Artikelilmiahs

Menampilkan 11.341-11.360 dari 49.002 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
113414276E1A009071ANALISIS PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI DI KABUPATEN BANYUMASSuatu lingkungan pemerintah selain Pegawai Negeri, pejabat yang berwenang dapat megangkat Pegawai Tidak Tetap, dimana pengangkatan Pegawai Tidak Tetap adalah untuk membantu pelaksanaan tugas Pemerintahan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengangkatan Tenaga Honerer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Banyumas. Kegunaan Penelitian Diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan dan memberikan tambahan wacana tentang Hukum Administrasi Negara khususnya Hukum Kepegawaian mengenai peranan Badan Kepegawaian Daerah dalam pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Banyumas.

Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Preskriptif-Analitis, Bahan hukum dalam penelitian ini yaitu metode dokumenter dan studi kepustakaan. Metode penyajian bahan hukum yang digunakan adalah metode display, Bahan hukum disajikan dalam bentuk Teks Naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis peraturan perundang-undangan, maka dapat diketahui bahwa :
1. Kriteria pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Banyumas menurut PP Nomor 56 Tahun 2012 dan Peraturan Kepala BKN Nomor 9 Tahun 2012 terdapat 4 klasifikasi yaitu kriteria pengangaktan Tenaga Honorer yang dibiayai APBN/APBD menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, kriteria pengangakatan Tenaga Honorer yang tidak dibiayai APBN/APBD menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, kriteria pengangaktan Dokter menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, kriteria pengangaktan Tenaga Ahli/khusus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

2. Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Banyumas berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawian Negara tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Nomor 9 tahun 2012 adalah melalui prosedur pemanggilan, persyaratan adminstrasi, pemeriksaan kelengkapan persyaratan adminstrasi, penyampaian usul penetapan NIP, penetapan NIP, keputusan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, penugasan, penempatan, hingga pembayaran gaji Calon Pegawai Negeri Sipil.
The goverment domain other than official the competent authorities can appoint temporary employee, which is employee temporary appointment is set for helping Govermental duties.

This research was aimed to analysis appointment of Honorary Employee to be Candidates of Civil Servants in Banyumas Regency. Benefit of this research is expected can give knowledge contribution and give addition discourse about State Administrative Law notably Employment Law about role of Regional Civil Service Agency in appointment of Honorary Employee to be Candidates of Civil Servants in Banyumas Regency.

The method approach used in this research is juridical normative. This research specifications that used in this research is prescriptive-analysis. Legal materials of this research is documentary method and literature study. Presentation method of law materials used is display method. Law materials presented in narrative text. According to reseach and analysis of laws, so it can known that :
1. Appointment criteria of Honorary Employee to be Candidates of Civil Servants in Banyumas regency according to rules Civil Servants Number 56 year 2012 and Head of BKN Number 9 year 2012 has 4 classifications is appointment criteria of Honorary Employee financed by APBN/APBD to be Candidates of Civil Servants, appointment criteria of Honorary Employee not financed by APBN/APBD to be Candidates of Civil Servant, appointment criteria of Doctor to be Candidates of Civil Servants, appointment criteria of Expert/Special Employee to be Candidates of Civil Servants.
2. Appointment of Honorary Employee to be Candidates of Civil Servants in Banyumas Regency according to rules Head of BKN Number 9 year 2012 is through the procedures calls, administrative requirements, the completeness of administrative requirements, submission of NIP proposal determination, determination of NIP, appointment decisions as Candidates of Civil Servants, assignment, placement, until emolument for Candidates of Civil Servants.
113424277C1A008120ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI NILAMPenelitian ini berjudul :Analisis Kelayakan Usaha Tani Nilam Di Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian adalah untuk Untuk mengetahui keuntungan usaha tani nilam, mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan modal yang diinvestasikan dan untuk mengetahui efisiensi ekonomis usaha tani nilam di Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga.
Alat analisis yang digunakan adalah perhitungan biaya dan pendapatan, analisis BEP, analisis Return on Investment, dan Return and Cost Ration.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha tani nilam oleh petani di Desa Cendana Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga pada berbagai tingkatan luas lahan strata 1, strata 2 dan strata 3 sudah mengalami keuntungan, yaitu masing-masing sebesar rata-rata Rp11.942.538, Rp13.545.022, dan Rp10.129.022. Usaha tani nilam layak dikembangkan karena memberikan tingkat pengembalian modal yang menguntungkan untuk diusahakan dan sudah efisien.Nilai R/C ratio lebih dari 1 yaitu sebesar 1,42 untuk strata 1, 1,51 untuk strata 2 dan pada strata 3 adalah sebesar 1,39.
Implikasi dari penelitian ini bahwa luas lahan tidak berpengaruh terhadap tingkat keuntungan.Usahatani Nilam layak untuk dibudidayakan pada berbagai luas lahan yang tersedia.Untuk meningkatkan efisien usaha tani nilam di Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga, maka jumlah tenaga kerja dapat dikurangi dan faktor produksi yang lain dapat diintensifkan, sehingga dapat menekan biaya. Penggunaan pupuk organik perlu dimaksimalkan untuk mengurangi biaya pupuk non organik.
This Research is entitled: Feasibility Analysis of Patchouli Farming In Cendana District Kutasari Purbalingga. For the purpose of the reseach was to determine the advantages of farming patchouli, determine the feasibility of the business in relation to invested capital and to determine the economic efficiency of patchouli farming in the Cendana village Kutasari Purbalingga district.
The analysis tools are a cost and revenue analysis, BEP, analysis of Return on Investment, and Return and Cost Ratio.
Based on the results of this study concluded that patchouli farming by farmers in the Cendana Kutasari Purbalingga land at various levels of stratum 1, level 2 and level 3 is a profit, which amounted to an average of Rp11.942.538, Rp 13. 545,022, and Rp10.129.022. Patchouli farming should be developed as it gives a favorable rate of return on capital for the cultivated and are efficient. Rated R / C ratio of more than 1 is equal to 1.42 for strata 1, 1.51 for strata 2 and 3 are the strata at 1.39.
The implications of this research that the land had no effect on the rate of profit. Farming Patchouli deserves to be cultivated on a wide variety of available land. To improve the efficient patchouli farming in Cendana Kutasari Purbalingga, the workforce can be reduced and the other factors of production can be intensified, so as to reduce costs. The use of organic fertilizers should be maximized to reduce the cost of non-organic fertilizers.
113434326G1F007084HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN SUPLEMEN DENGAN PRESTASI OLAHRAGA PADA PESERTA OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL KABUPATEN TASIKMALAYASalah satu faktor yang penting dalam prestasi olahraga adalah dengan pemenuhan asupan gizi. Untuk memenuhinya, sebagian atlet mengkonsumsi zat makanan tambahan atau suplemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan penggunaan suplemen dengan prestasi olahraga pada peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2012.
Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei cross sectional dengan pendekatan deskriptif korelatif.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 80. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariate dengan cara menghitung presentase dari tiap variabeldan analisis bivariate dengan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian ini yaitu terdapat 50 responden (62,5%) mempunyai tingkat pengetahuan yang baik mengenai suplemen. Pada variabel penggunaan suplemen,terdapat 46 responden (57,5%)yang termasuk dalam kategori sering mengkonsumsi suplemen.Hasil uji spearmen rank mengenai suplemen diketahui nilai p<0,001 yang artinya bahwa dimensi pengetahuan berhubungan signifikan dengan pencapaian prestasi olahraga. Pada dimensi penggunaan suplemen diketahui nilai p= 0,174 sehingga dimensi penggunaan suplemen tidak berhubungan signifikan dengan prestasi olahraga. Nilai r pada dimensi pengetahuan dengan prestasi olahraga yaitu 0,506 dan termasuk kategori cukup kuat.
Achievement is the desire of every participant sports athletes in the Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). One important factor to realize it is by the fulfillment of nutrient intake. To meet nutritional needs, most athletes consume some additional nutrients or commonly known as a supplement. This study aimed to examine the association of sport achievement with the knowledge and the use of supplements in participants of the Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) in Tasikmalaya District 2012.
The research design that was used in this study was cross-sectional survey method with descriptive correlative approach. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique, the number of respondents were 77. Data obtained using univariate analysis by calculating the percentage of each variable and bivariate analysis with Spearman rank correlation test.
The result showed the good level of knowledge of suplement as many as 50 respondent (62,5%), though most of them had the tight level of use suplement for 46 respondent (57,5%). Spearmen rank test of knowledge dimension was known are p<0,001 which means that knowledge dimension was related significantly with the sport achievement. Dimension use of suplement aren't significantly connected to the exercise achievement due to p=0,174. The value of knowledge dimnesion with the sport achievement are 0,506 that include strong enough of category.
113444278C1A009010PERAN CSR PT. HOLCIM INDONESIA TBK. CILACAP PLANT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT CILACAP (STUDI KASUS KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP)Penelitian ini berjudul “Peran CSR PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Cilacap (Studi Kasus Di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan bantuan CSR PT. Holcim dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap, menganalisis perbedaan pendapatan antar jenis usaha masyarakat penerima bantuan CSR PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant, dan menganalisis tingkat kesejahteraan masyarakat Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap setelah menerima bantuan CSR PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant. Ukuran sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 orang yang terbagi dalam 9 posdaya dari ukuran populasi penerima bantuan CSR sebanyak 75 orang, kemudian teknik pengambilan sampelnya dengan metode proportionate random sampling.
Hipotesis penelitian ini adalah bantuan CSR dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, tidak ada perbedaan pendapatan antar jenis usaha masyarakat penerima bantuan CSR, masyarakat penerima bantuan CSR sudah sejahtera menurut KHL Kabupaten Cilacap sesudah menerima bantuan CSR. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif melalui metode survey dengan analisis kuantitatif. Teknik analisis data dengan Uji Beda Dua Rata-rata, Uji ANOVA, dan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan penerima bantuan CSR digunakan rasio pendapatan perkapita terhadap KHL Kabupaten Cilacap.
Hasil penelitian yang didapat yaitu terdapat peningkatan pendapatan responden sesudah mendapatkan bantuan CSR PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant, pendapatan responden antar jenis usaha tidak berbeda secara signifikan karena semua responden memiliki kesempatan yang sama mendapatkan bantuan CSR, dan berdasarkan KHL Kabupaten Cilacap jumlah responden yang sejahtera lebih banyak dari yang tidak sejahtera (88,37% menurut jenis usaha) dan (76,74% menurut range pendapatan perkapita responden).
Implikasi yang disampaikan dari hasil penelitian ini adalah bagi organisasi atau perusahaan lain sebaiknya dalam menerapkan CSR seperti CSR PT. Holcim dengan paket bantuan lengkap yang dapat memberdayakan masyarakat dan pemberian bantuan CSR dengan pendampingan yang spesifik terhadap usaha masyarakat sehingga bantuan CSR yang diberikan sesuai dengan kebutuhan usaha. Selanjutnya prosedur pengajuan bantuan CSR perlu diperjelas oleh PT. Holcim kepada penerima bantuan CSR.
Abstract : The research is entitled “The role of CSR PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant In Increasing Revenue Cilacap Society (Case Studies Sub North Cilacap, Cilacap”. Purpose of this research was to analyze the role of CSR assistance PT. Holcim in increasing the income of the people of North Cilacap Cilacap District, analyzing the differences between the types of business income beneficiaries CSR PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant, and analyze the level of welfare of the people of North Cilacap Cilacap district after receiving assistance CSR PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant. Sample size in this research were 43 people, divided in 9 Posdaya from size of the beneficiary population CSR as many as 75 people, then the technique of the sample by the method of proportionate random sampling. The hypothesis this research is CSR can enhance people's income, there is no difference between the types of business income beneficiaries CSR, CSR beneficiaries are wealthy by KHL Cilacap CSR after receiving assistance. The method of analysis used in this research is a descriptive analysis method through survey methods with quantitative analysis. Data analysis techniques with Two Different Test average, ANOVA test, and to determine the level of welfare recipients per capita income ratio CSR used to KHL Cilacap. The results of research obtained are found respondent income after PT CSR assistance. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap Plant, between types of business income do not differ significantly for all respondents have the same chance to get assistance of CSR, and based KHL Cilacap number of respondents were more prosperous from the worst-off (88.37% according to the type of business) and (76 , 74% of respondents according to per capita income range). The implications of the the research presented is for an organization or company should implement CSR CSR as PT. Holcim with a complete package that can empower communities and providing mentoring help with specific CSR to the business community that CSR help granted in accordance with business needs. Furthermore, CSR help filing procedures need to be clarified by PT. Holcim to beneficiaries of CSR.
113454280J1A005028PERSENTASE JUMLAH IKAN YANG TERTANGKAP DENGAN JARING PAYANG DI PERAIRAN LAUT CILACAPPenelitian ini, berjudul “Persentase Jumlah Ikan Yang Tertangkap Dengan Jaring Payang Di Perairan Laut Cilacap”, bertujuan untuk mengetahui prosentase jumlah ikan, produksi dan ukuran ikan serta pola pertumbuhan ikan yang tertangkap jaring payang di perairan laut Cilacap.Metoda yang digunakan adalah metoda survey terhadap 50 kapal nelayan di lokasi penelitian yang diambil secara acak sebanyak 5 kapal nelayan. Parameter utama yaitu meliputi jumlah ikan dan jenis ikan hasil tangkapan nelayan menggunakan jaring payang. Parameter pendukung yang diamati adalah ukuran ikan. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan penghitungan yaitu persentase, produksi, hubungan panjang dengan berat ikan serta faktor kondisi. Hasil penelitian menunjukkan persentase jumlah ikan yang tertangkap dengan jaring payang di perairan laut Cilacap tertinggi adalah ikan lemuru dan jumlah prosentase terendah adalah ikan kakap merah. Jumlah ikan yang tertangkap dengan jaring payang berdasarkan berat ikan yang tertangkap di perairan laut Cilacap tertinggi adalah ikan lemuru dengan dan paling rendah adalah ikan teri. Pola pertumbuhan ikan yang tertangkap dengan jaring payang oleh nelayan di perairan laut Cilacap adalah alometrik negatif (b < 3). Faktor kondisi paling tinggi adalah ikan teri.This research, entitled "The Percentage of Fish Caught with The Lampara Net in Cilacap Marine Waters", aims to determine the percentage of fish production and fish size and growth patterns of fish caught in the Cilacap marine waters using lampara net.A survey method was used to sample randomly 5 of 50 fishing boats in the study sites. The main parameters included the amout and species of fish caught lampara nets. Fish size was used as supporting parameter. The data were then calculated to obtain percentage, production, length-weight relationship and condition factor of fish.The results showed that the highest caught percentage of fish with lampara nets in the Cilacap waters was sardinella and the lowest percentage was red snapper. The heaviest total fish caught was sardinella and the lowest was anchovy. Growth patterns was negatively allometric (b<3). The highest condition of factor was found with anchovy.
113464281E1E008039TINDAK PIDANA TERHADAP NYAWA ORANG LAIN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 55/Pid. Sus/2011/PN.Pwt)ABSTRAK
Kaidah-kaidah dan norma-norma yang hidup di dalam masyarakat berfungsi untuk membentengi tingkah laku masyarakat dalam melakukan perbuatanya sehari-hari, perilaku-perilaku masyarakat saat ini mencerminkan merosotnya budaya masyarakat.
Salah satu faktanya dapat di lihat dalam kasus yang terjadi dalam Surat Putusan No.55/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, dalam kasus ini telah terjadi suatu tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh anak yang bernama Agus Panca Rotama terhadap seorang teman yang bernama Yoga Afriaji.
Dalam penelitian ini, penulis bermaksud untuk meneliti tentang, Apakah sudah tepat penerapan unsur-unsur Pasal 338 KUHP yang dijadikan sebagai dasar hukum atas pertanggungjawaban mengenai perbuatan anak dalam melakukan tindak pidana terhadap nyawa orang lain sesuai dengan putusan NO.55/Pip.Sus/2011/PN,Pwt? Pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tindak pidana terhadap nyawa orang lain yang dilakukan oleh anak ?
Metode penelitian yang digunakan adalah: deskritif-analitis, dengan metode pendekatan Yuridis-Normatif, data diperoleh melalui studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah, Yuridis-Kualitatif
Dari penelitian dapat simpulan bahwa, hakim Pengadilan Purwokerto telah menerapkan Pasal 338 KUHP dengan dasar pertimbangan hukumnya.
The rules and norms of living in the community serves to fortify the community's behavior in doing perbuatanya everyday behaviors of today's society reflects the decline of culture.
One fact can be seen in the case in its decision No.55/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, in this case there has been a murder crime committed by a child named Agus Panca Rotama to a friend named yoga Afriaji.
In this study, the authors intend to examine, this is precisely the application of the elements of Article 338 of the Penal Code which serve as the legal basis for accountability regarding the child acts in a criminal act against another person's life in accordance with the decision of NO.55/Pip.Sus/2011 / PN, PWT? Legal reasoning of judges in deciding criminal cases against the life of another person by a child?
The research method used is: descriptive-analytical, with the juridical-normative approach, the data obtained through the study of literature. Data analysis method used is, Juridical-Qualitative
Of research can be concluded that, Navan Court judges have applied Article 338 of the Criminal Code on the basis of legal considerations.
113474279E1A109002KEDUDUKAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) SEBAGAI LEMBAGA NEGARA BANTU DI DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA.Perkembangan konsep Trias Politica juga mempengaruhi sistem kelembagaan negara di Indonesia. Di banyak negara, konsep klasik mengenai pemisahan kekuasaan dianggap tidak lagi relevan karena tiga fungsi kekuasaan yang ada tidak mampu menanggung beban negara dalam menyelenggarakan pemerintahan. Untuk menjawab tuntutan tersebut, negara membentuk lembaga negara baru yang diharapkan dapat lebih efektif dan efisien dalam mengatasi persoalan aktual negara. Maka, berdirilah berbagai lembaga indepen dalam bentuk dewan, komisi, komite, badan, ataupun otorita, dengan masing – masing tugas dan wewenangnya. Beberapa ahli tetap mengelompokkan lembaga independen dalam lingkup eksekutif. Namun, ada pula sarjana yang menempatkannya tersendiri sebagai cabang keempat kekuasaan pemerintahan. Dalam konteks Indonesia, kehadiran lembaga negara independen menjamur pasca perubahan UUD 1945. Berbagai lembaga independen tersebut tidak dibentuk dengan dasar hukum yang seragam. Beberapa di antaranya berdiri atas amanat konstitusi. Namun, ada pula yang memperoleh legitimasi berdasarkan undang-undang ataupun keputusan presiden. Salah satu lembaga independen yang dibentuk dengan undang-undang adalah Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Walaupun bersifat independen dan bebas dari kekuasaan manapun, KPK tetap bergantung kepada kekuasaan eksekutif dalam kaitannya dengan masalah keorganisasian dan memiliki hubungan khusus dengan kekuasaan yudikatif dalam hal penuntutan dan persidangan perkara tindak pidana korupsi. Kedepannya, kedudukan lembaga independen seperti KPK membutuhkan legitimasi hukum yang lebih kuat dan lebih tegas serta dukungan yang lebih besar dari masyarakat.The development of the concept of trias politica also influences states’institutional system in Indonesia. In many countries, the classical concept of separation of power is not considered relevant anymorre because the three functions of power can no longer carry the burden of the state in conducting the governance system. To answer the demand, a new state institution is formed, with a hope that it can be more effective and efficient in dealing with the country’s actual problems. Therefore, various new state institutions are founded in the forms of councils, comissions, committees, agencies, or authorities with their own duties and jurisdictions. Some experts still regrouping independent agency within the executive. However, there are also scholars who place it alone as the fourth branch of government authority. In the Indonesian context, the presence of an independent state agency mushroomed after UUD 1945 changes. Various independent institutions was not was formed on the basis of a uniform law. Some of them stand on the constitutional mandate. However, there is also a gain legitimacy by law or presidential decree. One independent agency established by law is the Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Although it is independent and free from any authority, the Commission remained dependent on the executive power in relation to organizational issues and have a special relationship with the judicial power in the prosecution and trial of corruption cases. Going forward, the position of an independent body such as KPK takes legal precedence that is stronger and more assertive, and more support from the public.
113484303C1B009073PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO TOTAL ASSET RATIO, TATO (TOTAL ASSET TURNOVER), BOPO (BEBAN OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL), DAN DANA PIHAK KETIGA (DPK) TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAHPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Pengaruh Current Ratio, Debt To Total Asset Ratio, TATO (Total Asset Turnover), BOPO (Beban Operasional Pendapatan Operasional), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2005-2011. Profitabilitas sebagai variabel terikat ditunjukkan dengan Return On Asset (ROA). Populasi dalam penelitian ini adalah bank umum syariah yang terdaftar di Bank Indonesia periode 2005-2011, sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria bank mempublikasikan laporan keuangan tahunan periode 2005-2011. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan uji asumsi klasik, sedangkan untuk menguji tingkat signifikansi digunakan uji secara parsial (uji t).
Berdasarkan hasil analisis bahwa variabel-variabel yang signifikan pengaruhnya terhadap ROA adalah variabel TATO, BOPO, dan DPK karena nilainya di bawah 0,05. Untuk pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel TATO berpengaruh positif terhadap ROA, BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA dan DPK berpengaruh positif terhadap ROA. Sedangkan untuk variabel CR dan DR tidak berpengaruh terhadap ROA.
Dari hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa hanya variabel TATO, BOPO, dan DPK yang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah. Implikasi dalam penelitian ini adalah pihak manajemen bank sebaiknya mempertimbangkan nilai TATO, BOPO, dan DPK dalam usaha meningkatkan profitabilitas.
This study was conducted to identify factors that affect profitability of sharia banking which are listed on the Bank Indonesia for the period 2005-2011. Profitability as the independent variable indicated by the return On Assets (ROA).
The population of this study were all of sharia banking which are listed on the Bank Indonesia for the period 2005-2011. The sample of this study were 8 banks, samples were taken by purposive sampling with certain criteria, banks that have published their annual financial report for the period 2005-2011. The method in this research is to used multiple regression analysis to test the hypothesis that the t test. Before using multiple regression analysis, performed classical assumption first.
The bank specific determinants (internal factors) include current ratio, debt to total asset ratio, total asset turnover, operational efficiency and credit, and third party funds. The statistical analysis showed that the significant factors that affect the profitability of sharia banking were total asset turnover, operational efficiency and credit, third party funds.
From the analysis we can conclude that the only variabel total asset turnover, operational efficiency and credit, third party funds have a significant effect on the profitability of sharia banking in Indonesia. While current ratio and debt to total asset ratio haven’t influence on profitability of sharia banking in Indonesia. The implications of this study is the management should consider the value of total asset turnover, operational efficiency and credit, third party funds in an effort to increase profitability.
113494274H1F007010STUDI GEOLOGI DAN GEOKIMIA BATUAN VOLKANIK
DAERAH HARMONI DAN SEKITARNYA
KECAMATAN PALELEH BARAT KABUPATEN BUOL
PROVINSI SULAWESI TENGAH
Secara geografis lokasi penelitian berada di Desa Harmoni Kecamatan Paleleh Barat Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah dengan luasan daerah penelitian 25,2km2. Fisiografi ini tremasuk dalam lengan utara bagian barat Sulawesi (Van Leeuwen,1994).Satuan geomorfologi pada daerah penelitian terdiri dari dua satuan yaitu satuan volkanik lava dan satuan struktural dike. Stratigrafi daerah penelitian di bagi menjadi empat berturut-turut dari tua ke muda yaitu Satuan Lava Andesit dan satuan tuf yang diendapkan secara selaras pada miosen tengah – miosen akhir, Satuan Granodiorit hadir menerobos kedua satuan tersebut pada miosen akhir, Satuan Breksi yang terbentuk secara tidak selaras pada pliosen. Stuktur yang berkembang di daerah penelitian terdiri dari sesar mendatar kanan normal bila, sesar mendatar kanan naik harmoni, sesar mendatar kiri naik bodi. Sampel pada daerah penelitian menunjukan Kalk – alkali dan High K Kalk - alkali yang menunjukan bahwa terbentuknya di zona subduksi.The study site is located in the village of Harmony West Paleleh District, Buol Regency of Central Sulawesi Province with an area of 25.2 km2. This physiographic included in western of the north arm Sulawesi (Van Leeuwen,1994). Geomorphology units in the study area consists of two units is lava volcanic unit and dike structural unit. Stratigraphic study area was divided into four, from old to young unit is Andesite Lava and tuff units were deposited in
conformity in the Middle Miocene - Late Miocene, granodiorite in the Late Miocene intrusion the older units, Breccia Unit unconformity formed in the Pliocene. Structures that developed in the study area consisted of a Bila normal right strike-slip faults, Harmoni reverse right strike-slip faults, Bodi normal left strike-slip faults. Geochemistry analysis samples in the study area showed Kalk - alkali and High Kalk - alkali indicating that formation at subduction zones and active continental margin.
113504282E1A008216KETERANGAN TERDAKWA ANAK DALAM TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor.70/PID.SUS/2010/PN.PWT)ABSTRAK

Anak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah anak nakal menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak merupakan pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, yaitu anak yang melakukan tindak pidana, atau anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut hukum yang lain yang hidup dan berlaku dalam masyarakat. Terhadap anak nakal tersebut dapat dikenakan sanksi berupa pidana atau tindakan. Salah satu contoh tindak pidana yang tidak hanya dilakukan oleh orang sudah dewasa, tetapi juga dilakukan oleh anak-anak, yaitu tindak pidana illegal logging.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterangan terdakwa anak yang dihadirkan dalam persidangan dalam tindak pidana illegal logging pada Putusan perkara No.70/Pid.Sus./2010/PN.Pwt dan untuk mengetahui kekuatan alat bukti keterangan terdakwa anak dibawah umur dalam tindak pidana illegal logging pada Putusan perkara No.70/Pid.Sus./2010/PN.Pwt. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normative, yaitu pendekatan yang menggunakan konsep legistis positivis.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdakwa anak dihadirkan dalam persidangan dalam tindak pidana illegal logging pada putusan perkara No.70/Pid.Sus/PN.Pwt karena, salah satu asas penilaian yang menentukan sah atau tidaknya keterangan terdakwa sebagai alat bukti adalah bahwa keterangan itu harus diberikan disidang pengadilan, anak yang melakukan tindak pidana dapat diajukan ke muka persidangan dengan memperhatikan harkat dan martabatnya sebagai anak yang memerlukan perlindungan khusus haruslah dijamin dan dilindungi sejak saat sebelum sidang peradilan, pada saat sidang peradilan, maupun sesudah sidang peradilan. Selama dalam persidangan, terdakwa wajib didampingi oleh orang tua atau wali atau orang tua asuh, penasihat hukum dan pembimbing kemasyarakatan. Kekuatan alat bukti keterangan terdakwa anak dalam tindak pidana illegal loging pada putusan perkara No.70/Pid.Sus/PN.Pwt adalah alat bukti keterangan terdakwa diatur secara tegas oleh pasal 189 KUHAP, keterangan terdakwa tidak cukup untuk membuktikan bahwa ia bersalah melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya melainkan harus disertai dengan alat bukti yang lain, keterangan yang disampaikan terdakwa pada putusan perkara N0.70/Pid.Sus/PN.Pwt memiliki persesuaian dengan keterangan saksi-saksi. Berdasarkan hal tersebut hakim menilai bahwa keterangan terdakwa pada putusan No.70/Pid.Sus/PN.Pwt tersebut mempunyai nilai pembuktian.


ABSTRACT

This study entitled DEFENDANT DESCRIPTION CHILD IN CRIMINAL ILLEGAL LOGGING (Judicial Review Decision Nomor.70/Pid.Sus/2010/PN.Pwt) Children who are referred to in this study were brats according to Law No. 11 Year 2012 on the Criminal Justice System is the replacement for Kids Act No. 3 of 1997 on Juvenile Justice, which is the child who committed a criminal act, or a child who has committed an outlawed for children, either by legislation or other legally live and act in society. Naughty child may be criminal sanctions or measures. One example of a crime that is not only committed by an adult, but it is also done by the children, the illegal logging.
The purpose of this study was to determine the defendant's testimony presented at the hearing child in illegal logging on Verdict No.70/Pid.Sus./2010/PN.Pwt case and to determine the strength of evidence statements minors accused of a criminal offense illegal logging on verdict No.70/Pid.Sus./2010/PN.Pwt case. This study used a normative juridical approach, the approach uses the concept legistis positivist.
Based on the results of this research is that the child defendant presented at trial in criminal cases of illegal logging in the decision No.70/Pid.Sus / PN.Pwt because, one of the principles of assessment that determines whether or not the legal description of the defendant as evidence that the statement is it should be given trial courts, children who commit crimes be brought before a court with respect to status and dignity as children who need special protection should be secured and protected from the time before the trial, during the trial, and after the trial. During the hearing, the defendant shall be accompanied by a parent or guardian or foster parent, legal counsel and community mentors. Strength of the evidence the accused child testimony in criminal cases of illegal logging in the decision No.70/Pid.Sus /PN.Pwt is evidence defendant statements are strictly regulated by section 189 Criminal Procedure Code, the defendant is not enough information to prove that he is guilty of committing the act indicted him but must be accompanied by other evidence, defendant's testimony given at the discretion of the case N0.70/Pid.Sus /PN.Pwt have a rapprochement with witnesses. Based on the judge considered that the description of the defendant on the verdict No.70/Pid.Sus /PN.Pwt it has probative value.
113514283J1A005005STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI WADUK SEMPOR, GOMBONG, KEBUMENWaduk Sempor merupakan salah satu perairan umum dan sebagai suatu ekosistem kondisi kualitas airnya sangat tergantung pada rona lingkungan dan iklim. Adanya aktifitas manusia dan tata guna lahan di sekitarnya akan menyebabkan perubahan kondisi lingkungan perairan yang akan mempengaruhi struktur komunitas zooplankton di waduk tersebut. Penelitian berjudul “Struktur Komunitas Zooplankton di Waduk Sempor, Gombong, Kebumen”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton dan perbedaan struktur komunitas zooplankton antar stasiun di Waduk Sempor, Gombong, Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling yang diulang 3 kali dengan interval 1 minggu di 5 stasiun pengambilan sampel. Data diuji “f”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas zooplankton di Waduk Sempor terdapat 16 jenis spesies terdiri dari 3 filum yaitu Rotatoria, Protozoa, dan Arthopoda. Kelimpahan zooplankton berkisar 151-282 ind/L, indeks keragaman 1,726-2,116, indeks dominansi 0,162-0,221, dan indeks kemerataan 0,524-0,624. Zooplankton predominan adalah Brachionus falcatis, Brachionus angularis, Brachionus bakeri dan Nauplius. Hasil uji “f” menunjukkan struktur komunitas antar stasiun tidak berbeda nyata.Sempor Dam is one of the common aquatic ecosystems and its water quality condition depends on the environment hue and climate. Human activities and land use in the vicinity would cause changes in water conditions affecting community structure of zooplankton in the dam. A research, entitled "Zooplankton Community Structure in Sempor Dam, Gombong, Kebumen” aims to determine the zooplankton community structure and differences of community structure between stations in Sempor Reservoir, Gombong, Kebumen. A survey method uses Purposive Random Sampling, in triplicates with intervals of 1 week on 5 sampling stations. Data were then F-tested. The results showed that in the Sempor Dam were found 16 species consisting of 3 phyla i.e Rotatoria, Protozoa, and Arthopoda. The abundance of zooplankton were from 151-282 ind/L, diversity index from 1,726-2,116; dominance index 0,162-0,221 and evenness index of 0,524-0,624. The predominant zooplankton was Brachionus falcatis, Brachionus angularis, Brachionus bakeri and Nauplius. The community structure between stations were not significantly different.
113524284H1F007011STUDI KARAKTERISTIK BATUAN KARBONAT FORMASI RAJAMANDALA BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI DAN PENAMPANG STRATIGRAFI RINCILokasi penelitian berada di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Daerah penelitian masuk dalam zona Bandung, tepatnya pada bukit-bukit Rajamandala dalam tatanan stratigrafi Cekungan Bogor, yang merupakan bagian formasi Rajamandala. Studi karakteristik batuan karbonat pada daerah penelitian yaitu berdasarkan data analisis petrologi dan petrografi dari data lapangan dan data core yang ada, perkembangan fasies yang ada pada daerah penelitian dimulai dari perkembangan fasies Red Algae-Head Coral Boundstone dengan matriks Red Algae dan Coral Packsone-Grainstone, fasies Platy Coral-Foraminifera Wackestone, fasies Red Algae-Platy Coral Boundstone, fasies Red Algae-Head Coral Boundstone, fasies Red Algae-Foram Packstone-Grainstone, serta fasies Mixed carbonate-silisiclastic Packstone. Lingkungan pengendapan fasies berada pada reef front dan back reef. Diagenesis yang ada pada daerah penelitian meliputi mikritisasi mikrobial, pelarutan, sementasi, neomorfisme, serta kompaksi. Berdasarkan hasil analisis foraminifera besar yang ada pada sayatan tipis dan didapatkan umur Oligosen Akhir hingga Miosen Awal. Rajamandala formation is one of Bogor Basin rock unit. The research area is located at Citatah Village, Cipatat, West Bandung, West Java area. The area is part of Rajamandala Hills within Bandung phisiographic zone. Reseach has focus in characteristic of carbonate rocks based on stratigraphy and petrography analysis is using field data and drilling core samples. Some carbonate facies has identified, those are Red algae-Head Coral Boundstone with Red Algae and Coral Packestone-Grainstone Facies, Platy Coral-Foraminifera Wackestone Facies, Red algae-Platy Coral Boundstone Facies, Red Algae-Head Coral Boundstone Facies, Red algae-Foraminifera Packestone-Grainstone Facies, and Mixed Carbonate-Sillisiclastic Packstone Facies. The depositional environment of those facies are reef front and back reef. Diagenetic processes is exist in this section are microbial micrititation, dissolution, sementation, neomorphism, and compaction that indicating two diagenetic environment; phreatic meteoric environment and burial environment. The age of the limestone is Late Oligocene to Early Miocene, based on larger benthic foraminifera analysis.
113534309C1B009023PENGARUH STRATEGI DIVERSIFIKASI KORPORAT, PROFITABILITAS, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi pada Perusahaan Tetap yang termasuk Indeks LQ 45 Tahun 2008-2010)Penelitian ini berjudul “Pengaruh Strategi Diversifikasi Korporat, Profitabilitas, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh strategi diversifikasi korporat, profitabilitas, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan.
Populasi dalam penelitian ini adalah 82 perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 tahun 2008-2010. Pemilihan sampel perusahaan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan metode tersebut, maka didapatkan 10 perusahaan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda sebagai alat analisis. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan tahunan dan laporan konsolidasi dan entitas anak perusahaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi korporat tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan profitabilitas dan kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dari kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan, perusahaan harus memperhatikan profitabilitas perusahaan. Tingginya profitabilitas dapat mempengaruhi pendapatan yang diterima investor atau dividen. Semakin tinggi profitabilitas yang diperoleh perusahaan, maka semakin tinggi harapan investor akan dividen yang mereka terima. Tingginya dividen yang diterima investor mencerminkan semakin baik nilai perusahaan yang dicerminkan dari tingginya harga saham perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan strategi diversifikasi korporat ternyata tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Semakin banyak perusahaan memiliki jumlah segmen usaha, tidak berarti bahwa semakin tinggi nilai perusahaan.
This research entitle “The Effect of Corporate Diversification Strategy, Profitability, and Dividend Policy on Firm Value”. The purpose of this study is to analyze the effect of corporate diversification strategy, profitability, and dividend policy on firm value. The population of research was 82 companies listed in LQ 45 Index during year 2008-2010. By using purposive sampling techniques, the research object of this study consist of 10 constant listed companies. This research based on secondary data from the annual financial statements and consolidated financial statements. By using multiple regression analysis, this research found that corporate diversification strategy has no significant effect on firm value. Profitability and dividend policy has significant effect on firm value. As implication of the conslusion above, in order to increase the value of firm, the company has to increase firm profitability, where profitability may reflects dividend policy. If the company can take high profitability, so investors may hope take high dividend as their income. The high dividend they received reflects the high of firm value which is reflected on stock prices. This study shows that corporate diversification strategy has no affects on firm value. If the company has a lot of business segments, it doesn’t mean that the value of firm is high.
113544285J1B005022PAKAN MIKROKAPSUL BERBAHAN DASAR CACING TANAH (Lumbricus rubellus) PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy)Penelitian ini berjudul ”Pakan Mikrokapsul Berbahan Dasar Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy)” bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pemberian pakan mikrokapsul yang diberikan terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan Gurami (Osphronemus gouramy). Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari, hewan uji benih ikan gurami yang digunakan berumur ± 35 hari dengan berat awal rata-rata 0,4–1 g. Penelitian adalah model eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu dengan 5 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan percobaan yang digunakan dengan pemberian pakan mikrokapsul 2 %, 3 %, 4 %, 5 %, 6 % dari berat tubuh ikan. Variabelnya adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik dan sintasan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan tidak berbeda nyata atau relatif sama terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik dan sintasan. Pertumbuhan mutlak berkisar 0,41–0,73 g, laju pertumbuhan harian berkisar 0.015–0,026 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar 2,09– 3,42 % dan sintasan antara 43,33±32,15% sampai 85±5%. Kualitas air penelitian meliputi temperatur 26–290C, pH air 6–7, O2 terlarut 6–7,2 mg/L dan amonia 0,85–1,85 ppm. A study entitled ”Effect of Earthworm (Lumbricus rubellus) Based Microencapsulated Diet on Growth and Survival of Giant gouramy (Osphronemus gouramy) Fry”, aims to determine the effect of microcapsulated portion diet on growth and survival of giant gouramy fry. The research was done for 28 days and used ± 35 day old fry weighing initially 0.4–1 g in average. An experimental model tried 5 treatments using completely randomized design (CRD) in triplicates. The treatments consisted of 2 %, 3 %, 4 %, 5 %, 6 % of body weight of fish feeding microcapsulated. Variables were the absolute growth, daily growth, and specific growth and survival rates. The results showed that the treatments were not different in absolute growth, daily growth, specific growth and survival rates. Absolute growth ranged 0.41 to 0.73 g, daily growth rate ranged 0.015 to 0.026 g, specific growth rate 2.09 to 3.42 % and survival rate ranged 43.33±32.15% to 85±5%. Water quality parameters were temperature 26–29 °C, pH 6-7, dissolved oxygen 6-7.2 mg/L, and ammonia 0.857-1.857 ppm.
113554286F1F008131THE STUDY OF METAPHORICAL EXPRESSIONS IN CLASSIC LOVE SONGS IN WEDDING CENTRAL AUSTRALIA SITEPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metafora yang terdapat di dalam lagu-lagu cinta klasik di situs Wedding Central Australia dan menjelaskan tentang fungsi-fungsi bahasa yang terdapat di lirik yang mengandung metafora. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peniliti menggunakan teknik purposive sampling untuk mengambil data dengan proses menyeleksi data berdasarkan apa yang dibutuhkan dalam penelitian. Data pada penilitian ini adalah 20 lirik lagu-lagu cinta klasik, sementara itu sampel dari penelitian ini adalah 20 lirik lagu-lagu cinta klasik yang mengandung metafora yang dikemukakan oleh Haley. Setelah melakukan analisa pada keseluruhan data, peneliti menemukan bahwa dari 9 kategori pengekspresian metafora yang dikemukakan oleh Haley, 8 diantaranya terdapat dalam lagu-lagu cinta klasik di situs Wedding Central Auatralia. Pengekspresian metafora tersebut adalah being (3), cosmos (4), energy (11), substance (3), terrestrial (2), object (0), living (4), animate (1), and human (6). Sementara itu, fungsi-fungsi bahasa yang terdapat di dalam lirik yang mengandung pengekspresian metafora adalah fungsi emotif (8), fungsi referensial (14), fungsi konatif/direktif (3), fungsi fatik (2), fungsi metalingual (0), dan fungsi puitik (1). Jadi di dalam lagu-lagu cinta klasik, terdapat lirik-lirik lagu yang banyak mengandung fungsi referensial yang mana fungsi ini memusatkan perhatian pada isi acuan. The aims of this research are to describe the metaphorical expressions used in classic love songs in Wedding Central Australia site and to explain the language functions of the lyrics containing metaphorical expressions. The method used in this research is qualitative method. The researcher used purposive sampling to take the sample that meant the process of selecting sample based on the need of the research. The data of this research are 20 lyrics of classic love songs. Then, the sample of this research is 20 lyrics of classic love songs containing metaphorical expressions proposed by Haley. After conducting the analysis, the researcher found that from 9 categories of metaphorical expressions proposed by Haley, 8 of them occurring in classic love songs in Wedding Central Australia site. Those metaphorical expressions were: being (3), cosmos (4), energy (11), substance (3), terrestrial (2), object (0), living (4), animate (1), and human (6). Meanwhile, the language functions that appeared in the lyrics containing metaphorical expressions were: emotive function (8), referential function (14), conative/directive function (3), phatic function (2), metalingual function (0) and poetic function (1). Thus, in these classic love songs, most of the songs’ lyrics contain referential function.
113564287H1K008005PENGARUH JENIS SUBSTRAT KAYU, FIBER, BESI DAN BETON
TERHADAP PENEMPELAN BIOFOULER DI PELABUHAN
PERIKANAN SAMUDERA CILACAP
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Jenis Substrat Kayu, Fiber, Besi dan Beton terhadap Penempelan
Biofouler di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap”. Biofouling adalah proses penempelan mikroorganisme
maupun makroorganisme pada berbagai struktur lingkungan laut yang dapat menyebabkan permasalahan.
Permasalahan yang terjadi pada struktur bangunan dan kapal terhadap penempelan biofouler dapat
mengakibatkan kerusakan. Berdasarkan kerusakan yang terjadi akibat penempelan biofouler maka diperlukan
adanya solusi pencegahan terhadap pemilihan jenis substrat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
jumlah biofouler yang meliputi koloni mikrofouler dan makrofouler pada masing-masing substrat uji yaitu
kayu, fiber, besi dan beton serta mengetahui jenis substrat yang tidak disukai oleh makrofouler.
Metode untuk pengamatan mikrofouling dilakukan isolasi dan kultur bakteri. Sementara pengamatan
makrofouling dilakukan perhitungan jumlah makrofouler pada masing-masing substrat. Berdasarkan hasil
diperoleh jumlah koloni mikrofouler paling banyak terdapat pada substrat fiber (9.69x10
2
cfu/mL), substrat
kayu (8.73x10
2
cfu/mL), substrat besi (8.4x10
2
cfu/mL) dan paling sedikit terdapat pada substrat beton
(5.88x10
2
cfu/mL). Jumlah makrofouler paling banyak terdapat pada substrat beton sebanyak 2705 ind/0.036
m
2
, selanjutnya substrat kayu (1699 ind/0.036 m
2
), substrat besi (903 ind/0.036 m
2
) dan paling sedikit
terdapat pada substrat fiber (712 ind/0.036 m
2)
. Hasil ini menunjukkan bahwa subtrat fiber tidak disukai
makrofouler.
This research entitled “The effect of Wood, Fiber, Iron and Concrete Subtrate on Biofouler
Attachment in Cilacap Oceanic Fishing Port”. Biofouling is attachment process of microorganisms and
macroorganisms on various marine environmental structures might become a serious problem. Biofouling
which occurs in building structures and ships causes possibly damages. Therefore, there is a need to
minimize all risk. The purpose of this study was to determine the colony number of biofouler, both
microfouler and macrofouler on each test substrate i.e. wood, fiber, metal and concrete, and to know the
substrates type that are not favored by biofouler.
Microfouling was observed through isolation and bacterial culture; while macrofouling was observed
by calculating the number macrofouler on each substrate. The results showed that the highest number of
microfouler colonies was found on the fiber (9.69x10
2
cfu/mL), wood (8.73x10
2
cfu/mL), iron
(8.4x10
2
cfu/mL) substrates; and the lowest microfouler colonies was found on concrete substrate
(5.88x10
2
cfu/mL). The highest number of macrofouler colony was found on the concrete substrate (2705
ind/0.036 m
2
), followed by wood (1699 ind/0.036 m
2
) and iron (903 ind/0.036 m
2
) substrates. The lowest was
in fiber substrate (712 ind/0.036 m
2
). This result showed that fiber substrate was inappropriate subtrate
for macrofouler
113574356H1F008020Studi Geologi Dan Mineralisasi Urat Kuarsa Daerah Gunung Pongkor Dan Sekitarnya Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor Jawa Barat.ABSTRAK
Penelitian dilakukan di daerah Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat yang merupakan kawasan UPBE Pongkor PT. Aneka Tambang, Tbk (Persero). Secara umum daerah penelitian terdapat litologi breksi tuff, lapilli tuff, intrusi andesit dan lava andesit. Secara fisiografi daerah penelitian termasuk dalam Zona Kubah dan pengunungan pada Zona depresi tengah. Berdasarkan penelitian struktur geologi dapat ditentukan bahwa arah tegasan relatif utara-selatan, dengan analisa struktur di dapatkan 3 struktur pada daerah penelititan yaitu, sesar geser menganan cikaniki, sesar geser menganan ciguha dan sesar geser menganan ciurug. Hasil pengamatan yang didukung dengan analisa petrografi dan analisis PIMA dapat ditentukan 3 zona alterasi yaitu zona filik, zona propilitik dan zona argilik. Zona argilik dicirikan kehadiran serisit, pirofilit dan kuarsa. Zona ini terbentuk kisaran temperature 270-310°C dengan Ph asam. Zona propilitik dicirikan kehadiran klorit, epidot, kalsit, zeolit dan kuarsa. Zona ini terbentuk kisaran suhu 200°C hingga 270°C dengan pH netral. Zona argilik dicirikan oleh kehadiran illit, kalsit, monmorilonit dan kuarsa. Zona ini terbentuk kisaran suhu 180°C hingga 200°C dengan pH netral. Mineralisasi daerah penelitian dengan analisa mineragrafi ditemukan mineral sulfida seperti pirit dan sfalerit sehingga Lokasi penelitian didedukasikan merupakan tipe endapan epithermal sulfide rendah dengan keterdapatan urat-urat kuarsa dengan tekstur colloform, crustiform, masiv, comb.


ABSTRACT
The study was conducted in the Mount Pongkor, Nanggung District , Regency Bogor, West Java which is an area UPBE Pongkor PT. Antam Tbk. In general, the study area are lithological tuff breccia, lapilli tuff, andesite intrusion and andesite lava. In Physiographic areas of research included in the Dome Zone and the mountains in central depression zone. Based on the study of the geological structure can be determined that the relative sharpness direction north-south, with an analysis of the structure in the region get 3 structure, Right slip fault Cikaniki, sliding Right slip fault Ciguha and Right slip fault Ciurug. The observation is supported by petrographic analysis and PIMA analyzes can be determined 3 zones, Zone phyllic alteration zone, propylitic and argillic alteration zone. Argillic zone characterized the presence of sericite, and quartz pirofilit. This zone forms the temperature range 270-310°C at acid pH. Propylitic zone characterized the presence of chlorite, epidote, calcite, zeolite and quartz. This zone forms the temperature range 200°C to 270°C at neutral pH. Argillic zones are characterized by the presence of illite, calcite, montmorillonite and quartz. This zone forms the temperature range 180 °C to 200°C with a neutral pH. Mineralization area of research with analysis mineragraphy sulfide minerals such as pyrite are found and sphalerite that location research is a type of low sulfide epithermal deposition quartz veins with colloform textures, crustiform, masiv, comb.
113584289F1F008087KINESIC ANALYSIS ON GOOD MANNER BEHAVIOR PERFORMED BY
A LOWER SOCIAL CLASS PERSON AS REFLECTED BY MICHAEL OHER IN THE BLIND SIDE
Kinesik adalah studi tentang bagaimana orang berkomunikasi melalui postur, gerakan, sikap, dan pergerakan. Melalui bahasa tubuh, peneliti dapat menentukan karakter apa yang dimiliki Michael Oher yang timbul pada gambar-gambar di dalam film The Blind Side. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bahasa tubuh yang digunakan oleh Michael Oher dalam film dan mendeskripsikan arti dari bahasa tubuh yang digunakan oleh Michael Oher. Penelitian ini menganalisa tentang bahasa tubuh berdasarkan teori dari Straker, ada tujuh jenis bahasa tubuh; bahasa tubuh assertive, attentive, defensive, emotional, evaluating, power, dan relaxed. Data peneletian ini diambil dari observasi pada film, mengambil gambar yang tepat yang menunjukkan sikap baik dalam film, dan mencatat konteksnya. Dari analisis data, peneliti mendapatkan hasil bahwa Michael Oher sering menggunakan bahasa tubuh untuk mempelihatkan perasaannya di dalam film tersebut. Jumlah total data adalah 42 adegan, yang terdiri dari 4 adegan tentang assertive, 7 adegan tentang attentive, 4 adegan tentang defensive, 9 adegan tentang emotional, 2 adegan tentang evaluating, 12 adegan tentang power, and 4 adegan tentang relaxed.

:
Kinesics is the study of how people communicate through posture, gesture, stance, and movement. Through the body language, the researcher can determine what Michael’s character that arises in those pictures in The Blind Side movie. The aims of this research are to know the kinds of body language used by Michael Oher in the movie and describe the meaning of the body language that is used by Michael Oher. This research analyzed about body language based on Straker’s theory. There are seven kinds of body language; assertive, attentive, defensive, emotional, evaluating, power, and relaxed body language. The data of this research were taken from observation on the movie, grabbed the specific pictures that showed good manners in the movie, and took a note the context. From the data analysis, the researcher found the result that Michael often used his body language to show his feeling in the movie. Total numbers of data are 42 scenes, there are consist of 4 scenes on assertive, 7 scenes on attentive, 4 scenes for defensive, 9 scenes on emotional, 2 scenes on evaluating, 12 scenes on power, and 4 scenes on relaxed body language.
113594290A1A005056PENGARUH VARIASI KOMPOSISI MEDIA TUMBUH DAN DOSIS PUPUK FOSFAT ALAM TERHADAP HASIL JAMUR TIRAM PUTIHPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh variasi komposisi media tumbuh terhadap hasil jamur tiram putih. (2) Mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfat alam terhadap hasil jamur tiram putih. (3) Mengetahui interaksi antara perlakuan variasi komposisi media dengan pemberian dosis pupuk fosfat alam terhadap hasil jamur tiram putih. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah variasi persentase media tumbuh yang berbeda-beda yaitu media 1, media 2 dan media 3. Faktor kedua adalah dosis pupuk fosfat alam tiga taraf yaitu 0%, 2%, 4% dari 1kg media. Variabel yang diamati meliputi kecepatan pertumbuhan miselium, panjang tangkai, jumlah tudung, luas tudung, bobot basah, dan bobot kering jamur. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media yang terbaik adalah media 1 yang memberikan hasil optimal pada seluruh variabel. Dosis pupuk fosfat alam yang terbaik adalah dosis 2% dan 4% yang memberikan rata-rata tertinggi pada variabel bobot basah. Perlakuan media dan pupuk memberikan interaksi terbaik pada variabel bobot basah pada perlakuan P2M3.
The aim of research are (1) Determine the effect of variations in the composition of growth media on the results of the white oyster mushroom. (2) Determine the effect of phosphate fertilizer on yield of white oyster mushroom. (3) Knowing interaction the variations in the composition between the media treatment with phosphate fertilizer dose on white oyster mushroom. RAL used in this experimental design with 2 factors and 3 times repetitions. The first is the percentage variation in the different growing medium that is media 1, media 2 and media 3. The second factor is the dose of phosphate fertilizer three levels of 0%, 2%, 4% of the 1kg media. Observed variables include the mycelium growth rate, stem length, number of hoods, wide hood, wet weight and dry weight of mushrooms. The data analyzed by F test, if there is impact it would be continue by DMRT 5%. The results showed that the best treatment is medium 1 which show best result in all variable. The best dosage of Phosphate fertilizer is 2% and 4% which show best result on variable of wide hood, wet weight and dry weight. Interaction of media and fertilizer treatments provide the best results in the variable of wide hood, hood number, wet weight and dry weight.
113604304D1F010001PENGARUH UMUR DAN SANITASI TERHADAP KOKSIDIOSIS PADA KELINCI DI SENTRA PETERNAKAN KELINCI DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini dilaksanakan tanggal 7 Juni 2012 sampai tanggal 7 Agustus 2012. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui tingkat prevalensi koksidiosis di sentra peternakan kelinci di Kabupaten Banyumas, (2) Mengetahui pengaruh kisaran umur dan sanitasi terhadap kejadian koksidiosis pada kelinci di sentra peternakan kelinci di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, dengan sasaran penelitian adalah ternak kelinci yang berumur < 4 bulan dan yang berumur > 4 bulan, sanitasi kandang kelinci dengan kriteria: bersih dan kotor. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif dalam menguraikan tingkat prevalensi koksidiosis di sentra peternakan kelinci di Kabupaten Banyumas dengan lokasi pengambilan sampel di Kecamatan Sumbang (Karanggintung), Kecamatan Sokaraja (Sokaraja Lor), Kecamatan Sumpiuh (Sumpiuh), Kecamatan Banyumas (Kemranjen) dan Kecamatan Baturaden (Banjarsari Wetan, Banjarsari Kulon dan Rempoah) dan analisis chi-square untuk mengetahui pengaruh variabel umur dan sanitasi terhadap koksidiosis pada kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat prevalensi pada sentra ternak kelinci di Kabupaten Banyumas sebesar 40,09%. Koksidiosis yang menyerang kelinci tidak dipengaruhi oleh umur (P>0,05), sehingga mempertegas pendapat bahwa penyakit koksidiosis dapat menyerang kelinci pada semua tingkat umur. Sanitasi juga tidak berpengaruh terhadap penyakit koksidiosis (P>0,05), dikarenakan kebersihan kandang kelinci pada sampel peternakan kondisinya relatif serupa. This study was conducted on 7th June 2012 to 7th August 2012. The objective of this research was (1) to determine the prevalence rate of the coccidiosis to age and sanitation at rabbit breeding centers in Banyumas , (2) to know the influence of rabbits’ age range and sanitation to coccidiosis at rabbit breeding centers in Banyumas. The research method used was survey method and the research target were rabbits aged <4 months and aged > 4 months and also the clean and dirty rabbit’s cage sanitation criteria. Analysis techniques used were descriptive analysis in analyzing the prevalence of coccidiosis at rabbit breeding centers in Banyumas with sampling sites in Sumbang sub district (Karanggintung), Sokaraja sub district (Sokaraja Lor), Sumpiuh sub district (Sumpiuh), Banyumas sub district (Kemranjen) and Baturaden sub district (Banjarsari Wetan, Banjarsari Kulon and Rempoah), while chi-square analyses were used to determine the influence of age and sanitation variables to coccidiosis on rabbits. The results showed that the prevalence rate in some rabbit farming centers in Banyumas district amounted to 40,09%. Coccidiosis that attacked the rabbits was not influenced by age because coccidiosis was able to infect the rabbits at all ages (P>0,05). Sanitation had no effect on the coccidiosis (P>0,05) since the condition of rabbits’ cage hygiene at the sampling sites relatively similar.