Artikelilmiahs
Menampilkan 12.901-12.920 dari 49.614 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12901 | 5903 | H1B006033 | KEKUATAN TOTAL SISI TAK BERATURAN PADA GRAF BIPARTIT LENGKAP K2,n | Misal G adalah graf dengan himpunan titik V dan himpunan sisi E. Pelabelan-k total sisi tak beraturan pada graf G adalah suatu pemetaan yang memetakan elemen di himpunan titik V dan elemen di himpunan sisi E ke elemen di himpunan bilangan bulat positif 1,2,… , k, sedemikian sehingga untuk setiap dua sisi yang berbeda jumlah label sisi dan label dua titik yang bersisian dengan titik tersebut berbeda. Setiap graf sederhana G yang mempunyai minimal dua titik dan satu sisi dapat dilabeli dengan pelabelan-k total sisi tak beraturan, dengan cara melabeli setiap titiknya dengan label 1, dan melabeli setiap sisinya dengan bilangan terurut 1,2,…,|E|. Permasalahannya adalah bagaimana menentukan nilai minimum k sedemikian sehingga graf G dapat dilabeli dengan pelabelan total sisi tak beraturan. Nilai minimum k dari pelabelan total sisi tak beraturan pada graf G dinamakan kekuatan total sisi tak beraturan dan dinotasikan dengan tes(G). Artikel ini mengkaji tes(G) dengan G adalah graf bipartit lengkap K2,n. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan total sisi tak beraturan pada graf K2,n memenuhi batas bawah teorema tentang tes(G), yaitu tes(K2,n)=(2n+2)/3. | Suppose G is a graph with V set of vertex and E set of edges. An edge irregular total k-labelling of G is a mapping that maps the elements of the set vertex V and elements of the set edges E on a graph to the set of positive integers 1,2,… , k , such that for any two different edges have the sum of labels an edge and label two vertices which incident to that edge different. Any simple graph G which have at least two vertices and one edge can be labeled with an edge irregular total k-labelling , by way of labeling each vertice with 1, and labeling each edge is with sequential numbers The problem is how to determine the minimum value of k such that the graph G can be labeled with the irregular total labeling. Minimum value of k in the irregular total labeling of a graph G is called the total edge irregular strength denoted by test (G). This article determines test (G) which G is the complete bipartite graph K2,n. The results showed that the value total edge irregular strength of the complete bipartite graph K2,n is meet the upper limit of total edge irregular strength theorem tes(K2,n)=(2n+2)/3. | |
| 12902 | 6170 | C1B009042 | ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS, KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN RENTABILITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA (Periode 2006-2011) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Return on Asset (ROA) yang merupakan proksi dari Kinerja Keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Masalah penelitiannya adalah adanya ketidakkonsistenan hasil peneltian terdahulu, dan untuk menganalisis variabel apakah yang mempengaruhi ROA. Variabel-variabel tersebut adalah Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Net Interest Margin (NIM). Metode penelitian yang digunakan adalah studi empiris dengan teknik pengolahan data analisis regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari masing-masing Bank Umum Syariah periode 2006-2011. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling method. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 3 Bank Umum Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDR dan NIM memiliki pengaruh positif terhadap ROA. BOPO memiliki pengaruh negatif terhadap ROA, dan NPF tidak berpengaruh terhadap ROA. Penelitian ini dapat dibuat sebagai acuan, oleh pihak manajemen perusahaan atau bagi pihak investor dalam menentukan strategi investasi. | The purpose of this research is to find out and analyze the factors that can effect Return on Asset (ROA) at Islamic Commercial Banks in Indonesia. The matter is that there was an inconsistence the last observer, and the aim is to analyze the variables which are influence ROA. The variables are Capital Adequacy Ratio, Operational Efficiency Ratio, Non Performing Financing, and Third Party Funds. The method of research is empirical study with technique data analysis are multiple linear regression analysis. This research use secondary data from every Islamic Commercial Bank since 2006- 2011. The author use purposive sampling method. The sample of this study are 3 Islamic Commercial Banks. The sample of this study are 3 Islamic Commercial Banks. The result of the research shows that FDR and NIM has a positive influence toward ROA. BOPO has a negative influence toward ROA, and NPF doesn’t influence ROA. The research is created as guidance, by companies management in companies administration or by investors in decide investment strategies. | |
| 12903 | 5896 | H1B009040 | SUBGRUP FUZZY | Subhimpunan fuzzy atas grup G adalah fungsi yang mengaitkan setiap elemen di G ke interval tutup [0,1]. Himpunan dari semua subhimpunan fuzzy atas grup G disebut himpunan kuasa fuzzy atas grup G.Penelitian ini mengkaji tentang konstruksi subgrup fuzzy atas grup Gdan sifat-sifatnya. Subhimpunan fuzzy atas grup Gadalah subgrup fuzzy atas grup Gjika derajat keanggotaan dari lebih dari atau sama dengan minimum antara derajat keanggotaan dari dan , serta derajat keanggotaan dari invers lebih dari atau sama dengan derajat keanggotaan dari , untuk setiap elemen G. Sifat-sifat yang berlaku pada subgrup fuzzy atas grup G antara lain adalah syarat cukup dan perlu dari suatu subhimpunan fuzzy atas grup Gmerupakan subgrup fuzzy atas grup G yaitu derajat keanggotaan dari lebih dari atau sama dengan minimum antara derajat keanggotaan dari dan , untuk setiap elemen G. Hasil kali dua buah subgrup fuzzy atas grup G merupakan subgrup fuzzy atas grup G jika dan hanya jika bersifat komutatif. Selanjutnya, Perluasan subgrup fuzzy atas grup G oleh suatu homomorfisma akan membentuk subgrup fuzzy baru. | Fuzzy subset of group G is a function that maps each element in G to the closed interval [0,1]. The set of all fuzzy subsets of group G is called fuzzy power sets of group G. This research examines the construction of fuzzy subgroup of group G and its properties.Fuzzy subsets of group G is fuzzy subgroup of group G if the degree of membership of more than or equal to the minimum between the degrees of membership and , and the degree of membership of inverse more than or equal to the degree of membership of , for each elements of G. The properties offuzzy subgroup of group G include sufficient and necessary conditions of a fuzzy subset of group G become fuzzy subgroup of group G is the degree of membership of more than or equal to the minimum between the degrees of membership and , for each elements of G. The product of two fuzzy subgroups of group G is called a fuzzy subgroup of group G if and only if it commutative. Furthermore, extension of fuzzy subgroup of group G by a homomorphism will create new fuzzy subgroup. | |
| 12904 | 5895 | H1B009052 | BILANGAN ANTI KEKULE PADA GRAF MÖBIUS LADDER | Bilangan anti kekule merupakan minimal banyaknya sisi yang harus dihapus dari suatu graf yang memuat perfect matching sehingga graf tersebut masih terhubung akan tetapi tidak memuat perfect matching. Menentukan bilangan anti kekule pada suatu graf bersesuaian dengan mencari banyaknya ikatan yang harus diputus sehingga suatu senyawa kimia menjadi tidak stabil. Salah satu graf yang dapat merepresentasikan senyawa kimia yaitu graf Möbius Ladder, yang disimbolkan dengan 〖ML〗_n. Titik pada graf 〖ML〗_n merepresentasikan atom dan sisi merepresentasikan ikatan antar atom. Pada skripsi ini, penulis mengkaji tentang bilangan anti kekule pada graf 〖ML〗_n. Hasil dari kajian ini terbagi menjadi dua yaitu untuk graf 〖ML〗_n dengan n genap mempunyai bilangan anti kekule sebanyak tiga dan untuk graf 〖ML〗_n dengan n ganjil mempunyai bilangan anti kekule sebanyak empat. | ABSTRACT. Anti kekule’s number is minimum number of edges which has to be removed from a graph which contain perfect matching, so this graph still connected without perfect matching. Determining anti kekule’s number on a graph correspond by find the minimum number of bond that must be cut so a chemical compound become unstabil. One of graph that can represent chemical compound is Möbius Ladder graph that symbolized by 〖ML〗_n. Vertex on 〖ML〗_n represents atom and the edges represent bond among the atom. In this research, writer studied about anti kekule’s number on 〖ML〗_n graph. The results this research devided into two, namely 〖ML〗_n graph have three anti kekule’s number for n is even number and 〖ML〗_n graph have four anti kekule’s number for n is odd number. | |
| 12905 | 5898 | H1B007018 | METODE LIFE TABLE PADA ANALISIS UJI HIDUP | Analisis uji hidup terbagi menjadi analisis uji hidup parametrik, yaitu analisis yang menggunakan asumsi-asumsi dari suatu bentuk distribusi, dan analisis uji hidup nonparametrik yang merupakan analisis yang tidak memerlukan suatu asumsi dari bentuk distribusi. Secara harfiah kedua jenis analisis uji hidup yang telah disebutkan memiliki tujuan yang sama, namun kedua jenis analisis tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan yang lainnya, yang kemudian masing-masing analisis dibagi menjadi beberapa metode-metode khusus lainnya. Oleh karena itu perlu adanya pemilihan suatu metode yang baik dan tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan analisis data uji hidup. Salah satu analisis uji hidup adalah fungsi survival. Fungsi survival berdistribusi Makeham merupakan sebuah fungsi yang menunjukkan nilai peluang suatu individu dapat bertahan hidup pada suatu waktu. Metode untuk memperoleh nilai peluang suatu individu dapat bertahan hidup diantaranya adalah metode life table. Setiap kolom dalam life table memiliki arti masing-masing yang dapat menunjukkan besarnya peluang kematian individu, jumlah individu yang mati, jumlah individu yang masih dapat bertahan hidup pada waktu tertentu dan besar peluang individu dapat bertahan hidup. | Life test analysis is divided into parametric analysis,which is the analysis using the assumptions of distribution, and nonparametric analysis, which is the analysis that does not require an assumption of the distribution. Literally the both types of analysis that have been mentioned have the same goal, but both types of analysis have different characteristics from one another, which then each analyzes is divided into a number of other specialized methods. Hence it needs to select of a good and appropriate method to solve a problem of life test data analysis. One of life test analysis is survival function. Makeham survival distribution function is a function that shows the probability of an individual who can survive at a time. One of the method to obtain the probability of an individual to survive is the life table method. Each column in the life table has the meaning to demonstrate the magnitude of the individual's death, the number of individuals who die, the number of individuals who still can survive at a certain time and the probability of individuals to survive. | |
| 12906 | 5899 | D1A007027 | PENGARUH LAMA MASERASI KUNING TELUR PADA PEMBUATAN TEPUNG KUNING TELUR PUYUH MENGGUNAKAN BERBAGAI LEVEL ETANOL TERHADAP DAYA DAN STABILITAS BUIH | Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh level etanol, lama maserasi, dan interaksinya terhadap daya dan stabilitas buih tepung kuning telur puyuh. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1350 gram kuning telur puyuh segar, 5400 ml etanol, 500 ml akuades. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 3x3, faktor pertama adalah level etanol (P) yang terbagi menjadi tiga yaitu P1 = 1:2 (50 g kuning telur : 100 ml pelarut etanol), P2 = 1:4 (50 g kuning telur : 200 ml pelarut etanol), P3 = 1:6 (50 g kuning telur : 300 ml pelarut etanol); sedangkan Faktor kedua adalah lama maserasi (L) yang terbagi menjadi tiga yaitu l1 = maserasi selama 10 menit, l2 = maserasi selama 20 menit, l3 = maserasi selama 30 menit, setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diukur yaitu daya dan stabilitas buih. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pengaruh perbandingan level etanol, lama maserasi dan interaksi antara keduanya berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap daya buih maupun stabilitas buih tepung telur puyuh. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan etanol sampai dengan 300 ml/50 g kuning telur tidak menurunkan daya dan stabilitas buih tepung kuning telur puyuh. Lama maserasi sampai dengan 30 menit menghasilkan daya dan stabilitas buih tepung kuning telur yang sama. | The purposes of research was to study the effect of level etanol, time maceration and its interaction on power and foam stability of quail’s egg yolk powder. The materials used in this study were 1350 grams of fresh quail egg yolks, 5400 ml of ethanol, and 500 ml of distilled water. The research was carried out by the experimental, method using Completely Randomized Design 3x3 Factorial Pattern. The first factor etanol level (P) is P1 = 1:2 (50g egg yolk: 100ml ethanol), P2 = 1:4 (50g egg yolk: 200ml ethanol), P3 = 1 : 6 (50g egg yolk: 300ml ethanol), second factor was the length of maceration (l) l1 = maceration as long 10 minutes, L2 = maceration as long 20 minutes and L3 = maceration as long 30 minutes, each treatment combination was repeated three times. Variables measured power and foam stability. Analysis of variance showed that the ethanol, maceration time and the interaction between them was not a significant (P<0,05) on power and foam stability of quail eggs flour. Based on these results it can be concluded that etanol use until 300 ml/ 50 g egg yolk does not decrease the power and foam stability of quaill egg yolk powder. Maceration time until 30 minutes produces a similar power and foam stability. | |
| 12907 | 5900 | H1B009050 | KARAKTERISTIK HIMPUNAN KRITIS DALAM PELABELAN TOTAL SISI AJAB PADA GRAF ULAT TANPA KEPALA DAN EKOR DENGAN 4 KAKI TITAP BADAN | Sebuah himpunan kritis dalam pelabelan graf adalah subhimpunan label dari pelabelan graf sedemikian sehingga subhimpunan label tersebut membangun pelabelan graf secara tunggal. Jika suatu himpunan kritis mempunyai r elemen maka dikatakan bahwa himpunan kritis tersebut berukuran r. Himpunan kritis yang memiliki banyak elemen terkecil disebut himpunan kritis minimal. Pada penelitian ini membahas tentang karakteristik himpunan kritis minimal dalam pelabelan total sisi ajaib pada graf ulat tanpa kepala dan ekor dengan 4 kaki tiap badan (C_(4_n )). Hasil penelitian menunjukkan bahwa himpunan kritis minimal pada graf C_(4_n ) berukuran 4n dengan n menyatakan banyaknya badan (titik pusat), elemen himpunan kritis minimal pada C_(4_n ) terdiri atas kombinasi dari label titik daun dan label sisi daun yang berbeda, setiap himpunan kritis minimal pada graf C_(4_n ) tidak memuat label titik pusat, setiap himpunan kritis minimal pada graf C_(4_n )untuk n ≥ 2 tidak memuat label sisi yang menghubungkan antar titik pusat. | A critical set in the labeling of a graph is a subset of the label of a graph labeling such that the label is forms graph labeling uniquely. If a critical set has r elements then the size of the critical set is r. Critical set that has many smallest element are called minimum critical set. This research discussed about characteristic of minimum critical set in edge magic total labeling on a caterpillar graph without head and tail, with 4 feets of each bodies (C_(4_n )). The result of this research show that the size of minimum critical sets on C_(4_n ) graph is 4n, where n is the number of bodies (center vertex), elemen of the minimum critical sets on C_(4_n ) consist of combination of leaves vertex and different label of edge’s leaves, every minimum critical set on C_(4_n ) isn’t contain label of center vertex, every minimum critical set on C_(4_n ) for n ≥ 2 isn’t contain label of edge’s which connect between center vertex. | |
| 12908 | 5901 | H1B007050 | APLIKASI FUZZY C-MEANS CLUSTERING DALAM PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA | Fuzzy C-mean Clustering (FCM) merupakan suatu teknik clustering data dimana setiap titik data menjadi anggota suatu cluster berdasarkan derajat keangotaan tertentu. FCM dapat diaplikasikan untuk mengelompokkan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, dan jumlah kota/kabupaten. Provinsi-provinsi tersebut dikelompokkan menjadi empat cluster. Hasil pengelompokan provinsi-provinsi di Indonesia yaitu Cluster pertama merupakan kelompok provinsi dengan jumlah penduduknya relatif banyak, luas wilayahnya relatif kurang luas, dan jumlah kota/kabupatennya relatif banyak. Cluster kedua merupakan kelompok provinsi dengan jumlah penduduknya relatif sedikit, luas wilayahnya relatif luas, dan jumlah kota/kabupatennya relatif sedikit. Cluster ketiga merupakan kelompok provinsi dengan jumlah penduduknya relatif sangat banyak, luas wilayahnya relatif cukup luas, dan jumlah kota/kabupatennya relatif sangat banyak. Cluster keempat merupakan kelompok provinsi dengan jumlah penduduknya relatif cukup banyak, luas wilayahnya relatif sangat luas, dan jumlah kota/kabupatennya relatif cukup banyak. | Fuzzy C-means Clustering (FCM) is data clustering technique where each data point belongs to a cluster by membership degree. FCM can be applied to group the provinces in Indonesia based on number of population, land area and number of administrative units. The provinces in Indonesia are grouped into four clusters. The results shows that the cluster of province that contains relatively large number of population and relatively less extensive land area and also relatively large number of administrative units as first cluster. Province that contains relatively slight number of population and relatively extensive land area and also relatively slight number of administrative units as second cluster. Province that contains relatively very large number of population and relatively quite extensive land area and also relatively very large number of administrative units as third cluster. And province that contains relatively quite large number of population and relatively very extensive land area and also relatively quite large number of administrative units as fourth cluster. . | |
| 12909 | 5902 | H1B008037 | HIDDEN MARKOV MODEL | Proses stokastik adalah koleksi variabel acak yang umumnya diindeks oleh waktu. Pada proses stokastik, peristiwa yang mungkin dari variabel acak di waktu tertentu disebut keadaan (state). Ketika peluang keadaan di suatu waktu hanya dipengaruhi oleh informasi keadaan yang terakhir dan tidak dipengaruhi oleh keadaan terdahulu maka proses stokastik tersebut disebut model Markov. Model Markov yang indeksnya bersifat diskrit disebut rantai Markov. Pada rantai Markov ada saatnya keadaannya tidak teramati secara langsung tetapi yang dapat diamati hanya proses stokastik lain yang diakibatkan oleh keadaan rantai Markov tersebut. Proses stokastik yang dihasilkan dari rantai Markov yang seperti ini dinamakan sebagai Hidden Markov Model (HMM). Makalah ini membahas teori dan contoh dari HMM. Salah satu permasalahan HMM adalah menghitung peluang barisan teramati. Peluang barisan teramati dapat dihitung melalui definisi peluang marginal, tetapi memerlukan banyak perhitungan. Karena itu untuk memperkecil perhitungan dapat digunakan algoritma maju. Pada contoh kasus diperoleh bahwa peluang barisan teramati baik menggunakan definisi peluang marginal atau algoritma maju memberikan hasil yang sama. | Stochastic process is collection of random variabel that commonly being index with time. In stochastic procces, state is the event that happen from random variabel in particular of time. While probability of state in particular of time depends only upon the immediate past state and it’s not upon the remote past state, so this stochastic process called Markov model. Markov model which is being index with diskrit character called Markov chain. In a Markov chain, the state is sometimes not directly observed and the direcly observable state is just the other stochastic process that caused by the state of Markov chain. A stochastic process that generalized by such Markov chain is called Hidden Markov Model (HMM). This paper discusses theory and an example of HMM. One of the HMM’s problem is calculate probability of obeserved sequence. Probability of obeserved sequence can be count with definition of marginal probability, but need a great quantities of calculation. Because of that to minimizing the calculation can be used forward algorithm. In the sample case obtainable that the result of obeserved sequence probability between with definition of marginal probability or forward algorithm will give same result. | |
| 12910 | 5904 | H1B007049 | ESTIMASI MODEL RANDOM EFFECT DENGAN METODE GLS (GENERALIZED LEAST SQUARE) PADA REGRESI DATA PANEL | Data panel merupakan gabungan antara data time series dan data cross-section. Salah satu model statistik untuk data panel adalah data panel. Model random effect dapat diestimasi dengan menggunakan metode GLS. Pada penelitian ini dipelajari cara menentukan estimator GLS pada model random effect. Sebagai aplikasi, pemodelan diterapkan pada data angka kelahiran kasar dan data pengguna kontrasepsi KB (jenis suntik, pil, susuk dan MOW) di Kecamatan Bobotsari, Karanganyar, Karangreja, Kejobong, Mrebet, dan Purbalingga tahun 2007-2010. Diperoleh hasil bahwa dengan koefisien determinasi 57,4099% jenis kontrasepsi yang mempengaruhi angka kelahiran kasar adalah MOW, sedangkan yang tidak mempengaruhi adalah pil, suntik, dan susuk. | Panel data is a combination of time series and cross-section data. One of statistical models for panel data is random effect model. The model can be estimated by the GLS (Generalized Least Square) method. This research, studied how to determine the GLS estimator for random effect model. As application,the model was applied to data of the crude birth rate and the data of the number of KB user for each contraception type (injection, pills, implant and female operation) in Bobotsari, Karanganyar, Karangreja, Kejobong, Mrebet and Purbalingga for the periode 2007-2010. The result showed that the crude birth rate is only affected by the MOW contraception with the determination coefficient is 57.4099%. | |
| 12911 | 5906 | H1B009024 | Model Predator-Prey Menggunakan Respon Fungsional Tipe II dengan Prey Bersimbiosis Mutualisme | Model matematika yang menggambarkan hubungan antara predator dan prey adalah model predator-prey. Model predator-prey yang paling sederhana adalah model Lotka-Volterra. Pada model Lotka-Volterra, waktu yang diperlukan predator untuk menangani prey tidak diperhatikan. Oleh karena itu, model Lotka-Volterra dikembangkan dengan memperhatikan waktu yang diperlukan predator untuk menangani prey yaitu model predator-prey dengan respon fungsional tipe II. Model predator-prey hanya memodelkan hubungan antara prey dan predator saja, sedangkan pada beberapa lingkungan hidup terdapat predasi dimana prey bersimbiosis mutualisme dengan makhluk hidup lain. Pada penelitian ini, dikaji perilaku dinamik model predator-prey menggunakan respon fungsional tipe II dengan prey bersimbiosis mutualisme berdasarkan analisa titik kesetimbangan. Model tersebut mempunyai enam titik kesetimbagan yaitu TE0, TE1, TE2, dan TE3 yang bersifat tidak stabil serta TE4 dan TE5 yang bersifat stabil asimtotis berdasarkan nilai parameter yang digunakan. Berdasarkan simulasi, semakin besar tingkat interaksi prey terhadap spesies lain, maka dalam jangka waktu yang lama jumlah spesies lain dan prey tetap, sedangkan jumlah predator semakin banyak. Semakin besar tingkat interaksi spesies lain terhadap prey, maka dalam jangka waktu yang lama jumlah spesies lain dan predator semakin banyak, sedangkan jumlah prey tetap. | Mathematical model describing the relationship between predator and prey is a predator-prey model. The simplest predator-prey model is the Lotka-Volterra model. In the Lotka-Volterra model, the time for predator to handle a prey is unnoticed. Therefore, the Lotka-Volterra model is developed by considering the time required by predator to handle prey, that is predator-prey model with functional response type II. Predator-prey model only modeled the relation between prey and predator, while in some environmental there is a predation where prey symbiotic mutualism with other species. In this research, the dynamic behavior of predator-prey model using functional response type II with prey symbiotic mutualism was analized based on the stability of equilibrium point. The model has six equilibrium points, they are TE0, TE1, TE2, and TE3 which are unstable, while TE4 and TE5 may asymptotically stable depend on the value of the parameters. Based on the simulation, when the interaction among prey and other species is greater, then in the long term the number of other species and prey remains, while the number of predators is increasing. When the interaction among other species and prey is greater, then in the long term the number of other species and predators is increasing, while the number of prey remains. | |
| 12912 | 5907 | H1B008024 | POLINOM KARAKTERISTIK MATRIKS SIGNLESS LAPLACE DARI INDUCED SUBGRAPH | Suatu graf mempunyai sub bagian yang dinamakan subgraf. Himpunan titik-titik dan sisi-sisi pada subgraf merupakan himpunan bagian dari himpunan titik-titik dan sisi-sisi pada graf. Selanjutnya, suatu subgraf disebut induced subgraph jika semua titik pada subgraf tersebut memuat sisi-sisi yang bersesuaian dengan sisi pada graf asalnya. Pada suatu graf, matriks signless Laplace adalah penjumlahan dari matriks diagonal dengan matriks ketetanggaan yang entri pada diagonal utamanya berupa derajat titik suatu graf. Polinom karakteristik suatu matriks dapat ditentukan dengan determinan matriks. Pada skripsi ini, polinom karakteristik dari matriks signless Laplace akan dicari dengan menggunakan semua induced subgraphnya | A subset of the graph is called the subgraph. The set of vertices and edges in the subgraph is a subset of the set of vertices and edges in a graph. Furthermore, a subgraph is called the induced subgraph if all vertices on the subgraph contain edges corresponding to a edges of original graph. On a graph, the signless Laplace matrix is the sum of a diagonal matrix and adjacency matrix whose entries on the main diagonal is vertices degrees of a graph. Characteristic polynomial of a matrix can be determined by the matrix determinant. In this final project, the characteristic polynomial of the matrix signless Laplace can be found by using all induced subgraph of a graph. | |
| 12913 | 5981 | E1E004044 | PENERAPAN PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) PURWOKERTO | Dalam penyelenggaraan negara dibutuhkan suatu aparatur negara yang berkualitas dan berkemampuan tinggi. Pegawai Negeri Sipil sebagai salah satu unsur aparatur negara, baik tidaknya program yang dilaksanakan pemerintah adalah tergantung dari kesempurnaan dan kemampuan Pegawai Negeri Sipil itu sendiri. Oleh karena itu, setiap Pegawai Negeri Sipil harus memiliki kualitas dan kemampuan tinggi serta tingkat disiplin yang tinggi pula. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Metode ini memandang hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga dan pejabat yang berwenang. Sementara metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Lapas Purwokerto. Kriteria pelanggaran hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil di Lapas Purwokerto dalam melakukan pelanggaran hukuman disiplin terhadap kewajiban dan larangan Pegawai Negeri Sipil yaitu dapat dilihat dari dampak negatif yang timbul dimana ada tiga hal dampak yang timbul yaitu berdampak negatif pada unit kerja, berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan, berdampak negatif pada pemerintah dan atau negara. Pada sanksi pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil di Lapas Purwokerto dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku yaitu menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil terhadap sanksi pelanggaran disiplin ringan, sedang, dan berat. Pada periode tahun 2011 terhadap sanksi pelanggaran disiplin berat belum pernah terjadi di Lapas Purwokerto tetapi sanksi pelanggaran disiplin ringan dan sedang sudah pernah terjadi dan sudah diterapkan. Dari penelitian ini diharapkan supaya pelaksanaan peraturan tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil perlu di patuhi secara konkrit dan diterapkan sehingga terciptanya Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan sesuai tugasnya dan lingkungan kerja yang aman dan kondusif khususnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto. | In the state organization of the state apparatus requires a qualified and highly capable. Civil Service as one of the elements of the state apparatus, whether or not the program of the government is dependent on perfection and ability Civil Service itself. Therefore, every civil servant should have the quality and high capacity, and high level of discipline as well. As this study aims to determine the application of the Civil Service Disciplinary Rule In Prison (Prison) Purwokerto. The method used in this study is a normative juridical approach. This method looked identical to the legal norms are created written and promulgated by agencies and authorities. While the analytical methods used are qualitative normative. The research was conducted in prisons Purwokerto. Criteria for disciplinary violations in prisons Civil Purwokerto in violation of the obligations and disciplinary punishment ban civil servants that can be seen from the negative impacts where there are three things which the effects have a negative impact on work unit, have a negative impact on the agency concerned , have a negative impact on the government and or state. At the disciplinary sanctions for violations of Civil Servants in Prison Purwokerto conducted in accordance with applicable laws and regulations that implement the Government Regulation Number 53 of 2010 on Civil Service Discipline for disciplinary sanction mild, moderate, and severe. In the period 2011 to severe disciplinary sanctions had not been in prison disciplinary sanctions Navan but mild and moderate already happened and has been implemented. This research is expected that the implementation of the rules on discipline civil servants need to be obeyed and implemented in a concrete way so that the creation of civil servants who carry out their duties and a suitable and safe working environment particularly conducive Penitentiary (Prison) Purwokerto. | |
| 12914 | 5911 | H1B008035 | Fuzzy Database Model Tahani dan Aplikasinya Untuk Rekomendasi Benih Tanaman | ABSTRAK. Pada makalah ini, fuzzy database model Tahani diaplikasikan untuk memperoleh rekomendasi pemilihan benih tanaman padi yang memberikan hasil optimal. Perhitungan untuk mendapatkan rekomendasi dilakukan baik secara manual maupun dengan menggunakan program. Variabel input yang digunakan pada penelitian ini adalah harga beli, harga jual, usia, tinggi tanaman, anakan produktif dan potensi hasil. Output hasil rekomendasi yang dihasilkan berupa derajat keanggotaan yang didasarkan atas spesifikasi variabel dan operasi dasar yang digunakan. Benih terbaik yang direkomendasikan adalah benih berharga beli sedang dengan potensi hasil yang tinggi, yaitu benih Bondojudo. | In this paper, Tahani fuzzy database model is applied to obtain rice seed recommendation which give an optimum result. The calculation to obtain the recomendation can be done manually and using program. The input variables used in this research are buying price, selling price, plant’s age, plant’s height, offspring productive, and crop potential. The output for the recommendation is called a fire strength that is based on the variables specification and the operation that is being used. The best seed recommended is a seed with a medium buying price and a high crop potential, which is Bondojudo. | |
| 12915 | 5910 | H1B006037 | APLIKASI METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL PADA PERAMALAN DATA PRODUKSI AIR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BANYUMAS | Pada makalah ini, metode pemulusan eksponensial diaplikasikan untuk meramalkan produksi air dari PDAM Kabupaten Banyumas. Data produksi air tersebut mendekati perilaku musiman sehingga model yang sesuai adalah model pemulusan eksponensial tripel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi air pada tahun 2013 meningkat setiap bulan. | In this paper, we apply exponential smoothing method to predict water production in PDAM of Banyumas Regency. The data of water production close to seasonal behavior. Therefore, the fitted model for the data is model of tripel exponential smoothing. The research showed a result. That the water production in 2013 is increase from month to month. | |
| 12916 | 5909 | H1B009006 | SISTEM KONTROL OPTIMUM PADA PENCEMARAN SUNGAI DI KABUPATEN PURBALINGGA | Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak sektor industri. Industri-industri tersebut menghasilkan sisa hasil produksi berupa limbah industri. Limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran apabila tidak mengalami pengolahan limbah dan langsung dibuang ke sungai. Beberapa industri di Kabupaten Purbalingga yang tidak mengalami pengolahan limbah antara lain industri tahu dan tapioka. Pada skripsi ini akan dibahas mengenai sistem kontrol optimum pada model pencemaran sungai di Kabupaten Purbalingga akibat industri tahu dan tapioka menggunakan steady-state quadratic optimal control. Pada model yang telah diperoleh digunakan presentase aliran limbah yang berbeda yaitu 10%, 60%, dan 90% dari total limbah yang ada. Hasilnya menunjukan bahwa, jika presentase aliran limbah yang mengalir semakin besar, maka tingkat pencemaran pada sungai tersebut semakin menurun. Selain itu, jika presentase aliran limbah yang mengalir adalah 90%, maka semakin kecil kontrol yang harus diberikan di tahun awal jika dibandingkan pada saat aliran limbah 10% dan 60% yaitu berupa pengolahan limbah tahu menjadi biogas dan limbah tapioka menjadi nata de cassava. Kata Kunci: Pencemaran air, sistem kontrol optimum, steady-state quadratic optimal control. | Purbalingga is one of districts in the Central of Java which have many industry sectors. These cause some remaining industrial waste. The waste cause pollution in some river. The industrials that cause the pollution are tofu and tapioca industry. This research will discuss optimal control system on the pollution model of a river in the district of Purbalingga due to tofu and tapioca industry using steady-state quadratic optimal control. Here, we used a different percentage waste streams, namely 10 %, 60 %, and 90 % of the total waste that exists. The result proved that, if the percentage of the waste stream that flows greater, the pollution level in the river goes down. In addition, if the percentage of the waste stream that flows is 90%, the less control that should be given at the beginning of the year than at the time of the waste stream 10% and 60% in the form of processing tofu waste into biogas and tapioca waste into nata de cassava. Keywords: water pollution, optimum control system, steady-state quadratic optimal control. | |
| 12917 | 5912 | H1B006031 | HETEROSKEDASTISITAS DALAM REGRESI LINIER BERGANDA (STUDI KASUS: PRODUKSI USAHATANI CABAI MERAH DI DESA PERBAWATI, KECAMATAN SUKABUMI 2009-2012) | Salah satu asumsi yang harus dipenuhi dalam model regresi linier berganda adalah kesamaan variansi error. Jika asumsi ini tidak dipenuhi, maka terdapat heteroskedastisitas. Pada penelitian ini dipelajari cara mendeteksi heteroskedastisitas dengan metode grafik dan uji White. Selanjutnya, akan dibahas mengatasi heteroskedastisitas menggunakan metode WLS (Weighted Least Squares). Sebagai kasus, pemodelan diterapkan pada data Produksi Usahatani Cabai Merah di Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi 2009-2012. Berdasarkan hasil pengujian dengan metode grafik dan uji White diperoleh bahwa data Produksi Usahatani Cabai Merah di Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi 2009-2012 terdapat masalah heteroskedastisitas. Kemudian untuk mengatasi heteroskedastisitas pada data tersebut dilakukan dengan metode WLS (Weighted Least Squares), yaitu transformasi data dengan mengalikan semua variabel dengan 1/X1 sebagai bobot sehingga diperoleh model regresi linier terbaru yang tidak terdapat heteroskedastisitas. | One of the assumption that must be met in multiple regression linier model is that the disturbance error have all the same variance. If this assumption is not satisfied, there is heteroscedasticity. This research, studied how to detect heterokedasticity with graphical method and White test. Furthermore, it discussed the method to remove heteroscedasticity by WLS (Weighted Least Square). Data that applied in this research is about data on the production of hot pepper farming in Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi 2009-2012. The result showed that the data testing with graphical methods and white test indicated that data on the production of hot pepper farming in Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi 2009-2012 contained heteroscedasticity. Then, to remove heteroskedasticity in that data with WLS is done with transformed all variable with weighted 1/X1 and it is obtained new multiple linier regression model that have no heteroskedasticity. | |
| 12918 | 5914 | H1K008021 | ASOSIASI MOLUSKA DENGAN TUMBUHAN LAMUN DI PANTAI TIMUR PANGANDARAN | Penelitian ini berjudul “Asosiasi Moluska dengan Tumbuhan Lamun di Pantai Timur Pangandaran”. Keberadaan ekosistem padang lamun sangat penting bagi kelangsungan kehidupan biota laut yang berasosiasi seperti Moluska. Moluska merupakan penghuni tetap padang lamun. Moluska memanfaatkan padang lamun sebagai tempat memijah, tempat tinggal (habitat), tempat mencari makan (feeding ground). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis-jenis moluska dan lamun yang ditemukan di ekosistem lamun serta mengetahui jenis-jenis moluska yang berasosiasi dengan tumbuhan lamun di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat. Penelitian dilakukan menggunakan metode transek kuadrat untuk menghitung jumlah serta kelimpahan moluska dan lamun. Analisis data untuk asosiasi menggunakan tabel kontingensi, chi-square, dan analisis asosiasi. Lamun yang ditemukan yaitu Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, dan Thalassia hemprichii dengan kerapatan berkisar antara 661 - 968 ind/m2. Moluska yang ditemukan di padang lamun pantai Timur Pangandaran terdiri dari 9 Ordo, 18 famili, 23 genus, dan 25 Spesies. Kelimpahan moluska yaitu berkisar antara 32,3 – 38,98 ind/m2. Asosiasi pasangan Spesies yang ditemukan yaitu Cymodocea rotundata dengan Vexillum sanguisugum, Halodule pinifolia dengan Nassarius cabrierensis, Thalassia hemprichii dengan Cypraea caurica, dan T. Hemprichii dengan Donax deltoides | A study entitled "Mollusc Association with Seagrasses on East Coast Pangandaran". The presence of seagrass ecosystems is essential for marine life survival associated with Molluscs. Molluscs are sessile on seagrass bed. Molluscs utilize seagrass as a spawn, shelter (habitat), and foraging (feeding) grounds. The purpose of this study was to know abundance and types of mollusks and seagrass found in the ecosystem and to know the types of mollusc association with seagrass on East Coast Pangandaran, West Java. The study was conducted using square transect method to calculate number and abundance of molluscs and seagrass. Analysis for the association used contingency tables, chi-square, and association analysis. Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, and Thalassia hemprichii were found as seagrass with densities ranging between 661-968 ind/m2. Molluscs were found in seagrass East coast of Pangandaran consisted of 9 Orders, 18 Families, 23 Genera and 25 Species. Mollusc abundance ranged between 32.3-38.98 ind/m2. Species associations were found, namely couples Cymodocea rotundata with Vexillum sanguisugum, Halodule pinifolia with Nassarius cabrierensis, Thalassia hemprichii with Cypraea caurica, and T. hemprichii with Donax deltoides | |
| 12919 | 5915 | F1F008085 | AN ANALYSIS OF MODALITY IN HILLARY CLINTON'S SPEECH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis modalitas dan untuk mengetahui implikasi dari modalitas yang muncul dalam pidato Hillary Clinton berjudul “Women Rights are Human Right”. Penelitian ini merupakan penelitian analisis wacana, khususnya modalitas yang menggunakan teori Halliday dan Eggins. Ada dua jenis modalitas; modalisasi dan modulasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dari penelitian yaitu ujaran-ujaran yang disampaikan oleh Hillary Clinton di dalam pidatonya. Penelitian dilakukan dengan cara meninjau dokumen yang ada dan ada beberapa langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam mengumpulkan data: mencari pidato Hillary Clinton, menentukan pidato yang dijadikan sebagai objek, memahami naskah pidato tersebut, mengidentifikasi kalimat yang mengandung modalitas dan mengetahui implikasi dari modalitas tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam menyampaikan pidatonya, Hillary Clinton menggunakan modalitas. Dalam pidato ini, peneliti menemukan dua macam ekspresi modalitas. Pertama yaitu ekspresi modalitas yang dapat diketahui melalui penanda modal dan kedua yaitu ekspresi modalitas yang dapat diketahui melalui berbagai bentuk ekspresi. Dalam pidato ini, Hillary Clinton menggunakan 40 modalitas; modalisasi berjumlah 16 sedangkan modulasi berjumlah 24. Pada jenis modalisasi, peneliti menemukan modal will, may, can dan I believe. Modal will dengan tingkat yang rendah adalah modal yang paling banyak muncul pada tipe modalitas ini. Modal will digunakan untuk mengekspresikan suatu prediksi atau hal yang akan datang. Sementara itu, Pada jenis modulasi, peneliti menemukan modal will, can, should, must, want, need to, prohibited, entitled, let dan deserved. Modal let dengan tingkat yang tinggi adalah modal yang paling banyak muncul pada tipe modalitas ini. Modal let digunakan untuk menyatakan sebuah perintah atau saran dengan cara yang sopan. Kemunculan modalitas modulasi dengan tingkat yang tinggi banyak ditemukan pada pidato ini. Hillary Clinton secara dominan menggunakan ujaran-ujaran yang mengindikasi suatu obligasi dan inklinasi. Oleh karena itu, Hillary banyak mengindikasikan permintaan pada ujaran-ujarannya. | The research is aimed at finding out the types of modality and to know the implication of modality which appears in the speech of Hillary Clinton entitled “Women Rights are Human Right”. The research belongs to discourse analysis study, especially modality. This research uses Halliday and Eggins theory in analyzing the modality. There are two types of modality in the theory; modalization modality and modulation modality. The research belongs to qualitative research method and the data were the utterances in Hillary Clinton’s speech. This research conducted the data through document review which contains several steps: the researcher searched the speech of Hillary Clinton, determined the speech, reading the script of the speech, finding and identifying the sentences that consist of modality and categorizing the types and knowing the implication of modality. The result of the research showed that in delivering her speech, Hillary Clinton used modality. In this speech, the researcher found two kinds expression of modality. The first is expression of modality which is shown by modal indicator and the second is expression of modality which is shown by various other expressions. In this speech, she used 40 modalities; 16 of modalization and 24 of modulation modality. In modalization type, the researcher found modal will, may, can, and I believe. The modal will with low degree is mostly appears in the type of modalization modality. It is used to express futurity and prediction about something. Meanwhile, in modulation type, the researcher found modal will, can, should, must, want, need to, prohibited, entitled, let and deserved. The modal let with high degree mostly appears in the types of modulation. The modal let is used to express suggestion or giving instruction in polite way. In this research, the appearance of modulation modality with high degree is mostly found. Hillary Clinton dominantly delivered the utterances which indicate value of obligation and inclination. Therefore, the utterances were mostly demanding. | |
| 12920 | 5988 | G1A009052 | KORELASI INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PEKERJA PENGGILINGAN PADI KECAMATAN KEMBARAN PURWOKERTO TIMUR | Latar belakang : Paparan kebisingan dengan intensitas yang tinggi, terutama yang berasal dari kegiatan operasional peralatan pabrik berpotensi mempengaruhi indera pendengaran, emosi, dan kejiwaan manusia. Laporan South East Asia Regional Office (WHO-SEARO) pada tahun 2002 menyatakan bahwa kebisingan merupakan salah satu masalah utama penyebab terjadinya gangguan pendengaran di Indonesia. Gangguan psikologis akibat kebisingan dapat berupa kecemasan. Data Riskesdas tahun 2007 menyatakan bahwa prevalensi gangguan mental emosional, di antaranya berupa gangguan kecemasan sebesar 11,6% dari populasi orang dewasa. Penggilingan padi sebagai salah satu sektor informal masih dihadapkan pada beberapa kendala, terutama modal usaha, sehingga penggantian atau modifikasi mesin agar tidak bising menjadi hal yang sulit dilakukan, sehingga masalah kebisingan tersebut berpotensi menyebabkan para pekerja penggilingan padi mengalami kecemasan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara intensitas kebisingan dengan tingkat kecemasan pada pekerja penggilingan padi di Kecamatan Kembaran Purwokerto Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2013. Jumlah responden adalah 30 pekerja yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian bersumber dari wawancara kuisoner dan pengukuran langsung dengan alat sound level meter. Sampel penelitian didapat dengan cara consecutive sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji bivariat spearman. Hasil : Hasil uji spearman menunjukkan terdapat korelasi intensitas kebisingan dengan tingkat kecemasan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,526 dan nilai kemaknaan (p) yaitu 0,003 Kesimpulan : Terdapat korelasi intensitas kebisingan dengan tingkat kecemasan pada pekerja penggilingan padi Kecamatan Kembaran Purwokerto Timur dengan kekuatan korelasi yang sedang. | Background: High-intensity noise exposured, especially from the operated of plant equipments potentially affected the sense of hearing, emotion, and the human psychic. South East Asia Regional Office (WHO-SEARO) reported that the noise was one of the main causes of the hearing loss problem in Indonesia on 2002. The noise caused psychological disorders such as anxiety. Riskesdas data stated that the prevalence of emotional mental disorders, included anxiety disorders was about 11.6% of the adult population on 2007. Rice mill as one of the informal sector still faced several obstacles, especially financial capital problem, it was hard and expensive to replaced or modificated the machine to be noiseless machine, therefore the noise problems potentially caused anxiety on rice mill workers. Objective: Knowing the correlation between noise intensity and anxiety level on rice mill workers at Kembaran district-East Purwokerto Methods: This study was observational analytic design with cross sectional approach. The study was conducted in July 2013. The number of respondents included the criteria were 30 workers. Research data sourced from interviews and questionnaires with direct measured with sound level meter tool. The research sample obtained by consecutive sampling. Statistical analysis used bivariate Spearman test. Results: Spearman test result showed a correlation between noise intensity and anxiety level with correlation coefficient 0.526 and significance value (p) 0.003 Conclusion: There was a correlation between noise intensity and anxiety level on rice mill workers at Kembaran district-East Purwokerto, with moderate correlation strength. |