Artikel Ilmiah : D1E012165 a.n. IZUL AEN

Kembali Update Delete

NIMD1E012165
NamamhsIZUL AEN
Judul ArtikelPengaruh Bahan Perekat Tepung Tapioka, Sagu dan Bentonit pada Pellet Broiler Periode Finisher Terhadap Aktivitas Air dan Kelarutan.
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan bahan perekat tapioka, sagu dan bentonit dalam ransum bentuk pellet terhadap uji aktivitas air dan kelarutan. Materi yang digunakan jagung kuning 1200 g, bungkil kedelai 300 g, dedak halus 110 g, meat bone meal 220 g, bungkil kelapa 100 g, minyak kelapa 40 g, grit 20 g, premix 10 g, tepung tapioka 40 g, sagu 40 g, dan bentonit 40 g. Penelitian dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan terdiri dari 3 macam perlakuan yaitu R1 Ransum basal + 2% perekat tepung tapioka, R2 Ransum basal + 2% perekat sagu dan R3 Ransum basal + 2% perekat bentonit. Variabel yang diukur yaitu aktivitas air dan kelarutan. Rataan aktivitas air dengan bahan perekat tepung tapioka, sagu dan bentonit yaitu R1 = 0,4840 ± 0,0392, R2 = 0,5330 ± 0,0620, R3 = 0,7470 ± 0,0458. Rataan kelarutan dengan bahan perekat tepung tapioka, sagu dan bentonit yaitu R1 = 39,10 ± 1,54, R2 = 34,53 ± 4,79, R3 = 31,47 ± 2,97. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian bahan perekat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas air dan kelarutan pada pellet broiler periode finisher. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung tapioka adalah bahan perekat terbaik ditinjau dari aktivitas air rendah dan kelarutan tinggi pada pellet broiler periode finisher.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research aims to know the effect of cassava flour, sago and bentonite as adhesive material in pellet for finisher broiler to water activity and solubility. The materials used in the research were yellow corn 1200 g, soybean meal 300g, bran 110 g, meat bone meal 220 g, coconut meal 100 g, coconut oil 40 g, grit 20 g, premix of 10 g, cassava flour 40 g, sago 40 g and bentonite 40 g. The research with the experimental methods using Completed Randomized Design with 3 treatment and 6 replication. The treatment consists of 3 kinds of treatment i.e. R1 = basal ration + 2% cassava flour, R2 = basal ration + 2% sago and R3 = basal ration + 2% bentonite. The measured variables were water activity and solubility. The average of water activity with adhesive materials of cassava flour, sago and bentonite i.e. R1 = 0,4840 ± 0,0392, R2 = 0,5330 ± 0,0620, R3 = 0,7470 ± 0,0458. Respectialy the average solubility with adhesive materials of cassava flour, sago and bentonite i.e R1 = 39,10 ± 1,54, R2 = 34,53 ± 4,79, R3 = 31,47 ± 2,97. The results showed that treatment of adhesive materials has significant effect (P<0,01) toward water activity and solubility of feed pellets for finisher broiler. In conclusion, of cassava flour was the best adhesive materials to produce low water activity and to produce high solubility in pellet for finisher broiler.
Kata kuncipellet, tapioka, sagu, bentonit, aktivitas air, kelarutan.
Pembimbing 1Dr. Ir. Caribu Hadi Prayitno, M. P.
Pembimbing 2Titin Widiyastuti, S.Pt., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2016-10-28 02:46:00.500144
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.