Artikelilmiahs

Menampilkan 12.801-12.820 dari 49.594 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
128015541H1L008052SISTEM INFORMASI PENJUALAN BERBASIS WEB Pengolahan data dan transaksi penjualan barang pada Toko Komputer Mullcomp Bekasi kuarang efektif karena masih menggunakan proses manual berupa penulisan pada buku transaksi penjualan serta penyimpanan arsip penjualan yang tidak teratur. Dengan adanya sistem informasi tersebut pengelolaan data barang dan transaksi penjualan barang yang ada pada toko komputer ini dapat diolah dan diproses dengan lebih mudah,Data processing and the sale of items at Computer Store Mullcomp Bekasi still using manual processes of writing on the book of sales transactions well as archival storage irregular sale. The owner of the computer store Mullcomp Bekasi need an information system that can help the process of data management and the sale of items for processing such data.
128025816E1A009235PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN KERJASAMA PEMBANGUNAN JARINGAN LISTRIK PERUMAHAN PASIR LUHUR PERMAI (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan No. 39/Pid.B/2008/PN.Pwt)ABSTRAKSI
Putusan pengadilan merupakan hasil musyawarah hakim berdasarkan penilaian dari surat dakwaan dihubungkan dengan segala sesuatu yang terbukti dalam pemeriksaan di sidang pengadilan. Menurut KUHAP ada 3 (tiga) bentuk putusan pengadilan yaitu putusan bebas (Pasal 191 ayat (1) KUHAP), putusan lepas dari segala tuntutan hukum (Pasal 191 ayat (2) KUHAP), dan putusan pemidanaan (Pasal 193 ayat (1) KUHAP). Dalam penjelasan mengenai ketentuan yang diatur dalam Pasal 191 ayat (1) KUHAP dikatakan, bahwa yang dimaksud perbuatan yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dalam putusan bebas adalah tidak cukup terbukti menurut penilaian hakim atas dasar pembuktian dengan menggunakan alat bukti menurut ketentuan hukum acara pidana ini. Putusan pengadilan yang membebaskan terdakwa diantaranya adalah putusan hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dengan nomor register perkara 39/Pid.B/2008/PN.Pwt yang mana Penuntut Umum mendakwa terdakwa dengan dakwaan alternatif yakni melanggar Pasal 378 Undang-undang No. 1 tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau Pasal 372 Undang-undang No. 1 tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi nomor 69/PUU-X/2012 meskipun dalam amar putusan tidak dicantumkan mengenai penahanan tetapi jaksa sebagai eksekutor berdasarkan Pasal 270 KUHAP harus tetap mengeksekusinya dan putusan tersebut tidak batal demi hukum. Penuntut Umum atau terdakwa dapat mengajukan upaya hukum kasasi terhadap putusan bebas hal ini diperkuat dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi nomor 114/PUU-X/2012 selain itu Jaksa Agung berdasarkan Pasal 259 ayat (1) KUHAP dapat mengajukan kasasi demi kepentingan hukum.














Abstrak
Court decision is the result of judge’s discussion by considering the accusation and corelate it with everything have been proven in the court session. According to Indonesian Law Procedure or KUHAP, there are three form of decision, those are free decision (Article 191 clause 1 KUHAP), release of any accusation 9Article 191 clause 2), and condemnation decision (Article 193 clause 1 KUHAP). The explanation about Article 191 clause 1 KUHAP define that the unproven accusated act is the accusation that not properly proven according to the judges appraisal based on the authentication session that perform the evidence instruments in KUHAP. One of the case that released the defendant from the accusation is a case that has been presided in Purwokerto Court with the register number 39/Pid.B/2008/PN.Pwt. In this case, the general prosecutor accusated the defendant with alternative accusation those are: against the rule of Article 378 Act 1/1946 (KUHP) or Article 372 Act 1/1946 (KUHP).
Based on the Constitution Court Number 69/PUU-X/2012, eventhough in the decision injuction there’s no command about the restraining order, but the prosecutor as the executor based on Article 270 KUHAP should release the defendant and the decision is not legally null. The prosecutor or defendant can propose the appeal to the supreme court for the free decision based on the Supreme Court decision number 114/PUU-X/2012. The Attorney General also can propose the appeal for the sake of law based on Article 259 clause 1 KUHAP.
Keyword: Free Decision, Court Session, Judge Decision
128035800H1G009029EFEK LETAL (LC50-96 jam) DAN SUBLETAL EKSTRAK DAUN KAYU PUTIH TERHADAP IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50-96 jam senyawa ekstrak daun kayu putih terhadap ikan mujair serta melihat efek subletal dengan mengamati perubahan jumlah eritrosit, leukosit dan hematokrit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dibagi menjadi 3 tahapan yaitu uji pendahuluan, uji toksisitas letal (LC50-96 jam), dan uji toksisitas subletal. Data yang diperoleh dari uji toksisitas letal dianalisis menggunakan analisis probit dan data uji toksisitas subletal dianalisis menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50-96 jam senyawa ekstrak daun kayu putih terhadap ikan mujair adalah 191,642 mg/L. Pengaruh subletal dari senyawa ekstrak daun kayu putih terhadap ikan mujair yaitu terjadi peningkatan jumlah eritrosit, jumlah leukosit, dan hematokrit seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak daun kayu putih yang diberikan.The research aimed to find out LC50-96 h of eucalyptus leaf extract compound on Oreochromis mossambicus and the effect of lethal and sublethal of Eucalyptus leaf extract compound on of erythrocyte, leucocyte and hematocryte changes. An experimental method used in this study a completely randomized design (CRD). The research is divided into 3 stages: preliminary test, lethal toxicity test (LC50-96 hours), and sublethal toxicity tests. Data from the lethal toxicity tests were analyzed using probit analysis and sublethal toxicity test data were F-tested. Research results showed that 96-h LC50 of compound extract of eucalyptus leaves to the tilapia fish was 191.642 mg/L. Sublethal eucalyptus leaf extract concentration caused an increasing number of erythrocyte, leucocyte counts, and hematocryte with increasing concentrations of eucalyptus leaf extract is given of tilapia.
128045801A1M008038PENGARUH PROPORSI TEPUNG DAN WAKTU PERENDAMAN PADA PEMBUATAN TEPUNG JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK
ROTI MANIS

Tepung jagung dapat digunakan sebagai pensubtitusi terigu pada pembuatan roti manis. Untuk mendapatkan karakteristik roti yang baik, terutama sifat sensoris perlu modifikasi pembuatan tepung jagung. Proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat diharapkan dapat memperbaiki karakter sensoris roti manis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kombinasi waktu perendaman jagung dalam media perendaman bakteri asam laktat (Lactobaccilus bulgaricus) dan proporsi tepung jagung termodifikasi : terigu terhadap sifat fisikokimia roti manis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 kombinasi perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan roti manis kombinasi terbaik yaitu P4T3. Perlakuan perendaman 48 jam dengan proporsi tepung jagung 40% dan terigu 55% (P4T3) menghasilkan kadar air 20,66% bk, kadar abu 1,71% bk , kadar lemak 9,04% bb, protein total 8,5%, tingkat kelunakkan 7,58 mm/gram/detik volume pengembangan 3,04 %, tekstur 3,05 (lunak), keseragaman pori 3,05 (seragam), warna daging roti 3,29 (kuning), rasa 3,18 (enak) dan kesukaan 3,39 (suka).
Corn flour can be used as a substitution on the making of sweet bread. To get the characteristics of bread, especially sensory properties, it need modifications in the manufacture of corn flour. The process of fermentation using lactic acid bacteria is expected to improve the sensory characteristics of sweet bread. The purpose of this study was to determine the influence of the interaction between time soaking corn flour in the immersion solution lactic acid bacteria (Lactobacillus bulgaricus) and the proportion of modified corn starch on the properties of physicochemical sweet bread. This study used a Randomized Design Group (RAK) factorial with 12 combination and three replicates. The results showed that best corn milk was T4P3, which had 20,66 (db) of moisture content, ash 1,71% (db), fat content 9,04% (wb), total protein 8,5% (db), carbohydrates 60,07%, sugars seducing 9,66% (db), toughness 7,58 mm/gram/second and the volume development of 304,4%. The sensory properties of breads were soft texture (3,05), uniform porosity (3,05), crust brown (3,8), crumb was yellow (3.29), flavor was yummy (3,18) and like by panelist (3,39).
128055802E1A109078TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA ANAK DALAM PERSIDANGAN (Studi Putusan No:18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt)ABSTRAK


Keterangan terdakwa adalah salah satu alat bukti sebagaimana yang diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Dalam persidangan sering dijumpai bahwa terdakwa mencabut keterangan yang diberikannya di luar persidangan atau yang dimuat dalam Berita Acara Penyidikan (BAP). Hakim dalam menilai alasan pencabutan keterangan terdakwa tidak boleh menolak ataupun menerima begitu saja alasan pencabutan, seperti keterangan terdakwa diberikan oleh seorang Anak pada Putusan Nomor: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Aspek-aspek hukum yang dibahas dalam penulisan hukum ini adalah mengenai pencabutan keterangan terdakwa anak menurut Putusan Nomor: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt serta nilai kekuatan pembuktian terhadap pencabutannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Mengenai aspek-aspek hukum yang dibahas tersebut, dianalisis dengan doktrin dan pasal-pasal dalam KUHAP yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas. Hasil penelitian yang diperoleh, pertama mengenai pencabutan keterangan terdakwa anak menurut Putusan Nomor: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. adalah tidak dapat dibenarkan, namun dapat digunakan sebagai pembantu menemukan alat bukti. Mengenai masalah yang kedua, Nilai kekuatan pembuktian terhadap pencabutan keterangan terdakwa anak dalam persidangan berdasarkan Putusan Nomor: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt yaitu mempunyai sifat nilai kekuatan pembuktian bebas, artinya bebas menilai kebenaran yang terkandung dalam keterangan terdakwa.

ABSTRACT


Testimony of the defendant is one of the evidence as set out in Article 184 paragraph (1) KUHAP. Frequently encountered in the trial that the defendant revoked rendered outside the hearing or contained in the Minutes of Investigation (BAP). Judge in assessing the defendant's reasons for revocation information should not blindly accept or reject the revocation reason, such as a description of the accused given by the Decision No. Kids: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Legal aspects are discussed in the writing of this law is the repeal of the testimony of the defendant children by Decision Number: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt and value the strength of evidence against the revocation. The method used in this study is normative. Regarding the legal aspects are discussed, analyzed with the doctrines and articles of KUHAP relating to the issues to be discussed. The results obtained, the first description of the revocation of the defendant's children by Decision Number: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt is not justifiable, but can be used as an auxiliary finding evidence. Regarding the second issue, value the strength of evidence against the accused child's testimony in revocation proceedings under Decision Number: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt that nature has value independent probative force, means they are judging the truth contained in the testimony of the defendant.
128065803E1A009023PERANAN ADVOKAT DALAM PROSES PERMOHONAN PRAPERADILAN (STUDI DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SEMARANG)ABSTRAK
Praperadilan adalah upaya hukum yang memberikan hak kepada tersangka, kuasa hukum atau keluarganya dalam kaitannya dengan fungsi hukum acara pidana dan tujuan praperadilan yakni untuk melindungi para tersangka dan terdakwa dari tindakan sewenang-wenang oleh aparat penegak hukum. Advokat sebagai kuasa dari para pihak memiliki peran dalam proses permohonan praperadilan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis peranan advokat dalam proses permohonan praperadilan di wilayah Pengadilan Negeri Semarang dan mengetahui dan menganalisis tingkat keberhasilan advokat dalam proses permohonan praperadilan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah Pengadilan Negeri Semarang. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data adalah data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui studi kepustakaan. Metode penyajian data dengan menggunakan teks naratif yang disusun secara sistematis sebagai kesatuan yang utuh. Metode Pengambilan informan dengan menggunakan Purposive Sampling dengan criterian based selection dan metode analisis data secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, bahwa peran advokat dalam proses permohonan praperadilan di wilayah Pengadilan Negeri Semarang telah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 namun tingkat keberhasilannya masih rendah karena dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.
ABSTRACT
Pretrial is a law remedy that gives a right to suspect, legal advisor or the family in the relation with procedural criminal law and the aim of pretrial to protect the suspects and the defendants from magisterial act of legal enforcement. Advocate as a companion from the parties has a role in pretrial petition process.
The aim of this research is for knowing and analyzing the role of advocate in pretrial petition process in court of Semarang areas and knowing and analyzing the success rate of advocate in pretrial petition process.
Approaching method that used in this research is socio-juridical and use descriptive research specification. The location of research is implemented in court of Semarang areas. The type and resources of data that used are primary data and secondary data. Data collecting method are primary data from interview and secondary data from literature study. Data serving method use narrative text that arranged systematically as an integrated unity. Interviewer taking method use purposive sampling with criterian based selection and data analyzing method with qualitative method.
Based on the result of research, that the role of advocate in pretrial petition process in court of Semarang areas has been accorded with the rule in law act number 18 year 2003 but the success rate is still low because it is influenced by particular factors.
128075805H1D007005PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN PENGISI PADA CAMPURAN HRS – WCJalan raya merupakan komponen utama dalam transportasi darat. Dalam proses pemeliharaan, kerusakan jalan kadang terjadi lebih dini dari masa pelayanan yang disebabkan oleh faktor manusia, faktor alam (air, perubahan suhu, cuaca, temperatur udara) dan faktor beban. Abu sekam padi merupakan limbah usaha batu bata merah rumahan yang potensial dan memiliki peluang sebagai alternatif campuran aspal pada suatu perkerasan jalan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan nilai karakteristik Marshall dengan menggunakan abu sekam padi sebagai filler Lataston Lapis Aus (HRS-WC). Karakteristik campuran yang akan diperiksa adalah sifat-sifat Marshall, yaitu Density, Stabilitas Marshall, Flow, VIM (Void In the Mix), VFB (Void Fill with Bitumen), VMA (Void Mix Aggregate), dan Marshall Quotient.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap I bertujuan mencari KAO dengan filler abu sekam padi. Marshall Tahap I menghasilkan nilai KAO 8,54% pada kondisi dry dan 8,6% pada kondisi soaked. Nilai stabilitas tertinggi 2093,99 kg dan MQ tertinggi 325,36 kg/mm pada kadar aspal 7,5%. Pada Tahap I terjadi ekstrapolasi kadar aspal sebesar +1,5% dan 2% untuk memenuhi nilai standar VIM yang berkisar antara 4%-6%.
Penelitian Tahap II dilakukan terhadap nilai KAO 8,6% dengan filler abu sekam padi. Pada Marshall Tahap II diperoleh stabilitas tertinggi 2355,7 kg, MQ tertinggi 330,10 kg/mm. Nilai density, flow dan VFB yang memiliki kecenderungan meningkat serta nilai VIM memiliki kecenderungan menurun. Tebal film aspal pada KAO 8,6% sebesar 12 µm dan prosentase Stabilitas Marshall sisa sebesar 95,06%.
Highway is main component in transportation. In the process of maintenance, road damage caused by human factors, natural factors (water, temperature changes, weather, air temperature) and load factor sometimes occurs earlier than service life. Rice husk ash is a waste of effort red brick home industries that has potential opportunities used as an alternative filler material in asphalt pavement.
This study aims to determine physical properties and characteristics value of Marshall by using rice husk ash as filler HRS-WC. Characteristics that will be examined are mixture of the properties of Marshall, Density, Marshall Stability, Flow, VIM (Void In The Mix), VFB (Void Fill with Bitumen), VMA (Void Mix Aggregate), and Marshall Quotient.
This research was conducted in two phases. First phase aims to determine KAO with rice husk ash filler. Marshall first phase obtained KAO value of 8.54% on dry conditions and 8.6% in the soaked condition. Highest stability value 2093.99 kg and highest MQ 325.36 kg /mm at 7.5% asphalt content. At the first phase, there was extrapolation occurs asphalt content by +1.5% and 2% to meet the standard VIM values ranging between 4% - 6%.
Second phase reasearch conducted at KAO value 8.6% with rice husk ash. Marshall second phase results obtained highest stability 2355.7 kg, highest MQ 330.10 kg / mm. Value of density, flow and VFB which has a tendency to increase and the value of VIM which have a tendency to decline. Thick asphalt films on KAO 8.6% at 12 µm and the rest of Marshall Stability percentage of 95.06%.
128085806A1M009045PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN CENGKEH, KULIT BUAH MANGGIS DAN DAUN SIRIH HIJAU TERHADAP WARNA DAN RASA GETIR GULA KELAPA CETAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak terhadap warna dan rasa getir gula kelapa cetak. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan rancangan acak kelompok. Faktor yang dikaji yaitu: 1) Jenis ekstrak, ekstrak daun cengkeh (E1); ekstrak kulit buah manggis (E2); ekstrak daun cengkeh dan kulit buah manggis (E3); ekstrak daun cengkeh dan daun sirih hijau (E4); ekstrak kulit buah manggis dan daun sirih hijau (E5); ekstrak daun cengkeh, kulit buah manggis dan daun sirih hijau (E6). 2) Jumlah penambahan ekstrak, 20 ml/L (K1); 40ml/L (K2); 60ml/L (K3) diulang sebanyak 2 kali. Analisis data menggunakan uji F dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambhan variasi jenis ekstrak tidak mempengaruhi warna dan rasa getir gula kelapa cetak sedangkan semakin banyak jumlah ekstrak yang ditambahkan akan menghasilkan gula kelapa cetak dengan skor warna yang semakin gelap (1,723) dan skor rasa getir yang semakin terasa (2,306).The objective of this research were to determine the influance of the adding of extract to the colour and taste bittirly of solidified coconut sugar. The research used experimental method with randomized block design. Factors that tried: 1) type of extract, which consisted of clove leaf extract (E1); mangosteen rind extract (E2); combination of clove leaf and mangosteen rind extract (E3); combination of clove leaf and green betel leaf extract (E4); combination of mangosteen rind and green betel leaf extract (E5); combination of clove leaf, mangosteen rind and betel leaf green extract (E6). 2) The additional of extracts, which consisted of 20 ml/L (K1); 40ml/L (K2); 60ml/L (K3) then repeated twice. The result showed that additional variety of an extract not influance to the colour and taste bittirly of solidified coconut sugar while the higher additional of extract made solidified coconut sugar getting dark (1.723) and more taste bittirly (2.306).
128095807D1E009095ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PETERNAK SAPI POTONG
DI KABUPATEN PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan peternak sapi potong di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian dilakukan dengan cara survey dan wawancara langsung kepada peternak. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu mengambil 3 Kecamatan yang mempunyai populasi sapi terbanyak antara lain Kecamatan Kemangkon, Kecamatan Kutasari, dan Kecamatan Mrebet. Tiap kecamatan kemudian dipilih desa yang banyak terdapat peternak sapi potong. Dari desa tersebut dipilih 20% secara random sampling. Sampel peternak tiap desa diambil dengan menggunakan metode simple random sampling. Analisis data menggunakan rumus Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga peternak (NTPRP).
Hasil penelitian peternak sapi potong di Kabupaten Purbalingga belum sejahtera karena Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Peternak (NTPRP <1) sebanyak 51.42% yang didominasi oleh petani dan buruh tani. Hasil panen petani tiap 4 bulan sekali dengan total pendapatan Rp 4.768.000 atau Rp 1.192.014 dalam satu bulan. Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Peternak (NTPRP <1) disebabkan oleh banyaknya petani yang bekerja sebagai buruh tani yaitu sebanyak 21% dengan rata-rata upah Rp 881.266 atau Rp 15.000 - Rp 20.000 perhari. Pendapatan peternak dalam setahun sekali saat idul adha sebesar Rp 1.962.295 atau jika dibagi 12 bulan pendapatanya bersihnya Rp 165.130 dengan kepemilikan rata-rata 2 ekor ternak sapi. Sedangkan pengeluaran yang dikeluarkan oleh peternak tersebut antara lain untuk konsumsi Rp 769.167 per bulan (69.4%), pendidikan Rp 183.333 per bulan (16.54%), kesehatan Rp 58.000 per bulan (5.24%), Listrik Rp 34.000 per bulan (2.51%), Lain-lain Rp 69.484 perbulan (6.27%).
Hasil analisis regresi terdapat hubungan antara jumlah keluarga, dan jumlah ternak yang dipelihara terhadap kesejahteraan peternak sapi potong dengan koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0.418. Sehingga H1 dan hipotesisnya dapat diterima. Sedangkan Tingkat pendidikan, pekerjaan peternak dari hasil analisis regresi tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kesejahteraan peternak.
The study was conducted to determine the level of well-being and the factors that affect the welfare of beef cattle farmers in Purbalingga. Methods of research conducted by survey and interviews directly to farmers. Sampling technique using purposive sampling took 3 District which has the largest cattle population include Kemangkon District, District Kutasari, and District Mrebet. Each district then selected villages there are many breeders of beef cattle. From 20% villages selected by random sampling. Samples were taken every village farmers using simple random sampling method. Analysis of the data using the formula Exchange Household Income breeder (NTPRP).
The results of beef cattle breeders in Purbalingga not prosper because Exchange Household Income Breeders (NTPRP <1) as much as 51.42%, which is dominated by farmers and farm workers. Farmers harvest every 4 months with a total revenue of Rp 4.768 million or Rp 1,192,014 in one month. Household Income Exchange Breeders (NTPRP <1) due to the many farmers who work as farm laborers is as much as 21% with an average wage of Rp 881,266 or Rp 15,000 - Rp 20,000 per day. Income of farmers in the once a year during Eid al-Adha is Rp 1,962,295 divided by 12 months or if its income net Rp 165,130 with an average ownership of 2 heads of cattle. While the expenditure incurred by farmers for consumption include Rp 769,167 per month (69.4%), education Rp 183,333 per month (16:54%), health Rp 58,000 per month (5:24%), Electricity Rp 34,000 per month (2.51%), other Rp 69,484 per month (6:27%). Results of regression analyzes the relationship between family size and the number of animals kept on the welfare of beef cattle breeders with a coefficient of determination (R2) obtained for 0418. So the hypothesis H1 and acceptable. While the level of education, occupation farmer from the results of the regression analysis did not significantly affect the level of welfare of farmers.
128105808H1D008022PEMBANGKITAN TEMPORAL DATA CURAH HUJAN BULANAN MENGGUNAKAN MODEL ARIMACabang ilmu yang mempelajari tentang air dan permasalahannya adalah Hidrologi. Hidrologi mempelajari perilaku hujan, terutama meliputi periode ulang curah hujan karena berkaitan dengan perhitungan banjir serta rencana untuk setiap bangunan teknik sipil antara lain bendung, bendungan dan jembatan. Salah satu hambatan dalam melakukan analisis hidrologi adalah ketersediaan data hujan yang kurang memadai, hal ini disebabkan karena alat pengukur hujan yang rusak atau karena kesalahan petugas pengukur hujan sehingga banyak dijumpai kekosongan data di stasiun hujan. Terputusnya rangkaian data jika hanya terjadi beberapa saat mungkin tidak akan menimbulkan masalah tetapi jika terjadi kurun waktu yang lama tentu saja akan menimbulkan masalah di dalam melakukan analisis.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kehilangan data curah hujan pada stasiun yang diteliti. Setelah itu dengan menguji kehandalan permodelan Auto Regressive Integrated Moving Average (ARIMA) dalam memperkirakan data curah hujan bulanan digunakan untuk memprediksi kekosongan data curah hujan bulanan di stasiun hujan tersebut.
Uji kehandalan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis ukuran statistic antara model ARIMA dengan data hujan terukur yang sudah tersedia selama 3 tahun. Analisis statistic yang digunakan adalah koefisien korelasi dan Root Mean Square Error (RMSE).
Model terbaik untuk membangkitkan data hujan di stasiun yang diteliti adalah model SARIMA (1,1,1) (1,1,1)12 . Model SARIMA (1,1,1) (1,1,1)12 cukup handal untuk membangkitkan data hujan dengan nilai kolerasinya sebesar 0,5917 dan nilai RMSEnya sebesar 6,5164 mm.
A science about water and its problem is called hydrolgy. It talkes about the rain behaviour, particularly about rainfall cycles since it is related with flood prediction and the designs of civil constructions such as dams and bridge. One of the problems in applying the hidrologi analysis is the incomplete rainfall data since raingauge station is damaged or the mistakes is done by the officer. If the missing data happens for a short period, it would not cause much trouble. On the other hand, it would be a big problem in analysing if it happens for a long time.
The aim of this research is to find out the missing precipitation data on the raingauge station studied. Afterward testing of the Auto Regressive Integrated Moving Average (ARIMA) is carried out for prediction of monthly rainfall data in order to fill in the missing rainfall data.
The reliability test is done by comparing the ARIMA models performers with a 3 year measured provided data. The statistic analyses used in this study are the correlation and Root Mean Square Eror (RMSE) and correlation coefficient.
The best model to generate monthly rainfall data in the study location is model of SARIMA (1,1,1) (1,1,1) 12. Model of SARIMA (1,1,1) (1,1,1) 12 show reliable enough to generate the rainfall data with 0,5917 correlation coeeficient and 6,5164 mm for the RMSE.
128115809A1M008077Pengaruh Penambahan Minyak Sawit Merah terhadap Sifat Sensori Gula Kelapa CetakGula kelapa cetak merupakan produk olahan dari nira kelapa. Penggantian minyak sayur dengan minyak sawit merah yaitu red palm oil (RPO) dan crude palm oil (CPO) pada proses pembuatan gula kelapa cetak diharapkan akan meningkatkan mutu dari gula kelapa cetak sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai gizi yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu:menentukan jenis dan jumlah penambahan minyak sawit serta kombinasi perlakuan terbaik antara jenis dengan jumlah penambahan minyak sawit merah yang tepat sehingga dihasilkan gula kelapa cetak dengan warna kuning kecoklatan, tekstur keras, dan rasa berminyak yang tidak terasa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah jenis minyak sawit merah (S) yang terdiri dari RPO (S1) danCPO (S2); jumlah penambahan minyak sawit merah (M) yang terdiri dari 3 ml/L nira (M1); 6 ml/L nira (M2); dan 9 ml/L nira (M3). Variabel sensori yang diamati meliputi warna, tekstur, rasa manis, rasa berminyak (oily taste), flavor dan kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan sifat sensori terbaik yaitu perlakuan jenis minyak sawit RPO dan jumlah penambahan minyak sawit merah 3ml/L nira (S1M1).Kombinasi perlakuan ini memiliki karakteristik sensori gula kelapa cetak sebagai berikut: warna kuning kecoklatan (skor 2,65); tekstur keras (skor 2,8); rasa manis terasa (skor 3,16); rasa berminyak agak terasa (skor 1,93); flavor enak (skor 2,94) dan tingkat kesukaan panelis yaitu suka (skor 3,06).
Solidified coconut sugar is processed product from coconut sap. The replacement of vegetable oil with red palm oil, which were red palm oil (RPO) and crude palm oil (CPO), in solidified coconut sugar making process was expected to increase the quality of solidified coconut sugar so resulted a product with a good nutrition value. The purpose of this research weredetermined the type of red palm oil, red palm oil addition amount, and best combine treatment between red palm oil types and the appropriate amount of red palm oil addition amount to produce a solidified coconut sugar with brownish yellow color, hard texture, and not noticeably oil taste.This research used an experimental method with Randomized Block Design that consist of 6 combine treatment with 4 repetitions. The tested factors were red palm oil types (S) which consist of RPO (S1), and CPO (S2), and red palm oil addition amount (M), which consist of 3 ml/L sap (M1), 6 ml/L sap (M2), and 9 ml/L (M3). The observed sensory variableswere consist of color, texture, sweetness, oily taste, flavor, and preference.The results showed that the combine treatment which produce a solidified coconut sugar with the best physical, chemical, and sensory properties was the treatment with RPO palm oil types and 3 ml/L sap red palm oil addition amount (S1M1). The sensory characteristic of this sugar were brownish yellow color (scale of 2.65), hard texture (scale of 2.8), noticeably sweetness (scale of 3.16), quite noticeably oily taste (scale of 1.93), delicious flavor (scale of 2.94), preference of like (scale of 3.06).
128125810H1G009030ADSORPSI LOGAM BERAT KROMIUM PADA BERBAGAI KONSENTRASI Cr DAN VARIASI UKURAN ADSORBEN SERBUK GERGAJI KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria)Penelitian yang berjudul “Adsorpsi Logam Berat Kromium pada Berbagai Konsentrasi Cr dan Variasi Ukuran Adsorben Serbuk Gergaji Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria)” telah dilakukan pada bulan Mei 2013. Perairan yang tercemar oleh logam berat Cr akan berdampak negatif bagi organisme perairan dan manusia yang berinteraksi langsung dengan peraian tercemar tersebut. Oleh karena itu keberadaannya di lingkungan terutama di perairan harus diminimalkan, salah satu caranya adalah dengan adsorpsi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan serbuk gergaji kayu sengon dalam mengadasorpsi logam berat Cr, konsentrasi Cr awal efektif, ukuran adsorben efektif dan sisa adsorpsi pada media percobaan. Kemampuan adsorpsi didapatkan dengan cara memvariasikan konsentrasi Cr 20, 40, 60, dan 80 mg/L dan ukuran adsorben 20, 40, dan 60 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk gergaji kayu sengon mampu mengadsorpsi logam berat Cr sebesar 0,617 mg/g dengan persentase adsorpsi sebesar 60,75%. Konsentrasi Cr 20 mg/L merupakan konsentrasi yang efektif. Ukuran adsorben 60 mesh merupakan ukuran yang efektif pada adsorpsi logam berat Cr oleh serbuk gergaji kayu sengon. Kadar logam berat Cr sisa adsorpsi serbuk gergaji kayu sengon masih berada di atas baku mutu lingkungan 1 mg/L.The research entitled “The Adsorption of Heavy Metal Chromium at Different Cr Concentration and Size Variation Sawdust Crested Wattle (Paraserianthes falcataria) Adsorbent” had been conducted on Mei 2013. Water contaminated with Cr leads negative impacts for aquatic organisms and humans in interaction directly with contaminated water. Therefore, its presence in environment, especially in waters should be minimized, e.g. with adsorption. This study was conducted to determine the ability of sawdust Crested Wattle to adsorb heavy metal Cr, effective Cr concentration, effective adsorbent size and the adsorption rest of media experiments. Adsorption capacity obtained by varying Cr concentration of 20, 40, 60, and 80 mg/L and adsorbent sizes were 20, 40, and 60 meshes. The results showed that Crested Wattle sawdusts were able to adsorb heavy metals Cr of 0.617 mg/g with a percentage adsorption of 60.75%. Cr concentration 20 mg/L is an effective concentration. Adsorbent size 60 mesh Crested Wattle sawdust was effective to adsorb heavy metal Cr. Levels of heavy metals Cr adsorption of residual sawdust remained above environmental quality standard of 1 mg/L.
128135811H1L008026MODUL PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGADAAN BUKU MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DAERAH BANJARNEGARAPerpustakaan umum daerah merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh sebuah daerah sebagai sarana pendukung dan penunjang bagi masyarakatnya. Keberadaan Perpustakaan umum daerah tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat membantu meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan. Salah satu cara untuk meningkatkan fungsi dari perpustakaan adalah dengan mengimplementasikan sistem pengolahan data yang efektif dan efisien. Sistem informasi perpustakaan merupakan cara mengoptimalisasikan pengolahan data yang tepat. Selain menjadi sistem pengolahan data, sebuah sistem informasi perpustakaan juga bisa didukung dengan sebuah modul pendukung keputusan sebagai penunjang untuk menentukan sebuah keputusan. Salah satunya adalah modul pendukung keputusan untuk membantu melakukan pengadaan buku di perpustakaan. Modul pendukung keputusan pengadaan buku berfungsi untuk membantu petugas perpustakaan dalam memutuskan kategori buku yang akan dibeli. Modul pendukung keputusan ini dibuat dengan menggunakan visual basic 6.0. Metode yang digunakan adalah analytical hierarchy process (AHP). Metode pengembangan yang digunakan adalah metode pengembangan waterfall.Public area library is one of the facilities provided by a local as a support media for their. The existence of the local public library is very useful for the society because it can help improve insight and knowledge. On of way to improve the function of the library is by appropriating data processing system effective and efficient. Library information system is a proper way to optimize the data processing. Besides as a data processing system, library information system can also be supported by a decision support module. One of them is decision for books providing in the library. Book providing decision support module help librarians decide which books category will then be bought. Decision support module is built using Visual Basic 6.0. The method used is analytical hierarchy process (AHP). The development method used is waterfall development method.
128145812E1A007018KEWENANGAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DALAM MENGAUDIT KERUGIAN NEGARA BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS FUNGSI, KEWENANGAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA PEMERINTAH NON DEPARTEMENReformasi telah memberikan dampak yang signifikan bagi Indonesia. Tidak hanya pada pemegang kekuasaan tetapi reformasi juga telah mengubah sistem pengawasan dan tata pemerintahan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah salah satu lembaga pengawas internal pemerintah yang memegang peranan penting dalam pengawasan. BPKP adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang merupakan lembaga yang bekerja berdasarkan permintaan dari presiden dan wajib melaporkan hasil kerjanya kepada presiden berdasarkan ketentuan peraturan perundang-udangan yang berlaku.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitis, Sumber Data, Data primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan Data dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian Data disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Kewenangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dalam mengaudit Kerugian Negara berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yaitu terdapat dalam Pasal 52 huruf F yang menjelasakan bahwa BPKP dalam mengaudit Kerugian Negara dapat melakukan beberapa hal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Reforms have a significant impact for Indonesia. Not only the authority but also the reform has changed the system of oversight and governance. Financial and Development Supervisory Agency (BPK) is one of the government's internal watchdog agency that plays an important role in surveillance. BPK is a Non Government Organization which is an organization that works on the request of the president and shall report the results of its work to the President under the provisions of laws and regulations that apply crustaceans.
The method used in this study is a normative juridical approach, the specification of research is descriptive research, Data Sources, Data primary, secondary and tertiary methods of data collection in this study with an inventory of legislation, documentation and study of literature, Data presentation methods presented in the form of narrative text, and analytical methods used are qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model.
Authority of the Financial and Development Supervisory Agency in State Losses audit by Indonesian Presidential Regulation No. 64 Year 2005 concerning the Position, Duty, Function, Authority, Organizational Structure and Administration of the Department of Non-Government Institutions contained in Article 52 of the letter F which identifies that the BPK audit Losses country can do some things in accordance with the provisions of the legislation in force.
128155804H1G009052EFEK LETAL (LC50-96 jam) DAN SUBLETAL EKSTRAK DAUN KAYU PUTIH TERHADAP IKAN BANDENG (Chanos chanos)Konversi hutan mangrove menjadi hutan kayu putih menjadi salah satu penyebab kerusakan pada ekosistem mangrove. Salah satu daerah yang melakukan konversi tersebut yaitu Kelurahan Kutawaru, Cilacap, Jawa Tengah. Konversi tersebut menimbulkan masalah berupa penurunan hasil produksi tambak yang berdekatan dengan hutan kayu putih. Ikan yang biasa dibudidayakan di daerah tersebut adalah ikan bandeng. Oleh karena itu, diperlukan bioassay pada ikan bandeng mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan oleh kayu putih. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang meliputi uji pendahuluan terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan, uji letal terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan, dan uji subletal terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan bahan uji berupa ekstrak daun kayu putih. Data yang diperoleh dari uji letal dianalisis menggunakan analisis probit. Data uji subletal dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50-96 jam ekstrak daun kayu putih terhadap ikan bandeng adalah 71,45 ppm. Pengaruh subletal ekstrak daun kayu putih pada profil darah ikan bandeng menyebabkan peningkatan dan penurunan jumlah eritrosit, peningkatan jumlah leukosit, dan penurunan kadar hematokrit.Mangrove forests conversion into eucalyptus causes mangrove ecosystem damage, for example in Kutawaru village, Cilacap, Central Java. The conversion raises the problem of decreased production ponds adjacent to eucalyptus forests. Fish commonly cultivated in the region are milk fish. Therefore, it is necessary to analyze bioassay of the impact caused by eucalyptus on given fish. This research was conducted with an experimental method using completely randomized design (CRD), including a preliminary test consisted of 6 treatments in triplicates, lethal test consisted of 6 treatments in triplicates, and sublethal test consists of 5 treatments in quintuplicate with the test material in the form of eucalyptus leaf extracts. Data from lethal test were analyzed using probit analysis. Sublethal test data were analyzed using ANOVA and followed by Least Significant Difference (LSD) Test, then described. The results showed that 96-h LC50 of eucalyptus leaf extracts against milk fish was 71.45 ppm. Sublethal effect of eucalyptus leaf extract on blood profile milkfish cause an increase and a decrease in the number of erythrocytes, an increase in the number of leukocytes, and a decrease of hematocrit.
128165815D1E009003PROFIL KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI PEJANTAN LIMOUSIN DENGAN UMUR YANG BERBEDA DI BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG JAWA BARATPenelitian dilaksanakan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang. Materi penelitian berupa 2059 catatan kualitas semen segar tahun 2010 – 2012 dari sapi pejantan Limousin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kualitas semen segar sapi pejantan Limousin pada tingkat umur yang berbeda dan mengetahui hubungan pertambahan umur individu dengan kualitas semen yang diproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kualitas semen segar sapi pejantan Limousin di BIB Lembang secara berturut-turut adalah warna: susu; volume: 7,49 ± 2,25 ml; konsentrasi spermatozoa: 1460,88 ± 419,96 juta/ml; dan motilitas 67,56 ± 13,99 persen. Volume semen, konsentrasi spermatozoa, dan motilitas spermatozoa dipengaruhi oleh umur pejantan (P<0,01), dengan nilai korelasi berturut-turut 0,27; 0,28; 0,167. Kesimpulan (1) Pejantan Limousin di BIB Lembang memiliki kualitas semen yang baik, dan dapat diproses menjadi semen beku; (2) tiap individu menghasilkan semen segar dengan kualitas yang berbeda, meskipun dipelihara dengan sistem dan manajemen pakan yang seragam; dan (3) Pertambahan umur pejantan memiliki korelasi positif dengan volume, sedangkan umur pejantan memiliki korelasi negatif dengan motilitas spermatozoa dan konsentrasi spermatozoa. Namun, secara umum baik volume semen, motilitas spermatozoa, dan konsentrasi spermatozoa masih dalam kisaran normal.The purpose of this research was to determine the profile of the fresh semen quality of Limousin bulls at different age and to determine the relationship between increasing age and fresh semen quality produced by limousin bulls. Two thousand and fifty nine semen quality records in 2010-2012 of Limousin bulls were used in this experiment. The results showed that the average of the semen quality of limousin bulls in the centre of Artificial Insemination in Lembang for color, volume, concentration and motility were milky, 7.49±2.25 ml; 1460.88±419.96 million/ml and 67.56±13.99 percent, respectively. Semen volume, sperm concentration and motility of spermatozoa were affected (P<0.01) by the age of bulls, which had a correlation values of 0.27; 0.28 and 0.167, respectively. Conclusion (1) Limousin bulls at the centre of Artificial Insemination in Lembang had a good semen quality, and can be processed into frozen semen, (2) The individual bulls produced semen with different qualities, though maintained with the same feed management, and (3) The increase of the bull age had a positive correlation with the volume. However it had a negative correlation with spermatozoa motility and concentration of spermatozoa. Nevertheless, semen volume, spermatozoa motility and concentration of spermatozoa were still within the normal range.
128175817H1G009043ADSORPSI LOGAM BERAT KROMIUM OLEH SERBUK
GERGAJI KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria)PADA
BERBAGAI VARIASI pH DAN WAKTU RETENSI
Logam berat kromium merupakan salah satu pencemar perairan. Logam berat kromium yang masuk ke perairan banyak berasal dari buangan limbah industri serta menimbulkan permasalahan di perairan tersebut dan sekitarnya. Salah satu alternatif mengurangi logam tersebut dalam perairan diantaranya melalui adsorpsi menggunakan bahan yang efektif dan efisien seperti serbuk gergaji kayu sengon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan serbuk gergaji kayu sengon, pH, dan waktu retensi yang efektif dalam mengadsorpsi logam berat kromium, serta apakah konsentrasi akhir larutan kromium pada media percobaan setelah diberi perlakuan berada dibawah ambang baku mutu air limbah kawasan industri.
Percobaan dilakukan menggunakan rancangan dasar faktorial 4x4. Gergaji yang telah diaktivasi menggunakan NaOH 0,1 M dicampurkan dengan larutan Cr pada berbagai pH yaitu 2,3,4, dan 5, serta berbagai waktu retensi yaitu 0, 90, 180, 360 menit, kemudian larutan Cr akhir dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk gergaji kayu sengon mampu mengadsorpsi logam berat kromium sebesar 14,90±4,72 % atau 0,782 mg/g dengan kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada pH 2 dan waktu retensi 360 menit. Konsentrasi logam berat kromium pada media percobaan masih di atas baku mutu air limbah kawasan industri.
Chromium is a water pollutant derived from industrial waste, and causing trouble at the water and its surrounding. One alternative method to decrease this metal in water is by adsorption with effective and efficient material, such as Crested Wattle sawdust. This study aims to know the ability of Crested Wattle sawdust, effective pH and contact time in adsorption chromium, also to know final concentration of chromium solution at the experimental medium and to compare with the quality standard for industrial waste.
This experimental used factorial 4x4 basic design. Activated sawdust using NaOH 0,1 M were mixed with chromium solution at pH 2, 3, 4, and 5, and 0, 90, 180, and 360 minutes contact time. Final chromium solution concentration was analyzed with Atomic Absorption Spectrophotometry. The results showed that Crested Wattle sawdust were able to adsorp chromium until 14.90±4.72 % or 0.782 mg/g with the best combination at pH 2 and 360 minutes contact time. Final chromium solution concentrations at the experimental medium were still above the quality standard for industrial waste.
128185820D1E009273 KORELASI KADAR pH SEMEN SEGAR DENGAN KUALITAS SEMEN SAPI LIMOUSIN DI BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pH semen segar sapi dengan kualitas spermatozoa segar dan mengetahui kisaran pH semen segar yang layak maupun yang tidak layak untuk diproses menjadi semen beku di Balai Inseminasi Buatan, Lembang. Materi penelitian berupa 11 catatan produksi semen segar sapi Limosin pada tahun 2012 yang dipelihara di BIB Lembang. Parameter yang diamati meliputi motilitas spermatozoa, gerak massa spermatozoa, dan konsentrasi spermatozoa. Data diolah dengan menggunakn analisis regresi kubik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat nyata (P<0,01) antara pH semen dengan motilitas, gerak massa dan konsentrasi spermatozoa.

The purpose of this study was to determine the correlation between the pH of bull fresh semen with fresh spermatozoa quality, and to know the pH range of semen that is viable or not viable to be processed into frozen semen in BIB Lembang. This study material included 11 records of semen production in 2012 limousin bull that were kept in BIB Lembang. Parameters observed sperm motility, mass motion of spermatozoa, and the concentration of spermatozoa. The study showed that there is a highly significant relationship (P<0.01) between the pH semen with motility, mass motion and sperm concentration.

Keywords: pH, fresh semen quality, Limousin bull
128195818A1G009016Kinerja Usahatani Kedelai Organik dan Anorganik di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasPemerintah dalam membangun sektor pertanian menetapkan kebijaksanaan, antara lain agar diutamakan penanaman jenis-jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, mempunyai kandungan gizi tinggi, serta mempunyai prospek pemasaran yang baik. Salah satu komoditas pangan yang sedang digalakan penanamannya saat ini adalah kedelai. Desa Kalisari merupakan sentra penghasil tahu yang membutuhkan banyak kedelai dalam pengolahannya. Oleh karena itu dilakukan penanaman kedelai dengan dua perlakuan yaitu secara organik dan anorganik. Varietas yang ditanam ada lima yaitu grobogan, mitani, mutiara, rajabasa, dan slamet. Usahatani kedelai organik baru pernah diusahakan di Desa Kalisari. Usahatani ini diusahakan untuk melihat apakah usahatani tersebut menguntungkan atau tidak. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kinerja usahatani kedelai organik dan anorganik di Desa Kalisari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usahatani kedelai organik dan anorganik, mengetahui kinerja usahatani kedelai organik dan anorganik di tinjau dari biaya dan pendapatan, Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan factor share. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), analisis Break Event Point (BEP) dan analisis factor share.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil usahatani kedelai baik organik maupun anorganik dilihat dari teknik budidayanya. Usahatani kedelai organik tidak menggunakan pupuk maupun pestisida kimia, berbeda dengan usahatani kedelai anorganik yang menggunakan pupuk maupun pestisida kimia. Kinerja usahatani menurut analisis biaya dan pendapatan, analisis Break Event Point (BEP) dan juga analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) untuk usahatani kedelai organik yang mengalami kerugian terdapat pada varietas grobogan. Sedangkan usahatani kedelai organik yang mendapatkan keuntungan terdapat pada varietas mitani, mutiara, rajabasa dan slamet. Usahatani kedelai anorganik yang mengalami kerugian terdapat pada varietas grobogan dan mutiara. Sedangkan usahatani kedelai anorganik yang mendapatkan keuntungan terdapat pada varietas mitani, rajabasa dan slamet. Berdasarkan analisis factor share maka lahan, tenaga kerja dan benih merupakan tiga faktor produksi pemberi sumbangan terbesar pada usahatani kedelai organik dan anorganik di Desa Kalisari.
Goverment in developing the agricultural sector establish policies, among other thing that take precedence planting the kinds of plants that have high economic value, has a high nutrient content, as well as having a good marketing prospects. One of the food comodities that are being promoted today is planting soybeans. Kalisari village is the center of producer of tofu that takes a lot of soy in its processing. Therefore planting soybeans with two treatmens are organic and inorganic. There are five varieties planted are grobogan, mitani, mutiara, rajabasa dan slamet. Organic soybeans farming recently been cultivated in the Kalisari village. This farming are made to see if the farm is profitable or not. This research is done to see the performance of organic and inorganic soybean farming in Kalisari village.
This research aims to determines the profile of soybean farming organic and inorganic, to determine the performance of organic and inorganic soybean farming in terms of cost and income analysis, Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), and factor share. This research was conducted in the village Kalisari district Banyumas regency Cilongok. Research method used is the case study method. Analysis tool used is descriptive analysis, cost and revenue analysis, Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), factor share.
The results showed that the profile of soybean farming both organic and inorganic seen from cultivation techniques. Organic soybean farming does not use chemical fertilizers or pesticides, in contrast to inorganic soybean farming that uses chemical fertilizers and pesticides. Farm performance according to cost and revenue analysis, Break Event Point (BEP) and Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) for organic soybean production losses contained in grobogan varieties. While organic soybean farming benefit are found in mitani, mutiara, rajabasa and slamet varieties. Inorganic soybean losses contained in grobogan and mutiara varieties. While inorganic soybean farming benefit are found in mitani, rajabasa and slamet varieties. Based on the analysis factor share the land, labor and seeds are the three factors of productions the biggest benefactor of the inorganic and organic soybean farming in the village Kalisari.
128205821D1E009190KECERNAAN SERAT KASAR DAN LEMAK KASAR COMPLETE FEED LIMBAH RAMI DENGAN SUMBER PROTEIN BERBEDA PADA KAMBING PERNAKAN ETAWA LEPAS SAPIHPenelitian ini bertujuan mengetahui kecernaan serat kasar dan lemak kasar complete feed limbah rami dengan sumber protein berbeda. Materi yang digunakan adalah 20 ekor kambing peranakan etawa lepas sapih betina kisaran bobot badan 11-12 kg. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas CF0N = complete feed limbah rami tanpa silase dengan sumber protein nabati, CF0H = complete feed limbah rami tanpa silase dengan sumber protein hewani, CF1N = complete feed limbah rami dengan silase dan sumber protein nabati, dan CF1H = complete feed limbah rami dengan silase dan sumber protein hewani. Peubah yang diukur adalah kecernaan serat kasar dan lemak kasar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kecernaan serat kasar dan lemak kasar. Uji kontras orthogonal menunjukkan bahwa kecernaan serat kasar perlakuan pakan non silase (CF0) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan silase (CF1) (P < 0,01). Kecernaan lemak kasar perlakuan CF1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan CF0 (P < 0,01). Kecernaan lemak kasar perlakuan CF0H lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan CF0N (P < 0,01). Kesimpulan dari penelitian adalah complete feed nonsilase dengan sumber protein hewani merupakan formula pakan yang terbaik.The objectives of this research were to determine of digestibility crude fiber and crude fat complete feed jute waste with different protein sources. The material used in the study were 20 post weaning etawa cross breed goat weight range of 10-11 kg. The research was conducted with the experimental method, using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment consists of CF0N = complete feed jute waste without silage with vegetable protein sources, CF0H = complete feed jute waste without silage with animal protein sources, CF1N = complete feed jute waste with silage with vegetable protein sources, and CF1H complete feed jute waste with silage with animal protein sources. Variables measured were the digestibility of crude fiber and crude fat. The data were analyzed using analysis of variance, followed by contrast orthogonal test.The results showed that the treatment was highly significant (P < 0.01) agains the digestibility of crude fiber and crude fat. Contrast Orthogonal test showed that the digestibility of crude fiber in nonsilage feed treatment (CF0) is higher than the silage treatment (CF1) (P < 0,01). Crude fat digestibility treatment CF1 is higher than the CF0 treatment (P < 0,01). Crude fat digestibility treatment CF0H higher than CF0N treatment (P < 0,01). Conclusion of this research is the complete feed nonsilase with animal protein sources is the best feed formula.