Home
Login.
Artikelilmiahs
16669
Update
DOROTEA DARA PURBANANDA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS POLA DAN EFISIENSI PEMASARAN GULA KELAPA DI DESA KALISALAK KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Pola dan Efisiensi Pemasaran Gula Kelapa di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui pola saluran pemasaran gula kelapa yang terbentuk di Desa Kalisalak, mengetahui besarnya margin pemasaran dan farmer’s share gula kelapa pada masing-masing saluran pemasaran, mengetahui efisiensi harga dengan menghitung elastisitas tranmisi harga gula kelapa, serta mengetahui efisiensi ekonomis dengan menghitung ratio R/C gula kelapa di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Metode penelitian adalah survey dengan menggunakan proportional random sampling untuk pengrajin gula kelapa dan snowball sampling untuk lembaga pemasaran. Jumlah responden pengrajin yang diambil sebanyak 82 orang dan jumlah pedagang yang dijadikan sampel sebanyak 15 orang yang terdiri atas 10 pedagang pengumpul, 3 pedagang besar, 2 pedagang pengecer lokal. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) terdapat 3 saluran pemasaran gula kelapa di Desa Kalisalak, dengan rincian: saluran I yaitu pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang besar – konsumen, saluran II yaitu pengrajin – pedagang pengumpul – konsumen luar kota, saluran III : pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen. Saluran yang paling efisien adalah saluran II yaitu petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen. 2), margin pemasaran pemasaran gula kelapa di Desa Kalisalak pada saluran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp3.710,00/kg, saluran II sebesar Rp3.400/kg, dan saluran III sebesar Rp3,707,00/kg. Kemudian untuk nilai farmer’s share paling tinggi terdapat pada saluran II yaitu sebesar 76,13 persen. 3) elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran gula kelapa memiliki nilai Et kurang dari 1 yaitu 0,65 (bersifat inelastis). 4) nilai R/C ratio pada kegiatan produksi gula kelapa di Desa Kalisalak sebesar 1,22 yang berarti bahwa usaha tersebut telah efisien yang ditunjukkan dengan nilai R/C ratio yang lebih dari satu. Implikasi dari penelitian ini yaitu, 1) untuk memperoleh keuntungan yang tinggi maka perlu memilih saluran pemasaran yang paling efisien, 2) untuk memperkecil margin pemasaran perlu membangun kelompok pengrajin gula kelapa dan sentralisasi pedagang, 3) perlu pengembangan media informasi harga sampai ke tingkat pengrajin, 4) perlu penigkatan produksi gula kelapa dengan teknologi yang tepat guna.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is titled “Analysis The Patterns and Marketing Efficiency of Coconut Sugar In Kalisalak Village Kebasen Subdistrict Banyumas Regency”. This study aims to determine the pattern of coconut sugar marketing channels that formed in the Kalisalak Village; as well as the share of the farmer (farmer’s share) and marketing margin of coconut sugar commodity in each channel; know how the price transmission elasticity; and know how the ratio of costs and benefits. Research method that utilized is survey method with proportional random sampling to determine the sample of producer and snowball sampling to determine the sample of seller. The sample of this research consist of 82 producer. Sampling merchants using snowball sampling method and gained 15 merchants who consisted for 10 collector traders, 3 wholesallers and 2 local small traders. Data collected by interview from filling questionnaire. The result showed that are three pattern of marketing chanel: (1) Producer → Collector traders → Wholesalers → Consumer, (2) Producer → Collector traders → Consumers, (3) Producer → Collector traders → local traders → Consumer. Marketing Margin in the first marketing channel for Rp3.710,00/kg, second marketing for Rp3.400/kg, and third marketing for Rp3,707,00/kg. Actually, the biggest percentage of farmer's share at pattern II, but because limitation researcher, if this pattern more investigated then possibility there will found longest marketing channel. The price transmission elasticity (Et) was worth 0,65 (Et <1) (inelastic). The R/C ratio was worth 1,22 that means the production has been efficient as indicated by the value of R / C ratio is more than one. Implication from this research are 1) to obtain maximum profit by selecting the most efficient marketing channel; 2) to minimalize the marketing margin is form group of coconut sugar producers and centralization of seller; 3) it is necessary to deve;op media information of price to coconut sugar producers; 4) it is necesarry to increase the output of coconut sugar with the appropriate technology.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save