Artikelilmiahs

Menampilkan 12.921-12.940 dari 49.614 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
129215908H1B008033PENYELESAIAN PEMROGRAMAN KUADRATIK MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS YANG DIPERBAIKIPermasalahan kehidupan masyarakat menyangkut permasalahan optimasi untuk mencari penyelesaian dapat diperhitungkan dengan cara memodelkan permasalahan ke dalam model matematika. Model matematika tersebut berupa sistem persamaan dengan beberapa variabel keputusan, fungsi tujuan, dan kendala. Jika fungsi tujuan dan beberapa kendala berbentuk linier maka permasalahan disebut pemrograman linier. Sementara itu, jika fungsi tujuan berbentuk non linier dan beberapa kendala berbentuk linier dan atau non linier maka permasalahan disebut pemrograman non linier. Pemrograman kuadratik merupakan salah satu jenis pemrograman non linier berkendala, dengan kendala berbentuk persamaan maupun pertidaksamaan linier. Penyelesaian pemrograman kuadratik tersebut dilakukan dengan cara mengubah permasalahan tersebut ke dalam bentuk pemrograman linier dengan bantuan kondisi Karush-Kuhn-Tucker (KKT). Kemudian, pemrograman linier tersebut diselesaikan dengan menggunakan metode simpleks yang diperbaiki sehingga diperoleh penyelesaian optimum.Problems of public life about the optimization problem for solving the problem can be calculated into mathematical models. The mathematical models is systems of equations with some decisions variables, objective function, and constraints. If the objective function and some of constraints is a linear, it was a linear programming. Otherwise, if the objective function and some of constraints are linear and or nonlinear, it was a nonlinear programming problems Quadratic programming is one of nonlinear programming type where the constraints can be a linear or nonlinear equations. The quadratic programming is turned into the form of linear programming with Karush-Kuhn-Tucker (KKT) conditions. Then, the linear programming is solved by using the revised simplex method to find an optimal solutions.
129225917G1A005012GEORGINA`S CONFLICT IN ENID BLYTON: FAMOUS FIVE “FIVE ON A TREASURE ISLAND” Penelitian ini berjudul “Georgina’s Conflict in Enid Blyton Famous Five “Five on a Treasure Island.” Penelitian ini menghadapkan pada tiga masalah. Masalah tersebut adalah apa saja konflik Georgina pada novel Famous Five, apa penyebab konflik Georgina dalam novel Famous Five, dan bagaimana plot pada novel Famous Five. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengungkap
masalah-masalah tersebut.

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menganalisis data-data dalam novel dengan menggunakan kerangka teori konflik dan unsur intrinsik novel.

Ada tiga langkah dalam menganalisis data untuk menjawab pertanyaan penelitian. Tahapan pertama peneliti memilih novel Famous Five sebagai objek penelitian. Tahapan kedua adalah menentukan unsur unsur intrinsik untuk menggambarkan dan mengungkap konflik dalam novel ini. Tahapan terakhir adalah menganalisis data dan menghubungkannya dengan teori konflik dari Perrine dan unsur intrinsik novel.

Hasil dari penelitian ini mmenunjukkan bahwa ada banyak terjadi konflik pada karakter. Penyebab konflik yang meningkat ini karena aspek individu dan masyarakat. Selain itu, konflik terjadi di banyak sektor dan memiliki pengaruh langsung pada Georgina.
This research is entitled “Georgina’s Conflict in Enid Blyton Famous Five.” This research focuses on three problems, they are what Georgina’s Conflicts reflected in Famous Five Novel are, what the causes of Georgina’s Conflict in Famous Five novel are, and how the plot is present in Famous Five novel. Therefore, this research is aimed to uncover those problems.

In this research, descriptive-qualitative method is applied to analyze the data source in the novel that is analyzed through the framework of conflict theory and intrinsic element of novel.

There are three steps in analyzing the data to get the answer of the research questions. The first step was started by selecting the Famous Five novel as the object of the research. The second step was determining the intrinsic elements to describe and reveal conflict in this novel. The last step was analyzing
the data by connecting them with Perrine conflict theory and intrinsic of elements of novel.


The result of this study shows that there are many conflicts among the character. The causes of conflict arises because of individual and societal aspects. Besides, the conflict is also found in many sectors and has effects toward Georgina. shows that there are many conflicts among the character. The causes of conflict arises because of individual and societal aspects. Besides, the conflict is also found in many sectors and has effects toward Georgina.
129235918H1C008026ANALISIS SIZING PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA (PLTH) PV – DIESEL – BATERAI DENGAN MEMPERHATIKAN KETIDAKPASTIAN BEBAN DAN SUMBER ENERGI TERBARUKANBerawal dari konsep pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) yang merupakan kombinasi antar pembangkit konvensional, terbarukan, dan media penyimpanan, maka diperlukan sebuah perencanaan sistem pembangkit listrik PLTH yang baik. Pada penelitian ini dilakukan analisis penentuan ukuran (sizing) pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) PV-diesel-baterai dengan memperhatikan ketidakpastian beban dan sumber energi terbarukan yang menjadi strategi dalam perencanaan sistem PLTH. Adapun tools perangkat lunak bantuan yang digunakan pada penelitian ini sebagai alat simulasi yaitu menggunakan perangkat lunak Homer 2.68® Beta. Sizing dilakukan dengan menggunakan 4 skenario simulasi yang berbeda yaitu dengan memperhatikan ketidakpastian beban & sumber energi terbarukan, dengan memperhatikan ketidakpastian beban, dengan memperhatikan ketidakpastian sumber energi terbarukan dan dengan memperhatikan ketidakpastian beban & sumber energi terbarukan. Pada penelitian ini didapat bahwa sizing dengan penambahan batasan variabilitas beban dan sumber energi terbarukan dapat meningkatkan kehandalan sistem yang ditandai dengan nilai unmet electric load yang lebih kecil, namun di sisi lain juga meningkatkan biaya keseluruhan sistem yang ditandai dengan nilai total NPC dan COE yang semakin besar.Starting from the concept of a hybrid power plant (PLTH) which is a combination between conventional generation, renewable, and storage media, it would require a power system planning PLTH good. In this research, analysis of the determination of the size (sizing) hybrid power plant PV-diesel-battery by taking into account the uncertainty of load and renewable energy sources into the strategic planning power plant system. As for tools that help software used in this study as a simulation tool that uses software Homer 2.68 ® Beta. Sizing is done using 4 different simulated scenarios that takes into account the uncertainty of load and renewable energy sources, taking into account the uncertainty of the load, taking into account the uncertainties of renewable energy sources and taking into account the uncertainty of load and renewable energy sources. In this research found that the sizing with the addition of load variability and limits of renewable energy sources can improve the reliability of the system is characterized by the value of unmet electric load smaller, but on the other hand also increases the overall cost of the system is characterized by the total value of the NPC and COE greater .
129245987G1F009041Formulasi dan Evaluasi Sediaan Gel Antioksidan Ekstrak Tomat
(Solanum lycopersicum) Menggunakan Basis Carbopol 940
Buah tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu sumber antioksidan alami dengan kandungan senyawa berupa likopen. Pemanfaatan tomat sebagai sumber antioksidan umumnya hanya digunakan sebagai sayuran dan masker tomat, untuk itu perlu dibuat suatu sediaan yang dapat digunakan sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah merancang formula sediaan gel ekstrak tomat dengan menggunakan carbopol 940 sebagai basis gel yang memenuhi syarat evaluasi dan stabilitas sifat fisik selama penyimpanan, serta mengetahui aktivitas antioksidan dari sediaan gel tersebut.
Ekstraksi tomat dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Pembuatan sediaan gel menggunakan basis carbopol 940 dengan variasi ekstrak tomat 1% b/v, 2% b/v, 3% b/v. Formulasi sediaan gel dievaluasi fisik yang meliputi, organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Uji aktifitas antioksidan sediaan gel menggunakan metode DPPH (1,1- difenil-2-pikrilhidrazil). Data hasil evaluasi fisik organoleptis, homogenitas, pH dan uji aktivitas antioksidan dianalisis secara deskriptif. Data hasil evaluasi viskositas, uji daya sebar dan uji daya lekat dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tomat dengan basis carbopol 940 dapat diformulasikan menjadi sediaan gel yang memenuhi syarat uji sifat fisik sediaan. Aktivitas antioksidan yang tertinggi terdapat pada Formula 4 sebesar 57,95%.
Tomato (Solanum lycopersicum) is one of natural antioxidants resources contained lycopen compound. The use of tomatoes as antioxidants resources is generally only used as a vegetable and tomato mask, therefore it’s necessary to make that can be used as a source of antioxidants. The purpose of this study is to design a gel formula with a tomato extract using gel base of carbopol 940 as a qualified evaluation of the physical properties and stability during storage, and also determine antioxidant activity of the gel.
The extraction is carried out by with maceration methode using n-hexane as solvent. Manufacturing of gel using Carbopol 940 base with variations of tomato extract 1% w/v, 2% w/v, 3% w/v. Gel formulations were evaluated, including physical, organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, and adhesion dispersive power. Antioxidant activity of the gel was tested using DPPH (1,1 -diphenil-2-pikrilhidrazil). The data from organoleptic, homogeneity, pH and antioxidant activity assay were analyzed descriptively. Viscosity, dispersive power test and adhesion test were analyzed using one-way ANOVA with a 95% confidence level.
The results showed that tomato extract using basis carbopol 940 can be formulated into a gel that meets requirements of physical properties test preparation. Highest antioxidant activity found in Formula 4 for 57.95%.
129255919G1A009057PERBEDAAN SKOR MEMORI JANGKA PENDEK
ANTARA PASIEN CEDERA KEPALA BERAT LESI FOKAL DAN LESI DIFUS
DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Latar belakang: Cedera kepala berat mempunyai angka mortalitas dan mordibitas yang tinggi. Cedera kepala berat menimbulkan komplikasi yang tidak dapat pulih sempurna, seperti gangguan ekstremitas, gangguan pengelihatan, gangguan saraf kranialis dan gangguan kognitif yaitu gangguan memori.
Tujuan: Mengetahui perbedaan skor memori jangka pendek antara pasien cedera kepala berat lesi fokal dan lesi difus di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan studi Cohort Retrospektif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Data penelitian bersumber dari wawancara dan rekam medis. Sampel penelitian didapat dengan cara total sampling. Penilaian skor memori jangka pendek menggunakan Digit span test yang merupakan sub test Wechsler Adult Intelligence Scale Revised dan Wechsler Memory Scale. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Mann Whitney.
Hasil: Hasil uji Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan skor memori jangka pendek antara pasien cedera kepala berat lesi fokal dan lesi difus ( p = 0,011)
Kesimpulan: Terdapat perbedaan skor memori jangka pendek antara pasien cedera kepala berat lesi fokal dan lesi difus di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.
Background: Severe head injury have mortality and high morbidity. Severe head injury can lead to complications that are not recovered perfectly, such as limb disorders, vision disorders, cranial nerve disorders and cognitive impairment such as memory impairment.
Objective: To determine the difference of short-term memory scores between severe head injury patients with focal lesions and diffuse lesions in Margono Soekarjo Hospital Purwokerto.
Methods: This is an observational analytic study design using Retrospective Cohort. 20 subjects were taken as respondents using total sampling technique. The datas were taken from medical records and interviews. Short term memory was measured with Digit Span test a sub test of Revised Wechsler Adult Intelligence Scale and the Wechsler Memory Scale. Mann Whitney test was used for statistical analysis.
Results: The results of Mann Whitney test showed that there were differences in short-term memory scores between severe head injury patients with focal lesions and diffuse lesions (p =0.011)
Conclusion: There are differences in short term memory scores between severe head injury patients with focal lesions and diffuse lesions in Margono Soekarjo Hospital Purwokerto.
129265916H1K009009POTENSI TUMBUHAN LAMUN Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, dan Thalassia hemprichii SEBAGAI PENYERAP KARBON DI PANTAI TIMUR PANGANDARANPenelitian ini berjudul “Potensi Tumbuhan Lamun Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, dan Thalassia hemprichii sebagai penyerap Karbon di Pantai Timur Pangandaran”. Peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer menyebabkan peningkatan suhu udara secara global (global warming) dan memicu terjadinya perubahan iklim global (global climate change). Ekosistem laut di Indonesia mempunyai potensi besar dalam hal penyerapan CO2 sebagai gas utama penyebab pemanasan global yang berimplikasi pada terjadinya perubahan iklim. Salah satu sumberdaya laut yang dimanfaatkan sebagai penyerap gas CO2 dalam membantu pencegahan pemanasan global adalah melalui peran tumbuhan laut, salah satunya lamun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tumbuhan lamun dalam penyerapan karbon dari jenis Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia dan Thalassia hemprichii di Pantai Timur Pangandaran.
Kandungan karbon pada jenis tumbuhan lamun terbesar pada jenis Thalassia hemprichii yaitu 27,442 mg C/100 mg sampel, jenis Halodule pinifolia sebesar 24,883 mg C/100 mg sampel, dan hasil terendah dari jenis Cymodocea rotundata sebesar 24,332 mg C/100 mg sampel. Kandungan karbon terbesar pada terdapat pada bagian rhizoma yaitu 33,594 mg C/100 mg sampel, bagian daun sebesar 23,255 mg C/100 mg sampel, dan hasil terendah pada bagian akar sebesar 19,809 mg C/100 mg sampel.
This research entitled "Seagrass Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, and Thalassia hemprichii Potency as Carbon Absorbant Agents in Pangandaran East Coast". Concentration increase in CO2 of atmosphere leads to an increase in global temperature triggering global climate change. Marine ecosystems in Indonesia contain great potential in terms of CO2 absorption as the primary cause of global warming implying to climate change. Marine plants play important role to absorb CO2 helping global warming prevention. The purpose of this study was to find out seagrass species Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia and Thalassia hemprichii potency as carbon absorbant in East Coast Pangandaran.
The largest carbon content of each plant species was found in seagrass Thalassia hemprichii mg C/100 of 442 mg of sample, in Halodule pinifolia mg C/100 was 24.883 mg of sample, and the lowest content was in species Cymodocea rotundata of 24.332 mg C/100 mg samples. The largest carbon content was contained in rhizome of 33.594 mg C/100 mg sample, 23.255 mg C/100 mg of sample in leaves, and the lowest content was found in root of 19.809 mg C/100 mg samples.
129275922I1A005035PERANCANGAN SISTEM PEMANTAU ENERGI LISTRIK NIRKABEL BERBASIS ARDUINO DAN ZIGBEEBesarnya pemakaian energi listrik dapat diketahui dari pencatatan manual KWH meter pada listrik pasca bayar atau pada listrik prabayar. Kelemahan pada listrik pasca bayar dan prabayar adalah tidak bisa memantau pemakaian energi listrik secara real time serta tidak tahu rincian pemakaian energi listrik dari setiap beban listrik.
Untuk itu dirancang sebuah alat ukur pemakaian energi listrik yang bersifat portabel, nirkabel dan menggunakan perangkat keras arduino tipe seeeduino stalker v2.0 yang di dalamnya sudah terdapat mikrokontroler sebagai chip pengontrol dan RTC (Real Time Clock) untuk memberikan waktu akumulasi energi listrik. Data pengukuran akan dikirim secara nirkabel dengan modul wireless X-bee series 1 dan ditampilkan pada layar komputer. Alat rancangan terdapat dua buah sensor yaitu transformator sebagai sensor tegangan dan sensor arusnya bertipe SCT-013-030.
Hasil pengujian diperoleh data pengukuran dengan tingkat keberhasilan rata-rata 96 % dan tingkat error rata-rata 4 % dengan jarak pemantauan sampai 20 meter pada indoor dan 70 meter pada outdoor jika dibandingkan dengan alat ukur Power Analyzer untuk beban lampu bohlam 10 watt dan fluorescent 23 watt.
The amount of electrical energy consumption can be seen from manual recording electrical KWH meter on postpaid or prepaid electricity. Weakness in postpaid and prepaid electricity are not able to monitor the electrical energy consumption in real time and do not know the details of electrical energy consumption of each electrical load.
It is an instrument designed for measuring electrical energy consumption that is portable, wireless and using Arduino hardware type Seeeduino Stalker v2.0 in which there is a controller chip microcontroller and RTC (Real Time Clock) to provide electrical energy accumulation time. Measurement data will be sent wirelessly to the wireless module X-bee series 1 and displayed on a computer screen. Tool design there are two sensors that transformer as voltage sensor and current sensor-type SCT 013-030.
Test results with the measurement data obtained an average success rate of 96% and an average error rate of 4% with a range of monitoring up to 20 meters at 70 meters on the indoor and outdoor when compared to the Power Analyzer to measure the load 10 watt light bulb and fluorescent 23 watts.
129285923G1A009073EFEK AKUT OLAHRAGA DENGAN KONTRAKSI ISOTONIK TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER PADA MAHASISWI JURUSAN KEDOKTERAN UNSOEDLatar Belakang : Olahraga diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan. Perubahan fisiologis yang terjadi selama berolahraga dengan kontraksi isotonik dapat mempengaruhi berbagai sistem dalam tubuh manusia. Lebih tepatnya lagi, olahraga dapat menyebabkan penurunan tekanan intraokuler. Selama penurunan tekanan intraokuler sangat berguna bagi penderita glaukoma dan di sisi lain prevalensi penderita glaukoma di dunia menurut WHO masih tinggi, maka penelitian ini perlu dilakukan.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tekanan intraokuler sebelum dan dengan menit ke-5 setelah melakukan olahraga dengan kontraksi isotonik pada mahasiswi jurusan kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan pretest-postest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 46 orang yang semuanya merupakan mahasiswi jurusan kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Subjek diminta melakukan olahraga dengan kontraksi isotonik menggunakan Harvard Step Test. Pengukuran tekanan intraokuler dilakukan dengan menggunakan tonometer Schiotz sebelum dan pada menit ke-5 setelah subjek menyelesaikan tes. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil : Terdapat perbedaan tekanan intraokuler yang signifikan sebelum dan pada menit ke-5 setelah berolahraga dengan kontraksi isotonik (p = 0,000). Rerata penurunan tekanan intraokuler adalah sebesar 1,88 mmHg
Kesimpulan : Terdapat penurunan tekanan intraokuler pada menit ke-5 setelah berolahraga dengan kontraksi isotonik.
Background: Exercise is properly known very beneficial for health. The physiological changes which happen during isotonic exercise may affect many systems in the human body. More precisely, It’s causing a fall on intraocular pressure. Since the pressure lowering was really useful to glaucomatous patient and because of its prevalence is still in a high number over the world according to WHO, therefore this study needs to be done.
Purpose: The aim of this study was to compare intraocular pressure before and at 5 minutes after doing isotonic exercise in female medical students of Jenderal Soedirman University.
Methods: This was a quasi experimental study with pretest and posttest design, used purposive sampling. The subjects were 46 female medical students of Jenderal Soedirman University. They were asked to do isotonic exercise using Harvard’s Step Test as model. Measurement of Intraocular pressure was taken by using Schiotz Tonometer before and at 5 minutes after they finished the exercise. The results were analyzed by Wilcoxon test.
Results: There was a significant difference in intraocular pressure before with 5 minutes after doing isotonic exercise (p = 0.000). The mean of intraocular pressure fall was about 1,88 mmHg after exercise.
Conclusion: There was decreased intraocular pressure at the 5 minutes after doing isotonic exercise.
129295925E1A009154Penerapan Pasal 6 ayat 1 huruf B Undang Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 815/K/Pdt.Sus./2012.Merek adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Pengaturan mengenai Merek ini diatur dalam Undang Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. Undang Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek ini, menganut asas konstitutif, yaitu pihak yang berhak atas suatu merek adalah pihak yang telah mendaftarkan mereknya.
Undang Undang Merek mengatur mengenai larangan pendaftaran merek yang memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terkenal. Merek terkenal sendiri harus memenuhi kriteria yang bersifat kumulatif, yang antara lainnya dengan memperhatikan faktor pengetahuan masyarakat tentang merek tersebut, adanya promosi yang gencar dan efektif, serta bukti pendaftaran di beberapa negara.
Adapun inti perkara sengketa Merek yang dibahas pada skripsi ini adalah perkara pelanggaran hak atas merek AVITEX milik PT Avia Avian yang dilakukan oleh PT Indaco Coating Industry, pemilik hak atas merek ENVITEX. Merek ENVITEX dianggap memiliki persamaan dengan merek terkenal AVITEX
Mark is a sign form pictures, name, word, letter, number, arrangement of color, or the combination of that element that have distinguishing features and used in the trading of goods and services. The regulation regarding mark in Indonesia is regulated in Act No. 15 of 2001. The Act No. 15 of 2001 about Mark, adheres to the principle of the constitutive, that means, rightful party of mark is the party that have register their own mark.
The Act of Mark regulates about prohibition of mark register that have equation essentially with another well known marks. Well known Marks it self, should complying the cumulative criteria, with considered the knowledge of society about the mark, there’s intense and effective promotion, and the proof of register in another country.
The core case of marks dispute that discussed in this mini thesis is infringement of AVITEX mark that owned by PT Avia Avian that did by PT Indaco Coating Industry, as the owner of ENVITEX mark. The ENVITEX mark was considered had distinguishing features with well known mark of AVITEX.
129305926C1L008052The Effect of Board Diversity on Firm value With Earnings Management as moderating variable

Penelitian ini berjudul “Pengaruh persebaran anggota dewan terhadap nilai perusahaan dengan manajemen laba sebagai variabel moderasi (Study pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Persebaran anggota dewan (board diversity) merupakan salah satu isu yang terkait dengan corporate governance. Board diversity akan mempengaruhi komposisi dewan direksi yang nantinya akan mempengaruhi implementasi corporate governance. Dalam penelitian ini, board diversity diukur dengan 5 variabel, yaitu keberadaan dewan direksi wanita, keberadaan etnis Tionghoa dalam anggota dewan (sebagai proksi dari minoritas), proporsi outside directors, usia anggota dewan direksi, dan latar belakang pendidikan anggota dewan. Penelitian ini juga menggunakan manajemen laba sebagai variabel moderasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan total sampel 158 perusahaan. Penelitian ini menggunakan dua tahun periode dari tahun 2010 sampai 2011. Hasil dari penelitian ini menunjukan persebaran dewan mempengaruhi nilai perusahaanThe research entitled “The effect of Board Diversity on Firm Value with earnings Management as Moderating variable (Studies at manufacturing Companies Listed on IDX)”. Board diversity is one the issue related to corporate governance. Board diversity will affect the composition of the board of directors that would affect the implementation of corporate governance. In this research, board diversity is measured with 5 variables, namely the presence of women, the presence of Tionghoa ethnic, the proportion of outside directors, age of board members, and educational background of board members. This research also used earnings management as moderating variable. The sampling technique method used was purposive sampling with total sample of 158 companies. This research used two years period from 2010 until 2011. The result show board diversity influence on firm value.
129315928E1A009240Peranan Advokat dalam Menerapkan Mediasi Penal sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara PIdanaSalah satu kritik yang ditujukan pada peradilan Indonesia adalah penyelesaian perkara pidana yang hanya berorientasi pada penghukuman pelaku dan tidak memperhatikan upaya pemulihan kerugian korban. Hal ini mendorong berkembangnya konsep keadilan restoratif yang bertujuan untuk mengupayakan pemulihan kerugian korban daripada dengan mudah memenjarakan orang. Salah satu perwujudan dari konsep keadilan restoratif adalah mediasi penal, sebuah gagasan penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan. Beberapa negara seperti Prancis, Polandia, dan Norwegia telah menerapkan dan menempatkan mediasi penal dalam hukum positif mereka. Dalam hukum positif Indonesia tidak dikenal adanya mediasi untuk perkara pidana, namun ternyata dalam praktik mediasi penal sudah sering diterapkan. Hal ini terjadi karena adanya kehendak dari korban dan pelaku serta peranan dari para penegak hukum seperti polisi dan advokat. Menurut undang-undang bantuan hukum, jasa dan bantuan hukum yang dapat diberikan advokat tidak hanya berupa beracara dalam persidangan, tapi juga memberikan bantuan hukum non litigasi yang salah satu bentuknya adalah mediasi. Jadi, advokat adalah salah satu pihak yang berperan dalam mengembangkan gagasan dan praktik mediasi penal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan perilaku advokat dalam menerapkan mediasi penal serta mengetahui akibat hukum dari kesepakatan damai yang dicapai mediasi penal terhadap proses penanganan perkara pidana. Berdasarkan penelitian dengan metode yuridis-sosiologis, diketahui bahwa advokat berperan aktif dalam mediasi penal dengan bertindak sebagai inisiator, mediator, dan fasilitator mediasi. Akibat hukum kesepakatan mediasi penal adalah timbulnya kewajiban pelaku tindak pidana untuk memulihkan kerugian korban dan penghentian perkara pidana pada tingkat penyidikan. Tindakan menghentikan perkara dengan alasan mediasi sebenarnya tidak sesuai dengan aturan KUHP dan KUHAP, namun tindakan ini berlaku di Surakarta karena adanya kehendak korban dan pelaku yang didukung oleh tindakan diskresi polisi yang didasarkan pada Surat Kapolri No. Pol: B/3022/XII/2009/SDEOPS 2009 tentang Penanganan Kasus melalui Alternatif Dispute Resolution (ADR).
The criticizing have been directed to Indonesian criminal justice system because its major interest lies in putting behind bars the offender and has no attention for the needs of victims. This is one reason of the Restorative Justice development that aims to repair the victim’s detrimen rather than simply jailing someone. Penal mediation, an idea about resolving criminal matter without court, is one of restorative justice’s realization. Some countries such us France, Poland, and Norway already implement and legitimate penal mediation in their positive law. Indonesian positive law doesnt recognize mediation for criminal matter but in the practice mediation have been choosen to solve criminal matter. It is caused by the initiative of the parties; victims, offender, police and lawyer. According to the act about legal aid, the legal aid that can be given by the lawyer is not only about assist their client in the court but also giving non-litigation legal aid which one of its form is mediation. So, lawyer is one law enforcer who have important role in develop the mediation idea and practice. This research aims to know the perception and behaviour in implementing penal mediation and to know the legal concequences of agreement that reached in penal mediation for the criminal matter judgement in Surakarta. Based on the research that already implemented with sosio-legal research, the result show that lawyers in Surakarta do the active role in implement mediation as initiator, mediator and facilitator. The legal concequences of penal mediation agreement are put the offender into the responsibility to recover victim’s detrimen and stop the judgement of criminal matter when the matter is in police investigation stage. Actually the ceasing of criminal matter with penal mediation as the reason is contradict with the regulation of penal code (KUHP) and criminal law procedure book (KUHAP), but this act is always implemented in Surakarta because it’s the willing of the society especially the victims and supported by police with their discretion authority that based on Indonesian Police Chief’s Decision Number Pol: B/3022/XII/2009/SDEOPS 2009 about presiding criminal case with Alternatif Dispute Resolution (ADR).
129325927C1K009045The Influence of Spread, Cost Efficiency, CAR, and Liquidity on banking profitability (company listed in period 2009-2012)The aims of this research was to examine the influence of spread, cost efficiency, risk, and liquidity on banking profitability. By using purposive sampling, this research uses 24
companies as sample. This study used multiple linear regression analysis as the method. The results of this research indicated that Spread had a positive influence on bank profitability, cost efficiency had a negative influence on bank profitability, CAR had a positive influence on bank profitability, and liquidity had a positive influence on bank profitability.
The aims of this research was to examine the influence of spread, cost efficiency, risk, and liquidity on banking profitability. By using purposive sampling, this research uses 24
companies as sample. This study used multiple linear regression analysis as the method. The results of this research indicated that Spread had a positive influence on bank profitability, cost efficiency had a negative influence on bank profitability, CAR had a positive influence on bank profitability, and liquidity had a positive influence on bank profitability.
129335950A1L009100APLIKASI PUPUK ORGANIK BERBASIS Azolla microphylla DAN Lemna polyrhiza PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DALAM SISTEM PERTANIAN ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh aplikasi kompos berbasis Azolla microphylla dan Lemna polyrhiza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung hibrida. 2) Mengetahui jenis pupuk organik yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung hibrida. Penelitian dilaksanakan di desa Karanggintung, dusun Ciwarak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada ketinggian tempat 110 mdpl, dari bulan Mei sampai November 2012. Rancangan yang digunakan adalah RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) terdiri 5 perlakuan yang diulang 4 kali. Perlakuan pupuk meliputi: Kontrol, NPK, Pupuk Kandang Sapi 100%, 40% Pupuk Kandang Sapi + 60% Kompos Azolla microphylla, 40% Pupuk Kandang Sapi + 60% Kompos Lemna polyrhiza. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, panjang tongkol efektif, diameter tongkol, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk bobot kering akar, bobot tongkol tanpa kelobot, bobot pipilan kering, pengukuran klorofil, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh nyata dibandingkan dengan NPK terhadap semua variabel pengamatan. Pada komponen pertumbuhan (tinggi tanaman, bobot segar tajuk, dan bobot segar akar), perlakuan pupuk organik terbaik yaitu pupuk kandang 100%. Pada komponen produksi paling besar dicapai oleh perlakuan kompos berbasis Lemna polyrhiza dengan hasil 60,97 g/tanaman atau setara dengan 1,74 ton/ha.The research was aimed to: 1) know the effect of compost application biomass based Azolla microphylla and Lemna polyrhiza on the growth and yield of maize hybrids. 2) know the best organic fertilizer for growth and yield of maize hybrids. The Research was carried out in Karanggintung, Ciwarak, Sumbang Sub District, Banyumas District at 110 m above sea level. The research was conducted from July to November 2012. This experimental used RCBD (Randomized Complete Block Design) which consisted of 5 tretments and 4 replication. The treatments employed were: Control; NPK fertilizer; 100% com manure; 60% Am manure + 40% cow manure; 60% Lp manure + 40% cow manure. Variable observed were plant height, cob lenght, cob diameter, plant fresh weight, root fresh weight, fresh weight of the canopy, plant dry weight, root dry weight, dry weight of the canopy, weight of cobs, weight of cobs without cornhusk, shelled dry weight and chlorophyll values. The results showed that all treatment provide a significantly effect compare to the control (NPK) to all variables observations. For the growth components (plant height, plant fresh weight, fresh weight crown, and root fresh weight),the best treatment was 100% manure. While the best production was achieved by treatments Lemna polyrhiza biomass based fertilizer with the results of 60.97 g / plant, equivalent to 1.74 tons / ha.
129345929G1B008118ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN TERI NASI PADA PENGRAJIN IKAN TERI NASI KOTA CILACAP TAHUN 2012Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan. Formalin adalah salah satu zat tambahan makanan yang dilarang. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi kandungan formalin dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kandungan formalin pada ikan teri nasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 63 pengrajin ikan teri nasi, sampel penelitian berjumlah 34 pengrajin ikan teri nasi di Kota Cilacap dan yang positif mengandung formalin sebanyak 16 sampel. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengambilan data melalui pemeriksaan laboratorium dan wawancara. Analasis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat (chi square). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara sikap dengan penggunaan formalin pada ikan teri nasi (p=0,015). Sedangkan tingkat pendidikan (p=1,000), tingkat pengetahuan (p=0,088) tidak menunjukkan adanya hubungan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan antara sikap pengrajin ikan teri nasi dengan penggunaan formalin. Dengan demikian dinas kesehatan melakukan pemeriksaan sampel ikan teri nasi yang diolah pada pengrajin ikan teri nasi Kota Cilacap secara kontinyu.The Fish is one of the many sources of animal protein consumed in the community. Preservation fish traditionally aim to reduce the water level in the body of fish. Formalin is one additional food banned substance. The purpose of this research is to identify the content of formaldehyde and factors related to the content of formaldehyde in anchovy rice. This study was an analytical study using cross-sectional approach. The population in this research totalled 63 craftsmen anchovy rice, a sample of 34 research anchovy rice craftsmen in the town of Cilacap and which a positive contain formaldehyde as many 16 sample. The sample in simple random sampling. Data capture through laboratory examination and interview. The data analysis including univariate analysis and bivariate analysis with chi square. The results of the bivariate analysis showed that there was relation between attitudes and the use of formalin on anchovy rice (p=0,015). While the level of education (p=1,000), the level of knowledge (p=0,088) showed no relation. The research concludes that there is a relationship between attitudes craftsmen anchovy rice with the use of formalin. Thus health service checks a sample of anchovy rice prepared on craftsman anchovy rice City Cilacap continuously.
129355930H1D008030Studi Kehandalan Data Curah Hujan Satelit TRMM 3B43 Terhadap Data In-Situ Di Wilayah Kabupaten PurbalinggaAnalisis Hidrologi merupakan masukan utama dalam perencanaan bangunan-bangunan teknik sipil. Indonesia secara umum mengalami berbagai permasalahan sumberdaya air yang membutuhkan peranan ilmu hidrologi dan anaisis hidrologi. Kendala dalam melakukan analisis hidrologi adalah kurang tersedianya curah hujan. Untuk mengatasi berbagai persoalan mengenai ketidaktersedian data curah hujan yang peranannya sangat penting maka perlu dialakukan alternatif pengguanaan data curah hujan yang berasal dari satelit TRMM. Satelit TRMM mempunyai pegukuran kontinyu bahkan real time serta mempunyai resolusi temporal dan spasial yang baik.
Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik data curah hujan In-Situ di wilayah Purbalingga, karakteristik data curah hujan satelit TRMM 3B43 di wilayah Purbalingga, pengujian kehandalan data curah hujan satelit TRMM terhadap data in-situ di wilayah Purbalingga.
Metode Pengambilan data bulanan satelit TRMM 3B43 diperoleh dengan cara mengunduh secara gratis dari halaman satelit TRMM. Pengambilan data curah hujan in-situ diperoleh dari balai PSDA sungai Serayu-Citanduy. Data in-situ yang diperoleh berupa data harian. Tahap ploting koordinat titik lokasi data hujan untuk menandai lokasi titik hujan pada peta topografi. Pembuatan peta topografi menggunakan software mapinfo. Data analisis dengan cara statistik.
Hasil dari penelitian ini adalah nilai curah hujan maksimum pada data hujan satelit berada pada bulan oktober tahun 2009 sebesar 832mm/jam. Nilai curah maksimum data in-situ berada pada bulan november tahun 2011 sebesar 989 mm/bulan. Nilai koefisien korelasi atau r, terbesar tahun 2008 yaitu sebesar 0.8798, sedangkan untuk nilai r terkecil berada pada tahun 2011 yaitu sebesar 0.743. Data satelit TRMM 3B43 ini sudah cukup baik.
Hydrology of analysis is the main input in the planning of civil engineering structures. Indonesia is general experience a variety of water resurces issues that require analysis role of science and hydrology. Difficulties in implementing the hydrologic analysis is the lack of rainfall. To address the question of the rainfall data have role is very important that is necessary to alternate is done to using rainfall data from the TRMM satellite. TRMM satellite has continuous real time and even has a temporal and spatial resolution is good
The research objective was to determine the characteristics of rainfall data in the In situ Purbalingga, the characteristics of satellite rainfall data in region Purbalingga TRMM 3B43 reliabilty testing.
TRMM satellite rainfall data against the data in-situ in the Purbalingga. TRMM satellite data retrieval monthly 3B43 obtained by downloading it for free from the TRMM satellite page. Retrieval of rainfall data obtained from in situ Citanduy searyu river. In situ data obtained in the from of daily data. Phase plotting the location coordinates of the point rainfall data for marking the location or raindrops on topocrapics maps. Making topographic maps using mapinfo software
Data analysis by means ststistic. Maximum of value rainfall on satellite rainfall data was in October of 2009 amounted 832 mm/jam. The maximum value of bulk in situ data is located in November of 2011 amounted to 989 mm/month. Correlation coefficient or r, the biggest of 2008 in the amount 0f 0.8789, whilw for the smallest r values are in 2011 is equal to 0.743. TRMM satelitedata is approviate.
129365931E1A007365TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Brebes Nomor: 152/Pid.Sus/2011/PN.Bbs)Sistem peradilan pidana anak berbeda dengan sistem peradilan pidana bagi orang dewasa dalam berbagai segi. Peradilan pidana anak meliputi segala aktivitas pemeriksaan dan pemutusan perkara yang menyangkut kepentingan anak, penjara bukanlah tempat yang tepat bagi pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Terdakwa yang masih anak-anak seharusnya dilindungi dan untuk menghindari perampasaan kemerdekaan dari si anak dan stigma buruk di masyarakat seharusnya terdakwa tidak dijatuhi pidana melainkan tempat rehabilitasi.
Unsur-unsur tindak pidana yang telah terbukti dalam pemeriksaan persidangan pada perkara nomor 152/Pid.Sus/2011/PN.Bbs, telah sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 Pasal 114 ayat 1 yaitu unsur-unsur:
a. Setiap orang
b. Tanpa hak atau Melawan hukum
c. Menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I
Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dalam perkara nomor 152/Pid.Sus/2011/PN.Bbs adalah berdasarkan kewenangan mengadili, telah memenuhi unsur-unsur pidana yang didakwakan, dan telah dipertimbangkan hal-hal yang meringankan dan memberatkan atas diri terdakwa, serta berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana di atur dalam Pasal 184 ayat 1 KUHAP.
Juvenile justice system is different from the criminal justice system for adults in many respects. Juvenile justice includes all inspection activities and termination cases that concern the interests of children, prison is not the right place for the criminal misuse of narcotics. Defendants who were children should be protected and to avoid perampasaan independence of the child and the bad stigma in the community should the defendant is not sentenced to rehab instead.
Elements of the crime have been proven in the proceedings in case number 152/Pid.Sus/2011/PN.Bbs, in accordance with Law No. 35 of 2009 Article 114 paragraph 1 of the following elements:
a. Everyone
b. Without rights or against legal
c. Offering for sale, selling, buying, receiving, being an intermediary in the sale and purchase, exchange or give narcotics Category I
Basic considerations in imposing criminal judge in the case 152/Pid.Sus/2011/PN.Bbs number is based on the authority to adjudicate, in compliance with the criminal elements of the charges, and have considered the aggravating and mitigating circumstances upon the defendant, as well as by evidence as provided for in Article 184 paragraph 1 of the Criminal Procedure Code.
129375933C1A008095EFISIENSI USAHA PEMBUATAN GETHUK GORENG DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS PERIODE DESEMBER 2012Penelitian ini berjudul : Efisiensi Usaha Pembuatan Gethuk Goreng Di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi usaha pembuatan Gethuk Goreng di Kecamatan Sokaraja, mengetahui tingkat skala penggunaan faktor produksi terhadap hasil (return to scale).
Hipotesis penelitian ini adalah Usaha pembuatan gethuk goreng di Kecamatan Sokaraja secara ekonomis sudah efisien. Tingkat skala penggunaan faktor produksi terhadap hasil (return to scale) pada industri kecil getuk goreng di Kecamatan Sokaraja bersifat semakin meningkat (Increasing return to scale).
Penelitian ini dilakukan dengan menyebar kuesioner kesemua populasi (sensus). Alat analisis yang digunakan adalah perhitungan biaya dan pendapatan(R/C), Nilai Produk Marginal (NPM) faktor produksi X.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa usaha pembuatan gethuk goreng di Kecamatan Sokaraja secara ekonomis sudah efisien sebesar Rp.1,467. Menunjukan tingkat skala penggunaan faktor produksi terhadap hasil (return to scale) pada industri kecil getuk goreng di Kecamatan Sokaraja bersifat semakin (increasing return to scale).
Implikasi penelitian ini bahwa usaha pembuatan gethuk goreng di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas bisa terus dikembangkan karena menguntungkan dan efisien. Maka cara untuk memaksimalkan keuntungan dan produksi gethuk goreng yaitu dengan menambah jumlah bahan baku dan jumlah tenaga kerja.
The study is titled: Business Efficiency gethuk goreng Sokaraja In Banyumas district. The research objective is to determine the level of efficiency in the business of making Gethuk goreng Sokaraja district, determine the level of scale to the results of the use of production factors (returns to scale).
The hypothesis of this study is in the business of making gethuk goreng Sokaraja District is economically efficient. Level scale use of production factors on outcome (return to scale) getuk goreng in small industry in the district is increasing Sokaraja (Increasing returns to scale).
This research was conducted with questionnaires spread all population (census). Analysis tool used is the calculation of costs and revenues (R / C), Value Marginal Product (NPM) factor production X.
The conclusion of this study that the business of making gethuk goreng in District Sokaraja already economically efficient Rp.1, 467. Scale indicates the level of utilization of production factors on outcome (return to scale) on the small industries in the district Sokaraja gethuk goreng are growing (increasing returns to scale).
The implications of this study that the business of making gethuk goreng Sokaraja fried in Banyumas district could be developed for profitable and efficient. Then how to maximize profits and production gethuk goreng namely by increasing the number of raw materials and labor.
129385937C1A008115FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN WISATAWAN DI WANA WISATA CURUG CIPENDOK (Desa Karang Kec. Cilongok Kab. Banyumas)Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan Di Wana Wisata Curug Cipendok (Desa Karang Tengah Kec. Cilongok Kab. Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor pelayanan, sarana prasarana, ODTWA, dan keamanan secara bersama-sama (simultan) terhadap keinginan berkunjung kembali ke Wana Wisata Curug Cipendok dan untuk mengetahui faktor mana diantara keempat faktor tersebut di atas yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap keinginan berkunjung kembali ke Wana Wisata Curug Cipendok.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dengan melakukan wawancara langsung kepada responden yang akan dijadikan sampel untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan bantuan kuesioner atau daftar pertanyaan. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada skala model Likert. Skala berisi sejumlah pernyataan yang menyatakan obyek yang hendak diungkap. Penskoran atas kuesioner skala model Likert yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada lima alternatif jawaban, yakni Sangat Baik (5), Baik (4), Cukup Baik (3), Tidak Baik (2), Sangat Tidak Baik (1). Teknik analisis data menggunakan Regresi Berganda, sampel berjumlah 100 orang yang diambil dengan teknik sampel eksidental.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, variabel faktor pelayanan, sarana prasarana, ODTWA, dan keamanan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keinginan berkunjung kembali ke Wana Wisata Curug Cipendok. Selanjutnya faktor pelayanan, sarana prasarana, dan ODTWA secara parsial mempunyai pengaruh signifikan (nyata) terhadap keinginan berkunjung kembali ke Wana Wisata Curug Cipendok. Sedangkan faktor kemanan secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan, faktor pelayanan mempunyai pengaruh paling besar terhadap keinginan berkunjung kembali ke Wana Wisata Curug Cipendok.
Implikasi pada penelitian ini adalah perlu adanya perbaikan mengingat tidak semua sarana prasarana yang tersedia dalam kondisi baik. Obyek yang menjadi daya tarik utama adalah air terjun dan keindahan alam, untuk itu secara bersama-sama baik pengelola maupun pengunjung harus dapat menjaga dan memelihara kelestarian hutan. Dalam hal pelayanan, perlu dilakukan monitoring dan pengarahan rutin terkait sikap, keramahan, dan kecepatan kepada petugas pengelola Wana Wana Wisata Curug Cipendok. Mengingat keamanan mempunyai pengaruh yang penting menyangkut kenyamanan selama berada di Wana Wisata Curug Cipendok, maka dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung perlu diciptakan atau diupayakan situasi dan kondisi yang kondusif. Pemasaran Wana Wisata Curug Cipendok harus lebih ditingkatkan lagi, untuk lebih meningkatkan jumlah pengunjung.
This research is entitled “The Factors which Influence Visiting Rate in Wana Wisata Curug Cipendok (Water Fall Tourism Object) in Karang Tengah Village, Cilongok District, Banyumas County”. The objective of this research is to measure the influence of services, facilities, and ODTWA (the operational object and natural attraction) and safety simultaneously to the tourist expectation to revisit Wana Wisata Curug Cipendok and to know what factor from four factors above which has biggest influence to the tourist expectation to revisit it.
The research method used is survey by interviewing directly to the respondents who are the sample to collect data needed by giving them written questions. The questions are based on Likert’s scale model. The scale consists of some questions related to the object. The scoring of the Likert’s scale model relates to five alternative answers, (5) very good, (4) good, (3) good enough, (2) bad, (1) very bad. The technique of data analysis uses multiple regression analysis with 100 people as sample by accidental sampling technique.
The result of this research shows that service, facility, ODTWA, and safety variable simultaneously have significant influence to the tourist expectation to revisit Wana Wisata Curug Cipendok. Next, services, facilities, and ODTWA partially significantly real influence to the tourist’s expectation to revisit Wana Wisata Curug Cipendok. On the other hand, safety partially does not have significant influence. In addition, service is the most influencing factor.
The implication of this research is problems in facilities have to be fixed as there is still bad facility. The most beautiful objects are the water fall and the natural beauty so that the organizers and tourists have to maintain and nurture it well. In the term of service, the performance of organizers has to be monitored about their attitude, hospitality, and agility. The safety is still important as it relates to tourist’s convenience so that to increase tourists, comfort and safety have to be created. The marketing should be intensively done by the organizer.
1293916276H1G012014STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON PADA TAMBAK BANDENG YANG TERPOLUSI LIMBAH CAIR TEKSTIL DI DESA MULYOREJO KABUPATEN PEKALONGAN JAWA TENGAHPenelitian ini berjudul “Struktur Komunitas Fitopankton Pada Tambak Bandeng Yang Terpolusi Limbah Cair Tekstil di Desa Mulyorejo Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas fisika-kimia perairan, struktur komunitas fitoplankton, dan hubungan kualitas fisika-kimia perairan terhadap struktur komunitas fitoplankton pada tambak bandeng di Desa Mulyorejo Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel Stratified Random Sampling terdiri dari empat stasiun dengan enam kali ulangan. Data dianalisis secara deskriptif komparatif, menggunakan indeks dan uji F, serta regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa parameter yang telah melebihi standar baku mutu untuk kehidupan biota diantaranya temperatur, TSS, dan kekeruhan. Penetrasi cahaya, pH, nitrat, dan ortofosfat masih memenuhi standar baku mutu untuk kehidupan biota perairan. Kelimpahan fitoplankton pada pertambakan di Desa Mulyorejo Pekalongan tergolong perairan oligotrofik. Hubungan antara kualitas perairan dengan kelimpahan fitoplankton pada tambak di Desa Mulyorejo memiliki korelasi positif antara kelimpahan fitoplankton dengan ortofosfat dan penetrasi cahaya.This research entitled “Structure of Phytoplankton Community which contaminated by textile waste in ponds at Mulyorejo village Pekalongan Central Java”. The purpose of this research to know the physico-chemical quality of waters, structure of phytoplankton community, and relationship betwen physico-chemical quality of waters with structure of phytoplankton community. This research conducted by survey method with stratified random sampling on four stations with six replications. The data then analyzed by descriptive comparative, used the index and F-test, and then multiple regression. The results there are some parameters that have exceeded quality standars for biota like temperature, TSS, and turbidity. The penetration of light, pH, nitrate, and orthophosphate still meet quality standars for aquatic biota. The abudance of phytoplankton in the ponds at Mulyorejo village classified as oligothrophic waters. The relationship between the quality of waters with an abudance of phytoplankton in the ponds has a positive correlation with orthophosphate and light penetration.
1294016277H1E012013APLIKASI METODE GEOLISTRIK UNTUK MENGETAHUI SEBARAN DAN KEDALAMAN BATUBARA DI DESA DATAR KECAMATAN DAYEUHLUHUR KABUPATEN CILACAPPenelitian menggunakan metode geolistrik telah dilakukan untuk mengetahui struktur batuan bawah permukaan serta sebaran dan kedalaman batubara di Desa Datar Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Wenner sebanyak 3 lintasan dan Schlumberger sebanyak 2 lintasan dengan panjang masing-masing 80 m. Hasil inversi pada penampang 2D konfigurasi Wenner terdapat tiga lapisan pada setiap penampang yang terdiri dari tanah penutup (top soil) dengan nilai resistivitas 89,45-422,00 ohm.m, batubara muda (lignite) dengan nilai resistivitas 32,40-89,44 ohm.m dan lempung dengan nilai resistivitas 0,076-36,10 ohm.m. Hasil inversi pada penampang log 1D konfigurasi Schlumberger terdapat tiga lapisan pada masing-masing penampang yang terdiri dari tanah penutup (top soil) dengan nilai resistivitas 136,47-177,09 ohm.m, batubara muda (lignite) dengan nilai resistivitas 33,82-42,06 ohm.m dan lempung dengan nilai resistivitas 8.59-31.07 ohm.m. Kedalaman rata-rata batubara antara 3 m yang tersebar dari arah selatan ke utara pada area survei.
Kata kunci: Batubara, metode geolistrik, konfigurasi Schlumberger, konfigurasi Wenner, resistivitas.
Research using geoelectrical method has been conducted to determine the subsurface rock structures and the distribution and depth of coal in the Datar’s village Dayeuhluhur’s district of Cilacap’s regency. The array used in this method is the Wenner array as much as 3 lines and Schlumberger array as much as 2 lines with a length each of 80 m. The results inversion in cross section 2D Wenner array, there are three layers on each cross-section consisting of overburden (top soil) with resistivity values from 89.45-422.00 ohm.m, coal (lignite) with resistivity values from 32.40-89.44 ohm.m and clay with resistivity values from 0.076-36.10 ohm.m. The results inversion in the log cross section 1D Schlumberger array, there are three layers on each cross-section consisting of overburden (top soil) with a resistivity value of 136.47-177.09 ohm.m, coal (lignite) with a resistivity value of 33.82-42.06 ohm.m and clay with resistivity values 8.59-31.07 ohm.m. The average depth of coal between 3 m spread from south to north in the survey area.
Keywords: Coal, geoelectrical method, Schlumberger array, Wenner array, resistivity.