Artikelilmiahs

Menampilkan 12.861-12.880 dari 49.614 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
128615860F1G009057GAMBARAN TOKOH-TOKOH WANITA DALAM DWILOGI NOVEL PADANG BULAN DAN CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATAPenelitian ini berjudul “Gambaran Tokoh-Tokoh Wanita dalam Dwilogi Novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas Karya Andrea Hirata”. Alasan yang mendasari pemilihan novel tersebut karena tokoh-tokoh yang dihadirkan sangat menarik. Terutama pada ketiga tokoh wanitanya. Selain para tokohnya yang menarik hubungan antar unsur yang satu dengan yang lainnya disajikan dengan baik. Dwilogi novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas menggambarkan tentang kehidupan ketiga wanita Belitung.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran tokoh-tokoh wanita dalam dwilogi novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kritik sastra feminis. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan perwatakan tokoh-tokoh wanita dalam dwilogi novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas.
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diketahui tentang perwatakan ketiga tokoh wanita dalam dwilogi novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas. Enong digambarkan sebagai seorang anak yang pemberani dan pekerja keras. Berbagai rintangan dan kesulitan berhasil ia lewati berkat kegigihannya, ia juga sosok yang rela berkorban demi keluarganya. Sedangkan Selamot adalah sosok wanita yang sangat perduli kepada sahabat-sahabatnya meskipun hidupnya sendiri juga sulit namun, ia selalu ada untuk membantu sahabat-sahabatnya. Berbeda lagi dengan Ninochka Stronovsky, ia adalah seorang wanita dengan gelar Grand Master Internasional. Nochka sangat pandai bermain catur dan mempunyai cita-cita untuk menjadi juara dunia catur wanita.
The title of this research is “Gambaran Tokoh-Tokoh Wanita dalam Dwilogi Novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas Karya Andrea Hirata”. The reason for selecting that novel because the characters that presented in this novel are very interesting. Especially in the three heroine characters. In addition to the characters that drew a connection between one elements and another are well presented. Dwilogi novel Cinta di Padang Bulan and Cinta di Dalam Gelas describes the life of three woman Belitung.
This research aims to describe the picture of female characters in the dwilogi of novel Cinta di Padang Bulan and Cinta di Dalam Gelas. The theory used in this study is the theory of feminism. The analysis technique used is qualitative descriptive characterization to describe female characters in the dwilogi of novel Cinta di Padang Bulan and Cinta di Dalam Gelas.
Based on the results of discussion can be known about the characterization of three heroine characters in the dwilogi of novel Cinta di Padang Bulan and Cinta di Dalam Gelas. Enong described as a child who is brave and hardworking. Various obstacles and difficulties was able to pass thanks to her perseverance, she was woman who willing to sacrifice for her family. While Selamot is the woman who is very concerned for her friends despite her own life is too difficult however, she was always there to help her friends. Different again with Ninochka Stronovsky, she is a woman with an International Grand Master title. Nochka is very good at playing chess and aspires to be a woman's world chess champion.
128625861H1H009012Motilitas Dan Viabilitas Spermatozoa Ikan Mas (Cyprinus carpio) Pasca Penyimpanan Beku Dengan Penambahan Air TebuPenelitian ini berjudul “Motilitas Dan Viabilitas Spermatozoa Ikan Mas (Cyprinus carpio) Pasca Penyimpanan Beku Dengan Penambahan Air Tebu” bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air tebu terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ikan mas setelah diawetkan serta perlakuan terbaiknya. Percobaan ini menggunakan RAL dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan, yaitu P1 aquades 100%, P2 aquades 75% ditambah air tebu 25%, P3 aquades 50% ditambah air tebu 50%, P4 aquades 25% ditambah air tebu 75%, dan P5 air tebu 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air tebu pada pengawetan spermatozoa berpengaruh nyata terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ikan mas dan spermatozoa masih bertahan hidup selama pengawetan lima hari. Nilai motilitas P1 berbeda nyata dengan nilai motilitas P2, P3, P4, dan P5. Nilai viabilitas menunjukkan terdapat tiga tingkatan nilai motilitas spermatozoa, yaitu nilai terendah pada P1, lalu P2, dan nilai tertinggi pada P3, P4, dan P5. Pada P3, P4, dan P5 memiliki nilai rataan yang sama sehingga dikatakan bahwa dengan P3 hasil motilitas sudah optimal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa spermatozoa ikan mas yang diawetkan selama lima hari dengan penambahan air tebu masih dalam keadaan motil namun semakin kecil konsentrasi sari tebu semakin tinggi penurunan motilitas maupun viabilitas spermatozoa ikan mas.A study entitled “Motility and Viability of Carp (Cyprinus carpio) Spermatozoa Post Cryopreservation with Sugarcane Juice Addition” aimed to determine the effect of the addition of sugarcane juice to motility and viability of carp (Cyprinus carpio L.) spermatozoa post preservation and the best treatment. This experiment used Completely Randomized Design with 5 treatments and in quadruplication, namely P1 aquadestilate 100%, P2 aquadestilate 75% + sugarcane juice 25%, P3 aquadestilate 50% + sugarcane juice 50%, P4 aquadestilate 25% + sugarcane juice 75%, and P5 sugarcane juice 100%. The result showed that the addition of sugarcane juice to the preservation of spermatozoa significantly affected motility and viability of carp spermatozoa and still survive for five days. P1 motility values were significantly different from the value of motility P2, P3, P4, and P5. Viability value indicated that there were three levels of sperm motility values, which were the lowest value in P1 and P2, and the highest value at P3, P4, and P5. At P3, P4, and P5 had the same mean value so that it could be said that the P3 motility results were optimal. Based on the results, this study concluded that the carp spermatozoa were preserved for five days with addition of sugarcane juice were still in a state of motile but the smaller concentration of cane juice decreased motility and viability of carp spermatozo.
128635862G1A006044A COMPARATIVE STUDY OF MALE AND FEMALE STUDENTS’ ABILITY IN ENGLISH SPEAKING CLASS
(A Study of the Eleventh Grade Students of Computer Network Technique of SMK N 1 Kutasari in Academic Year 2012/2013)
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui nilai test siswa laki-laki dan perempuan dalam kelas speaking, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persamaan atau perbedaan kemampuan dalam kelas speaking, dan (3) untuk mengetahui masalah siswa laki-laki dan perempuan dalam kelas speaking dan memberikan solusi untuk meningkatkan speaking mereka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan desain ex-post facto. Penelitian ini menjelaskan sebuah studi perbandingan mengenai kemampuan speaking antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui bagaimana nilai test mereka, faktor apa saja yang mempengaruhi persamaan atau perbedaan dan mengetahui masalah apa dan bagaimana solusi untuk meningkatkan kemampuan speaking mereka. Penelitian ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk membuktikan hipotesis yang ada. Setelah mengadakan penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam test siswa laki-laki dan perempuan di kelas speaking dan dapat dibuktikan dengan perhitungan T-test bahwa nilai signifikasi lebih besar dari alpha; 0.149 > 0.05. Dilihat dari aktifitas-aktifitas yang dilaksanakan selama penelitian, faktor utama yang mempengaruhi kemampuan speaking siswa laki-laki dan siswa perempuan adalah kemampuan intelektual. Masalah yang mempengaruhi penampilan siswa dalam speaking antara lain; penampilan, kegugupan, kosa kata, struktur kata dan pengucapan. Selain itu solusi yang dilakukan oleh guru bahasa inggris adalah memotivasi dan memberikan kepada siswa tentang contoh bagaimana mempraktekkan percakapan dan memberikan perhatian yang lebih terhadap komponen atau pelajaran speaking. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca khususnya mahasiswa jurusan Bahasa Inggris sebagai referensi bagi mereka yang tertarik untuk melakukan penelitian dalam bidang linguistik terapan.The purposes of this research are (1) to describe scores of male and female students’ performance in speaking classes, (2) to find out what factors that influence the similarities or differences in their ability in speaking class, and (3) to find out what problems in speaking class of male and female students and workable solutions to improve their speaking. This research uses a quantitative method, using an ex-post facto design. It describes about a study that casts about the comparison of speaking performance between male and female students. It is conducted to obtain which one is better of those, what factors influence their speaking performance, and what problems occured in speaking class of male and female students and workable solutions to improve their speaking. The analysis uses a descriptive statistics to prove the hypothesis. After conducting the research, the researcher concluded that there were no significance differences of students’ performance in speaking class between male and female students, it showed from the calculation of T-test that the significance value was higher than the alpha; 0.149 > 0.05. From the activities conducted, the main factors influencing the differences speaking performance between male and female students was intelligence. The problems influence students’ performances in speaking were student’s performance, nervousness, vocablary, grammar and pronunciation. Besides, solutions done by the English teacher were to motivate the students about their performance, modeling on how to practice conversation, and more attention on the speaking components. The result was satisfying as could be seen from the data analysis of the questionnaire and observation. This research is expected to give benefit to the students of English Department as the reference for them who are interested in conducting the research in the field of applied linguistic.
128645864A1L008095PENGARUH PUPUK HAYATI BERBASIS Bacillus subtilis B1 TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA
DATARAN RENDAH
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman penghasil beras sebagai bahan pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan beras dalam negeri masih terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan tingkat konsumsi yang masih tinggi. Usaha peningkatan produksi padi apabila tidak diusahakan secara berkelanjutan maka akan terjadi penurunan produksi. Petani cenderung menggunakan pupuk anorganik untuk meningkatkan hasil produksi. Pemberian pupuk kimia secara terus menerus dapat menyebabkan menurunnya jumlah mikroorganisme dalam tanah, dan menipisnya kandungan bahan organik dalam tanah yang mengarah ke penurunan kualitas tanah dan usia pakai tanah. Salah satu cara yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas padi yaitu dengan penambahan mikroba Bacillus subtillis B1 pada pupuk yang diaplikasikan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan N tersedia dalam tanah melalui penambatan N dan berpotensi tinggi dalam melarutkan fosfat terikat menjadi tersedia dalam tanah serta penyedia hormon tumbuh. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh dari pemberian formula B. subtilis BI terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi, dan (2) mengetahui waktu aplikasi yang tepat dalam menggunakan formula berbasis Bacillus subtillis B1 terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman padi. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: K (tanpa pemberian formulasi baik cair maupun padat), A (pemberian formulasi Bacillus subtillis B1 dalam bentuk cair dan padat pada 10 hari setelah tanam), B (pemberian formulasi Bacillus subtillis B1 dalam bentuk cair dan padat pada 20 hari setelah tanam), C (pemberian formulasi Bacillus subtillis B1 dalam bentuk cair dan padat pada 30 hari setelah tanam). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, dan dilanjutkan dengan BNT dengan taraf 5% jika nyata. Hasil penelitian menunjukkan formulasi Bacillus subtillis B1 yang diberikan pada 20 HST berpengaruh terhadap peningkatan bobot kering tanaman, meningkatkan hingga 20,33% berbanding dengan kontrol, berpotensi meningkatkan hasil gabah sebesar 55,8% berbanding dengan kontrol, dan berpotensi meningkatkan bobot 1000 biji sebesar 16,68% dibandingkan dengan deskripsi varietas IR 64.Rice plant (Oryza sativa L.) is the staple food of the majority most population Indonesian. Domestic demand for rice continously increase with the increasing population and consumption levels are still high. Efforts to increasing rice production does not support by the continuity effort, it will causes decreasing production. Farmers tend to use inorganic fertilizers to improve production. Using chemical fertilizer continuously can cause decrease the number of microorganisms in the soil, and the depletion of organic matter content in the soil which leads to a decline in soil quality and the life of the soil. One way is needed to increase rice productivity is by the addition of microbial Bacillus subtillis B1 in the fertilizer is applied, thus increasing the efficiency the use of available N in the soil through the N string and high potentially in dissolved phosphate bound to producer in the soil be growth hormone. The purpose of this research (1) to determine the effect of giving formula B. BI subtilis on growth and yield of rice plants, and (2) determine the exact time of the application in use based formula B. BI subtilis on growth and yield in rice. The design of the experimental used was Randomized Completely Block Design (RCBD) with 4 treatments and 6 replications. Treatments were: K control (without any fertilation), A (application of Bacillus subtillis B1 both liquid and solid form at 10 days after planting), B (application of Bacillus subtillis B1 both liquid and solid form at 20 days after planting), C (application of Bacillus subtillis B1 both liquid and solid form at 30 days after planting). The data were analyzed by F test, and followed by the LSD 5% level when significant.
The results showed that formulation of Bacillus subtillis B1 applid at 20 day significantly effected the plant dry weight, that increased 20.33% than control, rice yield increased 55.8% compare with control, and potentially increased the weight of 1000 seeds was 16.68% compared with the description of the variety IR 64.
128656010F1F007173THE EFFECTS OF USING DIORAMAS AS A TEACHING MEDIA
TO IMPROVE THE STUDENTS’ COMPETENCE
IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPH
(An Experimental Research at the Seventh Grade of SMP N 3 Kalimanah Academic year 2012/2013)
Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui kemampuan writing siswa dalam menulis kelas tujuh SMP N 3 Kaliamnah (2) untuk mengetahui level kemampuan siswa dalam menulis dengan menggunakan media diorama (3) untuk mengetahui pendapat dari guru dan siswa tentang penggunaan media diorama sebagai alat mengajar untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, bentuk quasi eksperimen. Penelitian ini memaparkan pengaruh pemberian perlakuan dengan menggunakan diorama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis pada grup eksperimen. Penelitian ini untuk mendapatkan pengaruh antara dua variabel atau lebih pada grup eksperimen dan grup kontrol. Data penelitian ini adalah: test, observasi, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata dari kelas eksperimen menunjukan 66.2 setelah belajar menulis bahasa Inggris dengan menggunakan media diorama yang mana nilai rata-rata dari kelas control adalah 60.2. Keefektifan dari peningkatan nilai pada kelas eksperimen lebih tinggi (6.0) dari pada kelas control (3.2). Hal ini menunjukan bahwa siswa kelas VII pada kelas eksperimen mendapatkan nilai tinggi setelah menggunakan media diorama. T-test juga menunjukan bahwa t-hitung adalah 4.53 lebih tinggi dari t-tabel 1.668. Hasil dari penelitian adalah: (1) Kemampuan siswa dalam menulis kelas tujuh SMP N 3 Kalimanah tahun ajaran 2012/2013. (2) Level kemampuan siswa dalam menulis menunjukan sebuah peningkatan siswa pada kompetensi menulis paragraph deskripsi. (3) Diorama adalah sebuah media yang effektif dalam meningkatkan kompetensi siswa menulis. Berdasarkan hasil penelitian diatas, penggunaan media diorama memberikan pengaruh yang baik dalam meningkatkan kemampuan dan motivasi siswa dalam menulis paragraf deskripsi.The purposes of this research are: (1) to find out the students’ writing competence in the seventh grade of SMP N 3 Kaliamanah academic year 2012/2013, (2) to find out the level of the students’ writing competence by using diorama as a teaching media, (3) to find out the opinions of the teacher and students about diorama as a teaching media to improve the students’ competence in writing descriptive paragraph. This research belongs to experimental research and quasi experimental design. It describes the effects of giving treatment of using diorama to improve students’ competence in writing descriptive paragraph to an experimental group. It is conducted to obtain the effect between two or more variables in experimental group and control group. The research data are: test, observation, questionnaire and interview. The result shows that the mean of the experimental class scores is 66.2 after learning English writing using diorama as a teaching media while the mean of the control class is 62.5. The effectiveness of score improvement at the experimental group (6.0) is higher than that of the control group (3.2). It means that the seventh grade students in experimental group had higher score after using diorama as a teaching media. The t-test also showed that t-value 4.53 is higher than t-table 1.668. The results of the research are: (1) The students’ competence in seventh grade of SMP N 3 Kalimanah academic year 2012/2013. (2) The students’ writing level shows an improvement on students’ competence in writing descriptive paragraph. (3) Diorama is an effective media in improving the students’ writing competence. Based on the research results above, it shows that the diorama media gave good effect in improving the students’ writing competence and motivation in writing descriptive paragraph.
128665836E1A008143PERLINDUNGAN HUKUM SAKSI KORBAN ANAK DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN DISERTAI KEKERASAN DAN PAKSAAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BOYOLALI NOMOR 14/Pid.Sus/2012.PN.BI)ABSTRAK
Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Semua anak mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Perlindungan hukum terhadap anak dapat diartikan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap berbagai kebebasan dan hak asasi anak, serta berbagai kepentingan yang berhubungan dengan kesejahteraan anak. Contoh kekerasan yang dialami anak salah satunya adalah kekerasan seksual. Perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kejahatan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak .
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja perlindungan hukum yang diperoleh saksi korban anak, yang dalam kasus ini menjadi korban persetubuhan yang dilakukan dengan kekerasaan dan paksaan yang berdasarkan putusan Nomor : 14/pid.sus/2012/PN.BI. Dalam putusan ini dapatlah dilihat apa saja bentuk perlindungan hukum yang seharusnya didapatkan oleh saksi korban anak sesuai yang diatur dalam pasal 64 ayat (3) Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Perlindungan hak-hak anak pada hakikatnya menyangkut langsung pengaturan dalam peraturan perundang-undangan. Perlindungan anak bermanfaat bagi anak dan orang tuanya serta pemerintahnya, maka koordinasi kerja sama perlindungan anak perlu diadakan dalam rangka mencegah ketidakseimbangan kegiatan perlindungan anak secara keseluruhan

Kata Kunci : Anak, Perlindungan Anak

ABSTRACT
Child is a person who are under 18 years old, including children who are still in the womb. All children have the right to protection. Child protection is all activities to guarantee and protect children and their rights in order to live, grow, develop and participate in, and get protection from violence and discrimination.
Legal protection for children can be interpreted as a legal protection against various freedoms and children rights, a variety of interests related to child welfare. Examples violence against children one of them is sexual violence. Legal protection for children as victims of crime has been regulated in Law Number 23 of 2003 about ChildrenProtection.
This study aim to know what kind legal protections obtained by child victims, which in this case become victims of sexual intercourse committed by force and coercion are based verdict Number: 14/pid.sus/2012/PN.BI. In this verdict it can be seen what kind of legal protection that should be obtained by the appropriate child victim witnesses provided for in Article 64 subsection (3) of Law No. 23 of 2002 on Child Protection.
Protection of children's rights are essentially involves direct regulation in the laws. Child protection empowering for children and parents also for government, the cooperative coordination of child protection needs to be held in order to prevent an imbalance of the overall child protection activities
128675873A1L009009RESPON FISIOLOGIS TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L. cv. Jaliteng) PADA BERBAGAI RAKITAN BUDIDAYA ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon fisiologis, pertumbuhan,dan hasil tanaman kacang panjang pada berbagai rakitan budidaya organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati. Penelitian dilaksanakan di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, selama 3 bulan sejak April sampai Juli 2012. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah panjang akar, serapan hara N, laju pertumbuhan tanaman (LPT), laju asimilasi bersih (LAB), indeks luas daun (ILD), luas daun, lebar stomata, kehijauan daun, dan hasil. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat ketelitian 95% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon fisiologis tanaman kacang panjang terbaik dihasilkan oleh rakitan pupuk kandang 10 ton/ha + pupuk organik cair (POC) tanah + POC daun + Trichoderma harzianum + Mikoriza (E) dilihat berdasarkan variabel total panjang akar, dan rakitan pupuk kandang 10 ton/ha + POC tanah + POC daun + mikoriza (D) berdasarkan variabel lebar stomata. Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang terbaik dihasilkan oleh rakitan pupuk kandang 10 ton/ha + POC tanah + kombinasi POC daun dan pestisida nabati (maja dan gadung) + Trichoderma harzianum (C), yaitu 13,13 ton/ha.This research was aimed to know physiological responses, growth, and yield of cowpea plants on various assembly of organic cultivation based on liquid organic fertilizer and botanical pesticide. It was conducted in the Susukan Village, Sumbang Sub district, Banyumas Regency, for 3 months, from April till July 2012. The design used in this experiment was Randomized Completely Block Design (RCBD) with 6 treatments and 4 replications. Variables observed were root length, N nutrition absorption, crop growth rate (CGR), net assimilation rate (NAR), leaf area index (LAI), leaf extent, stomata width, leaf greenness, and yield. Data of observations were analyzed by F test and continued by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 95% of confident limit and correlation test. Results of the research performed that the best physiological response of cowpea plant was produced by the manure 10 tons/ha + soil liquid organic fertilizer (LOF) + leaf LOF + Trichoderma harzianum + mycorrhizae (E) if seen based on the variable of the root length, and the manure 10 tons/ha + soil LOF + leaf LOF + mycorrhizae (D) based on the variable of the stomata width. The best cowpea growth and yield was produced by the manure 10 tons/ha + soil LOF + combination of leaf LOF and botanical pesticides (maja and gadung) + Trichoderma harzianum (C), reached 13,13 tons/ha.
128685865H1C007042RANCANG BANGUN PROTOTYPE GENERATOR
DENGAN SISTEM EKSITASI UNTUK
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PICO HIDRO RUN OFF RIVER
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Selain sumber daya alam, Indonesia diberkahi dengan sumber energi yang melimpah. Sumber energi itu, salah satunya, berupa potensi aliran sungai yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu potensi sumber tenaga air dan mikro/mini hidro adalah aliran sungai. PLTA run off river yang memanfaatkan aliran dan perbedaan ketinggian alami sungai jarang dikembangkan, meskipun PLTA run off river dapat mengatasi konflik kepentingan penggunaan air. Teknik yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan perbedaan ketinggian aliran air-sungai yang rendah adalah penggunaan turbin untuk beda ketinggian rendah yang dikenal sebagai low head turbine. Teknik ini sekaligus membuka peluang pengembangan PLTA run off river di Indonesia. Untuk mendukung perkembangan teknologi turbin tersebut perlu juga dilakukan pengembangan teknologi untuk mendukungnya. Dalam hal ini perlu adanya rekayasa generator yang dapat digunakan sesuai dengan spesifikasi dari teknologi turbin tersebut. Rekayasa generator yang ada dituntut agar dapat beroperasi maksimal pada torsi dan putaran yang rendah. Generator ini disebut juga dengan generator RPM rendah. Pengembangan rekayasa generator ini diharapakan mampu memaksimalkan potensi energi yang ada, sehingga energi yang ada dapat digunakan secara maksimal. Indonesia is a country rich in natural resources. In addition to natural resources, Indonesia is endowed with abundant energy resources. One of them, in the form of potential streams river are spread almost all over Indonesia. One potential source of hydro and micro / mini-hydro is the flow of the river. Run off river hydropower that utilizes the natural flow of the river and the height difference is rarely developed, despite the run-off river hydro can resolve water use conflicts of interest. The technique was developed to overcome the problem of the difference in height-river water flow is low is the use of turbines for low altitude difference is known as a low head turbine. This technique also opened opportunities run off river hydropower development in Indonesia. To support the development of turbine technology should also be done to support the development of technology. In this case the need for engineered generator that can be used according to the specifications of the turbine technology. Modification generator existing are required in order to operate maximum at low torque and low speed rotation. The development is expected generator engineered to maximize the potential of existing energy, so that energy is to be used to its full potential.
128696495H1E009016IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI DI KAWASAN PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT DESA CIHONJE KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN SURVEI MAGNETIK Telah dilakukan penelitian Geofisika dengan metode magnetik di kawasan Pertambangan emas rakyat Desa Cihonje, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur bawah permukaan dan mengetahui struktur yang mengontrol terjadinya zona mineralisasi bijih emas daerah tersebut. Setelah dilakukan pengolahan data yang meliputi beberapa koreksi dan reduksi, maka diperoleh data anomali magnetik lokal daerah penelitian. Data anomali magnetik ini dimodelkan menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Windows sebanyak empat sayatan. Pemodelan pada sayatan A-B, sayatan C-D, dan sayatan GH didapatkan singkapan intrusi batuan beku porfiri dengan nilai suseptibilitas magnetik berkisar (χ = 0.01 cgs units) mengintrusi pada batuan breksi pada Formasi Halang (χ = 0.0049 cgs units) diduga sebagai zona ubahan propolitik dengan ditemukannya mineral klorit. Sedangkan pada sayatan E-F terjadi intrusi batuan beku porfiri-basaltik dengan nilai suseptibilitas (χ = 0.0210 cgs units) mengintrusi pada batuan breksi pada Formasi Halang (χ = 0.0049 cgs units) diduga zona ubahan filik dengan ditemukannya mineral kuarsa dan pyrite. Mineral pyrite dan urat-urat kuarsa merupakan prospek mineral bijih emas. Zona mineralisasi bijih emas terbentuk bagian selatan pada lokasi penelitian karena terjadinya sinklin (lipatan) pada struktur geologinya.

Geophysical studies have been carried out with the magnetic method in gold mining areas Cihonje folk Village, Banyumas. This study aims to determine the condition of the subsurface structure and determine the structure that controls the gold ore mineralization zones of the area. After processing data includes some corrections and reduction, the obtained local magnetic anomaly data research area. Magnetic anomaly data was modeled used software for Windows Mag2DC four incision. Modeling used incision AB, CD incision, and the incision GH obtained outcrop with porphyry igneous intrusions susceptibility magnetic values range (χ = 0.01 cgs units) in sedimentary rocks intruding on Halang Formation (χ = 0.0049 cgs units) propolitik alleged alteration zone with mineral discovery chlorite. While on an EF incision intrusion of basaltic igneous rocks with porphyry - susceptibility values (χ = 0.0210 cgs units) in sedimentary rocks intruding on Halang Formation (χ = 0.0049 cgs units) suspected of phyllic alteration zone with quartz and pyrite mineral discovery. Minerals pyrite and quartz veins are gold ore mineral prospects. Gold ore mineralized zones formed in the southern part of the study site because of the syncline ( folds ) in the geological structure
128705799H1G009042PENGARUH VARIASI VOLUME DAN WAKTU TINGGAL LUMPUR AKTIF TERHADAP PENURUNAN KADAR BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND (BOD) LIMBAH CAIR INDUSTRI ROTIMetode lumpur aktif digunakan untuk mengurangi bahan organik tinggi pada limbah cair industri makanan dan minuman seperti industri roti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan lumpur aktif dalam menurunkan kadar BOD limbah industri roti, mengetahui volume dan waktu tinggal paling efektif dalam menurunkan kandungan BOD, serta mengetahui kesesuaian kadar BOD hasil pengolahan dengan standar baku mutu. Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor perlakuan adalah variasi volume lumpur aktif (0, 125, 250, dan 375 mL/L) dan waktu tinggal lumpur aktif (0, 10, 20, dan 30 jam). Hasil penelitian menujukkan bahwa lumpur aktif terbukti mampu menurunkan kadar BOD limbah industri roti sebesar 69,21±1,09%.Volume dan waktu tinggal lumpur aktif paling efektif menurunkan kadar BOD adalah 125 mL/L (V1) yaitu sebesar 83,61±0,15% dan 20 jam (H2) dengan penurunan BOD sebesar 73,70±0,69%. Kemudian dari semua perlakuan, hasil pengolahan limbah cair industri roti dengan lumpur aktif belum mampu menurunkan kadar BOD limbah sesuai dengan Perda Jateng No.10 tahun 2004. Penelitian lanjutan diperlukan agar limbah yang dibuang dapat sesuai dengan baku mutu.In this study, activated sludge was used to reduce high organic matter in the food and beverage industrial water effluent e.g. bakery industry. The purpose of this study was to determine the ability of activated sludge to reduce BOD levels in industrial bakery waste water and to find out effective volume and residence time to reduce BOD, and to compare with quality standards. Experimental method was used in this study with a completely randomized design (CRD) using 4x4 factorial treatments in triplicates. Two factors included sludge volume variations (0, 125, 250, and 375 mL/L) and activated sludge retention times (0, 10, 20, and 30 hours) were applied. The results showed that activated sludge was able to reduce BOD levels of industrial waste by 69.21±1.09%. The most effective volume and residence time of activated sludge in reducing levels of BOD was 125 mL/L (V1) and 20-hour (H2) corresponding to 83.61±0.15% and 73.70±0.69% of BOD reduction, respectively. The whole treatment, however, was unable to reduce BOD levels of waste in complying with Central Java Provence Regulation No.10, 2004. Further research should focuse in order to improve effectiveness of the activated sludge treatment in accomplishing specified quality standard.
128715867D1E009068KADAR PROTEIN DAN NILAI VISKOSITAS SUSU KAMBING SAPERA DI CILACAP DAN BOGORPenelitian bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan nilai viskositas susu Kambing Sapera di Cilacap dan Bogor. Materi yang digunakan adalah 10 ekor Kambing Sapera di CV. Origin Dairy Farm Cilacap dan CV. Bangun Karso Farm Bogor, setiap ekor diambil susunya sebanyak 500 ml. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, dimana peneliti hanya mengambil sampel susu dipeternakan tersebut kemudian di uji kualitasnya. Variabel yang diukur adalah kadar protein dan nilai viskositas susu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji “t”. Hasil uji “t” tersebut menunjukkan bahwa rataan kadar protein dan nilai viskositas susu di Cilacap dan Bogor berbeda sangat nyata (P<0,01), sehingga dapat digunakan untuk membandingkan kadar protein dan nilai viskositas susu di Cilacap dan Bogor. Dengan hasil rataan kadar protein susu di Cilacap 3,41% dan di Bogor 3,88% dan rataan nilai viskositas susu di Cilacap 2,06 cp dan di Bogor 1,62 cp. Hal tersebut karena perbedaan manajemen pemeliharaan dan kualitas pakan yang diberikan. Rendahnya viskositas di Bogor karena pada saat thawing terjadi pertumbuhan bakteri yang akan menghasilkan air, sehingga viskositas susu rendah.

Kata kunci : Susu kambing Sapera, Kadar Protein dan Nilai Viskositas
The research aims to determine the protein content and viscosity values of Sapera Goat milk in Cilacap and Bogor. The materials used were 10 Goat Sapera in CV. Origin Dairy Farm Cilacap and CV. Bangun Karso Farm Bogor, from each head of goat 500ml of milk. The study was taken conducted used survey method, the researchers only take milk samples were then tested in farm quality. The measured variables were the protein content of milk and the viscosity value. The data obtained were analyzed using "t" test. Test results of "t" test indicated that the average protein content of milk and the viscosity value between Cilacap and Bogor highly significantly (P <0.01), different therefore it can be used to compare the protein content of milk and the viscosity value in Cilacap and Bogor. The average protein content of milk in Cilacap and Bogor 3.41% and 3.88% respectively and the average value of milk viscosity in Cilacap and bogor were 2.06 cp and 1.62 cp respectively. The conclusion of this study is mean protein content of milk in Bogor higher than in Cilacap and the average value of the viscosity of milk in Cilacap higher than in Bogor. This is due to differences in maintenance management and quality of feed given. The low viscosity in Bogor as thawing occurs during the growth of bacteria that will produce water, so that the low viscosity of milk.

Keywords: Goat milk Sapera, Protein Content and Value Viscosity

128725723H1L008050PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PENENTUAN JENIS PENYAKIT SAPI
(STUDI KASUS BALAI BESAR PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL SAPI PERAH BATURADEN)
Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden adalah tempat pemuliaan, pemeliharaan, produksi dan pemasaran bibit unggul sapi perah. Salah satu faktor yang mendukung pemuliaan ialah kesehatan sapi. Kadangkala disaat ada sapi yang terkena penyakit namun dokter hewan tidak berada ditempatnya maka hal tersebut menjadi hambatan untuk memeriksa sapi tersebut karena SDM yang kurang. Untuk membantu memecahkan masalah tersebut maka dibuatlah sebuah aplikasi Penentuan Jenis Penyakit Sapi yang dibangun dengan metode Analytical Hierarchy Process untuk membantu dalam hal pemeriksaan.Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden is the place of breeding, maintenance, production and marketing of quality seeds of dairy cows. One of the factors that support the breeding is cow health. Sometimes when there are cows affected by the diseasebut the veterinarians are not in place then it is become a bottleneck to check the cows because of the lack of human resources. To help solve these problems then made an application determination of Cow Disease type built by Analytical Hierarchy Process to assist in the examination.
128735868H1K009039PENGARUH BERBAGAI KOMPOSISI TINGKAT KONSENTRASI MEDIA PUPUK TERHADAP KANDUNGAN GLUKOSA Nannochloropsis sp. SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU BIOETANOLNannochloropsis sp. berpotensi sebagai bioetanol, karena memiliki kandungan nutrisi tinggi yang memenuhi untuk kebutuhan pembuatan bioetanol melalui proses fermentasi. Bioetanol dapat dibuat dari zat amilum yang dihidrolisis menjadi glukosa. Upaya pembuatan bioetanol membutuhkan informasi kandungan glukosa dari Nannochloropsis sp. melalui kultur selama 7 hari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Perikanan dan Kelautan UNSOED Purwokerto bertujuan untuk 1. mengetahui kandungan glukosa pada kultur Nannochloropsis sp., 2. mengetahui kandungan glukosa Nannochloropsis sp. optimal sebagai bahan baku bioetanol pada konsentrasi pupuk Urea berbeda, serta 3. menentukan pengaruh kualitas air (suhu, salinitas, dan pH) terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap untuk 4 perlakuan: (A) Urea:ZA:TSP dengan rasio 10:20:10 g; (B) Urea:ZA:TSP dengan rasio 20:20:10 g; (C) Urea:ZA:TSP dengan rasio 30:20:10 g; dan (D) Urea:ZA:TSP dengan rasio 40:20:10 g, dan masing-masing 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan konsentrasi dosis Urea berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap kandungan glukosa dan kepadatan Nannochloropsis sp. Kandungan glukosa Nannochloropsis sp. tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk dengan rasio Urea 40 g, ZA 20 g, Tsp 10 g (23,13%). Kandungan glukosa Nannochloropsis sp. yang optimal sebagai bahan baku bioetanol yaitu pada perlakuan B (25,31%). Kualitas air mempengaruhi pertumbuhan Nannochloropsis sp.
Nannochloropsis sp. represents as bioethanol potency, due to high nutrient content to fill manufacture bioethanol needs through fermentation. Bioethanol could be made from substances hydrolyzing starch to glucose. Efforts to manufacture bioethanol require glucose content information of Nannochloropsis sp. cultured for 7 days. A study, conducted in the Laboratory of the Department of Fisheries and Marine UNSOED Purwokerto, aimed to find out: 1. glucose content from Nannochloropsis sp. cultures; 2. optimal glucose content of Nannochloropsis sp. as bioethanol raw material from different urea concentrations, and 3. water quality influence (temperature, salinity, and pH) on the growth of Nannochloropsis sp. The study used completely randomized design applying 4 treatments i.e. (A) Urea:ZA:TSP of 10:20:10 g ratio; (B) Urea:ZA:TSP of 20:20:10 g ratio; (C) Urea:ZA:TSP of 30:20:10 g ratio, and (D) Urea:ZA:TSP of 40:20:10 g ratio, in quadruplicate each. The results showed that different urea concentrations affected significantly (P≤0.05) glucose contents and Nannochloropsis sp density. Highest glucose content of Nannochloropsis sp. was 29.13%. Optimal glucose content obtained from Treatment B (25,31%). Water quality affected Nannochloropsis sp growth.
128745869H1K009038EKSPLORASI KANDUNGAN NUTRISI ROTIFERA (Brachionus plicatilis) YANG DIPERKAYA (ENRICHMENT)Rotifera (Brachionus plicatilis) adalah zooplankton air bertubuh transparan, mikroskopis dan bergerak aktif. Rotifera merupakan biokapsul untuk beberapa jenis larva biota laut, karena berpotensi sebagai pentransfer unsur-unsur makro dan vitamin ke larva. Peran rotifera sebagai pakan alami belum dapat diganti pakan lainnya. Rotifera harus memiliki nilai gizi tinggi untuk kebutuhan larva. Upaya peningkatan nutrisi rotifera dalam beberapa penelitian menggunakan berbagai jenis emulsifier, peningkatan nutrisi tersebut diistilahkan “Enrichment”. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Perikanan dan Kelautan UNSOED Purwokerto. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis bahan enrichment terbaik sebagai nutrisi rotifera. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu rotifera diberi pakan Nannochloropsis oculata dan diperkaya minyak ikan (A), rotifera diberi pakan Nannochloropsis oculata dan diperkaya omega 3-6-9 (B), rotifera diberi pakan Nannochloropsis oculata (C), rotifera tidak diberi pakan (sebagai kontrol) (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis bahan pengkaya berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap kandungan protein, lemak dan karbohidrat pada rotifera. Rotifera dengan bahan pengkaya Nannochloropsis oculata mengandung protein, lemak serta karbohidrat cukup tinggi. Rotifera pada perlakuan A mengandung lemak tinggi akan tetapi protein dan karbohidrat rendah. Perlakuan B mengandung protein tinggi, sedangkan lemak dan karbohidrat rendah. Perlakuan D mengandung karbohidrat tinggi, sedangkan protein dan lemak rendah.Rotifers (Brachionus plicatilis) are aquatic, transparent, microscopic, zooplankton, and able to move. Rotifers act as biocapsul for many marine organism larvae, since they transfer macro elements and vitamins to larvae. Rotifers as natural feed are irreplaceable with other feeds. Rotifers should contain high nutritive value for larvae needs. Efforts to improve rotifer nutrition in several studies use different emulsifier types; nutrients increasing are so-called Enrichment. A research was conducted in the Laboratory of the Department of Fisheries and Marine UNSOED Purwokerto aiming to determine the best material enrichment improving rotifer nutrition content. The study was conducted using completely randomized design applying 4 treatments in quintuplicate i.e. rotifers fed Nannochloropsis oculata enriched with fish oil (A), rotifers fed Nannochloropsis oculata enriched with omega 3-6-9 (B), rotifers fed Nannochloropsis oculata (C), rotifers were not fed (control) (D). The results showed that different material enrichments significantly affected (P≤0.05) protein, fat and carbohydrate contents in rotifers. Rotifers fed Nannochloropsis oculata contained proteins, fats and carbohydrates. Rotifers in treatment A contained high fat but protein and carbohydrate were low. Treatment B contained high protein, and low fat and carbohydrate. Treatment D was high carbohydrate content, but low protein and fat.
128756929F1B006023IMPLEMENTASI PROGRAM KB PRIA
MELALUI JALUR MOP (VASEKTOMI)
DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS
Peran pria dalam program keluarga berencana masih kurang dibandingkan dengan peran wanita. Kecamatan Gumelar adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas yang memiliki persentase dan jumlah akseptor vasektomi yang baik dari tahun ke tahun Sangat cocok untuk dijadikan bahan penelitian dan refrensi kepada kecamatan lain untuk meningkatkan implementasi program keluarga metode vasektomiThe role of men in the family program is less than the role of women. Gumelar districts is one of the districts in Banyumas regency with the number and percentage of active participants vasectomy that much from year to year. Very suitable as research material for the implementation of family planning program that vasectomies can be a reference for other districts to increase the participation of men in family planning.
128765789E1A007366WEWENANG KEPALA DINAS PENDIDIKAN DALAM PEMBERIAN IZIN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KABUPATEN BANYUMASWEWENANG KEPALA DINAS PENDIDIKAN DALAM PEMBERIAN IZIN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KABUPATEN BANYUMAS
Oleh :

BARRY FUANNA
E1A007366

ABSTRAK
Pemerintahan Kabupaten Banyumas adalah salah satu daerah otonom yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurusi rumah tangganya sendiri, termasuk untuk mengeluarkan ketetapan dan keputusan berupa perizinan. Sumber wewenang bagi pemerintah adalah peraturan perundang-undangan. Secara teoritik kewenangan pemerintah diperoleh melalui tiga cara yaitu atribusi, delegasi dan mandat. Begitu juga dengan wewenang yang diperoleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberian izin penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banyumas. Wewenang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dalam pemberian izin penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banyumas merupakan wewenang delegasi yang diperoleh dari Bupati. Wewenangan delegasi tentang izin Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banyumas ditegaskan dalam Pasal 18 (2) Peraturan Bupati Banyumas Nomor 98 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan hasil penelitian, Perizinan Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banyumas dibagi menjadi tiga bentuk yaitu Apabila dalam bentuk TK Negeri wajib memperoleh izin dari Bupati. Jika dalam jalur pendidikan formal wajib memperoleh Izin Penyelenggaraan dari Kepala Dinas atas nama Bupati dan dalam jalur pendidikan non formal wajib memperoleh Izin Penyelenggaraan dari Kepala Dinas.
THE AUTHORITY OF HEAD OF EDUCATION IN GRANTING LICENSE TO CONDUCT EARLY CHILDHOOD EDUCATION IN BANYUMAS DISTRICT
By:

BARRY FUANNA
E1A007366

ABSTRACT
The Governance of Banyumas District is one of autonomous regions which has the authority to regulate and manage of his own household, including to issue statute and decision in the form of granting license. The source of authority for government is legislation. Theoritically, government authority is obtained through three ways: attribution, delegation and mandate, as well as the authority that is acquired by The Head of Education in Banyumas District. This research aimed to know how in granting license to conduct Early Childhood Education in Banyumas District. The authority of Head of Education in Banyumas District in granting license to conduct Early Childhood in Banyumas District is the authority of delegation that is obtained from The Regent. The authority of delegation about license to Conduct Early Childhood Education in Banyumas District is stated in Article 18 (2) Banyumas District Regulation Number 98 Year 2010 about Conducting Early Childhood Education in Banyumas District.
Based on this research, Permission to Conduct Early Childhood Education in Banyumas District is divided into three forms that are: If in the form of State Kindergarten must obtain a license from the Regent. If in the formal education required to obtain Operating Licence from Head of Department on the behalf of Regent and in the non-formal education required to obtain Operating Licence from The Head of Department.
128775870E1A008111TINJAUAN PENERAPAN KLAUSULA BAKU PADA PERJANJIAN USAHA JASA LAUNDRY CENTRAL PURWOKERTO BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMENABSTRAK

Skripsi ini membahas secara normatif mengenai penerapan klausula baku dalam perjanjian usaha jasa laundry yang terdapat dalam nota pembayaran Laundry Central Purwokerto. Beberapa klausula baku tersebut merupakan klausula yang mengalihkan tanggungjawab dan resiko kerugian Laundry Central Purwokerto kepada pengguna jasa Laundry Central Purwokerto. Latar belakang penulisan skripsi ini berawal dari klausula baku yang oleh undang undang tidak diperkenankan untuk dicantumkan dalam perjanjian, tetapi dalam prakteknya klausula tersebut masih selalu digunakan dalam perjanjian yang banyak ditemukan dalam nota pembayaran Laundry Central Purwokerto.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan yang bersifat kualitatif dengan metode yuridis normatif. Pengumpulan data melalui penelitian terhadap sejumlah literatur, diinvetarisasi menurut relavansinya dengan pokok masalah yang diteliti dan kemudian dipelajari sebagai satu kesatuan. Teknik menyajian data disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis sebagai satu kesatuan yang utuh, yang didahului dengan pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian dan diteruskan dengan analisa data dan hasil pembahasan serta diakhiri dengan simpulan.
Hasil penelitian yang mengacu pada ketentuan yang berlaku, penerapan klausula baku yang nampak dalam ketentuan yang tertuang dalam nota pembayaran yang dikeluarkan oleh Laundry Central Purwokerto belum dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta dalam ketentuan yang diatur dalam KUHPerdata. Oleh karena itu klausula tersebut batal demi hukum dan pihak Laundry Central Purwokerto wajib menyesuaikan klausula-klausula baku tersebut dengan aturan UUPK.
ABSTRACT

This thesis discuss in normative about the application of the standart contract in the laundry service agreement which contained in the payments note of Central Laundry Purwokerto. Some of those standart contract were a clause which redirect responsibility and loss risk of Central Laundry Purwokerto to the service users of Central Laundry Purwokerto. The background of this thesis writing starting from standart contract which by law are not allowed to be listed in the agreement,but in practice the clause was always used in the agreement are found in the payments note for new admissions Central Laundry.
Method of approach used in this study is a qualitative approach to regulations with normative juridical method.The collection of data through research literature,in groups according to their relevance to the subject matter which is examined and then studied as a whole.Technique of presentation of data presented in the form of narrative texts are arranged systematically as one unified whole,that is preceded by an introduction which contains background, research objectives, a review of the literature, research methods and data analysis and the results of the discussion and concludes with a summary.
The results of research that refers to the prevailing regulation, the application of raw klausula visible in the provisions stipulated in a payments note that is issued by Central Laundry Purwokerto has not been conducted in accordance with the provisions of the act of number 8 year 1999 on consumer protection as well as in the provision as regulated in the act of civil law. Hence clause is void for the sake of law and the Central Laundry Purwokerto shall be obliged to adjust the clauses raw with the rules of the constitution consumer protection.
128785871E1A008227TINDAK PIDANA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH SECARA BERSAMA-SAMA
(Suatu Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 01/Pid.S/2010/PN.Gs)
ABSTRAK

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) pada awalnya dilakukan secara tidak langsung melalui perwakilan DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Sebagai akibat dari perubahan konstelasi politik dan sosial, maka Pemilukada tidak lagi dilakukan oleh DPRD, akan tetapi dipilih secara langsung oleh masyarakat. Pemilukada langsung ini dilakukan sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Jo Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan yang bersifat kualitatif dengan metode yuridis normatif. Pengumpulan data melalui seluruh bahan-bahan kepustakaan, inventarisasi peraturan perundang-undangan, dan putusan badan peradilan. Teknik menyajian data disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, rasional, dan logis.
Bahwa terdapat 27 jenis Tindak Pidana Pemilukada dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yakni Pasal 115 sampai dengan Pasal 119 dan terjadi penambahan 3 ayat dalam Pasal 115 dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, yakni ayat 7, 8, dan 9, sementara di dalam KUHP terdapat 5 pasal Tindak Pidana Pemilu yaitu Pasal 148, 149, 150, 151, 152, 153, dan bila dibandingkan sanksi pidana Pemilukada dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Jo Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Pemerintahan Daerah lebih berat daripada KUHP.
Pelanggaran Pemilukada di bagi menjadi 3 bagian, yaitu Pelanggaran Administrasi, Pelanggaran Pidana, dan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum dalam hal ini Pemilukada. Pelanggaran Administrasi dilaporkan kepada Panwaslu dan diteruskan kepada KPUD, Pelanggaran Pidana diproses dengan sistem peradilan pidana (Kepolisian, Penuntut Umum, Peradilan) sesuai dengan KUHAP dengan diawali laporan masyarakat ataupun pasangan calon kepada panitia pengawas pemilihan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak laporan diterima, sedangkan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah yang semula di tangani Mahkamah Agung di serahkan kepada Mahkamah Konstitusi.
ABSTRACT

The regional election and vice ( Elections of Regional Head ) at first conducted indirectly via representative regional parliaments provincial or district. As a result of changes in the political and social constellations, the Elections of Regional Head is no longer be done by the regional parliaments, but elected directly by the people. This direct Elections of Regional Head is done since the implementation of the act of Number 32 Year 2004 Jo The Law Number 12 Year 2004 about local governments.
The research using case and statute approach which are qualitative with the normative juridicial methods. Collecting data by literature study, an inventory of legislation, and judiciary decisiens. Data presentation techniques is presented in the form of descriptions are arranged in a systematic, rational, and logical.
That there are 27 kind of the criminal act of Elections of Regional Head in the act of Number 32 Year 2004 namely article 115 up to article 119 and occurring the addition of 3 verse in article 115 in The Law Number 12 Year 2004 about local governments, namely paragraph 7, 8, and 9, while in the act criminal law there are 5 article a criminal offense elections, namely article 148 149, 150, 151, 152, 153, and if compared to criminal sanctions Elections of Regional Head in the act of Number 32 Year 2004 Jo The Law Number 12 Year 2008 on local governments heavier than the act criminal law.
The application of a breach of Elections of Regional Head in for into three parts, that is a breach administration, a criminal offense, and disputes the result of general elections in this case Elections of Regional Head. The offense of administration reported to the committee and passed on to regional election commissions. A criminal offense processed with criminal justice systems (police, prosecutors, judicial) according to the book of the law of criminal procedure with initial public reports or candidate couple to supervision committee elections approximately 7 (seven) day after a report accepted, while dispute the results of the Elections of Regional Head who was initially handled by the supreme court now submitted to the constitutional court.
128795872A1M008071ANALISIS BAHAYA DAN EVALUASI TINGKAT KEAMANAN JAMU TRADISIONAL PEGAL LINU DI KELURAHAN TEGALKAMULYAN KECAMATAN CILACAP SELATANJamu tradisional merupakan salah satu jenis minuman fungsional serta kelompok obat tradisional yang sudah populer di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa jamu digunakan sebagai sarana pemulihan kesehatan. Metode pengolahan jamu yang masih terbilang konvensional dan menggunakan peralatan yang sederhana dikhawatirkan adanya bahaya fisik, kimia, dan biologi. Tegalkamulyan merupakan daerah dengan konsumsi jamu tinggi sehingga banyak penjual jamu tradisional. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan penelitian mengenai analisis bahaya dan evaluasi tingkat keamanan jamu tradisional pegal linu di Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bahaya fisik, kimia, dan biologi pada jamu, serta menentukan dan mengevaluasi tingkat keamanan jamu tradisional pegal linu di Kelurahan Tegalkamulyan. Pengambilan sampel dan responden menggunakan metode survei yang dilaksanakan di Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan. Teknik pengambilan dilakukan dengan teknik sensus karena jumlah pedagang hanya 14 responden, kemudian pedagang diwawancarai menggunakan kuisioner dan sampel dianalisis di laboratorium. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah cemaran kimia, cemaran biologi, cemaran fisik, tingkat pengetahuan, dan tingkat keamanan pangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan adanya cemaran fisik sebanyak 21,43%. Cemaran kimia sebanyak 35,71% dalam jumlah aman tidak melebihi ambang batas maksimal yaitu 300 mg/Kg. cemaran mikroba rata-rata 7,9 x 107 CFU/ml dan mengandung E.coli 12 MPN/ml sebanyak 7,14%. Traditional herbal medicine is one type of functional beverages and traditional medicine group that has been popular in Indonesia, especially in Java herbs used as a means of health recovery. Processing method that is relatively conventional medicine and use simple equipment is feared the danger of physical, chemical and biological. Tegalkamulyan is an area with a high consumption of herbal medicine so much the traditional herbalist. Based on this research has been done on the hazard analysis and evaluation of security level of a traditional herbal medicine in the Village Tegalkamulyan stiff Cilacap District South. The purpose of this research is to identify the physical, chemical, and biological in traditional herbal medicine, as well as define and evaluate the security level of a traditional herbal medicine in the Village Tegalkamulyan stiff Cilacap District South. Sampling and the method of survey respondents conducted in Cilacap District Tegalkamulyan Village South. Retrieval technique was done by using the census as the number of traders is only 14 people, then traders interviewed using questionnaires and laboratory samples analyzed. Variables observed in this study is the content of saccharin, the total number of microbes and E.coli, physical contamination, the level of knowledge and level of food safety. Based on the results of their research in the form of physical contamination hair as much as 21.43%, chemical contaminants such as saccharine as much as 35.71% in the number of safe does not exceed the maximum limit of 300 mg / Kg. Microbial contamination with microbes total average of 7.9 x 107 CFU / ml and E. coli containing 12 MPN / ml in 1 sample or 7.14%.
128805874C1B006152PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
(Studi pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banyumas)
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
(Studi pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banyumas)


Oleh:
Dodi Sigit Khoeruddin , Wartiyah , Eling Purwanto Jati
e-mail:classjan_dody@yahoo.com
Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman


Abstract


The aims of research are to find out and to analyze the effect of organizational culture on job motivation, job satisfaction and job performance. To find out and to analyze the effect of motivation on job satisfaction and job performance, and so to find out and to analyze the effect of job satisfaction on employees job performance of PDAM in Banyumas Regency.
The method of research is survey with method of analysis isPartial Least Square (PLS). Based on the PLS analysis results, it has got the t statistic value of organizational culture on job motivation, job satisfaction nor job performance each is greater than the value oft table. The t statistic value of job motivation on job performance also greater than the t tablevalue. While, the t statistic value ofmotivation on job satisfaction as well as the t statistic value of job satisfaction on job performance each is smaller than thet tablevalue. Therefore, the first, second, fourth and fifth hypotheses are accepted, while the third and sixth hypotheses are rejected.
Based on the results of data analysis, it can be concluded that organizational culture has positive and significant effect on job motivation, job satisfaction and job performance. Job motivation has no positive significant effect on job satisfaction, job motivation has positive and significant effect on job, while job satisfaction has no positive significant effect on employees job performance of PDAM in Banyumas Regency.

Keywords: organizational culture, job motivation, job satisfaction, job performance


PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
(Studi pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banyumas)


Oleh:
Dodi Sigit Khoeruddin , Wartiyah , Eling Purwanto Jati
e-mail:classjan_dody@yahoo.com
Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman


Abstract


The aims of research are to find out and to analyze the effect of organizational culture on job motivation, job satisfaction and job performance. To find out and to analyze the effect of motivation on job satisfaction and job performance, and so to find out and to analyze the effect of job satisfaction on employees job performance of PDAM in Banyumas Regency.
The method of research is survey with method of analysis isPartial Least Square (PLS). Based on the PLS analysis results, it has got the t statistic value of organizational culture on job motivation, job satisfaction nor job performance each is greater than the value oft table. The t statistic value of job motivation on job performance also greater than the t tablevalue. While, the t statistic value ofmotivation on job satisfaction as well as the t statistic value of job satisfaction on job performance each is smaller than thet tablevalue. Therefore, the first, second, fourth and fifth hypotheses are accepted, while the third and sixth hypotheses are rejected.
Based on the results of data analysis, it can be concluded that organizational culture has positive and significant effect on job motivation, job satisfaction and job performance. Job motivation has no positive significant effect on job satisfaction, job motivation has positive and significant effect on job, while job satisfaction has no positive significant effect on employees job performance of PDAM in Banyumas Regency.

Keywords: organizational culture, job motivation, job satisfaction, job performance