Home
Login.
Artikelilmiahs
16421
Update
ATIK NURIFAH
NIM
Judul Artikel
Interferensi Fonologi, Morfologi,dan Leksikal Bahasa Jawa pada Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Presiden Joko Widodo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Interferensi Fonologi, Morfologi, dan Leksikal Bahasa Jawa pada Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Presiden Joko Widodo”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interferensi fonologi, morfologi, dan leksikal bahasa Jawa pada penggunaan bahasa Indonesia dalam pidato Presiden Joko Widodo serta faktor yang mempengaruhi munculnya peristiwa intererensi tersebut. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan intralingual yang diwujudkan melalui teknik hubung banding membedakan. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini bersifat informal yaitu dengan menggunakan kata-kata biasa. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, interferensi fonologi ditemukan dalam enam bentuk. Keenam bentuk interferensi fonologi tersebut berupa interferensi pelesapan fonem pada awal kata (aferesis) (1 data), interferensi pelesapan fonem pada akhir kata (apokop) (2 data), interferensi pelesapan fonem pada tengah kata (sinkop) (8 data), interferensi perubahan dua bunyi vokal atau vokal rangkap (diftong) menjadi vokal tunggal (monoftong) (5 data), interferensi penggantian fonem (16 data), interferensi perubahan bunyi fonemis sebagai akibat pengaruh lingkungan (netralisasi) (2 data). Kedua, interferensi morfologi ditemukan dalam interferensi prefiks (17 data), interferensi konfiks (1 data). Ketiga, Interferensi leksikal ditemukan dalam tiga bentuk yaitu, bentuk dasar (10 data), bentuk berimbuhan (6 data), dan bentuk ulang (2 data). Faktor yang mempengaruhi munculnya peristiwa interferensi dalam pidato Presiden Joko Widodo yaitu, lingkungan kebahasaan penutur yang berada dalam ranah di sebuah desa, terbawanya kebiasaan bahasa ibu, pengucapannya terlalu cepat, dan suka melakukan bercandaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The title of this research is "Interference of phonology, morphology, and Javanese Lexical in the use of Indonesian in the Joko Widodo;s Presidential speech". The aim of this research are to describe the interference of phonological, morphological, and lexical of Javanese in the use of Indonesian in Jokowi‟s presidential speech and the factors that affect the appearance of the interferences events. This is descriptive qualitative research. In collecting the data, the researcher used observation method that is realized by tapping technique as the basic technique and uninvolved conversation observation technique and noting techniques as advanced techniques. In analyzing data, the researcher used intralingual comparing method which were realized through the connect and compare distinguish technique. The results of data analysis presented informally by using ordinary words. Based on data analysis that has been done, the researcher can conclude several things. First, phonological interference were found in the seven forms. The seventh form of interference phonology in the form of interference deletion of phonemes in the beginning of the word (aferesis) (1 data), interference deletion phoneme at the end of a word (apokop) (2 data), interference deletion of phonemes in the middle of a word (syncope) (8 data), the interference changes two vowels or vowel multiple (diphthong) into a single vowel (monophthongs) (5 data), interference replacement of phonemes (16 data), interference sound changes phonemic as a result of the influence environment (neutralization) (2 data). Second, morphological interference were found in the prefix interference (17 data), interference konfiks (1 data). Third, Interference lexical were found in three forms, there were the basic form (10 data), affixes forms (6 data), and reshaped (2 data). Factors that affect the appearance of interference in the Jokowi‟s presidential speech were the peoples language in the village environment where the speakers come from, the mother tongue habit, the pronunciation is too fast, and like to make jokes.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save