Artikelilmiahs
Menampilkan 12.881-12.900 dari 49.614 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12881 | 5875 | E1A109038 | PENERAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS (Studi di PT. Telkom Purwokerto) | Usaha yang dapat dilakukan oleh suatu perseroan terbatas dalam mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan dalam menjalankan kegiatan usahanya adalah dengan melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana diwajibkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan berdasarkan tersebut di PT. Telkom Purwokerto. Guna mencapai tujuan tersebut dan memperoleh data yang sifatnya mendalam, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi dokumenter serta wawancara sebagai data pendukung. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang terdiri dari 4 ayat belum sepenuhnya diterapkan oleh PT. Telkom Purwokerto. Terutama berkaitan dengan Pasal 74 ayat (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang menyebutkan bahwa pengaturan lebih lanjut tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah sebagaimana diperintahkan oleh undang-undang tersebut sampai saat ini sudah ada PP No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, Namun mengenai aturan pelaksanaannya ini masih kurang jelas dan lengkap, sehingga ketentuan Pasal 74 ayat (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas tidak dapat diterapkan. | Attempt to do by a limited liability company in considering the social and environmental aspects in operation is to carry out social and environmental responsibility as required by Article 74 of Law Number 40 of 2007 on Limited Liability Companies. This study was conducted to determine the application of social and environmental responsibility by those in the PT. Telkom Purwokerto. In order to achieve these objectives and to obtain data that are deep, the research was conducted using the normative juridical normative qualitative analysis. Method of data collection is done by using the literature study and the study of documentary and interviews as supporting data. The collected data is then presented in the form of narrative text and arranged systematically. Research results show that Article 74 of Law Number 40 of 2007 on Limited Liability Company which consists of 4 verses have not been fully implemented by the PT. Telkom Purwokerto. Especially relating to Article 74 paragraph (4) of Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Company which states that further regulation on Social and Environmental Responsibility is regulated by the government as mandated by the law until now there PP. 47 of 2012 on Corporate Social Responsibility and Environmental Company Limited, however the implementation of this rule is less clear and complete, so that the provisions of Article 74 paragraph (4) of Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Company can not be applied. | |
| 12882 | 5877 | A1L008147 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DIPERKAYA BFA DAN K-FELDSPAR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH INSEPTISOL, DAN PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI BAWANG MERAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk organik terhadap : 1) sifat kimia Inseptisol pada budidaya tanaman bawang merah; 2) pertumbuhan tanaman bawang merah pada Inseptisol; 3) produksi tanaman bawang merah pada Inseptisol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap, dengan enam perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan tersebut yaitu (i) perlakuan tanpa pupuk, (ii) pupuk organik berbasis sampah kota (35%) + kotoran hewan (35% (sapi 60% + kambing 20% + ayam 20%)) + batuan alam (30% (BFA 80% + K-Feldspar 20%)), (iii) pupuk organik berbasis sampah kota (35%) + kotoran hewan (35% (sapi 60% + kambing 20% + ayam 20%)) + batuan alam (30% (BFA 60% + K-Feldspar 40%)), (iv) pupuk organik berbasis limbah pertanian (35%) + kotoran hewan (35% (sapi 60% + kambing 20% + ayam 20%)) + batuan alam (30% (BFA 80% + K-Feldspar 20%)), (v) pupuk organik produksi CV. Bintang Bima Sakti, dan (v) pupuk organik produksi Gapoktan Sidomukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis pupuk organik memberikan pengaruh nyata terhadap : 1) sifat kimia tanah : kandungan C-organik, N-tersedia, dan P-tersedia, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pH-H2O, DHL, nisbah C/N, dan K-tersedia tanah; 2) tinggi tanaman dan jumlah anakan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun; dan 3) volume umbi segar,bobot kering panen dan bobot kering umbi, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah panen. Pupuk organik berbasis sampah kota (35%) + kotoran hewan (35% (sapi 60% + kambing 20% + ayam 20%)) + batuan alam (30% (BFA 60% + K-Feldspar 40%)) merupakan perlakuan terbaik karena meningkatkan produksi bawang merah (bobot kering panen) tertinggi yaitu sebesar 85,32%. Kata kunci : pupuk organik, batuan fosfor alam, k-feldspar, sifat kimia tanah, bawang merah | The purpose of this research were to know the effect of different kinds of organic fertilizers on : 1) the chemical soil characteristics of Inceptisol on the cultivation of onions; 2) growth of onion crops on Inceptisols; 3) production of onion crops on Inceptisols. Randomized Completely Block Design was applied with six treatments and three replications. The treatments are : (i) control, (ii) organic fertilizer based on urban waste (35%) + animal faeces (35% (cow 60% + goat 20% + chicken 20%)) + natural rock (30% (rock phosphate 80% + K-Feldspar 20%)), (iii) organic fertilizer based on urban waste (35%) + animal faeces (35% (cow 60% + goat 20% + chicken 20%)) + natural rock (30% (rock phosphate 60% + K-Feldspar 40%)), (iv) organic fertilizer based on agricultural waste (35%) + animal faeces (35% (cow 60% + goat 20% + chicken 20%)) + natural rock (30% (rock phosphate 80% + K-Feldspar 20%)), (v) produced by CV. Bintang Bima Sakti, and (vi) organic fertilizer produced by Sidomukti. The results show that the application of different kinds of organic fertilizers are significantly influence : 1) the chemical soil characteristics : C-organic, nitrogen availability, and phosphor availability, but it did not give effect to the pH-H2O, electric conductivity, C/N ratio, and potassium availability; 2) the plant height and tillers number, but it did not give effect to leaf number; and 3) the volume of bulbs, harvest dry weight, and bulb’s dry weight, but it did not give effect to harvest wet weight. The organic fertilizer based of urban waste (35%) + animal faeces (35% (cow 60% + goat 20% + chicken 20%)) + natural rock (30% (rock phosphate 80% + K-Feldspar 20%)) is the best treatment because it increase the production of onion (harvest dry weight) highest (85,32%). Key words : organic fertilizer, rock phosphate, k-feldspar, chemical soil characteristics, onion | |
| 12883 | 5878 | F1F008098 | PROFIL WANITA MUSLIM SEJATI YANG TERDAPAT DALAM DIRI ZEEST SEBAGAI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL IKRAM ABIDI, HIJAAB WAALI, THE VEILED GIRL (The Profile of a True Muslim Woman as Depicted in Zeest, the Main Character of Ikram Abidi’s Hijaab Waali, the Veiled Girl) | Karya sastra yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul Hijaab Waali, the Veiled Girl, di tulis oleh Ikram Abidi yang mengangkat fenomena wanita muslimah sejati di kalangan masyarakat modern. Novel tersebut menceritakan tentang Zeest sebagai wanita yang relijius dan berani mempertahankan identitas dan kepercayaannya sebagai wanita muslim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif serta teori identitas dan teori wanita muslim yang ideal digunakan untuk menganalisis data yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Teori-teori tersebut digunakan untuk mencari tahu bagaimana kehidupan wanita muslim digambarkan dalam novel Hijaab Waali, the Veiled Girl. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) identitas Zeest adalah seorang wanita muslim, dan (2) Zeest menunjukkan profilnya sebagai wanita muslim sejati dengan karakternya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai hamba Tuhan, anak, istri, dan menantu. | The literary work discussed in this research is a novel entitled Hijaab Waali, the Veiled Girl written by Ikram Abidi that has a Muslim woman phenomenon in modern society as the theme. This novel tells about Zeest as religious woman who is brave to keep her identity and her belief as a Muslim woman. The research employs descriptive qualitative method, Identity theory and theory of an Ideal Muslim woman to analyze the data dealing with the research question. Those theories are applied to find out how a Muslim woman’s live described in Hijaab Waali, the Veiled Girl. The results of this research shows that (1) Zeest’s identity is a Muslim woman and (2) she shows her profile as a true Muslim woman through her characters in her daily activity as a God’s servant, a daughter, a wife and a daughter in law. | |
| 12884 | 5876 | D1E009214 | BOBOT DAN PERSENTASE DAGING DALAM KARKAS ITIK MOJOSARI AFKIR BERDASARKAN SISTEM PEMELIHARAAN DAN LOKASI YANG BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sistem dan lokasi pemeliharaan yang berbeda ditinjau dari bobot dan persentase daging dalam karkas itik Mojosari afkir. Materi yang digunakan adalah itik Mojosari betina afkir sebanyak 47 ekor. Metode penelitian adalah metode survei dengan menggunakan General Linear Model (GLM). Jumlah perlakuan empat dengan ulangan yang berbeda-beda (unequal). Peubah yang diukur dalam penelitian ini adalah bobot daging dan persentase daging. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dan lokasi pemeliharaan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot dan persentase daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dan lokasi pemeliharaan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot dan persentase daging itik Mojosari afkir. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bobot dan persentase daging dalam karkas itik Mojosari afkir P2 berbeda sangat nyata dengan P4 (P<0,01), bobot daging dalam karkas itik mojosari afkir P2 berbeda nyata dengan P3 (P<0,05), sedangkan persentase bobot daging dalam karkas itik Mojosari afkir P2 tidak berbeda nyata dengan P3 (P>0,05). Bobot dan persentase daging dalam karkas itik Mojosari afkir P1 tidak berbeda nyata dengan P3 dan P4 (P>0,05). Bobot dan persentase daging dalam karkas itik Mojosari afkir P3 tidak berbeda nyata dengan P4 (P>0,05). Disimpulkan bahwa bobot dan persentase daging dalam karkas itik Mojosari yang dipelihara secara terkurung dan dilokasi pesisir lebih tinggi dibandingkan itik Mojosari yang dipelihara secara gembala di lokasi pesisir (P2>P4). Bobot daging dalam karkas itik Mojosari afkir yan dipelihara secara terkurung di lokasi pesisir lebih tinggi dibandingkan itik Mojosari yang dipelihara secara gembala di lokasi pertanian(P2>P3). | The purpose of this research was to examine the influence of the different systems of maintenance and locations in terms of weight and percentage of meat in the carcasses of culled Mojosari ducks. The materials used were culled Mojosari female ducks of age 1,5 years as many as 47 heads. The research method used was survey method using the General Linear Model (GLM). The numbers of treatments were four with different replications (un equal). The variables measured in this study were the percentage and weight of meat. The data obtained were analyzed using analysis of variance and followed with honestly significant difference test (HSD). The results showed that the maintenance of the system and the location highly significantly (P<0,01) affected the weight and the percentage of Mojosari duck meat. Further test results of Honestly Significant Difference (HSD) showed, the weight and the percentage of meat in the carcass culled Mojosari ducks of P2 was significantly different (P<0,01) to P4, the weight of Mojosari ducks meat in carcass of P2 was significantly different (P>0,05) to P3, while the percentage of meat in the carcass of culled Mojosari ducks of P2 was not different (P>0,05) with P3. The weight and percentage of meat in culled Mojosari ducks of P1 did not differ markedly to P3 and P4 (P>0,05). The weight of meat in culled Mojosari ducks of P3 did not differ markedly to P4 (P>0,05). It can be concluded that the weight and percentage of meat in the carcass of culled Mojosari ducks reared in cages on coastal locations is higher than the culled Mojosari ducks that are reared as shepherds nomaden in coastal locations (P2>P4). The weight of meat in the carcass of culled Mojosari duck reared in cages on coastal locations washigher than that of the culled Mojosari ducks that are reared as shepherds on agricultural locations (P2>P3). | |
| 12885 | 5880 | D1E008067 | PERBEDAAN BOBOT DAN PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS DAN NON KARKAS PADA ITIK LOKAL (Anas plathyrincos) DAN ITIK MANILA (Cairina moschata) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bobot dan persentase bagian-bagian karkas dan non karkas pada itik lokal (Anas plathyrincos) dan itik Manila (Cairina moschata). Penelitian telah dilaksanakan pada 19 Mei 2012 sampai dengan 21 Juli 2012 bertempat di Peternakan Itik Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Ternak Unggas, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan bangsa itik sebagai perlakuan. Itik yang digunakan yaitu itik Magelang, itik Mojosari, Itik Tegal, dan Itik Manila dengan jenis kelamin jantan yang diulang sebanyak 5 kali. Variabel penelitian yaitu bobot bagian-bagian karkas dan non karkas serta persentase bagian-bagian karkas dan non karkas. Data dianalisis menggunakan analisis variansi yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan bangsa berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap bobot bagian-bagian karkas bagian paha, berpengaruh nyata (P<0,05) pada bagian sayap dan punggung, dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada bagian dada. Pada persentase bagian-bagian karkas perlakuan bangsa berpengaruh sangat nyata (P<0.01) pada bagian paha dan giblet, serta berpengaruh tidak nyata (P>0.05) pada bagian dada, sayap dan punggung. Perlakuan bangsa itik berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pada bobot semua bagian yaitu kepala, leher, shank dan viscera (usus). Pada persentase bagian-bagian non karkas, perlakuan bangsa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada bagian kepala, leher dan shank serta berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada bagian viscera (usus). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Itik Manila menghasilkan bobot bagian-bagian karkas yaitu sayap, paha, dan punggung terbesar serta menghasilkan bobot bagian-bagian non karkas yaitu usus dan shank terbesar bila dibandingkan dengan itik lokal ( itik Magelang, itik Mojosari, dan itik Tegal). | This study was aimed to determine differences in weight and percentage of carcass and non-carcass parts of local ducks (Anas plathyrincos) and Muscovy ducks (Cairina moschata). Research has been carried out on May 19th, 2012 until July 21st, 2012 held in the Ducks Farm Dukuhwaluh Village, District Kembaran, Banyumas and Poultry Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. The method used was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with race of ducks as treatments. The duck breeds are Magelang ducks, Mojosari ducks, Tegal ducks and Muscovy ducks repeated 5 times. Ducks used are the male. The research variables are weight of carcass and non-carcass parts and percentage of carcass and non-carcass parts. Data were analyzed using analysis of variance, continued by Test Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that the treatment of duck breeds was highly significant (P<0.01) to weight of carcass parts in thigh, significant (P<0,05) in wings and backs, and non significant (P>0,05) in chests. At percentage of carcass parts the treatment of duck breeds was highly significant (P<0,01) in thighs and giblets, and also non significant (P>0,05) in chests, wings and backs. For non-carcass parts, the treatment of duck breeds was highly significant (P<0,01) to weight in all parts, those are head, neck, shanks and visceras (intestine). At percentage of non-carcass parts were highly significant (P<0,01) in head, neck and shanks, and non significant (P>0,05) in visceras (intestine). The conclusion of this research were Muscovy ducks produce weight of carcass parts those are wings, thighs, and backs as the biggest and produce weight of non-carcass parts intestines and shank as the largest when compared with the local ducks (Magelang ducks, Mojosari ducks, and Tegal ducks). | |
| 12886 | 5913 | E1A008037 | Analisis Tentang Sinkronisasi Peraturan Daerah Kabupaten Atau Kota Dengan Peraturan Daerah Provinsi Setelah Berlakunya Undang-Undang No 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan | Sinkronisasi terhadap setiap peraturan perundang-undangan merupakan suatu konsekuensi yuridis dari adanya hierarki atau tata urut peraturan perundang-undangan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan merupakan undang-undang pengganti dari undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Perundang-Undangan, pada ketentuan BAB III tentang jenis, hierarki, dan materi muatan Peraturan perundang-undangan Pasal 7 Angka 1 disebutkan bahwa mengenai kedudukan peraturan daerah dipecah menjadi dua yaitu peraturan daerah provinsi dan peraturan daerah kabupaten atau kota , saat ini kedudukan peraturan daerah provinsi lebih tinggi dari pada peraturan daerah kabupaten atau kota, dan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 setiap pembentukan peraturan daerah kabupaten atau kota harus mendasarkan dan sinkron dengan peraturan daerah provinsi di wilayahnya apabila kedua hal yang diatur dalam peraturan daerah tersebut saling berkaitan dari sisi substansi materinya. sinkronisasi peraturan daerah kabupaten atau kota dengan peraturan daerah provinsi tidak lain adalah agar tercipta suatu peraturan perundang-undangan yang baik di tingkat daerah, selain sebagai wujud adanya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, karena pemerintah daerah provinsi merupakan wakil pemerintah pusat di daerah dan pemerintah kabupaten atau kota sebagai pemerintahan yang otonom yang menjalankan roda otonomi daerah, maka perlu adanya suatu sinkronisasi didalam produk hukum dari dua pemerintahan di tingkat daerah, agar tercipta suatu tertib hukum dan peraturan daerah yang bersifat lokal dan menyentuh langsung keadaan masyarakat di daerah. | Synchronization is against any legislation constitute a juridical consequences of the hierarchy of the sort of legislation, Act Number 12 of 2011 concerning the establishment of legislation was the Statute in lieu of law Number 10 of 2004 concerning the establishment of legislation, the provisions of CHAPTER III of the type, payload, and the material hierarchy of legislation article 7 item 1 mentioned that about the position of local regulations is broken down into two provincial regulations and regulations of the district or city the current regulations, the provincial position is higher than the applicable local county or city, and with the enactment of law Number 12 of 2011 every formation of the district or city regulations should be based and in sync with the provincial regulation on its territory when the two things are arranged in the interrelated areas of regulation in terms of the substance of the material. the synchronization of the district or city regulations with the provincial regulation is nothing but to create a good laws and regulations at the local level, other than as a form of synchronization between the Central Government and local government, because the local government is the provincial representative of the Central Government in the region and the Government of the district or city as an autonomous Government is conducting regional autonomy, hence the need for a legal product in the synchronization of the two Governments at the local levelin order to create an orderly regional laws and regulations that are local and direct touching State of communities in the area. | |
| 12887 | 5882 | A1C008006 | RESPON PERAJIN TAHU TERHADAP KENAIKAN HARGA BAHAN BAKU KEDELAI PADA USAHA AGROINDUSTRI TAHU ( Studi Kasus Pada Central Kelompok IV di Desa Kalisari Kec. Cilongok Kab. Banyumas) | Kebutuhan kedelai terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, kesadaran masyarakat akan gizi yang ditandai oleh meningkatnya konsumsi kedelai serta pertumbuhan industri olahan kedelai. Selama ini permintaan kedelai yang terus meningkat tidak diimbangi oleh produksi dalam negeri. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan semakin meningkatnya impor kedelai. Indonesia sangat ketergantungan dengan kedelai impor, sehingga menyulitkan apabila ada kenaikan harga di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Respon perajin tahu terhadap kenaikan harga bahan baku kedelai pada usaha agroindustri tahu, (2) Perbedaan pendapatan yang diterima perajin sebelum dan sesudah kenaikan harga bahan baku kedelai, (3) Hubungan antara respon perajin tahu dengan karakeristik perajin tahu. Penelitian dilakukan di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus untuk meneliti tentang suatu status objek penelitian yang berkenaan dengansuatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus. Jumlah perajin tahu yang menjadi sampel 10 orang yang merupakan anggota Central Kelompok IV Kalisari yang merupakan salah satu kelompok perajin yang masih aktif bertahan dan tetap melaksanakan produksi usahanya secara terus menerus. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif, Uji Beda Paired Sample t-Test, dan Uji Korelasi Rank Spearman. Analisis deskriptif pada penelitian ini menjelaskan tentang respon perajin tahu terhadap kenaikan harga bahan baku kedelai. Uji Beda Paired Sample t-Test digunakan untuk mengetahui perbedaan pendapatan sebelum kenaikan harga bahan baku kedelai dan sesudah kenaikan harga bahan baku kedelai. Sedangkan Uji Korelasi Rank Spearman digunakan untuk meneliti adanya hubungan atau pengaruh karakteristik perajin (umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman, dan modal) terhadap respon perajin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon perajin tahu terhadap kenaikan harga bahan baku kedelai adalah dengan menaikkan harga produk, memperkecil ukuran produk dan menurunkan volume produksi, tidak terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah kenaikan harga bahan baku kedelai, dan variabel karakteristik yang berpengaruh terhadap respon perajin adalah umur, tingkat pendidikan, pengalaman, dan jumlah tanggungan keluarga. | Soybean demand is also increases each year in line with the increase in population growth, public awareness of the nutrition that is characterized by increased consumption of soybean and soybean processing industry growth. All this time, increasing demand for soybean not offset of domestic production. This is indicated by the increasing trend of soybean imports. Indonesia is very dependent with imported soybeans, making it difficult if there is price hike in the international market. This research aims to analyze: (1) Response of craftsmans know the raw material price increases on businesses soybean agro-out, (2) Differences in income received by craftsmans before and after soybean raw material price increases, (3) Relationship between Characteristics of craftsmans with response. The research was conducted in the village Kalisari Cilongok Banyumas district using the census. The respondents in this research is10 craftsmanswho include one of the craftmans who always produce the product with contiuity. The method who used in this research is case study to researching about the research objek who one that with a specific phase or typical of entire personality. The method of analysis used in this research areDescriptive Analysis, Test Paired Differences t-Test Sample, and Spearman Rank Correlation Test. Descriptive Analysis in this research is to describe all about the responses of craftsmans about raw material prices increases. While different test Paired Sample t-Test is used to determine the difference between the income before rising raw material prices and soybean after soybean raw material price increases. Spearman Rank Correlation test is used to examine the relationship or influence the characteristics of crafters (age, education level, number of family, experience, and capital) on the response of craftsmans. The results showed that the response of craftmans to soybean raw material price increases largely by raising product prices, reduce the size of the product and decrease the volume of production, there are not significant differences in income between before and after the increase in raw material prices of soybean, and the variables that affect the response characteristics of craftsmans is age, education level, experiences, and number of family. | |
| 12888 | 5883 | D1E009167 | Kinerja Usaha Peternakan Sapi Potong Sebelum dan Setelah Mengikuti Program Sarjana Membangun Desa (SMD) Periode 2008-2012 | Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui kinerja usaha (aspek ekonomi, aspek teknis, dan aspek kelembagaan) peternakan sapi potong sebelum mengikuti program SMD, (2) mengetahui kinerja usaha (aspek ekonomi, aspek teknis, dan aspek kelembagaan) peternakan sapi potong setelah mengikuti Program SMD periode 2008-2012, dan (3) membandingkan kinerja usaha (aspek ekonomi, aspek teknis, dan aspek kelembagaan) peternakan sapi potong sebelum dan setelah mengikuti program SMD periode 2008-2012. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Penetapan sampel wilayah dipilih secara sengaja (purposive sampling) yaitu kelompok tani ternak sapi potong program SMD di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Kebumen. Kelompok yang diteliti sebanyak 74 kelompok (diterapkan secara sensus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator keberhasilan program SMD dilihat dari pertambahan modal usaha, diversifikasi usaha, penerapan teknologi, perkembangan kelembagaan dan dijadikannya kelompok sebagai tempat magang menunjukan adanya perbedaan yang signifikan (P<0,05), sedangkan indikator keberhasilan program SMD dilihat dari penambahan populasi dan status kelas kelompok menunjukan hasil yang tidak signifikan (P>0,05). Secara umum tujuan Program SMD yaitu untuk transfer ilmu dan teknologi kepada peternak cukup sukses. | The aim of this research are: 1) know the performance of the business beef cattle (economical, technical, and institutional aspects) before following SMD program. 2) know the performance of the business beef cattle (economical, technical, and institutional aspects) after following the SMD program period 2008-2012. and 3) compare the performance of the business beef cattle (economic, technical, and institutional aspects) before and after following the SMD program period 2008-2012. This research using survey method. Sample areas was select using purposive sampling method, that is farmers group SMD in Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap and Kebumen. Groups was studied 74 groups (applied census). The results of this research showed that success indicators of SMD program seen from the increase capital, diversification, technology implementation, institutional development, and make the group as a place to intern showed a significant difference (P<0.05), whereas success indicators of SMD program seen from the addition population and status class groups showed no significant results (P>0.05). The conclusion of this research is general aim of SMD program to transfer knowledge and technology to farmers is quite successful. | |
| 12889 | 5884 | F1A009006 | “SEKOLAH; MENCARI ILMU BUKAN IJAZAH” (Studi tentang Proses Pembelajaran di Sekolah Alternatif Prodigy Bandung) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran di sekolah alternatif Prodigy, terutama yang terkait dengan interaksi guru-murid, guru-orang tua murid dan metode pembelajaran. Teori yang digunakan adalah teori aksi modern Charles Horton Cooley yang menyatakan bahwa individu adalah mahluk yang aktif dan kreatif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif, dimana analisis tersebut terdiri atas empat komponen meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi guru-murid yang terjadi di Prodigy berlangsung secara humanis dan interaktif dengan pendekatan subyektif, karena guru berusaha memahami karakteristik anak didiknya. Metode pembelajaran yang digunakan yaitu dengan langsung praktek, tanpa terlalu banyak teori. Oleh karena Prodigy adalah parenting school maka orang tua selalu dilibatkan dalam setiap proses pembelajaran anaknya. Harapannya, orang tua dapat mempraktekkan apa yang diajarkan sekolah di rumah. | This research aim to describe the learning process Prodigy alternative school. Primarily related to teacher-pupil interaction, teacher-parent and learning method. The theory used is modern action theory Charles Horton Cooley stating that the individual is an active and creative beings. This research is a field with a descriptive qualitative method. Data collection methods are used, namely, observation, in-depth interview, and documentation. Data analysis method used is interactive model, where the analysis consists of four components including data collection, data reduction, data display, and conclusion. The results of this study indicate that teacher-student interaction that occurred in the last Prodigy humanistic and interactive with the subjective approach, because the teacher tried to understand the characteristics of their students. The learning method used is to direct practice, without too much theory. Therefore Prodigy is a parenting school, parent are always involved in every process of their learning. The hope, parent can practice what is taught in the school. | |
| 12890 | 5980 | H1D007038 | KAJIAN PENGGUNAAN BATU KAPUR SEBAGAI AGREGAT HALUS DAN KAPUR PADAM SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN LASTON ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) | Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, salah satunya adalah tentang ketersedian batu kapur. Dengan banyaknya material batu kapur, diharapkan akan menjadi material yang bisa digunakan dalam campuran pembuatan lapis perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik Marshall dengan menggunakan batu kapur dan kapur padam sebagai material pada Laston Lapis Aus (AC-WC). Selain itu penelitian ini untuk mengetahui permeabilitas dari campuran perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap, tahap I untuk mencari kadar aspal optimum (KAO) dan tahap II untuk mengetahui nilai dari karakteristik Marshall pada kadar aspal optimum beserta dengan permeabilitasnya. Benda uji dibuat dengan kondisi rendaman (soaked) dan kondisi kering (dry). Pada tahap I sampel yang dibuat adalah 30 buah, dan pada tahap II adalah 30 buah untuk pengujian Marshall dan 6 untuk pengujian permeabilitas. Total semua benda uji dalam penelitian ini adalah sebanyak 66 buah. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa campuran Laston Lapis Aus AC-WC dengan batu kapur sebagai agregat halus dan kapur padam sebagai filler memenuhi syarat standar Bina Marga 2010 dengan kadar aspal optimum 5,9%. Nilai karakteristik Marshall yang diperoleh campuran aspal pada KAO adalah 2,23 gr/cc untuk density, 3,65% untuk VIM , 77,86% untuk nilai VFB, 16,49% untuk VMA 2247,94 Kg untuk stabilitas, 5,60 mm untuk flow, dan nilai MQ sebesar 373,67 kg/mm. Hasil pengujian permeabilitas didapatkan nilai koefisien permeabilitas sebesar 5,346 x 10-4 pada kondisi kering dan pada kondisi rendaman sebesar 0,419 x 10-4 cm/det. Dengan koefisien hasil pengujian tersebut maka campuran Laston Lapis Aus tersebut termasuk kedalam campuran Practically impervious. | Indonesia has abundant natural resources, one of which is about the availability of limestone. With the abundance of limestone material, is expected to be a material that can be used in the manufacture of a mixture of pavement layers. This study aims to determine the value of the characteristic Marshall by using limestone and hidrated lime as material on Asphalt Congcrete Wearing Coarse (AC-WC). In addition this study to determine the permeability of the pavement mixture. . This research was conducted with 2 stages, the first stage to find optimum bitumen content (OBC) and stage II to determine the value of the characteristic Marshall at optimum bitumen content along with permeability. Specimens prepared by soaking conditions (soaked) and dry conditions (dry). In the first stage of the sample is made up of 30 pieces, and in the second stage is 30 pieces for Marshall and 6 testing for permeability testing. Total all specimens in this study were as many as 66 pieces. . . The test results indicate that Asphalt Congcrete Wearing Course (AC-WC) with the limestone as course aggregate and hidrated lime as filler outages as qualified standars Highways 2010 with optimum bitumen content 5,9%. Marshall characteristic value obtained is a mixture of asphalt on the KAO 2.23 g st/ cc for density, 3.65% for VIM, 77.86% to the value of VFB, 16, 49% for VMA, 2247.94 Kg for stability, 5.60 mm for flow,and MQ value of 373.67 kg / mm. Permeability test results obtained permeability coefficient of 0.419 x 10-4 cm/sec. With the test results coefficient of the Asphalt Concrete Wearing Coarse including into the Practicaly impervious. . | |
| 12891 | 5920 | H1F008014 | GEOLOGI DAN PERHITUNGAN SUMBERDAYA BASALT BERDASARKAN DATA GEOLISTRIK DI DESA BULUPAYUNG, KECAMATAN KESUGIHAN, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH | Kajian dilakukan di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, yang bertujuan untuk mempelajari geologi dan perhitungan sumberdaya basalt berdasarkan data geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi schlumberger. Daerah penelitian terdiri dari dua satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Homoklin Bulupayung dan Satuan Dataran Aluvial Kesugihan, dengan pola aliran dan tipe genetik sungai yang berkembang adalah rectanguler, parallel dan resekuen, subsekuen. Daerah penelitian terdiri dari empat satuan stratigrafi tidak resmi yaitu Satuan Batupasir, Satuan Batulempung, Satuan Basalt, dan Satuan Endapan Aluvial. Berdasarkan data geolistrik yang telah di cocokkan antara hambatan dengan batuan yang ada dilapangan menghasilkan 20 titik potensi basalt dari 20 titik pengukuran dan dari hasil tersebut dapat dihitung sumberdaya basalt. Perhitungan sumberdaya basalt dilakukan dengan menggunakan metode Blok Reguler Daerah Pengaruh. Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan potensi sumberdaya basalt sebesar 3.662.950,34 ton. | The study was conducted in the village of Bulupayung, Kesugihan District, Cilacap regency, which aims to study the geology and resource calculations based on data basalt geoelectric resistivity with Schlumberger configuration. Study area consists of two units, namely geomorphology Homoklin Hills Unit and Unit Bulupayung Kesugihan Alluvial Plain, the flow pattern and genetic type of growing is rectanguler river, parallel and resekuen, subsequently. Study area consists of four stratigraphic units ie Unit unofficial sandstone, mudstone Unit, Basalt Unit, and Unit Alluvial deposits. Based on the data that has been on the geoelectric match between the rock barriers that exist in the field produced a 20 point potential of 20 basalt and the measurement point can be calculated from the results of basalt resource. Basalt resource calculation is done using the method of Block Regular Area of Effect. The calculation results obtained from the resource potential of 3,662,950.34 tons of basalt. | |
| 12892 | 5886 | H1L009036 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LAYANAN JASA JATRAMAS GROUP PURWOKERTO | Perkembangan teknologi yang semakin modern telah mengubah gaya hidup masyarakat diberbagai aspek kehidupan. Teknologi dapat mempermudah segala macam kegiatan manusia seperti akses informasi dan penyediaan layanan. Jatramas Group merupakan suatu kelompok multi usaha yang berada di Kota Purwokerto, Jawa Tengah yang masih menggunakan sistem manual dalam proses layanan terhadap konsumen Jatramas Hi Tech Car & Care dan Karaoke Jatramas.Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem informasi layanan jasa berbasis web. Sistem ini dibangun dengan tujuan mempermudah proses layanan terhadap konsumen sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan pada Jatramas Group Purwokerto khususnya bagian Jatramas Hi Tech Car & Care dan Karaoke Jatramas. Pembangunan sistem ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai database-nya. Perancangan sistem ini menggunakan ERD dan DFD. | The development of the modern technology has changed the lifestyle of people in various aspects of life.Technology can facilitate all kinds of human activities such as the provision of access to information and services.Jatramas Group is a multi business group located in Purwokerto, Central Java, which is still using the manual system to the customer service process Jatramas & Hi Tech Car Care and Karaoke Jatramas.In this study constructed a system of web-based information services.This system is built with the aim of facilitating the process of service to consumers so as to improve the quality of services at Jatramas Group Purwokerto particular part Jatramas & Hi Tech Car Care and Karaoke Jatramas.This system development using PHP programming language and MySQL as its database. This system design using the ERD and DFD. | |
| 12893 | 5887 | D1E009076 | DINAMIKA KELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONG PROGRAM SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) PERIODE 2010-2012 | Penelitian bertujuan: (1) mengetahui dinamika kelompok tani ternak sapi potong pada program Sarjana Membangun Desa (SMD) periode 2010 - 2012, (2) membandingkan dinamika kelompok antar periode 2010 - 2012 , (3) membandingkan dinamika kelompok antar kabupaten, periode 2010 - 2012. Penelitian dilakukan di Karesidenan Banyumas menggunakan metode survai dan penetapan responden secara sensus. Dinamika kelompok ditentukan menggunakan kategori jumlah anggota dan jumlah kerjasama saat awal berdiri sampai saat penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukan dinamika kelompok periode 2010-2012 mayoritas tetap dengan jumlah anggota 54,76% dan jumlah kerjasama 69,04%. Tidak terdapat perbedaan dinamika kelompok antar periode penerimaan maupun antar kabupaten, cenderung tetap dan menurun. Hal ini dibuktikan dengan dinamika kelompok berdasarkan periode yang tetap, bertambah dan berkurang pada kelompok SMD periode 2010 sebesar 14,28%, 16,67% dan 7,14%; SMD periode 2011 sebesar 30,95%, 2,38% dan 9,52%; dan SMD periode 2012 sebesar 9,52%, 0% dan 9,52%. Dinamika kelompok tetap, berkurang dan bertambah berdasarkan kabupaten, di Kabupaten Kebumen sebesar 23,81%, 16,68% dan 2,38%; Kabupaten Banyumas sebesar 9,52%, 11,9% dan 0%; Kabupaten Cilacap sebesar 2,38%, 2,38% dan 0%; Kabupaten Purbalingga sebesar 9,52%, 4,77% dan 7,14%; dan Kabupaten Banjarnegara sebesar 9,52%, 0% dan 0%. | The aim of this research: (1) investigate the group dynamics of Sarjana Membangun Desa (SMD) program beef cattle farmer group 2010 - 2012 period. (2) Compare the group dynamics among 2010 - 2012 period. (3) Compare the group dynamics between regency 2010 - 2012 period. This research was done on banyumas district used survey method and The whole group selected as respondent (census).Group dyamics were determined used total member and total cooperation category from the first time the group built until this research done. The result showed that the group dynamic 2010-2012 period steady in term of total member which are 54,76% and total cooperation is 69,04%. There are no group dynamic different between period and tend to steady or even decrease. Group dynamic between regency showed that there are no difference dynamics between regency, and its group tend to steady and decrease. This is proved by the steady group dynamics increased and decreased on SMD group 2010 period 14,28%, 16,67% and 7,14%; SMD 2011 periode 30,95%, 2,38% and 9,52%; and SMD 2012 period 9,52%, 0% and 9,52%. Dynamics group steady, decreased and increased baset on regency, Kebumen regency 23,81%, 16,68% and 2,38%; Banyumas regency 9,52%, 11,9% and 0%; Cilacap regency 2,38%, 2,38% and 0%; Purbalingga regency 9,52%, 4,77% and 7,14%; and Banjarnegara regency 9,52%, 0% and 0%. | |
| 12894 | 5888 | F1F008102 | COHESION AND COHERENCE OF SPOKEN TEXT IN LADY GAGA’S ‘DON’T ASK, DON’T TELL’ SPEECH (A DISCOURSE ANALYSIS APPROACH) | ABSTRAK Dwi Nugroho, Bayu. 2013. Cohesion and Coherence of Spoken Text in Lady Gaga’s ‘Don’t Ask, Don’t Tell’ Speech (A Discourse Analysis Approach). Skripsiini dibimbing olehKristianto Setiawan, S.S sebagai pembimbing pertama, Asrofin Nur Kholifah, M.Hum sebagai pembimbing kedua, dan Raden Pujo Handoyo, S.S, M.Hum sebagai penguji eksternal. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial danIlmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tahun akademik 2013/2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kohesi dan koherensi dari teks lisan pidato Lady Gaga yang berjudul ‘Don’t Ask, Don’t Tell’ dan untuk menemukan implikasinya terhadap para penontonnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk mengambil data dengan proses menyeleksi data berdasarkan apa yang dibutuhkan dalam penelitian.Data pada penilitian ini adalah transkrip pidato Lady Gaga yang berjudul ‘Don’t Ask, Don’t Tell’, sementara sampel dari penelitian ini adalah beberapa kata atau frase sebagai piranti kohesi dan koherensi yang terdapat dalam transkrip pidato tersebut. Setelah melakukan analisis pada keseluruhan data, peneliti menemukan bahwa terdapat 674 piranti kohesi yang terdiri dari 298 grammatical cohesion devicesyang terdiri dari 84 (12%) definite articles, 16 (2.3%) demonstrative pronouns, 143 (21%) pronouns, 32 (4.7%) anaphorics, 2 (0.6%) cataphorics, and 19 (2.8%) esphorics. Untuk lexical cohesion devices, peneliti menemukan 1 (0.1%) co-hyponomy, 3 (0.4%) contrasts, 5 (0.7%) similarities, 282 (42%) repetition words, 3 (0.4%) meronymies, 5 (0.7%) expectancy relations. Co-meronymy dan class/sub-class tidak ditemukan dalam pidato. Sementara untuk conjunctive cohesion device, 3 (0.4%) elaborations, 53 (8%) extensions, and 23 (3.4%) enhancements ditemukan. Peneliti menemukan satu jenis koherensi dalam pidato Lady Gaga yang berjudul‘Don’t Ask, Don’t Tell’ yang disebut registerial coherence. Registerial coherence ini terdiri dari; Field: equality of gay in the US military, Tenor: a pop star to general audiences, Mode: written to be spoken, non-interactive face-to-face. Implikasi dari kohesi dan koherensi dalam pidato Lady Gaga yang berjudul ‘Don’t Ask, Don’t Tell’ terhadap para penonton antara lain: pidatonya dipahami dengan baik oleh para penonton karena Lady Gaga menggunakan piranti kohesi gramatikal, leksikal, dan konjungtif yang benar yang menghasilkan sebuah wacana yang bagus sebagai satu kesatuan, pidato tersebut memberikan dorongan kepada para penonton untuk mendukung pencabutan kebijakan ‘Don’t Ask, Don’t Tell’, koherensi pidato tersebut diketahui oleh para penonton karena mereka mengetahui topik, bentuk bahasa, dan pembicara serta pendengarnya, para penonton bisa mendapatkan informasi dari pidato Lady Gaga dengan menunjukkan komentar-komentar. Kata kunci: kohesi, koherensi, pidato. | ABSTRACT Dwi Nugroho, Bayu. 2013. Cohesion and Coherence of Spoken Text in Lady Gaga’s ‘Don’t Ask, Don’t Tell’ Speech (A Discourse Analysis Approach). This thesis is supervised by Kristianto Setiawan, S.S as the first supervisor, Asrofin Nur Kholifah, M.Hum as the second supervisor, andRaden Pujo Handoyo, S.S, M.Hum as the external examiner. English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Academic year 2013/2014. The aims of this research are to describe the cohesion and coherence of spoken text in Lady Gaga’s ‘Don’t Ask, Don’t Tell’ Speech and to find out its implication towards the audiences. The method used in this research is qualitative method. The researcher used purposive sampling to take the sample in which the process of selecting sample based on the need of the research.The data of this research are the speech transcript of Lady Gaga speech entitled ‘Don’t Ask, Don’t Tell’, while the sample of this research are some words or phrases as the cohesion device and coherence in the speech transcript. After conducting the analysis, the researcher found that there are 674 cohesion devices that consist of 298 grammatical cohesion devices consisting of 84 (12%) definite articles, 16 (2.3%) demonstrative pronouns, 143 (21%) pronouns, 32 (4.7%) anaphorics, 2 (0.6%) cataphorics, and 19 (2.8%) esphorics. For lexical cohesion devices, the researcher found 1 (0.1%) co-hyponomy, 3 (0.4%) contrasts, 5 (0.7%) similarities, 282 (42%) repetition words, 3 (0.4%) meronymies, 5 (0.7%) expectancy relations. Co-meronymy and class/sub-class are not found at all in the speech. While for conjunctive cohesion device, 3 (0.4%) elaborations, 53 (8%) extensions, and 23 (3.4%) enhancements are found. The researcher found one type of coherence in Lady Gaga’s speech entitled ‘Don’t Ask, Don’t Tell’ which is called registerial coherence. It consists of; Field: equality of gay in the US military, Tenor: a pop star to general audiences, Mode: written to be spoken, non-interactive face-to-face. The implications of the cohesion and coherence in Lady Gaga’s speech entitled ‘Don’t Ask, Don’t Tell’ towards the audiences are the speech is well understood by the audiences since Lady Gaga uses correct grammatical, lexical, and conjunctive cohesion devices which result in a good discourse as a whole,the speech gives encouragement to the audiences to support the repeal of ‘Don’t Ask, Don’t Tell policy, the coherence of the speech is known by the audiences since they know the topic, the language form, and the speaker as well as the hearers, the audiences can get information from Lady Gaga’s speech by showing comments. Keywords: cohesion, coherence, speech. | |
| 12895 | 5889 | A1G010005 | PERANAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PEMIJAHAN GURAMI SISTEM MONOKULTUR TERHADAP PENDAPATAN KELOMPOK TANI SEKARSARI DESA SINGASARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Usahatani pemijahan ikan gurami merupakan salah satu kegiatan usaha budidaya ikan gurami yang banyak di pilih oleh petani dengan pertimbangan bahwa ikan ini cukup digemari masyarakat karena rasanya gurih, lezat, serta bergizi tinggi, kegiatan usaha pemijahan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam proses kegiatanya. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu sentra ikan gurami di Indonesia, terdapat unit bisnis pemijahan ikan tepatnya di Desa Singasari Kecamatan Karanglewas. Peranan faktor-faktor produksi usahatani pemijahan memegang peranan penting dalam berlangsungnya kegiatan, diharapkan memberikan kontribusi yang baik terhadap pendapatan petani. Tujuan penelitian adalah menganalisis arus biaya dan pendapatan bersih dan mengetahui peranan dari faktor produksi usahatani pemijahan ikan gurami pada Kelompok Tani Sekari. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya yang dikeluarkan petani lebih rendah dibandingkan rata-rata pendapatan yang diperoeh petani dalam satu tahun. Penelitian juga menunjukkan peranan masing-masing faktor produksi yaitu kolam, indukan, pakan alami, pakan buatan, obat-obatan, tenaga kerja dan peralatan memberikan peranan yang cukup besar terhadap pendapatan usahatani pemijahan ikan gurami dapat dilihat dari tingkat residual (factor share) 72,56 persen. Petani tidak hanya terpacu pada usahatani pemijahan, dapat melakukan usaha pada pembenihan dan pembesaran karena usahatani ini mempunyai prospek menguntungkan. | The spawning gouramy farming is one of the fish cultivation business activities that has been chosen farmers with consideration this fish is enough popular to people, because it was tasteful, delicious, as well high nutrition , spawning activities do not need a long time in activities. Banyumas is a center gouramy in Indonesia, there is the business unit in village exactly spawning Singasari Karanglewas District. The role of production factors in spawning farming important role in the course of activity, expected to be give a good contribution to income farmers. purpose of the study was to analyze analyze cost flows and net income and to know the role from of production factors gouramy spawning farmers Sekarsari. The method used in this research is a case study. The results showed that magnitude cost of farmers is still lower than average income of farmers obtained at one year. Research also shows that the respective roles factor of productionthat is pool, broodstock, natural food, artificial feed, medicine, labor and tools giving out a significant role for spawning gouramy farms income can be viewed from the residuals (factor share) 72.56 percent. Farmers are not only encouraged the of spawning but, it can do the business on the segmentation of hatchery and enlargement because it has a good prospect. | |
| 12896 | 5890 | F1F008044 | TENOR ANALYSIS IN DIALOGUES OF CARL AS THE MAIN CHARACTER IN THE COMEDY MOVIE YES MAN | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dimensi tenor dan juga situasi penggunaan bahasa yang ada di dalam film komedi yes man. film memang terkadang mewakili kehidupan sosial kita. itu dapat dilihat dari dialog yang di produksi di setiap film yang ada. Dari dialog tersebut, dapat disimpulkan penggunaan bahasa apa yang digunakan oleh partisipan dalam berdialog. dengan menganalisis tenor dimensi seperti power, contact, dan affective involvement, penggunaan bahasa yang terkonstruksi untuk membangun hubungan antara partisipan dalam berdialog dapat ditelaah. situasi penggunaan bahasa juga akan terlihat dalam hubungan pembicara dan pendengar itu sendiri. oleh karena itu, dimensi tenor dapat mempengaruhi situasi penggunaan bahasa dalam membangun hubungan antara pembicara dan pendengar. Penelitian ini menggunakan pendekatan discourse analysis dengan mengaplikasikan metode kualitatif deskriptif. Sebagai data, dialog karakter utama diambil untuk menelaah perbedaan dimensi tenor antara partisipan dalam dialog. Hasil dari penelitian menunjukan (1) bahwa dimensi tenor mengindikasikan hubungan antara Carl sebagai karakter utama dan karakter lainnya. power, contact, dan affective involvement khususnya dapat mempengaruhi penggunaan bahasa dalam percakapan antara partisipan. (2) situasi penggunaan bahasa dibagi antara situasi formal dan informal. pecakapan antara Carl sebagai karakter utama dengan karakter pendukung lain didominasi oleh percakapan situasi yang informal. meskipun ada beberapa perckapan yang formal tetapi dominasi situasi percakapan informal lebih tinggi. | This study is aimed at finding the tenor dimension as well as the situations of language use of tenor in the comedy movie Yes man. Sometimes movies represent our social life. It can be shown from the dialogues that are produced in every movie. By observing tenor dimensions e.g. power, contact and especially affective involvement, language use that is constructed in conversation between interactants in spoken texts can be observed. Moreover, by seeing the tenor dimensions that is built by the interactants in dialogues, the typical situations of language use will be seen in the relationship of interactants as well. Therefore, tenor dimensions can influence typical language use in building relationship between interactants. The research uses discourse analysis by applying descriptive qualitative method. As the data, the dialogues produced by main character are taken to observe the different tenor dimension between the participants in the dialogues. The results of the research (1) show that the various tenor dimensions indicate the relationship between Carl as the main character and the other characters. Power, contact and especially affective involvement can influence the language use in conversation between participants. (2) Typical situations of language use are divided into formal and informal situation. Most of the conversations between Carl and each supporting characters are dominated by informal situation of language use. However, there are several conversations that show the formal one. | |
| 12897 | 5982 | A1C009045 | KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI PESERTA PROGRAM PENGEMBANGAN MODEL USAHATANI PARTISIPATIF (PMUP) TEMBAKAU-KOPI ARABIKA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI (Kasus pada Kelompok Tani Margo Rahayu Desa Tlahab Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung) | Program Pengembangan Model Usahatani Partisipatif (PMUP) merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Temanggung dalam mengurangi degradasi lahan dan meningkatkan pendapatan dengan menanam tembakau dan kopi arabika secara berdampingan. Program ini dilaksanakan pertama kali oleh kelompok tani “Margo Rahayu” di Desa Tlahab Kecamatan Kledung. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan PMUP, pendapatan bersih per bulan tembakau dan kopi arabika serta kontribusi pendapatan kopi arabika terhadap pendapatan rumah tangga petani pada tahun 2012. Metode penelitian adalah studi kasus dan pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani, analisis total pendapatan rumah tangga, dan analisis income share. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) kegiatan PMUP Desa Tlahab dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan Propinsi mulai tahun anggaran 2000 sampai dengan tahun anggaran 2004 dan dalam pelaksanaanya sebagai sebuah kegiatan yang berdasarkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan belum terlaksana sesuai kaidah dan konsep yang telah ada sebelumnya, 2) rata-rata pendapatan bersih usahatani tembakau per hektar per bulan adalah Rp2.506.966,57 sedangkan rata-rata pendapatan bersih usahatani kopi arabika per hektar per bulan adalah Rp1.022.880,66, 3) kontribusi pendapatan usahatani kopi arabika terhadap pendapatan rumah tangga petani sebesar 11,18 persen per bulan tahun 2012. | Farming Model of Participatory Development (FMPD) program an attempt was made by Temanggung Regency government in reducing land degradation and increase revenue by growing tobacco and coffee arabica by side. The program was first implemented by farmer groups "Margo Rahayu" in the Tlahab Village Kledung District. This research was conducted to determine the execution FMPD activities, net income per month as well as tobacco and coffee arabica also arabica coffee revenue contribution to the household income of farmers in 2012. The research method is the case study and data collection was done through interviews and direct observation. Method of data analysis is descriptive analysis, cost analysis, revenue and farm income, total household income analysis, and analysis of the income share. The results showed that, 1) the activities carried out Tlahab Village by the Plantation Agency Provincial budget beginning in fiscal year 2000 to 2004 and in its implementation as an activity that is based on sustainable agricultural development has not been done according to the rules and concepts that have been there before, 2) the average net income per farm tobacco acreage per month per hectar is Rp2.506.966,57, 24 while the average net income per farm arabica coffee acreage per month per hectar is Rp1.022.880,66, 3) contribution arabica coffee farming on household incomes of farmers by 11,18 percent per month in 2012. | |
| 12898 | 5891 | F1B009095 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN JALUR SEPEDA DI KOTA PURWOKERTO | Kondisi lalu lintas di Purwokerto yang semakin padat membuat pengguna sepeda membutuhkan tingkat keamanan yang lebih. Salah satunya dengan cara diberi fasilitas jalur sepeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan jalur sepeda di Kota Purwokerto. Implementasi kebijakan jalur sepeda di Kota Purwokerto digambarkan dan dianalisis dengan tahapan implementasi kebijakan menurut Riant Nugroho yaitu sosialisasi kebijakan, penerapan kebijakan tanpa sanksi, penerapan kebijakan dengan sanski dan monitoring kebijakan. Selain itu, dalam implementasi kebijakan tentunya akan mendapat respon dari masyarakat baik dari kelompok sasaran maupun stakeholder lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan jalur sepeda di Kota Purwokerto belum berjalan secara optimal. Tahapan-tahapan implementasi kebijakan jalur sepeda tersebut di lapangan tidak berjalan secara optimal karena masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui kebijakan jalur sepeda tersebut. Sebagian besar kelompok sasaran dan stakeholder lain merespon dengan baik. Namun disisi lain masih ada pihak-pihak yang mengeluhkan dengan adanya kebijakan jalur sepeda di Kota Purwokerto. | Traffic conditions in an increasingly crowded Purwokerto make cyclists need a higher level of security. One way bicycle path facilities given. The purpose of this research is to describe and analyze implementation of bicycle path policy in Purwokerto. Policy implementation in the bicycle path Purwokerto imaged and analyzed with policy implementation by Riant Nugroho: socialization policy, policy implementation without punishment, the punishment policy implementation and policy monitoring. In addition, the implementation of the policy will certainly get a good response from the people of the target group and other stakeholders. The results showed that the implementation of bicycle path policy is not optimal. Stages of it implementation in fact have not run optimally because there are still many people who do not know the bicycle path policy. Most of the target groups and other stakeholders to respond well. However, in the other hand extant complaint with it. | |
| 12899 | 5893 | H1K008012 | Pemilihan Jenis Substrat Kayu (Jati, Meranti, Trembesi, Bangkirai) Sebagai Pengurangan terhadap Dampak Penempelan Makrofouler pada Kapal di Perairan Cirebon | Penelitian ini berjudul “Pemilihan Jenis Substrat Kayu (Jati, Meranti, Trembesi, Bangkirai) sebagai Pengurangan terhadap Dampak Penempelan Makrofouler pada Kapal di Perairan Cirebon”. Biofouling adalah proses penempelan mikroorganisme maupun makroorganisme pada berbagai struktur lingkungan laut yang dapat menyebabkan permasalahan. Permasalahan yang terjadi pada struktur bangunan dan kapal terhadap penempelan biofouler dapat mengakibatkan kerusakan. Berdasarkan kerusakan yang terjadi akibat penempelan biofouler maka diperlukan adanya solusi pencegahan yaitu pemilihan jenis substrat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung jumlah makrofouler pada bagian kapal yaitu haluan, lambung dan buritan serta mengetahui jenis substrat kayu Jati, Meranti, Bangkirai dan Trembesi yang paling tidak disukai oleh makrofouler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode eksperimental dilapangan. Pengamatan makrofouler dilakukan dengan penjebakan pada empat jenis substrat kayu. Penelitian ini memperlihatkan bahwa kayu jati merupakan jenis kayu yang paling sedikit ditempeli makrofouler (63166 ind/m2), kemudian kayu bangkirai (99832 ind/m2), kayu trembesi (135138 ind/m2) dan kayu meranti merupakan jenis kayu yang ditempeli paling banyak (164138 ind/m2). Bagian kapal yang paling sedikit ditempeli makrofouler adalah bagian haluan kapal, kemudian bagian lambung kapal dan yang paling banyak adalah bagian buritan kapal. | A research entitled "Selection of Substrate Type Wood (Teak, Meranti, Trembesi, Bangkirai) Against Impact Reduction of Macrofouler on ship in Cirebon waters". Biofouling is implantation of macro- or microorganisms in various structures of the marine environment causing problems of buildings and ships. Based on the damage caused by implantation biofouler then it was important to solve it by selecting substrate types. The purpose of this study is to determine implantation rate of biofouler on hull, sides and stern of ship and to know substrate types i.e. Teak, Meranti, Bangkirai and Trembesi most disliked by macrofouler. The method of the observation macrofouler was by traped macrofouler on wood substrate types by means of biofouling on a total macrofouler on each substrate. Based on the results obtained that total macrofouler most abundant of Meranti wood (164.138 ind/m2), more wood Trembesi (135.138 ind/m2), wood Bangkirai (99.832 ind/m2) and the fewest available in Teak wood (63.166 ind/m2). These results indicated that the Teak wood substrate biofouler dislike. Meanwhile, the fewest ships were plastered biofouler course and the most widely plastered biofouler that is in the stern. | |
| 12900 | 5894 | F1G009020 | ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI | Penelitian ini berjudul “Analisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari”. Kepribadian tokoh utama tersebut berkaitan dengan unsur-unsur intrinsik karya sastra yang terdiri dari alur, tokoh dan penokohan serta latar yang terdapat dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data deskriptif yang dimaksud berupa kata-kata dan paragraf, bukan angka-angka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara baca dan catat. Hasil penelitian ini secara teoritis diharapkan mampu memberi sumbangan pada pengkajian bidang sastra, khususnya yang berkaitan dengan teori psikologi sastra dari Freud. Manfaat praktis penelitian ini diharapkan mampu menambah referensi penelitian dalam bidang studi bahasa dan sastra Indonesia.Adapun objek penelitian ini adalah novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mendeskripsiksn secara singkat gambaran cerita yang meliputi alur, tokoh dan penokohan serta latar, selanjutnya mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Terdapat tiga alur dalam novel Perahu Kertas ini, yaitu alur awal, alur tengah dan alur akhir. Dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari ini terdapat tokoh utama yaitu Kugy, kemudian tokoh pendukung seperti keenan, Noni, Eko, Karel, Remi, Wanda dan Luhde. Latar yang terdapat dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari ini berada di kota Bandung dan pulau Bali.Tokoh utama Kugy merupakan sosok gadis muda yang berbakat. Kugy dapat menjadi sosok gadis yang mandiri. Berbagai masalah yang menimpanya dapat ia hadapi. Tindakan-tindakan yang dilakukan Kugy lebih banyak berdasarkan Id yang bekerja dalam dirinya. Kugy cenderung lebih mementingkan kenyamanan bagi dirinya sendiri tanpa banyak berpikir tentang orang lain. Id Kugy lebih sering bekerja dibandingkan ego dan superegonya, walaupun memang ego dan superegonya juga membantunya dalam menghadapi masalah dalam hidupnya. Kugy merasa lebih nyaman dalam kesendirian dan berada dalam dunia khayalnya sendiri. | This research is entitled “Analisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari.” The personality is related to the intrinsic elements consisting of plot, character and characterization, and setting. The method used in the research is descriptive qualitative and the data is collected by reading and writing. The result, which is analyzed in the form of words not numbers, may contribute theoretically to the literature study especially Freud’s theory of psychology. On the other hand, practically, it can be as reference to Indonesian language and literature. The research object is the novel Perahu Kertas written by Dewi Lestari. The aim is to describe the story (based on the plot, character and characterization, and setting) and to describe the main character’s personality in the novel. The result shows that there are three plots: initial, middle, and final. The main character is Kugy whereas the supporting ones are Keenan, Noni, Eko, Karel, Remi, Wanda, and Luhde. The setting is in Bandung and Bali. The novel tells about Kugy, a talented young woman who turns into an independent person. She can solve many problems she faces and her actions are based on ‘Id’ that works inside herself. Kugy tends to think of herself more than to think of others. This is because the ‘Id’ dominates her ego more than her superego even though both have helped her face problems in her life. Moreover, she is more comfortable in her loneliness and her own fantasy. |