Artikel Ilmiah : A1C112022 a.n. NORMA INSAN MUSLIMAH

Kembali Update Delete

NIMA1C112022
NamamhsNORMA INSAN MUSLIMAH
Judul ArtikelKajian Finansial Usaha Emping Melinjo pada IKM "Sumber Emping" di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)IKM “Sumber Emping” merupakan industri terbesar yang ada di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon yang mengolah biji melinjo menjadi emping melinjo. Industri ini mengolah biji melinjo menjadi beberapa jenis emping yaitu Ketuk Pedas Manis (KPM), Ketuk Manis (KM), Ketuk Asin (KA), Seloman Manis (SM) dan Seloman Asin (SA). IKM “Sumber Emping” tidak memperhitungkan secara terperinci aspek-aspek finansial dalam usaha seperti biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, sehingga industri tidak mengetahui usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, serta untuk mengetahui nilai rentabilitas, titik impas dan R/C dari usaha pengolahan emping melinjo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2016 pada IKM “Sumber Emping” dengan menggunakan metode studi kasus. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, analisis rentabilitas, analisis titik impas dan analisis R/C usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi emping melinjo selama bulan Mei 2016 sebanyak 1.540 kg. Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan adalah Rp63.106.123,00, besarnya penerimaan yang diperoleh Rp85.260.000,00 dan pendapatan yang dihasilkan sebesar Rp22.153.877,00. Nilai analisis rentabilitas modal sendiri sebesar 33,35 persen dari keseluruhan modal yang digunakan atau Rp21.045.892,00. Titik impas atau Break Even Point (BEP) usaha emping melinjo yang diperoleh sebesar Rp16.138.062,00 lebih kecil dari penerimaan yang didapatkan. Sedangkan nilai R/C usaha yang diperoleh sebesar 1,35 lebih besar dari 1,00. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa usaha emping melinjo di IKM “Sumber Emping” sudah menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)IKM “Sumber Emping” is the biggest industry in Tuk Village Kedawung District Cirebon Regency who process seeds melinjo into emping melinjo. This industry process emping melinjo into several types of melinjo such as Sweet Spicy Ketuk (SSK), Sweet Ketuk (SWK), Salty Ketuk (SK), Sweet Seloman (SWS) and Salty Seloman (SS). IKM “Sumber Emping” does not calculate financial aspects of the business in detail such as cost of production, revenue and income, so the industry does not know the business feasible or not to be continued. The research aims to calculate the cost of production, revenue and income, as well as to determine the value of profitability, Break Even Point (BEP) and R/C of emping melinjo processing business. The research was conducted on May 2016 in IKM “Sumber Emping” by using the case of study method. Location selection was done by purposive. The analysis method that was used in this research was the analysis of cost, revenue and income, analysis of profitability, analysis of Break Even Point (BEP) and analysis of R/C business. The result showed that the production of emping melinjo on May 2016 was 1.540 kg. The production costs that were expended were Rp63.106.123,00, the amount of revenue were Rp85.260.000,00 and the income was earned as Rp22.153.877,00. The results of analysis of profitability of own capital that was generated was 33,35 percent of the total capital employed or Rp21.045.892,00. Break Even Point (BEP) of emping melinjo business was Rp16.138.062,00 smaller than gained acceptance. Whereas the value of R/C business was 1,35 greater than 1,00. The results of research proved that the business of emping melinjo in IKM “Sumber Emping” was profitable and feasible to be developed.
Kata kunciEmping Melinjo, Kajian Finansial, Kabupaten Cirebon
Pembimbing 1Ir. Adwi Herry K.E.,M.P.
Pembimbing 2Ratna Satriani, S.P.,M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2016-10-24 23:27:03.445208
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.