Artikelilmiahs

Menampilkan 11.201-11.220 dari 48.996 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
112014117F1F007135COHESION AND COHERENCE ANALYSIS ON NEWS ARTICLE IN THE
JAKARTA POST
(A Study on News Article: The Issue of Yogyakarta‟s Governor Direct Election in The
Jakarta Post Online Entitled SBY, Sultan ‘must meet’ to end debate on Yogyakarta)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanda–penanda kohesi yang
ditemukan dalam artikel berita mengenai isu pemilihan Gubernur Yogyakarta secara
langsung dalam The Jakarta Post online yang berjudul SBY, Sultan ‘must meet’ to end
debate on Yogyakarta, dan untuk menjelaskan Kontribusi penanda-penanda kohesi tersebut
dalam menciptakan koherensi pada artikel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif untuk menganalisis dan memproses data. Data dalam penelitian ini
adalah penanda kohesi yang terdapat dalam 24 paragraf yang mana paragraf ke-24 berada
pada sub-judul. Penanda-penanda kohesi yang ditemukan tersebut dianalisis terhadap
koherensi artikel. Disimpulkan bahwa artikel yang berhubungan dengan isu pemilihan
Gubernur Yogyakarta secara langsung dalam The Jakarta Post online yang berjudul SBY,
Sultan ‘must meet’ to end debate on Yogyakarta merupakan teks yang koheren karena
terdapat penanda-penanda kohesi, penanda kohesi gramatikal dan lexikal. Penanda-penanda
kohesi yang ditemukan dalam artikel ini memiliki hubungan semantis dalam tiap paragraf
dan juga antar paragraf yang menjadikan paragraf-pargraf tersebut koheren.
Abstract: The goals of this paper are to describe cohesive devices found in news article
related to the issue of Yogyakarta’s Governor direct election in The Jakarta Post online
entitled SBY, Sultan ‘must meet’ to end debate on Yogyakarta, and to explain the contribution
of cohesive devices found in creating coherence on the article. The research employed a
Descriptive Qualitative Method to analyze and to process the data. The data are cohesive
devices laid on 24 paragraphs of the article in which the 24th paragraph of those paragraphs
is in the subheading. Then, the cohesive devices found are analyzed on the coherence of the
article. The result of data analyses shows that the article related to the issue of Yogyakarta’s
Governor direct election in The Jakarta Post online entitled SBY, Sultan ‘must meet’ to end
debate on Yogyakarta is categorized as a coherent text because of the occurrences of
cohesive devices, grammatical and lexical cohesive devices. The occurrences of cohesive
devices in the article make the semantic relations within the paragraph and also among the
paragraphs that create the coherence on the paragraphs.
112024118G1A009003Perbedaan Jumlah Asupan Energi Antara Remaja Desa dan Kota di Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Permasalahan gizi yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan produktifitas remaja meningkat dewasa ini. Permasalahan tersebut terjadi akibat beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal lebih menekankan kepada aspek fisik dan psikososial remaja. Sementara faktor eksternal yang dapat mempengaruhi asupan gizi seorang remaja seperti lokasi tempat tinggal (lingkungan), akses fisik, teknologi, dan latar belakang ekonomi. Tujuan: Mengetahui perbedaan jumlah asupan energi antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Delapan puluh orang sampel diambil dari empat sekolah menengah atas (SMA) yang mewakili wilayah desa dan kota di Kabupaten Banyumas melalui random cluster sampling. Sampel remaja desa diwakili oleh siswa dari SMAN Jatilawang dan SMAN 3 Purwokerto, sementara sampel remaja kota diwakili oleh siswa SMAN Sokaraja dan SMAN 4 Purwokerto. Data asupan energi diperoleh dengan menggunakan metode food recall 3x24 jam. Analisis data menggunakan uji normalitas Saphiro-Wilk dan uji komparasi menggunakan Independent T-Test.
Hasil : Jumlah asupan energi harian remaja desa sebesar 2230,533 kkal dan remaja kota sebesar 2675,515 kkal dengan p-value 0,000 (p<0,05). Terdapat perbedaan jumlah asupan energi yang bermakna antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas.
Kesimpulan: Asupan energi remaja kota di Kabupaten Banyumas lebih besar daripada remaja desa.
Background: Nutritional problems that negatively impact to the adolescent’s health and productivity was increased nowadays. These problems occurred due to several factors, both internal and external. The internal factors more emphasized on the physical and psychosocial aspects of adolescent. While the external factors that can affected the energy intake of an adolescent such as location of residence (environment), physical access, technology, and economic background.
Objective: To define the difference in the amount of energy intake between rural and urban adolescents in Banyumas Regency.
Method: This research used an observational analytic study with cross-sectional approach. Eighty samples were taken from four different senior high schools in Banyumas through random cluster sampling method. Samples of rural adolescents were represented by students from Jatilawang state senior high school and Purwokerto 3 state senior high school, while samples of urban adolescents were represented by students from Sokaraja state senior high school and Purwokerto 4 state senior high school. The data of energy intake was obtained by using 3x24 hours food-recall questionnaire. Then data were analyzed using Saphiro-Wilk normality test and Independent T-test.
Results: Total daily energy intake of rural adolescents were 2230,533 kcal and for urban adolescents were 2675,515 kcal with p-value 0.000 (p <0.05). There was a significant difference in the amount of energy intake between rural and urban adolescents in Banyumas.
Conclusion: Total daily energy intake of urban adolescents in Banyumas were bigger than rural adolescents.
112034150E1A008119FUNGSI PARTAI POLITIK DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK BERDASARKAN UU NO.2 TAHUN 2011 TENTANG PARTAI POLITIK (STUDI DI KABUPATEN BANYUMAS)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pendidikan Politik yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan dan DPC Partai Golkar Kabupaten Banyumas. Untuk membahasnya maka digunakan metode penelitian type yuridis normatif, dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Peneliti melakukan penelitian menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan Undang-undang dan pendekatan konseptual dengan menggunakan data sekunder dan data primer sebagai pelengkap yang kemudian dianalisis dan disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian DPC PDI Perjuangan dan Partai Golkar Kabupaten Banyumas melaksanakan Pendidikan Politik akan tetapi pelaksanaan Pendidikan Politik yang dilakukan belum bersifat kontinyu dengan berbagai hambatan yang ada.
Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga demokrasi perlu ditegakan dan dilaksanakan dalam kehidupan bernegara di Indonesia, salah satu cara agar demokrasi dapat dilaksanakan dengan baik diperlukan pelaksanaan Pendidikan Politik. Pendidikan Politik yang dilaksanakan DPC PDI Perjuangan dan Partai Golkar Kabupaten Banyumas tidak sepenuhnya dilaksanakan berdasarkan amanah Undang-Undang No.2 tahun 2011 tentang Partai Politik akan tetapi Pendidikan Politik yang dilaksanakan oleh Partai Politik tersebut dilaksanakan karena ada kepentingan lain seperti untuk menggalang massa pendukung Partai tersebut. Pendidikan Politik dilaksanakan masih bersifat insidental atau tidak secara kontinyu karena berbagai hambatan, yang dijadikan alasan sebagai hambatan utama adalah masalah keuangan Partai yang tidak memadai atau tidak dialokasikan untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan Politik tersebut.
The research was conducted in order to determine the implementation of the Political Education by DPC PDIP and Golkar DPC Banyumas. To discuss the research methods used normative type, using normative juridical approach. Researchers conducted a study using research methods normative juridical approach to law and conceptual approach using secondary data and primary data as a complement that is then analyzed and systematically arranged. Based on the results DPC PDIP and Golkar Banyumas carry Political Education Political Education but the execution is not carried out continuously with a variety of barriers.
Indonesia is a democratic country so that democracy needs to be established and implemented in national life in Indonesia, one of the ways that democracy needed to implement the execution of Political Education. Political education conducted DPC PDIP and Golkar Party Banyumas is not fully implemented by the mandate of Law No.2 of 2011 on Political Parties however, conducted by the Political Education Political Parties was held because there are other interests such as to mobilize the supporters of the party . Political education is still held to be incidental or continuously due to various barriers, which serve as the main obstacle is the reason for the financial problems of inadequate party or not allocated to carry out the activities of Political Education.
112044119C1C007106PENGARUH PERMODALAN DAN PEMAHAMAN ILMU AKUNTANSI TERHADAP MINAT MAHASISWA UNTUK BERWIRAUSAHA
(Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman)
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa akuntansi Universitas Jenderal Soedirman.. 2) Untuk mengetahui faktor permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. 3) Untuk mengetahui variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah minat mahasiswa Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki ketertarikan menjadi wirausaha, dengan variabel independen yaitu permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi. Sedangkan variabel minat berwirausaha sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman, sedangkan sampelnya sebanyak 93 mahasiswa diambil secara purpusive sampling dan menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) variabel permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi secara keseluruhan (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. 2) variabel permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi secara parsial juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. 3) variabel permodalan memberikan pengaruh paling besar terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Jenderal Soedirman.The purpose of this research is 1) To find out the factors capital and understanding of accounting science simultaneously affecting significantly to entrepreneurship interest in accounting student at the Jenderal Soedirman University. 2) To find out the factors capital and understanding of accounting science in partial effect significantly to entrepreneurship interest in accounting student at the Jenderal Soedirman University. 3) To know the variables that have the most dominant influence to entrepreneurship interest in accounting students of Jenderal Soedirman University. Research methods used in this research is descriptive research. The object of this research is the interest of accounting students at Jenderal Soedirman University who has an interest of being entrepreneurial, With the independent variable namely capital and understanding the science of accounting. While the entrepreneurship interest variable the dependent variable. Population in this research is a student accounting at Jenderal Soedirman University, while the sample about 93 student taken as purpusive sampling and using formulas slovin. The technique of the collection of data used is a questionnaire. Data analysis techniques using a classic assumption test and multiple linear regression using SPSS program. The result showed that 1) variable capital and an understanding accounting Sciences overall (simultaneous) have a significant influence to entrepreneurship interest in accounting students at the Jenderal Soedirman University. 2) variable capital and understanding of accounting Sciences partially also had a significant influence to entrepreneurship interest in accounting students at the Jenderal Soedirman University. 3) the variables most influence capital against entrepreneurship interest in accounting students at the Jenderal Soedirman University.
112054121C1C009027Pengaruh Profesionalisme dan Kompetensi Tim Audit terhadap Keefektifan Pengendalian Pelaksanaan Anggaran dengan Ketepatwaktuan Pelaporan Hasil Pemeriksaan sebagai Variabel Pemediasi (Studi pada Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas)Penelitian ini berjudul “Pengaruh Profesionalisme dan Kompetensi Tim Audit terhadap Keefektifan Pengendalian Pelaksanaan Anggaran dengan Ketepatwaktuan Pelaporan Hasil Pemeriksaan sebagai Variabel Pemediasi (Studi pada Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme dan kompetensi tim audit terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran dengan ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan sebagai variabel pemediasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda menggunakan program SPSS. Hipotesis keenam dan ketujuh menggunakan variabel pemediasi.
Berdasar hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda, menunjukkan bahwa: (1) Profesionalisme tim audit berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan, (2) Kompetensi tim audit tidak berpengaruh terhadap ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan, (3) Ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran, (4) Profesionalisme tim audit berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran, (5) Kompetensi tim audit berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran, (6) Profesionalisme tim audit berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran dengan ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan sebagai variabel pemediasi, (7) Kompetensi tim audit berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran dengan ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan sebagai variabel pemediasi.
This research is to observe the influence of Profesionalism, Competence of Audit Team toward Effectiveness on Controlling Budget with timeliness of investigation report result as intervaning variable. This research is primarly data that collected with survey. Data obtained using questionare that distributed directly to the Office of Inspectorate Banyumas.
Analysis tool that used in this research is multiple regression analysis which uses SPSS program. The sixth and the seventh hypothesis, those hypothesis uses intervaning variable.
Result of this research shows that profesionalism of audit team has positive influence toward timeliness of investigation report result, competence of audit team has no influence toward timeliness of investigation report result, timeliness of investigation report result has positive influence toward effectiveness on controlling budget, professionalism and competence of audit team have positive influence toward effectiveness on controlling budget, professionalism of auditors has no positive influence toward effectiveness on controlling budget with timeliness of investigation report result as intervaning, and the last competence of audit team has no positive influence toward effectiveness on controlling budget with timeliness of investigation report result as intervaning.
112064122A1G005014USAHATANI PENANGKARAN BENIH KENTANG
DALAM MENGHASILKAN BENIH KLASIFIKASI G3 DAN G4 DI KABUPATEN BANJARNEGARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui perbedaan rata-rata biaya per hektar usahatani penangkaran benih kentang untuk menghasilkan benih klasifikasi G3 dan G4, mengetahui perbedaan rata-rata pendapatan per hektar usahatani penangkaran benih kentang untuk menghasilkan benih klasifikasi G3 dan G4, dan mengetahui perbedaan rata-rata tingkat efisiensi usahatani antara usahatani penangkaran benih kentang untuk menghasilkan benih klasifikasi G3 dan G4. Penelitian dilaksanakan secara sensus di 3 kecamatan yang terdapat Kelompok Penangkar Benih Kentang yang menangkarkan G3 dan G4 dalam kurun waktu musim tanam tahun 2010, yaitu Kecamatan Batur, Wanayasa dan Pejawaran. Metode penelitian menggunakan survey dan metode analisis yang digunakan analisis biaya usahatani, pendapatan usahatani, Revenue Cost Ratio (R/C ratio) dan uji beda rata-rata (t-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata total biaya, rata-rata pendapatan dan rata-rata tingkat efisiensi per hektar usahatani penangkaran benih kentang untuk menghasilkan benih G3 dan G4 tidak berbeda.This study aims to determine: knowing the difference in average cost per hectare of farm produce seed potatoes for seed classification G3 and G4, knowing the difference in average income per hectare seed farm to produce seed potato classification G3 and G4, and knowing the average difference the average level of farm efficiency among farm seed potatoes to produce seeds classification G3 and G4. Research conducted a census in 3 districts contained potato seed breeder group which breeding G3 and G4 in the period of the growing season of 2010, in the District of Batur, Wanayasa and Pejawaran. The method of research using the survey method and methods of analysis used analysis of farm costs, farm income, Revenue Cost Ratio (R/C ratio) and the mean difference test (t-test). The results showed that in the average of total cost, the average of income, the average rate of seed potato farm efficiency to produce seeds G3 and G4 is no different.
112074125C1A008001“FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN WANITA SEKTOR INFORMAL DAN PERANANNYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus pada Wanita Perajin Kerajinan Kulit Kerang di Pantai Teluk Penyu Cilacap)”RINGKASAN


Penelitian ini berjudul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN WANITA SEKTOR INFORMAL DAN PERANANNYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus pada Wanita Perajin Kerajinan Kulit Kerang di Pantai Teluk Penyu Cilacap)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama usaha, jam kerja dan modal terhadap pendapatan wanita perajin kerajinan kulit kerang di Pantai Teluk Penyu Cilacap dan sumbangan pendapatan wanita perajin kerajinan kulit kerang terhadap pendapatan rumah tangga..
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Data diperoleh dari hasil wawancara dan penyebaran kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Logaritma Natural Berganda dengan model statistik untuk pengujian secara parsial menggunakan uji t dan secara simultan menggunakan uji F. Untuk mengetahui penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian ini di gunakan Uji Multikolinearitas, Uji Autokorelasi, dan uji Heteroskedastisitas.

Berdasarkan hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa variabel lama usaha, jam kerja dan modal secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Sedangkan berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa variabel lama usaha, jam kerja dan modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan wanita perajin kerajinan kulit kerang di Pantai Teluk Penyu Cilacap. Dan pendapatan wanita perajin kerajinan kulit kerang memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumah tangga.

Implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya differensiasi upah bagi wanita perajin yang berstatus sebagai pekerja dilihat dari lama usahanya, meningkatkan modal melalui kredit modal kerja untuk mengembangkan usaha, peningkatan kuantitas produksi dengan jalan peningkatan jam kerja terutama pada hari-hari tertentu (akhir pekan dan hari raya).
SUMMARY
This research entitled "FACTORS AFFECTING INCOME WOMEN IN INFORMAL SECTOR role against HOUSEHOLD INCOME (Case Study on Female Leather Craft Shell in the Teluk Penyu Beach Cilacap)". The purpose of this research was to determine the effect of the duration in running business, working hour and capital to income women artisans craft shells in the Teluk Penyu Beach and contribution income women artisans craft shells on household income .
This research was conducted with survey method. Data obtained from interviews and distributing questionnaires. Double natural logarithm regression is used in this research, in which t test and F test are used. Multicolinearity test, Autocorrelation test, heteroskedastisity test are used to know the classical assumption deviation in this research.

Based on F test calculation, it is found that the variable of duration in running business, working hour and capital significantly influence income women artisans craft shells in the Teluk Penyu Beach, while based on t test it is found that the duration in running business, office hour and capital, partially have a significant influence. And income women artisans craft shells provide a major contribution to the household income.

The implication of this research is the need for differentiation of wages for women artisans working status as seen from the old business, raise capital through capital loans to grow their business, increase the quantity of production with increased work hours, especially on certain days (weekends and public highway.
112084124A1G005015KAJIAN KOMPARATIF USAHATANI PADI SEBELUM, SAAT DAN SETELAH PTT (PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU) DI KECAMATAN LUMBIR KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses pengelolaan usahatani sebelum adanya PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu), saat pelaksanaan PTT dan usahatani setelah PTT, 2) Perbedaan biaya per hektar usahatani padi sebelum adanya PTT, pada saat PTT dan setelah pelaksanaan PTT, 3) Perbedaan hasil produksi per hektar usahatani padi sebelum adanya PTT, pada saat PTT dan setelah pelaksanaan PTT, 4) Perbedaan pendapatan per hektar usahatani padi sebelum adanya PTT, pada saat PTT dan setelah pelaksanaan PTT. Sasaran penelitian ini adalah petani penerima program PTT usahatani padi sawah musim tanam Desember 2008 sampai Maret 2009 di Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis biaya usahatani dan analisis pendapatan usahatani. Untuk pengujian hipotesis menggunakan analisis of varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi sawah pada musim hujan sebelum menggunakan PTT, saat menggunakan PTT dan setelah menggunakan PTT ada perbedaan yang cukup jelas terutama pada penggunaan biaya yaitu sebelum PTT sebesar 11.013.875, saat pelaksanaan PTT sebesar Rp. 11.316.470 dan setelah adanya PTT sebesar Rp. 11.985.550 Jumlah produk dan pendapatan usahatani padi sebelum PTT, pada saat PTT dan setelah PTT tidak ada perbedaan yang jelas yaitu sebelum adanya PTT besarnya jumlah produk usahatani padi sebesar 4.742 kg, saat pelaksanaan PTT sebesar 5.016 kg dan setelah adanya PTT sebesar 4.910 kg. Sebelum adanya PTT besarnya pendapatan usahatani padi sebesar Rp. 8.784.380, saat pelaksanaan PTT sebesar Rp. 9.749.470 dan setelah adanya PTT sebesar Rp. 9.370.775.This study aims to determine: 1) Process of farm management before the ICM (Integrated Crop Management), ICM and execution time farming after ICM, 2) the difference in cost per hectare of rice farming before the ICM, PTT during and after the implementation of ICM, 3) the difference in per hectare production of rice farming before the ICM, ICM during and after the implementation of the ICM, 4) differences in income per hectare of rice farming before the ICM, ICM during and after the implementation of the ICM. Objectives of this study were farmers receiving farm program ICM rice planting season in December 2008 until March 2009 in Lumbir Kabupaten Banyumas. The analysis method used is descriptive analysis, the cost of farming and farm income analysis. To test the hypothesis using analysis of variance. The results showed that rice farming in the rainy season before using ICM, ICM when using and after using the ICM there are significant differences, especially in the use of cost that is before the ICM at Rp. 11,013,875, while ICM implementation of Rp. 11,316,470 and after the ICM is Rp. 11,985,550. Total rice production and farm income before ICM, ICM during and after ICM there was no significant difference in the pre-existence of the large number of ICM production of 4742 kg of rice farming, while the implementation of ICM at 5016 kg and after the ICM at 4910 kg. Prior to the ICM amount of rice farming income of Rp. 8,784,380, while ICM implementation of Rp. 9,749,470 and after the ICM is Rp. 9,370,775.
112094136G1A008015EFEK PEMAKAIAN DEPO MEDROKSIPROGESTERON
ASETAT (DMPA) TERHADAP DISLIPIDEMIA
DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA


DMPA merupakan kontrasepsi yang mengandung progesteron sintetis dan paling banyak digunakan karena mempunyai angka kegagalan yang rendah. Penggunaan jangka panjang DMPA tiap 3 bulan secara intra-muskular dapat menginduksi perubahan metabolisme lipid yang meliputi kenaikan kolesterol total, trigliserida, LDL (Low Density Lipoprotein) dan penurunan HDL (High Density Lipoprotein). Perubahan profil lipid tersebut disebut dislipidemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan DMPA dengan dislipidemia. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 sampel yang terdiri dari 30 sampel pengguna DMPA dan 30 sampel pengguna IUD di kecamatan Purwokerto Utara. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square) dan multivariat (Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengunaan DMPA (nilai p<0,005) dengan penurunan kadar HDL (p=0,015; 95%CI=1,272-12,578) dan peningkatan kadar Trigliserida (p=0,020; 95%CI=1,172-30,725). Tidak terdapat hubungan antara penggunaan DMPA dengan peningkatan kadar kolesterol total dan kadar LDL. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan penggunaan DMPA dengan dislipidemia (p=0,045; 95%CI=0,998-11,139). Analisis multivariat menunjukan waist circumference (lingkar pinggang) memiliki hubungan dengan dislipidemia (p=0,003; 95%CI=3,094-245,858).

DMPA (Depo Medroxyprogesterone Acetate) is a contraceptive that contains synthetic progesterone and most widely used because it has a low failure rate. Long-term use of DMPA every 3 months by intra-muscular could induce changes in lipid metabolism including increases in total cholesterol, triglycerides, LDL and decreased HDL. This condition was known as dyslipidemia. The purpose of this study was to evaluate the effect of DMPA on dyslipidemia. This study included in the observational study with cross sectional approach. The number of samples in this study were 60 samples consisting of the 30 samples of DMPA users and 30 samples of IUD users in the district of North Purwokerto. Analysis of the data included univariate, bivariate (Chi-square test) and multivariate (double logistic regression). The results showed the association of use of DMPA (p <0.005) with decreased levels of HDL (p = 0.015; 95% CI = 1.272 -12.578) and elevated levels of triglycerides (p = 0.020; 95% CI = 1.172-30.725). There was no association between the use of DMPA (p ≥ 0.005) with elevated levels of total cholesterol and LDL. The results also showed an association with the use of DMPA and dyslipidemia (p = 0.045; 95% CI = 0.908 -11.139). Multivariate analysis showed waist circumference related to dyslipidemia (p=0,003; 95%CI=3,094-245,858).
112104126C1B007076Pengaruh Stres Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Eks-Kotatip PurwokertoTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja, stres kerja terhadap komitmen organisasi, kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi, stres kerja terhadap turnover intention, kepuasan kerja terhadap turnover intention, komitmen organisasi terhadap turnover intention, komitmen organisasi sebagai variabel mediasi hubungan stres kerja terhadap turnover intention, komitmen organisasi sebagai variabel mediasi hubungan kepuasan kerja terhadap turnover intention, dan menganalisis perbedaan turnover intention karyawan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Eks-Kotatif Purwokerto.

Sampel yang digunakan adalah karyawan karyawan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Eks-Kotatif Purwokerto sebanyak 175 responden. Adapun metode yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah dengan menggunakan metode aksidental sampling, sementara metode analisis data yang digunakan adalah analisa regresi linier berganda, dengan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 19.0.

Hasil pengujian terhadap hipotesis, menunjukkan bahwa: 1). stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja, 2). stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, 3). kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, 4). stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention, 5). kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, 6). komitmen organisasi berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention, 7). komitmen organisasi sebagai pemediasi parsial hubungan stres kerja terhadap turnover intention,8). komitmen organisasi sebagai pemediasi parsial hubungan kepuasan kerja terhadap turnover intention, 9). dan tidak ada perbedaan turnover intention karyawan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Eks-Kotatif Purwokerto.

Kata kunci : stres kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi, turnover intention
The purpose of this study was to analyze the effect of job stress on job satisfaction, job stress on organizational commitment, job satisfaction on organizational commitment, job stress on turnover intention, job satisfaction on turnover intention, organizational commitment to turnover intention, organizational commitment as a relation mediating variable of job stress on turnover intention, organizational commitment as a relation mediating variable of job satisfaction to turnover intention, and to analyze turnover intention differences of employees in Islamic Banks and Conventional Banks in Eks-Kotatip Purwokerto.

The samples used were employees of Islamic Banks and Conventional Banks in Banyumas as many as 175 respondents. The method used for sampling is accidental sampling method, while the method used for data analysis is multiple linear regression analysis, with the help of IBM SPSS Statistics 19.0 program.

Result of this research shows that : 1). job stress has negative and significant influence on job satisfaction, 2). job stress did not significantly influence the organizational commitment, 3). job satisfaction did not significantly influence the organizational commitment, 4). job stress has positive and significant influence on turnover intention, 5). job satisfaction did not significantly influence on turnover intention, 6). organizational commitment has negative and significant on turnover intention, 7). organizational commitment as partial relationship mediator of job stress on turnover intention, 8). organizational commitment as partial relationship mediator of job satisfaction on turnover intention, 9). and there are no turnover intention differences between Islamic Banks and Conventional Banks employees in Eks-Kotatip Purwokerto.

Keywords: job stress, job satisfaction, organizational commitment, turnover intention
112116573G1A009048PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN EPILEPSI PASCA STROKE ANTARA STROKE HEMORAGIK DAN NON HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang: Epilepsi adalah kelainan neurologis kronik yang insidensinya di seluruh dunia cukup tinggi. Di Indonesia, saat ini sekitar 1,1 juta hingga 1,3 juta penduduk mengidap penyakit epilepsi, epilepsi dapat menyerang laki-laki atau perempuan. Pada usia lanjut penyebab epilepsi dapat dikarenakan oleh penyakit vaskuler yaitu stroke. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka kejadian epilepsi paska stroke antara stroke hemoragik (SH) dan stroke non hemoragik (SNH). Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian menggunakan catatan rekam medik pasien stroke selama 4 tahun dari tahun 2010-2013 dan difollow up, setelah ditemukan catatan rekam medic yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebagai penderita epilepsi paska stroke maka jumlah angka kejadian dapat terlihat.Data dianalisis dengan uji X2. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3621 kasus stroke terdapat 23(0,6%) kasus menderita epilepsi paska stroke, dari 1529 kasus SH sebesar 16 orang (1,4%) mengalami epilepsi dan dari 2115 kasus SNH sebesar 7 orang (0.3%) mengalami epilepsi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan angka kejadian epilepsi paska stroke pada pasien dengan SH dan SNH. Pasien SH memiliki kemungkinan menderita epilepsi paska stroke lebih tinggi dibandingkan pasien SNH
Background: Epilepsy was chronic neurological abnormality that have commonly high insidency all around the world. In Indonesia, now around 1.1 millions up to 1.3 millions people diagnosed as epilepsy, that attacked both men and women. Epilepsy caused by vascular disease, which was stroke. Objective: The aim of the study is know the insidence of post stroke epilepsy between haemorrhagic stroke and non-haemorrhagic stroke. Method:This is a cohort study with 3621 respondens, taken from medical records of RSMS Purwokerto since 2010-2013, according to inclusion and exclusion criteria. Data was analyzed by x2 test. Result: The result showed that from 3621 cases of stroke, there was 23 (0.6%) post stroke epilepsy cases, from 1529 haemorrhagic stroke cases, there was 16 (1.4%) epilepsy cases, and from 2115 non-haemorrhagic stroke, there was 7 (0.3%) epilepsy cases. Conclussion: There was difference of insidency rate of post stroke epilepsy at haemorrhagic stroke and non-haemorrhagic stroke patient. Haemorrhagic stroke patient had some higher probability to get post stroke epilepsy than non-haemorrhagic stroke patient.
112124127H1D007084PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK KLAMPOK SEBAGAI AGREGAT KASAR BETON
Beton banyak diaplikasikan dalam pekerjaan konstruksi bidang sipil diantaranya bangunan gedung, bangunan air, dan transportasi. Pada umumnya agregat kasar beton berasal dari batu kali, namun banyak material jenis lain yang dapat dimanfaatkan sebagai agregat kasar beton. Dalam penelitian ini dicoba penggunaan limbah padat dari industri keramik Klampok sebagai alternatif bahan agregat kasar pada beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh prosentase limbah keramik Klampok sebagai pengganti agregat kasar terhadap nilai kuat tekan beton, dan komposisi prosentase agregat kasar limbah keramik Klampok dan batu pecah mesin yang tepat untuk mendapat nilai kuat tekan optimal. Benda uji yang digunakan berupa beton berbentuk silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm berjumlah 20 buah yang terdiri dari 4 buah silinder beton untuk setiap variasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% agregat limbah keramik Klampok terhadap agregat kasar normal dari batu pecah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton keramik Klampok mempunyai kuat tekan karakteristik sampai lebih rendah 41,89% dari kuat tekan beton normal 0% limbah keramik Klampok. Adapun kuat tekan optimumnya dicapai pada komposisi agregat kasar 50% limbah keramik Klampok 50% batu pecah dengan kuat tekan karakteristik sebesar 17,6888 Mpa.
Concrete widely applied in the field of civil construction work including buildings, waterworks, and transportation. Generally coarse aggregate used in concrete mix is crushed stone, but there was many other types of materials that can be used as coarse aggregate concrete. This research tested the use of industrial solid Klampok ceramic waste as an alternative coarse aggregate in concrete. The purpose of this research was to determine the subtitution effect the percentage of ceramic waste coarse aggregate Klampok to the value of concrete compressive strength, and the right coarse aggregate composition to get the optimal value of compressive strength. The specimens used in this research was concrete cylinder diameter 15 cm and 30 cm high totaling 20 units consisting 4 pieces of concrete cylinders for each variation 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% Klampok ceramic waste aggregate to aggregate normal coarse crushed stone. The result of testing ceramics concrete showed that Klampok ceramics concrete has charateristic compressive strength until lower than 41.89% of normal concrete with Klampok ceramic waste aggregate 0%. The optimum compressive strength reached on the composition of coarse aggregate 50% waste ceramic Klampok and 50% crushed stone with characteristic compressive strength of 17.6888 MPa.
112134128E1A007276Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Kekerasan Fisik
(Studi Terhadap Penerapan Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan Anak dalam Putusan No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt)
Legal Protection of Victim of Physical Violance Against Children
(Study of the Application of Chapter 80 verse (1) Law No. 23 year 2002 of Childs
Protection in Case No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt)
Perlindungan anak dibutuhkan guna menjamin kesejahteraan anak.
Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan
hak-haknya untuk bisa hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara optimal
sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan terhadap Putusan No.
64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, bahwa Terdakwa Dariman bin Suhad Sanbari telah terbukti
secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan terhadap anak dengan korban Uripah
binti Ahmadi Damun.
Dari hasil analisis Putusan Perkara No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, telah tebukti
secara sah da meyakinkan bahwa Dariman bin Suhad Sanbari telah melakukan tindak
pidana dengan terpenuhinya unsur-unsur yang terkandung dalam Pasal 80 ayat (1)
Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Putusan No. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt telah sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, namun masih belum memberikan perlindungan
kepada anak korban tindak pidana, karena putusannya hanya mengakomodir
kepentingan dari Terdakwa dan belum mengakomodir kepentingan dari korban guna
memberikan perlindungan dan keadilan bagi anak korban kekerasan fisik.
Kata kunci: perlindungan anak, korban tindak pidana.
Child protection is needed to ensure the welfare of children. Child protection is
all activities to ensure and protect the children and their rights to live, grow, develop
and participate optimally in accordance with human dignity and protection from
violence and discriminations.
Based on research by the author of Application case Number.
64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, that the defendant Paragraph Dariman bin Suhad Sanbari
deliberately persuade children copulating with her, the victim here is Uripah binti
Ahmadi Damun.
Decision analysis of case Number. 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, has been proven
legally and convincingly that Paragraph Dariman bin Suhad Sanbari has the
committed a crime by fulfillment of the element contained in the article 80 paragraph
(1) Child Protection Act.
Case Number 64/Pid.Sus/2011/PN.Pwt ruling in accordance with legislation in
force, but still not provide protection to child victim of crime, because its decision
only to accommodate the interest of the defendant and not interest of victim in order to
provide protection after the crime that has happened to the victim.
112144123G1B008060EFEKTIFITAS MEDIA BIOFILTER DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI FILLET IKAN Kegiatan usaha fillet ikan tidak lepas dari adanya limbah yang dihasilkan. Limbah cair industri hasil perikanan mengandung bahan organik (protein dan lemak) yang tinggi, ditandai dengan Biological Oxygen Demand (BOD) dan Total Suspended Solid (TSS) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas media biofilter Pecahan Batu Bata, Kerikil, Kelereng, dan kombinasi dari ketiganya dalam menurunkan kadar BOD dan TSS limbah cair industri fillet Ikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen (experiment research), dengan model rancangan eksperimen ulang non random. Analisis data menggunakan analisis univariat (deskriptif frekuensi) dan analisis bivariat (F test/Anova). Perhitungan kandungan BOD menggunakan metode Titrasi, sedangkan Kandungan TSS dengan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukan bahwa media biofilter Pecahan Batu Bata 100% yang paling efektif dalam menurunkan kadar TSS dari kadar sebelum 1366,7±226,68 mg/L menjadi 37,63±49,6 mg/L atau dengan keefektifan 96,4% dan BOD sebelum 740,2±20,0 mg/L menjadi 65,6±6,11 mg/L atau dengan keefektifan 91,2%. Hasil tersebut telah memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun 2007 dengan kadar maksimal BOD 100 mg/L dan TSS 100 mg/L. Hal ini menunjukan pengolahan limbah cair fillet ikan dengan menggunakan Biofilter media pecahan batu bata dapat diaplikasikan oleh industry fillet ikan guna mencegah pencemaran badan perairan.The business activities of the fish fillet is not separated from the waste generated. Fisheries industrial wastewater containing organic matter (protein and fat) is high, marked by Biological Oxygen Demand (BOD) and Total Suspended Solid (TSS) is high. This study aims to determine the effectiveness of the biofilter media Brick, Stone, Marble, and a combination of all three in the lower levels of BOD and TSS effluent fish fillet industry. Kind of research is experimental (research experiment), with a model of non-random re-design experiments. Analysis of data using univariate analysis (descriptive frequencies) and bivariate analysis (F test / Anova). Calculation of BOD content using titration method, while the content of TSS by gravimetric methods. The results showed that the biofilter media bricks 100% of the most effective in lowering the levels of TSS before 1366.7 ± 226.68 mg/L to 37.63 ± 49.6 mg/L or the effectiveness of 96.4% and BOD before 740 , 2 ± 20.0 mg/L to 65.6 ± 6.11 mg/L or the effectiveness of 91.2%. These results have met the quality standards of the Minister of Environment Regulation No. 06 of 2007 with a maximum level of BOD 100 mg/L and TSS 100 mg/L. This suggests waste water treatment fish fillet using media biofilter bricks can be applied by industry to prevent contamination of fish fillet water bodies.
112154129H1G008011UJI TOKSISITAS LETAL DAN SUBLETAL MERKURI KLORIDA (HgCl2) TERHADAP IKAN MAS (Cyprinus carpio L.)Merkuri Klorida (HgCl2) merupakan sumber pencemar yang dapat menurunkan kualitas air sungai. Dampak HgCl2 bagi biota perairan bersifat kronis. Penelitian ini berjudul “Uji Toksisitas Letal dan Subletal Merkuri Klorida (HgCl2) Terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio L.)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50-96 jam HgCl2 terhadap ikan mas dan efek subletal HgCl2 melalui perubahan profil darah (jumlah leukosit, eritrosit dan hematokrit). Metode eksperimental diterapkan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dibagi menjadi 3 tahapan yaitu uji pendahuluan, toksisitas letal (LC50-96 jam), dan toksisitas subletal. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Data uji toksisitas letal dianalisis probit dan data uji toksisitas subletal diuji f. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai LC50-96 jam HgCl2 terhadap ikan mas adalah 1,88 ppm. Efek subletal HgCl2 berupa penurunan jumlah eritrosit dan hematokrit, tetapi jumlah leukosit meningkat seiring meningkatnya konsentrasi HgCl2.
Chloride Mercury (HgCl2) is a source of pollutant which can reduce river water quality. HgCl2 impacts on aquatic organisms through their chronic character. This study entitle “The lethal and sub-lethal toxicity test of mercury chloride (HgCl2) on Cyprinus carpio L.” and aims to find LC50-96h of HgCl2 on Cyprinus carpio L., and to find the effect of lethal and sublethal of HgCl2 on blood profile changes (erythrocyte, leucocyte and hematocrit quantity). An experimental method applied Completely Randomized Design, and this study was divided into 3 steps i.e. basic, lethal toxicity (LC50-96 h), and sub-lethal toxicity tests, being run in triplicates. Lethal toxicity test data were probity analyzed and data from sub-lethal toxicity test were F-tested. The result showed that LC50-96h of HgCl2 on Cyprinus carpio L. was 1.88 ppm. The sublethal effect of HgCl2 was demonstrated in erythrocyte and hemathrocyte count decrease, however leucochyte counts increased with increasing HgCl2 concentration.
112164137B1J007039KUALITAS PAKAN FERMENTATIF BERBAHAN KULIT UBI KAYU DENGAN INOKULAN MEP+ UNTUK KULTUR
IKAN NILA GESIT ( Oreochromis niloticus L.)
Pakan merupakan komponen penting dalam budidaya ikan. Harga pakan yang relatif mahal sangat memberatkan bagi para petani ikan. Hal ini perlu disikapi agar dapat menekan biaya untuk pakan. Penggunaan bahan limbah seperti dedak, limbah jamur, ampas tahu, onggok, dan kulit ubi kayu dapat dijadikan alternatif untuk menekan kebutuhan tepung ikan. Bahan lokal tersebut mempunyai kendala dari segi nutrisi dan kecernaan, sehingga diperlukan teknologi yang tepat untuk mengatasinya. Peningkatan kualitas pakan dapat dilakukan dengan fermentasi. Cara kerja fermentasi yakni dengan memecah karbohidrat dan asam amino dari makromolekul menjadi mikromolekul, sehingga memudahkan penyerapan nutrisi pakan dalam usus ikan. Penggunaan inokulan MEP+ bertujuan untuk meningkatkan kecernaan pakan, detoksifikasi dan meningkatkan produktivitas ikan nila GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap peningkatan kualitas nutrisi pakan berbahan kulit ubi kayu dengan inokulan MEP+. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis pakan. Variabel tergantung yang diamati kualitas pakan. Parameter utama yang diukur adalah proksimat. Parameter pendukung adalah pertumbuhan ikan nila GESIT. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan nutrisi (protein) pada pakan yang telah difermentasi pada masing-masing perlakuan, A=16,16% menjadi 21,64% dengan selisih 5,45 %, B=13,21% menjadi 15,46% dengan selisih 2,25%, C=9,66% menjadi 11,53% dengan selisih 1,87% dan D=8,34% menjadi 9,87% dengan selisih 1,53%. Hal ini dapat diartikan bahwa fermetasi menggunakan inokulan MEP+ dapat menigkatkan kadar nutrisi pakan, dengan rata-rata peningkatan mencapai 11-15%. Peningkatan kandungan nutrisi ini didukung dengan pertambahan bobot ikan yang bervariasi walau tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. Feed is an important component in fish farming. However, the relatively high feed prices extremely burdensome for fish farmers. This problem needs to be addressed in order to reduce the cost of feed. The use of local materials such as bran, waste mushrooms, tofu, cassava and cassava peel can be an alternative to reduce the need for imported material. However, these local materials have constraints in terms of nutrition and digestibility, so that needed the right technology to address them. Improving the quality of feed can be done by doing fermentation. Fermentation works by breaking carbohydrates and amino acids from macromolecules to micromolecules, thus facilitates the nutrients absorption of fish feed in the intestines. The use of inoculants MEP+ aims to improve the digestibility of feed, detoxify and boost productivity of tilapia GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia). This study aimed to determine the effect of fermentation on nutritional improvement of cassava feed leather with inoculant MEP+. The study was conducted experimentally by using a Completely Randomized Design (CRD). The independent variable was the type of feed. Observed dependent variable was the feed quality. The primary outcome measured was the proximate level. The supporting parameter was the growth of tilapia GESIT. The results showed there were enhancement levels of nutrients (proteins) in the feed that has been fermented in each treatment increased A=16,15% as 21,64% with different 5,45%, B=13,21% as 15,46% with different 2,25%, C= 9,66% as 11,53% with different 1,87% and D= 8,34% as 9,87% with different 1,53%. This may imply that the fermentation using MEP+ inoculants can increase levels of feed nutrients, with an average 11-15% increase in reach. This improved nutrition is supported by the weight gain of fish that vary in each treatment, although not show significant differences.
112174174G1A009090Perbedaan Waktu Transpor Mukosiliar Hidung pada Perokok Kretek Filter dan Non FilterHidung berfungsi sebagai pertahanan lini pertama, terdiri dari silia epitel respirasi dan palut lendir yang membentuk mekanisme transpor mukosiliar (TMS). TMS berfungsi untuk membawa benda asing yang terperangkap dari udara inspirasi ke arah nasofaring. Merokok dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu fungsi sistem tersebut, namun saat ini penggunaan filter pada rokok diyakini dapat mengurangi pajanan rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu TMS hidung pada perokok kretek filter dan non filter. Jenis rokok ditentukan berdasarkan kuesioner dan daftar pertanyaan, dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu perokok kretek filter dan kretek non filter. Pengukuran waktu TMS menggunakan uji sakarin. Partikel sakarin (1 mm) diletakkan di ujung depan konka inferior, kemudian waktu diukur sampai terdapat rasa manis di tenggorokan dalam satuan menit. Uji komparatif perbedaan waktu TMS pada rokok kretek filter dan non filter dengan desain penelitian cross sectional menggunakan uji T tidak berpasangan untuk analisis beda rerata waktu TMS dengan jenis rokok. Jumlah sampel 58 orang, 29 orang perokok kretek filter dan 29 orang perokok kretek non filter. Hasil penelitian adalah p > 0,05 untuk waktu transpor mukosiliar antara perokok kretek filter dan non filter, dengan rerata perokok kretek filter 12,02 menit (SD ± 3,08) dan perokok kretek non filter 11,53 menit (SD ± 3,69). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna waktu TMS antara perokok kretek filter dan non filter.
The nose serves as a first line of defense, consisting of respiratory epithelial cilia and mucus in mucociliary transport (MCT) mechanism. MCT brings foreign object from air inspiration to nasopharynx. Smoking in a certain period of time impair the function, but this time filters on cigarettes believed to reduce exposure of cigarettes. The objective is to determine the difference of nasal MCT in filter and non filter kretek smokers.Type of cigarette is determined by questionnaire and a list of questions, grouped into 2 groups, filter and non filter kretek smokers. Measurement of nasal MCT time by the saccharin test. Saccharin particle (1 mm) is placed at the front end of the inferior conchae, and then measured the time until there is sweetness in the throat in minutes. Comparative test of nasal MCT differences on filter and non filter kretek smokers with cross sectional design using unpaired T test for the analysis of the mean difference MCT time to the type of cigarettes. The number of sample is 58 people, 29 people of filter kretek smokers and 29 people of non filter kretek smokers. The Result is p> 0.05 in MCT time between filter and non filter kretek smokers, filter kretek smokers with a mean 12,02 minutes (SD ± 3,08) and non filter kretek smokers 11,53 minutes (SD ± 3,69). There was no significant difference in MCT time between filter and non filter kretek smokers.
112184131G1A009083HUBUNGAN GANGGUAN NAPAS SAAT TIDUR (OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA) DENGAN KEJADIAN STROKE DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Latar belakang : Stroke merupakan penyebab kematian utama urutan kedua pada kelompok usia di atas 60 tahun. Sebanyak 2-5% penduduk dunia mengalami gejala OSA (Obstructive Sleep Apnea). Penelitian epidemiologik, mendapatkan kejadian OSA yang sering kali berhubungan dengan berbagai penyakit kardiovaskular maupun serebrovaskular.

Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara gangguan napas saat tidur (obstructive sleep apnea) dengan kejadian stroke di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.

Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan November-Januari. Data penelitian bersumber dari rekam medis dan wawancara. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 93 pasien stroke dan 93 pasien tidak stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel bebas adalah OSA, variabel tergantung adalah Stroke, sedangkan variabel perancu adalah diabetes mellitus, merokok, dan genetik. Analisis statistik yang digunakan adalah uji bivariat chi square dan uji multivariat regresi logistik.

Hasil : Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara OSA dan riwayat keluarga dengan kejadian stroke dengan nilai p=0,005 dan p= 0,000, sedangkan diabetes dan meroko tidak berhubungan dengan kejadian stroke dengan nilai p masing-masing 0,098 dan 0,759. Hasil uji regresi logistik menunjukan OSA mempunyai hubungan dengan kejadian stroke dengan nilai p=0,003 dan RP= 2,644 ( 95% CI= 1,381 – 5,083 ).

Kesimpulan : Terdapat hubungan antara gangguan napas saat tidur (obstructive sleep apnea) dengan kejadian stroke di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background : Stroke is the second leading cause of death in the age group above 60 years old. Prevalence of OSA (Obstructive Sleep Apnea) in the world population is 2-5%. Epidemiologic studies stated that the incidence of OSA often associated with various cardiovascular and cerebrocascular diseases.

Purpose : This study aimed to analyze the association between obstructive sleep apnea with the incidence of stroke in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital.

Methods : This was an observational analysis study with cross sectional design was used to performed this study. Research to conducted during November 2012-January 2013. The data was collected from medical records and interviews. The number of respondents were 93 stroke patients and 93 patients who did not have stroke. Both of them met the inclusion criterias. The independent variable was OSA, the dependent variable was stroke, while the confoundings were diabetes mellitus, smoking, and genetic. Statistical analysis used were bivariate chi-square and multivariate logistic regression test.

Results: The result of chi-square showed that there was an association between OSA and family history with stroke with P=0,005 and P= 0,000, whereas diabetes and smoking were not associated with stroke incidence with p value respectively 0,098 and 0,759. The result of logistic regression showed OSA had an association with the incidence of stroke with P=0,003 and RP=2,644 (95% CI=1,381 – 5,083).

Conclusion : There was an association between obstructive sleep apnea and the incidence of stroke in Prof.Dr.Margono Soekarjo hospital.
112194132A1C008028Optimasi Kombinasi Penggunaan Lahan Dalam Memaksimalkan Pendapatan Petani Sayuran Organik Studi Kasus Di Paguyuban Gerakan Rakyat Gunung Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas
Sayuran merupakan komoditas holtikutura yang dikonsumsi masyarakat sebagai sumber gizi dan kesehatan serta berperan penting di dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia. Paguyuban Gerakan Rakyat Gunung di Desa Melung sejak November 2009 telah merintis usaha Agrowisata berbasis pertanian organik khususnya tanaman sayuran. Jenis sayuran yang diusahakan adalah caisim, pakcoy, bayam hijau, bayam merah, sawi, kangkung dan bawang daun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan serta menganalisis kombinasi penggunaan lahan optimal yang menghasilkan pendapatan maksimal pada usahatani sayuran organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Bayumas pada bulan Mei – Juni 2012 dengan menggunakan metode analisis biaya dan pendapatan serta analisis program linier yang menggunakan software POM – QM. Berdasarkan hasil analisis biaya dan pendapatan, diketahui bahwa biaya produksi total rata-rata per luas garapan yang dikeluarkan oleh petani sayuran organik sebesar Rp110.788,55 atau apabila dihitung per 1000 m2 sebesar Rp973.164,72, dengan penerimaan sebesar Rp205.928,57 atau per 1000 m2 sebesar Rp1.808.873,08, sehingga diperoleh pendapatannya sebesar Rp95.140,02 atau per 1000 m2 sebesar Rp835.708,36. Hasil analisis program linier menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan lahan yang optimal untuk usahatani sayuran organik adalah dengan mengusahakan sayuran jenis caisim dengan luasan lahan 1.107,44 m2 dan pakcoy dengan luasan lahan 486,37 m2 sehingga diperoleh pendapatan yang maksimal yaitu sebesar Rp.1.732.583,00.Vegetable is includes as holticulture comodity that usually consume by society as source of nutrient and health and also gets essential role in Indonesian agricultural sector development. Paguyuban Gerakan rakyat Gunung at Desa Melung since November 2009 have exalted to cultivate basis organic agriculture specialize in vegetable plants. Vegetable type is caisim, pakcoy, green spinach, red spinach, chinese cabbage, amaranth and leaf onion. The objectives of this study were to analyze the flow of cost and income and to analyze the optimal combination in land use that result maximal income on organic vegetable farm work in one planting season. The research conducted in Melung Village Kedungbanteng District Banyumas Regency From May until June 2012. The analysis methods used is cost and income analysis and linear programming which was using the POM – QM software to maximize the revenue of farmers in one planting season. Based on analysis of cost and income, known that average total production cost per garapan’s that used by organic vegetable farmer is Rp110.788,55 or if are accounted about 1000 m 2 as big as Rp973.164,72 , with revenue Rp205.928,57 or about 1000 m 2 as big as Rp1.808. 873,08 , so gotten its income is Rp95.140,02 or about 1000 m 2 as big as Rp835.708,36. The result of linear program analysis showed that the optimal combination in land use for organic vegetable farm work were conducting Caisim 1.107,44 m2 and pakcoy 486,37 m2 and got maximal income Rp.1.732.583,00.
112204143H1G008010BIOSORPSI ION LOGAM BERAT Pb OLEH Padina sp. PADA pH DAN WAKTU KONTAK YANG BERBEDAPencemaran perairan yang bersumber dari logam berat semakin meluas, akibatnya dapat menimbulkan efek negatif bagi organisme perairan dan manusia. Sebagai upaya penanggulangan pencemaran logam berat Pb, biosorpsi dapat dijadikan alternatif yang baik dalam mengurangi pencemaran logam berat. Biosorpsi merupakan salah satu proses penanggulangan pencemaran perairan dengan menggunakan berbagai biosorben untuk mengurangi ion logam berat. Salah satu biosorben yang dapat digunakan yaitu rumput laut, karena memiliki senyawa bioaktif untuk menyerap logam berat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pH optimum, waktu kontak optimum dan kapasitas penyerapan ion logam Pb oleh Padina sp.
Kapasitas optimum didapatkan dengan cara memvariasikan pH dan waktu kontak, dengan variasi pH yaitu 4, 5, 6, 7, dan 8, sedangkan variasi waktu kontak yaitu 6, 9, 12, 15, dan 18 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum untuk biosorpsi ion logam Pb oleh Padina sp. adalah pH 5, sedangkan waktu kontak optimum yaitu 6 jam. Kapasitas penyerapan ion logam Pb sebesar 9,9708 mg/g dengan persentase pengurangan konsentrasi ion logam Pb sebesar 97,7%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, rumput laut Padina sp. dapat menjadi salah satu biosorben alternatif untuk mengurangi limbah yang mengandung logam berat Pb sebelum memasuki perairan dengan metode biosorpsi.
Water pollution generated from heavy metal widespread, resulting in negative effects on aquatic organisms and humans. In order to control heavy metal Pb pollution, biosorption could be a good alternative in reducing heavy metal. Biosorption is a prevention way against water pollution by using various biosorbents to reduce heavy metal ions. One of the biosorbent can be used and the seaweed, as it has a bioactive compound to absorb heavy metals. The purpose research was to find the optimum pH and contact time and the capacity of Pb absorption by Padina sp.
The optimum capacity was found with pH variation, i.e. 4, 5, 6, 7, and 8, and different contact time, i.e. 6, 9, 12, 15, and 18 hours. The results showed that the optimum pH for biosorption of Pb metal ions by Padina sp. was 5, while the optimum contact time was 6 hours. Metal ion uptake capacity of Pb was at 9.9708 mg/g with a reduction of the metal ion concentration of 97.7%. In conclusion, seaweed Padina sp. could be used as an alternative biosorbent in reducing waste containing heavy metals Pb before entering waters with biosorption method.