Artikelilmiahs

Menampilkan 12.981-13.000 dari 49.620 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1298116317C1A011068ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PADA INDUSTRI KERAJINAN BATIK DI DESA PANEMBAHAN KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBONPenelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Ekonomi Pada Industri Kerajinan Batik di Desa Panembahan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon”. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis keuntungan yang diperoleh pengrajin batik tulis dan mengetahui tingkat efisiensi usaha batik. Alat analisis yang digunakan adalah analisis keuntungan (TR-TC) dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pada industri rumah tangga kerajinan batik yang dijalankan sudah menguntungkan dan layak untuk dijalankan.Tingkat efisiensi dari usaha tersebut lebih dari satu dan dikatakan sudah mencapai tingkat efisien secara ekonomis dan layak untuk dijalankan.Implikasi dari penelitian ini yaitu usaha kerajinan batik di Desa Panembahan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon perlu dipertahankan karena dari hasil penilitian ini menunjukan sudah menguntungkan. Diharapkan para pengrajin dapat mempertahankan dan mengembangkan dalam usahanya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan, keuntungan dan juga diiringi dengan penggunaan biaya produksi secara efesien. Perlu adanya perhatian dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon untuk lebih mengangkat pamor batik di Desa Panembahan baik melalui pelatihan-pelatihan seperti menejemen, peningkatan luas pemasaran maupun fasilitas yang dapat menciptakan proses usaha yang efesien.Meskipun dari hasil analisis R/C ratio usaha kerajinan batik sudah efisien namun para pengrajin batik masih banyak yang memperoleh keuntungan dibawah rata-rata. Diharapkan para pengrajin dapat mengembangkan dalam usahanya baik dengan perluasan daerah pemasaran dan diversifikasi produk agar dapat memperoleh nilai tambah, sehingga kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.SUMMARY

This research entitled "Analysis of Economic Efficiency In Industry Batik Village Panembahan Plered Cirebon". The purpose of this study was to analyze the benefits batik artisans and determine the level of efficiency batik business in the village Panembahan Plered Cirebon to see the R / C ratio.
This study uses primary data obtained from interviews and questionnaires. The method used is the analysis of the profit (TR-TC) and the R/C ratio to determine the feasibility of Industry Batik.
The results showed that industry of batik in the village Panembahan Plered Cirebon is already profitable and feasible. Home industry batik in the village Panembahan Plered Cirebon has an efficiency of more than one and is said to have reached the level of efficient and economically feasible to run because it was profitable.
The implications of this research that businesses in the village of batik Cirebon Penembahan Plered should be maintained because of the results of this research Showed is already profitable. Hopefully, the craftsmen can maintain and develop the business. It aims to increase of revenues, profits and also accompanied by the use of production cost efficiently. The need for attention from the Department of Industry and Trade of Cirebon to further raise the prestige of batik in the village through Panembahan well as management training, a comprehensive marketing and the improvement of the facilities that can create an efficient business process.
Although the results of the analysis of R / C ratio batik craft industry has been efficient but batik artisans still much to gain below average. Hopefully, the craftsmen can develop in a good effort with the expansion of the area of marketing and product diversification in order to obtain more value-added, so that the quantity and quality of the product is able to compete in the wider market. It aims to increase revenues, profits and is also accompanied by the use of cost efficient production. The need for training to increase the skills of the craftsmen in order to create economic value that is higher on the results of batik production.

Keywords: Total Revenue, Total Cost, profit, R/C ratio, efficiency, Batik Industry
1298216318C1G014007PERSEPSI MANAJER TENTANG PERAN AUDITOR INTERNAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA AUDITOR INTERNAL
(STUDI PADA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN)
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari persepsi manajer tentang peran audit internal terhadap kinerja audit internal. Penelitian dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan populasi seluruh pejabat di lingkungan Unsoed mulai dari eselon II sampai dengan eselon IV. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Data diambil dengan membagikan kuesioner kepada responden terpilih yaitu sebanyak 50 orang pejabat.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas manajer di Unsoed mempersepsikan peran dominan yang dijalankan oleh SPI selaku unit audit internal selama ini adalah sebagai konsultan. Di samping itu, para manajer di Unsoed juga memberikan penilaian yang baik atau tinggi terhadap kinerja SPI. Hasil penelitian juga menunjukkan persepsi manajer tentang peran SPI berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja SPI. Implikasi dari penelitian ini adalah SPI Unsoed perlu untuk meningkatkan perannya sebagai watchdog karena meskipun tidak disukai para manajer, saat ini peran watchdog sangat diperlukan untuk mengatasi beberapa persoalan yang terjadi di Unsoed.
This research is quantitative study conducted to determine the effect of managers' perceptions about the role of internal audit on the performance of internal audit. The study was conducted in Jenderal Soedirman University (Unseod) which the population of all officials in the Unsoed ranging from echelon II to IV. Sampling was conducted using simple random sampling technique, while to determine the number of samples using the formula Slovin. Data retrieved by distributing questionnaires to the respondents as many as 50 people elected officials.
The results showed the majority of managers in Unsoed perceives the dominant role which is run by SPI as internal audit unit as long as it is as a consultant. In addition, managers at Unsoed also give good ratings or high on SPI performance. Results also showed the managers' perceptions about the role of SPI significantly affect the performance of the SPI. The implication of this research is SPI Unsoed need to enhance its role as a watchdog because although not favored by managers, the current watchdog role is needed to overcome some of the problems that occurred in Unsoed.

Keywords: perception managers, the role of internal audit, watchdog, agent, the catalyst, the performance of internal audit
1298316319A1L012106KARAKTER AGRONOMIK PADI (Oryza sativa L.) FAMILI F2 HASIL PERSILANGAN CISOKAN DAN CIHERANGPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan karakter agronomik dan korelasi karakter agronomik dengan hasil famili F2 hasil persilangan padi varietas Cisokan dan Ciherang, serta mendapatkan genotip-genotip F2 terbaik untuk dilanjutkan seleksi tahap berikutnya. Penelitian telah dilaksanakan di lahan sawah, Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada bulan Desember 2015 sampai April 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dan rancangan perlakuan Augmented Design dengan tiga ulangan. Variabel yang diuji terdiri atas: tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen dan bobot gabah per malai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agronomik pada famili F2 beragam berdasarkan pada tinggi tanaman (73,49 cm-158,29 cm), jumlah anakan total (3,68-56,68 anakan), jumlah anakan produktif (3,17-48,17 anakan), umur berbunga (75,49 hss-100,27 hss), umur panen (110,33 hss-117,33 hss) dan bobot gabah per malai (0,27 g-5,37 g). Karakter agronomik yang berkorelasi nyata dan positif dengan hasil adalah tinggi tanaman, jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif. Galur-galur yang dapat dilanjutkan pada seleksi generasi F3 berjumlah 20, yaitu CS X CH1-2-17, CS X CH1-5-64, CS X CH1-6-13, CS X CH1-6-41, CS X CH1-8-13, CS X CH1-9-4, CS X CH1-9-10, CS X CH1-12-6, CS X CH1-13-30, CS X CH1-14-32, CS X CH1-15-66, CS X CH1-16-50, CS X CH1-16-53, CS X CH1-20-1, CS X CH1-20-27, CS X CH1-20-31, CS X CH1-23-59, CS X CH1-24-27, CS X CH1-24-61, CS X CH1-30-9.The research aimed to determine agronomic characters and correlation between agronomic characters in F2 family derived from the crossing of Cisokan and Ciherang, and to select best lines of F¬2 to be continued into F3. The research was carried out in the paddy field of Pasir Kulon Village, Karanglewas Subdistrick, Banyumas Regency. It was started from December 2015 to April 2016. Randomized completely block design (RCBD) and the basic of Augmented Design with three replications were used in this research. Observed variables were consisted of plant height, total number of tillers, total number of productive tillers, flowering age, harvesting age and grain weight per panicle. Result of the study showed that agronomic characters in F2 family were varied based on plant height (73.49 cm-158.29 cm), total number of tilles (3.68-56.68), total number of productive tillers (3.17-48.17), flowering age (75.49 hss-100.27 hss), harvesting age (110.33 hss-117.33 hss) and grain weight per panicle (0.27 g-5.37 g). Plant height, total number of tillers, total number of productive tillers had positive correlation with yield. Selected to be continued to F3 generation that is 20 lines as followed are: CS X CH1-2-17, CS X CH1-5-64, CS X CH1-6-13, CS X CH1-6-41, CS X CH1-8-13, CS X CH1-9-4, CS X CH1-9-10, CS X CH1-12-6, CS X CH1-13-30, CS X CH1-14-32, CS X CH1-15-66, CS X CH1-16-50, CS X CH1-16-53, CS X CH1-20-1, CS X CH1-20-27, CS X CH1-20-31, CS X CH1-23-59, CS X CH1-24-27, CS X CH1-24-61, CS X CH1-30-9.
1298416320A1L012010MIKROPROPAGASI TANAMAN JERUK KEPROK (Citrus reticulata) DENGAN KOMBINASI PERLAKUAN BAP DAN NAA PADA EKSPLAN EPIKOTIL DAN UJUNG TUNASProduksi jeruk keprok dalam 10 tahun terakhir mengalami fluktuasi. Penurunan produksi jeruk di Indonesia disebabkan oleh virus Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) dan anomali iklim. Salah satu upaya untuk memenuhi tujuan tersebut adalah dengan kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian kombinasi BAP dan NAA dengan konsentrasi BAP 0 mg/L, 0,5 mg/L dan 1 mg/L dan konsentrasi NAA 0 mg/L dan 0,01 mg/L pada mikropropagasi jeruk keprok, 2) mengetahui respon eksplan epikotil dan ujung tunas, dan 3) menentukan jenis kombinasi zat pengatur tumbuh (ZPT) dan jenis eksplan terbaik terhadap mikropropagasi jeruk keprok. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Bioteknologi Fakultas Pertanian dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dari bulan September 2015 sampai Juli 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama yang dicaba adalah jenis eksplan yaitu ujung tunas (E1) dan epikotil (E2). Faktor kedua adalah kombinasi ZPT (K) yang terdiri dari BAP 0; NAA 0 mg/ L (K1), BAP 0; NAA 0,01 mg/L (K2), BAP 0,5; NAA 0 mg/L (K3), BAP 0,5; NAA 0,01 mg/L (K4), BAP 1; NAA 0 mg/L (K5), BAP 1; NAA 0,01 mg/L (K6). Data dianalisis dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan ujung tunas mampu meningkatkan tinggi tunas, jumlah tunas dan jumlah daun. Konsentrasi BAP 0 mg/L dan NAA 0,01 mg/L dapat menginduksi akar, jumlah akar, dan panjang akar. Konsentrasi BAP 1 mg/L dan NAA 0,01 mg/L dapat meningkatkan jumlah daun. Tidak ditemukan interaksi antara jenis eksplan dan kombinasi ZPT yang diberikan.Production of mandarin decrease has been fluctuative for the past 10 years. Production was mainly becaused of Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) and climate changes. Thus, it is necessary to establish a higher production through a commercial plant multiplication. One kind of effort to achieve that goal is by doing in vitro culture. The purposes of this research were (1) to know the effect of three levels BAP and NAA combination, BAP of 0 mg/L, 0,5 mg/L, and 1 mg/L and NAA of 0 mg/L and 0,01 mg/L for the mandarin citrus micropropagation, (2) to know the respond of epicotyl and the shoot tip, and (3) to determine the best combination of plant growth regulator (PGR) and the type of explant for the micropropagation in citrus. This research was conducted at the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture and Laboratory of Plant Physiology, Faculty of Biology, University of Jenderal Soedirman from September 2015 to July 2016. This research used Completely Randomized Block Design (CRBD) consisted of 2 factors and 4 replications. The first factor was the kind of explant, consisted of shoot tip and epicotyl. The second factor was the PGR combination, consisted of BAP 0; NAA 0 mg/L, BAP 0; NAA 0,01 mg/L, BAP 0,5; NAA 0 mg/L, BAP 0,5; NAA 0,01 mg/L, BAP 1, NAA 0 mg/L, BAP 1; NAA 0,01 mg/L. The total combinatiom of both factors generated 12 treatments which replicated 4 times each, and then resulted 48 kinds of trial units. Observed variables were the color change on the explant, time when the shoot started to grow, amount of shoots, shoot height, amount of leaves, time when the callus started to grow, time when the root started to grow, amount of roots, and root length. The result of this research showed that the shoot tip explant was able to growth increase the shoot height, amount of leaves and amount of shoot. The BAP concentration of 0 mg/L and NAA 0,01 mg/L could induce the root, amount of root, and the root length. The BAP concentration of 1mg/L and NAA 0,01 mg/L could increase the amount of leaves. There was no interaction found between kind of explant and the given GRS combination.
1298516329H1K012011Variasi Konsentrasi dan Distribusi Logam Berat Pb dan Hg pada Partikel Sedimen di Perairan Papua BaratPapua Barat merupakan provinsi yang terkenal dengan tingginya cadangan bahan tambang baik mineral non logam maupun logam. Sehingga pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan di Provinsi Papua Barat. Salah satu limbah hasil pertambangan tersebut adalah logam berat. Logam berat tersebut diantaranya timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Salah satu yang berperan pada proses suspensi logam berat adalah ukuran partikel sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi dan distribusi logam berat Pb dan Hg dalam partikel sedimen dasar laut di Perairan Papua Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Grain Size Separation untuk memisahkan antara fraksi silt (>3,9 µm) dan clay (<3,9 µm), selanjutnya logam berat dianalisis dengan AAS (Atomic Absorption Spectrofotometer). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam didapatkan bervariasi. Konsentrasi logam Pb berkisar antara 0,005-0,04 mg/kg, sedangkan konsentrasi logam Hg berkisar antara 1,660-4,560 mg/kg dan logam berat terakumulasi pada sedimen fraksi lempung (clay). Logam Pb terdistribusi ke wilayah dekat daratan sedangkan logam Hg terdistribusi ke laut lepas. Konsentrasi logam berat Pb dan Hg yang didapatkan memiliki nilai lebih kecil dibandingkan dengan baku mutu logam berat dalam sedimen yang ditetapkan oleh CCME (Canadian Council of Ministers of the Environmental) serta konsentrasi rata-rata logam Pb dan Hg hasil penelitian lebih rendah dari kadar alamiah geokimia. Nilai igeo yang didapatkan ≤ 0 untuk kedua logam, sehingga kontaminasi logam berat dalam sedimen masuk dalam kelas tidak tercemar.Papua Barat was a province with a high number of mineral reserves of both metal and non-metallic mineral. Therefore, mining was the leading sector at Papua Barat. One of these mining wastes was heavy metals, such as Lead (Pb) and Mercury (Hg). The most play role on heavy metal suspension process was grain size sediment. The aims of the research were to determine the varience of concentration and distribution of heavy metals Pb and Hg in bed load sediment particles at Papua Barat waters. The Grain Size Separation method was used to separate silt and clay fraction. Then, AAS (Atomic Absorption Spectrofotometer) was used to heavy metals analysis. The result showed heavy metals Pb and Hg in sediment particles have varied concentrations. Pb concentration ranged from 0,005 to 0,04 mg/kg, whereas Hg concentrations ranged from 1,660 to 4,560 mg/kg. Heavy metal was accumulated on clay fraction. Pb distributed to the near mainland, while Hg distributed to open ocean. The concentrations of Pb and Hg have smaller value than the quality standard of heavy metals in sediments by CCME (Canadian Council of Ministers of the Environmental) and the average level of Pb and Hg at study area are lower than geochemical background. The value of Igeo obtained ≤ 0 for both metals, based on the value, heavy metals contamination in sediment is uncontaminated.
1298616356H1F012036STUDI GEOLOGI DAN EVALUASI CADANGAN HIDROKARBON FORMASI TALANG AKAR, LAPANGAN “SA”, SUB-CEKUNGAN PALEMBANG SELATAN, CEKUNGAN SUMATERA SELATANLapangan “SA” terletak pada Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan. dengan posisi geografis Latitude 3˚50’30” - 3˚54’00” S dan Longitude 104˚8’10” - 104˚13’00” E. Lapangan “SA” memiliki luas ±72km2 dan termasuk dalam sub-cekungan Palembang Selatan, cekungan Sumatera Selatan. Cekungan Sumatera Selatan merupakan salah satu cekungan belakang busur penghasil hidrokarbon di Pulau Sumatera. Interval penelitian difokuskan pada formasi Talang Akar yang merupakan batuan reservoir dalam sistem petroleum di cekungan Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi baik permukaan maupun bawah permukaan, nilai parameter petrofisika, zona potensi hidrokarbon, dan jumlah cadangan hidrokarbon. Data yang digunakan pada penelitian yaitu wireline log, sidewall core, mud log, dan peta struktur kedalaman. Penelitian dilakukan dengan interpretasi litologi, analisis petrofisika dan perhitungan volumetrik cadangan. Dengan menerapkan metode-metode tersebut, didapatkan 7 zona reservoir yang berpotensi menyimpan cadangan hidrokarbon sebesar 2,446,714 m3 atau 15,389,831 barrel.“SA” field is located at Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatera, at 3˚50’30” - 3˚54’00” S Latitude and 104˚8’10” - 104˚13’00” E Longitude. “SA” field has an area of ±72 km2 and is located in South Palembang sub-basin, South Sumatera basin. South Sumatera basin is one of back arc basin that produces hydrocarbon at Sumatera. Research interval focused on Talang Akar formation which is reservoir rock in South Sumatera basin’s petroleum system. The aims of this research are to get geology condition either surface or sub-surface, petrophysics value, hydrocarbon potential zone, and hydrocarbon reserves. Data which are used in this research are wireline log, sidewall core, mud log, and depth structure map. The research performed lithology interpretation, petrophysical analysis, and reserves volumetric calculation. By using those methods, there are 7 potential reservoir zones that contain 15,389,831 barrel of hydrocarbon reserves.
1298716321A1C012070Dampak Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten IndramayuBeras telah menjadi komoditas strategis yang diatur dalam kebijakan pemerintah melalui stabilisasi harga. Kebijakan stabilisasi harga gabah/beras dilaksanakan dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan atas dasar pertimbangan untuk meningkatkan produksi pangan nasional serta untuk meningkatkan pendapatan petani melalui jaminan harga yang wajar. Petani sebagai penerima harga memperoleh harga gabah yang rendah karena rentannya posisi tawar petani dalam pola pemasaran gabah dan beras. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui dampak kenaikan HPP gabah terhadap pendapatan usahatani padi sawah dan (2) mengetahui hubungan harga gabah di tingkat petani dengan panjang saluran pemasaran gabah dan beras. Penelitian ini dilakukan di Desa Jayalaksana, Desa Cangkingan dan Desa Kedokanbunder Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode Two Stage Random Sampling untuk petani dan metode Accidental Sampling untuk pedagang, diperoleh 51 responden petani dan 13 responden pedagang. Data dianalisis dengan uji beda dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kenaikan HPP gabah meningkatkan pendapatan usahatani padi sawah pada periode musim tanam penghujan dari Rp7.232.580,39/ha menjadi Rp8.753.710,50/ha dan pada periode musim tanam kemarau dari Rp6.121.733,62/ha menjadi Rp7.761.208,25/ha. (2) Harga gabah di tingkat petani berhubungan dengan panjang saluran pemasaran gabah dan beras. Terdapat kecenderungan saluran pemasaran yang panjang akan mengakibatkan harga gabah yang diterima petani rendah begitupun sebaiknya.Rice has become a strategic commodity which arranged in government policy through price stabilization. Price stabilization policy of grain/rice implemented through purchases with the provisions of the government purchasing price (HPP) in accordance with the presidential instruction. This policy is set on the basis of consideration in order to increase national food production and to increase revenue through guarantee farmers a reasonable price. Farmers as a recipient of grain prices have low price because the vulnerability for their bargaining position in pattern marketing grain and rice. This research aims (1) to knowing the increasing impact of HPP against revenue lowland rice farming enterprises and (2) to knowing the relation of grain prices at the farmers with long channel marketing of grain and rice. The research was conducted at Jayalaksana Village, Cangkingan Village and Kedokanbunder Village Kedokanbunder District Indramayu Regency on March until May 2016. The research was conducted using survey method. The sample method was conducted using Two Stage Random Sampling for farmers and Accidental Sampling for sellers, farmers obtained 51 respondents and sellers obtained 13 respondents.Data was analyzed using different test and correlation test. The result of research showed that (1) Price increases of HPP rice can enhance rice farming during a growing wet season from IDR7.232.50,39/ha to IDR8.753.710,50/ha and during a growing dry season from IDR6.121.733,62/ha to IDR7.761.208,25/ha. (2) Grain prices in farmers associated with long marketing channel of rice. There is a tendency the long marketing channels will cause low grain prices farmers and the short marketing channels will cause high grain prices farmers.
1298816322A1L012154MIKROPROPAGSI TANAMAN JERUK PERAS (Citrus aurantium) DENGAN KOMBINASI PERLAKUAN BAP DAN NAA PADA EKSPLAN EPIKOTIL DAN UJUNG TUNASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi BAP dan NAA pada jeruk peras, mengetahui pengaruh eksplan epikotil dan ujung tunas serta menentukan jenis kombinasi ZPT dan jenis eksplan terbaik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi UNSOED pada bulan September 2015 sampai juni 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama berupa jenis eksplan dan faktor kedua berupa kombinasi BAP dan NAA dengan taraf K1: BAP 0 mg/L dan NAA 0 mg/L, K2:BAP 0 mg/L dan NAA 0,01 mg/L, K3: BAP 0,5 mg/L dan NAA 0 mg/L, K4: BAP 0,5 mg/L dan NAA 0,01 mg/L, K5: BAP 1 mg/L dan NAA 0 mg/L, dan K6: BAP 1 mg/L dan NAA 0,01 mg/L. Total perlakuan 12 kombinasi dan diulang empat kali. Variabel yang diamati berupa perubahan warna eksplan, waktu muncul tunas pertama (hst), jumlah tunas (tunas), panjang tunas (cm), jumlah daun (helai), waktu muncul kalus (hst), waktu muncul akar (hst), panjang akar (cm) dan jumlah akar (akar). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Pemberian kombinasi BAP 0 mg/L, 0,5 mg/L, 1 mg/L dan NAA 0 mg/L, 0,01 mg/L memberikan pengaruh yang berbeda terhadap waktu muncul tunas (hst), tinggi tunas (cm), jumlah tuans (tunas), jumlah daun (helai), waktu muncul kalus (hst), waktu muncul akar (hst), panjang akar (cm) dan jumlah akar (akar). eksplan ujung tunas merupakan eksplan yang memberikan respon terbaik dibandingkan dengan epikotil dalam uapaya mikropropagasi jeruk peras. Penambahan kombinasi BAP 0 mg/L dan NAA 0,01 mg/L memberikan pengaruh ke semua variabel pengamatan kecuali waktu muncul kalus (hst).
Aims of this research were to determine combination effect of BAP and NAA to Citrus aurantium, to determine response of epicotyls explants and shoot tips, and to determine combination type of Plant Growth Regulator (PGR) and best type of explant. This study was conducted at Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology Faculty of Agriculture and Laboratory of Plant Physiology Faculty of Biology Jendral Soedirman University started from September 2015 to June 2016. Experimental design used in this research was Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was type of explants and the second factor was the combination of BAP and NAA. The combinations were K1: BAP 0 mg/L and NAA 0 mg/L, K2:BAP 0 mg/L and NAA 0.01 mg/L, K3: BAP 0.5 mg/L and NAA 0 mg/L, K4: BAP 0.5 mg/L and NAA 0.01 mg/L, K5: BAP 1 mg/L and NAA 0 mg/L, dan K6: BAP 1 mg/L and NAA 0.01 mg/L Total treatment was 12 combinations with 4 replications. Observed variables were discoloration of explants, time for emerging shoots (day after planting) (dap), number of shoots (shoots), length of shoots (cm), time for emerging callus (dap), time for emerging roots (dap), number of leaf (leaf), number of roots (roots) and length of roots (cm). The data were analyzed by using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at level 5% error. The results showed that the combination BAP 0 mg/L, 0.5 mg/L, 1 mg/L and NAA 0 mg/L, 0.01 mg/L showed significant results for discoloration of explants, time for emerging shoot (dap), number of shoot (shoots), length of shoot (cm), number of leaf (leaf), time for emerging callus (dap), time for emerging roots (dap), number of roots(roots) and length of roots (cm). Shoot tips explants gave the best response than epicotyls explants. The best combination of PGR that was combination of BAP 0 mg/L and NAA 0,01 mg/L that showed significant results of variables observed except time for emerging callus (dap)
1298916323H1G012013POTENSI LESTARI IKAN PARI BERDASARKAN DATA TANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN, CIREBONIkan Pari merupakan komoditas perairan Indonesia yang merupakan ikan demersal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi lestari dan upaya optimum penangkapan ikan Pari dengan menggunakan indikator Maximum Sustainable Yield (MSY) dan fMSY. Data hasil tangkapan dan upaya dari tahun 2006-2015 diperoleh dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Cirebon. Data spesifikasi alat tangkap ikan Pari diperoleh dari wawancara dengan 30 nelayan. Data hasil tangkapan dan upaya di analisis menggunakan Metode Surplus Produksi (Schaefer). Hasil penelitian menunjukkan nilai MSY ikan Pari sebesar 894,275 ton/tahun dan fMSY sebesar 34,716 kapal/tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penangkapan ikan Pari di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan masih dalam kondisi lestari.
Stingray is a commodity of aquatic which is the demersal fish from Indonesia. The purpose of the research to know sustainable potential and optimum effort stingray fishery using Maximum Sustainable Yield (MSY) and fMSY as indicators. Catch-effort data from 2006-2015 were obtained from Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Cirebon. Spesification fishing gear data were obtained by interviewing 30 fishermen. Catch-effort data were analyze using Surplus Production Method (Schaefer). The result showed that the maximum production 894,275 ton/tahun and fMSY 34,716 ship/year. Based on the result of this reasearch it can be concluded than stingray fishery at Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Cirebon is under fishing.
1299016324A1L012107MIKROPROPAGASI TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) DENGAN
KOMBINASI PERLAKUAN BAP DAN NAA PADA EKSPLAN EPIKOTIL
DAN UJUNG TUNAS
Jeruk (Citrus sp.) merupakan komoditas buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi jeruk nasional mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Oleh karena itu, produktivitas jeruk nasional sangat perlu untuk ditingkatkan untuk mencukupi kebutuhan dan permintaan masyarakat. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jeruk bermutu dan bebas penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) adalah teknik perbanyakan tanaman secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh kombinasi pemberian BAP dan NAA dengan konsentrasi BAP 0 mg/l, 0.5 mg/l, dan 1 mg/l dan konsentrasi NAA 0 mg/l dan 0,01 mg/l pada jeruk siam, (2) mengetahui respon eksplan epikotil dan ujung tunas terhadap upaya mikropropagasi jeruk siam, dan (3) menentukan perlakuan dan jenis eksplan yang menunjukan respon mikropropagasi jeruk siam terbaik.
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September 2015 hingga Juni 2016 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan dua faktor.Faktor pertama adalah eksplan dengan taraf ujung tunas (E1) dan epikotil (E2). Faktor kedua adalah perlakuan kombinasi ZPT dengan taraf perlakuan K1 adalah kombinasi BAP 0 mg/l ; NAA 0 mg/l, perlakuan K2 adalah kombinasi BAP 0 mg/l ; NAA 0,01 mg/l, perlakuan K3 adalah kombinasi BAP 0,5 mg/l ; NAA 0 mg/l, perlakuan K4adalah kombinasi BAP 0,5 mg/l ; NAA 0,01 mg/l, perlakuan K5 adalah kombinasi BAP 1 mg/l ; NAA 0 mg/l dan perlakuan K6 adalah kombinasi BAP 1 mg/l ; NAA 0,01 mg/l. Variabel yang diamati adalah perubahan warna eksplan, waktu munculnya tunas pertama (hst), tinggi tunas (cm), jumlah tunas,jumlah daun, waktu munculnya kalus (hst), waktu munculnya akar (hst), panjang akar (cm) dan jumlah akar. Semua variabel dianalisis dengan menggunakan uji F 5%, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).Perubahan warna eksplan diamati berdasarkan pengamatan kualitatif.
Hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa kombinasi pemberian BAP dan NAA dengan konsentrasi BAP 0 mg/l, 0.5 mg/l, dan 1 mg/l dan konsentrasi NAA 0 mg/l dan 0,01 mg/l pada jeruk siam memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap variabel munculnya kalus, munculnya akar, panjang akar dan jumlah akar. Eksplan epikotil memberikan respon pertumbuhan berupa munculnya kalus dan eksplan ujung tunas memberikan respon pertumbuhan berupa tumbuhnya tunas dan munculnya akar. Eksplan yang memberikan respon terbaik adalah ujung tunas. Perlakuan terbaik adalah kombinasi BAP 0 mg/l dan NAA 0,01 mg/l yang dapat menginisiasi tumbuhnya akar dankombinasi BAP 0,5 mg/l dan NAA 0,01 mg/lyang dapat menginisiasi tumbuhnya kalus.
Citrus is a horticultural commodity that has many benefits also has high economic value. Citrus production nationwide has decreased significantly in the last five years.Therefore, the productivity of the national Citrus need to be upgraded to meet the needs and demands of peoples. One attempt to meet the needs of quality and diseased-free ofCitrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) is in vitro micropropagation. The purpose of this research was (1) identify effect of combination of BAP and NAA with concentration of BAP 0 mg/L, 0.5 mg/L, and 1 mg/L and concentration of NAA 0 mg/L and 0.01 mg/L in Citrus nobilis, (2) to evaluate response of epicotil and shoot tip on micropropagating of Citrus nobilis, and (3) to determine combination effect of BAP and NAA and type of explant showing the best response on Citrus micropropagation.
This research was conducted from September 2015 to June 2016 at Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture and Plant Physiology Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Experimental design used in this research was a randomized completely block design (RCBD) with two factors and four repetitions. The first factor was the types of explants including shoot tip (E1) and epicotil (E2). The second factor was the Plant Growth Regulator combination treatment with standard of treatment K1 is a combination of BAP 0 mg/l and NAA 0 mg/l, treatment K2 is a combination of BAP 0 mg/l and NAA 0.01 mg/l, treatment K3 is a combination of BAP 0.5 mg/l and NAA 0 mg/l, treatment K4 is a combination of BAP 0.5 mg/l and NAA 0.01 mg/l, treatment K5 is a combination of BAP 1 mg/l and NAA 0 mg/l and treatment K6 is a combination of BAP 1 mg/l and NAA 0.01 mg/l. Observed variables were discoloration explants, time for emerging bud (dap), the lenght of bud (cm), number of bud, number of leaf, time for emerging callus (dap), time for emerging root (dap), length of root (cm) and number of root. All of the observed characters were analyzed by using F 5%, followed by using test Duncan Multiple Range Test (DMRT), while the discoloration of explants was observed by qualitative observations.
The results of the analysis conducted shows that the combination ofBAP and NAA with concentration of BAP 0 mg/L, 0.5 mg/L, and 1 mg/L and the concentration ofNAA 0 mg/L and 0.01 mg/L in Citrus nobilis showed significant effects to some variables consisted time for emerging callus, time for emerging root, length of root and root number. Epicotil explant showed a good growth response of time for emerging callus and shoot tip explants showed good response of growths root and for emerging timeof bud. Explants which gave the best response is the shoot. The best treatment is combination of BAP 0 mg/l and NAA 0,01 mg/l which can initiate the growth of roots and combination of BAP 0,5 mg/l and NAA 0,01 mg/l which can initiate the growth of callus.
1299116325F1B012050KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMASPermasalahan dalam kualitas pelayanan publik masih terjadi di Indonesia. Rendahnya kualitas pelayanan publik dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya pemberian pelayanan yang tidak transparan, prosedur yang berbelit-belit, serta sikap petugas pelayanan yang kurang bersifat melayani. Pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kuailtas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kecamatan Purwokerto Selatan. Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan teknik analasis data distribusi frekuensi dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, seluruh indikator yaitu indikator Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy berada pada kategori cenderung tinggi. Indikator yang memberikan kontribusi tertinggi pada kualitas pelayanan ialah Assurance dengan rata-rata 4,17, Tangible dengan rata-rata 4,11, Reliability dengan rata-rata 4,10, Empathy dengan rata-rata 4,03, dan Responsiveness dengan rata-rata 4,01. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan administrasi terpadu kecamatan di kecamatan purwokerto selatan kecendetungannya adalah tinggi. Akan tetapi, indikator Empathy dan Responsiveness perlu diperbaiki karena memperoleh nilai rata-rata terendah.Problems in the quality of their public services is still going on in Indonesia. The low quality of public services can be caused by various factors, including the delivery of services that are not transparent, convoluted procedures, as well as the attitudes of service personnel who are serving less. Government seeks to improve the quality of public services with Minister Regulation No. 4 of 2010 on Guidelines for the Implementation of the Integrated Administrative Service Districts (PATEN). The purpose of this research is to describe and analyze quality of Integrated Administration Service in District (PATEN) in South Purwokerto District. Method of this research uses quantitative descriptive method by technique of analysis data frequency distribution and the average value. The results showed that all indicators are indicators Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy in the category tends to be high. Indicators that provide the highest contribution to the quality of service is Assurance with an average 4,17, Tangible with an average 4,11, Reliability with an average 4,10, Empathy with an average 4,03, and Responsiveness with an average 4,01. Based on the discussion of the results, it can be concluded that the quality of the integrated administrative service districts in south purwokerto districts tendency is high. However, Empathy and Responsiveness indicators need to be improved for obtaining the lowest average value.
1299215256H1D012023Pengaruh Penambahan Beton K-225 Pada Elemen Tekan Truss Baja Terhadap Kapasitas Struktur Beam Smart Truss Bentuk PrattPembangunan gedung dan perumahan pada saat ini tidak terlepas dari struktur atap. Keawetan dan kekuatannya yang tidak diragukan, menjadikan rangka baja banyak digunakan sebagai komponen struktur atap pada rumah dan gedung. Pada struktur rangka baik ruang maupun bidang, kegagalan tekan menjadi hal yang perlu dicermati. Penggunaan metode komposit menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kapasitas tekan tanpa mengganti profil yang digunakan. Beam Smart Truss merupakan salah satu alternatif untuk mengoptimalkan kapasitas struktur rangka (truss) baja dengan memberikan perkuatan pada elemen tekan dengan beton.
Pada kajian ini akan dilakukan penelitian struktur rangka baja (truss 3D) yang diberi perkuatan dengan beton mutu K-225 pada elemen tekannya. Benda uji truss 3D berbentuk pratt dengan panjang, lebar, tinggi masing-masing 100 cm, 25 cm, dan 25 cm. Penelitian dilakukan dengan 6 jenis benda uji yaitu tiga buah Beam Smart Truss non Compossite sebagai benda uji kontrol dan tiga buah Beam Smart Truss Compossite sebagai benda uji pembanding. Beam Smart Truss dibentuk dari susunan elemen baja tulangan. Baja tulangan yang digunakan yaitu diameter 10 mm polos, dan 12 mm polos. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan pembebanan satu titik pada buhul tengah bentang. Hasil yang didapat berupa beban maksimum yang dapat ditahan oleh struktur Beam Smart Truss.
Hasil pengujian menunjukan bahwa, pemberian perkuatan pada elemen tekan dengan beton dapat meningkatkan kapasitas beban maksimum pada struktur Beam Smart Truss. Persentase peningkatan yang terjadi sebesar 34,5%. Beban maksimum Beam Smart Truss non Composite dan Beam Smart Truss Composite masing-masing sebesar 43,43 kN dan 58,43 kN. Pola kerusakan seluruhnya yang terjadi adalah kegagalan tekuk pada batang tekan
The building of buildings and residents can not be separated from the roof structure. Based on a good durability and strength, make a steel truss became a main choice in a roof structure. In a roof structure both space truss and frame truss, compression failure can be important to discuss. Composite method can be one of alternative to increase the capacity of the compression element without changing a profile that used. The beam smart truss is the one of alternative roof structures to give optimalization structure capacity of steel truss with adding compression element with concrete.
In this study will be conducted research steel frame structure (3D truss) are composited with reinforced concrete quality K-225 on the element press. Samples tested were Pratt truss 3D shape with a length, width, height of each 100 cm, 25 cm and 25 cm. The study was conducted with 6 types of test specimen are three Beam Smart Truss non composite as control specimens and three Beam Smart Truss Composites as a comparison test object. Beam Smart Truss formed from the composition of the reinforcing steel elements. Reinforcing steel used is plain 10 mm diameter and 12 mm plain. Testing is conducted by one point load at midspan joint. The result is the maximum load that can be retained by the structure of Smart Truss Beam.
The test results showed that, the effect of adding concrete to the press element steel truss can increasing the maximum load capacity of the structure of Beam Smart Truss. The percentage increase of 34.5% occurred. Maximum load of the Beam Smart Truss non Composite and Beam Smart Truss Composite respectively 43.43 and 58.43 kN. The pattern of damage that occurs is entirely buckling failure on the press element.
1299316330F1B112025Pengaruh Kemampuan Pegawai dan Disiplin Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten BanyumasBadan Penanggulangan Bencana Daerah merupakan suatu lembaga yang dibentuk dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi dalam penanggulangan bencana. Dibentuknya BPBD Banyumas bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi bencana di Kabupaten Banyumas dan menjalankan penanganan bencana yang terencana, terpadu, dan menyeluruh. Tujuan tersebut yang menjadi landasan bagi kinerja pegawai BPBD Banyumas. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai diantaranya terkait dengan persoalan kemampuan pegawai dan disiplin pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh kemampuan pegawai dan disiplin pegawai terhadap kinerja pegawai BPBDKabupaten Banyumas secara bivariate maupun multivariate. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan jumlah responden 52 orang. Sasaran penelitian ini adalah pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyumas. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment, korelasi ganda, korelasi parsial, dan regresi linier ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan pegawai dan disiplin pegawai mempengaruhi kinerja pegawai sebanyak 63,3 persen dan sisanya 36,7 persen dipengaruhi oleh variabel lainnya diluar model penelitian ini. Hasil penelitian juga membuktikan variabel kemampuan pegawai dan disiplin pegawai memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai BPBD Kabupaten Banyumas baik secara bivariate maupun multivariate. Oleh karena itu, semakin tinggi kemampuan pegawai dan disiplin pegawai maka semakin tinggi pula kinerja pegawai BPBD Kabupaten Banyumas. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.Badan Penanggulangan Bencana Daerah is an institution formed in order to implement the duties and functions in disaster management. The purpose of BPBD Banyumas establishment is to improve the preparation of facing disasters in Banyumas and run the planned, integrated, and comprehensive disaster management. The goal was became the foundation of BPBD Banyumas’s employee performance. Many factors affect employee’s performance among these were related to employee’s ability and discipline issues.The purpose of this study was to determine the influence of employee’s ability and discipline to employee performance in BPBD Banyumas on bivariate and multivariate relationship. The method used is quantitative method, the number of respondents were 52 persons. The goal of this study was the employee of Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyumas. Data analysis technique used is the product moment correlation, multiple correlation, partial correlation and multiple linear regression.These results show the employee’s ability and employee’s discipline affects employee’s performance for 63.3% and the other 36.7% is affected by another variables outside the model of this research. The resultes also proved employee’s ability and employee’s discipline variable has a positive and significant relationship to employee’s performance of BPBD Kabupaten Banyumas both bivariate and multivariate. Therefore, the higher the employee’s ability and employee’s discipline, the higher the employee’s performance of BPBD Kabupaten Banyumas. Thus the hypothesis proposed in this research received.
1299416326H1G011032ASPEK REPRODUKSI IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) BETINA DI RAWA BIRU TAMAN NASIONAL WASUR KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA
Ikan kakap putih (Lates calcalifer) atau lebih dikenal dengan nama seabass/baramundi merupakan jenis ikan nilai ekonomis, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek reproduksi ikan kakap putih betina yang tertangkap di Taman Nasional Wasur Rawa Biru, Papua. Aspek reproduksi meliputi indeks gonad somatik (IGS), indeks hepato somatik (IHS), indeks visceral somatik (IVS), fekunditas, dan diameter telur. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-September 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Sampel spesies ikan diambil secara purposive random sampling pada 8 stasiun. Selama penelitian didapatkan 47 ekor ikan kakap putih terdiri dari 31 ekor jantan dan 16 betina. Hasil Penelitian menunjukkan, IGS tertinggi bulan Agustus stasiun 3 (5,85%) dan terendah bulan September, stasiun 8 (0,07%). IHS pada bulan Agustus berkisar 0,04-0,36% dan bulan September 0,81%. IVS pada bulan Agustus berkisar 1,8-5,81% dan bulan September 2,45%. Fekunditas bulan Agustus yaitu 7,374-2953,53 butir dan bulan September 827,23 butir. Diameter telur bulan Agustus 4,56-125,77 mm dan September 14,12 mm.Barramundi (Lates calcalifer) or better known as seabass/baramundi is economic value fish species, since the fish regcured for domestic consumption and export. The purpose of this study is to determine the reproductive aspects of female white barramundi caught in Rawa Biru Wasur National Park, Papua. Some reproductive aspects of female fish including gonad somatic index (GSI), hepato somatic index (HSI), visceral somatic index (VSI), fecundity, and egg diameter were studied. Research conducted in August-September 2015. A survey method applying a purposive random sampling technique at 8 stations. A total number of 31 males and 16 females were. Results showed, the highest GSI was in August in stations 3 (5,85%) and the lowest was in September, in station 8 (0,07%). HSI in August ranged 0,04 to 0,36% and in September was 0,81%. VSI in August ranged 1,8 to 5,81% and in September was 2,45%. The fecundity in August was 7,374 to 2953,53 eggs, September 827,23 eggs. The average diameter eggs in August was 4,56 to 125,77 mm and in September was 14,12 mm.
1299516327E1A012040Peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual pada anakTindak Pidana Kekerasan Seksual pada anak merupakan salah satu bentuk kejahatan yang harus diperhatikan oleh pemerintah saat ini karena sangat berdampak buruk terhadap perkembangan diri anak sehingga perlu di lakukan perlindungan secara terseluruh dan berkesinambungan. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban mempunyai peran yang sangat penting di dalam memberikan perlindungan terhadap anak sebagai korban kekerasan sekual, Tetapi masyarakyat saat ini masih kurang mengetahui dan memahami apa saja peran dan bentuk - bentuk perlindungan yang diberikan. Penelitian ini mengambil rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana peran LPSK dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual pada anak? (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi LPSK dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual pada anak?
Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data Primer berupa wawancara. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif. Metode analitis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan (1) Peran LPSK dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual pada anak yang meliputi pemenuhan hak – hak anak dengan memberikan perlindungan berupa pemenuhan hak prosedural, perlindungan fisik, perlindungan hukum, memberikan bantuan medis dan rehabilitasi psikologi, pemberian restitusi dan pemberian bantuan lainnya. (2) Faktor pendukung berupa perlindungan hak-hak korban yang sudah diakomodir oleh Undang - Undang terkait, penegak hukum antara kualitas dan kuantitas dalam menjalankan tugasnya berjalan seimbang, sarana yang mendukung dan adanya turut serta dari masyarakat ( LSM ) yg membantu menyelesaikan dan memberikan perlindungan, Sedangkan Faktor penghambat yaitu implementasinya di dalam masyarakyat, aparat penegak hukum yang masih berbeda cara pandangnya, aspek sarana yaitu gedung kantor LPSK yang masih bergabung dengan instansi lain dan aspek kultur yaitu korban maupun pihak korban yang tidak mau melaporkan kasusnya tersebut dan lebih memilih menyelesaikannya dengan melalui jalur kekeluargaan.
Crime of Sexual Violence in children is one form of crime that must be considered by the current government because it adversely affected the development of the child so the need to do protection and sustainable manner. Witness and Victim Protection Agency has a very important role in providing protection to children as victims of violence sexual, ​​but society currently lacks the know and understand what role and form - a form of protection provided. This research took the formulation of the problem as follows: (1) How is the role of the Agency in providing protection to victims of sexual abuse in children? (2) What factors are affecting the Agency in providing protection to victims of sexual abuse in children?
This research used socio-juridical analytical descriptive. Primary data sources such as interviews. The data described in narrative text form. Data analytical methods used are qualitative normative method.
The results of this study concluded (1) The role of the Agency in providing protection to victims of sexual abuse in children include the fulfillment of rights - the rights of children by providing a protection fulfillment of procedural rights, physical protection, legal protection, providing medical aid and rehabilitation psychology, restitution and administration other assistance. (2) The supporting factors such as protection of the rights of victims who have been accommodated by the Act - Act related, law enforcement between quality and quantity in carrying out its duties in balance, means of support and the participating community that help solve and provide protection , while inhibiting factors, namely implementation in the people, the law enforcement officers who are still different outlook, aspect means that the office building the agency that they join with other agencies and cultural aspect ie the victim and the victim is not willing to report cases it and prefer it over with through kinship.
1299616328F1D012037ANALISIS ELECTRONIC VOTING PADA PEMILIHAN KETUA RW DI KELURAHAN CIPAKU, KECAMATAN BOGOR SELATAN, KOTA BOGORDi abad ke-20, telah banyak teknologi yang digunakan dalam reformasi birokrasi di berbagai daerah di Indonesia. Setelah keberhasilan itu, pemerintah mulai memperkenalkan sekaligus uji coba sistem pemilihan umum memanfaatkan teknologi yaitu e-voting. Daerah pertama yang menjadi keberhasilan sistem tersebut adalah pemilihan kepala dusun di Jembrana, Bali. Hal ini diikuti di berbagai daerah termasuk di Kota Bogor yaitu pemilihan RW 02 Kelurahan Cipaku kecamatan Bogor Selatan. Temuan penelitian pada pelaksanaan e-voting di RW 02 Kelurahan Cipaku memperlihatkan bahwa sistem pemilihan e-voting dapat meningkatkan partisipasi masyarakat. Selain itu juga memperlihatkan efektifitas waktu dan pelaksanaan yang efisien dalam segi operasional dan penghitungan suara. Hal ini kemudian menjadi kajian menarik untuk ditulis karena selain dapat menunjang sistem demokrasi, tetapi juga penggunaan teknologi di sistem demokrasi memiliki banyak ancaman-ancaman yang mengikuti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini mendeskripsikan electronic voting pada Pemilihan Ketua RW di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dengan demikian, sistem pemilihan e-voting dapat dibandingkan dengan sistem pemilihan konvensional dengan menggunakan perspektif efektifitas, efisiensi transparansi dan akuntabilitas. Pada masing-masing perspektif, kedua sistem pemilihan memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Namun karena masih baru, e-voting masih banyak memiliki kekurangan dalam penerapannya dan memerlukan pengembangan yang lebih jauh. In the 20th century, technology has been widely used in the bureaucratic reform in various regions in Indonesia. After this success, the government began to introduce and test the electoral system utilizing the technology that e-voting. The first area that became the success of the system is the local elections in Jembrana, Bali. This was followed in various areas, including in the city of Bogor, namely RW 02 electoral districts Cipaku Village South Bogor. The findings of the study on the implementation of e-voting in RW 02, Village Cipaku shows that e-voting election system can improve public participation. It also shows the effectiveness of time and efficient execution in operational terms and counting.It then becomes an interesting study to be written because in addition to supporting the democratic system, but also the use of technology in the democratic system has a lot of threats that followed. The method used is descriptive qualitative method with case study approach. Data collected by observation, interview and documentation study. Then the data were analyzed using analysis of Miles and Huberman interactive model. To ensure the validity of the data, this study uses data triangulation technique. The results of this study to describe the electronic voting on the Election of the Chairman of RW in the Village Cipaku, South Bogor subdistrict, Bogor City. Thus, the selection of e-voting system can be compared to a conventional election system by using the perspective of effectiveness, efficiency transparency and accountability. In each perspective, both electoral systems have weaknesses and strengths of each. However, because they are new system, e-voting is still a lot of weakness in its implementation and requires further development.
1299716343H1F012024GEOLOGI DAN KORELASI ANTAR SAMPEL MINYAK BUMI BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA HIDROKARBON PADA SUMUR “SW-1” CEKUNGAN JAWA BARAT UTARAKebutuhan terhadap minyak bumi semakin meningkat, akan tetapi jumlah produksi minyak bumi mengalami penurunan karena kurangnya eksplorasi minyak bumi. Salah satu cara untuk mengurangi resiko kegagalan eksplorasi minyak bumi adalah dengan mengaplikasikan ilmu geokimia hidrokarbon. Penelitian dilakukan pada Cekungan Jawa Barat Utara yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antar sampel minyak bumi yaitu sampel minyak bumi ST-3 (1739,5m – 1745,5m), ST-2 (2380m – 2387m), dan ST-1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis geokimia hidrokarbon yang meliputi analisis kromatografi kolom (LC), kromatografi gas (GC), dan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS) yang masing-masing metode berperan dalam menentukkan aspek kuantitas, kualitas, dan tingkat kematangan minyak bumi. Perbandingan karakteristik dilihat dari segi organofasies adalah ST-1 berasal dari batuan induk yang mengandung material organik campuran yang berasal dari darat dan laut dengan lingkungan pengendapan dipengaruhi oleh lingkungan laut dan darat, sedangkan ST-3 dan ST-2 berasal dari batuan induk yang kaya material darat dan diendapkan di lingkungan darat. Ketiga sampel minyak bumi memiliki tingkat kematangan yang sama yaitu matang. Maka dapat disimpulkan bahwa korelasi antara ST-3 dan ST-2 adalah korelasi positif, sedangkan korelasi antara ST-1 dengan ST-2 dan ST-3 adalah negatif.The demand of oil is increasing, but the number of oil production has decreased due to lack of oil exploration. One way to reduce failure of oil exploration is to apply geochemistry hydrocarbon science. This research takes place in North West Java Basin and conducted to correlate between oil samples is ST-3’s oil sample (1739,5m – 1745,5m), ST-2 (2380m – 2387m), and ST-1. Several methods that used in this research are analysis of liquid chromatography (LC), gas chromatography (GC), and gas chromatography-spectrometry mass (GC-MS) which each of these methods were used to determine quantity, quality, and maturity aspect of oil. Characteristic description from organofacies resulted ST-1 contained rich mixed material from terrestrial and marine which deposited in influenced marine and terrestrial environment while ST-3 and ST-2 origin are from source rock rich terrestrial material and deposited in terrestrial environment. Three samples of oil showed they have same degree of maturity which is mature. It can be concluded that correlation between ST-3 and ST-2 is positive while correlation between ST-1 with ST-3 and ST-2 is negative.
1299816334A1L010108PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CHERRY Lycopersicum esculentum var cerasiforme YANG DIBERI POC PABRIKAN DAN URINE KELINCI PADA KONSENTRASI BERBEDA
Tomat cherry adalah tanaman yang biasa dibudidayakan di dataran tinggi, namun akan dicoba untuk dibudidayakan di dataran rendah dengan mengaplikasikan Pupuk Organik Cair pabrikan dan urine kelinci. Pupuk organik cair merupakan pupuk organik cair hasil biosorbsi limbah dari tempat pembuangan akhir yang sudah diperkaya dengan Phospat alam, sehingga kandungan unsur posfat meningkat. Penggunaan urine kelinci dimaksudkan untuk melengkapi hara bagi tanaman tomat cherry karena untuk melengkapi hara dari pupuk organik cair dan mengaplikasikan pertanian organik yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry dengan pemberian pupuk organik cair dalam konsentrasi berbeda. (2) Mengetahui peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry dengan pemberian urine kelinci dengan konsentrasi berbeda. (3) Mengetahui peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry dengan pemberian kombinasi pupuk organik cair dan urine kelinci dengan konsentrasi berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC pabrikan dengan tiga taraf yaitu : 0 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm. Faktor kedua adalah konsentrasi urine kelinci dengan tiga taraf yaitu : 0 ppm, 2000 ppm, dan 2500 ppm. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah, bobot buah per tanaman, dan bobot buah rata-rata. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pupuk organic cair dan konsentrasi urine kelinci yang dicoba tidak memperlihatkan hasil yang signifikan atau tidak berbeda nyata terhadap semua variabel pengamatan.The objective of this study were for : (1) to find out enhancement of cherry tomatoes growth and yield depend of liquid organic fertilizer in variant concentration. (2) to find out enchancement of Cherry Tomatoes growth and yield depend of rabbit urine in variant concentration. (3) to find out enchancement of Cherry Tomatoes growth and yield depend of liquid organic fertilizer – rabbit urine combination in variant concentration. The design of study was Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factor and three replication each sample. The first factor is liquid organic fetilizer with three concentration, 0 ppm, 10 ppm, and 15 ppm respectively. The second factor is rabbit urine concetration with three concentration, 0 ppm, 2000 ppm, and 2500 ppm respectively. Observed variables plant height, amount of leaves, amount of flowers, amount of tomatoes, diameter of tomatoes, tomatoes mass, and average mass of tomatoes. The result was analyzed using F test.
1299916333F1B012024Kinerja Puskesmas Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu Dan Angka Kematian Bayi Di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten BanyumasKinerja merupakan hal penting pada suatu organisasi, apabila kinerja rendah maka berdampak pada ketidaktercapaian tujuan organisasi. Masih tingginya kasus kematian ibu dan bayi memberikan pengaruh pada kualitas hidup manusia. Jumlah kasus kematian ibu dan bayi di Kecamatan Purwokerto Timur meningkat dalam tiga tahun terakhir yaitu 2012-2014. Bahkan, jumlah kasus kematian ibu dan bayi di Purwokerto Timur merupakan kasus kematian tertinggi di wilayah Kota Purwokerto. Dalam upaya menurunkan AKI dan AKB, Puskesmas menjadi instansi yang bertanggung jawab, dengan cara menyelenggarakan upaya kesehatan wajib berupa kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kinerja Puskesmas dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi model concurrent embedded. Lokasi penelitian ini yaitu di Kecamatan Purwokerto Timur yang memiliki 2 puskesmas yaitu Puskesmas I dan Puskesmas II Purwokerto Timur. Sasaran penelitian pada metode kualitatif yaitu pegawai yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam pelayanan KIA yang dipilih secara purposive. Adapun sasaran penelitian pada metode kuantitatif adalah seluruh pegawai Puskesmas dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kedua Puskesmas cukup baik. Hal ini dapat dilihat pada aspek input dan outcomes di kedua Puskesmas yang sudah cukup baik. Namun untuk aspek proses dan output di kedua Puskesmas masih kurang optimal. Performance is an important thing in an organization, if the organization's performance is low then it will have an impact on the organization's purpose inaccessibility. The high rates of maternal and infant mortality give impacts on low quality of human life. The number of cases of maternal and infant mortality in the Eastern District of Purwokerto increased in the last three years between 2012 - 2014. Indeed cases of maternal and infant mortality in East Purwokerto district are the highest mortality rate in the vicinity of Purwokerto city. In an effort to reduce maternal mortality rate and infant mortality rate, Community Health Centre (Puskesmas) becomes the responsible agent by way of organizing mandatory health services in the form of maternal and infant health care. The purpose of this study is to learn the performance of community health center in managing efforts to reduce maternal and infant mortalityin East Purwokerto, Banyumas Regency. The study uses a combination method of concurrent embedded models. The study is Located in the Eastern District of Purwokerto, Banyumas Regency having two community health centers which are Puskesmas I and Puskesmas II at East Purwokerto respectively. The object of this qualitative study is the personnel staffs who are directly and indirectly involved in KIA services selected by purposive. Therefor object of the quantitative study involves the whole Puskesmas personnel staff using saturated sampling technique. The results showed that the performance of Community Health Centre (Puskesmas) good enough. This can be seen on the aspects of inputs and outcomes fot both Puskesmas are already good enough. But to aspects of the process and output in both Puskesmas was still less than optimal.
1300016335F1B012062Implementasi Pemungutan Pajak Parkir di Stasiun PurwokertoPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Implementasi Pemungutan Pajak Parkir di Stasiun Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian yaitu pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Banyumas dan pegawai PT. Reska Multi Usaha. Berdasarkan hasil penelitian secara umum belum baik. Hal ini terbukti dengan hasil wawancara dimana pada aspek standar dan sasaran kebijakan belum berjalan dengan baik. Pada aspek komunikasi antara pelaksana dan sasaran kebijakan juga masih kurang baik dan pada aspek pengawasan Implementasi Pemungutan Pajak Parkir di Stasiun Purwokerto ini belum dilakukan secara rutin. Namun dilihat dari segi sanksi sudah berjalan dengan baik, dimana dalam pelaksanaannya sudah ada sanksi yang tegas yaitu berupa sanksi surat dan denda.This study aims to identify and describes Implementation Collection of Parking Tax in Purwokerto Station. The method used is descriptive qualitative. The informants are employees of the Department of Revenue Financial Management and Asset Banyumas and employees of PT. Reska Multi Usaha. Based on the results of the study, the general has not been well. This is evidenced by the results of the interview in which the aspect of standards and policy targets have not been going well. In the aspect of communication between implementers and policy targets also still not well and on aspects of monitoring implementation of Parking Tax in Purwokerto Station is not done regularly. But in terms of sanctions has been running well, which in practice already tough sanctions in the form of letters sanctions and fines.