Artikel Ilmiah : I1B006005 a.n. YOSEPH DYAN MUKTI PRIHANTOMO

Kembali Update Delete

NIMI1B006005
NamamhsYOSEPH DYAN MUKTI PRIHANTOMO
Judul ArtikelPENGARUH ABU SEKAM PADI DAN KARET BAN SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGRAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON.
Abstrak (Bhs. Indonesia) Indonesia memiliki potensi cukup besar untuk memanfaatkan serat yang diperoleh dari sampah organik pertanian berupa abu sekam padi dan dapat menggunakan limbah anorganik berupa limbah karet ban sebagai bahan substitusi beton.Bahan substitusi merupakan bahan yang dapat menggantikan material beton baik itu agregat halus, agregat kasar maupun semen.
Penelitian eksperimen dilakukan dengan membuat 24 benda uji yang dicor dengan bahan tambah berupa abu sekam padi dan karet ban sebagai substitusi agregrat kasar. Variasi abu sekam padiyang digunakan untuk bahan tambah adalah 0%, 10%, 20% dan 30% dan Variasi karet ban sebagai bahan substitusi adalah 0% dan 20% dengan ukuran sisi karet ban 15 mm.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi dan karet ban sebagai substitusi agregrat kasar menghasilkan kuat tekan rerata berturut-turut sebesar 7,67 MPa, 6,67 MPa, dan 2,83 MPa pada 28 hari. Nilai modulus elastisitas rerata pada umur 28 hari pengaruh abu sekam padi dan karet ban yaitu berturut-turut sebesar 15599,52MPa; 12789,58 MPa; 11318,36 MPa; dan 6227,46 MPa.Dapat disimpulkan bahwa hasil nilai kuat tekan beton rerata pengaruh abu sekam padi dan substitusi karet ban memiliki kuat tekan rerata kurang dari 17,5 MPa sehingga beton yang dihasilkan tidak bisa digunakan untuk beton struktural dan menghasilkan modulus elastisitas beton rendah.

Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia has considerable potential to utilize fibers obtained from agricultural organic waste such as rice husk ash and can use inorganic waste such as waste tire rubber as a substitute material of concrete. Materials substitution is a material that can replace concrete material either fine aggregate, coarse aggregate and cement.
Experimental research carried out by making 24 specimens casted with added ingredients such as rice husk ash and rubber tires as a substitute for coarse aggregate. Variation of rice husk ash which is used for the added material was 0%, 10%, 20% and 30% and Variations tire rubber as a material substitution is 0% and 20% with a size of 15 mm side tire rubber.
These results indicate that the optimum use of rice husk ash by 10%. The addition of rice husk ash and aggregate substitute rugged rubber tires to produce an average compressive strength of 7.67 MPa, 6.67 MPa, and 2.83 MPa at 28 days. Mean value of the modulus of elasticity at 28 days the effect of rice husk ash and rubber tires are, respectively for 15599.52 MPa; 12789.58 MPa; 11318.36 MPa, and 6227.46 MPa. It can be concluded that the results of the mean value of concrete compressive strength and the influence of rice husk ash substitution of rubber tires have an average compressive strength of less than 17.5 MPa so that the resulting concrete can not be used for structural concrete and produce a low modulus of elasticity of concrete.
Kata kunciabu sekam padi, karet ban, bahan substitusi, kuat tekan, modulus elastisitas
Pembimbing 1Gathot Heri Sudibyo, S.T., M.T.
Pembimbing 2Yanuar Haryanto, S.T., M.Eng.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.