Artikelilmiahs
Menampilkan 13.361-13.380 dari 49.634 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13361 | 16699 | A1L012095 | APLIKASI PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PENAMPILAN ENAM GENOTIPE KEDELAI (Glycine Max (L.) Merril) | Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia. Penggunaan pupuk hayati mikoriza mampu membantu ketersediaan fosfor dan memberikan keragaman penampilan pada berbagai genotipe kedelai. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) mengetahui keragaman penampilan enam genotipe kedelai terhadap aplikasi pupuk hayati mikoriza; 2) mengetahui genotipe kedelai dengan penampilan terbaik pada aplikasi pupuk hayati mikoriza; 3) mengetahui interaksi antara pupuk hayati mikoriza dengan genotipe terhadap penampilan kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 110 m dpl. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari s.d. Mei 2016. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yang diuji adalah pupuk hayati mikoriza (0 g/lubang tanam) dan 5 g/lubang taman). Faktor kedua adalah enam genotipe kedelai (Slamet, Grobogan, A635, A315, Pr 74 dan Pr 76). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buku utama, jumlah buku total, jumlah polong isi, jumlah polong total, bobot biji per tanaman, bobot biji petak efektif, bobot 100 biji, indeks panen dan persentase infeksi akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati mikoriza berpengaruh terhadap jumlah cabang produktif, bobot biji per tanaman, bobot biji per petak efektif dan indeks panen. Mikoriza meningkatkan bobot biji per tanaman 40 % lebih banyak dibanding tanpa perlakuan. Perlakuan genotipe menunjukkan respon yang beragam pada semua variabel pengamatan kecuali persentase infeksi akar. Genotipe Pr 74 dan Pr 76 memberikan hasil yang paling baik pada semua komponen pengamatan dengan bobot 100 biji terendah. Terdapat interaksi antara mikoriza dan genotipe pada variabel jumlah buku total, jumlah polong isi, jumlah polong total dan persentase infeksi akar. Perlakuan mikoriza pada genotipe Pr 76 memberikan hasil yang paling baik dibandingkan dengan genotipe lainnya. | Soybean is one of the strategic food commodities in Indonesia. The use of mycorrhizal biofertilizer are able to help the availability phosphorus and provide diversity results in a variety of soybean genotypes. The aims of this study was to: 1) understand the diversity of the performance of six soybean genotypes to the application of mycorrhizal biofertilizer; 2) determine soybean genotypes with the best performance by mycorrhizal biofertilizer application; 3) determine the interaction between the biofertilizer mycorrhizal with soybean genotypes to performance of soybean. This research was conducted in the Village Karangwangkal, District of North Purwokerto, Banyumas at an altitude of 110 meters above sea level. The research was conducted from February until May 2016. Experiments using a split plot design with two factors and three replications. The first factor tested is biofertilizer mycorrhizal (0 gram/planting hole and 5 grams/planting hole). The second factor is six soybean genotypes (Slamet, Grobogan, A635, A315, Pr 74 and Pr 76). The variables observed were plant height, number of productive branches, number of major books, total number of books, number of filled-pods, total number of pods, grain weight per plant, grain weight per swath effective, weight of 100 seeds, harvest index and percentage of root infection. The results showed that biofertilizer mycorrhizal affect to number of productive branches, grain weight per plant, grain weight per swath effective and harvest index. Mycorrhizal increase grain weight per plant 40% than without treatment. Treatment genotype gives mixed response to all variables observed except percentage of root infection. Genotype Pr 74 and Pr 76 give the best results in all variables observation with the lowest weight of 100 seeds. There are interaction between biofertilizer mycorrhizal and genotype on variable total number of books, number of filled-pods, total number of pods and percentage of root infection. Treatment of biofertilizer mycorrhizal on genotype Pr 76 provides the best result compared to other genotypes. | |
| 13362 | 16693 | H1F012085 | STUDI GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN ANALISIS ZONA OVERPRESSURE, LAPANGAN ROSMALAWATI, CEKUNGAN KUTAI | Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan minyak dan gas, eksplorasi minyak dan gas di Indonesia selalu dilakukan guna memenuhi keperluan yang selalu meningkat setiap waktu. Eksplorasi minyak dan gas banyak dilakukan beberapa daerah termasuk cekungan Kutai, Kalimantan Timur yang memiliki banyak kandungan minyak dan gas didalamnya. Kendala-kendala eksplorasi minyak dan gas sering sekali dijumpai dengan berbagai macam faktor yang mempengaruhi seperti faktor geologi yang terdapat pada daerah pengeboran. Kendala-kendala ini yang membuat sumur pengeboran menjadi kick atau blowout, maka dari itu studi geologi dalam pengeboran sangat penting sekali untuk diteliti. Mengingat Indonesia ini termasuk kedalam zona Overpressure yang dimana sangat berbahaya jika melakukan pengeboran tidak terkecuali cekungan Kutai, studi geologi untuk mengetahui Overpressure ini sangat penting guna untuk mengetahui mekanisme terjadinya Overpressure, karakteristik serta persebaran zona Overpressure. Dalam melakukan studi geologi dan analisis zona Overpressure ini menggunakan metode interpretasi RFT (Repeat Formation Test) untuk mengetahui mekanisme Overpressure serta Trend Wireline Log (Densitas, Resistivitas, Porositas dan Log Sonic) untuk mengetahui karakteristik, ditambahkan dengan data pendukung menggunakan X-Ray Diffraction dan Ro-Vitrinit untuk menguatkan penyebab utama Overpressure yang terjadi pada daerah penelitian. Sehingga pengeboran yang akan datang bisa meminimalisir terjadinya kick atau blowout yang bisa merugikan dalam melakukan pengeboran. Hasil penelitian mengenai overpressure pada lapangan Rosmalawati mempunyai mekanisem unloading, mekanisme unloading disebabkan oleh kematangan hidrokarbon dan giagenesa mineral lempung. Zona overpressure pada lapangan Rosmalawati dibagi menjadi 2 bagian yaitu zona transisi overpressure pada interval kedalaman 6500-9500 ft,dan zona overpressure pada kedalaman lebih dari 9500 ft. Estimasi mud weight untuk meminimalisir bencana pengeboran dibagi menjadi 3 zona yaitu zona normal pressure dengan memberikan mud weight sebesar 476,8 ft/ 0,1 ppg; zona transisi overpressure dengan memberikan mud weight sebesar 127,58 ft/ 0,2 ppg; dan zona overpressure dengan memberikan mud weight sebesar 233,5 ft/ 0,3 ppg. | Indonesia is one of country is rich in oil and gas, oil and gas exploration in Indonesia has always do in order people the needs of ever-increasing each time. Oil and gas exploration several areas including Kutai Basin, East Kalimantan, which has plenty of oil and gas. Constraints exploration for oil and gas often encountered with the various factors that influence such as geological factors contained in the drilling area. This constraint makes drilling wells into a kick or blowout, and therefore the study of geological deep drilling is very important to study. Given Indonesia is included into the zone of Overpressure which is very dangerous if the drill is no exception Kutai Basin, geological studies to determine the Overpressure is very important in order to know the mechanism of occurrence of Overpressure, characteristics and distribution of Overpressure zone. In conducting geological study and analysis zone Overpressure this method of interpretation RFT (Repeat Formation Test) to determine the mechanism of Overpressure and Trend Wireline Log (density, resistivity, porosity and Log Sonic) to determine the characteristics, added with supporting data using X-Ray Diffraction and Ro-Vitrinite to strengthen the main causes Overpressure that occurs in the area of research. So the upcoming drilling can minimize the occurrence of kick or blowout that could harm the drilling. Results of research on the overpressure in Rosmalawati Field has unloading mechanism, unloading mechanism due to the maturity of hydrocarbon and clay diagenetic. Overpressure zone at Rosmalawati field is divided into two parts, the transition overpressure zone depth interval at 6500-9500 ft, and overpressure zone at depths more than 9500 ft. Mud weight Estimate to minimize the drilling hazard is divided into three zones: the normal pressure to give a mud weight of 476.8 ft / 0.1 ppg; overpressure transition zone to provide mud weight of 127.58 ft / 0.2 ppg; and overpressure zone by providing a mud weight of 233.5 ft / 0.3 ppg. | |
| 13363 | 16695 | D1E012163 | DAYA BUIH DAN WAKTU REHIDRASI TEPUNG PUTIH TELUR MENGGUNAKAN METODE FREEZE DRAYING DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama fermentasi terhadap daya buih dan waktu rehidrasi tepung putih telur yang dibuat menggunakan metode freeze drying. Pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 12 Juli 2016 sampai 10 Agustus 2016 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan dan Laboratarium Riset Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode experimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 : lama fermentasi 3 jam, P2 : lama fermentasi 6 jam, P3 : lama fermentasi 9 jam dan P4 : lama fermentasi 12 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa fermentasi putih telur tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) terhadap daya buih namun, memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) terhadap waktu rehidrasi. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial terhadap waktu rehidrasi menunjukkan persamaan garis Y = 83 - 2.46X (r = - 0.97). Kesimpulan dari penelitian adalah semakin lama fermentasi putih telur menggunakan Saacharomyces cereviceae menghasilkan tepung putih telur dengan daya buih sama dan waktu rehidrasi yang semakin cepat. | The purpose of this experiment is to investigate effects of fermentation time on foam ability and rehydration time egg white powder. The data were taken from July 12nd to August 10th 2016 in Animal Product Laboratory, Animal Science Faculty and Research aboratory of Jenderal Soedirman University Purwokerto. The method used was experimental method using Completely Randomized Design (CRD), with four treatments and five replications. The treatments consisted of P1 = 3 hours fermentation, P2 = 6 hours fermentation, P3 = 9 hours fermentation and P4 = 12 hours fermentation. The data were analyzed using analysis of variance and orthogonal polynomial test. The result showed that fermentation time had no significant effect (P>0.05) on foam ability but had high sicnificant effect (P<0.01) on rehydration time of egg white powder. Orthogonal polynomial test on rehydration time showed line equation Y = 83-2.46X (r = -0.97). In conclusion, different fermentation time of egg white by Sacccharomyces cereviceae results in similiar foam ability but faster egg white rehydration time. | |
| 13364 | 16696 | G1H012047 | Perbedaan Asupan dan Status Gizi pada Pasien Stroke Hemoragik dan Non Hemoragik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | Latar Belakang : Stroke adalah penyakit pada otak berupa gangguan fungsi saraf lokal atau global, munculnya mendadak, progresif, dan cepat. World Health Organitation (WHO) memperkirakan bahwa stroke menyebabkan 5,7 juta kematian di dunia. Stroke dapat disebabkan karena perdarahan atau bekuan. Luas diameter lesi pada pasien stroke hemoragik mengalami peningkatan 20% bila dibandingkan dengan luas lesi pada pasien stroke non hemoragik. Prevalensi kekurangan zat gizi secara signifikan lebih umum pada kelompok stroke hemoragik (62%) dibandingkan dengan kelompok stroke non hemoragik (25%). Dampak yang ditimbulkan dari status gizi kurang pada pasien stroke yaitu dapat meningkatkan mortalitas setelah tiga bulan serangan stroke. Metodologi : Penelitian dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, menggunakan racangan penelitian cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling. Total sampel yang digunakan sebanyak 44 orang, terdiri dari kelompok stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Analasis data menggunakan uji bivariate t independent. Hasil Penelitian : Rata-rata tingkat asupan kelompok stroke hemoragik lebih rendah dibandingkan dengan kelompok stroke non hemoragik. Berdasarkan indeks antropometri LOLA dan IMT, kelompok stroke hemoragik memiliki rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok stroke non hemoragik. Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan asupan dan status gizi pada pasien stroke hemoragik dan non hemoragik. | Background: Stroke is a disease of the brain in form of nerve dysfunction locally or globally, appears in sudden, progressive, and fast. World Health Organization (WHO) estimates that the stroke caused 5.7 million deaths in the world. Stroke can be caused by bleeding or clotting. The wide of diameter of the lesions in patients with hemorrhagic stroke increased 20% compared with the extent of the lesion in patients with ischemic stroke. Prevalence of malnutrition significantly more general in hemorrhagic stroke (62%) than ischemic stroke (25%). The impact of malnutrition in stroke patient can increase mortality after three months onset of stroke. Methods: The research conducted in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital, using a cross sectional study program and using purposive sampling technique. The total of sample used is 44 people, consisting of a group of non-hemorrhagic stroke and hemorrhagic stroke. The analysis of data is using t independent bivariate test. Results: The group average intake levels of hemorrhagic stroke is lower than ischemic stroke. According to the anthropometry index MUAMC and BMI, the hemorrhagic stroke group average is lower than the ischemic stroke. Conclusion: According to the result of statistic analysis, the researcher did not find a significant difference on the intake of nutrient and nutritional status in hemorrhagic stroke and ischemic stroke patient. | |
| 13365 | 16698 | H1F012050 | STUDI GEOLOGI, ALTERASI, DAN MINERALISASI SERTA ANALISIS HUBUNGAN KADAR EMAS DAN PERAK TERHADAP KARAKTERISTIK VEIN GUDANG HANDAK, KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT | Lokasi penelitian berada di daerah Bantar Karet, kecamatan Nanggung, Jawa barat pada projeksi UTM WGS 84 zona 48S dengan koordinat 673.100 mE – 674.150 mE dan 9.263.500 mN – 9.262.100 mN dan merupakan wilayah yang dikelola oleh PT. ANTAM Tbk. Deposit mineralisasi emas dan perak pada komplek tambang Gunung Pongkor, Jawa Barat merupakan salah satu yang terbesar di Pulau Jawa dan sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengamatan langsung dilapangan (mapping surface) dan melalui tambang bawah tanah/Underground mine, selain itu dilakukan juga pengambilan sampling urat untuk uji kuantitatif kadar emas dan perak terhadap tubuh urat pada tiap front yang ada di komplek tambang Gudang Handak elevasi 500 mdpl. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada daerah penelitian terdiri dari satuan batuan piroklastik yang teralterasi dengan intensitas lemah hingga sangat kuat. Dari hasil pengamatan megaskopis, petrografi dan analisis ASD (Analytical Spectral Devices), tipe alterasi yang berkembang di daerah penelitian terdiri dari 4 zona yaitu, Zona Kuarsa ± Serisit ± Karbonat ± Pirit (Zona Filik), Zona Illite ± Kaolinit ± Montmorilonit (Zona Argilik), Zona Klorit ± Illite ± Montmorilonit ± Pirit (Zona Propilitik), Zona Haloysite ± Kaolinit ± Illite (Zona Argilik). Jalur arah mineralisasi akibat rekahan yang ada pada daerah penelitian memiliki arah dominan utara-selatan dan salah satunya ada pada urat Gudang Handak. Karakteristik urat berupa fasies, himpunan mineral, dan tekstur yang hadir pada komplek tambang Gudang Handak cukup beragam. Fasies urat yang hadir terdiri dari Carbonate-Quartz Facies (CQ Facies), Manganese-Oxide-Quartz Facies (MOQ Facies), dan Grey-Sulphide-Quartz (GSQ Facies). Tekstur urat yang dijumpai pada daerah penelitian sangat beragam namun tekstur yang berpengaruh langsung terhadap kadar emas dan perak adalah tekstur primer berupa breccias, massive, crustiform, dan colloform. Himpunan asosiasi mineral pada tubuh urat banyak di dominasi oleh mineral karbonat, kuarsa, manganis dan sulfide. | The research location is in Bantar Karet area, Nanggung district,West Java on UTM WGS 84 Zone 48S projection with the coordinates 673.100 mE – 674.150 mE dan 9.263.500 mN – 9.262.100 mN and a region which is managed by PT. ANTAM Tbk. Deposits of gold and silver mineralization at the mine complex of Pongkor Mountains, West Java is one of the largest in Java Island and interesting to be discussed further. The methods that is used in this research are direct observation in the field (mapping surface) and through the underground mine, beside that take the veins sampling for quantitative test of gold and silver value toward the veins body on every front in the Gudang Handak mine complex with elevation 500 mdpl. The result of this research concludes that the research area consists of pyroclastic lithologies which is alterated with weak to very strong intensity. Based on megascopis observation, petrographic and ASD analysis (Analytical Spectral Devices), the type of alteration that developed in the study area consists of four zones: Zone Quartz ± Sericite ± Carbonate ± Pyrite (Phyllic Zone), Zone Illite ± Kaolinit ± Montmorillonite (argillic Zone ), Zone Chlorite ± illite ± pyrite ± Montmorillonite (propyllitic Zone), Zone Haloysite ± Kaolinit ± illite (argillic zone). The track of Mineralization direction due to fractures that exist in the study area has a dominant north-south direction and one of them is in the Gudang Handak vein. Characteristics of veins in the form of facies, mineral assemblage and texture which is present at the Gudang Handak mine complex quite diverse. Veins Facies consist of Carbonate-Quartz Facies, Manganese-Oxide-Quartz Facies, and Grey-Sulphide-Quartz. Veins texture which is found in the study area is very diverse, but the texture that is directly influence toward the value of gold and silver is the primary texture such as breccias, massive, crustiform, and colloform. The set of mineral associations in veins of the body is dominated by carbonate minerals, quartz, manganis and sulfide. | |
| 13366 | 16785 | A1C012029 | ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI PENGGUNA TRAKTOR DI DESA MARGASANA KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS | Padi merupakan komoditas yang sangat penting dan strategis bagi penduduk Indonesia. Faktor-faktor produksi dalam usahatani padi memengaruhi hasil produksi. Penggunaan faktor produksi yang tepat diharapkan akan menghasilkan produksi yang optimal dan keuntungan yang maksimum bagi petani. Desa Margasana merupakan salah satu desa penghasil padi di Kabupaten Banyumas yang seluruh petaninya telah menggunakan traktor. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan petani padi pengguna traktor, (2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi usahatani padi pada petani pengguna traktor, (3) Menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani padi pada petani pengguna traktor. Penelitian dilaksanakan bulan April hingga Mei 2016 di Desa Margasana. Sampel petani diambil dengan teknik simple random sampling sehingga diperoleh 46 petani sampel. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah (1) Analisis biaya dan pendapatan usahatani, (2) Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, (3) Analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Total biaya yang dikeluarkan pada usahatani padi pada petani pengguna traktor yaitu sebesar Rp19.658.100,00 per hektar dengan penerimaan sebesar Rp30.073.300,00 per hektar dan pendapatan bersih sebesar Rp10.415.200,00 per hektar (2) Faktor produksi luas lahan, benih, dan tenaga kerja secara parsial berpengaruh terhadap hasil produksi padi (3) Penggunaan faktor produksi luas lahan dan benih belum efisien sedangkan faktor produksi tenaga kerja tidak efisien. | Rice is a commodity that is very important and strategic for Indonesian. Production factor in rice production is affecting towards production quantity. Proper use of production factors is expected to obtain optimum production and maximum profit. Margasana village is one of the rice-growing villages in Banyumas which it whole farmers have been using tractors. The aims of this research are to: (1) Find out the cost and the revenue of rice farmers who use tractor, (2) Find out the effect of production factor uses towards rice farming on the farmers who use tractor, (3) Analyzed the efficiency of utilization factor production of rice farming done by farmers who use tractor. The study is conducted at Margasana, on April – Mei 2016. The sampling technic used in this study is Simple Random Sampling and had chosen 46 farmers as respondent. Data retrieval has been done using observation and interview method by questioners. The Analysis methods used in this research are: (1) Cost and revenue Analysis (2) Cobb Douglas production function analysis (3) The utilization of production factor efficiency analysis. The result of this study shows that: (1) The total cost of rice production done by farmers who use tractor is Rp. 19.658.100, 00 per hectare with revenue of Rp. Rp30.073.300, 00 per hectare and Rp10.415.200, 00 per hectare of net income (2) Land area, seed, and labor, were partially affecting towards rice production. (3) the utilization of production factor of land area and seeds had not efficienly utilized yet, while production factor of labor was not efficient at all. | |
| 13367 | 16700 | F1B012039 | Evaluasi Dampak Kebijakan Revitalisasi Pasar Wage di Kabupaten Banyumas terhadap Kesejahteraan Ekonomi Pedagang | Sebagian besar kondisi umum pasar tradisional di daerah umumnya kurang memadai. Hal ini dapat mempengaruhi kesejahteraan ekonomi pedagang, maka dari itu pemerintah daerah melaksanakan program revitalisasi pasar tradisional di Pasar Wage. Setelah pasar direvitalisasi timbul berbagai masalah, seperti turunnya pendapatan pedagang karena sepinya pembeli dan sebagainya. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan. Sasaran penelitian utama adalah pedagang lama yang berjualan di dalam Pasar Wage (kelompok treatment), sedangkan untuk kelompok controlnya adalah pedagang yang berjualan di luar Pasar Wage. Pendekatan evaluasi dalam penelitian ini adalah comparative after only dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel untuk masing-masing kelompok treatment dan kelompok control adalah 75 responden. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok pedagang dilihat dari nilai rata-rata per dimensi. Pada variabel Program Revitalisasi Pasar, dampak belum dirasakan oleh pedagang disebabkan karena lokasi bongkar muat yang jauh dari tempat berdagang, sirkulasi udara dan ventilasi udara yang rendah, kurang baiknya penataan tiap unit bangunan pasar, dan penempatan tempat berdagang yang tidak strategis. Selain itu, untuk variabel kesejahteraan ekonomi pedagang, dampak belum dirasakan oleh pedagang disebabkan karena pengeluaran yang dikeluarkan hampir sama dengan pendapatan yang diterima, daya beli kebutuhan rumah tangga rendah, usaha berdagang semakin menurun, dan menurunnya kemampuan menabung. Artinya Program Revitalisasi Pasar belum memberikan dampak yang positif terhadap tingkat kesejahteraan ekonomi pedagang di Pasar Wage. | Most of the general condition of traditional market in village are inadequate. This is may affect the marketeers economic well being. Therefore, the local government was implmented traditional market revitalisation program in wage market. There was several issues after the market had been revitalised, such as decreasing traders' revenues because of few buyer and so on. Therefore, it needed an evaluation of the impact that arise. The main research target are the old traders who sell inside the Market Wage (treatment group), while for control group are traders who sell outside the Market Wage. The approach in the evaluation research is comparative after only using quantitative method. The sample is taken using proportionate stratified random sampling technique with the numbers of samples for each treatment group and the control group were 75 respondents. The technique of data analysis using frequency distribution, the t-test, and a simple linear regression analysis. The results of the research showed a significant difference between the two groups seen from the average value per the dimensions. The market Revitalization Program variable, the impact has not been felt by traders due to of loading and unloading locations far away from trade, air circulation and ventilation is poor, the lack of good arrangement of each unit of the building market, and the placement of trade is not strategic. In addition, for the merchant economic welfare variable, the impact in the form of economic prosperity has not been felt by traders due to expenses incurred almost the same as earned income, household needs purchasing power is low, trade of business decreased, and decreased ability of saving. Market Revitalization Program has not had a positive impact on the welfare of traders in the Market Wage. | |
| 13368 | 16702 | H1K011041 | STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAIRAN DI TAMAN WISATA PERAIRAN (TWP) KEPULAUAN ANAMBAS | Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas adalah kawasan konservasi laut (KKL) di indonesia yang ditujukan untuk mewujudkan pengelolaan sumberdaya ikan yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas ikan karang karang, kondisi kualitas air dan hubungan kualitas air tehadap struktur komunitas ikan karang. pengambilan data menggunakan metode sensus visual (UVC) dan metode transek garis (LIT) serta menggunakan perhitungan indeks ekologi dan analisis regresi linier berganda. hasil penelitian menunjukan indeks kelimpahan terdistribusi antara 0,64-5,61 ind./m2; keanekaragaman dalam kategori sedang; kemerataan dalam kategori stabil; dominansi dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa hubungan yang berpengaruh nyata atau signifikan antara oksigen terlarut (DO) dengan indeks kelimpahan; salinitas dan oksigen terlarut (DO) dengan keanekaragaman dan salinitas dengan dominansi. | Aquatic Tourism Park of Anambas is one of the Marine Protected Areas (MPAs) in Indonesia, which is intended to achieve sustainable management of fish resources The purpose of this research was to determine the structure of coral reef fish communities, water quality conditions and water quality relation to the structure of reef fish. Retrieval data using visual censuses (UVC) and line transect method (LIT) as well as the use of the calculation index ecology and multiple linear regression analysis. The result showed that the reef fish community include: the abundance between 0,64-5,61 ind./m2; diversity in the medium category; ivenness in stable category; dominance in the low category. Water quality overall is in the optimum range for reef fish communities. Based on the results of the analysis conducted shows that their relationship is real or significant influence between dissolved oxygen (DO) with an in abundance; salinity and dissolved oxygen (DO) with a diversity and salinity with dominance. | |
| 13369 | 16703 | C1C012058 | PENGARUH KARAKTER EKSEKUTIF, PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK (TAX AVOIDANCE) | Penghindaran pajak merupakan tindakan penghematan pajak yang masih dalam koridor perundang-undangan. Karakter eksekutif, proporsi dewan komisaris independen, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan digunakan sebagai variabel bebas yang diperkirakan memberikan pengaruh terhadap penghindaran pajak sebagai variabel terikat yang di proksikan melalui Cash Effective Tax Rate (CETR). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2013 sampai 2015. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah perusahaan manufaktur yang dijadikan sampel sebanyak 25 perusahaan sehingga total sampel penelitian adalah 75 laporan tahunan. Metode analisis yang digunakan peneliti adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi dewan komisaris independen berpengaruh signifikan negatif terhadap penghindaran pajak. Proporsi dewan komisaris independen memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,005. Sedangkan variabel karakter eksekutif, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan. | Tax Avoidance is a tax savings actions that are still in the realm of tax law. Executives character, board of commissioners, firms size, and sales growth are used as independent variables were estimated impact on tax avoidance as the dependent variable and proxied through Cash Effective Tax Rate (CETR). The population in this study is a publicly traded manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange the period 2013 to 2015. The sampling technique was done by purposive sampling. The number of manufacturing companies that used a sample of 25 companies for a total study sample was 75 annual reports. The analytical method used was multiple regression analysis. The results of this study indicate that the board of commissioners has a significant negative effect on tax avoidance. Board of commissioners has significance degree is 0.005. While the variable executives character, firms size, and sales growth didn’t have significant effect on tax avoidance. | |
| 13370 | 16759 | B1J012056 | Keanekaragaman Kultivar Semangka [Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai] di Sentra Semangka Nusawungu, Cilacap | Semangka [Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai] merupakan tanaman dari famili Cucurbitaceae (labu-labuan) yang bersifat semusim. Di Indonesia, semangka memiliki beragam kultivar, keanekaragaman tersebut dapat dilihat dari karakter morfologinya seperti batang, daun, bunga, dan buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman kultivar semangka serta hubungan kemiripan antar kultivar semangka yang terdapat di sentra semangka Nusawungu, Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah survai dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih (purposive sampling). Parameter penelitian terdiri dari karakter morfologi batang, daun, bunga, dan buah dari masing-masing kultivar semangka. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dari karakter morfologinya. Untuk mengetahui hubungan kemiripan dianalisis menggunakan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) dengan software MEGA (Molecular Evolutionary Genetics Analysis) version 5.05. Hasil penelitian diperoleh lima kultivar semangka yaitu C. lanatus ‘Farmers Giant’, C. lanatus ‘Nina’, C. lanatus ‘Black Orange’, C. lanatus ‘Torpedo’, dan C. lanatus ‘Bintang’. Berdasarkan fenogram diperoleh dua kelompok kemiripan. Kelompok I terdiri dari kultivar C. lanatus ‘Torpedo’, C. lanatus ‘Black Orange’, dan C. lanatus ‘Nina’. Kelompok II terdiri dari kultivar C. lanatus ‘Bintang’ dan C. lanatus ‘Farmers Giant’. Hubungan kemiripan terdekat yaitu kultivar C. lanatus ‘Farmers Giant’ dan C. lanatus ‘Bintang’ dengan indeks disimilaritas 0,516. Hubungan kemiripan terjauh yaitu kultivar C. lanatus ‘Nina’ dan C. lanatus ‘Farmers Giant’ dengan indeks disimilaritas 2,338. | Watermelon [Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai] is a plant of Cucurbitaceae family which is include in an annual plant. In Indonesia, watermelon has diversity in its cultivar as can be seen from the stem, leaf, flower, and fruit morphology. This research is aimed to find out the diversity and the similarity relationship of watermelon cultivar in Nusawungu, Cilacap. A survey method was used in this research by taking the samples with a random sampling technique (purposive sampling). This research parameter consisted of stem, leaf, flower, and fruit morphology of each watermelon cultivar. Data of watermelon cultivar morphology were analyzed descriptively and then analyzed based on the similarity relationship with UPGMA method (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) using the MEGA 5.05 software. The result of this research showed that there were five watermelon cultivars namely C. lanatus ‘Farmers Giant’, C. lanatus ‘Nina’, C. lanatus ‘Black Orange’, C. lanatus ‘Torpedo’, and C. lanatus ‘Bintang’. There were two groups of watermelons based on phenetic analysis namely group I consisting of C. lanatus ‘Torpedo’, C. lanatus ‘Black Orange’, and C. lanatus ‘Nina’ cultivars, group II consisting of C. lanatus ‘Bintang’ and C. lanatus ‘Farmers Giant’. The closest similarity was between C. lanatus ‘Farmers Giant’ and C. lanatus ‘Bintang’ cultivars with the dissimilarity index of 0,516. While the most distantly related was between C. lanatus ‘Nina’ and C. lanatus ‘Farmers Giant’ cultivars with the dissimilarity index of 2,338. | |
| 13371 | 16697 | H1H012042 | PENGARUH PADAT TEBAR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN PENDEDERAN I IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac.) PADA SISTEM INDOOR DAN OUTDOOR | Penelitian ini berjudul “pengaruh padat tebar berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan pendederan I ikan gurame (Osphronemus gouramy Lac.) pada sistem indoor dan outdoor. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh padat tebar berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan pendederan I ikan gurame (Osphronemus gouramy Lac.) yang dipelihara pada sistem indoor dan outdoor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x2 dengan 3 kali ulangan. Faktor 1 yaitu padat tebar 50 ekor/m2 (A), padat tebar 100 ekor/m2 (B) dan 150 ekor/m2 (C). Faktor 2 yaitu sistem pemeliharaan indoor (i) dan outdoor (o). Objek penelitian yang digunakan yaitu larva ikan gurame umur 12 hari setelah kuning telur habis sebanyak 1800 ekor dengan berat rata-rata 0,01 g. Variabel utama yang diukur meliputi pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian (LPH), spesifik growth rate (SGR) dan sintasan. Variabel pendukung yaitu kualitas air meliputi temperatur, oksigen terlarut dan pH. Hasil penelitian menunjukkan kisaran pertumbuhan mutlak, LPH dan SGR secara berturut-turut yaitu 0,075-0,113 g, 0,00373-0,00576 g/hari, 10,64-12,42 %/hari. Hasil ANOVA tidak menunjukan perbedaan nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, LPH dan SGR yang disebabkan padat tebar dan sistem pemeliharaan. Sintasan lebih tinggi ditunjukan kombinasi perlakuan Ci yaitu 96,89% diikuti kombinasi perlakuan Bi yaitu 96%. Hasil ANOVA sintasan menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05) yang disebabkan sistem pemeliharaan dan interaksi antara padat tebar dengan sistem pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air meliputi temperatur, DO dan pH masih sesuai untuk budidaya ikan gurame. | This research entitled “effects of different density with growth rate and survival rate first nursery of giant gouramy (Osphronemus gouramy Lac.) on indoor and outdoor system”. The purpose of this research is to determine of the effects of different stocking densities on the growth and survival rate of the first nursery of giant gouramy (Osphronemus gouramy Lac.) on the indoor and outdoor system. This research are used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern 3x2 with the 3 replications. The first factor of the stocking densities are 50 fish/m2 (A), 100 fish/ m2 (B), 150 fish/m2 (C). The second factor is an indoor (i) and outdoor system (o). The object of research are used a giant gouramy larvae age 12 days after the yolk out as many as 1800 fish with an average of weight 0,01 g. The main variables was observed is absolute growth, the Average Daily Growth Rate (ADGR), specific growth rate (SGR) and survival rate. Supported variable was observed is a water quality include temperature, dissolved oxygen and pH. The results had been showed that the absolute growth, LPH and SGR consecutively is 0,075-0,113 g, 0,00373-0,00576 g/day, 10,64-12,42 %/day. ANOVA test results had been showed there is no significant differences (P>0,05) on absolute growth, LPH and SGR caused by stocking density and system maintenance. The higher of survival rate showed by combination treatment Ci that is 96,89% following by combination treatment Bi, that is 96%. ANOVA test on survival rate had been showed a significant differences (P<0,05) cased by maintenance system and interaction between stocking densities with maintenance system. The results showed that the water quality include temperature, DO and pH are still suitable for the cultivation of gouramy. | |
| 13372 | 16705 | H1C010047 | RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI DINI UNTUK IDENTIFIKASI PENYAKIT TULANG DAN PERSENDIAN PADA LANSIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTIC HIERARCHY PROCESS)BERBASIS KOMUNITAS | Kerusakan atau penyakit pada tulang dan persendian sangat beragam. Gejala yang dirasakan pun berbeda – beda untuk setiap penyakit. Ketidaktahuan masyarakat akan gejala dan resiko penyakit tulang dan persendian tersebut membuat masyarakat menganggap remeh gejala – gejala tersebut. Padahal ada beberapa penyakit tulang dan persendian yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian jika tidak ditangani sejak dini.Sistem deteksi penyakittulang dan sendi pada lansia dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang menggunakan gejala berbasis komunitas sebagai basis datanya diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pusat kesehatan masyarakat untuk mendeteksi gejala awal dari osteoporosis maupun osteoartritis tanpa melalui uji klinis, sehingga masyarakat bisa memeriksakan gejala yang dirasakan ke puskesmas terdekat dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan demikian penanganan dini terhadap gejala penyakit tulang dan sendi pada lansia bisa dilakukan sebelum penyakit tersebut bertambah parah. | Damage or disease of the bones and joints are very diverse. Symptoms are felt any different for each disease. Public ignorance of the symptoms and the risk of bone and joint diseases is making people underestimate the symptoms. Though there are some bone and joint diseases that can cause paralysis and even death if not treated early. The detection system of bone and joint disease in the elderly using Analytic Hierarchy Process ( AHP ), which uses community-based symptoms as its database is expected to be used by community health centers to detect early symptoms of osteoporosis or osteoarthritis without going through clinical trials, so that people can check your symptoms to the nearest health clinic with a more affordable cost. Thus early treatment of the symptoms of bone and joint diseases in the elderly can be done before the disease worsens. | |
| 13373 | 16704 | A1L009010 | PENGARUH SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI UMBI BIBIT PADA DUA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN RENDAH PADA SISTEM AEROPONIK | Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendapatkan suhu zone cooling yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang dengan sistem aeroponik di dataran rendah, (2) mengetahui pertumbuhan dan hasil benih kentang yang terbaik pada suhu yang berbeda pada setiap varietasnya dengan sistem aeroponik di dataran rendah dan (3) mengkaji pengaruh kombinasi varietas dan suhu terhadap hasil kentang dengan sistem aeroponik di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Laboratorium Pemuliaan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwoketo. Penelitian ini berlangsung empat bulan dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai dengan Januari 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah suhu yaitu : kontrol (suhu ruang), 15 °C dan 20 °C. Faktor kedua adalah varietas yaitu : Varietas Atlantik dan Varietas Granola. Variabel pengamatan yaitu : tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot umbi per tanaman, jumlah umbi per tanaman dan diameter umbi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, apabila hasil penghitungan statistikanya terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh suhu zone cooling terhadap pertumbuhan kentang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman kentang dan pengaruh suhu zone cooling terhadap hasil tanaman kentang berpengaruh nyata terhadap semua variabel hasil tanaman kentang. Namun, aplikasinya terhadap penggunaan varietas kentang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah umbi per tanaman. Adanya interaksi antara suhu zone cooling dan varietas tanaman kentang terhadap bobot segar tanaman, bobot segar dan bobot kering akar, bobot umbi per tanaman, dan diameter umbi. | The purposes of this research are : (1) to get the best cooling zone temperature on the growth and yield of seed potatoes to the aeroponic system in the lowland, (2) to determine growth and yield of the best seed potatoes at different temperatures on each of varieties with an aeroponic system in the lowland and (3) to assess the combination af variety and temperature on the results of potato with aeroponic system in the lowland. The research was conducted in the greenhouse Breeding Laboratory of Plant Biotechnology, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwoketo. This research is passed off four months and implemented in October 2013 to January 2014. This research uses a Completed Randomized Block Design factorial model, with three replications consisting of two factors. First factor is the temperature, namely: control (room temperature), 15 °C and 20 °C. Second factor is the variety which are: Variety of the Atlantic and Granola variety. The observation variable i.e plant height, number of leaf, root length, fresh weight of plants, plant dry weight, root fresh weight, dry weight of root, tuber weight per plant, number of tubers per plant and tuber. The data were analyzed by F test, if the result of its statistical calculation there are real differences continued with Duncan Multiple Range Test at 5% level. The result shows that the cooling zone temperature effect on the growth of potato has significantly effect to the number of leaves of potato plants and cooling zone temperature effects on crop yield of potato has significantly effect to potato crops all outcome variables. However, its application to the use of varieties of potato has not significantly effect to plants height and the number of tubers per plant. There is interaction between the temperature of the cooling zone and the potato crop variety to plant fresh weight, fresh weight and dry weight of root, tuber weight per plant, and the diameter of the bulb. | |
| 13374 | 16707 | F1I012029 | Peran Asian Development Bank (ADB) dalam meningkatkan Kesetaraan Gender di Filipina melalui Country Partnership Strategy Tahun 2011-2015 | Penelitian ini berjudul “Peran Asian Development Bank (ADB) dalam Meningkatkan Kesetaraan Gender di Filipina Melalui Country Partnership Strategy 2011-2015”. Di dalam penelitian ini, penulis akan menganalisa peran ADB sebagai organisasi internasional yang bergerak di bidang pembangunan dalam meningkatkan kesetaraan gender di salah satu negara anggotanya yakni Filipina melalui kerja sama kedua pihak yang disebut Country Partnership Strategy atau Strategi Kemitraan Negara. Adapun batasan periode yang akan dianalisa yakni dari tahun 2011 sampai 2015. Dari penelitian dan analisa penulis, diperoleh suatu kesimpulan bahwa ADB melalui kerja sama CPS telah berperan dalam meningkatkan kesetaraan gender di Filipina dengan invenstasinya di bidang-bidang penting seperti pendidikan dan kesehatan, ekonomi, perlindungan sosial, akses terhadap SDA dan infrastruktur, serta reformasi manajemen sektor publik di Filipina. | This research tittled “The Role of Asian Development Bank (ADB) for Improving Gender Equality in Philippine through Country Partnership Strategy 2011-2015”. In this research, the author would analyze the role of ADB as an international organization that working in field of development, in promoting gender equality in one of the member countries namely Philippines through cooperation between ADB and Philippines called The Country Partnership Strategy. The limitation period will be analyzed since 2011 to 2015. From the research and analysis, obtained a conclusion that ADB through CPS has been instrumental in promoting gender equality in Philippines with their investment in important areas such as education and health, economic, social protection, access to natural resources and infrastructure, as well as management reform in public sector in Philippines. However, to promote gender equality more significant should be an evaluation related to programs that are implemented. | |
| 13375 | 16708 | A1L011146 | KAJIAN FISIOLOGI PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KACANG HIJAU DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK DI TANAH ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui tanggap masing-masing varietas kacang hijau yang ditanam di lahan Ultisol terhadap sifat fisiologi pertumbuhan dan hasil, 2) Mengetahui pengaruh jenis pupuk organik terhadap sifat fisiologi pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang ditanam di lahan Ultisol, 3) Mengetahui interaksi antara varietas kacang hijau dengan jenis pupuk organik terhadap fisiologis pertumbuhan dan hasil. Penelitian ini dilaksanakan di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Juli – September 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah varietas kacang hijau (Vima-1, Betet, Murai) dan jenis pupuk organik (pupuk limbah kotoran ayam, bokhasi limbah rumen sapi, dan limbah sayuran pasar). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan tanaman (LPT), laju pertumbuhan relatif (LPR), laju asimilasi bersih (LAB), kadar klorofil, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, panjang polong per tanaman dan jumlah biji per tanaman. Data dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua varietas kacang hijau memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot 100 biji, varietas Betet dan Murai adalah varietas terbaik. Penggunaan pupuk organik limbah kotoran ayam dan bokhasi limbah rumen sapi mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada hampir semua variabel pengamatan kecuali variabel laju asimilasi bersih 1 (LAB) serta kandungan klorofil a dan klorofil b. Terjadi interaksi antara varietas kacang hijau dengan jenis pupuk organik yakni pada variabel jumlah biji per tanaman, varietas Vima-1 apabila diberi pupuk organik limbah kotoran ayam (V1P1) memberikan hasil tertinggi (241,33) sedangkan varietas Betet terbaik apabila diberi pupuk organik bokhasi limbah rumen sapi (V2P2) | This research was aimed to 1) know the response of each varieties of mung bean planted in ultisol against plant physiology and result, 2) know the effect of different types of organic fertilizer against plant physiology and product of mung bean planted in ultisol, 3) know the interaction between mung bean and 3 types of organic fertilizer against the plant physiologi and the result. This research was conducted in the Screen House in Faculty of Agriculture, Jendral Soedirman University, North Purwokerto, started from july until September 2015. The design of experiment was Randomize Group Design 12 treatments and 3 repetitions. Three types of mung bean (Vima-1, Betet, Murai) and three types of organic fertilizer (chicken manure, cow rumen manure bokashi, vegetable waste) are used in this research. The observed variable were height, leaves, leaf area, plant growth rate, relative growth rate, net assimilation rate, chlorophyll level, seed weight per plant, weight of 100 seed, length of pod per plant, amount of seed. One way anova was used to analysed the data, continued with DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) if there is 5% statistical mistake. The result showed significant growth and result in some variables which are height, leaves and weight of 100 seeds, however, betet and murai is the best varieties. Chicken manure and cow manure bokhasi gave significant growth and result in mung bean on all vaiables except net assimilation rate along with the level of chlorophyll of a and b. there is interaction betweent varieties of mung bean and types of organic fertilizer in some variables which are seed per plant in varieties Vima-1 with chicken manure (V1P1) the highest yield (241,33) while the best varietis Betet when fed with cow manure bokhasi (V2P2). | |
| 13376 | 16709 | H1A012008 | ekstraksi zat warna daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan aplikasinyanya sebagai indikator untuk deteksi urea | Biosensor merupakan metode analisis yang menggabungkan senyawa biologis dengan sistem pendeteksi. Salah satu sistem pendeteksi yang banyak dikembangkan adalah kolorimetri yaitu penentuan konsentrasi analit diukur berdasarkan perubahan warna. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) sebagai indikator biosensor pendeteksi urea. Daun bayam diekstrak menggunakan dua pelarut yaitu akuades dan etanol:HCl. Ekstrak ini kemudian diuji stabilitas dan kinerjanya menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstraksi zat warna daun bayam merah menghasilkan warna merah pekat menggunakan pelarut akuades dan berwarna ungu menggunakan pelarut etanol:HCl. Ekstrak etanol:HCl dan ekstrak akuades nilai absorbansinya menurun dengan peningkatan pH, penambahan oksidator (H2O2) dan reduktor (asam askorbat). Pengaruh pemanasan pada ekstrak akuades menurunkan absorbansinya, sedangkan pada ekstrak etanol:HCl meningkatkan absorbansinya. Hasil pengujian ekstrak untuk indikator deteksi urea menunjukkan korelasi yang positif antara perubahan warna dan peningkatan konsentrasi urea, dengan ekstrak etanol:HCl lebih baik dengan slope yang lebih tinggi dari pada akuades yang ditandai dengan kurva standar dengan persamaan regresi y = -0,001x + 0,5928 dengan nilai R² = 0,9332 | Biosensor is an analytical method that combines biological compounds with the detection system. One of the detection systems widely developed is colorimetric, which is the determination of analyte concentration by a color change. The aim of this work was to study red spinach leaf extracts (Amaranthus tricolor L.) as an indicator of urea biosensor. Spinach leaf was first extracted by using two different solvents of distilled water and ethanol-HCl. Then, the extract stability and performance were tested using a spectrophotometer. The result shows that the extraction of red spinach leaves produce a dark red solution by distilled water solvent and purple solution by ethanol-HCl solvent. Further study showed the absorbance of both extract decreases by increasing pH, addition the oxidizing agent (H2O2) and reducing agent (ascorbic acid). The effect of heating on the water-based extract decreased the absorbance, while the absorbance on the ethanol-HCl-based extract increases. The extracts for detection of urea indicators shows a positive correlation between the color change and urea concentration increase, with the extract of ethanol-HCl showed a higher slope than water-based extract with a regression equation of y = -0,001x + 0, 5928 and R ² of 0.9332 | |
| 13377 | 16712 | P2CD11037 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL PADA PERBANKAN DI INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antar variabel yang diduga memiliki korelasi yang tinggi terhadap pengungkapan modal intelektual pada perusahaan perbankan yang listed di BEI. Terdapat research gap pada beberapa penelitian terdahulu yang menyimpulkan terlalu banyak faktor yang memiliki pengaruh dan atau tidak berpengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahannya yaitu; Faktor-faktor apa saja yang memiliki pengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual diantara kinerja modal intelektual, ukuran perusahaan, tingkat leverage, tingkat profitabilitas, kepemilikan asing, komisaris independen, umur perusahaan, kualitas auditor, komite audit, dan kompleksitas bisnis. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan perbankan yang terdapat di Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 26 perusahaan. Untuk mengukur indek pengungkapan modal intelektual dilakukan dengan analisis isi (content analysis) terhadap Annual Report, sedangkan untuk variabel yang lain didapatkan dari data sekunder pada laporan keuangan perusahaan. Analisi data pada penelitian ini menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua variabel independen penelitian memiliki pengaruh terhadap variabel dependen pengungkapan modal intelektual. Hanya variabel ukuran perusahaan yang memiliki pengaruh signifikan dengan arah positip, sedangkan faktor tingkat profitabilitas dan umur perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan dengan arah negatif. Selain ketiga faktor tersebut, faktor lain yang diteliti pada penelitian ini disimpulkan tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual. Saran dalam penelitian ini kepada perusahaan yaitu perlu memperhatikan faktor yang mempengaruhi pengungkapan modal inteleltual, sehingga pengguna laporan keuangan dapat mendapatkan yang lebih luas mengenai modal intelektual yang telah dicapai oleh perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan analisis serupa dengan sampel penelitian bukan hanya pada industri perbankan dengan periode penelitian yang lebih panjang dan menggunakan indikator indeks pengungkapan modal intelektual yang lebih banyak. Penelitian berikutnya juga patut untuk memperluas faktor-faktor penelitian yang diduga mempengaruhi pengungkapan modal intelektual perusahaan selain faktor-faktor yang diteliti pada penelitian ini. | This study aimed to explore the relationship between variabels suspected to have a high correlation to the disclosure of intellectual capital in the banking companies listed on the Stock Exchange. There is research gap on several previous studies that concluded too many faktors that have influence and or no effect on the disclosure of intellectual capital. Based on this background, it can be formulated the problem is; What faktors are highly correlated to the disclosure of intellectual capital between intellectual capital performance, company size, level of leverage, profitability, foreign ownership, independent commissioner, the age of the company, the quality audit, the audit committee, and the complexity of the business. This study used a sample of banking companies listed in Indonesia with a total sample of 26 companies. To measure the Intellectual Capital Disclosures index is done by content analysis (content analysis) of the Annual Report, while for the other variabels obtained from secondary data on the company's financial alaporan. Analysis of data in this study using SPSS Program. The results showed that not all independent variabels of the study have an influence research to the dependent variabel, the disclosure of intellectual capital. Only variabel size companies that have significant influence with positive direction, while the age faktor and the level of profitability the company has a significant influence in a negatif direction. In addition to these three faktors concluded it has no influence on the disclosure of intellectual capital. Suggestions in this research to companies that need to pay attention to faktors that affect disclosure inteleltual capital, so that users of financial statements can obtain broader regarding intellectual capital that has been achieved by the company. For further research can do a similar analysis to the sample not only in the banking industry with a longer study period and use intellectual capital disclosure index indicator more. Subsequent research also deserves to expand research faktors suspected to affect the disclosure of the company's intellectual capital in addition to the faktors examined in this study. | |
| 13378 | 16713 | F1J012026 | Analisis Fungsi dan Makna Joshi Ni pada Lirik Lagu AKB48 dalam Album Kamikyokutachi | Penelitian ini berjudul analisis fungsi dan makna joshi ni pada lirik lagu AKB48 dalam album Kamikyokutachi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna joshi ni pada lirik lagu AKB48 dalam album Kamikyokutachi yang ditinjau dari segi semantik. Data primer berupa lirik lagu AKB48 yang memiliki joshi ni, dan data sekunder diambil dari buku Minna No Nihongo I dan II. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data dianalisis dengan metode padan. Berdasarkan hasil analisis teori dari Chino (1991: 52-59), dari 51 data yang mengandung joshi ni pada lirik lagu AKB48 dalam album Kamikyokutachi, fungsi dan makna joshi ni yang menunjukkan tempat keberadaan seseorang atau benda sebanyak 9 data, menunjukkan penerimaan suatu perbuatan sebanyak 5 data, menunjukkan hasil dari suatu perubahan atau perubahan mendatang sebanyak 4 data, menunjukkan gerakan dari tempat yang besar ke tempat yang kecil sebanyak 2 data, menunjukkan tempat terjadinya suatu perbuatan sebanyak 1 data, menunjukkan waktu sebanyak 1 data, menunjukkan gerak ke arah suatu tempat sebanyak 1 data, dan menunjukkan pengantar sebuah verba pasif (orang atau benda yang menyebabkan suatu perbuatan) sebanyak 1 data, dan sisanya 27 data yang mengandung joshi ni setelah di analisis tidak sesuai dengan fungsi dan makna berdasarkan teori dari Chino (1991: 52-59). Penggunaan joshi ni pada lirik lagu AKB48 dalam album kamikyokutachi dapat diikuti kata keterangan tempat, kata keterangan waktu, kata benda, dan kata sifat. | The present research is about analysis of function and meaning of joshi ni in the song lyrics on Album Kamikyokutachi by AKB48. The purpose of this research is to describe the function and meaning joshi ni. The primary data are lyrics on Album Kamikyokutachi by AKB48 which contain joshi ni, and secondary data as supportive data are taken from the book Minna No Nihongo I and II. This qualitative descriptive research used simak and catat technique. Data is analyzed with a padan method. The results indicate that the function and meaning of joshi ni have 9 data for showing where the presence of a person or object, have 5 data for indicating acceptance of a deed by, have 4 data for showing the results of a change or a change in future, have 2 data for showing the movement of a large place to small place, have 1 data for showing the scene of an act, have 1 data for showing the time, have 1 data for indicating movement towards a place, and have 1 data for showing the introduction of a passive verb (person or thing that causes an act). The use of joshi ni in the lyrics on Album Kamikyokutachi by AKB48 can be followed adverb of place, adverb of time, nouns, and adjectives. | |
| 13379 | 16710 | A1L010033 | Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Produksi Dan Mutu Nira Kelapa | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh pemberian pupuk organik cair (SO-Kontan Fert) terhadap produksi dan mutu nira kelapa, 2) Konsentrasi dan frekuensi yang optimum dalam meningkatkan produksi dan mutu nira kelapa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas (400 m dpl) sejak bulan Juli sampai Desember 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor yang dicoba adalah konsentrasi POC (SO-Kontan Fert) yang terdiri atas 3 taraf, yaitu atas 8, 12, dan 16 ml/l air. Faktor kedua adalah frekuensi yang terdiri 3 taraf, yaitu : 2, 4, dan 6 minggu sekali. Aplikasi pemupukan dilakukan dibagian pucuk/umbut tanaman kelapa dengan volume larutan sebanyak 500 ml/pohon. Variabel pengamatan meliputi volume dan kadar gula (derajat brix) nira kelapa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemupukan tanaman kelapa menggunakan POC (SO-Kontan Fert) mampu meningkatkan produksi nira rata-rata 8,36% dibandingkan sebelum aplikasi dan 14,93% dibanding kontrol, dan meningkatkan derajat brix nira rata-rata sebesar 4,51%. Konsentrasi terbaik adalah 16 ml/l air dan frekuensi terbaik adalah pemupukan 2 minggu | This research know: 1) Effect of organic liquid fertilizer (SO-Kontan Fert) on the production and quality of coconut sap, 2) optimum concentration and frequency to improve production and quality coconut sap. The research belonging located in Sikapat village, District of Sumbang, Banyumas regency (400 m dpl) from July to December 2014. The experimental design used was a randomized block design (RAK) factorial design. Factors to be tested in this study is the concentration of liquid organic fertilizer (SO-Kontan Fert) consisting of 3 levels, that is 8, 12 and 16 ml / l of water. Second factor is frequency of application, that is 2, 4, and 6 weeks. Fertilization application at in crown with volume 500 ml/plant. Variables include the observation of volume and sucrose levels coconut sap. The research results of the study showed that fertilizing oil plant use poc (SO-Kontan fert) capable of increase production coconut sap the average 8,36 % than before the applications and 14,93 % compared to control , and improve sucrose levels (brix) coconut sap an average of 4,51 % . Concentration best is 16 ml / l water and frequency of was best to fertilizing two weeks | |
| 13380 | 16714 | E1A012335 | PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN SEWA GUNA USAHA (LEASING) TERHADAP PEMBERIAN KREDIT MOTOR DI PT. MEGA AUTO CENTRAL FINANCE BANDUNG | ABSTRAK Leasing merupakan suatu bentuk usaha di bidang pembiayaan. Usaha leasing dalam perwujudannya adalah membiayai penyediaan barang-barang modal, yang akan dipergunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran berkala. Kendaraan bermotor kerap dibutuhkan dan diperlukan. Alasan itulah yang menyebabkan PT. Mega Auto Central Finance Bandung berkonsentrasi kepada pemberian kredit untuk kendaraan bermotor khususnya sepeda motor. Perusahaan dalam memberikan kredit menggunakan prinsip kehati-hatian. Prinsip kehati-hatian adalah suatu asas yang menyatakan bahwa dalam menjalankan fungsi dan kegiatan usahanya wajib menerapkan prinsip kehati- hatian dalam rangka melindungi dana dari masyarakat maupun untuk masyarakat yang dipercayakan padanya. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku buku literature, peraturan perundang undangan, dan dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. PT. Mega Auto Central Finance Bandung menerapkan prinsip kehati-hatian berdasarkan Pasal 10 ayat (1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Lembaga Pembiayaan sebelum pemberian kredit. Hal ini dapat diketahui karena PT. Mega Auto Central Finance Bandung melakukan perjanjian kredit setelah persyaratan terpenuhi, melakukan analisa sebelum kredit diberikan. PT. Mega Auto Central Finance Bandung juga melakukan Analisa terhadap karakter calon lessee, kemampuan calon lessee, modal yang dimiliki calon lessee, jaminan calon lessee, dan kondisi ekonomi calon lessee. Kata Kunci: Prinsip Kehati-hatian, Leasing, PT. Mega Auto Central Finance Bandung | ABSTRACT Leasing is a form of business in the finance matters. The business of leasing in it’s implementation is to finance for providing the capital goods that will be used by a company to a certain time bases on the periodically payment. The motorcycles are very needed and demanded. Because that reason so PT. Mega Auto Central Finance Bandung concentrates for giving credit in transportation especially only motorcycle. The company in giving credit is by using the prudential principles. The prudential principles is a principle that shows in running it’s business function and activity must implement the prudential principles in order to protect the fund from the society or for the society who have been trusted. This research is arranged by using the method of normative juridical approach by describing an object or event. Data that is used in this research is secondary data such as literature books, legislation regulation, and by the using literature study that is by inventorying data then presented in the form of systematic explanation. Data that has been obtained then analyzed and depicted based on the norm of law that related with the research object. PT. Mega Auto Central Finance Bandung implements the prudential principles bases on the Article 10 sub article (1) President Regulation of Republic of Indonesia Number 9 in 2009 about the Financial Institution before giving credit. It can be known because PT. Mega Auto Central Finance Bandung conducts the credit agreement after fulfilled prerequisite, conducts the analysis before giving credit. PT. Mega Auto Central Finance Bandung also conducts the Analysis to the characteristic of lessee candidate. Keywords: Prudential Principles, Leasing, PT. Mega Auto Central Finance Bandung. |