Artikelilmiahs

Menampilkan 12.841-12.860 dari 49.594 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
128416106B1J008049PERTUMBUHAN Eucheuma edule YANG DITANAMKAN
PADA SISTEM BUDIDAYA YANG BERBEDA
DI PANTAI PANDANSARI BREBES
Rumput laut Eucheuma edule merupakan sumberdaya hayati penghasil karaginan yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri. Pengembangan dengan budidaya yang lebih intensif dapat mempertahankan kelestarian dan meningkatkan produksi rumput laut. Penerapan sistem penanaman rumput laut dapat disesuaikan dengan metode budidaya supaya produksi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut Eucheuma edule dengan sistem budidaya yang berbeda sehingga dapat diketahui sistem budidaya yang menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi di Pantai Pandansari, Brebes. Penelitian akan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan sebanyak lima kali. Perlakuan yang dicobakan adalah rumput laut Eucheuma edule dan modifikasi sistem budidaya, tali tunggal, jaring tabung dan jaring tubuler. Data pertumbuhan dan produksi bobot basah dianalisis dengan menggunakan Uji F untuk mengetahui pengaruh faktor yang dicobakan. Apabila hasilnya menunjukkan pengaruh yang nyata, dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi Eucheuma edule pada sistem budidaya berbeda di Pantai Pandansari, Brebes. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem budidaya jaring tabung mampu menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan sistem budidaya tali tunggal dan jaring tubuler. Penanaman menggunakan sistem jaring tabung menghasilkan pertumbuhan tertinggi sebesar 4,10 g/hari dan Produksi berat basah talus tertinggi yaitu sebesar 2052,0 g/m2.Seaweed Eucheuma edule is one of biological resources that produce carrageenans. carrageenans are widely used as industrial raw materials. The development with more intensive cultivation can maintain the sustainability and increase the seaweed production. The cropping system is adapted into the cultivation method so that it will make an optimal production. The aims to determine the growth of seaweed Eucheuma edule with different cultivation systems so as to know the culture system that generates growth and the highest production in Pandansari Beach, Brebes Regency. This research used experiment method with base randomized block design (RBD) with five times repetitions. The treatments that will be tested seaweed Eucheuma edule and modification cultivation system is, tube dragnet, tubular dragnet and single rope. were analyzed using the F test, to determine the effect of the factors that were attempted, and continued with Least Significant Difference (LSD) to determine the differences of method and system of cultivation in treatment on the growth and production of Eucheuma edule in different farming systems in Pandansari Beach, Brebes Regency.The result showed that compound tube net system has given the highest development than other cultivating systems. The cultivation system with tube dragnet produces the highest growth of 4.10 g.day-1 and also highest wet production is 2052.0 g.m2.
128425841F1B009050DAMPAK PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
PT INDONESIA POWER DI DESA GUMELEM WETAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA
Program Corporate Social Responsibilty merupakan program yang dilaksanakan sebagai wujud tanggungjawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar perusahaan.Tujuan dari program CSR salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survey, teknik pemilihan sampel menggunakan total sampling, sedangkan metode analisis dengan menggunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang, korelasi kendall tau dan dipertajam dengan menggunakan konkordansi kendall w, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program CSR yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa justru memberikan dampak sebaliknya. Efektivitas program tidak berdampak kepada peningkatan pendapatan dan pengurangan pengangguran seperti yang diinginkan (intended impact) melainkan lebih mengakibatkan kesenjangan sosial dan ketergantungan masyarakat kepada program bantuan sebagai dampak program yang tidak diinginkan (unintended impact).Corporate Social Responsibility is a program which is implemented as a form of corporate social responsibility to the community around the company. The goal of CSR program is to improve the welfare of society through empowerment. This study method used quantitative with survey approach, technique for sample is total sampling. The methods of analysis are frequency distribution, cross tabulation, and sharpened by concordance kendall w, kendall tau correlation and t-test. Result of the study is indicate that CSR programs are expected to provide a positive impact on rural communities is precisely the opposite impact. Effectiveness of the program did not affect the increase in revenue and a reduction in unemployment as desired (intended impact) but rather resulted in social inequality and dependency to the aid program as a result of unwanted programs (unintended impact).
128435830F1B009018IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENGATASI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KABUPATEN PURBALINGGAKabupaten Purbalingga merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kasus KDRT dan perceraian yang cukup tinggi di Jawa Tengah. Hal ini menjadi pekerjaan serius bagi Tim Harapan selaku pelaksana teknis program pemberdayaan perempuan yang merupakan gabungan antar instansi di bawah koordinasi BKBPP Kabupaten Purbalingga.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui implementasi program pemberdayaan perempuan dalam mengatasi KDRT di Kabupaten Purbalingga. Lokasi penelitian berada di kecamatan yang memiliki kasus KDRT tertinggi di Kabupaten Purbalingga yaitu Kecamatan Purbalingga, Bobotsari dan Padamara. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling. Sasaran penelitian adalah para anggota Tim Harapan dan pihak masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian dari segi complience menunjukan bahwa implementasi program pemberdayaan perempuan dalam mengatasi KDRT sudah berjalan baik, namun belum bisa dikatakan sukses karena kasus KDRT yang masih tinggi. Dari segi whats happening, sosialisasi yang diberikan Tim Harapan telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterbukaan masyarakat mengenai KDRT.
Untuk itu, direkomendasikan penguatan komitmen anggota Tim Harapan dan stakeholders terkait yang didukung dengan penyusunan ulang keanggotaan Tim Harapan, peningkatan pelatihan, peningkatan sosialisasi, peningkatan peran penyuluh KB di daerah dan peningkatan kerjasama dengan instansi lain yang terkait.

Purbalingga is one of the districts with cases of domestic violence and divorce are high in Central Java. This cases be a serious task for Tim Harapan as the technical implementation of women empowerment which is collaborating of interinstance that coordinated by BKBPP Purbalingga.
The purpose of this research to examine and determine the implementation of woman empowerment program to overcome the domestic violence in Purbalingga District. This research location on three districts that have the highest cases of domestic violence in Purbalingga District, there are Purbalingga, Bobotsari and Padamara Subdistrict. The method used is descriptive qualitative. Informant selection techniques is purposive sampling. Object of this research consist of Tim Harapan members as the implementor and public. The data obtained through interviews, observation and documentation. The analitytical method used is interactive model analysis by Miles and Huberman.
The results from complience side showed the implementation of women empowerment to overcome the domestic violence in Purbalingga District has been going well. However, still can not be said successful because of domestic violence cases that occurred in Purbalingga still high. Whereas in whats happening side showed socialization from Tim Harapan has been able to increase of the openness and public knowledge about domestic violence.
The recommendation that can be given is strengthening the commitment of team members and stakeholders related expectations are supported by membership rearrangements of Tim Harapan, increasing training, increasing socialization, increasing the role of family planning extension agents in the area and more intensive increasing cooperation with other relevant instance
128446917H1L009002RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI AWAL GANGGUAN KEPRIBADIAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA SERTA CARA PERAWATANNYA BERBASIS ANDROID Gangguan kepribadian merupakan gangguan yang tidak fleksibel dan maladaptif dan biasanya menyebabkan gangguan fungsional yang bermakna atau penderitaan yang subjektif. Gangguan kepribadian memerlukan penanganan khusus oleh ahli medis untuk proses penyembuhan. Tetapi tidak semua penderita bisa mendapatkan perawatan karena ada beberapa faktor yang menjadi kendala, yaitu penderita menolak bantuan psikiatrik, ketidakmampuan membayar seorang psikiater, serta terbatasnya jumlah ahli medis yang ada di setiap daerah. Berdasarkan kendala tersebut maka penulis membangun sebuah aplikasi sistem pakar untuk membantu mengidentifikasi gangguan kepribadian dan bagaimana cara perawatannya tanpa harus bertemu seorang psikiater dengan menggunakan metode penalaran forward chaining. Pengguna dapat menggunakan aplikasi ini kapanpun dan dimanapun serta dapat diterima dengan mudah oleh penderita karena aplikasi ini berjalan di dalam sistem operasi android yang digunakan pada perangkat mobile device. Hal ini akan memudahkan masyarakat karena implementasi dari aplikasi sistem pakar ini hanya menginputkan tanda-tanda atau ciri yang sering dilakukan penderita. Hasil akhir pada aplikasi sistem pakar ini yaitu jenis gangguan yang dialami dan bagaimana cara perawatan dan penanganan yang harus dilakukan seseorang yang ada disekitar penderita.Personality disorder is a disorder condition which not flexible and
maladaptive, usually it causes fungtional disorder of meaningfull or subjective
suffering. Personality disorder need more treatment by medical expert like
psychiatirs for healing process. Patient can not get the special treatment because
there are many factors, such as the patient refuse psychiatirs help, the patient can
not to pay a psychiatirs for poor society, and less of psychiatirs in every region.
Based on the obstacle, its needed to build an application of expert system to help
personality disorder identification how to treat patient without have to meet a
psichiatirs, its use forward reasoning method. User can used this application
everytime and everywhere, then its easy to received by patient because its running
in android which used on mobile device. It make it easier for society because the
implementation from those application which is only put the characteristic or
indication which are often showed by patient. The final result on expert sistem
application is kind of disorder and how to make special treatment and solution
which has to do by some on surrounding the patient
128455842A1H009049UJI PERFORMANSI TUNGKU SEMEN DENGAN VARIASI LUBANG API DI SENTRA INDUSTRI GULA SEMUT DESA KEMAWI KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk mengetahui performansi tungku semen yang digunakan pengrajin gula kelapa, meliputi waktu penyalaan bahan bakar, waktu pemasakan, konsumsi bahan bakar serta nilai efisiensi tungku semen. Penelitian ini dilaksanakan di desa Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas yang dilaksanakan pada bulan januari 2013. Penelitian ini menggunakan rancang acak kelompok dua faktor dengan enam perlakuan dan tiga kali ulangan. Sampel yang diperoleh dianalisis menggunakan uji f dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5% untuk mengetahui pengaruh faktor perlakuan. Variasi perlakuan yang dicoba digunakan meliputi: Tungku lubang api satu bahan bakar kayu dan bahan bakar tempurung kelapa, tungku lubang api lima bahan bakar kayu dan bahan bakar tempurung kelapa, dan tungku lubang api tujuh bahan bakar kayu dan bahan bakar tempurung kelapa. Variabel yang diamati adalah: waktu penyalaan bahan bakar biomassa, kadar air bahan bakar, massa bahan bakar yang digunakan, massa air awal dan akhir, massa uap air, suhu awal dan suhu akhir air, massa bahan bakar yang tersedia, waktu pemasakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tungku lubang api lima dengan bahan bakar tempurung kelapa menghasilkan efisiensi penggunaan bahan bakar yang paling tinggi dengan rata-rata lama pemasakan tercepat dibandingkan dengan menggunakan tungku dan bahan bakar yang lain.Resarch was aimed at knowing the performance of furnace cement used coconut sugar producers, covering the ignition fuel time, cooking time, fuel consumption and the efficiency of the furnace cement. The research was carried out in Kemawi Village Somagede district Banyumas regency which was implemented in January 2013. This research uses a two-factor randomized complete block design with six treatments and three replications. Samples were analyzed using the F test and followed by DMRT 5% to determine the effect of treatment factor. Variation of treatment is trying to use include: a fire pit furnace fuel wood and coconut shell fuel, furnace five fire pit with wood fuel and coconut shell fuel, and furnace seven fire pit with wood fuel and coconut shel fuel. The variables measured were: biomass fuel ignition time, fuel moisture content, mass of fuel used, the start and end of the water masses, the mass of water vapor, the start and end of the temperature of water, the mass of available fuel, cooking time.The results showed that five fire pit stove with coconut fuel may result in fuel efficiency with the highest with average length of cooking using the fastest compared to furnaces and other fuel.
128465843A1C009041STUDI KOMPARATIF FINANSIAL USAHATANI JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DAN PADI SAWAH (Oryza sativa) DI DESA KARANGCENGIS KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGAPetani di Desa Karangcengis melakukan usahatani jambu biji merah getas pada lahan sawah. Motif ekonomi menyebabkan 20 persen petani padi sawah beralih ke usahatani jambu biji. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis 1) usahatani mana yang lebih menguntungkan antara usahatani jambu biji dengan padi sawah, 2) usahatani mana yang lebih efisien antara usahatani jambu biji dengan padi sawah, 3) perubahan harga output dan upah tenaga kerja luar keluarga terhadap keuntungan yang diterima petani. Penelitian dilaksanakan secara survey di Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Pengambilan sampel petani jambu biji dilakukan secara stratified random sampling sedangkan sampel petani padi sawah diambil menggunakan two stage sampling. Data yang digunakan adalah data penggunaan faktor produksi pada usahatani jambu biji periode 2008 sampai 2012 dan usahatani padi sawah periode 2012. Data dianalisis dengan analisis finansial yaitu biaya, pendapatan, R/C rasio dan sensitivitas, kemudian hasil analisis tersebut diuji dengan uji Z guna mengetahui perbedaan keuntungan (perolehan manajemen) dan perbedaan efisiensi antara usahatani jambu biji dan padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan 1) Pada lahan sendiri, keuntungan usahatani jambu biji sebesar Rp19.729.385,18 per tahun per hektar sedangkan usahatani padi sawah sebesar Rp18.421.472,69 per tahun per hektar, sehingga usahatani jambu biji lebih menguntungkan daripada padi sawah. 2) Pada lahan sendiri, tingkat perimbangan penerimaan dan biaya (R/C) usahatani jambu biji sebesar 1,66 sedangkan pada usahatani padi sawah sebesar 1,53. Nilai R/C kedua usahatani tersebut tidak berbeda nyata sehingga efisiensi usahatani jambu biji tak berbeda dengan usahatani padi sawah. 3) Usahatani jambu biji dan padi sawah sensitif terhadap penurunan harga output sebesar 20, 30 dan 40 persen dan tidak sensitif terhadap peningkatan upah tenaga kerja luar keluarga sebesar 20, 30 dan 40 persen.The farmers plant the guava in the field. Economic motives make 20 percent paddy farmer change to guava farming. Therefore, the purpose of the study are to 1) Analyze the farming which is more profitable between guava and paddy, 2) Analyze the farming which is more efficient between guava and paddy, 3) Analyze the change of output price and the outside family manpower wage as the profit that is accepted by farmer. This study is conducted by survey in Karangcengis Village, Bukateja District, Purbalingga Regency. Sampling of guava farmers is done by stratified random sampling, whereas sampling of paddy farmers is done by two stage sampling. Data used was data of the use of guava farming production factor in the periode 2008 to 2012, and paddy farming in the period of 2012. Data was analyzed by financial analyze which consist of cost, income, R/C ratio and sensitivity, then the analyze result is tested by Z test for knowing difference of profit (manajemen income) and difference efficient between guava farming and paddy farming. The result of study shows 1) On their own land, profit of guava farming is Rp19.729.385,18 per year per hectar whereas the paddy farming is Rp18.421.472,69 per year per hectar. It means that guava farming is more profitable than paddy farming. 2) On their own land, acceptance equalization level and cost (R/C) of guava farming is 1,66 whereas the paddy farming is 1,53. Level R/C there is real not different. It means that efficiency guava farming be equal paddy farming. 3) Guava and paddy farming is sensitive of decline output price is 20, 30 and 40 percent and not sensitive of raising the outside family manpower wage is 20, 30 an 40 percent.
128475844G1B009023FAKTOR ANAK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-36 BULAN DI PUSKESMAS KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASKekurangan gizi kronis selama masa balita dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, dan gangguan perkembangan kognitif. Faktor anak memegang pengaruh penting terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai tumbuh kembang yang sesuai potensi genetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor anak yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-36 bulan di Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 balita yaitu balita usia 6-36 bulan di wilayah Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa faktor anak yang diteliti yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Kedungbanteng adalah penyakit infeksi dengan p value= 0,048, asupan energi dengan nilai p value = 0,002 dan asupan protein dengan nilai p value= 0,002. Adapun faktor anak yang lain yaitu umur (p value=0,567), jenis kelamin (p value=0,335), dan riwayat BBLR (p value=0,549) tidak berhubungan secara bersama-sama dengan kejadian stunting. Upaya penanganan masalah gizi stunting pada balita hendaknya melalui pemantauan deteksi dini asupan makan dan pemantauan status gizi balita secara lebih terperinci oleh Puskesmas, dan peran aktif ibu dalam peningkatan keragaman konsumsi pangan sehingga zat gizi dapat terpenuhi dengan baik untuk mengurangi risiko terjadi stunting pada balita.Lack of nutrition during infancy can lead delayed in physical growth, motor development and impaired cognitive development. Children factor take hold of important impact to quality of life children to reach his development which appropriate genetic potential. This study aim to know factor of children which correlate with stunting case on 6 – 36 months in Public Health Center Kedungbanteng Banyumas Regency. This type of study was a cross sectional. Technique of taking sample is using proportionate Cluster Random Sampling. Number of sample in this research were 95 childrens whose the age of 6 – 36 months in district of Public Health Center Kedungbanteng, Banyumas regency. Based on this research, it was known that factor of children which correlate with stunting case in district of public health center kedungbanteng is infectious diseases with p value = 0,048, energy intake with p value 0,002 and protein intake with p value = 0,002. As for factors of the other children is age (p value – 0,567), gender (p value = 0,335) and history of BBLR (p value = 0,549) not connected with togetherness with stunting case. The effort to address nutrition problems in children should by monitoring early detection of food intake and monitoring of nutritional status of children more detail by public health center and the important role of mother to give various food consumption so that vitamin can fulfilled well to decrease of risk in stunting case in children.
128485857E1A009009KEWENANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI BADAN LAYANAN UMUM (STUDI DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN)Badan Layanan Umum adalah Instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih ada beberapa instansi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum yang mengesampingkan prinsip-prinsip keuangan Negara yang dijadikan sebagai acuan dalam Pengelolaan Keuangannya. Fenomena inilah yang dijadikan sebagai latar belakang penelitian.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Normatif yang memandang hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat yang berwenang. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Kewenangan Pengelolaan Keuangan di Badan Layanan Umum di Universitas Jenderal Soedirman dapat disimpulkan bahwa kewenangan pengelolaannya merupakan kewenangan delegasi meliputi perencanaan dan penganggaran, pengelolaan pendapatan dan belanja, kas utang, piutang, investasi, pengolahan barang dan penetapan tarif layanan. Prinsip-prinsip yang digunakan dalam akuntansi Badan Layanan Umum yaitu prinsip akuntansi, prinsip nilai perolehan, prinsip realisasi, prinsip substansi mengungguli formalitas, prinsip periodisitas, prinsip konsistensi, prinsip pengungkapan lengkap, dan prinsip penyajian wajar.

Kata Kunci : Kewenangan, Pengelolaan Keuangan, Badan Layanan Umum
ABSTRACT
Public Service Board is the agency within the government that was formed to provide services to the community in the form of supply of goods and / or services being sold without priority in profit and the activities based on the principles of efficiency and productivity. However, in implementation there are several government institution that implement of Financial Management of the Public Service Board which set aside nationalo financial principles that serve as the reference state in Financial Management. This phenomenon is used as background research.
Research methods used in this research is method normative juridical approach that considered law identical to the legal norms are created written and promulgated by institution or authorities. Based on the results of research on the Authority of Financial Management in Public Service at the University of Jenderal Soedirman can be concluded that the management authority is the authority of the delegation include planning and budgeting, revenue and expenditure management, debt cash, receivables, investments, processing of goods and services tariffs. The principles used in accounting for the General Services Agency are accounting principles, the principle value of the acquisition, the realization principle, the principle of substance over formality, periodicity principle, the principle of consistency, the principle of full disclosure, and the principle of fair presentation.

Keywords: Authority, Financial Management, General Services Agency







128495845A1C009001Hubungan Faktor-Faktor Sosial Ekonomi
Dengan Motivasi Petani Berusahatani Jambu Biji Merah
Di Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga
Tujuan penelitian adalah mengetahui profil usahatani, mengkaji tingkat motivasi petani dan mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani yaitu faktor sosial ekonomi dan lingkungan dengan motivasi berusahatani jambu biji merah pada GAPOKTAN “Jambu Alas” di Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan metode pengambilan responden dengan sensus dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan untuk mengetahui profil usahatani tanaman jambu biji merah adalah analisis deskriptif, metode Likert Summated Ratings dan analisis rank kendall. Hasil penelitian menunjukkan nilai perbandingan penerimaan dan biaya atau Return to Cost Ratio (R/C) sebesar 2,19. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani jambu biji merah di Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalinga sudah efisien dan menguntungkan sehingga layak untuk dilanjutkan. Secara desksriptis hasil penelitian menunjukkan sebagian besar petani jambu biji merah memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk menjalankan usaha tani biji jambu merah yaitu sebesar 82,14 persen. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi dan lingkungan (umur, pendidikan, lama usaha, luas lahan, modal dan pendapatan) dengan motivasi petani berusahatani jambu biji merah di Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalinga.The research objective was to determine the factors that affect the motivation of farmers farming village guava Karangcengis, Bukateja district, Purbalingga Regency. The research method used was a survey and data collection was done with the interview and observation. Analysis used to determine the profile of guava crop farming is descriptive analysis and rank analysis kendall. The results demonstrate the value of comparative revenue and expense or Return to Cost Ratio (R / C) of 2.07. This suggests that the red guava farm in the village of District Karangcengis Bukateja district, Purbalingga Regency was efficient and profitable so appropriate to proceed. In desksriptis results showed the majority of farmers in the village of guava Karangcengis villages, Bukateja district, Purbalingga Regency very motivated to run the farm guava seeds is equal to 82.14 percent. The results also show that there is a correlation between socioeconomic factors and environmental motivations guava growers farming in the Village Karangcengis Bukateja district, Purbalingga Regency.
128505846D1E009158HUBUNGAN UKURAN LINGKAR SKROTUM DENGAN VOLUME SEMEN, KONSENTRASI DAN MOTILITAS SPERMATOZOA PEJANTAN SAPI LIMOUSIN DAN SIMMENTALPenelitian ini dilakukan di Balai Inseminasi Buatan Lembang pada tanggal 2 April sampai dengan 21 April 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkar skrotum dengan volume semen, lingkar skrotum dengan konsentrasi spermatozoa dan lingkar skrotum dengan motilitas spermatozoa pada sapi Limousin dan Simmental. Materi yang digunakan adalah lingkar skrotum dari 25 ekor pejantan. Analisis korelasi dan regresi digunakan untuk olah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara lingkar skrotum dengan volume semen diperoleh Y = 4,87 + 0,04 X dan r = 0,11 dengan r2 = 0,013, lingkar skrotum dengan konsentrasi spermatozoa Y = 221,55 + 24,04 dan r = 0,36 dengan r2 = 0,127 , lingkar skrotum dengan motilitas spermatozoa Y = 50,71 + 0,47 dan r = 0,34 dengan r2 = 0,115. Disimpulkan bahwa ukuran lingkar skrotum tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap volume semen, konsentrasi dan motilitas spermatozoa.The research was conducted at Central of Artificial Insemination in Lembang, from April 2, 2013 to 21 April 2013. The purpose of this study was to determine the relationship between scrotal circumference and semen volume, scrotal circumference and sperm concentration, and scrotal circumference and motility of spermatozoa of Limousin and Simmental bulls. The material used was a scrotal circumference of 25 bulls. Correlation and regression analysis was used to process the data.Results showed that the relationship between scrotal circumference and semen volume: Y = 4,87 + 0,04 X and r = 0,11 with r2 = 0,013; scrotal circumference with spermatozoa concentration: Y = 221,55 + 24,04 and r = 0,36 with r2 = 0,127; scrotal circumference with motility spermatoza: Y = 50,71 + 0,47 and r = 0,34 with r2 = 0,115. It can be concluded that scrotal circumference had not a significant effect (P > 0.05) on semen volume, sperm concentration and sperm motility.
128515859C1L009031THE EFFECT OF MANUFACTURING SECTOR INDEX, INTEREST RATE (SBI), INFLATION AND DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE INDEX ON THE SYSTEMATIC RISK (BETA) OF MANUFACTURING COMPANIES IN INDONESIAN STOCK EXCHANGETujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh indeks sektor manufaktur, tingkat suku bunga (SBI), inflasi, dan dow jones industrial average (DJIA) terhadap risiko sistematis (beta) baik secara parsial maupun secara simultan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan sampel 103 perusahaan manufaktur yang terdaftar di tahun 2009-2012 dan diambil dari www.bi.go.id, www.finance.yahoo.com, www.idx.co.id dan situs atau sumber lain yang relevan . Hasil simultan dengan-uji F menunjukkan bahwa indeks sektor manufaktur, tingkat suku bunga (SBI), inflasi dan dow jones industrial average (DJIA) bersama-sama dan secara signifikan mempengaruhi risiko sistematis (beta). Hasil parsial dengan uji-t menunjukkan bahwa tingkat suku bunga (SBI) dan dow jones industrial average (DJIA) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap risiko sistematis (beta), sementara indeks sektor manufaktur dan inflasi berpengaruh signifikan negatif terhadap risiko sistematis (beta).The purpose of this study is to analyze and know the effect of manufacturing sector index, Interest rate (SBI), inflation, and dow jones industrial average (DJIA) on systematic risk (beta) either partially or simultaneosly traded in Jakarta Stock Exchange. This study uses multiple linear regression analysis with 103 samples manufacturing companies registered in year 2009 to 2012 and taken from www.bi.go.id, www.finance.yahoo.com, www.idx.co.id and sites or other relevant sources. The results simutaneously with the F-test shows that manufacturing sector index, interest rate (SBI), inflation and dow jones industrial average (DJIA) jointly and significantly influence systematic risk (beta). The results partially with a t-test show that interest rate (SBI) and dow jones industrial average (DJIA) have positive and significantly impact on systematic risk (beta), while the manufacturing sector index and inflation have negative significant effect on systematic risk (beta).
128525847A1C009005PENDUGAAN FUNGSI KEUNTUNGAN PADA USAHATANI SALAK
DI KECAMATAN MADUKARA KABUPATEN BANJARNEGARA
Salak merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropis asli Indonesia. Usahatani salak memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Madukara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diterima petani salak dan mengetahui pengaruh perubahan harga faktor produksi terhadap keuntungan usahatani salak di Kecamatan Madukara. Pemilihan responden dilakukan dengan metode Two Stage Stratified Random Sampling sebanyak 36 responden. Alat analisis yang digunakan adalah analisis usahatani dan fungsi keuntungan Cobb-Douglas. Peubah bebas yang diamati adalah harga bibit yang dinormalkan, harga pupuk yang dinormalkan, upah tenaga kerja yang dinormalkan dan luas lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani salak di Kecamatan Madukara adalah Rp25.768.894,99 dan biaya produksi rata-rata per hektar adalah Rp12.492.553,37, sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp13.276.341,62. Luas lahan dan upah tenaga kerja berpengaruh terhadap keuntungan. Setiap kenaikan luas lahan akan meningkatkan keuntungan dan setiap kenaikan upah tenaga kerja akan menurunkan keuntungan. Harga bibit dan harga pupuk tidak mempengaruhi keuntungan usahatani salak.Zalacca is one of tropical fruits comodity original from Indonesia. Zalacca farming has a good prospect to be developed because it has high economical value. This research was held in Madukara District. The purpose of this research was to discover the cost that spent and the income farmers got and discover the influence of production factor price changing to the profit of zalacca production in Madukara district. The selection of the respondents was done by Two Stage Stratified Random Sampling method of farmer of monoculture zalacca as much as 36 respondents. Analysis tool which used was farm enterprises and analysis Cobb Douglas profit function. Independent variables which observed were normalized seed’s price, normalized fertilizers, normalized labor’s price and field size.The result of the research shows that the gain for each hectare farmers in Madukara district is Rp25.768.894,99 and the average of production cost is Rp12.492.553,37, so the profit that can be gained about Rp13.276.341,62 . Field size and price of labor’s affected to profit level. The raise of field size would increase profit. The raise price of labor’s would decrease profit. The price of seed and price of fertilizer not affected profit level the zalacca agricultural business.
128535848C1C009140PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PERSEPSI TENTANG SANKSI PAJAK, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN PEMAHAMAN AKUNTANSI TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UKM DI KABUPATEN CILACAPPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat pendidikan, persepsi tentang sanksi pajak, kesadaran wajib pajak, dan pemahaman akuntansi terhadap kepatuhan wajib pajak UKM di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan metode survei dalam pengumpulan datanya. Kuesioner dibagikan kepada 70 responden yang merupakan pemilik UKM di Kabupaten Cilacap.
Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Kesimpulan yang dihasilkan adalah tingkat pendidikan persepsi tentang sanksi pajak, dan kesadaran wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UKM di Kabupaten Cilacap, sedangkan pemahaman akuntansi tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak UKM di Kabupaten Cilacap.
This study has aim to analyze the impact of level education, perception of tax penalty, a taxpayer awareness, and understanding of accounting on tax compliance Small Medium Enterprises (SMEs) in Cilacap. This research is quantitative and descriptive study using survey methods in data collection. Questionnaires were distributed to 70 respondents are owners of SMEs in Cilacap.
Multiple linier regression analysis was used as tool to analyze in this study. The result of conclusion was the education level, perception of tax penalty, and a taxpayer awareness has significant impact on tax compliance of SMEs in Cilacap, while an understanding of accounting has no effect on tax compliance of SMEs in Cilacap.
128545863H1H008011EFEK MANIPULASI THERMAL TERHADAP INDEKS MORFOANATOMI DAN HISTOLOGI TESTIS IKAN CUPANG (Betta splendens)Penelitian ini berjudul Efek Manipulasi Thermal terhadap Indeks Morfoanatomi dan Histologi Testis Ikan Cupang (Betta splendens), dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2013 di Laboratorium Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Sains dan teknik, Laboratorium Perkembangan Struktur Tumbuhan dan Laboratorium Fisiologi Hewan Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap indeks morfoanatomi ikan Cupang dan gambaran histologi testis ikan Cupang pada temperatur yang berbeda.
Metode yang digunakan adalah model eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan berupa thermal dengan temperatur, T1; temperatur ruang (kontrol), T2 temperatur 290±10C , T3 temperatur 340±10C. Pengambilan data dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Parameter yang diamati adalah proporsi sel tahapan spermatogenesis meliputi sel spermatogonia, spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatid, dan spermatozoa.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan thermal tidak berpengaruh terhadap IGS dengan kisaran 0,244±0,115 - 0,342±0,052. Peningkatan proporsi sel spermatogenesis terjadi pada tahap spermatid dan spermatozoa. Tahapan spermatogenesis didominasi spermatozoa dengan nilai tertinggi 80% pada perlakuan T3 (340±10C).

Kata kunci: Cupang, thermal, testis, histologi, spermatogenesis


A research entitled Thermal Effects Manipulation Morpho-anatomy Index and Testis Histology of Fighting Fish (Betta splendens), was conducted during February-July 2013 at Fisheries and Marine Laboratory Department of Science and Engineering Faculty, and Plant Structure Development Laboratory, and Animal Physiology Laboratory of Biology Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purpose of this study was to determine the effect of temperature on morpho-anatomy index fighting fish and testes histology at different temperatures.
A laboratory experiment used a completely randomized design to examine 3 treatment in quintuplicate. The treatments consisted of T1 (room temperature, control), T2 (290±10C), and T3 (340±10C). Gonadosomatic index (IGS) and the proportion of spermatogenesis cells were collected at the beginning and the end of experiment as data.
The results showed that effect of thermal treatments did noe affect IGS (ranging 0.244±0.115 and 0.342±0.052). The increase in proportion of spermatogenesis cells occured at spermatids and spermatozoa stages. Spermatozoa dominated in spermatogenesis whith a proportion of 80% on temperature (340±10C).

Key words: Fighting fish, thermal, testes, histology, spermatogenesis
128555850D1A007008PENGARUH LEVEL ETANOL DAN LAMA MASERASI KUNING TELUR PUYUH TERHADAP KOLESTEROL TOTAL, HDL, DAN LDLPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh level etanol, lama maserasi, dan interaksinya terhadap kadar kolesterol total, LDL, dan HDL tepung kuning telur puyuh. Materi yang digunakan adalah kuning telur puyuh sebanyak seribu tiga ratus lima puluh gram, dan etanol 70 % sebanyak lima ribu empat ratus mililiter. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial 3 x 3. Faktor pertama adalah level etanol (P) yang terbagi menjadi tiga yaitu p1 100ml (50 gram kuning telur puyuh dengan 100 ml etanol), p2: 200 ml (50 gram kuning telur puyuh dengan 200 ml etanol), dan p3: 300 ml (50 gram kuning telur puyuh dengan 300 ml etanol), faktor kedua adalah lama maserasi (L) yang terbagi menjadi tiga yaitu l1 maserasi selama 10 menit, l2 maserasi selama 20 menit, dan l3 maserasi selama 30 menit, setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diukur yaitu kadar kolesterol total, HDL dan LDL. Hasil uji variansi menunjukkan bahwa level etanol berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap kadar LDL, sedangkan lama maserasi dan interaksi antara level etanol dan lama maserasi berpengaruh tidak nyata (P < 0,05) terhadap kadar kolesterol total, LDL dan kadar HDL tepung kuning telur puyuh. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bahwa level etanol 300 ml dengan lama maserasi 30 menit mampu memperbaiki kualitas tepung kuning telur puyuh (kolesterol total dan LDL terendah serta HDL meningkat).The pusposes of research to evaluate the effect of level etanol, maceration period, and its interaction on total cholesterol, LDL, and HDL quail egg yolk powder. One thousand three hundred and fifty gram egg yolk quail and five thausand four hundred mililiter ethanol 70% were used. The research method is experimentally using Completely Randomized Design with factorial 3 x 3, the first factor level etanol (P) p1 100 ml (50 gram egg yolk quail with 100 ml etanol), p2 200 ml (50 gram egg yolk quail with 200 ml etanol), p3 300 ml (50 gram egg yolk quail with 300 ml etanol), second factor is maceration period (L) namely l1 maceration as long 10 minutes, l2 maceration as long 20 minutes and l3 maceration as long 30 minutes, each treatment combination was repeated three times. Variables measured the levels of total cholesterol, HDL and LDL. Analysis of variance showed that the etanol level significantly (P <0.05) effect on cholesterol levels, while maceration period and it’s interaction not significant (P <0.05) effect on total cholesterol, LDL and HDL quail egg yolk powder. Based on these results it can be concluded that level of etanol 300 ml with maceration period 30 minutes can improve quality quail egg yolk powder (the lowest total cholesterol and LDL and increased HDL).
128565852D1E009087NILAI BERAT JENIS DAN TOTAL SOLID SUSU KAMBING SAPERA DI CILACAP DAN BOGORPenelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Maret sampai dengan tanggal 10 Mei 2013.Lokasi penelitian di peternakan kambing perah Sapera di CV Origin Dairy Farm Desa Sumingkir Kecamatan Jeruk Legi Kabupaten Cilacap dan CV Bangun Karso Farm Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Materi penelitian yang digunakan Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing Sapera di CV Origin Dairy Farm Cilacap berasal dari 10 ekor betina laktasi dan di CV Bangun Karso Farm Bogor sebanyak 10 ekor kambing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui berat jenis dan kadar total solid susu kambing Sapera di Cilacap dan Bogor serta membandingkan nilai berat jenis dan kadar total solid susu kambing Sapera di Cilacap dan di Bogor. Hasil analisis data dengan menggunakan uji “t”, menunjukkan rataan nilai berat jenis susu Kambing Sapera di Cilacap dan di Bogor berbeda sangat nyata (P<0,01). Rataan dari niai berat jenis di Cilacap ¬1,0241±0,0039 sedangkan nilai berat jenis di Bogor 1,0027±0,0027. Hasil analisis data dengan menggunakan uji “t”, menunjukkan rata-rata kadar total solid susu Kambing Sapera di Cilacap dan di Bogor berbeda nyata (P<0,05).Rataan kadar total solid susu kambing Sapera di Cilacap¬11,65±1,22¬. Hasil rataan kadar total solid kambing Sapera di Bogor 12,75±0,75.Rataan nilai berat jenis susu Kambing Sapera di Bogor yaitu 1.0277 lebih tinggi dibandingkan di Cilacap yaitu 1,0240. Kesimpulan dari penelitian ini rataan kadar total solid susu Kambing Sapera di Bogor yaitu 12,45 % lebih tinggi dibandingkan di Cilacap yaitu 11,65 %. Karena kambing Sapera merupakan bangsa baru perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang uji organoleptic meliputi uji rasa,warna dan bau susu kambing Sapera. This study was conducted from March 24 until May 10 2013. The Research takes place in dairy goat farm, CV Origin Dairy Farm,Sumingkir Village, Jeruk Legi District, Cilacap regency and CV Bangun Karso Farm, Palasari Village, Cijeruk District, Bogor regency. Materials used in this study were the sapera goat milk from CV Origin Dairy Farm as many as 10 females in lactation and CV Bangun Karso Farm as many as 10 goats. The purpose of this study was to determine the type and weight of total solid content of Sapera goat milk in Cilacap and Bogor and to compare the density values and total solid content of Sapera goat milk in Cilacap and Bogor. The results of data analysis using the test "t", showsed the average values of the density of dairy Sapera goats in Cilacap and in Bogor highly were significant (P <0,01). The average density of milk in Cilacap was 1.0241 ± 0.0039 while the value of the density in Bogor was 1.0027 ± 0.0027. Results of data analysis using test "t", showsed the average total solid content in of goat milk the Sapera in Cilacap and in Bogor significantly different (P <0,05). Mean total solid goat milk in Cilacap Sapera was 11.65 ± 1.22. The average the results of the total solid content of Sapera goat milk in Bogor was 12.75 ± 0.75.The conclusions of the researchis, the average specific gravity values Sapera goat milk in Bogor was 1.0277 higher than in Cilacap 1.0240. Mean of total solid content of Sapera goat milk in Bogor was 12.45% higher than in Cilacap the 11.65%. Because the Sapera goat milk is a new breed, therefore, further reseaches are needed such as organoleptic test, color test, odor, and flavour researches of Sapera’ s milk.
128575853A1L009004PENGARUH VARIASI DOSIS POC (LEACHATE) DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis POC leachate yang optimal pada pakcoy, mengetahui jenis pupuk kandang pada pakcoy, dan mengetahui ada tidaknya interaksi antara dosis POC leachate dengan jenis pupuk kandang. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan yang berlokasi di Desa Melung, Kecamatan Kedung banteng, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat lebih kurang 580 mdpl. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai November 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang dicoba dalam penelitian ini yaitu dosis pupuk organik cair leachate 0,08; 0,120; 0,160 l/tan dan jenis pupuk kandang terdiri atas pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang sapi. Variabel pengamatan meliputi jumlah daun, panjang tanaman, luas daun, volume akar, bobot segar tanaman, bobot segar tajuk, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar. Data dianalisis dengan analisis varian. jika uji F menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap variabel pengamatan, dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan belum diketahui dosis pupuk organik cair leachate yang optimal yang di aplikasikan pada tanaman pakcoy. Pupuk kandang yang memberikan hasil terbaik pada tanaman pakcoy adalah pupuk kandang ayam. Tidak ada interaksi antara dosis pupuk organik cair leachate dan jenis pupuk kandang, tetapi kombinasi perlakuan yang terbaik adalah pupuk organik cair leachate 0,08 l/tan dengan pupuk kandang ayam.

This research purposed to determine the best dose of leachate LOF to pakchoy, determine the best manure to pakchoy, and determine interaction between dosages of leachate LOF and kinds of animal manures. This research was carried out at an experimental land located at Melung Village Kedungbanteng Sub District Banyumas Regency onto an altitude of approximately 580 m above the sea level. It was done in September until November 2012. The design used was a factorial Randomized Complete Block Design. Factors tested were dosages of the leachate LOF consisting of 0.08, 0.120, 0,160 l/crop and kinds of animal fertilizers consists of chicken, goat, and cow manures. Variables observed were leaf quantity, crop length, leaf extent, root volume, crop fresh weight, shoot fresh weight, crop dry weight, shoot dry weight, rot dry weight. If the F test shows the significantly result of obserfation variable than continued with DMRT. The results showed that the optimal dose of LOF leachate which applied on pakchoy plant could not be determined. The best animal manure was found on the chicken manure. No interaction occurred between the dosage of the leachate LOF and the sorts of the animal manures, but the best treatment is a combination of on the variable of dose of the leachate LOF at 0.08 l/crops with chicken manure.
128585854H1G008015PENURUNAN KESADAHAN AIR DENGAN ADSORBAN KARBON AKTIF YANG BERBEDA DAN APLIKASINYA TERHADAP LAJU KONSUMSI OKSIGEN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Penelitian berjudul “Penurunan kesadahan air dengan adsorban karbon aktif berbeda dan aplikasinya terhadap laju konsumsi oksigen ikan nila (Oreochromis niloticus)”, dilakukan pada April-Juni 2013 di Laboratorium Manajemen Kualitas Air, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Sains dan Teknik, Unsoed, Purwokerto. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas tiga karbon aktif berbeda dalam menurunkan kesadahan total, Ca dan Mg sebagai komponen penyusun kesadahan. Efektifitas penurunannya terhadap laju konsumsi oksigen pada ikan nila juga diteliti.
Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan pada empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan berupa pemberian karbon aktif berbeda P0 (kontrol), P1 (tempurung kelapa), P2 (sekam padi) dan P3 (bonggol jagung). Variabel penelitian adalah kesadahan air dan laju konsumsi oksigen ikan nila. Parameter utama berupa kesadahan total, kandungan Ca dan Mg pada sampel air sadah dan DO awal dan akhir untuk menghitung laju konsumsi oksigen. Parameter pendukung adalah temperatur dan pH.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kesadahan total, Ca dan Mg (P<0,01). Laju konsumsi oksigen pada ikan nila menunjukkan respon serupa (P<0,01). Penurunan kesadahan total, Ca dan Mg serta aplikasinya terhadap laju konsumsi oksigen ikan nila paling optimal pada perlakuan P2 (sekam padi). Parameter kualitas air pH 6-8 dan temperatur 280C masih dalam batas standard mutu.

A study, entitled "Water hardness reduction with different activated carbon adsorbant and its application on Tilapia (Oreochromis niloticus) oxygen consumption rate”, was conducted during April-June 2013, in Water Quality Management laboratory of Fisheries and Marine Resources Department of Science and Engineering Faculty, Unsoed, Purwokerto. The study was to determine the effectiveness of three different activated carbons in reducing total hardness, Ca and Mg as principal component hardness. Activated carbon effectiveness on tilapia oxygen consumption rate was studied too.
Experimental method used Completely Randomized Design (CRD) applying four treatments in quintuplicate. The treatments were different activated carbons P0 (control), P1 (coconut shell), P2 (rice husk) and P3 (corn cob). Variables were hardness and tilapia oxygen consumption rate. The main parameters were water total hardness, Ca and Mg, but DO at the begining and the end of research was measured for oxygen consumption. Supporting parameters were temperature and pH.
The results showed that total hardness, Ca and Mg diminished (P<0.01). Oxygen consumption rate in tilapia presented similar response (P<0,01). The most optimum decrease of hardness, Ca, Mg and oxygen consumption rate in tilapia was in P2 (rice husk). Water quality parameters pH 6-8 and temperature of 280C was in standard range.

128595855E1A009139PENDANAAN TERHADAP PEMBERIAN BANTUAN HUKUM SECARA CUMA-CUMA MENURUT UU NO. 16 TAHUN 2011 TENTANG BANTUAN HUKUM Salah satu cara negara untuk menjamin terlindunginya Hak Asasi Warga negaranya adalah dengan mengadakan pemberian bantuan secara Cuma-Cuma kepada fakir miskin. Lembaga yang khusus memberikan bantuan hukum secara Cuma-Cuma sebagai tangan dari Pemerintah adalah Lembaga Bantuan Hukum. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum merupakan produk hukum dari Pemerintah yang khusus mengatur mengenai Pemberi Bantuan Hukum. Lembaga Bantuan Hukum menurut Undang-Undang Tentang Bantuan Hukum ini harus melalui tahap uji kelayakan sebagai Pemberi Bantuan Hukum yaitu Akreditasi.
Peran Lembaga Bantuan Hukum dalam pemberian Bantuan Hukum kepada rakyat miskin sangat vital, dan permasalahan yang selama ini timbul adalah persoalan mengenai dana yang digunakan untuk menyelesaikan perkara Cuma-Cuma. Dalam Pasal 16 sampai dengan Pasal 19 Undang-Undang Tentang Bantuan Hukum mengatur tersendiri persoalan dana bantuan hukum.
Sebelum adanya Undang-Undang Tentang Bantuan Hukum, Pemerintah telah memberikan aturan mengenai Dana Bantuan Hukum yang berasal dari APBN maupun APBD. Perbedaannya dengan adanya Undang-Undang Tentang Bantuan Hukum adalah adanya peralihan naungan dari Mahkamah Agung kepada Kementerian Hukum dan HAM. Dalam pencairan dana bantuan hukum baik sebelum adanya Undang-Undang Tentang Bantuan Hukum pun berbeda, dimana ada peran langsung dari Advokat yang menangani perkara secara Cuma-Cuma yang sekarang ini beralih dengan ketidak aktifan advokat itu sendiri.


One methods of the country to guarantee protecting the human right is giving pro deo help to the poor citizen. The special institution that giving pro deo help as hand of the government is legal aid institution. The law with number 16 and year 2011 abaout legal aid is a product of the law from government, that specially manage giving legal aid. The legal aid institution according to law abaout this legal aid. Must pass the feasibility test as the provider the legal aid is call accreditation. The role of the legal aid institution at giving legal aid to citizen is very vital, and the problem that rise up all this time is the fund that used to solve the pro deo case. Article 16 to 19 of law about legal aid is special manage the legal aid fund. Before presence the law about legal aid, government is giving a rule abaout legal aid fund that come from APBN and APBD. The different with presence the law about legal aid is intermedinte shade from supreme court to the ministry of law and human right. On disbursement of funds before the law about legal aid is different too. With the direct role from lawyer that solving case with pro deo that this time switch with own inactivity lawyer.
128605856C1C009004ANALISIS PERSEPSI AKUNTAN TERHADAP STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP)
BAGI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM)
(Penelitian pada Akuntan BPR dan Akuntan Pendidik di Kabupaten Pati)
Penelitian ini berjudul “Analisis Persepsi Akuntan Terhadap Standar
Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) bagi
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbedaan persepsi antara akuntan manajemen dan akuntan pendidik
di Kabupaten Pati terhadap relevansi SAK ETAP bagi UMKM dan mengetahui
perbedaan persepsi antara akuntan manajemen dan akuntan pendidik di Kabupaten
Pati terhadap Keseimbangan Biaya dan Manfaat SAK ETAP bagi UMKM.
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder. Data
diperoleh dari kuesioner. Populasi akuntan pendidik dan akuntan BPR di
Kabupaten Pati. Teknik sampling jenuh sebanyak 47 responden. Teknik analisis
yang digunakan adalah analisis uji t.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan persepsi antara
akuntan manajemen dan akuntan pendidik terhadap relevansi SAK ETAP bagi
UMKM dan terdapat perbedaan persepsi antara akuntan manajemen dan akuntan
pendidik terhadap Keseimbangan Biaya dan Manfaat SAK ETAP bagi UMKM.
Implikasi penelitian yaitu akuntan manajemen sebaiknya meyakinkan
pimpinan UMKM untuk mengimplementasikan SAK ETAP dalam penyusunan
laporan keuangan. Bagi akuntan pendidik seharusnya memberikan disposisi bagi
dinas terkait UMKM untuk mendorong penerapan SAK ETAP sekaligus
melakukan pengembangan dan pelatihan bagi akuntan UMKM. Untuk mereduksi
biaya penyusunan laporan keuangan maka UMKM memfasilitasi pelatihan dan
pendidikan akuntan manajemen sehingga memperoleh sertifikasi auditor.
This research was entitiled “Analysis of Accountant Perseption to Application
Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability (SAK ETAP)
on Small and Medium Enterprises”. This study The purpose of this research is to
know the difference of perception between the educators accountant and management
accountant in Pati Region about relevance and cost balancing of SAK ETAP on Small
and Medium Enterprises.
This research was conducted with secondary data analysis methods. Data
obtained from the questionnaire. The population of accountant BPR in Pati Region
amount of 47 respondents. t-test is used to analytical techniques.
Base on the research was conclussion there are differentiaty perception
between educators accountant and management accountant about Application
Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability (SAK ETAP)
on Small and Medium Enterprises, wholly relevance and cost balancing.
Base on the conculssion have suggested that management accountant should
convince the leadership to implement SAK ETAP in the preparation of the financial
statements. Educators accountant should give the disposition for service related to
encourage application of the SAK ETAP. Finally, while doing development and
training for Accountants of SMEs to keep out a certificate of the auditors.