Artikelilmiahs
Menampilkan 11.201-11.220 dari 50.456 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11201 | 4122 | A1G005014 | USAHATANI PENANGKARAN BENIH KENTANG DALAM MENGHASILKAN BENIH KLASIFIKASI G3 DAN G4 DI KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui perbedaan rata-rata biaya per hektar usahatani penangkaran benih kentang untuk menghasilkan benih klasifikasi G3 dan G4, mengetahui perbedaan rata-rata pendapatan per hektar usahatani penangkaran benih kentang untuk menghasilkan benih klasifikasi G3 dan G4, dan mengetahui perbedaan rata-rata tingkat efisiensi usahatani antara usahatani penangkaran benih kentang untuk menghasilkan benih klasifikasi G3 dan G4. Penelitian dilaksanakan secara sensus di 3 kecamatan yang terdapat Kelompok Penangkar Benih Kentang yang menangkarkan G3 dan G4 dalam kurun waktu musim tanam tahun 2010, yaitu Kecamatan Batur, Wanayasa dan Pejawaran. Metode penelitian menggunakan survey dan metode analisis yang digunakan analisis biaya usahatani, pendapatan usahatani, Revenue Cost Ratio (R/C ratio) dan uji beda rata-rata (t-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata total biaya, rata-rata pendapatan dan rata-rata tingkat efisiensi per hektar usahatani penangkaran benih kentang untuk menghasilkan benih G3 dan G4 tidak berbeda. | This study aims to determine: knowing the difference in average cost per hectare of farm produce seed potatoes for seed classification G3 and G4, knowing the difference in average income per hectare seed farm to produce seed potato classification G3 and G4, and knowing the average difference the average level of farm efficiency among farm seed potatoes to produce seeds classification G3 and G4. Research conducted a census in 3 districts contained potato seed breeder group which breeding G3 and G4 in the period of the growing season of 2010, in the District of Batur, Wanayasa and Pejawaran. The method of research using the survey method and methods of analysis used analysis of farm costs, farm income, Revenue Cost Ratio (R/C ratio) and the mean difference test (t-test). The results showed that in the average of total cost, the average of income, the average rate of seed potato farm efficiency to produce seeds G3 and G4 is no different. | |
| 11202 | 4125 | C1A008001 | “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN WANITA SEKTOR INFORMAL DAN PERANANNYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus pada Wanita Perajin Kerajinan Kulit Kerang di Pantai Teluk Penyu Cilacap)” | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN WANITA SEKTOR INFORMAL DAN PERANANNYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus pada Wanita Perajin Kerajinan Kulit Kerang di Pantai Teluk Penyu Cilacap)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama usaha, jam kerja dan modal terhadap pendapatan wanita perajin kerajinan kulit kerang di Pantai Teluk Penyu Cilacap dan sumbangan pendapatan wanita perajin kerajinan kulit kerang terhadap pendapatan rumah tangga.. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Data diperoleh dari hasil wawancara dan penyebaran kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Logaritma Natural Berganda dengan model statistik untuk pengujian secara parsial menggunakan uji t dan secara simultan menggunakan uji F. Untuk mengetahui penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian ini di gunakan Uji Multikolinearitas, Uji Autokorelasi, dan uji Heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa variabel lama usaha, jam kerja dan modal secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Sedangkan berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa variabel lama usaha, jam kerja dan modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan wanita perajin kerajinan kulit kerang di Pantai Teluk Penyu Cilacap. Dan pendapatan wanita perajin kerajinan kulit kerang memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumah tangga. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya differensiasi upah bagi wanita perajin yang berstatus sebagai pekerja dilihat dari lama usahanya, meningkatkan modal melalui kredit modal kerja untuk mengembangkan usaha, peningkatan kuantitas produksi dengan jalan peningkatan jam kerja terutama pada hari-hari tertentu (akhir pekan dan hari raya). | SUMMARY This research entitled "FACTORS AFFECTING INCOME WOMEN IN INFORMAL SECTOR role against HOUSEHOLD INCOME (Case Study on Female Leather Craft Shell in the Teluk Penyu Beach Cilacap)". The purpose of this research was to determine the effect of the duration in running business, working hour and capital to income women artisans craft shells in the Teluk Penyu Beach and contribution income women artisans craft shells on household income . This research was conducted with survey method. Data obtained from interviews and distributing questionnaires. Double natural logarithm regression is used in this research, in which t test and F test are used. Multicolinearity test, Autocorrelation test, heteroskedastisity test are used to know the classical assumption deviation in this research. Based on F test calculation, it is found that the variable of duration in running business, working hour and capital significantly influence income women artisans craft shells in the Teluk Penyu Beach, while based on t test it is found that the duration in running business, office hour and capital, partially have a significant influence. And income women artisans craft shells provide a major contribution to the household income. The implication of this research is the need for differentiation of wages for women artisans working status as seen from the old business, raise capital through capital loans to grow their business, increase the quantity of production with increased work hours, especially on certain days (weekends and public highway. | |
| 11203 | 4124 | A1G005015 | KAJIAN KOMPARATIF USAHATANI PADI SEBELUM, SAAT DAN SETELAH PTT (PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU) DI KECAMATAN LUMBIR KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses pengelolaan usahatani sebelum adanya PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu), saat pelaksanaan PTT dan usahatani setelah PTT, 2) Perbedaan biaya per hektar usahatani padi sebelum adanya PTT, pada saat PTT dan setelah pelaksanaan PTT, 3) Perbedaan hasil produksi per hektar usahatani padi sebelum adanya PTT, pada saat PTT dan setelah pelaksanaan PTT, 4) Perbedaan pendapatan per hektar usahatani padi sebelum adanya PTT, pada saat PTT dan setelah pelaksanaan PTT. Sasaran penelitian ini adalah petani penerima program PTT usahatani padi sawah musim tanam Desember 2008 sampai Maret 2009 di Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis biaya usahatani dan analisis pendapatan usahatani. Untuk pengujian hipotesis menggunakan analisis of varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi sawah pada musim hujan sebelum menggunakan PTT, saat menggunakan PTT dan setelah menggunakan PTT ada perbedaan yang cukup jelas terutama pada penggunaan biaya yaitu sebelum PTT sebesar 11.013.875, saat pelaksanaan PTT sebesar Rp. 11.316.470 dan setelah adanya PTT sebesar Rp. 11.985.550 Jumlah produk dan pendapatan usahatani padi sebelum PTT, pada saat PTT dan setelah PTT tidak ada perbedaan yang jelas yaitu sebelum adanya PTT besarnya jumlah produk usahatani padi sebesar 4.742 kg, saat pelaksanaan PTT sebesar 5.016 kg dan setelah adanya PTT sebesar 4.910 kg. Sebelum adanya PTT besarnya pendapatan usahatani padi sebesar Rp. 8.784.380, saat pelaksanaan PTT sebesar Rp. 9.749.470 dan setelah adanya PTT sebesar Rp. 9.370.775. | This study aims to determine: 1) Process of farm management before the ICM (Integrated Crop Management), ICM and execution time farming after ICM, 2) the difference in cost per hectare of rice farming before the ICM, PTT during and after the implementation of ICM, 3) the difference in per hectare production of rice farming before the ICM, ICM during and after the implementation of the ICM, 4) differences in income per hectare of rice farming before the ICM, ICM during and after the implementation of the ICM. Objectives of this study were farmers receiving farm program ICM rice planting season in December 2008 until March 2009 in Lumbir Kabupaten Banyumas. The analysis method used is descriptive analysis, the cost of farming and farm income analysis. To test the hypothesis using analysis of variance. The results showed that rice farming in the rainy season before using ICM, ICM when using and after using the ICM there are significant differences, especially in the use of cost that is before the ICM at Rp. 11,013,875, while ICM implementation of Rp. 11,316,470 and after the ICM is Rp. 11,985,550. Total rice production and farm income before ICM, ICM during and after ICM there was no significant difference in the pre-existence of the large number of ICM production of 4742 kg of rice farming, while the implementation of ICM at 5016 kg and after the ICM at 4910 kg. Prior to the ICM amount of rice farming income of Rp. 8,784,380, while ICM implementation of Rp. 9,749,470 and after the ICM is Rp. 9,370,775. | |
| 11204 | 4136 | G1A008015 | EFEK PEMAKAIAN DEPO MEDROKSIPROGESTERON ASETAT (DMPA) TERHADAP DISLIPIDEMIA DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | DMPA merupakan kontrasepsi yang mengandung progesteron sintetis dan paling banyak digunakan karena mempunyai angka kegagalan yang rendah. Penggunaan jangka panjang DMPA tiap 3 bulan secara intra-muskular dapat menginduksi perubahan metabolisme lipid yang meliputi kenaikan kolesterol total, trigliserida, LDL (Low Density Lipoprotein) dan penurunan HDL (High Density Lipoprotein). Perubahan profil lipid tersebut disebut dislipidemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan DMPA dengan dislipidemia. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 sampel yang terdiri dari 30 sampel pengguna DMPA dan 30 sampel pengguna IUD di kecamatan Purwokerto Utara. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square) dan multivariat (Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengunaan DMPA (nilai p<0,005) dengan penurunan kadar HDL (p=0,015; 95%CI=1,272-12,578) dan peningkatan kadar Trigliserida (p=0,020; 95%CI=1,172-30,725). Tidak terdapat hubungan antara penggunaan DMPA dengan peningkatan kadar kolesterol total dan kadar LDL. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan penggunaan DMPA dengan dislipidemia (p=0,045; 95%CI=0,998-11,139). Analisis multivariat menunjukan waist circumference (lingkar pinggang) memiliki hubungan dengan dislipidemia (p=0,003; 95%CI=3,094-245,858). | DMPA (Depo Medroxyprogesterone Acetate) is a contraceptive that contains synthetic progesterone and most widely used because it has a low failure rate. Long-term use of DMPA every 3 months by intra-muscular could induce changes in lipid metabolism including increases in total cholesterol, triglycerides, LDL and decreased HDL. This condition was known as dyslipidemia. The purpose of this study was to evaluate the effect of DMPA on dyslipidemia. This study included in the observational study with cross sectional approach. The number of samples in this study were 60 samples consisting of the 30 samples of DMPA users and 30 samples of IUD users in the district of North Purwokerto. Analysis of the data included univariate, bivariate (Chi-square test) and multivariate (double logistic regression). The results showed the association of use of DMPA (p <0.005) with decreased levels of HDL (p = 0.015; 95% CI = 1.272 -12.578) and elevated levels of triglycerides (p = 0.020; 95% CI = 1.172-30.725). There was no association between the use of DMPA (p ≥ 0.005) with elevated levels of total cholesterol and LDL. The results also showed an association with the use of DMPA and dyslipidemia (p = 0.045; 95% CI = 0.908 -11.139). Multivariate analysis showed waist circumference related to dyslipidemia (p=0,003; 95%CI=3,094-245,858). | |
| 11205 | 4126 | C1B007076 | Pengaruh Stres Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Eks-Kotatip Purwokerto | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja, stres kerja terhadap komitmen organisasi, kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi, stres kerja terhadap turnover intention, kepuasan kerja terhadap turnover intention, komitmen organisasi terhadap turnover intention, komitmen organisasi sebagai variabel mediasi hubungan stres kerja terhadap turnover intention, komitmen organisasi sebagai variabel mediasi hubungan kepuasan kerja terhadap turnover intention, dan menganalisis perbedaan turnover intention karyawan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Eks-Kotatif Purwokerto. Sampel yang digunakan adalah karyawan karyawan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Eks-Kotatif Purwokerto sebanyak 175 responden. Adapun metode yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah dengan menggunakan metode aksidental sampling, sementara metode analisis data yang digunakan adalah analisa regresi linier berganda, dengan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 19.0. Hasil pengujian terhadap hipotesis, menunjukkan bahwa: 1). stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja, 2). stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, 3). kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, 4). stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention, 5). kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, 6). komitmen organisasi berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention, 7). komitmen organisasi sebagai pemediasi parsial hubungan stres kerja terhadap turnover intention,8). komitmen organisasi sebagai pemediasi parsial hubungan kepuasan kerja terhadap turnover intention, 9). dan tidak ada perbedaan turnover intention karyawan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Eks-Kotatif Purwokerto. Kata kunci : stres kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi, turnover intention | The purpose of this study was to analyze the effect of job stress on job satisfaction, job stress on organizational commitment, job satisfaction on organizational commitment, job stress on turnover intention, job satisfaction on turnover intention, organizational commitment to turnover intention, organizational commitment as a relation mediating variable of job stress on turnover intention, organizational commitment as a relation mediating variable of job satisfaction to turnover intention, and to analyze turnover intention differences of employees in Islamic Banks and Conventional Banks in Eks-Kotatip Purwokerto. The samples used were employees of Islamic Banks and Conventional Banks in Banyumas as many as 175 respondents. The method used for sampling is accidental sampling method, while the method used for data analysis is multiple linear regression analysis, with the help of IBM SPSS Statistics 19.0 program. Result of this research shows that : 1). job stress has negative and significant influence on job satisfaction, 2). job stress did not significantly influence the organizational commitment, 3). job satisfaction did not significantly influence the organizational commitment, 4). job stress has positive and significant influence on turnover intention, 5). job satisfaction did not significantly influence on turnover intention, 6). organizational commitment has negative and significant on turnover intention, 7). organizational commitment as partial relationship mediator of job stress on turnover intention, 8). organizational commitment as partial relationship mediator of job satisfaction on turnover intention, 9). and there are no turnover intention differences between Islamic Banks and Conventional Banks employees in Eks-Kotatip Purwokerto. Keywords: job stress, job satisfaction, organizational commitment, turnover intention | |
| 11206 | 6573 | G1A009048 | PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN EPILEPSI PASCA STROKE ANTARA STROKE HEMORAGIK DAN NON HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang: Epilepsi adalah kelainan neurologis kronik yang insidensinya di seluruh dunia cukup tinggi. Di Indonesia, saat ini sekitar 1,1 juta hingga 1,3 juta penduduk mengidap penyakit epilepsi, epilepsi dapat menyerang laki-laki atau perempuan. Pada usia lanjut penyebab epilepsi dapat dikarenakan oleh penyakit vaskuler yaitu stroke. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka kejadian epilepsi paska stroke antara stroke hemoragik (SH) dan stroke non hemoragik (SNH). Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian menggunakan catatan rekam medik pasien stroke selama 4 tahun dari tahun 2010-2013 dan difollow up, setelah ditemukan catatan rekam medic yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebagai penderita epilepsi paska stroke maka jumlah angka kejadian dapat terlihat.Data dianalisis dengan uji X2. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3621 kasus stroke terdapat 23(0,6%) kasus menderita epilepsi paska stroke, dari 1529 kasus SH sebesar 16 orang (1,4%) mengalami epilepsi dan dari 2115 kasus SNH sebesar 7 orang (0.3%) mengalami epilepsi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan angka kejadian epilepsi paska stroke pada pasien dengan SH dan SNH. Pasien SH memiliki kemungkinan menderita epilepsi paska stroke lebih tinggi dibandingkan pasien SNH | Background: Epilepsy was chronic neurological abnormality that have commonly high insidency all around the world. In Indonesia, now around 1.1 millions up to 1.3 millions people diagnosed as epilepsy, that attacked both men and women. Epilepsy caused by vascular disease, which was stroke. Objective: The aim of the study is know the insidence of post stroke epilepsy between haemorrhagic stroke and non-haemorrhagic stroke. Method:This is a cohort study with 3621 respondens, taken from medical records of RSMS Purwokerto since 2010-2013, according to inclusion and exclusion criteria. Data was analyzed by x2 test. Result: The result showed that from 3621 cases of stroke, there was 23 (0.6%) post stroke epilepsy cases, from 1529 haemorrhagic stroke cases, there was 16 (1.4%) epilepsy cases, and from 2115 non-haemorrhagic stroke, there was 7 (0.3%) epilepsy cases. Conclussion: There was difference of insidency rate of post stroke epilepsy at haemorrhagic stroke and non-haemorrhagic stroke patient. Haemorrhagic stroke patient had some higher probability to get post stroke epilepsy than non-haemorrhagic stroke patient. | |
| 11207 | 4127 | H1D007084 | PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK KLAMPOK SEBAGAI AGREGAT KASAR BETON | Beton banyak diaplikasikan dalam pekerjaan konstruksi bidang sipil diantaranya bangunan gedung, bangunan air, dan transportasi. Pada umumnya agregat kasar beton berasal dari batu kali, namun banyak material jenis lain yang dapat dimanfaatkan sebagai agregat kasar beton. Dalam penelitian ini dicoba penggunaan limbah padat dari industri keramik Klampok sebagai alternatif bahan agregat kasar pada beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh prosentase limbah keramik Klampok sebagai pengganti agregat kasar terhadap nilai kuat tekan beton, dan komposisi prosentase agregat kasar limbah keramik Klampok dan batu pecah mesin yang tepat untuk mendapat nilai kuat tekan optimal. Benda uji yang digunakan berupa beton berbentuk silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm berjumlah 20 buah yang terdiri dari 4 buah silinder beton untuk setiap variasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% agregat limbah keramik Klampok terhadap agregat kasar normal dari batu pecah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton keramik Klampok mempunyai kuat tekan karakteristik sampai lebih rendah 41,89% dari kuat tekan beton normal 0% limbah keramik Klampok. Adapun kuat tekan optimumnya dicapai pada komposisi agregat kasar 50% limbah keramik Klampok 50% batu pecah dengan kuat tekan karakteristik sebesar 17,6888 Mpa. | Concrete widely applied in the field of civil construction work including buildings, waterworks, and transportation. Generally coarse aggregate used in concrete mix is crushed stone, but there was many other types of materials that can be used as coarse aggregate concrete. This research tested the use of industrial solid Klampok ceramic waste as an alternative coarse aggregate in concrete. The purpose of this research was to determine the subtitution effect the percentage of ceramic waste coarse aggregate Klampok to the value of concrete compressive strength, and the right coarse aggregate composition to get the optimal value of compressive strength. The specimens used in this research was concrete cylinder diameter 15 cm and 30 cm high totaling 20 units consisting 4 pieces of concrete cylinders for each variation 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% Klampok ceramic waste aggregate to aggregate normal coarse crushed stone. The result of testing ceramics concrete showed that Klampok ceramics concrete has charateristic compressive strength until lower than 41.89% of normal concrete with Klampok ceramic waste aggregate 0%. The optimum compressive strength reached on the composition of coarse aggregate 50% waste ceramic Klampok and 50% crushed stone with characteristic compressive strength of 17.6888 MPa. | |
| 11208 | 4128 | E1A007276 | Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Kekerasan Fisik (Studi Terhadap Penerapan Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam Putusan No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt) Legal Protection of Victim of Physical Violance Against Children (Study of the Application of Chapter 80 verse (1) Law No. 23 year 2002 of Childs Protection in Case No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt) | Perlindungan anak dibutuhkan guna menjamin kesejahteraan anak. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya untuk bisa hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan terhadap Putusan No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, bahwa Terdakwa Dariman bin Suhad Sanbari telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan terhadap anak dengan korban Uripah binti Ahmadi Damun. Dari hasil analisis Putusan Perkara No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, telah tebukti secara sah da meyakinkan bahwa Dariman bin Suhad Sanbari telah melakukan tindak pidana dengan terpenuhinya unsur-unsur yang terkandung dalam Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Putusan No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun masih belum memberikan perlindungan kepada anak korban tindak pidana, karena putusannya hanya mengakomodir kepentingan dari Terdakwa dan belum mengakomodir kepentingan dari korban guna memberikan perlindungan dan keadilan bagi anak korban kekerasan fisik. Kata kunci: perlindungan anak, korban tindak pidana. | Child protection is needed to ensure the welfare of children. Child protection is all activities to ensure and protect the children and their rights to live, grow, develop and participate optimally in accordance with human dignity and protection from violence and discriminations. Based on research by the author of Application case Number. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, that the defendant Paragraph Dariman bin Suhad Sanbari deliberately persuade children copulating with her, the victim here is Uripah binti Ahmadi Damun. Decision analysis of case Number. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, has been proven legally and convincingly that Paragraph Dariman bin Suhad Sanbari has the committed a crime by fulfillment of the element contained in the article 80 paragraph (1) Child Protection Act. Case Number 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt ruling in accordance with legislation in force, but still not provide protection to child victim of crime, because its decision only to accommodate the interest of the defendant and not interest of victim in order to provide protection after the crime that has happened to the victim. | |
| 11209 | 4123 | G1B008060 | EFEKTIFITAS MEDIA BIOFILTER DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI FILLET IKAN | Kegiatan usaha fillet ikan tidak lepas dari adanya limbah yang dihasilkan. Limbah cair industri hasil perikanan mengandung bahan organik (protein dan lemak) yang tinggi, ditandai dengan Biological Oxygen Demand (BOD) dan Total Suspended Solid (TSS) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas media biofilter Pecahan Batu Bata, Kerikil, Kelereng, dan kombinasi dari ketiganya dalam menurunkan kadar BOD dan TSS limbah cair industri fillet Ikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen (experiment research), dengan model rancangan eksperimen ulang non random. Analisis data menggunakan analisis univariat (deskriptif frekuensi) dan analisis bivariat (F test/Anova). Perhitungan kandungan BOD menggunakan metode Titrasi, sedangkan Kandungan TSS dengan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukan bahwa media biofilter Pecahan Batu Bata 100% yang paling efektif dalam menurunkan kadar TSS dari kadar sebelum 1366,7±226,68 mg/L menjadi 37,63±49,6 mg/L atau dengan keefektifan 96,4% dan BOD sebelum 740,2±20,0 mg/L menjadi 65,6±6,11 mg/L atau dengan keefektifan 91,2%. Hasil tersebut telah memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun 2007 dengan kadar maksimal BOD 100 mg/L dan TSS 100 mg/L. Hal ini menunjukan pengolahan limbah cair fillet ikan dengan menggunakan Biofilter media pecahan batu bata dapat diaplikasikan oleh industry fillet ikan guna mencegah pencemaran badan perairan. | The business activities of the fish fillet is not separated from the waste generated. Fisheries industrial wastewater containing organic matter (protein and fat) is high, marked by Biological Oxygen Demand (BOD) and Total Suspended Solid (TSS) is high. This study aims to determine the effectiveness of the biofilter media Brick, Stone, Marble, and a combination of all three in the lower levels of BOD and TSS effluent fish fillet industry. Kind of research is experimental (research experiment), with a model of non-random re-design experiments. Analysis of data using univariate analysis (descriptive frequencies) and bivariate analysis (F test / Anova). Calculation of BOD content using titration method, while the content of TSS by gravimetric methods. The results showed that the biofilter media bricks 100% of the most effective in lowering the levels of TSS before 1366.7 ± 226.68 mg/L to 37.63 ± 49.6 mg/L or the effectiveness of 96.4% and BOD before 740 , 2 ± 20.0 mg/L to 65.6 ± 6.11 mg/L or the effectiveness of 91.2%. These results have met the quality standards of the Minister of Environment Regulation No. 06 of 2007 with a maximum level of BOD 100 mg/L and TSS 100 mg/L. This suggests waste water treatment fish fillet using media biofilter bricks can be applied by industry to prevent contamination of fish fillet water bodies. | |
| 11210 | 4129 | H1G008011 | UJI TOKSISITAS LETAL DAN SUBLETAL MERKURI KLORIDA (HgCl2) TERHADAP IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) | Merkuri Klorida (HgCl2) merupakan sumber pencemar yang dapat menurunkan kualitas air sungai. Dampak HgCl2 bagi biota perairan bersifat kronis. Penelitian ini berjudul “Uji Toksisitas Letal dan Subletal Merkuri Klorida (HgCl2) Terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio L.)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50-96 jam HgCl2 terhadap ikan mas dan efek subletal HgCl2 melalui perubahan profil darah (jumlah leukosit, eritrosit dan hematokrit). Metode eksperimental diterapkan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dibagi menjadi 3 tahapan yaitu uji pendahuluan, toksisitas letal (LC50-96 jam), dan toksisitas subletal. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Data uji toksisitas letal dianalisis probit dan data uji toksisitas subletal diuji f. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai LC50-96 jam HgCl2 terhadap ikan mas adalah 1,88 ppm. Efek subletal HgCl2 berupa penurunan jumlah eritrosit dan hematokrit, tetapi jumlah leukosit meningkat seiring meningkatnya konsentrasi HgCl2. | Chloride Mercury (HgCl2) is a source of pollutant which can reduce river water quality. HgCl2 impacts on aquatic organisms through their chronic character. This study entitle “The lethal and sub-lethal toxicity test of mercury chloride (HgCl2) on Cyprinus carpio L.” and aims to find LC50-96h of HgCl2 on Cyprinus carpio L., and to find the effect of lethal and sublethal of HgCl2 on blood profile changes (erythrocyte, leucocyte and hematocrit quantity). An experimental method applied Completely Randomized Design, and this study was divided into 3 steps i.e. basic, lethal toxicity (LC50-96 h), and sub-lethal toxicity tests, being run in triplicates. Lethal toxicity test data were probity analyzed and data from sub-lethal toxicity test were F-tested. The result showed that LC50-96h of HgCl2 on Cyprinus carpio L. was 1.88 ppm. The sublethal effect of HgCl2 was demonstrated in erythrocyte and hemathrocyte count decrease, however leucochyte counts increased with increasing HgCl2 concentration. | |
| 11211 | 4137 | B1J007039 | KUALITAS PAKAN FERMENTATIF BERBAHAN KULIT UBI KAYU DENGAN INOKULAN MEP+ UNTUK KULTUR IKAN NILA GESIT ( Oreochromis niloticus L.) | Pakan merupakan komponen penting dalam budidaya ikan. Harga pakan yang relatif mahal sangat memberatkan bagi para petani ikan. Hal ini perlu disikapi agar dapat menekan biaya untuk pakan. Penggunaan bahan limbah seperti dedak, limbah jamur, ampas tahu, onggok, dan kulit ubi kayu dapat dijadikan alternatif untuk menekan kebutuhan tepung ikan. Bahan lokal tersebut mempunyai kendala dari segi nutrisi dan kecernaan, sehingga diperlukan teknologi yang tepat untuk mengatasinya. Peningkatan kualitas pakan dapat dilakukan dengan fermentasi. Cara kerja fermentasi yakni dengan memecah karbohidrat dan asam amino dari makromolekul menjadi mikromolekul, sehingga memudahkan penyerapan nutrisi pakan dalam usus ikan. Penggunaan inokulan MEP+ bertujuan untuk meningkatkan kecernaan pakan, detoksifikasi dan meningkatkan produktivitas ikan nila GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap peningkatan kualitas nutrisi pakan berbahan kulit ubi kayu dengan inokulan MEP+. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis pakan. Variabel tergantung yang diamati kualitas pakan. Parameter utama yang diukur adalah proksimat. Parameter pendukung adalah pertumbuhan ikan nila GESIT. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan nutrisi (protein) pada pakan yang telah difermentasi pada masing-masing perlakuan, A=16,16% menjadi 21,64% dengan selisih 5,45 %, B=13,21% menjadi 15,46% dengan selisih 2,25%, C=9,66% menjadi 11,53% dengan selisih 1,87% dan D=8,34% menjadi 9,87% dengan selisih 1,53%. Hal ini dapat diartikan bahwa fermetasi menggunakan inokulan MEP+ dapat menigkatkan kadar nutrisi pakan, dengan rata-rata peningkatan mencapai 11-15%. Peningkatan kandungan nutrisi ini didukung dengan pertambahan bobot ikan yang bervariasi walau tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. | Feed is an important component in fish farming. However, the relatively high feed prices extremely burdensome for fish farmers. This problem needs to be addressed in order to reduce the cost of feed. The use of local materials such as bran, waste mushrooms, tofu, cassava and cassava peel can be an alternative to reduce the need for imported material. However, these local materials have constraints in terms of nutrition and digestibility, so that needed the right technology to address them. Improving the quality of feed can be done by doing fermentation. Fermentation works by breaking carbohydrates and amino acids from macromolecules to micromolecules, thus facilitates the nutrients absorption of fish feed in the intestines. The use of inoculants MEP+ aims to improve the digestibility of feed, detoxify and boost productivity of tilapia GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia). This study aimed to determine the effect of fermentation on nutritional improvement of cassava feed leather with inoculant MEP+. The study was conducted experimentally by using a Completely Randomized Design (CRD). The independent variable was the type of feed. Observed dependent variable was the feed quality. The primary outcome measured was the proximate level. The supporting parameter was the growth of tilapia GESIT. The results showed there were enhancement levels of nutrients (proteins) in the feed that has been fermented in each treatment increased A=16,15% as 21,64% with different 5,45%, B=13,21% as 15,46% with different 2,25%, C= 9,66% as 11,53% with different 1,87% and D= 8,34% as 9,87% with different 1,53%. This may imply that the fermentation using MEP+ inoculants can increase levels of feed nutrients, with an average 11-15% increase in reach. This improved nutrition is supported by the weight gain of fish that vary in each treatment, although not show significant differences. | |
| 11212 | 4174 | G1A009090 | Perbedaan Waktu Transpor Mukosiliar Hidung pada Perokok Kretek Filter dan Non Filter | Hidung berfungsi sebagai pertahanan lini pertama, terdiri dari silia epitel respirasi dan palut lendir yang membentuk mekanisme transpor mukosiliar (TMS). TMS berfungsi untuk membawa benda asing yang terperangkap dari udara inspirasi ke arah nasofaring. Merokok dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu fungsi sistem tersebut, namun saat ini penggunaan filter pada rokok diyakini dapat mengurangi pajanan rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu TMS hidung pada perokok kretek filter dan non filter. Jenis rokok ditentukan berdasarkan kuesioner dan daftar pertanyaan, dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu perokok kretek filter dan kretek non filter. Pengukuran waktu TMS menggunakan uji sakarin. Partikel sakarin (1 mm) diletakkan di ujung depan konka inferior, kemudian waktu diukur sampai terdapat rasa manis di tenggorokan dalam satuan menit. Uji komparatif perbedaan waktu TMS pada rokok kretek filter dan non filter dengan desain penelitian cross sectional menggunakan uji T tidak berpasangan untuk analisis beda rerata waktu TMS dengan jenis rokok. Jumlah sampel 58 orang, 29 orang perokok kretek filter dan 29 orang perokok kretek non filter. Hasil penelitian adalah p > 0,05 untuk waktu transpor mukosiliar antara perokok kretek filter dan non filter, dengan rerata perokok kretek filter 12,02 menit (SD ± 3,08) dan perokok kretek non filter 11,53 menit (SD ± 3,69). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna waktu TMS antara perokok kretek filter dan non filter. | The nose serves as a first line of defense, consisting of respiratory epithelial cilia and mucus in mucociliary transport (MCT) mechanism. MCT brings foreign object from air inspiration to nasopharynx. Smoking in a certain period of time impair the function, but this time filters on cigarettes believed to reduce exposure of cigarettes. The objective is to determine the difference of nasal MCT in filter and non filter kretek smokers.Type of cigarette is determined by questionnaire and a list of questions, grouped into 2 groups, filter and non filter kretek smokers. Measurement of nasal MCT time by the saccharin test. Saccharin particle (1 mm) is placed at the front end of the inferior conchae, and then measured the time until there is sweetness in the throat in minutes. Comparative test of nasal MCT differences on filter and non filter kretek smokers with cross sectional design using unpaired T test for the analysis of the mean difference MCT time to the type of cigarettes. The number of sample is 58 people, 29 people of filter kretek smokers and 29 people of non filter kretek smokers. The Result is p> 0.05 in MCT time between filter and non filter kretek smokers, filter kretek smokers with a mean 12,02 minutes (SD ± 3,08) and non filter kretek smokers 11,53 minutes (SD ± 3,69). There was no significant difference in MCT time between filter and non filter kretek smokers. | |
| 11213 | 4131 | G1A009083 | HUBUNGAN GANGGUAN NAPAS SAAT TIDUR (OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA) DENGAN KEJADIAN STROKE DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang : Stroke merupakan penyebab kematian utama urutan kedua pada kelompok usia di atas 60 tahun. Sebanyak 2-5% penduduk dunia mengalami gejala OSA (Obstructive Sleep Apnea). Penelitian epidemiologik, mendapatkan kejadian OSA yang sering kali berhubungan dengan berbagai penyakit kardiovaskular maupun serebrovaskular. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara gangguan napas saat tidur (obstructive sleep apnea) dengan kejadian stroke di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan November-Januari. Data penelitian bersumber dari rekam medis dan wawancara. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 93 pasien stroke dan 93 pasien tidak stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel bebas adalah OSA, variabel tergantung adalah Stroke, sedangkan variabel perancu adalah diabetes mellitus, merokok, dan genetik. Analisis statistik yang digunakan adalah uji bivariat chi square dan uji multivariat regresi logistik. Hasil : Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara OSA dan riwayat keluarga dengan kejadian stroke dengan nilai p=0,005 dan p= 0,000, sedangkan diabetes dan meroko tidak berhubungan dengan kejadian stroke dengan nilai p masing-masing 0,098 dan 0,759. Hasil uji regresi logistik menunjukan OSA mempunyai hubungan dengan kejadian stroke dengan nilai p=0,003 dan RP= 2,644 ( 95% CI= 1,381 – 5,083 ). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara gangguan napas saat tidur (obstructive sleep apnea) dengan kejadian stroke di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Background : Stroke is the second leading cause of death in the age group above 60 years old. Prevalence of OSA (Obstructive Sleep Apnea) in the world population is 2-5%. Epidemiologic studies stated that the incidence of OSA often associated with various cardiovascular and cerebrocascular diseases. Purpose : This study aimed to analyze the association between obstructive sleep apnea with the incidence of stroke in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital. Methods : This was an observational analysis study with cross sectional design was used to performed this study. Research to conducted during November 2012-January 2013. The data was collected from medical records and interviews. The number of respondents were 93 stroke patients and 93 patients who did not have stroke. Both of them met the inclusion criterias. The independent variable was OSA, the dependent variable was stroke, while the confoundings were diabetes mellitus, smoking, and genetic. Statistical analysis used were bivariate chi-square and multivariate logistic regression test. Results: The result of chi-square showed that there was an association between OSA and family history with stroke with P=0,005 and P= 0,000, whereas diabetes and smoking were not associated with stroke incidence with p value respectively 0,098 and 0,759. The result of logistic regression showed OSA had an association with the incidence of stroke with P=0,003 and RP=2,644 (95% CI=1,381 – 5,083). Conclusion : There was an association between obstructive sleep apnea and the incidence of stroke in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital. | |
| 11214 | 4132 | A1C008028 | Optimasi Kombinasi Penggunaan Lahan Dalam Memaksimalkan Pendapatan Petani Sayuran Organik Studi Kasus Di Paguyuban Gerakan Rakyat Gunung Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas | Sayuran merupakan komoditas holtikutura yang dikonsumsi masyarakat sebagai sumber gizi dan kesehatan serta berperan penting di dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia. Paguyuban Gerakan Rakyat Gunung di Desa Melung sejak November 2009 telah merintis usaha Agrowisata berbasis pertanian organik khususnya tanaman sayuran. Jenis sayuran yang diusahakan adalah caisim, pakcoy, bayam hijau, bayam merah, sawi, kangkung dan bawang daun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan serta menganalisis kombinasi penggunaan lahan optimal yang menghasilkan pendapatan maksimal pada usahatani sayuran organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Bayumas pada bulan Mei – Juni 2012 dengan menggunakan metode analisis biaya dan pendapatan serta analisis program linier yang menggunakan software POM – QM. Berdasarkan hasil analisis biaya dan pendapatan, diketahui bahwa biaya produksi total rata-rata per luas garapan yang dikeluarkan oleh petani sayuran organik sebesar Rp110.788,55 atau apabila dihitung per 1000 m2 sebesar Rp973.164,72, dengan penerimaan sebesar Rp205.928,57 atau per 1000 m2 sebesar Rp1.808.873,08, sehingga diperoleh pendapatannya sebesar Rp95.140,02 atau per 1000 m2 sebesar Rp835.708,36. Hasil analisis program linier menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan lahan yang optimal untuk usahatani sayuran organik adalah dengan mengusahakan sayuran jenis caisim dengan luasan lahan 1.107,44 m2 dan pakcoy dengan luasan lahan 486,37 m2 sehingga diperoleh pendapatan yang maksimal yaitu sebesar Rp.1.732.583,00. | Vegetable is includes as holticulture comodity that usually consume by society as source of nutrient and health and also gets essential role in Indonesian agricultural sector development. Paguyuban Gerakan rakyat Gunung at Desa Melung since November 2009 have exalted to cultivate basis organic agriculture specialize in vegetable plants. Vegetable type is caisim, pakcoy, green spinach, red spinach, chinese cabbage, amaranth and leaf onion. The objectives of this study were to analyze the flow of cost and income and to analyze the optimal combination in land use that result maximal income on organic vegetable farm work in one planting season. The research conducted in Melung Village Kedungbanteng District Banyumas Regency From May until June 2012. The analysis methods used is cost and income analysis and linear programming which was using the POM – QM software to maximize the revenue of farmers in one planting season. Based on analysis of cost and income, known that average total production cost per garapan’s that used by organic vegetable farmer is Rp110.788,55 or if are accounted about 1000 m 2 as big as Rp973.164,72 , with revenue Rp205.928,57 or about 1000 m 2 as big as Rp1.808. 873,08 , so gotten its income is Rp95.140,02 or about 1000 m 2 as big as Rp835.708,36. The result of linear program analysis showed that the optimal combination in land use for organic vegetable farm work were conducting Caisim 1.107,44 m2 and pakcoy 486,37 m2 and got maximal income Rp.1.732.583,00. | |
| 11215 | 4143 | H1G008010 | BIOSORPSI ION LOGAM BERAT Pb OLEH Padina sp. PADA pH DAN WAKTU KONTAK YANG BERBEDA | Pencemaran perairan yang bersumber dari logam berat semakin meluas, akibatnya dapat menimbulkan efek negatif bagi organisme perairan dan manusia. Sebagai upaya penanggulangan pencemaran logam berat Pb, biosorpsi dapat dijadikan alternatif yang baik dalam mengurangi pencemaran logam berat. Biosorpsi merupakan salah satu proses penanggulangan pencemaran perairan dengan menggunakan berbagai biosorben untuk mengurangi ion logam berat. Salah satu biosorben yang dapat digunakan yaitu rumput laut, karena memiliki senyawa bioaktif untuk menyerap logam berat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pH optimum, waktu kontak optimum dan kapasitas penyerapan ion logam Pb oleh Padina sp. Kapasitas optimum didapatkan dengan cara memvariasikan pH dan waktu kontak, dengan variasi pH yaitu 4, 5, 6, 7, dan 8, sedangkan variasi waktu kontak yaitu 6, 9, 12, 15, dan 18 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum untuk biosorpsi ion logam Pb oleh Padina sp. adalah pH 5, sedangkan waktu kontak optimum yaitu 6 jam. Kapasitas penyerapan ion logam Pb sebesar 9,9708 mg/g dengan persentase pengurangan konsentrasi ion logam Pb sebesar 97,7%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, rumput laut Padina sp. dapat menjadi salah satu biosorben alternatif untuk mengurangi limbah yang mengandung logam berat Pb sebelum memasuki perairan dengan metode biosorpsi. | Water pollution generated from heavy metal widespread, resulting in negative effects on aquatic organisms and humans. In order to control heavy metal Pb pollution, biosorption could be a good alternative in reducing heavy metal. Biosorption is a prevention way against water pollution by using various biosorbents to reduce heavy metal ions. One of the biosorbent can be used and the seaweed, as it has a bioactive compound to absorb heavy metals. The purpose research was to find the optimum pH and contact time and the capacity of Pb absorption by Padina sp. The optimum capacity was found with pH variation, i.e. 4, 5, 6, 7, and 8, and different contact time, i.e. 6, 9, 12, 15, and 18 hours. The results showed that the optimum pH for biosorption of Pb metal ions by Padina sp. was 5, while the optimum contact time was 6 hours. Metal ion uptake capacity of Pb was at 9.9708 mg/g with a reduction of the metal ion concentration of 97.7%. In conclusion, seaweed Padina sp. could be used as an alternative biosorbent in reducing waste containing heavy metals Pb before entering waters with biosorption method. | |
| 11216 | 4144 | G1G008006 | KAJIAN IN VITRO KONSENTRASI HAMBAT MINIMAL CAMPURAN KALSIUM HIDROKSIDA (1,6%) DAN KLORHEKSIDIN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis | Tujuan utama perawatan saluran akar adalah untuk menghilangkan mikroba dan produknya dari sistem saluran akar. Mikroorganisme dalam saluran akar adalah polimikroba yang didominasi oleh bakteri anaerob. Salah satu bakteri yang mampu bertahan dan menyebabkan kegagalan perawatan saluran akar adalah Enterococcus faecalis. Kalsium hidroksida (Ca(OH)2) merupakan medikamen saluran akar yang sering digunakan, namun penggunaan medikamen ini dinilai tidak lagi efektif dalam menghilangkan E. faecalis. Penambahan klorheksidin diharapkan mampu meningkatkan efektivitasnya terhadap bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimal dari campuran Ca(OH)2 (1,6%) dan klorheksidin berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan E. faecalis dan membadingkan daya hambat dari masing-masing kelompok pengujian. Uji antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi pada media MHA. Larutan uji berasal dari Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,003125%, 0,00625%, 0,0125%, 0,025%, 0,05%, 0,1%, dan 0,2% dengan kontrol negatif aquades steril dan kontrol positif NaOCl 5,25%. Dilakukan pula pengujian pada Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,2%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi hambat minimal (KHM) campuran Ca(OH)2 dan klorheksidin diperoleh pada konsentrasi Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,00625%. | The main goal of root canal treatment is to eliminate microorganism and their products from the root canal system. Microorganisms in root canal are polymicrobial dominated by anaerobic bacteria. One of the bacteria which able to survive and cause failure of root canal treatment is Enterococcus faecalis. Calcium hydroxide (Ca(OH)2) is the most widely used canal dressing material, but the use of Ca(OH)2 is considered no longer effective in eliminating E. faecalis. The addition of chlorhexidine is expected to increase its effectiveness against bacteria. This study aims to determine the minimal inhibitory concentration of the mixture of 1.6% Ca(OH)2 and various concentration of chlorhexidine to the growth of E. faecalis and compare the inhibition effect of each test group. Antibacterial test was conducted in vitro using the diffusion method on MHA media. Test solution was made from 1.6% Ca(OH)2 and 0.003125%, 0.00625%, 0.0125%, 0.025%, 0.05%, 0.1%, and 0.2% chlorhexidine with sterile distilled water as negative control and 5.25% NaOCl as positive control. This study also conducted tests on 1.6% Ca(OH)2 and 0.2% chlorhexidine. The results showed a minimum inhibitory concentration (MIC) of the mixture of Ca(OH)2 and chlorhexidine was obtained at 1.6% Ca(OH)2 and 0.00625% chlorhexidine. | |
| 11217 | 4133 | H1C008002 | STUDI PENGARUH HARMONIK DARI ARUS KELUARAN INVERTER PADA UNJUK KERJA SISTEM OPEN-LOOP VARIABLE SPEED DRIVE MOTOR INDUKSI TIGA FASA TIPE SANGKAR TUPAI | Keandalan mesin motor induksi seringkali kurang baik karena adanya harmonisa arus dan tegangan yang timbul akibat beban non linear yang terdapat pada inverter. Salah satu aplikasi dari inverter adalah Variabel Speed Drive (VSD) untuk mengatur kecepatan motor induksi dengan mengubah nilai tegangan atau frekuensi pada inverter. Fenomena harmonisa ini membawa kerugian dalam proses industri yang menggunakan VSD dan motor induksi, karena tidak semua inverter yang dipakai menghasilkan gelombang sinusoidal. Dalam penelitian tugas akhir ini akan menunjukan pengaruh harmonisa terhadap kinerja dari motor induksi tipe sangkar tupai dilihat dari nilai kecepatan, torsi dan efisiensi dengan melakukan penelitian pada laboratorium dan mensimulasikannya pada software PSIM Professional Version 9.0.3.400. Kenaikan nilai harmonisa mengakibatkan kenaikan pada nilai kecepatan sebesar 1.41%, kenaikan torsi hingga 1.81 Nm, dan penurunan efisiensi 1-5%, harmonisa juga mengakibatkan ripple pada torsi lebih besar 2-5 kali lipat, hal ini mengakibatkan kecepatan motor tidak stabil dan menimbulkan getaran serta motor cepat panas. | Induction motor reliability is often poor because of the current and voltage harmonics are present from the inverter. An application of the inverter is in Variable Speed Drive (VSD) to control the speed of an induction motor by changing the voltage or frequency of the inverter. This phenomenon brings harmonic losses in the process industry using VSD and induction motors, because not all inverters produce a pure sinusoidal wave. This research study the effect of harmonics on the performance of squirrel cage induction motor type i.e. the speed, torque and efficiency by conducting research in the laboratory and simulating in PSIM Professional Version 9.0.3.400 software. The increase in the value of harmonics resulting an increase in the value of speed 1.41%, an increase in the value of torque 1.81 Nm, and decreased of efficiency 1-5%, the harmonics also resulted torque ripple 200-500%, this results to an induction motor speed becomes unstable, arising engine vibration and fast heat. | |
| 11218 | 4146 | C1L009006 | INFLUENCE OF LOCAL GOVERNMENT’S FINANCIAL PERFORMANCE ON SOCIETY WELFARE IN CENTRAL JAVA | Penelitian ini berjudul "Influence of Local Government’s Financial Performance on Society Welfare in Central Java". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah ada pengaruh antara kinerja keuangan pemerintah daerah dengan kesejahteraan masyarakat (yang diwakili oleh angka harapan hidup, tingkat pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan). Indikator kesejahteraan masyarakat diambil dari index pengembangan manusia (IPM) by United Nation Development Programme. Sedangkan kinerja keuangan pemerintah daerah diukur dengan menggunakan rasio kemandirian fiskal, rasio effisiensi, rasio efektivitas, rasio pertumbuhan dan opini BPK. Rasio-rasio keungan tersebut diambil dari Halim dalam Nurhayati (2011), Ahmad (2011), dan International City/Country Management Associations (ICMA). Penelitian ini dilakukan di Jawa Tengah, dengan menggunakan 35 pemerintah daerah (kota dan kabupaten) sebagai sampel melalui metode sampel jenuh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekuder dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011. Sebagai elemen yang palin penting di dalam kegiatan pembangunan. Bukan hal yang baru jika kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola dan menggunakan sumberdaya keuangan menjadi fokus yang diaudit oleh BPK. Sebagai lembaga penilai, BPK memang hanya fokus pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Padahal tujuan utama dari kegiatan pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka merupakan hal yang penting juga untuk menilai kinerja pemerintah daerah dari perkspektif sejauh mana mereka mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kinerja keuangan pemerintah daerah dengan tingkat, pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan. Hal ini sesuai dengan Hamzah (2007) yang menyatakan bahwa kinerja keuangan yang baik dapat mendatangkan kesejahteraan masyarakat. | This research entitled "Influence of Local Government’s Financial Performance on Society Welfare in Central Java". The objective of this research is to find out the influence of local government’s financial perfromance toward society welfare indicators (which is represented by life expectancy, education, unemployment, and poverty). Society welfare indicators are taken from human development index (HDI) by United Nation Development Programme (UNDP). Local government’s financial performance proxied by ratio of financial independency, efficiency ratio, effectiveness ratio, growth ratio, and BPK’s opinion. These financial ratios are taken from Halim in Nurhayati (2011), Ahmad (2011), and International City/Country Management Associations (ICMA). This research is done in Central Java, with all 35 local governments (regencies and municipals) the sampling method using saturated sampling method. The data used in this research are secondary data from 2008 until 2011. As the most important element in the development activities. It is a common thing that local government’s ability to manage and utilize financial resources is audited by BPK. As the assessment body, BPK just focus on the local government’s financial performance. Whereas the main objective of development activity is to bring welfare for the society. So it is important to evaluate local government’s performance based on their ability to bring welfare for the local society. The result of this research describe there is significant influence of local government’s financial performance toward education, unemployment, and poverty. It is in line with Hamzah (2007) which stated that good financial performance may generate good local society welfare. | |
| 11219 | 4147 | G1B007127 | EFEKTIFITAS PENGGUNAAN KOMBINASI ZEOLIT DENGAN PASIR KUARSA DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR GALI DI DESA ADISARA | Air sumur gali merupakan sumber air tanah yang sering digunakan masyarakat Indonesia dan mudah terkontaminasi. Fe adalah logam berat yang banyak terdapat dalam air tanah dan dapat mengakibatkan timbulnya rasa, warna kuning, pengendapan pada dinding pipa, pertumbuhan bakteri besi, kekeruhan serta dapat mengganggu kesehatan sehingga perlu dilakukan upaya penurunan kadar Fe dengan penggunaan filter. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar Fe yang dihasilkan setelah menggunakan variasi kombinasi zeolit dan pasir kwarsa, Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan rancangan penelitian adalah postest dengan kontrol, 3 perlakuan dan 5 pengulangan, meliputi berbagai variasi kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 25%:75%, 50%:50% dan 75%:25% dari pengulangan tersebut diperoleh 20 sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Anova one way dan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar Fe setelah melalui kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 25%:75% adalah 0,52, kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 50%:50% adalah 0,55 dan kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 75%:25% adalah 0,4. Hasil analisis penurunan yang paling efektif adalah menggunakan kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 75%:25% karena memiliki nilai p-value yang terbesar yaitu 0,142 yang signifikan dibandingkan untuk kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 25%:75% sebesar 0,004 dan kombinasi zeolit dan pasir kwarsa 50%:50% sebesar 0,000. Masyarakat dapat menggunakan kombinasi zeolit dan pasir kuarsa 75%: 25% untuk mengurangi kadar Fe, selain ekonomis harganya dan juga banyak tersedia di alam. | Dug wells water are a source of groundwater that is often used by the people of Indonesia and easily contaminated. Fe is a lot of heavy metals contained in groundwater and could result in taste, yellow color, the deposition on the pipe wall, the growth of iron bacteria, turbidity and can damage the health so it needs to be an effort to decrease levels of Fe with the use of filters. This study aims to find differences in levels of Fe produced after using a variety of combinations of quartz sand and activated charcoal filters, differences in levels of Fe obtained with drinking water quality standards as well as the thickness of the most effective in lowering levels of Fe. This type of research is a true experiment with the study design is Postest With Only Control Group Design, with 3 treatments and 5 repetitions, covering a wide variety of combinations of quartz sand and activated charcoal filters 25%: 75%, 50%: 50% and 75%: 25 from obtained gets 20 samples. The analysis used was univariate and bivariate analysis using Anova one way and paired t test. The results showed that the average Fe content decreased after a combination of zeolite and quartz sand 25%: 75% is 0.52, a combination of zeolite and quartz sand 50%: 50% is 0.55 and the combination of zeolite and 75% quartz sand: 25% was 0.4. The results of the analysis of the decline of the most effective is to use a combination of zeolite and quartz sand 75%: 25% because they have the largest p-value is 0.142 significant compared to the combination of zeolite and quartz sand 25%: 75% at 0.004 and the combination of zeolite and quartz sand 50%: 50% of 0.000. For Communities can use a combination of zeolit and quartz sand 75%:25% to decrease levels of Fe, economical addition to the price which is also widely available in nature. | |
| 11220 | 4148 | D1F010002 | UKURAN VITAL TUBUH CEMPE PRA SAPIH DAN HUBUNGANNYA DENGAN BOBOT TUBUH BERDASARKAN TIPE KELAHIRAN PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran vital tubuh cempe pra sapih peranakan etawah yang meliputi panjang badan, lingkar dada, dalam dada dan tinggi badan, membandingkan ukuran vital tubuh cempe pra sapih peranakan etawah berdasarkan tipe kelahiran, dan mengetahui hubungan ukuran vital tubuh dengan bobot tubuh cempe pra sapih peranakan etawah di kelompok ternak “PEGUMAS” Kecamatan Gumelar. Materi yang digunakan adalah cempe pra sapih kambing peranakan etawah di kelompok tani ternak “PEGUMAS”, Kecamatan Gumelar sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 ekor, yang dikelompokkan berdasarkan tipe kelahiran yaitu kelahiran tunggal sebanyak 20 ekor (P1), kelahiran dua sebanyak 20 ekor (P2), dan kelahiran tiga sebanyak 20 ekor (P3). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tipe kelahiran tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap panjang badan, lingkar dada, dalam dada, tinggi badan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tipe kelahiran berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap bobot tubuh. Secara numerik cempe asal kelahiran tunggal memiliki bobot tubuh paling berat dibanding cempe asal kelahiran kembar. Hubungan antara panjang badan, lingkar dada, dalam dada, dan tinggi badan dengan bobot tubuh memiliki persamaan regresi sebagai berikut : Y = -14,37 + 0,12 X1 + 0,27 X2 - 0,19 X3 + 0,23 X4 | ABSTRACT The purposes of this study were to determine the body’s vital size of pre-weaned etawah lambs that include the length of body, girth circumference, the depth of chest and height at wither, and to compare the size of the body's vital of pre-weaned etawah lambs by the types of birth and to know the relationship between the size of the body’s vital and the body weight at the Pegumas farmer group. The puposive sampling was used in this survey with a total sampels of 60 pre-weaned etawah lambs were chosen according to birth types (singgle, twin and triplet). The samples were consisted of 20 single born (P1), 20 twins (P2), and 20 triplet (P3). The statistical analysis of variance showed that the type of birth had no significant effect (P> 0.05) on body length, girth circumference, the depth of chest and body height. In addition, the statistical analyses showed that the type of birth significantly affected (P<0.05) body weight. Numerically, single births had the heaviest weight compared to the twin or triplet born lambs. The relationship of the length of body, girth circumferences, the depth od chest, the height of withers with body weight had regression equation as follows: Y = -14.37 + 0.12 X1+ 0.27X2-0.19X3 + 0.23X4 |