Artikelilmiahs
Menampilkan 13.301-13.320 dari 49.632 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13301 | 16642 | A1H012016 | PENGARUH EDIBLE COATING BERBASIS PATI BIJI DURIAN (Durio zibethinus) PADA BUAH JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SELAMA PENYIMPANAN | Jambu biji (Psidium guajava) merupakan buah klimakterik. Masa simpan buah klimakterik yang pendek menjadikan kerusakan pascapanen yang cepat, oleh karena itu dibutuhkan teknologi pascapanen yaitu edible coating berbahan dasar pati biji durian dan plasticizer yang digunakan yaitu sorbitol. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1) Mempelajari pengaruh edible coating berbasis pati biji durian pada buah jambu biji merah dengan berbagai konsentrasi dan suhu berbeda selama masa penyimpanan dengan mengukur parameter kadar air, susut bobot, uji kekerasan, total padatan terlarut, dan warna. 2) Menentukan perlakuan terbaik untuk menjaga kualitas buah jambu biji selama penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kinetika reaksi. Jambu biji dilapisi edible coating menggunakan pati 2% dan CMC 0,5% dengan berbagai perlakuanyaitu penyimpanan suhu 50C dengan konsentrasi sorbitol 1% (S1U1), sorbitol 1,5% (S2U1), sorbitol 2% (S3U1), sorbitol 2,5% (S4U1), penyimpanan suhu 100C dengan konsentrasi sorbitol 1% (S1U2), sorbitol 1,5% (S2U2), sorbitol 2% (S3U2), sorbitol 2,5% (S4U2), penyimpanan suhu 280C dengan konsentrasi sorbitol 1% (S1U3), sorbitol 1,5% (S2U3), sorbitol 2% (S3U3) dan sorbitol 2,5% (S4U3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan edible coating untuk mempertahankan susut bobot, L dan b(+) yaitu S1U1, untuk mempertahankan kadar air yaitu S2U1, untuk mempertahankan kekerasan dan total padatan terlarut yaitu S3U2 dan untuk mempertahankan kehijauan yaitu S2U2. Perlakuan terbaik yang mampu mempertahankan mutu dari buah jambu biji selama penyimpanan adalah S1U1. | Guava (Psidium guajava) is climacteric fruit. Short periode stage in this fruit cause a damage, therefore it necessary to do postharvest technology of edible coating base material with starch from the durian seed and plasticizer that used is sorbitol. This research was aimed to: 1)studying the influence of spreading starch as based of edible coating from durian seeds on guava fruit with different concentration antemperature during storage by measuring parameters of water contents, weight loss, hardness, total dissolved solids, and colors.2) determine the best treatment to maintain quality guava during storage. The research method using kinetical reactions. Guava that coated by using starch 2% and 0,5% of CMC with various storage temperature 50C with sorbitol consentrations 1% (S1U1), sorbitol 1,5% (S2U1), sorbitol 2% (S3U1), sorbitol 2,5% (S4U1), the storage temperature of 100C with sorbitol consentrations 1% (S1U2), sorbitol 1,5% (S2U2), sorbitol 2% (S3U2), sorbitol 2,5% (S4U2), , the storage temperature of 100C with sorbitol consentrations 1% (S1U3), sorbitol 1,5% (S2U3), sorbitol 2% (S3U3), sorbitol 2,5% (S4U3). The result shows of edible coating treatment to maintain weight loss, L and b(+) is S1U1, to maintain water content is S2U1, to maintain hardness and total dissolved solid is S3U2, and to maintain a(-) is S2U2.. The best treatment that is able to maintain the quality of guava during storage is S1U1. | |
| 13302 | 16643 | P2DA14010 | PENGGUNAAN KONSENTRAT ALTERNATIF DARI HIDROLISAT IKAN TUNA DAN POLLARD FERMENTASI TERHADAP PROFIL LEMAK DARAH DAN KUALITAS TELUR AYAM ARAB | Tujuan penelitian untuk mengevaluasi penggunaan hidrolisat limbah ikan tuna dan pollard fermentasi terhadap profil lemak darah dan kualitas telur ayam Arab. Materi digunakan 60 ekor ayam Arab silver umur 20 minggu berisi 3 ekor tiap ulangan yang dipelihara selama 8 minggu. Metode penelitian yang digunakan experimental in vivo dengan empat perlakuan dan lima ulangan yaitu R0 (0% Konsentrat Alternatif), R1 (12% Konsentrat Alternatif), R2 (24% Konsentrat Alternatif), dan R3 (36% Konsentrat Alternatif). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) pada rancangan acak lengkap (RAL) dan diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian diketahui penggunaan konsentrat alternatif pada ayam Arab berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan kandungan protein kuning telur; akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap profil lemak darah (kolesterol, HDL, dan trigliserida darah), dan kualitas telur (Kekuatan Kerabang, Tebal Kerabang, Bobot Kerabang, Indeks Kuning Telur, Indeks Putih Telur, Bobot Kuning Telur, Bobot Putih Telur, dan Haugh Unit). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan konsentrat alternatif sampai level 36% dapat menggantikan penggunaan konsentrat komersial dan diperoleh profil lemak darah, kualitas telur, kandungan kolesterol dan lemak kuning telur yang relatif sama, serta mampu meningkatkan kandungan persentase protein kuning telur sebesar 11,49%. | This study aimed to evaluate the use of alternative consentrate from hidrolyzed tuna waste and fermented pollard toward lipid profile in blood and quality of the Arabian chicken eggs. The materials of this research were 60 Arabian chickens on laying period srains silver with age of 20 weeks. Each test consist of 3 replicates. All chicken were feed for 8 weks. The research method was experimental in vivo using four treatments and five replications at R0 (0% Alternative Consentrate), R1 (12% Alternative Consentrate), R2 (24% Alternative Consentrate), and R3 (36% Alternative Consentrate). Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) of the Completely Randomized Design (CRD) and followed by Honesty Significant Deference (HSD). The results were showed that the use of alternative concentrate up to 36% on levels, showed significant different (P<0.05) in increasing yolk protein; but it was not different (P>0,05) toward the lipid profile in blood (Total Blood Cholesterol, HDL, and Triglyseride) and it was not different (P>0,05) toward the physical quality of eggs (weight of eggshell, eggshell thickness, eggshell pressure, yolk index, albumen index, yolk weight, weight of albumen, and Haugh Unit). In conclusion the use of alternative consentrate up to 36% on levels were able to replace commercial concentrate without significant effect lipid profile in blood, quality of Chicken Eggs, cholesterol and fat content in yolk, and increased the precentage yolk protein at 11,49%. | |
| 13303 | 16641 | D1E012141 | PENGARUH WAKTU POST THAWING SEMEN BEKU SAPI SIMMENTAL TERHADAP MOTILITAS DAN INTEGRITAS MEMBRAN SPERMATOZOA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu post thawing semen beku sapi Simmental terhadap motilitas dan integritas membran spermatozoa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Semen beku sapi Simmental di thawing pada suhu 37°C selama 30 detik. Perlakuan terdiri atas P0: Waktu Post Thawing Jam ke 0, P1: Waktu Post Thawing Jam ke 1, P2: Waktu Post Thawing Jam ke 2, P3: Waktu Post Thawing Jam ke 3. Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Peubah yang diukur adalah motilitas dan integritas membran spermatozoa. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial dan uji beda nyata jujur. Rataan ± sd motilitas untuk P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 47,25 ± 1,66 %, 40,67 ± 2,64 %, 32,17 ± 2,11 % dan 26,75 ± 1,21 %. Uji lanjut orthogonal polynomial menunjukkan pengaruh linier. Uji BNJ menunjukkan bahwa semua perbandingan antar perlakuan berbeda nyata (P<0,05). Rataan ± sd membran plasma utuh untuk P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 57,83 ± 2,64 %, 50,00 ± 2,10 %, 44,17 ± 1,47 %, 37,67 ± 1,63 %. Uji Lanjut orthogonal polynomial menunjukkan pengaruh linier. Uji BNJ menunjukkan bahwa P0 vs P1, P0 vs P2, P0 vs P3, P1 vs P2, P1 vs P3, P2 vs P3 menunjukkan perbandingan yang nyata (P<0,05). Disimpulkan bahwa semakin lama waktu post thawing maka semakin jelek kualitas semen. Waktu post thawing semen beku sapi Simmental lebih dari 1 jam tidak layak digunakan untuk inseminasi buatan. | The purpose of this study was to examine the effect of post thawing time of Simmental frozen semen on motility and integrity membrane of spermatozoa. The study was carried out experimentaly using the Completely Randomized Design. Simmental frozen semen was thawed at temperature of 37°C for 30 seconds. The treatments consisted of P0: Post thawing time for 0 hour, P1: Post thawing time for 1 hour, P2: Post thawing time for 2 hours, P3: Post thawing time for 3 hours. Each treatment was repeated six times. The parameters measured were motility and integrity membrane of spermatozoa. Data were analyzed using analysis of variance followed by polynomial orthogonal test and honestly significant difference test. Means ± sd of motility for P0, P1, P2 and P3 were 47,25 ± 1,66 %, 40,67 ± 2,64 %, 32,17 ± 2,11 % dan 26,75 ± 1,21 %, respectively. Further test of orthogonal polynomial showed that the effect was linear. HSD test showed that all comparisons between treatments were significant differences (P<0,05). Means ± sd of intact plasma membrane for P0, P1, P2 and P3 were 57,83 ± 2,64 %, 50,00 ± 2,10 %, 44,17 ± 1,47 %, 37,67 ± 1,63 %, respectively. Further test of orthogonal polynomial showed that the effect was linear. HSD test showed that P0 vs P1, P0 vs P2, P0 vs P3, P1 vs P2, P1 vs P3, P2 vs P3 showed significantly differences (P<0,05). In conclusion, as the post thawing time progresses, the quality of semen was decreases. Post thawing time of Simmental frozen semen over 1 hour is not feasible for artificial insemination. | |
| 13304 | 16644 | H1D009054 | EVALUASI DESAIN PIPA PESAT (PENSTOCK) PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (Studi Kasus Pipa Pesat di PLTA Ketenger, Baturaden) | Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger dibangun untuk memenuhi kebutuhan energi listrik, terutama untuk daerah Gambasari dan Pasranggahan, Baturaden, Banyumas. PLTA Ketenger menghasilkan daya listrik sebesar 8,5 MegaWatt (MW) dengan 4 unit mesin pembangkit dari 4 unit pipa pesat. Pipa pesat Unit 1 sudah mulai beroperasi pada tahun 1939, Unit 2 pada tahun 1993, Unit 3 pada tahun 1998 dan Unit 4 pada tahun 2008. Pemeliharaan pipa pesat saat ini dilakukan dengan pengencangan pengunci sambungan pipa serta pengecatan dinding luar pipa. Berdasarkan umur operasional pipa pesat dan tingkat pemeliharaannya, perlu adanya evaluasi yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pipa pesat tersebut. Evaluasi yang dilakukan yaitu pada salah satu unit pipa pesat yang dianggap paling layak untuk dievaluasi di antara keempat unit yang ada. Pemilihan unit pipa pesat yang paling layak dievaluasi dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) menggunakan software Expert Choice 11. Kriteria yang digunakan adalah umur operasional pipa, daya yang dihasilkan, debit dan head. Adapun alternatif yang dipakai adalah pipa pesat Unit 1 sampai dengan Unit 4. Sedangkan evaluasi dilakukan menggunakan perhitungan daya, kehilangan energi, diameter dan tebal pipa. Untuk kehilangan energi akibat gesekan menggunakan Persamaan Darcy-Weisbach dan koefisien gesek pipa menggunakan Persamaan Swamee dan Jain. Perhitungan diameter pipa pesat dilakukan dengan 1 jenis diameter dan 3 jenis diameter. Dari analisis metode AHP didapatkan pipa pesat Unit 1 sebagai pipa pesat yang paling layak dievaluasi dengan nilai prioritas sebesar 0,407. Evaluasi pipa pesat Unit 1 dengan perhitungan 1 jenis diameter didapatkan diameter pipa sebesar 0,713 m dan tebal pipa sebesar 6,782 mm. Sedangkan evaluasi pipa pesat Unit 1 dengan perhitungan 3 jenis diameter didapatkan diameter pipa segmen 1 sebesar 0,753 m, segmen 2 sebesar 0,711 m dan segmen 3 sebesar 0,699 m. Adapun tebal pipa segmen 1 sebesar 7,074 mm, segmen 2 sebesar 6,765 mm dan segmen 3 sebesar 6,455 mm. | Hydroelectric Power Plant in Ketenger was built to fulfill the electricity demands, especially for Gambasari and Pasranggahan village, Ketenger, Baturaden. Hydroelectric Power Plant in Ketenger generates electric power of 8.5 MegaWatts (MW) using 4 units of generators from 4 penstocks. The penstock unit 1 has been operated in 1939, the unit 2 in 1993, the unit 3 in 1998 and the unit 4 in 2008. The penstocks maintenance has been done by tightening the locking of pipe connections and painting the outside wall of pipe. Based on the age of operation and the maintenance levels of penstocks, the penstock evaluation are needed for increase the penstocks performance. The evaluation is apllied in one of penstocks which deemed most worthy to be evaluated from 4 penstocks in there. The selection of penstock units which deemed most worthy to be evaluated is worked with Analytical Hierarchy Process (AHP) method that processed by Expert Choice 11 software. The criterias that used in AHP method are the age of the penstock operation, the electrical power, the discharge and the head. The alternatives are the unit 1 until the unit 4 of penstock on the hydroelectric power plant in Ketenger. While the evaluation is performed using analysis of the electrical power, headlosses analysis, and the analysis of pipe diameter and pipe thickness. For the analysis of headloss that caused by the friction is calculated by Darcy-Weisbach’s formula and for the roughness coefficient of friction is calculated by Swamee and Jain’s formula. The analysis of pipe diameter is conducted by a calculation using 1 type of diameter and 3 types of diameter. From the analysis of AHP method is obtained penstock unit 1 as the most worthy to be evaluated with a priority value of 0.407. The evaluation of penstock unit 1 with a calculation using 1 type of diameter is obtained the pipe diameter of 0.713 m and the pipe thickness of 6.782 mm. While the evaluation of penstock unit 1 with a calculation using 3 type of diameter is obtained the pipe diameter on segment 1 of 0.753 m, on segment 2 of 0.711 m and on segment 3 of 0.699 m. And the pipe thickness on segment 1 of 7.074 mm, on segment 2 of 6.765 mm and on segment 3 of 6.455 mm. | |
| 13305 | 16645 | E1A011195 | TANGGUNG JAWAB PAGUYUBAN JEEP WISATA TOYOTA LAND CRUISER MERAPI TERHADAP KECELAKAAN YANG DIALAMI PENUMPANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Sering terjadi kelalaian yang dilakukan oleh pelaku usaha terhadap pengguna jasa merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu dibuatlah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang didalamnya mengatur tentang tanggung jawab pelaku usaha. Berdasarkan pada kecelakaan yang pernah dialami oleh PAGUYUBAN JEEP WISATA Toyota Land Cruiser Merapi pada Hari Minggu tanggal 26 Oktober 2014 dikendarai oleh supir Slamet di jalan menurun sebelum pertigaan Ngrangkah, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman yang mengakibatkan satu orang luka berat dan tiga orang penumpang luka ringan membuat penulis tertarik untuk membuat skripsi tentang bentuk tanggung jawab pelaku suaha. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan situs-situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian dan pembahasan dari skripsi ini menunjukan bahwa PAGUYUBAN JEEP WISATA Toyota Land Cruiser Merapi telah melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan memberikan santunan kepada penumpang yang mengalami kerugian ketika sedang menggunakan jasa transportasi wisata yang disediakan oleh PAGUYUBAN JEEP WISATA Toyota Land Cruiser Merapi | Frequent omissions by businesses to service users is unavoidable. Therefore made Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection which regulates the responsibilities of business operators. Based on accident ever experienced by PAGUYUBAN JEEP WISATA Toyota Land Cruiser Merapi on Sunday dated October 26, 2014, driven by a driver Slamet downhill before the fork Ngrangkah, Cangkringan, Sleman resulting in one man seriously injured and three passengers minor injuries make the authors are interested in creating a thesis about the responsibilities of business actors. This research is compiled using normative juridical approach to describe an object or event. The data used are secondary data from literature books, legislation, official documents and internet sites by way of literature study, with an inventory of these data is then presented in the form of systematic description. The data obtained were analyzed and elaborated by legal norms relating to the object of research. The results of the study and discussion of this thesis show that the community of JEEP TOUR Toyota Land Cruiser Merapi has been carrying out its responsibilities in accordance with Law No. 8 of 1999 on consumer protection by providing compensation to passengers who suffered losses when using transport services tours provided by the group JEEP TOUR Toyota Land Cruiser Merapi. | |
| 13306 | 16646 | F1C012085 | Hubungan Antara Terpaan Fashion di Majalah dengan Persepsi Terhadap Fashion Style di Kalangan Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed | Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara terpaan fashion di majalah GoGirl dengan persepsi mahasiswi Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed mengenai fashion style. Teori yang digunakan oleh penulis adalah SOR (Stimulus,Organism, Response), Media Exposure, dan Konsep mengenai Persepsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan paradigma positivistik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner sebagai alat utamanya dan beberapa referensi yang terkait dengan penelitian ini. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah 89 orang mahasiswi ilmu komunikasi Fisip Unsoed tahun angkatan 2012 dan 2013 yang pernah membaca majalah GoGirl. Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi ordinal dan uji hipotesis yang digunakan adalah Uji Korelasi Kendall Tau b. Dari hasil Uji Korelasi Kendall Tau b menunjukan bahwa korelasi antara terpaan fashion di majalah GoGirl dengan persepsi Mahasiswi Ilmu Komunikasi Unsoed terhadap fashion style sebesar 0,608. Angka tersebut menunjukan bahwa korelasinya menunjukan ke arah positif.atau cukup kuat (sedang). Hasil analisis regresi ordinal juga menunjukan terdapat pengaruh positif dan signifikansi terpaan fashion yang mereka terima di majalah GoGirl semakin mempengaruhi persepsi mahasiswi Ilmu Komunikasi terhadap fashion style,i (p<0.05) probabilitasnya < α (0,05) Haditerima. Artinya semakin banyak terpaan media yang mereka terima di majalah GoGirl maka semakin mempengaruhi persepsi mahasiswi Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed terhadap fashion style. | The purpose of this study is to understand the correlations between fashion exposures in GoGirl magazine with the fashion style perception of female students in Communication Major of FISIP Unsoed. The theory which is used in this study is SOR (Stimulus, Organism, Response), Media Exposure, and Perception Concept. This study used the quantitative method with positivistic paradigm. To collect data, questionnaire was used for being the main tool, along with some references that are related to this study. The population and sample in this study are 89 female students of Communication Major in FISIP Unsoed, from 2012 and 2013 classes, who have experiences in reading GoGril magazine. Data analysis technique was done by using ordinal regression analysis and hypothetic test was done by using Kendall Tau b correlation test. From the Kendall Tau b correlation test, it showed the correlation between fashion exposures in GoGirl magazine with fashion style perception of female students in Communication Major of FISIP Unsoed is 0.608. The number showed that the correlation tends to be positive. The result of ordinal regression analysis also showed there is positive influences and the signification of fashion exposure of GoGirl magazine gives influences towards fashion style perception of female students in Communication Major of FISIP Unsoed (p<0.05) probability < α (0.05), which means Ha is accepted. This means, the more media exposure obtained by the GoGirl readers, the more the female students in Communication major of FISIP Unsoed get influences of fashion style perception. | |
| 13307 | 16647 | G1H012007 | KAJIAN PENGARUH PENERAPAN DIET GFCF (Gluten Free Casein Free) TERHADAP PERILAKU DAN STATUS GIZI ANAK AUTISME USIA SEKOLAH DASAR (Studi Kasus di SLB C-C1 Yakut Purwokerto) | Latar Belakang : Diet GFCF (Gluten Free Casein Free) dapat mempermudah pencapaian hasil terapi dan mengurangi perubahan perilaku anak autisme. Pada sistem pencernaan anak autisme, gluten dan casein tidak mampu dipecah secara sempurna akan menimbulkan dampak perubahan perilaku pada anak. Pada anak sekolah dasar penerapan diet belum optimal karena adanya kebiasaan konsumsi jajanan sekolah yang mengandung gluten dan casein. Tujuan Penelitian : Mengkaji Pengaruh Penerapan Diet GFCF terhadap perilaku dan status gizi anak autisme usia sekolah dasar di SLB C-C1 Yakut Purwokerto. Metode : Penelitian deskriftif dengan metode studi kasus observatif di SLB C dan C1 Yakut Purwokerto pada tingkat sekolah dasar. Jumlah sampel 7 orang dengan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Hasil : Anak dengan autisme lebih banyak ditemukan pada laki-laki (71,4 %), sebagian besar para ibu menyadari anak mengalami autisme pada umur 1 tahun (42,9 %), (57,1 %) responden memiliki status gizi normal. Para orang tua tidak menerapkan diet GFCF kepada anak autisme (71,4%) dan anak yang memiliki perilaku eksessif (berkekurangan) sebanyak (71,4%). Sebagian besar (85,7%) anak autisme lahir dengan berat badan lahir normal. Penerapan diet GFCF cenderung tidak berpengaruh pada status gizi anak autisme. Penerapan diet GFCF cenderung dapat berpengaruh pada jenis perilaku anak autisme menjadi lebih tenang dan lebih terkontrol Kesimpulan : Penerapan diet GFCF cenderung tidak berpengaruh pada status gizi autisme namun cenderung berpengaruh pada perubahan perilaku autime menjadi lebih terkontrol | Background : Dietary GFCF (Gluten Free Casein Free) can facilitate the achievement of therapeutic outcomes and reduce changes in behavior of children with autism. In the digestive system of children with autism, gluten and casein which are not able to be broken down completely will impact behavior change in children. In the application of the primary school children is not an optimal diet for their consumption habits school snacks containing gluten and casein. Objective : To identify the relationship of GFCF diet on behavior and nutritional status of children with autism in SDLB C-C1 Yakut Purwokerto. Methods : The study was descriptive analytic cross sectional design in SDLB C and C1 Yakut Purwokerto. Number of respondents are 7 with total sampling method. Data was collected from 24-hour recall interviews, Weight and height measurement also autism behavioral observations. Results : Children with autism are more common in men (71.4%), Most of the mothers realized the child has autism at the age of 1 year (42.9%) (57.1%) of respondents had a normal nutritional status. Parents do not apply to the GFCF diet of children with autism (71.4%) and children who have behavioral eksessif (lack) of (71.4%). Most (85.7%) of children with autism are born with normal birth weight. Application of GFCF diet tend to have no effect on the nutritional status of children with autism. Application of GFCF diet tends to affect the type of behavior of autistic children become calmer and more controlled Conclusions: Application of GFCF diet tend to have no effect on the nutritional status of autism but tends to affect behavior change becomes more controlled autime | |
| 13308 | 16648 | G1H012033 | HUBUNGAN ANTARA KETIDAKPUASAN CITRA TUBUH DENGAN PENYIMPANGAN PERILAKU MAKAN PADA SISWA PUTRI DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO (KELAS KHUSUS OLAHRAGA) | Latar belakang: Penyimpangan perilaku makan banyak terjadi pada atlet terutama atlet putri. Banyak faktor yang menjadi penyebab dari penyimpangan perilaku makan, salah satunya adalah citra tubuh. persepsi negatif terhadap citra tubuh menyebabkan seseorang melakukan banyak cara untuk mendapatkan citra tubuh yang diinginkan seperti mengurangi asupan makan yang berakibat pada penyimpangan perilaku makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan penyimpangan perilaku makan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan total populasi yang hadir pada saat penelian berlangsung, yaitu 30 orang atlet putri di SMA Negeri 3 Purwokerto. Responden akan diukur tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui status gizi, mengisi kuesioner Eating Attitudes Test 26 untuk mengetahui penyimpangan perilaku makan dan Body Shape Questionaire untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap citra tubuh. Hasil: Sebanyak 43,3% dari total responden merasa tidak puas dengan citra tubuh. Sebanyak 43,3% responden mengalami kecenderungan penyimpangan perilaku makan. Nilai p-value dari kedua variabel tersebut adalah 0.012. Kesimpulan: Ada hubungan antara citra tubuh dengan penyimpangan perilaku makan pada atlet putri di SMA Negeri 3 Purwokerto. | Background: Eating disorders is common among athletes, especially female athletes. There are many causes of eating disorder, and one of them s body image. Negative perception of body image make them to do many things to attain the body image they desire, such as reducing food intake that may lead to eating disorder. The aim of this study is to determine the relation between body image and eating disorder. Methodology: This study is cross sectional study. The respondents were total population that attended the study. They were 30 female athletes of SMA Negeri 3 Purwokerto. Their weight and height were calculated to determine their BMI. They also filled out Eating Attitude Test (EAT-26) to determine their eating disorder and the Body Shape Questionnaire to determine their satisfaction of their own body image. Result: 43.3% of total respondent are dissatisfied with their body image. 43.3% of total respondents indicate the symptoms of eating disorder. The p-value of both variables are 0.012. Conclusion: There is a relation between body image and eating disorder among female athletes of SMA Negeri 3 Purwokerto | |
| 13309 | 16649 | E1A011058 | KEKUATAN PEMBUKTIAN PENYADAPAN OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) (Studi Putusan Nomor 16/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Jkt.Pst ) | Pembuktian adalah ketentuan-ketentuan yang berisi penggarisan dan pedoman tentang cara yang di benarkan undang-undang membuktikan kesalahan yang di dakwakan kepada terdakwa. Oleh karena itu, pembuktian merupakan jantungnya proses peradilan. Zaman modern ini penyadapan menjadi salah satu alat bukti penting peradilan pidana. Sayangnya sampai kini pengaturan penyadapan masih terdapat pertentangan, termasuk wewenang yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi. Seperti yang terdapat pada putusan Nomor 16/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Jkt.Pst yang menggunakan penyadapan sebagai salah satu alat bukti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pembuktian penyadapan yang di lakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sesuai atau tidak dengan KUHAP dan mengetahui implementasi penyadapan yang di lakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Putusan Nomor 16/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Jkt.Pst. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan spesifikasi penelitian adalah preskriptif, sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan kepustakaan dan metode analisa data menggunakan normative kualitatif. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa bukti penyadapan KPK dalam Putusan Nomor 16/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Jkt.Pst sesuai dengan KUHAP yaitu berupa: rekaman hasil penyadapan sebagai alat bukti petunjuk dan berdasar Pasal 187 KUHAP memberikan pengertian bahwa penggunaan hasil penyadapan sebagai alat bukti. Dalam point d tersirat rekaman penyadapan sebagai “surat lain”. Implementasi penyadapan yang di lakukan KPK adalah berdasarkan Pasal 12 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 bahwa KPK memiliki wewenang melakukan penyadapan dan perekaman. Penyadapan di gunakan asal tidak bertentangan dengan asas hukum AcaraPidana dan Hak Azasi Manusia.Pemakaian dalam putusanya itu berupa petunjuk. | Proof are the provisions that contain hatching and guidelines on how that justified the law prove the fault which the accused defendant. Therefore, the proof is the heart of the judicial process. The modern era of tapping into one important evidence of criminal justice. Unfortunately, until now there is still disagreement tapping arrangement, including the authority of the Corruption Eradication Commission (KPK). As well as on decision No. 16 / Pid.Sus / TPK / 2014 / PN.Jkt.Pst the use of wiretaps as one type of evidence. The purpose of this study to determine Proof Tapping is done by the Corruption Eradication Commission (KPK) or not in accordance with the Criminal Procedure Code (KUHAP) and knowing Tapping Implementation will be undertaken by the Corruption Eradication Commission (KPK) Decision No. 16 / Pid.Sus / TPK / 2014 / PN.Jkt.Pst. The method used is normative juridical and the specification of the research is analytical prescriptive. Data were collected by literature and methods of data analysis using qualitative normative. Based on the decision of the study it can be concluded that: KPK wiretap evidence in the Decision No. 16 / Pid.Sus / TPK / 2014 / PN.Jkt.Pst in accordance with the Criminal Procedure Code in the form: Records of the results of wiretaps as evidence Directive and pursuant to Article 187 Criminal Procedure Code gives the sense that tapping the results of the use as evidence. In point d implied wiretaps as "other papers". Implementation will be undertaken Tapping the Commission is based on Article 12, paragraph 1 (a) of Law No. 30 of 2002 that the Commission has the authority to conduct wiretapping and recording. Tapping on the use of origin does not conflict with the legal principle of Criminal Procedure and Human Rights. Use of the verdict in the form of instructions. | |
| 13310 | 16575 | H1G012027 | Analisis Potensi Lestari dan Tingkat Pemanfaatan Ikan Layang (Decapterus spp.) Yang Didaratkan Di PPN Pekalongan | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lestari, upaya optimum (fopt), dan tingkat pemanfaatan ikan layang (Decapterus spp.) yang didaratkan di PPN Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode survei melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 13 Juni-13 Juli 2016. Data primer adalah data hasil wawancara meliputi karakteristik alat tangkap dan usaha penangkapan ikan layang oleh kapal purse seine. Data sekunder adalah produksi dan upaya ikan layang rentang waktu 6 tahun (2009-2014), jumlah kapal purse seine, dan jumlah nelayan di kota pekalongan. Potensi lestari ikan layang adalah 4.501,97 ton/tahun, upaya optimum (fopt) adalah 151 unit/tahun. Tingkat pemanfaatan ikan layang oleh nelayan di PPN Pekalongan pada tahun 2009 dan 2014 telah mengalami overfishing dikarenakan pada tahun tersebut produksi dan tingkat pemanfaatan ikan layang telah melebihi MSY dan 80%, untuk 2011 berada pada kondisi tingkat pemanfaatan optimum, dan untuk tahun 2010, 2012, dan 2013 berada pada kondisi underfishing. | ABSTRACT This research aims to know the maximum sustainable yield, the maximum effort (fopt), and utilization rate of Layang (Decapterus spp.) that landed at Pekalongan fishing port. The method used is survey method with is observation, documentation, and interview. Data collection was conducted on 13 June-13 July 2016. The result interview which include fishing gear characteristic, and catching effort as pimary data. The time series data for 6 years (2009-2014) catch and effort of layang, total of purse seine ship, and total of fisherman in Pekalongan city was used as secondary data. The maximum sutainable yield was 4.501,97 ton/year, the maximum effort (fopt) was 151 unit/year. The utilization rate of Decapterus spp., at Pekalongan fishing port on 2009 and 2014 was overfishing because production and utilization rate was exceed MSY and 80%, for 2011 was utilization optimum, and for 2010, 2012, and 2013 was underfishing. | |
| 13311 | 16650 | H1G012046 | STATUS PERIKANAN IKAN HIU Chiloscyllium spp. YANG DIDARATKAN DI TPI TEGALSARI, KOTA TEGAL (Suatu Tinjauan Ekonomi) | Salah satu basis perikanan tangkap di pantai utara di Provinsi Jawa Tengah adalah TPI Tegalsari. TPI Tegalsari sebagai salah satu tempat untuk mendaratkan hasil perikanan di Tegal benar-benar dituntut fungsinya dalam penanganan hasil tangkapan sekaligus pendistribusiannya. Produksi ikan hiu di TPI Tegalsari mencapai 9.978.000 ton/tahun pada tahun 2014. Produksi ikan hiu yang meningkat setiap tahunnya dikarenakan tuntutan pasar yang semakin tinggi kepada nelayan di TPI Tegalsari (Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, 2011). Oleh karena itu perlu dikaji tentang analisis usaha perikanan ikan Hiu di Kota Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha perikanan ikan hiu (Chiloscyllium spp.) di TPI Tegalsari, Kota Tegal Tegal meliputi: biaya tetap, biaya variabel, investasi dan penerimaan keuntungan. Berdasarkan hasil perhitungan analisis usaha penangkapan ikan hiu yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan ikan hiu yang dilakukan di TPI Tegalsari, Kota Tegal menguntungkan. | One of the bases the capture fishery on the North Coast in the province of Central Java is TPI Tegalsari. TPI Tegalsari as one of the places to landed fisheries at Tegal really are required their function in handling of the fish and the distribution. The production of fish sharks in TPI Tegalsari reached 9.978.000 tons/year in 2014. Production of fish sharks that rises every year because market requirement higher on fishermen public fish market in TPI tegalsari (fishing ports tegalsari coast, 2011). Therefore, it is necessary to study about shark fishing industry analysis in Tegal. The purpose of this research is to understand shark fishing industry analysis (Chiloscyllium spp.) in TPI Tegalsari, at Tegal city includes: fixed costs, the cost of variable, investment and acceptance of advantage. Based on the calculation on an analysis of the sharks fishing industry is in counting can then be concluded that sharks fishing industry in TPI Tegalsari, at Tegal city is profitable. | |
| 13312 | 16362 | H1E012037 | IDENTIFIKASI STRUKTUR BATUAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH MANIFESTASI PANAS BUMI BANTARKAWUNG MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK | Pengukuran medan magnet dengan Proton Precission Magnetometer telah dilakukan di Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes. Tujuan dari pengukuran ini adalah menentukan zona-zona potensi reservoir panas bumi. Data medan magnetik diolah dengan koreksi harian, koreksi IGRF, reduksi bidang datar, dan pengangkatan ke atas. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Mag2DC for Windows. Hasil interpetasi terdapat persilangan batupasir dan batu lempung pada sayatan AA’ (0,0001; 0,0013; 0,0025 cgs unit), pada sayatan BB’ (0,0001; 0,0006; 0,0025 cgs unit) pada sayatan CC’ (0,0001; 0,0025 cgs unit). Terdapat batupasir yang mengandung kepingan andesit pada sayatan AA’ (0,0056 cgs unit), pada sayatan BB’ (0,0051 cgs unit), dan pada sayatan CC’ (0,0066 cgs unit). Kemudian terdapat batuan yang terkena aliran hidrotermal pada kedalaman >300 meter pada sayatan AA’(-0,0942 cgs unit); pada sayatan BB’ (-0,0561 cgs unit); dan pada sayatan CC’ (0,1023 cgs unit). Batuan tersebut diduga merupakan baupasir yang berpotensi sebagai reservoir. | Magnetic field measurment has done using Proton Precission Magnetometer at Pangebatan, Bantarkawung, Brebes. The objective was determine potential of geothermal reservoar. Data was proccessed using diurnal correction, IGRF correction, reduce to the pole, and upward continuation.The result of data processing then be modelized using Mag2DC for Windows software. The result of interpretation are the alternately of sandstone and claystone at slice AA’ (0,0001; 0,0013; 0,0025 cgs unit), slice BB’ ((0,0001; 0,0006; 0,0025 cgs unit), and slice CC’ (0,0001; 0,0025 cgs unit).The sandstone containing andesitic fragmens at slice AA’(0,0056 cgs unit), slice BB’ (0,0051 cgs unit), and slice CC’ (0,0066 cgs unit. Then there is the flow of hydrothermal rocks exposed at depths> 300 meters at the incision AA '(- 0.0942 cgs units); slice the BB '(-0.0561 cgs units); and the incision CC '(0.1023 cgs units). The rocks are thought to be potentially as a reservoir sandstones. | |
| 13313 | 16655 | E1A011045 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP JAMINAN ATAS BENDA BERGERAK TIDAK BERWUJUD PADA PT BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH BUANA MITRA PERWIRA PURBALINGGA | Bank Pembiayaan Rakyat Syariah merupakan lembaga keuangan perbankan yang memiliki fungsi layaknya bank pada umumnya yaitu menghimpun dan menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat, namun tidak melayani transaksi dalam lalulintas pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis konstruksi hukum dari benda jaminan berupa benda bergerak tidak bertubuh pada PT BPRS Buana Mitra Perwira dan perlindungan hukum bagi PT BPRS Buana Mitra Perwira, jika debitur wanprestasi.Penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, akad perjanjian, literatur, dan dokumen yang berkaitan. Pengumpulan data dengan cara studi pustaka dan analisis data dengan metode normatif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstruksi jaminan benda bergerak tidak bertubuh dalam akad pembiayaan musyarakah pada PT BPRS Buana Mitra Perwira berdasarkan hukum syariah merupakan Gadai (Rahn) dan Gadai KUH Perdata berdasarkan Pasal 1150 jo 1153 KUH Perdata. Jika debitur wanprestasi PT BPRS Buana Mitra Perwira berhak menghentikan perjanjian pembiayaan dan melakukan penagihan secara seketika lunas, dan apabila debitur tidak dapat melunasi utangnya, kreditur berhak langsung melakukan eksekusi objek jaminan dengan cara mendebet tabungan deposito atas nama debitur (Istiqomah) atas dasar akta cessie sesuai dengan ketentuan dalam akad pembiayaan musyarakah No. 55/020-1/01/16 dan Pasal 1153 jo 613 KUH Perdata. | People's Islamic Financing Bank is the banking financial institutions which have a function like a bank in general, i.e. gathers and distributes the funds in the form of financing to the public, but does not serve the transactions in payment traffic. This research aims to find out and analyze the law construction of guarantees in the form of bodiless moving objects in PT BPRS Buana Mitra Perwira and legal protection for BPRS Buana Mitra Perwira, if the debtor tort. Research using methods of juridical normative approach with data used are secondary data in the form of legislation, contract agreements, literature, and related documents. The collection of data by means of the study of the literature and analysis of qualitative data with normative method. The results of the analysis showed that the law construction of guarantees in the form of bodiless moving objects in financing contract of musyarakah on PT BPRS Buana Mitra Perwira based on Sharia Law Pawn (Rahn) and Code of Civil Law Pawn under article 1150 jo 1153 Code of Civil Law. If the debtor tort PT BPRS Buana Mitra Perwira reserves the right to terminate the agreement for financing and charging instantly paid off, and if the debtor could not pay off the loan, the lender has the right to directly perform a execution of warranty objects by means of debit savings deposits on behalf of the debtor (Istiqomah) based on deed of cessie in accordance with provisions in the contract financing musyarakah No. 55/020-1/01/16 and section 1153 jo 613 Code of Civil Law. | |
| 13314 | 16666 | E1A012151 | KEKUATAN PEMBUKTIAN HASIL CETAK SCREEN CAPTURE SEBAGAI INFORMASI DAN DOKUMEN ELEKTRONIK DALAM KASUS FLORENCE SIHOMBING (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 382/Pid.Sus/2014/PN.Yyk) | Perkembangan teknologi dan informasi memunculkan kejahatan dengan modus yang lebih modern baik dari segi bentuk, sifat, maupun cara pelaksanaannya. Dalam pembuktiannya diperlukan alat bukti yang berasal dari teknologi dan informasi itu sendiri. Pembuktian merupakan salah satu aspek penting dalam proses hukum acara pidana untuk mendapatkan kebenaran materiil yang memunculkan keyakinan hakim bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi. Keyakinan hakim didapatkan dari adanya alat-alat bukti yang sah menurut peraturan perundang-undangan. Alat bukti yang sah yang dapat digunakan dalam pembuktian tindak pidana telah diatur dalam Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, namun tidak ada aturan mengenai alat bukti elektronik. Penelitian ini membahas mengenai kedudukan serta kekuatan pembuktian alat bukti elektronik dalam putusan nomor 382/Pid.Sus/2014/PN.Yyk yang berupa hasil cetak screen capture dari media sosial Path. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, serta menggunakan data sekunder. Dalam pertimbangan majelis hakim menyatakan alat bukti elektronik hasil cetak screen capture merupakan alat bukti yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kekuatan pembuktian dari alat bukti elektronik tersebut sama dengan alat bukti petunjuk yang diatur dalam pasal 184, sehingga memunculkan keyakinan hakim bahwa benar terdakwa telah melakukan suatu tindak pidana yang didakwakan. | The development of information and technology brings the crime into the modern criminal mode include the types, the characteristics, and the implementation. In proving a fact of a criminal issue, the evidence obtained from information and technology is required. It becomes one of the crucial aspects in the process of criminal procedure law to reveal the material truth that is used as the fact to convince the court about the occurrence of criminal behavior. The conviction of the court is influenced by the legality of evidence based on the act. The legality of evidence that proposed as the proof of criminal behavior has been arranged in article 184 The Code of Criminal Procedure, hence there is no rules of electronic evidence. This research concerns on the position and the power of evidence, particularly electronic evidence in the decision number 382 / Pid.Sus / 2014 / PN.Yyk by involving printed screen capture of social media, Path. This research is conducted by using normative juridical method with the specification of descriptive analytical research and uses the secondary data. The Court of Justice’s consideration declares that electronic evidence include screen capture is belonged to a legal evidence that determined on the act. The power of the proof of electronic evidence is the same as well as the clue set out in Article 184, hence it emerges the court of justice’s conviction that the defendant has been involved in crime. | |
| 13315 | 16665 | E1A112057 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG YANG DILAKUKAN ADE SWARA DAN NURLATIFAH (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 126/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Bdg) | Dalam hukum acara pidana pembuktian merupakan titik sentral di dalam pemeriksaan perkara di pengadilan, karena melalui tahapan pembuktian terjadi suatu proses, cara, perbuatan membuktikan untuk menunjukkan benar atau salahnya terdakwa terhadap suatu perkara pidana di dalam sidang pengadilan. KPK dalam operasi tangkap tangan menangkap Ade Swara dan Nurlatifah menerima uang dari PT. Tatar Kertabumi yang sedang mengurus perijinan surat SPPR, kemudian keduanya dituntut atas dasar tindak pidana pencucian uang. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui mengapa dalam putusan nomor: 126/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Bdg Ade Swara dan Nurlatifah dituntut untuk dihukum tindak pidana pencucian uang dan bagaimana pembuktian dari tindak pidana pencucian uang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan menggunakan data sekunder. Dalam putusan ini Ade Swara dan Nurlatifah dituntut tindak pidana pencucian uang karena menerima dana dari sejumlah perusahaan yang mengurus surat perijinan SPPR, yang kemudian dibelanjakan beberapa tanah melalui pihak lain dan diatasnamakan pihak lain. Hasil pembuktian pencucian uangnya yaitu pembelian bidang tanah melalui Wasdiman, Ali Hamidi, dan Alina Putri Zahara ada 55 bidang tanah dengan uang sebesar Rp.27.365.150.000,00 dan kegiatan lainnya yang dibiayai totalnya mencapai Rp.4.000.000.000,00. | In the criminal procedure law of evidence is a central point in the examination of the case in court, because going through the stages of proof there is a process, a way, the act proved to show the truth or falsity of the accused to a criminal case in court. KPK in operations catch Ade Swara and Nurlatifah receive money from PT. Tatar Kertabumi who are administering licensing SPPR letter, then both charged on the basis of money laundering. This study intends to find out why the decision number: 126 / Pid.Sus / TPK / 2014 / PN.Bdg Ade Swara and Nurlatifah prosecuted for criminal offense convicted of money laundering and how the evidence from the crime of money laundering. The method used is a normative juridical with the specifications and descriptive study using secondary data. In this decision Ade Swara and Nurlatifah prosecuted money laundering for accepting funds from a number of companies which has obtained a permit SPPR, which then spent some ground through the other side and be vested in the other party. The results are proof of the purchase-money laundering plot through Wasdiman, Ali Hamidi, and Alina Putri Zahara there are 55 parcels of land with the money of Rp.27.365.150.000,00 and other activities were financed totaling Rp.4.000.000.000,00. | |
| 13316 | 16668 | E1A012027 | PRAPERADILAN TIDAK SAHNYA PENETAPAN TERSANGKA DAHLAN ISKAN DALAM KASUS KORUPSI PT. PLN (PERSERO) (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 67/Pid.Prap/2015/PN.JKT.Sel) | Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana mengatur tentang bagaimana negara melalui aparatnya melaksanakan haknya untuk memidana dan menjatuhkan pidana dengan tetap menghargai hak-hak individu korban maupun pelaku tindak pidana. Dalam melaksanakan tugasnya, penegak hukum sangat berpotensi untuk menyalahgunakan kewenangannya sehingga dapat menimbilkan dilanggarnya hak-hak individual seseorang. Praperadilan merupakan lembaga yang berfungsi untuk mengadakan tindakan pengawasan terhadap penegak hukum agar dalam melaksanakan kewenangannya tidak menyalahgunakan wewenang. Praperadilan berwenang memeriksa sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan. Namun setelah dikeluarkannya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 kewenangan Praperadilan bertambah luas yang dulunya hanya mencakup sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, dan penghentian penuntutan, sekarang diperluas diantaranya mencakup pemeriksaan sah tidaknya penetapan tersangka, penggeledahan dan penyitaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menjadi pertimbangan hukum Hakim Praperadilan beserta akibat hukum yang timbul dari putusan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif, dan menggunakan data sekunder. Dalam putusan ini yang menjadi pertimbangan hukum Hakim Praperadilan adalah memeriksa apakah perbuatan hukum yang dilakukan oleh Penyidik dalam melakukan penyidikan sudah sesuai dengan undang-undang atau tidak, dan dalam putusan ini hakim menyatakan bahwa perbuatan Penyidik dalam melakukan penyidikan tidak sesuai dengan Pasal 1 angka 2 KUHAP dan akibatnya status tersangka yang melekat pada diri Pemohon menjadi hilang. | The Code of Criminal Procedure regulates the role of the state and its government to fill their right in implementing the criminal law and giving the punishment as a respect of the right for an individual victim and the suspect. In filling the duty, law enforcer has the potential to abuse the authority that evoke to the violation of individual right. In this stage, Pretrial hearing is an institute involved in supervising the law enforcers to prevent the abuse of the authority. This institute has the right to inspect whether the legality of the arrest, detention, and discontinuation of an investigation or a prosecution. However, The Constitutional Court Decision No. 21 / PUU-XII / 2014 declare that the authority of pretrial hearing is expanded. Nowadays, Pretrial hearing not only concerns on the legality of the arrest, detention, and discontinuation of an investigation or prosecution but also involves in the inspection the legality of determination of the criminal suspect, search warrant, and seizure order. The objective of this research is to figure out the reason of the law consideration proposed by The Court of Justice and the consequence of the court judgment. The method of this research is normative juridical with the specification of descriptive analytical research and uses the secondary data. Law consideration of The Court of Justice in the court judgment while pretrial hearing focuses on the inspection of the criminal behavior by the investigator has been relevant or irrelevant with the act, and The Court of Justice in this court judgment reveals that investigator’s behavior is not appropriate with Article 1 point 2 The Code of Criminal Procedure. Thus, the petitioner loses the status as the suspect. | |
| 13317 | 16652 | E1A011044 | Gugat Cerai Karena Kekerasaan Seksual(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 0233/Pdt.G/PA.Ska) | Salah satu alasan perceraian adalah perselisihan dan pertengkaran karena terjadi kekerasaan dalam rumah tangga. Kekerasaan dalam rumah tangga ada 4 jenis yaitu kekerasaan fisik, kekerasaan psikis, kekerasaan seksual dan penelantaran ekonomi, di dalam kasus ini yang terjadi adalah perceraian karena salah satu pihak melakukan kekerasaan dalam rumah tangga yaitu kekerasaan seksual, sehingga membuat salah satu pihak mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara cerai gugat karena kekerasan seskual yang terjadi di Pengadilan Agama Surakarta pada Putusan Nomor 0233/Pdt.G/2012/PA.Ska. Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis normatf Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum hakim tidak tepat, karena hakim memutus perkara ini menggunakan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Jo Pasal 116 huruf (f), sedangkan seharusnya hakim mengacu pada alasan perceraian Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Jo Pasal 116 huruf (d) yaitu salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain. | One reason for divorce is a dispute and quarrel because of a domestic violence. Domestic violence there are four types of violence, physical violence, psychological, sexual violence and neglect of the economy, in this case what happens is divorce because one party did domestic violence is sexual violence, thus making one of the parties filed for divorce to Religious courts. The problem in this research is the consideration of judges in deciding the case law to sue for divorce seskual violence that occurred in Surakarta Religious Court in Decision No. 0233 / Pdt.G / 2012 / PA.Ska. Research methods used in this paper is the juridical normatif The results showed that the legal considerations of the judge is not appropriate, because the judges deciding the case using Article 19 of Government Regulation No. 9 of 1975 on the Implementation of Law No. 1 of 1974 Jo Article 116 letter (f), while should the judge refers to the reasons divorce Article 19 Government Regulation No. 9 of 1975 on the Implementation of Law No. 1 of 1974 Jo Article 116 letter (d) is one of the parties of cruelty or maltreatment serious harm to the other party. | |
| 13318 | 16651 | A1L009101 | UJI PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) konsentrasi pupuk organik cair yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung 2) dosis pupuk kandang yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung, 3) interaksi antara dosis pupuk organik cair dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap pola faktorial, terdiri atas empat ulangan. Faktor percobaan pertama terdiri atas tiga konsentrasi POC, yaitu 0 ml/l, 5 ml/l dan 10 ml/l. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang yaitu tanpa pupuk, pupuk kandang sapi 10 t/ha, dan pupuk kandang sapi 20 t/ha. Variabel yang diamati meliputi komponen pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC memberikan pengaruh terhadap variabel jumlah daun, luas daun, diameter batang dan bobot segar tajuk. Perlakuan Pupuk kandang sapi memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot segar akar dan bobot segar tajuk. Interaksi dari konsentrasi POC dan pupuk kandung terbaik dicapai pada kombinasi perlakuan POC konsentrasi 10 ml/l dan pupuk kandang 10 t/ha. | This research aimed to investigate: 1) the concentration of organic liquid fertilizer is good for the growth and yield of kangkung, 2) doses of manure is good for the growth and yield of changing, 3) the interaction between the dose of liquid organic fertilizer and manure on the growth and yield of kangkung. Randomized complete block design was employed and was arranged factorial and consist of four replicates. The first factor consists of three liquid organic fertilizer consentration namely 0 ml/l, 5 ml/l and 10 ml/l. The second factor consists of three treatments organic fertilizer. Those treatments are without fertilizer, 10 t/ha organic fertilizer, and 20 t/ha organic fertilizer. The investigated variables were growth and yields component. The study showed liquid organic fertilizer influenced number of leaves variable, leaves profile and root fresh weight. The additional manure fertilizer treatment was influenced crops height variable, number of leaves variable, leaves profile, stem diameter, root fresh weight and crown fresh weight. The best interaction between liquid organic fertilizer and organic fertilizer was obtained by 10 ml/l liquid organic fertilizer concentration and 10 t/ha organic fertilizer combination. | |
| 13319 | 16654 | F1G010012 | Variasi Dialek Bahasa Jawa di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo | Penelitian yang berjudul “Variasi Dialek Bahasa Jawa di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo” dilatarbelakangi adanya kekeliruan masyarakat dalam memahami bahasa yang digunakan sehingga sering terjadi kebingungan dan salah tafsir dari makna sebuah kosakata. Adapun masalah penelitian ini adalah bagaimana variasi kosakata dialek bahasa Jawa di Kecamatan Kertek dalam tataran fonologi maupun leksikon serta faktor penyebab munculnya variasi dialek yang berdasarkan pada faktor sosial penuturnya. Selanjutnya, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan variasi dialek bahasa Jawa Wonosobo dalam tataran fonologi dan leksikon dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya variasi dialek bahasa Jawa di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiodialektologi. Data penelitian ini ada dua jenis, data lisan dan tertulis. Data lisan adalah tuturan dialek bahasa Jawa di Kecamatan Kertek dari tiga penutur penduduk asli yang telah memenuhi kriteria sebagai informan, sedangkan data tertulis adalah kosakata khas di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo. Titik pengamatan berjumlah tiga desa, yaitu Desa Sumberdalem, Desa Karangluhur, dan Desa Sindupaten. Pengambilan data menggunakan metode simak dan cakap beserta teknik-tekniknya. Analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, analisis selama proses pengumpulan data dan analisis setelah pengumpulan data. Pemaparan hasil analisis data menggunakan metode padan. Metode padan yaitu metode analisis data yang alat penentunya berada di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan atau yang diteliti. Selain itu penelitian ini menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata bahasa Jawa di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo bervariasi pada aspek gejala fonologis dan leksikon. Gejala fonologis misalnya terdapat fonem yang menjadi ciri khas dari daerah masing-masing, seperti di TP1 memakai variasi fonem /o/ yang merata, di TP2 memakai kosakata yang didominasi oleh pemakaian dialek Jogja-Solo yaitu memakai variasi vokal yang telah ditemukan yaitu variasi vokal ᴐ, -ϵ dan -a. Adapun di TP3 masyarakatnya lebih banyak meggunakan dialek khas Banyumas, karena wilayah di TP3 berbatasan langsung dengan Kecamatan Sigaluh Banjarnegara dengan memakai variasi vokal -ϵ, -i dan -u. Pada gejala variasi leksikon ditemukan variasi penambahan bunyi, baik penambahan bunyi, secara protesis, epintesis, maupun paragog. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan munculnya variasi dialek antara lain faktor geografis dan faktor sosial. Dari segi geografis Kecamatan Kertek merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Wonosobo yang merupakan daerah pegunungan. Hal ini menyebabkan timbulnya keragaman bahasa sebagai alat interaksi sehari-hari. Adapun faktor sosial variasi bahasa di masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kebahasaan, namun faktor nonkebahasaan yaitu faktor sosial juga memengaruhi variasi bahasa. Berdasarkan hasil penelitian, faktor sosial yang meliputi kelas sosial, pendidikan, pekerjaan, usia dan jenis kelamin menyebabkan munculnya variasi kosakata di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini diharapkan nantinya dapat menjadi penambah wawasan bagi peneliti berikutnya. Peneliti mengkaji dari aspek fonologi dan leksikon bahasa Jawa, serta faktor penyebabnya. Oleh karena itu, diharapkan peneliti berikutnya dapat meneliti variasi kedaerahan bahasa Jawa pada bidang yang lain. Misalnya sintaksis, karena dimungkinkan setiap dialek bahasa Jawa memiliki kekhasan dalam struktur frase, klausa atau kalimat. Kata kunci: dialek bahasa jawa, penyebab, fonologi, leksikon | The research entitled “Javanese Dialect Variations in Kertek sub-district of Wonosobo regency” is due to the community’s errrors in understanding the language that confusion and misinterpretation on word meanings may take place. The problems of this research are how vocabulary variations of Javanese dialect in phonological and lexical levels in Kertek sub-district are and what factors trigger the presence of dialect variations based on the speaker’s social factors. The purposes of this research are to describe the Javanese dialect variations of Wonosobo in phonological and lexical levels and to identify factors triggering the presence of Javanese dialect variations in Kertek sub-district of Wonosobo regency. This research uses a socio-dialectological approach. There are two kinds of research data. Spoken and written data. The spoken data consist of Javanese dialect expressions of three native residents of Kertek fulfilling the required criteria of being informants, while the written data consist of particular vocabularies used in Kertek sub-district of Wonosobo regency. Three villages are used as the observasion points Sumberdalem, Karangluhur and Sindupaten village. The data are taken using listening and speaking techniques. Data are then analyzed in two stages during and after data collection. The results of analysis are described using an equivalence method. Equivalence method is a method of data analysis which determining device is located outside, unconnected, and not as a part of the related or the studied language. In eddition, this research also uses informal method. The research results show that the Javanese vocabularies in Kertek sub-district of Wonosobo regency are various in phonological and lexical indication aspects. An example of phonological indication is the presence of particular phonemes in each area, such as variations of phoneme /o/ are mostly used at observation point 1, vocabularies with a domination of Jogja-Solo dialect, such as using vowel variations of -ᴐ, -ϵ and -a at observation point 2, and Banyumas dialect with vowel variations of -ϵ, -i and -u is mostly used at observation point 3 as it is adjoining with Sigaluh sub-district of Banjarnegara regency. In lexical variation indications, additional sound variations, such as prosthesis, epinthesis, and paragoge are found. Meanwhile, the presence of dialect variations is triggered by the geographical and social factors. Due to the geographical condition, Kertek sub-district is one of mountainous areas in Wonosobo regency that language varieties are resulted from their daily interactions. Language varieties are not only influenced by linguistic factors but also by non-linguistic factors, including social classes, education, occupation, age and sex cause the presence of vocabulary variation in Kertek sub-district of Wonosobo regency. This research is expected to be an additional knowledge for the next researchers. The researchers may conduct studies from the Javanese phonological and lexical aspects as well as the triggering factors. Thus, further, researchers are expected to be able to figure out the Javanese language variations in the other fields, such as in syntaxes as each Javanese dialect has particular phrasal, clausal, and sentence structures. Keywords: Javanese dialect, causes, phonological, lexical | |
| 13320 | 16656 | D1E011211 | JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT DAN TOTAL ASAM TERTITRASI DENGAN PENAMBAHAN LEVEL STARTER PADA CURD KEJU COTTAGE SUSU KAMBING | ABSTRAK Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh starter dengan level yang berbeda terhadap jumlah bakteri asam laktat dan total asam tertitrasi curd keju cottage. Penelitian dilakukan secara eksperimental mulai tanggal 6 Oktober sampai 28 November 2015 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan pada penelitian adalah susu kambing sebanyak 18 liter dari Pegumas Gumelar, Rennet 1,08 ml dan bakteri Lactobacillus plantarum TW 14 biakan murni. Peubah yang diukur dalam penelitian ini adalah jumlah BAL dan Total Asam Tertitrasi (TAT). Rancangan percobaan yang digunakan dalam pengujian BAL dan TAT adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diuji sebagai berikut : R1 (Starter dengan level 5%), R2 (Starter dengan level 10%), R3 (Starter dengan level 15%). Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap jumlah BAL dan TAT keju cottage. Hasil penelitian BAL menunjukan bahwa R1 level 5% memiliki rataan jumlah BAL yakni 8,95 x 109 log cfu/g R2 level 10% memiliki rataan jumlah BAL yakni 9,08 x 109 log cfu/g dan R3 level 15% memiliki rataan jumah BAL 9,09 x 109 log cfu/g. Hasil penelitian TAT menunjukan bahwa R1 level 5% memiliki nilai 2,58% R2 level 10% memiliki nilai 2,79% dan R3 level 15% memiliki nilai 2,83%. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan level starter yaitu 5%, 10% dan 15% menghasilkan jumlah BAL dan TAT yang relatif sama. | ABSTRACT Total Lactic Acid Bacteria and Total Acid Titration as the effect of Starter Addition on Goat Milk Curd Cottage Cheese, was held from October 6th to November 28th, 2015 at The Animal product Technology Laboratory, Animal Husbandry Faculty, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The study aimed to assess the effect of starter with the different levels on the total number of lactic acid bacteria and total acid titration of curd cottage cheese. The study was carried out experimentally. The Materials used in the study are the goat milk as much as 18 liters from Pegumas Gumelar, 1.08 ml of rennet and pure culture of Lactobacillus plantarum TW 14 bacteria. The parameters measured in this study were the number of LAB and TAT. The experimental design used in the testing of LAB and TAT was completely randomized design with three treatments and six replications. The treatments were as follows : R1 (Starter with a level of 5%), R2 (Starter with a level of 10%) and R3 (Starter with a level of 15%). The results showed that effect of the treatment was not significant (P>0.05) on the amount of LAB and TAT of cottage cheese. The LAB research results showed that the R1 level of 5% had the average of 8.95 x 109 log cfu/g while the R2 level of 10% had the mean of 9.08 x 109 log cfu/g and R3 had of the mean value 15% total LAB 9.09 x 109 log cfu/g. The results of the study showed that TAT of R1 at the level of 5% had a mean value of 2.58% while the 10% level (R2) had a mean value of 2.79% and the 15% level (R3) had a mean value of 2.83%. The conclusion of the study is, the addition of starter at a level of 5%, 10% and 15% produce the same amount of LAB and TAT |