Artikelilmiahs
Menampilkan 11.221-11.240 dari 49.032 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11221 | 4144 | G1G008006 | KAJIAN IN VITRO KONSENTRASI HAMBAT MINIMAL CAMPURAN KALSIUM HIDROKSIDA (1,6%) DAN KLORHEKSIDIN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis | Tujuan utama perawatan saluran akar adalah untuk menghilangkan mikroba dan produknya dari sistem saluran akar. Mikroorganisme dalam saluran akar adalah polimikroba yang didominasi oleh bakteri anaerob. Salah satu bakteri yang mampu bertahan dan menyebabkan kegagalan perawatan saluran akar adalah Enterococcus faecalis. Kalsium hidroksida (Ca(OH)2) merupakan medikamen saluran akar yang sering digunakan, namun penggunaan medikamen ini dinilai tidak lagi efektif dalam menghilangkan E. faecalis. Penambahan klorheksidin diharapkan mampu meningkatkan efektivitasnya terhadap bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimal dari campuran Ca(OH)2 (1,6%) dan klorheksidin berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan E. faecalis dan membadingkan daya hambat dari masing-masing kelompok pengujian. Uji antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi pada media MHA. Larutan uji berasal dari Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,003125%, 0,00625%, 0,0125%, 0,025%, 0,05%, 0,1%, dan 0,2% dengan kontrol negatif aquades steril dan kontrol positif NaOCl 5,25%. Dilakukan pula pengujian pada Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,2%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi hambat minimal (KHM) campuran Ca(OH)2 dan klorheksidin diperoleh pada konsentrasi Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,00625%. | The main goal of root canal treatment is to eliminate microorganism and their products from the root canal system. Microorganisms in root canal are polymicrobial dominated by anaerobic bacteria. One of the bacteria which able to survive and cause failure of root canal treatment is Enterococcus faecalis. Calcium hydroxide (Ca(OH)2) is the most widely used canal dressing material, but the use of Ca(OH)2 is considered no longer effective in eliminating E. faecalis. The addition of chlorhexidine is expected to increase its effectiveness against bacteria. This study aims to determine the minimal inhibitory concentration of the mixture of 1.6% Ca(OH)2 and various concentration of chlorhexidine to the growth of E. faecalis and compare the inhibition effect of each test group. Antibacterial test was conducted in vitro using the diffusion method on MHA media. Test solution was made from 1.6% Ca(OH)2 and 0.003125%, 0.00625%, 0.0125%, 0.025%, 0.05%, 0.1%, and 0.2% chlorhexidine with sterile distilled water as negative control and 5.25% NaOCl as positive control. This study also conducted tests on 1.6% Ca(OH)2 and 0.2% chlorhexidine. The results showed a minimum inhibitory concentration (MIC) of the mixture of Ca(OH)2 and chlorhexidine was obtained at 1.6% Ca(OH)2 and 0.00625% chlorhexidine. | |
| 11222 | 4133 | H1C008002 | STUDI PENGARUH HARMONIK DARI ARUS KELUARAN INVERTER PADA UNJUK KERJA SISTEM OPEN-LOOP VARIABLE SPEED DRIVE MOTOR INDUKSI TIGA FASA TIPE SANGKAR TUPAI | Keandalan mesin motor induksi seringkali kurang baik karena adanya harmonisa arus dan tegangan yang timbul akibat beban non linear yang terdapat pada inverter. Salah satu aplikasi dari inverter adalah Variabel Speed Drive (VSD) untuk mengatur kecepatan motor induksi dengan mengubah nilai tegangan atau frekuensi pada inverter. Fenomena harmonisa ini membawa kerugian dalam proses industri yang menggunakan VSD dan motor induksi, karena tidak semua inverter yang dipakai menghasilkan gelombang sinusoidal. Dalam penelitian tugas akhir ini akan menunjukan pengaruh harmonisa terhadap kinerja dari motor induksi tipe sangkar tupai dilihat dari nilai kecepatan, torsi dan efisiensi dengan melakukan penelitian pada laboratorium dan mensimulasikannya pada software PSIM Professional Version 9.0.3.400. Kenaikan nilai harmonisa mengakibatkan kenaikan pada nilai kecepatan sebesar 1.41%, kenaikan torsi hingga 1.81 Nm, dan penurunan efisiensi 1-5%, harmonisa juga mengakibatkan ripple pada torsi lebih besar 2-5 kali lipat, hal ini mengakibatkan kecepatan motor tidak stabil dan menimbulkan getaran serta motor cepat panas. | Induction motor reliability is often poor because of the current and voltage harmonics are present from the inverter. An application of the inverter is in Variable Speed Drive (VSD) to control the speed of an induction motor by changing the voltage or frequency of the inverter. This phenomenon brings harmonic losses in the process industry using VSD and induction motors, because not all inverters produce a pure sinusoidal wave. This research study the effect of harmonics on the performance of squirrel cage induction motor type i.e. the speed, torque and efficiency by conducting research in the laboratory and simulating in PSIM Professional Version 9.0.3.400 software. The increase in the value of harmonics resulting an increase in the value of speed 1.41%, an increase in the value of torque 1.81 Nm, and decreased of efficiency 1-5%, the harmonics also resulted torque ripple 200-500%, this results to an induction motor speed becomes unstable, arising engine vibration and fast heat. | |
| 11223 | 4146 | C1L009006 | INFLUENCE OF LOCAL GOVERNMENT’S FINANCIAL PERFORMANCE ON SOCIETY WELFARE IN CENTRAL JAVA | Penelitian ini berjudul "Influence of Local Government’s Financial Performance on Society Welfare in Central Java". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah ada pengaruh antara kinerja keuangan pemerintah daerah dengan kesejahteraan masyarakat (yang diwakili oleh angka harapan hidup, tingkat pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan). Indikator kesejahteraan masyarakat diambil dari index pengembangan manusia (IPM) by United Nation Development Programme. Sedangkan kinerja keuangan pemerintah daerah diukur dengan menggunakan rasio kemandirian fiskal, rasio effisiensi, rasio efektivitas, rasio pertumbuhan dan opini BPK. Rasio-rasio keungan tersebut diambil dari Halim dalam Nurhayati (2011), Ahmad (2011), dan International City/Country Management Associations (ICMA). Penelitian ini dilakukan di Jawa Tengah, dengan menggunakan 35 pemerintah daerah (kota dan kabupaten) sebagai sampel melalui metode sampel jenuh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekuder dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011. Sebagai elemen yang palin penting di dalam kegiatan pembangunan. Bukan hal yang baru jika kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola dan menggunakan sumberdaya keuangan menjadi fokus yang diaudit oleh BPK. Sebagai lembaga penilai, BPK memang hanya fokus pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Padahal tujuan utama dari kegiatan pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka merupakan hal yang penting juga untuk menilai kinerja pemerintah daerah dari perkspektif sejauh mana mereka mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kinerja keuangan pemerintah daerah dengan tingkat, pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan. Hal ini sesuai dengan Hamzah (2007) yang menyatakan bahwa kinerja keuangan yang baik dapat mendatangkan kesejahteraan masyarakat. | This research entitled "Influence of Local Government’s Financial Performance on Society Welfare in Central Java". The objective of this research is to find out the influence of local government’s financial perfromance toward society welfare indicators (which is represented by life expectancy, education, unemployment, and poverty). Society welfare indicators are taken from human development index (HDI) by United Nation Development Programme (UNDP). Local government’s financial performance proxied by ratio of financial independency, efficiency ratio, effectiveness ratio, growth ratio, and BPK’s opinion. These financial ratios are taken from Halim in Nurhayati (2011), Ahmad (2011), and International City/Country Management Associations (ICMA). This research is done in Central Java, with all 35 local governments (regencies and municipals) the sampling method using saturated sampling method. The data used in this research are secondary data from 2008 until 2011. As the most important element in the development activities. It is a common thing that local government’s ability to manage and utilize financial resources is audited by BPK. As the assessment body, BPK just focus on the local government’s financial performance. Whereas the main objective of development activity is to bring welfare for the society. So it is important to evaluate local government’s performance based on their ability to bring welfare for the local society. The result of this research describe there is significant influence of local government’s financial performance toward education, unemployment, and poverty. It is in line with Hamzah (2007) which stated that good financial performance may generate good local society welfare. | |
| 11224 | 4147 | G1B007127 | EFEKTIFITAS PENGGUNAAN KOMBINASI ZEOLIT DENGAN PASIR KUARSA DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR GALI DI DESA ADISARA | Air sumur gali merupakan sumber air tanah yang sering digunakan masyarakat Indonesia dan mudah terkontaminasi. Fe adalah logam berat yang banyak terdapat dalam air tanah dan dapat mengakibatkan timbulnya rasa, warna kuning, pengendapan pada dinding pipa, pertumbuhan bakteri besi, kekeruhan serta dapat mengganggu kesehatan sehingga perlu dilakukan upaya penurunan kadar Fe dengan penggunaan filter. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar Fe yang dihasilkan setelah menggunakan variasi kombinasi zeolit dan pasir kwarsa, Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan rancangan penelitian adalah postest dengan kontrol, 3 perlakuan dan 5 pengulangan, meliputi berbagai variasi kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 25%:75%, 50%:50% dan 75%:25% dari pengulangan tersebut diperoleh 20 sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Anova one way dan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar Fe setelah melalui kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 25%:75% adalah 0,52, kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 50%:50% adalah 0,55 dan kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 75%:25% adalah 0,4. Hasil analisis penurunan yang paling efektif adalah menggunakan kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 75%:25% karena memiliki nilai p-value yang terbesar yaitu 0,142 yang signifikan dibandingkan untuk kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 25%:75% sebesar 0,004 dan kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 50%:50% sebesar 0,000. Masyarakat dapat menggunakan kombinasi zeolit dan pasir kuarsa 75%: 25% untuk mengurangi kadar Fe, selain ekonomis harganya dan juga banyak tersedia di alam. | Dug wells water are a source of groundwater that is often used by the people of Indonesia and easily contaminated. Fe is a lot of heavy metals contained in groundwater and could result in taste, yellow color, the deposition on the pipe wall, the growth of iron bacteria, turbidity and can damage the health so it needs to be an effort to decrease levels of Fe with the use of filters. This study aims to find differences in levels of Fe produced after using a variety of combinations of quartz sand and activated charcoal filters, differences in levels of Fe obtained with drinking water quality standards as well as the thickness of the most effective in lowering levels of Fe. This type of research is a true experiment with the study design is Postest With Only Control Group Design, with 3 treatments and 5 repetitions, covering a wide variety of combinations of quartz sand and activated charcoal filters 25%: 75%, 50%: 50% and 75%: 25 from obtained gets 20 samples. The analysis used was univariate and bivariate analysis using Anova one way and paired t test. The results showed that the average Fe content decreased after a combination of zeolite and quartz sand 25%: 75% is 0.52, a combination of zeolite and quartz sand 50%: 50% is 0.55 and the combination of zeolite and 75% quartz sand: 25% was 0.4. The results of the analysis of the decline of the most effective is to use a combination of zeolite and quartz sand 75%: 25% because they have the largest p-value is 0.142 significant compared to the combination of zeolite and quartz sand 25%: 75% at 0.004 and the combination of zeolite and quartz sand 50%: 50% of 0.000. For Communities can use a combination of zeolit and quartz sand 75%:25% to decrease levels of Fe, economical addition to the price which is also widely available in nature. | |
| 11225 | 4148 | D1F010002 | UKURAN VITAL TUBUH CEMPE PRA SAPIH DAN HUBUNGANNYA DENGAN BOBOT TUBUH BERDASARKAN TIPE KELAHIRAN PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran vital tubuh cempe pra sapih peranakan etawah yang meliputi panjang badan, lingkar dada, dalam dada dan tinggi badan, membandingkan ukuran vital tubuh cempe pra sapih peranakan etawah berdasarkan tipe kelahiran, dan mengetahui hubungan ukuran vital tubuh dengan bobot tubuh cempe pra sapih peranakan etawah di kelompok ternak “PEGUMAS” Kecamatan Gumelar. Materi yang digunakan adalah cempe pra sapih kambing peranakan etawah di kelompok tani ternak “PEGUMAS”, Kecamatan Gumelar sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 ekor, yang dikelompokkan berdasarkan tipe kelahiran yaitu kelahiran tunggal sebanyak 20 ekor (P1), kelahiran dua sebanyak 20 ekor (P2), dan kelahiran tiga sebanyak 20 ekor (P3). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tipe kelahiran tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap panjang badan, lingkar dada, dalam dada, tinggi badan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tipe kelahiran berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap bobot tubuh. Secara numerik cempe asal kelahiran tunggal memiliki bobot tubuh paling berat dibanding cempe asal kelahiran kembar. Hubungan antara panjang badan, lingkar dada, dalam dada, dan tinggi badan dengan bobot tubuh memiliki persamaan regresi sebagai berikut : Y = -14,37 + 0,12 X1 + 0,27 X2 - 0,19 X3 + 0,23 X4 | ABSTRACT The purposes of this study were to determine the body’s vital size of pre-weaned etawah lambs that include the length of body, girth circumference, the depth of chest and height at wither, and to compare the size of the body's vital of pre-weaned etawah lambs by the types of birth and to know the relationship between the size of the body’s vital and the body weight at the Pegumas farmer group. The puposive sampling was used in this survey with a total sampels of 60 pre-weaned etawah lambs were chosen according to birth types (singgle, twin and triplet). The samples were consisted of 20 single born (P1), 20 twins (P2), and 20 triplet (P3). The statistical analysis of variance showed that the type of birth had no significant effect (P> 0.05) on body length, girth circumference, the depth of chest and body height. In addition, the statistical analyses showed that the type of birth significantly affected (P<0.05) body weight. Numerically, single births had the heaviest weight compared to the twin or triplet born lambs. The relationship of the length of body, girth circumferences, the depth od chest, the height of withers with body weight had regression equation as follows: Y = -14.37 + 0.12 X1+ 0.27X2-0.19X3 + 0.23X4 | |
| 11226 | 4149 | G1A009029 | Hubungan polimorfisme gena NOS3 dengan pasien hipertensi etnis Jawa | Latar belakang. Gena NOS3 merupakan salah satu gena pencetus terjadinya hipertensi yang berkaitan erat dengan adanya variasi etnis. Tujuan penelitian. Mengetahui hubungan polimorfisme gena NOS3 dengan hipertensi. Metode penelitian. Desain Penelitian ini menggunakan desain case control. Jumlah total sampel 98 orang, 49 kasus diambil dari Klinik Dokter Keluarga di Purwokerto dan 49 kontrol diambil dari Desa Pamijen dan Desa Banteran Banyumas pada bulan Oktober 2012 – Desember 2012. Responden penelitian adalah laki-laki atau perempuan yang berusia >45 tahun, etnis Jawa, tidak menderita penyakit jantung atau penyakit metabolik. Sampel penelitian adalah darah vena dengan EDTA kemudian diisolasi dengan metode guanidin, dan PCR RFLP. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square Hasil. Penelitian menunjukkan penderita hipertensi terbanyak adalah perempuan (78,6%), rerata umur penderita adalah 62 tahun. Uji chi-square yang menghubungkan polimorfisme gena NOS3 dengan hipertensi menunjukkan hasil yang bermakna dengan nilai signifikansi p=0,014 (p<0,05) Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara polimorfisme gena NOS3 dengan hipertensi pada etnis Jawa. | Background. NOS3 gene is one of the genes that trigger hypertension which closely related to the ethnic variations. Objectives. To Know the association of NOS3 gene polymorphism with hypertension. Methods. This research was design by using case control. The total of sample was 98 people, 49 cases were taken in Family Medicine Clinic in Purwokerto and 49 controls were taken in Desa Pamijen and Desa Banteran Banyumas on October 2012 – December 2012. The respondents were men or women aged >45 years old, Javanese, do not suffer from heart or metabolic disease. The research sample was venous blood with EDTA, then isolated with guanidine method and PCR RFLP. The data was analyzed by using chi-square test. Results. This research indicated that the most of hypertensive patients were female (78,6%), their mean age was 62 years old. Chi-square test that connecting polymorphism with NOS3 gene with hypertension showed a significant result with significance of p=0,014 (p<0,05). Conclusion. There was the significant association between polymorphism and NOS3 gene with hypertension in Javanese. | |
| 11227 | 4130 | G1A009089 | PERSAMAAN TINGGI BADAN ESTIMASI BERDASARKAN KNEE HEIGHT, ARM SPAN DAN DEMI SPAN: STUDI CROSS SECTIONAL PADA MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN FKIK UNSOED | Latar Belakang: Informasi tinggi badan diperlukan untuk monitoring pertumbuhan anak, proses identifikasi forensik, dan perawatan medis pasien rawat inap. Pengukuran tinggi badan aktual tidak dapat dilakukan pada beberapa keadaan, seperti deformitas tulang belakang, deformitas atau tindakan amputasi pada ekstremitas inferior, maupun kelumpuhan akibat kecelakaan lalu lintas (KLL). Semakin tingginya angka KLL mendukung semakin relevannya kebutuhan penghitungan tinggi badan estimasi menggunakan prediktor knee height, arm span, dan demi span. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan persamaan tinggi badan estimasi berdasarkan knee height, arm span dan demi span. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi observasional analitik cross sectional yang dilakukan pada 86 mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED berusia 18-23 tahun. Besar sampel didapatkan berdasarkan rumus untuk uji regresi linier berganda. Data dianalisis menggunakan analisis univariabel, analisis bivariabel dengan uji korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan p<0,05, serta analisis multivariabel dengan uji regresi linier sederhana dan berganda. Hasil: Persamaan tinggi badan estimasi yang dihasilkan berdasarkan masing-masing prediktor adalah TB = 77.25 + 1.77 KH, TB = 81.94 + 0.51 AS , TB = 100.37 + 0.90 DS dan berdasarkan seluruh prediktor adalah TB = 57.13 + 1.05 KH + 0.21 AS + 0.28 DS Kesimpulan: Tinggi badan pada mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED dapat diestimasi berdasarkan knee height, arm span, dan demi span melalui suatu persamaan. Kata kunci : tinggi badan estimasi, knee height, arm span, demi span | Background: Stature information is required in children growth monitoring, forensic identification, and bedridden patients medical care. Actual stature measurement is not possible in certain conditions, such as spinal deformity, lower limb deformity, amputation and paralysis due to traffic accidents. The increasing number of traffic accidents supports the relevance of the need for calculating estimated stature based on knee height (KH), arm span (AS) and demi span (DS) as the predictors. Objective: This study aimed to obtain the estimated stature equations based on KH, AS, DS. Methods: This was an observational analytic with cross sectional design study carried out on 86 medical students of Faculty of Medicine and Health Sciences Jenderal Soedirman University (FKIK Unsoed) aged 18-23 years old. The sample size was obtained by the formula for linear regression test. Data analysis used univariable analysis, bivariable analysis with Pearson correlation test with a significance level of p<0,05, followed by multivariable analysis with simple linear regression and multiple regression. Results: The obtained estimated stature equations based on each and all predictors were: Height = 77,25 + 1,75 KH, Height= 81.94 + 0.51 AS , Height= 100.37 + 0.90 DS and Height = 57.13 + 1.05 KH + 0.21 AS + 0.28 DS, respectively. Conclusion: Stature of medical students of FKIK Unsoed could be estimated based on knee height, arm span, and demi span through some equations Keywords : stature estimation, knee height, arm span, demi span | |
| 11228 | 4183 | E1E006044 | SYARAT ADANYA PENETAPAN PENGADILAN NEGERI SEBAGAI KONSEKWENSI KETERLAMBATAN PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN (Tinjauan Yuridis Pasal 32 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Adminstrasi Kependudukan) | Skripsi ini berjudul “SYARAT ADANYA PENETAPAN PENGADILAN NEGERI SEBAGAI KONSEKWENSI KETERLAMBATAN PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN (Tinjauan Yuridis Pasal 32 ayat (2) Undang-undang nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi penetapan pengadilan negeri sebagai konsekwensi keterlambatan pembuatan akta kelahiran. Pasal 27 ayat (1) Undang-undang nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan menyatakan : “Setiap kelahiran wajib dilaporkan oleh Penduduk kepada Instansi Pelaksana di tempat terjadinya peristiwa kelahiran paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak kelahiran”. Keterlambatan mengenai pelaporan tersebut lebih lanjut diatur dalam pasal 32 Undang-undang nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan yang menyebutkan syarat tambahan yaitu persetujuan kepala instansi setempat dan penetapan pengadilan negeri. Lebih lanjut dalam pasal 32 ayat (2) menyatakan Pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri. Oleh karenanya hanya pengadilan negeri saja yang mempunyai kewenangan menyatakan bahwa peristiwa kelahiran seseorang adalah benar terlambat. Sehingga fungsi penetapan pengadilan negeri tentang kelahiran terlambat adalah sebagai syarat mutlak dalam pembuatan akte kelahiran, karena tanpa penetapan pengadilan negeri akta kelahiran tidak akan diterbitkan. | This thesis is entitled "THE TERMS OF COURT DETERMINATION AS A CONSEQUENCE OF DELAYS IN BIRTH (Judicial review of Article 32 paragraph (2) of Law No. 23 Year 2006 on Population Administration)". This study aims to determine the function of the court determination as a consequence of delays in the birth certificate. Article 27 paragraph (1) of Law No. 23 Year 2006 on Population Administration states: "Every birth should be reported by residents to the Implementing Agency at the scene of the birth of at least 60 (sixty) days after the birth." Delays in the reporting further regulated in Article 32 of Law No. 23 Year 2006 on Population Administration stating additional requirements which are the local agency head approval and determination of the district court. Furthermore, in Article 32 paragraph (2) states that Birth registration over 1 (one) year conducted by state court determination. Therefore, only the courts have the authority to state that the birth of a person is really late. So the function of court determination in the late of birth is an absolute term in the making of a birth certificate, because without court determination birth certificate will not be published. | |
| 11229 | 4176 | E1A008287 | PERANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DALAM PEMUNGUTAN RETRIBUSI PASAR DI KABUPATEN WONOSOBO | Negara Republik Indonesia adalah Negara Kesatuan yang menganut asas desentralisasi dalam menyelenggarakan pemerintahan. Hal ini diwujudkan dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah, sebagaimana telah diatur dalam Pasal 18 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Dasar 1945. Berkaitan dengan otonomi daerah diperlukan sumber keuangan daerah, maka Pemerintah Daerah dalam memperoleh sumber Pendapatan Daerah yang perlu dikembangkan adalah Retribusi. Diantara macam-macam retribusi daerah tersebut salah satunya adalah retribusi pasar. Dalam hal pemungutan retribusi pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan memiliki wewenang dalam melaksanakan pemungutan retribusi pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam pemungutan retribusi pasar di Kabupaten Wonosobo. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian preskriptif. Lokasi penelitian di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wonosobo. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Data yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan simpulan bahwa peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam pemungutan retribusi pasar dapat dilihat dari tugas pokok dan fungsinya. Peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam pemungutan retribusi pasar di Kabupaten Wonosobo meliputi melaksanakan kewenangan dalam penyelenggaraan retribusi pasar dan Dinas penggali Pendapatan Asli Daerah, yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan menghimpun atau memungut retribusi pasar. Selain itu penelitian ini juga memperlihatkan hambatan normatif dalam pemungutan retribusi pasar di Kabupaten Wonosobo dan hambatan-hambatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam pemungutan retribusi pasar. Kata kunci : Peranan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemungutan, Retribusi Pasar. | State of the Unitary Republic of Indonesia is embracing the principle of decentralization in running the government. This is realized by providing the opportunity and freedom to the region to implement regional autonomy, as provided in Article 18 paragraph (1) and (2) of the Constitution of 1945. With regard to the financial resources necessary autonomy area, the Local Government Revenue in acquiring resource to be developed was Retribution. Among the various levies are one of them is retribution market. In terms of the collection of market fees of Industry and Trade has the authority to implement the collection of market fees. This study aims to determine how the role of the Department of Industry and Trade in the collection of user charges in the District of Wonosobo market. To achieve these objectives, this research using normative juridical approach and prescriptive research specifications. Location of research in the Department of Industry and Trade office Wonosobo district. Source of data used are primary data and secondary data, compiled systematically, logically and rationally. The collected data is then processed, presented, and analyzed qualitatively normative. The results provide the conclusion that the role of the Department of Industry and Trade in the collection can be seen from the market levy duties and functions. The role of the Department of Industry and Trade in collecting levies Wonosobo market include exercise authority in the administration of levies excavator market and Revenue Agency, the Department of Industry and Trade to collect or levy imposed by the market. In addition, this study also showed normative obstacles in collecting levies Wonosobo market and the constraints of Industry and Trade in the collection of market fees. Keywords: Roles, Department of Industry and Trade, Voting, Lévy Market. | |
| 11230 | 4152 | G1A009077 | KARAKTERISTIK POLIMORFISME GENA MATRIKS METALOPROTEINASE-9 PADA PASIEN HIPERTENSI ETNIS JAWA DI KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Matriks metaloproteinase-9 (MMP-9) bertanggung jawab pada keseimbangan matriks jaringan dan berperan pada kekakuan pembuluh darah. Polimorfisme Gena MMP-9 yang menyebabkan peningkatan aktivitas enzim MMP-9 mampu menyebabkan perbedaan kerentanan pada individu untuk mengalami hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara polimorfisme gena MMP-9 dengan hipertensi pada etnis Jawa di Kabupaten Banyumas. Metode: Desain penelitian adalah case control dengan subjek penelitian 50 orang pasien klinik dokter keluarga Banyumas dan 50 orang kontrol dari desa di Banyumas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek diambil darah vena untuk diperiksa gena MMP-9 dengan teknik PCR-RFLP. Hubungan antara polimorfisme gena MMP-9 dengan hipertensi dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Seseorang yang mengalami hipertensi kemungkinan memiliki genotip GA dan AA lebih besar daripada genotip GG (OR=3,198;p-value=0,008 dan OR=1,548;p-value=0,726). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara polimorfisme gena MMP-9 dengan hipertensi pada pasien etnis Jawa di Kabupaten Banyumas. | Background: MMP-9 has a responsibility to balance tissue matrix and contributes to vascular stiffness. MMP-9 gene polymorphisms which lead an increase in MMP-9 can cause differences of succeptibility in individual to have hypertension. Purpose: The aim of this study is to describe the association between MMP-9 gene polymorphism with hypertension in Javanese patients of Banyumas district. Methods: Case control studies took 50 patients taken from family medicine clinic of Banyumas district and control were 50 persons taken from a village in Banyumas district who met the inclusion and exclusion criteria. The examination of MMP-9 gene polymorphism by PCR-RFLP used venous blood sampling from all subject. The association between MMP-9 gene polymorphism and hypertension was analyzed with chi-square test. Results: The increased risk for developing hypertension was greater in GA and AA genotype than GG genotype (OR 3,198; p-value=0,008 and OR 1,548; p-value=0,762). Conclusion: There is an association between MMP-9 gene polymorphism with hypertension in Javanese patients of Banyumas district. | |
| 11231 | 4153 | G1A009015 | PERBEDAAN KADAR NITRIT OKSIDA (NO) ANTARA KELOMPOK HIPERTENSI DAN KELOMPOK NON HIPERTENSI PADA ORANG ETNIS JAWA | Latar Belakang. Kadar NO merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi esensial yang berkaitan erat dengan variasi etnis. Tujuan penelitian. Mengetahui perbedaan kadar NO antara kelompok hipertensi dan kelompok non hipertensi pada orang etnis Jawa. Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan desain matched case control, dengan jumlah total sampel 60 orang, 30 kasus diambil dari Klinik Dokter Keluarga Vira Medika dan Mitra Sehat Purwokerto selama bulan Oktober 2012-November 2012 dan 30 kontrol diambil dari Desa Pamijen dan Desa Banteran Banyumas di bulan yang sama. Subyek penelitian adalah laki-laki atau perempuan yang berusia >45 tahun, merupakan etnis Jawa, tidak menderita penyakit jantung maupun penyakit metabolik lain. Sampel penelitian diambil darah vena yang kemudian diperiksa kadar NO menggunakan metode Griess. Uji statistik menggunakan uji Paired T-test. Hasil. Penelitian menunjukkan penderita hipertensi terbanyak adalah perempuan (73,3%), tidak merokok (80%), dan pada rentang usia 61-70 tahun (40%). Uji Paired T-test untuk membedakan kadar NO antara kelompok hipertensi dan non hipertensi pada orang etnis Jawa menunjukkan signifikansi p=0,002 (p<0,05) Kesimpulan. Terdapat perbedaan rerata kadar NO antara kelompok hipertensi dan non hipertensi pada orang etnis Jawa. | Background. Levels of Nitric Oxide (NO) is one of the risk factors of essential hypertension which is strongly associated with ethnic variations. Purpose. To describe the differences in levels of NO between hypertensive and non-hypertensive group in Javanese. Methods. This research methods was an observational with matched case control design study. Sample was taken from a consecutive sampling with 60 persons. Case selections were 30 persons taken from Vira Medika Family Clinic and Mitra Sehat Family Clinic and control were 30 persons taken from Desa Banteran and Desa Pamijen Banyumas district. Both samples were taken during October 2012-November 2012. Subjects were men or women aged>45 years, Javanese ethnic, not suffering from heart disease and other metabolic diseases. All samples were taken of venous blood sampling and were examined levels of NO using Griess method. Data was analyzed using Paired T-test. Results. The research showed that most hypertensive patients were female (73.3%), non-smokers (80%), aged range 61-70 years(40%). Paired t-test showed significance p =0.002 (p<0.05). Conclusion. There were significant differences in mean levels of NO between hypertensive and non-hypertensive group in Javanese. | |
| 11232 | 4154 | E1A009080 | PEMEKARAN WILAYAH DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA (Studi Kasus Pembentukan Kabupaten Bandung Barat Berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2007) | Pemekaran wilayah merupakan suatu keniscayaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menganut otonomi daerah yang seluas-luasnya. Hal tersebut dipertegas dengan adanya dasar hukum yang mengatur tentang pemekaran wilayah, yaitu dalam Pasal 18 UUD 1945, Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 5 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta PP No. 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan Dan Penggabungan Daerah. Dengan adanya pemekaran wilayah diharapkan dapat membantu memperlancar pembangunan nasional di tingkat daerah. Pemekaran wilayah dapat berupa pembentukan, penghapusan atau penggabungan suatu daerah, baik itu dapat berupa provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam melaksanakan pemekaran wilayah harus memenuhi 3 (tiga) syarat, yaitu syarat administratif, teknis dan fisik kewilayahan. Pemerintah menerapkan kebijakan pemekaran wilayah dengan hati-hati agar berjalan dengan efektif dan tidak menimbulkan permasalahan baru. Kondisi geografis Kabupaten Bandung memiliki wilayah cukup luas (± 3.073,73 km2) dan jumlah penduduk yang cukup banyak (4.300.000 jiwa) sehingga layak untuk dimekarkan menjadi Kabupaten Bandung Barat. UU No. 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat merupakan landasan dan payung hukum berdiri dan berjalannya roda pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. | Regional growth is a necessity in the Republic of Indonesia which retain local autonomy as possible. This is reinforced by the legal basis governing regional divisions, which in Article 18 UUD 1945, Article 4 paragraph (1) and Article 5 paragraph (1) Law no. 32 of 2004 on Regional Government and PP. 78 of 2007 on the Procedure for Formation, Removal and Local Merger. With the expansion area is expected to help accelerate national development at the local level. May include the establishment of regional expansion, elimination or merger of an area, whether it be in the form of provincial and district / city. In implementing the regional divisions must meet three (3) requirements, namely requirements administrative, technical and physical territorial. The government implemented a policy of regional expansion with caution in order to operate effectively and does not cause new problems, such as the new autonomous government was not able to perform. Geographical conditions Bandung regency has an area wide enough (± 3.073,73 km2) and a population that is pretty much (4.3 million people) were so worth it to split into West Bandung regency. Law no. 12 of 2007 on the establishment of West Bandung regency in West Java is the foundation and legal standing and running wheels of government of West Bandung regency. | |
| 11233 | 4155 | G1A009132 | PERBEDAAN LUAS AREA KAPILER GLOMERULUS GINJAL TIKUS MODEL DIABETIK PADA PEMBERIAN METFORMIN DAN EKSTRAK DAGING BUAH MAHKOTA DEWA | ABSTRAK Latar Belakang:Tingginya prevalensi diabetes mellitus (DM) diiringi dengan tingginya komplikasi DM. Hiperglikemia pada DM menyebabkan peningkatan stres oksidatif di glomerulus sehingga terjadi hipertrofi pada glomerulus. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. (PM)) diketahui memiliki efek antihiperglikemik, antioksidan, dan antiinflamasi sehingga dapat mencegah kerusakan pada glomerulus. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan luas area kapiler glomerulus ginjal tikus model diabetik pada pemberian metformin dan ekstrak daging buah mahkota dewa. Metode:Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague Dawley yang berusia 2-3 bulan,berat badan 150-250 gram. Tikus dibagi secara acak kedalam 5 kelompok (5 ekor perkelompok) yaitu : kelompok I(tikus normal),kelompok II(tikus diabetik), kelompok III(tikus diabetik+metformin 100 mg/kgbb), kelompok IV(tikus diabetik+ekstrak methanol PM 250 mg/kgbb) dan kelompok V(tikus diabetik+ekstrak air PM 250 mg/kgbb). Induksi DM dilakukan dengan menggunakan aloksan dosis 150 mg/kgbb secara intraperitoneal. Perlakuan berlangsung selama 21 hari. Tikus diterminasi pada hari ke 22 untuk diambil ginjalnya kemudian dibuat sediaan dengan pewarnaan HE. Pengukuran luas area kapiler glomerulus dilakukan dengan software Cell Sense Standard®. Hasil:Uji ANOVA dilanjutkan uji PostHoc LSD menunjukkan bahwa kelompok mahkota dewa dan metformin memiliki luas area kapiler glomerulus yang lebih rendah dibandingkan kelompok diabetik (p<0,05), namun diantara keduanya tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05). Kesimpulan:Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan luas area kapiler glomerulus ginjal tikus model diabetik pada pemberian metformin dan ekstrak daging buah mahkota dewa. | ABSTRACT Background: Higher prevalence of diabetes mellitus will be followed by higher complications of diabetes mellitus. Hyperglicemia causes increasing oxidative stress in the glomerulus and furthermore hypertrophy of the glomerulus. Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. (PM) is known to have antihyperglycemic, antioxidant and anti-inflamatory activites which can prevent further damage of glomerulus. Objective: This study aim was to find the differences of glomerular capillaries width area in the rat model of diabetic between the administration of metformin and pericarp extract of Phaleria macrocarpa. Methods: 25 male albino rats (Sprague Dawley), 2-3 months aged, 150-250 grams weight were randomly devided into five groups(of 5 each): Group I (normal rats), group II (diabetic rats), group III (diabetic rats+metformin 100 mg/kgBW), group IV (diabetic rats+methanolic extract PM 250 mg/kgBW) and group V (diabetic rats+water extract PM 250 mg/kgBW). Diabetic was induced by single dose alloxan 150 mg/kgBW intraperitoneal. The treatments given for 21 days. Rats were sacrificed at day 22 and renal tissue was taken to be processed into histological section stained with Hematoksilin Eosin. Measurement of glomerular capillary was done by using software CellSense Standard®. Results: ANOVA analysis followed by PostHoc LSD showed that PM extract group and metformin group had lower glomerular capillary width areas than diabetic group (p<0.05), but no difference between PM extraxt group and metformin group (p>0.05). Conclusion: The result indicate that glomerular capillaries width area of PM group and metformin group were lower than diabetic group. | |
| 11234 | 4134 | G1A009078 | PERBEDAAN KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM PADA PEMBERIAN EKSTRAK DAGING BUAH MAHKOTA DEWA [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] DAN METFORMIN (Kajian In Vivo pada Tikus Model Diabetik yang Diinduksi Aloksan) | PERBEDAAN KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM PADA PEMBERIAN EKSTRAK DAGING BUAH MAHKOTA DEWA [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] DAN METFORMIN (Kajian In Vivo pada Tikus Model Diabetik yang Diinduksi Aloksan) ABSTRAK Latar Belakang: Salah satu kerusakan ginjal akibat Diabetes Melitus (DM) adalah penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) yang ditandai dengan peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Efek mahkota dewa (MD) terhadap LFG belum banyak diketahui. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar ureum dan kreatinin serum pada pemberian ekstrak daging buah mahkota dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] dan metformin. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley dengan berat badan 160-200 gram. Tikus dibagi 5 kelompok secara acak (n=6) yaitu: kelompok I sebagai kelompok normal, kelompok II sebagai kelompok DM yang diinduksi aloksan 150mg/kgBB single dose secara intraperitoneal, kelompok III adalah tikus DM yang diberi perlakuan metformin 100 mg/kgBB, Kelompok IV adalah tikus DM yang diberi perlakuan ekstrak metanol daging buah MD 250 mg/kgBB, dan Kelompok V adalah tikus DM yang diberi perlakuan ekstrak air daging buah MD 250 mg/kgBB. Perlakukan berlangsung selama 21 hari. Ureum dan kreatinin serum diperiksa pada akhir penelitian dan dianalisis menggunakan uji analysis of variance (ANOVA) dengan Post Hoc LSD. Hasil: Rerata ureum dan kreatinin serum tikus DM yang mendapat ekstrak metanol daging buah MD, ekstrak air daging buah MD, dan metformin lebih rendah dari kelompok DM (p<0,05). Rerata ureum dan kreatinin serum kelompok ekstrak MD (metanol dan air) lebih rendah dari kelompok metformin (p<0,05). Kesimpulan: Kadar ureum dan kreatinin serum tikus yang diberi esktrak daging buah Mahkota dewa lebih rendah dari tikus yang mendapat metformin. | DIFFERENCE OF THE LEVEL OF SERUM UREA AND CREATININE ON MAHKOTA DEWA [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] PERICARP EXTRACT AND METFORMIN (In Vivo Study in Alloxan Induced Diabetic Rats) ABSTRACT Background: One of the kidney damage which is caused by Diabetes Mellitus (DM) is the decreasing of Glomerular Filtration Rate (GFR), characterized by elevated the levels of urea and creatinine in the blood. Effect of mahkota dewa (MD) for the GFR has not been known yet. Objective: The aim of this study was to determine difference of the level of serum urea and creatinine on mahkota dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] pericarp extract and metformin. Method: This experimental study used 30 albino rats (Rattus norvegicus) male Sprague dawley strain weighing 160-200 grams which were randomly divided into five groups (n=6). Group I was a normal group, group II was a diabetic group which was induced by alloxan 150mg/kg i.p, group III was the metformin 100 mg/kg treated diabetic group, group IV was the methanolic extract of MD (250 mg/kg) treated diabetic group, and group V was the water extract of MD (250 mg/kg) treated diabetic group. The treatment lasted for 21 days. The level of serum urea and creatinine were examine at the end of the study and analyzed using analysis of variance test (ANOVA) with Post Hoc LSD. Result: Treatment of the methanolic and water extract of MD, and the metformin showed decrease in the level of serum urea and creatinine (p<0.05). The level of serum urea and creatinine of the MD extract treated diabetic group were lower than the metformin treated diabetic group (p<0.05). Conclusion: The results indicate that the level of serum urea and creatinine of extract of Mahkota dewa were lower than the metformin. Key Word : Diabetes Mellitus, Glomerular Filtration Rate, Urea, Creatinine, Phaleria macrocarpa | |
| 11235 | 4156 | H1H008021 | PERKEMBANGAN EMBRIO HIBRIDISASI IKAN NILEM (Osteochilus spp) STRAIN SERUNI DAN MANGUT | Penelitian berjudul “Perkembangan Embrio Hibridasi Ikan Nilem (Osteochilus spp) Strain Seruni dan Mangut” telah dilakukan pada bulan Agustus 2012. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan embrio, diameter telur, derajat penetasan telur (HR), dan waktu perkembangan embrio hibridisasi ikan nilem strain mangut dan strain seruni. Hasil penelitian menunjukkan diameter telur perkembangan embrio hibridisasi pada perlakuan strain seruni jantan dan mangut betina memiliki rataan 1,162±0,042 mm, serta strain mangut jantan dan betina seruni memiliki rataan 1,112±0,05 mm. Derajat penetasan telur (HR) ikan nilem hibridisasi strain strain seruni jantan dan mangut betina dengan rataan 61,198±3,545, serta strain mangut jantan dan betina seruni dengan rataan 37,268 ±3,9. Waktu perkembangan embrio hibdirisasi seruni jantan dan betina mangut terjadi 22 jam 19 menit, dan mangut jantan dan betina seruni terjadi 25 jam 3 menit dengan suhu ruang berkisar 25-27°C. Kata kunci : perkembangan; embrio; hibridisasi; ikan nilem | A study, entitled "Development of Fish Embryos Hard-lipped Barb (Osteochilus spp) hybridization Seruni and Mangut Strains" was conducted in August 2012. The study aims to examine the embryo development, egg diameter, hatching rate (HR), and the time of embryo development of hybridized Seruni and Mangut fish strains. Results showed that egg diameter of hybridized male Seruni and female Mangut strains averaged 1.162±0.042 mm, and embryo development averaged 1.112±0.05 mm. Hatching rate (HR) of male Seruni and female Mangut strains was 61.198±3.545, and in male Mangut and female Seruni strains was 37.268±3.9. Embryonic development time of male Seruni and female Mangut strains was 22 hours 19 minutes, and in male Mangut and female Seruni strains 25 hours 3 min at room temperature ranging from 25-27°C. Keywords: development; embryo; hard-lipped barb; hybridization | |
| 11236 | 4158 | G1G008010 | EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP Candida albicans | Candida merupakan mikroorganisme patogen oportunistik murni dan hanya menyebabkan infeksi oral ketika ada faktor predisposisi yang mendasari suatu kondisi pada host. Spesies yang paling sering menyebabkan kandidiasis oral pada manusia adalah Candida albicans. Salah satu obat tradisional yang memiliki potensi menghambat pertumbuhan C. albicans adalah belimbing wuluh. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan ekstrak metanol daun belimbing wuluh dalam menghambat pertumbuhan C. albicans dan menentukan nilai IC50 ekstrak metanol daun belimbing wuluh terhadap C. albicans. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Pengujian efektivitas ekstrak metanol daun belimbing wuluh terhadap C. albicans dilakukan pada konsentrasi 5%, 10%, 20% dan 40% pada medium sabouraud dextrose agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun belimbing dapat menghambat pertumbuhan C. albicans, nilai IC50 sebesar 12,11%. Aktivitas antifungi belimbing wuluh didapat dari senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang terkandung di dalamnya, pada konsentrasi 12,11% ekstrak metanol daun belimbing wuluh menghambat sampai 50% populasi C. albicans. Kesimpulan yang didapat ekstrak metanol belimbing wuluh efektif menghambat pertumbuhan C. albicans dengan nilai IC50 sebesar 12,11%. | Candida is an opportunistic pathogen microorganism and only caused oral infections when predisposing factors that underlie a condition in host occurs. The most likely species causing oral candidiasis in human is a Candida albicans. One of the traditional medicines that have the potential to inhibit the growth of C. albicans is cucumber tree. This study aimed to prove the methanolic cucumber tree leaf extract can inhibit the growth of C. albicans and to determine the IC50 value of methanolic cucumber tree leaf ekstract to C. albicans. Extraction process in this study using maceration method by methanol. Effectivenes test of methanolic cucumber tree leaf extract against C. albicans conducted at concentrations of 5%, 10%, 20% and 40% on Sabouraud dextrose agar medium. The results showed that methanolic cucumber tree leaf extract inhibiting the growth of C. albicans. IC50 value obtained is 12,11 %. Antifungal activity of cucumber tree obtained from flavonoids, saponins and tannin contained in it. At a concentration of 12,11% methanolic cucumber tree leaf extract inhibited to 50% population. Conclusions metahnolic cucumber tree leaf extract effectively inhibited the growth of C. albicans with the number of IC50 as 12,11%. | |
| 11237 | 4163 | H1F008023 | GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR DAERAH JINGKANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Abstrak Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah penelitian terletak di sekitar daerah Jingkang – Batuanten – Kalitapen Kabupaten Banyumas, Jawa tengah yang termasuk dalam sub cekungan Banyumas. Daerah ini umumnya di dominasi oleh endapan turbidit dengan sesar-sesar mendatar dan lipatan yang menghasilkan tinggian dan cekungan yang membentuk suatu control struktur di daearah penelitian yang menarik untuk dapat dilakukan penelitian lebih rinci. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi, kondisi morfologi dan stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping yang hasil dari keduanya di komposit dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi dan membuat penampang geologi seimbang yang lebih informatif dan komunikatif. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 6 satuan geomorfologi. Stratigrafi dengan 5 satuan batuan tidak resmi. Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar - sesar mendatar, antiklin dan sinklin dengan pemendekan regional berkisar 18% - 24.7 % dan kedalaman detachment berkisar 1134 m – 2121,666 m. Kata kunci : geologi, kontrol struktur, pemendekan, Jingkang, Ajibarang. | Abstract Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. The research area is located in the vicinity of Jingkang - Batuanten - Kalitapen Banyumas regency, Central Java of sub basins Banyumas. This area is generally dominated by turbidite deposition by cesarean-section and horizontal folds that produce heights and hollows that form a control structure area interesting research to do more detailed research. The investigation method that done in this investigation was a geological mapping that includes geomorphology by observing topography map and morphology condition,; stratigraphy by doing spot mapping, and measuring section which both of these result will be composited; and geology structure by doing measurement of structure sign in the investigation area, besides specific study also done to know about characteristic of structure geology that existed in this area by doing reconstruction and making balance geology cross section that more informative and more communicative. Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 6 geomorphology units. Stratigraphy with 5 litology units, that 2 of them are deposited in submarine by submarine fan system and 1 of them is deposited in shallow marine. Geology structure of investigation area is Tear fault, transform fault anticline and sincline with regional shortening is approximately 18% - 24.7 % and depth of detachment is approximately 1134 m – 2121,666 m. | |
| 11238 | 4161 | C1A008102 | PENGARUH EKSPOR NON MIGAS DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP CADANGAN DEVISA INDONESIA (PERIODE TAHUN 1996-2011) | Penelitian ini adalah survei sebuah penelitian pada pengaruh ekspor non migas, nilai tukar rupiah terhadap cadangan devisa Indonesia periode tahun 1996-2011. Judul penelitian ini "pengaruh ekspor non migas dan nilai tukar rupiah terhadap cadangan devisa Indonesia ( periode tahun 1996-2011 ) ". Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu besar pengaruh ekspor non migas dan nilai tukar rupiah terhadap cadangan devisa Indonesia dan untuk mencari tahu di antara variabel ekspor non migas dan nilai tukar rupiah memberikan pengaruh besar terhadap cadangan devisa Indonesia. Analisis metode yang digunakan untuk tahu bagaimana pengaruh dari setiap variabel menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: ( 1 ) ekspor non migas efek positif pada jumlah indonesia cadangan devisa. Koefisien ekspor migas mereka adalah positif sesuai dengan fakta-fakta di mana salah satu sumber penerimaan devisa negara bisa datang dari kegiatan ekspor barang dan jasa. ( 2 ) Ekspor migas memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap jumlah cadangan devisa indonesia dibandingkan dengan nilai tukar rupiah. | This research is a survey research on the influence, exports of non-oil the rupiah Indonesia foreign exchange reserves 1996-2011 a period of years. The title of this research is ' influence non-oil exports and the rupiah Indonesia foreign exchange reserves ( a year the ' 1996-2011 ). The purpose of this research is to find out big the influence of non-oil exports and the rupiah Indonesia foreign exchange reserves and to find out among variables non-oil exports and the rupiah give a major influence on indonesia foreign exchange reserves. Analysis methods used to know how influence of each variable use double linear regression. Based on research and analysis of data show that: ( 1 ) export of non-oil positive effect on the number of Indonesia foreign exchange reserves. A coefficient exports of non-oil they are positive according with the facts in which one source of foreign exchange receipts countries can come from export activities goods and services. ( 2 ) exports of non-oil have more influence over the amount of foreign exchange reserves Indonesia compared with rupiah exchange value. | |
| 11239 | 4160 | H1F008057 | GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI DAERAH TIPAR KIDUL DAN SEKITARNYA KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | SARI Daerah penelitian berada di Tipar Kidul dan sekitarnya yang termasuk kedalam daerah Pegunungan Serayu Selatan. Pegunungan Serayu Selatan terletak di pinggiran Blok Sunda yang merupakan kerak benua yang berbatasan dengan lempeng lain. Selain di daerah busur magmatik, daerah penelitian juga terletak di kawasan tektonik aktif. Konsekuensi dari tektonik regional tersebut akan berdampak pada perkembangan stratigrafi dan struktur, khususnya selama Paleogen dan Neogen. Pegunungan Serayu Selatan berada di Zona Intramontain dimana terdapat sekitar empat buah patahan naik dan beberapa patahan normal yang membuat adanya block faulting di daerah tersebut, diperkirakan terjadi adanya kegiatan tektonik sekitar Miosen-Pliosen yang dibarengi dengan munculnya batuan intrusi. Selain itu terdapat juga patahan geser atau mendatar yang berarah hampir arah Utara-Selatan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping dan pengukuran penampang stratigrafi yang hasil dari keduanya di komposit dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi dan membuat penampang geologi seimbang yang lebih informatif dan komunikatif. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 6 satuan geomorfologi. Stratigrafi dengan 5 satuan batuan. Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar anjak yang tidak mencapai permukaan, sesar mendatar dan antiklin dengan pemendekan regional berkisar 20% - 35,07%. | ABSTRACT The research area was in tipar kidul and surrounding including in mountainous regions serayu selatan. The southern blok serayu located on the outskirts of sunda continent that is bordering other plates. Besides magmatik, in the bow the research area also located at kebayoran tectonic active. A consequence of tectonic will impact on regional development and structure, stratigraphical especially during paleogen and neogen. Serayu mountains south of Intramontain zone in which there are about four faults riding and some normal faults that make the block faulting in the area, estimated to occur the tectonic activity around the Miocene-Pliocene, which coupled with the emergence of intrusion rock. In addition there is also a sliding or horizontal fracturing that direction almost North-South direction. The method of this research is conducted in the form of geological mapping covering geomorphology research with observation of topographic maps and morphological conditions, research areas research areas by conducting a stratigraphic spot mapping and stratigraphic cross section measurement that results from both the composite and the geological structure in the area of research by doing the measurements of the structure of evidence contained in the peneitian area, in addition to a special study was conducted to find out the characteristics of the geological structure in the area of research by doing reconstruction and create a more balanced geological cross-section informative and communicative. Research area has a geology geomorphology order consisting of 6 units of geomorphology. Stratigraphic units of 5. The geological structure of the area of research in the form of factoring which did not reach the fault surface, horizontal and antiklin fault with regional shortening range from 20%- 35,07%. | |
| 11240 | 4167 | H1F007067 | GEOLOGI DAN ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI HALANG DAERAH PANCASAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH | ABSTRAK Kajian yang dilakukan di daerah Pancasan, Kabupaten Ajibarang, Jawa Tengah bertujuan untuk mempelajari geologi dan lingkungan pengendapan Formasi Halang. Daerah penelitian terdiri dari empat satuan stratigrafi, yaitu Satuan Batupasir-Batulempung, Satuan Batulempung, dan Satuan Endapan Aluvial. Berdasarkan kenampakan struktur sedimen hummocky,current ripple dan cross bedding serta suksesi Satuan Batupasir-Batulempung Formasi Halang yang memperlihatkan berubah-ubah, dapat disimpulkan bahwa Satuan Batupasir-Batulempung Formasi Halang pada daerah penelitian diendapkan pada lingkungan Zona Shelf Break dengan mekanisme pengendapan dari arus badai (current strom). | ABSTRACT The purpose of the study has been carried out in the Pancasan, Kabupaten Ajibarang, Jawa Tengah ares, was to investigate of geology and environment of deposition the Halang Formation. The research area is divided into four stratigraphic units, they are Claystone – Sandstone Unit, Claystone Unit, and Alluvial-Fluvial Unit. Based on the appearance of hummocky,current ripple and cross bedding sedimentary structures, and Claystone – Sandstone Unit the Halang Formation which shows fining upward succession, can be concluded that Claystone – Sandstone Unit the Halang in the research area was deposited in Shealf Break Zone environment with sediment mechanisme from current storm. |