Artikelilmiahs

Menampilkan 13.001-13.020 dari 49.620 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1300116332C1G014048Pengaruh Implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah DaerahPenelitian ini merupakan penelitian survey pada Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK), bendahara SKPD dan auditor di Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi standar akuntansi pemerintahan, kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SKPD di Kabupaten Cilacap. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 85 responden. Alat analisis menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi standar akuntansi pemerintahan, kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Implikasi dari penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dapat ditingkatkan dengan cara mengadakan pendidikan dan pelatihan teknis mengenai standar akuntansi pemerintahan, menempatkan pegawai dengan latar belakang pendidikan akuntansi di bagian keuangan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah dan dengan meningkatkan keefektifan pemanfaatan teknologi informasi melalui pendataan dan perbaikan peralatan yang rusak/usang dengan segera.
This reseach is a survey on Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK), bendahara SKPD and auditor of Cilacap Regency. The purpose of this study is to determine the effect of implementation of government accounting standards, the competence of human resources and the utilization of information technology toward the quality of the local government financial statement.
The population on this study is all SKPD in Cilacap. Respondents of this reseach was 85 respondents. Analysis tools using multiple regression analysis.
The results showed that the implementation of government accounting standards, the competence of human resources and the utilization of information technology on the quality of the local government financial statements simultaneously and partially have significant effect on the quality of the local government financial statements.
The implication of this research is the quality of the local government financial statements can be improved by conducting educational and technical training on accounting standards of governance, placing employees with a background in accounting education in finance, education and training of staff involved in the financial management area and to improve the effectiveness utilization of information technology through the collection and repair of equipment damaged / worn immediately.
1300216336F1B012023Kualitas Pelayanan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pelayanan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas berdasarkan model gap kualitas pelayanan (servqual). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden, yaitu masyarakat yang telah selesai menerima pelayanan akta kelahiran. Berdasarkan hasil penelitian, secara umum kualitas pelayanan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas sudah berkualitas. Hal ini terbukti dengan hasil analisis dimensi kualitas pelayanan yang mayoritas menunjukkan nilai gap positif yang berarti kualitas pelayanan bisa diterima secara total atau sudah berkualitas. Dimensi-dimensi tersebut diantaranya adalah adalah dimensi reliability (0,27),assurance (0,21), emphaty (0,07), dan responsiveness (0,04). Sedangkan dimensi tangible menunjukkan nilai gap negatif yakni -0,06 yang berarti kualitas pelayanan tidak diterima secara total atau belum berkualitas. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas, sehingga tercipta kualitas pelayanan yang prima.This study aims to assess the service quality of the birth certificate in the Department of Population and Civil Registration Banyumas with gap model based on quality of service (servqual). The method used is survey method with descriptive quantitative approach. Research instrument using questionnaires with a total sample of 100 respondents, namely people who have finished receiving the birth certificate service. Based on the results of the study, the general quality of service of a birth certificate in the Department of Population and Civil Registration Banyumas already qualified. This is evidenced by the results of the majority of the dimensions of service quality showed significant positive gap value acceptable quality of service in total. These dimensions include the dimensions of reliability (0,27), assurance (0,21), emphaty (0,07), and responsiveness (0,04). While the tangible dimension shows a negative gap value which is equal to -0.06 which means the quality of service is not accepted in total or not qualified. It is necessary needs efforts to improve the quality of service of a birth certificate in the Department of Population and Civil Registration Banyumas, so as to create a quality service.
1300316337D1E012217ANALISIS FUNGSI PRODUKSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DESA KARANGTENGAH, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMASPenelitian yang dilaksanakan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas ini bertujuan untuk mengetahui produksi susu dan mempelajari pengaruh penggunaan input terhadap susu sapi yang dihasilkan. Materi penelitian yang digunakan adalah 47 ekor sapi perah laktasi. Peubah yang diamati berupa produksi susu, umur laktasi, umur ternak, pakan hijauan, pakan konsentrat, curahan jam kerja, dan jumlah ternak laktasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Dengan menggunakan model fungsi Cobb-Douglas diperoleh hasil bahwa nilai koefisien determinasi (〖 R〗^2) sebesar 61.8 persen dengan nilai determinasi terkoreksi (〖 R〗^2 adjusted) sebesar 56.2 persen. Nilai determinasi (〖 R〗^2) tersebut menujukkan bahwa sebesar 61.8 persen dari variasi produksi dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh faktor umur laktasi, umur ternak, pemberian pakan hijauan, pemberian pakan konsentrat, curahan jam kerja, dan jumlah ternak laktasi. Hasil pendugaan dengan menggunakan analisis fungsi produksi metode Cobb-Douglas memperoleh persamaan berikut: (Y= 1.55 – 0.604 + 0.287 + 0.212 – 0.123 + 0.100 + 0.125). Uji hipotesis dengan menggunakan T- test menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh nyata terhadap produksi susu sapi yaitu umur laktasi dan variabel umur ternak. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif antara produksi dengan input yang digunakan.
Kata Kunci : produksi, sapi perah, laktasi, umur ternak
This research, which had been conducted in Karangtengah, Cilongok Subdistrict, Banyumas, aimed to determine the milk production and to study the impact of the utilized input on it. There were 47 lactating dairy cows used as the research materials whose milk production, lactating age, age, forage feeding, concentrates feeding, outpouring of working hours and number were the measured variables. The research method used was survey. Cobb-Douglas function model obtained that the coefficient of determination (〖 R〗^2) of 61.8% with a value of determination corrected (adjusted〖 R〗^2) 56.2%. This determination value means that 61.8% of the production variations can be explained by the factors as follows lactating age, age, forage feeding, concentrates feeding, the outpouring of working hours and number of lactation cows. The result of estimation using Cobb-Douglas production function methods generated the following equation (Y = 1.55 to 0.604 + 0.287 + 0.212 to 0.123 + 0.100 + 0.125). The results of hypothesis using T-test showed that the variables significantly impacted milk production were lactating and age. The research, therefore, concludes that there is a positive correlation between milk production and the utilized inputs.

1300416338A1L009113PENGARUH KOMBINASI SEKAM, SERBUK GERGAJI,
PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CAISIN (Brassica rapa var. parachinensis L) PADA TANAH LATOSOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh kombinasi sekam, serbuk gergaji, pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil caisin pada tanah latosol, 2) mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik, 3) perubahan sifat kimia tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas pada ketinggian tempat 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) selama 2 (dua) bulan dari bulan November 2013 sampai Januari 2014. Perlakuan yang dicoba adalah Tanah, Tanah + Sekam, Tanah + Serbuk Gergaji, Tanah + Pupuk Kandang Ayam, Tanah + Sekam + Serbuk Gergaji, Tanah + Sekam + Pupuk Kandang Ayam, Tanah + Serbuk Gergaji + Pupuk Kandang Ayam, Tanah+ Sekam + Serbuk Gergaji + Pupuk Kandang Ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 kombinasi perlakuan termasuk kontrol dan dengan 3 ulangan yang dimana setiap unit kombinasi terdiri dari 2 sampel. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas daun, warna daun dan jumlah daun, berat akar segar, berat tajuk segar, berat akar kering, berat tajuk kering. Data dianalisis menggunakan uji F dan jika signifikan, uji dilanjutkan dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan sekam, serbuk gergaji dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot tanaman kering, bobot akar kering caisin. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan tanah+pupuk kandang ayam. This research is aimed to 1) reveal the influence of huks, sawdust and chicken manure to the growth and production of mustard green (Brassica rapa var. parachinensis L) on latosol 2) find out the best combination treatment for increasing growth and production of mustard green (Brassica rapa var. parachinensis L) 3) figure out the chemical changes of soil. This research was conducted at a screen house for 2 (two) months from November 2013 to January 2014 in Windujaya Village, Kedungbanteng District, Banyumas at the altitude of 600 meters above sea level. The researcher applied the treatments as follow: soil, soil+husk, soil+sawdust, soil+chicken manure, soil+husk+sawdust, soil+husk+chicken manure, soil+ sawdust+chicken manure, soil+husk+sawdust+chicken manure. The Method of the research was Randomized Block Design (RBD). There were 8 combinations of treatments (including control) which were repeated three times. Each unit combination consisted of two polybag samples, so the number of experiment polybag were 2 x 24 = 48 polybags. The observed variables were height, leaves area, leaves colour, and quantity of leaves. While the observed production variables were fresh root weight, fresh crown weight, dry root weight, and dry crown weight. The data then analyzed by using variety analysis to diversity the influence of treatment on observed variables. If the variety among treatments are significant, the process was continued to DMRT with 5% of error rate.
The research shows that the combination of husk, sawdust, and chicken manure, are able to exert an influence on plant height, quantity of leaves, leaves area, fresh weight of plant, fresh root weight, dry plant weight, and dry root weight. Thus, “Treatment soil+chicken manure” is the best treatment on latosol soil and mustard green.
1300516340F1C012032KESENJANGAN KEPUASAN FOLLOWERS AKUN TWITTER @INIPURWOKERTO DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI MENGENAI DAERAH PURWOKERTO DI KALANGAN MAHASISWA KOMUNITAS GENSOED TANGSEL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANInformasi melalui media sosial kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan. Salah satu media sosial yang menyajikan informasi secara aktual dan sifatnya yang cepat diperbaharui adalah Twitter. Dan lebih lanjut akun Twitter @iniPurwokerto merupakan akun penyaji informasi yang kredibel di daerah Purwokerto. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratification. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesenjangan kepuasan follower akun Twitter @iniPurwokerto dalam pemenuhan kebutuhan informasi mengenai daerah Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta metode survei (kuesioner). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang tergabung dalam Komunitas Gensoed Tangsel sebanyak 93 responden. Analisis data menggunakan uji t dan rumus discrepancy yang dioperasionalkan dengan pada perhitungan tabulasi silang. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kepuasan yang dicari dengan kepuasan yang diperoleh setelah mengakses akun Twitter @iniPurwokerto. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai t hitung (5,092) lebih besar dari t tabel (1,968). Dengan demikian hipotesis kerja (H1) yang menyatakan terdapat kesenjangan antara gratification sought dengan gratification obtained dalam penggunaan akun Twitter @iniPurwokerto untuk pemenuhan kebutuhan informasi followers, diterima.Information through social media has now become a necessity that can not be avoided. One of the social media platform that presents actual information and it’s real time is Twitter. Furthermore, Twitter accounts @iniPurwokerto a publisher account information that is credible in the area of Purwokerto. This study uses the theory of uses and gratification. The purpose of this study was to determine the satisfaction gap followers Twitter account @iniPurwokerto in fulfilling the needs of information in Purwokerto. This study uses a quantitative approach and survei method (questionnaire). Population and sample in this study were students University of Jenderal Soedirman incorporated in the Community Gensoed Tangsel amounted to 93 respondents. Analysis of the data using the t test and the formula discrepancy which is operated by the calculation of cross-tabulation. The results showed that there were differences between the average satisfaction with the satisfaction derived sought after access to Twitter accounts @iniPurwokerto. This is evidenced by the t value (5,092) is greater than t table (1,968). Thus the working hypothesis (H1), which states there is a gap between the gratification sought by gratification obtained in using Twitter account information @iniPurwokerto to meet the needs of followers, was accepted.
1300616341A1L012119POTENSI Bacillus subtilis SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT MOSAIK DAN LAYU BAKTERI CABAIPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui efektifitas B. subtilis B209, B211, B298 sebagai pemacu pertumbuhan tanaman cabai, 2) Mengetahui potensi B. subtilis B209, B211, B298 sebagai pengendali penyakit mosaik dan layu bakteri tanaman cabai, 3) Mendapatkan perlakuan B. subtilis terbaik terhadap pertumbuhan tanaman, pengendali penyakit mosaik dan layu bakteri. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan lahan petani di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dari bulan April sampai dengan Juli 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi cabai tanpa B. subtilis, cabai dengan fungisida, cabai dengan B. subtilis B209, cabai dengan B. subtilis B211, cabai dengan B. subtilis B298. Perlakuan cara siram dilakukan 10 hst, 20 hst, 30 hst, sedangkan perlakuan cara semprot 40 hst, 50 hst, 60 hst. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar dan bobot akar kering, intensitas penyakit mosaik, intensitas penyakit layu bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B. subtilis dapat meningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, panjang akar, volume akar, bobot akar basah, bobot akar kering, Perlakuan B. subtilis B298 menunjukan intensitas penyakit mosaik dan layu bakteri terendah masing-masing sebesar 1,98% dan 0,51%, Perlakuan B. subtilis B298 merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman pada tinggi tanaman sebesar 26,2% , jumlah daun 34,7%, bobot tanaman segar 26%, bobot tanaman kering 37% , volume akar 45,5%, panjang akar 19,7%, bobot akar segar 21,4%, bobot akar kering 41,3% dibanding dengan kontrol.
This research was aimed to 1) assess potential of B. subtilis B209, B211, B298 as plant growth trigger chili 2) to assess potential of B. subtilis B209, B211, B298 to restrain mosaic and wither bacteria disease of chili, 3) to obtain the best treatment for plant growth, restrain mosaic and wither bacteria. The research was conducted in Laboratory of Plant Protection, Faculty of agriculture, Jenderal Soedirman University, and farming land in Rempoah village, Baturraden, Banyumas from April 2016 to July 2016. The research using (RAK) with five treatments and six repetition. The treatments consisted of chili without using B. subtilis, Chili using fungicide ,Chili using B. subtilis B209, Chili using B. subtilis B211 and Chili using B. subtilis B298. Every treatments by watering since 10 hst, 20 hst, 30 hst and treatment by spraying 40 hst until 60 hst. The variable that were observed consists of plants tall, number of leafs, long roots, volume of roots, fresh weigt plants, dried weight plants, fresh roots weight, dried roots weight, intensity of mosaic disease, and intensity of wither bacteria disease. The research showed that 1) B. Subtilis treatment increased plants tall, number of leafs, long roots, volume of roots, fresh weigt plants, dried weight plants, fresh roots weight, dried roots weight, 2) B. Subtilis treatment obtained the lowest mosaic and wither bacteria with 1,98 % and 0,51 %, 3) B. Subtilis B298 treatment was the best treatment to increase plants growth with 26,2%, number of leafs 34,7%, fresh weigt plants 26%, dried weight plants 37%, roots volume 45,5%, long roots 19,7%, fresh roots weight 21,4%, and dried roots weight 41,3% than control .
1300716344C1B009017PENGARUH E-SERVICE QUALITY, PERCEIVED VALUE, HARGA DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP
MINAT BELI ULANG BELANJA ONLINE
RINGKASAN

Penelitian ini berjudul Pengaruh E-Service Quality, Persepsi Nilai, Harga Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Minat Beli Ulang Belanja Online Melalui Kaskus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh positif E-Service quality, persepsi nilai dan harga terhadap kepuasan konsumen serta untuk menganalisis pengaruh mediasi kepuasan konsumen terhadap minat beli ulang belanja online melalui kaskus.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Ukuran sampel menggunakan metode taksiran interval, diperoleh jumlah sampel minimal sebesar 100 orang. Alat analisis yang digunakan Struktural Equation Model.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa E Service Quality berpengaruh positif, yaitu semakin baik Service Quality maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen. Persepsi nilai berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen, yaitu semakin baik persepsi konsumen terhadap nilai produk maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen. Harga mempunyai berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen, yaitu semakin baik persepsi konsumen terhadap harga maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli ulang, yaitu semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen maka semakin tinggi minat untuk melakukan pembelian ulang.
Implikasi dari penelitian ini bahwa pengelola toko online dapat meningkatkan kepuasan konsumen dengan meningkatkan E Service Quality, persepsi nilai, dan penerapan harga yang tepat. Pengelola toko online, dapat meningkatkan minat beli ulang Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dengan meningkatkan kepuasan konsumen. Bagi penelitian berikutnya dapat dilakukan penelitian lain tentang variabel yang berpengaruh terhadap minat beli ulang dan kepuasan konsumen pada toko online yang lain dan dengan jenis produk tertentu.
ABSTRACT


This study titled: Effect Analysis of E-Service Quality, Perceived Value, Price and Consumer Satisfaction Interests Birthday Buy Online Shopping. The research objective was to analyze the effect of E-Service quality, perceived value and price to customer satisfaction as well as to analyze the impact of customer satisfaction on buying interest re shopping online.
The sample in this research is the students of the Faculty of Economics, University of General Sudirman Purwokerto who make buying and selling online shopping. The analysis tool used is a structural equation model (SEM).
The results showed that E Service Quality, perceived value and price has a positive effect on customer satisfaction. Consumer satisfaction has a positive influence on the buying interest, is the higher level of customer satisfaction, the higher the interest to re-purchase. The implications of this study that the online shop manager can improve customer satisfaction by improving E Service Quality, perceived value, and the application of the right price. Business online store, can improve the buying interest of faculty and staff to improve customer satisfaction. For the next study to do research about the variables that influence the buying interest and consumer satisfaction at other online stores and with certain types of products.
1300816342H1A012030PELAPISAN DERIVAT KITOSAN PADA KAIN KATUN DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR Candida albicansSifat polikationik kitosan banyak dimanfaatkan dalam beragam industri, salah satunya sebagai bahan antimikrobia. Beberapa derivat kitosan memiliki kelarutan lebih tinggi dibanding kitosan, diantaranya adalah N-alkil kitosan. N-metil kitosan juga memiliki aktivitas antijamur lebih tinggi dari pada kitosan. Katun merupakan salah satu pilihan serat untuk memenuhi kenyamanan karena serat katun memiliki daya serap yang tinggi (7,0- 8,5%) sehingga dapat menyerap keringat dengan baik. Struktur katun bersifat hidrofilik, sehingga mampu mengikat oksigen sebagai nutrisi mikroba sehingga katun merupakan media ideal bagi perkembangbiakan mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum pelapisan N-metil kitosan pada kain katun, dan mengetahui aktivitas antijamur C. albicans pada kain katun terlapisi N-metil kitosan hasil optimasi. Proses pelapisan mengunakan metode dip coating dengan teknik pad-dry-cure, sedangkan untuk uji aktivitas antijamur C. albicans mengunakan metode difusi. Hasil penelitian ini didapatkan kain katun terlapisi derivat kitosan dengan kondisi optimum pelapisan. Kondisi optimum pelapisan N-metil kitosan pada kain katun yaitu pada kosentrasi 0,8%(b/v), waktu pencelupan 60 detik, dan frekuensi pencelupan 10 kali serta aktivitas antijamur C.albicans pada kain katun terlapisi N-metil kitosan ditunjukkan dengan terbentuknya zona hambat sebesar 0,225 cm.The nature of polycationic chitosan idely used in various industries, one of them as an antimicrobial material. Some of derivatives chitosan has higher solubility than chitosan, it self such as N-alkyl chitosan. In additition, N-methyl chitosan have antifungal activitie higher than chitosan. Cotton is one comfortable fiber choise since cotton has high Absorption (7,0- 8,5%) thus it can absorb sweat well. The structure of cotton is hydrophilic, thus it able to bind the oxygen to nourish the microbes which cause the cotton is the ideal medium For proliferation of microbial. The purpose of this research are to knowing the optimum conditions the coating of N-methyl on cotton fabric and knowing the activitie of antifungal in C. albicans cotton fabric which coated by the optimization result N-methyl , The coating process use dip coating method with pad-dry-cure technique, while for test a activite of antifungal C. albicans use diffusion method.The results of thi study are the cotton fabric coated by chitosan derivatives with optimum conditions. Optimum condition of N-methyl chitosan on cotton fabric are at concentration of 0,8%(w/v), Immersion Time 60 seconds, and Immersion Frequency 10 Times and the activitie of antifungal C. albicans on cotton fabric coated by N-methyl chitosan isshow by inhibition zone are 0,225 cm.
1300916346C1B009060PENGARUH KUALITAS PRODUK, KEPUASAN PELANGGAN, DAN NILAI PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
(Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Konsumen Indomie Goreng)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kualitas Produk, Kepuasan Pelanggan, dan Nilai Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Konsumen Indomie Goreng)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, kepuasan pelanggan, dan nilai pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda.
Berdasarkan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas, kuesioner yang digunakan dalam penelitian valid dan reliabel. Berdasarkan Uji Asumsi Klasik, data terdistribusi dengan normal dan tidak terjadi gejala Multikolinearitas dan gejala Heteroskedastisitas pada penelitian ini. Berdasarkan Analisis Regresi Linear Berganda, kualitas produk, kepuasan pelanggan, dan nilai pelanggan mempunyai pengaruh yang positif terhadap loyalitas pelanggan.
Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatan loyalitas pelanggan, Indomie goreng harus benar-benar menjaga kualitas produknya, menjaga agar pelanggan selalu merasa puas dengan produk Indomie Goreng, dan selalu memperhatikan nilai-nilai pelanggannya.
This study, entitled “The Influence of Product Quality, Custumer Satisfaction, and Customer Value Toward Customer Loyalty (Studies In Students Of Economic and Business Faculty Jenderal Soedirman University Consumers Indomie Goreng) ”. This study aimed to analyze the influence of product quality, customer satisaction, and custumer value toward customer loyalty. Data were collected by questionnaire. Data analysis method is using Multiple Regression Test.
Based on the result of the Validity Test and Reliability Test, questionnaire who used in this research is valid and reliable. Based on the result of Statistical Classical Assumption Test, data has normal distribution, no multicollinearity indicate and no heteroskedasticity indicate on this research. Based on the result of Multiple Linear Regression Test, product quality, customer satisfaction, and customer value have significant effect to the customer loyalty.
The implication of this research is to increase customer loyalty, Indomie Goreng should really maintain the quality of its products, keeping customers are always satisfied with the product Indomie Goreng, and always pay attention to the values of its customers.
1301016348A1C012048KEPUASAN ANGGOTA KOPERASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KUD ARIS DI KABUPATEN BANYUMASKualitas pelayanan dari pengurus menjadi salah satu faktor dalam memajukan koperasi. Semakin baiknya kualitas pelayanan maka secara tidak langsung membuat anggota puas terhadap kinerja pengurus koperasi itu. Kepuasan anggota adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan, dan kebutuhan anggota dapat dipenuhi. KUD ARIS merupakan salah satu koperasi yang aktif di Kecamatan Banyumas dan dalam operasionalnya KUD Aris menunjang kebutuhan para anggotanya baik kebutuhan jasa ataupun kebutuhan produk. Keberadaan KUD ARIS diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anggota dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui apakah pelayanan yang diberikan KUD Aris di Kabupaten Banyumas telah memuaskan anggota, 2) Mengetahui faktor pelayanan yang harus menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kepuasan anggota pada KUD Aris di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di KUD ARIS Kabupaten Banyumas pada bulan Maret - April 2016. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin diperoleh jumlah sebanyak 91 orang dan pengambilan sampel yang menjadi responden menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja). Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan unggul yang meliputi aspek reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible oleh KUD Aris Banyumas belum memuaskan harapan anggota dengan ditunjukkan nilai tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan kinerja sebesar 93,56 persen dan aspek responsiveness merupakan aspek yang dinilai perlu diprioritaskan oleh anggota KUD Aris, aspek ini dinilai sangat penting oleh anggota KUD Aris tetapi kinerja yang diberikan kepada anggota KUD Aris belum memuaskan. Hasil tersebut ditunjukkan dengan nilai tingkat kesesuaian dari aspek responsiveness yang berada pada kuadran I dalam diagram kartesius.The quality of service of the management to be one of factor in advancing cooperative. Improving the quality of service then indirectly make members satisfied with the performance of the cooperative management. Member satisfaction is a situation where the wishes, expectations and needs of members are met. KUD ARIS is one of the cooperatives are active in the subdistrict of Banyumas and in operation KUD Aris supporting the needs of its members both the needs of services and products needs. The existence of KUD ARIS is expected to provides a good service and in accordance with the needs of members and the society. The aims of this research are (1) to find out whether services that given by KUD Aris in Banyumas has been satisfy members, and (2) to find out about factor of service that should be the top priority in increasing the member satisfaction at KUD Aris in Banyumas. The research method used in this research is case study. The research conducted in March-April 2016, and took administrators and members of KUD ARIS in Banyumas as the object. Slovin formula was used to calculate the sample size which is obtained as many as 91 people and simple random sampling technique was used to choose all the respondents. All information and data regarding the research were obtained by observation and interview methods. This research used Importance Performance Analysis to complete this study. Result of this study has shown that superior service which includes aspect of reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangible by KUD Aris Banyumas has not satisfy members expectations with a value indicated level of concordance between the importance and performance of 93,56 percent, and aspects of responsiveness is the aspects that need to be prioritized by members of KUD Aris, this aspect is considered very important by members of KUD Aris but the performance which has been given to members of KUD Aris has not been satisfying. The results showed with the adjustability of the aspects of responsiveness that is in the first quadrant in the Cartesian diagram.
1301116347G1H012025HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN SERAT DENGAN PERSEN LEMAK TUBUH
PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER RAWAT JALAN
(Studi Kasus di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo)
Latar Belakang: Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Bertambahnya populasi obsitas akan meningkatkan angka kematian dan kesakitan akibat PJK. Persen lemak tubuh merupakan salah satu indikator antropometri gizi. Persen lemak tubuh yang tinggi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan zat gizi makro dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dan serat dengan persen lemak tubuh pasien PJK rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Metodologi: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 responden dengan metode consecutive sampling. Persen lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedence Analysis (BIA). Data asupan zat gizi dan serat diperoleh menggunakan recall 2x24 jam.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25,0% pasien PJK mengalami obesitas. Hasil uji statistik menggunakan Fisher Exact’s Test diperoleh tingkat asupan energi (p=1,000), tingkat asupan protein (p=0,581), tingkat asupan lemak (p=1,000), tingkat asupan karbohidrat (0,160) dan asupan serat (p=1,000).
Kesimpulan: Asupan energi, protein, lemak, karbohidrat dan serat tidak berhubungan dengan persen lemak tubuh.
Kata Kunci: Penyakit Jantung Koroner, Persen Lemak Tubuh, Asupan Zat Gizi dan Serat
Background: Coronary heart disease is a leading cause of death in Indonesia. The increase in obesity population will increase the morbidity and mortality from CHD. Body fat percententage is one indicator of nutritional anthropometry. High body fat percentage can be affected by several factors such as macro nutrient intake dan fiber. This aim of this study was to determine the correlation of macro nutrient and fiber intake with body fat percentage CHD patients in hospital outpatient Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Methodology: This was a cross sectional study. These samples included 36 respondents with consecutive sampling method. Percentage body fat was measured using Bioelectrical Impedence Analysis (BIA). Nutrients and fiber intake data obtained using the recall 2x24 hours.
Results: Results showed that 25.0% of CHD patients are obese. Statistical test results using the Fisher Exact's Test obtained the degree of energy intake (p = 1.000), the level of protein intake (p = 0.581), the level of fat intake (p = 1.000), the level of carbohydrate intake (.160) and fiber intake (p = 1.000).
Conclusion: The intake of energy, protein, fat, carbohydrate and fiber were not associated with body fat percentage.
Keywords: Coronary Heart Disease, Body Fat Percentage, Macro Nutrient and Fiber Intake.
1301216339B1J012027PREVALENSI TUNGAU PARASIT LARVA NYAMUK Aedes sp. PADA DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN KARANGANYAR Kabupaten Karanganyar mempunyai 17 kecamatan dengan 6 kecamatan diantaranya Kecamatan Karanganyar, Colomadu, Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu, dan Kebakkramat dinyatakan sebagai daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Meningkatmya jumlah kasus Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Karanganyar menunjukan kurang efektifnya pengendalian secara konvensional. Alternatif lain pengendali populasi nyamuk adalah menggunakan musuh alami yaitu tungau parasit. Keberhasilan tungau parasit dalam menemukan inang dipengaruhi oleh populasi nyamuk yang akan menaikkan prevalensi apabila populasi tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis familia tungau parasit yang memparasiti larva nyamuk Aedes sp. dan menentukan prevalensi tungau parasit pada larva nyamuk Aedes sp. di daerah endemis dengue di Karanganyar. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara survei dengan teknik stratified random sampling. Lokasi ditentukan berdasarkan tingkat endemisitas demam berdarah dengue, dengan mengambil 4 kecamatan dari 6 kecamatan yang endemis DBD yaitu Kecamatan Karanganyar, Jaten, Tasikmadu dan Kebakkramat. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus populasi dengan tingkat kesalahan 20%, sehingga minimal pengambilan sampel yaitu 25 larva ada setiap titik sampling. Variabel pada penelitian ini adalah prevalensi tungau parasit larva Aedes sp. Variabel pendukungnya yaitu pH air, temperatur air dan oksigen terlarut. Parameter pada penelitian ini adalah jumlah seluruh larva yang terparasiti tungau dan jumlah individu larva yang diamati. Metode analisis menggunakan rumus prevalensi yaitu jumlah larva nyamuk yang terparasiti tungau dibagi jumlah larva yang diperiksa dikali 100%. Hasil identifikasi tungau yang diperoleh adalah Familia Pionidae, Familia Hydrozetidae dan Familia Hydrachnidae. Nilai prevalensi Kabupaten Karanganyar yaitu 1,45%. Nilai prevalensi tertinggi terdapat di Tasikmadu yaitu 7,31% kemudian pada Kecamatan Kebakkramat yaitu 1,51%. Kecamatan Karanganyar dan Jaten tidak didapatkan tungau parasit. Six out of seventeen districs in Karanganyar Regency are Dengue Hemorrhogic Fever (DHF) endemic areas. These areas include Karanganyar, Colomadu, Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu, and Kebakkramat. The number of cases continues to rise year by year since 2012. The increasing number of DHF cases in Karanganyar indicated that the conventional control was not effective. Another alternative in controlling mosquito populations is the use of natural parasitic mites. The success of parasitic mites in finding host is expected to increase the ability parasitized until the prevalence of parasitic mites in the mosquito Aedes sp. would be increase.The purpose of this study is to determine the prevalence of parasitic mites on the larvae of Aedes sp. in dengue endemic areas in Karanganyar and determine the type familia of mite that parasite larvae of Aedes sp. A survey method was used with stratified random sampling technique. The location was determined based on the degree of endemicity of dengue fever by taking 4 districts of 6 districts that were endemic i.e. Karanganyar, Jaten, Tasikmadu and Kebakkramat. The number of samples was determined based on the formula of the population with an error rate of 20%, then a minimum sampling of 25 larvae there every sampling point. The variable in this study is the prevalence of parasitic mite larvae of Aedes sp. Supporting variables that water pH, water temperature and dissolved oxygen. The parameters in this study is the total number of larvae that parasitized mites and the number of individuals observed larvae. The method of analysis using the formula prevalence is the number of mosquito larvae were parasitized mites divided by the number of larvae were examined and multiplied by 100%. The results identifications mites obtained were Family Pionidae, Hydrozetidae and Hydrachnidae. Karanganyar prevalence value is 1.45%. The highest prevalence values in Tasikmadu was 7.31% later in the District Kebakkramat was 1.51%. Karanganyar and Jaten not found parasitic mites.
Keywords: Prevalence, parasitic mite, larvae of Aedes sp.
1301316349H1E012034SIMULASI LINTASAN BERKAS PARTIKEL SIKLOTRON PROTON DECY 13 MENGGUNAKAN CYCLONESIMULASI LINTASAN BERKAS PARTIKEL SIKLOTRON PROTON DECY 13 DENGAN MENGGUNAKAN CYCLONE. Simulasi lintasan berkas proton siklotron DECY 13 telah dilakukan. Lintasan berkas proton yang diperoleh mencapai energi 13 MeV menggunakan cyclone. Simulasi ini menggunakan beberapa software seperti opera 3d untuk mendapatkan data medan magnet, cyclone untuk mendapatkan data orbit proton, dan scilab untuk membuat plot data orbit dari simulasi. Data medan magnet yang diperoleh dari opera 3d digunakan sebagai input pada cyclone dengan parameter lain. Setelah cyclone dirun, data yang diperoleh kemudian diplot menggunakan scilab 5.5.2 sehingga diperoleh tampilan lintasan berkas proton. Namun, jika lintasan proton belum sesuai kemudian dilakukan variasi untuk parameter pada cyclone. Pada simulasi ini parameter yang divariasikan adalah R, dee angle, initial dee dan tegangan. Variasi R mempengaruhi posisi awal partikel pada lintasan. Perubahan R ini bergantung pada energi awal partikel. Variasi dee angle mempengaruhi lintasan berkas dan bergantung pada harmonik yang digunakan. Variasi initial dee tidak mempengaruhi lintasan berkas proton meskipun diubah sampai 180°. Dan variasi tegangan mempengaruhi radius maksimum yang dicapai oleh lintasan. Semakin tinggi nilai tegangan, semakin jauh radius yang dapat dicapai oleh lintasan berkas proton.
SIMULATIONS OF PARTICLE BEAM TRAJECTORY OF CYCLOTRON PROTON DECY 13 USING CYCLONE. A proton trajectory simulation for DECY 13 cyclotron has been done. The energy of proton trajectory reach 13 MeV using cyclone. The simulation uses opera 3d to produce magnetic fileld data, and cyclone to get orbit data as well as scilab to plot the orbit data. Magnetic field data out of opera 3d were used as input in cyclone with other parameters. Then cyclone gave equilibrium orbit data that can be plotted in scilab 5.5.2. The unappropriate proton trajectories are fixed through parameters variation such as R, dee angle, initial dee, and voltage. The variation of R influence the initial position in the trajectory. It depends on initial energy of particel. The variation of dee angle caused the trajectory and it must suit with the harmonic number that used. The variation of initial dee does not effect the trajectory even after it was changed until 180°. And the variation of the voltage influence the maximum radius that the trajectory can achieved. If the voltage was higher, it will make the trajectory goes far.
1301416350D1E011085KONTRIBUSI TENAGA KERJA PEREMPUAN PADA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KABUPATEN BOYOLALIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tenaga kerja perempuan pada usaha sapi perah di Kecamatan Mojosongo, Musuk dan Cepogo Kabupaten Boyolali dan untuk mengetahui pengaruh jumlah kepemilikan ternak, jumlah anggota keluarga, umur dan pendidikan tenaga kerja perempuan serta lamanya beternak terhadap kontribusi tenaga kerja perempuan. Penelitian inin dilaksanakan dengan menggunakan metode survei terhadap peternakan sapi perah yang melibatkan tenaga kerja perempuan. Sampel wilayah diambil dengan menggunakan metode purposive sampling sedangkan sampel peternak atau responden diambil secara acak (simple random sampling) dengan jumlah responden sebanyak 58 orang. Variabel yang diamati adalah jumlah kepemilikan ternak (X1), jumlah anggota keluarga (X2), umur tenaga kerja perempuan (X3), pendidikan tenaga kerja perempuan (X4) dan lamanya beternak (X5) sebagai variabel independen serta kontribusi tenaga kerja perempuan (Y) sebagai variabel dependen. Kontribusi tenaga kerja perempuan dianalisis dengan membandingkan curahan kerja perempuan dengan total curahan kerja dikalikan 100 persen. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh jumlah kepemilikan sapi, jumlah anggota keluarga, umur dan pendidikan tenaga kerja perempuan serta lamanya beternak terhadap kontribusi tenaga kerja perempuan dilakukan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi jam kerja perempuan adalah sebesar 45.66 persen dari total curahan jam kerja usaha tenak sapi perah. Jumlah kepemilikan ternak berpengaruh terhadap kontribusi tenaga kerja perempuan. Dengan demikian, penelitian ini berkesimpulan bahwa tenaga kerja perempuan memberikan kontribusi yang cukup besar dan kontribusi tersebut dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah kepemilikan ternak.This research to aims at assessing women labors’ contribution in dairy cattle business in Sub-district Mojosongo, Musuk and Cepogo in District Boyolali and at measuring the influence of the number of livestock ownership, the number of family members, age, employment and education of the labors’ and the farming duration to the contribution. The experiment surveyed dairy cattle farms that employ women as the labors. The three sub-district samples were chosen based on a purposive sampling method while the farmer respondents were selected based on simple random sampling where there were 58 people. Variables being observed were the number of livestock ownership (X1), the number of family members (X2), the age of women workers (X3), the education of women workers (X4) and the duration of farming (X5) as the independent variables and the contribution of women labors’ (Y) as the dependent variable. The labors’ contribution was analyzed by comparing their outpouring in work to the total outpouring of work and multiplying it with 100 percent. To determine the influence of the number of cattle ownership, number of family members, age, employment and education of women workers and the duration of farming to the contribution was by a linear regression analysis. The results showed that the contribution of women’s working hours is equal to 45.66 percent out of the total working hours at the business. The number of cattle influences as well to the women labors’ contribution. This research concludes that women workers provide a substantial contribution and that their contributions can be improved by increasing the number of livestock.
1301516351A1C012024ANALISIS KOMPARASI USAHATANI NILAM DAN PENYULINGAN MINYAK NILAM DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui analisis finansial usahatani nilam di Kecamatan Sumbang, (2) Mengetahui analisis finansial penyulingan minyak nilam di Kecamatan Sumbang, dan (3) Membandingkan keuntungan dan R/C pada usahatani nilam dan penyulingan minyak nilam di Kecamatan Sumbang.
Penelitian dilaksanakan April 2016, dengan sasaran petani yang hanya menanam tanaman nilam dan penyuling minyak nilam di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penentuan responden menggunakan metode sensus terhadap 10 responden petani nilam dan 3 penyuling. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Analisis data digunakan adalah analisis deskriptif, analisis finansial, analisis Break Even Point, dan analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Petani nilam di Kecamatan Sumbang dalam waktu satu tahun menghabiskan rata-rata total biaya sebesar Rp3.944.890. BEP harga Rp1.016 dan BEP unit sebesar 448 Kilogram nilam basah, (2) Penyuling minyak nilam di Kecamatan Sumbang dalam waktu satu bulan menghabiskan biaya sebesar Rp10.534.000 dengan asusmsi biaya selama satu tahun sebesar Rp126.408.000. BEP harga Rp448.934 dan BEP unit 5,16 Kilogram minyak nilam untuk satu tahun masa penyulingan, (3) Keuntungan petani nilam selama satu tahun Rp2.312.510 dan keuntungan penyuling minyak nilam selama satu bulan Rp3.706.000 sehingga untuk asumsi satu tahun keuntungan yang diterima penyuling minyak nilam sebesar Rp44.472.000. R/C untuk usahatani adalah 1,5 dan R/C untuk penyulingan minyak nilam adalah 1,35.
The aims of this research are (1) to calculate the financial analysis of farm Pogostemon cablin Benth in Sumbang Sub-District, (2) to calculate the financial analysis of patchouli oil refining in Sumbang Sub-District, and (3) to compare the revenues and R/C on a farm Pogostemon cablin Benth and patchouli oil refining in Sumbang Sub-District.
The research is conducted in April 2016, and targeting farmers that only plant Pogostemon cablin Benth and patchouli oil refining in Sumbang Sub-District, Banyumas. In determining the number of respondents, this research involves ten farmers who only grow Pogostemon cablin Benth and three refiners who only refining patchouli oil. All information and data regarding to the research were obtained observation and interview methods. The writer used descriptive analysis, financial analysis, analysis Break Even Point, and feasibility analysis to complete this study. result of this study has shown that: (1) Pogostemon cablin Benth farmer in Sumbang Sub-District spent an average total cost of Rp3.944.890 a year. BEP of price Rp1.016 and BEP of unit 448Kg, (2) patchouli refiner in Sumbang Sub-District spent an average total cost of Rp10.534.000 per month with assumption costs during the year amounted to Rp126.408.000. BEP of price Rp448.934 and BEP of unit 5,16Kg, (3) Pogostemon cablin Benth farmer income is Rp2.312.510 a year and the income of patchouli refiner a month is Rp3.706.000, according to a year assumption patchouli refiner revenue is Rp44.472.000. R/C of farm patchouli is 1,5 and R/C of oil refining patchouli is 1,35.
1301616379H1G012004Bioekologi Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata, Blkr.) Dalam Upaya Pengendalian Spesies Introduksi di Waduk Sempor, KebumenPenelitian ini bertujuan untuk: pertama mengetahui hubungan panjang bobot, faktor kondisi dan aspek reproduksi yang meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks gonado somatik, fekunditas, diameter telur ikan betutu; kedua mengetahui jenis pakan alami yang dominan dimakan oleh ikan betutu; ketiga mengetahui kondisi lingkungan hidup ikan betutu. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan pengambilan sampel 3 kali secara acak selama bulan November 2015-Maret 2016 di Waduk Sempor, Kebumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan betutu bersifat allometrik negative. Faktor kondisi ikan jantan berkisar antara 0,31599-3,01270, betina antara 0,38039-1,67175. Jenis pakan alami yang dominan adalah serpihan hewan dan fitoplankton. Rata-rata perbandingan rasio kelamin yaitu 72,96:27,04. Rata-rata tingkat kematangan gonad antara I-II. Nilai IGS jantan berkisar 0,03-0,82 dan betina 0,10-4,92. Nilai fekunditas berkisar 634-13.310 butir. Rata-rata ukuran diameter telur berkisar 97,6-524,6 µm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu variasi tingkat kematangan gonad, IGS dan diameter telur menunjukkan ikan betutu memijah secara bertahap. Kondisi habitat kurang mendukung untuk kehidupan ikan betutu di Waduk Sempor.A research aimed to: first determine of length-weights relationship, condition factors and reproductive aspects covering sex ratio, gonad maturity level, Gonado-somatic Indice, fecundity and egg diameter of Marble Goby; the second goal knowing the kind of dominant natural food eaten by Marble Goby; the third goal knowing the habitat conditions of Marble Goby. Survey method was used in this research. Fishes were sampled three times randomly from November 2015-March 2016 at Sempor Reservoir, Kebumen. Data were analyzed descriptively. The results showed that the pattern of growth Marble Goby is negative allometric. Condition factors of male and female were 0,31599-3,01270 and 0,38039-1,67175. The dominant type of natural feed is debris animals and phytoplankton. The average sex ratio is 72.96:27.04. The average level of gonad maturity between I-II. GSI value male ranged from 0.03-0.82 and female 0.10-4.92. Fecundity value ranged from 634-13.310 grain. The average of egg diameter ranged from 97,6-524,6 μm. The conclusion of this research that there are varying levels of gonad maturity, GSI and egg diameter showed of Marbley Goby is partial spawner. Habitat conditions less support for life of Marble Goby in Sempor Reservoir.
1301716394B1J012195JENIS-JENIS TUMBUHAN BAWAH YANG BERPOTENSI SEBAGAI TUMBUHAN OBAT PADA TEGAKAN JATI DAN PINUS DI RPH KALIRAJUT, KPH BANYUMAS TIMURHutan mempunyai struktur yang kompleks yang menciptakan suatu lingkungan tertentu, sehingga memungkinkan beranekaragam jenis tumbuhan dapat tumbuh di dalamnya, salah satunya yaitu keanekaragaman jenis tumbuhan bawah. Beberapa jenis tumbuhan bawah diidentifikasi sebagai tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Penelitian ini dilakukan pada tegakan jati dan pinus di RPH Kalirajut yang merupakan bagian dari wilayah KPH Banyumas Timur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai obat dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai obat pada tegakan jati dan pinus tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dan pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat secara sistematis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Kesamaan Komunitas (IS), Indeks Keanekaragaman (H’) dan Indeks Kemerataan Jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INP tertinggi pada tegakan jati ditemukan pada Synedrella nodiflora sebesar 99,25 % dan INP tertinggi pada tegakan pinus pada Imperata cylindrica sebesar 33,63 %. H’ pada tegakan pinus 1,02 dan tegakan jati 0,60 dengan nilai Indeks kesamaan antara keduanya 27,66 %, berarti menunjukkan bahwa jenis yang terdapat pada kedua tempat itu berbeda. Indeks kemerataan jenis pada tegakan jati adalah 0,60 dan tegakan pinus 0,80. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meratanya jumlah individu suatu jenis maka tidak ada jenis yang dominan di tegakan tersebut.Forests has a complex structure that creates a particular environment, so that allowing a wide variety of plants can grow on it, one of that is a diversity of undergrowth plants. Some types of undergrowth plants are identified as plants that can be used as a drug. This research is on teak and pine at Kalirajut Forest Management Resort which is part of the East Banyumas Forest Management Unit. The purpose of this research is to determine the types of undergrowth plants whose potential as the drug and to determine whether there are differences in undergrowth plants that potential as a drug in the teak and pine plantation. The method used in this research is survey and sampling using squared plot systematically. The data obtained were calculated using the Important Value Index, Similar Community Index, Diversity Index and Species Evenness Index. The results showed that the highest Important Value Index for teak stands is Synedrella nodiflora (99,25%) and the highest Importance Value Index of pine stands is Imperata cylindrica (33,63%). H’ on teak and pine stands is 1,02 and 0,60 with a value of similarities between the two index 27.66%, that shows that the species found in both places are different. Species evenness index on teak stands and pine stands are 0,60 and 0,80. This shows that the prevalence of the number of individuals of a species then there is no dominant species in the stands.
1301816352H1K012042HUBUNGAN KONDISI TERUMBU KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN TARGET DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIHTujuan penelitian adalah mengetahui tutupan karang hidup, kelimpahan ikan target dan hubungan kondisi terumbu karang dan kelimpahan ikan target di 3 zona yaitu Zona Inti, Zona Pariwisata dan Zona Pemanfaatan Tradisional Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Metode pengambilan data persentase tutupan karang hidup yaitu PIT (Point Intercept Transcet) 50m dengan 3x ulangan, kelimpahan ikan target menggunakan metode Visual Sensus Ikan Karang 50 m dengan 5x ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tutupan karang yaitu Zona Inti 32,39%, Zona Pariwisata 44,72% dan Zona Pemanfaatan Tradisional 34,40% termasuk kategori sedang. Nilai kelimpahan ikan target Zona Inti 3,57 ind/m², Zona Pemanfaatan Tradisional 2,14 ind/ m² dan Zona Pariwisata 1,63 ind/m². Hubungan kondisi terumbu karang dan kelimpahan ikan target di ketiga zona TNTC Zona Inti nilai Korelasi antara karang keras hidup dengan ikan target 0,007, karang lunak dengan ikan target 0,013 dan alga dengan ikan target 0,394, Zona Pariwisata nilai Korelasi antara karang keras hidup dengan ikan target 0,582, karang lunak dengan ikan target -0,517 dan alga dengan ikan target 0,517, sedangkan Zona Pemanfaatan Tradisional nilai Korelasi antara karang keras hidup dengan ikan target 0,091, karang lunak dengan ikan target 0,163 dan alga dengan ikan target -0,415.The purpose of this study was to know the living coral cover, fish target abundance and the relation between coral reef condition and fish target abundance within 3 different zones; Core Zone, Tourism Zone and Traditional Utilization Zone of Cenderawasih Bay National Park. The method to obtain the data coral cover percentage was PIT (Point Intercept Transcet) 50 m with 3 repetitions, the abundance of fish target evaluated by Visual Census Reef Fish method 50 m with 5 repetitions. The results showed that the value of coral cover percentage for Core Zones, Tourism Zones and Traditional Utilization Zones are 32,39%, 44,72%, and 34,40% respectively, these numbers are categorized as moderate. The values of target fish abundance for Core Zone, Tourism Zone and Traditional Utilization Zone are 3,57 ind/m2, 1,63 ind/m2, and 2,14 ind/m2 respectively. The relationship between the conditions of coral reefs and fish target abundance in the third zones of TNTC Core Zone hard coral life with fish target 0,007, soft coral with fish target 0,013 (very weak), Algae with fish target 0,394, Tourism Core Zone hard coral life with fish target 0,582 (average), soft coral with fish target -0,517, Algae with fish target 0,517 and Traditional Utilization Zone hard coral life with fish target 0,091, soft coral with fish target 0,162, Algae with fish target -0,415.
1301916353B1J012065PARASITASI TUNGAU PARASIT LARVA NYAMUK Aedes sp. PADA DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN KARANGANYAREnam kecamatan di Kabupaten Karanganyar merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes sp. Populasi nyamuk Aedes sp. selama ini dikendalikan menggunakan pengasapan, namun cara ini kurang efektif dan dapat membahayakan lingkungan. Musuh alami mungkin dapat menjadi solusi alternatifnya. Salah satu musuh alami yang berpotensi mengendalikan populasi nyamuk Aedes sp. adalah tungau parasit. Sehingga penting untuk mempelajari parasitasi tungau pada larva Aedes sp. untuk menentukan tungau dari familia apa yang mampu mengendalikan populasi dari nyamuk Aedes sp. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tungau yang memparasiti larva nyamuk Aedes sp. dan menentukan parasitasi tungau parasit pada larva nyamuk Aedes sp. di daerah endemis DBD di Kabupaten Karanganyar.Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara survey dengan teknik stratified random sampling. Teknik ini berdasarkan penggunaan strata endemisitas demam berdarah dengue. Pengambilan sampel dilakukan di 4 kecamatan yang memiliki endemisitas tertinggi, yaitu Kecamatan Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, dan Kebakkramat. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan parasitasi tungau dan variabel pendukungnya berupa suhu, ketinggian, dan pH, Parameter pada penelitian ini adalah jumlah individu tiap spesies tungau yang memparasitipada setiap larva Aedes sp. dan jumlah larva Aedes sp. yang terparasiti. Tungau parasit yang diperoleh diidentifikasi menggunakan buku identifikasi Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tiga familia tungau yaitu Familia Hydrachnidae, Pionidae, dan Hydrozetidae.Parasitasi tungau Familia Pionidae dan Hydrozetidae adalah 25% dan Familia Hydrachnidae 50%.Six subdistricts in Karanganyar were endemic areas of dengue haemorhagic fever. DHF caused by dengue virus transmitted by Aedes sp. The population of Aedes sp. has so far been controlled by fogging. However this method has not been effective and may harm the environment. So, natural enemies may be an alternative solution. One of the potential enemies are parasitic mites. Thus it is important to study the parasitism of mites on Aedes sp. larvae, especially which familia are potential to control Aedes sp. population. The purpose of this research were to find out mites family that parasiting Aedes sp. larvae and to find out parasitism of parasitic mites in mosquitoes larvae in endemic areas of dengue fever in Karanganyar. This research using a survey method with a stratified random sampling technique. This technique is based on level of DHF endemicity. Samples were collected from 4 subdistricts by highest endemicity, i.e. Karanganyar, Tasikamdu, Jaten, and Kebakkramat subdistrict. Variable in this research is mites parasitism and environmental variables were temperature, dissolve oxygen (DO), and pH. Parameter in this research are number of each mites familia that parasiting Aedes sp. larvae and number of larvae that infected. Mites were identificated with identification book. Three families of parasitic mites found in this research were Familia Hydrachnidae, Pionidae, and Hydrozetidae. The Parasitism of Pionidae and Hydrozetidae were 25% and Hydrachnidae was 50%.
1302016354D1E011091PENGGUNAAN SUSU PADA PEMBUATAN BAKSO DAGING SAPI TERHADAP UJI KEEMPUKAN DAN ORGANOLEPTIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan susu pada pembuatan bakso daging sapi terhadap keempukan dan kesukaan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, untuk keempukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sedangkan untuk tingkat kesukaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 25 panelis. Perlakuan yang digunakan yaitu P0= bakso dengan penambahan es batu 25%, P1= bakso dengan penambahan susu 10% + es batu 15%, P2= bakso dengan penambahan susu 15% + es batu 10%, dan P3= bakso dengan penambahan susu 20% + es batu 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan susu dengan level yang berbeda pada pembuatan bakso daging sapi berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap keempukan dan kesukaan, kemudian menghasilkan persamaan Y= 0.0602 – 0.0026 X + 0.0001 X2 dengan koefisien determinasi sebesar R2= 87.49% terhadap keempukan dan Y= 3.92 + 0.09 X dengan koefisien determinasi sebesar R2= 17.16% terhadap kesukaan. Kesimpulan dari penelitian adalah penggunaan susu pada pembuatan bakso daging sapi dapat meningkatkan keempukan dan kesukaan terhadap bakso, dan level terbaik penambahan susu adalah level 20%.This research aimed to determine the effects of utilizing milk in making beef meatballs on the tenderness and preferences. The method was experimental where the meatball tenderness was examined by using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 6 replications while the preferences was by a Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments and 25 panelists. The treatments were P0= meatballs by adding 25% ice cubes, P1= meatballs by adding 10% milk + 15% ice cubes, P2= meatballs by adding 15% milk + 10% ice cubes, and P3= meatballs by adding 20% milk + 5% ice cubes. The results showed that the use of milk with different levels was highly significant (P <0.01) to the tenderness and preferences which generated an equation Y= 0.0602 – 0.0026 X + 0.0001 X2 with a determination coefficient R2= 87.49% to the tenderness and Y= 3.92 + 0.09 X with a determination coefficient R2= 17.16% to the preferences. This study concludes that utilizing milk in making beef meatballs can improve the tenderness and preferences of meatballs, and the best level of the addition milk is 20%.