Artikel Ilmiah : F1G012017 a.n. ATIK NURIFAH

Kembali Update Delete

NIMF1G012017
NamamhsATIK NURIFAH
Judul ArtikelInterferensi Fonologi, Morfologi,dan Leksikal Bahasa Jawa pada Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Presiden Joko Widodo
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Interferensi Fonologi, Morfologi, dan Leksikal
Bahasa Jawa pada Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Presiden Joko
Widodo”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interferensi fonologi,
morfologi, dan leksikal bahasa Jawa pada penggunaan bahasa Indonesia dalam
pidato Presiden Joko Widodo serta faktor yang mempengaruhi munculnya
peristiwa intererensi tersebut. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Dalam pengumpulan data digunakan metode simak yang diwujudkan dengan
teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat
cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan
intralingual yang diwujudkan melalui teknik hubung banding membedakan.
Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini bersifat informal yaitu dengan
menggunakan kata-kata biasa.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
beberapa hal. Pertama, interferensi fonologi ditemukan dalam enam bentuk.
Keenam bentuk interferensi fonologi tersebut berupa interferensi pelesapan fonem
pada awal kata (aferesis) (1 data), interferensi pelesapan fonem pada akhir kata
(apokop) (2 data), interferensi pelesapan fonem pada tengah kata (sinkop) (8
data), interferensi perubahan dua bunyi vokal atau vokal rangkap (diftong)
menjadi vokal tunggal (monoftong) (5 data), interferensi penggantian fonem (16
data), interferensi perubahan bunyi fonemis sebagai akibat pengaruh lingkungan
(netralisasi) (2 data). Kedua, interferensi morfologi ditemukan dalam interferensi
prefiks (17 data), interferensi konfiks (1 data). Ketiga, Interferensi leksikal
ditemukan dalam tiga bentuk yaitu, bentuk dasar (10 data), bentuk berimbuhan (6
data), dan bentuk ulang (2 data). Faktor yang mempengaruhi munculnya peristiwa
interferensi dalam pidato Presiden Joko Widodo yaitu, lingkungan kebahasaan
penutur yang berada dalam ranah di sebuah desa, terbawanya kebiasaan bahasa
ibu, pengucapannya terlalu cepat, dan suka melakukan bercandaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The title of this research is "Interference of phonology, morphology, and
Javanese Lexical in the use of Indonesian in the Joko Widodo;s Presidential
speech". The aim of this research are to describe the interference of phonological,
morphological, and lexical of Javanese in the use of Indonesian in Jokowi‟s
presidential speech and the factors that affect the appearance of the interferences
events. This is descriptive qualitative research. In collecting the data, the
researcher used observation method that is realized by tapping technique as the
basic technique and uninvolved conversation observation technique and noting
techniques as advanced techniques. In analyzing data, the researcher used
intralingual comparing method which were realized through the connect and
compare distinguish technique. The results of data analysis presented informally
by using ordinary words.
Based on data analysis that has been done, the researcher can conclude
several things. First, phonological interference were found in the seven forms. The
seventh form of interference phonology in the form of interference deletion of
phonemes in the beginning of the word (aferesis) (1 data), interference deletion
phoneme at the end of a word (apokop) (2 data), interference deletion of
phonemes in the middle of a word (syncope) (8 data), the interference changes
two vowels or vowel multiple (diphthong) into a single vowel (monophthongs) (5
data), interference replacement of phonemes (16 data), interference sound changes
phonemic as a result of the influence environment (neutralization) (2 data).
Second, morphological interference were found in the prefix interference (17
data), interference konfiks (1 data). Third, Interference lexical were found in three
forms, there were the basic form (10 data), affixes forms (6 data), and reshaped (2
data). Factors that affect the appearance of interference in the Jokowi‟s
presidential speech were the peoples language in the village environment where
the speakers come from, the mother tongue habit, the pronunciation is too fast,
and like to make jokes.
Kata kunciInterferensi, Fonologi, Morfologi, Leksikal, Bahasa Jawa
Pembimbing 1Farida Nuryantiningsih, S.S, M.Hum.
Pembimbing 2Siti Junawaroh, S.S, M.Hum.
Pembimbing 3Ashari Hidayat, S.S, M.A.
Tahun2016
Jumlah Halaman176
Tgl. Entri2016-10-26 20:50:12.696012
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.