Artikelilmiahs

Menampilkan 10.301-10.320 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1030110829E1A010121TINDAK PIDANA ABORSI (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor 71/Pid.Sus/2014/PN.Cbn)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui unsur-unsur tindak pidana aborsi menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana danUndang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara aborsi pada putusan Nomor: 71/Pid.Sus/2014/PN.Cbn. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data utama yang digunakan adalah data sekunder kemudian dianalisis secara kepustakaan dengan penyajian data secara deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang didakwakan terhadap terdakwa terdapat unsur kekerasan di dalamnya yang tidak sesuai dengan apa yang telah di perbuat oleh terdakwa, karena aborsi merupakan kejahatan terhadap nyawa bukanlah kejahatan terhadap tubuh, yang obyek kejahatannya adalah nyawa dan bertujuan untuk menghilangkan nyawa seseorang, sedangkan kejahatan terhadap tubuh, obyeknya adalah tubuh dan bertujuan untuk menimbulkan rasa sakit atau luka terhadap seseorang. Larangan aborsi diatur dalam KUHP, Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Dalam Pasal 346 KUHP terdapat 4 perbuatan yang dilarang yaitu menggugurkan kandungan, mematikan kandungan, menyuruh menggugurkan kandungan dan menyuruh mematikan kandungan. Namun, terdapat pengecualian yaitu indikasi medis dan kehamilan akibat korban pemerkosan yang diatur dalam Pasal 75 ayat (2) Undang-undang Kesehatan dan Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah tentang Kesehatan Reproduksi.
This research was conducted to determine the elements of criminal abortion according to the Criminal Code, and Law of the Republic of Indonesia Number 36 year 2009 on health, also to know the consideration of judges in deciding the criminal abortion case on the judgement number 71/Pid.Sus/2014/PN.Cbn. The approach that used in this research is a normative juridical. The main data that used is Secondary Data which is analyzed with literature by presenting descriptive data.
Based on the result of research can be concluded that in article number 80 paragraph (3) of Law of the Republic of Indonesia Number 23 year 2002 on Child Protection that indicted to the defendant there is violence element that were not accordance with what has been done by the defendant, because abortion is not a crime towards the body but a crime against life, where the object of the crime is a soul and the aim is to take someone's life, while the object of crime towards the body is the body and the aim is to cause pain or injury towards someone. The prohibition of abortion is regulated in Criminal Code, Law of the Republic of Indonesia Number 36 year 2009 on Health and Government Regulation Number 61 year 2014 on Reproductive Health. In article 346 of the criminal code there are 4 prohibited acts, an abortion, kill the fetus, ordering to do an abortion, and also ordering to kill the fetus. However, there are exceptions that by medically indicated and the pregnancies as the causes from becoming victim of rape are regulated in Article number 75 paragraph (2) the Law of the Republic of Indonesia on Health and also Article number 31 paragraph (1) Government Regulation on Reproductive Health.
1030210903C1K008045FACTORS AFFECTING FIRM’S HEDGING POLICY (A CASE OF AUTOMOTIVE AND COMPONENTS FIRMS LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE)Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang berdasarkan pada fakta mengenai keputusan hedging pada perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hedging oleh perusahaan. Untuk menganalisa kepentingan relatif dari firm size, profitability, growth opportunity, liquidity, leverage, dan financial distress score pada keputusan hedging perusahaan dan untuk menentukan variabel yang paling membedakan antara pengguna hedging dan non-pengguna.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, 12 perusahaan terpilih sebagai sampel berdasarkan kriteria tertentu.
Discriminant analysis digunakan untuk menganalisa pengaruh firm size, profitability, growth opportunity, liquidity, leverage, dan financial distress score pada keputusan perusahaan dalam menggunakan instrumen derivatif untuk hedging. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki size, profitability, dan financial distress score yang lebih tinggi akan memiliki niat yang lebih tinggi untuk menggunakan instrumen derivatif sebagai strategi hedging. Perusahaan yang memiliki growth opportunity yang lebih rendah akan memiliki niat yang rendah untuk menggunakan instrumen derivatif sebagai strategi hedging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan liquidity tinggi dan leverage yang lebih rendah memiliki niat lebih untuk menggunakan hedging, tapi tidak signifikan. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukan bahwa financial distress score adalah variabel terbaik untuk membedakan antara dua kelompok pengguna/non-pengguna hedging dan memiliki efek terbesar pada keputusan hedging perusahaan.
This research is an empirical research based on observation of the firm’s hedging decision of automotive and component firms listed on the Indonesia Stock Exchange to use derivative instruments.
The purpose of this research was to identify factors affecting firm’s hedging policy. To analyze the relative importance of firm size, profitability, growth opportunity, liquidity, leverage, and financial distress score on firm’s hedging decision and to determine which variable that best discriminate between hedging users and non-users.
The population of the research was automotive and components firms listed on the Indonesian Stock Exchange. Samples were selected using purposive sampling, the total number of sample selected are 12 firms which were chosen based on certain criteria.
Discriminant Analysis was applied to analyze the effect of firm’s size, profitability, growth opportunity, liquidity, leverage, and financial distress cost on firm’s decision by using derivative instruments for hedging. Results explained that firms which have a higher size, profitability, and financial distress cost have strong reciprocal relationship and have higher intention to use derivative instruments as a hedging strategy. Firms which have lower growth opportunity have lower intention to use derivative instruments as a hedging strategy. The results showed that firms with higher liquidity and lower leverage have more intention to use hedging, but did not significant. Based on discriminant analysis result, financial distress cost is the best variable to discriminate between two groups non-user/user and has the greatest effect on firm’s hedging decision.
1030310012C1A007083ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN CILACAP
(DENGAN PENDEKATAN DYNAMIC LQ DAN SHIFT SHARE)
PERIODE 2009 - 2012
Pembangunan adalah usaha untuk menciptakan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, hasilpembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat sebagai wujud peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakatnya harus secara bersama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah.

Keberhasilan pembangunan harus dapat diukur dengan parameter yang lebih luas dan lebih strategis yang meliputi semua aspek kehidupan baik materil dan non materil. Dilihat dari letak geografis Kabupaten Cilacap merupakan salah satu Kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, maka pelaksanaan pembangunan harus diawali berdasarkan prioritas dan pemilihan sasaran-sasaran yang mempunyai nilai strategis dan memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan citra Kabupaten Cilacap dengan berkaitannya sarana dan prasarana Kabupaten Cilacap serta membangun sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap.

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis LQ, dynamic LQ, Shift Share dengan Laju pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan sektor ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor-sektor ekonomi, komponen Share, komponen Net Shift, komponen Differential Shift, dan komponen Proportional Shift sebagai variabel. Berdasarkan analisis LQ maka dapat di ketahui bahwa Kabupaten Cilacap memiliki sektor basis yang potensial, yaitu (1) Pertambangan & Penggalian , (2) Industri Pengolahan, (3) Perdagangan, Hotel dan Restoran, Berdasarkan analisis DLQ maka dapat diketahui perubahan sektor menjadi (1) Pertanian, (2) Pertambangan & Penggalian, (3) Listrik dan Air Minum , (4)Perdagangan, Hotel dan Restoran, (5)Keuangan, Persewaan, jasa Perusahaan. Berdasarkan analisis Shift Share bahwa nilai rata-ratanya proportional positif adalah sektor pertanian, Pertambangan dan pengalian , serta sektor bangunan
Development is the attempt to create public welfare. Therefore, the development should be enjoyed by all people as a form of improvement in physical and spiritual well-being in a fair and equitable. In an effort to achieve this goal, local governments and communities should jointly take the initiative of local development.

The success of development should be measured by parameters broader and more strategic which includes all aspects of life both material and non material. Judging from the geographical position Cilacap is one city that fall into the region of Central Java province, theimplementation of development must be preceded by the selection of priorities and targets that have strategic value and have a positive impact in improving the image of Cilacap with relation City facilities and infrastructure Cilacap and build economic sectors that have the potential to increase economic growth in the city of Cilacap.

The analytical tool used in this research is LQ analysis, DLQ analysis, shift share with the economic growth rate, growth sectors of the economy, the Gross Regional Domestic Product (GDP), economic sectors, components Share, Net component Shift, Shift Differential components, and Proportional Shift as a variable component. Based on the LQ analysis it can be known that Cilacap has the potential sector basis, namely (1). Mining and Quarrying, (2). Manufacturing, (3). electricity, gas and water. Based on the DLQ analysis it can be known that Cilacap has change the potential sector basis, (1) Agriculture, (2)Mining and Quarrying, (3) electricity, gas and water, (4) Trade, (5) Finance. Based on the shift share analysis that the average value is proportional positive agriculture, Mining and Quarrying, and construction.
1030410013C1A010069EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA PERAJIN TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOKPenelitian ini berjudul ”Efisiensi Penggunaan Faktor-faktor Produksi pada Perajin Tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil industri perajin tahu di Desa Kalisari dan menganalisis tingkat efisiensi baik efisiensi teknis, efisiensi harga dan efisiensi ekonomis pada industri perajin tahu serta untuk menganalisis skala hasil produksi pada industri perajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling sehingga diperoleh 73 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis data kualitatif, metode analisis regresi linear berganda dengan fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis penggunaan faktor produksi teknis, alokatif dan ekonomis serta analisis skala hasil penggunaan faktor produksi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Usaha produksi tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok kebanyakan merupakan usaha turun-temurun dari keluarga. Bahan baku kedelai yang digunakan adalah kedelai impor. Perajin meningkatkan pemasarannya dengan cara membuat kantong kemas yang telah memiliki logo atau merek dan medaftarkan produksi mereka ke dinas terkait. Limbah hasil produksi tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok sebagian besar telah diolah menjadi biogas. produksi perajin tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok belum mencapai efisiensi baik teknik, alokatif/harga dan efisiensi ekonomi. Skala hasil faktor produksi yang dicapai perajin tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok adalah lebih dari satu. Hal ini menunjukkan bahwa produksi perajin tahu tersebut berada pada kondisi increasing return to scale sehingga dapat dikatakan kondisi ini layak untuk dikembangkan.
Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah perlu memperhatikan pasokan bahan baku kedelai terutama kedelai lokal agar para perajin tahu tidak selalu tergantung dengan bahan baku kedelai impor. Bagi perajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok perlu membuat ijin hak paten ke dinas instansi terkait mengenai logo atau merek dagang sehingga tidak ditiru karena hukum yang melindungi kepemilikan merek dagang kuat. Perajin perlu melakukan penyesuaian penggunaan faktor-faktor produksi. Terutama pada variabel kayu bakar, setidaknya perajin tahu meningkatkan penggunaan kayu bakar kurang lebih hingga rata-rata 15 gulung agar dapat mencapai penggunaan yang efisien. Produksi perajin tahu berada pada kondisi increasing return to scale, sehingga perlu dilakukan penyuluhan yang intensif terhadap perajin tahu di Desa Kalisari oleh dinas-dinas terkait, khususnya dalam penggunaan faktor produksi yang optimal dan efisien dalam berproduksi, sehingga perajin tahu mampu mencapai kondisi constant return to scale.
This research is titled “Efficiency the using of Production Factors on Tofu Industries in Kalisari Village, Cilongok Sub district, Banyumas Regency”. The purposes of this research are to identify the tofu industries profile in Kalisari Village and to determine the rate of technical efficiency, allocative efficiency and economic efficiency. It is also determine the return to scale of the production factors in tofu Industries in Kalisari Village, Cilongok sub district. The research that is utilized is by survey method, includes to 73 respondents samples. By quantitative data analysis, it is used multiple linier regression analysis to apply Cobb Douglas production functions, to count technical efficiency analysis, allocative efficiency analysis and economic efficiency analysis and also return to scale analysis of the tofu production.
The results of this research show that the tofu producers in Kalisari village, Cilongok are mostly family business type. They are using the soybean as imported raw materials. To improve marketing power, they made pouch pack with legal specific logo or brand. The waste of the tofu production was the then processed into biogas product. The production process hasn’t reached yet the technical efficiency, allocative efficiency and economic efficiency. Return to scale production of tofu has identified reach more than one; it is showed that the production is on increasing returns to scale stage.
The implication of this research is that the government should give attention on supply of raw materials, especially local soybeans product so the tofu producers does not always depend on imported soybean. For the tofu producers in Kalisari Village, Cilongok Sub district need to create a patent license to authority departments regarding the logos or trademarks. They are also need to make adjustments the use of production factors, especially in variable of firewood, at least increase the use of firewood up to 15 rolls on average in order to achieve efficiency product. Because of the return to scale production of tofu has reached to more than one, the producers need intensive educations by the related departments, particularly how to use production factors efficiently in production process. So they are able to achieve the constant return to scale stage.
1030510015H1E010039PEMODELAN BATUAN DASAR (BASEMENT) DAERAH MUNTOK BANGKA BARAT PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DENGAN METODE GRAVITASIPemodelan batuan dasar (basement) daerah Muntok Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan metode gravitasi telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model geometri batuan dasar (basement) dan mengetahui pola sebaran densitas batuan berdasarkan pemodelan 3D serta informasi geologi dari daerah penelitian. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder pengukuran gravitasi meliputi posisi nilai pengukuran dan ketinggian. Pengolahan data gravitasi yang dilakukan meliputi konversi ke mGal, koreksi pasang surut, koreksi apungan, koreksi lintang, koreksi udara bebas, koreksi bouguer, koreksi medan, reduksi ke bidang datar, pemisahan anomali regional dan residual. Setelah koreksi Bouguer, koreksi medan, reduksi bidang datar, pemisahan anomali regional dan residual dilakukan, selanjutnya dibuat peta kontur menggunakan software Surfer 10. Untuk pemodelan 3D menggunakan sofware Grablox dan untuk menampilkan hasil pemodelan menggunakan sofware Bloxer. Model batuan dasar (basement) pada daerah penelitian sedikit cekung dan memiliki nilai densitas yang tinggi yaitu sebesar 2,89 g/cm3. Pola sebaran densitas batuan pada daerah penelitian memiliki nilai yang bervariasi, yaitu: 1,00 – 1,58 g/cm3 berupa batuan alluvial, 1,58 – 1,87 g/cm3 Formasi Ranggam, 2,35 g/cm3 Formasi Tanjung Genting, 2,89 g/cm3 Klabat Granit yang termasuk dalam batuan dasar (basement).

Modeling bedrock (basement) of Muntok West Bangka area at Bangka Belitung Province with the gravity method has been carried out. The aim of the research were determining the geometry model of bedrock (basement) and the pattern of density distribution of rocks, based on 3D modeling and geological information of the research area. The data used in this study are secondary data including measurements of gravity position and altitude measurement values. Gravity data processing were conducted through the conversion to mGal, tide correction, drift correction, correction of latitude, free air correction, Bouguer correction, terrain correction, reduction to the horizontal plane and the separation of regional and residual anomalies. After correction Bouguer, terrain correction, flat field reduction, separation of regional and residual anomalies is done, the next contour maps created using software Surfer. For three-D modeling using software Grablox and to display the results using the modeling software Bloxer. Model bedrock (basement) in the study area is slightly concave and has a high density value that is equal to 2,89 g / cm3. Pattern density distribution of rocks in the study area have varying values, namely: from 1.00 to 1.58 g / cm3 in the form of alluvial rock, from 1.58 to 1.87 g / cm3 in Ranggam Formation, 2.35 g / cm3 in Genting Tanjung Formation , 2.89 g / cm3 in Klabat Granite is included in the bedrock (basement)
1030610017E1A010212UPAYA HUKUM KASASI DALAM KASUS dr. DEWA AYU (Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Agung Nomor 365K/Pid/2012)Mahkamah Agung (MA) dalam Putusan No.365 K/Pid/2012, memvonis dr. Dewa Ayu dkk. selama 10 bulan penjara, menganulir vonis bebas yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Manado dalam Putusan No.90/Pid.B/2011/PN.Mdo. Rumusan masalah yang diangkat adalah pertimbangan hakim dalam kedua putusan tersebut. Penelitian ini bersifat yuridis normatif dengan spesifikasi perskriptif analitis. Pengadilan Negeri Manado berpendapat Pasal 359 KUHP mengandung unsur karena kesalahannya (unsur subjektif) dan menyebabkan orang mati (unsur objektif). Berdasarkan fakta-fakta di persidangan, keterangan saksi-saksi dan keterangan Para Terdakwa bahwa dakwaan kelalaian ini unsur kelalaian dalam menjalankan tugas profesi medik adalah tidak terbukti menurut hukum. Mahkamah Agung dalam pertimbangannya para Terdakwa lalai untuk melakukan sesuatu tindakan atau untuk tidak melakukan sesuatu tindakan tertentu terhadap pasien tertentu pada situasi dan kondisi yang tertentu. Para Terdakwa telah melakukan penyimpangan kewajiban. Pengaturan mengenai Tindak Pidana malpraktek belum diatur secara terperinci oleh undang-undang, maka saran dari peneliti adalah majelis hakim dalam memberikan putusan terhadap perkara malpraktek diharapkan kedepan selain mempertimbangkan adanya alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam KUHAP, juga mempertimbangkan sumber hukum tak tertulis dan azas-azas umum berdasarkan kepatutan masyarakat, selain itu juga melihat Yurisprudensi yang telah ada dan dipakai sebagai sember hukum.


Kata Kunci: pertimbangan hakim, karena kesalahannya menyebabkan orang mati, melakukan tindakan atau tidak melakukan sesuatu tindakan tertentu.
The Supreme Court ( MA ) in Decision 365 K/Pid/2012, convicted dr. Dewa Ayu et al. for 10 months in prison, annulled acquittal rendered by the District Court of Manado in Decision 90/Pid.B/2011/PN.Mdo. The both consideration in the decision of judges was the formulation of the issues. This research was a normative juridical with perskriptif analytical specifications. Manado District Court argued Article 359 of the Criminal Code because it contains elements of the guilt (subjective element) and caused the dead (objective element). Based on the facts in the trial, witnesses and testimony that the defendant's negligence charges of negligence of duty medical profession is not legally proven. The Supreme Court in consideration of the defendant fails to perform any act or not do something specific action to certain patients in certain circumstances. The defendant has made a deviation obligation. Setting of the crime of malpractice has not been regulated by law, so the advice of researcher is the judges in giving judgment to next malpractice cases are expected in addition to consider the evidence which set in the Criminal Code, also consider the source of the unwritten laws and the general principles based on the propriety of the community, but it also saw the existing jurisprudence and used as legal cracked .


Keywords: consideration of judge, because mistakes cause people die, act or not do something certain action
1030710014C1K010040THE INFLUENCE OF LIQUIDITY, LEVERAGE, AND ACTIVITY RATIOS ON PROFIT GROWTH OF CONSUMER GOODS INDUSTRIES LISTED IN THE INDONESIAN STOCK EXCHANGE Judul penelitian ini adalah pengaruh likuiditas, leverage, dan rasio aktivitas terhadap pertumbuhan laba di industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh CR, DER, dan INWC terhadap pertumbuhan laba di industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hipotesis dalam peniltian ini adalah: (1) CR berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba; (2) DER berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba; (3) INWC berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba.
Populasi dalam penelitian studi ini adalah industri barang konsumsi yang diterbitkan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Menggunakan metode purposive sampling, penelitian ini menggunakan 20 perusahaan sebagai sampel. Studi ini menggunakan analisis regresi berganda sebagai metode. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa: (1) CR mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan laba; (2) DER berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba; (3) INWC tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba.
Implikasi dari penelitian ini (1) Perusahaan harus memberi perhatian lebih pada kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dengan cara membuat efektif dan efisien penggunaan biaya, mengatur hutangnya, mengatur mekanisme penggunaan dana eksternal dalam hal ekspansi dan pembiayaan opersional perusahaan dimasa mendatang, dan mempertahankan modal kerja yang baik dan efisien; (2) Investor harus mempertimbangkan faktor lain selain rasio keuangan, seperti faktor makro : tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan kondisi politik ekonomi yang secara langsung dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan laba.
The title this research is the influence of liquidity, leverage, and activity ratios on profit growth of consumer goods industries listed in the Indonesian Stock Exchange in 2009-2012. This research was aimed to analyze the influence of CR, DER, and INWC on the profit growth of consumer goods industries at Indonesian Stock Exchange. The hypotheses in this research were: (1) CR positively influenced on the profit growth; (2) DER negatively influenced on the profit growth; (3) INWC positively influenced on the profit growth.
The research population in this study was Consumer Goods Industries listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) and website of Bank Indonesia.Chosen by using purposive sampling method, this research used 20 companies as sample. This study used multiple regression analysis as the method. The result of this research indicated that: (1) CR had positive effect on profit growth; (2) DER had negative effect on profit growth; (3) INWC had no significant influence on profit growth.
The implication of this research (1) Company should pay more attention to the ability of companies in to get profit by means of makes effective and efficient the use of charge, manage his debts, regulate the use of external funds in terms of expansion and financing operations of the firm in future, and maintain good working capital and efficient. (2) Investors should consider other factors beyond financial ratio such as macro factors : inflation rate, interest rate, and political condition since they will indirectly on profit growth.
1030810016C1B010049Analisis Pengaruh Iklan , Citra merek dan Keterlibatan Produk terhadap Sikap dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian (Study Kasus pada Pengguna Produk Wardah Kosmetik di Purwokerto)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh iklan, citra merek, keterlibatan produk terhadap sikap dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Wardah.
Populasi dalam penelitian ini adalah Pengguna produk Wardah di Purwokerto. Peneliti menggunakan sampel sebanyak 120 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Convenience Sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Iklan berpengaruh positif terhadap sikap konsumen, (2) Citra merek berpengaruh positif terhadap sikap konsumen, (3) Keterlibatan Produk berpengaruh positif terhadap sikap konsumen, (4) Iklan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, (5) Citra merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, (6) Keterlibatan Produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, (7) Sikap tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
The purpose of this research was to analyze the influence of advertise, brand image, product involvement on attitude and the impact purchase decision in wardah cosmetics.
The population of this research was the customer wardah cosmetics. The researcher using a sample size of 120 respondent. The sampling technique was used covenience sampling method. Structural Equation Modelling (SEM) was used to analyze the variables.
Based on the results of data analysis, it can be concluded that advertise, brand image, product involvement had positive influence to attitude where advertise, product involvement also had positive influence to purchase decision. While brand image, and attitude had no direct influence to purchase decision.
1030910018D1E010094PENGARUH UMUR INDUK TERHADAP TIPE KELAHIRAN DAN DAYA HIDUP PRASAPIH KAMBING PERANAKAN BOER DI UPTD MULYOREJO SEMARANGTujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui tipe kelahiran kambing peranakan Boer pada berbagai umur induk, (2) mengetahui daya hidup prasapih kambing peranakan Boer pada berbagai umur induk, dan (3) melihat pengaruh umur induk dengan tipe kelahiran dan daya hidup anak prasapih kambing peranakan Boer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 sampai dengan bulan September 2014 bertempat di UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah data kambing peranakan Boer yang dibagi berdasarkan kelas umur I (18 - 30 bulan), II (31 - 43 bulan), III (44 - 56 bulan), dan IV (57 - 70) pada tahun 2008 sampai 2013. Data diperoleh menggunakan metode survei, dengan penetapan sampel secara “purposive sampling“, kemudian data dianalisis menggunakan uji Khi-Kuadrat (χ2). Karakteristik dilihat dari segi tipe kelahiran dan daya hidup cempe prasapih kambing peranakan Boer. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata litter size kambing peranakan Boer adalah 1,63±0,6 ekor dan rata-rata daya hidup anak prasapih sebesar 61,22±47,07%. Rata-rata umur induk kambing peranakan Boer adalah 48,37±14,59 bulan. Nilai korelasi umur induk dengan tipe kelahiran dan daya hidup prasapih masing-masing sebesar 10,707 (P > 0,05) dan 8,813 (P > 0,05), sehingga pengaruh umur induk terhadap tipe kelahiran dan daya hidup prasapih yang dihasilkan tidak berbeda nyata (P > 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah pengaruh umur induk tidak menentukan tipe kelahiran dan daya hidup prasapih kambing peranakan Boer.The purposes of this study were to (1) determine the crossbreed Boer goat birth type with various does’ age, (2) determine the crossbreed Boer goat kids’ survivability pre-weaning with various does’ age and (3) view the crossbreed Boer goat effect of does' age to birth type and survivability pre-weaning. This study held on August, 2014 until September, 2014 at UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Materials used divided the crossbreed Boer goat by age class I (18-30 months), II (31-34 month), III (44-56 month), and IV (57-70 month) from recording of 2008 until 2013. Data were obtained using survey method, and analyzed using Chi-square test. Sampling was done by purposive sampling. The results showed the crossbreed Boer goat litter size was 1.63±0.6 head and kids' survivability pre-weaning was 61.22±47.07%. The average of crossbreed Boer goat does' age was 48.37±14.59 months. The crossbreed Boer goat does' age effect was not significantly different (P > 0.05) to birth type and kids' survivability pre-weaning with correlation value were 10.707 (P > 0.05) and 8.813 (P > 0.05), respectively. So it can be concluded that the crossbreed Boer goat does’ age didn't affect to birth type and survivability pre-weaning.
1031010905C1J010039ANALYSIS OF BATIK INDUSTRY
IN SETU VILLAGE, TEGAL REGENCY
CENTRAL JAVA PROVINCE IN INDONESIA
(STRUCTURAL – CONDUCT – PERFORMANCE APPROACH )
Industri batik merupakan salah satu industri yang mempunyai peran penting dalam perekonomian daerah Tegal. Pasang surut industri ini di tingkat nasional juga berdampak di tingkat daerah. Salah satu kerangka dasar dalam analisis ekonomi industri adalah hubungan antara Struktur-Perilaku-Kinerja atau Structure-Conduct-Performance (SCP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Pengaruh pangsa pasar (Market share), Capital to Labour Ratio (CLR) dan X-efisiensi terhadap kinerja (PCM) industri batik tulis di Desa Setu Kabupaten Tegal.
Populasi dari industri batik di daerah ini adalah 35 perusahaan dan alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji F dan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangsa pasar perusahaan, CLR dan fisiensi internal mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai keuntungan (PCM) pada industri batik di Desa Setu Kabupaten Tegal. Penelitian juga menunjukkan bahwa industri batik tulis di Desa Setu Kabupaten Tegal termasuk ke dalam tipe pasar persaingan monopolistik dimana pasar ini bersifat banyak penjual dan pembeli, produk yang heterogen. Rata-rata pangsa pasar dari industri batik tulis di Desa Setu Kabupaten Tegal sebesar 2,9 persen. Terdapat beberapa perilaku pada industri batik tulis di Desa Setu Kabupaten Tegal. Perilaku ini dipengaruhi oleh jenis struktur pasar yang dimiliki oleh industri batik tulis kota Tegal. Perilaku-perilaku tersebut antara lain adalah perilaku dalam menentukan harga yang bervariasi berdasarkan pada jenis motif, selain itu teknik produksi yang ada pada industri ini adalah bersifat padat karya sehingga terdapat karakteristik ketenagakerjaan yang unik di sana. Kinerja yang dihasilkan oleh industri batik tulis tergolong kecil. Rata-rata nilai PCM industri ini adalah sebesar 17 persen. Tingkat efisiensi yang hadir pada industri ini tergolong cukup rendah yaitu rata-rata sebesar 20 persen.
Implikasi dari penelitian ini adalah: industri batik tulis di Desa Setu Kabupaten Tegal hendaknya terus meningkatkan efisiensi internalnya, yaitu pembenahan di sisi manajemen untuk efisiensi berbagai biaya produksi. Corak dan mutu dari industri batik tulis Desa Setu Kabupaten Tegal hendaknya selalu diperbaiki dan ditingkatkan sehingga dapat memperoleh harga yang tinggi sesuai dengan permintaan pasar yang terus meningkat.
Batik industry is one industry that has an important role in economy of Tegal. The ups and downs of this industry at the national level also have an impact at local level. One of the basic framework in the analysis of the industrial economy is the relationship between Structure – Conduct – Performance (SCP) This study aims to analyze the Influence of market share, Capital to Labour Ratio (CLR) and X-efficiensy of performance (PCM) batik tulis industry in village Setu, Tarub Tegal.
The population of batik industry in this area is 35 corporate and analysis tool used is multiple linear regression with F-test and t-test.
The results showed that the company's market share, the CLR and internal efficiency have positive effect on the value of profits (PCM) on the batik tulis industry in village Setu, Tarub Tegal. Research also shows that the batik tulis industry in district Setu, Tarub Tegal belong to monopolistic competition type where there are many sellers and buyers, of heterogeneous products. The average market share of the batik tulis industry in the district Setu, Tarub Tegal by 2.9 percent. There are a few conduct in batik industry in village Setu, Tarub Tegal. This conduct is influenced by the type of market structure that is owned by batik tulis industry.of tegal city it is based on the various types of batik motives, besides the existing production techniques in the industry used labor intensive so that there are unique characteristics of employment. Performance generated batik tulis industry is small. The average value of the PCM industry is 17 percent. Level of efficiency in this industry is quite low at an average of 20 percent.
The implications of this research are: batik tulis industry in the village Setu, Tarub Tegal should continue to improve internal efficiency, in efficiency of the management of production costs. The style and quality of the batik tulis industry in be fixed and improved to obtain a higher price according to the market demand that continue to rise.
1031111328H1F010009PEMETAAN BAWAH PERMUKAAN DAN IDENTIFIKASI PERANGKAP HIDROKARBON PADA ZAMAN PALEOGEN - NEOGEN BERDASARKAN DATA SEISMIK DAN DATA GEOMAGNETIK PERAIRAN ARU UTARA PAPUA BARATPerairan Aru Utara merupakan bagian dari laut lepas baratlaut Arafura terletak antara selatan Kaimana Papua Barat dan bagian utara dari Kepulauan Aru. Lokasi ini pertama kali dilakukan pengeboran dilakukan oleh Dutch pada tahun 1956. Semua sumur bor tidak menunjukan keberadaan hidrokarbon yang signifikan. Target utama dari penelitian ini pada zaman Paleogen – Neogen. Secara stratigrafi Formasi karbonat Yanwee pada Miosen Atas setara dengan Formasi Kais. Formasi Kais merupakan produsen utama dari Cekungan Salawati dan Bintuni. Formasi Buru merupakan formasi termuda yang berisi batulempung yang cukup tebal dan sangat berpotensial sebagai batuan tudung. Studi ini fokus pada perkembangan struktur untuk identifikasi awal penetuan perangkap hidrokarbon pada frontier area exploration di Perairan Aru Utara
Metode yang digunakan merupakan metode geofisika melalui pendekatan profil seismik (fasies seismik), Bathymetric echosounder dan kemagnetan bumi. Data diperoleh dengan melakukan survei menggunakan Kapal Riset Geomarin III Puslitbang Geologi Kelautan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. Melakukan pemetaan bawah permukaan untuk mengidentifikasi perangkap hidrokarbon
Hasil dari anomali kemagnetan bumi menunjukan bahwa nilai suseptibilitas tinggi berada pada daerah perbatasan antara paparan dengan palung Aru dan pada bagian timur daerah penelitian. Peta bawah permukaan Paleogen – Neogen menunjukan beberapa daerah tutupan yang berpotensi dibagian batas paparan dengan palung Aru serta bagian barat, dilain sisi pada bagian tenggara terdapat kenampakan onlapping sedimentasi tipe struktural yang berkembang sebagai perangkap secara dominan berupa graben – half graben dan horst. Onlaping sedimentasi yang mebaji juga dapat berpotensi.
Northern Aru Sea is apart of Northwest Arafura offshore as a study area is located between Kaimana in the southern of West Papua and northern of Aru Island. This location was firstly drilled by dutch in 1956. All of this well were no significant hydrocarbon. The main target of this study in Paleogen – Neogen Period. The Upper Miocene i.e Yanwee carbonate show up stratigraphically equivalent to Kais Formation. Kais Fm as the main producer of Salawati and Bintuni Basin. The youngest Buru Fm consists of very thick claystone as a good potentially seal layer. This study concern to structural geology framework for early identification of hydrocarbon trap in the frontier area exploration in the Northen Aru Sea.
Seismic profiles, Bathymetric Echosounder and marine magnetic lines as geophysical methods using RV. Geomarin III owned by Marine Geological Institute, Ministry of EMR, detect subsurface structure to identify hydrocarbon trap.
The result of magnetic anomaly shown higher susceptibility along the the margin of Aru trough and eastern area. Depth structural map of Top Paleogene and Top Neogene horizons show some closures along the edge of Aru through and eastern area whereas in the southeastern part area shows onlapping wedge sedimentation. Structural type which dominant developed is normal faults forming graben – half graben, and horst. Onlapping layers are also potential traps.
1031211193C1A010071Analisis Efisiensi Ekonomi Usahatani Stroberi di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten PurbalinggaPenelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Ekonomi Usahatani Stroberi Di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi usahatani stroberi dan untuk menganalisis perbedaan tingkat efisiensi per strata usahatani stroberi di Desa Serang.
Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai bulan Oktober menggunakan metode survey. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Jumlah responden sebanyak 54 petani stroberi. Analisis yang digunakan untuk menghitung efisiensi ekonomi usahatani yaitu dengan menggunakan analisis R/C Ratio, kemudian untuk menghitung tingkat perbedaan efisiensi per strata menggunakan alat analisis uji One Way Anova.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) usahatani stroberi di Desa Serang sudah efisien karena nilai R/C Ratio lebih dari 1 yaitu 2,56, 2) Strata I merupakan strata yang paling efisien karena penggunaan input-input produksi pada Strata 1 lebih intensif dan biaya produksi yang dikeluarkan dapat diminumkan sehingga dapat memperoleh keuntungan yang optimal.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) berdasarkan hasil perhitungan R/C ratio dapat diketahui bahwa usahatani stroberi sudah efisien, 2) strata I merupakan strata yang paling efisien diantara strata yang lain. Implikasi dari penelitian ini adalah usahatani stroberi di Desa Serang perlu dipertahankan dan dikembangkan.
Kata kunci: stroberi, efisiensi ekonomi, tingkat perbedaan efisiensi.
The research is entitle of “Effiency Economic Analysis Of Strawberry Farm in Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency”. The purpose of this research were to analyze the efficiency level of strawberry farm, and to analyze the differences effiency level within each strata of strawberry farm in Serang Village.
The research was conducted on September up to October using random sampling technique as the method of survey. The respondents consisted of 54 strawberry farmers. The analysis which used to determine the economic effiency farm was R/C ratio analysis, and to determine the differences efficiency level within each strata used One Way Anova analysis.
The research result showed that: 1) the strawberry farm in Desa Serang had been efficient because the R/C ratio value was more than 1 it was 2,56, 2) Strata 1 was the most efficient because the using of production inputs were more intensive and the cost of production could be minimized so the farmers got the optimum benefits.
The conclution of this research were 1) Based on the R/C ratio calculation known that strawberry farm had been efficient, 2) Strata 1 was the most efficient among the other strata. The implication of this research is strawberry farm in Serang Village need to be maintained and need to be developed.
Keywords: strawberry, economic efficiency, differences effiency level.
1031310019E1A010030PERAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN KEHUTANAN DALAM MENANGANI KASUS TINDAK PIDANA
ILLEGAL LOGGING
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan No. 31/Pid.Sus/2013/PN.Pwt.)
Penyidikan sebagai bagian dari sebuah proses panjang pembuktian suatu tindak pidana mempunyai peranan yang sangat penting. Dalam penyidikan ditentukan apakah suatu tindak pidana dapat dicarikan barang bukti yang digunakan maupun sekaligus untuk menentukan siapakah pelaku yang telah melakukan tindak pidana tersebut. Dalam melakukan penyidikan undang-undang telah menentukan bahwa hanya beberapa pejabat yang diberi wewenang untuk melakukan penyidikan. Dari wewenang tersebut ada yang sudah diatur berdasarkan KUHAP maupun undang-undang yang sifatnya khusus memberikan wewenang kepada pejabat tertentu untuk melakukan penyidikan. Keberadaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam sistem peradilan pidana mejadi hal yang penting karena tidak semua perkara tindak pidana dapat dilakukan penyidikan oleh penyidik Polri biasa. Keterbatasan personil Polri dan keterbatasan pengetahuan akan bidang lain menyebabkan keberadaan PPNS sangatlah penting dalam mengungkap suatu tindak pidana.
Tindak pidana illegal logging yang sekarang ini semakin marak baik dari pelakunya maupun jumlah tindak pidana yang hasilnya berupa kayu sudah dirasa sangat merugikan kepentingan banyak orang. Hal itu ditegaskan dengan banyaknya hutan yang gundul sehingga sering menyebabkan bencana alam (banjir, tanah longsor, dsb). Oleh karena itu keberadaan PPNS Kehutanan dalam membantu Polri untuk mengungkap tindak pidana illegal logging dalam tingkat penyidikan sangatlah diperlukan. Selain untuk memberikan bantuan kepada penyidik Polri, keberadaan PPNS Kehutanan dirasa yang paling mengetahui akan kebutuhan maupun permasalahan yang sering terjadi di kawasan hutan yang menjadi objek perlindungannya. Sehingga dengan begitu peranan PPNS Kehutanan selain untuk preventif (pencegahan) bisa juga menjadi penindak secara langsung dilapangan terhadap orang maupun kelompok perorangan yang sedang melakukan tindak pidana illegal logging.
Investigation as part of a long process of proving a criminal offense has a very important role. In the investigation determined whether a crime can be used to look for evidence and also to determine who the offenders who have committed such offenses. In investigating law has determined that only a few officials who are authorized to conduct investigations. Of the existing authority that is set by the Criminal Procedure Code and the laws that are specifically authorized certain officials to conduct an investigation. The existence of Civil Servant (investigators) in the criminal justice system becoming important because not all criminal assault investigation can be carried out by regular police investigators. Police personnel limitations and the limitations of other fields of knowledge will lead to the existence of investigators is crucial in uncovering a crime.
Illegal logging activities are now increasingly prevalent both of the perpetrators as well as the amount of crime that results in the form of wood was considered very detrimental to the interests of many people. This was confirmed by the many deforested so often cause natural disasters (floods, landslides, etc.). Therefore, the existence of Forestry investigators in helping the Police to uncover illegal logging activities in the level of investigation is needed. In addition to providing assistance to police investigators, the existence of Forestry investigators feel are most aware of the needs and problems that often occur in the forest area which is the object of protection. So with that role Forestry investigators in addition to preventive (prevention) can also be directly in the field responder individuals and groups of individuals who are doing illegal logging activities.
1031410020H1F007063GEOLOGI DAN PERHITUNGAN SUMBERDAYA BASALT BERDASARKAN DATA GEOLISTRIK DI DESA KARANG KEMIRI
KEC. WANGON KAB. BANYUMAS JAWA TENGAH
Bidang ilmu geologi mulai memiliki peranan sangat penting di kalangan masyarakat, khususnya informasi mengenai kondisi geologi yang berkembang di suatu daerah. Oleh sebab itu masih diperlukan suatu penelitian yang lebih detail guna melengkapai data yang telaha ada yang mencakup geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, serta aspek aplikasi geologi lainnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan geologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merekonstruksi gejala dan proses-proses geologi yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi dan sejarah geologi serta mengidentifkasi keberadaan (basalt) melalui metode tahanan jenis dengan konfigurasi schlumberger dan menghitung sumberdaya basalt berdasarkan data geolistrik. Daerah penelitian secara administratif berada di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Geomorfologi daerah penelitian terbagi ke dalam tiga satuan yaitu Satuan Dataran Aluvial Desa Baru, Satuan Perbukitan Lipatan Karang Kemiri, Satuan Perbukitan homoklin Randegan. Pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian adalah dendritik dan teralis. Stratigrafi daerah penelitan dapat dibagi menjadi empat, dimulai dari urutan pengendapan yang tertua yaitu Satuan batupasir, satuan batulempung, satuan basalt, dan satuan endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitan adalah sesar mengiri naik Rawaheng yang berarah relatif timurlaut-baratdaya. Studi khusus yang dilakukan adalah menghitung sumberdaya basalt berdasarkan data geolistrik. Studi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi sumberdaya basalt serta penyebaran dari batuan basalt tersebut berdasarkan data geolistrik. Terdapat satu tempat dilakukannya pengukuran surve geolistrik di desa Pangadegan. Konfigurasi yang dipakai dalam survei pengukuran geolistrik ini adalah konfigurasi schlumberger. Perhitungan sumberdaya basalt dilakukan dengan metode perhitungan Blok Reguler Daerah Pengaruh. Prinsip dari perhitungan dengan menggunakan metode blok reguler daerah pengaruh adalah mengambil setiap titik conto atau titik pengamatan yang berada dalam satu blok. Hasil perhitungan sumberdaya basalt dengan menggunakan blok reguler daerah pengaruh adalah sebesar 963.166,99 ton.Geological sciences began to have a very important role in the community, especially the information about the geological conditions that develop in an area. Therefore, they need a more detailed study to complement the existing data, which includes conditions geomorphology, stratigraphy, structural geology, as well as other aspects of geological applications. One way is to do with geological mapping. The purpose of this study is to reconstruct the symptoms and the geological processes that include geomorphology, stratigraphy, structural geology and geologic history and identify the presence (basalt) through resistivity method with Schlumberger configuration and compute resources based on the data of geoelectric basalt. The research area is administratively located in the District Wangon Banyumas in Central Java. Geomorphology of the study area is divided into three units namely Unit Desa Baru alluvial plain, Unit Karang Kemiri fold hills, Unit Randegan homoklin hills. Drainage pattern that develops in the study area is Dendritic and trelised. Stratigraphic research area can be divided into four, starting from the oldest depositional sequence Sandstone Unit, claystone unit, Basalt Unit, and Unit Alluvial deposits. Geological structure in the area of research is developing sesar mengiri naik Rawaheng are relatively northeast-southwest trending. Special studies conducted compute resource is based on the data of geoelectric basalt. This study was conducted to determine how much of the resource potential and the distribution of basalt basalt rocks are based on data geoelectric. There are one places surve geoelectric measurements done in the Pengadegan village. Configuration used in this survey is a measurement of electrical resistivity Schlumberger configuration. Basalt resource calculation performed by the method of calculation of Regular Block Area of Effect. Principle of the calculations using the method of influence is the area of regular blocks taking samples every point or observation point is within one block. Basalt resource calculation results using regular block area of influence is equal to 963.166,99 tons.
1031510021H1F007055GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI DAERAH JAMBUSARI DAN SEKITARNYA
KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH
Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah Jambusari merupakan daerah yang berada di selatan Pulau Jawa yang dilewati oleh salah satu sesar utama di Jawa Tengah. Bila dipandang dari sisi geologi, daerah ini merupakan daerah yang kompleks dengan struktur geologi yang cukup beragam. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi para pelaku dalam kegiatan ekplorasi di daerah tersebut.
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping dan pengukuran penampang stratigrafi yang hasil dari keduanya di komposit dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi dan membuat penampang geologi seimbang yang lebih informatif dan komunikatif.
Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 3 satuan geomorfologi daerah penelitian. Stratigrafi dengan 3 satuan batuan yang diendapkan di laut dalam. Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar mendatar dan antiklin-sinklin dengan pemendekan regional berkisar 28,02% -33,6% dan kedalaman detachment berkisar 540 m – 8518,75m.
Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. Jambusari district is an area that located in southern of Java island that be passed by one of main fault in central java. If It been seen from geological side, this area is a complex area with diverse structure geology. That is why it becomes any challenge for explorer and practitioners in this area.

The nvestigation method that done in this investigation was a geological mapping that includes geomorphology by observing topography map and morphology condition,; stratigraphy by doing spot mapping, and measuring section which both of these result will be composited; and geology structure by doing measurement of structure sign in the investigation area, besides specific study also done to know about characteristic of structure geology that existed in this area by doing reconstruction and making balance geology cross section that more informative and more communicative.

Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 3 geomorphology units. Stratigraphy with 3 litology units, that 1 of them is deposited in deep water system. Geology structure of investigation area is thrust faut, transform fault and anticline with regional shortening is approximately 28,02% -33,6% and depth of detachment is approximately 540-8518,75m.
1031610022F1D010006GERAKAN SOSIAL BARU DAN GLOBALISASI: PERJUANGAN MASYARAKAT SIPIL AMERIKA SERIKAT MELAWAN SISTEM EKONOMI GLOBAL MELALUI OCCUPY WALL STREET TAHUN 2011Penelitian ini berjudul “Gerakan Sosial Baru dan Globalisasi: Perjuangan Masyarakat Sipil Melawan Sistem Ekonomi Global Melalui Occupy Wall Street di Amerika Serikat Tahun 2011”. Tulisan ini bermaksud untuk mengidentifikasi Gerakan Occupy Wall Street sebagai contoh dari perjuangan masyarakat sipil melalui gerakan sosial baru dalam perlawanannya untuk melawan sistem ekonomi global di Amerika Serikat. Semenjak krisis 2008 di Amerika, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan hingga tempat tinggal, lonjakan pengangguran semakin meningkat akibat krisis tersebut. Pemerintah Amerika yang tidak memerhatikan nasib masyarakat nya justru memberi dana talangan kepada perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Masyarakat mencoba untuk mengorganisir dirinya masing-masing ke dalam sebuah Gerakan aksi yaitu Occupy Wall Street pada tanggal 17 September 2011. Gerakan tersebut merupakan gerakan aksi pendudukan di Wall Street sebagai pusat jantung kapitalisme. Masyarakat sipil sebagai peserta aksi tersebut menyampaikan aspirasi nya bahwa sesungguhnya sistem kapitalisme yang digunakan sebagai penggerak roda perekonomian dinilai sudah tidak efektif untuk membuat masyarakat Amerika sejahtera malah justru sebaliknya. Kemudian menuntut pemerintah bertindak adil kepada masyarakat dengan lebih memerhatikan masyarakatnya yang kehilangan pekerjaan hingga tempat tinggal.

The name of this paper is New Social Movements and Globalization: The Struggle of Civil Society to Against Economy Global System through Occupy Wall Street Movements in United States 2011. This paper aims to identify Occupy Wall Street Movements as an example the struggle of civil society through Occupy Wall Street Movements in United States. Since the crisis on 2008 in United States so many people has lost their jobs and homeless, there are increasing of jobless cause of the crisis happened. The United States’s government does not pay attention to the fate of their people but they give bailouts to the corporate which is bankrupt. Civil society has tried to organize themselves In to action movements, that is Occupy Wall Street on 17 September 2011. That movements is action movements to occupy in Wall Street as the central of capitalism. Civil society as the participant are demonstrated that capitalism is not longer effective to people in United States become welfare, but the other side. Then, make a demand to government to be more justice to people who has lost their jobs and homeless.


1031710024F1G010030STRUKTUR NARATIF DALAM NOVEL MIDAH SIMANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Penelitian yang berjudul “Struktur Naratif dalam Novel Midah Simanis Bergigi Emas Karya Pramoedya Ananta Toer” ini berlatar belakang tentang unsur-unsur naratif yang membangun sebuah novel. Rumusan penelitian ini diantaranya yaitu mendeskripsikan kernel-satelit, urutan tekstual dan urutan kronologis. Manfaat dari penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis penelitian ini yaitu untuk mengembangkan keilmuan sastra khususnya struktur naratif. Manfaat praktis penelitian ini yaitu bisa menjadi referensi penelitian untuk memahami gambaran struktur naratif dalam novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Fokus penelitian ini adalah struktur naratif yang terkandung dalam novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Setelah itu mencatat bagian-bagian penting dari novel tersebut yang berhubungan dengan unsur naratif (kernel-satelit, urutan tekstual dan urutan kronologis) dalam novel tersebut. Teknikanalisis data yang digunakan adalah mendeskripsikan unsur naratif (kernel-satelit, urutan tekstual, urutan kronologis) dalam novel. Setelah itu menganalisis struktur naratif dalam novel tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel ini terdapat empat puluh dua kernel dan delapan puluh tujuh satelit yang membangun cerita. Mengacu pada urutan tekstual, novel ini menggunakan alur maju atau linear (abc) karena cerita disusun dengan berurutan dari awal hingga akhir. Mengacu pada urutan kronologis, alur awal terdapat pada kernel satu sampai dengan kernel lima. Peningkatan konflik terdapat pada kernel enam, kernel tujuh belas dan kernel dua puluh tiga, sedangkan puncak konflik cerita ini terdapat pada kernel tiga puluh tujuh. Tahap penyelesaian konflik terdapat pada kernel empat puluh satu dan kernel empat puluh dua.
The research, entitled "Struktur Naratif dalam Novel Midah Simanis Bergigi Emas Karya Pramoedya Ananta Toer" the background of the narrative elements that build a novel. The formulation of this research is to describe the kernel-including satellite, textual sequence and chronological order. The benefit of this study is divided into two theoretical benefits and practical benefits.Benefits Theoretically this research is to develop the scientific literature, especially narrative structure. Practical benefits of this research that could be a reference study to understand overview of the narrative structure of the novel Midah Simanis Bergigi Emas Karya Pramoedya AnantaToer.
The method used in this research is descriptive qualitative, is utilizing the methods of interpretation by presenting it in the form of descriptions. The focus of this research is contained in the narrative structure of the novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer.The data collection technique used is the reading technique and noting technique. After that record important parts of the novel dealing with narrative elements (kernel-satellite, textual sequence and chronological order) in the novel.The data analysis technique used is to describe the narrative elements (kernel-satellite, textual order, chronological order) in the novel. After analyzing the narrative structure of the novel.
The results showed that in this novel there are fourty two kernels and eighty seven satellites to build a story. Referring to the textual order, the novel use of forward flow or linear (abc) because the story prepared by sequentially from beginning to end.Referring to the chronological order, beginning grooves present in the kernel one to five. Increased conflict present in six kernel, kernel seventeen and twenty three, while the height of the conflict of the story contained in the kernel of thirty seven. Stages of conflict resolution contained in the kernel of the fourty first and fourty two kernels.
1031810025F1G010029ANALISIS TEMATIK DALAM NOVEL PRIA TERAKHIR
KARYA GUSNALDI
Skripsi ini berjudul “Analisis tematik novel Pria Terakhir karya Gusnaldi”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui unsur-unsur intrinsik terutama tokoh, penokohan, latar, tema dan setting serta tema baik tema utama maupun tema minor dalam novel Pria Terakhir. Penelitian ini diharapkan mampu mengembangkan ilmu sastra khususnya dengan pendekatan struktural dan mampu membantu pembaca dalam memahami gambaran tentang tema-tema secara khusus yang terkandung dalam novel Pria Terakhir karya Gusnaldi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengambil fokus penelitian tentang tematik dalam novel Pria Terakhir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu, pertama menganalisis struktur novel yang meliputi alur, tokoh dan penokohan, dan latar dari data yang digunakan sesuai dengan perumusan masalah. Kedua, menganalisis tema baik tema utama maupun tema minor dengan menggunakan teori strukturalisme yang berkaitan dengan perumusan masalah. Ketiga, mengklasifikasikan data berdasarkan unsur intrinsik dalam novel Pria Terakhir karya Gusnaldi. Terakhir, menyimpulkan data berdasarkan pembahasan sebelumnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan struktural dideskripsikan tema yang terdapat dalam novel Pria Terakhir. Tema utama yang terdapat pada novel Pria Terakhir adalah tentang percintaan gay orang dewasa yang mana kedua tokoh utama merupakan sahabat kecil yang telah lama berpisah dan kini mereka berdua merajut cinta terlarang. Adapun tema-tema minor dalam bab yang ada dalam novel adalah bab 1 (Mimpi Indah tentang Pria Bermata Elang), bab 2 (Hari Ulang Tahun Bobi), bab 3 (Kejujuran Hati yang Terkuak), bab 4 (Kehidupan yang Sebenarnya), bab 5 (Malapetaka), bab 6 (Kesedihan Intan), bab 7 (Pengertian cinta yang Sebenarnya), bab 8 (Kepergian Intan), bab 9 (Perpindahan tempat tinggal Dydy), bab 10 (Jangan bersedih Prita), bab 11 (Kembali ke Bali untuk cinta), bab 12 (Kematian Bobi), bab 13 (Kesedihan Dydy), bab 14 (Kedamaian Cinta).
This research is entitled “Analisis Tematik dalam novel Pria Terakhir karya Gusnaldi”. It aims at describing the intrinsic elements particularly character and characterization, setting, theme both major and minor themes in the novel under the study. It also expected to enhance the discussion of literary studies especially those that are applying the structural approach and to be able to help the readers understand the illustration of the particular themes found in Gusnaldi’s Pria Terakhir.
The research is qualitative descriptive research. It focuses on the thematic analysis in Gusnaldi’s Pria Terakhir. Data collection technique is by reading, taking notes, and clarifying. Data analysis technique is first to analyze the structure of the novel consisting of plot, character and characterization, and setting from data intended to answer the research questions. Secondly, it is to analyze the theme both major and minor ones by applying the structuralism theory related to the research questions. The third is to clarify the data based on the intrinsic elements in Gusnaldi’s Pria Terakhir. The last is to conclude the data based on the previous discussion.
The result shows that by applying the structuralism theory it describes its theme in Gusnaldi’s Pria Terakhir. The major theme found in Gusnaldi’s Pria Terakhir is about the gay love relationship between two old friends who have been separated for some times and then they are having a forbidden love relationship. Furthermore, the minor themes found in Gusnaldi’s Pria Terakhir are Chapter 1: Beautiful Dream about eagle eyes man, Chapter 2: Bobi’s Birthday, Chapter 3: Honesty Hearts Unfold, Chapter 4: Actual Life, Chapter 5: calamity, Chapter 6: Intan’s Sadness, Chapter 7: Understanding of Real Love, Chapter 8: Intan’s Leaving, Chapter 9: Dydy’s residence movement, Chapter 10: Don’t be sad, Prita, Chapter 11: Going back to Bali for love, Chapter 12: Bobi’s Leaving, Chapter 13:Dydy’s Sadness, Chapter 14: peace of Love.
1031910026E1A010206PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI WALIKOTA MEDAN (Tinjauan Yuridis Putusan No 51/Pid.Sus.K/2013/PN.Mdn).ABSTRAK

Hukum Pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sedangkan hukum pidana formil diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurut KUHAP putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim adalah putusan yang membebaskan terdakwa (Pasal 191 ayat (1) KUHAP), putusan lepas dari segala tuntutan hukum (Pasal 191 ayat (2) KUHAP), dan putusan pemidanaan (Pasal 193 ayat (3) KUHAP). Salah satu putusan pengadilan, yaitu putusan bebas yang dijatuhkan oleh hakim di Pengadilan Negeri Medan yakni putusan Nomor 51/Pid.Sus.K/2013/PN.Mdn, dimana terdakwa didakwa dengan dakwaan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terdakwa yang diputus bebas harus segera dibebaskan dari tahanan, kecuali ada alasan lain. Perintah untuk membebaskan terdakwa dari tahanan dilaksanakan oleh jaksa setelah putusan diucapkan dan laporan tertulis mengenai pelaksanaan perintah tersebut yang dilampiri surat pelepasan disampaikan kepada ketua pengadilan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu tiga kali dua puluh empat jam.

Kata kunci: Hukum Acara Pidana, Putusan Bebas.
ABSTRACT

Criminal law is part of public law and criminal law are divided into two part, namely the substantive criminal law and criminal law formally. Subtantive criminal law governing the determination of any criminal act, criminal and criminal (sanction). In indonesia, subtantifve criminal law regulation set forth in the Book Of Criminal Law (Penal Code). Formal criminal law regulating the implementation of substantive criminal law. In Indonesia, setting formal criminal law has been ratified by law number 8 of 1981 on Criminal Procedure Law of code (KUHAP).According to The Criminal Procedure Law of code a decision that may be imposed by the judge is ruling that frees the defendant (Article 191 paragraph (1) Criminal Procedure Law of code), the ruling out of any lawsuit (Article 191 paragraph (2) Criminal Procedure Law of code), judgment of punishment (Article 193 paragraph (3) Criminal Procedure Law of code). One court decision, the acquittal handed down by judges in Brebes district court is the decision of the register number 51/Pid.Sus.K/2013/PN.Mdn case. In this case, the general prosecutor accusated the defendant with accusation those are against the rule of Article . charged with Article 2 paragraph (1) jo. Article 18 of Law No. 31 of 1999 as amended by Act No. 20 of 2001 on Corruption Eradication. Acquitted defendants should be released from custody, unless there are other reasons. Command to release the defendant from custody immediately implemented by prosecutors after the verdict was pronounced and written reports on the realise order was accompanied by a letter submitted to the chairman of hte court no tater than theee times within twenty-four hours.

Keyword : The Criminal Procedure Law, Frees Ruling.
1032010904G1B009001STUDI DESKRIPTIF KUALITAS BAKTERIOLOGIS DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KABUPATEN BANYUMASAir merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Salah satu pemenuhan kebutuhan air minum yang menjadi alternatif dengan menggunakan air minum isi ulang. Depot air minum adalah usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum. Apabila air minum yang digunakan tidak memenuhi persyaratan yang telah di tetapkan oleh Permenkes No.492/Menkes/SK/IV/2010 maka memungkinkan konsumen untuk terkena penyakit seperti diare dan gangguan pencemaran lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kualitas bakteriologis DAMIU di Kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian yaitu sebanyak 37 DAMIU. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Jenis penelitian adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada petugas DAMIU sebanyak 22 (59,5%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Sebanyak 23 (62,2%) responden memiliki perilaku yang baik. Sebanyak 36 (97,3%) DAMIU memiliki bahan baku yang baik. Sebanyak 34 (91,9%) DAMIU memiliki proses pengolahan yang baik. Sebanyak 20 (54,1%) DAMIU memiliki kondisi umum lingkungan yang baik. Dan sebanyak 37 (100%) DAMIU memiliki kualitas bakteriologis yang baik. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas bakteriologis dan higiene sanitas DAMIU sudah memenuhi syarat. Maka dari itu pemilik maupun petugas DAMIU harus lebih memperhatikan kembali perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjaga kondisi umum lingkungan DAMIU baik lingkungan sekitar maupun lingkungan proses pengolahan DAMIU.Water is a very important chemical compound for all beings on earth. Refill drinking water is one of many others way on the coverage of water needs. Drinking water depot is an industry which processing standard water into drinking water. If the drinking water are not fulfill the regulations of Permenkes No.492/Menkes/SK/IV/2010, it will make the consumer possibly attacked by many diseases such as diarrhea and other indigestion. The aim of this research is to find out about bacteriological quality of DAMIU. Sample on this research 37 DAMIU. Technique used in the research is purposive sampling method. The research is a descriptive study. The result of this study show us that on DAMIU employees, 22 respondent (59,5%) have a good level of knowledge. Then, 23 respondent (62,2%) have a good behavior. Meanwhile, 36 DAMIU (97,3%) have good raw material. 20 DAMIU (54,1%) have a good environment in general. 37 DAMIU (100%) have a good bacteriological quality. According to those results, can be concluded that bacteriological quality and sanitation hygiene of DAMIU already qualified according to the regulations. Therefore, the owner of DAMIU and the employee of DAMIU should pay more attention on clean and healthy life behavior, as well as maintain the environmental conditions of DAMIU in general, both of the surrounding environment and the environment of DAMIU process.