Artikelilmiahs

Menampilkan 13.401-13.420 dari 49.634 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1340116729C1C012007Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Sustainability Report (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014)Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sustainability report. Faktor-faktor tersebut antara lain dewan komisaris independen, komite audit, dewan direksi, profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 35 perusahaan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Sedangkan komite audit, dewan direksi, likuiditas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report.
This study is a quantitative research. The purpose of this study was to examine the factors which affecting the disclosure of sustainability report. The factors are board of commissioner independence, audit committee, board of directors, profitability, liquidity and firm size. This research used companies that listed in Indonesia Stock Exchange from 2012-2014. The sampling method using a purposive sampling and there are 35 companies. Hypothesis testing on this research was done by the multiple regression analysis.
The result shows that those such as board of commissioner independence have negative affect on sustainability report. Profitability have positive affect on sustainability report. Meanwhile, audit committee, board of directors, liquidity and firm size have no affect on sustainability reporting disclosure.
1340216732A1C008010Efisiensi Pemasaran Duku Kalikajar di Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang Kabupaten PurbalinggaIndonesia merupakan salah satu negara yang banyak menghasilkan produksi buah-buahan salah satunya adalah duku. Kabupaten Purbalingga memiliki sentra penghasil duku yaitu di Kecamatan Kaligondang tepatnya di Desa Kalikajar. Banyaknya lembaga pemasaran mempengaruhi panjang pendeknya saluran pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya marjin pemasaran, bagian harga yang diterima oleh petani bagian biaya dan keuntungan pada setiap lembaga pemasaran, serta mengetahui profit margin pedagang dan juga sistem pemasaran duku sudah efisien baik secara operasional maupun harga.
Pengambilan data dilakukan bulan 1 Maret 2014 sampai dengan 31 Mei 2014. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Penentuan lokasi di Desa Kalikajar dilakukan secara sengaja (Purposive).. Metode pengambilan sampel petani menggunakan Judgemental Sampling diperoleh populasi 35 petani. Metode pengambilan sampel pedagang menggunakan Snowball Sampling berjumlah 20 orang. Data dilakukan secara deskriptif terhadap saluran pemasaran dan Marjin Pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang terdapat 3 saluran pemasaran yaitu : 1. Petani – pengecer – konsumen, 2. Petani – pedagang besar – pengecer – konsumen, 3. Petani – pedagang pengumpul – pedagang besar – pengecer – konsumen. Marjin pemasaran pada saluran pertama Rp 3.987,01, marjin pemasaran pada saluran kedua sebesar Rp 5631,54. Bagian harga yang diterima petani pada saluran pertama sebesar 63,08 %, pada saluran kedua sebesar 53,63 %, dan saluran ketiga sebesar 40,04 %. Bagian keuntungan tiap saluran pemasaran sebagai berikut : pada saluran pertama pedagang eceran sebesar 91,07 %, pada saluran kedua pedagang besar sebesar 43,77 % pedagang eceran 40, 35 %, pada saluran ketiga pedagang pengumpul 0,66 %, pedagang besar 22,56 , pedagang eceran 32,50 %.
Indonesia is one of the most productive countries in Duku fruit production. One of district that produce Duku is Purbalingga. Purbalingga has production centers in District Kaligondang, Kalikajar Village. The number of marketing agencies affects the length of the short marketing channels. This study aims to determine the marketing margin,to calculate part of the price received by the farmer costs share and benefits for each marketing agencies, and to investigate the profit margins of traders and also to discover how efficient Duku marketing system both operational and priceare.
Data were collected in March 2014 until the end of May 2014. The research was conducted in the village of the District Kalikajar Kaligondang Purbalingga district. Kalikajar Village is determined intentionally (purposive) as a location of this study. Moreover, Judgemental sampling method was obtained as sampling method thus obtained 25 population of farmers. Meanwhile, Snowball Sampling method was obtained to 20 people for traders. Data are analyzed descriptively on marketing channels and Marketing Margin.
The results show that in the village there are 3 Kaligondang Kalikajar District of marketing channels: 1. Farmer - retailers - consumers, 2. Farmers - wholesalers - retailers - consumers, 3. Farmer - middlemen - wholesalers - retailers - consumers. Marketing margin on the first channel is Rp 3987.01, marketing margin on the second channel is Rp 5631.54. The proportion of the price received by farmers in the first line is 63.08%, the second channel is 53.63%, and 40.04% for the third channel. Profits share of each marketing channels as follows: on the first channel of retailers is 91.07%, the second channel wholesaler is 43.77% retailers 40, 35%, in the third channel middlemen 0.66%, 22.56 % wholesalers, 32.50% retail traders.
1340316733A1L012116APLIKASI NEMATODA ENTOMOPATOGEN Heterorhabditis sp. ISOLAT CILONGOK BERDSARKAN AMBANG KENDALI TINGKAT SERANGAN 10 PERSEN UNTUK MENGENDALIKAN HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L.)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji kemempanan nematoda entomopatogen Heterorhabditis sp. isolat Cilongok, Kabupaten Banyumas terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) pada tanaman kubis yang diaplikasikan berdasarkan ambang kendali tingkat serangan 10 persen, 2) membandingkan efektivitas nematoda entomopatogen dan insektisida kimia sintetik untuk mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Agustus 2016 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah tanpa perlakuan (kontrol), insektisida berbahan aktif profenofos, karbosulfan, deltametrin, Bacillus thuringiensis, dan buprofezin, NEP dengan konsentrasi 400 JI/ml, 600 JI/ml dan 800 JI/ml. Variabel yang diamati adalah populasi ulat, jumlah kelompok telur, populasi imago pada Yellow trap, intensitas serangan dan bobot tanaman kubis segar. Hasil penelitian menunjukkan nematoda entomopatogen Heterorhabditis sp. jika diaplikasikan pada tanaman kubis berdasarkan tingkat serangan ambang kendali 10 persen belum mampu menurunkan populasi ulat, jumlah kelompok telur dan intensitas serangan S. litura serta belum mampu mempertahankan bobot kubis. Nematoda entomopatogen Heterorhabditis sp. mempunyai kemempanan yang sama dengan insektisida kimia sintentik dalam mengendalikan ulat grayak.This research was aimed to 1) review the effectiveness of entomopathogenic nematode Heterorhabditis sp. isolate of Cilongok, Banyumas against pest cabbage cluster caterpillar (Spodoptera litura F.) on cabbage that is applied based on conrol threshold intensity of attack of 10 percent 2) compare the effectiveness of entmopathogenic nematodes and synthetic chemical insecticides to control pest of cabbage cluster caterpillar (Spodoptera litura F.). This research was conducted from April until August 2016 at Laboratory of Plant Protection of Agriculture Faculty Jenderal Soedirman University, Purwokerto and Serang village, Karangreja, Purbalingga. The experiment used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 9 treatments and 3 replications. The treatments were control (without any treatment), insecticide of profenofos, karbosulfan, deltametrin, Bacillus thuringiensis,and buprofezin, entomopathogenic nematode with concentration of 400 JI/ml, 600 JI/ml and 800 JI/ml. Variables that observed were larvae population, number of egg group, imago population in Yellow trap, the intensity of attacks and fresh weight of cabbage. The results showed that entomopathogenic nematodes Heterorhabditis sp. when applied on cabbage by the attack rate control threshold of 10 percent has not been able to reduce the population of cabbage cluster caterpillar, egg group number, intensity of attack S. litura and not able to maintain the weight of cabbage. Entomopathogenic nematodes Heterorhabditis sp. have the same effectiveness with synthetic chemical insecticide to control cabbage cluster caterpillar.
1340416734H1F012059GEOLOGI DAN GEOKIMIA AIR PANAS BUMI DAERAH CIPAKEM, KECAMATAN CINIRU, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARATDaerah penelitian berada di desa Cipakem, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi dan geokimia air panas bumi di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya observasi lapangan, pemetaan geologi detail, dan analisis geokimia air panas bumi. Morfologi daerah penelitian termasuk kedalam perbuktian struktural. Satuan batuan yang ada di daerah penelitian yaitu Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, Intrusi Basalt, dan Satuan Breksi Andesit. Struktur yang berkembang di daerah penelitian yaitu lipatan antiklin, sesar naik, sesar mendatar kiri, dan sesar mendatar kanan. Terdapat 3 manifestasi panas bumi yaitu BAP-HS 1 (62oC), BAP-HS 2 (41oC), dan BAP-KL 3 (51oC). Dari hasil analisis geokimia air panas bumi daerah penelitian didapat 2 tipe air yaitu air klorida dan air dilute chloride-bicarbonate. Air panas bumi yang berada di daerah penelitian berasal dari satu reservoir. Temperatur reservoir panas bumi daerah penelitian yaitu 151oC-163oC. Kedalaman reservoir panas bumi daerah penelitian yaitu 190-270 m di bawah permukaan. Sistem panas bumi daerah penelitian diinterpretasikan merupakan sistem dominan air dengan sistem terputar dan sistem tersimpan pada sistem low relief. Sumber panas pada sistem panas bumi ini berasal dari tekanan struktur geologi yang ada di daerah penelitian serta pembebanan batuan sedimen, batuan reservoir berupa batupasir, batuan penudung yaitu batupasir yang teralterasi, dan sesar mendatar kiri menjadi jalur air panas bumi keluar ke permukaan sebagai manifestasi. Berdasarkan perhitungan heat loss daerah penelitian memiliki potensi panasbumi sebesar 29.055 kW dan sumber daya spekulatif 290.55 kWe.
The research area is located in the Cipakem village, Ciniru subdistrict, Kuningan regency, West Java. This study was conducted to determine the condition of geology and geochemistry of geothermal water in the area. The method used in this study include observation, detailed geological mapping and geochemical analysis of geothermal water. Morphology research areas included into the hills structural. Lithologies in the research area there are Mudstone unit, Sandstone Unit, Basalt intrusion and Andesite Breccia unit. Developing structure in the study area there are fold anticline, reverse fault, left slip fault and right slip fault. There are three geothermal manifestations is BAP-HS 1 (62oC), BAP-HS 2 (41oC), and BAP-KL 3 (51oC). From the results of geochemical analysis geothermal water, research area obtained two types of water: chloride water and dilute chloride-bicarbonate water. Geothermal water in research area comes from the one reservoir. Temperature reservoir in research area is 151oC-163oC. the depth of geothermal reservoir in research area is 190-270 m in the subsurface. Geothermal system at the research area is included into water dominated system at the low relief system with the cycle and storage system. The heat source on geothermal system is derived from the pressure of the geological structure in this reasearch area and imposition of sedimentary rocks, reservoir rocks is Sandstone, caprock is Sandstone was altered into clay mineral, and left slip fault structure being a way out for geothermal water to the surface area as manifestation. Based on Heat loss calculation, geothermal potential in research area is 29.055 kW and speculative resource is 290.55 kWe
1340516735E1A012097ANALISIS YURIDIS TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP PRODUK YANG TERCEMAR SEHINGGA MENGAKIBATKAN KERACUNAN BAGI KONSUMEN (STUDI KASUS PUTUSAN BPSK NOMOR 02/PTS/BPSK-TANGSEL/I/2015)Penelitian ini mengambil judul “Analisis Yuridis Tanggung Jawab Pelaku Usaha Terhadap Produk Yang Tercemar Sehingga Mengakibatkan Keracunan Bagi Konsumen (Studi Kasus Putusan BPSK Nomor 02/PTS/BPSK-Tangsel/2015)”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis bagaimana bentuk pertanggungjawaban pelaku usaha terhadap produk yang tercemar sehingga mengakibatkan keracunan bagi konsumen.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim berupa penggantian kerugian sebesar Rp. 10.000.000,- secara tanggung renteng bagi PT. DIAMOND COLD STORAGE dan PT. HERO SUPERMARKET Tbk dirasa kurang tepat, mengingat adanya Pasal 17 Syarat Perdagangan (Trading Term) antara PT. DIAMOND COLD STORAGE dengan PT. HERO SUPERMARKET Tbk. Dalam hal ini, patut dibebaskannya PT. HERO SUPERMARKET Tbk dari segala bentuk pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami oleh Zulfiyanti (Konsumen). Terhadap PT. DIAMOND COLD STORAGE juga dapat dibebani sanksi administratif berupa penarikan produk dari peredaran sesuai dengan Pasal 90 dan Pasal 94 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.
This research has taken a title “Juridical Analysis of Responsibility Businessmen (Business Doer) toward Filthy Product Until Lead Poisoning for Consumers (Case Studies of Verdict BPSK Number 02/PTS/BPSK-Tangsel/I/2015)”. This research has aimed to anylize how is the form of responsibility businessmen toward filthy product and resulting poisoned consumer.
The method of research is between juridist normative with analysis qualitative normative. The method of submission’s data has done by study of literature. Collected data is served with systematic narrative text form.
The result shows that the verdict which were downed by Panel of Judges are as the form of loss replacement as Rp. 10.000.000,- as jointly liability for PT. DIAMOND COLD STORAGE and PT. HERO SUPERMARKET Tbk was felt not right. In this case, PT. HERO SUPERMARKET Tbk is worthy to free from all charges of responsibilities on Zulfiyanti’s (Consumer) loss. Toward PT. DIAMOND COLD STORAGE also can be imposed with administrative sanctions as the form as products withdrawal from its circulation as told by Article 90 and Article 94 Act Number 18 Year 2012 about Food.
1340616736D1E009174PENGGUNAAN SINBIOTIK TERHADAP BOBOT KARKAS DAN NON KARKAS AYAM LOKAL JANTANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sinbiotik dalam ransum terhadap bobot karkas dan non karkas ayam lokal jantan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2015 sampai 16 Februari 2016 di Selo Arum Farm, Sokaraja. Materi yang digunakan adalah 60 ekor ayam Sentul jantan umur delapan minggu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo, dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah R0 (tanpa sinbiotik), R1 (penggunaan sinbiotik 2%), R2 (penggunaan sinbiotik 4%), R3 (penggunaan sinbiotik 6%). Peubah yang diamati adalah bobot karkas dan non karkas. Hasil rataan bobot karkas masing-masing perlakuan adalah 896,54 g (R0); 872,5 g (R1); 798,96 g (R2); 874,48 g (R3) dan rataan bobot non karkas masing-masing perlakuan adalah 197,76 g (R0); 219,52 g (R1); 194,98 g (R2); 201,36 g (R3). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan sinbiotik dalam ransum ayam Lokal jantan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot karkas dan non karkas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan sinbiotik dalam ransum menghasilkan bobot karkas dan non karkas ayam Lokal yang relatif sama.The purpose of this research was to investigate the influence of using sinbiotic in ration on carcass and non carcass weights of local rooster. The research was conducted from December 16th 2015 until February 16th 2016 in Seloarum Farm, Sokaraja. The materials used were 60 heads of local rooster eight-week old. This research was conducted by in vivo experimental method, using a Completely Randomized Desidn (CRD). The treatments were R0 (without sinbiotic), R1 (2% sinbiotic), R2 (4% sinbiotic), and R3 (6% sinbiotic). The parameters measured were carcass and non carcass weights. The results of the averages carcass weights of each of the treatments were, 896.54 g (R0); 872,5 g (R1); 798,96 g (R2); 874,48 g (R3) and the averages of non carcass weights of each of the treatments were, 197.76 g (R0); 219,52 g (R1), 194,98 g (R2); 201,36 g (R3). The results of the analysis showed that the use of sinbiotic in ration of Local rooster had no significant (P>0,05) effect on the weights of carcass and non carcass. The conclusion of this research is the use of sinbiotic in ration produces a relatively similar values of carcass and non carcass weights of local rooster.
1340716737H1D009010ANALISIS SEDIMEN LAYANG ( SUSPENDED LOAD ) PADA BANGUNAN KANTONG LUMPUR BENDUNG SLINGA KABUPATEN PURBALINGGABendung Tetap Slinga sebagai bangunan pengatur muka air memiliki beberapa bangunan pelengkap salah satunya adalah bangunan kantong lumpur. Kantong lumpur merupakan salah satu bangunan pelengkap bendung yang berfungsi mengendapkan sedimen layang / suspended load yang melewati pintu intake. Besarnya angkutan sedimen layang dipengaruhi oleh beberapa hal seperti tingginya curah hujan, keberhasilan konservasi lahan. Pada penelitian ini peneliti mencoba untuk menganalisis tentang angkutan sedimen yang terjadi di kantong lumpur Bendung Slinga baik itu mengenai jumlah angkutan sedimen ataupun periode penggelontoran untuk menjaga keefektifan kantong lumpur.
Untuk mengetahui dan memperkirakan jumlah angkutan sedimen layang yang terjadi di kantong lumpur, pada penelitian ini menggunakan metode seksi hidrometri. Besarnya angkutan sedimen layang dihitung dengan beberapa parameter, yaitu kosentrasi, debit air dan gambar teknis bangunan itu sendiri.
Dari hasil perhitungan didapatkan nilai kosentrasi yang berbeda antara titik pengamatan sebelum di kantong lumpur dan setelah kantong lumpur. Debit sedimen layang yang diendapkan berdasarkan metode seksi hidrometri sebesar 84,129 ton/hari dan memiliki nilai efisiensi sebesar 38,862 % dengan metode selisih dan 6% dengan metode grafik. Dengan volume yang diendapkan sebesar 31,746 m3/hari dan volume efektif kantong lumpur bendung gerak serayu sebesar 698,448 m3, maka diperlukan periode penggelontoran sedimen yang mengendap selama 22 hari sekali.
Slinga weir as water level control structure has some complementary structures, one of the complementary structure is settling basin. Settling basin is one of the complementary structure that deposite suspended load passes through the intake gate. The amount of suspended load transport is influenced by several things such as high rainfall, the successfull of land conservation. This study, is analysing sediment transport that occurs in settling basin of Slinga weir both the amount of sediment transport and the flushing period to maintain the effectiveness of settling basin.
The hydrometric section was used to find and estimate the amount of suspended sediment transport that occurs in settling basin, to determine the amount of sediment transport in the settling basin there are several parameters that must be known i.e concentration, discharge flow and as built drawing of the building it self
Based on the calculation results it is obtained that concentration values are different between the two observation points before and after the settling basin. The suspended sedimentation transport based on the hydrometric section method is 84,129 tonnes / day and having a 38,862% efficiency rate with difference method and 6% efficiency rate with graphic method. With the volume deposited at 31,746 m 3 / day and the effective volume of settling basin Slinga weir of 698,448 m 3, the required period of flushing sediment that settles for 22 days.
1340816738C1C010015PENGARUH PENYERAPAN ANGGARAN, BUDAYA ORGANISASI, KEPUASAN KERJA DAN PENGAWASAN INSPEKTORAT TERHADAP KINERJA KEUANGAN ORGANISASI PUBLIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyerapan anggaran, budaya organisasi, kepuasan kerja dan pengawasan inspektorat terhadap kinerja keuangan organisasi publik. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam studi ini adalah pegawai Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Banjarnegara.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi empiris. Kriteria responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu karyawan yang bekerja pada bagian yang berhubungan dengan variabel penelitian. Sampel yang digunakan sebanyak 54 responden. Metode pengumpulan data digunakan dengan kuesioner yang terdiri dari 5 instrumen dengan menggunakan skala likert. Dari 54 kuesioner yang telah disebar, jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 54 kuesioner dan dapat dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji kualitas data yang terdiri dari uji validitas dan uji reabilitas, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heterosketastistas, serta pengujian hipotesis yang terdiri dariuji regresi berganda, koefisien ddeterminasi, uji t dan uji F.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) penyerapan anggaran berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan organisasi publik (2) budaya organisasi berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan organisasi publik (3) kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan organisasi publik (4) pengawasan inspektorat berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan organisasi publik.
This study aims to determine the absorption of the budget, organizational culture, job satisfaction and supervision inspectorate on the financial performance of public organizations. The research object is selected in this study were employees of the SKPD in Banjarnegara district.
The research is a qualitative research with empirical studies. Criteria respondents used in this study are employees who work on the part relating to the study variables. The sample used by 54 respondents. Data collection methods used with a questionnaire consisting of five instruments by using Likert scale. Of the 54 questionnaires that have been distributed, the number of questionnaires returned by 54 questionnaires and can be analyzed. Data analysis technique used is test the quality of data consisting of validity and reliability test, test the classical assumption of normality test, multicollinearity and test heterosketastistas, and hypothesis testing consisting dariuji multiple regression coefficient ddeterminasi, t test and F.
These results indicate that ( 1 ) absorption positive significant effect on the financial performance of public organizations ( 2 ) organizational culture positive significant effect on the financial performance of public organizations ( 3 ) job satisfaction did not significantly affect the financial performance of public organizations ( 4 ) supervision inspectorate effect a significant positive financial performance of public organizations.
1340916745D1E009141EFISIENSI PEMASARAN DAN MARGIN PEMASARAN SUSU KAMBING PERAH DIKECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL

Efisiensi Saluran Pemasaran Dan Margin Pemasaran Susu Kambing Perah Di Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pola saluran pemasaran susu kambing perah, menganalisis efisiensi saluran pemasaran susu kambing perah, dan untuk menganalisis perbedaan margin pada pelaku pemasaran susu kambing perah di Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal.
Penelitian dilakukan dengan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit (Cluster Sampling) dan dilakukan secara berantai (Snowball Sampling). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah margin pemasaran dan efisiensi pemasaran peternak kambing perah pada kelompok mendani, caprani dan pelaku pemasaran susu kambing perah di Kabupaten Tegal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran susu kambing perah di Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal memiliki 3 pola saluran pemasaran yaitu (I). Produsen – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, (II). Produsen – pedagang pengecer – konsumen, dan (III). Produsen – konsumen. Marjin pemasaran susu kambing di Kecamatan Dukuhturi saluran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp 11.740,00/liter, dan saluran II sebesar Rp 9.271,00/liter. Saluran pemasaran yang memiliki tingkat farmer’s share paling tinggi adalah saluran II (peternak –pedagang pengecer – konsumen) dengan memperoleh nilai farmers’ share sebesar 70% persen dan margin pemasaran sebesar 30% persen. Berdasarkan hasil analisis nikai T test lebih besar dari nilai table (P > 0,05) yang artinya terdapat perbedaan nyata rata-rata antara margin saluran pemasaran I dengan margin saluran pemasaran II, dengan perbandingan antara persentase secara analisis marjin dapat disimpulkan bahwa saluran II paling efisien pemasarannya.

The Pattern Of Marketing Efficiency And Marketing Margin Dairy Of Milk Goat On Dukuhturi, Tegal Regency. The purposes of this research were to investigate the pattern of dairy milk goat marketing, to analysis the efficiency of dairy goat milk marketing, and to analysis the difference of margin in dairy milk goat marketer at Dukuhturi, Tegal Regency.
The survey method was applied. The sampling was carried by the sampling unit (cluster sampling) and performed in sequence (Snowball Sampling). The variabels that were observed were the marketing margin and the efficiency of marketing of dairy milk in mendani, caprani groups and marketing offender of dairy milk in Tegal Region.
The results showed that, the dairy milk goat marketing in Dukuhturi, Tegal region had 3 patterns of marketing, namely (I). The producer – wholesalers – retailer – consumer, (II). The producer – retailer – consumer, and (III). The producer – consumer. The marketing margin of dairy goat milk in Dukuhturi, Tegal region. Marketing margin pattern I was Rp 11.740,00/liter, and the pattern II was Rp 9.271,00/liter. The highest marketing channel (farmer’s share) was the pattern II namely (farmers – retailer – consumer) with 70% of farmer’s share and 30% of marketing margin. Based on the analysis, T-test, was higher than the value of table (P > 0.05) which meant there was a significant differens of average between the marketing pattern I with the pattern of marketing margin II. The comparison between the presentation of margin analysis concludes that the most efficient marketing is pattern II.
1341017128G1A013129PREVALENSI TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN STROKE DI KLINIK SARAF RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar belakang: Stroke merupakan penyakit saraf dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat penting dan terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Berdasarkan jenisnya stroke dibedakan menjadi stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Depresi adalah gangguan emosional yang sering dihubungkan dengan stroke. Sekitar 20-25% pasien stroke mengalami depresi setelah serangan. Gejala depresi pada pasien stroke sama dengan gejala depresi fungsional seperti adanya rasa sedih, tidak bertenaga, sulit konsentrasi, nafsu makan menurun, penurunan libido, gangguan tidur pada malam hari dan adanya ide-ide untuk bunuh diri.
Tujuan: Mengetahui prevalensi tingkat depresi pada pasien stroke di Klinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 50 responden. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi akan mengisi kuisioner. Data yang didapatkan dianalisis secara univariabel.
Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 26% responden mengalami depresi ringan, 28% responden mengalami depresi sedang, 12% responden mengalami depresi berat, dan 34% responden tidak mengalami depresi.
Kesimpulan: Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo angka prevalensi depresi pasca stroke adalah 66%.
Background: Stroke is a neurological disease and became one of the very important health problem and continues to experience a significant increase annually. Based on the type of the stroke can divided into hemorrhagic stroke and non hemorrhagic stroke. Depression is an emotional disorder that is often associated with stroke. about 25-50% of stroke patient experience depresson after the attack. Symptoms of depression in stroke patients with depressive symptoms functionally the same as their sadness, not powered, difficulty concentrating, decreased appetite, decreased libido, sleep disturbances at night and their ideas for suicide.
Objective: Knowing prevalence of depression level in neurological clinic stroke patients in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital.
Method: This study design is descriptive. Samples are 50 respondents. Samples that eligible inclusion criteria fill out the questionnaire. The data obtained were analyzed in univariable.
Result: The data were processed by using a univariat analysis. The results showed that 26% respondents had mild depression, 28% had medium depression, 12% had severe depression, and 34% not had depression.
Conclusion: The prevalence of post stroke depression is 66% in Prof. Dr. Margono Purwokerto Hospital.
1341117721C1J011023DETERMINANTS OF THE MULTILEVEL MARKETING MEMBERS
JAFRA INCOME
Cosmetics Company in Jakarta
Judul penelitian ini adalah “Faktor-faktor yang Menentukan Pendapatan
Anggota Pemasaran Multilevel Marketing dari JAFRA Cosmetics di Jakarta”.
Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mendorong anggota bergabung Multilevel Marketing JAFRA. 2) Untuk menganalisis
apakah pengalaman, jam, tingkat pendidikan, media sosial bekerja, full-time / paruh
waktu, dan pelatihan mempengaruhi pendapatan JAFRA anggota multilevel
marketing. 3) Untuk mengukur kontribusi pendapatan Multilevel Marketing JAFRA
untuk pendapatan rumah tangga anggota.
Data yang digunakan adalah data primer dari responden yang merupakan
member dari Multilevel Marketing JAFRA di Jakarta yang sampai saat ini masih
aktif menjalankan JAFRA. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi
Berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Ada lima faktor yang
memotivasi anggota untuk bergabung di Multilevel Marketing JAFRA: produkproduk
berkualitas tinggi, penghasilan tambahan, hubungan yang baik, harga yang
lebih murah, dan menambah pengalaman. 2) Semua variabel independen
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan anggota kecuali full time /
part time. 3) Kontribusi penghasilan anggota dari JAFRA terhadap kontribusi rumah
tangga bervariasi antara 3 persen dan 58 persen. Namun, mayoritas kontribusi kurang
dari 10 persen.
The title of this research is, “Determinants of the Income of Multilevel Marketing Members of JAFRA Cosmetics Company in Jakarta”.Research objectivesare 1) To analyzes factors which encourage the members in joining JAFRA multilevel marketing,2) To analyze whether experience, working hour, educational level, social media, full-time/part-time, and training affect the income of JAFRA multilevel marketing members,3) To measure JAFRA multilevel marketing income contribution to household income of the members.
The data used are primary data from members of Multilevel Marketing JAFRA in Jakarta, who are still actively running JAFRA.Using multipleregression analysis,the results indicate that, 1) There are five factors that motivate members to join JAFRA Multilevel Marketing: high-quality products, additional income, good relationship, cheaper price, and extended experience,2) All independent variables have positive and significant effect on members’ income except full time / part time,3) The contribution of members’ income from JAFRA on household income varies between 3 percent and 58 percent however, the majority ‘s contribution is less than 10 percent,implication are discuss.
1341216742A1L012098Pengaruh Tingkat Kerapatan Populasi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Enam Genotip Kedelai (Glycine max (L.) Merril)Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh jarak tanam dan genotip terhadap hasil kedelai, 2) mendapat genotip kedelai yang adaptif pada jarak tanam rapat, 3) mengetahui kombinasi jarak tanam dengan genotip kedelai yang memberikan hasil paling tinggi. Penelitian dilaksanakan di lahan kering Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas. Penelitian dimulai pada bulan Februari 2016 sampai Juni 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot, dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu genotip kedelai yang terdiri dari varietas Grobogan, galur 71, galur 2, galur A402, galur A343, dan varietas Slamet. Faktor kedua yaitu jarak tanam yang terdiri dari jarak tanam rapat (40 cm × 10 cm), jarak tanam sedang (40 cm × 20 cm), dan jarak tanam lebar (40 cm × 30 cm). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah buku cabang utama, jumlah buku total, jumlah cabang produktif, jumlah polong isi, jumlah polong total, bobot brangkasan, jumlah biji per tanaman, jumlah biji normal, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman, indeks panen, dan bobot biji petak efektif. Data dianalisis dengan uji F, apabila terdapat keragaman dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa galur 71, galur 2, dan varietas Slamet memiliki pertumbuhan dan hasil yang tinggi yaitu pada jumlah polong total, tinggi tanaman, jumlah buku cabang utama, jumlah buku total, dan jumlah cabang produktif. Jarak tanam 40 cm × 30 cm mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang meliputi jumlah buku cabang utama, jumlah buku total, dan jumlah polong total. Galur 71 pada jarak tanam 40 cm × 30 cm mampu meningkatkan hasil jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, jumlah biji normal, dan bobot biji per tanaman. This research aims to 1) know the effect of row spacing and genotype of yield soybean 2) Got a genotype of soybean who adaptive on tight row spacing, 3) know the combination of row spacing with soybean genotype which gives the highest result. The research implemented in the drylands on Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas. The research begins in February 2016 until Juny 2016. The research use a Split Plot design, with 2 factors and 3 replications. The first factor is soybean genotypes consist of Grobogan, strain 71, strain 2, strain A402, strain A343, and Slamet.. Second factor is row spacing consist of tight row spacing (40 cm × 10 cm), medium row spacing (40 cm × 20 cm), and width row spacing (40 cm × 30 cm). the observed variables were plant height, number of segment main branch, total number of segments, number of branch productive, number of pods per plants, total number of pods, stover weight, number of seeds per plants, number of normal seeds, weight of 100 seeds, wight seeds per plants, harvest index, and weight of seed on the effective partition. The data were analysed with F tests, if there were variations, then it was followed by Duncan’s Multiple Range Test with standard error 5 %. The result showed that strain 71, strain 2, and Slamet have high result of growth and yield on total number pods, plants height, number of segment main branch, total number of segments, and number of branch productive. Row spacing 40 cm × 30 cm can increase growth and yield of soybeans on number of segment main branch, total number of segments, and total number pods. Strain 71 on row spacing 40 cm × 30 cm can increase number of pods, number of seeds per plants, number of normal seeds, and eight seeds per plants.
1341316725A1L012033PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN PASAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG DARI LETAK BENIH YANG BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair limbah sayuran pasar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang dari letak benih yang berbeda, 2) mengetahui pengaruh letak benih yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair limbah sayuran pasar dengan letak benih kacang panjang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan April 2016 sampai Juli 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap pola faktorial dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama terdiri dari empat konsentrasi pupuk organik cair limbah sayuran pasar (K), yaitu konsentrasi 0% (K0), 2,5% (K1), 5% (K2) dan 7,5% (K3). Faktor kedua adalah posisi letak benih kacang panjang (L) yang terdiri dari tiga bagian, yaitu posisi bagian pangkal (L1), tengah (L2) dan ujung (L3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 5% POC limbah sayuran pasar (K2) berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang polong serta berpengaruh sangat nyata terhadap bobot polong segar dan kering. Perlakuan posisi letak benih bagian tengah (L2) memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pada semua variabel tidak ditemukan adanya interaksi antara konsenrasi POC limbah sayuran dan posisi letak benih.This research aimed to know 1) the effect of concentration of liquid organic fertilizer (LOF) waste vegetables market to the growth and yield of long beans from different seeds position, 2) the effect of different seeds position to the growth and yield of long beans, 3) the interaction between of concentration of liquid organic fertilizer waste vegetables market and different seeds position to the growth and yield of long beans. This research was conducted at screenhouse Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto on April 2016 to July 2016. Compelitely Randomized Design was used and was arranged factorial with 12 treatments and 3 replications. The first factor consisted of four concentration of LOF waste vegetables market (K), namely 0% (K0), 2,5% (K1), 5% (K2) and 7,5% (K3). The second factor was seed position of long beans (L) which consisted three parts, seed taken from the base (L1), middle (L2) and from the end part of the seed fruit (L3). Result of the reseacrh showed that contentration 5% of LOF waste vegetables market (K2) influenced plant height, number of leaves and pod length and very influenced to fresh weight of pod and dry weight of pod. The seed from middle part (L2) affected plant height and number of leaves. All of those variable didn’t reveal any inetraction between of concentration of LOF waste vegetables market and different seeds position.
1341416751C1C012003PENGARUH PENERAPAN e-FAKTUR TERHADAP KEPATUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK DALAM MEMENUHI KEWAJIBAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI
(Survei pada PKP yang Terdaftar di KPP Pratama Purwokerto)
RINGKASAN

Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk menganalisis pengaruh penerapan e-faktur yang terdiri dari manfaat kegunaan, kemudahan penggunaan, fasilitas pendukung, serta keamanan dan kerahasiaan terhadap kepatuhan Pengusaha Kena Pajak dalam memenuhi kewajiban Pajak Pertambahan Nilainya. Populasi dalam penelitian ini adalah Pengusaha Kena Pajak yang terdaftar sebagai pengguna e-faktur di KPP Pratama Purwokerto sampai dengan April 2016 yang berjumlah 1.196 PKP. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, instrument penelitian diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Dan teknik analisis data yang digunakan yaitu uji f atau simultan, uji t atau parsial dan uji elastisitas untuk mencari faktor yang paling berpengaruh.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dari 4 variabel yang diuji, hanya 3 variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kepatuhan Pengusaha Kena Pajak dalam memenuhi kewajiban Pajak Pertambahan Nilainya yaitu manfaat kegunaan, kemudahan penggunaan dan fasilitas pendukung. Sedangkan variabel keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan Pengusaha Kena Pajak dalam memenuhi kewajiban Pajak Pertambahan Nilainya.

Kata Kunci : Kepatuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP), Faktur Pajak Elektronik, Pajak Pertambahan Nilai, Manfaat Kegunaan, Kemudahan Penggunaan, Fasilitas Pendukung serta Keamanan dan Kerahasiaan.
SUMMARY

This research aimed to analyze the influence of the implementation of e-faktur application consisting of the usefulness, ease of use, facilatting conditions, privacy and security on the level of tax firm compliance of value added taxable. The population in this research were the tax firm compliance (PKP) who registered as e-faktur users at KPP Pratama Purwokerto ‘til April 2016 that amounted 1,196 of tax firm compliance (PKP). Data were collected by questionnaire and the instrument was tested by validity and reliability. Analysis methode that used were f-test or simultaneous test, t-test or partial test, and elasticity test to find factors that the most influential.
The conclusion of this research were from four variables which being tested, only three variables that influence significantly againts the level of tax firm compliance (PKP) in meeting the value added taxable, namely usefulness, ease of use, and facilatting condition. While for privacy and security variable was not influence the level of tax firm compliance (PKP) in meet the employers taxable.

Keywords: Tax Firm Compliance (PKP), Tax Invoice Electronic, Value Added Taxable, The Usefulness, Ease of Use, Facilatting Conditions, Privacy and Security.




1341516778A1L012174PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L. cv. Ciherang) PADA LIMA TARAF PEMUPUKAN N DAN KOMBINASI PERLAKUAN PUPUK HAYATI CAIR PENAMBAT N2 DAN TRICHOKOMPOSSalah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi yaitu dengan menjaga keseimbangan hara melalui pemupukan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengkaji pengaruh pemberian beberapa taraf pupuk N dan kombinasi perlakuan pupuk hayati penambat N2 dan trichokompos pada produksi padi varietas Ciherang. (2) Mengetahui dosis pemupukan N yang mampu meningkatkan produksi padi varietas Ciherang. (3) mengetahui kombinasi perlakuan yang memberikan hasil panen paling tinggi. Penelitian telah dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada Februari sampai Agustus 2016, dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap yang terdiri atas 2 faktor, yaitu taraf pemupukan N (0, 50, 100, 150, 200 kg/ha) dan agen hayati (0,8 l/ha pupuk hayati penambat N2; 4 ton/ha trichokompos; kombinasi keduanya). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun, hari tanaman berbunga, jumlah anakan produktif, jumlah malai, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah per rumpun, jumlah gabah hampa per malai, persentase gabah hampa per rumpun, bobot gabah per rumpun, bobot 1000 butir gabah dan bobot kering giling. Data dianalisis menggunakan uji F kemudian dilanjut dengan uji DMRT taraf kesalahan 5%. Hasil menunjukan bahwa aplikasi trichokompos dan pupuk hayati cair dapat memperkecil kebutuhan pupuk N anorganik dalam meningkatkan bobot gabah per rumpun dan jumlah malai. Pemupukan N pada taraf 50 kg/ha menunjukan hasil terbaik pada variabel bobot gabah per rumpun, jumlah gabah per rumpun dan jumlah malai. Kombinasi perlakuan yang memberikan hasil panen tertinggi yaitu pemupukan N pada taraf 150 kg/ha dan tanpa penambahan pupuk hayati cair dan trichokompos. One effort to increase rice productivity is to maintain a balance of nutrients through fertilization. The purpose of this research was: (1) to study the effect of giving N fertilizer in various doses and combination of nitrogen-fixing liquid biofertilizer and tricho-compost on wetland rice production. (2) knowing the best dose of N fertilization to improve Ciherang rice production. (3) Getting combination of fertilizers treatment that showed the highest yield of wetland rice. The research had been conducted on the land of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, in February untill August 2016, by using completely randomized block design which consist 2 factors, i.e. the doses of N fertilizer (0, 50, 100, 150, 200 kg/ha) and bio-agents (nitrogen-fixing liquid biofertilizer, tricho-compost, combination of both). Parameters measured were plant’s height, number of tillers, leaf area, age of flowering plants, number of productive tillers, number of penicles, penicle length, number of grains per panicle, number of grains per clump, number of empty grains per panicle, percentage of empty grain, grains weight per clump, weight of 1000 grains and dry weight of grains. The data was analyzed by using F test, followed by DMRT at level 5% of error. The result showed that application of tricho-compost and liquid biofertilizer can reduce inorganic N fertilizers needed in increasing the number of penicles and grains weight per clump. N fertilizing at level 50 kg/ha was showed the best value on the parameters of grains weight per clump, number of grains per clump and number of penicles. The treatment combination which gives the highest yields was N fertilizing at level 150 kg/ha and without the addition of liquid biofertilizer and tricho-compost.
1341616743F1C012027Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Autis dalam Memberikan Pemahaman Konsep Seksualitas pada Siswa SLB-C Dharma Wanita Kota BogorKetika berada dalam masa pubertas, anak autis akan berperilaku yang tidak umum dilakukan oleh anak normal seusianya, seperti menunjukan perilaku seksual di area publik dan senang menyentuh bagian tubuh pribadi orang lain. Untuk itu diperlukan arahan dari orang tua untuk mencegah ekspresi seksual yang tidak wajar tersebut, yang disebabkan oleh kurangnya kontrol diri saat anak menginjak remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang dilakukan orang tua dengan anak autis dalam pemberian pemahaman konsep seksualitas. Penelitian ini menggunakan perspektif komunikasi antar pribadi dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dua orang anak dengan autisme yang berusia 9-17 tahun yang bersekolah di SLB-C Dharma Wanita Kota Bogor. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan mewawancarai orang tua anak dengan autisme yang dipilih sebagai informan utama penelitian. Model analisis data Miles dan Huberman yang didalamnya terdari dari tiga hal, yaitu penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan dan pengujian keabsahan data dilakukan dengan membandingkan sumber data. Terdapat tiga temuan dari penelitian ini, yaitu: 1). Metode ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman pada anak dengan tipe auditory learner sedangkan untuk anak dengan tipe visual learner penggunaan media bergambar (flash card dan kamus visual) lebih membantu anak untuk mengerti lebih cepat pemahaman yang disampaikan orang tua dan metode permodelan adalah cara lain yang efektif untuk kedua tipe belajar anak; 2). Dalam pola asuh authoritative, keterlibatan kondisi emosional yang positif, seperti kehangatan, perhatian, dan kasih sayang orang tua mampu mempengaruhi proses penerimaan anak atas pemahaman yang diberikan orang tuanya; 3). Perubahan sikap anak mulai terlihat setelah pemberian pemahaman konsep seksualitas secara face to face yang dilakukan orang tua secara berulang.When puberty, the children with a clinical diagnosis of autism will behave uncommon with the normal children at their age who are showing sexual behaviour in the public and like to touch part of someone else’s private bodies. Therefore, an instruction of parent is important to prevent an abnormal sexual expression which is caused by the lack of personal control when the children with autism goes to puberty. This research was aims to analize how is communication pattern of parent with the autistic children to give an undersanding of sexual concept. This research perspective was using communication interpersonal with the qualitative descriptive methods. Subject of the research is two children with autism aged from 9-17 years old who are school in the SLB-C Dharma Wanita Bogor City. Data collection method was observation and interviews parent of the children with autism as the main informant of research. Miles and Huberman’s data analysis model are consist of three things, that are data presentation, data reduction, and conclusion and test of data validity by comparing data resources. This research found these three, 1) Speech method used for giving an understanding to the autistic children with the type of auditory learner whereas the type of visual learner used a picture (flash card and visual dictionary) as an instrument that help them to understand faster what their parents delivered and Model method is the effective way to learn for the both type of children with autism; 2) In the authoritative parenting, the involvement of positive emotional condition i.e. warmth, affection, and love of the parent could affect the process of children’s acceptance on the comprehension given by their parents; 3) The change attitude of children could be seen after their parent delivered the concept of sexuality face to face repeatedly.
1341716756A1G012018FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI PENGADAAN BERAS
(Studi Kasus pada Perum BULOG Subdivre Banyumas)
Pengadaan beras merupakan suatu kebijaksanaan yang harus ditingkatkan sebagai landasan untuk pembangunan dalam jangka panjang dimana pemerintah harus selalu berusaha untuk menyediakan kebutuhan pangan dengan jumlah yang memadai. Mengingat pentingnya stabilitas pangan nasional, peran BULOG diperlukan untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi hajat hidup orang banyak. Perum BULOG harus mempunyai stok beras yang cukup agar stabilitas pangan nasional tetap terjaga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi jumlah pengadaan beras di Perum BULOG Subdivre Banyumas dan menyusun strategi yang efektif agar realisasi pengadaan beras di Perum BULOG Subdivre Banyumas dapat tercapai. Metode penelitian adalah studi kasus dengan tempat penelitian yang dipilih secara sengaja yaitu Perum BULOG Subdivre Banyumas. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan SWOT.
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap realisasi jumlah pengadaan beras adalah mitra kerja, HPP, luas panen dan harga beras di pasar. Strategi yang efektif agar realisasi pengadaan beras di Perum BULOG Subdivre Banyumas dapat tercapai adalah dengan memanfaatkan unlimited dana yang dimiliki BULOG dan jaringan semut yang ada, BULOG bisa menyerap beras lebih banyak dengan kualitas dan harga yang sesuai SOP pengadaan. Mitra kerja tidak perlu lagi konsinyasi jika memasukkan beras ke BULOG sehingga membuat mitra kerja lebih memilih memasukkan beras ke BULOG daripada menjual ke pasar. Agar stok bisa tercukupi juga sesuai kualitas dan HPP, pada saat panen raya BULOG menyerap beras sebanyak-banyaknya sehingga keamanan stok pangan nasional terjaga.


Kata kunci : realisasi pengadaan, mitra kerja, HPP, luas panen, harga beras di pasar
The Procurement of rice is a policy that should be increase as a baseof long term development, where the government always have to supply and fulfill the food requirements.Considering the importance of national food stability, BULOG was made compulsory to organize the logistics business of staple food in a good amount and quality for people needs. Perum BULOG haveto hold sufficient stock of rice to maintained the national food stability.
This research’s aims are to determine the factors that inluence the realization of rice procurement in Perum BULOG SubdivreBanyumas and composing the effective strategiesto achieved the target of rice procurement. The method of this research is a case study in Perum BULOG SubdivreBanyumas and using the multiple regression analysis and SWOT analysis.
The outcome of this research indicated that business partners, HPP, harvested area and market price are factors that influence the rice procurement. The effective strategy is by using BULOG unlimited funds and the “Ant Existing Networks”to absorb more rice in accordance with the SOP of procurement. The business partners of BULOG no longer need to cosign when they join the procurement. They prefer become a business partner of BULOG than sell to the market. In the harvest time, BULOG to absorb rice as much as possible to maintained the security of national food stocks.



Keywords: the actual Procurement, business partners, HPP, harvested area, market price of rice
1341816744A1C012006Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Padi Organik Metode System of Rice Intensifications (SRI) di Gapoktan Simpatik Kabupaten TasikmalayaGapoktan simpatik merupakan sentra penghasil padi organik dengan menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) di Kabupaten Tasikmalaya. Terdapat 12 kelompok tani yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi anggota Gapoktan Simpatik. Rata-rata produksi padi organik di Gapoktan Simpatik yaitu 6,69 ton per hektar, rata-rata produksi tersebut masih jauh dari potensi hasil padi organik di Indonesia dengan menggunakan metode SRI yaitu mampu mencapai 8 ton per hektar. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi organik yaitu dengan penggunaan faktor produksi yang efisien agar menghasilkan keuntungan yang maksimal.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan petani padi organi, 2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil produksi padi organi, 3) Menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani padi organik. Penelitian ini dilakukan di Gapoktan Simpatik Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya pada bulan Maret sampai April 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode Simple Random Sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 35 petani. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah: 1) Analisis biaya dan pendapatan usahatani 2) Analisis fungsi produksi Cobb Douglas 3) Analisis efisiensi penggunaan faktor produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Total biaya yang dikeluarkan pada usahatani padi organik di Gapoktan Simpatik yaitu sebesar Rp19.731.700,00 per hektar dengan penerimaan sebesar Rp36.811.000,00 per hektar dan pendapatan bersih sebesar Rp17.079.300,00 per hektar 2) Secara parsial luas lahan, benih, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap hasil produksi padi organik 3) Penggunaan faktor produksi luas lahan dan benih belum efisien sedangkan faktor produksi tenaga kerja tidak efisien.
Simpatik farmer group association is the center of organic rice production using the System of Rice Intensification (SRI) in Tasikmalaya District. There are twelve farmer group as member of Simpatik farmer group association which come from several sub-districts in tasikmalaya. The average of organic rice production at Simpatik farmer group association is 6.69 ton per hectar which is still far from the potency in Indonesian using the System of Rice Intensification (SRI) that can be achieved at 8 ton per hectare. In an effort to increase the organic rice production, efficiently utilizing production factor could be done so it could earn maximum profit.
Thie aims of this research are to: 1) find out the cost and the revenue of organic rice farmer, 2) find out the effect of production factor uses towards organic rice roduction, 3) analized the efficiency of utilizition factor production on organic rice farming. The study is conducted at Simpatik Farmer Group Association, Cisayong sub-district, Tasikmalaya, on March – April 2016. The research method which used in this study is case study. The sampling technic used in this study is Simple Random Sampling and had choosen 35 farmers as respondent . Data retrieval has been done using observation and interview method by quitionaers. The Analysis method used in this research are: 1) Cost and revenue Analysis 2) Cobb Douglas production function analysis 3) The utilization production faktor efficiency analysis.
The result of this study shows that: 1) The total cost of organic rice production at Simpatik farmer group association is Rp. 19.731.700,00 per hectare with receiving Rp36.811.000,00 per hektare and incoming Rp17.079.300,00 per hectare 2) Land area, seed, and labor, were parcially affecting towards organic rice production. 3) ) Production factor of land area, and seeds had not been utilized efficiently yet, while production factor of labor was not efficient at all.
1341916746A1C012015ANALISIS PERILAKU PETANI TERHADAP RISIKO USAHATANI KEDELAI DI DESA JATIJAJAR KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMENKedelai merupakan komoditas strategis di Indonesia yang produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga mengharuskan pemerintah melakukan kebijakan impor. Hal ini dikarenakan kurangnya minat petani yang disebabkan oleh adanya risiko dalam usahatani kedelai. Desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen merupakan daerah yang produksi kedelainya tinggi pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) tingkat risiko pendapatan usahatani kedelai, (2) perilaku petani terhadap risiko usahatani kedelai, dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani terhadap risiko usahatani kedelai di Desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Penelitian dilaksanakan di Desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen, pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2016. Sasaran penelitian adalah petani kedelai untuk musim tanam 2015, yaitu sejumlah 33 petani. Analisis data yang digunakan adalah koefisien variasi, skala utilitas, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat risiko pendapatan usahatani kedelai di Desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen termasuk kecil, (2) perilaku petani terhadap risiko usahatani kedelai cenderung enggan terhadap risiko, dari 33 petani responden hanya 3 persen petani yang berani terhadap risiko, sebanyak 97 persen petani berperilaku enggan terhadap risiko, dan tidak ada petani yang berperilaku netral, dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani adalah banyaknya tanggungan keluarga dan besarnya biaya usahatani yang harus dikeluarkan petani untuk usahatani kedelai, sedangkan umur petani dan besarnya pendapatan tidak berpengaruh terhadap perilaku petani.Soybean is a strategic commodity in Indonesia whose production has not been able to meet the domestic needs so require the government to import policy. This is due to lack of interest of farmers caused by the presence of risk in the soybean business. Jatijajar Village District of Ayah Kebumen Regency is an area of high soy production in 2015 many as 33 farmers. This study aimed to analyze: (1) the level income risk of soybean farming, (2) the behaviour of farmers against the risk of soybean, and (3) the factors that influence the behaviour of farmers against the risk of soybean farming in Jatijajar Village District of Ayah Kebumen Regency. Research conducted at the Jatijajar Village District of Ayah Kebumen Regency, taken informations was carried out in April-Mei 2016. The research objectives are soybean farmers for the planting season 2015. Analysis of the data used is koevisien variation, utility scale, and analysis of multiple linear regresi. The results showed that: (1) the level risk of soybean farming in Jatijajar Village District of Ayah Kebumen Regency is small, (2) the behaviour of farmers against the risk of soybean aversion towards risk, of 33 farmer respondents only 3 percent farmer who dared to risk, many as 97 percent farmers behave aversion to risk and nothing farmers behave neutral to risk, and (3) the factors that influence the behavior of farmers is the number of dependents and the cost of farming which must be issued for soybean farmers, while the farmers age and amount of income does not affects the behaviour of farmers.
1342016747A1L111041KAJIAN APLIKASI JAMUR ENTOMOPATOGEN (Fusarium cf solani) DAN PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK BIOKONTROL WERENG BATANG COKLAT DAN PRODUKSI PADIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) menguji efektifitas bioinsektisida berbahan aktif jamur Fusarium cf solani terhadap wereng batang coklat (WBC), 2) menguji efektifitas pupuk organik cair (POC) terhadap produksi padi. 3) menguji sinergisme bioinsektisida berbahan aktif jamur F. cf solani dan POC terhadap produksi padi dan pengendalian serangan WBC. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Faktorial Lengkap dengan pola faktorial (2 faktor). Faktor 1 adalah imbangan penggunaan pupuk kima pabrik dan POC, yang terdiri dari 0% POC, 50% POC, 100% POC dan masing-masing aplikasi POC ditambahkan 50% NPK. Faktor 2 adalah frekuensi penyemprotan bioinsektisida berbahan aktif jamur entomopatogen F. cf solani yang terdiri F0: tanpa penyemprotan, F1, F2 dan F3: disemprot berturut-turut satu, dua dan tiga kali. Variabel yang diamati meliputi tingkat serangan WBC, populasi WBC, tinggi tanaman padi, bobot jerami segar, bobot jerami kering, bobot 1000 butir, persentase gabah hampa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi F. cf solani mampu menurunkan tingkat serangan WBC, populasi WBC, tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot jerami kering, bobot jerami basah, bobot 1000 butir, dan persentase gabah hampa. POC mampu meningkatkan bobot jerami basah dan jerami kering. Tetapi tidak berpengaruh terhadap populasi WBC, tingkat serangan WBC, tinggi tanaman, bobot 1000 butir dan persentase gabah hampa. Tidak terjadi interaksi antara aplikasi F. cf solani dan POC.This study aims to: 1) test the effectiveness of biopesticide active ingredient Fusarium cf solani against brown plant hopper rod (BPH), 2) to test the effectiveness of liquid organic manure (LOM) emphasis on rice production, 3) test synergism fungal biopesticide active ingredient F. cf solani and LOM on rice production and BPH. The design used is a full factorial Randomized Complete Block Design with factorial (2 factors). Factor 1 is the proportion of use of fertilizers and plant clams LOM, which consists of 0% LOM, 50% LOM, 100% LOM and each application was added 50% NPK. Factor 2 is the frequency of spraying the biopesticide active ingredient entomopathogenic fungus F. cf solani which consists F0: without spraying, F1, F2 and F3: sprayed continuously one, two and three times. Variables observed level of BPH attack, BPH population, rice plant height, weight of fresh hay, straw dry weight, 1000 grain weight, the percentage of empty grain. The results signed that the application of F. cf solani able to reduce the level of BPH attack , BPH population, but did not affect the population of plant height, weight of dry hay, straw wet weight, 1000 grain weight, and the percentage of empty grain. LOM is able to increase the weight of wet straw and hay. But does not affect the BPH population, level of BPH attack, plant height, 1000 grain weight and the percentage of empty grain. No interaction between the application F. cf solani and LOM.