Artikelilmiahs

Menampilkan 12.941-12.960 dari 49.620 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1294116278G1A012087Hubungan Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida dengan Kadar C-Reactive Protein pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Peningkatan kadar kolesterol total dan trigliserida adalah tanda dari adanya dislipidemia yang sering ditemui pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang kemudian akan mempengaruhi kadar protein fase akut di hepar, yaitu c-reactive protein (CRP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol total dan trigliserida dengan kadar CRP pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan studi cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 dan merupakan pasien DM tipe 2 yang menjadi peserta pada Program Pelayanan Penyakit Kronis (Prolanis) Bulan Juni 2016 di Puskesmas II Purwokerto Utara, Puskesmas I Sumbang, dan Klinik Teluk Sehat (Praktik Perorangan dr. Sinta Wulan Sari). Hasil Uji Korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol total dengan kadar CRP (p = 0,012) di mana kekuatan korelasinya sedang serta arah korelasinya positif (r = 0,439) dan juga terdapat hubungan yang bermakna antara kadar trigliserida dengan kadar CRP (p = 0,001) di mana kekuatan korelasinya sedang serta arah korelasinya positif (r = 0,552). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar kolesterol total dan trigliserida memiliki hubungan yang bermakna dengan kadar CRP pada pasien DM tipe 2.Increased levels of total cholesterol and triglycerides are signs of dyslipidemia which is often found in patients with type 2 diabetes mellitus. That condition can increase the formation of reactive oxygen species (ROS) which would affect the level of acute phase proteins in liver, called c-reactive protein (CRP). The purpose of this study is to determine the correlation between total cholesterol and triglyciredes levels with CRP levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This study is an observational analytical study with cross-sectional design. The sample size of this study is 32 which is patients with type 2 diabetes mellitus and participated in Chronic Disease Care Program (on June 2016) at North Purwokerto Public Health Center II, Sumbang Public Health Center I, and Teluk Sehat Clinic (dr. Sinta Wulan Sari). The result of Pearson Correlation Test showed that there is significant correlation between total cholesterol levels with CRP levels (p = 0,012) in medium correlation strength and positive correlation direction (r = 0,439) and also there is significant correlation between triglycerides levels with CRP levels (p = 0,001) in medium correlation strength and positive correlation direction (r = 0,552). The conclusion of this study is total cholesterol and triglycerides levels have significant correlation with CRP levels in patients with type 2 diabetes mellitus.
1294216279G1G012013EFEKTIVITAS KRIM SESAME OIL (Sesamum indicum L.) SECARA TOPIKAL TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS DAN PEMBULUH DARAH KAPILER PADA STOMATITIS
(Studi Pada Model Tikus Galur Sprague Dawley Setelah Induksi H2O2)
Stomatitis merupakan salah satu luka akut pada jaringan epitelium mukosa mulut yang ditandai dengan ulser berwarna kemerahan pada tepinya dengan gumpalan fibrin berwarna kuning di tengahnya. Trauma kimia akibat H2O2 dapat menyebabkan gangguan proses penyembuhan luka karena menghasilkan oksigen reaktif. Sesame oil diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan imunodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian krim sesame oil secara topikal terhadap peningkatan jumlah sel fibroblas dan pembuluh darah kapiler dalam penyembuhan luka mukosa labial pada tikus Sprague dawley model stomatitis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris menggunakan 27 tikus Sprague dawley jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (stomatitis yang diberi krim sesame oil 0,25%), dan kelompok 3 (stomatitis yang diberi krim sesame oil 0,5%). Hasil penelitian dianalisis dengan uji one way ANOVA dan post hoc Least Significant Difference (LSD). Hasil menunjukkan bahwa rerata jumlah sel fibroblas kelompok perlakuan dengan pemberian krim krim sesame oil 0,25% (42,272±2,904) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (27,344±2,180). Rerata jumlah pembuluh darah kapiler kelompok perlakuan dengan pemberian krim krim sesame oil 0,25% (3,927±0,449) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (2,283±0,244). Hasil uji one way ANOVA dan post hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna jumlah sel fibroblas dan pembuluh darah kapiler antara kelompok K1, K2, dan K3 dengan nilai p=0,00 (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan pemberian krim sesame oil secara topikal dapat meningkatkan sel fibroblas dan pembuluh darah kapiler pada tikus Sprague dawley model stomatitis.Stomatitis is an acute injury on epithelial tissues of oral mucosa characterized by reddish ulcers on the border with yellowish fibrin clots in the middle. Chemical trauma as a result of H2O2 can interrupt wound healing process because it produces reactive oxygen species. Sesame oil is known as antiinflammatory, antioxidan, and immunodulator. This study aims to determine the effect of topically administered sesame oil to the increase of the number of fibroblast and capillary blood vessels in labial mucosa wound healing in Sprague dawley rat model of stomatitis. This research was an experimental laboratory with 27 male Sprague dawley rats which were divided into three groups: group 1 (negative control), group 2 (stomatitis that were given sesame oil cream 0,25%), and group 3 (stomatitis that were given sesame oil cream 0,5%). Results were analyzed by one way ANOVA test and post hoc Least Significant Difference (LSD). The result showed that the mean number of fibroblast of sesame oil cream 0,25% treatment group (42,272±2,904) was significantly higher compared with negative control group (27,344±2,180). The mean number of capillary blood vessels of sesame oil cream 0,25% treatment group (3,927±0,449) was significantly higher compared with negative control group (2,283±0,244). The result of one way ANOVA test and post hoc LSD showed that there were significant differences in the number of fibroblast and capillary blood vessels between groups K1, K2, and K3 with p=0,00 (p<0,05). The conclusion of this study is topically administered sesame oil can increase the number of fibroblast and capillary blood vessels in Sprague dawley rats model of stomatitis.
1294316280G1A011107HUBUNGAN ANTARA PERILAKU BELAJAR DAN KECEMASAN DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOHUBUNGAN ANTARA PERILAKU BELAJAR DAN KECEMASAN DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO

ABSTRAK

Latar belakang: Prestasi Akademik merupakan hasil dari interaksi dari berbagai faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang berkaitan dengan prestasi akademik adalah perilaku belajar dan kecemasan. Perilaku belajar dan kecemasan dapat mempengaruhi prestasi akademik, sedangkan hubungan ke faktor-faktor tersebut belum pernah diteliti pada mahasiswa kedokteran UNSOED.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku belajar dan kecemasan dengan prestasi akademik mahasiswa kedokteran angkatan 2014 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Metode: Sampel penelitian terdiri dari 118 mahasiswa yang terbagi menjadi 36 laki-laki dan 82 perempuan. Prestasi akademik menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa angkatan 2014. Perilaku belajar diukur menggunakan kuesioner skala perilaku belajar dan kecemasan diukur menggunakan kuesioner Beck Anxiety Inventory (BAI). Uji hipotesis Spearman digunakan untuk mengukur perilaku belajar dan kecemasan dengan prestasi akademik.
Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan sebesar (p=0,000), nilai p<0,05 menunjukan hubungan yang bermakna saat dihubungkan dengan prestasi akademik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku belajar dan kecemasan dengan prestasi akademik mahasiswa kedokteran angkatan 2014 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

CORRELATION BETWEEN LEARNING BEHAVIOR AND ANXIETY WITH ACADEMIC ACHIEVEMENT ON MEDICAL STUDENT YEAR 2014 IN JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO
ABSTRACT

Background: Academic achievement was the result of the interaction of internal and external factors. Internal factors that were associated with achievement were learning behavior and anxiety. Learning behavior and anxiety could affect academic achievement, whereas exposure to those factors have not been studied in medical students UNSOED.
Purpose: The aim of this study was to determine the correlation between learning behavior and anxiety with academic achievement on medical student year 2014 in Jenderal Soedirman University Purwokerto.
Method: The research sample was comprised of 118 students, divided into 36 males and 82 females. Academic achievement was measured by GPA of student year 2014. Behavior learning was measured by learning behavior scale and anxiety was measured by using BAI. Statistical analysis was using Spearman’s rank correlation coefficient rho for each criterion variable.
Results: There was a significant correlation (p=0.000), the value of p<0.05 indicated a significant relationship when associated with academic achievement.
Conclusions: There was a correlation between learning behavior and anxiety with academic achievement on medical student year 2014 in Jenderal Soedirman University Purwokerto.

Keywords: Learning Behavior, Anxiety, Academic Achievement
1294416281C1A012081PENGHITUNGAN INFLASI INTI DAN RELEVANSINYA UNTUK KEBIJAKAN MONETER: APLIKASI MODEL STRUKTURAL VEKTOR AUTOREGRESSION
Penelitian ini berjudul “ Penghitungan Inflasi Inti dan Relevansinya Untuk Kebijakan Moneter: Aplikasi Model Struktural Vektor Autogregression”.Tujuan penelitian ini untuk menghitung inflasi inti di Indonesia dengan mengaplikasikan model SVAR melalui proses generating variabel shock dalam perekonomian, menguji kehandalan inflasi inti dalam meramalkan pergerakan inflasi aktual pada masa mendatang, melalui hasil pengujian tracking trend inflation, Melakukan estimasi hubungan jangka panjang dan respons pertumbuhan inflasi inti dengan pertumbuhan uang beredar, tingkat suku bunga, dan pertumbuhan nilai tukar di Indonesia melalui pendugaan model SVAR.
Jenis penelitian ini adalah asosiatif . Penelitian ini dilakukan di wilayah Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa time series dengan periode pengamatan tahun 2009:1-2013:12. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode SVAR, dan Peramalan Model Clark.
Hasil penelitian ini menunjukkan pertama, Indeks Inflasi Inti yang hasi; dari estimasi yang menggunakan metode SVAR dengan restriksi jangka panjang ini terbukti dapat digunakan sebagai indeks yang baik.
Kedua, Pergerkkan inflasi inti (core inflation) dan inflasi aktual menunjukkan pergerakan core inflation dengan peramalan model Clark yang nampak sejalan dengan pergerakkan inflasi aktual.
Ketiga, Inflasi inti yang dihasilkan lebih relevan bagi kebijakan moneter dibandingkan IHK yang dilihat dari nilai koefisien yang dihasilkan.
Implikasi untuk penelitian ini yaitu Pada penelitian ini, didapat bahwa inflasi inti ternyata sangat penting bagi kebijakan moneter dan lebih dapat dikendalikan melalui kebijakan moneter. Selain itu, didapatkan pula bahwa inflasi inti berhubungan negative dengan IHK, sehingga Bank Indonesia harus lebih memperhatikan inflasi inti dalam penentuan kebijakannya, kerena penggunaan IHK dapat menyebabkan ketidakpastian atau keliruan.
Penelitian ini juga mencoba memberikan sebuah alternatif pencarian inflasi inti selai dengan menggunakan metode trimmed_mean yang digunakan oleh Bank Indonesia selama ini, yaotu dengan menggunakan metode SVAR.

Kata kunci : Inflasi, Indeks Harga Konsumen, Inflasi Inti, Produk Domestik Bruto Rill, Jumlah Uang Beredar, BI Rate, Kurs.
This study entitled "Calculation of Core Inflation and Its Relevance for Monetary Policy: Structural Vector Model Application Autogregression" The aim of this study to calculate core inflation in Indonesia by applying the model svar through generating process variables shock in the economy, core inflation test reliability in predicting the movement of actual inflation in the future, through the test results tracking trend inflation, Doing estimate of long-term relationships and core inflation growth response to growth in the money supply, interest rates, and the growth rate in Indonesia through the prediction models svar.
This type of research is associative. This research was conducted in the area of Indonesia. This study uses secondary data time series with the observation period of 2009: 1-2013: 12. The analytical tool used in this research is the method svar, and Forecasting Model Clark.
The results of this study indicate first, the core inflation index hasi; of estimation methods svar with long-term restriction is proven to be used as a good index.
Second, Pergerkkan core inflation (core inflation) and actual inflation shows the movement of core inflation forecasting models Clark apparent movement in line with actual inflation.
Third, core inflation generated more relevant for monetary policy than the CPI is seen from the coefficient generated.
The implications for this research that the present study, found that core inflation turned out to be very important for monetary policy and more can be controlled through monetary policy. In addition, it was found that the core inflation also negatively associated with the CPI, so that Bank Indonesia should pay more attention to core inflation in the determination of its policies, because they use the CPI may cause uncertainty or mistake.
The study also tried to provide an alternative search core inflation trimmed_mean jam by using the method that is used by Bank Indonesia during this time, yaotu using svar.

Keywords: Inflation, Consumer Price Index, Core Inflation, GDP Rill, Money Supply, BI Rate, Exchange Rates.

1294516282F1B012071Peran Pemerintah dalam Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Perumahan di Kecamatan Sumbang, Kabupaten BanyumasPerkembangan peradaban manusia yang semakin meningkat akan berdampak pada tingginya penggunaan lahan yang mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Alih fungsi lahan pertanian dari waktu ke waktu yang kian meningkat mengakibatkan semakin berkurangnya ketersediaan lahan pertanian. Daerah-daerah berpotensi pertanian tinggi yang mengalami alih fungsi lahan. Lahan pertanian yang tersedia banyak dialih fungsikan menjadi perumahan. Banyaknya lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi perumahan merupakan salah satu peran pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan pengendalian alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah dilihat berdasarkan aspek peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta pengenaan sanksi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dan teknik pemilihan informannya adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah Kabupaten Banyumas dalam pengendalian alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan berdasarkan aspek peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, pengenaan sanksi sesuai dengan peraturan RTRW yang ada, namun Kabupaten Banyumas belum memiliki peraturan terkait zonasi, perlindungan lahan pertanian dan insentif disinsentif. Tingginya nilai land rent perumahan dibandingkan land rent pertanian dan nilai opportunity cost yang tidak diperoleh petani menjadi salah satu faktor alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan masih banyak terjadi. Kabupaten Banyumas dirasa masih memerlukan peraturan-peraturan yang mengatur lebih rinci terkait zonasi, perlindungan lahan pertanian maupun insentif dan disinsentif.The development of human civilization is growing about the impact on the high land use that encourages agricultural land conversion. Conversion of agricultural land from time to time increasing resulting in the reduction in the availability of agricultural land. Areas of high agricultural potential that experienced land conversion. Available agricultural land into housing lots transformed to enable. The amount of agricultural land converted into housing is one of the roles of local governments to carry out supervision and control over the land. This study aims to assess the role of government be based on aspects of zoning regulations, licensing, provision of incentives and disincentives, as well as the imposition of sanctions in addressing the issue. The metode used in this research is qualitative descriptive, and the informant selection technique is purposive sampling. Result of research can be concluded is that Banyumas regency government's role in the control over agricultural land into residential based aspects of zoning regulations, licensing, provision of incentives and disincentives, the imposition of sanctions in accordance with the regulations existing RTRW, however Banyumas not yet have a related zoning regulations, protection of agricultural land and incentives disincentives. The high value of land rent housing than agricultural land rent and value the opportunity cost that is not obtained by farmers to be one factor conversion of agricultural land into housing is still a lot going on. Banyumas felt still require regulations that specify more detailed related to zoning, protection of agricultural land as well as the incentives and disincentives.
1294616284H1G012035PENDUGAAN HASIL TANGKAPAN LESTARI (MSY) IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) YANG DIDARATKAN DI TPI BARON KABUPATEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTAIkan Bawal Putih (Pampus argenteus) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi sumberdaya ikan Bawal Putih di perairan Gunung Kidul sehingga dapat diketahui tingkat pemanfaatan maksimum lestari dan upaya penangkapan optimumnya. Data hasil tangkapan dan upaya dari tahun 2010-2015 diperoleh dari TPI Baron Gunung Kidul. Data hasil tangkapan dan upaya dianalisis menggunakan Metode Surplus Produksi (Schaefer). Hasil penelitian menunjukan MSY ikan Bawal Putih sebesar 4,20604 ton/tahun dan upaya penangkapan optimum (Fopt) sebesar 71,69639 unit/ tahun.Silver pomfret (Pampus argenteus) is one of the fishery resources of high economic value. This research is aimed to determine the potential of Silver pomfret resources in watery of Gunung Kidul, so that the levels of eternal maximum utilization an optimun effort are known. Catch-effort data from (2010-2015) were obtained from TPI Baron Gunung Kidul. Catch-effort data were analyzed using Surplus Production Method (Schaefer). The results showed that the maximum production 4,20604 ton/ year and optimum fishing effort (fopt) 71,69639 effort/ year.
1294716285E1A011037DISPENSASI PERKAWINAN WANITA DALAM KEADAAN HAMIL DAN AKIBAT HUKUMNYA (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Banyumas Nomor: 0048/Pdt.P/2015/PA.Bms)
Perkawinan pada umumnya dimulai dengan adanya peminangan dan telah terpenuhinya rukun dan syarat perkawinan, akan tetapi pada kenyataannya perkawinan di bawah umur masih terjadi, ironisnya salah satu calon pasangan sudah dalam keadaan hamil terlebih dahulu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan dispensasi perkawinan wanita dalam keadaan hamil pada Penetapan Nomor 0048/Pdt.P/2015/PA.Bms dan mengetahui akibat hukum perkawinan wanita dalam keadaan hamil baik dalam hukum perkawinan maupun dalam hukum waris Islam.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan penelitian yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, sumber bahan hukum bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, teknik pengumpulan bahan studi kepustakaan, teknik analisis bahan deskriptif naratif dan penyajian bahan normatif kualitatif.
Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa majelis hakim dalam menetapkan permohonan dispensasi kawin berdasarkan ketentuan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, pertimbangan hakim tidak hanya mendasarkan pada peraturan perundang-undangan melainkan juga mempertimbangkan secara fisik dan psychis dan tidak ada larang syar’i untuk menikah dan fakta di persidangan calon perempuan telah mengandung dan kandungannya telah berusia 6 bulan, berdasarnya Surat Edaran Bimas dan Urusan Haji Nomor D/ED/PW.01/03/1992, karena usia kandungannya kurang dari batas minimal kehamilan akan berakibat pada perkawinan dan warisan anak yang berada dalam kandungan.

Marriage generally begins with making a proposal and has been the fulfillment of the pillars and requirements of marriage, but in reality of underage marriage still happens, ironically one potential partner is already in a state of pregnancy beforehand, the purpose of this study was to determine the basis of legal considerations judge in define marriage dispensation woman is pregnant on the Determination No. 0048/Pdt.P/2015/PA.Bms and know the legal consequences of marriage pregnant woman in a state of good in marriage law and in Islamic law.
The method used in this research approach is to use a normative juridical research, descriptive research specifications, sources of legal materials primary legal materials and secondary legal materials, techniques of collecting literature study materials, materials analysis techniques of descriptive narrative and presentation material qualitative normative.
Conclusions from the study that the judges in determining the application for a dispensation to marry under the provisions of Article 7 (2) of Law No. 1 of 1974 About Marriage, consideration of the judge is not only based on legislation but also consider the physical and psychis and no syar'i forbidden to marry and facts in the trial of female candidates has been conceived and unborn aged 6 months, groundlessness Circular Guidance and Pilgrimage Affairs No. D/ED/PW.01/03/1992, because age is less than the minimum limit abortion pregnancy resulting in marriage and inheritance child in the womb.
1294816283C1A009108ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN SEKTOR EKONOMI TERHADAP PEMERATAAN PENDAPATAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2004 – 2013Penelitian Ini Berjudul “Analisis Pengaruh Pertumbuhan Sektor Ekonomi Terhadap Pemerataan Pendapatan di Kabupaten Banyumas Tahun 2004 – 2013”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pemerataan pendapatan masyarakat dan kontribusi sektor ekonomi terhadap pemerataan pendapatan di Kabupaten Banyumas.
Pengambilan data dilakukan dengan data studi kasus. Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisis pemerataan pendapatan adalah dengan melihat tingkat ketimpangan pendapatan melalui Indeks Williamson, dan analisis regresi menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) untuk mengetahui pengaruh sektor ekonomi terhadap pemerataan pendapatan.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa ketimpangan pendapatan di Kabupaten Banyumas sangat tinggi dengan angka sebesar 0,65. Hasil regresi diperoleh bahwa pendapatan perkapita sektor Listrik, dan Sektor Perdagangan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Kabupaten Banyumas.
Implikasi dari penelitian ini adalah untuk mengatasi persoalan pemerataan pendapatan di Kabupaten Banyumas, pemerintah perlu melaksanakan paradigma pembangunan ekonomi dengan menyediakan perlindungan dana tunai untuk masyarakat saat terjadi krisis ekonomi serta alokasi anggaran yang berfokus pada perbaikan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Upaya ini dilakukan agar kelompok masyarakat miskin memiliki pendapatan tetap. Langkah awal dengan program IDT untuk menumbuhkan dan memperkuat kemampuan penduduk miskin dalam meningkatkan taraf hidupnya. Maka dengan tindak lanjut tersebut diharapkan kenaikan PDRB meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata.
This research entitled "analysis of the influence of the growth sectors of the economy to equitable distribution of income in the Regency of Banyumas 2004 – 2013". This research aims to analyze the conditions of Equalization of income community and contribute towards equitable economic sector revenue in the District of Banyumas.
Data retrieval is done with the data case studies. Methods of data analysis used to analyze equity income is by looking at the degree of inequality of income via Index Williamson, and regression analysis method using Ordinary Least Square (OLS) to know the influence of the economic sectors towards equitable income.
Based on the results of the analysis of the obtained income inequality that in Banyumas is very high with the number of 0.65. The regression results obtained that the per-capita income of the power sector, Trade Sector and partially positive and significant effect against the inequalities income in the Regency of Banyumas.
The implication of this research is to address the question of the equitable distribution of income in the Regency of Banyumas, Governments need to implement the economic development paradigm by providing cash fund for community protection in the event of an economic crisis as well as the allocation of budgets that focused on infrastructure improvements, education and health. This effort was done so that the poor community groups have a fixed income. Initial steps with IDT program to foster and strengthen the ability of the poor in improving the standard of living. Then with the follow-up was expected to increase GDP increase people's income evenly.
1294916286H1G012040POTENSI LESTARI IKAN HIU BERDASARKAN DATA HASIL TANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN, CIREBONSalah satu upaya untuk mencegah terjadinya over fishing yaitu dengan menentukan tingkat pemanfaatan maksimum lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY) dan tingkat upaya optimum.Ikan hiu merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomi tinggi. Ikan hiu diketahui rentan terhadap eksploitasi berlebihan karena parameter sejarah hidup mereka dengan produktivitas terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies-spesies ikan hiu yang didaratkan di PPN Kejawanan, Cirebon dan untuk menganalisis status penangkapan ikan hiu dengan menggunakan indikator MSY dan Fopt (FMSY). Data hasil tangkapan dan upaya dari tahun 2009-2015 diperoleh dari PPN Kejawanan. Data hasil tangkapan dan upaya dianalisis menggunakan Metode Surplus Produksi Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan MSY ikan hiu sebesar 46,2212 ton/tahun dengan upaya penangkapan maksimum sebesar 37 unit/tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ikan hiu di PPN Kejawanan sudah kedalam tingkat pengupayaan berlebih.One of the methods to prevent an overfishing is by determining the level of maximum utilization (Maximum Sustainable Yield/MSY) and optimum effort. Shark is one of the most economically fish. Shark is known to be susceptible to overexploitation due to their life history parameters, which result in limited productivity. Aim of this study was to determine the species of sharks are landed in PPN Kejawanan, Cirebon and to analyze the status of shark fishery using MSY and FMSY indicators. Catch-effort data from 2009-2015 were obtained from Nusantara Fishery Port Kejawanan, Cirebon. The catch and effort data were analyzed using the Surplus Production Model by Schaefer. The results showed that the maximum production is 46,2212 tons/year and the fMSY is 37 units/ year. Based on the results of this study, it can be concluded that the status of shark fishery at PPN Kejawanan is overfishing.
1295016287B1J011093PARASITASI TUNGAU PARASIT TERHADAP IMAGO NYAMUK Aedes sp DI DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE KABUPATEN BANJARNEGARAPenyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes sp. Keberadaan nyamuk Aedes sp dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dintaranya adanya tempat perindukan, suhu air, suhu udara, kelembaban udara, salinitas air, serta keberadaan organisme air pada tempat perindukan. Salah satu oraganisme parasit akuatik yang mempengaruhi keberadaan Aedes sp yaitu tungau parasit. Tungau parasit mampu memparasiti stadium telur, larva, pupa maupun dewasa nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menentukan kemampuan parasitasifamilia tungau parasit pada populasi nyamuk Aedes sp. dewasa, (2) Mengetahui familia jenis tungau parasit yang mampu memparasiti nyamuk Aedes sp. Di daerah endemis Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Banjarnegara. Parameter yang diamati adalah kemampuan parasitasi tungau parasit terhadap stadium dewasa nyamuk Aedes sp, sedangkan parameter pendukung yang diukur adalah suhu dan kelembaban udara. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 desa dari 2 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara yaitu Desa Kutabanjar, Desa Krandegan, Desa Dawuan, dan Desa Pekauman. Hasil penelitian ini didapatkan sampel nyamuk dewasa Aedes sp dari keempat desa sebanyak 688 ekor. Sebanyak 2 ekor sampel dari Desa Krandegan ditemukan terparasiti tungau parasit dari kelompok familia Pionidae. Nilai kemampuan parasitasi tungau parasit di Kabupaten Banjarnegara sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa status pengendalian alamiah tungau parasit terhadap stadium dewasa nyamuk Aedes sp di daerah endemis demam berdarah dengue Kabupaten Banjarnegara sedang. Hal ini dimungkinkan akibat tingkat peluang pertemuan antara parasit dan inang yang rendah serta faktor lingkungan. Pengukuran kondisi lingkungan berupa suhu dan kelembaban udara di wilayah pengambilan sampel didapatkan suhu berkisar 28-30 0C dengan kelembaban udara berada dikisaran 68-82 %.Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease caused by dengue virus is transmitted through the bite of Aedes sp. The existence of Aedes sp is influenced by various environmental factors such breeding places for Aedes sp. , water temperature, air temperature, air humidity, salinity, and the presence of aquatic organisms in the breeding places. One organism aquatic parasites that affect the existence of Aedes sp is parasitic mites. Mite parasites were able to stick and become a parasite on the stage of egg, larva, pupa and adult mosquitoes. This study aims to (1) determine the ability parasite familia mite parasite on populations of Aedes sp.on adult stage, (2) Determine the type of mite parasite familia that capable become parasites of Aedes sp. In endemic areas of Dengue Hemorrhagic Fever in Banjarnegara district. The parameters measured were the parasitic mite parasitism ability against the adult stage of Aedes sp, while supporting the measured parameter is temperature and humidity. This research was conducted by survey method using stratified random sampling. Samples were taken at four villages of two districts in Banjarnegara district, the village Kutabanjar, Krandegan village, Dawuan village, and the village Pekauman. The results of this study, the sample of adult mosquitoes Aedes sp from the four villages as many as 688 birds. 2 tails samples from the village Krandegan found parasitic mites of group Pionidae familia. Values parasitic mite parasitism capabilities in Banjarnegara regency of 100%. This indicates that the status of the natural control of mite parasite to the adult stage of Aedes sp in endemic areas of dengue fever were Banjarnegara district. This is possible due to the degree of chance meetings between parasite and host low and environmental factors. Measurement of environmental conditions such as temperature and humidity in the sample obtained with temperatures ranging from 28-30 0C air humidity is around 68-82%.

1295116288G1G011054PENGARUH SERBUK KITOSAN CANGKANG UDANG PUTIH
TERHADAP KETEBALAN TULANG TRABEKULA
PADA PROSES REGENERASI TULANG ALVEOLAR
(Studi eksperimental pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley dengan
periodontitis)
Periodontitis adalah kondisi peradangan jaringan penyangga gigi yang
umumnya disebabkan oleh bakteri, salah satunya bakteri A.
actinomycetemcomitans yang dapat menyebabkan kerusakan ligamen periodontal
dan tulang alveolar. Bahan alam yang dapat membantu dalam pertumbuhan tulang
alveolar pasca periodontitis adalah kitosan. Kitosan banyak ditemukan pada
cangkang hewan, salah satunya adalah cangkang udang putih. Tujuan penelitian
ini adalah membuktikan pengaruh kitosan terhadap proses pertumbuhan tulang
alveolar. Metode penelitian adalah eksperimental laboratoris. Terdapat empat
kelompok perlakuan pada penelitian ini, yakni : kelompok tikus kondisi sehat,
periodontitis, periodontitis yang diberi bahan bone graft pabrik 25 mg dan kondisi
periodontitis yang diberi serbuk kitosan 90 mg. Kondisi periodontitis didapat dari
induksi bakteri A. actinomycetemcomitans selama 8 hari. Hari ke 9, tikus di
euthanasia dan diberi kitosan serta bahan bone graft pabrik. Hari ke 10 tikus
didekapitasi dan tulang alveolar dibuat preparat histologis untuk pengamatan dan
penghitungan ketebalan trabekula. Hasil dari uji ANOVA (p<0,05) terbukti bahwa
pemberian serbuk kitosan berpengaruh terhadap ketebalan trabekula pada tikus
periodontitis. Regenerasi tulang alveolar ditandai dengan adanya peningkatan
ketebalan trabekula yang telah diukur dengan software Image J.
Periodontitis is an inflammatory condition of tooth support network that is
generally caused by bacteria, one of which bacteria is Agregatibacter
actinomycetemcomitan. Periodontitis able to cause damage to the periodontal
ligament and alveolar bone. One of the natural ingredients that can help in the
growth of the alveolar bone in the process of healing after periodontitis is
chitosan. Chitosan is found in the shells of animals, one of which is the white
shrimp shells. The aim of this study is to prove the effect of chitosan of white
shrimp shells to the process of growth as seen from the alveolar bone trabecular
thickness in mouse models of periodontitis. The method used is an experimental
laboratory. This study divides the sample into 4 groups: group of healthy mice,
rats group conditions of periodontitis, periodontitis group of mice that were given
bone graft material factory 25 mg, groups of rats periodontitis by chitosan powder
90 mg. Periodontitis conditions obtained from induced bacteria A.
actinomycetemcomitans on the part of the interinsisive of central mandible of
mice for 8 days. After the last treatment, all of the mice euthanasia on day 9 and
induced chitosan and bone graft factory on day 9 too. Furthermore, rat’s alveolar
bone made into histological preparations for observation and counting trabecular
thickness. Results of ANOVA (p <0.05) proved that the administration of chitosan
powder of white shrimp shells affect the trabecular thickness in rats that induced
periodontitis. Alveolar bone regeneration process is characterized by an increase
in trabecular thickness had been measured by the software Image J.
1295216289A1M011038PENGARUH JENIS PENSTABIL DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU JAGUNG MANIS DENGAN PENAMBAHAN KACANG HIJAU SELAMA PENYIMPANANSusu jagung manis merupakan salah satu produk alternative yang diperuntukkan bagi penderita lactose intolerant yang ingin mengonsumsi susu. Susu jagung manis mengandung nilai gizi tinggi, namun cepat mengalami kerusakan bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui pengaruh jenis penstabil terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik susu jagung selama penyimpanan. 2) Mengetahui pengaruh variasi suhu penyimpanan terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik susu jagung selama penyimpanan. 3) Mengetahui lama penyimpanan maksimal pada susu jagung yang masih layak untuk di konsumsi
Penelitian ini menggunakan metode faktorial Rancangan Petak Terbagi (Slit splot design). Faktor yang dicoba meliputi tiga faktor yaitu jenis penstabil (P) yang terdiri dari gum arab (P1) dan Maltodekstrin (P2); suhu penyimpanan (S) yang terdiri dari suhu 10°C (S1) dan -10°C (S2); dan lama penyimpanan (W) yang terdiri dari penyimpanan hari ke 0 (W1), hari ke 3 (W2), hari ke 6 (W3),hari ke 9 (W4) dan hari ke 12 (W5). Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) ini disusun secara factorial dengan 20 kombinasi perlakuan dan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Perlakuan terbaik yang diperoleh berdasarkan hasil analisis menggunakan metode indeks efektivitas adalah perlakuan P2S2W1 dengan jenis penstabil maltodekstrin, suhu penyimpanan -10°C dan lama penyimpanan 0 hari dengan nilai TPT 16,75oBrix; viskositas 82,404 cP; kadar air 81,65%bb; kadar lemak 0,22%; warna putih kekuningan, kurang kental, aroma enak, dan disukai oleh panelis.
Sweet corn milk is one of the alternative products that cater for lactose intolerant people who want to consume milk. Sweet corn milk contains high nutritional value, but quickly damaged if not handled properly and quickly.The purpose of this research are: 1) to determine the influence of type stabilizer on physicochemical and organoleptic characteristic of corn milk during storage 2) to determine the influence of storage temperature variations on physicochemical and organoleptic characteristic of corn milk during storage. 3) to determine the maximum storage time in the corn milk is still possible for consumption.
This experiment was conducted by split splot design. Factors to be tested includes three factors: the type of stabilizer (P) which consists of gum arabic (P1) and Maltodextrin (P2); temperature storage (S), which consists of a temperature 10 ° C (S1) and -10 ° C (S2); and storage time (W) which consists of storage day 0 (W1), day 3 (W2), day 6 (W3), day 9 (W4) and day 12 (W5). Split Plot Design is structured in a factorial with 20 combinations of treatments and two replications thus obtained 40 experimental units. The best treatment is obtained based on the analysis method Effectiveness Index is the treatment P2S2W1 with maltodextrin type of stabilizer, the storage temperature of -10 ° C and storage 0 days with with total dissolved solids 16.75 brix; viscosity 82.404 cP; the water content 81.65% wb; fat content 0.22% w/v; color yellowish white, less viscous, delicious aroma, and preferred by the panelists.
1295316290H1F012080GEOKIMIA HIDROKARBON DAN PEMODELAN SEJARAH KEMATANGAN BATUAN INDUK CEKUNGAN BINTUNI, PROVINSI PAPUA BARATCekungan Bintuni terletak di Kepala Burung Papua, posisinya berada disekitar tumbukan Lempeng Australia dan Pasifik. Cekungan ini terbentuk saat Tersier Akhir dan mengalami perkembangan selama Plio-Pleistosen, dan diketahui sebagai cekungan penghasil hidrokarbon di kawasan Timur Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi batuan induk serta mengetahui waktu kematangan batuan induk daerah penelitian. Data yang digunakan berasal dari tiga sumur, yaitu Sumur Ofaweri, Roabiba dan Wos. Metode yang digunakan adalah analisis geokimia hidrokarbon batuan induk. Analisis ini terdiri dari analisis kandungan karbon organik (TOC), analisis hasil pirolisis batuan (potential yield dan HI), dan analisis hasil pemantulan vitrinit. Sementara itu untuk mengetahui waktu kematangan batuan induk diperlukan pemodelan sejarah kematangan. Sejarah kematangan ini dibuat dengan dua cara, yaitu perhitungan secara manual (metode Lopatin) dan pemodelan menggunakan software Petromod. Berdasarkan hasil analisis geokimia hidrokarbon, batuan induk Sumur Ofaweri memiliki kandungan TOC cukup, PY buruk, tipe kerogen II dan III, tingkat kematangan tergolong matang-belum matang. batuan induk Sumur Roabiba memiliki kandungan TOC cukup-istimewa, PY buruk-baik, tipe kerogen II dan III, tingkat kematangan tergolong matang-belum matang. batuan induk Sumur Wos memiliki kandungan TOC cukup, PY buruk, tipe kerogen II dan III, tingkat kematangan tergolong matang-belum matang. Berdasarkan dari hasil pemodelan sejarah kematangan menggunakan software maka waktu kematangan batuan induk Sumur Ofaweri dimulai pada umur 1.15 juta tahun lalu, Sumur Roabiba pada 7 juta tahun lalu, sedangkan Sumur Wos pada 9.64 juta tahun lalu. Sementara itu, pada perhitungan secara manual menggunakan metode Lopatin batuan induk Sumur Ofaweri dikategorikan belum matang, pada Sumur Roabiba kematangan batuan induk dimulai dari ±5 juta tahun lalu, dan pada sumur Wos dimulai dari ±7 juta tahun lalu. Perbedaan waktu kematangan batuan induk yang lebih lambat pada pemodelan manual dikarenakan pada pemodelan tersebut tidak dipengaruhi adanya komposisi litologi, heat flow dan tipe kerogen yang dihasilkan.
Bintuni basin is located in the Bird's Head of Papua, around Australia and the Pacific plate collision. This basin formed during Late Tertiary and has developed during the Plio-Pleistocene, and is known as hydrocarbon-producing basins in Eastern Indonesia. This study aims to determine the characteristics and potential of the source rock and to know the time of maturity of the source rock in research area. Data were taken from three wells, there are Ofaweri well, Roabiba well and Wos well. The methods that is used in this research is source rock hydrocarbon geochemistry analyzes. This analysis consists of Total Organic Carbon (TOC) analysis, Rock-Eval Pyrolisis (Potential Yield and HI) analysis, and vitrinite reflectance analysis. Meanwhile to know the time of maturity of the source rock requires modeling maturity history. The history of this maturity is made in two ways, namely manual calculation (Lopatin method) and modeling using Petromod software. Based on the results of hydrocarbon geochemistry analysis of source rock, Ofaweri well TOC contains fair, PY is poor, kerogen types II and III, level of maturity classified as mature-immature. Source rock of Roabiba well TOC contains fair-excellent, PY is poor-good, kerogen types II and III, level of maturity classified as mature-immature. Source rock of Wos well contains fair TOC, PY is poor, kerogen types II and III, the maturity level classified as mature-immature. Based on the results of maturity history modeling using the software, source rock maturity time Ofaweri well start at the age of 1.15 Ma, Roabiba well in 7 Ma, while the Wos well in 9.64 Ma. Meanwhile, the manual calculation based on Lopatin method, source rock Ofaweri well categorized as immature, Roabiba well maturity of source rock starts from ± 5 Ma, and Wos well start from ± 7 Ma. The difference of source rock maturity time that slower on manual modeling because the modeling is not influenced by the lithology composition, heat flow and the type of kerogen produced.
1295416291F1F009014REDUCTION, ADDITION, AND VARIATION IN THE MOVIE’S
THE DEVIL WEARS PRADA
Penelitian yang berjudul “Reduction, Addition, and Variation in the Movie’s The Devil Wears Prada” bertujuanuntukmenemukan pengurangan, penambahan, dan variasi dalam film The Devil Wears Prada.Penelitian ini menggunakan teori adaptasi film. Kemudian analisi tersebut dijabarkan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa langkah dalam meneliti film ini. Langkah pertama yaitu membaca dan menonton film tersebut untuk memahami isinya dan untuk pengumpulkan data. Langkah kedua adalah mengelompokkan dan mengidentifikasi teks yang berisi pengurangan, penambahan, dan perubahan variasi. Langkah terakhir adalah menjelaskan pengurangan, penambahan, dan perubahan variasi tersebut dan situasinya didukung oleh bukti-bukti yang terdapat dalam novel dan film tersebut. Berdasarkan analisis yang ada, penulis menemukan pengurangan dalam karakter, tempat, dan kejadian dalam film The Devil Wears Prada. Penambahan juga terjadi dalam karakter, tempat, dan kejadian dalam film The Devil Wears Prada. Selanjutnya, perubahan bervariasi juga terjadi dalam alur, tempat, dan karakter dalam film tersebut.This research entitled “Reduction, Addition, and Variation in the Movie’s The Devil Wears Prada” is aimed to find out the reduction, addition, and variation in the movie’s The Devil Wears Prada. This research use movie adaptation theories. Furthermore, tthe analysis arranged by using descriptive qualitative method. There are several steps in analysis this movie. First, the researcher read the novel and watching the movie to understand the content and to collect the data. Second, grouping and identifies text which have reduction, addition, and variation. The last step is that the researcher explains the reduction, addition, and variation supported by many proofs in the novel and movie. Based on the the analysis, the researcher finds the reduction in character, setting and plot in the movie’s The Devil Wears Prada. The addition also happend in character, setting, and plot in The Devil’s Wears Prada’s movie. Then, the variation happend in the plot, setting, and character in the movie.
1295516292F1B012045Pengaruh Kapasitas Manajemen dan Kapasitas Sumber Daya Terhadap Kinerja Pemerintah Desa dalam Pelayanan Publik di Kecamatan Karanglewas Kabupaten BanyumasPencapaian kinerja pelayanan publik yang ada di pemerintah desa di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas dapat dikatakan masih belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari gejala-gejala diantaranya seperti tingkat kehadiran aparatur pemerintah desa yang masih rendah, sebagian waktu kerja digunakan untuk kegiatan yang tidak produktif, dan pelaksanaan program pembangunan pemerintah desa yang masih belum optimal. Kinerja organisasi dipengaruhi oleh kapasitas manajemen dan kapasitas sumber daya. Sehingga tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara Kapasitas Manajemen dan Kapasitas Sumber Daya dengan Kinerja Pemerintah Desa dalam Pelayanan Publik di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas dengan mengambil 3 desa yaitu Desa Karanggude Kulon, Desa Karanglewas Kidul, dan Desa Sunyalangu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode Kuantitatif Asosiatif dengan pendekatan survey, dengan jumlah sampel 100 orang yang merupakan masyarakat di Desa Karanggude Kulon, Desa Karanglewas Kidul, dan Desa Sunyalangu. Metode analisis dengan menggunakan Korelasi Kendall Tau, Korelasi Konkordansi Kendall W. dan Regresi Ordinal. Hasil analisis statistik membuktikan ada pengaruh positif dan signifikan antara Kapasitas Manajemen terhadap Kinerja Pemerintah Desa dengan koefisien regresi sebesar 0,408; dan ada pengaruh yang positif dan tidak signifikan antara Kapasitas Sumber Daya terhadap Kinerja Pemerintah desa dengan koefisien regresi sebesar 0,151; serta ada pengaruh positif dan signifikan antara Kapasitas Manajemen dan Kapasitas Sumber Daya terhadap Kinerja Pemerintah Desa dengan koefisien regresi sebesar 0,426.


Achievement of the performance of public services in the local government in Karanglewas district Banyumas Regency can be said is still not optimal. It can be seen from indicators such as local government employees attendance levels are still low, the majority of working time spent on unproductive activities, and implementation of programs development of local government are still not optimal. The organization's performance is influenced by management capacity and resource capacity. So the purpose of this study is to determine whether there is influence between Management Capacity and Resource Capacity with The Performance of Local Government in the Public Service in Karanglewas District Banyumas Regency. The location of this study is situated in Karanglewas District Banyumas Regency by concluding 3 villages namely Karanggude Kulon Village, Karanglewas kidul Village, and Sunyalangu Village. The methods used in this study is a quantitative associative method with the approach survey taking sample of 100 people which is a community in the Karanggude Kulon village, Karanglewas kidul Village, and Sunyalangu Village. Analytical methods using the correlation of Kendall Tau, Konkordansi Kendall W. and Regresi Ordinal. The results of the statistical analysis proves there is a positive and significant influence between the management capacity and the performance of Local Government with a regression coefficient of 0.408; and there is a positive and not significant influence between the Resource capacity and the Performance of Local Government with a regression coefficient of 0.151; and there is a positive and significant influence between the Management Capacity and the Resources Capacity and the Performance of Local Government with a regression coefficient of 0.426.


1295616293C1G014071Konstruksi Realitas Reinventing Policy: Kajian Atas Kebijakan Penghapusan Sanksi Administrasi Perpajakan Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-91/PMK.03/2015Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengkaji sebuah kebijakan atau produk hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan mengenai Pengampunan Pajak. Adapun judul penelitian ini: "Konstruksi Realitas Reinventing Policy: Kajian Atas Kebijakan Penghapusan Sanksi Administrasi Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-91/PMK.03/2015".
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Memberikan gambaran yang mendalam mengenai dasar pemikiran kebijakan Reinventing Policy, (2) Mengidentifikasi target yang ingin dicapai oleh pemerintah melalui penerapan kebijakan Reinventing Policy, (3) Menganalisis pemenuhan kriteria tujuan kebijakan perpajakan menurut Sneed pada kebijakan Reinventing Policy, dan (4) Menganalisis efektivitas pencapaian tujuan kebijakan Reinventing Policy dengan menggunakan model/bagan menurut Luder's Contingency Theory.
Narasumber dalam penelitian ini adalah 11 informan yang mewakili tiga sudut pandang yakni sudut pandang pemerintah diwakili oleh 7 (tujuh) informan dari kantor pelayanan pajak pratama (KPP Pratama), kantor pelayanan pajak madya (KPP Madya), kantor wilayah Ditjen Pajak, dan kantor pusat Ditjen Pajak (KPDJP). Sudut pandang akademisi diwakili oleh 3 (tiga) orang dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Universitas Bangka Belitung (UBB) Pangkal Pinang, dan dari Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) yang berkedudukan di Jakarta. Terakhir dari sudut pandang Wajib Pajak/ Pengusaha yang diwakili oleh 1 (satu) informan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan data yang diperoleh dari sumber sekunder seperti dokumen resmi/tambahan terkait materi penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan proses reduksi dan klasifikasi data menunjukkan bahwa: (1) dasar pemikiran pemerntah dalam menetapkan kebijakan Reinventing Policy adalah mengenai kepatuhan wajib pajak yang rendah, minimnya basis pemajakan, pengamanan target penerimaan pajak, prakondisi menuju tahun 2016 sebagai tahun penegakan hukum, optimalisasi pemanfaatan kewenangan yang diberikan UU KUP, dan rekonsiliasi antara Ditjen Pajak dengan Wajib Pajak; (2) target yang hendak dicapai pemerintah melalui penerapan kebijakan Reinventing Policy adalah untuk meningkatkan penerimaan pajak, meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak, dan peningkatan kualitas basis data perpajakan; (3) menurut kriteria tujuan kebijakan perpajakan menurut Sneed, kebijakan Reinventing Policy hanya mencapai tujuan untuk sisi persamaan dan stabilitas tetapi gagal mencapai tujuan kecukupan dan kepraktisan; (4) berdasarkan pemodelan menurut Luder's Contingency Theory terungkap bahwa kebijakan Reinventing Policy berhasil mencapai tujuannya bila dilihat dari dimensi partisipasi tetapi gagal mencapai tujuannya dari dimensi penerimana dan dimensi pelaksanaan, sementara untuk dimensi kepatuhan belum bisa dijawab oleh penelitian ini karena jangka waktu penilaian yang belum terlampaui.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam Kebijakan perpajakan yang hendak diterbitkan oleh Ditjen Pajak seyogyanya disusun melalui proses matang yang meliputi analisis kesiapan dan sumber daya yang dimiliki. Persiapan meliputi kajian mengenai data internal yang dimiliki dan potensi penerimaan yang diperkirakan dapat diperoleh melalui kebijakan tersebut. Selain mengenai persiapan, kebijakan Reinventing Policy atau kebijakan lain yang serupa yang hendak diterbitkan kembali pada masa yang akan datang sebaiknya diberikan dalam jangka waktu yang lebih lama. Terkait sosialisasi, Ditjen Pajak sebaiknya lebih intensif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi beberapa masa/ periode saat hendak meluncurkan kebijakan perpajakan. Sehubungan dengan edukasi, penelitian ini mengimplikasikan bahwa edukasi yang kontinyu sebaiknya ditempatkan sebagai fokus untuk membangun masyarakat yang patuh dan memiliki kesadaran mengenai kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi.
This research is a qualitative research that examines a legal product in the form of Finance Minister Policy about Tax Amnesty. The title of this research: “Reality Construction of Reinventing Policy: The Examination of Sanction Tax Administration Amnesty According to Minister of Finance Regulation Number 91/PMK.03/2015”
The objectives of this research are to: (1) provide in-depth overview regarding to the rationale of Reinventing Policy, (2) identify the targets that want to be achieved by the Directorate General of Taxes by implementing Reinventing Policy, (3) analyze the fulfillment of criteria for the purposes of taxation policy by Reinventing Policy according to the Sneed Criteria, and (4) analyze the effectiveness of goal achievement by using models Luder’s Contingency Theory.
Informants in this study were eleven informants representing three perspectives, namely government viewpoint represented by seven informants from Small Tax Office (STO), Middle Tax Office (MTO), Regional Tax Office (RTO), and Head Office of Directorate General of Taxes (DGT). Academics viewpoint in this studi taken from three informants from University of General Soedirman Purwokerto (UNSOED), University of Bangka Belitung (UBB), and from Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) located in Jakarta. The last viewpoint was from Taxpayer/business represented by one informants from a company located in Koba, Central Bangka Regency. In addition, this study also used data obtained from secondary sources such as official documents related to materials research.
Based on the results of studies using the reduction process and classification data show that: (1) the rationale for government to release Reinventing Policy are due to the low of taxpayer compliance, the lack of taxation base, reaching tax revenue target that considered significant, prerequisite for the year 2016 as the year of the law enforcement, the optmization the utilization of the authority granted by law number 36 year of 2008 about general provisions and procedures of taxation, and reconciliating the relationship between taxpayers and DGT; (2) targets to be achieved by issuing Reinventing Policy are to increase tax revenue, to boost taxpayer compliance, and to improve the quality of taxation base; (3) according to The Sneed Criteria, Reinventing Policy met only two among four criteria that was for stability and equality but for adequacy and practicallity Reinventing Policy failed; (4) Based on the model built in this study referring to Luder’s Contingency Theory, it was revealed that Reinventing Policy only succeed for achieving the goal from the dimension of participation, meanwhile viewed from other two dimensions (revenue and operational), this policy failed. Especially for criteria of compliance it remained unanswered through this study because of the lack of period to see the effect.
The implications of the above conclusion were that every taxation policy that is about to be released by DGT should have been prepared through a process that includes the study of readiness and avalaible resources. Readiness itself includes the study about data internal managed by DT and potential revenue estimated will be gained by the policy. Other than about readiness, Reinventing Policy or other policies that are alike which are to be released in the future are supposed to be provided for a long period of duration. Related to socialization, DGT should be more intensive in conducting dissemination and education a couple of period prior to the policy is to be applied. With respect to education, this study implies that a continuous education should be placed as focus to build an abiding society that own awareness about tax obligations that need to be fulfilled.
1295716295G1B012019KINERJA TENAGA KESEHATAN DALAM ERA BPJS KESEHATAN
(Studi Kasus di Puskesmas Purwareja Klampok 1 Kabupaten Banjarnegara)
Latar Belakang: Pada era BPJS Kesehatan saat ini dikenal dengan istilah Dana Kapitasi. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama diberikan hak untuk mendapat alokasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan dari sistem pembayaran kapitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas dalam era BPJS Kesehatan khususnya di Puskesmas Purwareja Klampok 1 kaitannya dengan pembayaran jasa pelayanan dari sistem kapitasi BPJS Kesehatan.
Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan menggunakan analisa data content analysis dengan pendekatan thematic network.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan pola pemanfaatan dana kapitasi di Puskesmas Purwareja Klampok 1 sudah efektif dengan pembagian 60% untuk jasa pelayanan kesehatan dan 40% untuk operasional. Perhitungan poin pendapatan jasa pelayanan kapitasi hanya berdasar pada jenis ketenagaan, tingkat pendidikan, dan kehadiran. Kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Purwareja Klampok 1 kaitannya dengan pembayaran jasa pelayanan kapitasi sudah baik, namun terkendala banyak aturan sistem pelayanan BPJS Kesehatan di Puskesmas seperti pendapatan jasa pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan beban kerja, tingginya jumlah kunjungan, peran ganda tenaga kesehatan, formasi tenaga kesehatan kurang, sistem rujukan, dan persepsi miring dari masyarakat terkait pelayanan pasien peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas.
Kesimpulan: Kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Purwareja Klampok 1 sudah baik, namun terkendala banyak peraturan dari sistem yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut perlu ditinjau ulang khususnya terkait dasar pembobotan poin penilaian pembagian jasa pelayanan Puskesmas.
In the current era of National Health Insurance (BPJS Kesehatan) known as the Capitation Fund. First Level Health Facilities granted the right to receive payment allocation services (incentive) of the health care system of capitation payments. The purpose of this research was to identify the performance of health workers in health centers in this era, especially in the Purwareja Klampok 1 Primary Health Center. This study was a qualitative with case study design and using content analysis for data analysis with thematic network approach. This study shown the pattern of utilization of capitation funds in Purwareja Klampok 1 Primary Health Centers had been effective with the distribution of 60% for health care services and 40% for operational. Basic considerations weighting score capitation services revenue was based only on the type of workforce, education level, and presence. The performance of health workers in Purwareja Klampok 1 Primary Health Centers relation with payment services capitation had been good, but it was constrained many rules service system of National Health Insurance at Primary Health Centers such as income health care services which were not in accordance with the workload,the high number of visits, the double job of health personnel, less formation of health worker, referral system, and bouncing back from the public related to patient care at the health center attendees National Health Insurance. It needs to be reviewed, especially related to the consideration basis point of capitation services revenue of Primary Health Centers.
1295816302F1G012032Analisis Kepribadian Tokoh Anak dalam Cerpen Majalah Bobo edisi Juli 2016Penelitian yang berjudul "Analisis Kepribadian Tokoh Anak dalam Cerpen Majalah Bobo edisi Juli 2016", membahas dan menganalisis tentang unsur cerita fiksi anak dan psikologi perkembangan anak yang muncul dalam 10 cerpen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian diutamakan pada analisis kajian psikologi perkembangan anak pada 10 cerpen Majalah Bobo edisi Juli 2016. Sumber data yang digunakan adalah tiga Majalah Bobo edisi Juli 2016 yang berisi 10 cerpen terbitan Kompas Gramedia. Sepuluh cerpen itu di antaranya “Sekeranjang Telur busuk”, “Upit dan Ibu”, “Delman Istimewa”, “Cita-cita Emak”, “Puspus dan Kumis”, “Makhluk Kecil Tanpa Rambut”, “Sepeda Tua Pak San”, “Yang Lama Jadi Baru”, “Ramalan Ala Manila”, “Gambar Mimpi Ibu”.
Hasil penelitian terhadap 10 cerpen Majalah Bobo edisi Juli 2016 menunjukan bahwa tokoh dan penokohan pada cerpen anak tidak terlalu rumit, sifat dan sikap tokoh menggambarkan perilaku sehari-hari sewajarnya anak-anak. Latar dalam 10 cerpen ini juga tidak jauh-jauh dari kehidupan keseharian anak-anak, seperti rumah, sekolah, pasar, dan kebun. Tema dalam 10 cerpen ini selayaknya teman untuk anak-anak. Mengajarkan tentang kebaikan perilaku sehari-hari. Terakhir, alur dalam cerpen anak ini semuanya maju karena memang perjalanan cerita yang tunggal dan tidak rumit.
Selain itu, penelitian ini juga menggambarkan tentang psikologi perkembangan pada anak. Empat aspek psikologi perkembangan anak yang terdapat dalam 10 cerpen Majalah Bobo edisi Juli 2016, yaitu: aspek perkembangan bahasa, aspek perkembangan kognitif atau pemikiran anak, aspek perkembangan kepribadian, dan aspek perkembangan sosial anak.
This research is entitled “Analisis Kepribadian Tokoh Anak dalam Cerpen Majalah Bobo Edisi Juli 2016” which mainly talks and analyzes the fiction elements and psychology of child development in ten short stories. The focus of the research is primarily on psychology of child development in ten short stories in Bobo Magazines in July 2016 edition. The main data are three Bobo Magazines issued in July 2016 which consists of ten short stories published by Kompas Gramedia. Those ten short stories are “Sekeranjang Telur Busuk”, “Upit dan Ibu”, “Delman Istimewa”, “Cita-cita Emak”, “Puspus dan Kumis”, “Makhluk Kecil Tanpa Rambut”, “Sepeda Tua Pak San”, “Yang Lama Jadi Baru”, “Ramalan Ala Nirmala”, and “Gambar Mimpi Ibu”.
The result of the analysis on ten short stories in Bobo Magazine in July 2016 edition shows that the character and characteristics in the child short stories are simple as it describes daily attitudes and behaviors of children. The setting is also kids’ setting since they are homes, schools, markets, and gardens. The theme of the short stories is about teaching children to conduct good behavior in their daily life. Finally, the plot off the story is progressive plot because they only have one plot and the plot is also simple.
Besides, the research also describes psychology of child development. There are four aspects of psychology of child development found in those ten short stories in Bobo Magazine July 2016 edition, for example, language development aspect. Cognitive development aspect, personality development aspect, and social development aspect.
1295916297H1L012029SISTEM E-COMMERCE KNALPOT PRODUKSI PURBALINGGAPurbalingga merupakan salah satu produsen knalpot terbesar di Indonesia. Akan tetapi informasi penjualan knalpot di Purbalingga masih sulit dicari. Toko knalpot di Purbalingga belum memiliki tempat penjualan secara online. Maka dari itu dibuatlah sistem e-commerce knalpot produksi purbalingga agar masyarakat dapat mengetahui informasi knalpot di purbalingga secara mudah. Sistem ini dapat menjual knalpot yang sudah jadi dan juga knalpot custom. Metode yang digunakan dalam pembangunan sistem ini adalah Waterfall. Dalam membangun aplikasi ini digunakan framework Yii dengan basis PHP dan DBMS MySQL. Sistem e-commerce ini semakin mempermudah dan mempercepat proses pengolahan informasi knalpot Purbalingga.Purbalingga is one of the largest exhaust manufacturer in Indonesia. However, sales of exhaust in Purbalingga information is still hard to find. Muffler shop in Purbalingga not have a place online sales. Therefore made e-commerce system exhaust purbalingga production so that people can find out information on purbalingga exhaust easily. This system can sell the finished exhaust and a custom exhaust. The method used in the construction of this system is a Waterfall. In building this application is used with the base framework Yii PHP and MySQL DBMS. E- commerce system is further simplify and accelerate the process of information processing exhaust Purbalingga.
1296016298F1G012026PENGGUNAAN BAHASA SLANG PADA KALANGAN WARIA DI PURWOKERTOPenelitian yang berjudul “Penggunaan Bahasa Slang pada Kalangan Waria di Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud-wujud bahasa slang dan faktor-faktor yang memengaruhi munculnya bahasa slang pada kalangan waria di Purwokerto.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah tuturan para waria di Purwokerto yang di dalamnya mengandung bahasa slang. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap. Metode simak diwujudkan dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya yaitu teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Metode cakap diwujudkan dengan teknik dasar teknik pancing dan teknik lanjutannya teknik cakap bertemu muka. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode padan translasional dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu, sedangkan teknik lanjutannya yaitu teknik hubung banding memperbedakan. Hasil analisis data pada penelitian ini disajikan secara informal.
Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Wujud bahasa slang yang digunakan waria di Purwokerto yaitu bahasa slang yang berwujud akronim, singkatan, dan kata. Bahasa slang yang berwujud akronim (23 data), bahasa slang yang berwujud singkatan (1 data), dan bahasa slang yang berwujud kata (113 data).
Faktor yang memengaruhi munculnya bahasa slang pada kalangan waria di Purwokerto berdasarkan konsep Suwito adalah faktor sosial dan faktor situaional. Faktor sosial yang mencakup tingkat pendidikan, usia, tingkat ekonomi, lingkungan dan jenis kelamin. Faktor situasional yang mencakup siapa yang berbicara, dengan siapa berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, di mana, dan masalah apa yang dibicarakan.

Kata kunci: sosiolinguistik, bahasa slang, waria
This research entitled "The Use of Indonesian slang by she-male in Purwokerto". The aim of this study is to describe the forms of Indonesian slang and the factors that affect the appearance of Indonesian slang used by she-male in Purwokerto.
This is a qualitative descriptive research. The data used in this study are the expressions of she-male in Purwokerto which contains slang language. In collecting data the researcher used observation methods and conversation method. The observation method that was used as basic techniques was tapping techniques and the advanced technique was involved conversation observation technique, noting technique, and recording technique. Conversation technique that was used as basic technique was stimulation techniques and the advance technique was face to face conversation techniques. In analyzing the data, the researcher used comparing method with dividing-key-factors technique as basic techniques, while the advance technique was compare distinguish technique. The results of data analysis were presented informally.
Based on the analysis and discussion, the result of this research were as follows. The Indonesian slang which used by she-male in Purwokerto in the form of acronyms, abbreviations and words. The Indonesian slang in the form of acronyms (23 data), abbreviations (1 datum), and words (113 data).
The factors that affect the appearance of slang language among she-male in Purwokerto according to Suwito consept were the social factors and situational factor. The social factor were education level, age, level of economic, environmental and gender. While the situational factor were locutor, interlocuter, language, place, and topic of dialoge.