Artikelilmiahs

Menampilkan 11.301-11.320 dari 49.002 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
113014234H1F008009GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR DAERAH DARMAKRADENAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN AJIBARANG
KABUPATEN BANYUMAS
JAWA TENGAH
Abstrak
Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah penelitian terletak di sekitar daerah Darmakradenan Kabupaten Banyumas, Jawa tengah yang termasuk dalam sub cekungan Banyumas. Daerah ini umumnya di dominasi oleh endapan turbidit dengan sesar-sesar mendatar dan lipatan yang menghasilkan tinggian dan cekungan yang membentuk suatu control struktur di daearah penelitian yang menarik untuk dapat dilakukan penelitian lebih rinci.
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping yang hasil dari keduanya di komposit dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi dan membuat penampang geologi seimbang yang lebih informatif dan komunikatif.
Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 9 satuan geomorfologi daerah penelitian. Stratigrafi dengan 4 satuan batuan yang satu diantaranya diendapkan di laut dalam dengan sistem pengendapan kipas bawah laut (sub marine fan) dan terdapat dua satuan yang diendapkan di laut dangkal. Struktur geologi daerah penelitian berupa sinklin dan antiklin dan sesar geser berupa sesar robekan, pemendekan regional berkisar 26,41% dan kedalaman detachment berkisar 3.656,25 m.
Kata kunci: geologi, kontrol struktur, pengendapan, pemendekan, Darmakradenan
Abstract
Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java.
The research area is located in the vicinity of Darmakradenan Banyumas regency, Central Java of sub basins Banyumas. This area is generally dominated by turbidite deposition by cesarean-section and horizontal folds that produce heights and hollows that form a control structure area interesting research to do more detailed research.
The investigation method that done in this investigation was a geological mapping that includes geomorphology by observing topography map and morphology condition,; stratigraphy by doing spot mapping, and measuring section which both of these result will be composited; and geology structure by doing measurement of structure sign in the investigation area, besides specific study also done to know about characteristic of structure geology that existed in this area by doing reconstruction and making balance geology cross section that more informative and more communicative.
Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 9 geomorphology units. Stratigraphy with 4 litology units, that 1 of them are deposited in submarine by submarine fan system and 2 of them is deposited in shallow marine. Geology structure of investigation area is syncline and anticline and transform is tear fault, regional shortening is approximately 26,41% and depth of detachment is approximately 3.656,25 m.
Key words: geologyy, stratigraphy, structure, deposited, shortening.
113024235I1C006010GEOLOGI DAN ANALISIS POTENSI LONGSORAN DI DESA TIPAR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN RAWALO, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH
Daerah penelitian terletak di Desa Tipar dan sekitarnya, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis daerah ini terletak pada koordinat 109° 8' 13.48" - 109° 10' 56.75" Bujur Timur dan 7° 30' 29.79" - 7° 27' 47.9124" Lintang Selatan. Berdasarkan fisiografis Jawa bagian Tengah, daerah penelitian berada pada Zona Pegunungan Serayu Selatan. Daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan geomorfologi antara lain: Satuan Perbukitan Struktural Karangendep, Satuan Lembah Struktural Karangmangu, dan Satuan Dataran Aluvial Tipar. Satuan batuan daerah penelitian terbagi menjadi 4 satuan tidak resmi, yaitu Satuan Perselingan Batupasir - Batulempung, Satuan Breksi, Satuan Batupasir, dan Satuan Endapan Aluvial. Umur pengendapan daerah penelitian berkisar antara Miosen Akhir – Pliosen Awal (N16-N19). Lingkungan pengendapan daerah penelitian berkisar di laut dalam (Satuan Perselingan Batupasir - Batulempung), zona batyal atas (Satuan Breksi), dan zona neritik (Satuan Batupasir). Struktur geologi daerah penelitian dipengaruhi pembentukan lipatan yang mengindikasikan aksi gaya utara selatan serta sesar mendatar mengiri Turun dengan arah NE-SW.
Perhitungan kestabilan terhadap lereng menggunakan konsep kesetimbangan batas dengan Metode Bishop Disederhanakan. Berdasarkan perhitungan kestabilan lereng, didapatkan nilai faktor keamanan lereng daerah penelitian antara 2,32 (Lereng 1) yang merupakan lereng aman dan 0,993 (Lereng 2) yang merupakan lereng kritis. Konsep mitigasi dilakukan terhadap lereng kritis dengan cara pengaturan geometri, menerapkan dinding penahan lereng, dan pengaturan drainase lereng.

Research area is located at Tipar Village and its surroundings, Rawalo District, Banyumas Regency, Central Java Province. Geographically, this area is located at 109° 8' 13.48" - 109° 10' 56.52" East Longitude and 7° 30' 29.79" - 7° 27' 47.24" South Latitude. According to physiography of Central Java, research area is a part of South Serayu Mountains Zone. Research area can be divided into three geomorphological units, which are: Karangendep Structural Hills Unit, Karangmangu Structural Valleys Unit, and Tipar Alluvial Lowland Unit. Lithological units of research area are divided into four units, which are: Intercallation Unit of Sandstone-Claystone, Breccias Unit, Sandstones Unit, and Alluvial Deposits Unit. Ages of lithological units in research area are ranged from Late Miocene – Early Pliosen (N16 – N19). Depositional environtment of the lithology are ranged from deep marine, upper bathyal, and neritic. Geological structure of research area is controlled by fold which indicated north – south stress and sinistral slip fault with NE – SW direction. The measurements of slope stability are using Equilibrium Limits Concept of Bishop Simplified Methods. According to slope stability measurement, the value of slope’s safety factors in research area are: 2,32 (Slope 1) which is belonged to stable slope, and 0,993 (Slope 2) which is belonged to critical slope for landslide. Mitigation concepts are given to the critical slope by controlling geometry of slope, applying retaining wall into the slope, and controlling slope drainages.
113034237C1B008035PENGARUH MOTIVASI KERJA KEPEMIMPINAN
KEPUASAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM
(PDAM) KOTA CIREBON
PENGARUH MOTIVASI KERJA KEPEMIMPINAN
KEPUASAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode survey pada perusahaan daerah air minum (PDAM) kota Cirebon. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh motivasi kerja kepemimpinan kepuasan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan perusahaan daerah air minum (PDAM) kota Cirebon”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan, pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PDAM Kota Cirebon yang berjumlah 282 karyawan, yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel sebanyak 74 karyawan dengan menggunakan rumus slovin dan dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis linier berganda dapat disimpulkan:

1. Berdasarkan hasil uji F dapat disimpulkan motivasi kerja, kepemimpinan, kepuasan kerja dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
2. Berdasarkan uji t dapat disimpulkan motivasi kerja, kepemimpinan, kepuasan kerja dan budaya organisasi secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Implikasi dari kesimpulan di atas adalah perusahaan dapat memperbaiki kinerja karyawannya secara parsial melalui peningkatan motivasi kerja, kepemimpinan, kepuasan kerja dan budaya organisasi demi tercapainya tujuan perusahaan.

Kata kunci : motivasi kerja, kepemimpinan, kepuasan kerja, budaya organisasi dan kinerja karyawan
The influence of leadership motivation job satisfaction and organizational culture on employee performance local water company (PDAM) Cirebon city

This study is a survey method in the local water company (PDAM) Cirebon city. This study took the title "The influence of leadership motivation job satisfaction and organizational culture on employee performance local water company (PDAM) Cirebon city". The purpose of this study was to determine the effect of motivation on employee performance, leadership influence on employee performance, job satisfaction influences on employee performance, the influence of organizational culture on employee performance.
The population in this study were all employees of PDAM Cirebon totaling 282 employees, who meet the criteria to be sampled as many as 74 employees by using Slovin formula and a simple random sampling technique of sampling. Based on the results of research and analysis of the data using linear regression analysis it can be concluded:
1. Based on the test results of F can be inferred motivation, leadership, job satisfaction and organizational culture jointly affect employee performance
2. Based on t-test can be inferred motivation, leadership, job satisfaction and organizational culture partially affect employee performance.
The implication of the above is a firm conclusion can improve employee performance partially through increased motivation, leadership, job satisfaction and organizational culture to achieve company goals.

Keywords: motivation, leadership, job satisfaction, organizational culture and employee performance
113044244H1F007017Geologi dan Alterasi Hidrotermal Daerah Talokan dan Sekitarnya Kecamatan Paleleh Barat Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi TengahDaerah penelitian berada di Desa Talokan, Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Daerah penelitian merupakan kompleks volkanik yang tersusun atas tiga satuan geomorfologi menurut van Zuidam, 1985, yaitu Satuan Struktural Gawir Sesar (S12), Satuan Volkanik Aliran Lava (V9), dan Satuan Struktural Dykes (S11). Stratigrafi daerah penelitian tersusun atas suksesi batuan volkanik berumur Miosen Tengah sampai Pliosen Awal, yaitu terdiri atas satuan lava andesit, satuan tuf, satuan granodiorit dan satuan andesit piroksen.
Pola sesar di daerah penelitian membentuk arah utara baratlaut – selatan tenggara, berumur Pliosen Awal yang memotong seluruh satuan batuan. Sesar-sesar menghasilkan bukaan-bukaan pada batuan yang menyebabkan terjadinya interaksi fluida hidrotermal dengan batuan. Proses ini menyebabkan alterasi pada batuan dan urat kuarsa yang mengisi rekahan pada batuan.
Zona alterasi hidrotermal daerah penelitian dibagi menjadi 4 zona : Silika ± Klorit ± Epidot yang disebandingkan dengan Zona Propilitik, Silika±Kaolinit±Illit yang disebandingkan dengan Zona Argilik, Silika±Kaolinit±Illit±Alunit yang disebandingkan dengan Zona Argilik Lanjut dan Zona Silika±Serisit±Pirofilit yang disebandingkan dengan Zona Filik. Berdasarkan tipe alterasi, mineralisasi dan dominasi urat maka daerah penelitian memiliki kecenderungan termasuk dalam sistem epitermal sulfida rendah.
Research area is is located in Talokan Village, West Paleleh District, Buol Regency ,Central Sulawesi Province. Geomorphology of this area can be divided into 3 (three) units, those are Structural Fault Scarps (S12), Volcanic Lava Flows (V9), and Structural Dykes (S11).. Stratigraphy of this area consists of succession Middle Miocene to Early Pliocene, those units are andesite lava, tuff, granodiorite, and pyroxene andesite.
Fault pattern in research area formed north northwest – south southeast.. All of rocks units in research area’s crossed by the structures at Early Pliocene. Faults resulting openings on rocks and cause occurrence interaction of hydrothermal fluids to rocks that resulting alteration zones and quartz veins..
Hydrothermal alteration zone in research area divided into 4 (four) zones. Those are Quartz ± Chlorite ± Epidote (Prophyllitic Zone), Quartz±Kaolinite±Illite (Argillic Zone), Quartz±Kaolinite±Illite±Alunite (Advance Argillic Zone) and Quartz±Sericite±Pyrophyllite (Phylic Zone). Based on alteration type, mineralization and domination of vein, research area included in low sulphidation epithermal system.
113054242H1F007009GEOLOGI DAN MINERALISASI URAT KUARSA
DAERAH BODI DAN SEKITARNYA
KECAMATAN PALELEH BARAT, KABUPATEN BUOL,
PROVINSI SULAWESI TENGAH
Daerah penelitian berada di Desa Bodi, Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Daerah ini merupakan kompleks gunungapi tua yang tersusun atas tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan: Satuan Fluvial Endapan Sungai (F4), Satuan Volkanik Aliran Lava (V9), Satuan Struktural Gawir Sesar (S12). Stratigrafi daerah ini disetarakan dengan formasi Dolokapa yang berumur Miosen Akhir, dan anggota breksi formasi wobudu yang berumur Pliosen Awal. secara urutan dari tua ke muda, yaitu Satuan: Lava Andesit, Satuan Tuf, Satuan Breksi Volkanik dan Satuan Endapan Aluvial. Struktur geologi berupa sesar geser berarah Baratlaut-Tenggara memotong semua batuan volkanik yang berumur Miosen Akhir.
Sesar-sesar di daerah penelitian menyebabkan terjadinya interaksi fluida hidrotermal dengan batuan samping. Alterasi Hidrotermal yang berkembang berupa Zona Kuarsa – Kalsit ± Klorit ± Epidot (Propilitik), Zona Kuarsa – illit ± Kaolinit ± Monmorilonit (Argilik).
Mineralisasi urat kuarsa daerah penelitian dapat dikelompokkan dalam 2 (dua) kelompok urat, yaitu: kelompok urat Bodi (VBD) dan kelompok urat Diapatih (VDP). Umumnya mineralisasi urat yang terdapat dalam kelompok urat-urat tersebut menunjukkan mineral sulfida berupa pirit, kalkopirit, galena, dan sfalerit dengan tekstur kuarsa berupa colloform, crustiform, cockade, vuggy, dan saccaroidal. Berdasarkan kenampakan bentuk tekstur dan kisaran temperatur inklusi fluida dan mineralisasi yang di jumpai maka daerah penelitian termasuk dalam sistem mineralisasi epitermal sulfidasi rendah (Low Epithermal Sulfidation)
Hasil analisis inklusi fluida menunjukkan urat kuarsa terbentuk pada kisaran temperatur (210-301,8)oC dengan rata-rata pada kedalaman 410m-540m. Daerah penelitian telah mengalami proses erosi sedalam 310m.
The research area is located in the village of Bodi, District Paleleh West Buol, Central Sulawesi. This area is an old volcanic complex is composed of three units of geomorphology, namely Unit: Fluvial Sediment River Unit (F4), Unit Volcanic Lava Flow (V9), Structural Unit Fault Escarp (S12).Stratigraphy of this area is equated with the formation Dolokapa the Late Miocene, and a member of the breccia formation wobudu in Early Pliocene. In order from old to young, Unit: Andesite Lava Unit, Tuff, Volcanic Breccia Unit and Alluvial Deposition Unit. Geological structures such as faults trending NW-SE shear cut all the volcanic rocks of the Late Miocene.
Faults in the study area caused the hydrothermal fluid interaction with wall rock. Hydrothermal alteration zones developed form Quartz – Calcite ± Chorite ± Epidot (propylitic), Quartz – illite ± Kaolinit ± montmorillonite (argillic).
Quartz vein mineralization study area can be grouped into 2 (two) groups namely: the veins Bodi (VBD) and the veins Diapatih (VDP). Generally vein mineralization present in the veins suggests sulfide minerals such as pyrite, chalcopyrite, galena, and sphalerite with quartz textures such as colloform, crustiform, cockade, vuggy, and saccaroidal. Based on the appearance of the shape and texture in the temperature range of fluid inclusions and mineralization encountered in the study area are included in the low sulfidation epithermal mineralization system (Low Sulfidation epithermal).
The results of the analysis of fluid inclusions indicate quartz veins formed in the temperature range (210 to 301.8) ° C with the average at a depth of 410m-540M. The research area has undergone a process of erosion 310m deep.
113064259D1E008085KAJIAN TOTAL MIKROBA DAN ASAM TERTITRASI SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA SELAMA SATU PERIODE LAKTASIYATIMIN. Kajian Total Mikroba dan Asam tertitrasi Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) pada Satu Periode Laktasi. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 5 Mei sampai 25 September 2012 di Kelompok Peternak Kambing Peranakan Etawa dan Laboratorium Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas susu kambing pada satu periode laktasi ditinjau dari total mikroba dan asam tertitrasi. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan melakukan pengujian terhadap variabel yang diamati dari setiap sampel. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap sebagai perlakuan adalah 3 waktu pengambilan susu (awal laktasi atau L1, puncak Laktasi atau L2 dan akhir laktasi atau L3) dan 9 ulangan adalah ternak kambing. Hasil penelitian menunjukkan selama satu periode laktasi berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap total mikroba dan asam tertitrasi. Nilai rataan total mikroba dari satu periode laktasi yaitu awal laktasi 6,09 log cfu/ml, puncak laktasi 6,68 log cfu/ml dan akhir laktasi 6,11 log cfu/ml. Nilai rataan asam tertitrasi pada satu periode laktasi yaitu awal laktasi 0,22 %, puncak laktasi 0,21 % dan akhir laktasi 0,21 %. Kesimpulan penelitian adalah dalam satu periode laktasi (awal laktasi, puncak laktasi dan akhir laktasi) susu kambing pada kelompok peternak Mendani mempunyai total mikroba) dan asam tertitrasi masih dalam kisaran SNI (SNI 1998, 2000).
YATIMIN. Study of Total Microbial and Acid Titration of Ettawa Cross Goat Milk in One Lactation Period. The study was done from 5 th of May until 25 th of September 2012, at the “Mendani” Dairy Goat Ranch, Dukuhturi, Tegal Regency and The Dairy Laboratory, Animal Husbandry Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was aimed to assess the quality of goat milk in one lactation period in terms of total microbes and acid titration. This study used survey method to conduct testing of the observed variables of each sample of goat. The research design was a completely randomized design with 3 treatments, namely time of milking (early lactation or L1, peak lactation or L2 and late lactation or L3). Each threatment was replicated 9 times consisted of one goat per replicate. The results showed, lactation period did not affect significantly (P> 0.05) on the total microbial and acid titration. The average value of the total microbial in early lactation was 6,09 log cfu / ml, peak lactation was 6,68 log cfu / ml and the end of lactation was 6,11 log cfu / ml. The average value of the acid titration in the early lactation lactation was 0,22%, peak lactation was 0,21% and late lactation was 0,21%. Research conclusion was in the one period of lactation (early lactation, peak lactation and late lactation) milk of goat from “Mendani” Dairy Goat Ranch, Dukuhturi, Tegal Regency has a total microbes and acid titration is still in the range of SNI (SNI 1998, 2000).

113074635C1K007051The Influence of Working Climate and Talent Management toward Employee RetentionTujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapabilitas RSJK terkait usaha-usaha dalam retensi karyawan.
Metodologi - menggunakan purposive sampling technique, dengan menganalisa 118 sampel. Dilakukan dengan menggunakan multiple regression.
Hasil - Hasil penemuan mengkonfirmasi hipotesis yang menyatakan bahwa iklim kerja dan manajemen bakat berpengaruh positif terhadap retensi karyawan.
Purpose – This study examine the capability of Jasa Kartini hospital (RSJK) which is a well-known private hospital in Tasikmalaya city concerning its efforts to retain employees.
Methodology/approach – Using purposive sampling techniques, the study analyze 118 samples. The study used multiple regression analysis.
Findings – The study resulted in accordance to the hypothesis which stated that working climate and talent management positively influence employee retention.
113084468O1A006066ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF RHODAMIN B
PADA TERASI DI KABUPATEN CILACAP DENGAN
METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN
SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL
Terasi merupakan produk ikan setengah basah yang dibuat dari udang atau ikan-ikan kecil yang dicampur dengan garam, kemudian diragikan. Terasi yang bermutu baik, teksturnya tidak terlalu keras, juga tidak terlalu lembek, dan berwarna hitam kecokelatan. Penambahan Rhodamin B merupakan upaya termudah untuk menghasilkan terasi dengan penampilan baik. Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang sangat berbahaya karena dapa mengakibatkan iritasi saluran pernafasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan dan bahaya kanker hati. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Rhodamin B yang terkandung dalam sampel terasi tersebut.
Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium yang diawali dengan pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling dilanjutkan dengan pemisahan rhodamin B pada sampel menggunakan metode ekstraksi untuk selanjutnya dilakukan analisis kualitatif dengan metode KLT dan analisis kuantitatif dengan metode spektrofotometri visible. Data hasil pengujian kadar disajikan secara deskriptif dalam bentuk rerata dan simpangan baku.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa sampel A, B dan D mengandung Rhodamin B, dengan kadar sampel terasi A adalah 475,6 ppm ± 63,707 ppm, sampel terasi B adalah 270,6 ppm ± 20,901 ppm, sampel terasi D adalah 461,4 ppm ± 21,102 ppm.




Shrimp paste is a product of the wet half of the fish made from shrimp or small fish which is mixed with salt, then are leavened. Shrimp paste is of fine quality, its not too hard, not too flabby, too black and tanned. The addition of Rhodamin B is an attempt to make the easiest shrimp paste with a good appearance. Rhodamin B is synthetic dyes are very dangerous because it may cause respiratory tract irritation, irritation to the skin, irritation to the eyes, irritation of the digestive tract and liver cancer hazards. The purpose of this research is to know the levels of Rhodamin B contained in samples of shrimp paste.
This research is experimental laboratory beginning with the sampling method by consecutive sampling followed by separation of the analytes using extraction methods for qualitative analysis done subsequent to the TLC methods and quantitave analysis with visible spectrophotometry method. The data rate of the test results presented in descriptive in the form of the mean and standard deviation.
Based on the results of the study it was concluded that samples of A, B and D contain Rhodamin B, with A rate of shrimp paste sample is 475,6 ppm ± 63,707 ppm, shrimp paste sample B is 270,6 ppm ± 20,901 ppm, samples of shrimp paste D is 461,4 ppm ± 21,102 ppm.

113094245H1C008068ANALISIS EVALUASI UKURAN (SIZING) PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA (PLTH) PV-DIESEL
MENGGUNAKAN HOMER 2.68 BETA MFC APPLICATION
Pada awal perancangan pembangkit listrik sistem hybrid pv-diesel, tentunya sudah ada perencanaan yang sesuai dari kapasitas masing-masing komponen pembangkitan energi listrik seperti kebutuhan beban harian, kapasitas generator photovoltaik, kapasitas generator diesel, kapasitas bank baterai, serta kapasitas BCR/MPPT solar charger controller dan inverter yang terdapat pada komponen HPC. Evaluasi dan analisis terhadap kapasitas masing-masing komponen pembangkit listrik hybrid pv-diesel terpasang sangat diperlukan dengan memperhitungkan besarnya peningkatan kebutuhan beban energi listrik yang ada saat ini. Analisis secara simulasi menggunakan bantuan perangkat lunak Homer 2.68 Beta juga dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat analisis evaluasi desain sistem pembangkit listrik hybrid pv-diesel tersebut. Dari hasil analisis secara kajian ilmiah dan analisis mengunakan simulasi perangkat lunak Homer 2.68® Beta, kondisi plth pv-diesel yang terpasang berada pada kategori layak dalam memenuhi kebutuhan beban listrik konsumen pada tahun partama beroperasi, karena kontribusi energi dari generator photovoltaik berada di rentang 10% - 50% terhadap kebutuhan beban energi listrik konsumen, yaitu sebesar 973,316 kWh/hari dari energi yang dihasilkan generator photovoltaik (±45%) dan 1.189,608 kWh perhari dari energi yang disuplai generator diesel (±55%) terhadap rata-rata beban energi listrik konsumen yang besarnya 2162,924 kWh/hari. Dengan pertumbuhan energi listrik konsumen sebesar 5,64% pertahun, maka perkiraan besarnya kebutuhan energi listrik konsumen saat ini (tahun 2012) meningkat menjadi sebesar 2.284,932 kWh perhari, yang mana kontribusi energi dari generator photovoltaik menurun menjadi sekitar 43% dan meningkat untuk kontribusi generator diesel (±57%). Serta untuk perkiraan kebutuhan beban energi listrik pada tahun 2013 (tahun ke-III operasi plth pv-diesel) yaitu sebesar 884.440,074 kWh/tahun dengan kontribusi energi photovoltaik sebesar 41% dan 59% untuk kontribusi energi yang dihasilkan oleh generator diesel.At the beginning design of pv-diesel hybrid power generation system, there must have appropriate planning of the each component electric energy generation capacity such as daily load profiles, photovoltaic generators, diesel generators, battery banks storage, and then BCR/MPPT solar charger controller and inverter of HPC. Analysis and evaluation of the pv-diesel hybrid power generation system attached is indispensable by account of daily load profiles enhancement at the moment. Simulation analysis using Homer 2.68 Beta done to the simplify and accelerate. From the analysis by the scientific study and simulation using Homer 2.68 Beta, the pv-diesel hybrid power generation system attached conditions is at decent category in meeting load demand at the first year operation, because cotribution of photovoltaic generators were in the range 10% - 50% of the load demand, that is equal to 973,316 kWh/day (±45%) of energy produced by the photovoltaic generators, and then is equal to 1.189,608 kWh/day (±55%) of diesel generator energy supplied to the average daily load demand amounted to 2.162,924 kWh/day. With the growth of load demand up to 5,64% a year, the estimate load demand at the moment (in 2012) increase to 2.284,932 kWh/day, so the energy supplied of photovoltaic generator contribution dropped to about 43%, and increases up to 57% of the energy supplied by diesel generator contribution. As well as to forecast load demand in 2013 (third year operation of pv-diesel hybrid power generation system) is equal to 884.440,074 kWh/year with 41% of supplied energy contribution by photovoltaic generators and then 53% of supplied energy contribution by diesel generator.
113104247G1A009020Perbedaan Kadar Testosteron Serum Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan pada
Model Stres Paradoxical Sleep Deprivation, Imobilisasi, dan Footshock Kronik
Latar Belakang: Testosteron merupakan hormon yang paling penting dalam
sistem reproduksi pria. Pada usia sekitar 30 tahun kadar testosteron mulai
menurun dan terus menurun secara bertahap sekitar 1% per tahun. Penurunan
kadar testosteron dapat dipercepat dengan adanya stres. Tujuan: Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar testosteron serum tikus putih
(Rattus norvegicus) jantan pada model stres PSD, imobilisasi dan footshock
kronik. Metode: Penelitian ini menggunakan 21 ekor tikus putih jantan (Rattus
norvegicus) galur wistar usia 3-4 bulan, berat badan 200-300 gram. Tikus dibagi
4 kelompok, yaitu: kelompok 1 sebagai kontrol tanpa perlakuan, kelompok 2
diberikan perlakuan stres PSD, kelompok 3 diberikan perlakuan stres imobilisasi,
dan kelompok 4 diberikan perlakuan stres footshock. Penelitian berlangsung
selama 25 hari. Testosteron serum diperiksa 1 kali pada akhir penelitian dan
diukur dengan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Perbedaan
kadar testosteron serum dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance
(ANOVA) dengan Post Hoc LSD. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan rerata kadar testosteron serum yang bermakna antara
kelompok kontrol (0,26±0,22 ng/mL) dengan kelompok PSD kronik (0,07±0,08
ng/mL) (p=0,014) dan antara kelompok PSD kronik dengan kelompok footshock
kronik(0,20±0,07 ng/mL) (p=0,011). Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata
kadar testosteron serum tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pada model stress
PSD, imobilisasi dan footshock kronik.
Kata kunci: testosteron, paradoxical sleep deprivation, imobilisasi, footshock
Background: Testosteron was the most important hormone of male reproductive
system. Age around 30 years old would start to do the decreasing of testosteron levels
about 1% per year. Decreasing of testosteron levels could be accelerated by stress.
Objective: This study aimed to know the difference of testosteron levels of male albino
rats (Rattus norvegicus) with chronic PSD, immobilization, and footshock stress
models. Method: This study used 21 rats (Rattus norvegicus) wistar strain 3-4 months
old, 200-300 gram weight. Rats divided to 4 gorups, which was: group 1 as a control,
group 2 was given PSD stress model intervention, group 3 was given immobilization
stress model intervention, and group 4 was given footshock stress model intervention.
The study was done for 25 days. Testosteron serum measured once at the end of the
study and measured using Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. The
difference of testosteron serum levels analized by Analysis of Variance (ANOVA) test
and followed by Post Hoc LSD. Result: The result of this study showed that there was
difference of average testosteron serum levels between the control group (0,26±0,22
ng/mL) and PSD group (0,07±0,08 ng/mL) (p=0,014) and between PSD group and
footshock group (0,20±0,07 ng/mL) (p=0,011). Conclusion: There was difference of
average testosteron levels of male albino rats (Rattus norvegicus) with chronic PSD,
immobilization, and footshock stress models.
Keywords: testosteron, paradoxical sleep deprivation, immobilization, footshock
113114243H1K008033PEMETAAN AREAL PENANGKAPAN POTENSI UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) Di PERAIRAN CIREBON
JAWA BARAT
Udang Putih (Penaeus merguiensis) merupakan sumberdaya hayati laut yang sangat komersial dan memiliki nilai ekonomis tinggi di pasaran. Kabupaten Cirebon adalah salah satu wilayah perairan di Indonesia yang potensial sebagai daerah sebaran Udang Putih. Sebaran Udang Putih di perairan dapat diketahui melalui Sistem Informasi Geografis dalam bentuk peta tematik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan areal penangkapan dan mengetahui potensi Udang Putih nelayan Desa Gebang Balong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode survey melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui areal penangkapan Udang Putih nelayan Desa Gebang Balong berada pada posisi 06°44′06,0″-06°43′47,6″ S dan 108°49′53,8″-108°50′52,9″ T. Kedalaman areal penangkapan berkisar antara 2,5–5 m, dengan jumlah total hasil tangkapan sebesar 18 Kg. Nelayan Desa Gebang Balong dalam satu kali penangkapan melalukan upaya penarikan jaring arad 10 kali rata-rata, dengan lama waktu pengoperasian jaring arad pada setiap setting hauling bervariasi yaitu antara 9-39 menit. Jumlah potensi udang dalam 1000 m3 air laut yang tersapu oleh alat tangkap berkisar antara 5-36 ekor. Faktor fisika dan kimia air laut menunjukan nilai optimum bagi kehidupan udang, yaitu temperatur berkisar antara 26-29°C, salinitas antara 31-32‰, dan pH sebesar 8.


White shrimp (Penaeus merguiensis) is a commercial marine resource which has a high economic value. Cirebon regency presents the potential distribution of white shrimp, which actually could be known by Geographic Information Systems with thematic maps. This study aims to map the fihsing areas and to determine White Shrimp potency at Gebang Balong village, Cirebon regency, West Java. A survey method was used through the observation, interviews and literature. The results showed that catching white shrimp in the fishing areas of Gebang Balong village of 06°44′06.0″-06°43′47.6″ S and 108°49′53.8″-108°50′52.9″ E. The depth of area ranged between 2.5-5 m, with the total catch of 18 kg. The Fishermen in Balong Gebang village operated Arad net 10 times for one setting-hauling, and an operating time was ranged between 9-39 minutes. In 1000 m3 of seawater could sweep between 5-36 individual shrimps. The seawater physical and chemical factors indicated optimum values for shrimp life, i.e temperature ranged 26-29°C, salinity 31-32 ‰, and ph 8.


113124236E1A009022Keterwakilan Perempuan dalam Kepengurusan Partai Politik dan Pencalonan LegislatifGerakan perempuan di Indonesia tidak dapat dipungkiri adalah karena pengaruh dari gerakan perempuan internasional. Puncak dari gerakan emansipasi ini adalah dengan diratifikasinya Convention of the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women (CEDAW) atau Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan menjadi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984. Hak-hak politik juga merupakan bagian dari perjuangan perempuan Indonesia.
Dalam hal partisipasi politik, perempuan telah diberi kuota tersendiri baik dalam kepengurusan partai politik maupun pencalonan legislatif yaitu sebesar 30%. Hanya saja ternyata pengaturan ini masih dirasa setengah hati karena tidak ada sanksi yang tegas bagi partai politik yang tidak menjalankan perintah undang-undang tersebut.
Dari aspek sosiologis sendiri juga masih menyimpan permasalahan yang berarti, mulai dari minat perempuan yang masih minim dalam ranah politik maupun permasalahan bias gender yang dialami perempuan utamanya perempuan Indonesia dewasa ini.
Kebijakan pemilu yang sedemikian rupa dilakukan untuk menguatkan kebijakan affirmasi rupanya juga belum membuahkan hasil yang maksimal apabila dilihat dari aspek kuantitas perempuan yang duduk di legislatif. Permasalahan ini juga belum mencakup aspek kualitas dari perempuan yang duduk di legislatif.
The women's movement in Indonesia can not be denied is due to the influence of the international women's movement. The highlight of the emancipation movement was the ratification of Convention of the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) or the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women into Law No. 7 of 1984. Political rights are also part of the struggle of women in Indonesia.
In terms of political participation, women have been given a separate quota both in the management of political parties and nomination of the legislature that is equal to 30%. It just turned out this setting still feels half-hearted because there is no strict sanctions for political parties that do not run the command of the law.
From the sociological aspect alone still had significant problems, ranging from lack of interest in women who are still in the realm of politics and gender bias issues that women experience primarily women in Indonesia today.
Election policy conducted in such a way to strengthen affirmations policy apparently has not yielded maximum results when viewed from the aspect of quantity of women serving in the legislature. This problem also does not include quality aspects of women sitting in the legislature.
113134248F1F007029IMPROVING ENGLISH VOCABULARY MASTERY FOR MENTALLY RETARDED STUDENTS THROUGH ENGLISH SONGSAbstrak
Kata Kunci : tuna grahita, lagu, kemampuan kosakata
Lagu merupakan sebuah jenis media bantu audio yang membantu guru dalam menciptakan komunikasi yang baik dalam proses pembelajaran. Lagu adalah metode yang efektif karena dapat menarik perhatian para siswa dalam proses pembelajaran. Lagu dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kemampuan kosakata mereka, selain itu lagu juga sangat menarik bagi para siswa karena merupakan hal baru yang dapat meningkatkan kemampuan kosakata mereka.
Penelitian ini memfokuskan pada pembelajaran kosakata bahasa Inggris dengan lagu dalam meningkatkan kemampuan kosakata para anak-anak Tuna Grahita di SLB-C Yakut Purwokerto. Pengajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan lagu harus sesuai dengan kemampuan siswa.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk menjelaskan bagaimana para siswa Tuna Grahita mempelajari kosakata dengan lagu-lagu. 2. Untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru ketika mengajar kosakata Bahasa Inggris kepada anak Tuna Grahita. 3. Untuk menjelaskan efektivitas lagu dalam penggunaan kosakata siswa.
Data diperoleh dari observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, peneliti menganalisis data tersebut dengan menghitung hasil dari pre test dan post test, menganalis data observasi, dan membuat kesimpulan.
Dari analisa data peneliti, menemukan hasil yang positif dalam peningkatan kemampuan kosakata siswa Tuna Grahita. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil test dan observasi menunjukkan perolehan nilai rata-rata murid kelas 2 SMA SLB-C Yakut Purwokerto mendapatkan pre test 52, sedangkan untuk post test 71,25 sehingga pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan lagu menjadi efektif dan dapat meningkatkan kemampuan kosakata dalam bahasa Inggris untuk anak Tuna Grahita di SLB-C Yakut Purwokerto.
Abstract
Keywords : mentally retarded students, songs, vocabulary mastery
Songs is a kind of audio aid. Audio aid is helpfull to teacher in order to make good commucation. Song is an effective method in teaching learning because songs is able to grab the students’ attention. Song can motivate the students in improving their vocabulary mastery. Song is also very interesting for the students because it is something new that can improve their vocabulary mastery.
The main concern of this research is the use of songs as a media in improving vocabulary mastery. Teaching English learning should be suitable with the children’s mastery.The aims of the research are 1 to explain how mentally retarded students learn English vocabulary through songs, 2 to find out the difficulties faced by the teacher when teaching English vocabulary to mentally retarded students, 3 to explain the effectiveness of songs in improving the students’ vocabulary mastery. The data are taken from observation, interview and documentation. The data analysis is done by calculating pretest and post test organizing, interpreting and synthesizing the data and drawing some conclusions, analyze observation data, and make conclusion.
The analysis, the research data shows that there is positive result where the average score SLB-C Yakut second grade senior high is 52 for pre-test, and for post-test of 71.25 thus it can be concluded that learning English vocabulary through songs effective improving vocabulary English mastery for mentally retarded students at SLB-C Yakut Purwokerto.
113144246A1M008058STUDI KANDUNGAN FORMALIN PADA DAGING AYAM SEGAR DI PASAR KLIWON TEMANGGUNGKonsumsi bahan pangan yang mengandung formalin dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti iritasi lambung dan bersifat karsinogenik. Di pasar Kliwon Temanggung ditemukan sejumlah pedagang yang menjual daging ayam tiren. Dari data tersebut sangat besar kemungkinan pedagang menambahkan formalin untuk meningkatkan daya simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan formalin serta kadar formalin pada daging ayam, mengetahui pengetahuan responden pedagang dan konsumen daging ayam tentang keamanan pangan khususnya formalin pada daging ayam dan mengetahui hubungan tingkat pendidikan responden pedagang dan konsumen terhadap pengetahuan keamanan pangan khususnya formalin serta mengetahui hubungan antara pendapatan terhadap banyaknya pembelian daging ayam oleh responden konsumen daging ayam di pasar Kliwon Temanggung. Penelitian ini menggunakan metode survei dan penelitian Laboratorium. Penentuan lokasi dipilih dengan metode purposive, yaitu pasar Kliwon yang memiliki jumlah pedagang paling banyak. Pengambilan responden pedagang dilakukan dengan teknik simple random sampling, sedangkan untuk pengambilan responden konsumen menggunakan metode accidental sampling dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 21 sampel (63,6%) dari 33 sampel daging ayam yang diteliti positif mengandung formalin dengan kadar 10,003-20,202 ppm (mg/L). Pengetahuan responden pedagang daging ayam tentang formalin sebagian besar tergolong rendah yaitu 78,8%, tergolong sedang 18,2% dan tergolong tinggi 3,0%, sedangkan untuk pengetahuan responden konsumen daging ayam tentang formalin sebagian besar tergolong rendah yaitu 65,7%, sedang 27,1%, dan tinggi 7,1%. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan tentang keamanan pangan khususnya formalin pada responden pedagang maupun responen konsumen daging ayam pasar Kliwon. Tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan dengan banyaknya pembelian daging ayam oleh responden konsumen akan, tetapi terdapat hubungan antara jumlah tanggungan keluarga dengan pembelian daging ayam di pasar Kliwon.Food consumption containing of formaldehyde can cause health problem like stomach irritation and it is carcinogenic. In Kliwon market Temanggung it found that there are many seller that sell tiren chicken meat. From these data, there are many possibility that the seller add formaldehyde to save longer. This study aims to know the content of formaldehyde and formaldehyde levels for chicken meat, to know the traders and consumers knowledge about food safety especially formaldehyde in chicken meat, to know the relation between traders education and consumers education as respondent about the knowledge of food safety especially in formaldehyde, then the relation between the income amount toward respondent purchase of chicken meat by consumers in the Kliwon market in Temanggung. This study used survey and research laboratories. Determining the location selected by purposive method, there is Kliwon market that has many traders. Taking the trader respondents used simple random sampling, while for consumer respondents used accidental sampling method by used a questionnaire with interview techniques. The results of the study showed that 21 samples (63.6%) of 33 samples of chicken meat which sold in the Kliwon market Temanggung positive contain formaldehyde 10.003 to 20.202 ppm (mg / L). Traders respondent’s knowledge about formaldehyde is low suppose at 78.8%, by 18.2% is medium and 3.0% is high, while for the consumers respondent’s knowledge of chicken meat about formaldehyde is low there is 65.7%, 27.1% medium, and 7.1% high. There is no relation between the level of education and knowledge about food safety especially formaldehyde in the traders respondent and consumers respondent in Kliwon market. There is no relation between income levels with chicken meat purchase by consumers, but there is a relation between the family’s load with chicken meat purchase in the Kliwon market.
113154249G1A006022THE EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL-BASED
CURRICULUM IN ENGLISH TEACHING AND LEARNING PROCESS
Abstrak
Implementasi KTSP adalah suatu proses penerapan ide, konsep, dan
kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran
sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil
interaksi dengan lingkungan. Dalam penelitian ini fokus yang diambil tentang
pelaksanaan pembelajaran. Untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran tersebut
dapat dilakukan dengan evaluasi. evaluasi dilakukan untuk melihat bagaimana
pelaksanaan dari teori proses belajar mengajar menggunakan KTSP.
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menunjukan struktur keseluruhan KTSP
di SMAN 3 Karawang 2) untuk mendeskripsikan bagaimana KTSP SMAN 3
Karawang yang disusun oleh BSNP dengan melihat Teori Rationale Tyler dan 3)
untuk mengetahui pelaksanaan KTSP dalam proses belajar mengajar bahasa
Inggris di SMAN 3 Karawang.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif model
yaitu memusatkan pada kegiatan pelaksanaan kurikulum yang dilakukan oleh
guru bahasa Inggris kelas 11 ipa 3 dan 4. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan teknik wawancara dengan waka kurikulum, observasi proses
belajar mengajar bahasa Inggris, kuesioner untuk guru dan murid, dan
dokumentasi KTSP SMA Negeri 3 Karawang. Untuk menguji keabsahan data,
dilakukan dengan teknik triangulasi. Kegiatan analisis dimulai dengan penelaahan
data, klasifikasi data sesuai yang dibutuhkan, dan membuat kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sekolah ini menggunakan KTSP sejak
tahun 2007, KTSP disekolah ini disusun sesuai BSNP terdapat beberapa aspek
menurut teori Tyler yang sesuai dengan teori Tyler tentang konsep kurikulum
yaitu tujuan sekolah, menentukan pengalaman belajar yang harus dicapai,
mengorganisasi pengalaman belajar, dan mementukan evaluasi pembelajaran
apakah tujuan telah dicapai. Berdasarkan pada questionnaires untuk siswa
pelaksanaan proses belajar mengajar bahasa inggis tergolong baik dengan
2
persentasi rata-rata diatas 50%. Kelemahannya terletak pada pelaksanaan pre test
dan media yang digunakan untuk mengajar listening: guru melakukan pre test
hanya dengan (oral test). Kegiatan listening jarang dilakukan karena sekolah ini
tidak mempunyai cukup tape. Guru melakukan evaluasi akhir dengan baik seperti
evaluasi harian, evaluasi tengah semester, evaluasi semester, dan evaluasi akhir
tahun.
Abstract
The implementation of School-based curriculum is an idea of the application
process, concept, and adjustment of curriculum (curriculum potential) in learning
activity. The research is focused on the implementation of English teaching and
learning process. The purpose of evaluation is a way to know how the learning
process is conducted. The evaluation is done to see how the implementation of the
theory of teaching and learning process using School-based curriculum.
The purposes of this research are1) To show the whole structure of Schoolbased
curriculum at SMAN 3 Karawang, 2) To describe how SMAN 3 Karawang
rationalize the school-based curriculum designed by Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP) seen from the Tyler’s rationale theory and 3) To identify
implementation of School-Based Curriculum in English Teaching and Learning
Process at SMAN 3 Karawang.
The analysis uses both descriptive qualitative and quantitative method. The
research is focused on the activity of the implementation of School-based
curriculum done by the English teacher of 11th grade students of exact science
classes of 3 and 4. The data are collected by interview with vice-principle of
curriculum, observation on English teaching and learning process, questionnaires
for English teacher and students, and documentation of School-based curriculum
of SMAN 3 Karawang. The data validation is done by triangulation. The data
analysis is done by data reduction, data display, and summarizing.
The results show that this school has been applying School-based curriculum
since 2007. This School-based curriculum is appropriated with BSNP and realized
with the theory of Tyler about the curriculum, covering educational purposes,
selecting learning experience,organizing learning experience, and evaluation.
Based on the questionnaires of students, the implementation of English teaching
and learning process runs well by the everage percentages of above 50%. The
weakness of the implementation as shown in the of pre test and the media where
the English teacher only conducts pre test (oral test). The listening activity is
rarely done because the school does not have sufficient tape recorder. The teacher
does the evaluation well covering daily evaluation, midterm evaluation, semester
evaluation, and year-end evaluation.
113164481A1G009025NILAI TAMBAH MANGGA (Mangrifera Indica)
SEBAGAI BAHAN BAKU MANISAN MANGGA TACI KEMBAR KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON
Manisan mangga adalah salah satu bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh masyarakat. Komoditas pertanian di Cirebon yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya antara lain adalah buah mangga. Penanganan pascapanen dan pengolahan hasil produksi buah mangga memegang peranan penting dalam agibisnis dan agoindustri, karena selain dapat menekan kerusakan dan kerugian hasil juga dapat digunakan untuk meningkatkan nilai tambah (added value) suatu produk. Tujuan penelitian adalah menganalisis besarnya biaya dan pendapatan produksi manisan mangga dan menganalisis besarnya nilai tambah mangga sebagai bahan baku manisan mangga di Taci Kembar.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya, analisis penerimaan dan pendapatan dan analisis nilai tambah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya produksi rata-rata setiap bulannya adalah Rp5.182.866,56. Penerimaan rata-rata perbulan Rp7.370.000,00 dan pendapatan rata-rata perbulan Rp2.187.133,45. Nilai tambah bahan baku yang diperoleh setiap periode sebesar Rp8.842,27/Kg. Terdapat empat kali periode produksi setiap bulannya sehingga rata-rata nilai tambah setiap bulannya sebesar Rp35.369,08/Kg didapatkan dari rata-rata penggunan bahan baku mangga sebanyak 392,90 Kg. Kontribusi mangga terhadap manisan sebesar 33,90 persen, gula pasir sebesar 63,38 persen dan bahan penolong yaitu garam dan air memberi kontribusi sebesar 1,73 persen dan 0,99 persen. Penelitian menunjukkan bahwa mangga mampu memberi nilai tambah kepada pengusaha setiap bulannya.

Kata kunci: Nilai tambah mangga, Cirebon
Dried mango is one of the processed foods that people like. Mango is one of the agriculture commodity that can be intensified in value added. The post-harvest handling and production processing of mango play important roles in agribusiness and agroindustry, because they can decrease the damage and losses and increase products' value added. The aim of this research is to analyze the costs and revenue of dried mango production and also to analyze mango's added value as raw materials in “Taci Kembar” home industry. This research uses case-study as its method, while the analysis tools used are cost analysis, revenue and income analysis and value added analysis.
The result of this research shows that the average production cost per month is Rp5.182.866,56. The average revenue per month is Rp7.370.000,00. The average income per month is Rp2.187.133,45. The raw materials' added value each period features is Rp8.842,27/Kg. There are four times the production period every month so that the average value added dried per month amounted Rp35.369,08/Kg obtained from the use of raw materials as much as mango 392,90 Kg. Mango contribution towards dried is 33,90 percent, granulated sugar is 63,38 percent, and additional materials , salt and water, contribute 1,73 percent and 0,99 percent.. This research shows that dried mango can give added value to industrialist every month.
Key word : Mangrifera Indica. Value added, Cirebon
113174250G1A008110HUBUNGAN PREMATURITAS DENGAN SPEECH DELAY PADA BAYI YANG LAHIR DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJOLatarBelakang : Dewasa ini bayi lahir hidup prematur semakin meningkat. Bayi prematur memiliki resiko terhadap gangguan perkembangannya di usia selanjutnya. Salah satu gangguan perkembangannya adalah keterlambatan bicara / speech delay.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara prematuritas dengan speech delay pada bayi yang lahir di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Empat puluh empat orang yang diambil secara total sampling dalam periode waktu Januari - Mei 2010. Pengambilan data berdasarkan kriteria usia kehamilan, berat bayi lahir, dan skor apgar. Responden kemudian dites dengan menggunakan DDST. Analisis data menggunakan uji korelasi menggunakan Rank-Spearman.
Hasil : terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan (p<0,05, r= 0,530) dan usia kehamilan (p<0,05, r= 0,549) dengan keterlambatan bicara. Sedangkan untuk skor apgar tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara skor apgar dengan keterlambatan bicara (p<0,05, r= -0,116)
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara prematuritas dengan speech delay pada bayi yang lahir di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background: Today the baby is born alive prematurely increasing. Premature babies are at risk for impaired development in the next age. One is a delay in speech development disorders / speech delay.
Objective: Knowing the relationship between prematurity with speech delay in infants born in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital.
Method: This study was an observational analytic using the cohort retrospective approach. Forty-four people were taken in totals ampling in the period from January to May 2010. Retrieval of data based on criteria of gestational age, birth weight, and Apgars cores. Respondents were then tested using the DDST. Data analysis using rank-correlation test usingSpearman..
Results :significant relationship between birth weight (p <0.05, r=0.530) and gestational age(p <0.05, r=0.549) with speech delays. while for the Apgar score was not found a significant association between Apgar scores with speech delays (p <0.05, r=-0.116)
Conclusion: There is a correlation between prematurity with speech delay in infants born in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital.
113184251D1A007062KADAR AIR DAN pH SILASE RUMPUT GAJAH PADA HARI KE - 21 DENGAN PENAMBAHAN JENIS ADDITIVE DAN BAKTERI ASAM LAKTATSilase rumput gajah merupakan pakan ternak yang dihasilkan melalui proses fermentasi alami rumput gajah oleh bakteri asam laktat dengan kadar air yang tinggi (60%) dalam keadaan anaerob. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan additive dan bakteri asam laktat terhadap perhitungan dari kadar air dan pH silase rumput gajah pada hari ke - 21. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), adapun perlakuannya adalah R1 = Penggunaan 2 Kg rumput gajah layu + 40 ml tetes + 20 ml bakteri asam laktat, R2 = Penggunaan 2 Kg rumput gajah layu + 40 ml tetes + 40 ml bakteri asam laktat, R3 = Penggunaan 2 Kg rumput gajah layu + 200 g onggok + 20 ml bakteri asam laktat, R4 = Penggunaan 2 Kg rumput gajah layu + 200 g onggok + 40 ml bakteri asam laktat, R5 = Penggunaan 2 Kg rumput gajah layu + 200 g bekatul + 20 ml bakteri asam laktat dan R6 = Penggunaan 2 Kg rumput gajah layu + 200 g bekatul + 40 ml bakteri asam laktat. Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Peubah yang diukur adalah kadar air dan pH silase. Hasil analisis menunjukkan penambahan jenis additive dan bakteri asam laktat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air dan pH silase rumput gajah pada hari ke – 21. Hasil uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan kadar air R2 berbeda nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan kadar air R4, R5 dan R6. Pada pH uji BNJ menunjukkan R1 dan R2 berbeda nyata lebih rendah (P<0,05) dibandingkan pH R3, R4, R5 dan R6. Kesimpulan berdasarkan penelitian yaitu penggunaan 40 ml tetes dan 40 ml bakteri asam laktat dapat menghasilkan kadar air yang cukup dan pH silase rumput gajah terendah.Elephant grass silage fodder is produced through a natural fermentation process in elephant grass by lactic acid bacteria with a high water moisture (60%) under anaerobic conditions. The research objective was to determine the effect of the addition of lactic acid bacteria and additives on grass silage and the effectiveness of the moisture of grass silage. The research used completely randomized design (CRD) with 6 treatments R1 = Usage of 2 Kg withered elephant grass + 40 ml molasses + 20 ml lactic acid bacteria, R2 = Usage of 2 Kg withered elephant grass + 40 ml molasses + 40 lactic acid bacteria, R3 = Usage of 2 Kg withered elephant grass + 200 g onggok + 20 ml lactic acid bacteria, R4 = Usage of 2 Kg withered elephant grass +200 g onggok + 40 ml lactic acid bacteria, R5 = Usage of 2 Kg withered elephant grass + 200 g bran + 20 ml lactic acid bacteria and R6 = Usage of 2 Kg withered elephant grass + 200 g bran + 40 ml lactic acid bacteria, every treatment was repeated 3 times. The variable that were analyzed were silage moisture and pH. The results showed that the types of additive and addition of lactic acid bacteria significantly affected (P<0.05) the moisture and pH of elephant grass silage at 21st day. The result of Honestly Significant Difference test (HSD) showed, the moisture of R2 was significantly higher (P<0.05) than R4, R5 and R6. The HSD of pH showed R1 and R2 were significantly lower (P<0.05) than R3, R4, R5 and R6. The conclusion based on the research was the usage of 40 ml of molasses and 40 ml of lactic acid bacteria produces enough moisture and lowest pH.
113194252C1B009035ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM INDEKS LQ-45 DI BURSA EFEK INDONESIA
TAHUN 2009-2011
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari beberapa variabel yang mempunyai pengaruh terhadap return saham seperti debt to equity eatio, return on assets, return on equity, current ratio, price book value, earning per share dan ukuran perusahaan. jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 17 perusahaan yang tergabung dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011, dengan menggunakan teknik purposive sampling. alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda. hasil penelitian ini adalah return on assets, return on equity, current ratio, price book value, dan earning per share mempunyai pengaruh yang positif terhadap return saham. sedangkan debt to equity ratio dan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh yang negatif terhadap return saham.This purpose of this research is to analyze the effect of some variables that have impact on stock return such as debt to equity eatio, return on assets, return on equity, current ratio, price book value, earning per share, and size. The sample of this study were 17 companies, it selected using purposive sampling technique. It used data of LQ 45 companies on indonesia stock exchange listed during 2009-2011 and was analyzed using multiple regression. The result concludes that return on assets, return on equity, current ratio, price book value, and earning per share were variables that have positive impact on stock return. While debt to equity ratio and size were variables that have negative impact on stock return.
113204254E1A006060PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 183/Pid.B/2011/PN.Pwt.)Pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan dalam proses pemeriksaan sidang Pengadilan. Melalui pembuktian ditentukan nasib terdakwa, apabila hasil pembuktian dengan alat-alat bukti yang ditentukan Undang-Undang “tidak cukup” membuktikan kesalahan yang didakwakan kepada terdakwa, terdakwa dibebaskan dari hukuman. Sebaliknya jika kesalahan terdakwa dibuktikan dengan alat-alat bukti yang disebut dalam Pasal 184 KUHAP terdakwa dinyatakan bersalah, kepadanya akan dijatuhkan hukuman.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif, lokasi penelitian di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Sumber bahan hukum Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Pembuktian tindak pidana pencurian dalam persidangan terhadap Putusan perkara No 183/Pid.B/2011/PN.Pwt telah menerapkan sistem pembuktian menurut undang-undang secara negatif (negatief wettelijk) dan telah memenuhi batas minimum pembuktian yaitu dengan memeriksa dua alat-alat bukti yang sah yang diatur dalam Pasal 184 KUHAP yaitu keterangan saksi, keterangan terdakwa.
Proof is a problem which plays a role in the examination process trial court. Through the evidence determined the fate of the accused, if the results prove the evidence specified Act "not enough" to refute the charges to the defendant, the defendant was released from punishment. Conversely, if the defendant's guilt be proved by the evidence referred to in Article 184 Code of Criminal Procedure the defendant was convicted, her sentence will be imposed.
The research method used in this study is a normative juridical approach, the specification of research used is descriptive research, University research sites in Navan General Sudirman, sources of primary legal materials legal materials, secondary and tertiary methods of collection of legal materials in the study conducted by the inventory rules legislation, documentation and library research, legal method of presenting the material presented in the form of narrative text, and analysis method used was a qualitative analysis of the normative model of systematic and grammatical interpretation.
Proving criminal theft case in the court against the decision No. 183/Pid.B/2011/PN.Pwt verification system has been implemented according to law in a negative way (negatief wettelijk) and has met the minimum threshold of proof is to check two pieces of evidence that valid set forth in the Code of Criminal Procedure Article 184 witness statements, testimony defendant.