Home
Login.
Artikelilmiahs
5864
Update
REDY AVIANTO PERDANA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PUPUK HAYATI BERBASIS Bacillus subtilis B1 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA DATARAN RENDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman penghasil beras sebagai bahan pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan beras dalam negeri masih terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan tingkat konsumsi yang masih tinggi. Usaha peningkatan produksi padi apabila tidak diusahakan secara berkelanjutan maka akan terjadi penurunan produksi. Petani cenderung menggunakan pupuk anorganik untuk meningkatkan hasil produksi. Pemberian pupuk kimia secara terus menerus dapat menyebabkan menurunnya jumlah mikroorganisme dalam tanah, dan menipisnya kandungan bahan organik dalam tanah yang mengarah ke penurunan kualitas tanah dan usia pakai tanah. Salah satu cara yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas padi yaitu dengan penambahan mikroba Bacillus subtillis B1 pada pupuk yang diaplikasikan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan N tersedia dalam tanah melalui penambatan N dan berpotensi tinggi dalam melarutkan fosfat terikat menjadi tersedia dalam tanah serta penyedia hormon tumbuh. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh dari pemberian formula B. subtilis BI terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi, dan (2) mengetahui waktu aplikasi yang tepat dalam menggunakan formula berbasis Bacillus subtillis B1 terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman padi. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: K (tanpa pemberian formulasi baik cair maupun padat), A (pemberian formulasi Bacillus subtillis B1 dalam bentuk cair dan padat pada 10 hari setelah tanam), B (pemberian formulasi Bacillus subtillis B1 dalam bentuk cair dan padat pada 20 hari setelah tanam), C (pemberian formulasi Bacillus subtillis B1 dalam bentuk cair dan padat pada 30 hari setelah tanam). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, dan dilanjutkan dengan BNT dengan taraf 5% jika nyata. Hasil penelitian menunjukkan formulasi Bacillus subtillis B1 yang diberikan pada 20 HST berpengaruh terhadap peningkatan bobot kering tanaman, meningkatkan hingga 20,33% berbanding dengan kontrol, berpotensi meningkatkan hasil gabah sebesar 55,8% berbanding dengan kontrol, dan berpotensi meningkatkan bobot 1000 biji sebesar 16,68% dibandingkan dengan deskripsi varietas IR 64.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice plant (Oryza sativa L.) is the staple food of the majority most population Indonesian. Domestic demand for rice continously increase with the increasing population and consumption levels are still high. Efforts to increasing rice production does not support by the continuity effort, it will causes decreasing production. Farmers tend to use inorganic fertilizers to improve production. Using chemical fertilizer continuously can cause decrease the number of microorganisms in the soil, and the depletion of organic matter content in the soil which leads to a decline in soil quality and the life of the soil. One way is needed to increase rice productivity is by the addition of microbial Bacillus subtillis B1 in the fertilizer is applied, thus increasing the efficiency the use of available N in the soil through the N string and high potentially in dissolved phosphate bound to producer in the soil be growth hormone. The purpose of this research (1) to determine the effect of giving formula B. BI subtilis on growth and yield of rice plants, and (2) determine the exact time of the application in use based formula B. BI subtilis on growth and yield in rice. The design of the experimental used was Randomized Completely Block Design (RCBD) with 4 treatments and 6 replications. Treatments were: K control (without any fertilation), A (application of Bacillus subtillis B1 both liquid and solid form at 10 days after planting), B (application of Bacillus subtillis B1 both liquid and solid form at 20 days after planting), C (application of Bacillus subtillis B1 both liquid and solid form at 30 days after planting). The data were analyzed by F test, and followed by the LSD 5% level when significant. The results showed that formulation of Bacillus subtillis B1 applid at 20 day significantly effected the plant dry weight, that increased 20.33% than control, rice yield increased 55.8% compare with control, and potentially increased the weight of 1000 seeds was 16.68% compared with the description of the variety IR 64.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save