted the Decree. This information system of employement’s output is proposal of periodic salary increases and promotions regular. This system has been developed using procedural concepts are designed using Enitiy Relationship Diagram (ERD) and Data Flow Diagrams (DFD) and using PHP as a programming language and MySQL as the database.
1332616661F1B112033Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum PurbalinggaPenelitian ini berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum Purbalingga”. Permasalahan utama adalah kinerja pegawai di Perusahaan Air Minum Daerah Purbalingga yang akan dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan Demokratis dan Budaya Organsiasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode survey, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal, dengan sasaran penelitian pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Purbalingga sebanyak 97 pegawai. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan Demokratis terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,473 atau 47,3 persen dan 52,7 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,499 atau 49,9 persen dan 50,1 persen dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organsasi terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,590 atau 59 persen dan 41 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Oleh karenanya keseluruhan hipotesis penelitian dapat diterima.This study, entitled "The Influence of Democratic Leadership Style and Culture Organization on Employee’s Performance in the Regional Water Company Purbalingga". The main problem is the performance of employees in Purbalingga Regional Water Supply Company will be affected by the Democratic Leadership Style and Culture the Organization. The purpose of this study was to determine and analyze the influence of the Democratic Leadership Style and Culture Organization on Employee Performance in the Regional Water Company Purbalingga. This study uses a quantitative research with survey method approach, with data collection through questionnaires and documentation. Using the method of analysis used statistical calculations Correlation Kendall Tau-c, W Kendall Concordance Correlation and Regression Ordinal, targeting research Regional Water Company employees Purbalingga as many as 97 employees. Based on the results of quantitative analysis in this study can be explained as follows: (1) There is a significant influence between Democratic Leadership Style on employee performance amounted to 0.473, or 47.3 percent, and 52.7 percent are influenced by other variables not studied (2) There significant influence of organizational culture on employee performance amounted to 0.499, or 49.9 percent, and 50.1 percent are affected by variables studied (3) There is a significant relationship between leadership style and culture of the organization with employee performance amounted to 0.590 or 59 percent and 41 percent is influenced by other variables not examined. Therefore, the overall hypothesis of the study is acceptable.
1332716663D1E010172DAYA IKAT AIR, pH DAN SIFAT ORGANOLEPTIK DAGING SAPI BAGIAN PAHA YANG DIRENDAM AIR KELAPA MUDA DENGAN LAMA PERENDAMAN BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari daya ikat air, pH dan sifat organoleptik pada daging paha sapi dengan berbagai lama perendaman yang berbeda. Menggunakan metode Rancangan acak lengkap (RAL) untuk daya ikat air dan pH perlakuan P0= tanpa kontrol, P1=30 menit, P2=45 menit dan P3=60 menit dengan 5 kali ulangan. Rancangan acak kelompok (RAK) untuk uji organoleptik perlakuan P0= tanpa kontrol, P1=30 menit, P2=45 menit dan P3=60 menit dengan 25 panelis agak terlatih. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap daya ikat air dengan persamaan Y=20,6109+0,4584 X (r = 0,78). Perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH dengan persamaan Y= 5,9102-0,0028 X (r = 0,81) dan perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap sifat organoleptik dengan persamaan Y= 2,2416-0,0095 X (r = 0,73) untuk warna dan Y= 2,0611-0,0045 X (r = 0,37) untuk bau. Kesimpulan perendaman daging paha sapi dengan air kelapa muda sampai 60 menit dapat meningkatkan daya ikat air, menurunkan pH namun menurunkan kualitas sifat organoleptik (warna dan bau).This research measures the water holding capacity, pH and organoleptic properties of beef soaked within coconut water with different durations of soaking. To assess the water holding capacity and pH, it used Completely Randomized Design (CRD) with treatments P0= control, P1=30 minutes of soaking, P2=45 minutes, and P3=60 minutes each of which was replicated 5 times, while to assess the organoleptic properties it used a Randomized Block Design (RBD) with treatments P0=control, P1=30 minutes of soaking, P2=45 minutes, and P3=60 minutes and by 25 semi trained panelists. Data was analyzed using an analysis of variance and followed by a further orthogonal polynomial test. The results showed that the immersion is very significant (P<0,01) to the water holding capacity, pH, and organoleptic properties. To the water holding capacity it forms an equation Y=20,6109+0,4584 X (r = 0,78%), to pH it forms Y= 5,9102-0,0028 X (r = 0,81), and to the organoleptic properties the equation is Y= 2,2416-0,0095 X (r = 0,73) for the color and Y= 2,0611-0,0045 X (r = 0,37) for the odor. It could be concluded that soaking thigh of beef with coconut water up to 60 minutes is able to increase the water holding capacity and decrease the pH but it also decreases the organoleptic properties (color and odor).
1332816664H1E009047PENGARUH TEBAL LAPISAN TIPIS TiO_2 DOPING LOGAM Cu TERHADAP SIFAT OPTIK DAN SIFAT LISTRIK DYE – SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC)Telah dilakukan pembuatan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan menggunakan TiO2 dopping logam Cu dengan metode doctor blade. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tebal lapisan tipis TiO2 dopping logam Cu terhadap kinerja DSSC. Fabrikasi DSSC diawali dengan pembuatan lapisan tipis TiO2 yang telah di dopping Cu dengan variasi ketebalan dan Ruthenium N719 sebagai dye. Pada substrat kaca Flourine-doped Tin Oxide (FTO) sebagai katoda DSSC mengggunakan substrat kaca FTO yang ditetesi larutan elektrolit. Hasil analisis spektrum transmitansi pada daerah UV-Vis menunjukan bahwa lapisan tipis yang ditumbuhkan dengan suhu annealing 500 ºC memiliki energy gap untuk transisi langsung sebesar 2,82-3,47 eV dan untuk transisi tidak langsung sebesar 2,77-3,44 eV. Hasil pengujian arus dan tegangan DSSC telah menghasilkan sifat listrik. Sifat listrik terbaik diperoleh pada sampel 3 dengan ketebalan lapisan 9,347X10-8 dan efesiensi outdoor sebesar η = 1.68%.Fabrication of Dye sensitized Solar Cell (DSSC) using Cu doped TiO2 has been successfully with a methode doctor blade. This work aims to determine the effect of Cu doping on the performance of DSSC. In the process, a thin layer of TiO2 doped with Cu in the variations thickness Ruthenium N719 as a dye sensitized. This the Flourine-doped Tin Oxide (FTO) substrate is used as the cathode DSSC. FTO substrate is the etched with an electrolyte solution. The results of UV-Vis transmittance analysis showed that a thin layer grown in the annealing temperature of 500 ºC has the energy gap for direct transitions of 2.82 to 3.47 eV and for the indirect is around transition 2.77 to 3.44 eV. Our DSSC also results of current produced on sampel 3 with thickness of 9,372 X 10-8 and efficiency value of η = 1.68% as the best product.
1332916622E1A112101PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA GOLONGAN I (Tinjauan Yuridis Putusan NO.74/PID.SUS/2015/PN.PBG)
Pembuktian merupakan titik sentral dari pemeriksaan di muka sidang pengadilan karena menyangkut ditentukan tentang benar tidaknya terdakwa melakukan perbuatan yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum dan merupakan bagian yang terpenting dalam acara pidana . Terdakwa Antonius Ade Oktora, pada hari Jumat tanggal 03 April 2015 sekitar pukul 06.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain pada bulan April 2015 bertempatan di Dusun Sidodadi Ds. Purwareja Rt.02 Rw.02 Kec.Purwareja Klampok Kab. Banjarnegara, terdakwa kedatangan empat orang berpakaian preman yang mengaku sebagai polisi menanyakan identitasnya lalu terdakwa dibawa ke Polres, dimana sebelumnya terdakwa merupakan seorang perantara atau kurir dalam transaksi jual beli shabu-shabu antara Saksi Yahya Wijayanto dan Saksi Catur Robi Firmansah.
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana pembuktian dalam putusan momor : 74/Pid.Sus/2015/PN.PBG tersebut dan apakah putusan tersebut sesuai dengan keadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan menggunakan data sekunder.
Dalam putusan ini hasil pembuktian dari tindak pidana narkotika ini yaitu terdapat 4 (empat) orang saksi, surat dan keterangan terdakwa, serta dari alat bukti tersebut membuat hakim memperoleh keyakinan, bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika. Dan dalam putusan ini hakim telah adil dalam menghukum terdakwa karena hakim menjatuhkan putusan dengan mendasarkan pada keadilan prosedural dan keadilan substantif.
Verification is the central point of the examination in a court because it involves decision whether the defendant is committed the act or not, charged by the public prosecutor and is an essential part of the criminal procedure. Defendant Antonius Ade Oktora, on Friday, April 3, 2015 at around 06.00 am, or at the other time in April 2015, lives in the hamlet Sidodadi, Ds. Purwareja, RT.02 Rw.02 Kec. Purwareja, Klampok, Kab. Banjarnegara, had guests consist of four men in plain clothes who claimed to be police asked his identity and the accused was brought to the police station. The defendant was an intermediary or courier in buying or selling methamphetamine (shabu-shabu) between Yahya Wijayanto and Catur Robi Firnamsah as the witnesses.
This research is intended to find out how the evidence/verification in the verdict number: 74/Pid.Sus/2015/PN.PBG and whether the verdict is line with justice. The research method is the juridical normative with specification descriptive study and using secondary data.
In this verdict, the result of Verification from the narcotic crime is that there are four witnesses, letters and information from the defendant, also from evidences which make judge gets the conviction, that the defendant is legally and convincing of committing criminal offenses of narcotics. And in this verdict, the judge has been fair to convict the defendant for the judge ruled the verdict by relying on procedural justice and substantive justice.
1333016667G1G011035PERBANDINGAN JUMLAH BAKTERI Staphylococcus aureus
SEBELUM DAN SESUDAH PENYIMPANAN KACA MULUT PASCASTERILISASI PADA PRAKTIK PRIBADI DOKTER GIGI
DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH
Tindakan pada praktik dokter gigi berpeluang untuk terjadinya infeksi silang antar pasien, atau dari pasien ke dokter gigi, atau dokter gigi ke pasien. Penyebaran secara tidak langsung dapat melalui instrumen yang terkontaminasi atau berasal dari aerosol yang mengandung S. aureus pada tempat penyimpanan instrumen. Kaca mulut merupakan instrumen yang sering digunakan untuk pemeriksaan dasar oleh dokter gigi. Oleh karena itu, kaca mulut harus tetap steril saat digunakan untuk memeriksa pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah bakteri S. aureus sebelum dan sesudah penyimpanan kaca mulut pascasterilisasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 26 dokter gigi dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil swab yang diperoleh dibawa ke Laboratorium Mikrobiologi untuk dilanjutkan dengan penanaman bakteri S. aureus. Setelah ditanam pada media MSA dan diinkubasi selama 2x24 jam pada suhu 37 oC, jumlah koloni bakteri dihitung. Data hasil penelitian diuji menggunakan Wilcoxon sign test karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah koloni bakteri S. aureus tidak berbeda bermakna sebelum dan sesudah penyimpanan kaca mulut dengan nilai p=0,916 (p>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan jumlah koloni bakteri S. aureus sebelum dan sesudah penyimpanan kaca mulut pascasterilisasi pada praktik dokter gigi pribadi di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.In a medical action on the dental practice, it can be open a chance for the occurence of cross infection between patients, or from a patient to a dentist, or a dentist to a patient. The spread indirectly through contaminated instrument or comes from an aerosol that contains of S.aureus on the storage instrument. Dental mirror is an instrument that is often used for the basic examination by the dentist, therefore, the dental mirror should remain sterill when used to examine patients. The aims of this research was to comparative number of bacteria S.aureus before and after storage of the dental mirror post sterilization. This research was analytic observational with cross sectional approach. The samples on this research totalled 26 dentist, by using purposive sampling techniques. The result of swab obtained is taken to the laboratory of microbiology followed by planting bacteria S.aureus. Once planted on MSA and media incubated during 2x24 hours at temperature 37 °C, the number of bacterial colonies are counted. Data research result tested by using Wilcoxon sign test, because the data are not normally distributed. The result showed that the number of colonies of the bacteria S.aureus does not has different meaningful before and after storage of the dental mirror with p value 0,916 (p>0,05). The conclusion of this study is there is no difference in the number of colonies of the bacteria S.aureus before and after storage of the dental mirror in post sterilization on the private dental practice in Banyumas, Central Java.
1333116669C1A012042ANALISIS POLA DAN EFISIENSI PEMASARAN GULA KELAPA
DI DESA KALISALAK KECAMATAN KEBASEN
KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul “Analisis Pola dan Efisiensi Pemasaran Gula Kelapa di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui pola saluran pemasaran gula kelapa yang terbentuk di Desa Kalisalak, mengetahui besarnya margin pemasaran dan farmer’s share gula kelapa pada masing-masing saluran pemasaran, mengetahui efisiensi harga dengan menghitung elastisitas tranmisi harga gula kelapa, serta mengetahui efisiensi ekonomis dengan menghitung ratio R/C gula kelapa di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Metode penelitian adalah survey dengan menggunakan proportional random sampling untuk pengrajin gula kelapa dan snowball sampling untuk lembaga pemasaran. Jumlah responden pengrajin yang diambil sebanyak 82 orang dan jumlah pedagang yang dijadikan sampel sebanyak 15 orang yang terdiri atas 10 pedagang pengumpul, 3 pedagang besar, 2 pedagang pengecer lokal. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) terdapat 3 saluran pemasaran gula kelapa di Desa Kalisalak, dengan rincian: saluran I yaitu pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang besar – konsumen, saluran II yaitu pengrajin – pedagang pengumpul – konsumen luar kota, saluran III : pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen. Saluran yang paling efisien adalah saluran II yaitu petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen. 2), margin pemasaran pemasaran gula kelapa di Desa Kalisalak pada saluran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp3.710,00/kg, saluran II sebesar Rp3.400/kg, dan saluran III sebesar Rp3,707,00/kg. Kemudian untuk nilai farmer’s share paling tinggi terdapat pada saluran II yaitu sebesar 76,13 persen. 3) elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran gula kelapa memiliki nilai Et kurang dari 1 yaitu 0,65 (bersifat inelastis). 4) nilai R/C ratio pada kegiatan produksi gula kelapa di Desa Kalisalak sebesar 1,22 yang berarti bahwa usaha tersebut telah efisien yang ditunjukkan dengan nilai R/C ratio yang lebih dari satu.
Implikasi dari penelitian ini yaitu, 1) untuk memperoleh keuntungan yang tinggi maka perlu memilih saluran pemasaran yang paling efisien, 2) untuk memperkecil margin pemasaran perlu membangun kelompok pengrajin gula kelapa dan sentralisasi pedagang, 3) perlu pengembangan media informasi harga sampai ke tingkat pengrajin, 4) perlu penigkatan produksi gula kelapa dengan teknologi yang tepat guna.
This research is titled “Analysis The Patterns and Marketing Efficiency of Coconut Sugar In Kalisalak Village Kebasen Subdistrict Banyumas Regency”. This study aims to determine the pattern of coconut sugar marketing channels that formed in the Kalisalak Village; as well as the share of the farmer (farmer’s share) and marketing margin of coconut sugar commodity in each channel; know how the price transmission elasticity; and know how the ratio of costs and benefits. Research method that utilized is survey method with proportional random sampling to determine the sample of producer and snowball sampling to determine the sample of seller. The sample of this research consist of 82 producer. Sampling merchants using snowball sampling method and gained 15 merchants who consisted for 10 collector traders, 3 wholesallers and 2 local small traders. Data collected by interview from filling questionnaire.
The result showed that are three pattern of marketing chanel: (1) Producer → Collector traders → Wholesalers → Consumer, (2) Producer → Collector traders → Consumers, (3) Producer → Collector traders → local traders → Consumer. Marketing Margin in the first marketing channel for Rp3.710,00/kg, second marketing for Rp3.400/kg, and third marketing for Rp3,707,00/kg. Actually, the biggest percentage of farmer's share at pattern II, but because limitation researcher, if this pattern more investigated then possibility there will found longest marketing channel. The price transmission elasticity (Et) was worth 0,65 (Et <1) (inelastic). The R/C ratio was worth 1,22 that means the production has been efficient as indicated by the value of R / C ratio is more than one.
Implication from this research are 1) to obtain maximum profit by selecting the most efficient marketing channel; 2) to minimalize the marketing margin is form group of coconut sugar producers and centralization of seller; 3) it is necessary to deve;op media information of price to coconut sugar producers; 4) it is necesarry to increase the output of coconut sugar with the appropriate technology.
1333216671C1L012004THE EFFECT OF INCENTIVE AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT TOWARD EMPLOYEE PERFORMANCE WITH GENDER AS MODERATING VARIABLE
(Case Study at PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jenis kelamin mempengaruhi insentif dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan data primer. Kuesioner diberikan kepada 50 karyawan tetap pada PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap di divisi keuangan sebagai responden penelitian. Untuk analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Dalam penelitian ini diketahui bahwa, jenis kelamin, dalam hal ini adalah karyawan laki-laki memiliki komitmen organisasi yang lebih tinggi daripada karyawan wanita dan berpengaruh terhadap kinerja laki-laki yang lebih tinggi dari kinerja perempuan. Sementara jenis kelamin dan insentif, karyawan laki-laki tidak terbukti memperoleh insentif lebih tinggi dari karyawan perempuan. Meskipun, insentif memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan seharusnya membuat karyawan merasa nyaman berada di tempat kerja mereka, meningkatkan rasa memiliki dengan membuat mereka merasa percaya diri terutama untuk karyawan perempuan, memotivasi, memberikan apresiasi, dan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, juga memberikan kesempatan kepada karyawan perempuan untuk mencapai karir yang lebih tinggi di perusahaan, juga memberikan motivasi karyawan dengan memberikan insentif setiap tiga atau enam bulan, sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan juga dapat mencapai tujuan perusahaan.This research aims to know whether gender influence incentive and organizational commitment towards the employee performance. This research is quantitative and use primary data. The questionnaires are given to 50 permanent staff of PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap in the finance division as the respondents of the study. Moderated Regression Analysis (MRA) is used to analyze the data. For the study conducted, it is known that gender, in this case is male employee have a higher organizational commitment than female employee, which is having an effect to the male performance that higher than female performance. While the gender of incentive, male employees doesn’t prove the higher incentive than female employees. Even though, the incentive has a positive and significant influence in improving employee performance. This implies to the company that should making the employees feel comfortable in their workplace, improving the sense of belonging by making them feel confident especially for female employees, motivating the achievement, giving the appreciation, and involving the employees in decision making, also giving the opportunities to the female employees to make a higher career in the company, also give motivation the employees by giving incentive quarterly or semiannually, so it can increase the employee performance and also can achieving company goals.
1333316672H1E009045KARAKTERISASI SIFAT MEKANIK DAN SIFAT OPTIK NANOKOMPOSIT DENGAN EPOKSI RESIN-TiO2 DOPING CARBON NANOTUBELapisan tipis nanokomposit yang terdiri dari epoksi resin-TiO2 dengan variasi penambahan doping carbon nanotube 0,2 % dan 0,6 % telah berhasil dibuat. Sifat mekanik nanokomposit ini diuji untuk mengetahui nilai kuat tarik dan modulus elastis. Sementara uji sifat optik dilakukan untuk melihat morfologi permukaan. Karakterisasi sifat mekanik dengan menggunakan uji tarik menunjukkan bahwa pengaruh penambahan titanium dioksida pada sampel epoksi resin memiliki sifat elastis dan memiliki nilai kekuatan tarik 22,75 MPa, sedangkan nilai modulus elastis pada sampel tersebut diperoleh sebesar 615 MPa. Penambahan doping carbon nanotube 0,2 % dan 0,6 % mengalami penurunan sebesar 18,75 MPa dan 17,54 MPa. Nilai modulus elastisitas pada penambahan doping carbon nanotube 0,6 % memiliki nilai sebesar 415 MPa dan bersifat cukup elastis. sedangkan pada penambahan doping carbon nanotube 0,2% memiliki nilai 0 MPa hal ini menunjukkan bahwa sampel tesebut memiliki sifat yang getas, mudah patah. Hal ini terjadi karena pada saat penambahan massa hardener tidak sesuai dengan sampel yang dibuat sehingga pada saat proses curing, dimana proses pengeringan sampel lapisan tipis tersebut mengalami polimerisasi sehingga terjadi penurunan nilai kekuatan tarik dan nilai modulus elastisitas yang diperoleh. Karakterisasi sifat optik dengan menggunakan uji SEM menunjukan lapisan tipis epoksi resin – TiO2 dan carbon nanotube terlihat butir yang rapat dan seragam serta memiliki ketabalan yang bervariasi dari 18,8 μm hingga 563 μm .Nanocomposite thin layers composed of epoxy resin-TiO2 with addition of doping carbon nanotubes variation of 0.2% and 0.6% has been successfully created. The mechanical properties of nanocomposite was tested to determine the value of tensile strength and elastic modulus. While the optical properties of the test was conducted to see the morphology of the surface. The characterization of the mechanical properties by using a tensile test showed that the effect of adding titanium dioxide to the epoxy resin sample has elastic properties and has a tensile strength value of 22.75 MPa, while the value of the elastic modulus of the sample obtained at 615 MPa. The addition of doping carbon nanotubes 0.2% and 0.6% decreased by 18.75 MPa and 17.54 MPa. Extra elastic modulus at 0.6% doping carbon nanotubes have a value of 415 MPa and is quite elastic. whereas the addition of 0.2% doping carbon nanotube has a value of 0 MPa it indicates that the sample tesebut possess a brittle, easily broken. This happens because when the addition of hardener mass does not correspond to samples made so that during the curing process, where the process of drying the thin layer sample polymerized so that a decline in the value of tensile strength and elastic modulus were obtained. Characterization of optical properties using SEM test shows a thin layer of epoxy resin - TiO2 and carbon nanotube looks dense and uniform grain and has ketabalan varied from 18.8 μm to 563 μm.
1333416670H1H012017PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DENGAN KANDUNGAN PROTEIN BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN TAMBRA (Tor tambra)Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan kandungan protein berbeda terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian (LPH), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan sintasan (SR) benih ikan tambra (Tor tambra). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Kadar protein yang diberikan pada masing – masing perlakuan sebesar 25% (P1), 30% (P2) dan 35% (P3). Hasil ANOVA menunjukan bahwa pemberian pakan dengan kandungan protein berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap sintasan benih ikan tambra (Tor tambra). Nilai pertumbuhan dan sintasan tertinggi yaitu pada perlakuan P2 dengan kandungan protein 30% . Pemberian pakan dengan kandungan protein 25%, 30% dan 35% pada benih ikan tambra dapat mempengaruhi pertumbuhan tetapi tidak mempengaruhi sintasan benih ikan tambra (Tor tambra). Kisaran kualitas air selama penelitian masih dinyatakan layak untuk pemeliharaan ikan tambra, yaitu suhu air berkisar antara 24 – 28 ⁰C, pH air berkisar 7 dan DO berkisar antara 6 – 7 ppm.

This study was conducted to determine the effect of feeding using different protein levels on the growth of tambra (Tor tambra) the absolute growth (AG), average daily growth rate (ADGR), specific growth rate (SGR) and survival rate (SR) were observed. A completely randomized design (CRD) was applied using three treatment and six replication. The feed protein levels gave 25% (P1), 30% (P2) and 35% (P3), respectively. The results showed that protein levels gave significantly different (P<0,05) to the growth of juvenile Tor tambra, however it the protein levels were not significanly different (P>0,05) to the survival rate. The most increasing of growth and survival rate in P2 with a protein level of 30%. The optimals levels of different protein in Tor tambra is 25%, 30% dan 35% affected for growth but not affected for survival rate of tambra (Tor tambra). The range of water quality during the study was declared eligible for pisciculture tambra, the water temperature ranges between 24-28 ⁰C, water pH ranges 7 and DO ranges between 6-7 ppm.
1333516673E1A012033KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI MAHKOTA (KROONGETUIDE) DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN ENGELINE (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 863/Pid.B/2015/PN.Dps)Keterangan saksi merupakan alat bukti yang paling utama dalam perkara pidana. Boleh dikatakan, tidak ada perkara pidana yang luput dari pembuktian alat bukti keterangan saksi. Hampir semua pembuktian perkara pidana, selalu bersandar kepada pemeriksaan keterangan saksi. Dalam tindak pidana yang dilakukan oleh beberapa orang terdakwa dalam suatu berkas perkara yang terpisah (splitsing), tidak jarang menggunakan saksi mahkota dalam mengungkap fakta hukum dan fakta peristiwa karena keterbatasan alat bukti. Hakim berhak untuk mempertimbangkan atau tidak mengenai kesaksian yang diberikan oleh saksi mahkota tersebut. Disinilah yang menjadi pertanyaan, ketika saksi mahkota keterangannya diindahkan oleh majelis hakim, maka bagaimanakah kekuatan pembuktiannya. Maka berdasarkan pada uraian tersebut penulis tertarik untuk meneliti serta menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul : Kekuatan Pembuktian Saksi Mahkota (Kroongetuide) Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Engeline (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 863/Pid. B/2015/PN.Dps).
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian saksi mahkota dalam tindak pidana pembunuhan Engeline pada Putusan Nomor 863/Pid. B/PN.Dps dan mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap Putusan Nomor 863/Pid. B/2015/PN.Dps.
Sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan bahwa kekuatan pembuktian saksi mahkota adalah sama dengan kekuatan pembuktian keterangan saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Oleh karena itu, kekuatan pembuktian keterangan saksi mahkota dalam Putusan Nomor 863/Pid. B/2015/PN.Dps merupakan alat bukti yang sah dan hakim bebas untuk menerima maupun menolak keterangan dari saksi mahkota di dalam persidangan, serta nilai kekuatan pembuktian keterangan saksi mahkota tergantung pada penilaian hakim. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap Terdakwa, Majelis Hakim telah mempertimbangkan beberapa aspek, diantaranya yaitu : aspek yuridis, aspek sosiologis, dan aspek filosofis. Sehingga Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan melakukan eksploitasi terhadap anak dan menelantarkan anak dan perlakuan diskriminasi terhadap anak, oleh karenanya Terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama seumur hidup.
Witness testimony is the primary evidence in criminal cases. Arguably, there is no escape from the criminal case of proof of evidence statements of witnesses. Almost all proving criminal cases, always rely on the examination of witness testimony. In the criminal acts committed by several people accused in a separate case file (splitsing), it is not uncommon to use a crown witness in the facts, the legal and factual events because of limited evidence. The judge is entitled to consider or not the testimony given by the crown witness. Here is the question, when the crown witness testimony disregarded by the judges, then how is the strength of evidence. So based on the description the author is interested in studying as well as the results poured in a thesis entitled: Strength of Evidence Witness Crown (Kroongetuide) In Crime Murder Engeline (Judicial Review Decision Number : 863/Pid. B/ 2015/PN.Dps).
Based on the above, this study aims to determine the strength of evidence the crown witness in a criminal act of murder Engeline in Decision Number : 863/Pid. B/PN.Dps and know the legal considerations of the judge in the criminal verdict against Decision Number : 863/Pid. B/2015/PN.Dps.
So as to obtain a conclusion that the crown witness the strength of evidence is the same as the strength of evidence statements of witnesses filed by the Prosecutor. Therefore, the strength of evidence statements of witnesses crown in Decision Number : 863/Pid. B/2015/PN.Dps constitute valid evidence and the judge is free to accept or reject the testimony of Crown witnesses in the trial, as well as the value of the strength of evidence statements of witnesses crown depends on the judge's assessment. Basic legal considerations judge in a criminal verdict against the defendant, the judges had to consider several aspects, among which: the judicial aspect, the aspect of sociological and philosophical aspects. So that the defendant has been proven legally and convincingly to have committed the crime of murder and did exploitation against children and child neglect and discrimination against the child, therefore, the defendant was sentenced to imprisonment for life.
1333616827A1H009042PENGARUH PROSES HIDROLISIS PELEPAH NIPAH MENGGUNAKAN HCl TERHADAP KADAR GULA REDUKSI UNTUK PEMBUATAN BIOETANOLDalam pembuatan etanol dari bahan baku pelepah nipah, harus dilakukan proses hidrolisis terlebih dahulu untuk memecah selulosa menjadi gula baru kemudian dilajutkan ke proses fermentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Oktober 2016 di Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan konsentrasi HCl dan waktu hidrolisis terhadap kadar gula reduksi hasil hidrolisis pelepah nipah 2) mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan jenis dan konsentrasi mikroba Zymomonas mobilis dan Saccharomyces cerevisiae terhadap kadar etanol hasil fermentasi pelepah nipah. Penelitian ini menggunakan 2 faktor perlakuan pada proses hidrolisis yaitu konsentrasi asam HCl 2 M, 3 M, serta waktu hidrolisis 1, 2, 3, 4, dan 5 jam. Proses fermentasi penelitian dilakukan selama 6 hari menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu jenis mikroba Zymomonas mobilis dan Saccharomyces cerevisiae, serta konsentrasi mikroba 5%, 7,5% dan 10%. Hasil dari penelitian ini adalah 1) kombinasi perlakuan konsentrasi HCl dan waktu hidrolisis berpengaruh nyata terhadap kadar gula reduksi. Kadar gula reduksi tertinggi didapat pada kombinasi perlakuan HCl 3M 5 jam hidrolisis yaitu 0,275% 2) pada proses fermentasi, etanol hanya terbentuk pada perlakuan Saccharomyces serevisiae 10% ulangan ke-2 yaitu 0,384 %. Manufacture of ethanol from raw materials the midrib nypa, to be done hydrolysis first, break down cellulose into sugar then continue to the process of fermentation .This study was conducted in may - october 2016 in a laboratory technique thermal system and renewable energy , the faculty of agriculture Jenderal Soedirman University .This study aims to 1 ) to examine the combined effect the concentration of hcl treatment and time the hydrolysis of against the sugar content of the reduction of the results of the hydrolysis of the midrib nypa 2 ) to examine the combined effect treatment type and the concentration of microbes Zymomonas mobilis and Saccharomyces cerevisiae against levels of ethanol a result of fermentation the midrib nypa .This research uses 2 factors treatment on hydrolysis acid which is the concentration of HCl 2 M , 3 M , time as well as the hydrolysis of 1 , 2 , 3 , 4 , and 5 hours .The process of fermentation the research was done in 6 days of use 2 factors treatment namely the kinds of microbes Zymomonas mobilis Saccharomyces cerevisiae and, concentration microbes 5 % , 7.5 % and 10 % .The result of this research is 1 ) a combination of treatment concentration HCl and time hydrolysis had have real impact on sugar reduction .Sugar reduction highest acquired at combination treatment HCl 3 M five hours hydrolysis namely 0,275 % 2 ) in the process of fermentation , ethanol form only in treatment Saccharomyces serevisiae 10 % remedial 2nd namely 0,384 % .
1333716674E1A012209PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA TERHADAP MANTAN SEKRETARIS PRESIDEN DIREKTUR PT XL AXIATA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 317/Pid.B/2015/PN.Grt)Pembuktian merupakan ketentuan yang mengatur alat-alat bukti yang dibenarkan undang-undang yang boleh dipergunakan oleh hakim guna membuktikan kesalahan yang didakwakan. Pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan penting dalam proses pemeriksaan sidang pengadilan. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Garut dengan register perkara Nomor 317/Pid.B/2015/PN.Grt terjadi pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Terdakwa Andi Wahyudi dan dalam pembuktiannya, Terdakwa memenuhi unsur Pasal 183 KUHAP karena di dalam perkara ini terdapat lebih dari satu alat bukti. Hakim telah memeriksa 5 alat bukti berupa: 15 orang saksi, keterangan ahli, Surat Visum et Repertum, petunjuk dan keterangan terdakwa. Sehingga hakim memperoleh keyakinan atas kesalahan terdakwa yang terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, karena terbukti merencanakan terlebih dahulu melakukan pembunuhan kepada korban. Berdasarkan atas pertimbangan Pasal 193 ayat (1) KUHAP pada hasil penelitian terhadap putusan Pengadilan Negeri Garut dengan register perkara Nomor 317/Pid.B/2015/PN.Grt dengan terdakwa Andi Wahyudi telah terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP sebagaimana dalam dakwaan kesatu primair dengan dijatuhi pidana penjara seumur hidup dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan membebankan biaya kepada terdakwa sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).Prooving is the conditions governing the evidence that justified the laws that may be used by the judge in order to prove the guilt of the accused. Prooving is an important role in the process of the court. In the District Court Garut No. 317/Pid.B/2015/PN.Grt the case of premeditated murder committed by defendant named Andi Wahyudi and in proof, the defendant satisfies the elements of Article 183 of the Criminal Procedure Code because in this case there is more than one piece of evidence. Judges have examined the 5 evidence of 15 people witnesses, expert testimony, a letter in the form of Visum et Repertum, instructions and information from the defendant. Therefore, the judge obtain a conviction of guilty of committing a crime of murder, because it proved to planed in advance before murdering the victim. Based on the consideration of Article 193 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code on the result of the decision of the District Court of Regensburg with the register number 317 / Pid.B / 2015 / PN.Grt with Andi Wahyudi as defendant has been proven in committing the crime of premeditated murder and punishable as provided in Article 340 Criminal Code Law as well as in the primary to the first charge sentenced to imprisonment for lifetime with the command that the defendant got detention and charged in total Rp. 5.000, - (five thousand rupiah).
1333816662A1H009011PENGARUH KONSENTRASI H2SO4 DAN WAKTU HIDROLISIS TERHADAP
KADAR GULA REDUKSI PELEPAH NIPAH UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL
Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak berbasis fosil yang dapat dibuat dari biomassa dengan komponen utama pati atau selulosa. Komponen pati masih dimanfaatkan manusia sebagai bahan pangan sehingga perlu dicari komponen lain sebagai bahan baku bioetanol, salah satu yang berpotensi adalah pelepah nipah dengan kandungan selulosanya yang cukup tinggi. Salah satu tahapan dalam pembuatan bioetanol dari pelepah nipah adalah dengan hidrolisis yang bertujuan untuk merombak polisakarida-selulosa menjadi monosakarida-glukosa. Faktor yang berpengaruh dalam hidrolisis antara lain konsentrasi asam dan waktu hidrolisis; dan faktor yang berpengaruh dalam fermentasi antara lain konsentrasi starter dan waktu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh perlakuan konsentrasi H2SO4 dan waktu hidrolisis untuk menghasilkan kadar gula reduksi optimum dan 2) konsentrasi Saccharomyces cerevisiae dan waktu fermentasi untuk menghasilkan kadar etanol yang optimum. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Mei hingga Oktober 2016 di Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor hidrolisis dengan sepuluh kombinasi perlakuan dan tiga kali ulangan; dan dua faktor fermentasi dengan enam kombinasi perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor-faktor yang diuji yaitu konsentrasi H2SO4, yaitu 2 M dan 3 M; waktu hidrolisis 1, 2, 3, 4, dan 5 jam; konsentrasi Saccharomyces cerevisiae, yaitu 5 % (v/v) dan 10 % (v/v); waktu fermentasi 2, 4, dan 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi H2SO4 2 M dengan waktu hidrolisis selama 4 jam merupakan perlakuan yang menghasilkan kadar gula reduksi optimum 0,12 %. Konsentrasi H2SO4 yang dibutuhkan juga lebih sedikit dan merupakan titik aman tidak terjadinya degradasi gula. Tidak terbentuknya etanol pada fermentasi diduga disebabkan karena kadar gula reduksi substrat fermentasi yang sangat rendah, waktu fermentasi yang kurang, dan terbentuknya produk fermentasi yang lain.Bioethanol is an alternative fuel as a substitute for fuel oil that can be made from biomass with the main components of starch and cellulose. Nipa palm frond cellulose content are high is one that has the potential to be used as bioethanol because not used as human food. One of the stage on bioethanol production from nipa palm fronds is hydrolysis. Hydrolysis reactions result in the breakdown of cellulose polymers into sugars. Hydrolysis is affected by the concentration of catalyst and hydrolysis time period. This research was aimed to know: 1) the influence of sulfuric acid’s concentration and hydrolysis time period to produce the optimum reducing sugar levels and 2) the concentrate of Saccharomyces cerevisiae and fermentation time period to produce the optimum ethanol levels. The research was carried out in May until October 2016 at The Laboratory Techniques of Thermal and Renewable Energy Sysytems. The research used Completely Randomized Design-two factors of hydrolysis with ten treatment combinations and three replications; and two factors of fermentation with six treatment combinations and three replications. The factors tested are sulfuric acid’s concentration, i.e: 2 M and 3 M; hydrolysis time period, i.e: 1, 2, 3, 4, and 5 hour; the concentrate of Saccharomyces cerevisiae, i.e: 5 % (v/v) and 10 % (v/v); and fermentation time period, i.e: 2, 4, and 6 days. Results of research indicated that the sulfuric acid’s concentration of 2 M and hydrolysis time period of 4 hours is the optimum treatments produced reducing sugar levels of 0.12 %. Ethanol is not formed in the fermentation caused reduction sugar is very low and formed another product of fermentation.
1333916676E1A012135POLIGAMI (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Agama Bukittinggi Nomor 081/Pdt.G/2013/PA. Bkt.)
Poligami merupakan perkawinan seorang suami dengan lebih dari seorang istri. Seorang suami yang hendak mengajukan permohonan izin poligami harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya adalah syarat alternatif dan syarat kumulatif. Hakim dalam memberikan putusan harus jeli dalam melihat terpenuhi atau tidaknya syarat-syarat tersebut, seperti yang terdapat pada Putusan Pengadilan Agama Bukittinggi Nomor 081/Pdt.G/2013/PA. Bkt yang akan penulis teliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan izin poligami pada Putusan Pengadilan Agama Bukittinggi Nomor 081/Pdt.G/2013/PA. Bkt. Metode penelitian yang penulis pakai adalah Yuridis Normatif dengan pendekatan kasus.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai oleh Hakim Bukittinggi kurang tepat karena hakim mengabulkan dan memberikan izin poligami sedangkan tidak satupun syarat alternatif terpenuhi.
Polygami is Mariage between a husband with more than a wife. A husband who want to submit a polygamy permission have to completed any requirement, among alternatve’s requirement and cumulative’s requirement. When judge give the verdict, he must be carefull when see that husband completed a requirements or not. As in werdict Putusan Pengadilan Agama Bukittinggi Nomor 081/Pdt.G/2013/PA.Bkt. which verdict will writer write.
The purpose of this writing is for knowing judge’s law consideration who accept the polygamy permissiom on verdict Putusan Pengadilan Agama Bukittinggi Nomor 081/Pdt.G/2013/Pa.Bkt. The method of this writing is Yuridis Normative.
The result of the writing showed that Judge’s law consideration which used bt Bukittinggi’s Judges is not accurate because judges accept the polygamy permission although husband not completed the alternative’s requirements.
1334016675E1A011066Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Jasa Pengiriman Barang di PT. Panca Kobra Sakti Purwokerto Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan KonsumenPT. Panca Kobra Sakti adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman barang yang ruang lingkup pengirimannya dikhususkan hanya di Pulau Jawa. Sistem pengiriman barang yang digunakan oleh PT. Panca Kobra Sakti masih manual, dimana pengirim datang ke kantor agen untuk menyerahkan barang kirimannya kemudian membayar sejumlah uang yang sudah ditentukan oleh PT. Panca Kobra Sakti sesuai dengan tujuan pengiriman. Barang yang diserahkan oleh pengirim tersebut lantas di sortir untuk dikirim ke masing-masing tujuan menggunakan angkutan darat. Dalam proses pengiriman, resiko barang menjadi rusak atau bahkan hilang pastilah ada. Kejadian kerusakan barang pada saat proses pengiriman pernah terjadi kepada salah satu konsumen jasa pengiriman barang PT. Panca Kobra Sakti. Barang kirimannya adalah 1 unit sepeda motor. Motor tersebut mengalami rusak di beberapa bagian. PT. Panca Kobra Sakti memberikan ganti rugi tetapi nilainya tidak senilai atau tidak setara dengan kerusakan yang terjadi. Hal ini tentu sangat merugikan konsumen karena hak konsumen untuk mendapatkan ganti kerugian tidak sepenuhnya terpenuhi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen atas kerugian yang diderita akibat proses pengiriman barang oleh PT. Panca Kobra Sakti Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif kualitatif yaitu metode pendekatan dengan undang-undang. Spesifikasi penelitian adalah spefikasi deskriptif dengan menguraikan secara jelas kemudian dikaitkan dengan teori hukum dan praktek hukum positif yang dihubungkan dengan penelitian yang dilakukan.
PT. Panca Kobra Sakti Purwokerto sudah memberikan perlindungan kepada konsumennya tetapi tidak sepenuhnya, karena kewajiban untuk memberikan ganti rugi tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Kata Kunci: Tanggung jawab PT. Panca Kobra Sakti, Ganti Rugi, Perlindungan Konsumen
LEGAL PROTECTION TO CONSUMER OF GOODS DELIVERY SERVICE IN PT. PANCA KOBRA SAKTI PURWOKERTO BY LAW 8, 1999 ON CONSUMER PROTECTION
By:
ASRI VITADIANI
E1A011066
ABSTRACT
PT. Panca Kobra Sakti is a company engaged in the delivery of goods that the scope of delivery exclusively only in Java. Delivery systems used by PT. Panca Kobra Sakti is still manual, which the sender come to the office to hand over the goods then pays an amount of money that has been determined by the PT. Panca Kobra Sakti in accordance with the destination. The goods handed over by the sender then be sorted to be sent to each destination using land transportation. In the process of delivery, there is always risk of goods being damaged or even lost. The incidence of damage to goods during transportation ever happened to one consumer of PT. Panca Kobra Sakti goods delivery services. The item was one unit motorcycle. The motor was damaged in some parts and PT. Panca Kobra Sakti provide compensation, but the value was not equivalent to the damage. This is very detrimental to consumer because the consumer's right to obtain compensation is not fully met.
This study aims to determine the legal protection to consumers for losses as a result of the delivery of goods services by PT. Panca Kobra Sakti Purwokerto. This study uses a normative qualitative approach that is approach to law. Research specifications is descriptive with the outlines clearly then associated with legal theory and practice of positive law that linked to the research conducted.
PT. Panca Kobra Sakti Purwokerto already provides protection to consumers but not entirely, because the obligation to provide compensation is not in accordance with the provisions of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection.
Keywords: Responsibility of PT. Panca Kobra Sakti, Compensation, Consumer Protection