Artikelilmiahs
Menampilkan 12.821-12.840 dari 49.594 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12821 | 5828 | D1E009009 | PROFIL PRODUKSI SEMEN SEGAR SAPI SIMMENTAL PADA TINGKAT UMUR YANG BERBEDA DI BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG JAWA BARAT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil produksi semen segar sapi Simmental dan mengetahui hubungan pertambahan umur individu terhadap kualitas semen segar sapi Simmental. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 2 April 2013 sampai 21 April 2013 di Balai Inseminasi Buatan Lembang Bandung Jawa Barat. Materi penelitian yang digunakan adalah 12 ekor sapi Simmental dengan umur 112 - 384 minggu atau kisaran antara 2 - 7 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, yaitu dengan menelusuri catatan produksi semen sapi Simmental di BIB Lembang Jawa Barat. Sampel data diperoleh dengan metode “purposive sample” yaitu pengambilan sampel secara sengaja berdasarkan pertimbangan. Data dianalisis secara Deskriptif dan Regresi. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui profil produksi semen segar meliputi semua aspek seperti: volume, warna, kekentalan, motilitas, dan konsentrasi, sedangkan analisis regresi digunakan untuk mengetahui hubungan pertambahan umur individu sapi Simmental dengan kualitas semen yang diproduksi meliputi volume, motilitas, dan konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan yang didapat dari volume semen sapi Simmental per individu pada tahun 2010 - 2012 yaitu 7,73 ± 2,48 ml, dengan volume terendah pada individu yaitu ± 5,75 ml dan tertinggi ± 11,04 ml. Rataan yang didapat dari warna semen sapi Simmental per individu selama tahun 2010 - 2012 yaitu 2,2 ± 0,53 atau 2 (berwarna susu). Rataan yang didapat dari konsistensi atau derajat kekentalan sapi Simmental per individu pada tahun 2010 - 2012 yaitu 1,98 ± 0,51 atau 2 (sedang). Motilitas spermatozoa sapi Simmental per individu pada tahun 2010 - 2012 memiliki rataan 0,62 ± 0,18 (62%). Konsentrasi spermatozoa sapi Simmental per individu selama tahun 2010 - 2012 yaitu 1397,33 ± 465,21 juta sel per mililiter. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa hubungan pertambahan umur individu sapi Simmental berpengaruh nyata dan signifikan (F hitung>F tabel 0.05) terhadap kualitas semen segar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah profil produksi semen segar sapi Simmental tiap individu di Balai Inseminasi Buatan Lembang menghasilkan semen dengan kualitas yang baik dan pertambahan umur pejantan tiap individu sapi Simmental berpengaruh positif terhadap kualitas semen segar yang akan di produksi. | The purpose of this research was to know the profile of Simmental bulls fresh semen production and to know the relationship between increasing age and fresh semen quality of Simmental bulls. Twelve Simmental bulls, with age ranging from 112 – 384 weeks old were used in this experiment. Research method used was a survey by tracing production records of Simmental bulls at the centre of Artificial Insemination in Lembang Bandung. The results showed that the average of the semen volume, semen color, semen viscosity, sperm motility and sperm concentration of Simmental bulls from 2010 - 2012 were 7.73 ± 2.48 ml (5.75-11.04); 2.2 ± 0.53 (milky color); 1.98 ± 0.51; 62.0 ± 18 percent and 1397.33 ± 465.21 million/ml, respectively. Analysis of variance test showed that increasing the age of individual Simmental bull had a significant effect (P<0.05) on fresh semen production of Simmental bulls. It can be concluded that fresh semen production profile of individual Simmental bulls at the centre of artificial insemination in Lembang produced good semen, and the increase the age of the bulls had a positive effect on production of fresh semen quality. | |
| 12822 | 5975 | G1B009036 | EFEKTIVITAS METODE CERAMAH TENTANG PENCEGAHAN DROP OUT TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MANTAN PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS II KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Kegagalan penderita dalam pengobatan TB Paru dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti obat, penyakit, dan penderitanya sendiri. Mantan penderita TB paru yang sudah sembuh merupakan sosok yang dapat memberikan pengalamannya saat menderita dan menjalani pengobatan TB paru, untuk meningkatkan motivasi mantan penderita TB paru dalam mencegah terjadinya drop out perlu dilakukan penguatan informasi mengenai TB paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas metode ceramah tentang pencegahan drop out terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap mantan penderita TB paru di Puskesmas II Kembaran. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 31 orang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,008) pencegahan drop out antara sebelum perlakuan dengan sesaat setelah perlakuan. Pada perbandingan sesaat setelah perlakuan dengan 1 minggu setelah perlakuan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (p=0,903) dan sikap (p=0,201) pencegahan drop out. Bagi mantan penderita TB paru perlu mempelajari kembali materi yang telah diperoleh pada saat pendidikan kesehatan masyarakat dan menerapkan perilaku yang lebih baik sesuai dengan pengetahuan yang diperoleh. | Failure in treatment of TB pulmonary patients was influenced by several factors, such as drugs, disseases, and themselves. The former TB pulmonary patients who had recovered was a figure to share their experience when they suffering and undergoing medical TB pulmonary treatment. Strengthen information about TB pulmonary is necessary to increase motivation of former TB pulmonary patients to prevent of drop outs. The aims of this research was to determine effectivity of lecture method about drop out prevention in Kembaran II Health Centre. This research was conducted quasi experimental applying one group pre test and post test design. The samples were obtained by purposive sampling as many as 31 former TB pulmonary patients. Data was analyzed by Wilcoxon test and paired T-test. The drop out prevention between before and after treatment was significally different in knowledge (p =0,000) and attitude (p=0,008). The drop out prevention compairing between shortly after treatment and 7 days after treatment was not significally different in knowledge (p = 0,903) and attitude (p = 0,201). In conclusion, the former TB pulmonary patients have to relearn their public health education and implementing their attitude as well as in accordance with acquired knowledge. | |
| 12823 | 6009 | A1L008176 | PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS PADI PADA RAKITAN BUDIDAYA PADI ORGANIK BERBASIS POC DAN PESTISIDA NABATI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil dua varietas padi pada rakitan budidaya padi organik berbasis POC dan pestisida nabati. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah milik kelompok tani Desa Sokaraja Lor, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas dari bulan April sampai Agustus 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan pola tersarang dengan dua varietas padi sebagai perlakuan pada penggunaan rakitan budidaya padi organik yang sama. Rakitan budidaya yang digunakan adalah jerami dihambarkan + pupuk kandang 5 ton/ha + POC tanah (4ml/l) + POC daun (4ml/l), kombinasi pestisida nabati maja gadung dan nira fermentasi (6%) + agensia hayati Trichoderma harzianum (0,4 kg/100m2). Variabel yang diamati meliputi variabel pertumbuhan dan variabel hasil tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil padi varietas sintanur lebih baik daripada varietas Situ bagendit pada penggunaan rakitan budidaya padi organik berbasis POC dan pestisida nabati. Varietas tersebut mampu memperoleh hasil yang tinggi pada variabel jumlah anakan total (18,83 batang), indek luas daun (0,98 cm2), bobot kering tanaman (14,98 g), ukuran malai (19,16 cm), jumlah gabah per malai (78,87 butir), jumlah gabah per rumpun (1258,21 butir), bobot gabah per rumpun (34,43g), bobot 1000 butir (26,53g), GKP (4,75 ton/ha) dan GKG (4,20 ton/ha). | This research aimed to known the growth and yield of two rice varieties assemblies of organic rice cultivation based LOF and botanical pesticides. The experiment was conducted in the fields of farmer groups Sokaraja Lor village, District Sokaraja, Banyumas from April to August 2012. Experimental design used was a nested pattern design with two varieties of rice as treatments which with used in the same assembled organic rice cultivation. Assembled cultivation used is spread out of straw + manure 5 tonnes / ha + soil LOF (4ml / l) + leaf LOF (4ml/l), combination botanical pesticides maja gadung and fermented nira (6%) + biological agents Trichoderma harzianum (0.4 kg / 100m2). Observed variables included growth variables and yield variable . Data were analyzed using t-test with a confidence level of 95%. The results showed that the growth and yield Sintanur variety is better than Situ bagendit variety to be applied to the assembly of organic rice cultivation technology based LOF and botanical pesticides. Varieties are able to obtain high yields on variable total number of tillers (18.83 bar), leaf area index (0.98 cm2), plant dry weight (14.98 g), panicle length (19.16 cm), number of grain per panicle (78.87 points), number of grains per cluster (1258.21 points), grain weight per hill (34.43 g),1000 grain weight (26.53g), GDH (4,75 tons/ha), and GDW (4,20 tons/ha) | |
| 12824 | 5822 | D1E009264 | PENGARUH PENGGUNAAN Azolla microphylla DAN Lemna polyrhiza DALAM PAKAN ITIK PEKING PADA LEVEL PROTEIN YANG BERBEDA TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE KARKAS DAN BAGIAN-BAGIAN KARKAS | Penelitian bertujuan untuk untuk mengkaji interaksi taraf protein dengan penggunaan Azolla microphylla dan Lemna polyrhiza terhadap bobot, persentase karkas dan bagian-bagian karkas itik Peking sampai umur 8 minggu. Selain itu untuk mengetahui level optimal penggunaan protein dan kombinasi Azolla miycrophylla dan Lemna polyrhiza berdasarkan bobot, persentase karkas dan bagian-bagian karkas itik Peking sampai umur 8 minggu. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik Peking unsexed, Azolla microphylla dan Lemna polyrhiza. Metode penelitian adalah eksperimental in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 4, faktor pertama adalah level protein (p) : p1 = Protein pakan 16%, p2 = Protein pakan 18%, p3 = Protein pakan 20%, faktor kedua adalah kombinasi Azolla microphylla dengan Lemna polyrhiza (al) : al0 = tanpa penggunaan Azolla microphylla dengan Lemna polyrhiza, al1 = 15% Azolla microphylla dengan 5% Lemna polyrhiza, al2 = 10% Azolla microphylla dengan 10% Lemna polyrhiza, al3 = 5% Azolla microphylla dengan 15% Lemna polyrhiza. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat interaksi taraf protein pakan dengan kombinasi Azolla microphylla dan Lemna polyrhiza terhadap bobot karkas itik Peking sampai umur 8 minggu, akan tetapi tidak pada persentase karkas dan bagian-bagian karkas. Penggunaan level protein pakan yang berbeda dan kombinasi Azolla microphylla dan Lemna polyrhiza (al) menghasilkan bobot karkas, persentase karkas dan bagian-bagian karkas yang relatif sama. Kesimpulan penelitian ini adalah pakan dengan protein 20% dan kombinasi Azolla microphylla 15% dan Lemna Polyrrhiza 5% dapat digunakan unuk meningkatkan bobot karkas itik Peking sampai umur 8 minggu. | The research was aimed to assess the extent of interaction of proteins with the use of Azolla microphylla and Lemna polyrhiza on carcass and carcass percentages and parts of carcass, and to determine the optimum level of protein and the combination use of Azolla microphylla and Lemna polyrrhiza on carcass weight, carcass percentages and parts of carcass of Peking Duck at Age 8 Weeks. The material used in this study is the unsexed Peking duck, Azolla microphylla and Lemna polyrrhiza. The reasearch method was experimental by in vivo study using a completely randomized design (CRD) factorial model of 3 x 4, the first factor was the level of feed protein (p) : p1 = 16%, p2 = 18%, p3 = 20%, the second factors was a combination of Azolla microphylla with Lemna polyrhiza (al) : al0 = without combination of Azolla microphylla and Lemna polyrhiza, al1 = 15% Azolla microphylla and 5% Lemna polyrhiza, al2 = 10% Azolla microphylla and 10% Lemna polyrhiza, al3 = 5% Azolla microphylla and 15% Lemna polyrhiza. There were 12 combinations of treatments with 3 replications. The data were analyzed by analyzed of variance. The results showed that there was an interaction of feed protein with combination of Azolla microphylla and Lemna polyrhiza on carcass weight of Peking ducks until the age of 8 weeks. The uses of different protein levels with combination of Azolla microphylla and Lemna polyrhiza obtained that carcass weight, carcass percentages and parts of carcass were relatively similar. The conclusion of this research is feed with protein 20% and combination of Azolla microphylla 15% and Lemna polyrhiza 5% can increase carcass weight of Peking duck until the age of 8 weeks. | |
| 12825 | 5823 | D1E009015 | PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING (KBK) DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK (KBO) | Penelitian berjudul penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan oraganik (KBO) ayam arab. Materi penelitian menggunakan ayam arab umur 98 minggu, ransum ayam arab terdiri atas jagung 45%, dedak 30% dan konsentrat 25%. Metode penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diujicobakan yaitu R0 : Pakan kontrol; R1 : R0 + 7,5% probiotik lactobacillus sp; R2 : R0 + 7,5% probiotik bakteri asam laktat; R3 : R0 + 7,5% probiotik bacillus sp. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO) (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik lactobacillus sp, bakteri asam laktat dan bacillus sp dalam ransum ayam arab sampai level 7,5 % menghasilkan kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO) yang relatif sama. | A research entitled the use various kinds of probiotic in feed, its effect on dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD) of feed in arab chicken. The materials of the research were 98 week old arab chicken, arab chicken feed consisted of 45% corn, 30% rice bran and 25% concentrate. The method of the research was experimental using Completely Randomized Design (CRD). The treatments namely R0: control feed; R1: R0 + 7,5% lactobacillus sp probiotic ; R2: R0 + 7,5% lactic acid bacteria probiotic; R3: R0 + 7,5% bacillus sp probiotic. The data were analyzed by analysis of variance. The results showed that the treatment effect was not significant on the increase of the dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD) (P>0,05). The conclusion of this research is that by giving the lactobacillus sp probiotic, lactic acid bacteria probiotic and bacillus sp probiotic in feed of Arab chicken with the level of 7,5% resulted in similar the dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). | |
| 12826 | 5824 | E1A109055 | PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PEREMPUAN DI INDONESIA (Studi Kasus Fani Oktora dengan Aceng Fikri) | ABSTRAK Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai Mahluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib untuk dihormati, di junjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,terdapat berbagai macam hak antara lain: 1. Hak untuk hidup 2. Hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan 3. Hak untuk mengembangkan diri 4. Hak untuk memeperoleh keadilan 5. Hak atas kebebasan pribadi 6. Hak untuk mendapatkan rasa aman 7. Hak atas kesejahteraan 8. Hak untuk turut serta dalam pemerintahan 9. Hak wanita 10. Hak anak Terkait dengan Hak wanita, bahwa perlindungan hukum terhadap Hak wanita di Indonesia pada khususnya belum efektif dan memenuhi rasa keadilan, karena masih banyaknya kasus yang melibatkan perempuan sebagai korban baik kekerasan fisik maupun psikis, dan belum adanya jaminan hukum yang pasti bagi perempuan sebagai korbannya. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap kasus Fani Oktora dengan Aceng Fikri bahwa Aceng Fikri telah dianggap melanggar Hak Asasi Manusia Fani Oktora, karena sikap dan tindakan Aceng Fikri yang merendahkan martabat Fani Oktora sebagai perempuan dengan diceraikan secara sepihak melalui Pesan singkat (Short Message Sent) dimana pernikahan baru berusia 4 (empat) hari,yang mana alasan Aceng Fikri menceraikan Fani Oktora adalah karena Fani Oktora sudah tidak perawan sebelum menikah dengan Aceng Fikri. Kata Kunci: HAM, Hak wanita, Perlindungan Ham. | ABSTRACT Human Rights is a set of rights that are inherent in the nature of human existence as a creature of God Almighty. Rights it is His grace that must to be respected,on hold in high regard, and is protected by the state, law, government and every person for the respect and protection of human dignity.In Law Number 39 Year 1999 on Human Rights, there are a wide range of rights among others: 1. Right to life Extend 2. the right to family and descendants 3. The right to develop themselves 4. The right to a fair 5. Rights to personal liberty 6. The right to obtain a sense of security 7. Right on welfare 8. The right to participate in government 9. Women'srights 10. Child rights Rights associated with women, that legal protection of women's rights in Indonesia in particular has not been effective and fulfilling sense of justice, because there are many cases involving women as victims of violence both physical and psychological, and the absence of certain legal guarantees for women as victims. Application of Human Rights (HAM) cases in Fani Oktora with Aceng Fikri that Aceng Fikri been deemed to violate human rights Fani Oktora, because attitudes Aceng Fikri with action Fani Oktora demeaning as women with divorced unilaterally through short message (Short Message Sent) where the wedding was just four (4) day, which is the reason Aceng Fikri Fani Oktora divorce is because Fani Oktora was not a virgin before she married Aceng Fikri. The reason is no less logical. Keywords: human rights, women's rights,protection human rights. | |
| 12827 | 5825 | E1A009230 | PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN RINGAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 09 / Pid.R / 2012 / PN.Kgn) | Penyelesaian perkara tindak pidana pencurian ringan dalam putusan Pengadilan Negeri Kandangan Nomor : 09 / Pid.R / 2012 / PN.Kgn. merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP yang ditujukan dalam rangka merespon rasa keadilan masyarakat yang terganggu akibat banyaknya perkara-perkara pencurian yang tergolong ringan didakwa dengan menggunakan Pasal 362 KUHP. Perkara-perkara pencurian yang tergolong ringan seharusnya masuk dalam kategori tindak pidana ringan yang mana seharusnya lebih tepat didakwa dengan Pasal 364 KUHP. Melalui penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam tindak pidana pencurian ringan setelah berlakunya Perma No. 02 Tahun 2012. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa Pertimbangan hukum Hakim dalam perkara tindak pidana pencurian ringan dalam putusan nomor : 09 / Pid.R / 2012 / PN.Kgn didasarkan pada Pasal 183 KUHAP, yaitu Keterangan terdakwa dan Keterangan Saksi, disertai dengan keyakinan Hakim. Penjatuhan Pidana dengan memperhatikan PERMA No. 02 Tahun 2012, disamping KUHP dan KUHAP. Prosedur acara pemeriksaan yang digunakan adalah Acara Pemeriksaan Cepat yang diatur dalam bagian keenam, paragraf 1 KUHAP, yaitu dari Pasal 205-210 KUHAP. Kata kunci: Perma No. 02 / 2012, Pencurian ringan, Acara Pemeriksaan Cepat. | The resolution of the light robbery criminal act in Kandangan Court decision Number 09 / Pid.R / 2012 / PN.Kgn. is the follow up of the established Supreme Court Regulation Number 02/2012 about the Adjustment of the Light Robbery Criminal Act Limitation and the number of fine in penal code or KUHP. The aim of this Supreme Court regulation is to response the society justice sense that have been disturbed by many accusation of the light robbery cases with Article 362 KUHP. The light robbery cases should be included in light or minor criminal act and it is better to accusate it with Article 364 KUHP. By the juridical legal research with act approach, this research want to know the judge’s legal consideration in light robbery criminal act after the Supreme Court Regulation Number 02/2012 be effective. The result of the research show that the judge’s consideration in this case is based on the 183 KUHAP, those are defendant explanation, witness explanation with judge’s conviction. Besides the KUHP KUHAP, the condemnation already consider the Supreme Court Decision 02/2012. The cross-examination court session that has been implemented in this case is the Quick Cross-Examination Session that regulated in part sixth, paragraph 1, article 205 to 210 KUHAP. Keyword: Supreme Court Regulation 02/2012, Light Robbery, Quick Cross-Examination Session. | |
| 12828 | 5851 | E1A006211 | TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 02 TAHUN 2012 TENTANG HIBAH DAERAH (Studi di Pemerintah Kabupaten Banyumas) | Hibah Daerah adalah pemberian dengan pengalihan hak atas sesuatu dari Pemerintah atau pihak lain kepada Pemerintah Daerah atau sebaliknya yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya dan dilakukan melalui perjanjian. Berdasarkan pengertian tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Hasil dari penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa Hibah Daerah yang diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas adalah berbentuk uang. Sumber Hibah Daerah berasal dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah. Hibah Daerah dilaksanakan melalui mekanisme APBD, penatausahaan atas realisasi hibah dalam bentuk uang yang diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, disalurkan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah, kemudian diteruskan kepada lembaga dan/atau kelompok masyarakat yang telah memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan untuk mendapatkan dana Hibah Daerah. Realisasi hibah kemudian dicatat dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Lembaga dan/atau kelompok masyarakat penerima Hibah Daerah berkewajiban melakukan pelaporan dan pertanggungjawaban kepada Kepala Daerah melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah. Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait melakukan monitoring dan evaluasi atas pemberian hibah. Hasil monitoring dan evaluasi disampaikan kepada Kepala Daerah.Pihak-pihak yang bertanggungjawab secara formal dan/atau secara material atas penggunaan dana hibah adalah penerima hibah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait sebagai pihak yang mengevaluasi usulan pemberan hibah sampai dengan memberikan rekomendasi atas pemberian hibah, serta melakukan monitoring dan evaluasi atas pemberian hibah. | The regional grant is the giving by diverting for right of something from the Government or other side to the Regional Government or in contrary that specifically has bee determined its purposes and conducted through the agreement. Based on that definition, so the purpose that want to be accomplished in this research is to find out the implementation of Government Regulation Number 2, 2012 about the Regional Grant by the Regency Regional Government of Banyumas. The result of this research and discussion, it is obtained the conclusion that the Regional Grant that accepted by Regency Regional Government of Banyumas is in the form of money. The source of regional grant come from the Central Government and Regional Government of Central Java Province through the Agreement Draft of Regional Grant. Regional grant is conducted through the mechanism of APBD, the business of grant realization in the form of money that is accepted by Regency Regional Government of Banyumas, it is distributed to the Work Board of Regional Official, then continued to the institution and/or group of society that has fulfill the determined criteria to obtain the Regional Grant. The realization of grant is recorded in the Regional Government Financial Report. The institution and/or group of society as the acceptor of Regional Grant, it has obligation to do the report and responsibility to the Head of Regional through the Management Officer of Regional Financial. The Work Board of Regional Official conducts the monitoring and evaluating for the giving grant. The result of monitoring and evaluating area reported to the Head of Regional. The sides that are responsible formally and material for the using the grant fund is the acceptor of grant and Work Board of Regional Official as the side that evaluates the suggestion of giving grant and until to giving the recommendation for giving grant, and conducting the monitoring and evaluating for the giving grant. | |
| 12829 | 5819 | D1E009039 | KADAR TOTAL PLASMA DAN GLUKOSA DARAH PADA ITIK MANILA YANG DIBERI PAKAN DENGAN PROTEIN DAN ENERGI METABOLIS YANG BERBEDA | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar total protein plasma dan glukosa darah pada itik manila yang diberikan perlakuan pakan dengan protein dan energi metabolis yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor itik manila jantan, pakan perlakuan, kandang, dan peralatan kandang. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 5 kali ulangan, yaitu R1 : protein 13% + Energi Metabolis 2.300 kcal/kg, R2 : protein 15% + Energi Metabolis 2.500 kcal/kg, R3 : protein 17% + Energi Metabolis 2.700 kcal/kg, R4 : protein 19% + Energi Metabolis 2.900 kcal/kg, R5 : protein 21% + Energi Metabolis 3.100 kcal/kg. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pemberian pakan protein dan Energi Metabolis berpengaruh sangat nyata terhadap total protein plasma (P<0,01) dan berpengaruh terhadap glukosa darah (P<0.05). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa R5 (protein 21% + Energi Metabolis 3.100 kcal/kg )berbeda nyata dengan perlakuan lain, sedangkan hasil glukosa darah adalah R3 (protein 17% + Energi Metabolis 2.700 kcal/kg) berbeda nyata dengan R5 (protein 21% + Energi Metabolis 3.100 kcal/kg). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan dengan kandungan protein dan energi metabolis yang meningkat akan meningkatkan kadar total protein plasma dan menurunkan kadar glukosa dalam darah. | The purpose ot this study is to find out the level of total protein plasma and blood glucose of muscovy duck feed by different treatment to determine the exact feed treatment. Material that used are 100 male muscovy ducks, feed treatments, and enclosure equipment. The research method is experimental, the feed treatments are R1: 15% protein and metabolic energy 2.300 kcal/kg metabolic energy, R2: 15% protein and metabolic energy 2.500 kcal/kg, R3: 17% protein and metabolic energy 2.700 kcal/kg, R4: 19% protein and metabolic energy 2.900 kcal/kg, R5: 21% protein and metabolic energy 3.100 kcal/kg. The data was analyzed using Analysis of Variance, with a further test of Honestly Significant Difference. The result showed that the increasing of protein and metabolic energy treatment gave very significant effect on total protein plasma (P<0,01) and gave significant effect on glucose blood (P<0,05). The result of Honestly Significant Different test showed that R5 (21% protein and 3.100 kcal Metabolic energy) was different with all treatment. While the result for blood glucose analysis are R3 (17% protein and metabolic energy 2.700 kcal/kg) different with R5 (21% protein and 3.100 kcal Metabolic energy). The conclusion of the study is treatment with increased protein and metabolic energy content will increase the totall protein in the blood plasma and decreasing blood glucose level of muscovy duck. | |
| 12830 | 5826 | E1A007029 | PEMBAGIAN KEKUASAAN SECARA HORISONTAL BERDASARKAN UUD 1945 | ABSTRAK PEMBAGIAN KEKUASAAN SECARA HORISONTAL BERDASARKAN UUD 1945 Oleh : EKY NUR RIZKI EIA007029 Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pembagian kekuasaan secara horisontal berdasarkan UUD 1945. Adapun metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, sedangkan sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai pembagian kekuasaan secara horisontal berdasarkan UUD 1945, didapat kesimpulan bahwa berdasarkan UUD 1945 setelah amandemen, MPR tidak lagi berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara karena prinsip kedaulatan rakyat tidak lagi diwujudkan dalam kelembagaan MPR tapi dilaksanakan menurut UUD. Dengan demikian sistem baru yang dianut adalah pemisahan kekuasaan (separtion of power) berdasarkan prinsip checks and balances. Apabila istilah pemisahan kekuasaan (separtion of power) hendak dihindari, maka dapat digunakan istilah pembagian kekuasaan (division of power) untuk pengertian yang bersifat horizontal dan territorial division of power (dengan pembentukan pemerintahan daerah) untuk pengertian yang bersifat vertikal. Pembagian kekuasaan secara horisontal berdasarkan UUD 1945 dilakukan dengan memencarkan tiga cabang kekuasaan yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif dalam 3 (tiga) organ utama, yaitu MPR yang terdiri dari DPR dan DPD sebagai pemegang kekuasaan legislatif, Presiden pemegang kekuasaan eksekutif dan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Kata kunci: pembagian kekuasaan, pemisahan kekuasaan, horisontal | ABSTRACT THE DIVISION OF POWER HORIZONTALLY BASED ON UUD 19945 By: EKY NUR RIZKI EIA007029 The purpose that want to be accomplished in this research is to find out the division of power horizontally based UUD 1945. And the method in this research uses the normative juridical by using the method of ordinance approach, research specification is the analytical descriptive, and the source of material law uses the primary law and secondary law that have bee collected through the identification and inventory to the ordinance regulation and literature book and they are analyzed by using the method of qualitative normative. Based on the research and discussion about the division of power horizontally based UUD 19945, it can be concluded that based on UUD 1945 after amendment MPR can not become the highest institution of state because the principle of public sovereignty does not anymore being performed in the institution of MPR but it is conducted according to UUD. Thus, the new system that is used is the separation of power based on the principle of check and balance. If the terminology of separation of power want to be ignored so it can be used the division of power to the definition that has the horizontal and territorial division of power characteristic (by establishing the regional government) to the definition that has the vertical character. The division of power horizontally based in UUD 1945 it is conducted by subdividing three of power department that is legislative, executive and judicative in 3 (Three) organs, that are MPR that consist of DPR and DPD as the holder of legislative power, President that has the Executive Power and Judicial Power is belonged to Supreme Court and Constitution Court. Keywords: division of power, separation of power, horizontal | |
| 12831 | 5827 | D1E009203 | KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN PETERNAK KELINCI DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian bertujuan mengetahui tingkat kompetensi kewirausahaan peternak kelinci di Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengmatan langsung. Responden yang digunakan adalah peternak kelinci sebanyak 35 peternak. Peternak responden setidaknya telah beternak lebih dari satu tahun. Variabel yang diukur meliputi umur, pendidikan, pengalaman beternak dan kompetensi kewirausahaan peternak kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi kewirausahaan yang dimiliki oleh peternak kelinci di Kabupaten Banyumas dikategorikan dalam tingkat sedang. Tidak ada korelasi yang nyata antara umur, pendidikan, dan pengalaman beternak dengan kompetensi kewirausahaan peternak kelinci di Kabupaten Banyumas. | The research aims to find out the level of entrepreneurial competencies rabbits farms in Banyumas District. Data collection was done using questionnaires and direct observation. Respondents used are rabbit breeders as much as 35 breeders. the respondents have breeding at least more than one year. Variables that are measured included age, education, the experience of husbandry and competence entrepreneurship rabbits farm. The result showed that the level of competence entrepreneurship possessed by a breeder of a rabbit in the county of banyumas categorized in the medium level. There is no real relatedness between age, education, and experience husbandry with competence entrepreneurship farmers rabbits in the Banyumas District. | |
| 12832 | 5832 | D1E009221 | PENGARUH KONSENTRASI BIJI KEFIR DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP VISKOSITAS DAN PENILAIAN ORGANOLEPTIK KEFIR SUSU KAMBING | Penelitian berjudul Pengaruh Konsentrasi Biji Kefir dan Waktu Fermentasi terhadap Viskositas dan Penilaian Organoleptik. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing, susu sapi, kultur starter biji kefir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial 3x2 dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi biji kefir berpengaruh nyata terhadap viskositas (P<0,05) meningkat secara linier dengan persamaan garis Y = 0,98229167 + 0,040625x dengan koefisien determinasi (r²) = 24,59. Berpengaruh nyata konsentrasi biji kefir terhadap kesukaan bau kefir susu kambing (P<0,05) meningkat secara linier dengan persamaan garis Y = 12,273403 + 0,35479167 dengan koefisien determinasi (r²) = 2,18 , berpengaruh sangat nyata waktu fermentasi terhadap kesukaan bau kefir susu kambing (P<0,01) menurun secara linier dengan persamaan garis Y = 18.112778 - 0.39791667x dengan koefisien determinasi (r²) = 16,42 dan berpengaruh sangat nyata konsentrasi biji kefir terhadap kesukaan rasa kefir susu kambing (P<0,01) berpengaruh secara kuadrater dengan persamaan garis Y = 7.9539583 + 2.6995833x – 0.426875x² dengan koefisien determinasi (r²) = 4,36, waktu fermentasi terhadap kesukaan kefir susu kambing (P<0,01) menurun secara linier dengan persamaan garis Y = 13.983333 - 0.24256944 X dengan koefisien determinasi (r²) = 5,87. Penggunaan konsentrasi biji kefir 3% dengan waktu fermentasi 8 jam menghasilkan kesukaan bau dan rasa yang disukai. | Research called influence concentration seeds kefir and time and judgment against viscosity fermentation organoleptic. The method used was an experimental method using a 3x2 factorial completely randomized design with 6 treatments and 4 replications. Data were analyzed by analysis of variance followed by orthogonal polynomial test. Data were analyzed by analysis of variance followed by orthogonal polynomial test. The results showed that treatment influential real against (P<0,05) increase in line with linear equation Y = 0,98229167 + 0,040625x with a coefficient determination (r²) = 24,59. Influential real concentration seeds kefir against fondness smell kefir milk of a goat (P<0,05) increase in line equations Y = 12,273403 + 0,35479167 with a coefficient determination (r²) = 2,18, influential very real time to smell kefir milk against fondness smell kefir milk of a goat (P<0,01) declined in line with linear equations Y = 18.112778 - 0.39791667x with coefficient determination (r²) = 16,42 and influential very real consentration seeds kefir against kefir favorite flavor the milk of a goat (P<0,01) in influential kuadrat line with equation Y = 7.9539583 + 2.6995833x – 0.426875x² with coeffient determination (r²) = 4,36 time fermentation against fondness kefir milk of a goat (P<0,01) declined in line with equation Y = 13.983333 - 0.24256944 X with coefficient determination (r²) = 5,87. The used of 3% concentration and fermentation time 8 hours produce taste fondness and odor that favored. | |
| 12833 | 5833 | H1K007006 | PENGARUH TEKSTUR DAN WARNA SUBSTRAT TERHADAP JUMLAH PENEMPELAN Balanus sp. di PERAIRAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Tekstur dan Warna Substrat Terhadap Jumlah Penempelan Balanus sp. di Perairan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap”. Biofouling dalam lingkungan laut merupakan akumulasi dan pelekatan organisme laut baik yang bersifat mikro maupun makro pada permukaan yang kontak dengan air laut. Permasalahan yang terjadi pada struktur bangunan dan kapal terhadap penempelan makrofouler mengakibatkan kerusakan. Salah satu metode yang dilakukan untuk mengurangi penempelan makrofouler adalah dengan membuat kondisi permukaan dan warna substrat sedemikian rupa agar tidak atau sedikit ditempeli makrofouler. Pengujian dilakukan dengan perlakuan substrat bertekstur kasar dan halus yang dilapisi cat berwarna hitam, coklat, kuning, putih dan tidak dicat. Hasil yang diperoleh pada substrat kasar penempelan makrofouler paling sedikit terjadi pada substrat dengan warna putih dan penempelan makrofouler terbanyak terjadi pada substrat yang tidak dicat, sedangkan pada substrat bertekstur halus penempelan makrofouler paling sedikit terjadi pada substrat berwarna kuning dan putih dan penempelan makrofouler terbanyak terjadi pada substrat berwarna hitam, sehingga dapat disimpulkan bahwa cat berwarna putih mampu mengurangi penempelan makrofouler. | This research entitled “The effect of Texture and Substrate Color Toward Balanus sp. Attachment in Cilacap Oceanic Fishing Port”. Biofouling in the marine circle is the accumulated and the attachment marine organism both micro and macro in the surface which have in touch with marine. The problem which exist is on the structure of building and the ship towards makrofouler attachment can create damage. One of the methode to decrease makrofouler attachment is by make surface condition and the substrate color in such manner to make there is no makrofouler’s attachment. Testing by hold treament to rough and soft substrate that painted by black, brown, yellow, white painted and no painted. The result on the rough substrate, the lowest number of makrofouler attachment on the white painted, and the highest number of its in the substrate have no painted. In another hand the result on the soft substrate, the lowest number of makrofouler attachment got in the yellow and white substrate and the highest number makrofouler attachment in the black substrate. So it can be concluded if white painted can decrease the makrofouler attachment. | |
| 12834 | 5727 | H1D008005 | KAJIAN PENANGANAN BANJIR PADA SUNGAI SUMPIUH DESA KARANGGEDANG KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS | Sungai Sumpiuh merupakan salah satu sungai yang mengalir di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Secara periodik terutama pada musim hujan sungai ini mengalami banjir. Pada tahun 2010, pernah terjadi banjir yang menggenangi 100 ha sawah dan 70 KK di desa Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh dengan ketinggian air hampir mencapai 60 cm. Di bagian sisi sungai Sumpiuh didominasi oleh lahan pertanian sehingga pada saat banjir air menggenangi sawah. Hal ini mengakibatkan para petani mengalami kerugian gagal panen. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah penanganan banjir sehingga kerugian dapat diminimalisir. Penelitian ini mengkaji sistem penanganan banjir sebagai upaya mitigasi bencana banjir di Kabupaten Banyumas. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi dengan menggunakan program bantu HEC RAS 4.1. Ruas sungai yang ditinjau sepanjang 2,2 km terutama pada daerah yang mengalami banjir. Kajian ini dilakukan dengan menganalisis kapasitas penampang sungai pada kondisi eksisting dalam mengalirkan debit banjir rencana untuk kala ulang 2 tahun (270,67 m3/d), 10 tahun (418,57m3/d), dan 25 tahun (473,07 m3/d) guna mengetahui penyebab banjir, sehingga dapat ditentukan alternatif penanganan yang perlu diterapkan dalam mitigasi banjir tersebut. Hasil simulasi menunjukkan terjadinya limpasan pada hampir seluruh ruas sungai yang diakibatkan oleh kapasitas penampang saluran yang kecil. Oleh karena itu, alternatif penanganan yang direkomendasikan adalah normalisasi sungai. Hasil perhitungan pada perencanaan saluran berpenampang tunggal diperoleh kedalaman ( y1) sebesar 5,90 m, lebar dasar saluran ( B1) sebesar 15 m, sedangkan untuk perencanaan saluran berpenampang ganda diperoleh dimensi saluran sebagai berikut: y1 = 1,20 m; y2 = 4,40 m; B1 = 15,00 m; B2,3 = 4,00 m. Kelebihan penggunaan saluran berpenampang ganda bila dibandingkan dengan saluran berpenampang tunggal adalah memiliki kapasitas yang lebih besar. Di samping itu, saluran berpenampang ganda juga memiliki kemiringan dinding yang lebih stabil. Sedangkan kekurangan saluran berpenampang ganda adalah memerlukan lahan yang lebih luas, sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pembebasan lahan. Berdasarkan biaya yang diperlukan, penanganan banjir dengan saluran penampang tunggal diperlukan biaya sebesar Rp 16.449.478.000,00 dan dengan saluran penampang ganda memerlukan biaya sebesar Rp 18.385.765.000,00. | Sumpiuh River is one of the rivers that flow in the Sub-District of Sumpiuh, Banyumas. Periodically, especially during the rainy season this river had flooded. In 2010, the floods have occurred over 100 ha of rice fields and 70 households in the village Karanggedang, Sumpiuh District, with water level reached almost 60 cm. At the side of the river is dominated by agricultural land so that when there was a flood, the rice fields become waterlogged. This has resulted in farmers suffered losses to crop failure. Therefore, the required flood management measures so that losses can be minimized. This study examines flood management system as flood mitigation in Banyumas. In this study performed a simulation using auxiliary program HEC RAS 4.1. River segment that is reviewed along 2,2 km especially in areas experiencing flooding. The study was analyzed the cross river capacity on the existing condition to flow flood discharge plan for 2 year anniversary (270,67 m³/d), 10 years (418,57 m³/d), and 25 years (473,07 m³/d) in order to find out the cause of the flood, so it can be determined that an alternative treatment should be applied in such flood mitigation. Simulation results show the occurrence of flood in almost all river segments caused by the small capacity of the channel cross section. Therefore, the recommended alternative is the normalization of the river. The results of calculations on a single channel obtained depth ( y1 ) of 5.90 m, width of the channel base ( B1 ) by 15 m, whereas for multiple channel dimensions as follows: y1 = 1,20 m; y2 = 4,40 m; B1 = 15,00 m; B2,3 = 4,00 m. Multiple channel is having a greater capacity when compared with single channel. It also has a more stable slope walls. However, it requires more land, thus requiring substantial costs for land acquisition. Based on the costs, a single channel required a fee of Rp 16,449,478,000.00 and the multiple channel requires a fee of Rp 18,385,765,000.00. | |
| 12835 | 5834 | F1B009035 | IMPLEMENTASI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA PADA ERA OTONOMI DAERAH DI KECAMATAN PURBALINGGA (STUDI KASUS DI KELURAHAN PURBALINGGA LOR DAN DESA TOYAREJA) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi peningkatan kesejahteraan keluarga dalam program keluarga berencana pada era otonomi daerah di Kecamatan Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif menurut Milles dan Huberman. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan pendekatan sistem terbuka yang meliputi empat aspek, yaitu input, proses, output, umpan balik dan lingkungan. Dari aspek input sudah baik, akan tetapi masih kurang memperhatikan aspek teknologi dan regenerasi kader. Pada aspek proses belum melibatkan masyarakat. Aspek output sudah baik, akan tetapi masih perlu meningkatkan inovasi dalam program. Dari aspek umpan balik, masukan dari masyarakat yaitu menginginkan adanya penyuluhan KB untuk para suami. Aspek lingkungan meliputi keadaan geografis, kultur dan persepsi masyarakat. Aspek ini tidak mempengaruhi implementasi, baik di Kelurahan Purbalingga Lor maupun Desa Toyareja. Implikasi yang dapat disampaikan yaitu adanya regenerasi kader, penggunaan teknologi modern yang dapat menambah pengetahuan dan pemahaman masyarakat, terutama tentang KB, alat bantu peraga, inovasi program KB, serta proses kebijakan yang lebih terbuka terhadap masyarakat. Masyarakat diikutsertakan dalam proses kebijakan, mulai dari proses sampai evaluasi kebijakan. | The purpose of this research is to determine and describe the implementation of family welfare in Family Planning program in the regional autonomy era in Toyareja and Purbalingga Lor villages. The method used is descriptive qualitative method with purposive and snawball sampling as a technique to choose the informants. The data is collected by in-depth interviews, observation and documentation. The analytical method used is interactive model by Milles and Huberman. The triangulation is used to measure the validity of the data. Based on the research result, the implementation of Family Planning program is measured by an open systems approach included four aspects such as the input of human resource, time, material and technology. From this input aspect, Purbalingga Lor and Toyareja are less in giving the attention to technology aspect. The second one is the aspect of the process included the planning, organizing and controlling. This aspect has not properly worked. The third is the output aspect which includes the service, effectiveness, efficiency and innovation. This aspect has not been entirely good because the innovation has not run well. The fourth aspect is the feedback included the comments and suggestions from the society, organization and the government. The last aspect is the environment that includes the geography, culture and generalization. This aspect does not give any implementation both in Toyareja and Purbalingga Lor villages. The suggested implications are a framework regeneration, as well technology using to improve knowledge and understanding of society especially in Family Planning program, the other supported things to provide materials, innovation in Family Planning program, and the policy more opened to the public. | |
| 12836 | 23999 | G1H014035 | PERBEDAAN KEJADIAN ANEMIA, TINGKAT ASUPAN PROTEIN, VITAMIN C DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET Fe IBU HAMIL PEDESAAN DAN PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMAS | Masalah anemia saat kehamilan akan berdampak buruk bagi ibu dan bayi. Kurangnya asupan protein, vitamin C dan kepatuhan konsumsi tablet Fe merupakan hal yang mempengaruhi anemia ibu hamil. Perbedaan letak dan kondisi geografis seperti pedesaan dan perkotaan menyebabkan berbeda pula dalam hal asupan makan, baik dalam keluarga maupun masyarakatnya. Hemoglobin ibu hamil yang rendah tahun 2017 di wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Timur sebanyak 48,26% dan di wilayah kerja Puskesmas II Baturaden sebanyak 100%. Mengetahui perbedaan tingkat kejadian anemia, tingkat asupan protein, vitamin C dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di pedesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas. Desain penelitian observasional dengan rancangan Cross-sectional. Jumlah sampel 62 yang diambil secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Timur dan Puskesmas II Baturaden. Analisis data menggunakan Chi Square dan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan anemia pedesaan dan perkotaan (p=0,008), tingkat asupan protein pedesaan dan perkotaan (p=0,011), tingkat asupan vitamin C pedesaan dan perkotaan (p=0,010) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pedesaan dan perkotaan (p=0,002). | Problems with anemia during pregnancy will have a negative impact on the mother and baby. Lack of protein intake, vitamin C and adherence to consumption of Fe tablets are things that affect anemia in pregnant women. Differences in geographical location and conditions such as rural and urban areas cause different food consumption, both in the family and the community. Hemoglobin of pregnant women is low in 2017 in the work area of Puskesmas II in East Purwokerto as much as 48.26% and in the working area of Puskesmas II Baturaden as much as 100%. To determine the difference in the incidence of anemia, the level of protein intake, vitamin C and compliance with consumption of Fe tablets in pregnant women in rural and urban areas of Banyumas Regency. Design of observational research with cross-sectional. The number of samples 62 was taken by purposive sampling in the work area of Puskesmas II East Purwokerto and Puskesmas II Baturaden. Data analysis using Chi Square and Fisher Exact. The results showed that there were rural and urban anemia differences (p = 0.008), rural and urban protein intake levels (p = 0.011), rural and urban vitamin C intake levels (p = 0.010) and rural and urban Fe tablet consumption compliance (p = 0.002). There are differences in anemia incidence, level of protein intake, level of vitamin C intake and compliance with consumption of Fe tablets for pregnant women in rural and urban areas of Banyumas regency. Terdapat perbedaan kejadian anemia, tingkat asupan protein, tingkat asupan vitamin C dan kepatuhan konsumsi tablet Fe ibu hamil pedesaan dan perkotaan kabupaten Banyumas. | |
| 12837 | 5837 | F1B009091 | PERBANDINGAN IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN DI DESA MAJIR DAN KELURAHAN SEMAWUNG KEMBARAN, KECAMATAN KUTOARJO, KABUPATEN PURWOREJO | Kemiskinan di Indonesia merupakan kesenjangan kronis sejak dulu hingga saat ini, oleh karena itu pemerintah membuat salah satu kebijakan program yaitu PNPM Mandiri Perkotaan. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui perbandingan implementasi program dari segi keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan dari program PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Majir dan Kelurahan Semawung Kembaran. Implementasi program PNPM – MP ini digambarkan dan dianalisis dengan model implementasi Indiahono yaitu kinerja implementasi dipengaruhi oleh kapasitas kelompok sasaran, kapasitas aparat pelaksana, kualitas komunikasi dan sosialisasi dan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Majir telah berhasil diimplementasikan sedangkan di Kelurahan Semawung Kembaran kurang berhasil diimplementasikan. Hal ini dikarenakan pengaruh dari keempat faktor tersebut berjalan efektif sehingga kinerja implementasi dapat terlaksana dengan baik di Desa Majir dibanding di Kelurahan Semawung Kembaran yang keempat faktor tersebut kurang bersinergi sehingga kinerja implementasi kurang terlaksana dengan baik. Implikasi yang perlu disampaikan adalah perlu adanya monitoring yang lebih baik lagi yang dilakukan oleh pemerintah kelurahan di Semawung Kembaran sehingga dapat menunjang keberhasilan kinerja implementasi seperti di Desa Majir. | Poverty in Indonesia is a chronic gap from the past until now, therefore the government makes a policy program that is PNPM Mandiri Perkotaan. The purpose of this research is to compared the implementation of program in terms of success and failure implementation of the program PNPM Mandiri Perkotaan in Majir and Semawung Kembaran villages. Implementation of program PNPM Mandiri Perkotaan is described and analyzed with model implementation Indiahono that is implementation performance is affected by the capacity of the target group, the capacity of the implement agency, the quality of communication and also socialization and monitoring. The results showed that the implementation of PNPM Mandiri Perkotaan in Majir village has been more successfully implemented than Semawung Kembaran village less successfully implemented. It is because the influence of these four factors is effective so the performance of the implementation can be done well in Majir village compared Semawung Kembaran village, the fourth factor in the lack of synergy so that the performance of the implementation is less well implemented. The suggested implications need for better monitoring by the government in Semawung Kembaran village to support the successful implementation of such performance in Majir Village. | |
| 12838 | 5835 | E1A009107 | IZIN PENGGUNAAN SENJATA API BAGI PEGAWAI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DI KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA CUKAI TIPE PRATAMA PURWOKERTO | Peredaran senjata api di Indonesia sudah semakin banyak, baik senjata api yang diperoleh secara legal dengan menempuh berbagai prosedur dan syarat tertentu maupun senjata api yang diperoleh secara ilegal. Salah satu instansi yang diberikan kewenangan oleh negara untuk menggunakan senjata api secara legal adalah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dasar hukum penggunaan senjata api bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Purwokerto adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dalam Pasal 74 ayat 1 serta peraturan pelaksanaannya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 1996 tentang Senjata Api Dinas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kemudian pada tanggal 16 Februari 2004 diterbitkanlah Surat Keputasan Kepala Polri Nomor SKEP/82/II/2004 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Non Organik TNI/POLRI. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Lokasi penelitian berada di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Purwokerto. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan datanya studi kepustakaan dan dokumenter. Metode analisis data dengan normatif kualitatif. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu setiap Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Purwokerto yang akan menggunakan senjata api harus memiliki izin penggunaan senjata api dengan memiliki kartu kuning (izin pinjam pakai) dan mempunyai kemampuan menggunakan senjata api dengan baik. | The spreading of firearm in Indonesian is highere both of firearm that get by really a lot of procedure and certain requirtments or fire arm that get ilegally. One of institutions that been given autory by country for use fire arm legally is the Directorate General of Customs and Excise . Legal basis for the use of firearms officer of the Directorate General of Customs and Excise in Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Purwokerto Regulation No. 10 year 1995 about custom in article 74 verst 1 and the Regulatuion of implementation is government rule No. 56 year 1996 about firearm of Dinas Directorate General of Customs and Excise. Than on February 16 year 2004 is issued decision letter the head POLRI No. SKEP/82/II/2004 about guidens book of implementation monitoring and controling TNI/POLRI Non-Organic Firearm. The research method used is a normative, prescriptive research the specifications. Study site is located in the Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Purwokerto. This research using primary legal materials, legal materials and secondary and tertiary legal materials. Methods of data collection and documentary literature study. Normative methods of qualitative data analysis. The conclusion of this research that each employee in the Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Purwokerto will use the firearm must have a license to use firearms to have a yellow card (use permit) and have the ability to use a firearm properly. | |
| 12839 | 5839 | D1E009045 | ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN DAN EFISIENSI EKONOMI USAHA AYAM NIAGA PEDAGING DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian berjudul Kontribusi Pendapatan dan Efisiensi Ekonomi Usaha Ayam Niaga Pedaging di Kabupaten Purbalingga dilaksanakan mulai tanggal 8 Maret 2013 sampai 15 April 2013. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui besarnya kontribusi pendapatan ayam niaga pedaging terhadap pendapatan keluarga peternakan di Kabupaten Purbalingga dan efisiensi ekonomi peternakan ayam niaga pedaging, 2. Mengetahui pengaruh jumlah kepemilikan ternak, jumlah anggota keluarga, pendidikan peternak dan lama beternak terhadap kontribusi pendapatan ayam niaga pedaging dan efisiensi ekonomi peternakan ayam niaga pedaging di Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sasaran Penelitian adalah peternakan ayam niaga pedaging di Kabupaten Purbalingga. Penetapan sampel wilayah menggunakan metode Purposive Sampling yaitu dengan memilih kecamatan yang memiliki populasi yang cukup tinggi. Terpilih 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Pangadegan, Kecamatan Kejobong, dan Kecamatan Kaligondang. Dari masing-masing kecamatan dipilih dengan menggunakan metode Stratisfied Random Sampling. Hasil analisis menunjukan faktor yang mempengaruhi kontribusi pendapatan peternak usaha ayam niaga pedaging yaitu jumlah kepemilikan ternak yaitu sebesar 0,002 yang berarti (P < 0,01) dan lama beternak yaitu sebesar -0,93 yang berarti (P < 0,01 ), sedangkan faktor yang mempengaruhi nilai efisiensi ekonomi yaitu jumlah kepemilikan ternak yaitu sebesar 0,0006 yang berarti (P < 0,01) dan pendidikan peternak yaitu sebesar 0,04 yang berarti (P < 0,05). | The study entitled Contribution Income and Economic Efficiency on Commercial Broiler Chicken Enterprises in Purbalingga held from March 8th, 2013 until April 15th 2013. This study aims to 1. Determine the contribution of income commercial broiler chicken farms to family income in Purbalingga, 2. Determine the effet of the number of livestock ownership, household size, farmer’s education, and long time period of farming on the income contribution and the economic efficiency of commercial broilers farming in Purbalingga. The study was conducted by survey method. Research targets are commercial broiler chicken farms in Purbalingga. Determination of the sample areas using purposive sampling method was to choose the one that has a high enough population. Elected 3 District ie Pangadegan District, Kejobong District, and District Kaligondang. From each district were selected using Stratisfied Random Sampling methods. The results showed that the average revenue contribution of commercial broiler chicken breeders effort was equal to 89%, and the average value of the economic efficiency was 1.03. Results of the analysis showed that the factors affecting the revenue of commercial broiler breeder chickens effort the number of livestock holdings of 0.002 which means (P <0.01) old breed that is equal to -0.93, which means (P <0.01), while the factors that affect the value of the economic efficiency of livestock holdings amount that is equal to 0.0006 which means (P <0.01) and farmer education that is equal to 0.04 which means (P <0,05). | |
| 12840 | 5840 | A1M008034 | PEMBUATAN DODOL BERBAHAN DASAR TERUNG UNGU DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG BERAS KETAN SERTA SUPLEMENTASI KRIM SANTAN KELAPA DAN BHT | ABSTRAK Dodol merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang umumnya dibuat dari campuran antara tepung ketan, gula merah, dan santan kelapa, yang didihkan sampai kental. Pada penelitian ini dikaji tentang pembuatan dodol terung dengan tekstur lunak yang kenyal dengan penambahan bahan pengenyal tepung beras ketan. Pembentukan tekstur dodol yang kalis dan aroma khas dihasilkan dari adanya penambahan krim santan kelapa. Minyak pada dodol mudah mengalami oksidasi yang mengakibatkan ketengikan produk, sehingga ditambahkan antioksidan BHT (Butyl Hydroxytoluena). Tujuan penelitian adalah: (1) menetapkan proporsi tepung beras ketan yang tepat untuk menghasilkan dodol terung yang memiliki tingkat kesukaan yang tinggi terutama dari aspek tekstur, warna, dan rasa, (2) menetapkan proporsi krim santan yang tepat untuk menghasilkan dodol terung yang memiliki tingkat kesukaan yang tinggi terutama dari aspek tekstur, aroma, dan rasa, (3) mengetahui pengaruh penambahan BHT terhadap ketengikan dodol, (4) memperoleh interaksi perlakuan antara rasio terung ungu-tepung beras ketan, krim santan, dan BHT yang memberikan hasil terbaik berdasarkan variabel kimia dan sensori. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba adalah proporsi berat terung ungu-tepung beras ketan (T) terdiri atas 60%:40% (T1); 70%:30% (T2); 80%:20% (T3); 90%:10% (T4), penambahan krim santan (S; v/b) terdiri atas 0% (S0); 5% (S1); 10% (S2); 15% (S3), serta penambahan BHT (B; b/b) terdiri atas tanpa penambahan BHT (B0) dan dengan penambahan BHT (B1). Hasil perlakuan terbaik pada proporsi terung ungu-tepung beras ketan 90%:10%, penambahan krim santan 10%, dan penambahan BHT (T4S2B1) memiliki angka peroksida 0%, kadar air 23,03% bb, asam lemak bebas 0,37% bk, gula reduksi 1,24% bk, kadar abu 0,95% bk, kadar serat kasar 3,61% bk, kadar lemak 9,80% bk, dan kadar protein total 2,47% bk, warna cokelat kehitaman (3,60), tekstur kenyal (2,63), aroma terung agak tajam (2,47), rasa manis (3,13), dan produk agak disukai panelis (2,33). | ABSTRACT Dodol is one of the traditional foods which generally made from a mixture of glutinous rice flour, brown sugar, and coconut milk, which is boiled until thickened. In this research studied about making eggplant dodol with a soft chewy texture with the addition of glutinous rice flour. Formation of dodol smooth texture and distinctive aroma resulting from the addition of coconut milk cream. Oil on dodol susceptible to oxidative rancidity resulting product, so that added antioxidant BHT (Butyl Hydroxytoluena). Research objectives are: (1) establish the proportion of glutinous rice flour right to produce eggplant dodol who have a high level of preference, especially from the aspect of texture, color, and taste, (2) determine the exact proportion of coconut milk cream to make eggplant dodol who have high levels of preference, especially from the aspect of texture, aroma, and taste, (3) determine the effect of BHT against rancidity dodol, (4) obtain treatment interaction between the ratio eggplant purple-glutinous rice flour, coconut cream, and BHT which gives the best results based on variables chemical and sensory. This research was an experimental study, using a randomized block design (RBD) with 32 combinations and 2 replications therefore there were 64 units experiment. Factor tested were the weight proportion of eggplant purple-glutinous rice flour (T) which consisting of 60%: 40% (T1), 70%: 30% (T2), 80%: 20% (T3), 90%: 10% (T4), the addition of coconut cream (S; v / w) which consisting of 0% (S0), 5% (S1), 10% (S2), 15% (S3), and the addition of BHT (B, w / w) consists above without the addition of BHT (B0) and with the addition of BHT (B1). The best treatment combination in terms of chemical and sensory properties was the weight proportion of eggplant purple-glutinous rice flour of 90%: 10%, 10% addition of coconut cream, and the addition of BHT (T4S2B1). The product had a peroxide value of 0%, water content of 23.03% wb, of free fatty acid 0.37% db, reducing sugar of 1.24% db, ash content of 0.95% db, crude fiber of 3.61% db, fat of 9.80% db, total protein of 2.47% db, total sugar of 63.17% db, blackish brown color (3.60), chewy texture (2.63), eggplant rather pungent aroma (2.47), sweetness (3.13), and panelists preferred rather products (2.33). |