Artikel Ilmiah : A1G009025 a.n. MOHAMAD NURSIDIK

Kembali Update Delete

NIMA1G009025
NamamhsMOHAMAD NURSIDIK
Judul ArtikelNILAI TAMBAH MANGGA (Mangrifera Indica)
SEBAGAI BAHAN BAKU MANISAN MANGGA TACI KEMBAR KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON
Abstrak (Bhs. Indonesia)Manisan mangga adalah salah satu bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh masyarakat. Komoditas pertanian di Cirebon yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya antara lain adalah buah mangga. Penanganan pascapanen dan pengolahan hasil produksi buah mangga memegang peranan penting dalam agibisnis dan agoindustri, karena selain dapat menekan kerusakan dan kerugian hasil juga dapat digunakan untuk meningkatkan nilai tambah (added value) suatu produk. Tujuan penelitian adalah menganalisis besarnya biaya dan pendapatan produksi manisan mangga dan menganalisis besarnya nilai tambah mangga sebagai bahan baku manisan mangga di Taci Kembar.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya, analisis penerimaan dan pendapatan dan analisis nilai tambah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya produksi rata-rata setiap bulannya adalah Rp5.182.866,56. Penerimaan rata-rata perbulan Rp7.370.000,00 dan pendapatan rata-rata perbulan Rp2.187.133,45. Nilai tambah bahan baku yang diperoleh setiap periode sebesar Rp8.842,27/Kg. Terdapat empat kali periode produksi setiap bulannya sehingga rata-rata nilai tambah setiap bulannya sebesar Rp35.369,08/Kg didapatkan dari rata-rata penggunan bahan baku mangga sebanyak 392,90 Kg. Kontribusi mangga terhadap manisan sebesar 33,90 persen, gula pasir sebesar 63,38 persen dan bahan penolong yaitu garam dan air memberi kontribusi sebesar 1,73 persen dan 0,99 persen. Penelitian menunjukkan bahwa mangga mampu memberi nilai tambah kepada pengusaha setiap bulannya.

Kata kunci: Nilai tambah mangga, Cirebon
Abtrak (Bhs. Inggris)Dried mango is one of the processed foods that people like. Mango is one of the agriculture commodity that can be intensified in value added. The post-harvest handling and production processing of mango play important roles in agribusiness and agroindustry, because they can decrease the damage and losses and increase products' value added. The aim of this research is to analyze the costs and revenue of dried mango production and also to analyze mango's added value as raw materials in “Taci Kembar” home industry. This research uses case-study as its method, while the analysis tools used are cost analysis, revenue and income analysis and value added analysis.
The result of this research shows that the average production cost per month is Rp5.182.866,56. The average revenue per month is Rp7.370.000,00. The average income per month is Rp2.187.133,45. The raw materials' added value each period features is Rp8.842,27/Kg. There are four times the production period every month so that the average value added dried per month amounted Rp35.369,08/Kg obtained from the use of raw materials as much as mango 392,90 Kg. Mango contribution towards dried is 33,90 percent, granulated sugar is 63,38 percent, and additional materials , salt and water, contribute 1,73 percent and 0,99 percent.. This research shows that dried mango can give added value to industrialist every month.
Key word : Mangrifera Indica. Value added, Cirebon
Kata kunciNilai tambah mangga, Cirebon
Pembimbing 1Ir. Hj. Endang Sriningsih, M.P
Pembimbing 2Dr Ir. Djeimy Kusnaman, M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.