Artikelilmiahs

Menampilkan 10.261-10.280 dari 48.952 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
102619574F1B010049KEBERHASILAN PENCAPAIAN TUJUAN IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI SITU/EMBUNG DI KECAMATAN JAPARA DALAM UPAYA UNTUK MENGATASI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR MASYARAKATProgram Rehabilitasi Situ/Embung adalah salah satu upaya konservasi yang bertujuan untuk membangun, memelihara dan mengembalikan fungsi situ/embung. Masyarakat di Kecamatan Japara membutuhkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau. Kawasan situ/embung yang dimanfaatkan masyarakat mengalami pendangkalan dan daya fungsinya menurun. Implementasi merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan kebijakan. Dalam mencapai tujuan kebijakan, dipengaruhi oleh respon kelompok sasaran, kemampuan organisasi pelaksana dan daya dukung lingkungan.Sehubungan dengan hal tersebut, menarik untuk dikaji bagaimana keberhasilan pencapaian tujuan implementasi Program Rehabilitasi Situ/Embung di Kecamatan Japara? Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pencapaian tujuan (Y) dipengaruhi oleh variabel kelompok sasaran (X1), kemampuan organisasi pelaksana (X2), dan daya dukung lingkungan (X3), dan juga terdapat hubungan yang signifikan antara variabel. Implementasi Program Rehabilitasi situ/embung di Kecamatan Japara dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik.Situ/Embung Rehabilitation Program is one of means of conservation which aim to build, maintain, and return the function of situ/embung. The citizens of Japara district need water resources to fulfill their need of water on dry season. Situ/embung area which used by citizen has experiencing silting and its power function has decreased. Implementation is an effort to achieve policy goals. To achieving policy goals, are influenced by the response of target group, capacity of the implementing organization, and environment capacity. In line with those, it’s interesting to research how much the Situ/Embung Rehabilitation Program in Japara District aims its achievement on implementation goals? Result of research show that Goal Attainment variable (Y) influenced by Target Group variable (X1), capacity of the implementing organization (X2), and Environment Capacity (X3); and there are significant correlations among variables. The implementation of situ/embung Rehabilitation Program in Japara District could be said has been going well.
1026210038F1F008027Happiness in Some Countries as Portrayed in Eric Weiner's "The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World"Penelitian ini menganalisis pengalaman Eric dalam menemukan kebahagiaan di perjalanannya. Studi budaya digunakan dalam mendukung analisis ini. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang membahas fenomena pengalaman Eric Tentang kebahagiaan di beberapa negara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eric Weiner mendapat beberapa konsep kebahagiaan. Perjalanan Eric di Belanda membuat dia tahu bahwa Belanda kebahagiaan adalah sensual atau hedonis, sedangkan Swiss menempatkan konsep keteraturan dalam kebahagiaan dan kehidupan yang terorganisir. Kemudian, perjalanan Eric di Bhutan membuatnya tahu bahwa kebahagiaan Bhutan adalah dalam hubungan yang baik dengan orang lain dan alam, sedangkan Qatar menempatkan kebahagiaan mereka didasarkan pada keyakinan mereka tentang Tuhan. Islandia menempatkan kebahagiaan mereka dalam imajinasi mereka karena sifat tak terduga yang membatasi upaya mereka untuk menciptakan kondisi yang menyenangkan. Eric menemukan bahwa sumber-sumber sejarah status dan tanah berpengaruh terhadap kebahagiaan orang Moldova. Di Inggris, Eric belajar beberapa faktor yang mempengaruhi kebahagiaan. Sementara di Thailand dan India, Eric belajar bahwa kebahagiaan berasal dari dalam setiap orang, mereka akanbahagia jika mereka merasa bahagia. Eric mulai menyimpulkan bahwa kebahagiaan tidak bisa dicari dengan persepsi lain.
This research analyzes the story of Eric in finding the happiness in his journey. The cultural studies is used in supporting the analysis.The method of this research is descriptive qualitative that discusses the phenomenon of Eric'sexperienceof happiness in several countries. The result of this research shows that Eric Weiner experiences several concept of happiness. Eric’s journey in Netherland makes him know thatthe Dutchtakes its point of sensual or hedonist happiness, whereas Switzerland puts regularity of rhythmic concept of happiness in the well-organized life. Then, Eric’s journey in Bhutan makes him know that Bhutan takes the point of happiness in good relationship with other people and nature, whereas Qatar puts their happiness based on their belief of God. Eric learns that Icelanders put their happiness in their imagination because the unpredictable nature which limits their effort to create a pleasurable condition. Whereas, Eric finds that historical status and land resources are affecting to the happiness of Moldovan people.In England,Eric learns several factors that affecting happiness. While in Thailand and India, Eric learns that happiness comes from inside of every person, they will be happy if they feel happy. Eric starts to conclude that happiness cannot be search with other’s perception.
102636739H1K009031ANALISIS HUBUNGAN SEBARAN KLOROFIL-A DENGAN HASIL TANGKAP IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN CILACAPSebaran klorofil-a berpengaruh terhadap kelimpahan produktivitas primer Perairan. Ikan pelagis kecil bermigrasi untuk mencari makan, sehingga akan lebih efektif apabila daerah penangkapan ikan dapat diduga terlebih dahulu. Penelitian bertujuan mengetahui sebaran klorofil-a, hasil tangkap ikan pelagis kecil, dan hubungan sebaran klorofil-a dengan hasil tangkap ikan pelagis kecil untuk pendugaan fishing ground di Perairan Cilacap. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu metode analisis statistik terhadap data-data masa lalu. Hasil menunjukan sebaran klorofil-a Perairan Cilacap musim timur bulan Juni 2012 bergerak dari titik 109040’05”S-8006’00”E dengan konsentrasi 3,65 mg/m3 menuju ke barat laut, Juli 2012 bergerak dari titik 107058’10”S-8007’18”E dengan konsentrasi 4,06 mg/m3 menuju ke barat, dan Agustus 2012 bergerak dari titik 107006’33”S-7043’18”E dengan konsentrasi 4,58 mg/m3 menuju ke barat laut. Hasil tangkapan ikan pelagis kecil dari zona tangkap 573 dengan nilai ikan Bilis (Thryssa hamiltonii) 139,43 ton, ikan papan (Lampris guttatus) 4,98 ton, dan ikan teri (Anchovy) 70,08 ton. Hubungan korelasi cukup erat dengan nilai 0,454 dan berpengaruh nyata. Pemetaan Daerah Dugaan Penangkapan Ikan (DDPI) pada musim timur terdapat pada 8007'09"-8021'44"S dan 109033'15"-108024'17"E, Sedangkan musim peralihan timur-barat saat klorofil-a mencapai puncak terletak pada 7057'17"-8031'57"S dan 107055'29"-107020'58"E.
Chlorophyll-a distribution (CaD) determines abundance of aquatic primary productivity. Small pelagic fish migrate for feeding, this leads to be more effective if fishing grounds could be predictive. A research aims to determine CaD, small pelagic fish yield, and relationship between the both components in order to estimate fishing ground in Cilacap waters. A quantitative method was applied to analyze data statistically. Results showed that CaD during east monsoon in June 2012 moving from 109040'05"S-8006'00"E with concentration of 3,65 mg/m3 to northwest. In July 2012, this moved from 107058'10"S-8007'18"E with concentration of 4,06 mg/m3 to west. In August 2012, chlorophyl moved from 107006'33"S-7043'18"E in 4,58 mg/m3 concentration to northwest. Yield of small pelagic fish from zone 573 consisted of Hamilton's Thryssa (Thryssa hamiltonii) of 139,43 tons, moonfish (Lampris guttatus) of 4,98 tons, and anchovy (Engraulid) of 70,08 tons. CaD correlated positively with yield. Estimating Fishing Ground was observed during east monsoon in 8007'09" -8021'44"S and 109033'15"-108024'17"E, while transition of east-west seasons detected chlorophyll-a peak at 7057'17"-8031'57"S and 107055'29"-107020'58"E.
102649989F1C008024STUDI FENOMENOLOGI PENARI BEDHAYA KETAWANG DI KERATON KASUNANAN SURAKARTAPenelitian ini berjudul Studi Fenomenologi Penari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarata. Keberadaan Tari Bedhaya Ketawang yang merupakan tari sakral di Keraton Kasunanan Surakarta menjadi sebuah daya tarik tersendiri yang menarik minat peneliti untuk melakukan pengkajian lebih dalam. Sebagi sebuah bentuk budaya, Tari Bedahya Ketawang tentunya memiliki nilai-nilai moral yang melekat erat didalamnya dan memiliki pesan-pesan yang mendalam yang dapat kita ambil pelajarannya. Dengan mengunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini berusaha menelisik lebih jauh tentang Tari Bedhaya Ketawang terutama kehidupan dari para penari sebelum menjadi penari, saat menjadi penari dan pengalaman-pengalaman mereka. Pada akhirnya dalam proses ini akan tergali nilai-nilai luhur yang menjadi pesan budaya dari tari Bedhaya Ketawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, serta penelaahan dokumentasi.
Hasil penelitian yang berjudul Studi Fenomenologi Penari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarata ini menunujukkan bahwa proses untuk menjadi penari Bedhaya Ketawang tidaklah mudah jika dibandingkan dengan tari-tari yang lain. Tari Bedhaya Ketawang memiliki syarat-syarat tertentu bagi para penarinya, salah satunya adalah tentang “kesucian” dari para calon penarinya, kesucian disini memiliki makna bahwa para penari harus masih perawan. Selain masalah kesucian ini, untuk menjadi penari Bedhaya Ketawang juga harus melalui proses tertentu dan melakukan ritual-ritual yang erat kaitannya dengan tradisi jawa. Dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa because motive dari para penari adalah dengan menjadi penari Bedhaya Ketawang menjadi bentuk dari sebuah pengabdian terhadap keraton. Implikasi dari menjadi penari tarian sakral ini maka akan timbul rasa bangga dan memiliki prestasi tersendiri dan menjadi lebih dekat dengan lingkungan keraton, hal ini dapat dikategorikan dalam in-order motive menjadi penari Bedhaya Ketawang. Hal yang terakhir dari kesimpulan penelitian ini adalah bahwa tarian yang mengandung daya magis ini memiliki pesan moral yang berkaitan dengan kesucian seseorang dan sebuah proses yang harus dijalani untuk menjadi sesuatu, dalam hal ini menjadi penari Bedhaya Ketawang. Proses yang panjang, syarat yang tidak mudah memberikan cerminan bahwa kehidupan memang memerlukan sebauh proses untuk menapaki tangga kehidupan yang lebih tinggi.
The research is entitled “Phenomenology Study of Bedhaya Ketawang Dancers in Kasunanan Surakarta Palace”. The existence of this sacred Bedhaya Ketawang dance in Kasunanan Surakarta Palace has its own special way in attracting researchers to study about it deeper. As a form of cultural activity, Bedhaya Ketawang indeed has certain moral values and it has meaningful messages for the people. By using phenomenology approach, the research aims to further analyze the dance especially the life of the dancers both before and after becoming dancers as well as their personal experiences. In the end of the process, there will be values which are parts of the cultural messages of Bedhaya Ketawang dance. The research is done by using qualitative methods. Data are collected through deep interview, observation, and documentation analysis.
The result of the research entitled “Phenomenology Study of Bedhaya Ketawang dancers in Kasunanan Surakarta Palace” shows that the process in becoming Bedhaya Ketawang dancers is not easy compared to other dances. Bedhaya Ketawang has special requirements for the dancers, including the “purity” of the dancers, meaning that the dancers should be virgin. Aside from this, there are several steps and rituals related to Javanese tradition to do in order to become the dancers. It can also be concluded that the because motive of the dancers is that being a dancer is a noble service to the Palace. The implication of becoming the dancers of Bedhaya Ketawang is the pride and achievement, as well as becoming familiar with the palace environment, or categorized in in-order motive of becoming a Bedhaya Ketawang dancer. The final conclusion of the research is that this magical dance has moral messages related to human’s purity and a process to go through in achieving something, in this case becoming a dancer of Bedhaya Ketawang. The long process and not easy requirements show that life indeed needs a process in order to achieve a higher step in life.
102659988B1J010054PENGARUH PENAMBAHAN NUTRIEN TERHADAP KANDUNGAN β-GLUKAN BIOMASSA MISELIUM DAN FILTRAT KULTUR JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)
Pleurotus ostreatus merupakan salah satu jenis jamur yang bermanfaat bagi manusia karena mengandung gizi yang baik. Selain itu jamur ini mengandung senyawa bioaktif (β-glukan) yang memiliki potensi sebagai imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nutrien pada medium cair terhadap peningkatan produksi senyawa β-glukan P. ostreatus dan komposisi medium cair yang paling tepat untuk meningkatkan produksi senyawa β-glukan P. ostreatus.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan adalah serbuk biomassa miselium dan filtrat kultur P. ostreatus dari tiga medium cair yang berbeda. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas berupa penambahan nutrien pada medium cair, sedangkan variabel tegantung adalah kandungan β-glukan. Parameter utama yang diamati yaitu bobot kering β-glukan biomassa miselium dan filtrat kultur P. ostreatus; parameter pendukung yaitu bobot kering biomassa miselium serta pH akhir medium cair. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan perbedaan nyata antar perlakuan dianalisis lebih lanjut dengan uji Duncan pada tingkat kepercayaan 99%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot kering β-glukan biomassa miselium dan filtrat kultur P. ostreatus berbeda sangat nyata (P < 0,01). Rata-rata bobot kering β-glukan tertinggi dari filtrat kultur terdapat pada perlakuan ekstrak filtrat kultur dari medium FC3 (P6) sebesar 183,75 mg, sedangkan bobot kering β-glukan dari filtrat kultur terendah diperoleh 23 mg pada perlakuan ekstrak filtrat kultur dari medium FC1(P4). Rata-rata bobot kering β-glukan tertinggi dari ekstrak miselium terdapat pada perlakuan ekstrak miselium dari medium FC1 (P1) sebesar 64,75 mg, sedangkan rata-rata bobot kering β-glukan terendah terdapat pada perlakuan ekstrak miselium dari FC3 (P3) sebesar 5 mg.
Pleurotus ostreatus is one type of fungi that are beneficial to humans because they contain good nutrition. In addition, these mushrooms contain bioactive compounds (β-glucan), which has potential as an immunomodulator. This study aims to determine the effect of nutrients in a liquid medium to the increased production of β-glucan compounds of P. ostreatus and composition of the liquid medium is most appropriate to increase the production of β-glucan compounds of P. ostreatus. The method used in the study was experimental with completely randomized design. The treatments tested were powdered mycelium biomass and culture filtrate of P. ostreatus of three different liquid medium. The variables used are the independent variables in the form of addition of nutrients in a liquid medium, while dependent variable is β-glucan content. The main parameters observed is β-glucan dry weight of biomass mycelium; supporting parameters the dry weight of mycelium biomass and final pH of the liquid medium. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and significant differences between treatments then further analyzed by Duncan's test at the 99% confidence level. The results showed that β-glucan dry weight biomass of mycelium and culture filtrate of P. ostreatus significantly different (P < 0.01). Average dry weight of β-glucan from the culture filtrate contained the highest in the culture filtrate extract treatment of medium FC3 (P6) of 183.75 mg, while the dry weight of β-glucan on the lowest culture filtrate obtained 23 mg of the extract treated culture filtrate of the medium FC1 (P4). Average dry weight of β-glucan are the highest of the mycelium extract of mycelium extract on the treatment of medium FC1 (P1) of 64.75 mg, while the average dry weight of β-glucan was lowest for the treatment of mycelium extract of FC3 (P3) of 5 mg.
102669990H1K010069TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT Cd PADA MATRIKS LINGKUNGAN (AIR DAN SEDIMEN) DI PESISIR BALONGAN INDRAMAYU
Penelitian ini berjudul tingkat pencemaran logam berat Cd pada matriks lingkungan (air dan sedimen) di pesisir Balongan Indramayu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd pada matriks lingkungan (air dan sedimen) di pesisir Balongan Indramayu, perbedaan kandungan antar stasiun, faktor konsentrasi dan tingkat pencemaran logam berat Cd. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan purposive random sampling pada delapan stasiun. Kandungan logam berat Cd ini dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (AAS). Data dianalisis deskriptif komparatif, Uji F, faktor konsentrasi dan untuk mengetahui tingkat pencemaran menggunakan Contamination Factor (CF), Indeks Geoakumulasi (Igeo) serta Enrichment Factor (EF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kandungan logam berat Cd pada matriks air dan sedimen berkisar antara 0,002-0,018 mg/L dan 0,813-1,317 mg/kg. Perbedaan Kandungan logam Cd pada matriks air sedimen antar stasiun di perairan pesisir Balongan Indramayu ada yang berbeda nyata (P<0,05) dan tidak berbeda nyata (P>0,05). Nilai faktor konsentrasi logam berat Cd tergolong tingkat akumulasi rendah-akumulasi sedang. Nilai CF tergolong terkontaminasi tinggi-sangat tinggi, nilai Igeo tergolong tercemar ringan dan nilai EF tergolong faktor pengayaan antropogeniknya sangat tinggi sekali.
This study entitled level of heavy metal Cd pollution in environmental matrices (water and sediment) in the Balongan Coastal Indramayu. This study aims to determine the content of Cd in environmental matrices (water and sediment) in the Balongan coastal Indramayu, the differences of Cd content each stations, the concentration factors of Cd and determine the level of Cd pollution. The method used is a survey with purposive random sampling technique with eight stations. Cd contents were analyzed using Atomic Absorption Spechtrophotometry (AAS) and then analysis using descriptive comparative method, F-tested, concentration factor and to determine the level of Cd pollution were calculated using Contamination Factor (CF), Geoacummulation Index (Igeo) and Enrichment Factor (EF). The results showed the ranged metal Cd content in the matrices of water and sediment from 0.002 – 0.018 mg/L and 0.813 – 1.317 mg/kg. Metal content differences of Cd in water and sediments between stations in the Balongan coastal Indramayu there are significantly different (P<0.05) and not significantly different (P>0.05). Metal concentration of Cd were classified as low-moderate accumulation. The value of CF were classified as considerable-very high contamination, the value of Igeo were classified as moderately polluted and the value of EF is extremely severe.
102679991H1E010022PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP STRUKTUR DAN SIFAT MAGNETIK MATERIAL STRONSIUM FERITPasir besi cilacap termasuk sumber daya alam melimpah dengan kandungan mineral yang dapat dimanfaatkan yaitu Magnetit. Dalam pembuatan magnet permanen sering digunakan Sr karena dapat meningkatkan sifat-sifat kemagnetan dari magnet ferit. Selanjutnya, penelitian ini membahas material stronsium ferit dengan difokuskan pada pengaruh suhu sintering terhadap struktur dan sifat magnet stronsium ferit.
Pada penelitian ini material stronsium ferit dibuat dengan metode reaksi padatan (solide sate) pada suhu 900 °C, 1000 °C, 1100 °C, menggunakan Fe2O3 dari alam dan SrCO3 (99% Aldrich). Perbandingan campuran menggunakan perhitungan mol yaitu 80% Fe2O3 : 20% SrCO3. Pada penelitian ini hanya akan ditinjau pengaruh variasi suhu sintering dan tidak meninjau sifat-sifat material saat keadaan transisi. Uji XRD dan permagraf digunakan untuk mengkarakterisasi struktur dan sifat magnetiknya, sedangkan uji SEM digunakan untuk mengetahui morfologi material stronsium ferit.
Hasil-hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa suhu sintering berpengaruh pada perubahan fasa, ukuran kristalit, dan morfologi stronsium ferit. Ukuran kristalit dan nilai induksi remanen (Br) meningkat sedangkan nilai koersivitas (Hc) dan (BH)maks menurun dari suhu 900 °C ke suhu 1000 °C kemudian meningkat ke suhu 1100 °C. Morfologi permukaan stronsium ferit semakin menyatu seiring dengan meningkatnya suhu sintering membentuk struktur kristal. Peningkatan nilai induksi remanen (Br) dipengaruh oleh keseragaman daerah domain, sedangkan penurunan nilai koersifitas (Hc) disebabkan oleh turunya fasa pengotor dan naiknya ukuran kristalit. Stronsium ferit yang dihasilkan pada penelitian ini bersifat hard magnetic.
Iron sands in Cilacap are natural resources containing some useful mineral contents such as magnetite. In manufacturing permanent magnets, Sr is the most commonly used because it is able to enhance the magnetic properties of ferrite magnets. Further, the research focusses on the influences of sintering temperature on the structures and magnetic properties of strontium ferrite.
In this research, strontium ferrite materials are prepared by solid reaction method (solide satay) at a temperature of 900 °C, 1000 °C, 1100 °C, using natural Fe2O3 and SrCO3 (99% Aldrich). Materials are mixed by mol ratio of 80% mol Fe2O3 : 20% SrCO3. In this research the effect of variation will only be observed on the stable structures and will not review the transition state. The XRD and permagraf are used to characterize the structures and magnetic properties, while the SEM is used to determine the morphology of strontium ferrite materials.
The research results show that the sintering temperature gives the effect on the phase change, crystallite size, and morphology of strontium ferrite. Crystallite size and value of remanent induction (Br) increases while the value of coercivity (Hc) and (BH)max temperature decrease at the range of 900 °C to 1000 °C and then increase at the range of 1000 oC to 1100 °C. The surface morphology of strontium ferrites tend to form a crystalline structure with the inercase of sintering temperature. Increasing of remanent induction (Br) is influenced by the uniformly domain area while decreasing magnetic of the coercifity (Hc) is caused by the decrease phase impurities and increasing of the crystallites size in the material. The resulted strontium ferrites in this research are categorized as the hard magnetic.
1026810878H1L010008RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU DENGAN FITUR SMS GATEWAY (STUDI KASUS SMA NEGERI 2 PURBALINGGA)Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru merupakan suatu sistem yang dibangun dengan tujuan untuk mengolah data-data yang berhubungan dengan penerimaan siswa baru, seperti pendaftaran siswa baru dan pengumuman jurnal nilai. Pada SMA Negeri 2 Purbalingga, proses pengolahan data masih menggunakan Microsoft Excel dan pengumuman jurnal nilai masih ditampilkan menggunakan LCD proyektor. Hal tersebut tentunya kurang efektif dan efisien baik bagi panitia penerimaan siswa baru maupun calon siswa baru karena menyita banyak waktu. Sehingga dengan dibangunnya sistem ini, dapat membantu panitia penerimaan siswa baru dalam proses mengolah data dan calon siswa baru dapat langsung melihat pengumuman jurnal nilai melalui website maupun dengan mengecek melalui SMS. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP (PHP Hypertext Preprocessor) dan menerapkan fitur SMS Gateway.Information System for Admission of New Students is a system that developed to process data of admission for new students, such as new students registration and announcement of grade journal. In Senior High School 2 Purbalingga, the data process is still using Microsoft Excel and the announcement of grade journal is still using LCD projector. It was certainly less effective and less efficient for the committee of admission for new students and the prospective new students because it takes a lot of time. With establishment of this system, it can assist the committee of admission for new students to process the data and the prospective new students can immediately see the grade journal in website or check via SMS. This system was developed using PHP (PHP Hypertext Preprocessor) and implemented SMS Gateway feature.
1026910899C1C010089Pengaruh pengalaman, due professional care, kompetensi, independensi, dan obyektivitas terhadap mutu hasil reviu pengawasan keuangan daerah aparat inspektorat kabupaten purbalingga dan banyumasPenelitian ini merupakan penelitian survey pada auditor Inspektorat Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman, due professional care, kompetensi, independensi, dan obyektivitas terhadap mutu hasil reviu pengawasan keuangan daerah aparat inspektorat Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas. Data utama penelitian bersumber dari 33 orang responden auditor Inspektorat Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas. Data penelitian ini dianalisis dengan regresi linier barganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman, due professional care, kompetensi, independensi, dan obyektivitas secara simultan berpengaruh terhadap mutu hasil reviu pengawasan keuangan daerah. Due professional care, kompetensi, dan obyektivitas secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap mutu hasil reviu pengawasan keuangan daerah. Pengalaman dan independensi tidak berpengaruh signifikan terhadap mutu hasil reviu pengawasan keuangan daerah.
This research is a survey in auditor of the Purbalingga and Banyumas Regency Inspectorate.The aims ofthis research are to know the effect of experience, due professional care, competency, independency, and objectivity on quality of review audit report inspectorate of Purbalingga and Banyumas Regency.Main data of this research is collected from 33 respondents. Theyare auditor in inspectorate of Purbalingga and Banyumas Regency. Data’s were analyzed with multiplelinear regression.
The result of the research showed thatexperience, due professional care, competency, independency, and objectivitysimultaneously affect to thequality of review audit report inspectorate of Purbalingga and Banyumas Regency. Due professional care, competency, and objectivity partially have significant effect to the quality of review audit report insp ectorate of Purbalingga and Banyumas Regency. Experience and independency do not have a significant impact on quality of review audit report inspectorate of Purbalingga and Banyumas Regency.
102709994H1K010021TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT Pb PADA MATRIKS LINGKUNGAN (AIR DAN SEDIMEN) DI PESISIR BALONGAN, INDRAMAYUABSTRAK

Penelitian ini berjudul tingkat pencemaran logam berat Pb pada matriks lingkungan (air dan sedimen) di pesisir Balongan, Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kandungan logam Pb pada air dan sedimen, perbedaan konsentrasi, faktor konsentrasi antar stasiun dan tingkat pencemaran laut di perairan pesisir Balongan. Metode yang digunakan adalah survey dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Logam Pb dianalisis menggunakan AAS (Spektrofotometri Serapan Atom). Data dianalisis secara deskriptif yang kemudian dilanjutkan dengan Uji F (ANOVA). Selain itu dilakukan perhitungan faktor konsentrasi, Enrichment factor (EF), Contamination factor (CF) dan geoacumullation index (Igeo). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Pb pada air dan sedimen berkisar antara 0,014-0,062 mg/L dan 3,480-7,194 mg/kg. Perbedaan Kandungan logam Pb pada sedimen antar stasiun di perairan pesisir Balongan Indramayu ada yang berbeda nyata (P<0,05) dan tidak berbeda nyata (P>0,05). Faktor konsentrasi yang terjadi yaitu konsentrasi sedang. Nilai EF tergolong pengayaan cukup tinggi-pengayaan tinggi, CF adalah kontaminasi rendah dan Igeo adalah sangat tercemar ekstrim.



ABSTRACT
This study entitled level of heavy metal Pb pollution in environmental matrices (water and sediment) in the Balongan coastal Indramayu. This study aimed to know determine Pb metal content in water and sediment, the difference concentration, the concentration factor between the stations and the level of marine pollution in coastal Balongan . The method used is a survey and sampling techniques using purposive random sampling. The content of metals Pb analyzed using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Data were analyzed descriptively followed by F test (ANOVA). In addition, the calculation of the concentration factor, enrichment factor (EF), Contamination factor (CF) and geoacumullation index (Igeo). The results showed the ranged metal content of Pb in water and sediment from 0.014 to 0.062 mg /L and 3.480 to 7.194 mg/kg. Differences in metal content of Pb in sediments between stations in the coastal Balongan Indramayu there are significantly different (P<0.05) and not significantly different (P>0.05). Metal concentrations factor of Pb categorized were classified as moderate. Classified as EF value is the enrichment of moderately severe-severe enrichment, CF value is contamination is low and Igeo value contamination extreme pollution.


102719993E1A109054TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN AHLI WARIS PENGGANTI DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 488 K/AG/2012Penelitian ini mengambil judul tentang “Kedudukan Ahli Waris Pengganti Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 488 K/AG/2012”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah ahli waris pengganti yang di atur dalam Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam merupakan suatu terobosan baru dalam hukum waris Islam, namun di sisi lain pengaturan penggantian tepat pewarisan menimbulkan banyak polemik dan permasalahan, antara lain terjadi perdebatan di kalangan ulama mengenai di perbolehkan atau tidaknya penggantian tempat pewarisan dalam hukum Islam. Permasalahan lainnya ialah adanya pertentangan antara penggantian tempat pewarisan dengan sistim hijab dalam hukum waris Islam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan analisis data dilakukan secara kualitatif.
Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Majelis Hakim mengabulkan gugatan penggugat dengan membatalkan wasiat yang di berikan kepada isteri pewaris dan menetapkan para ahli waris pengganti, serta dilakukan pembagian warisan. Putusan Mahkamah Agung Nomor: 488 K/AG/2012 yang mengabulkan penggantian tempat pewarisan dalam garis lurus kebawah dan dalam garis menyamping, menyebakan sistim hijab tidak memiliki arti lagi. Majelis hakim tampak masih terlalu terpaku dengan rumusan Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam dan kurang memperhatikan teori-teori dalam hukum waris islam, sehingga terjadi kekeliruan dalam penetapan ahli waris pengganti dalam putusan tersebut.

Kata Kunci: Ahli Waris Pengganti
The title of this research is “The Position of Heirs Substitute in the Supreme Court Decision Number: 488 K/AG/2012”. The Issues of this research is about the heirs substitute which is regulated in the Article 185 of Islamic Law Compilation constitutes a new breakthrough in the Islamic inheritance law. However, the regulation about the replacement of inheritance evokes many polemic and problems on the other hand. One of the problems is the debate among scholars concerning whether or not about the replacement of inheritance in Islamic law. The other problem said there is a disagreement between a replacement of inheritance and the hijab system in the Islamic inheritance law. This research is using the normative juridical approach and the prescriptive research specifications method. This research used the secondary data as source of data. The data which obtained are presented systematically and the data analysis was done qualitatively.
From the research we can understand that the Panel of Judges granted the plaintiff's claim by canceling the will which is given to the wife’s’ heir and determines the heirs of substitute, then, the allotment of heritage is done. The Supreme Court Decision Number: 488 K/AG/2012 that granted the replacement of inheritance in a straight line down and in the lateral line causing the hijab system has no more meaning. The Panel of Judges seems too fixated by the formulation of Article 185 of Islamic Law Compilation and paying less attention in the theories of Islamic inheritance law, it’s resulting in errors in the determination of the heirs of substitute in this decision.

Key Words: Substitute Heirs
102729992F1D009044GERAKAN BURUH MELALUI FEDERASI: STUDI GERAKAN FEDERASI PERJUANGAN BURUH INDONESIA (FPBI) DI KABUPATEN BEKASIPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terbentuknya Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) dan mengetahui cara beroperasi di Kabupaten Bekasi. Dengan menggunakan metode kualitatif hasil penelitian ini menjelaskan bahwa munculnya serikat buruh FPBI merupakan bentuk perlawanan dari kesenjangan di dalam sistem produksi yang dimulai dari rasa kekecewaan buruh atau deprivasi relatif, khususnya decremental deprivation. Dalam gerakannya, FPBI melakukan advokasi kepada anggotanya sebagai bentuk pola pengorganisasian internal. Pola pengorganisasian internal ini dibentuk agar para anggotanya memahami permasalahan buruh. Selain itu, FPBI juga menjalin kerjasama yang melibatkan serikat buruh lainnya sebagai sumber kekuatan dalam ruang lingkup eksternal. Kerja sama atau keterlibatan kritis yang dilakukan FPBI ini dapat dilihat dalam sebuah aliansi bernama Sekber yang melibatkan beberapa serikat buruh lainnya. Gerakan FPBI menunjukan keefektifannya dengan menyelesaikan perselisihan dalam kasus PT. Siliwangi dan mendapatkan tuntutannya. Selain itu, FPBI juga menunjukan eksistensinya bersama Sekber dengan ikut berpartisipasi dalam May Day 2014 di Istana Merdeka. Dalam aksinya, FPBI menuntut kelayakan hak-hak normatif seperti upah layak nasional dan juga bertujuan ingin membentuk partai politik alternatif. Keinginan membentuk partai politik alternatif ini disebabkan ketidakpercayaan FPBI bersama Sekber kepada calon pemimpin dalam pemilu 2014. Hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya harapan atau aspiration deprivation yang dialami FPBIThe purpose of this study is to describe the formation of Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) and to know how to operate in Bekasi. By using qualitative methods, the results of this study explain that the emergence of FPBI trade unions is a form of resistance of the gap in the production system that starts from a sense of disappointment of labor or relative deprivation, especially decremental deprivation. In its movement, FPBI do an advocate for its members as a form of internal organizing pattern. This internal organizing pattern was formed so that members understand the labor issues. In addition, FPBI also make a cooperation involving other unions as a source of strength in the external scope. This cooperation or critical engagement that FPBI do, can be seen in an alliance called the Joint Secretariat involving several other union. FPBI movement shows its effectiveness by resolving disputes in PT. Siliwangi case and gets its claim. In addition, FPBI also shows its existence along with the Joint Secretariat participated in the May Day 2014 at the Istana Merdeka. In the action, FPBI demanding normative rights feasibility as a national living wage and also is intended to form an alternative political party. The desire to form an alternative political party is due to mistrust FPBI and Joint Secretariat to the leader candidate in the 2014 elections. This suggests that the increased expectation or aspiration deprivation experienced by FPBI.
1027311423H1D010050Studi Hidraulika Sungai Cibeureum dan Sungai Cimeneng Menggunakan HEC-RAS 4.1 (Studi Kasus Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cibeureum dan Sungai Cimeneng)Sungai Cibeureum dan Sungai Cimeneng merupakan bagian wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan bermuara di Segara Anakan. Daerah – daerah aliran sungai tersebut telah dikembangkan menjadi daerah pertanian dengan irigasi teknis dan dilengkapi prasarana pengendali banjir akibat meningkatnya laju pertumbuhan penduduk. Permasalahan utama di Sungai Cibeureum dan Sungai Cimeneng adalah banjir, yang selalu terjadi pada musim hujan dan berpotensi membanjiri daerah perumahan serta pertanian.
Penelitian ini menganalisis Sungai Cibeureum dan Sungai Cimeneng sebelum dan sesudah adanya proyek “Pengendalian Banjir Sungai Cibeureum dan Sungai Cimeneng” dengan menggunakan software HEC-RAS 4.1. Data masukan yang digunakan adalah data tampang lintang, hidrograf debit banjir, dan data pasang surut, sehingga dapat dihasilkan profil muka air sungai dan banjir yang terjadi pada kedua sungai tersebut.
Berdasarkan hasil analisis software HEC-RAS, kondisi Sungai Cibeureum setelah normalisasi, pada sebagian RS (River Station) memiliki muka air banjir tidak melampaui tanggul, namun bagian hulu sungai masih terjadi limpasan (RS 197-367). Selisih ketinggian muka air dengan tanggul sungai bervariasi dari 0,1-3 m. Setelah normalisasi, sebagian besar Stasiun Sungai Cimeneng tidak mengalami limpasan. Pada Sungai Cimeneng terdapat 45 RS dari 224 RS yang terjadi limpasan (RS 79, RS 85-88, RS 92-121, RS 138-142, RS 213, dan RS 215-218) dengan muka air banjir tidak lebih dari 1,5 m dari tanggul sungai.
Cibeureum River and Cimeneng River is part of the Central Office of Citanduy working area which end in Segara Anakan Lagoon. The watershed region has been developed into an agricultural area and equipped with technical irrigation and flood control infrastructure, because of the population increasing of growth. The main problem of Cibeureum and Cimeneng River is flood, that always happen on rainy season and potentially flooded the residential and agriculture area.
This research analyzed Cibeureum River and Cimeneng River before and after the project "Cibeureum River and Cimeneng River Flood Control Project" using HEC-RAS 4.1 software. The input data that used on the HEC-RAS are cross section data, flow hydrograph, and tide data, so visualization of the analysis can get water surface level and flood in both rivers.
From the HEC-RAS analysis of Cibeureum River after normalization, most of the River Station (RS) flood water surface has not exceeded the existing bank, but in the upstream area still going flood (RS 197-367). The difference between water surface level and bank river varies from 0.1-3 m. After normalization most of RS in Cimeneng River is not going to flood. In Cimeneng River there are 45 RS of 224 RS are going to flood (RS 79, RS 85-88, RS 92-121, 138-142 RS, RS 213, and RS 215-218) with flood water surface less than 1,5 m from bank river.
102749995H1E010009PENGOLAHAN PASIR BESI MENJADI PIGMEN OKSIDA BESI
(MERAH, KUNING, HITAM) MELALUI METODE KALSINASI

Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah berupa pasir besi. Pasir besi mengandung oksida besi di antaranya magnetite (Fe3O4), hematite (Fe2O3), dan maghemite (Fe2O3). Mineral tersebut memilki potensi untuk dibuat pigmen warna. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan pigmen warna hitan, merah, kuning berbasis pasir besi Cilacap. Pembuatan pigmen warna hitam, dilakukan dengan melarutkan Fe3O4 menggunakan larutan NaOH dan NH4OH, sedangkan untuk pigmen merah, dan kuning dengan melarutkan Fe2O3 menggunakan larutan H2SO4, dan HCl. Pigmen hitam, merah, kuning di kalsinasi pada temperatur dan lama kalsinasi 800 ºC selama 2 jam, 650 ºC selama 3 jam, dan 250 ºC selama 4 jam. Pigmen selanjutnya di karakterisasi menggunakan XRD, SEM-EDX, PSA, dan pengukuran uji warna Chromameter L*a*b*. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk pigmen warna hitam, merah, kuning telah berhasil dibuat menggunakan metode kalsinasi dari pasir besi alam. Serbuk pigmen warna hitam, merah, kuning memiliki struktur kristal kubik, rhombohedral, dan orthorhombic. Bentuk morfologi permukaan masing-masing pigmen yakni butiran bulat seragam, butiran bulat dengan ukuran lebih besar, dan bentuk seperti jarum memanjang serta permukaan tampak halus. Dengan ukuran butir partikel 926,4 nm, 79,2 nm, dan 340,9 nm. Ketiga pigmen tersebut memiliki kandungan utama unsur adalah besi (Fe), dan oksigen (O). Serbuk pigmen warna hitam, merah, kuning berdasarkan hasil uji warna chromameter memiliki koordinat L*a*b* dan deltaE adalah (23,99, 2,41, 1,78 dan 2,68), (43,23, 16, 17,3 dan 9,90), (66,76, 14,84, 49,95 dan 4,87). Pigmen warna hitam dinilai dari deltaE yang dibuat telah sesuai dengan standar, sedangkan dinilai dari ukuran partikelnya pigmen warna merah yang telah dibuat dengan ukuran nanometer.Indonesia has abudant natural resource such as iron oxide. Iron oxide containing iron oxides magnetite (Fe3O4), hematite (Fe2O3), and maghemite (Fe2O3). These minerals to be made color pigments. The purpose of this research is to produce a pigment black, red, yellow iron oxide based Cilacap. Making black pigment made by dissolving Fe3O4 using NaOH solution and NH4OH, as for the red oxide pigment, and yellow oxide by dissolving Fe2O3 using solution H2SO4 and HCl. Pigment black, red, yellow on the calcination 800 ºC for 2 hours, 650 ºC for 3 hours, and 250 ºC for 4 hours. Pigments in the subsequent characterization using by XRD, SEM-EX, PSA, and tesr measurement Chromameter color L*a*b*. The result showed that the pigment powder in black, red, yellow has been created using the method of calcination of natural iron oxide. Powder pigment black, red, yellow has a crystal structure cubic, rhombohedral, and orthorhombic.the shape of the surface morphology of each pigment granules round the uniform, spherical granules with a size large, elongated needle like shape and the surface looks smooth. With a grain size of particles 926,4 nm, 79,2 nm, and 340,9 nm. The three main pigments contained an element is iron (Fe), and oxygen (O). Powder pigment black, red, yellow color based on test result chromameter has coordinates L*a*b* and deltaE is (23,99, 2,41, 1,78 and 2,68), (43,23, 16, 17,3 and 9,90), (66,76, 14,84, 49,95 and 4,87). Black pigment assessed from deltaE are made in accordance with the standars, while judged by the size of the particles is the red pigment that has been made with size nanometer.
1027511327A1M011060Pengaruh Perbandingan VCO (Virgin Coconut Oil) dan Air Mineral Serta Konsentrasi Madu Terhadap Sifat Sensori Minuman Emulsi VCO-MaduMinuman emulsi VCO-Madu diklasifikasikan sebagai emulsi minyak dalam air atau oil in water (o/w). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pengaruh perbandingan VCO dan air mineral terhadap sifat sensori Minuman Emulsi VCO-Madu, 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi madu terhadap sifat sensori Minuman Emulsi VCO-Madu dan 3) Menentukan kombinasi perlakuan yang lebih baik antara perbandingan VCO dan air mineral serta konsentrasi madu terhadap sifat sensori Minuman Emulsi VCO-Madu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan VCO dan air mineral berpengaruh nyata terhadap aroma VCO dan rasa VCO. Konsentrasi madu berpengaruh nyata terhadap rasa VCO. Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap aroma VCO dan rasa VCO. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan sifat sensori yang lebih baik dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya pada Minuman Emulsi VCO-Madu yaitu P3K1, P3K2, dan P3K3. Berdasarkan aspek ekonomis untuk menekan biaya produksi perlakuan P3K1 yang dipilih.
Beverage Emulsion of VCO-Honey classified as oil in water emulsion (o/w). The purpose of this research are: 1) Determine the influence of VCO and mineral water ratio on sensory characteristic of Beverage Emulsion of VCO-Honey produced, 2) Determine the influence of honey concentration on sensory characteristic of Beverage Emulsion of VCO-Honey produced and 3) Determine the combination of better treatment between VCO and mineral water ratio with honey concentration on sensory characteristic of Beverage Emulsion of VCO-Honey produced.
The result show that comparison of VCO and mineral water was significant to flavor of VCO and taste of VCO. Concentration of honey was significant to taste of VCO. Combination treatment was significant to flavor of VCO and taste of VCO. Combination treatment that produces better sensory characteristic than other treatment of Beverage Emulsion VCO-Honey were produced by P3K1, P3K2, and P3K3. Based on economic aspect to suppress the production cost, P3K1 treatment selected.
1027611375D1E011010PRODUKSI TELUR DAN INCOME OVER FEED COST BERBAGAI AYAM SENTUL SEBAGAI PENGHASIL TELUR TETASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi telur dan Income Over Feed Cost berbagai ayam Sentul sebagai penghasil telur tetas. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 125 ekor ayam Sentul. Penelitian menggunakan metode eksperimen, Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kali ulangan. Perlakuan terdiri atas lima macam ayam Sentul, yaitu: Sa= ayam Sentul Abu, Sb= ayam Sentul Batu, Sd= ayam Sentul Debu, Se= ayam Sentul Emas, dan Sg= ayam Sentul Geni. Setiap perlakuan diulang lima kali dan setiap unit percobaan terdiri atas lima ekor dengan perbandingan 1:4 (jantan:betina). Peubah yang diamati adalah produksi telur dan Income Over Feed Cost. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi, kemudian apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan produksi telur pada masing-masing ayam Sentul; yaitu: Sa= 46,10%, Sb=35,95%, Sd=40,29%, Se=35,52%, Sg=38,95%. Rataan Income Over Feed Cost pada masing-masing ayam Sentul; yaitu: Sa=Rp 20.654,00; Sb=Rp 12.263,00; Sd=Rp 16.210,00; Se=Rp 12.146,00; Sg=Rp 15.320,00. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa berbagai ayam Sentul berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap produksi telur dan Income Over Feed Cost. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berbagai ayam Sentul sebagai penghasil telur tetas mempunyai produksi telur dan Income Over Feed Cost yang sama.The purpose of the experiment was to study the differences of egg production and Income Over Feed Cost of various sentul chicken as hatching eggs producer. The material used was 125 Sentul chicken. This research was conducted using experimental method, completely randomized design (CRD) with 5 times replication. The treatment consisted of feather colours i.e.: Sa= Abu Sentul chicken, Sb= Batu Sentul chicken, Sd= Debu Sentul chicken, Se= Emas Sentul chicken, and Sg= Geni Sentul chicken. The variables observed were the amount of egg production and Income Over Feed Cost. The data obtained were analysed using variance analysis, continued by honestly significance difference test. Research result showed that the average of egg production were Sa= 46.10%, Sb=35.95%, Sd=40.29%, Se=35.52%, Sg=38.95%. Income Over Feed Cost were Sa=Rp 20,654.00; Sb=Rp 12,263.00; Sd=Rp 16,210.00; Se=Rp 12,146.00; Sg=Rp 15,320.00. Variance analysis result showed that the treatment did not have significant effect (p>0.05) on egg production and Income Over Feed Cost. It can be concluded that as a hatching egg producer, Sentul chicken had the same egg production and income over feed cost.
102779996H1E010007Pengaruh Temperatur Sintering Terhadap Struktur, Sifat Magnetik dan Absorpsi Gelombang Mikro pada Ferit Alam Doping Zinc OxidePenelitian mengenai ferit alam yang didoping zinc oxide diharapkan dapat menghasilkan material zinc ferrite dengan tingkat penyerapan gelombang mikro yang optimum. Magnetit (Fe3O4) memiliki sifat soft magnetic. Kriteria untuk suatu material menjadi bahan penyerap radar yaitu memiliki sifat magnetik dan sifat listrik. Untuk sifat magnetik dibutuhkan material yang bersifat soft magnetic, sedangkan untuk sifat listrik dibutuhkan material yang memiliki nilai konduktifitas listrik yang tinggi. Untuk mendapatkan sifat dari keduanya maka dilakukan pendopingan dari dua unsur yang berbeda. Zinc Oxide memiliki sifat konduktivitas listrik yang tinggi sehingga membuat material tersebut tepat diaplikasikan sebagai bahan penyerap radar. Pembuatan zinc ferrite dilakukan menggunakan metode reaksi padatan dengan komposisi 80 Fe3O4 : 20 ZnO dalam kondisi anisotropik (dalam medan magnet). Ferit disintering pada temperatur 500, 800 dan 1100 ºC. Karakterisasi struktur, sifat magnetik dan absorpsi gelombang mikro pada ferit dilakukan masing-masing menggunakan XRD, VSM dan VNA. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa intensitas fasa kristal ZnFe2O4 yang terbentuk meningkat dengan peningkatan temperatur sintering. Sifat magnetik yang meliputi magnetisasi remanen (Mr) dan magnetisasi saturasi (Ms) mengalami penurunan, sedangkan medan koersivitas (Hc) mengalami peningkatan dengan meningkatnya temperatur sintering. Ferit yang diperoleh mempunyai sifat paramagnetik dengan suseptibilitas magnetik (χm) positif bernilai kecil χm<<1. Ferit menyerap gelombang mikro dalam ring frekuensi 7 sampai 18 GHz. Namun demikian, ferit yang disintering pada 800 °C menujukkan performa yang baik dengan ditandai oleh absorpsi gelombang mikro tertinggi pada frekuensi 16,9 GHz dengan reflection loss (RL) sebesar -69 dB. Research on natural ferrite doped zinc oxide is expected to produce zinc ferrite material with a level of optimum absorption of microwaves. Magnetite (Fe3O4) have a soft magnetic properties. Criteria for a material into a radar absorbent materials that have magnetic properties and electrical properties. For the magnetic properties needed to be soft magnetic material, while the electrical properties required for a material that has a high conductivity values. To get the properties of the two then performed pendopingan of two different elements. Zinc Oxide has a high thermal conductivity properties that make these materials appropriately applied as radar absorbent material (radar absorbing material). The zinc ferrite performed using a solid reaction method with composition 80 Fe3O4 : 20 ZnO in anisotropic conditions (the magnetic field). Ferrite materials are sintered at temperature of 500, 800 and 1100 °C. Characterizations of the structure, magnetic properties and microwave absorption in the ferrite are conducted using XRD, VSM and VNA. The respectively intensity of formed ZnFe2O4 crystalline phase increases with increasing sintering temperature. Magnetic properties of this material including remanent magnetization (Mr) and saturation magnetization (Ms) decrease, while the coercivity field (Hc) increase with increasing sintering temperature. The resulted ferrite are paramagnetic with the small value of positive magnetic susceptibility χm <<1. Ferrite absorb microwave at a frequency of 7 to 18 GHz. However, ferrite at 800 °C exhibits good performance for increases absorber, which is proved by high microwave absorption at frequency of 16,9 GHz with reflection loss (RL) of -69 dB.
102789998D1F011011LAJU PERKEMBANGAN TERNAK PADA PETERNAKAN DOMBA KLOWOH
DI KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju perkembangan ternak domba klowoh dan untuk mengetahui dinamika populasi domba klowoh di Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini merupakan survei terhadap para peternak domba klowoh yang ditentukan berdasarkan metode sensus. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 69 peternak. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis trend. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dapat diketahui bahwa laju perkembangan ternak domba klowoh di Kecamatan Kalikajar dengan tolak ukur pendayagunaan ternak terentang dari 2,45 sampai 41,46% dengan rataan dan standar deviasi sebesar 15,70% ±11,26%. Pertumbuhan peternakan terentang antara -31,82 sampai dengan 11,11% dengan rataan dan standar deviasi sebesar -6,10% ±11,20%. Nilai produksi induk ternak terentang antara 0,00 sampai 1,50ST dengan rataan dan standar deviasi sebesar 59,54ST ±35,39ST. Selanjutnya, dari hasil analisis trend dapat diketahui bahwa dinamika populasi domba klowoh di Kecamatan Kalikajar selama periode tahun 2008 sampai 2013 cenderung mengalami penurunan, rata-rata sebesar 6,60% per tahun.The aims of this research were to find out the growth rate of klowoh sheep and to find out the population dynamics of klowoh sheep at Kalikajar District, Wonosobo Regency. Type of this study was survey on the farmers of Klowoh sheep that determined by census method. The number of respondents in the study was 69 farmers. Technique of data analyses that used in this research were descriptive and trend analysis. Based on the result of descriptive analysis, it showed that growth rate of klowoh sheep at Kalikajar District based on benchmarks of livestock utilization was between 2.45 to 41.46% with average and standard deviation values were 15.70 ± 11.26%. Farms growth was between -31.82 to 11.11% with average and standard deviation values of -6.10 ± 11.20%. The value of holding livestock production was range between 0.00 to 1.50AU, with the average and standard deviation values of 59.54 ± 35.39AU. Furthermore, refers to the result of trend analysis, it showed that the population dynamics of klowoh sheep at Kalikajar District during the period of 2008 to 2013 tends to decrease with average value of 6.60% per year.
102799999H1K011050KAJIAN BATIMETRI, ARUS, DAN SEDIMEN DASAR LAUT
DI PERAIRAN LEPAS PANTAI, LAMPUNG TIMUR
Perairan Lampung bagian Timur termasuk wilayah dengan kondisi pemanfaatan yang tinggi di Provinsi Lampung dimana terdapat bebrapa pemanfaatan yang penting yaitu : pelabuhan, wilayah perikanan tangkap, wilayah budidaya air laut maupun penggunaan dalam bidang industri. Paramater yang dikaji untuk meningkatkan pengelolaan wilayah perairan Lampung Timur adalah batimetri, arus dan sedimen yang pengambilan datanya menggunakan alat akustik dan sediment sampler serta kondisi pasang surut yang didapat dari penelitian sebelumnya untuk mendukung penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei dan deskriptif dengan pengambilan stasiun menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tahun 2013 dan 2014 didapat bahwa hasil analisis secara spasial kondisi batimetri perairan Lampung Timur termasuk perairan dangkal dengan perubahan kedalaman yang landai, kecepatan arus yang lemah pada bagian dasar dan kuat pada bagian permukaan dipengaruhi oleh spring tide dan neap tide yang dominan mengarah ke utara dan selatan serta kondisi sedimen dasar perairan yang didominasi oleh Lanau dan Lempung. Hubungan dari batimetri, arus dan sedimen dasar laut yaitu arus yang lemah pada dasar membawa sedimen yang tersuspensi dalam bentuk Lempung dan Lanau hampir pada seluruh daerah yang diteliti dan arus yang kuat pada permukaan menyebarkan pasir secara luas hampir diseluruh wilayah yang diteliti.

Kata kunci: Perairan Lampung Timur, batimetri, arus, sedimen
East Lampung waters are areas with high utilization conditions in Lampung Province where there are some important utiliztion i.e a harbors, area of fisheries, aquaculture regions and the use industrial fields. Parameters were studied to improve the management of waters of East Lampung are bathymetry, currents and sediment data retrieval using acoustic instruments and sediment sampler and tidal conditions were obtained from previous studies to support the research. The method used was survey method and descriptive with taking the station using purposive sampling method. Based on the observations made in 2013 and 2014 found that the results analysis spatially of East Lampung waters bathymetric conditions are shallow water depth with changes ramps of depth, a weak flow currents velocity in the bottom and high velocity on the surface is affected by the spring tide and neap tide dominant leading north and south as well as the condition of the bottom sediments were dominated by clay, sand and silt. The relationship of bathymetry, currents and seabed sediments that weak currents in the bottom carry sediment suspended solid in the form of clay and silt almost all studied area and high velocity on the surface spread sands widely in nearly all studied areas.

Keywords: East Lampung waters, bathymetry, currents, sediment
1028010000C1A010055KONTRIBUSI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAPujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi lembaga keuangan mikro (LKM) dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah dan untuk mengetahui jumlah pendapatan sebelum dan setelah mengambil kredit dari LKM. Hasil analisis tabulasi menunjukkan bahwa kontribusi LKM adalah 20.30 persen, namun jika dilihat dari kontribusi LKM untuk setiap UMKM 28 responden yang kontribusi besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengambil pendapatan kredit lebih besar dari laba sebelum mengambil Kredi di LKM.Pendapatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) meningkat sejak mereka mengambil kredit dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Namun, kontribusi LKM untuk pengembangan UMKM masih kecil, perlu untuk meningkatkan kualitas LKM dan sosialisasi kepada UMKM untuk memaksimalkan manfaat dari kredit. Pemerintah juga diharapkan dapat berperan dalam memberikan pelatihan manajemen bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya sehingga produk yang dihasilkan lebih berkualitas UMKM sehingga dapat meningkatkan pendapatan.The purpose of this study was to determine the contribution of microfinance institutions (MFIs) in developing micro, small, and medium enterprise and to know the amount of income before and after taking credit from MFIs. The results of the tabulation analysis showed that the contribution of MFIs is 20.30 percent, but when seen from the contribution of MFIs for each MSMEs 28 respondent were major contribution. The results showed that after taking credit income is greater than the income before taking Kredi in MFIs.Income of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) increased since they take credit from Micro Finance Institutions (MFIs). However, the contribution of MFIs for the development of MSMEs is still small, it is necessary to improve the quality of MFIs and dissemination to MSMEs to maximize the benefits of the credit. The government also expected to play a role in providing management training for MSMEs to develop their business so that the resulting product is more qualified MSMEs so as to increase revenue.