Artikelilmiahs

Menampilkan 11.321-11.340 dari 49.002 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
113214636F1A008052PROFIL TAHANAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA (RUTAN) BANYUMAS
TAHUN 2009-2011
Penelitian ini berjudul “Profil tahanan di Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Banyumas tahun 2009-2011”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil tahanan di RUTAN Banyumas dan mengetahui kecenderungan atau tren kasus yang terjadi tahun 2009-2011. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan hubungan antara pekerjaan, tingkat pendidikan, jenis kelamin, usia, dan asal daerah dengan bentuk kejahatan yang ada di RUTAN Banyumas tahun 2009-2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif Analisis Data Sekunder (ADS). Sampel yang diambil adalah total sampling/ seluruh tahanan yang ada di RUTAN Banyumas tahun 2009-2011.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil tahanan dapat dilihat dari pekerjaan, tingkat pendidikan, jenis kelamin, usia, serta diketahui kecenderungan atau tren kasus yang terjadi. Sebagian besar tahanan yang masuk RUTAN Banyumas pada tahun 2009-2011 dulunya bekerja sebagai buruh (2009=29,7%; 2010=36,7%; 2011=44,4%). Tingkat pendidikan tahanan di RUTAN Banyumas sebagian besar adalah SD (2009=30,7%), SMP/Sederajat (2010=28,8%), dan tidak menyebutkan tingkat pendidikannya (2011=36,5%). Jenis kelamin sebagian besar tahanan di RUTAN Banyumas tahun 2009-2011 adalah laki-laki (2009=84,2%; 2009=88,5%; 2011=90,4%). Usia sebagian besar tahanan di RUTAN Banyumas tahun 2009 (44,6%) dan 2010 (47,5%) adalah usia dewasa (18-29 tahun), sedangkan tahun 2011 (48,9%) adalah usia menengah dini (30-49 tahun). Tren kasus/ bentuk kejahatan yang dilakukan tahanan pada tahun 2009 dan 2010 adalah pencurian, sedangkan tahun 2011 adalah melanggar kesusilaan (dalam hal perjudian). Kemudian, diketahui juga bahwa terdapat hubungan antara pekerjaan, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan usia dengan bentuk kejahatan di RUTAN Banyumas tahun 2009-2011.
This experience entitled “Detention Profile in the Banyumas Detention Center in 2009-2011”. The purpose of this experience are for knowing detention profile in Banyumas Detention Center and found out the trend of the case that happened in 2009-2011. Beside that, this experience also explained relationship between job, education degree, gender, ages, and origin area with the crime in the Detention Center of Banyumas in 2009-2011. The method used in this experience is Quantitative Analysis of Secondary Data (ADS). The sample that is taken is total sampling or all of the detention in the Detention Center of Banyumas in 2009-2011.
The result of this experience showed that detention profile can be seen from their job, education degree, gender, ages, as well as the trend of the case that happened. Most of the detention that entered into detention center in 2009-2011, formerly they worked as a laborer (2009=29,7%; 2010=36,7%; 2011=44,4%). The educational degree of the detention in the detention center of Banyumas mostly were elementary school (2009=30,7%), junior high school (2010=28,8%), and didn’t mention their education degree (2011=36,5%). For the gender, most of the detentions are men (2009=84,2%; 2010=88,5%; 2011=90,4%). Most of the detention in Banyumas detention center in 2009 ( 44,6%) and 2010 (47,5%) are adult (18-29), where as in 2011(48,9%) are middle age (30-49). For the case the trend case that they did in 2009-2010 is robbing where as in 2011 is gambling. Then, also known that there are relationship between jobs, education degree, gender, and ages with the crime in the Banyumas Detention Center in 2009-2011.
113224677B1J008127KERAGAMAN STRAIN Rhizopus oligosporus DARI BEBERAPA INOKULUM TEMPE BERDASARKAN MARKA RAPDInokulum tempe terdiri atas mikrofungi, salah satunya Rhizopus oligosporus. Karakteristik masing-masing strain berkaitan dengan keragaman genetik dapat diketahui melalui pendekatan molekuler, salah satunya dengan teknik RAPD. RAPD merupakan marka (penanda) DNA yang dapat digunakan dalam mempelajari keragaman organisme melalui polimorfisme DNA dalam satu populasi. Penggunaan RAPD telah terbukti efektif untuk mengungkap variasi genetik pada berbagai mikrofungi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pita DNA yang terbentuk serta tingkat keragaman strain R. oligosporus, menggunakan metode survey dan dianalisis dengan program GenAlex (Genetic Analysis in Excel) 6.1 dan NTSYS (Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System) 2.02i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pita DNA enam strain R. oligosporus dari berbagai inokulum tempe sangat berbeda, baik jumlah maupun ukurannya. Tingkat keragaman yang diperoleh juga cukup tinggi, isolat RRP2B memiliki kekerabatan paling dekat dengan isolat RRP1A (96%), sementara kekerabatan yang paling jauh yaitu isolat RRP2A dan isolat RRP1B dengan indeks similaritas sebesar 0%. Penelitian ini memberikan informasi ilmiah tentang keragaman strain R. oligosporus pada inokulum tempe berbeda, yang dapat dijadikan data dasar untuk menentukan kombinasi strain secara tepat, sehingga didapat inokulum tempe berkualitas baik.Inoculum of tempeh consists of microfungi, i. e., Rhizopus oligosporus. Characteristic of strain related to genetic diversity can be detected through molecular approaches, one of which is RAPD technique. RAPD is a DNA marker that can be used to study the diversity of organisms through DNA polymorphisms within a population (species). The use of RAPD has been proven to be effective to reveal genetic variation at various microfungi. This research aimed to analyze the DNA banding patterns and the diversity of R. oligosporus strain, using survey method and to analyzed with GenAlex (Genetic Analysis in Excel) 6.1 and NTSYS (Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System) 2.02i programs. The results showed that the DNA banding patterns of six strains of R. oligosporus inoculum of various tempeh were very different, both in number and size. Diversity level was also quite high. RRP2B isolate had the closest kinship with RRP1A isolate (96%), while the most distant kinship was RRP2A and RRP1B isolates with similarity index of 0%. This research provided scientific information on the diversity of R. oligosporus strain in different tempeh inoculums. Which could be used as baseline data to determine the exact strain combination, in order to get good quality of tempeh inoculum.
113234253D1C007038PENGARUH PEMBERIAN MINYAK IKAN LEMURU TERHADAP TOTAL PROTEIN PLASMA DAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA AYAM KAMPUNGPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak ikan lemuru dalam ransum ayam kampung terhadap status hematologis yang ditinjau dari kadar total protein plasma dan hemoglobin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, dan setiap perlakuan diulang 5 kali, dengan 3 ekor ayam setiap ulangan. Perlakuan terdiri dari : pemberian minyak ikan lemuru 0,0%; 2,5%; 5,0%; 7,5%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak ikan lemuru dengan level yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar total protein plasma dan kadar hemoglobin darah ayam kampung. Kesimpulan penelitian ini adalah : penggunaan minyak ikan lemuru sebagai sumber omega 3 sampai level 7,5% dalam ransum ayam kampung tidak mempengaruhi fungsi fisiologis dalam tubuh ditinjau dari kadar total protein plasma dan hemoglobin darah yang normal.
The aim of this study was to know the effect of menhaden fish oil supplementation in local chicken ration to the hematological status based on plasm protein total and haemoglobin. This study was done experimntally in Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 trial repetitions with 3 chickens respectively. The treatment was manhaden fish oil supplementation at different levels, i.e. 0 %, 2.5%, 5.0% and 7.5%. The experiment data were analyzed using analysis of variance. The result indicated that manhaden fish oil supplementation at different levels were not significantly affected (P>0,05) the plasm protein total and hemoglobin level of local chicken. From this study, a conclusion could be raised that the used of manhaden fish oil as omega-3 source at the level up to 7.5 in local chicken ration did not affected the physiological function of the chicken based on the plasm protein total and hemoglobin content.
113244255H1F007054GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI DAERAH LABUTON DAN SEKITARNYA
KECAMATAN GADUNG KABUPATEN BUOL
PROVINSI SULAWESI TENGAH
Daerah penelitian terletak pada Daerah Labuton dan sekitarnya, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan luas daerah penelitian 25 km2, skala 1:25.000. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tatanan geologi dan kondisi alterasi hidrotermal. Penelitian dilakukan di area izin usaha penambangan PT. Buena Persada Mining Services.
Daerah penelitian terdiri dari tiga satuan geomorfologi, yaitu satuan struktural gawir sesar, satuan volkanik aliran lava dan satuan struktural dyke. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari tiga satuan batuan tidak resmi dari tua ke muda yaitu, lava andesit, tuf,dan intrusi granodiorit. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian terdiri dari tiga sesar , yaitu Sesar Mendatar Kanan Menaik Labuton, Sesar Mendatar Kanan Labingan dan Sesar Mendatar Kiri Menaik Diapatih.
Daerah penelitian telah mengalami alterasi hidrotermal dengan intensitas alterasi lemah sampai terubah total. Dari hasil pengamatan megaskopis, petrografi, dan analisis PIMA, zona alterasi di daerah penelitian terdiri dari Zona Kuarsa – Klorit – Kalsit – Aktinolit dan Zona Kuarsa – Illit – Kaolin. Mineral bijih yang teramati secara megaskopis yaitu pirit, kalkoprit dan galena. Hubungan alterasi hidrotermal, mineralisasi, dan struktur pengisian rongga menunjukkan bahwa mineralisasi di daerah penelitian merupakan tipe epitermal sulfida rendah.
The research area is located on Labuton, Buol Regency, Central Sulawesi Province, it is about 16 km2, scale 1:25.000. The purposes of this research are to learn about geological setting and hydrothermal alteration condition. The research area is within the mining region of PT Buena Persada Mining Services. Companies
The Research area consists of three geomorphology units, scarp fault structural unit, volcanic lava flows unit. The Stratigraphy of research area consist of three units from old to young, there are andesite lava unit, tuff unit, granodiorite intrution unit. Geological structures that were developed in research area consist of strike-slip faults. There are Labuton Trust Right Slip Fault, Labingan Right Strike-Slip Fault, and Diapatih Reverse Left Slip Fault.
The research area had been hydrothermally altered by weak to total intensity. From megascopic observation, petrography, and Portable Infrared Mineral Analyzer (PIMA), the alteration zone in research area consist of quartz-chlorite-calcite-acthinolite zone, quartz-illite-kaolin zone. Ore mineral which obsereved are pyrite, chalcopyrite and galena. Correlation of hydrotermal alteration, mineralization, and cavity filling structure showed that mineralization type in research area is epithermal low sulphidation.
113254256C1B008070ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 3 PERIODE RETURN SETELAH INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2006-2010RINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Setelah Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2010”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh dari variabel Reputasi Underwriter, Reputasi Auditor, Nilai Penawaran Saham, Persentase Penawaran Saham, Earning Per Share (EPS), Umur Perusahaan, dan Profitabilitas Perusahaan terhadap Initial Return dan Return 1 Bulan. Serta hubungan juga korelasi antara Initial Return dan Return 1 Bulan terhadap Return 1 Tahun. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang melakukan IPO sedangkan sampel yang digunakan adalah perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006 – 2010. Dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh sampel perusahaan sebanyak 72 perusahaan.
Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Bergandadengan Uji F, Uji t, Uji R2, dan Uji Asumsi Klasik untuk menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil Uji F dapat disimpulkan bahwa Reputasi Underwriter, Reputasi Auditor, Nilai Penawaran Saham, Persentase Penawaran Saham, Earning Per Share (EPS), Umur Perusahaan, dan Profitabilitas Perusahaan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Initial Return dan Return 1 Bulan. Juga dapat disimpulkan bahwa Initial Return dan Return 1 bulan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Return 1 tahun. Sedangkan berdasarkan hasil Uji t, penelitian membuktikan bahwa hanya variabel Profitabilitas perusahaan yang berpengaruh positif terhadap Initial Return 1 hari dan return satu bulan. Sedangkah 6 variabel independen lainnya (Reputasi underwriter, Reputasi Auditor, Nilai Penawaran Saham, Persentase Penawaran Saham, Earning Per Share (EPS), Umur Perusahaan) tidak terbukti berpengaruh terhadap initial return dan return 1 bulan. Kemudian untuk initial return dan return 1 bulan, hanya return 1 bulan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap return 1 tahun.
SUMMARY

This study analysis factors affecting return after initial public offering In Indonesia Stock Exchange during 2006 until 2010. The purpose of this study was to analyze the effect of whether the underwriter’s reputation, auditor’s reputation, value of the share offering, percentage of the share offering, earning per share (EPS), company’s age and profitability towards the one day initial return and one month return after the IPO. The second objectif is to analyzes the effect of one day initial return and one month return toward one year return after the IPO. The population was a company listed on Indonesia Stock Exchange that go public and the sample is a company that doing an IPO during 2008 until 2010. Purposive sampling method used and obtained 72 firms.
For statistical analysis, to prove the hypothesis, this research use multiple regression analysis with F Test, t Test, R2 Test, and classic assumption testing. The results for F Test show that underwriter’s reputation, auditor’s reputation, value of the share offering, percentage of the share offering, earning per share (EPS), company’s age and profitability simultanly had no effect toward both of one day initial return and one month return after the IPO. But it conclude that one day initial return and one month return after the IPO had an effect toward one year return after the IPO. For the t Test, the result indicates that only the profitability variable that significantly influence the initial return positively. While six other independent variables (underwriter’s reputation, auditor’s reputation, value of the share offering, percentage of the share offering, earning per share (EPS), and company’s age) had no effect toward initial return and one month return after the IPO. For the one year return regression model, only the one month return that positive and significantly influence the one year return after the IPO

113264257G1A006048Studi Tentang jenis Tindak Tutur yang Mengandung Strategi Permintaan Maaf
Yang digunakan Oleh Karakter Dalam Film “The last Kiss”
ABSTRAK


Skripsi yang berjudul “A Study of Speech Act with Apology Strategy Used by the Characters in The Last Kiss Movie” ini bertujuan untuk menganalisa jenis Tindak Tutur dan Strategy Permintaan Maaf yang digunakan oleh semua karakter dalam film The Last Kiss. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data; pertama, jenis tindak tutur dianalisa melalui teori Searle kemudian dihubungkan dengan teori yang kedua dari Anna Trosborg, mengenai Strategi Permintaan Maaf. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini. Pertama adalah fokus pada ujaran ujaran yang mengandung permintaan maaf yang disampaikan oleh karakter. Kedua adalah mengidentifikasi tindak tutur yang mengandung permintaan maaf. Langkah ketiga adalah menganalisis data dengan menghubungkannya dengan teori tentang tindak tutur dari Searle dan teori strategi permintaan maaf dari Anna Trosborg. Setelah mendapatkan hasil akhir, maka langkah terakhir adalah menyusun kesimpulan. Dari hasil analisis, didapat kesimpulan dari 5 jenis tindak tutur yang ada terdapat
4 jenis tindak tutur yang digunakan, diantaranya; representatif, direktif, komisif dan ekspresif. Disamping itu, terdapat 11 strategi permintaan maaf dengan jenis tindak tutur tersebut yang digunakan oleh para karakter dari total 29 strategi menurut teori Trosborg, yaitu; meminimalkan tingkat kesalahan, ekspresi kekurangan diri, penolakan tanggung jawab secara implisit, penolakan tanggung jawab secara eksplisit, ekspresi malu, pengakuan eksplisit, ekspresi penyesalan, pembenaran, janji untuk tidak mengulangi, permintaan maaf, dan menerima untuk disalahkan secara eksplisit. Di film “The Last Kiss”, tindak tutur yang mengandung permintaan maaf yang paling banyak digunakan oleh seluruh karakter adalah permintaan maaf langsung, yaitu ekspresi penyesalan. Di dalam expresi penyesalan, karakter karakter tersebut selalu menggunakan jenis tindak tutur ekspresif.
ABSTRACT

The research entitled “A Study of Speech act with Apology Strategies Used by The Characters In The Last Kiss Movie” is aimed to analyze the type of speech act with apology strategies used by all the characters in The Last Kiss movie. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data; the first is the type of speech act analyzed through the framework of Searle’s theory then connected to the second theory by Anna Trosborg to analyze about strategies of apology. There are steps done in extracting and analyzing the movie as the answer of the research question. The first is focused on the utterances with apology used by all the characters. The second is identified the speech act which contain of apologizing. The third is analyzing the data by connecting them with Searle’s theory to analyze about speech act and Anna Trosborg’s theory to analyze the strategy of apology. The last step is writing conclusion. In this research, from 5 types of speech acts, there are 4 types appear, those are; representative, directive, commisive and expressive. Besides, there are also 11 apology strategies with those type of speech acts used by the characters from the total of 29 strategies based on Trosborg’s theory, and those are; minimizing degree of offence, expression of self deficiency, implicit denial of responsibility, explicit denial of responsibility, expression of embarrassment, explicit acknowledgmentt, expression of regret, justification, promise for forbearance, request for forgiveness and explicit acceptance of the blame. In “The Last Kiss” movie, the speech act contains apology strategy that mostly used by all the characters is a direct apology, named expression of regret. In expression of regret, the characters always use Expressive as their type of speech act.
113274258A1C008026KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN ORGANIK TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASHortikultura dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan tinggi bagi sektor pertanian di Indonesia. Pengembangan agrowisata berbasis pertanian organik telah dirintis pada awal November 2009 di Desa Melung. Salah satu cara yang dilakukan petani di Desa Melung adalah mengusahakan lahan dengan usahatani sayuran organik. Sayuran organik yang diusahakan terdiri dari caisim, sawi, pakcoy, bayam merah, bayam hijau, bawang daun, dan kangkung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usahatani sayuran organik dan luar usahatani sayuran organik, serta mengetahui besarnya kontribusi pendapatan usahatani sayuran organik terhadap pendapatan rumah tangga petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada bulan Mei - Juni 2012 dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi total rata-rata per luas garapan yang dikeluarkan oleh petani sayuran organik sebesar Rp110.788,55 atau apabila dihitung per 1000 m2 sebesar Rp973.164,72, dengan penerimaan sebesar Rp205.928,57 atau per 1000 m2 sebesar Rp1.808.873,08, sehingga diperoleh pendapatannya sebesar Rp95.140,02 atau per 1000 m2 sebesar Rp835.708,36. Rata-rata pendapatan selain dari usahatani sayuran organik berjumlah Rp2.913.154,77. Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa kontribusi pendapatan usahatani sayuran organik terhadap pendapatan total rumah tangga petani adalah sebesar 3,16 persen, sehingga mempunyai sumbangan pendapatan relatif lebih sedikit terhadap pendapatan rumah tangga petani dengan rata-rata jam kerja per musim sebesar 5,93 jam atau 6 jam dan rata-rata hari kerja per musim sebesar 48 hari.Horticulture can be one source of high growth for the agricultural sector in Indonesia. The development of agro-based organic farming has been initiated at the beginning of November 2009 in the village of Melung. One of the ways in which farmers in the village Melung is seeking land to farm organic vegetables. Organic vegetables are grown consists of caisim, mustard, pakcoy, red spinach, green spinach, scallion, and kale. The purpose of this research is to determine the amount of organic vegetable farm income and off-farm organic vegetables, as well as knowing the size of the organic vegetable farm income contributed to the household income of farmers. This research was conducted in the village Melung Kedungbanteng Banyumas district in May-June 2012 using the case study method. The results showed that the total production cost per average land size incurred by growers of organic vegetables for Rp110,788.55 or if calculated per 1000 m2 for Rp973,164.72, with revenues of Rp205,928.57 or per 1000 m2 by Rp1,808,873.08, in order to obtain revenue for Rp95,140.02 or per 1000 m2 for Rp835,708.36. The average of income from off-farm organic vegetables is Rp2,913,154.77. Based on a note that the contribution of organic vegetable farm income to total income of farm households is equal to 3.16 percent, so as to have relatively less income contribution to household incomes of farmers with an average working hours per season of 5.93 hours or 6 hours and average days per season for 48 days
113284260H1K008001PEMETAAN DAERAH POTENSIAL IKAN TERI NASI (Stolephorus spp.) DI PERAIRAN TEGAL JAWA TENGAHWilayah Tegal memiliki potensi perikanan yang baik dan salah satunya berupa ikan teri nasi. Ikan teri nasi merupakan sebuah prospek yang sangat baik di bidang perikanan. Penelitian ini bertujuan Mengetahui potensi dan memetakan wilayah daerah penangkapan Ikan Teri (Stolephorus spp.) di Perairan Tegal, dengan menghitung volume total setting hauling payang yang digunakan oleh nelayan. Teknik pengambilan sampel pada lokasi penelitian dilakukan dengan mengambil titik koordinat lokasi tangkapan nelayan di Perairan Tegal, mengukur volume hasil tangkapan saat penelitian dengan mengukur luas sapuan alat tangkap, kedalaman alat tangkap, panjang ikan teri, mengambil sampel air laut di perairan dengan menggunakan water sampler dan kemudian mengukur temperatur, salinitas, dan pH. Perairan tegal pada lokasi penelitian memiliki temperatur berkisar 27oC-29oC, salinitas 31 dan 32 o/oodan pH adalah 8. Daerah tangkapan ikan teri nasi diperairan tegal yang didapatkan dari penelitian berada pada titik koordinat berkisar antar 109o12’23.5” - 109o12’16.9” T dan lintang selatan berkisar antara 6o 48’ 52.7” - 6o48’2.3S”.Tegal waters present potential fishery and one of them is the anchovy. Anchovy has a great fisheries prospect. This study aimed to assess and to map the Anchovy fishing ground (Stolephorus spp.) Tegal sea, by calculating the total volume of falling gear nets used by the fishermen. Sampling technique on the research site was done by taking the coordinates of the fishing ground in Tegal, by measuring total fishing volume, by measuring swept area, fishing gear depth, anchovy length, seawater samples and by measuring temperatur, salinity, and pH. Tegal waters presented temperatur ranging 27-29 °C, salinity of 31 and 32 o/oo and 8 for pH. Anchovy fishing area in Tegal was located at 109o12'23.5"-109o12'16.9" E and 6o48'52.7"-6o48'2.3" S.
113294264C1B008102PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, SIKAP KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI
TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (DPPKAD) KABUPATEN BANYUMAS

Kinerja karyawan sangat membantu perusahaan dalam meraih tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Kinerja karyawan sebagai tujuan akhir dan merupakan cara berbagai pimpinan untuk memastikan bahwa aktivitas karyawan dan output yang dihasilkan sesuai dengan tujuan organisasi. Beberapa penelitian yang telah dilakukan berusaha melakukan kajian tentang pengaruh kecerdasan emosional, sikap kerja dan komitmen organisasi dengan kinerja karyawan. Sayangnya penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang berbeda-beda, sehingga perlu adanya penelitian yang kembali mengkaji tentang pengaruh kecerdasan emosional, sikap kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja.
Pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah : (1) pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja, (2) pengaruh sikap kerja terhadap kinerja, (3) pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja, dan (4) pengaruh kecerdasan emosional, sikap kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja secara bersama-sama serta faktor kecerdasan mana yang paling mempengaruhi.
Penelitian ini dilakukan di Dinas pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Banyumas. Terdapat 90 responden yang telah dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik pengambilan sampel berupa random sampling. Metode pengambilan data adalah dengan menggunakan kuesioner, studi pustaka, dan browsing internet. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Penelitian menemukan bahwa seluruh hipotesis dalam penelitian ini telah terbukti secara signifikan. Kecerdasan emosional, sikap kerja dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar adalah kecerdasan emosional. Implikasi pada penelitian ini adalah kecerdasan emosional, sikap kerja dan komitmen organisasi memiliki peran yang sama penting baik secara individu atau secara bersama-sama dalam meningkatkan kinerja.
Performance of the company employees are very helpful in achieving short term goals and long term. Employee performance as the ultimate goal and the way the various leaders to ensure that the activities of employees and the output produced in accordance with organizational goals. Some research has been done trying to conduct a study on the influence of emotional intelligence, work attitudes and organizational commitment with employee performance. Unfortunately, previous studies showed different results, so it is necessary to re-examine research on the influence of emotional intelligence, work attitudes and organizational commitment on performance.
Research questions posed in this study were: (1) the influence of emotional intelligence on performance, (2) the effect on the performance of work attitudes, (3) the influence of organizational commitment on performance, and (4) the influence of emotional intelligence, attitude towards work and organizational commitment performance together as well as the factors which most affect intelligence.
The research was conducted at the Department of Finance and Asset Management revenues Banyumas Region. There are 90 respondents who had been selected as the sample using the sampling technique of random sampling. Methods of data collection is to use questionnaires, literature, and internet browsing. Techniques of data analysis in this study is multiple regression analysis. The study found that all the hypothesis in this study have been shown to significantly. Emotional intelligence, work attitudes and organizational commitment have a positive and significant impact on performance. Variables that have the most impact is emotional intelligence. Implications of this research is emotional intelligence, work attitude and the commitment the organization has an equally important role, both individually or together to improve performance.

113304265C1K009039TRADING DAY ANOMALY AND CHANGES OF STOCK RETURN (Study on LQ 45 Indonesia Stock Exchange Period of 2009-2010) Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis weekend effect, Monday effect, dan January effect pada return saham. Sampel penelitian ini sebanyak 31 perusahaan yang berturut-turut terdaftar dalam Indeks LQ 45 selama periode 2009-2010. Studi peristiwa dan uji sampel berpasangan digunakan untuk menganalisis adanya anomali hari perdagangan dan besaran tingkat signifikansinya.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan studi peristiwa dan uji sampel berpasangan kesimpulannya adalah: (1) Rata-rata return pada hari Senin sampai dengan hari Kamis lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata return pada hari Jumat, maka terdapat weekend effect pada return saham (2) Rata-rata return pada hari Selasa sampai dengan hari Jumat lebih besar dibandingkan dengan rata-rata return pada hari Senin, maka terdapat Monday effect pada return saham (3) Rata-rata return pada bulan Februari sampai dengan bulan Desember lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata return pada bulan Januari, maka terdapat January effect pada return saham.
The purpose of this research was to determine the weekend effect, Monday effect, and January effect on the stock return. The samples were 31 companies selected by using purposive sampling method. Event study was applied to analyze the data. The result of this research showed that the average return on Monday to Thursday was lower than the average return on Friday, so there was a weekend effect. The second result showed that the average return on Tuesday to Friday was higher than the average return on Monday, so there was a Monday effect. And the last result showed that the average return on February to December was lower than the average return on January, so there was a January effect on the stock return.
113314266G1A009095Hubungan antara Lingkar Pinggang dengan Daya Tahan Kardiorespirasi pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang : Komponen utama kebugaran fisik adalah daya tahan kardiorespirasi,sangat penting untuk kesehatan. Daya tahan kardiorespirasi ini erat hubungannya dengan komposisi tubuh, yang salah satu pengukurannya adalah lingkar pinggang.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan daya tahan kardiorespirasi pada mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK Universitas Jenderal Soedirman.
Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, subjek penelitian adalah 46 orang mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK Universitas Jenderal Soedirman tahun angkatan 2007, 2008, 2009, dan 2010. Pengukuran lingkar pinggang dilakukan pada titik tengah antara rusuk terbawah dan tepi lengkung tulang panggul dan pengukuran daya tahan kardiorespirasi dilakukan dengan metode Queen’s College. Analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi Pearson.
Hasil : Rerata lingkar pinggang dan daya tahan kardiorespirasi adalah 82,30 ± 9,19 cm dan 58,09 ± 7,62 ml/kg/menit. Terdapat hubungan yang bermakna antara lingkar pinggang dengan daya tahan kardiorespirasi (p = 0,001). Kekuatan korelasi adalah sedang ( r = -0,481).
Kesimpulan : Semakin tinggi nilai lingkar pinggang, maka semakin rendah nilai daya tahan kardiorespirasi (VO2 max).
Background: The main of physical fitness is cardiorespiratory endurance those very important for health. Cardiorespiratory endurance is related closely to body composition, which one is the measurement of waist circumference.
Objective: The aim of this study was to know the association between waist circumference with cardiorespiratory endurance in the students of Medical Department, Jenderal Soedirman University.
Methods: This study used analytic observational with cross-sectional approach. Respondent were 46 students of Medical Department, Jenderal Soedirman University years of 2007, 2008, 2009, and 2010. Waist circumference was measured from midpoint between the lowest rib and the hip bone and cardiorespiratory endurance was measured by Queen's College method. Bivariate analysis was used by Pearson correlation
Results: The average of waist circumference and cardiorespiratory endurance were 82.30 ± 9.19 cm and 58.09 ± 7.62 ml / kg / min respectively. There was a significant association between waist circumference with cardiorespiratory endurance (p = 0,001). The strength of association was mild (r = -0,481).
Conclusion: The higher waist circumference value, the lower of cardiorespiratory endurance (VO2 max) value.
113324267I1C006015GEOLOGI DAN ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI TAPAK DAERAH SUMAMPIR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA
JAWA TENGAH
Studi lingkungan pengendapan dilakukan di daerah Sumampir dan sekitarnya, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dimana menurut geologi regional lembar Pekalongan dan Banjarnegara (Condon dkk. 1996), daerah ini didominasi oleh Satuan Formasi Tapak dan Formasi Kalibiuk dengan batuan dominan batupasir dan batulempung. yang menurut peneliti terdahulu (Munir, 2009) daerah ini merupakan daerah dengan hubungan stratigrafi yang selaras menjemari, karena itulah penulis ingin membuktikannya dengan metode lingkungan pengendapan dan metode penentuan umur. Pengamatan lapangan meliputi pengamatan: ciri litologi, struktur sedimen, pengukuran penampang stratigrafi serta kandungan makro fosil. Pengamatan laboratorium juga dilakukan, yaitu dengan analisis foraminifera planktonik dan bentonik juga analisis moluska untuk penentuan lingkungan pengendapan dan penentuan apakah menjemari atau lainnya. Formasi Tapak Satuan Batupasir-Batulempung, lingkungan pengendapan satuan ini didapatkan dari data kemelimpahan dan keanekaragaman fosil foraminifera bentonik (Tabel 1) seperti, Ammonia beccarii (Linne), Robolus sp. (Cushman), dan Quinqueloculina tenagos (Cushman). Kelimpahan foraminifera bentonik tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pengendapannya neritik dalam/tepi (klasifikasi Tipsword dkk, 1966), dengan umur Pliosen Awal (N18-19). Satuan ini juga dijumpai fosil moluska yang utuh, diantaranya Dentalium sp., Naticarius alapapiloinis, Mitrela burchanti, dimana semua moluska tersebut hidup di daerah tidal zone. Dari data yang telah didapat, disimpulkan bahwa hubungan stratigrafi daerah ini adalah berubah fasies.
Kata kunci : .Rembang, lingkungan pengendapan, Formasi Tapak, neritik tepi, tidal zone
Studies conducted depositional environment in the Sumampir and surrounding, Purbalingga, Central Java, which according to regional geological sheet Pekalongan and Banjarnegara (Condon et al., 1996), the area is dominated by the Unit Tapak Formation and Kalibiuk Formation with dominant rock sandstone and mudstone. which, according to previous research (Munir, 2009) region is a region that is consistent with the stratigraphic relationships menjemari, because the author wanted to prove that the method of determining the age and depositional environment. Field observations include observations: characteristics of lithology, sedimentary structures, stratigraphic cross-section measurements and macro-fossil content. Laboratory observations also conducted, by analysis of planktonic foraminifera and mollusks bentonik an analysis for the determination of depositional environment and determining whether menjemari or other. Tapak Formation Sandstone-mudstone unit, this unit depositional environment of the data obtained abundance and diversity of fossil foraminifera bentonik (Table 1) as, Ammonia beccarii (Linne), Robolus sp. (Cushman), and Quinqueloculina tenagos (Cushman). The abundance of foraminifera bentonik shows that the deposition neritik in / edge (classification Tipsword et al, 1966), the Early Pliocene age (N18-19). This unit also found that intact fossil mollusks, such as Dentalium sp., Naticarius alapapiloinis, Mitrela burchanti, where all these molluscs living in the tidal zone. From the data that has been obtained, it was concluded that the relationship is changing regional stratigraphic facies.
Keywords : Rembang, Tapak Formation, depositional environment, neritic inner, tidal zone.
113334268H1F007037Geologi Dan Alterasi Hidrotermal
Daerah Bodi Dan Sekitarnya
Kecamatan Paleleh Barat Kabupaten Buol
Provinsi Sulawesi Tengah
Daerah penelitian merupakan daerah eksplorasi PT. Buena Persada Mining Services (BPMS), yang berada di kawasan hutan Bodi. Secara administratif merupakan bagian dari Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan studi literatur, pengamatan lapangan, pengambilan data, serta analisis data lapangan, secara fisiografi daerah penelitian berada pada kompleks gunungapi. Secara geomorfologi dibagi menjadi 2 (dua) satuan, yaitu: Satuan Struktural Gawir Sesar, dan Satuan Struktural Dikes, Secara stratigrafi daerah penelitian tersusun atas suksesi batuan volkanik berumur Miosen Tengah sampai Miosen Akhir, yaitu terdiri atas satuan lava andesit, satuan tuf, dan satuan intrusi granodiorit. Pola sesar di daerah penelitian membentuk arah Baratlaut– TimurTenggara, dan Baratlaut – SelatanTenggara. Struktur-struktur ini memotong semua satuan batuan. Sesar-sesar menghasilkan bukaan-bukaan pada batuan yang menyebabkan terjadinya interaksi fluida hidrotermal dengan batuan yang menghasilkan zona alterasi serta menjadi pengontrol pembentukan sistem urat. Alterasi hidrotermal dibagi menjadi 3 (tiga) zona alterasi yaitu : Kuarsa ± Serisit ± Piropilit ± Mica ± Klorit (Filik), Kuarsa ± Epidot ± Aktinolit ± Klorit (Propilitik),Kuarsa ± Ilit ± Karbonat ± Klorit (Argilik).Research area is an exploration area of PT. Buena Persada Mining Services (BPMS)., where is located in Bodi forest area. Administratively, this area belongs to West Paleleh District, Buol Regency of Central Sulawesi Province. Depend on literature study, field observation, data taken, and field data analysize research area located in volcanic complex. Geomorphology of this area can be divided into 2 (two) units structural escarpment fault and units structural dikes. Stratigraphy of this area consists of succession Middle Miocene to Early Pliocene, those units are andesite lava, tuff, diorit, and andesite. Fault pattern in research area formed northwest – southeast and southwest –northeast. All of rocks units in research area’s crossed by the structures. Faults resulting openings on rocks and cause occurrence interaction of hydrothermal fluids to rocks that resulting alteration zones and controlled to vein system formed. Hydrothermal alteration in research area divided into 3 (three) zones. Those are Quartz ± Serisit ± pyropilit ± Mica ± Chorit (Filik), Quartz ± Epidot ± Aktinolit ± Chorit (Propilitik) Quartz ± Ilit ± Carbonat ± Cholit (Argilik)
113344269E1A008147TINJAUAN YURIDIS KEBERADAAN PANGKALAN MILITER ASING DI SUATU NEGARA
(Studi Terhadap kasus Pangkalan Militer Amerika Serikat di Okinawa Jepang Tahun 1960-2012)
JURIDICAL STUDIES OF THE PRESENCE OF FOREIGN MILITARY BASE IN A STATE
(Studies case against U.S. Military Base in Okinawa Japan 1960-2012)
Dengan kalahnya Jepang pada perang dunia ke II seharusnya dapat mengakhiri keberadaan otoritas militer di pulau Okinawa, namun sekarang pulau ini masih berada dalam penguasaan otoritas militer. United States Military Base of Okinawa yang saat ini berada di wilayah tersebut, adalah otoritas militer asing yang menguasai hampir 20% wilayah Prefektur Okinawa. Prefektur Okinawa memiliki populasi sebesar 1.300.000 penduduk dan terdapat 35.000 lebih pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di tiga pangkalan militer utama yaitu Yomitan Airbase, Chatan Airbase dan Kadena Airbase.
Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaturan hukum internasional yang mengatur keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di negara lain khusunya di prefektur Okinawa Jepang dan Untuk mengetahui bagaimana sengketa yang timbul karena keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan serta pendekatan kasus. Metode penyajian data mengggunakan uraian secara sistematis dan analisa data secara kualitatif. Keberadaan pangkalan militer asing di suatu negara didasarkan pada perjajnjian bilateral yang disebut Status Perjanjian Pasukan Security Of Force Agreement (SOFA), umumnya menetapkan kerangka kerja mengenai keberadaan personil militer AS yang beroperasi di luar negeri, SOFA mengatur mengenai bagaimana permasalahan yurisdiksi hukum nasional asing harus diterapkan terhadap personel AS ketika berada di negara itu. Pada bulan April 2012 perundingan antara Amerika Serikat dan Jepang menghasilkan pada kesepakatan untuk melakukan relokasi terhadap seluruh marinir Amerika Serikat secara bertahap di Okinawa dan pemindahan pangkalan Futenma bersama seluruh personilnya.

With the defeat of Japan in World War II should be able to terminate the existence of the military authorities on the island of Okinawa, but now the island is still in control of the military authorities. United States Military Base of Okinawa who currently resides in the area, is a foreign military authority which controls almost 20% of the Okinawa Prefecture. Okinawa Prefecture has a population of 1.3 million inhabitants and there are 35,000 more U.S. troops stationed in the three main military base Yomitan Airbase, Chatan and Kadena Airbase Airbase.
The purpose of this study to determine the base regulation of international law governing the presence of U.S. military bases in other countries especially in Japan's Okinawa prefecture and to know how the dispute arising from the presence of U.S. military bases in Okinawa. Type of study is a normative juridical approach is the approach of legislation and case approach. Use traditional methods of presenting data in a systematic description and analysis of qualitative data.
The presence of foreign military bases in the country based on bilateral agreement called Security Forces Agreement Status Of Force Agreement (SOFA), generally set the framework about the presence of U.S. military personnel operating abroad, SOFA governing how foreign national legal jurisdiction issues should be applied against U.S. personnel while in the country. In April 2012 talks between the United States and Japan produce an agreement to relocate the entire U.S. Marines in Okinawa and the gradual transfer of the Futenma base with all personnel.
113354262D1E008081PENGARUH DOSIS RENNET YANG BERBEDA TERHADAP KADAR PROTEIN DAN LEMAK KEJU LUNAK SUSU SAPIPenggunaan rennet pada pembuatan keju akan mempengaruhi kadar protein dan kadar lemak keju yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis rennet terhadap kadar protein dan kadar lemak keju dari susu sapi yang dihasilkan. Materi penelitian yang digunakan adalah 25 liter susu sapi segar yang diambil dari Experimental Farm Universitas Jenderal Soedirman, 1 paket microbial rennet (Marschall rennet), starter bakteri komersial (Yogourtmet) yang berisi Streptococcus thermophillus, Lactobacillus bulgaricus, dan Lactobacillus achidophilus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian rennet sebanyak 5 mg/lt (R1), pemberian rennet sebanyak 10 mg/lt (R2), pemberian rennet sebanyak 15 mg/lt (R3), pemberian rennet sebanyak 20 mg/lt (R4) dan pemberian rennet sebanyak 25 mg/lt (R5). Rataan kadar protein tertinggi pada perlakuan R2 sebesar 22,93%, sedangkan kadar protein terendah diperoleh dari perlakuan R5 sebesar 20.44%. Rataan kadar lemak tertinggi diperoleh dari perlakuan R1 sebesar 9,132%, sedangkan kadar lemak terendah diperoleh dari perlakuan R5 sebesar 8,152%. Pemberian dosis rennet 5-10 mg menghasilkan kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian dosis rennet 15-25 mg, sedangkan pemberian dosis rennet 5-15 mg menghasilkan kadar lemak lebih tinggi dibandingkan pemberian dosis rennet 20-25mg.The use of rennet in cheese making will affect the levels of protein and fat content of cheese produced. The research was purposed to evaluate the effect of rennet doses on protein and fat contents in soft cheese of dairy milk. The research material used were 25 litters of Dairy fresh milk which was taken from experimental farm Jendral Soedirman Univesity, a pack of microbial rennet (Marshal rennet), commercial bacteria staeter, (Yogurtmet) which contained of Streptococcus therrmophillus, Lactobacillus bulgaricus, and Lactobacillus acidophilus. The method used was an exprerimental method using completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and each treatments was replicated 5 times. The treatment used were utilization of rennet 5mg/lt (R1), ulization of rennet 10mg/lt (R2), ulization of rennet 15mg/lt (R3), ulization of rennet 20mg/lt (R4), utilization of rennet 25mg/lt (R5). The highest protein content was found in R2 that was 22,93%, but the lowest was found in R5 that was 20,44%. The highest fat content was found in R1 that was 9,131%, but the lowest was found in R5 that was 8,152%. Rennet dose 5-10 mg produces a higher protein content with rennet doses 15-25 mg, while the 5-15 mg dose rennet produces a higher fat content than rennet dosing 20-25 mg.
113364270H1H008002Performansi Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreochromismossambicus) Dengan Pemberian Bahan Pakan Tepung Limbah Ikan Sebagai Substitusi Tepung IkanPenelitian ini berjudul “Performansi Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Dengan Pemberian Bahan Pakan Tepung Limbah Ikan Sebagai Substitusi Tepung Ikan”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tepung limbah ikan sebagai substitusi tepung ikan terhadap performansi pertumbuhan ikan Mujair. Penelitian dilakukan dari bulan September-Oktober 2012, di Laboratorium Nutrisi Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Sains dan Teknik, UNSOED. Analisis yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 0%, 25%, 50%, 75% tepung limbah ikan dari tepung ikan dan 4 ulangan. Variabel yang diamati pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik, nilai konversi pakan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian dan laju pertumbuhan spesifik dengan tingkat penambahan 0%, 25%, 50% dan 75% bedasarkan analisis statistik (uji F p<0,05) berbeda nyata. Dilanjutkan dengan uji BNT dan yang berbeda hanya 75% dengan 0%, 25%, 50% terhadap performansi pertumbuhan ikan Mujair. Nilai konversi pakan dan efisien pakan semua perlakuan tidak berbeda nyata. Bahan pakan tepung limbah ikan tidak mempengaruhi nilai konversi pakan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan Mujair. Hasil kualitas air yang diperoleh pada saat penelitian masih memenuhi batas ambang kehidupan ikan mujair.

Kata kunci : Mujair, limbah, substitusi, performansi pertumbuhan.
Abstract
A study,entitled "Performance Tilapiafish (Oreochromis mossambicus) Growth Fed with Fish Waste Meal as Fish Meal Substitution", is todetermine the effect of feeding fish waste meal to substitute fish meal on the growth performance of fish Oreochromis mossambicus. The study was conducted from September-October 2012, in the Laboratory of Nutrition of Fisheries and Marine Resources Department, Faculty of Scienceand Engineering, Unsoed. An experimental design applied completely randomized design (CRD) to4 treatmentsof 0%, 25%, 50%, 75% flourish waste from fish meal in quadruplicates. Variables were absolute growth, daily growth, and specific growth, feed conversion rates, and feed efficiency. The results showed, from statistical analysis (p<0.05) that the absolute growth, daily growth and specific growth rates in treatments of 0%, 25%, 50% and 75% were significantly different. Feed conversion rate and feed efficiency from all treatments were not significantly different. Fish waste fish feed did not affect feed conversion rate, feed efficiency and survival rate of tilapia. Water quality parameters indicated still appropriate for tilapia fishlife.


Keywords: tilapia, waste, substitution, growthperformance.
113374225H1D008051ANALISIS PERKUATAN GEOGRID UNTUK TIMBUNAN BADAN JALAN DI ATAS TANAH LUNAK
(Studi Kasus pada Jalan Raya Kendal)
Konstruksi jalan raya yang dibangun di atas tanah lunak menjadi isu yang penting karena dapat menimbulkan masalah. Sifat tanah lempung lunak yang mudah mampat dan nilai daya dukung yang rendah dapat menyebabkan konstruksi yang berada di atasnya mudah mengalami kerusakan. Upaya penanganan khusus perlu dilakukan untuk meminimalisir besarnya deformasi yang terjadi pada tanah dasarnya agar diperoleh konstruksi yang lebih stabil. Penggunaan geogrid sebagai lapisan untuk menopang beban timbunan di atas lunak dipilih sebagai alternatif dengan memanfaatkan sifat mekanik geogrid berupa kekakuan aksial. Variasi kekuatan geogrid sebesar 200 kN/m, 600 kN/m, 1200 kN/m, dan 1600 kN/m diberlakukan untuk mengetahui geogrid mana yang paling optimal sebagai perkuatan. Perilaku dari perkuatan geogrid ini terhadap konstruksi timbunan diamati dari nilai perpindahan yang terjadi pada tanah dasar dalam arah vertikal dan horizontal. Efektivitas dari penggunaan geogrid dianalisis dari hasil interpretasi permodelan reinforced embankment dengan membandingkan perpindahan yang terjadi pada normal trial embankment di lapangan. Permodelan dilakukan dengan Plaxis Version 8.2 yang mana prinsip analisisnya menggunakan Metode Elemen Hingga. Geogrid dengan kekakuan aksial 1600 kN/m mengurangi perpindahan vertikal pada tanah dasar sebesar 26,88 % dimana sebelumnya sebesar 0,0295 m menjadi 0,0215 m pada tinjauan di kaki timbunan. Perpindahan horizontal juga berkurang sebesar 14,1% dari yang semula 0,1399 m menjadi 0,1202 m pada tinjauan di kaki timbunan. Perpindahan vertikal pada material struktur geogrid paling kecil terjadi pada geogrid dengan kekakuan aksial 1600 kN/m. Perpindahan geogrid ini sebesar -0,4395 m pada tinjauan di pusat timbunan.Road construction constructed on soft soil become an important thing because it can cause problem. The nature of soft clay itself which is easily compressible can cause the damage of construction upon it. Special effort should be determined to decrease the deformation occured in this subgrade so that the construction will be more stable. In this study, applying geogrid as layer to support the burden from embankment was chosen by considering the mechanical nature of geogrid itself, axial stiffness. Some value of strengths would be varied in this study to figure out which one was the best as reinforcement with the following number 200 kN/m, 600 kN/m, 1200 kN/m, and 1600 kN/m. The behaviour of this geogrid reinforcement toward embankment construction was observed by the value of vertical and horizontal displacements occured in subgrade. The effectiveness of geogrid was analyzed from the interpretation of reinforced embankment modelling. The displacements in this model were compared with the displacements in another model, normal embankment. Modelling was conducted by using Plaxis Version 8.2. This computer programme has Finite Element Method as its principle analysis. The author presented the some results. First, geogrid which had axial stiffness as follow 1600 kN/m decreased the vertical displacement with the following result 26,88% at the toe of embankment. Displacement in normal embankment was equal to 0,0295 m and in reinforced embankment was equal to 0,0215 m. Horizontal displacement also decreased with the following result 14,1% from 0,1339 m decreasing as follow 0,1202 m at the toe of embankmet. Second, the lowest vertical displacement was geogrid which had axial stiffness as follow 1600 kN/m. Value of this displacement was -0,4395 m at the center line of embankment.
113384271H1K007008KEMAMPUAN BAKTERI HIDROKARBONOKLASTIK SINGLE STRAIN DALAM MENDEGRADASI HIDROKARBON MINYAK BUMI PADA SEDIMEN TERCEMAR DI PESISIR CILACAPAbstrak
Pencemaran minyak bumi sering terjadi di Pesisir Cilacap diantaranya akibat tumpahan minyak dan kebocoran kapal pengangkut minyak bumi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkannya kerusakan ekosistem pesisir, oleh karena itu perlu di tanggulangi. Judul dari penelitian ini adalah ”Kemampuan bakteri hidrokarbonoklastik single strain dalam mendegradasi hidrokarbon minyak bumi pada sedimen tercemar di pesisir cilacap“ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri single strain terhadap penurunan hidrokarbon minyak bumi dan mengetahui bakteri yang paling efesien sebagai biougmentasi dalam proses biodegradasi terhadap hidrokarbon minyak bumi. Penelitian dibagi menjadi 6 perlakuan sedimen tercemar hidrokarbon minyak bumi, yaitu kontrol, bakteri Pseudomonas balearica, Alcanivorax sp. TE-9, Bacillus sp. L 41, Alcanivorax dieselolei dan Bordetella sp F2 . Parameter yang diukur adalah total hidrokarbon, total sel bakteri, oksigen terlarut, temperatur, pH dan salinitas. Pengukuran dilakukan pada hari ke 0, 4, 8, 14, 21 dan 28 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan secara alami (kontrol) TPH di sedimen mampu menurun kan 34% sedangkan dengan teknik bioaugmentasi bakteri Alcanivorax sp. TE-9. sebesar 42%. Hal ini membuktikan bahwa penambahan bakteri single strain mampu meningkatkan degradasi total hidrokarbon selama 28 hari percobaan (P<0,05). Perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan degradasi hidrokarbon adalah Alcanivorax sp. TE-9.

Kata Kunci: TPH, Bakteri single strain, hidrokarbonoklastik, Alcanivorax sp. TE-9.
Abstract

Petroleum contamination often occurs in the Coastal Cilacap including oil spills and leaks of oil freighter. This potentially causes coastal ecosystem damage, therefore needs to resolve. This study, entitled "Ability Of Hydrocarbonoclastic Bacteria In Degrading Petroleum Hydrocarbon Contaminated Sendiment Cilacap Coastal Area" aims to determine the effect of addition of a single bacterial strain to reduce petroleum hydrocarbons and to determine the most efficient bacteria as bio-augmentation in the biodegradation process of petroleum hydrocarbons. The study consisted of 6 treatment of petroleum hydrocarbons contaminated sediments, the control, the bacteria Pseudomonas Balearica, Alcanivorax sp. TE-9, Bacillus sp. L 41, Alcanivorax dieselolei and Bordetella sp. F2. The parameters were total hydrocarbons, total cell bacteria, dissolved oxygen, temperature, pH and salinity. Measurements were taken on days 0, 4, 8, 14, 21 and 28 with 3 replications. Results showed that control TPH in sediments decreased to 34% while the bacteria bio-augmentation techniques Alcanivorax sp. TE-9. to 42%. It proved that the addition of a single bacterial strain possibly increased total hydrocarbon degradation during the 28-day experiment (P<0.05). the most effective treatment in increasing degradation of hydrocarbons was Alcanivorax sp. TE-9.

Keywords: TPH, Single Strain bacteria, Hydrocarbonoclastic, Alcanivorax sp. TE-9.
113394272A1C008041Kajian Kelayakan Investasi Di PT PG Rajawali II Unit Tersana Baru Kabupaten Cirebon (Examine the Investment Reasonable at PT PG Rajawali II Unit Tersana Baru in Cirebon
Regency)
Pabrik Gula (PG) Tersana Baru merupakan salah satu industri penghasil gula yang masih bertahan hingga
saat ini, guna menjamin keberlangsungan usaha dalam memproduksi gula maka diperlukan investasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskipsikan kelayakan investasi di PG Tersana Baru yang meliputi perhitungan Net Present
Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Ratio (Net B/C), Payback Periode (PBP), dan Analisis
Sensitivitas. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi para pengambil keputusan yang berhubungan dengan
perencanaan investasi pada pabrik gula dan memberikan informasi kelayakan investasi PT PG Rajawali II unit
Tersana Baru. Penelitian dilaksanakan di PG Tersana Baru Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. Indikator
kelayakan investasi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit
Ratio (Net B/C), Payback Periode (PBP), dan Analisis Sensitivitas. Hasil perhitungan NPV untuk 5 tahun dari
tahun 2007 sampai tahun 2011 sebesar Rp18.695.269.884,00 dengan investasi awal sebesar Rp112.680.700.000,00.
Nilai IRR sebesar 13,56 persen lebih besar dari tingkat suku bunga yang ditentukan yaitu 7 persen dan Net B/C
sebesar 1,17 artinya usaha tersebut layak untuk dijalankan. Perhitungan PBP menunjukkan bahwa PG Tersana Baru
mampu mengembalikan investasi yang dikeluarkan pada tahun 2006 selama 1 tahun 6 bulan. Hasil analisis
sensitivitas menunjukan bahwa PT PG Rajawali II Unit Tersana Baru tidak mampu menanggung penurunan harga
produk di atas 5 persen atau lebih dan kenaikan harga biaya produksi di atas 7 persen atau lebih.
PG Tersana Baru is sugar company which can hold out until now, to guarantee the living of company at
manufacturing sugar is need investment. Purpose of this study to descripting investment reasonable at PG Tersana
Baru which included calculation of Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Ratio (Net
B/C), Payback Period (PBP), and sensitivity analysis. The result of this study hopefully can give advantage to the
stakeholders to take decision related to investment planning in sugar company and give information about
investment reasonable at PT PG Rajawali II Unit Tersana Baru. The study has been done at PG Tersana Baru,
Babakan, Cirebon. The indicator which used in this study are Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return
(IRR), Net Benefit Ratio (Net B/C), Payback Period (PBP), and sensitivity analysis. The result of calculation for
NPV for last 5 years from 2007 until 2011 is IDR18.695.269.884,00 with first investment IDR112.680.700.000,00.
The value for IRR is 13,56 percent which is bigger than valid discount rate that is 7 percent and value for Net B/C is
1,17 it’s mean the company is proper. PBP could be done in 1 year 6 month. The result from sensitivity analysis
show that PT PG Rajawali II Unit Tersana Baru cannot handle decreasing of sugar price more than 5 percent and
cannot handle increasing total cost more than 7 percent.
113404275C1A008108PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN TEGAL (2005-2010)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah pertumbuhan ekonomi, gambaran pola dan struktur pertumbuhan ekonomi masing-masing kecamatan, tingkat ketimpangan distribusi pendapatan dan arah ketimpangan distribusi pendapatan, serta untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di Kabupaten Tegal tahun 2005-2010.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tegal menunjukkan arah yang menurun, sebagian besar kecamatan di Kabupaten Tegal termasuk dalam klasifikasi daerah relatif tertinggal, ketimpangan distribusi pendapatan yang terjadi di Kabupaten Tegal termasuk ketimpangan ringan dan menunjukkan arah yang menurun, terdapat hubungan positif kuat antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan distribusi pendapatan, serta hipotesis Kuznets mengenai kurva U terbalik berlaku di Kabupaten Tegal.
This research aimed to know the direction of economic growth, an overview of the pattern and structure economic growth of each sub-district, level of inequality income distribution and direction of the income distribution, and knowing the correlation between economic growth and income distribution inequality in Tegal regency in 2005-2010.
Based on the research and analysis known that economic growth of Tegal regency indicating decreased direction, mostly sub-districts in Tegal included in the classification of relatively backward region (Low Growth and Low Income) area, inequality of income distribution that occurred in Tegal regency included as mild inequality and shows decreasing direction, there is a strong and positive correlation between economic growth and income distribution, as well as the Kuznets hypothesis of the inverted U curve is applied in Tegal regency.